Tag: jawa barat

  • Jalan-jalan di Kebun Raya Cibodas, Bisa Lihat Bunga Bangkai hingga Sakura


    Jakarta

    Kebun Raya Cibodas adalah tempat wisata alam sekaligus edukasi di Cianjur. Kebun ini tidak hanya terkenal dengan koleksi tanaman yang beraneka ragam, tetapi juga keindahan alamnya.

    Dilansir dari situs resmi Kebun Raya Cibodas, kebun ini awalnya bernam nama Bergtuin të Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas), didirikan pada 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann. Tujuan awalnya untuk tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan dari luar negeri yang bernilai penting dan ekonomi yang tinggi, seperti pohon kina (Cinchona calisaya).

    Kebun raya ini memiliki beberapa fungsi, antara lain untuk konservasi tumbuhan, edukasi, penelitian, hingga wisata alam. Simak artikel ini untuk mengetahui berbagai daya tarik Kebun Raya Cibodas, spot menarik, fasilitas, harga tiket masuk, lokasi dan jam bukanya.


    Daya Tarik Kebun Raya Cibodas

    Berikut ini sejumlah daya tarik dari Kebun Raya Cibodas yang dirangkum dari situs resminya.

    Koleksi Tanaman Beragam

    Bunga sakura mekar di Kebun Raya CibodasBunga sakura mekar di Kebun Raya Cibodas (Ismet Selamet/detikcom)

    Koleksi tanaman di Kebun Raya Cibodas beraneka ragam, mulai dari anggrek, bunga kuku macan dari New Guinea. Tanaman ini dibagi menjadi beberapa zona, yaitu:

    1. Taman Sakura

    Bunga sakura tak hanya bisa dijumpai di Jepang. Kebun Raya Cibodas juga memiliki beberapa jenis sakura, seperti Prunus arborea dari Jawa, Prunus costata dari Papua, dan Prunus cerasoides dari Himalaya.

    Bunga sakura ini bersemi pada waktu tertentu, yakni antara Januari-Februari dan Juli-Agustus.

    2. Taman Rhododendron

    Taman Rhododendron berisi beberapa jenis tanaman azalea jawa (Rhododendron javanicum) yang merupakan ikon Kebun Raya Cibodas. Beberapa jenis azalea di kebun ini, adalah Rhododendron javanicum, Rhododendrom macgregoriae, dan Rhododendron mucronatum.

    3. Taman Obat

    Indonesia terkenal dengan tanaman obatnya. Tanaman-tanaman ini juga menjadi koleksi Kebun Raya Cibodas, yakni di Taman Obat. Ada sekitar 164 jenis tanaman obat di taman ini, salah satunya Centella asiatica atau pegagan yang sering digunakan untuk produk kecantikan dan perawatan kulit.

    4. Taman Liana

    Ada berbagai jenis liana yang merambat hingga ke pepohonan tinggi di taman ini. Tanaman ini berakar di dalam tanah dan pucuknya terus merambat ke tempat yang lebih tinggi. Koleksi liana di sini adalah hasil eksplorasi di kawasan Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, hingga Sulawesi Tengah.

    5. Taman Paku-pakuan

    Kebun Raya Cibodas memiliki 101 jenis tumbuhan paku dari berbagai daerah di Indonesia. Tanaman paku biasa dimanfaatkan untuk bahan pangan, tanaman hias, kerajinan tangan, dan bahan baku obat.

    6. Taman Lumut

    Di taman seluas 1.500 meter persegi, wisatawan bisa melihat habitat lumut yang memiliki lebih dari 100 jenis lumut.

    7. Rumah Kaca

    Kebun raya ini juga memiliki rumah kaca di dalamnya terdapat berbagai tanaman unik, antara lain 98 jenis kaktus, 262 jenis anggrek, dan 71 jenis sukulen.

    Bisa Melihat Bunga Bangkai Mekar

    Salah satu Bunga Bangkai di Kebun Raya Cibodas BRIN, mekar. Ini merupakan momen langka yang bisa dinikmati 2-3 tahun, bahkan lebih.Salah satu Bunga Bangkai di Kebun Raya Cibodas BRIN, mekar. Ini merupakan momen langka yang bisa dinikmati 2-3 tahun, bahkan lebih. (Dok. BRIN)

    Salah satu daya tarik yang banyak ditunggu-tunggu wisatawan adalah momentum bunga bangkai mekar. Bunga bangkai raksasa pada waktu tertentu akan mekar sempurna dengan ketinggian lebih dari 2 meter.

    Bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas mekar sekitar 4-5 tahun sekali. Namun ada 13 spesimen yang ditanam di sekitar lokasi, sehingga hampir setahun sekali wisatawan bisa menikmati momen ini.

    Spot Wisata Alam Menarik

    Kebun Raya CibodasDanau Kebun Raya Cibodas (Ismet Selamet/detikcom)

    Ada beberapa spot wisata alam menarik di dalam Kebun Raya Cibodas, antara lain sebagai berikut:

    1. Danau Besar KRC

    Di dalam Kebun Raya Cibodas terdapat sebuah kolam besar yang biasa disebut Danau Besar KRC. Di tengah danau terdapat air mancur mempercantik lokasi, selain itu terdapat ikan hias yang berenang dan sering muncul ke permukaan. Traveler bisa bersantai di bawah pohon-pohon besar di sekitar danau atau duduk di hamparan rumput

    2. Air Terjun Cibogo

    Ada juga Curug Cibogo, yaitu air terjun yang berada di kawasan Taman Sakura. Meski tidak besar, air terjun ini menjadi spot menarik yang sering dikunjungi wisatawan untuk bersantai maupun berfoto-foto.

