Tag: investasi

  • Momen Terbaik dalam Seminggu untuk Investasi Bitcoin, Kapan?

    Dalam mencari momen terbaik untuk investasi dalam aset Bitcoin, banyak faktor perlu dipertimbangkan. Pasar kripto yang dinamis mengalami fluktuasi harga yang tajam sepanjang minggu, sehingga memilih waktu yang tepat dapat mempengaruhi hasil investasi Anda secara signifikan.

    Beberapa bulan terakhir, pergerakan harga Bitcoin (BTC) menjadi sorotan. Dengan kenaikan yang cermat dari Januari hingga Juni, tren naiknya membawa harga Bitcoin dari US$ 16.600 hingga US$ 30.000, hampir dua kali lipat dari harga awal di paruh pertama tahun ini.

    Kenaikan harga ini terjadi dalam tiga tahap yang terpisah, yaitu pada bulan Januari, Maret, dan Juni.

    Lalu, apa yang diungkapkan oleh chatbot model bahasa unggulan Google Bard mengenai hari terbaik dalam seminggu untuk investasi atau membeli aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan Ripple?

    Menentukan Momen Tepat

    Tentu saja, memprediksi apakah pasar akan melambat atau melonjak dalam waktu dekat tetaplah suatu tantangan. Namun, bagi investor yang ingin secara teratur mengakumulasi kripto dalam jumlah kecil untuk investasi jangka panjang, mempertimbangkan hari Sabtu sebagai hari pengumpulan aset, karena bisa jadi strategi yang menarik.

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Analisis Aset Kripto YGG hingga THETA, Potensi Bullish Pekan Ini?

    Membeli sejumlah kripto atau saham secara rutin selama seminggu adalah pendekatan investasi klasik yang dikenal sebagai metode dollar-cost averaging. Google Bard menyarankan bahwa hari Sabtu adalah pilihan terbaik kedua dalam seminggu untuk memulai proses pengumpulan aset ini. Namun, apabila Anda mencari momen dengan harga paling terjangkau, menurut Bard, hari Minggu adalah pilihan yang lebih baik.

    Pandangan Lengkap dari Google Bard

    Pertanyaan: “Bard, hari apa yang paling baik dalam seminggu untuk membeli aset kripto?”

    “Didasarkan pada data historis pasar, tampaknya hari Minggu menjadi saat yang paling baik dalam seminggu untuk membeli mata uang kripto. Sedangkan, pilihan kedua adalah hari Sabtu. Setelah itu, harga umumnya cenderung meningkat, dengan hari Jumat menjadi waktu yang lebih mahal untuk melakukan pembelian kripto.

    Berikut adalah beberapa alasan mengapa hari Minggu dianggap sebagai momen yang tepat untuk berinvestasi dalam kripto:

    • Aktivitas perdagangan biasanya lebih rendah saat akhir pekan, yang dapat berdampak pada penurunan harga.
    • Volatilitas pasar dan berita cenderung lebih sedikit pada akhir pekan, yang juga dapat berpotensi menurunkan harga.
    • Beberapa investor mungkin mengambil keuntungan pada hari Jumat, yang bisa menekan harga pada Sabtu dan Minggu.
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

    Baca juga: PayPal Meluncurkan Stablecoin PYUSD untuk Pembayaran dan Transfer

    Namun, tentunya tidak ada jaminan bahwa harga mata uang kripto akan selalu lebih rendah pada hari Minggu. Pasar kripto sangatlah fluktuatif, dan harga bisa naik atau turun kapan saja. Meski demikian, jika Anda berusaha membeli mata uang kripto dengan harga yang relatif terjangkau, hari Minggu bisa menjadi awal yang baik.

    Kesimpulan

    Penting untuk dicatat bahwa harga Bitcoin umumnya mengalami penurunan sebesar 1% pada hari Minggu. Data historis pergerakan harga harian menunjukkan bahwa dari hari Sabtu hingga Senin, harga Bitcoin cenderung lebih rendah selama setahun terakhir.

    Selasa dan Rabu, di sisi lain, adalah waktu yang lebih baik untuk melakukan penjualan berdasarkan data tersebut.

    Rata-rata harga tinggi harian terendah untuk setiap hari dalam seminggu dari Agustus 2022 hingga Agustus 2023 adalah pada hari Minggu. Pada periode tersebut, harga tinggi intraday Bitcoin pada hari Minggu mencapai US$ 23.595, sedangkan pada hari Sabtu mencapai US$ 23.480. Sementara itu, hari Rabu menjadi hari dengan rata-rata harga tertinggi, yaitu US$ 23.850.

    Jika Anda menerapkan strategi ini dalam investasi Anda, berarti Anda dapat membeli Bitcoin dengan diskon sebesar 1% setiap minggunya.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Goldman Sachs Alokasikan Dana untuk Berinvestasi di Perusahaan Kripto

    Goldman Sachs, salah satu perusahaan perbankan investasi dengan pendapatan terbesar di dunia, dilaporkan telah menyiapkan sejumlah dana untuk berinvestasi di ruang kripto dan blockchian.

    Langkah ini dilakukan melihat pasar kripto masih memiliki potensi besar untuk terus tumbuh, meski telah mengalami beberapa fase turbulen selama bertahun-tahun. Namun, yang sedang berlangsung tampaknya menjadi yang paling bergejolak hingga saat ini.

    Seperti kartu domino, perusahaan-perusahaan runtuh satu demi satu. Dengan perusahaan-perusahaan di industri kripto masih berusaha menemukan langkah mereka pasca episode FTX.

    Percaya Industri Kripto

    Goldman Sachs dilaporkan mencari uang “puluhan juta dolar” untuk membeli atau berinvestasi di perusahaan kripto. Mathew McDermott, Kepala Aset Digital Goldman Sachs, mengatakan kepada Reuters bahwa disintegrasi FTX menambah kebutuhan akan pemain kripto yang lebih tepercaya dan teregulasi.

    Ilustrasi mining Bitcoin.
    Ilustrasi mining Bitcoin.

    Baca juga: Crypto.com Gandeng Coca-Cola Rilis NFT Piala Dunia FIFA 2022

    McDermott menambahkan bahwa bank-bank besar melihat peluang untuk mengangkat bisnis. Tanpa memberikan nama spesifik, eksekutif tersebut mengungkapkan bahwa Goldman sedang melakukan uji tuntas pada sejumlah perusahaan kripto yang berbeda.

