Tag: jawa barat

  • Wisata Rakit Danau Lido, Alternatif Liburan Murah dan Sejuk di Bogor


    Jakarta

    Danau Lido di Bogor, Jawa Barat adalah spot liburan alternatif bagi yang tidak bisa jauh dari Jakarta. Di sini tersedia beragam wahana rekreasi dan kuliner yang bisa dinikmat bersama keluarga.

    Salah satu bentuk wisata yang jangan sampai terlewat adalah perahu rakit yang disewakan warga sekitar. Pengunjung tentunya wajib membayar biaya sewa sesuai lokasi tujuan.

    Lokasi Danau Lido

    Danau Lido terletak di Jl. Raya Bogor-Sukabumi Km 21, Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Luas Danau Lido awalnya 24 hektar namun menjadi hanya 11-12 hektar seperti dijelaskan dalam arsip berita detikcom.


    Kedalaman Danau Lido adalah 9 meter dikutip dari tulisan Daya Dukung Perairan Danau Lido Berkaitan dengan Pemanfaatannya untuk Kegiatan Budidaya Perikanan Sistem Keramba Jaring Apung karya Fredrik Tambunan, dkk, dari IPB University. Danau Lido mengalami sedimentasi seluas 3 hektar akibat kegiatan yang tidak ramah lingkungan.

    Kawasan yang juga disebut Situ Lido ini dikelilingi pemandangan hijau dan cuaca sejuk sehingga cocok sebagai lokasi wisata. Angin di sekitar Danau Lido bertiup sepoi dan tidak terlalu kencang sehingga terasa sangat nyaman.

    Biaya Masuk Danau Lido dan Tarif Wisata Rakit

    Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

    Tarif Masuk Danau Lido

    Danau Lido tidak menetapkan biaya masuk, kecuali wisatawan mengunjungi kawasan wisata yang dikelola pihak swasta. Pengunjung tentunya jangan sampai melewatkan perahu rakit yang dikelola masyarakat setempat.

    Tarif Wisata Rakit Danau Lido

    Biaya sewa perahu rakit Danau Lido adalah:

    Keliling danau

    • WNI: Rp 150 ribu per kelompok
    • WNA: Rp 500 ribu per kelompok.

    Antar jemput restoran

    Perahu rakit untuk antar jemput tamu restoran biasanya dimiliki masing-masing tempat makan. Tamu bisa memilih makan di perahu rakit atau di dalam restoran. Untuk tamu yang memilih makan di perahu, menu akan dikirim dari restoran pilihan.

    Danau Lido bisa diakses dengan mobil dan kereta dengan rute sebagai berikut:

    Mobil

    • 2 jam 3 menit lewat Jl. Tol Jagorawi sejauh 78 km
    • 2 jam 10 menit lewat Jl. Tol Jagorawi dan Jl. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi sejauh 83,6 km.

    Kereta

    • Naik KRL tujuan Stasiun Bogor di Kota Bogor
    • Lanjut kereta Pangrango rute Bogor-Sukabumi turun di Stasiun Cigombong
    • Pengunjung bisa melanjutkan dengan perjalanan sejauh 2,7-3,4 km menuju Danau Lido.

    Sejarah Danau Lido dari Masa ke Masa

    Danau Lido BogorDanau Lido Bogor (bonauli/detikcom)

    Danau Lido sebetulnya sudah lama dikenal sebagai tempat liburan dengan air jernih, tenang, dan hawa sejuk. Warga sekitar senang datang ke Danau Lido untuk cuci mata atau sekadar melihat pemandangan.

    Menurut Ketua Paguyuban Kluster Wisata Rakit Danau Lido, Indra Jaya Lesmana, ikan di dalam danau bisa terlihat karena jernihnya air. Namun air jernih dan luasnya danau yang seperti tak bertepi perlahan menghilang akibat sedimentasi.

    “Dulu warna air Danau Lido jernih, ikan-ikan masih bisa terlihat dari permukaan. Namun sedimentasi mengakibatkan danau makin keruh dan besarnya terus menyusut,” kata Indra.