    3. Jalan Air

    Tak jauh dari Curug Cibogo, traveler bisa bermain di jalan air. Jalan air ini adalah aliran sungai yang dijadikan sebagai jalan, namun tetap dialiri air dangkal. Tempat ini sering dipakai untuk berfoto.

    Bersepeda Keliling Kebun

    Traveler juga bisa berkeliling naik sepeda agar tidak terlalu capek. Bahkan saat weekday, sepeda motor diperbolehkan masuk. Kamu bisa menyewa sepeda, skuter, atau naik shuttle bus di sini.

    Harga Tiket Masuk dan Fasilitas

    Traveler bisa membeli tiket secara langsung di loket atau lewat online di situs Kebun Raya. Harga tiket dibedakan berdasarkan weekday dan weekend, alat transportasi yang dipakai, dan asal wisatawan (WNI atau WNA). Harganya di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 25.500 per orang.

    Fasilitasnya antara lain:

    • Mushola
    • Tempat makan (Cafe Gardenia, Raffles Cafe, Raffles Kitchen, dll)
    • Katering
    • Sepeda, e-bike, e-scooter, shuttle bus
    • Toilet
    • Meeting room
    • Villa dan penginapan

    Lokasi dan Jam Buka

    Lokasi Kebun Raya Cibodas berada di Jalan Kebun Raya Cibodas, Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dari pusat kota Cianjur, jaraknya sekitar 24 km atau ditempuh sekitar 1 jam perjalanan.

    Jam operasional Kebun Raya Cibodas yakni setiap hari pada pukul 08.00-16.00 WIB (Senin-Jumat), dan pukul 07.00-16.00 WIB (weekend dan hari libur).

    Nah, itulah tadi informasi mengenai Kebun Raya Cibodas, mulai dari daya tarik, spot menarik, fasilitas, harga tiket masuk, lokasi, dan jam bukanya.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tips Naik Rengganis Suspension Bridge, Tiket Paketan, dan Larangan


    Jakarta

    Rengganis Suspension Bridge atau Jembatan Gantung Rengganis menjadi salah satu pilihan wisata yang direkomendasikan di Bandung, Jawa Barat. Jembatan ini bisa membawa wisatawan menuju ke Kawah Rengganis.

    Buat traveler yang masih bingung bagaimana cara naik Rengganis Suspension Bridge, simak dulu artikel ini untuk mengetahui informasi lengkapnya, mulai dari apa itu Rengganis Suspension Bridge, tips naik jembatan dan Keranjang Sultan, hal-hal yang dilarang, harga tiket paketan, lokasi dan jam buka.

    Sekilas Tentang Rengganis Suspension Bridge

    Dilansir dari laman Pemkab Bandung, Rengganis Suspension Bridge atau Jembatan Gantung Rengganis memiliki panjang 370 meter. Diklaim bahwa jembatan ini adalah jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara.


    Jembatan Rengganis dilengkapi kabel sling 50 mm dengan 4 bentangan di bagian bawah dan dua pada suspension. Pada bagian alasnya menggunakan kayu ulin sehingga membuatnya tampak alami dan berpadu dengan suasana alam di sekitarnya.

    Kawah Rengganis berada dalam kawasan Kawah Rengganis. Selain menguji adrenalin, traveler bisa berendam di air panas alami yang mengandung belerang, mandi lumpur, atau bersantai di bawah pancuran air panas

    Di sini, wisatawan juga bisa sekaligus menikmati panorama melalui wahana Keranjang Sultan. Cukup duduk manis di keranjang, kamu akan meluncur hingga di atas ketinggian. Selain itu, traveler juga bisa bermain di Glamping Lakeside yang masih berada di satu kawasan.

    Jembatan Gantung RengganisJembatan Gantung Rengganis (Instagram @rengganissuspensionbridge)

    Tips Naik Rengganis Suspension Bridge

    Tak perlu bingung bagaimana cara naik Rengganis Suspension Bridge. Simak beberapa tips berikut ini.

    Lokasi dan Jam Buka

    Untuk naik Rengganis Suspension Bridge, detikers harus menuju ke arah Kawah Rengganis, Situ Patenggang, atau Glamping Lakeside, yang berada di Gunung Patuha, Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

    Dalam perjalanan, detikers akan melewati perkebunan teh. Ikuti petunjuk arah yang mengarahkan ke Kawah Rengganis menggunakan jembatan gantung. Datanglah pada jam buka, yakni pukul 07.00-17.00 WIB setiap hari.

    Di Pintu Masuk

    Di loket, detikers bisa memilih beberapa jenis paket. Untuk bisa naik Rengganis Suspension Bridge, kamu harus membeli tiket Reguler atau VIP. Tiket Reguler hanya bisa dipakai naik jembatan gantung saat kembali dari Kawah Rengganis. Sementara tiket VIP bisa dipakai pergi-pulang.

    Jembatan gantung ini memperpendek jarak menuju ke Kawah Rengganis, dari yang mencapai lebih dari 1 km, menjadi 370 meter saja. Tapi bagi yang takut naik jembatan, tentu harus melewati jalur biasa.

    Aturan dan Larangan

    Berdasarkan papan yang berada di Rengganis Suspension Bridge, berikut ini beberapa aturan dan larangan saat naik jembatan gantung:

    • Pengunjung harus menggunakan peralatan keamanan yang disediakan.
    • Mengikuti panduan dari guide.
    • Dilarang berlari-lari saat berada di atas jembatan.
    • Dilarang melompat-lompat saat berada di atas jembatan.
    • Dilarang menggoyang-goyangkan jembatan.
    • Dilarang memanjat pagar jembatan.
    • Dilarang membuang benda apapun dari atas jembatan.
    • Pengunjung dengan riwayat sakit jantung dilarang naik.