    Selain itu, dalam sebuah wawancara bulan lalu, McDermott mengatakan bahwa perusahaan melihat “beberapa peluang yang sangat menarik, dengan harga yang jauh lebih masuk akal.”

    Investasi Optimal

    Goldman Sachs telah berinvestasi di 11 perusahaan aset digital yang menyediakan layanan mulai dari kepatuhan dan data aset kripto hingga manajemen blockchain. Perusahaan juga meluncurkan layanan data datanomy dengan MSCI dan Coin Metrics untuk mengklasifikasikan aset digital berdasarkan cara penggunaannya.

    “Ini pasti membuat pasar kembali dalam hal sentimen, sama sekali tidak ada keraguan tentang itu. FTX adalah anak poster di banyak bagian ekosistem. Tetapi untuk menegaskan kembali, teknologi yang mendasarinya terus bekerja,” kata McDermott dikutip Watcher Guru.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

    Ia melanjutkan untuk menyoroti bahwa keruntuhan FTX mendorong volume perdagangan Goldman Sachs. Terlebih lagi, karena investor ingin berdagang dengan rekanan yang teregulasi dan bermodal besar.

    “Yang meningkat adalah jumlah lembaga keuangan yang ingin berdagang dengan kami. Saya menduga beberapa dari mereka berdagang dengan FTX, tapi saya tidak bisa mengatakannya dengan pasti.”

    Paralelnya, Goldman Sachs juga melihat peluang perekrutan karena perusahaan kripto dan teknologi memberhentikan staf, meskipun bank senang dengan ukuran timnya untuk saat ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulator Australia mengentikan Bitcoin dan Ethereum untuk Perusahaan Investasi

    Komisi Sekuritas dan Investasi Australia telah mengeluarkan surat perintah untuk pengehentian sementara terhadap Holon Investments yang mendistribusikan kripto berjenis Bitcoin, Ethereum dan Filecoin kepada investor. Keputusan tersebut telah disahkan karena penentuan target pasar yang tidak sesuai dengan Holon.

    Regulator market Australia membuat perintah sementara untuk melindungi investor ritel dari investasi yang mungkin tidak sesuai dengan plan, situasi dan kebutuhan keuangan mereka.

    Baca juga: Senator Australia Mengusulkan RUU Crypto untuk Yuan Digital China

    Faktanya, ASIC menganggap bahwa dana Bitcoin, Ethereum, dan Filecoin tidak cocok untuk target market luas yang ditentukan dalam TMD, termasuk investor dengan “profil risiko dan pengembalian sedang, tinggi, atau sangat tinggi,” mereka yang berniat untuk menggunakan dana tersebut hingga 25% dari portofolio investasi mereka, dan mereka yang bermaksud menggunakan dana tersebut sebagai dari portofolio investasi mereka.

    Jika kekhawatiran ASIC tidak dipenuhi tepat waktu, perintah penghentian akhir akan ditempatkan pada Dana. Bagaimanapun Holon memiliki kesempatan untuk membuat pengajuan ke agensi.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Menghitung Return on Investment (ROI)

    Return on Investment (ROI) adalah metode untuk mengukur kinerja suatu investasi. Seperti yang Anda tahu, ini adalah cara yang baik untuk membandingkan profitabilitas berbagai investasi. Tentu saja, investasi dengan ROI yang lebih tinggi lebih diinginkan daripada investasi dengan ROI yang lebih rendah (atau negatif).

    ROI dapat digunakan untuk mengukur efisiensi investasi dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, jika Anda ingin membandingkan ROI dari dua investasi yang berbeda, Anda dapat menghitung ROI masing-masing investasi untuk periode yang sama. Dengan demikian, Anda dapat menentukan investasi mana yang memberikan keuntungan yang lebih baik dalam waktu yang sama.

    Namun, perlu diingat bahwa ROI tidak memberikan informasi lengkap tentang risiko investasi. Investasi dengan ROI tinggi mungkin juga memiliki risiko yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor risiko lainnya saat memutuskan untuk melakukan investasi. Selain itu, ROI juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti perubahan pasar atau kondisi ekonomi yang tidak dapat dikendalikan.

    Pendahuluan

    Apakah Anda melakukan day trading, swing trading, atau menjadi investor jangka panjang, penting bagi Anda untuk selalu mengukur kinerja investasi. Tanpa pengukuran ini, bagaimana Anda dapat mengetahui apakah kinerja baik? Salah satu keuntungan besar dari perdagangan adalah kemampuan untuk mengukur kinerja dengan objektif menggunakan metrik yang jelas. Hal ini sangat membantu dalam menghindari bias emosional dan kognitif.

    Lalu, apa manfaatnya? Pikiran manusia cenderung menyusun narasi untuk segala hal saat mencoba memahami dunia. Namun, angka tidak bisa diabaikan. Jika Anda menghasilkan keuntungan yang negatif, ada yang harus diperbaiki dalam strategi Anda. Sebaliknya, jika Anda merasa kinerja Anda bagus, tetapi angka tidak mendukung itu, Anda mungkin terkena bias.

    Kami telah membahas manajemen risiko, pengukuran posisi, dan pengaturan stop-loss. Namun, bagaimana cara mengukur kinerja investasi Anda? Dan bagaimana cara membandingkan kinerja beberapa investasi? Inilah saatnya menggunakan perhitungan ROI. Dalam artikel ini, kami akan membahas cara menghitung return on investment (ROI).

    Apa Itu Return on Investment (ROI)?

    Return on Investment (ROI) adalah metode untuk mengukur kinerja suatu investasi. ROI juga dapat digunakan untuk membandingkan berbagai investasi.

    Ada beberapa cara untuk menghitung return, dan kami akan membahas beberapa di bagian berikutnya. Namun, untuk saat ini, kita cukup memahami bahwa ROI mengukur keuntungan atau kerugian dibandingkan dengan investasi awal. Dengan kata lain, ROI adalah perkiraan profitabilitas suatu investasi. Jika ROI-nya positif dibandingkan dengan investasi awal, itu berarti laba, sedangkan ROI negatif berarti kerugian.

