Tag: jawa barat

  • Pelajaran Penting dari Macet Horor di Puncak


    Jakarta

    Libur panjang akhir pekan kemarin membuat kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, macet total. Macet horor ini terjadi lantaran melonjaknya jumlah kendaraan yang melintas di kawasan Puncak, Bogor.

    Menurut Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kemacetan parah yang terjadi di Puncak, Bogor, akhir pekan kemarin murni karena kapasitas berlebih di kawasan tersebut. Mulai dari jalan raya sampai akses wisata tak bisa menampung banyaknya kendaraan yang datang.

    Satlantas Polres Bogor mencatat sebanyak 150 ribu kendaraan melintas di jalur wisata Puncak dalam satu hari. Padahal seharusnya kapasitasnya hanya 70 ribu kendaraan.


    “Kemacetan di Bogor, murni karena over kapasitas, pengaturan lalu lintas yang dilakukan tiap masa liburan belum berjalan efektif karena pergerakan sudah macet, saling mengunci,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman seperti dikutip Antara.

    Tak cuma itu, akses jalan alternatif menuju kawasan Puncak Bogor banyak yang kecil yang biasanya digunakan pengendara sepeda motor. Hal itu menyulitkan petugas dalam menerapkan sistem buka tutup jalan.

    “Banyaknya jalan alternatif menuju atau dari puncak juga menyulitkan pengaturan tutup buka lalu lintas, khususnya mengatur pergerakan roda dua,” katanya.

    Menurut Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Pemotor yang tak sabaran membuat kondisi kemacetan kian parah. Bukannya mengantre saat macet, pemotor justru banyak nekat melawan arah sehingga membuat kendaraan lainnya jadi terhambat.

    “Iya, motor pada melambung melawan arah sehingga lalu lintas terkunci,” lanjutnya lagi.

    Dari macet parah di Puncak akhir pekan kemarin, ada pelajaran penting agar peristiwa ini tidak terjadi lagi dan pengendara tidak terjebak macet berjam-jam. Menurut Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), agar tidak terjebak macet seharusnya pengendara melakukan manajemen perjalanan sebelum berangkat.

    “Jika akan menuju satu destinasi, biasakan dulu melihat map. Rutenya, alternatifnya, tipe jalannya dan waktunya. Jika terjadi kemacetan, ada jalan keluar yang bisa diambil,” kata Sony kepada detikOto, Selasa (17/9/2024).

    Sony telah melakukan hal yang sama akhir pekan kemarin. Dia bepergian dengan konvoi empat mobil, tapi tidak sampai memakan waktu belasan jam karena macet. Kuncinya ada di manajemen perjalanan.

    “Pergi dan pulang tidak melewati rute Puncak 1, tapi lewat jalan alternatif. Masing-masing perjalanan kami tempuh 2,5 jam (Cibubur-Cimacan). Jadi penting sekali mengatur perjalanan,” ungkapnya.

    Akumulasi Semrawutnya Lalu Lintas

    Menurut Sony, kemacetan horor di Puncak kemarin merupakan akumulasi dari semrawutnya lalu lintas. Setidaknya ada empat penyebab, yang mungkin sulit dihindari.

    “Pertama stop and go. Nggak mungkin selaras kecepatan antarkendaraan yang satu dengan yang lain saat stop n go di jalan. Jika jumlahnya berpuluh-puluh maka kemungkinan mengularnya akan panjang,” ucapnya.

    Kedua banyaknya mobil keluar-masuk parkir. Berderetnya spot-spot berhenti membuat kendaraan keluar-masuk dan itu membutuhkan waktu minimal 3-5 menit menyetop arus lalu lintas.

    “Ketiga Pak Ogah. Keberadaan mereka sering kali menyebabkan kemacetan karena tidak dibekali pengetahuan lalu lintas yang cukup dan sering kali menomorsatukan pengendara yang membayar,” sambungnya.

    Terakhir banyaknya motor yang menyerobot jalur berlawanan. Menurut Sony, pemotor banyak yang tidak peka terhadap kondisi ini.

    “Jalur kosong yang ada di sebelah kanannya bukan haknya untuk dilintasi, karena jika itu dilakukan maka akan menyebabkan bottleneck,” bebernya.

    “Hanya anak-anak kecil yang hrs selalu diatur biar tertib. Karena seribu petugas atau rekayasa yang beragam sekalipun akan kewalahan untuk mengurai kemacetan ini jika tidak dibarengi dengan kesadaran pengendara dalam tertib berlalu lintas,” pungkas Sony.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Rumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di Karawang



    Karawang

    Rumah Djiaw Kie Song di Karawang adalah destinasi wisata sejarah yang menyimpan kisah penculikan Soekarno-Hatta. Akses mudah dan tanpa tiket masuk.

    Peristiwa bersejarah itu terjadi di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada 16 Agustus 1945 atau sehari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada hari itu, dua tokoh penting Indonesia, Sukarno dan Mohammad Hatta, diculik oleh golongan muda, di antaranya Soekarni, Shodancho Singgih, dan Jusuf Kunto. Mereka mendesak agar segera dilakukan proklamasi kemerdekaan.

    Sukarno dan Hatta dibawa ke rumah seorang petani keturunan Tionghoa bernama Djiauw Kie Siong. Rumah Djiauw Kie Siong itu berada dii Dusun Bojong, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.


    Rumah itu sudah ditempati Djiauw Kie Siong sejak 1920. Tetapi, rumah itu sudah tidak berada di tempat aslinya. Rumah itu telah dipindahkan dari tepi Sungai Citarum pada 1957

    Kini, rumah Djiaw Kie Song itu tidak jauh dari pusat kota Karawang, hanya berjarak sekitar 19,9 km. Kendati telah dipindahkan, banyak elemen asli seperti bata merah, dinding kayu, dan genteng tradisional masih dipertahankan, menambah daya tarik bagi pengunjung.

    Kini rumah itu masuk dalam daftar cagar budaya.

    Ramai Setiap Agustus

    Kini, rumah itu menjadi destinasi wisata. Menurut pemilik rumah, yang merupakan istri dari cucu Djiaw Kie Song, yang akrab disapa Bu Yanto, rumah itu biasa menerima pengunjung. Jam operasional dimulai dari pukul 08.00 hingga 17.00, tetapi jam tersebut dapat diperpanjang saat ada acara komunitas, terutama pada Agustus.

    Ya, di bulan Agustus, banyak acara yang digelar di sini. Mereka menjadikan rumah itu tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai tempat ngumpul bareng menjelang 17 Agustus.

    “Ramainya biasanya di bulan Agustus. Banyak sekali acara di sini pada bulan Agustus dan September, karena banyak peristiwa yang diperingati. Terakhir, komunitas pecinta alam sempat mengadakan acara di sini,” kata Bu Yanto dalam perbincangan dengan detikTravel.

