Tag: jakarta selatan

  • 10 Tempat Staycation di Jakarta Kurang dari Rp 500 Ribuan


    Jakarta

    Staycation jadi salah satu alternatif liburan bagi mereka yang ingin menikmati waktu santai di tengah kota. Jakarta punya berbagai tempat menginap yang nyaman, strategis, dan fasilitas yang cukup lengkap.

    Jangan khawatir, staycation di Jakarta tak melulu harus mahal kok. Dengan budget kurang dari Rp 500 ribu per malam, ada berbagai pilihan tempat menginap yang cocok untuk melepas penat sejenak.

    Rekomendasi Hotel Staycation Murah di Jakarta

    Dirangkum detikTravel dari website resminya dan beberapa situs agen travel online (13/11/2024), berikut adalah beberapa pilihan tempat staycation di Jakarta kurang dari Rp 500 ribu per malam:


    1. Ampera Avenue Residence

    • Harga kamar: Mulai dari Rp 350 ribuan.
    • Alamat: Jl. Ampera I No.1, RT.2/RW.9, Ragunan, Jakarta Selatan.

    Ampera Avenue Residence lokasinya ada di kawasan komersial Jakarta Selatan. Kamu bisa staycation di sini sambil menikmati kolam renang outdoor hingga lounge bersama.

    Selain dapat akses wifi gratis, setiap kamar di sini juga usah dilengkapi dengan AC. Pembuat kopi dan teh, TV layar datar, kulkas mini., kamar mandi shower, handuk bersih dan peralatan mandi gratis juga termasuk fasilitas yang akan tamu dapatkan jika menginap di sini.

    2. 101 URBAN Jakarta Thamrin

    • Harga kamar: Rata-rata mulai dari Rp 358 ribu.
    • Alamat: Jl. Taman kebon Sirih I No.3, RT.10, RW. 10, Kp. Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    1O1 URBAN Jakarta Thamrin menawarkan pemandangan kota Jakarta yang menawan. Selain itu, ada kolam renang atap, bar, restoran,kamar berAC, hingga wifi gratis.

    Ada berbagai destinasi terdekat untuk dieksplorasi dari sini. Mulai dari pusat perbelanjaan seperti Grand Indonesia, Monumen Nasional hingga Pasar Tanah Abang.

    3. Ghurfati Hotel Mangga Besar

    • Harga kamar: Mulai dari Rp 111 ribu.
    • Alamat: Jalan Mangga Besar IV H No.29, Taman Sari, Jakarta Barat.

    Di sini, kamu akan mendapatkan wifi gratis di dalam kamar dan pemandangan kota yang menakjubkan dari teras. Dengan lokasi yang strategis untuk menjelajahi harta budaya Jakarta, ini adalah tempat peristirahatan yang sempurna untuk dua wisatawan.

    4. Sentral Cawang Hotel

    • Harga kamar: Mulai dari Rp 300 ribuan.
    • Alamat: Jl. Letjen MT Haryono 9, Jakarta Selatan.

    Para tamu yang menginap di Sentral Cawang Hotel akan akses layanan concierge dan layanan kamar selama menginap. Kamar hotel ini juga menawarkan kulkas dan AC di setiap ruangannya.

    Akses wifi gratis, kolam renang, dan sarapan juga bisa kamu dapatkan di hotel ini. Lokasinya pun cukup strategis. Beberapa lokasi terkenal terdekat dari hotel ini ada Masjid Perahu (3,9 km) dan Makam Perang Jakarta (4,6 km).

    5. Hotel Falatehan Jakarta

    • Harga kamar: Mulai dari Rp 286 ribu.
    • Alamat: Jl. Falatehan I No.26, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Jenis kamar yang tersedia di hotel ini ada suite, superior, dan deluxe. Fasilitas yang bisa kamu gunakan di hotel ini di antaranya, wifi, parkiran, lift , resepsionis 24 jam.

    Menariknya, dari sini kita bisa ke pusat perbelanjaan Pasaraya Blok M dengan 5 menit berjalan kaki. Di jalan Mahakam yang berselang 10 menit jalan kaki dari hotel, kalian juga bisa menemukan berbagai pilihan restoran untuk berkuliner.

    6. MK Hotel Jakarta

    • Harga kamar: Mulai dari Rp 317 ribu.
    • Alamat: Jl. Ciledug Raya No.1, RT.9/RW.5, Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    MK Hotel Jakarta (sebelumnya bernama Kyriad Metro Kebayoran) memiliki resepsionis dan restoran yang buka 24 jam. Setiap kamar di sini juga sudah dilengkapi dengan AC, TV layar datar, meja kerja dan brankas.

    Berbagai fasilitas seperti wifi gratis, mini bar, kolam renang infinity juga bisa kamu nikmati. Selain itu, hotel ini juga menyediakan layanan penitipan bagasi dan layanan concierge.

    7. Monolog Hotel Pasar Baru

    • Harga kamar: Mulai dari Rp 305 ribu.
    • Alamat: Jalan KH Samanhudi No.25, Jakarta Pusat.

    Kamar di hotel bintang 3 ini berlantai kayu dan dilengkapi dengan AC. Fasilitas kamar termasuk meja kerja, TV layar datar, brankas, kamar mandi dengan pengering rambut, shower air panas dan peralatan mandi gratis.

    Selain bisa bersantap di hotel, traveler juga bisa eksplor kuliner, di kedai makanan pinggir jalan dan restoran masakan China yang ada di area sekitar hotel.

    Bagi yang ingin berwisata, dari sini kamu bisa 15 menit berkendara ke Kota Tua Jakarta. Menuju Stasiun Kereta Api Gambir dan Monumen Nasional bisa ditempuh sekitar 9 menit dengan berkendara.

    8. Leaf Hotel

    • Harga kamar: Rp 179-217 ribu.
    • Alamat: Jl. Mangga Besar IV I No.29, RT.3/RW.5, RT.3/RW.1, Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

    Hotel ini bisa jadi pilihan cocok untuk menginap dengan harga terjangkau tapi tetap nyaman. Meskipun terjangkau, resepsionis 24 jam, wifi, parkir, AC, hingga lift masih bisa kamu dapatkan di sini.

    9. Asyana Kemayoran Jakarta

    • Harga kamar: Mulai dari Rp 138 ribu.
    • Alamat: Jl. Bungur Besar Raya No.79-81, Kemayoran, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Asyana Kemayoran Jakarta berlokasi di jantung kota Jakarta. Hotel ini menawarkan 131 kamar modern dan nyaman. Setiap kamarnya sudah dilengkapi dengan area tempat duduk, smart TV, AC, dan meja.

    Sekitar 1,3 km kamu bisa mengunjungi Masjid Istiqlal. Monumen Nasional berjarak 2 km dari Asyana Kemayoran Jakarta, sedangkan Museum Nasional Indonesia berjarak sekitar 2,5 km.