    Perhitungan ROI tidak hanya berlaku untuk perdagangan atau investasi, tetapi juga untuk segala jenis bisnis atau pembelian. Jika Anda berencana membuka atau membeli restoran, Anda perlu melakukan perhitungan terlebih dahulu. Apakah itu masuk akal dari segi keuangan? Menghitung perkiraan ROI berdasarkan semua proyeksi pengeluaran dan laba akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik. Jika bisnis tampaknya akan menghasilkan laba pada akhirnya (yaitu, memiliki ROI positif), itu mungkin layak untuk dimulai.

    Selain itu, ROI dapat membantu mengevaluasi hasil dari transaksi yang sudah terjadi. Misalnya, bayangkan Anda membeli mobil kuno yang eksotis senilai US$ 200.000. Kemudian, Anda menggunakannya selama dua tahun dan menghabiskan US$ 50.000 untuk mobil tersebut. Sekarang, asumsikan harga mobil tersebut naik di pasar dan Anda dapat menjualnya seharga US$ 300.000. Anda tidak hanya menikmati mobil tersebut selama dua tahun, tetapi juga menghasilkan keuntungan investasi yang cukup besar. Berapa labanya secara tepat? Mari kita cari tahu.

    Cara Menghitung Return on Investment (ROI)

    Rumus ROI cukup sederhana. Anda mengambil nilai saat ini dari investasi dan menguranginya dengan biaya investasi awal. Kemudian, Anda membagi jumlah ini dengan biaya investasi awal.

    ROI = (nilai saat ini - biaya awal) / biaya awal
    
    Contoh :
    Anda membeli mobil seharga 200.000, lalu menjualnya lagi seharga 300.000.

    Jadi, berapa laba yang akan Anda dapatkan dengan menjual mobil eksotis tersebut?

    ROI = (300.000 - 200.000) / 200.000 = 0,5
    

    ROI Anda adalah 0,5. Jika Anda mengalikannya dengan 100, Anda akan mendapatkan tingkat keuntungan (ROR).

    0,5 x 100 = 50
    

    Angka ini berarti Anda memperoleh laba sebesar 50% dari investasi awal. Namun, Anda perlu mempertimbangkan pengeluaran yang telah Anda keluarkan untuk mobil tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Jadi, mari kita kurangi nilai saat ini mobil dengan angka tersebut:

    300.000 - 50.000 = 250.000
    

    Sekarang, Anda dapat menghitung ROI sambil memperhitungkan pengeluaran tersebut:

    ROI = (250.000 - 200.000) / 200.000 = 0,25
    

    ROI Anda adalah 0,25 (atau 25%). Angka ini berarti jika kita mengalikan biaya investasi (US$ 200.000) dengan ROI (0,25), kita akan mendapatkan keuntungan bersih sebesar US$ 50.000.

    200.000 x 0,25 = 50.000
    

    Batasan ROI

    Jadi, ROI sangat mudah dipahami dan memberikan pengukuran profitabilitas yang umum. Namun, seperti hal lainnya, ROI juga memiliki batasannya.

    Salah satu batasan utama ROI adalah ketidakmampuannya untuk memperhitungkan faktor waktu. Mengapa faktor waktu ini penting? Karena waktu memiliki peran penting dalam investasi.

    Ada pertimbangan lain yang perlu dipikirkan, seperti likuiditas dan keamanan. Sebagai contoh, sebuah investasi dengan ROI 0,5 dalam satu tahun dianggap lebih baik daripada investasi dengan ROI 0,5 dalam lima tahun. Oleh karena itu, banyak orang menggunakan ROI tahunan sebagai ukuran laba yang diharapkan dari investasi dalam setahun.

    Namun, ROI tidak mencakup semua aspek dari sebuah investasi. ROI yang tinggi tidak selalu berarti investasi yang lebih baik. Bagaimana jika Anda tidak dapat menemukan pembeli untuk investasi tersebut dan terjebak dengan investasi tersebut dalam jangka waktu yang lama? Bagaimana jika investasi tersebut memiliki likuiditas yang buruk?

    Selain itu, risiko juga perlu dipertimbangkan. Suatu investasi mungkin memiliki prospek ROI yang menjanjikan, tetapi seberapa besar risikonya? Jika ada kemungkinan tinggi bahwa investasi tersebut berakhir dengan kerugian atau mengakibatkan dana Anda tidak dapat diakses, maka ROI yang menjanjikan tersebut tidak terlalu penting.

    Melihat ROI saja tidak akan memberikan informasi tentang tingkat keamanan suatu investasi, sehingga Anda perlu mempertimbangkan metrik lainnya juga. Salah satu metrik yang dapat digunakan adalah rasio risiko/reward untuk setiap perdagangan atau investasi. Dengan cara ini, Anda dapat memiliki gambaran yang lebih baik tentang kualitas setiap peluang investasi.

    Selain itu, para analis pasar saham sering mempertimbangkan faktor-faktor lain dalam mengevaluasi potensi investasi, seperti aliran kas, suku bunga, pajak atas keuntungan modal, laba atas ekuitas (ROE), dan lain sebagainya.

    Kesimpulan

    Sekarang kita telah memahami cara menghitung return on investment (ROI) dan bagaimana pedagang menggunakannya untuk mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi. Meskipun ROI bukanlah satu-satunya metrik yang penting, namun tetap memberikan manfaat. 

    Anda juga harus mempertimbangkan biaya peluang, rasio risiko/reward, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pilihan investasi Anda di antara berbagai peluang yang ada. Namun, sebagai titik awal, ROI dapat menjadi indikator yang baik untuk mengevaluasi potensi investasi.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pakai Cara Ini Agar Investasi Dollar Kamu Lebih Menguntungkan!

    Sekarang ini tersedia banyak pilihan investasi. Mulai dari yang konvensional seperti investasi emas hingga investasi dollar yang masih banyak diminati masyarakat karena menguntungkan dan caranya mudah.

    Perjalanan Nilai Tukar Dollar ke Rupiah Saat Pandemi

    Situasi pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia tentu berpengaruh bagi perekonomian, salah satunya berdampak pada nilai pertukaran dollar ke rupiah. 