    Berada di Kawah Rengganis

    Kawah RengganisKawah Rengganis (Satria Nandha)

    Setelah tiba di ujung jembatan, traveler harus turun melewati jalan tanah berbatu menuju Kawah Rengganis. Kamu bisa berendam di air panas alami yang mengandung belerang, mandi lumpur, atau bersantai di bawah pancuran air panas. Namun disarankan untuk berada di sini lebih dari 30 menit, karena bau belerang yang sangat menyengat.

    Naik Keranjang Sultan

    Bagi pengguna tiket VIP, kalian bisa naik Keranjang Sultan untuk kembali ke pintu masuk. Jadi detikers tidak perlu capek-capek berjalan lagi.

    Harga Tiket Paketan

    Harga tiket paketan naik Rengganis Suspension Bridge adalah sebagai berikut:

    • Paket Reguler: Rp 70 ribu per orang
      (Masuk Kawah Rengganis, naik jembatan gantung 1 kali saat pulang, masuk Situ Patenggang dan Pinisi Glamping Lakeside.)
    • Paket VIP: Rp 100 ribu per orang
      (Naik jembatan gantung 2 kali pergi-pulang, masuk Kawah Rengganis, masuk Situ Patenggang dan naik semua wahana Pinisi Glamping Lakeside.)

    Itulah tadi informasi lengkap mengenai Rengganis Suspension Bridge, termasuk tips naik jembatan gantung, aturan dan larangan, hingga harga tiket masuknya.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menikmati Indahnya Alam dari Puncak Darma, Cocok untuk Healing


    Jakarta

    Sukabumi memiliki sejumlah tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Puncak Darma. Dari atas bukit ini, detikers bisa menikmati pemandangan alam yang begitu indah.

    Puncak Darma merupakan salah satu dataran tertinggi di kawasan Geopark Ciletuh. Ada daya tarik tersendiri bagi para wisatawan sehingga menyempatkan diri untuk mampir ke Puncak Darma.

    Selain itu, ada berbagai aktivitas seru lainnya selama di Puncak Darma. Penasaran? Simak ulasannya dalam artikel ini.


    Daya Tarik Puncak Darma

    Daya tarik utama dari Puncak Darma adalah memiliki view yang menakjubkan. Dari atas puncak, travelers dapat menikmati pemandangan alam yang indah. Apalagi jika datang saat cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat hamparan laut, pantai, dan kawasan Geopark Ciletuh dari ketinggian.

    Alhasil, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Ada yang ingin beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan jauh atau sekadar healing untuk melepas penat.

    Puncak Darma Ciemas Geopark Ciletuh Sukabumi.View dari Puncak Darma (dok. Dispar Kabupaten Sukabumi)

    Cuaca yang cerah juga dimanfaatkan banyak wisatawan untuk berfoto-foto. Salah satu spot foto yang ramai dikunjungi adalah kapal nelayan, sehingga membuatmu seolah-olah berlayar di atas awan. Kalau sudah sore, travelers dapat melihat detik-detik matahari terbenam dari atas Puncak Darma.

    Jangan takut kelaparan atau kehausan, karena di sekitar Puncak Darma ada banyak warung yang menjual snack dan minuman, mulai dari kopi, es kelapa, buah-buahan, hingga mi instan rebus atau goreng. Harganya juga cukup terjangkau, sehingga cocok untuk mengganjal perut.

    Kalau travelers merasa lelah usai menempuh perjalanan jauh, tenang saja karena di sekitar Puncak Darma terdapat sejumlah penginapan dengan harga cukup terjangkau.

    Puncak Darma memang cocok untuk kamu yang ingin menikmati keindahan alam. Apalagi setelah menempuh perjalanan berjam-jam dari Jakarta, rasa lelah langsung dibayar lunas saat tiba di tempat ini.

    Fasilitas Umum di Puncak Darma

    Seiring banyaknya wisatawan yang datang, fasilitas umum di Puncak Darma juga ditingkatkan demi memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Mengutip akun resmi Facebook Puncak Darma Ciletuh, berikut fasilitas umum yang tersedia:

    • Tempat parkir
    • Toilet
    • Mushola
    • Warung
    • Kafe dengan view yang indah
    • Sejumlah spot foto yang Instagramable.

    Jam Buka dan Harga Tiket Masuk ke Puncak Darma

    Puncak Darma buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Disarankan datang sejak pagi jika ingin menikmati udara segar atau menjelang sore jika mau melihat sunset.

    Untuk harga tiket masuk ke Puncak Darma dipatok sebesar Rp 5.000 per orang. Jika kamu membawa kendaraan seperti mobil atau sepeda motor, dikenakan tarif parkir mulai dari Rp 2.000.

    Lokasi Puncak Darma

    Puncak Darma merupakan tempat wisata yang berada di Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dari area tempat parkir menuju Puncak Darma tak begitu jauh, sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki sedikit.

    Namun, travelers harus hati-hati selama perjalanan menuju Puncak Darma. Soalnya, jalur yang dilalui cukup ekstrim karena melewati tanjakan dan turunan curam. Pastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum pergi ke Puncak Darma.

    Tak hanya soal kendaraan, namun fisik pengendaranya juga harus prima. Sebab, perjalanan dari Kota Sukabumi menuju Puncak Darma bisa memakan waktu sekitar 2-3 jam. Ingat, kalau travelers sudah merasa lelah jangan dipaksakan, sebaiknya istirahat sejenak untuk meregangkan badan.