    Di bulan itu para pedagang di sekitar rumah turut ketiban rejeki. Mereka senang penjualan berlipat.

    Mengenai perizinan untuk mengadakan acara, Bu Yanto menjelaskan, bahwa komunitas yang mengadakan acara di rumah bersejarah ini biasanya mengurus izin sendiri kepada RT dan RW, serta izin keramaian ke kepolisian.

    “Tahapan untuk mengadakan acara di sini biasanya dimulai dengan izin dari saya atau suami. Namun, untuk perizinan di luar, seperti izin RT, RW, hingga izin keramaian ke kepolisian, itu mereka urus sendiri,” kata Bu Yanto.

    Traveler tidak perlu khawatir mengenai biaya masuk, karena tidak ada biaya tiket yang dikenakan alias gratis. Pengunjung hanya pelru berdonasi sukarela yang digunakan untuk pemeliharaan bangunan.

    Rumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di KarawangRumah Djiaw Kie Song, hidden gem wisata sejarah di Karawang (Asti Azhari/detikTravel)

    Bangunan Tradisional

    Bagi para traveler yang menyukai fotografi, rumah ini juga menawarkan banyak spot menarik. Struktur bangunan tradisional dengan bata merah dan atap genteng membuatnya sangat fotogenik, terutama saat matahari mulai terbenam.

    Interior rumah yang kaya akan ornamen sejarah, seperti foto-foto lama dan replika kamar Soekarno, menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin menangkap momen unik melalui lensa kamera.

    Rumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di KarawangRumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di Karawang (Asti Azhari/detikTravel)

    Lokasi Rumah Djiaw Kie Song sangat strategis di Karawang. Meskipun awalnya terletak di tepi Sungai Citarum, saat ini rumah ini berada di Kalimati, sebuah area yang telah berkembang pesat.

    Akses menuju rumah ini cukup mudah dengan kendaraan pribadi, dan area parkir di sekitar rumah juga luas, sehingga nyaman bagi para pengunjung.

    Bagi yang ingin membawa pulang oleh-oleh, rumah ini bersebelahan dengan warung yang menjual makanan dan minuman ringan, sehingga traveler dapat beristirahat sejenak sambil menikmati suasana sekitar.

    Warung-warung kecil di sekitar lokasi juga menjadi tempat bertemunya pengunjung dan warga lokal, menciptakan suasana yang hangat dan autentik.

    Traveler yang ingin belajar lebih banyak tentang sejarah juga akan menemukan bahwa rumah ini menyimpan banyak cerita yang jarang diungkapkan dalam buku sejarah.

    Pemandu lokal, seperti Bu Yanto, cucu dari Djiaw Kie Song, siap memberikan wawasan mendalam mengenai peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di rumah ini, termasuk penculikan Soekarno-Hatta dan bagaimana rumah ini digunakan sebagai tempat merumuskan strategi perjuangan oleh para pemuda.

    Bagi keluarga atau rombongan wisata yang berkunjung, rumah ini menawarkan suasana yang tenang dan nyaman untuk dijelajahi bersama. Lokasinya yang luas membuatnya ideal untuk berjalan-jalan, dan suasana pedesaan yang masih terasa memberikan pengalaman wisata yang berbeda dari hiruk-pikuk kota.

    Dengan segala daya tariknya, Rumah Djiaw Kie Song tidak hanya penting dari segi sejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memperkaya pengetahuan traveler.

    Jika Anda seorang traveler yang tertarik dengan wisata sejarah dan ingin memahami lebih dalam perjuangan bangsa Indonesia, rumah ini adalah destinasi yang wajib ada dalam daftar kunjungan traveler di Karawang.

    Cara Menuju ke Rumah Djiaw Kie Song

    Bagi yang memilih transportasi umum, traveler dapat naik angkot 07 atau 17 dari Stasiun Karawang menuju Tanjung Pura, dengan pemberhentian di daerah Bojong atau lampu merah menuju Rengasdengklok.

    Waktu yang ditempuh jika menggunakan kendaraan roda 4 sekitar 40 menit, tetapi menyesuaikan juga dengan keramaian dan kondisi jalan menuju destinasi.

    Rumah Djiaw Kie Song bukan hanya sekadar saksi sejarah penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta pada 16 Agustus 1945, tetapi juga telah menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para traveler.

    Dengan akses yang mudah dan nilai sejarah yang kaya, rumah ini ideal bagi wisatawan yang ingin menjelajahi cerita kemerdekaan Indonesia. Traveler yang tertarik dengan sejarah akan menemukan pengalaman unik di rumah ini, di mana atmosfer perjuangan terasa di setiap sudutnya.

    (wsw/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Gunung di Jawa Barat untuk Pendaki Pemula, Trek Landai-Panorama Cantik


    Jakarta

    Ada banyak gunung di Jawa Barat yang dapat traveler taklukan dengan pendakian. Beberapa di antaranya tergolong aman untuk pendaki pemula.

    Gunung dengan medan pendakian landai dan tidak curam dapat dipilih pemula agar perjalanan tidak terlalu sulit. Gunung seperti ini juga cocok sebagai tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi dengan trek menantang. Lantas, apa saja gunung di Jabar yang aman bagi pendaki pemula?

    Daftar Gunung Ramah Pemula di Jawa Barat

    Gunung di Jawa Barat meliputi, Gunung Gede-Pangrango, Burangrang, hingga Kerenceng bisa dicoba untuk pemula. Berikut ulasannya sebagaimana dirangkum dari catatan detikcom.


    1. Gunung Gede

    Kabut tipis masih menghiasi Surken udara terasa dinginKabut tipis masih menghiasi Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede. Foto: detik

    Gunung Gede terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Secara administratif, lokasi taman nasional ini masuk ke tiga kabupaten Jawa Barat yaitu Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

    Dengan ketinggian 2.958 mdpl, Gunung Gede jadi favorit pendaki pemula dengan treknya yang tidak curam dan panorama memukau yang disuguhkan di sepanjang jalurnya. Traveler bisa menemukan Telaga Biru dan air terjun.

    Terdapat Alun-alun Suryakencana yang menandakan puncak Gunung Gede sudah dekat. Savana luas dengan taman edelweiss ini juga biasanya jadi lokasi kemah para pendaki.

    2. Gunung Papandayan

    Hutan mati gunung PapandayanHutan mati di Gunung Papandayan Foto: detik

    Gunung yang berada di Garut ini menjulang setinggi 2.665 mdpl. Via jalur Cisurupan punya medan yang tidak terlalu sulit, jadi tergolong aman untuk pendaki pemula.

    Sambil menyusuri Gunung Papandayan, traveler akan terkesima dengan keelokan panorama. Bakal ditemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, sampai kawah dan pepohonan hijau.

    Di balik keindahannya, Gunung Papandayan cukup aktif dan tercatat pernah beberapa kali erupsi. Setidaknya ribuan orang menjadi korban letusan dan terpaksa diungsikan ke tempat lebih aman.