    Nilai tukar dollar ke rupiah saat pandemi mengalami fluktuasi cukup besar karena ketidakpastian yang terjadi, terlebih seiring dengan kebijakan beberapa negara yang memberlakukan lockdown.

    Hal ini terlihat jelas pada nilai tukar rupiah terhadap dollar yang melemah hingga mencapai Rp16,482 pada 25 Maret 2020. Kondisi tersebut terjadi berbarengan dengan penemuan kasus pertama COVID-19 yang menghebohkan masyarakat Indonesia.

    Dalam periode April hingga Mei 2020, nilai tukar usd to idr menunjukkan tren penguatan secara perlahan dan kembali ke kisaran Rp14,740 per dollar AS pada 31 Mei 2020. Jika melihat satu tahun kemudian, yaitu pada periode 30 Mei 2021, posisi rupiah berada di level Rp14,285 dan dipastikan akan terus berfluktuasi seiring dengan kondisi ekonomi dan politik yang terjadi.

    Investasi Konvensional dengan Dollar

    Sebagai mata uang yang berpengaruh pada perdagangan dan perekonomian global, investasi konvensional dengan dollar masih menjadi primadona masyarakat. Beberapa investasi konvensional yang kerap dilakukan adalah:

    • Membeli dan Menyimpan Dollar Cash

    Membeli dollar secara cash kemudian menyimpannya dan menjual kembali saat waktu yang tepat adalah cara mudah dan menguntungkan. Jika seseorang membeli dollar pada tahun 1998 saat harganya di kisaran Rp6,000, maka Ia akan mendapat keuntungan berlipat karena saat ini harga dollar mencapai Rp,14,000-an.

    Untuk menghindari pembelian dollar AS palsu, Anda bisa melakukan transaksi di tempat resmi, seperti bank dan money changer.

    • Menabung Dollar di Bank 

    Selain menyimpan secara tunai, Anda bisa menabung dollar AS di bank. Tentu cara ini lebih aman dan mengurangi risiko kerusakan fisik. 

    Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk menabung dollar di bank, Anda bisa mencari bank dengan kurs jual rendah dan kurs beli tinggi. Dengan begitu Anda berpotensi mendapat keuntungan lebih tinggi dan jangan lupa untuk terus update informasi nilai tukarnya.

    USDT: Investasi Modern Dollar x Kripto

    Selain investasi dollar dengan dua cara di atas, Anda bisa melakukan investasi modern dengan membeli USDT.

    Apa, sih, USD itu?

    USDT atau Tether adalah aset digital berbasis blockchain yang merupakan representasi dari dollar AS. 1 Tether (USDT) memiliki harga di kisaran 1 dollar AS dan cenderung memiliki pergerakan yang stabil. 

    Tujuan USDT sendiri adalah untuk memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi finansial. USDT bisa digunakan untuk melakukan transaksi peer-to-peer secara global dengan harga yang relatif murah dan tentunya aman.

    Selain itu, USDT memungkinkan pengguna untuk menyimpan, mengirim, dan menerima dollar AS dalam bentuk token digital melalui teknologi blockchain-nya.

    Berikut Cara Beli USDT dengan Rupiah!

    Jika ingin memiliki USDT, Anda bisa kok membelinya dengan rupiah! Karena di Indonesia, aset kripto sudah dianggap sebagai aset yang sah untuk diperdagangkan di bursa efek berjangka. Selain itu, pada survei yang dilakukan Tokocrypto, USDT adalah aset kripto favorit yang paling banyak dibeli di Tokocrypto, kemudian diikuti dengan BTC dan ETH.

    Nah, berikut cara membeli USDT dengan mudah di Tokocrypto

    1. Buat wallet kripto. Jika Anda belum memilikinya, pastikan untuk mendaftarkan diri pada exchange yang diawasi langsung oleh BAPPEBTI seperti Tokocrypto
    2. Pastikan untuk melewati proses KYC dengan persyaratan yang telah ditentukan, ya! Proses verifikasi ini bertujuan untuk menghindari tindakan pencucian uang dan kejahatan lainnya
    3. Usai verifikasi, masukkan deposit pada akun Tokocrypto minimal  Rp50,000
    4. Setelah dana yang di-transfer masuk dalam bentuk BIDR (stablecoin berbasis Rupiah dengan nilai 1 BIDR = Rp1), Anda sudah bisa melakukan pembelian USDT!

    Ternyata membeli USDT bisa menjadi alternatif investasi dollar yang menguntungkan, ya! 

    Terpenting adalah selalu ketahui keuntungan dan risiko saat trading serta investasi aset kripto, ya! Harganya yang fluktuatif menyebabkan investasi pada aset kripto termasuk ke dalam high risk and high return

    Untuk memulai menabung bitcoin dan aset kripto lainnya, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.

    Salam to the Moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ingin Belajar Crypto? Persiapkan 10 Hal Berikut untuk Pemula!

    Investasi aset kripto saat ini masih naik daun dan bisa saja akan semakin menjamur. Tak heran jika semakin banyak orang dari berbagai kalangan yang mulai menunjukkan ketertarikannya pada jenis investasi satu ini. Bila Anda salah satunya, ada baiknya Anda melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum terjun ke dalam investasi aset kripto. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan adalah belajar crypto

    Namun, tidak melulu soal harga dan modal, belajar crypto dari sisi edukasi dan psikologis juga diperlukan. Yuk, simak selengkapnya!

    Baca juga: Pengertian Mata Uang Kripto, Penjelasan, dan Cara Kerjanya

    10 Hal yang Perlu Anda Cari Tahu Saat Belajar Crypto

    Sebagai seorang investor, tentu Anda perlu tahu ke mana uang Anda diinvestasikan. Maka dari itu, penting untuk belajar crypto dan mengetahui apa itu aset kripto bila Anda ingin mengucurkan dana ke dalam dunia kripto ini.

    Mengenal apa itu sistem blockchain?

    illustrasi cara kerja blockchain

    Sebelum memahami tentang aset kripto, Anda perlu lebih dahulu mengenal apa itu blockchain. Ditinjau dari segi bahasa, blockchain terdiri dari dua kata yakni block dan chain. Block berarti kumpulan data. Tiap data tersebut saling terhubung melalui chain atau rantai kriptografi. 