    10. Hotel Alia Matraman Jakarta

    • Harga kamar: Mulai dari Rp 271 ribu.
    • Alamat: Jl. Matraman Raya No.224, RT.4/RW.6, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

    Lokasi hotel ini berjarak sejauh 550 meter dari Stasiun Jatinegara. Setiap kamarnya sudah dilengkapi dengan televisi, AC, shower dan peralatan mandi gratis.

    Di sini, kamu juga bisa menikmati restoran, kolam renang dan WiFi. Jika jenuh di dalam hotel, kamu bisa berkunjung ke City Plaza Jatinegara (350 meter) atau ke Pasaraya Manggarai (2,3 km).

    Harga yang disebutkan bisa berubah sewaktu-waktu. Sebagai catatan, harga yang diiklankan di situs agen travel juga mungkin belum termasuk semua pajak dan biaya lainnya. Namun, kamu juga bisa mendapatkan harga lebih murah jika mendapatkan promo.

    Itu tadi berbagai pilihan tempat staycation murah di Jakarta dengan fasilitas yang cukup lengkap. Jadi, apakah traveler udah siap menghabiskan waktu liburan untuk healing sambil staycation?

    (khq/row)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Dulu Stadion Sepakbola, Kini Taman Hits di Jakarta


    Jakarta

    Memiliki sejarah yang panjang Stadion Menteng di Jakarta Pusat menjelma menjadi Taman Menteng, sebuah kawasan ruang terbuka hijau yang jadi destinasi masyarakat untuk menikmati hari dan berolahraga.

    detikTravel menyambangi taman itu pada Selasa (27/8/2024). Taman Menteng merupakan sebuah stadion sepakbola di era kolonial Belanda dan pernah menjadi stadion klub sepakbola Persija Jakarta.

    Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Pada 19601, Stadion Menteng menjadi markas Persija. Kendati menjadi kandang tim sepakbola ibu kota, Stadion Menteng bahkan telah dikenal pula sebagai Stadion Persija, pada 1975 stadion itu dialihfungsikan menjadi taman untuk resapan air.


    Pemda DKI juga memasukkannya ke dalam cagar budaya yang tidak boleh diubah. Hingga kemudian pada 2006 menjadi Taman Menteng.

    Melansir Jakarta Tourism, alih fungsi stadion tersebut karena saat itu Kota Jakarta kekurangan kawasan resapan sehingga harus mengubah stadion menjadi taman. Kini Taman Menteng memiliki kurang lebih 44 sumur resapan.

    Kandang Persija

    Merujuk sejumlah sumber disebutkan Stadion Menteng berdiri pada 1921 dengan nama Stadion Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS). Pembangunannya diarsiteki dua orang dari Belanda, yakni F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen.

    Memasuki era kemerdekaan Indonesia, Stadion Menteng kemudian digunakan sebagai kandang Persija. Sebelumnya, Persija bermarkas di Stadion IKADA. Presiden Sukarno memberikan Stadion Menteng kepada Persija pada awal 1960-an setelah Stadion IKADA disulap menjadi Monas.

    Tetapi, Persija juga harus tergusur lagi pada 26 Juli 2006 saat Jakarta dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso. Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan Stadion Menteng sebagai taman dan tempat parkir.

    Kendati keberatan dan membawanya ke ranah hukum, Persija kalah. Persija pindah markas ke Stadion Lebak Bulus.

    Kondisi Terkini

    Terletak di Jalan HOS. Cokroaminoto, Taman Menteng jadi tempat bersantai dengan fasilitas yang lengkap. Taman itu memiliki tiga lapangan yakni futsal, basket, area alat kebugaran. Adapun wahana permainan anak seperti perosotan-ayunan, dua rumah kaca, hingga toilet.

    Masyarakat banyak menggunakan taman ini berbagai kegiatan, Taman Menteng ini juga banyak dikelilingi oleh perdagangan makanan dan minum. Jadi tak perlu khawatir jika berkunjung ke sini perut keroncongan atau dahaga kering.

    Salah satu pedagang yang sudah berjualan lama di taman ini adalah Erwin, pedagang es kelapa muda ini menyebut sudah 20 tahun berjualan di kawasan ini.

    Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Dari yang masih kecil sampe sekarang ada yang udah anak dua, jadi polisi, jadi tentara. Banyak lah dan rata-rata bilang ‘masih aja jualan di sini bang’,” sebut Erwin sembari bersantai di atas motor.

    Erwin juga mengatakan hari-hari ramai taman ini adalah Sabtu dan Minggu, pada pagi hari juga sore hari. Jika di hari kerja Senin hingga Jumat, taman ini biasa didatangi oleh para pelajar yang berolahraga ataupun karyawan yang hendak santap siang.

    “Kalau hari-hari kaya begini ya cuma segini-segini aja, banyaknya anak-anak sekolah Obama (SDN 01 Menteng) yang olahraga di sini,” tambahnya.

    Taman Menteng ini bisa dinikmati masyarakat tanpa adanya pungutan biaya, buka setiap hari dari jam 05.00 hingga 22.00 WIB. Untuk parkir pun tak perlu khawatir karena taman ini terdapat tempat parkir bertingkat atau juga bisa parkir di antara Taman Menteng dan Taman Kodok.

    Tugu Trirura 66

    Di Taman Menteng tersimpan Tugu Tritura 66. Sebelumnya, tugu itu berdiri kokoh di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasan monumen bersejarah itu dipindahkan dari Jalan Rasuna Said ke Taman Menteng pada acara peresmian relokasi Tugu 66 pada Rabu (5/10/2022). Selain Anies, acara itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya tokoh pergerakan mahasiswa angkatan 66, seperti Akbar Tandjung, Laskar Ampera, anggota DPD RI Fahira Idris, BEM Nusantara, serta unsur organisasi perangkat daerah terkait.

    Anies mengatakan kehadiran Monumen Tugu 66 menjadi peringatan perjalanan sejarah Indonesia. Namun, visual patung itu menjadi terhalang lantaran adanya proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said.

    “Sebetulnya ini dibahas agak panjang, ketemuan dengan senior kita semua para pejuang 66 yang ceritakan tentang kondisi monumen di kawasan Rasuna Said yang saat itu ada proses konstruksi dan lain-lain sehingga kehadirannya sebagai monumen berkurang efektivitasnya,” kata Anies.

    “Monumen itu kan salah satu tugasnya memberikan kepada kita peringatan, ada sebuah bangunan yang bisa bisa lihat lalu kita teringat. Nah, itu bermasalah dan kita sampaikan insyaallah dan akan kami lakukan prosesnya,” ujar Anies.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 10 Hotel Staycation Jakarta Mulai Rp 300 Ribuan, Ada Kolam Renang


    Jakarta

    Staycation merupakan salah satu cara yang dilakukan banyak warga Jakarta, khususnya anak muda, yang ingin healing sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan. Tak perlu jauh-jauh ke luar kota, sebab ada banyak hotel di Jakarta yang cocok untuk staycation.

    Biasanya, staycation dilakukan pada weekend (Sabtu-Minggu) atau mengambil cuti satu hari di weekdays (Jumat-Sabtu atau Minggu-Senin). Cara ini dilakukan agar bisa mendapatkan kamar hotel dengan harga yang lebih murah, karena biasanya saat weekend harga kamar cenderung naik.