    3. Gunung Burangrang

    gunungGunung Burangrang di Jawa Barat. Foto: (Bayu Krisna/d’Traveler)

    Gunung Burangrang via Pangheotan memiliki trek cenderung ringan dan landai sehingga pendaki bisa menempuhnya dengan santai. Meski begitu, jalur yang dimulai dari Cikalong Wetan, Purwakarta ini kurang diminati karena membutuhkan waktu tempuh hingga lima jam.

    Pemandangan alamnya yang asri begitu memanjakan mata. Ditambah saat sampai ke puncak gunung ini, traveler akan menyaksikan lanskap Kota Bandung dari ketinggian.

    4. Gunung Pangrango

    Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya.Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

    Terletak bersebelahan dengan Gunung Gede dan masih masuk area TNGGP, gunung satu ini berdiri setinggi 3.019 mdpl. Dengan tingginya itu, Pangrango jadi gunung tertinggi kedua di Jawa Barat.

    Traveler yang mendaki gunung ini akan melewati Lembah Mandalawangi sebelum mencapai puncak. Di sana tumbuh banyak bunga edelweis berukuran lebih besar dari biasanya. Lembah ini juga menjadi lokasi favorit Soe Hok Gie, aktivis sekaligus pencetus Mapala UI.

    5. Gunung Guntur

    Gunung Guntur Garut.Gunung Guntur Garut. Foto: Hakim Ghani

    Gunung Guntur setinggi 2.249 mdpl di Garut termasuk ramah bagi pendaki pemula. Sepanjang treknya, lanskap elok dengan hamparan padang rumput dan ilalang bakal memanjakan mata traveler.

    Sampai di puncak, pendaki akan menyaksikan panorama perkotaan dari ketinggian. Ditambah lampu kota Garut tampak memukau jelas saat malam hari.

    Pada 19 Agustus lalu, Gunung Guntur mengalami kebakaran hebat di sekitar 230 hektare lahannya. Karena itu, traveler hendaknya tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memantik percikan api.

    6. Gunung Putri

    Gunung Putri di Lembang, Jabar pas untuk liburan cuti bersamaGunung Putri di Lembang, Jawa Barat. Foto: Whisnu Pradana/detikTravel

    Dengan ketinggian 1.587 mdpl, gunung yang berada di Lembang, Bandung ini aman bagi pemula dan waktu tempuhnya sekitar 30 menit saja. Gunung Putri juga cocok menjadi tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi.

    Sampai di puncak, traveler dapat mendirikan tenda di camping ground yang tersedia. Selama di sana, sunset dan sunrise mempesona bisa kamu saksikan. Bukan cuma itu, keindahan city light Bandung bakal melengkapi kegiatan kemahmu.

    7. Gunung Kerenceng

    Pesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng SumedangPesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng Sumedang Foto: Nur Azis/detikJabar

    Dengan trek cenderung pendek yang bisa ditempuh sekitar 2,5 jam jadi alasan Gunung Kerenceng diminati pendaki pemula. Walau begitu, medannya terbilang menantang karena jurang di sisi kanan-kiri yang perlu dilalui untuk tiba di puncak.

    Dari puncak setinggi 1.754 mdpl, traveler bakal melihat lanskap Kota Sumedang, Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, serta kawasan Cadas Pangeran. Namun, pendaki perlu berhati-hati dan antre saat ramai, lantaran area puncaknya hanya cukup untuk kapasitas 10 orang.

    Nah, itu tadi sederet gunung di Jawa Barat yang aman untuk pendaki pemula. Apakah traveler pernah mendaki salah satu gunung di atas?

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Desa Wisata Karawang Punya Sawah Hijau Sejauh Mata Memandang


    Jakarta

    Ternyata ada desa wisata di Kawarang. Desa wisata Mekarbuana itu berada di di bagian paling selatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat.

    Status desa wisata belum lama didapatkan Desa Mekarbuana. Yakni, mulai 2021.

    Makanya, namanya belum begitu dikenal di kalangan traveler. Desa itu memiliki suasana tenang dengan pemandangan alam yang indah serta memiliki kekayaan budaya dan tradisi lokal yang kental.


    Di Kaki Gunung Sanggabuana

    Desa Wisata Mekarbuana memiliki pemandangan alam yang asri dan menenangkan. Dikelilingi oleh hamparan sawah hijau yang subur, kebun kopi yang harum, serta kebun durian yang lebat. Desa itu subur dengan berada di kaki Gunung Sanggabuana. Udara di sana pun sejuk.

    Bagi para pendaki dan pencinta alam, Gunung Sanggabuana bisa menjadi pilihan untuk trekking bagi pemula. Karena gunung tersebut tidak terlalu curam bagi para pemula.

    Pendakian menuju puncak gunung memberikan pesona alam dengan pemandangan Karawang dari ketinggian. Wisatawan bisa menikmati sunrise atau sunset yang memukau dari puncak gunung, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer dan pemburu keindahan alam.

    Curug Cigentis dan Curug Bandung

    Desa wisata Mekarbuana, Karawang, Jawa BaratDesa wisata Mekarbuana, Karawang, Jawa Barat (Asti Azhari/detikcom)

    Selain trekking, air terjun di Desa Mekarbuana juga menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menikmati kesegaran air pegunungan. Air terjun Curug Cigentis dan Curug Bandung itu terletak tidak jauh dari desa, sehingga mudah dijangkau.

    Suara gemericik air yang jatuh dari ketinggian serta suasana alam yang damai membuat tempat ini cocok untuk bersantai dan melepaskan penat.

    Pengalaman Tanam Padi

    Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Desa Wisata Mekarbuana juga menghadirkan wisata budaya yang edukatif dan interaktif. Pengunjung diajak untuk ikut serta dalam berbagai aktivitas yang mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah menanam padi di sawah.

    Dengan bimbingan petani setempat, wisatawan dapat merasakan bagaimana cara menanam padi dengan metode tradisional, sebuah pengalaman yang sangat berbeda dari kehidupan di kota.

    Selain itu, Desa Mekarbuana juga mengajak wisatawan untuk mendapatkan pengalaman belajar menganyam kerajinan tradisional. Kerajinan anyaman di desa itu menjadi bagian penting dari budaya dan ekonomi lokal. Pengunjung dapat belajar teknik menganyam dengan menggunakan bahan alami, yang hasilnya bisa menjadi kenang-kenangan unik dari perjalanan mereka.

    Bagi pecinta kuliner, kelas memasak makanan khas Karawang juga tersedia di Desa Wisata Mekarbuana. Salah satu makanan yang diajarkan di sini adalah keripik khas daerah yang memiliki cita rasa unik.

    Kelas memasak itu dipandu oleh ibu-ibu desa yang telah berpengalaman dalam memasak makanan tradisional, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar, tetapi juga resep asli yang bisa dibawa pulang.