    Mudahnya kita bisa menganggap blockchain sebagai buku besar yang merupakan sistem pencatatan setiap transaksi yang tersimpan dalam database digital dan selalui diperbaharui secara real time

    Lalu apa hubungannya blockchain dengan aset kripto?

    Memahami aset kripto

    Aset kripto merupakan sebuah aset digital yang berjalan di atas sistem blockchain. Bila memiliki aset kripto, Anda bisa menggunakannya untuk melakukan transaksi virtual berbasis jaringan internet. Aset kripto dinilai memiliki keamanan tingkat tinggi karena perlindungannya menggunakan sandi-sandi rahasia yang rumit, namanya kriptografi. Dari sini jugalah nama aset kripto itu berasal.

    Jika sudah mengenal apa itu aset kripto, langkah berikutnya sebelum mulai berinvestasi adalah melihat sisi hukum aset kripto.

    Mempelajari apakah aset kripto itu legal atau tidak?

    Aset kritpo dinyatakan legal merujuk pada peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Komoditi Berjangka (BAPPEBTI) sejak 2019. 

    Namun yang perlu digarisbawahi adalah aset kripto di Indoensia legal sebagai komoditas yang diperdagangkan bukan sebagai alat pembayaran. Ini tercantum pada Peraturan Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

    Mengetahui apakah aset kripto itu haram atau tidak?

    Untuk pernyataan ini, beberapa ulama di Indonesia memiliki beberapa pandangan yang berbeda. Melansir dari keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ada 3 poin terhadap pembahasan apakah aset kripto halal atau tidak. Diantaranya:

    • Penggunaan aset kripto (cryptocurrency) sebagai mata uang hukumnya haram, karena gharar (transaksi yang mengandung ketidakpastian), dharar (merugikan salah satu pihak), dan bertentangan dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia nomor 17 tahun 2015. 
    • Aset kripto sebagai komoditi/aset digital dapat menjadi tidak sah diperjualbelikan apabila mengandung gharar, dharar, qimar (spekulatif) dan tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i, yaitu: ada wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik dan bisa diserahkan ke pembeli.
    • Aset kripto sebagai komoditi/aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas, maka hukumnya sah untuk diperjualbelikan.

    Sedangkan dilansir dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), Yenny Wahid, pendiri Islamic Law Firm (ILF) dan Direktur Wahid Foundation menyatakan bahwa uang kripto dinilai halal oleh sebagian pihak karena sistem mata uang kripto justru lebih terbebas dari riba dibanding bank konvensional. Hal ini dikarenakan sistem blockchain uang kripto ini menjalankan transaksi langsung tanpa perantara.

    Mempelajari aset kripto yang ingin Anda beli

    Mengenal aset kripto yang ingin Anda investasikan adalah hal utama yang wajib Anda lakukan sebelum mulai berinvestasi. Anda bisa melakukannya dengan mencari tahu bagaimana aset ini bekerja, sistem apa yang dipakai, serta bentuk-bentuk aset kripto yang beredar.

    tokonews sebagai tempat belajar crypto

    Saat ini, sudah banyak artikel informatif yang bisa menjadi acuan Anda ketika belajar crypto. Salah satunya artikel-artikel dari Tokocrypto. Dengan membaca berita terkini serta tips dalam melakukan investasi aset kripto, perjalanan Anda sebagai investor juga akan lebih mudah.

    Mempelajari risiko investasi aset kripto

    Setiap investasi memiliki risiko, begitu pula dengan aset kripto. Setelah mengenal aset kripto yang ingin Anda investasikan tadi Anda bisa mulai mengukur risiko investasinya.

    Apa saja yang membuat aset kripto berisiko? Berikut di antaranya:

    1. Tingginya fluktuasi aset kripto

    Secara umum fluktuasi atau naik-turunnya nilai aset kripto sangatlah tinggi atau bersifat volatile. Jika nilai suatu aset kripto melonjak tinggi dalam satu hari, tidak menutup kemungkinan aset ini akan terjun bebas pada hari berikutnya.

    1. Tanpa underlying asset

    Tidak hanya fluktuasi tinggi, aset kripto juga tidak memiliki aset keuangan yang dijadikan acuan dasar dari harga derivatif (underlying asset). Tidak adanya underlying asset ini akan mempertaruhkan keamanan serta kendali aset kripto.

    1. Maraknya kejahatan dan penipuan
    belajar pump and dump crypto

    Selain itu, sama dengan instrumen investasi lainnya yang dapat ditemukan banyak penipuan, dalam investasi aset kripto juga kerap ditemui, seperti penipuan berkedok ICO (Initial Coin Offering), modus pump and dump atau penipuan marketing, dan penipuan ketika melakukan transaksi.

    Mempelajari risk/reward ratio

    ilustrasi risk and reward ratio

    Risk/reward ratio pada kripto merupakan sebuah metrik pengukuran yang bisa membantu para trader aset kripto dalam meminimalisasi risiko dan memaksimalkan profit yang diperolehnya. Dikarenakan bertujuan untuk memperoleh keuntungan, metrik ini pun banyak digunakan dan dianggap sebagai salah satu metrik terkuat yang ada di dunia kripto, lho!

    Sebab, metrik ini bisa bekerja dengan menggunakan dua komponen saja, yaitu stop loss dan take profit. Cara kerja dari risk/reward ratio ini adalah dengan menghitung secara matematis mengennai potensi kenaikan dan penurunan yang sekiranya akan terjadi pada suatu aset kripto, dengan memanfaatkan harga masuk, perintah stop loss dan take profit. Jadi, selain tujuannya yang bisa menarik perhatian trader, penggunaannya pun cenderung mudah dan akurat sehingga cocok untuk trader pemula.

    Menghitung jumlah uang yang aman untuk diinvestasikan

    hasil investasi dari belajar crypto

    Ketika mulai berinvestasi, ingatlah untuk memakai uang dingin. Uang dingin merujuk pada uang yang diperkirakan tidak akan terpakai dalam jangka pendek untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini guna menghindari arus kas yang berantakan bila nilai investasi Anda menurun.

    Lantas, bagaimana cara menghitung uang dingin?