    Demikian ulasan singkat mengenai Puncak Darma. Tertarik untuk berkunjung ke sini saat liburan?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Desa Cikaso di Kuningan, Desa BRILiaN dengan Segudang Potensi Alam



    Jakarta

    Berada di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Desa Cikas mungkin belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, desa ini memiliki pesona tersembunyi dan segudang potensi alam dengan hamparan sawah yang memanjakan mata.

    Berada di wilayah dataran rendah yaitu sekitar 500 mdpl, Desa Cikaso memiliki lahan subur yang banyak dimanfaatkan masyarakat menjadi lahan pertanian. Di bawah naungan BUMDesa Sangga Emas, Desa Cikaso memiliki sederet unit usaha masyarakat unggulan yang membuatnya menjadi desa mandiri. Berbekal potensi utama lahan pertanian seluas 107 hektare, mereka pun berupaya melakukan pengolahan berbagai hasil bumi.

    “Berangkat dari potensi pertanian, kita bekerja sama dengan Dinas Pertanian setempat untuk mengelola lahan. Kebetulan waktu itu kita dipercaya mengelola lahan hortikultura seluas 42,5 hektar. Setelah itu, dari Dinas Pertanian kita juga mendapat bantuan berupa pabrik untuk menggoreng bawang dan pabrik pengolahan padi,” kata Ketua BUMDesa Sangga Emas Saparudin dalam keterangan tertulis, Jumat (30/8/2024).


    Saparudin mengatakan pabrik pengolahan padi ini juga sejalan dengan program untuk menciptakan ketahanan pangan dari pemerintah sehingga kebutuhan beras untuk warga bisa diproduksi sendiri hingga 6 ton per bulan di lumbung desa. Pertanian bawang juga menjadi salah satu hasil bumi unggulan yang berhasil dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat.

    “Hasil dari tanaman bawang itu diolah menjadi bawang goreng yang kita kemas dengan menarik agar meningkatkan daya jual. Lalu dipasarkan ke toko-toko setempat, pasar, dan secara online. Untuk produk bawang goreng kami ini ada pilihan rasa, yaitu original, pedas dan udang sehingga berbeda dari bawang goreng kebanyakan,” tutur Saparudin.

    Lebih lanjut, Saparudin menjelaskan budi daya jamur tiram juga menjadi hasil pertanian unggulan di Desa Cikaso. Dikelola oleh kelompok usaha para petani yang juga di bawah naungan BUMDesa, hasil panen jamur tiram ini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kuningan saja, tapi juga dikirim hingga ke kota lain seperti Brebes dan Jakarta.

    Banyaknya warga Desa Cikaso yang mayoritas hidupnya berasal dari sektor pertanian membuat kebutuhan akan pupuk pertanian jadi hal yang sangat penting. Hal ini yang juga kemudian dimanfaatkan oleh kelompok petani dalam memproduksi pupuk hayati secara mandiri.

    “Tadinya itu kita sempat mengalami kesulitan karena pupuk dan obat pertanian itu mahal. Tapi kemudian ada inisiatif dari kelompok petani melakukan uji coba membuat pupuk hayati bersama Dinas Pertanian dan ternyata berhasil. Jadi kami punya produk pupuk penyubur, fungisida dan insektisida yang tak hanya digunakan para petani Desa Cikaso saja tapi juga petani lain dari desa sekitar,” jelasnya.

    Pengembangan Sektor Pariwisata untuk Memaksimalkan Potensi Desa

    Tak hanya terbatas pada pengolahan hasil pertanian, BUMDesa Sangga Emas turut menangkap peluang sektor pariwisata yang ada di Desa Cikaso.Sawah Lope menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat di sekitar.

    “Waktu pandemi 2019, mobilitas warga di desa kami kan terbatas. Akhirnya orang-orang banyak yang berjemur dan mencari hiburan di kawasan sawah itu. Dari situ kami berpikir kreatif untuk dijadikan wisata dan akhirnya terbentuklah Sawah Lope. Konsepnya wisata pertanian yang dekat dengan alam, sekarang sudah semakin dikembangkan dengan membangun gazebo, restoran, permainan anak dan kolam renang juga ada,” ungkap Saparudin.

    Seluruh potensi, potensi pertanian dan wisata yang dibangun warga tak hanya bermanfaat bagi desa, namun juga berhasil mendapatkan prestasi luar biasa. Salah satunya adalah Desa Cikaso berhasil menjadi Juara 2 dalam ajang Nugraha Karya Desa BRILiaN Tahun 2023.

    Saparudin mengatakan bantuan dari BRI berperan penting dalam pengembangan dan pembangunan Desa Cikaso yang lebih maju. Apresiasi pengembangan desa dari BRI sebesar Rp750 juta dialokasikan untuk mengembangkan bumi perkemahan seperti membangun villa dan gazebo, serta pembuatan kolam renang di Sawah Lope.

    “Sampai saat ini kami juga tetap mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari BRI untuk menambah ilmu. Bagi saya, ini merupakan bantuan yang tak ternilai,” ungkap Saparudin.

    Selain itu, ada juga bantuan sarana prasarana dari BRI untuk pengembangan BUMDesa dan klaster usaha di desa. Berkat seluruh bantuan ini, Desa Cikaso sudah mulai bertransformasi dalam dunia digital dengan membuat website desa CIKASO.GODESA.ID. Digitalisasi dalam keuangan juga didukung penuh oleh BRI dengan kehadiran agen BRILink dan agen UMi yang membantu transaksi keuangan warga.

    Sementara itu, Kepala Desa Cikaso Hidayat Noor menambahkan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif BUMDesa dan pemberdayaan masyarakat.