    Wisata Edukasi untuk Pelajar dan Akademisi

    Desa Wisata Mekarbuana juga menjadi pilihan populer bagi sekolah-sekolah dan akademisi yang ingin mengadakan study tour atau penelitian di bidang pariwisata pedesaan. Banyak pelajar yang datang ke sini untuk belajar tentang pertanian organik, keberlanjutan lingkungan, dan pelestarian budaya lokal.

    Menurut Ferry Cahyadi, ketua Pokdarwis Desa Mekarbuana, desa itu sering dijadikan lokasi pengabdian masyarakat dan penelitian oleh mahasiswa.

    “Banyak akademisi yang tertarik untuk melakukan penelitian di sini karena kami memiliki potensi alam dan budaya yang sangat beragam. Para mahasiswa dan dosen turut berperan dalam membantu kami mendapatkan SK kelompok sadar wisata yang kini menjadi fondasi pengembangan wisata di desa ini,” kata Ferry.

    Ferry juga menambahkan bahwa Desa Mekarbuana tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal turut aktif dalam mengelola fasilitas desa, termasuk kebersihan, parkir, dan pelayanan wisatawan. “Kami selalu menekankan pentingnya menjaga kebersihan, karena pengalaman positif dari wisatawan akan membawa mereka kembali dan merekomendasikan desa kami kepada orang lain,” ujar Pak Ferry.

    Kuliner dan Produk Lokal yang Menarik

    Tak lengkap rasanya berkunjung ke Desa Mekarbuana tanpa mencicipi durian lokal yang terkenal dengan rasa manis dan teksturnya yang lembut. Kebun durian yang ada di desa ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat musim panen tiba. Wisatawan bisa memetik durian langsung dari pohonnya dan menikmatinya di tempat.

    Selain durian, kopi lokal juga menjadi salah satu produk unggulan Desa Mekarbuana. Pengunjung bisa melihat langsung proses penanaman hingga pengolahan biji kopi yang dihasilkan dari kebun kopi yang ada di desa. Ini menjadi pengalaman menarik bagi pecinta kopi yang ingin tahu lebih dalam tentang asal-usul minuman favorit mereka.

    Bagi yang suka dengan produk-produk kreatif, kerajinan anyaman yang dibuat oleh penduduk desa bisa menjadi oleh-oleh yang menarik. Produk-produk ini tidak hanya indah dan fungsional, tetapi juga merepresentasikan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

    Akses dan Fasilitas Wisata

    Untuk mencapai Desa Wisata Mekarbuana, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari pusat kota Karawang. Lokasinya sekitar dua jam perjalanan dari Jakarta, menjadikannya pilihan yang ideal untuk liburan akhir pekan.

    Desa itu telah menyediakan fasilitas parkir, kamar mandi, dan homestay yang dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan masyarakat setempat. Terdapat sekitar 30 homestay dengan standar kebersihan yang terjaga, di mana para tamu akan dilayani oleh induk semang lokal.

    Gimana Traveler? Siap memesan paket wisata di Mekarbuana?

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Monumen Rawagede di Karawang, Dark Heritage Simpan Luka Sejarah



    Jakarta

    Monumen Rawagede, destinasi dark heritage di Karawang, mengenang tragedi pembantaian 1947. Pengunjung dapat belajar sejarah dan berziarah di makam korban.

    Monumen ini berlokasi di Dusun Rawagede, Desa Rawagede, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Jawa Barat. Monumen tersebut didirikan untuk mengenang tragedi pembantaian yang terjadi pada tahun 1947.

    Dalam insiden tragis itu sekitar 431 warga sipil laki-laki, yang usianya berkisar mulai dari 15 tahun, tewas.


    Di dalam kompleks monumen, para pengunjung dapat menyaksikan patung-patung, diorama yang menggambarkan suasana pembantaian, serta foto-foto dokumentasi kunjungan pemerintah dan sosok penting Kapten Lukas, yang memainkan peran besar dalam peristiwa tersebut.

    Monumen Rawagede beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Untuk masuk ke area monumen, pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp 2.500, belum termasuk biaya parkir.

    Meski harga tiketnya relatif terjangkau, namun pengalaman yang didapatkan dari kunjungan ke monumen itu sangat mendalam. Terutama, bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

    Sejarah Monumen Rawagede

    Monumen Rawagede merupakan salah satu destinasi yang dikategorikan sebagai wisata dark heritage di Indonesia yang menyimpan kisah tragis dari masa lalu. (Asti Azhari/detikcom)

    Dark heritage ini menjadi destinasi wisata sejarah berkat usulan masyarakat setempat dan dipelopori oleh Bapak K. Sukarman HD, yang kala itu menjabat sebagai lurah. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, monumen ini resmi dibuka pada 9 Desember 1996. Selain berfungsi sebagai tempat peringatan, monumen ini juga berperan sebagai sarana edukasi mengenai tragedi Rawagede, mencakup peristiwa sebelum dan setelah tragedi tersebut terjadi.

    Menurut Sukarman, mantan lurah yang kini berusia 75 tahun, Monumen Rawagede awalnya dibangun sebagai tempat pemakaman bagi para korban pembantaian.

    “Awalnya dibuat pemakaman dulu, jasad para korban yang dikebumikan di depan rumahnya masing-masing dipindahkan agar anak cucu generasi bangsa tahu bahwa ada peristiwa ini, sekaligus menghormati jasad para korban pembantaian,” kata Sukarman kepada tim detikTravel dalam perbincangan dengan detikTravel pada 4 Oktober 2024.

    Peristiwa tragis itu bermula ketika Belanda mencari keberadaan Kapten Lukas, seorang pejuang yang melarikan diri ke Rawagede. Sayangnya, tidak ada satu pun warga yang memberikan informasi kepada serdadu Belanda.

    “Salah satu penyebab pembantaian adalah, tak ada satu pun warga yang menjawab pertanyaan serdadu Belanda yang bertanya di mana Kapten Lukas berada dan para pejuang lainnya. Masyarakat memilih bungkam, meski mengetahui keberadaan Kapten Lukas dan para pejuang,” ujar Sukarman.

    Akibat keheningan warga, tentara Belanda langsung menembaki warga yang telah dikumpulkan. Tragedi ini membuat sungai di sekitar Rawagede berubah menjadi merah darah, karena beberapa jasad korban dibuang ke sungai. Sukarman juga menggambarkan bagaimana para istri korban terpaksa mengubur jasad suami dan anak mereka dengan kain seadanya.

    “Jasad dikubur di lubang yang tidak lebih dari 50 cm, hingga sore hari bau busuk mulai tercium,” ujar Sukarman.