    Sederhananya, Anda bisa mulai dengan membuat ilustrasi berdasarkan pendapatan yang Anda peroleh tiap bulannya. Komponen yang harus ada dalam ilustrasi tersebut adalah pendapatan bulanan, operasional, dana darurat, investasi, dan lain-lain yang bisa disesuaikan dengan hobi atau kebiasaan Anda. Uang dingin tersebut bisa Anda peroleh berdasarkan sisa dana setelah dikurangi dengan pengeluaran operasional yang sifatnya primer. 

    Setelah mengurangi dengan biaya operasional, sisa dana ini lah yang disebut dengan ‘uang dingin’, di mana nantinya akan Anda alokasikan sebagian untuk investasi. Sebenarnya, tidak ada aturan yang pasti mengenai nominal uang dingin seseorang. Namun, Anda bisa menggunakan hitungan persentase seperti misalnya 50% pendapatan akan disisihkan untuk biaya operasional, dan 50% sisanya alias ‘uang dingin’ untuk dana darurat, investasi dan lainnya.

    Tahu cara memiilih exchange terpercaya

    tampilan halaman utama tokocrypto

    Kripto merupakan aset yang terbilang baru. Maka dari itu, kegiatan pertukarannya pun masih terbatas. Ini membuat banyak oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan penipuan. Bila Anda baru mulai berinvestasi, berhati-hatilah. Pastikan Anda memilih platform pertukaran aset kripto yang legaldan telah terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), seperti Tokocrypto.

    Memahami tantangan psikologis saat trading

    efek fomo dari investasi

    Masalah psikologis yang sering dihadapi saat orang akan berinvestasi dan trading adalah FOMO (Fear of Missing Out). Meski banyak orang sudah berinvestasi, jangan memaksakan diri jika diri Anda belum siap berinvestasi. 

    Tips satu ini juga berlaku ketika Anda sudah memiliki sebuah aset kripto. Biasanya, akan ada aset yang sedang naik daun dan mengundang investor untuk membeli asetnya. Sebelum memutuskan untuk ikut membeli, pelajari terlebih dahulu aset kripto itu. Hal ini juga akan melindungi Anda dari adanya tindak penipuan. 

    Begitu pula sebaliknya, ketika banyak orang yang menjual aset, jangan langsung ikut-ikutan menjualnya juga. Pastikan Anda sudah mengerti apa yang akan Anda lakukan, serta risiko apa yang bisa Anda dapatkan dari tindakan tersebut. 

    Sebab, saat ini pihak-pihak termasuk market maker yang tidak bertanggung jawab terus berkeliaran, di mana mereka memanfaatkan kondisi FOMO pada trader pemula ini dan dengan sengaja membuatnya mengalami kerugian. Maka dari itu, pastikan Anda selalu menambah pengetahuan baru tentang aset kripto, salah satunya dengan membaca tips and trick hingga panduan pembelajaran kripto di Tokonews.

    Nah, itu dia sepuluh tips yang perlu Anda ketahui sebelum terjun ke dunia investasi aset kripto. Yuk, bergabung juga dengan komunitas Tokocrypto di Discord untuk belajar crypto bareng!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

    Investasi yang dikenal saat ini bukan hanya untuk jangka panjang saja. Ada pula jenis investasi jangka pendek yang bisa disesuaikan tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dengan jangka waktu yang lebih pendek. Waktu untuk mendapat keuntungan yang lebih singkat serta risiko yang lebih minim membuat jenis investasi ini banyak dipilih oleh orang. 

    Lebih lengkapnya, baca terus artikel ini, yuk!

    Apa itu Investasi Jangka Pendek?

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, investasi jangka pendek adalah produk investasi di mana investornya menyetorkan sejumlah dana untuk dikelola dalam jangka waktu yang singkat. Sehingga dana dan potensi keuntungan yang ada dapat dicairkan dalam waktu yang pendek. Biasanya, orang-orang mencairkannya menjadi dana tunai dalam waktu 3 hingga 12 bulan.

    Tujuan Investasi Jangka Pendek

    Sama dengan halnya investasi jangka panjang, tentunya investasi jenis ini memiliki tujuannya tersendiri. Berikut kami hadirkan apa saja yang menjadi tujuannya:

    1. Belajar Investasi

    Kendati waktu yang dibutuhkan untuk melakukan investasi ini lebih singkat, maka cara ini bisa Anda ambil untuk belajar investasi apabila baru pertama kali ingin berinvestasi. 

    Yaps, investasi jangka pendek akan melatih Anda untuk menyisihkan uang di tiap bulannya. Dengan begitu, lama kelamaan Anda akan terbiasa dan akhirnya mampu untuk berinvestasi jangka panjang.

    2. Punya Goals atau Wishlist Tertentu

    Selain itu, investasi jangka pendek dapat Anda tempuh ketika memiliki goals atau wishlist tertentu. Misalnya jika Anda ingin membeli smartphone atau berlibur. Dengan ‘menabungkan’ uang Anda di instrumen investasi, tentunya Anda akan mendapatkan keuntungan dari portofolio yang ada.

    Cara ini lebih menguntungkan jika dibanding dengan menabung di rekening biasa dan kesempatan Anda untuk mengambil uang secara tiba-tiba dapat dihindari.

    Baca juga: Harus Tahu! Ini Dia Perbedaan Menabung dan Investasi

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi tips investasi aset kripto agar selalu cuan.

    3 Jenis Investasi Jangka Pendek

    1. Deposito

    Instrumen investasi jangka pendek ini memang sudah dikenal dan banyak digunakan orang-orang sejak dahulu. Deposito adalah produk tabungan di bank dengan menyetorkan dan mencairkan sejumlah dana dalam waktu yang singkat. Nah, untuk jangka waktu pencairan dananya sendiri dilakukan dengan kesepakatan antara pihak bank dan nasabah. Bisa dalam 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. 

    Alasan kenapa instrumen investasi ini tepat untuk pemula adalah cenderung stabil dan beresiko rendah. Namun, memang karena hal itulah yang membuat bunga yang didapat akan sedikit. 

    2. P2P Lending

    P2P Lending atau Peer to Peer Lending bisa disebut juga Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). P2P Lending ini merupakan platform investasi yang mempertemukan orang yang membutuhkan pinjaman dan dengan orang yang ingin meminjamkan dana berbasis teknologi informasi

    Waktu periode investasinya dapat dipilih oleh investor. Mulai dari 6 bulan, 1 tahun, hingga 2 tahun. Nah, untuk keuntungannya sendiri didapat dari suku bunga pinjaman. 