    “Kami membangun desa wisata ini dari nol secara mandiri. Kuncinya adalah mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat untuk mengelola desa. Pemberdayaan itu juga semuanya kembali dinikmati oleh masyarakat karena sampai saat ini ada sekitar 90-an orang yang ikut dipekerjakan mengelola BUMDes, sehingga membantu ekonomi masyarakatnya juga,” kata Hidayat.

    Di sisi lain, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa Desa BRILiaN terbukti mendongkrak aktivitas ekonomi yang berada di desa-desa. Program Desa BRILiaN ini telah diinisiasi oleh BRI sejak 2020. Desa BRILiaN merupakan program inkubasi desa yang bertujuan untuk menghasilkan role model dalam pengembangan desa. Hingga Juni 2024, program Desa BRILiaN telah diikuti sebanyak 3.602 desa yang aktif berinisiatif serta berkomitmen maju melalui program-program yang telah direncanakan.

    “Dengan dilakukan pembinaan melalui program Desa BRILiaN nasabah penabung meningkat drastis. Tak hanya itu, masyarakat desa yang semula belum berani mengambil kredit juga mendapatkan pembinaan dalam program ini. Dari sana, wirausaha yang ingin mengembangkan usahanya mulai sadar untuk merapikan administrasi dan mengembangkan kewirausahaannya agar layak mendapatkan kredit dari perbankan,” tutup Sunarso.

    (prf/ega)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bendungan yang Baru Diresmikan Jokowi Itu Jadi Tempat Wisata Dadakan



    Ciamis

    Bendungan Leuwikeris di Ciamis yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Kamis (29/8) kemarin itu langsung jadi tempat wisata dadakan bagi warga.

    Setelah penggenangan seminggu lalu, Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat jadi tempat wisata dadakan. Sejumlah warga hampir ramai-ramai mendatangi area green belt di samping bendungan.

    Setiap harinya, serombongan warga mendatangi bagian tepi bendungan dengan menggunakan sepeda motor, mobil hingga odong-odong wisata. Mereka penasaran dengan wujud Bendungan terbesar yang ada di wilayah Ciamis dan Tasikmalaya tersebut.


    Selain melihat pemandangan yang indah, sejumlah warga sengaja membawa bekal dari rumah dan botram di pinggir bendungan.

    Menggunakan alas tikar yang dibawa dari rumah, warga pun berkumpul dan makan bersama. Warga yang datang ternyata bukan hanya dari Ciamis saja, melainkan dari Banjar dan sejumlah daerah tetangga lainnya.

    Untuk menuju lokasi itu, warga menempuh jalur darat dari Jalan Lingkar Selatan Ciamis, kemudian masuk ke wilayah Desa Handapherang, kemudian ke Dusun Guha hingga sampai di jalan proyek Bendungan Leuwikeris.

    Belakangan ini, Bendungan Leuwikeris menjadi viral di media sosial dan jadi pembicaraan. Selesainya Bendungan Leuwikeris memang sangat ditunggu masyarakat setelah memakan waktu pembangunan hingga 7 tahun.

    “Tau dari media sosial sudah selesai dibangun dan sedang digenangi. Penasaran ingin lihat langsung dari dekat, sebelum kawasannya ditutup pagar,” ujar Via Oktaviana, warga Ciamis yang datang ke Bendungan Leuwikeris bersama temannya menggunakan sepeda motor.

    Sejumlah warga mengunjungi sisi Bendungan Leuwikeris di wilayah Ciamis sebagai tempat wisata dadakan. Mereka foto-foto sambil botram.Sejumlah warga mengunjungi sisi Bendungan Leuwikeris di wilayah Ciamis sebagai tempat wisata dadakan. Mereka foto-foto sambil botram. Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

    Anto, warga Banjar, rela jauh-jauh datang ke area Bendungan Leuwikeris karena penasaran ingin melihat langsung dari dekat. Selama ini, Anto mengaku hanya melihat dari live atau video di tiktok saja.

    “Cuma penasaran ingin lihat langsung sambil bikin konten juga, sekarang sedang viral. Ternyata bendungannya memang besar. Airnya juga sudah mulai terlihat menggenang,” jelasnya.

    Selain menjadi tempat wisata dadakan, Bendungan Leuwikeris juga memberikan berkah bagi para pedagang keliling. Seperti pedagang cilok, cendol, pedagang minuman dingin dan juga kopi.

    Seperti dialami Nana, pedagang cendol yang mengaku sudah berjualan di kawasan tersebut sejak dimulainya penggenangan Bendungan Leuwikeris. Ia mampu meraup untung hingga Rp 400 ribu setiap harinya.

    “Alhamdulillah, sekarang jualannya di sini dulu bisa dapet Rp 400 ribu sehari. Setiap hari banyak pengunjung dari siang sampai sore, datang dan pulang bergantian. Banyak yang botram juga di sini. Tapi ke depannya katanya ini mau dipagar tapi gak tahu kapan,” pungkasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Konon, Batu ‘Sakti’ di Bandung Ini Tahan Bom



    Bandung

    Di Bandung, ada sebuah spot wisata menarik. Namanya Batu Eon. Konon, batu ‘sakti’ ini tahan bom. Percaya tidak?

    Jika ada rencana liburan ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat mari berkunjung ke Pangalengan. Bukan melihat kebun teh, di kecamatan yang lokasinya di selatan Bandung ini, ada sebuah situs bersejarah berupa sebongkah batu.

    Bongkahan batu itu dinamai ‘Batu Eon’ yang berdiri kokoh di tengah kolam tandon harian PLTA PT Indonesia Power, Cikalong, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan.