    Di dalam kompleks Monumen Rawagede, terdapat sekitar 181 makam korban pembantaian. Para pengunjung, termasuk traveler yang tertarik pada wisata sejarah, dapat berziarah dan mendoakan para korban di makam-makam tersebut. Setiap makam telah mendapatkan izin dari keluarga korban, sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka yang gugur dalam peristiwa tersebut.

    Salah satu pengunjung dari Karawang Barat, Fajar, mengungkapkan bahwa rasa penasaran terhadap sejarah pembantaian Rawagede membuatnya tertarik kembali mengunjungi Monumen Rawagede. Menurutnya, kunjungan sebelumnya hanya singkat dan ia belum sempat mengeksplorasi monumen secara menyeluruh.

    “Penasaran sih, karena sebelumnya pernah ke sini tapi cuma sebentar, hanya sampai ke area makam, belum masuk ke monumennya,” ujar Fajar.

    Saat berkunjung ke monumen tersebut, Fajar merasakan kesan yang cukup unik. “Kesan saya sih agak mistis, karena banyak makam korban pembantaian di sini, jadi sedikit merinding. Tapi, suasana terasa adem juga karena banyak pepohonan,” ujar dia.

    Menurut Sukarman, monumen ini sering dikunjungi oleh pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga mahasiswa, serta para peneliti yang tertarik mempelajari lebih lanjut mengenai sejarah perjuangan bangsa.

    Pendanaan untuk operasional dan perawatan monumen didukung oleh Yayasan Rawagede, dengan anggaran dari pemerintah Kabupaten Karawang serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Perbaikan dan pelestarian fasilitas di monumen ini juga melibatkan peran aktif masyarakat lokal.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Wisata Air Terjun Populer di Indonesia, Mana Favoritmu?


    Jakarta

    Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah menawarkan berbagai destinasi wisata alam yang memukau, salah satunya adalah air terjun.

    Tak hanya menjadi tempat untuk menikmati keindahan alam, tapi air terjun di Indonesia juga menjadi daya tarik bagi pecinta petualangan dan wisata alam.

    Air terjun menjadi destinasi yang pas untuk healing sejenak dari hiruk pikuk kota. Terdapat begitu banyak air terjun yang Indah tersebar di berbagai daerah. Banyak di antara wisata air terjun tersebut yang begitu populer dan disukai wisatawan.


    10 Wisata Air Terjun Populer di Indonesia

    Begitu banyak wisata air terjun yang populer di Indonesia. Berikut 10 di antaranya:

    1. Air Terjun Sri Gethuk

    Air terjun Sri Gethuk di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Yuk lihat.Air terjun Sri Gethuk di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Yuk lihat. (Agung Pambudhy/detikcom)

    Air Terjun Sri Gethuk berada di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keindahan alam di kawasan ini begitu mempesona, mulai dari aliran sungai, bebatuan, pepohonan, hingga tumbuhan.

    Mengutip laman Kabupaten Gunung Kidul, untuk sampai ke air terjunnya, traveler perlu naik perahu karet atau gethek dan menyeberangi sungai sepanjang 450 meter. Air terjun ini mengalir dari atas sebuah tebing dengan ketinggian sekitar 50 meter.

    • Harga tiket: Rp 15.000
    • Lokasi: Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
    • Jam buka: 08.00-16.00 WIB

    2. Air Terjun Tumpak Sewu

    Air terjun Tumpak SewuAir terjun Tumpak Sewu (Syamsul Arifin/d’traveler)

    Air Terjun Tumpak Sewu mempunyai pemandangan yang mirip seperti tirai raksasa. Menurut laman Kemenparekraf, ada banyak spot yang tersedia untuk melihat keindahan air terjun ini.

    Menariknya, wisatawan bisa melihat keindahan air terjun dari atas. Sebelum itu, traveler perlu berjalan selama 10 menit dengan menaiki beberapa tangga. Jika beruntung, kamu bisa melihat Gunung Semeru di balik dinding Air Terjun Tumpak Sewu.

    • Harga Tiket masuk: Rp 10.000 per orang
    • Lokasi: Jalan Tumpak Sewu, Besukcukit, Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
    • Jam buka: 07.00-17.00 WIB.

    3. Air Terjun Grojogan Sewu

    Taman Wisata Alam Grojogan Sewu.Taman Wisata Alam Grojogan Sewu. Foto: Pemprov Jawa Tengah via visitjawatengah.jatengprov.go.id

    Air Terjun Grojogan Sewu merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu. Dalam bahasa Jawa, grojogan berarti air, sementara sewu berarti seribu.

    Air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter dan di bawahnya ada sungai yang tak kalah indah. Salah satu lokasi menarik untuk mengambil foto di air terjun Grojogan Sewu adalah jembatan yang melintang di depannya.

    • Harga tiket masuk: Rp 22.000
    • Lokasi: Jl. Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
    • Jam buka: 08.00-16.00 WIB

    4. Air Terjun Manuaba

    Tak hanya pantai dengan pasir putihnya yang Indah, kawasan Bali juga memiliki air terjun yang menawan. Air terjun ini dikelilingi berbagai tanaman tropis yang tumbuh subur dan menyejukkan mata.

    Airnya mengalir di antara celah tebing bebatuan dan jatuh ke kolam kecil alami di bawahnya. Mengutip laman Direktorat Event Daerah Kemenparekraf, masyarakat lokal percaya bahwa air terjun Manuaba bisa menyehatkan jiwa dan raga karena berasal dari Danau Batur.

    • Harga tiket masuk: Rp 5.000
    • Lokasi: Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali
    • Jam buka: 08.00-17.00 WITA

    5. Curug Cileat

    Curug CileatCurug Cileat (Cah Jetak/d’travelers)

    Menurut laman Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Curug Cileat berada di atas ketinggian 100 meter pada tebing-tebing tinggi di bawah kaki Gunung Canggah. Aliran air terjunnya begitu deras dengan hembusan angin yang menyejukkan. Curug ini juga dikelilingi hutan rimbun, sehingga memberi suasana asri dan menenangkan.

    • Harga tiket: Rp 15.000
    • Lokasi: Cibogo, Cupunagara, Gardusayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat
    • Jam buka: 24 jam

    6. Air Terjun Situmurun

    Sebuah kapal pesiar yang membawa wisatawan bersandar di dekat air terjun Situmurun, Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (23/2/2023). Air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter tersebut merupakan salah satu daya tarik wisatawan untuk menikmati Destinasi Super Prioritas (DSP) Indonesia di kawasan Danau Toba. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.Air Terjun Situmurun (Risyal Hidayat/ANTARA FOTO)

    Air Terjun Situmurun menjadi daya tarik untuk wisatawan yang berkunjung ke Toba. Uniknya, air terjun ini langsung turun dan mengalir ke Danau Toba.

    Berada di dinding tebing Danau Toba, wisatawan bisa merasakan sensasi segar air terjun dengan ketinggian mencapai belasan meter ini.

