Tag: iran

  • Pasar Kripto Hari Ini 24 Juni 2025: Israel-Iran Gencatan Senjata, BTC Reli

    Pasar kripto hari ini, Selasa (24/6) diramaikan oleh Bitcoin yang reli setelah Trump umumkan gencatan senjata Iran-Israel, membuat BTC pulih ke atas $105.000 dan memicu optimisme investor.

    Altcoin seperti Zilliqa, CELO, dan ADA menunjukkan potensi rebound di akhir Juni seiring pembaruan teknis masing-masing. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

    Pasar Kripto Reli Setelah Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel

    • Trump umumkan gencatan senjata 24 jam Israel-Iran, akhiri perang 12 hari.
    • Bitcoin bangkit di atas $105.000, pulih dari $100.000.
    • Kelegaan pasar bergantung pada kedua pihak menghormati gencatan senjata dan menjaga rute perdagangan minyak tetap terbuka.

    3 Altcoin Wajib Dipantau Akhir Juni 2025

    • Zilliqa (ZIL) turun 20%, bisa pulih dengan migrasi Zilliqa 2.0; target $0,0108.
    • CELO capai rekor terendah $0,236, potensi pulih dengan hard fork Isthmus; target $0,282.
    • ADA bertahan di atas $0,540, peluncuran Reeve bisa tingkatkan kepercayaan; potensi naik ke $0,572.

    Masih Ada Kesempatan š—§š—®š—»š—±š—¶š—»š—“ š—§š—æš—®š—±š—¶š—»š—“ Hadiah Rp200 Juta!

    Indikator Ekonomi AS Pengaruhi Kripto Minggu Ini

    • Pidato Jerome Powell (24 Juni): Pengaruhi Bitcoin via sikap Fed terhadap inflasi/suku bunga.
    • Klaim pengangguran awal naik: Sinyal ekonomi melemah, bisa dorong Bitcoin (antisipasi penurunan suku bunga Fed).
    • Data PCE Mei: Pengaruhi Bitcoin berdasarkan inflasi; hasil tinggi bisa tekan.

    Dominasi Bitcoin Rekor Baru, Harapan Altcoin Season Pudar

    • Dominasi Bitcoin di atas 65%, tertinggi sejak 2021, tunjukkan investor lebih suka BTC.
    • Indeks Altcoin Season turun ke 12 (dua tahun terendah), altcoin kalah jauh dari Bitcoin.
    • Analis prediksi dominasi Bitcoin capai 71% sebelum koreksi altcoin tajam (seperti Februari 2025).

    Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekaran

    DISCLAIMER:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump Serangan Udara AS ke Situs Nuklir Iran, Bitcoin Anjlok Lalu Pulih

    Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada Sabtu (21/6) malam.

    Dilaporkan Crypto Briefing, serangan ini memicu gejolak di pasar kripto, dengan harga Bitcoin sempat jatuh drastis sebelum akhirnya bangkit kembali.

    Serangan Langsung ke Situs Nuklir

    Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa target serangan mencakup fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Esfahan — lokasi yang telah lama menjadi sorotan internasional terkait ambisi nuklir Iran. Aksi militer ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang telah meningkat antara Iran dan Israel, serta menyusul ultimatum diplomatik yang gagal selama dua minggu terakhir.

    Baca juga: Tren Bitcoin 23-27 Juni 2025: The War Is Not Over Yet by Hoteliercrypto

    ā€œSemua pesawat telah meninggalkan wilayah udara Iran dan sedang dalam perjalanan pulang dengan selamat,ā€ ujar Trump, seraya menegaskan bahwa langkah ini adalah respons atas meningkatnya ancaman di kawasan.

    Dampak Langsung ke Pasar Kripto

    Menanggapi kabar serangan tersebut, harga Bitcoin sempat anjlok hingga menyentuh $101.000 di bursa Binance. Namun penurunan ini hanya berlangsung singkat, karena tak lama kemudian harga pulih dan kembali diperdagangkan di atas $103.000.

    Fluktuasi tajam ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian geopolitik, sekaligus menunjukkan bagaimana pasar kripto kini menjadi barometer respons global terhadap peristiwa besar.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Risiko Eskalasi Regional

    Serangan udara AS ini dikhawatirkan dapat memicu pembalasan dari pihak Iran, baik terhadap aset militer AS maupun sekutu di kawasan Timur Tengah. Meski Gedung Putih dan Pentagon belum merilis pernyataan resmi, langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran semakin menipis.