    Dari cerita yang tersebar di masyarakat, konon katanya, dahulu kala, batu tersebut tidak bisa dihancurkan dan dipindahkan sekalipun menggunakan alat berat. Hal tersebut terbukti saat pembangunan PLTA pada abad ke-19 silam.

    Dari cerita rakyat yang berkembang, ada warga Lamajang bernama Abah (sebutan orangtua laki-laki) Eon yang hendak memindahkan batu tersebut. Ia tertantang untuk memindahkan batu yang secara mistis tak bisa dipindahkan.

    Beragam cara dan segala upaya dilakukan Abah Eon untuk memindahkan batu itu. Salah satunya dengan menghancurkan batu itu. Meski begitu, tak ada satu pun alat yang mampu menghancurkan batu berwarna kecoklatan itu.

    Upaya terakhir dilakukan Abah Eon. Sebuah dinamit yang dipersiapkannya untuk menghancurkan batu itu dengan harapan hancur berkeping-keping. Namun, usahannya gagal karena batu itu tidak hancur.

    “Sejak itulah warga setempat menamai Batu Eon,” kata pengelola Desa Wisata Lamajang, Ade Sukmana (47) saat ditemui di kediamannya di Desa Lamajang, tahun 2017 silam.

    Ade mengungkapkan, cerita itu belum dapat dipastikan kebenarannya, namun kisah Abah Eon tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

    “Sulit mencari informasi yang valid mengenai kisah itu. Tapi yang pasti PLTA ini diresmikan oleh Presiden Soekarno tahun 1954 lalu,” tutur Ade.

    Lokasi Batu Eon ini hanya satu kilometer dari Bumi Adat Cikondang. Untuk sampai ke situs batu bersejarah ini dapat diakses dari Kota Bandung via Banjaran-Cimaung sejauh 40-an kilometer.

    Dari kejauhan terlihat batu tersebut berada di tengah kolam, layaknya sebuah pulau kecil. Pengunjung memang tidak bisa melihat dari dekat, sebab pagar dengan kawat berduri mengelilingi batu itu.

    “Batu Eon, kisahnya mirip-mirip dengan legenda Batu Cinta di Situ Patenggang,” kata Ade.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mungkin Ini Hotel Paling Hidden Gem di Subang, Begitu Tenang Serasa di Ubud!



    Subang

    Tren staycation di tempat-tempat anti-mainstream mulai digandrungi. Nah, hotel ini boleh dibilang hidden gem, tidak jauh dari Jakarta.

    Favehotel Pamanukan adalah hidden gem yang dimaksud. Terletak di jalan M. Tjeje Dzakaria no 92, Rancasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, hotel ini memiliki view yang tak disangka-sangka, seolah mendapatkan kejutan yang menenangkan.

    Dari depan, hotel ini tampak berkelas dengan desain yang modern. Lobby dan Lime Restoran berada di lantai pertama dengan konsep konekting, memberi kesan minimalis namun tetap elegan.


    Memiliki luas 8.000 meter persegi, Favehotel Pamanukan jadi yang terbesar kedua di Subang. Hotel bintang tiga itu memiliki 107 kamar dengan empat tipe kamar yaitu Standard room mulai dari Rp 545.000 per malam, Standard Balcony room mulai dari Rp 645.000 per malam, Deluxe room mulai dari Rp 795.000 per malam, dan Suite room mulai dari Rp 1.020.000 per malam.

    Dalam undangan media trip bersama Archipelago pada Jumat-Sabtu (30-31 Agustus), detikTravel merasakan langsung bagaimana bermalam di Favehotel Pamanukan. Tipe kamarnya standar room dengan twin bed, pemandangan jendela langsung menghadap sawah. Rasanya seperti sedang ada di Ubud!

    Favehotel Pamanukan, SubangSuite room di Favehotel Pamanukan, Subang (dok Favehotel Pamanukan)

    Pasar utama hotel ini adalah MICE, kebanyakan yang menginap adalah ekspatriat dari China, Korea Selatan dan Jepang. Durasi menginapnya pun bisa bulanan alias long-stay.

    Subang yang adalah kawasan pertanian dan pabrik, tak memiliki banyak tempat hiburan. Mau tak mau, Favehotel harus mampu memberikan sesuatu yang berbeda kepada tamu.

    Hal itu dituangkan ke dalam restoran. Kebanyakan hotel-hotel dengan tamu asing memiliki rasa makanan yang menyesuaikan lidah bule atau bisa dibilang kurang garam dan bumbu. Namun hal ini sangat berbeda dengan Lime Restoran yang dikelola oleh Favehotel, tiap menu makanan dibuat dengan penuh bumbu.

    Favehotel Pamanukan di SubangsFavehotel Pamanukan di Subangs (bonauli/detikcom)

    Siang itu, tim media mendapat menu makanan Padang karena setiap hari restoran menyajikan tema yang berbeda. Soto Padang yang pekat dan kuat rasa terjadi bersama emping dan sambal yang pedas. Menu-menu lain seperti rendang, sayur dan gulai ikan pun menambah selera makan.

    Menu makanan saat sarapan pun berganti tema setiap hari. Jangan khawatir, rasanya akan dibuat sama-sama enak dan kaya bumbu.

    Fasilitas lain yang disediakan oleh hotel adalah gym dan kolam renang. Khusus untuk kolam renang, tamu akan diantar ke waterpark Subang, karena pemilik hotel juga mengelola waterpark tersebut. Sementara itu, gym berada di bangunan terpisah dari hotel, fasilitasnya pun lengkap!