    • Harga tiket: Gratis
    • Lokasi: Desa Situmurun, Lumban, Jalu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara
    • Jam buka: 24 jam

    7. Curug Cimahi

    curugCurug Cimahi (Yudha Maulana/detikcom)

    Curug Cimahi memiliki ketinggian mencapai 87 meter. Aliran air curug ini berasal dari sungai Cimahi yang juga mengaliri curug kainnya, seperti Curug Bugbrug.

    Curug Cimahi dikenal juga sebagai Rainbow Waterfall. Ada cahaya vertikal yang memancar dari air terjun yang menarik dilihat saat malam hari. Sebuah lampu didesain sedemikian rupa hingga menghasilkan warna-warni pelangi.

    • Harga tiket: Rp 20.000
    • Lokasi: Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40551
    • Jam buka: 07.30-17.00 WIB

    8. Curug Cilember

    Curug CilemberCurug Cilember (Suyoto Achmadi/d’Traveler)

    Curug Cilember berada di ketinggian sekitar 800-900 mdpl. Menurut laman Disbudpar Kabupaten Bogor, curug ini mempunyai tujuh air terjun di satu lokasi.

    Air terjun di curug ini begitu jernih dengan udara yang sejuk. Ketinggian air terjunnya berbeda-beda, mulai dari 15 meter-50 meter. Curug kembar adalah yang tertinggi dengan ketinggian 50 meter.

    Wisatawan domestik: Rp 25.000
    Wisatawan mancanegara: Rp 75.000

    • Lokasi: Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung
    • Jam buka: 06.00-18.00 WIB

    9. Curug Cikaso

    Curug CikasoCurug Cikaso Foto: Taty Harlini/d’Traveler

    Curug Cikaso memiliki 3 titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi. Untuk sampai ke Curug Cikaso, traveler bisa memilih berjalan kaki atau naik perahu.

    Kalau memilih naik perahu, kamu akan melihat gradasi warna sungai utama dengan sungai Curug Cikaso dari warna coklat menjadi hijau kebiruan. Setelah sampai ke Curug Cikaso, traveler bisa main air dan berenang.

    Meski begitu, ada kawasan yang dilarang berenang. Beberapa areanya memiliki kedalaman lebih dari 10 meter dengan arus sungai yang kuat.

    Wisatawan dewasa: Rp 12.000
    Wisatawan anak-anak: Rp 7.000
    Harga tiket naik perahu (pulang-pergi): Rp 65.000/perahu

    • Lokasi: Desa Ciniti, Cibitung, Sukabumi, Jawa Barat
    • Jam buka: 06.00-17.00 WIB

    10. Air Terjun Haratai

    Air terjun di KalimantanAir terjun Haratai di Kalimantan (linardyphotography/d’Traveler)

    Air terjun Haratai berlokasi di pulau Kalimantan. Sebab lokasinya berada di tengah Pegunungan Meratus, traveler harus berjalan menyusuri hutan atau menggunakan jasa ojek sampai ke air terjun.

    Namun, setelah sampai di lokasi, rasa lelah akan terbayarkan dengan keindahan air terjun setinggi 20 meter yang mengalir deras. Kamu bisa menyewa rakit bambu dan pelampung untuk mengeksplorasi perairan di sekitar air terjun.

    • Harga tiket: Rp 10.000
    • Biaya naik ojek: Rp 100.000 (pulang pergi)
    • Lokasi: Haratai, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan
    • Jam buka: 24 jam

    Itulah sejumlah air terjun populer di Indonesia. Beberapa informasi mengenai harga tiket dan jam operasional wisata air terjun diambil dari instagram wisata dan situs travel agent. Sebelum melakukan perjalanan, jangan lupa untuk update informasi terkait wisata yang akan dituju ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jalan-jalan ke The Great Asia Africa, Ini Daya Tarik, Lokasi, dan Harga Tiketnya


    Jakarta

    The Great Asia Africa merupakan salah satu wisata yang berlokasi di Lembang, Bandung. Konsep wisatanya menggabungkan wisata alam dan edukasi yang cocok dikunjungi bersama keluarga.

    Wisatawan dapat menikmati keindahan alam Lembang sambil spot-spot foto instagramable di alam terbuka. Tak heran jika The Great Asia Africa menjadi wisata yang cukup populer di Lembang.

    Daya Tarik The Great Asia Africa

    The Great Asia Africa mempunyai miniatur beberapa negara yang seru untuk dijelajahi. Ada juga animal park di mana wisatawan bisa berinteraksi dengan hewan lucu.


    1. Miniatur Negara

    The Great Asia Africa menyuguhkan kawasan miniatur berbagai negara. Selain berfoto-foto, wisatawan bisa mempelajari kebudayaan dari masing-masing negara.

    Pada area Korea terdapat desa tradisional dan tempat pengolahan kimchi, kemudian di kawasan Jepang, traveler akan merasakan sensasi berada di Kyoto. Semetara itu, di India, wisatawan bisa melihat miniatur Jaipur, kota terbesar di Rajasthan. Ada pula kawasan Afrika di mana ada area berumput dan berlatar belakang tebing.

    2. Animal Park

    The Great Asia Africa memiliki kawasan mini zoo atau animal park. Di sini, wisatawan bisa berinteraksi dengan hewan-hewan yang jinak seperti kambing dan kelinci.

    3. Sky Ride

    Wahana Sky Ride berbentuk bulat seperti roda. Wisatawan hanya perlu menggowes wahana ini masju pada jalurnya yang berada sekitar 6 meter dari permukaan tanah.

    Menurut liputan dari detikJabar, dengan menaiki wahana ini, wisatawan bisa berkeliling area negara India, Jepang, dan Korea dari atas. Panjang lintasanya kurang lebih mencapai 250 meter.

    4. Gondola

    Selain berjalan kaki dan naik skyride, wisatawan juga bisa naik Gondola. Dari ketinggian, pemandangan indah The Great Asia Africa bisa dilihat dari atas.

    Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional The Great Asia Africa

    Harga tiket masuk The Great Asia Africa adalah Rp 50.000. Tarif tersebut sudah termasuk voucher minuman. Mengutip laman instagram The Great Asia Afrika, jam operasionalnya mulai pukul 09.00-18.00 WIB.

    Lokasi The Great Asia Africa

    Lokasi The Great Asia Afrika berada di Jalan Raya Lembang – Bandung No.71, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391.

    Mengutip salah satu laman agen travel, terdapat dua pilihan rute menuju The Great Asia Africa, yaitu melalui jalan Ir. H. Juanda dan melalui Jl Dr Setiabudi. Keduanya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam. Akses ni mudah dilalui oleh mobil pribadi atau transportasi umum.