    Sementara itu, pihak Teheran belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan tersebut, dan hingga kini belum ada laporan pasti mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan.

    Presiden Trump dijadwalkan menyampaikan pidato resmi kepada rakyat Amerika Serikat pada pukul 10 malam waktu setempat untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

    Situasi di Timur Tengah kini berada di ambang eskalasi lebih lanjut, dengan pasar global — termasuk kripto — terus memantau perkembangan terbaru. Serangan ini tidak hanya mengubah dinamika politik internasional, tetapi juga menegaskan peran geopolitik sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset digital seperti Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin $100K–$110K: Short Meningkat, Kejutan untuk Bear?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekarang!

    DISCLAIMER:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Dogecoin Terkoreksi di Tengah Konflik Israel-Iran

    Ketika konflik Israel kontra Iran kembali memanas, aset-aset digital yang berisiko seperti kripto mengalami tekanan.

    Meskipun Bitcoin dan Ethereum menunjukkan performa stabil, namun hal ini tidak berlaku bagi harga Dogecoin yang tercatat mengalami penurunan yang signifikan.

    Dogecoin Diuji Gejolak

    • Dogecoin (DOGE) mencatat penurunan tajam sekitar āˆ’1,7% hingga āˆ’7,5%, dengan harga saat ini di kisaran  $0,175–$0,176.
    • Open interest DOGE sempat turun $1,05 miliar setelah puncak leverage $3,7 miliar—menunjukkan deleveraging yang signifikan.
    • Namun dominasi posisi long masih tinggi (75,8%), berarti trader besar siap ā€œreloadā€ saat sentimen stabil.

    Analis kini memperkirakan DOGE bisa digunakan sebagai titik entry saat ini, namun tetap perlu waspada terhadap risiko bear trap.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 15 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 16 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak Geopolitik dan Respons Pasar

    • Israel melancarkan serangan signifikan ke Iran, memicu sentimen ā€œrisk-offā€ global.
    • Kapitalisasi total pasar kripto turun dari $3,47 triliun menjadi $3,22 triliun dalam dua hari.
    • Sebagai perbandingan, emas naik sekitar +1,1%, memperkuat posisinya sebagai safe haven tradisional.

    Meskipun menantang, beberapa analis tetap melihat peluang ā€œakumulasiā€ untuk Ether dan Bitcoin, terutama jika konsolidasi berlanjut.

    Baca Juga: Whale Dogecoin Meledak: Volume Transaksi $23,35 Miliar dalam 24 Jam

    Level Kunci & Strategi untuk Trader

    Open interest Dogecoin menurun secara dramatis sehingga berpotensi memicu short squeeze jika sentimen menaik kembali.

    Maka dari itu, level entry bisa dipertimbangkan saat harga Dogecoin mendekati $0,17 dan ada sinyal rebound.

    Rekomendasi Risiko & Taktik

    • Gunakan stop-loss ketat untuk DOGE pada level support teknikal.
    • Pertimbangkan strategi swing trading: membeli saat konsolidasi, menutup sebagian posisi bila tes level breakout berhasil.
    • Pantau berita geopolitik: peristiwa besar bisa memperlebar range volatilitas.
    • Tetap disiplin, meski dinamika geopolitik dan kripto muncul volatile, reaksi emosional bisa memakan korban.

    Baca Juga: Serangan Preventif Israel Terhadap Iran Turunkan Harga Dogecoin

    Secara keseluruhan, Dogecoin tengah diuji koreksi yang cukup besar dengan potensi rebound jika sentimen berbalik.

    Oleh karena itu, dibutuhkan kehati-hatian dan tata risiko baik bagi investor maupun trader sebab lingkungan geopolitis bisa mempercepat pembalikan arah tren.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekarang!

    DISCLAIMER:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lonjakan Penggunaan Kripto di Iran Sebagai Perlindungan Aset

    Dalam setahun terakhir, warga Iran semakin beralih ke mata uang kripto untuk melindungi aset mereka dari ketidakstabilan ekonomi dan ketegangan geopolitik.

    Laporan terbaru dari Chainalysis mengungkapkan bahwa arus keluar dari bursa kripto Iran meningkat hingga 70% pada tahun 2024, mencapai angka fantastis $4,2 miliar.