    Danau Lido mendapat sorotan lebih luas setelah memperoleh status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikelola MNC Land. KEK MNC Lido City ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 2021, sementara peresmiannya dilakukan pada Jumat, 31 Maret 2023.

    Fokus KEK MNC Lido City adalah pariwisata terintegrasi yang memudahkan pengunjung. Dalam perjalanannya, KEK ini ditengarai menyebabkan sedimentasi yang berisiko mengganggu keseimbangan lingkungan sekitar. Risikonya adalah bisa terjadi banjir besar di daerah hilir, karena Danau Lido berada di area hulu Sungai Cisadane.

    Pemerintah lantas melakukan investigasi yang membuktikan KEK MNC Lido City melakukan reklamasi pada Danau Lido seluas 3 hektar. Pemerintah juga menggelar audiensi dengan masyarakat dan dinas terkait yang menghasilkan bukti KEK MNC Lido City belum memiliki izin lingkungan.

    Dengan hasil tersebut, pemerintah menyegel KEK MNC Lido City dan melarang pembangunan. Perkara ini dikabarkan sudah naik ke tahap penyidikan sesuai arsip berita detikcom pada Senin (19/5/2025). Hingga kini, perkara KEK MNC Lido City dan izin lingkungannya masih berlanjut

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menemukan Ketenangan di Kaki Gunung Ciremai



    Kuningan

    Libur panjang akhir pekan, saatnya traveler berwisata alam. Carilah ketenangan di kaki gunung Ciremai, tepatnya di Curug Putri Palutungan.

    Curug tersebut berlokasi di Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Lokasinya tepat berada di bawah kaki gunung Ciremai.

    Suasana udara yang segar dan sejuk langsung traveler rasakan saat memasuki area Curug Putri Palutungan. Karena ketinggian air di sekitar curug tidak terlalu dalam, membuat pengunjung bisa langsung ke menikmati air terjun tanpa khawatir akan basah.


    Pengunjung hanya perlu menyingsingkan celananya hingga di atas mata kaki, maka sudah bisa merasakan kesejukan curug yang masih sangat alami itu.

    Curug Putri Palutungan di KuninganCurug Putri Palutungan di Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

    Di bagian depan curug Putri Palutungan, terlihat curug kecil yang mengalir cukup deras melalui celah batu. Di depannya terdapat sebuah kolam yang bisa digunakan pengunjung untuk berendam atau bermain air.

    Di atasnya, terdapat sebuah jembatan yang bisa digunakan pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang air curug yang mengalir deras.

    Bagi yang tidak ingin bermain air di curug, pengunjung bisa duduk santai di sekitar curug sambil menikmati suasana sejuknya hutan pinus dan derasnya air curug yang mengalir dari atas ke bawah.

    Salah satu pengunjung, Ali mengatakan, bahwa Curug Putri memiliki suasana yang sejuk dan segar. Cocok bagi pengunjung yang ingin berlibur sejenak dari penatnya rutinitas.

    “Suasananya segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” tutur Ali, belum lama ini.

    Sementara itu, pengelolaan objek wisata Curug Putri, Iyus mengatakan, untuk menikmati keindahan dari Curug Putri pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sekitar Rp 20.000 untuk hari Senin-Jumat dan di hari libur atau Sabtu-Minggu Rp 25.000.

    Iyus juga mengatakan, di sekitar Curug Putri tersedia juga beberapa fasilitas lain seperti kantin, musala, gazebo, motor ATV, area perkemahan, dan toilet. Untuk jam operasionalnya, Curug Putri buka dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

    “Fasilitasnya ada musala, area camping, motor ATV ada juga jasa penitipan kendaraan. Tiketnya sudah termasuk parkir,” pungkas Iyus.

    Cara Menuju ke Curug Putri Palutungan

    Traveler bisa liburan ke curug Putri Palutungan dengan bantuan Google Maps. Untuk rutenya, dari arah Cirebon bisa langsung lurus di Jalan Cirebon-Kuningan, lalu belok kiri di Jalan Cirendang.