    Tapi jangan khawatir, sebab ada banyak hotel di Jakarta yang cocok untuk staycation dengan harga relatif terjangkau. Penasaran? Simak ulasannya dalam artikel ini.


    Rekomendasi Hotel Staycation di Jakarta

    Staycation tak harus menginap di hotel yang mahal. Jika travelers punya budget mepet, ada banyak hotel di Jakarta yang harganya murah dan tersedia fasilitas cukup lengkap.

    Dilansir dari berbagai situs agen travel online, berikut rekomendasi hotel staycation di Jakarta.

    1. W Home Palem

    Rekomendasi yang pertama adalah W Home Palem (sebelumnya disebut W Home Cipete). Lokasinya yang strategis membuat hotel ini jadi salah satu yang banyak dipilih orang untuk staycation.

    Salah satu daya tarik dari W Home Palem adalah terdapat kolam renang outdoor. Meski tidak besar, namun sudah cukup bagi travelers yang ingin berenang sambil menikmati udara sejuk di pagi hari.

    Untuk harga kamarnya sendiri mulai dari Rp 300 ribuan per malam. Fasilitas yang tersedia ada tempat parkir, WiFi gratis, kolam renang, dan pusat kebugaran.

    W Home Palem beralamat di Jalan Palem No 16A, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

    2. The Mango Suites by FLAT06

    Hotel yang satu ini juga cocok untuk dijadikan tempat staycation, baik bersama pasangan, teman-teman, ataupun sendirian. Fasilitas yang tersedia juga lengkap, sehingga bikin para tamu betah seharian.

    Di dalam kamar terdapat smart TV yang sudah didukung layanan streaming Netflix. Lalu ada juga dapur yang dilengkapi dengan bumbu masak. Jadi, kamu bisa memasak apapun sesuka hati.

    The Mango Suites menyediakan fasilitas kolam renang outdoor di rooftop, lho. Jadi, travelers bisa berenang sambil melihat view gedung-gedung bertingkat.

    Untuk harga kamar per malamnya mulai dari Rp 360 ribuan. Fasilitas yang tersedia ada WiFi, bar, kedai kopi, bar, tempat parkir gratis, hingga sarapan.

    The Mango Suites by FLAT06 beralamat di Jalan Mangga No 6A, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

    3. Chic Quarter

    Masih di sekitar Jakarta Selatan, ada satu hotel yang mengusung konsep seperti di Bali tapi dengan harga terjangkau, yaitu Chic Quarter. Hotel ini cocok untuk detikers yang ingin staycation dan butuh ketenangan sejenak.

    Chic Quarter terdiri dari dua lantai. Untuk kamar di lantai 1 akan berhadapan langsung dengan kolam renang, sedangkan di lantai 2 terdapat balkon untuk bersantai.

    Harga kamarnya juga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 305 ribuan. Jika memilih hari tertentu, travelers bisa mendapatkan promo menarik dan harganya bisa di bawah Rp 300 ribu.

    Fasilitas di Chic Quarter juga lengkap, mulai dari tempat parkir luas, sarapan, kedai kopi, restoran, hingga WiFi gratis.

    Chic Quarter terletak di Jalan Ampera Raya Nomor 12, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    4. Miers Kuningan

    Bergeser sedikit ke tengah kota, ada satu hotel yang estetik namun harganya terjangkau, yaitu Miers Kuningan. Hotel ini cocok untuk kamu yang ingin staycation sekaligus jalan-jalan keliling Jakarta.

    Miers Kuningan juga dilengkapi dengan fasilitas mumpuni, seperti WiFi gratis, pusat kebugaran, bar, hingga rooftop. So, kamu bisa melihat pemandangan gedung bertingkat sambil menikmati secangkir kopi di sore hari.

    Untuk harga kamar di Miers Kuningan mulai dari Rp 310 ribuan per malam. Ada juga tipe kamar yang lebih luas dengan harga sekitar Rp 590 ribuan per malam.

    Moers Kuningan beralamat di Jalan Karet Pedurenan, Gang H. Sidik, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

    5. Teduh Simatupang

    Ingin menginap di hotel yang kamar tidur hingga kamar mandi serba putih dan estetik? Teduh Simatupang wajib kamu pilih. Suasana kamar yang putih dan bersih membuat para tamu merasa nyaman saat menginap.

    Meski tidak ada kolam renang, namun terdapat kamar yang menyediakan balkon cukup luas. Jadi, travelers bisa bersantai sambil menikmati pemandangan kota Jakarta.

    Harga kamar di Teduh Simatupang juga relatif murah, yakni mulai dari Rp 290 ribuan saja. Fasilitas yang didapat mulai dari WiFi gratis, layanan kebersihan harian, tempat parkir luas, hingga smart TV.

    Teduh Simatupang berlokasi di Gang Kancil No 35, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    6. Urbanest Inn House TB Simatupang

    Rekomendasi berikutnya adalah Urbanest Inn House TB Simatupang. Hotel ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari kolam renang, taman, pusat kebugaran, teras, hingga kamar bebas rokok.

    Dengan fasilitas selengkap itu, travelers hanya perlu merogoh kocek mulai dari Rp 260 ribuan saja. Selain itu, ada juga pilihan kamar yang lebih luas dengan harga Rp 540 ribuan per malam.

    Urbanest Inn House TB Simatupang beralamat di Jalan Villa Jati Padang No 52, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    7. W Home Benhil

    Apabila W Home Palem dirasa terlalu mahal, ada satu lagi hotel staycation di Jakarta yang punya desain estetik dan modern, yakni W Home Benhil. Punya harga yang murah dan desain minimalis membuat hotel ini selalu penuh, terutama saat akhir pekan.

    Meski ukuran kamarnya sedikit kecil, tapi tetap nyaman dan tidak terasa sempit. Fasilitasnya juga lengkap, ada WiFi gratis, smart TV, water heater, hingga kedai kopi di rooftop.

    Harga kamar di W Home Benhil mulai dari Rp 320 ribuan per malam. Jika kamu ingin menginap, sebaiknya lakukan reservasi sejak jauh-jauh hari karena selalu penuh saat weekend.

    W Home Benhil beralamat di Jalan Bendungan Jatiluhur No 60, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    8. Picasso Inn

    Picasso Inn menjadi salah satu pilihan hotel terbaik yang cocok untuk staycation di Jakarta. Sebab, lokasinya dekat dengan kawasan Kemang yang merupakan tempat nongkrong anak muda.

    Fasilitas umum yang disediakan antara lain WiFi gratis, restoran, kolam renang indoor, hingga rooftop garden. Kamu bisa nongkrong di rooftop untuk bersantai sambil ngobrol bersama pasangan.

    Dengan harga mulai dari Rp 320 ribuan per malam, travelers sudah mendapatkan kamar yang luas. Di dalam kamar juga telah tersedia cool bar, coffee maker, dan brankas.