    • Mengapa Warga Iran Beralih ke Kripto?

    Ekonomi Iran mengalami tekanan besar akibat inflasi tinggi dan depresiasi tajam mata uang lokal. Inflasi di negara tersebut berfluktuasi di kisaran 40% hingga 50%, membuat daya beli masyarakat semakin melemah.

    Di sisi lain, sanksi internasional telah membatasi akses Iran ke sistem perbankan global, mendorong individu dan bisnis untuk mencari alternatif dalam menyimpan dan memindahkan dana mereka.

    Bitcoin muncul sebagai pilihan utama bagi masyarakat Iran karena sifatnya yang tahan sensor dan kemampuannya untuk menyimpan aset secara mandiri. Chainalysis mencatat bahwa lonjakan aktivitas pertukaran kripto sering kali bertepatan dengan peristiwa geopolitik besar, seperti peluncuran rudal Iran dan meningkatnya ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

    Upaya Pemerintah Iran Mengendalikan Arus Keluar Dana

    Melihat lonjakan penggunaan kripto sebagai alat pelarian modal, pemerintah Iran mencoba membatasi fenomena ini.

    Pada Desember 2024, otoritas setempat membekukan penarikan dari bursa domestik setelah nilai tukar rial Iran mengalami penurunan tajam. Namun, kebijakan ini tidak sepenuhnya menghambat warga Iran dalam mengakses kripto melalui jalur alternatif.

    Sementara itu, tekanan global terhadap bursa asing yang melayani nasabah Iran juga meningkat. Chainalysis mencatat bahwa eksposur bursa asing terhadap pengguna Iran turun 23% antara tahun 2022 dan 2024 akibat berbagai upaya kepatuhan terhadap sanksi internasional.

    Iran dan Rusia: Manuver Menghindari Sanksi

    Tidak hanya individu, pemerintah Iran juga mencoba mencari cara untuk menghindari dampak sanksi ekonomi dengan menggandeng Rusia dan negara-negara BRICS lainnya. Mereka mulai mengembangkan sistem pembayaran berbasis stablecoin sebagai alternatif transaksi lintas negara.

    Namun, langkah ini mendapat perhatian serius dari Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) AS, yang semakin gencar menindak transaksi yang dianggap melanggar aturan internasional.

    Laporan Chainalysis mengungkapkan bahwa yurisdiksi yang terkena sanksi secara kolektif menerima total $15,8 miliar dalam bentuk mata uang kripto sepanjang 2024. Jumlah ini mencakup 39% dari seluruh transaksi kripto ilegal di dunia.

    Lonjakan penggunaan kripto di Iran menunjukkan bahwa semakin banyak individu dan institusi yang beralih ke aset digital sebagai cara untuk melindungi tabungan mereka dan menghindari pembatasan keuangan.

    Dengan ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi, tren ini kemungkinan besar akan terus berkembang di masa mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekarang!

    DISCLAIMER:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

    Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, resmi mengajukan gugatan hukum terhadap media finansial The Wall Street Journal.

    Gugatan ini berkaitan dengan sebuah artikel yang diterbitkan pada Februari lalu yang menyinggung dugaan adanya aliran dana kripto terkait Iran melalui platform Binance.

    Dalam pernyataannya, Binance menilai bahwa laporan tersebut tidak akurat, menyesatkan, dan mencemarkan nama baik perusahaan.

    Oleh karena itu, exchange tersebut memilih menempuh jalur hukum untuk membantah tuduhan yang dianggap merugikan reputasinya.

    Kasus ini mencerminkan semakin intensnya konflik antara pelaku industri kripto, media, dan regulator, terutama ketika isu yang dibahas berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi serta potensi aktivitas keuangan ilegal lintas negara.

    Baca Juga: Whale Serbu Binance US$8,3 Miliar, Sinyal Jual Bitcoin Besar-Besaran?

    Latar Belakang Gugatan Binance

    Menurut laporan The Block, Artikel yang menjadi sumber sengketa tersebut menyinggung kemungkinan adanya aliran dana kripto yang terkait dengan Iran melalui ekosistem Binance.

    Tuduhan semacam ini sensitif karena berkaitan dengan sanksi internasional serta pengawasan terhadap aktivitas keuangan global.