    Setelah itu, lalu belok kiri ke Jalan Gunungkeling, kemudian belok ke arah Jalan Cisantana. Perjalanan masih lurus terus sampai di Jalan Palutungan sampai terlihat papan informasi bertuliskan Bumi Perkemahan Palutungan.

    Untuk mencapai curug cantik tersebut, para pengunjung harus melewati hutan pinus dan area perkemahan terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan mengikuti jalan setapak menurun hingga terlihat sebuah tangga yang menghubungkan area hutan pinus dengan curug hingga sampai ke destinasi tersebut.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Seperti Ini Wujud Gua Tempat Persinggahan Ratu Laut Selatan



    Sukabumi

    Konon di balik tebing karang yang menjulur ke laut, tersimpan ruang kecil yang dianggap keramat oleh sebagian warga Sukabumi. Itulah tempat persinggahan sang Ratu Laut Selatan.

    Matahari belum sepenuhnya naik ketika Edo Supriadi berjalan menyusuri bibir Pantai Karang Hawu yang berada di Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat.

    Lelaki berusia 41 tahun itu membawa seikat bunga, dua batang dupa, dan segelas air mineral yang dibungkus kain mori putih. Langkahnya pelan, seperti sedang mengukur waktu dan diam-diam membaca tanda dari alam.


    Menurut cerita turun-temurun, Nyi Roro Kidul sosok yang dikenal dalam legenda sebagai Ratu Laut Selatan diyakini pernah singgah. Keyakinan itu hidup kuat, bagi mereka yang percaya.

    “Dari dulu saya sudah sering diajak orang tua ke sini. Dulu kalau ada hajat besar, orang-orang suka tirakat di sini. Katanya ini tempat singgah Ratu Laut Selatan.” ucap Edo membuka kisahnya, orang tua yang ia maksud adalah orang yang dia tuakan, seorang tokoh spiritual.

    Gua itu dikenal sebagai Gua Keramat Karang Hawu, berada di balik batu besar di kaki tebing yang disebut Gunung Winarum. Lokasinya hanya bisa dicapai dengan menaiki jalan setapak dari sisi timur pantai.

    Tak ada papan penunjuk arah. Tempat itu seolah hanya bisa ditemukan oleh mereka yang tahu atau dipanggil, bagi mereka yang percaya.

    Di dalam gua, suasana sunyi menyelimuti. Udara dingin menempel di kulit. Sisa dupa dan sesajen berserak di lantai batu.

    Gua Karang Hawu SukabumiGua Karang Hawu Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    Sebuah kendi tua diletakkan di sudut, berisi air laut yang konon telah dibacakan doa. Di dinding gua, garis-garis basah mengalir perlahan seperti peluh batu yang menyimpan kisah lama.

    Namun bukan hanya gua yang dikeramatkan. Di atas bukit karang itu, tepat di ujung tebing yang menghadap langsung ke laut, terdapat formasi batu yang disebut karang kursi.

    Batu besar ini menyerupai singgasana. Bagi mereka yang percaya, di situlah Nyi Roro Kidul kerap “duduk” memandang cakrawala, terutama saat purnama merekah di atas laut selatan.

    “Kalau yang benar-benar niat datang, kadang dapat mimpi. Katanya duduk di kursi batu itu, ngadep laut, terus tiba-tiba tahu jalan keluar dari masalahnya,” ujar Edo.

    Purnama bukan hanya penanda waktu, tapi bagi sebagian orang menjadi jendela antara dunia manusia dan dunia gaib. Malam Jumat Kliwon, malam Suro, atau saat bulan penuh, kerap dianggap sebagai waktu ketika tirai antara alam terlihat dan tak terlihat menipis. Bagi mereka yang percaya, itu adalah saat yang sakral.

    “Banyak yang percaya, kalau niatnya baik, datang ke sini bisa dapat petunjuk atau kemudahan. Tapi kalau sembarangan, bisa celaka,” kata Edo.

    Ia mengaku pernah menyaksikan kejadian yang sulit dijelaskan. Seorang pengunjung datang tergesa-gesa, langsung naik ke atas tanpa ritual pembuka. Tak lama, orang itu jatuh tak sadarkan diri di depan karang kursi.