    Picasso Inn beralamat di Jalan Abdul Majid Raya Nomor 25, Cipete Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    9. Hotel Kuretakeso

    Hotel yang satu ini mengusung konsep unik karena seolah membawamu ke Jepang. Bagaimana tidak, desain interior di Hotel Kuretakeso mengusung konsep back to nature, sehingga terlihat nyaman sekaligus estetik.

    Fasilitas yang tersedia di hotel ini juga lengkap, mulai dari tempat parkir, pusat kebugaran, kolam air panas, sauna, bar, hingga restoran. So, tempat ini cocok buat travelers yang ingin solo staycation atau bersama pasangan.

    Harga kamarnya juga bervariatif, paling murah dibanderol sekitar Rp 420 ribuan per malam. Jika kurang puas, tersedia kamar jenis executive yang harganya sekitar Rp 550 ribuan.

    Hotel Kuretakeso beralamat di Jalan Bangka Raya No 7A, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

    10. Escotel Casa De Luga By Reccoma

    Rekomendasi hotel staycation di Jakarta yang terakhir adalah Escotel Casa De Luga. Tempat ini cocok untuk kamu yang membutuhkan ketenangan, sebab lokasinya berada di dalam perumahan warga dan cukup jauh dari jalan raya.

    Selain itu, Escotel Casa De Luga mengusung konsep bangunan minimalis. Tak hanya desain eksteriornya saja, namun interiornya juga. Alhasil, tamu yang menginap di hotel ini merasa nyaman dan betah berlama-lama.

    Fasilitas yang tersedia mulai dari tempat parkir yang luas, kolam renang outdoor, WiFi gratis, hingga ruang tamu bersama. Untuk harga kamarnya sendiri mulai dari Rp 250 ribuan per malam.

    Escotel Casa De Luga By Reccoma berlokasi di Jalan Jaha No 56, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    Itu dia rekomendasi 10 hotel staycation di Jakarta yang harganya mulai dari Rp 300 ribuan. So, tertarik menginap di hotel yang mana travelers?

    (ilf/fds)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Lepaskan Penat dan Duduk Santai di Kawasan One Satrio Kuningan



    Jakarta

    One Satrio di Kuningan, Jakarta, boleh dibilang menjadi tempat ideal untuk bersantai setelah bekerja. Nikmati suasana sore, taman, kafe, dan area bermain tanpa biaya.

    One Satrio yang berada di tengah bilangan Kuningan yang padat bisa jadi alternatif bersantai selepas bekerja. Tak sedikit karyawan yang suntuk dengan pekerjaannya sebelum pulang menyempatkan datang ke area ini.

    Salah satu karyawan di area perkantoran yang tak jauh dari One Satrio, Nadya, mengatakan beberapa kali datang ke sini selepas jam kerjanya tuntas. Alasannya hanya sekadar duduk-duduk sembari bermain gawai hingga rasa ingin pulang pun tiba.


    “Ke sini nggak sering tapi nggak jarang juga, ya beberapa kali suka nyempetin buat ke sini sepulang kantor. Duduk-duduk sambil main hp aja gitu,” katanya saat disambangi detikTravel, Kamis (1/7/2024).

    Sore hari jadi waktu yang pas untuk menikmati suasana di One Satrio ini. Matahari yang sudah mulai redup dan angin yang berhembus jadi suguhan kala bersantai di kawasan ini.

    One Satrio terletak di kawasan CBD Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Banyaknya pepohonan dan spot-spot duduk jadi pilihan pengunjung bercengkrama atau menyendiri tengah kota.

    Bising kendaraan di jalanan seakan dihiraukan oleh para pengunjung. Di One Satrio ini selain terdapat taman di tengahnya, deretan cafe dan tempat makan juga tersedia bagi pengunjung yang perutnya mulai keroncongan.

    Adapun tempat bermain anak yang berada tak jauh dari taman dan deretan kafe. Berbagai wahana seperti rumah rintangan hingga ayunan terdapat di area bermain itu dan bagi pengunjung yang membawa peliharaan tersedia juga area untuk bermain bersama peliharaan.

    Bagi yang ingin berolahraga pun di One Satrio ini juga tersedia jogging track serta arena kebugaran. Saat detikTravel berada di kawasan ini, mayoritas memang para pekerja.

    Berbeda jika di akhir pekan, menurut salah satu petugas kebersihan di One Stario. Sabtu dan Minggu adalah waktu bagi pengunjung dari manapun bermain ke tempat ini, bukan lagi para karyawan kantoran sekitar. Bahkan salam malam Minggu biasanya pengunjung hingga pukul 23.00 WIB.

    “Malem sih (tutup) semua area ini kan One Satrio, kalau malam Minggu sampai jam 23.00 WIB. Kalau Sabtu-Minggu (pengunjung) dari mana aja mau dari kampung atau mana pun,” katanya kemudian tertawa.

    One Satrio bisa didatangi setiap harinya mulai dari jam 08.00 hingga 22.00 WIB. Tak ada pungutan biaya untuk datang ke sini, lebih baik datang ke tempat ini setelah jam 15.00 WIB atau menjelang malam untuk melihat lampu-lampu gedung yang indah.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 5 Aktivitas Seru Berakhir Pekan di M Bloc Space



    Jakarta

    M Bloc Space bisa menjadi pilihan traveler untuk berakhir pekan. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di sana.

    Tempat nongkrong kekinian di bilangan Jakarta Selatan memang sudah terhitung, tapi M Bloc Space bisa jadi satu dari pilihan tersebut. Ya, kawasan ini di akhir pekan akan jadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat segala umur, utamanya muda-mudi.

    Sedari siang hingga menjelang sore kawasan ini sudah mulai didatangi pengunjung. Tak hanya dari Jakarta saja, bahkan warga sekitaran Jakarta pun memilih destinasi akhir pekannya ke sini.


    detikTravel menemui salah satu warga Bekasi yang hendak berkunjung ke M Bloc Space, Radian. Dia mengatakan tujuannya ke kawasan ini memang sebagai labuan tempat nongkrongnya. Ini bukan kali pertamanya datang ke sini, terkadang bersama teman-temannya dan kali ini dirinya datang bersama pasangannya.

    “Iya datang ke sini biasanya di weekend karena suka banyak acara juga dan ya udah beberapa kali juga ke sini. Biasanya kalau sama temen ke sini ya pas ada acara musik, tapi sekarang karena sama pacar jadi nyari tempat nongkrong aja,” katanya saat ditemui detikTravel di depan M Bloc Space, Sabtu (20/7/2024).

    Selain memang banyak tenant-tenant makanan, di area ini juga kerap menggelar kegiatan-kegiatan seru yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. Tak sedikit pula pengunjung yang datang sebagai pemburu konten, suasana yang instagramable membuat M Bloc Space jadi magnet bagi para content creator.

    1. Galeri Museum Peruri

    Saat memasuki area dalam M Bloc Space pengunjung akan melihat satu ruangan yang menyimpan beberapa mesin yang dipakai oleh Peruri kala mencetak uang. M Bloc Space dulunya merupakan Perum Peruri (Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia).