    Kehadiran P2P Lending ini memang semakin berkembang pesat di beberapa tahun belakangan ini. Namun, untuk lebih aman, pastikan Anda memilih perusahaan fintech P2P Lending yang sudah diawasi oleh OJK langsung, ya!

    cara kerja reksa dana salah satu jenis investasi jangka pendek

    Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

    3. Reksa dana 

    Reksa dana merupakan instrumen investasi yang memiliki mekanisme di mana dana dari investor akan dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi (MI) untuk memperoleh keuntungan. Jenis-jenis dari reksa dana pun bermacam-macam dan bisa dipilih sesuai dengan tingkat risikonya, mulai dari tingkat risiko yang rendah, menengah, dan tinggi. 

    Adapun jenisnya antara lain: reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Nah, jenis reksa dana pasar uang merupakan pilihan investasi jangka pendek sebab periode waktunya hanya satu tahun dan tingkat risikonya rendah. 

    Jadi, apakah Anda sudah menentukan jenis investasi jangka pendek yang akan dipilih? Nah, bagi Anda yang ingin menabung aset kripto dan mengetahui seluk beluknya, yuk, kunjungi website  Tokocrypto! Oh iya, untuk informasi yang lebih up to date, Anda bisa bergabung di komunitas resmi Tokocrypto juga, lho!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Banyak Orang Yakin Investasi Aset Kripto Bisa untuk Dana Pensiun

    Sebuah survei baru-baru ini mengungkap banyak orang yang menyakini investasi aset kripto bisa dijadikan prospek jangka panjang untuk menyiapkan dana pensiun. Nilai kripto yang diklaim akan terus berpotensi naik bisa menjadi keuntungan bagi investor.

    Survei yang dilakukan oleh BitcoinIRA, menunjukan bahwa sentimen investor tetap bullish pada aset kripto, terlepas dari volatilitas dan tantangan pasar. Mayoritas responden melihat aset digital sebagai kelas aset yang sah dan perintis dan percaya bahwa regulasi yang meningkat membuat investasi kripto lebih menarik.

    Survei menyoroti bahwa 72 persen peserta akan merekomendasikan keluarga atau teman untuk berinvestasi dalam aset kripto. Selain itu, 51 persen responden sedang mempertimbangkan untuk memasukkan kripto ke dalam portofolio pensiun mereka, sementara 27 persen sudah melakukannya.

    Motivasi utama untuk berinvestasi dalam kripto termasuk spekulasi harga, diversifikasi portofolio, mengejar pensiun, dan lindung nilai inflasi.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Memecoin Pepe (PEPE) Tembus 100 Besar Aset Kripto Paling Berharga

    Bitcoin (BTC) tetap menjadi pilihan utama bagi investor, dengan 69 persen responden memilihnya sebagai aset kripto pilihan mereka. Ethereum (ETH) mendapat peringkat sebagai altcoin yang paling banyak diminta untuk investasi kripto, mengumpulkan 18 persen suara.

    Temuan survei menunjukkan bahwa meskipun terjadi gejolak pasar baru-baru ini, investor optimis tentang masa depan aset digital dan peran mereka dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

    Singkatnya, survei menemukan bahwa sentimen investor tetap bullish pada aset digital meskipun aksi dan peristiwa pasar bergejolak. Investor kripto sebagian besar berspekulasi harga akan naik, dan terus mengandalkan kripto untuk melakukan lindung nilai terhadap inflasi dan meningkatkan masalah keamanan sosial.

    Lindung Inflasi

    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

    Baca juga: Korelasi Bitcoin-Emas Mencapai Fase Tertinggi Sepanjang Masa

    Lebih dari setengahnya melihat kripto sebagai kelas aset yang sah dan luar biasa, dan lebih dari setengahnya setuju bahwa regulasi kripto membuat investasi digital lebih menarik.

    “Meskipun komunitas kripto telah diuji oleh peristiwa baru-baru ini, investor memiliki antusiasme baru untuk aset digital,” kata Chris Kline, Co-founder dan Chief Revenue Officer BitcoinIRA.

    “Orang Amerika percaya bahwa memperkuat peraturan kripto akan menguntungkan kami. Investor kripto terus melihat aset digital sebagai instrumen utama dalam diversifikasi portofolio pensiunan, serta lindung nilai terhadap inflasi dan kekhawatiran yang meningkat tentang jaminan sosial. BitcoinIRA bersemangat untuk menjadi bagian dari solusi bagi orang Amerika yang mencari aset alternatif untuk tabungan mereka.”

    Metodologi survei pandangan kripto dikirim pada Februari 2023 ke sekelompok individu secara acak. 445 responden berpartisipasi. Individu tidak menerima kompensasi atau juga untuk partisipasi mereka dalam survei.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Tips Mengatur Uang THR untuk Investasi Aset Kripto Bagi Pemula

    Tunjangan Hari Raya (THR) bisa menjadi salah satu momen terbaik untuk memulai investasi aset kripto. Pasalnya bagi sebagain orang, THR adalah salah satu momen yang ditunggu-tunggu, karena biasanya mendapatkan dana tamabahan yang jumlahnya cukup besar dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

    THR merupakan salah satu bentuk bonus atau insentif yang biasanya diberikan oleh perusahaan atau pemerintah kepada karyawan atau pegawai menjelang hari raya. Sebagai penerima THR, tentunya kita ingin menggunakan uang tersebut dengan bijak, terutama jika berencana untuk berinvestasi di aset kripto yang dikenal memiliki tingkat risiko yang tinggi.

    Investasi kripto menjadi pilihan yang menarik karena potensi keuntungan yang tinggi. Namun, perlu diingat bahwa investasi ini juga memiliki risiko yang cukup besar. Kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan Ripple telah menjadi tren di dunia keuangan. Semakin banyak orang tertarik untuk mencoba peruntungan dalam investasi ini.

    Salah satu waktu yang tepat untuk memulai investasi kripto adalah saat mendapatkan uang THR. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatur uang THR agar dapat digunakan dengan bijak untuk investasi aset kripto.