    “Pernah ada yang kesurupan, atau tiba-tiba jatuh pingsan waktu naik ke atas bukit. Biasanya karena lupa izin atau tidak jaga sikap,” ujarnya.

    Pantai Karang Hawu sendiri memang punya ciri unik. Namanya berasal dari bentuk karang besar yang menyerupai tungku atau hawu dalam bahasa Sunda. Namun bentuk dan nama itu hanya sebagian dari pesona. Yang lain adalah cerita dan keyakinan, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain.

    Edo bukanlah seorang juru kunci. Ia hanya warga biasa yang merasa terpanggil menjaga tempat ini agar tidak diabaikan begitu saja. Tidak untuk dipuja, tidak juga dijadikan tontonan.

    “Saya cuma jaga. Supaya tempat ini enggak hilang, enggak dijadikan hiburan semata. Karena ini bukan tempat wisata biasa, ini tempat keramat,” ujarnya.

    Dalam dunia yang makin rasional, tempat seperti Gua Karang Hawu dan karang kursinya berdiri sebagai pengingat, bahwa ada sisi lain dari tradisi yang hidup dalam diam. Tempat di mana mitos, budaya, dan keyakinan lokal bersatu, bagi mereka yang percaya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (sya/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Rekomendasi Staycation Murah untuk Long Weekend Area Jabodetabek


    Jakarta

    Staycation kerap jadi pilihan warga Jabodetabek yang ingin liburan tanpa harus banyak melakukan perjalanan. Pilihan staycation biasanya punya banyak fasilitas dan pelayanan lengkap, serta tidak jauh dari destinasi wisata.

    10 Rekomendasi Staycation Murah Area Jabodetabek

    Staycation tentunya bisa dilakukan di hotel, resort, atau homestay dengan tarif menginap kurang dari Rp 300 ribu per malam. Berikut rekomendasinya dikutip dari situs traveling online.

    1. VNC Alam Sutera Hotel Powered by Archipelago


    Harga

    Mulai dari Rp 241.233 per malam

    Alamat

    Gang Mawi, Pondok Jagung, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

    Hotel ini tidak jauh dari pusat kota Tangerang Selatan yang punya banyak pilihan kuliner. Lokasi hotel juga mudah dijangkau bagi pengunjung yang ingin piknik ke Jakarta atau kota lain di sekitarnya. Selain kamar nyaman, hotel ini menyediakan fasilitas lain misal kolam renang outdoor, parkir gratis, taman dan teras.

    2. Le Paris Syariah Residence by AbdiHome

    Harga

    Mulai dari Rp 109.821 per malam

    Alamat

    Jl. Daan Mogot KM 23 Nomor 20, Tanah Tinggi, Tangerang.

    Hotel ini cocok bagi pengunjung yang datang bersama anak, anggota keluarga lain, atau teman. Check ini tersedia 24 jam, sehingga pengunjung yang pulang malam usai piknik atau mulai menginap sangat pagi tak perlu khawatir. Pengunjung bisa langsung menikmati kamar yang bersih, nyaman, dan aman. Di sini juga tersedia WiFi gratis 24 jam sehingga pengunjung selalu terhubung dengan dunia luar setiap saat.

    3. Homestay Helinium

    Harga

    Mulai dari Rp 288.288 per malam

    Alamat

    Jl. Danau Bogor Raya Blok Helinium Golf, Sukaraja, Jawa Barat.

    Lokasi homestay tidak jauh dari destinasi wisata populer misal Gumati Waterpark dan Waterpark SKI, sehingga cocok bagi yang ingin menginap bersama keluarga. Pengunjung bisa mulai check in pukul 14.00 dan check out sebelum pukul 12.00. Homestay memastikan pengunjung merasa betah tinggal di kamar bersih, nyaman, dengan perlengkapan dan fasilitas lengkap. Bagi pengunjung yang ingin merokok disediakan lokasi khusus.

    4. Ispi Hotel Cikarang Festival

    Harga

    Mulai dari Rp 260.890 per malam

    Alamat

    Cifest Cikarang, Jl. Raya Cikarang-Cibarusah, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Jawa Barat.