    Dan di ruang ini terdapat mesin pencetak uang, mesin potong, mesin hand press, mesin penghitung uang logam, dan timbangan jadul. Rata-rata umur mesin tersebut sudah lebih dari puluhan tahun. Contohnya mesin pemotong uang itu dipakai saat percetakan Oeang Republik Indonesia daerah Banten – Serang yang digunakan di tahun 1948 hingga 1949. Ataupun mesin penghitung logam buatan Jerman tahun 1937.

    2. Acara Kreatif

    Saat detikTravel berada di M Bloc Space tengah dihelat salah satu kegiatan yakni CraftopiArt, acara ini merupakan kampus yang diselenggarakan oleh Politeknik Nasional Jakarta jurusan MICE.

    “Kegiatan ini dua hari, hari ini sama besok. Sebenarnya minggu ini tuh sesi pre event dari (main) event minggu depan bakal ada exhibition dari CraftopiArt,” kata Aryo salah satu penjual kerajinan di acara tersebut.

    Kerajinan tangan yang dijajakan oleh Aryo adalah pernik manik dan rajut, produk manik-manik di booth-nya pun beragam mulai dari gelang hingga gantungan. Dan untuk produk rajutnya ada boneka-boneka, harga yang ia banderol pun beragam mulai Rp 15.000 hingga ratusan ribu.

    3. Berburu Kuliner

    Ya, tentu rasanya kurang afdol ketika nongkrong di suatu tempat tanpa menikmati kuliner. Di area luar M Bloc Space berderet berbagai kafe-kafe yang menyuguhkan berbagai hidangan makanan dan minuman.

    Ada yang autentik Indonesia seperti Suwe Ora Jamu yang tentunya menjajakan jejamuan tradisional khas Indonesia. Kemudian jika ingin ngopi-ngopi santai pun ada cafe Titik Temu yang berada di samping pintu masuk M Bloc Space

    4. Spot Foto Istagramble

    Bagi muda-mudi yang datang ke sini pastinya akan mengabadikan diri mereka di beberapa spot di M Bloc Space, hampir semua spot di kawasan ini cakep untuk diabadikan. Mulai dari ruangan museum, lorong pintu masuk, di dalam M Bloc Market hingga pinggiran jalan raya.

    5. Berbelanja

    Di sini juga beragam produk yang bisa kamu bawa pulang, ada pakaian, souvenir hingga kebutuhan sehari-hari juga tersedia di sini. Deretan toko di area luar M Bloc Space terdapat beberapanya seperti Unionwell, Matalokal, Connectoon dan jika ingin membeli kebutuhan sehari-hari plus kudapan sehat bisa jajal di M Bloc Market yang berada di area dalam.

    “Untuk M Bloc Space kalau weekend Jumat sampai Minggu bukanya dari jam 09.00 sampai 23.00 WIB, kalau weekday bukanya dari jam 10.00 sampai jam 23.00 WIB. Terus itu kalau untuk F&B (area luar M Bloc Space) itu sampai jam 24.00 WIB,” ujar petugas keamanan M Bloc Space, Diki.

    Jadi buat kamu yang biasa nongkrong di M Bloc Space apa saja sih kegiatan serunya?

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Tebet Eco Park, Rasakan Sensasi Healing Gratis di Ibu Kota


    Jakarta

    Menjalani aktivitas sehari-hari di Kota Jakarta memang cukup melelahkan. Hadirnya kawasan terbuka hijau pun kerap menjadi dambaan bagi warga ibu kota untuk melepas penat dan stres.

    Tebet Eco Park adalah taman kota seluas 7 hektare di Jakarta Selatan yang didedikasikan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Tempat ini menjadi alternatif warga Jakarta dan sekitarnya untuk menghirup udara segar di tengah-tengah padatnya kota.

    Jalan Tebet Barat Raya, RT.1/RW.10, Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Untuk mengunjungi taman kota Tebet Eco Park, detikers bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.


    Berikut rute dan cara menuju Tebet Eco Park menggunakan kendaraan umum:

    Pengunjung yang hendak ke Tebet Eco Park bisa menggunakan transportasi KRL Commuter Line. Stasiun KRL terdekat dengan lokasi Tebet Eco Park adalah Stasiun Cawang. Berikut caranya:

    • Naik KRL tujuan Bogor. Jika dari arah Jakarta Kota/Bekasi/Tangerang kamu bisa transit di Stasiun Manggarai.
    • Dari arah Bogor bisa naik KRL tujuan Jakarta Kota atau Tanah Abang, kemudian turun di Stasiun Cawang.
    • Dari arah Bekasi bisa naik KRL tujuan Stasiun Manggarai, lalu naik KRL tujuan Bogor untuk turun di Stasiun Cawang.
    • Dari arah Tangerang bisa naik KRL tujuan Stasiun Duri, berikutnya naik KRL tujuan Stasiun Manggarai dan berganti kereta ke Bogor untuk turun di Stasiun Cawang.
    • Detikers juga bisa naik KRL turun Stasiun Kalibata, lalu dilanjut dengan naik MikroTrans JAK 18 (Stasiun Kalibata – Kuningan).

    Bagi pengunjung yang hendak ke Tebet Eco Park menggunakan TransJakarta, maka Halte TransJ terdekat dengan Tebet Eco Park adalah Halte BUMD.

    Berikut daftar koridor TransJakarta yang melayani rute dengan tujuan turun Halte Tebet BUMD:

    • Koridor 7B (Kampung Rambutan-Blok M).
    • Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit).
    • Koridor 9A (PGC 2-Pluit).
    • Koridor 9C (Pinang Ranti-Kota).
    • Koridor M7 (Kampung Rambutan-Harmoni).

    Bagi kamu yang hendak ke Tebet Eco Park menggunakan MikroTrans. Berikut daftar koridor MikroTrans yang melayani rute dengan tujuan turun Tebet Eco Park:

    • MikroTrans No. JAK 43C (Sarana Jaya – Tebet Eco Park – St. Cawang)
    • MikroTrans No. JAK 43B (Tongtek – Cililitan (Tebet Eco Park-St. Cawang)).

    Harga Tiket Tebet Eco Park

    Untuk dapat masuk ke Tebet Eco Park, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Meski begitu, pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu di aplikasi JAKI. Setelah itu, pengunjung akan mendapatkan barcode sebagai akses masuk ke taman.

    Fasilitas Tebet Eco Park

    Fasilitas Tebet Eco Park terbilang cukup lengkap, mulai dari tempat duduk, toilet, mushola, area parkir, alat fitness, serta tenant makanan dan minuman.

    Selain itu, ada juga beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengunjung agar area taman tetap bersih dan nyaman. Peraturan tersebut di antaranya, tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh merusak taman hingga membawa hewan peliharaan.

    Jam Operasional Tebet Eco Park

    Tebet Eco Park dibuka setiap hari dengan 2 sesi jam buka.

    • Sesi pagi: 06.00-11.00 WIB.
    • Sesi sore: 13.00-18.00 WIB.