    Binance membantah keras klaim tersebut dan menyatakan bahwa laporan tersebut tidak mencerminkan praktik kepatuhan yang telah diterapkan oleh perusahaan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Binance memang berupaya meningkatkan standar kepatuhan dengan memperkuat prosedur Know Your Customer (KYC), sistem pemantauan transaksi, serta kerja sama dengan berbagai regulator di berbagai negara.

    Langkah hukum terhadap Wall Street Journal menjadi salah satu upaya perusahaan untuk melindungi reputasi sekaligus menegaskan komitmennya terhadap kepatuhan regulasi.

    Sengketa Media dan Industri Kripto Semakin Sering Terjadi

    Kasus ini juga menunjukkan tren baru di industri kripto, di mana sengketa antara perusahaan blockchain dan media semakin sering berujung pada proses hukum.

    Seiring dengan meningkatnya pengawasan regulator terhadap sektor kripto, isu seperti pencucian uang, pendanaan ilegal, serta kepatuhan terhadap sanksi internasional menjadi topik yang sangat sensitif.

    Ketika laporan media menyinggung kemungkinan pelanggaran dalam area tersebut, perusahaan kripto sering kali merasa perlu mengambil langkah hukum untuk membela reputasi mereka.

    Situasi ini menandakan bahwa industri kripto kini semakin matang, di mana konflik narasi tidak hanya terjadi di ruang publik tetapi juga dibawa ke ranah hukum formal.

    Pentingnya Narasi Kepatuhan bagi Exchange Besar

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kasus ini menyoroti betapa pentingnya isu kepatuhan bagi platform exchange kripto berskala global.

    Exchange besar seperti Binance berada di bawah pengawasan ketat regulator di berbagai yurisdiksi, sehingga tuduhan terkait aktivitas ilegal dapat berdampak langsung terhadap reputasi dan operasional mereka.

    ā€œDari sisi regulasi, kasus ini penting karena menunjukkan betapa sensitifnya narasi kepatuhan bagi exchange besar. Jika tuduhan terkait aliran dana ilegal terus menjadi bahan konflik hukum dan reputasi, tekanan pada CEX untuk memperkuat transparansi, compliance, dan pengelolaan risiko akan semakin besar di mata regulator maupun publik,ā€ kata Tim Research Tokocrypto.

    Ringkasnya, reputasi terkait kepatuhan kini menjadi salah satu faktor utama dalam keberlangsungan bisnis exchange kripto.

    Tekanan Regulasi terhadap Industri Kripto

    Industri kripto global dalam beberapa tahun terakhir memang menghadapi peningkatan pengawasan dari berbagai regulator.

    Banyak negara kini menuntut exchange untuk menerapkan standar kepatuhan yang lebih ketat, termasuk pelaporan transaksi dan pengawasan aktivitas mencurigakan.

    Dalam konteks ini, setiap tuduhan terkait aliran dana ilegal atau pelanggaran sanksi internasional dapat memicu perhatian regulator dan memengaruhi kepercayaan pengguna.

    Oleh karena itu, exchange besar semakin berinvestasi dalam teknologi pemantauan transaksi serta kerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk memastikan aktivitas di platform mereka tetap sesuai dengan regulasi.

    Baca Juga: Ketegangan AS–Iran Guncang Kripto, XRP Turun 4%: Potensi Naik?

    Dampak Potensial bagi Industri

    Terlepas dari hasil akhir gugatan tersebut, kasus Binance melawan Wall Street Journal berpotensi menjadi preseden penting dalam hubungan antara media dan industri kripto.

    Jika sengketa semacam ini semakin sering terjadi, perusahaan kripto kemungkinan akan lebih aktif dalam menanggapi laporan media yang dianggap tidak akurat atau merugikan.

    Di sisi lain, media juga akan terus memainkan peran penting dalam mengawasi industri yang masih berkembang ini.

    Bagi pasar kripto secara keseluruhan, kasus ini menjadi pengingat bahwa isu transparansi, kepatuhan regulasi, dan reputasi perusahaan kini menjadi elemen yang semakin krusial dalam menentukan arah perkembangan industri di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekarang.