    Favehotel Pamanukan di SubangsFavehotel Pamanukan di Subangs (bonauli/detikcom)

    Untuk melengkapi kebutuhan tamu-tamu MICE, Favehotel Pamanukan juga memiliki ruang rapat dan ballroom.

    Favehotel Pamanukan hanya berjarak dua jam dari Jakarta. Traveler yang mau staycation di tempat tenang dengan view Ubud, rasanya bisa healing ke Favehotel Pamanukan.

    Selamat staycation dan jajal kejutan yang menenangkan itu.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Booking Pendakian Gunung Gede: Kuota dan Biayanya 2024


    Jakarta

    Gunung Gede adalah salah satu tujuan pendakian favorit di Jawa Barat yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Untuk melakukan pendakian di sana, kita perlu mengikuti prosedur booking yang benar.

    Hall tersebut juga penting, karena untuk memastikan kamu bisa memesan slot pendakian. Terlebih, saat ini kita bisa booking pendakian Gunung Gede secara online dengan lebih mudah.

    Cara Booking Pendakian Gunung Gede

    Berikut adalah langkah-langkah booking online pendakian Gunung Gede:


    • Buka situs resmi TNGGP melalui booking.gedepangrango.org
    • Pilih menu “Pendaftaran Pendakian”
    • Pastikan kamu membaca dan memahami ketentuan dan peraturan pendakian. Jika sudah, klik tombol “Next”.
    • Pilih Tanggal Pendakian. Informasi tentang kuota beserta jalur pendakian juga akan tertampil.
    • Isi form pendakian secara lengkap (tujuan pendakian, tanggal dan pintu masuk beserta tanggal dan pintu keluar, no HP, dan email aktif.
    • Klik “Simpan dan Lanjutkan”
    • Isi Data Pendaki dan biodata anggota tim, dengan ketentuan peserta pendakian minimal 1 ketua dan 2 anggota (maksimal 10 pendaki).
    • Melakukan pembayaran.
    • Unduh dan cetak bukti pendaftaran booking pendakian Gunung Gede.

    Jalur dan Kuota Pendakian Gunung Gede

    Pendakian Gunung Gede memiliki 3 jalur yakni via jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.

    Dilihat dari situs resminya, total kuota pendakian Gunung Gede adalah 600 per hari. Jumlah tersebut terdiri dari 300 kuota pintu masuk via Cibodas, 200 via Gunung Putri, 100 via Selabintana.

    Harga Tiket Pendakian Gunung Gede 2024

    Dikutip pada website resmi TNGPP (05/09/2024), berikut adalah rincian harga simaksi Gunung Gede Pangrango:

    Senin – Jumat

    • Warga Negara Indonesia (WNI): Rp 29.000 per orang.
    • Pelajar WNI: Rp 17.500 (Harus disertai dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa dan minimal rombongan berjumlah 10 orang).
    • Warga Negara Asing (WNA): Rp 320.000 per orang.
    • Pelajar WN Asing: Rp 211.500 per orang.

    Weekend/Hari Libur

    • WNI: Rp 34.000 per orang.
    • Pelajar WNI: Rp 20.500 per orang.
    • WNA: Rp 470.000 per orang.
    • Pelajar WN Asing: Rp 311.500 per orang.

    Daftar biaya untuk naik Gunung Gede tiket di atas sudah termasuk asuransi untuk setiap orang, dengan pendakian selama 2 hari 1 malam. Pembelian tiket Tektok dilakukan on the spot (di tempat).

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Destinasi Eklektik Baru, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar



    Jakarta

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar telah resmi beroperasi sejak 6 Juli 2024. Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini siap menghadirkan pengalaman menginap yang lebih mendalam dan berkelas dengan fokus pada keunikan budaya lokal dengan sentuhan kemewahan modern.

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar memadukan esensi budaya Dago dengan desain yang menggabungkan motif tradisional Sunda dan elemen alam yang harmonis dengan sentuhan modern. Setiap detail dalam hotel ini dirancang untuk memberikan pengalaman otentik, mencerminkan kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung dari air terjun yang mengalir indah hingga cerita rakyat yang terinspirasi dari Gunung Tangkuban Perahu.

    Dengan 277 kamar dan suite yang elegan, setiap sudut hotel ini menawarkan pemandangan spektakuler yang dilengkapi dengan motif batik lokal untuk menambah keunikan pengalaman menginap. Para tamu dapat bersantai di daybed yang nyaman, menikmati suasana tenang dan indah dari area Dago Pakar.


    Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini menggabungkan keunikan budaya Sunda dengan pengaruh Eropa. Hal tersebut menjadikan hotel ini sebagai destinasi ideal bagi tamu yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya lokal. Apalagi hanya 30 menit perjalanan dari Jakarta melalui kereta api cepat.

    Hotel Indigo Bandung mempersembahkan pengalaman menginap yang lebih kaya dan bermakna melalui program eksklusif ‘Neighbourhood Story’ yang terbagi dalam dua kategori utama: ‘Stay in Style’ bagi pasangan dan ‘Edgy Stay’ untuk keluarga. Program ini tidak hanya menawarkan kenyamanan menginap, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi destinasi lokal seperti Dusun Bambu, Saung Angklung Udjo, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

    dusun bambuFoto: dok. Dusun Bambu

    Para tamu yang memilih paket ini akan mendapatkan sarapan untuk dua orang bagi ‘Stay in Style’ dan empat orang bagi ‘Edgy Stay’. Selain itu, tamu juga akan menikmati voucher F&B yang dapat digunakan di Joempa atau Dagoan Lounge.