    Rekomendasi Aktivitas Seru di Tebet Eco Park

    Tebet Eco Park (TEP) adalah taman kota seluas 7,3 hektar yang dipenuhi dengan pepohonan dan tanaman hijau yang asri. Di sini, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seru, di antaranya:

    Infinity Link Bridge adalah sebuah jembatan penghubung antara Taman Tebet Utara dan Taman Tebet Selatan. Jembatan ini menjadi ikon utama Tebet Eco Park dengan tiang-tiang berwarna merah bergradasi di sampingnya.

    Infinity Link Bridge berbentuk meliuk seperti angka delapan yang membelah pepohonan. Jembatan ini biasa digunakan pengunjung untuk jogging maupun berjalan santai.

    2. Berjalan menyusuri rawa

    Di Tebet Eco Park terdapat sebuah area unik bernama Wetland Boardwalk. Area ini merupakan kawasan rawa yang menyajikan keindahan tersendiri.

    Di sini, kamu dapat berjalan di jalan setapak yang terletak di atas rawa-rawa. Selain indah, kawasan rawa-rawa ini juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai pengendali banjir dan untuk meningkatkan kualitas air.

    Community Garden adalah sebuah tempat di Tebet Eco Park yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpulnya berbagai komunitas. Di sini, detikers bisa bercocok tanam, berkebun, dan melakukan kegiatan edukasi alam lainnya.

    4. Menyaksikan keseruan di Children Playground

    Di Tebet Eco Park terdapat area bermain untuk anak atau children playground dengan sejumlah wahana yang bisa dimainkan. Ikon dari area ini adalah buaya raksasa berwarna cokelat. Di sini, kamu dapat menyaksikan keseruan anak-anak ketika bermain dengan ceria.

    Nah, itulah informasi seputar lokasi, cara menuju, fasilitas, serta rekomendasi berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di Tebet Eco Park. Bagaimana menurutmu healing di tempat ini, detikers?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Chillax Sudirman, Tempat Asyik untuk Nongkrong dan Makan Enak


    Jakarta

    Ada banyak sekali tempat nongkrong anak muda yang populer di Jakarta, salah satunya adalah Chillax Sudirman. Selain untuk nongkrong, Chillax juga mempunyai banyak tenant makanan dan minuman.

    Maka dari itu, Chillax selalu ramai dikunjungi masyarakat yang mampir untuk mengisi perut. Lokasinya yang berada di tengah kota membuat Chillax juga ramai dikunjungi pekerja kantoran saat jam pulang kerja.

    Lantas, ada tenant apa saja sih di Chillax Sudirman? Lalu apa saja daya tarik dari tempat nongkrong tersebut? Simak ulasannya dalam artikel ini.


    Daya Tarik Chillax

    Chillax menjadi salah satu tempat nongkrong terkenal di Jakarta. Memangnya, apa sih yang membuat tempat ini ramai didatangi anak muda? Berikut sejumlah daya tariknya.

    1. Banyak Tenant Makanan dan Minuman

    Sebagai tempat nongkrong, Chillax memiliki banyak tenant makanan dan minuman, mulai dari makanan berat hingga camilan tersedia di sini. Beberapa tenant makanan di antaranya Hot Damn Chick, Smoked BBQ Lagi, Kwetiau Aho, dan masih banyak lagi.

    Maka jangan heran, banyak juga pekerja kantoran di sekitar Sudirman yang melipir ke Chillax saat jam makan siang untuk mengisi perut yang lapar.

    2. Tempat Terbuka

    Chillax Sudirman di malam hari saat jam pulang kerja.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Area Chillax yang terbuka (open space) membuat pengunjung merasa nyaman dan tidak pengap ketika nongkrong berlama-lama. Tenang saja, meski di area terbuka namun ada beberapa tempat yang ditutupi oleh payung kanopi, sehingga aman dari air hujan.

    3. Mengusung Konsep ala Eropa

    Selain dijadikan tempat hangout, Chillax Sudirman juga memiliki beberapa spot foto yang Instagramable dan estetik. Tempat itu sendiri mengusung konsep ala Eropa atau Western, sehingga sangat cocok untuk berfoto-foto di sejumlah bangunannya.

    Jika ingin berfoto-foto, disarankan datang saat sore hari dan cuaca sedang cerah. Hal ini agar menambah kesan Western ketika kamu mengunggah foto tersebut ke media sosial.

    Daftar Tenant F&B di Chillax

    Ada banyak tenant makanan dan minuman (F&B) yang berada di Chillax Sudirman. Apa saja? Simak daftarnya di bawah ini:

    • Hoy tod
    • Teras Japan
    • Naruto Takoyaki
    • Papitong
    • Hot Damn! Chick
    • Kang Tebu
    • Teddy Beer
    • Sop Ikan Batam
    • Hang Tuah
    • Kenken
    • Kwetiau 28 Aho
    • Ayam Bakar Djaya
    • Kebun jeruk
    • Pisang Primarasa
    • Amaiko

    Sementara itu, ada juga sejumlah restoran yang hadir di Chillax, meliputi:

    • Truffle belly
    • Skinny Dip
    • Seporsi Mie Kari
    • Harper & Cordon
    • Torishichi
    • Heirloom
    • Gion Sushi Bar
    • Butler’s
    • N.O.B
    • Toma Brasserie

    Lokasi dan Jam Buka Chillax

    Chillax Sudirman di malam hari saat jam pulang kerja.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Chillax terletak di Jalan Sudirman Kavling 22-24, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Untuk jam bukanya setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB.

    Agar tidak antre saat memesan makanan atau minuman, disarankan datang sejak sore hari. Soalnya, baik weekend ataupun weekday Chillax selalu ramai dipadati pengunjung.

    Karena terletak di Jalan Sudirman, akses menuju Chillax sangat mudah dijangkau. Jika travelers menggunakan transportasi umum, maka bisa menaiki MRT atau TransJakarta.

    Apabila kamu menggunakan MRT, silahkan turun di Stasiun MRT Setiabudi Astra. Dari sana, detikers hanya perlu berjalan kaki sekitar 200 meter dan tiba di Chillax.

    Jika menggunakan TransJakarta, kamu bisa turun di Halte Karet. Setelah itu berjalan kaki sekitar 100 meter untuk sampai di Chillax.

    Kamu juga bisa mengendarai mobil atau sepeda motor. Namun perlu diingat, metode pembayaran di Chillax hanya bisa nontunai, jadi siapkan kartu elektronik dan saldo yang cukup.

    Demikian ulasan singkat tentang Chillax Sudirman. So, tertarik berkunjung ke sana saat akhir pekan ini?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Museum Layang-layang Menyimpan Kenangan, Merawat Harapan



    Jakarta

    Museum Layang-layang Indonesia memang tak sepopuler Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahilah) atau pun Museum Nasional, tetapi museum itu justru sangat interaktif. Mengisahkan sejarah, mengajak membuat layang-layang, juga merawat harapan.