    DISCLAIMER:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 2 Maret 2026: Waspada Tekanan Perang Iran-Israel

    Memasuki awal pekan, sejumlah altcoin menunjukkan performa positif di tengah pasar kripto hari ini, Senin (2/3) yang masih sensitif terhadap sentimen global. KNC memimpin kenaikan dengan lonjakan 18% ke $0,1653, diikuti ALICE yang naik 15% ke $0,1482 dan FORM yang menguat 12% ke level yang sama. Penguatan ini mencerminkan minat beli selektif meski kondisi makro masih dibayangi ketidakpastian.

    Risiko geopolitik kembali menjadi perhatian setelah meningkatnya ketegangan AS–Iran. Potensi eskalasi konflik, termasuk serangan yang melibatkan AS dan Israel, dapat memicu aksi jual Bitcoin pada awal pekan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial di Awal Pekan Ini

    • KNC melonjak 18% ke level $0,1653.
    • ALICE melesat 15% menyentuh $0,1482.
    • FORM naik 12%, kini di harga $0,1482.

    Konflik AS-Iran: Risiko Kripto Anjlok Senin Depan Meningkat

    • Serangan AS-Israel picu potensi aksi jual Bitcoin.
    • Ketegangan di Iran pacu volatilitas pasar kripto.
    • ETF dan dukungan teknis tahan kejatuhan kripto.

    Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

    Apa Buruan Whale Kripto demi Profit Maret 2026?

    • Whale Uniswap borong $1 juta UNI jelang penyelesaian transaksi.
    • Muncul pola bullish, whale BCH tambah dana $50 juta.
    • Harga melonjak, whale borong LINK senilai $3,5 Juta.

    Perhatian! Agenda Kripto Utama Pekan Ini

    • Reli kripto dipicu redanya konflik dan arus modal institusi.
    • Putusan Clarity Act Minggu ini tentukan masa depan regulasi AS.
    • Data ekonomi mendatang bakal pacu volatilitas pasar kripto.

    Baca juga: Riset Kripto 23-27 Feb 2026: Bitcoin Menghijau!, We Are So Back?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekarang!

    Disclaimer:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terbongkar! Bank Sentral Iran Kumpulkan Stablecoin Rp8 Triliun

    Perusahaan analisis blockchain Elliptic mengungkap bahwa Bank Sentral Iran (Central Bank of Iran/CBI) secara diam-diam membangun cadangan stablecoin senilai lebih dari 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8 triliun.

    Dilaporkan Bitcoin.com, dana tersebut dikumpulkan dalam bentuk USDT, stablecoin yang didukung dolar AS, dan diduga digunakan untuk melewati sanksi internasional sekaligus menahan kejatuhan nilai tukar rial Iran.

    Dalam laporan terbarunya, Elliptic menyebut sedikitnya 507 juta dolar AS USDT dapat dikaitkan langsung dengan dompet blockchain milik CBI. Analisis ini dipimpin oleh pendiri sekaligus Chief Scientist Elliptic, Dr. Tom Robinson, yang memetakan jaringan dompet dengan tingkat keyakinan tinggi.

    Angka tersebut disebut sebagai batas minimum, karena hanya mencakup dompet yang dapat diidentifikasi secara konklusif. Dana USDT itu diketahui mengalir melalui Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran, sebelum disimpan, diperdagangkan, atau dikonversi ke rial.

    Baca juga: Internet Iran Diputus Total, Warga Masih Bisa Pakai Kripto?

    Faktor Akumulasi Stablecoin

    Aktivitas akumulasi stablecoin ini meningkat seiring tekanan berat terhadap mata uang Iran, di mana nilai rial dilaporkan merosot hampir 50 persen dalam delapan bulan. Elliptic menilai CBI kemungkinan menggunakan stablecoin untuk menyuntikkan likuiditas dolar ke pasar domestik, menyerupai operasi pasar terbuka yang seharusnya terhalang oleh sanksi.

    Pada Juni 2025, setelah Nobitex diretas oleh kelompok pro-Israel, aliran dana bergeser ke jembatan lintas rantai dari Tron ke Ethereum, lalu diproses melalui bursa terdesentralisasi dan terpusat hingga akhir 2025.

    Elliptic menyebut strategi ini membentuk sistem ā€œeurodollar digital di luar pembukuan,ā€ yang memungkinkan Iran menyimpan dan memindahkan nilai dolar di luar sistem perbankan global. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa aktivitas tersebut tetap dapat dilacak karena berjalan di atas blockchain publik.