    Sebagai bagian dari pengalaman yang unik, kegiatan kreatif seperti mewarnai motif kain batik dan pottery painting/mewarnai gerabah juga tersedia untuk menambah nilai pengalaman budaya selama menginap.

    Adapun paket ‘Edgy Stay’ berlaku untuk tipe kamar Suite, sehingga dapat menajdi pilihan ideal bagi keluarga yang menginginkan pengalaman menginap mewah. Serta lengkap dengan petualangan budaya dan aktivitas menarik untuk semua anggota keluarga.

    Dalam hal kuliner, hotel ini menghadirkan berbagai pilihan yang mencerminkan warisan budaya Sunda dan semangat Dago Pakar. Di Joempa, restoran utama hotel, para tamu dapat menikmati hidangan khas Jawa Barat seperti cuanki dan batagor. Hidangan tersebut tersedia di menu terbaru dengan bahan-bahan segar langsung dari pertanian dan kebun rempah-rempah lokal.

    Karbon, restoran dan bar di rooftop juga akan segera hadir. Restoran ini bakal menyuguhkan pengalaman bersantap yang unik dengan konsep grill and smokehouse ala Asia.

    Selain itu ada pula Dagoan Lounge dengan desain memadukan seni cahaya melalui lampu-lampu indah layaknya bintang dan kursi jaman dulu yang diadaptasi menjadi kreasi modern yang estetik. Lounge ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati aneka mocktail, cocktail kreasi bartender berbakat yang memenangkan beragam penghargaan. Tempat ini juga menyediakan ragam kudapan ringan yang lezat (finger food), mulai dari sajian khas Nusantara dengan sentuhan khas Sunda hingga sajian khas Barat, sambil menikmati pemandangan lereng bukit dan Bandung yang memukau.

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan fasilitas mewah, seperti infinity pool dan restoran di rooftop yang akan segera hadir. Ada juga Kids Club yang dinamai Kancil Club dengan aktivitas tradisional Sunda dan ruangan yang didesain khusus untuk menonton ragam film untuk anak, serta pusat kebugaran 24 jam dengan alat yang lengkap dan pemandangan indah.

    indigo hotelFoto: dok. Hotel Indigo Bandung Dago Pakar

    Selain itu, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar menyediakan kolam hangat dengan konsep infinity pool untuk keluarga yang dihiasi keindahan air terjun yang indah melambangkan curug yang ada di sekitar. Serta sembilan ruang pertemuan stylish dan Grand Ballroom yang luas untuk berbagai acara, mulai dari pertemuan kecil hingga pernikahan besar.

    “Hotel Indigo Bandung Dago Pakar adalah penghormatan terhadap kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung. Kami sangat antusias dapat menyediakan tempat peristirahatan yang setiap detailnya mencerminkan semangat dan keindahan lingkungan yang kami cintai ini,” ujar Cluster General Manager Hotel Indigo Bandung Dago Pakar dan InterContinental Bandung Dago Pakar Pascal Caubo dalam keterangan tertulis, Jumat (6/9/2024).

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan promo pembukaan yang menarik, serta kesempatan bagi para tamu untuk bergabung dengan IHG One Rewards. Hal ini memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan dan menukarkan poin dengan berbagai manfaat eksklusif.

    Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan kunjungi situs web hotel atau hubungi +62 22 87806688 atau email ke hotelindigobandung.info@ihg.com.

    (Content Promotion/Hotel Indigo Bandung Dago Pakar)



    Sumber : travel.detik.com

  • Makam Gaya Eropa yang Penuh Misteri di Pinggir Jalan Kuningan



    Jakarta

    Makam dengan gaya bangunan gaya Eropa masih menyimpan misteri hingga kini. Lokasinya di pinggir sebuah jalan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Lokasi persisnya di Jalan Raya Cigugur-Palutungan, Kabupaten Kuningan. Konon, banyak yang menyebut bangunan berada di samping markas Koramil 1515 Cigugur itu merupakan makam pembesar Belanda bernama Van Beck.

    Meski demikian, tak banyak warga yang mengetahui silsilah ataupun rekam jejak meneer Belanda yang konon tinggal di daerah Cigugur itu. Hal itu jugalah yang ada di benak Iim Wakim.


    Juru pemelihara situs makam tersebut mengaku hanya mendapat sedikit informasi mengenai sosok Van Beck.

    Makam Van Beck di Kuningan.Makam Van Beck di Kuningan (Foto: Mohamad Taufik/detikJabar)

    “Bangunan ini adalah makam Jenderal Van Beck yang meninggal pada tahun 1912. Tapi tidak ada catatan sejarah ataupun informasi dari warga sini siapa sosok Van Beck tersebut, apakah dia seorang tentara Belanda atau saudagar kaya waktu itu,” ungkap Iim kepada detikJabar, belum lama ini.

    Termasuk makam Van Beck yang mana, Iim tak mengetahui. Sebab, di dalam bangunan berbentuk bulat bak Igloo di Kutub Utara ini terdapat dua makam yang saling berdampingan.

    “Ada dua makam, kondisi satu makam di sebelah Barat sudah terbongkar sedangkan satu lagi di sebelahnya sudah bolong. Tidak ada keterangan makam Van Beck yang mana, dan makam siapa yang satu lagi, apakah istrinya atau siapa saya tidak tahu,” ujarnya.

    Pastinya, kata Iim, di lokasi tersebut dulunya memang area pemakaman yang didominasi warga Belanda yang tinggal di daerah Cigugur. Ini terlihat dari beberapa makam yang tersisa di dekat makam Van Beck mempunyai bentuk makam bergaya Eropa.

    Baca artikel selengkapnya di detikJabar

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com