    Dengan bermodalkan rasa penasaran dengan museum tersebut, detikTravel berkesempatan untuk menyambangi Museum Layang-layang ini yang terletak di Jalan H. Kamang no 38, Jakarta Selatan. Setiba di sana, bangunan-bangunan khas Jawa berdiri tegak seraya menyambut kedatangan.

    Setelah membeli tiket kemudian dibawa untuk melihat cuplikan video tentang layang-layangan. Sekilas seperti sederhana menyoal layang-layang belaka, namun salah satu guide yang sekaligus perajin layang-layang bernama Asep Irawan.


    Ia mengatakan misi di balik adanya Museum Layang-layang ini merupakan upaya untuk melestarikan budaya Indonesia tentang layang-layang itu sendiri. Mungkin layang-layang banyak dikenal sebagai media bermain saja tapi Asep mengatakan sebetulnya layang-layang juga banyak digunakan di berbagai kegiatan seperti spiritual.

    Layang-layang di Museum Layang-layang di JakartaLayang-layang di Museum Layang-layang di Jakarta Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

    “Tujuannya Museum Layang-layang ini untuk melestarikan khazanah budaya Indonesia melalui layang-layang dan berdirinya ini tepat pada 21 Maret 2003. Visi dan misinya ini sebagai tempat pembelajaran anak-anak tentang layang-layang,” kata Asep kepada detikTravel, Senin (24/6/2024).

    Pria asal Bandung itu juga mengatakan di zaman sekarang anak-anak kecil banyak yang sudah tidak memainkan layang-layang. Karena tempatnya memainkannya yang sulit dan lebih memilih permainan yang canggih jadi layang-layang ini sedikit banyak mulai ditinggalkan.

    Asal Mula Museum Layang-layang

    Asep pun menjelaskan tentang hadirnya Museum Layang-layang ini di Jakarta. Endang W. Puspoyo yang merupakan pemilik dari museum itu adalah pecinta layang-layang.

    Layang-layang di museum itu adalah koleksi pribadinya yang kemudian dibuka untuk masyarakat umum. Asep mengatakan Endang juga sering mengadakan festival layang-layang dan mengundang banyak perajin layang-layang untuk berpartisipasi.

    Endang kala itu tak hanya mengundang perajin lokal saja tapi juga hingga mancanegara. Dari jejaring tersebut alhasil banyak layangan-layangan hias nan unik yang terpajang di Museum Layang-layang ini, mulai dari Indonesia sampai layang-layang dari berbagai negara terdapat di sini.

    Layang-layang Bukan Sekadar untuk Bermain-main

    Rupanya, layang-layang bukan sekadar media bermain. Lebih dari itu, sedari dulu layangan juga dipakai di berbagai negara, termasuk Indonesia sebagai tradisi dan media spiritual.

    “Budayanya ada dan agamanya juga ada kan, nah kalau di negara-negara lain kan ada yang buat upacara kelahiran, kalau di kita (Indonesia) dipakai buat perayaan hasil panen untuk rasa bersyukur jadi nerbangin layang-layang. Itu supaya masyarakat banyak yang datang ke upacara itu dan sambil mendoakan supaya hasil panen lebih banyak lagi,” kata Asep.

    Masuk ke dalam Museum Layang-layang yang berbentuk pendopo ini, rasa kagum pertama kali jadi penilaian karena layang-layangan di museum ini mayoritas berukuran besar. Selain itu bentuk-bentuknya juga beragam, ada yang berbentuk binatang hingga wayang dan juga terbuat dari berbagai macam bahan baku seperti kertas, plastik sampai dedaunan.

    Asep menerangkan jumlah keseluruhan layang-layangan yang dipajang di museum ini sekitar 100 buah. Namun secara keseluruhan koleksi layang-layang yang dimiliki museum ini bisa lebih dari 1000 layang-layang yang berasal dari berbagai belahan dunia.

    “Sekitar 100 ada lah, kalau semuanya ada ribuan tapi nggak dipasang,” kata dia.

    Layang-layang di Museum Layang-layang di JakartaLayang-layang di Museum Layang-layang di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Di museum ini pun terdapat beberapa layangan hasil dari tangannya, di antaranya adalah layang-layang berbentuk penari merak yang merupakan tarian khas Jawa Barat. Layang-layangan tersebut ia buat di tahun 1997 dan telah menjuarai perlombaan layang-layang internasional.

    “Nah ini (layang-layang) dari Bandung, ini layangan tari burung merak. (Berbahan dasar) kain parasut, ini karya saya dibikin tahun 1997 ini udah lima kali juara internasional dan ditaruh di sini,” kata Asep sambil tersenyum.

    Setelah selesai diajak berkeliling museum layang-layang, sembari bercengkrama dengan lelaki murah senyum ini. Terdapat keluarga yang tengah asyik membuat dan mewarnai layang-layang, Ami membawa ketiga anaknya untuk berkunjung ke Museum Layang-layang.

    Bagi Ami anak-anaknya senang saat pertama kali diajak ke museum ini, terlebih anak laki-lakinya yang bernama Hamzah. Setelah diberikan rangka layang-layang oleh petugas, dirinya dengan serius menempelkan kertas menggunakan lem dan mewarnai layang-layang hasil tangannya.

    Layang-layang di Museum Layang-layang di JakartaAnak-anak bikin layang-layang di Museum Layang-layang di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Hamzah begitu senang dengan museum ini dengan berbagai bentuk dan ukuran dan baginya membuat layang-layang tak begitu susah.

    “Nggak (susah), senang. (Di museum ini) banyak layang-layang yang gede banget,” katanya sambil malu-malu.

    Untuk masuk ke Museum Layang-layang ini pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000 untuk anak-anak dan Rp 25.000 untuk dewasa.

    Dengan harga tersebut selain pengunjung bisa menikmati berbagai koleksi layang-layang, pengunjung juga akan diperlihatkan terlebih dahulu video tentang festival layang-layang dan di akhir tour museum juga akan diberikan pengalaman membuat dan mewarnai layang-layang.

    Museum ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00 sampai 16.00 WIB, tak ada hari libur kecuali tanggal merah. Yuk buat kamu yang penasaran dengan koleksi layang-layang di museum ini dan ingin mencoba pengalaman membuat layang-layang, langsung saja datang ke Museum Layang-layang ini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sederhana namun Bikin Warga Bahagia



    Jakarta

    Taman Tangkuban Perahu yang berada di Jalan Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan bukanlah taman yang mewah. Tetapi, taman itu cukup nyaman buat warga sekitar.

    Dari pantauan detikTravel, Rabu (10/7/2024), taman itu semakin sore semakin ramai. Tempatnya yang asri dan rindang serta terdapat fasilitas lain menjadi daya tariknya.

    Di antara masyarakat yang datang ke taman yang luasnya kurang lebih 6.000 meter persegi itu ditumbuhi berbagai tanaman hias. Selain itu, terdapat dua lapangan, yakni lapangan basket dan futsal.


    Kemudian, wahana permainan seperti perosotan dan wahana memanjat. Di tengah-tengah taman itu juga terdapat area untuk duduk melingkar. Tak jauh dari tengah taman ini juga ada jalur jalan kaki dengan media kerikil.

    Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, JakselTaman Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Sembari menikmati gorengan dari penjual di pinggiran taman, melihat keseriusan anak-anak yang tengah berlatih basket di lapangan. Sementara di lapangan yang lain, keseruan terlihat dari anak-anak yang tengah bermain bola dengan gelak tawa di tengah-tengah permain.

    Salah satu masyarakat yang berkunjung ke tempat itu adalah Titin. Dia bukan merupakan warga sekitar Taman Tangkuban Perahu, melainkan warga Manggarai. Dia memutuskan mengunjungi Taman Tangkuban Perahu setelah pulang dari Pasar Rumput bersama kedua cucunya.

    Ia memang kerap mengunjungi taman yang tersebar di Jakarta, namun ini jadi kali pertamanya datang ke Taman Tangkuban Perahu bersama kedua cucunya.

    “Abis solat Ashar tadi beli cabe ke pasar, beli bumbu dapur sekalian ke sini ngajak main ke sini, ini baru pertama kali main, biasanya sih ke Taman Manggarai yang deket. Sering main ke taman sana sembari liat kereta kan anak-anak seneng,” kata Titin selagi menunggu kedua cucunya bermain.

    Banyak juga anak-anak yang membawa sepeda ke dalam taman dan berkeliling taman menggunakan sepedanya, suasana seru ini bisa mereka nikmati ketika sore tiba. Dan menjelang malam biasanya masyarakat mulai kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

    Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, JakselLapangan futsal di Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Untuk jam buka taman ini setiap hari mulai dari pukul 05.00 hingga 17.00 WIB. Tak hanya sore saja yang ramai didatangi masyarakat, pagi hari pun menurut para pedagang di sana biasanya ramai tapi untuk anak-anak jarang karena harus sekolah.

    “Biasanya pagi sama sore rame di sini tapi kalau pagi bocah jarang,” kata salah satu pedagang.

    Untuk mencari kebahagiaan tak perlu mengeluarkan kocek yang besar seperti masyarakat sekitar Taman Tangkuban Perahu yang bahagia saat datang ke taman ini untuk menikmati sore dengan berbagai aktivitasnya. Walaupun sederhana tapi rasa bahagianya bisa terlihat dari raut wajah anak-anak yang bermain di sana.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Tempat Nongkrong di Pasar Santa, Kulineran Enak Ramah Kantong


    Jakarta

    Pasar Santa telah bertransformasi menjadi salah satu tempat bagi para pencari tempat nongkrong. Lokasinya ada di Jl. Cipaku I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Walaupun tidak seramai dulu, pasar yang terletak di kawasan Jakarta Selatan ini masih bisa dieksplor. Di area sekitar sana, selain berbelanja kita juga bisa kulineran, menemukan barang-barang vintage, menikmati musik live, hingga berburu buku.

    Rekomendasi Tempat Nongkrong di Pasar Santa

    Berikut adalah beberapa tempat di Pasar Santa yang bisa dijadikan pilihan tempat nongkrong:


    1. Kopi Tuku

    Kedai kopi ini berlokasi di lantai dasar Pasar Santa tepatnya Kiosk 176-177. Tempat ini jadi tempat favorit para pecinta kopi atau mereka yang ingin nongkrong santai.

    Selain menikmati kopi dan teh, traveler juga bisa memesan donat, kukis, hingga bolu yang lezat. Harganya pun cukup terjangkau, menu kopi paling murahnya berkisar Rp 25 ribu saja lho.

    2. Mini Resto Jepang Kaifuku

    Ketika ingin kulineran di Pasar Santa, kamu bisa ke Kaifuku, mini resto berkonsep Jepang. Dari catatan detikTravel, Nanban, Katsudon, Gyoza, dan Teriyaki Aburi adalah menu best seller yang ditawarkan mini resto ini.

    Enaknya, kamu juga bisa langsung melihat proses pembuatannya. Pasalnya, makanan akan dibuat dadakan sesuai pesanan pelanggan. Buka Selasa sampai Minggu, dengan jam operasional ada di pukul 11.00-21.00 WIB dan untuk weekend tutup pukul 22.00.

    Lokasi Kaifuku sangatlah strategis, yakni dekat tangga. Mini resto ini dominasi cat warna putih dan merah khas Jepang.

    3. Kemenkan

    Toko kue bebas gluten, Kemenkan, juga jadi salah satu hidden gem di Pasar Santa. Lokasinya ada di luar Pasar Santa Lt. 1 Blok BKS 57.

    Berdasarkan laman Instagramnya @kemenkan.co, toko kue ini buka setiap Selasa sampai Minggu pukul 11.00-20.00 WIB.

    Di sini, kamu bisa menikmati aneka brownies, tiramisu, kue stroberi, hingga cheesecake. Semuanya homemade dan fresh from oven. Harganya mulai dari Rp 25 ribuan aja.

    4. Juicible

    Nah, kalau kamu ingin yang seger-seger Juicible bisa jadi pilihan tempat nongkrong di Pasar Santa. Lokasinya ada di lantai 1.

    DI sini, kamu bisa pesan aneka jus buah. Mulai dari pisang, melon, stobori, hingga buah bit. Toko jus ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 sampai 19.00 WIB. Sementara, untuk weekend tutup di pukul 20.00-21.00 WIB.

    5. Rama Ramen

    Buat kamu yang mau ngerasain halal authentic ramen, Rama Ramen bisa jadi pilihannya. Lokasinya ada di basement Pasar Santa.

    Di sini, kamu bisa pesan ramai dengan rasa gurih, creamy, dan pedas dengan topping yang melimpah. Kedai ramen ini buka setiap Selasa-Minggu, mulai dari pukul 10.00-20.00 WIB.

    Sejarah dan Perkembangan Pasar Santa

    Didirikan sejak tahun 1971, dulunya Pasar Santa hanyalah pasar tradisional dengan tata letak tidak teratur dan becek. Pada 2002, pertama kalinya pemerintah melakukan pemugaran pada pasar ini.

    Barulah setelah itu, Pasar Santa disulap menjadi pasar modern (Santa Modern Market) yang lebih teratur dan bersih.

    Di lantai basement khusus untuk para penjual sembako, sayur mayur, beras, ikan, daging, dan kopi. Di lantai dasar lebih, tempatnya aksesori, jam tangan, toko emas, dan toko pakaian. Sementara di lantai satu, berbagai spot kreativitas anak muda berkumpul.

    Pada tahun 2014-an, Pasar Santa sangat populer di kalangan remaja kala itu. Tempat ini banyak didatangi komunitas yang menggabungkan budaya, musik, dan makanan. Hal ini juga mendorong tarik wisatawan lokal bahkan asing.

    Sekarang, Pasar Santa memang tidak seramai di masa jayanya pada 2014. Namun, pasar ini masih bisa hidup dan bertahan setelah pandemi COVID-19.

    Semoga informasi terkait tempat nongkrong di Pasar Santa tadi bisa referensi buat detikers ya.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com