    Itulah informasi mengenai The Great Asia Africa Lembang. Sebelum datang ke The Great Asia Africa, update dulu jam operasional dan harga tiket masuknya ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik


    Jakarta

    Taman Fathan Hambalang adalah salah satu destinasi wisata yang terletak di Bogor, Jawa Barat. Tempat itu memiliki keindahan alam dengan pemandangan hijau ala pegunungan.

    Kawasan itu memiliki berbagai fasilitas yang boleh dibilang cukup lengkap. Di antanya, area parkir, kafe, musala, toilet, tempat bersantai, hingga spot foto menarik.

    Rute Taman Fathan Hambalang

    Dilansir laman Eksplorasi Kab Bogor (Ekabo) milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Taman Fathan Hambalang berada di wilayah Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


    Untuk menuju ke sana, traveler bisa menggunakan Kantor Desa Hambalang sebagai patokan.

    Dikutip dari salah satu situs agen travel, medan jalan menuju Taman Fathan Hambalang masih cukup banyak tanah yang berbatu (terutama saat jarak 200 meter arah sana).

    Kendaraan umum jarang yang lewat menuju titik lokasi. Oleh karena itu, traveler disarankan naik kendaraan pribadi.

    Bagi traveler yang menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya menyiapkan peta untuk menavigasi perjalanan.

    Jam Buka Taman Fathan Hambalang 2024

    Mengutip akun Instagram @tamanfathan_hambalang, Taman Fathan Hambalang buka setiap hari dengan jam operasional berikut:

    • Senin – Jumat: 11.00 – 21.00 WIB.
    • Sabtu & Minggu: 09.00 – 21.00 WIB.
    • Kamis: 11.00 – 19.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk Taman Fathan Hambalang 2024

    Tiket masuk ke Taman Fathan Hambalang adalah Rp 5.000 per orang. Untuk biaya parkirnya, pengunjung perlu membayar Rp 5.000 ribu untuk motor dan Rp 10.000 untuk motor.

    Daya Tarik Taman Fathan Hambalang

    1. Pemandangan Indah Pegunungan

    Taman Fathan HambalangPemandangan di Taman Fathan Hambalang. (Luthfi Hafidz/detikcom)

    Letaknya di daerah Bogor, Taman Fathan Hambalang menawarkan latar belakang pemandangan Gunung Pangrango. Cafenya pun letaknya menghadap ke Gunung Pangrango. Ketika sore hari, pemandangan akan semakin indah dengan suasana sejuk.

    2. Kulineran

    Selain menyajikan pemandangan indah, taman ini pengunjung bisa makan dan minum di resto/kafe di dalamnya. Menu makanannya pun beragam, mulai dari nasi ayam, mie, hingga pisang goreng. Harga menunya mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000.

    3. Banyak Tempat Duduk

    Taman Fathan Hambalang
    Taman Fathan Hambalang (Luthfi Hafidz/detikcom)

    Di sana, pengunjung bisa dengan mudah menemukan cara untuk duduk. Baik itu untuk nongkrong ataupun sekedar makan sambil menikmati pemandangan.

    4 Beragam Spot Foto Instagramable

    Taman Fathan HambalangMenikmati Taman Fathan Hambalang. (Luthfi Hafidz/detikcom)

    Tempat wisata ini menawarkan beragam spot foto Instagramable yang siap memikat para pengunjung dan para pecinta fotografi. Mulai dari pemandangan pegunungan, kelap kelip lampu di malam hari, hingga kursi santai yang ada di seluruh taman.

    (khq/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lokasi hingga Jam Buka, Ada Apa Saja?


    Jakarta

    Living World Kota Wisata adalah mal yang berlokasi di kawasan Cibubur. Saat ini, mal ini jadi salah satu destinasi belanja dan hiburan kawasan Jabodetabek.

    Living World Kota Wisata beralamat di Jalan Boulevard Kota Wisata Lt1-43B, Ciangsana, Kec. Gn. Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Mal Living World Kota Wisata

    Dilansir situs Kota Wisata, mal Living World Kota Wisata dibuka pada 15 Maret 2024. Mal ini memiliki luas area 200.000 m2, dengan klaim menjadi mal terbesar dan terlengkap di area Cibubur.


    Living World & Living Plaza dikembangkan oleh PT Sahabat Kota Wisata, yang merupakan sendiri merupakan joint venture antara Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land.

    Living World di Kota Wisata CibuburLiving World di Kota Wisata Cibubur. (dok. Sinar Mas Land)

    Living World Kota Wisata terdiri dari lantai 1-3, ground floor, dan lower ground (LG). Sesuai namanya, pusat perbelanjaan ini mengusung konsep home living, lifestyle & eat-ertainment.

    Ada Apa Saja di Living World Kota Wisata?

    Living World Kota Wisata menyediakan beragam fasilitas untuk keluarga dan pengunjung dari segala usia. Mulai dari area makan dan restoran, pusat perbelanjaan, entertainment center, hingga event-event.

    Berikut adalah daftar brand kuliner, toko kosmetik, hingga ritel yang ada di Living World Kota Wisata:

    • Ace
    • Informa
    • Informa Electronics
    • Selma
    • Kels
    • Toys Kingdom
    • Pet Kingdom
    • Ataru
    • Eye Soul
    • Thys
    • Chatime with Korean Snacks by Cupbop
    • Gindaco
    • Chatime Atealier
    • Go! Go! CURRY – Genki no Minamoto
    • AEON
    • KKV
    • Kidzooona
    • Funworld & Funworld Bowling
    • Cinema XXI with IMAX
    • Gramedia
    • Sociolla
    • The Body Shop
    • Guardian
    • Digimap
    • The People Cafe
    • Gion Sushi
    • Optik Melawai
    • Samsung
    • Tous Les Jours.

    Jam Buka Living World Kota Wisata

    Mengutip Instagram @livingworld_kotawisata (05/11/2024), Living World Kota Wisata buka setiap hari dari jam 10 pagi dan tutup di jam 10 malam WIB.

    Sementara, untuk AEON Supermarket di dalamnya beroperasi dari jam 08.00 – 22.00 WIB.

    Dengan berbagai pilihan yang ditawarkan, Living World Kota Wisata cocok jadi salah satu tempat tujuan berbelanja, makan, hiburan, atau sekadar bersantai di waktu berlibur bagi masyarakat di Jabodetabek.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 11 Hotel di Kuningan Jawa Barat yang Dekat dengan Objek Wisata


    Kuningan, Jawa Barat adalah salah satu daerah yang punya banyak objek wisata alam dan budaya. Traveler tak perlu khawatir, karena di sana juga tersedia penginap dari mulai hotel berbintang hingga penginapan atau homestay.

    Tidak hanya yang nyaman, kamu juga bisa pilih tempat menginap yang dekat dengan berbagai destinasi wisata terkenal seperti Cibulan, Curug, Waduk Darma, hingga Linggarjati. Berikut pilihan hotel di Kuningan, Jawa Barat yang bisa detikes pilih.