    1. Pahami Dasar-dasar Aset Kripto

    Sebelum memulai investasi, penting bagi pemula untuk memahami dasar-dasar aset kripto. Pelajari bagaimana teknologi blockchain bekerja, serta konsep dasar asetkripto seperti kapitalisasi pasar, volatilitas, dan likuiditas. Dengan pengetahuan dasar yang cukup, kamu akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam berinvestasi kripto.

    Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (THR). Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (THR). Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Market Watch: Mengapa Bitcoin dan Kripto Lain Naik Hari Ini (11/4)?

    2. Tentukan Tujuan Investasi

    Sebelum memutuskan untuk menginvestasikan uang THR kamu ke dalam aset kripto, tentukan terlebih dahulu tujuan investasi Anda. Apakah ingin investasi jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang? Tujuan yang jelas akan membantu kamu dalam menentukan strategi investasi yang sesuai.

    3. Alokasikan sebagian THR untuk investasi

    Jangan gunakan seluruh uang THR untuk investasi kripto. Alokasikan sebagian saja, misalnya 30% atau 50% dari total uang THR yang diterima. Sisanya, gunakan untuk keperluan lain yang lebih penting atau tabungan.

    4. Diversifikasi Portofolio

    Salah satu kunci sukses dalam berinvestasi adalah diversifikasi portofolio. Jangan hanya fokus pada satu jenis aset kripto saja. Sebaiknya, investasikan uang THR kamu ke dalam beberapa jenis kripto untuk mengurangi risiko. Dengan melakukan diversifikasi portofolio, kamu akan lebih siap menghadapi fluktuasi pasar dan melindungi nilai investasi.

    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Kenal Kripto Arbitrum (ARB) & SPACE ID (ID) yang Listing di Tokocrypto

    5. Jangan Terbawa Emosi

    Dalam dunia investasi, terutama aset kripto, volatilitas harga sangat tinggi. Oleh karena itu, jangan terbawa emosi saat harga kripto mengalami penurunan atau kenaikan drastis. Tetap tenang, evaluasi situasi, dan jangan membuat keputusan berdasarkan emosi semata.

    6. Gunakan Platform Investasi yang Tepat

    Pemilihan platform investasi yang tepat sangat penting dalam berinvestasi aset kripto. Pastikan kamu memilih platform yang aman, terpercaya, dan memiliki reputasi baik. Selain itu, perhatikan juga biaya transaksi yang dikenakan oleh platform tersebut. Tokocrypto menjadi platform terpopuler yang bisa kamu pertimbangkan untuk berinvestasi aset kripto.

    Tokocrypto juga sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001:2013 (Information Security Management System) dan ISO 27017:2013 (Information Security Management System for Cloud Provider). Sertifikasi ini penting untuk menyediakan teknologi dan layanan perdagangan aset kripto di Indonesia yang selaras dengan aspek kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi yang dikelola.

    Selamat mencoba dan semoga sukses!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 82% Jutawan Dunia Pertimbangkan Investasi Aset Kripto Karena Cuan

    Meskipun merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kripto, 82% klien jutawan dunia telah mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset digital seperti Bitcoin (BTC) pada tahun 2022. Data ini ditunjukan dari hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh firma penasihat keuangan deVere Group.

    Dikutip Cointelegraph, hasil jajak pendapat yang dirilis pada 30 Januari itu, menemukan bahwa delapan dari setiap 10 klien high net-worth (HNW) perusahaan yang disurvei — individu dengan aset yang dapat diinvestasikan antara US$ 1,2 juta dan US$ 6,1 juta — mencari informasi investasi tentang kripto dari penasihat keuangan di 12 bulan terakhir.

    Nigel Green, CEO dan pendiri deVere Group, mengatakan bahwa meskipun grup yang disurvei “biasanya lebih konservatif,” dia yakin minat tersebut berasal dari nilai inti Bitcoin sebagai “digital, global, tanpa batas, terdesentralisasi, dan anti rusak.”

    Tren Minat Investasi Kripto

    Baca juga: Misterius Harga Bitcoin 60% Lebih Tinggi di Nigeria, Kenapa?

    Studi tahun sebelumnya telah menunjukkan tren meningkatnya minat investasi kripto dari investor kaya. Sebuah studi tahun 2020 dari deVere menemukan bahwa 73% dari 700 individu berpenghasilan tinggi yang disurvei sudah memiliki atau ingin berinvestasi dalam aset kripto sebelum akhir tahun 2022, sementara studi perusahaan tahun 2019 menemukan bahwa 68% individu HNW global sudah berinvestasi atau berencana untuk berinvestasi dalam kripto pada akhir tahun 2022.

    Green juga mencatat minat dalam menawarkan layanan kripto kepada klien oleh lembaga keuangan lama seperti Fidelity, BlackRock, dan JPMorgan sebagai pertanda baik bagi industri.

    Laporan bulan Juni tahun 2022 lalu dari PricewaterhouseCoopers, menemukan bahwa sekitar sepertiga dari 89 dana lindung nilai tradisional yang disurvei sudah berinvestasi dalam aset digital seperti BTC.

    Momentum

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

    CEO deVere percaya momentum minat ini dapat berkembang lebih jauh karena “crypto winter” tahun 2022 telah mencair setelah perubahan kondisi dalam sistem keuangan tradisional di awal tahun ini.

    “Bitcoin berada di jalur Januari terbaiknya sejak 2013 berdasarkan harapan bahwa inflasi telah memuncak, kebijakan moneter menjadi lebih menguntungkan, dan berbagai krisis sektor kripto, termasuk kebangkrutan profil tinggi, sekarang ada di ‘kaca spion’.”

    “CAset kripto terbesar di dunia naik lebih dari 40% sejak pergantian tahun, dan ini tidak akan luput dari perhatian klien HNW dan lainnya yang ingin membangun kekayaan untuk masa depan,” tambah Green.

    Individu kaya bukan satu-satunya yang telah meningkatkan kepemilikan kripto mereka selama setahun terakhir. Menurut laporan 13 Desember oleh JPMorgan Chase, sekitar 13% populasi Amerika — kira-kira 43 juta orang — telah memegang aset kripto di beberapa titik dalam hidup mereka, naik dari hanya sekitar 3% pada tahun 2020.



    Sumber : news.tokocrypto.com