    Penginapan ini mendapat ulasan sangat baik dari para pengunjung. Kebanyakan memuji kebersihan dan layanan hotel dengan staf yang ramah dan profesional. Hotel menyediakan sarapan dengan harga Rp 75 ribu per orang pada pukul 06.00-10.00. Pengunjung yang ingin menginap bisa check in di pukul 14.00 dan check out sebelum jam 12.00. Jika ingin check in lebih cepat atau menginginkan fasilitas lain, pengunjung bisa menghubungi pihak hotel lebih dulu.

    5. Lima Residence Tebet

    Harga

    Mulai dari Rp 219.479 per malam

    Alamat

    Jl. Tebet Timur Dalam VIII T Nomor 5, Jakarta.

    Lokasi penginapan ini dekat spot wisata populer dan Instgramable Tebet Eco Park, sehingga cocok buat pengunjung yang ingin healing. Selain itu, ada beberapa restoran yang bisa dinikmati selama berkunjung. Pengunjung tak perlu mengkhawatirkan kebersihan dan kenyamanan, karena pengunjung kebanyakan memuji kondisi kamar seperti tertulis dalam ulasannya.

    6. LeGreen Suite Slipi

    Harga

    Mulai dari Rp 274.400 per malam

    Alamat

    Jl. Pam Lama Nomor 2B, Pejompongan, Jakarta.

    Dalam hasil ulasannya, kebanyakan pengunjung menyukai lokasi penginapan yang strategis sehingga mudah menuju destinasi pilihan di Jakarta. Sebelum berkunjung, jangan lupa untuk menghubungi pengelola penginapan lebih dulu untuk memastikan ketersediaan kamar. Pengelola juga bisa membersihkan dan menyiapkan perlengkapan bagi tamu yang akan menginap.

    7. Villa Jatimas Hijau

    Harga

    Mulai dari Rp 174.532 per malam

    Alamat

    Jl. Raya Hankam Cisarua KM 82, Jogjogan, Puncak, Jawa Barat.

    Penginapan ini adalah pilihan tepat untuk detikers yang datang sendiri atau bersama keluarga. Hawa sejuk, tenang, dan teduh sangat cocok untuk kamu yang ingin healing tanpa terganggu. Bagi yang bertujuan piknik dengan keluarga, penginapan ini tidak terlalu jauh dengan Taman Safari Indonesia. Sebagai tambahan, penginapan menyajikan view Gunung Gede yang sangat indah dan agung.

    8. Hotel O Bogor (sebelumnya Ken Raudhah Inn)

    Harga

    Mulai dari Rp 169.141 per malam

    Alamat

    Jalan Raya Puncak – Cianjur KM 84, Cisarua, Puncak, Jawa Barat.

    Memilih hotel ini adalah pilihan tepat bagi detikers yang ingin healing sendiri, bersama teman, atau keluarga. Fasilitas di sini sangat lengkap mulai dari hiburan, olahraga, dan aktivitas lainnya. Hotel ini tentunya dekat dengan destinasi wisata favorit Taman Safari Indonesia, Curug Cilember, atau Pasar Cisarua.

    9. Resort Prima Cipayung Bogor

    Harga

    Mulai dari Rp 198.037 per malam

    Alamat

    Jl. Raya Puncak-Gadog KM 20, Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Cisarua, Jawa Barat

    Staycation bersama keluarga atau orang-orang terdekat di resort ini memungkinkan kamu melihat pemandangan Cisarua yang cantik sambil healing. Kamu juga bisa berkunjung ke destinasi wisata populer dekat resort misal taman wisata Cimory, Curug Cilember, dan The Ranch. Tidak perli khawatir soal fasilitas dan pelayanan, karena di sini tersedia lengkap plus sarapan di pukul 06.00-10.00.

    10. Bambo Inn Hotel & Cafe

    Harga

    Mulai dari Rp 258.328 per malam

    Alamat

    Jl. Kota Bambu Selatan Nomor 9 Slipi, Jakarta Barat.