    Rekomendasi Hotel di Kuningan Jawa Barat

    Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Kuningan, berikut adalah beberapa daftar hotel bintang dan non bintang di Kuningan, Jawa Barat:


    1. Prima Resort

    Bintang 2
    Alamat: Jl. Panawuan No.121, Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Resort ini lokasinya dekat dengan objek wisata Gedung Perundingan Linggarjati yakni sekitar 3,5 km, dan hanya perlu menempuh 7 menit berjalan kaki dari Wisata Taman Rekreasi Salsabila Kuningan

    Selain itu, sebagai rekreasi resort ini menyediakan area kemah dan lapangan badminton sebagai fasilitas rekreasi. Dilihat dari salah satu situs travel online, harga kamar di sini mulai dari Rp 200 ribuan per malam.

    2. Grand Cordela Hotel As Putra Kuningan

    Bintang 4
    Alamat: Jl. Siliwangi No. 91, Kec. Kuningan, Jawa Barat.

    Setiap kamar di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan dilengkapi AC, TV, hingga peralatan mandi gratis. Harga kamar di sini mulai dari Rp 400 ribuan.

    Beberapa destinasi wisata dekat hotel ini di antaranya, Museum Taman Purbakala Cipari, Hutan Kota Bungkirit, dan pemandian air panas Sangkanhurip.

    3. Hotel Horison Tirta Sanita Kuningan

    Bintang: 3
    Alamat: Jl. Raya Panawuan- Sangkanhurip No. 98, Panawuan, Kec. Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Horison Tirta Sanita Hotel menawarkan pemandangan Gunung Ciremai. Hotel ini memiliki gaya perpaduan modern dan nilai alam yang mewah, dengan 124 kamar yang tersedia.

    Tersedia berbagai fasilitas seperti kolam renang, lapangan hijau, wedding venue, hingga lapangan tenis. Dikutip dari akun Instagram @horison_tirtasanita, Alamanda restaurant di hotel ini buka selama 24 jam. Harga kamar per malamnya mulai dari Rp 500 ribuan.

    4. Ayong M Linggarjati Hotel & Convention Centre

    Bintang 3
    Alamat: Jalan Linggarjati No. 4 Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

    Fasilitas di hotel ini cukup lengkap, ada area non-smoking, Wifi, LED-TV, resepsionis 24 jam, hingga area parkir yang cukup luas.

    Lokasinya pun cukup strategis, karena dekat dengan objek wisata Linggarjati Indah, Terapi Ikan-Mata Air Lembah Cibacang, Pusat Oleh-Oleh Teh Diah Kuningan, hingga Rumah Makan Laksana. Harga kamar per malamnya mulai dari Rp 150 ribuan.

    5. Grage Sangkan Hurip Resort & Spa

    Bintang 3
    Alamat:

    Selain di manjakan dengan pemandangan Gunung Ciremai, pengunjung juga bisa menikmati terapi di kolam Aquamedic dan waterbom mini dengan air hangat jika menginap di sini. Mengutip situs resminya, harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 500 ribuan.

    Grage Sangkan Hotel & Spa lokasinya dekat dengan Pemandian Air Panas Sangkanurip yakni berjarak 250 meter. Traveler juga bisa berkendara menuju Taman Nasional Gunung Ciremai sekitar 75 menit.

    6. De Jehan’s Boutique Hotel

    Bintang 2
    Alamat: Jalan Raya Sangkanurip No.142, Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Dari hotel ini, kita bisa menempuh sekitar 8 menit berjalan kaki untuk ke objek wisata Sangkan Resort Aqua Park. Salah satu yang terkenal dari hotel ini yaitu kolam renang outdoor, yang juga sering dijadikan latar untuk foto prewedding.

    Setiap kamar di sini akan dilengkapi dengan AC, TV layar datar, lemari, hingga fasilitas pembuat kopi/teh. Ada balkon dan area makan terpisah juga di beberapa kamarnya.Selain itu, ada akses WiFi gratis juga di seluruh area. Harga kamar di hotel ini berkisar dari Rp 400 ribuan per malam.

    7. Rahayu Hotel

    Non bintang
    Alamat: Jl. Pemandian Air Panas Alami, Sangkanurip Kec.Cigandamekar, Kab.Kuningan, Jawa Barat.

    Berdasarkan informasi dari Instagram @rahayu.hotel, ada 2 tipe kamar yang tersedia yakni standard dan deluxe. Tipe deluxe akan mendapat fasilitas seperti, AC, wifi, TV LCD, mini bar, shower & buffet, mandi air dingin dan air panas.

    Harga kamar di Rahayu Hotel Kuningan ini berkisar dari Rp 150 ribu untuk yang standar rooms, dan Rp 200 ribu per malam untuk deluxe rooms.

    8. Hotel Shanty Mitra RedDoorz

    Non bintang
    Alamat: Jalan Panawuan-Sangkanhurip, No.121, Panawuan, Kec. Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Jenis kamar yang ditawarkan ada jenis kamar standard, kamar deluks, dan suite. Wifi, kamar AC, dan parkir juga tersedia di sini. Harga per kamar tiap malamnya mulai dari Rp 100 ribuan.

    9. Sangkan Park Hotel & Resort

    Bintang 3
    Alamat: Jl. Sangkan Park, Bandorasa Wetan, Kec. Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Kamar-kamar di hotel ini dilengkapi dengan AC, TV, sekaligus shower dan peralatan mandi gratis di kamar mandinya.

    Harga kamar mulai dari Rp 300 ribuan per malam. Sementara untuk masuk Sangkan Parknya harga tiketnya dihargai Rp 35 ribu di weekday dan Rp 55 ribu di weekend per tiket.

    Lokasi resort ini juga hanya berjarak sejauh 3 km dari Objek Wisata Cibulan, 1,1 km dari Sangkanurip Hot Spring, dan 4,8 km dari Air Panas Ciniru.

    10. Hotel Purnama Mulia

    Bintang 2
    Alamat: Jl. Raya Cigugur, Kuningan, Kec. Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

    Hotel ini memiliki 3 tipe kamar, yakni kamar deluxe (20 m²), kamar keluarga (32 m²), dan suite keluarga (32 m²). Dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti kolam renang, restoran, resepsionis 24 jam, hingga akses wifi.

    Lokasi hotel ini dekat dengan tempat wisata terkenal seperti Taman Cisantana berjarak sekitar 3,77 km, sN Bukit Panembongan berjarak sekitar 6,44 km.

    11. Hotel Santika Premiere Linggarjati – Kuningan

    Bintang 4
    Alamat: Jl Raya Bojong Linggarjati, Cilimus, Kuningan.

    Hotel ini menyediakan sekitar 192 kamar dengan layanan dan sarana rekreasi seperti kolam renang outdoor hingga area dengan akses internet. Harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 600 ribuan. Lokasinya hanya berkisar 10 menit dari Taman Purbakala Cipari.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com