    Elliptic juga mencatat bahwa Tether telah membekukan jutaan token USDT yang terkait dengan dompet CBI, menunjukkan bahwa penerbit stablecoin dan platform bursa masih memiliki kemampuan untuk menegakkan sanksi, meski menimbulkan perdebatan etis dan geopolitik yang kompleks.

    Baca juga:Ā Indonesia Blockchain Week 2025 Siap Digelar, Percepat Ekonomi Digital


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekarang!

    Disclaimer:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Internet Iran Diputus Total, Warga Masih Bisa Pakai Kripto?

    Pemerintah Iran memutus akses internet nasional pada Kamis (waktu setempat) di tengah meluasnya aksi protes akibat memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial Iran ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Pemadaman ini memunculkan pertanyaan besar: apakah warga Iran masih bisa menggunakan aset kripto tanpa internet?

    Berdasarkan data Statista, sekitar tujuh juta dari total 92 juta penduduk Iran diperkirakan merupakan pengguna kripto. Sementara itu, firma analitik blockchain TRM Labs mencatat aliran transaksi kripto di Iran mencapai sekitar 3,7 miliar dolar AS sepanjang Januari hingga Juli 2025.

    Aksi protes yang meluas dipicu tekanan ekonomi yang semakin berat, diperparah oleh pelemahan nilai mata uang nasional. Di tengah situasi tersebut, sejumlah pengamat global, termasuk CEO Bitwise Hunter Horsley, menyebut Bitcoin berpotensi menjadi penyimpan nilai (store of wealth) bagi masyarakat yang terdampak krisis.

    Opsi untuk Kripto Tanpa Internet

    Namun, pemutusan internet membuat transaksi kripto menjadi jauh lebih sulit. Meski demikian, sejumlah teknologi dinilai masih membuka celah bagi penggunaan kripto tanpa koneksi internet konvensional.

    Salah satu opsi yang mencuat adalah layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk. Perangkat ini mampu menyediakan internet berkecepatan tinggi di wilayah yang sebelumnya tidak memiliki akses. Sejumlah pihak mendesak Musk untuk kembali mengaktifkan Starlink di Iran, seperti yang pernah dilakukan saat pemadaman internet pada Juni 2025. Meski demikian, laporan mengenai persetujuan tersebut masih belum terkonfirmasi secara resmi.

    DIlaporkan Cointelegraph, alternatif lain datang dari perusahaan infrastruktur Bitcoin, Blockstream. Melalui jaringan satelitnya, Blockstream dapat menyiarkan data Bitcoin ke seluruh dunia tanpa bergantung pada internet. Dengan cara ini, pengguna tetap dapat menerima informasi transaksi Bitcoin secara satu arah.

    Selain itu, sebagian pengguna memanfaatkan layanan pesan peer-to-peer terdesentralisasi bernama Bitchat, yang dikembangkan oleh Jack Dorsey. Aplikasi ini menggunakan jaringan mesh berbasis Bluetooth untuk mengirim pesan antarperangkat, termasuk data transaksi Bitcoin. Meski begitu, transaksi tetap memerlukan satu perangkat yang terhubung internet agar dapat dikonfirmasi di blockchain.

    Data Chromestats menunjukkan Bitchat telah diunduh lebih dari 1,4 juta kali sejak diluncurkan, dengan hampir 20 ribu unduhan dalam sehari terakhir dan lebih dari 460 ribu dalam sepekan terakhir.

    Penggunaan Kripto Secara Offline

    Digital payment.
    Digital payment.

    Di luar itu, sejumlah solusi kripto offline masih dalam tahap pengembangan. Salah satunya Darkwire, alat berbasis radio jarak jauh yang memungkinkan pengiriman data seperti transaksi Bitcoin melalui jaringan mesh terdesentralisasi tanpa internet. Proyek ini diperkenalkan pada Mei 2025 dan saat ini masih dalam tahap pengembangan ulang.

    Sebelumnya, pada 2022, pengembang perangkat lunak asal Afrika Selatan, Kgothatso Ngako, juga menciptakan solusi serupa bernama Machankura. Platform ini memungkinkan pengiriman dan penerimaan Bitcoin menggunakan ponsel tanpa koneksi internet, dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seluler.

    Meski berbagai teknologi tersebut menawarkan alternatif, para ahli menegaskan bahwa pada akhirnya tetap dibutuhkan akses internet di salah satu titik jaringan agar transaksi dapat diverifikasi dan dicatat secara permanen di blockchain.