    Berlokasi tidak jauh dari pusat kota, pengunjung bisa segera istirahat setelah keliling Jakarta. Pengunjung juga bisa merencanakan perjalanan berikutnya dengan mudah. Hotel ini juga dekat dengan dua pusat perbelanjaan paling besar di Jakarta.

    Sebelum berkunjung, detikers bisa update info tarif menginap dan ketersediaan layanan sebelum berkunjung. Selain tarif menginap, detikers bisa mempertimbangkan lokasi staycation dengan akses minim macet.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Simbol Perjuangan, Toleransi, dan Kemanusiaan



    Cianjur

    Di Jalan Moch Ali No. 64, Cianjur terdapat sebuah rumah berwarna hijau yang berusia hampir satu setengah abad. Lokasinya agak menjorok sekitar 10 meter dari jalan raya dan dikelilingi pepohonan yang cukup rimbun sehingga seperti tersembunyi.

    Rumah yang dibangun pada 1886 ini merupakan kediaman Bupati Cianjur ke-10 RAA Prawiradiredja II yang berkuasa pada 1864-1910. Sejak 2010 Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menetapkan rumah ini sebagai Benda Cagar Budaya Nasional.


    “Di masa pendudukan Jepang menjadi basis pergerakan PETA (tentara Sukarela Pembela Tanah Air). Tokohnya antara lain Gatot Mangkoepraja dan Raden Ayu Tjitjih Wiarsih (anak dari Bupati Prawiradiredja II) selaku pemilik waris rumah in,” kata Rachmat Fajar, cucu buyut Prawiradiredja II saat menerima rombongan Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor, Rabu (20/8/2025).

    Rachmat Fajar, cucu buyut Prawiradiredja II saat menerima rombongan Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor, Rabu (20/8/2025).Rachmat Fajar, cucu buyut Prawiradiredja II saat menerima rombongan Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor, Rabu (20/8/2025). (Sudrajat)

    Pada 1963, Bumi Ageung Cikidang pernah menjadi tempat singgah dan perlindungan ratusan warga Tionghoa. Umumnya mereka para orang tua, perempuan, dan anak-anak.

    Kala itu terjadi kerusuhan yang bermula dari keributan di kampus Institut Teknologi Bandung. Entah kenapa dan siapa yang menggerakkan lalu pecah menjadi kerusuhan di Cirebon yang merembet ke tempat lain seperti Bogor, Cianjur, Sukabumi, Garut, Cipayung, dan beberapa daerah di provinsi lain.

    Kala itu,kata Fajar, warga pribumi mengeluarkan barang-barang milik dari pertokohan di sekitar Pecinan lalu membakarnya. Tidak ada yang menjarah dan tindakan kriminal lainnya, orang-orang Tionghoa juga tidak menjadi sasaran amuk massa. “Namun karena ketakutan banyak warga Tionghoa akhirnya memilih bermalam di rumah ini,” kata Fajar.

    Rachmat Fajar, cucu buyut Prawiradiredja II saat menerima rombongan Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor, Rabu (20/8/2025).Potret Prawiradiredja II (Sudrajat)

    Sebelum dikenal dengan sebutan Bumi Ageung Cikidang, rumah seluas 510m2 di atas lahan lebih dari 3.000 m2 itu, lebih dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan Rumah Dokter Toki Syamsudin. Di rumah ini lah warga yang sakit datang untuk berbobat dengan ongkos sangat murah.

    “Jadi Ayah saya itu tidak pernah menetapkan tarif berobat, seikhlasnya saja. Karena itu bisa disebut ini rumah kemanusiaan. Ayah prakek di rumah ini dari 1970an – 2015, beliau juga salah seorang pendiri RSUD Cianjur,” kata Fajar.

    Rumah ini dominan terbuat dari kayu. Bukan kayu Jati, tapi Rasamala. Maklum, kayu yang juga populer dengan sebutan Gadog ini di Jawa Barat banyak ditemukan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Untuk dinding luar, kusen pintu dan kusen jendela, tiang struktur utama dan balok struktur terbuat dari kayu Rasamala.

    Meski kualitasnya masih di bawah kayu Jati tapi Rasamala tergolong tahan rayap. Teksturnya yang cenderung halus membuatnya tak perlu lagi diamplas terlalu lama sehingga cukup baik digunakan untuk dinding.