    Baca juga:Ā Indonesia Blockchain Week 2025 Siap Digelar, Percepat Ekonomi Digital


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekarang!

    Disclaimer:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Konflik AS-Iran Memanas: Ancaman Trump Seret Turun Harga Aset Kripto

    Perang antara Amerika Serikat dan Iran memasuki minggu keenam dengan tensi yang semakin meningkat. Di tengah upaya diplomasi yang belum menemui titik terang, Iran membantah tudingan bahwa mereka menolak perundingan damai, sementara Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan ancaman keras yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik global.

    Dilaporkan Coingape, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak pernah menolak pembicaraan damai dengan Amerika Serikat di Pakistan. Dalam pernyataannya di platform X, Araghchi menyebut bahwa media AS telah salah menggambarkan posisi Iran. Ia menekankan bahwa fokus utama Iran adalah mencapai akhir perang yang bersifat final dan berkelanjutan.

    ā€œKami tidak pernah menolak untuk berdialog. Yang kami inginkan adalah syarat yang jelas untuk mengakhiri perang ilegal yang dipaksakan kepada kami,ā€ ujar Araghchi.

    Pernyataan ini muncul setelah laporan sebelumnya menyebutkan Iran enggan bertemu dengan pejabat AS di Islamabad dan menganggap tuntutan Amerika tidak dapat diterima. Di sisi lain, tenggat waktu yang ditetapkan Trump pada 6 April semakin dekat, memperbesar tekanan terhadap Iran untuk segera mencapai kesepakatan.

    Baca juga: Harga Bitcoin Dekati US$70.000, Konflik Timur Tengah Jadi Penentu Arah

    Ancaman Trump dan Risiko Eskalasi Global

    Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa waktu bagi Iran semakin sempit. Dalam pernyataannya di Truth Social, ia menyebut Iran hanya memiliki waktu 48 jam sebelum ā€œneraka akan turunā€ jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi.

    Trump juga mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang berpotensi memicu dampak besar terhadap pasar global. Bahkan, sebelumnya ia menyatakan bahwa AS dapat membuka Selat Hormuz dan menguasai aliran minyak, sebuah pernyataan yang dinilai agresif dan berisiko tinggi.

    Situasi semakin kompleks setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberi sinyal kemungkinan penutupan Selat Bab el-Mandeb. Jalur ini menyumbang hampir 6% distribusi minyak global. Jika benar terjadi, gangguan ini dapat mendorong lonjakan harga minyak dan menekan ekonomi dunia.

    Saat ini, harga minyak telah menembus level USD 111 per barel, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

    Dampak ke Bitcoin dan Pasar Kripto

    Di tengah ketidakpastian geopolitik, pasar kripto menunjukkan pergerakan yang cenderung stagnan. Bitcoin sempat naik di atas level psikologis USD 67.000, namun masih bergerak sideways akibat sentimen global yang belum stabil.

    Data dari Polymarket menunjukkan bahwa pelaku pasar masih pesimis terhadap tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat. Probabilitas perdamaian sebelum akhir Mei hanya sekitar 35%, sementara peluang hingga akhir Juni juga menurun menjadi 47%.

    Hal ini menunjukkan bahwa investor masih memperkirakan konflik akan berlangsung lebih lama, sehingga menahan pergerakan aset berisiko termasuk kripto.

    Investor Lebih Hati-hati

    Tim Research Tokocrypto melihat bahwa konflik AS-Iran saat ini menjadi salah satu faktor makro utama yang memengaruhi pasar global, termasuk aset kripto. Ketidakpastian geopolitik cenderung membuat investor lebih berhati-hati dan mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi.

    Dalam jangka pendek, potensi eskalasi konflik — terutama jika terjadi gangguan pada jalur distribusi minyak seperti Selat Hormuz atau Bab el-Mandeb, dapat memicu volatilitas tinggi di pasar. Lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan inflasi global, yang pada akhirnya memengaruhi kebijakan moneter dan likuiditas pasar.

    Namun, di sisi lain, kondisi ini juga dapat memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakstabilan global. Jika konflik berlanjut dan tekanan ekonomi meningkat, tidak menutup kemungkinan terjadi peningkatan minat terhadap aset kripto sebagai alternatif penyimpanan nilai.

    Tim Research Tokocrypto juga menilai bahwa pergerakan Bitcoin yang masih tertahan menunjukkan pasar sedang berada dalam fase wait and see, menunggu kejelasan arah konflik. Selama belum ada resolusi yang jelas, volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi dengan kecenderungan sideways.

    Konflik AS-Iran kini berada di titik krusial dengan ancaman eskalasi yang semakin nyata. Bantahan Iran terhadap isu penolakan damai dan ultimatum keras dari Trump menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih penuh ketidakpastian.

    Bagi pasar global, termasuk kripto, situasi ini menjadi faktor risiko utama yang perlu terus dipantau. Arah konflik dalam beberapa hari ke depan berpotensi menjadi penentu sentimen pasar secara lebih luas.

    Baca Juga:Ā Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekarang!

    DISCLAIMER:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Waspada! Serangan AS-Israel Bisa Banting Harga Bitcoin

    Harga Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Meski sebelumnya sempat menguat di atas 71.000 dolar AS, aset kripto terbesar ini kini berisiko mengalami penurunan seiring lonjakan harga minyak global akibat serangan terbaru ke fasilitas energi Iran.

    Perkembangan ini terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan jeda serangan selama lima hari sebagai bagian dari upaya deeskalasi.

    Serangan Energi Picu Lonjakan Harga Minyak

    Dilaporkan Coingape, harga minyak dunia kembali melonjak, dengan Brent crude menembus 102 dolar AS per barel dan WTI naik lebih dari 3% ke level 91 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh serangan terbaru AS dan Israel terhadap infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas gas dan pembangkit listrik.

    Situasi semakin kompleks setelah Iran membantah adanya pembicaraan damai, serta melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke wilayah Israel dan negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

    Selain itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan mulai mempertimbangkan keterlibatan langsung dalam konflik, yang berpotensi memperluas eskalasi dan mengganggu pasokan energi global.

    Baca juga: 3 Altcoin Berpotensi Picu Likuidasi Besar di Akhir Maret 2026!

    Bitcoin Tertekan di Tengah Ketidakpastian

    Kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik cenderung mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman, sehingga berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

    Meski Bitcoin sempat naik sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke kisaran 70.911 dolar AS, tekanan mulai terlihat kembali. Indikator Coinbase Premium Index juga berubah menjadi negatif, yang mengindikasikan adanya tekanan jual dari investor di pasar Amerika Serikat.

    Di sisi lain, data menunjukkan open interest di pasar futures Bitcoin meningkat, menandakan masih adanya minat dari trader derivatif meskipun kondisi pasar tidak stabil.

    Risiko Koreksi ke Level $68.000

    Pelaku pasar kini mencermati kemungkinan Bitcoin kembali turun ke level 68.000 dolar AS jika tekanan makro terus berlanjut. Kenaikan volume perdagangan hingga 60% dalam 24 jam terakhir menunjukkan meningkatnya aktivitas, namun belum tentu mencerminkan arah yang jelas.

    Beberapa analis juga mengingatkan bahwa siklus pasar Bitcoin masih berpotensi mengikuti pola historis, dengan kemungkinan fase bearish berlanjut hingga akhir tahun.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa pergerakan Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama geopolitik dan harga komoditas seperti minyak.

    Menurut mereka, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global dapat meningkatkan tekanan inflasi, yang pada akhirnya memperkecil peluang pelonggaran kebijakan moneter. Hal ini menjadi faktor negatif bagi aset berisiko, termasuk kripto.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa lonjakan volatilitas ini membuka peluang trading jangka pendek, terutama bagi pelaku pasar yang mampu memanfaatkan pergerakan cepat akibat sentimen global.

    Mereka menekankan bahwa investor perlu mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta indikator pasar seperti aliran dana institusional dan sentimen derivatif untuk menentukan strategi yang tepat.

    Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian

    Dengan konflik yang berpotensi meluas dan belum adanya kepastian terkait upaya damai, pasar kripto diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

    Pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi global, yang kini menjadi faktor utama dalam membentuk sentimen investor.

    Baca juga:Ā Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. IkutiĀ Google News TokonewsĀ untuk updateĀ berita cryptoĀ dan downloadĀ aplikasi trading bitcoin & cryptoĀ sekaran

    DISCLAIMER:Ā Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com