    Untuk dinding ruangan dalam utama, menurut Fajar, terbuat dari anyaman pohon kajang yang dimensinya lebih kecil dan teksturnya lebih halus daripada bilik. Sementara langit plafon terbuat dari anyaman bambu (bilik).

    Jendela dan pintu rata-rata memiliki tinggi sekitar tiga meter dengan ventilasi krepyak khas era Belanda. Untuk lantai sudah menggunakan tegel bermotif seperti batik.

    Sebelum ke Bumi Ageung Cikidang, detikTravel bersama Komunitas Japas yang dipimpin ‘Kuncen Bogor’ Johnny Pinot dan Abdullah Abubakar Batarfie mengunjungi Pabrik Tauco Cap Meong yang legendaris, Pabrik Roti Tan Keng Cu yang khusus melayani para tentara Belanda di era kolonial, dan Istana Cipanas.

    (jat/ddn)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Konon Gua di Pangandaran Ini Tempat Semedi Putra Nyi Roro Kidul



    Pangandaran

    Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran menyimpan kisah tentang gua yang konon dipakai sebagai tempat semedi putra Nyi Roro Kidul. Bagaimana kisahnya?

    Tidak hanya menyimpan pesona flora dan fauna, TWA Cagar Alam Pangandaran juga punya Gua Panggung yang diyakini sebagai tempat semedi terakhir Putra Nyi Roro Kidul, Embah Jaga Lautan.

    Sepintas Gua Panggung Pangandaran terlihat seperti lubang karang yang terbelah dua. Di dalam gua itu ada 10 anak tangga yang menuntun menuju makam Embah Jaga Lautan. Aroma mistis langsung menyambar tubuh kala masuk ke dalam gua tersebut.


    Selain sensasi mistis yang kuat, pemandangan ciamik turut mendekap tubuh pengunjung kala berada di mulut Gua Panggung. Pesona alam yang begitu indah dan memanjakan mata pungunjung.

    Ketika masuk ke dalam, sekitar berjarak lima meter dengan mulut gua, pengunjung disuguhkan dengan kokohnya bebatuan stalaktit dan stalagmit. Dinding gua yang basah menambah kesan yang tak biasa. Air di dinding gua terus menetes.

    Gua Panggung seperti lorong yang menghubungkan ke pantai pasir putih Pantai Timur Pangandaran. Di sebelah baratnya, bisa langsung menatap Samudera Hindia.

    Gua Panggung memiliki nilai historis yang kuat antara cerita Nyi Roro Kidul dan anak angkatnya, Embah Jaga Lautan.

    Sosok Embah Jaga Lautan diceritakan sebagai seseorang yang memiliki wangsit dan diperintahkan langsung Roro Kidul untuk menjaga laut Pangandaran khususnya, lautan Nusantara pada umumnya.

    Goa Panggung, Pangandaran.Goa Panggung, Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah

    Juru Kunci Gua Panggung Edwar mengatakan goa ini merupakan tempat Embah Jaga Lautan mendapat tugas untuk lautan di daerah Jawa Barat pada khususnya, dan menjaga pantai Nusantara pada umumnya.

    “Embah Jaga Lautan mempunyai istri tujuh orang dan hidupnya selalu bertengkar satu sama lainnya. Pada suatu hari istri yang ketujuh tidak sempat ditengok karena pergi memancing dan mendapatkan ikan tempel pada pancingannya,” terang dia.

    Setelah mendapatkan petunjuk dari Nyi Roro Kidul, kata Edwar, Embah Jaga Lautan mengajak ketujuh istrinya makan bersama dengan ikan hasil tangkapannya, terbukti ketujuh istrinya hidup rukun.

    Pada suatu hari, dia memberitahu kepada istrinya, bahwa dirinya akan melakukan semedi yang lama.

    “Namun waktu semedinya itu, dalam waktu yang tidak tentu,” ucapnya.

    Ia mengatakan karena terlalu lama merasa penasaran di tinggal dalam waktu yang tak sebentar, para istrinya menengok ke tempat semedi.

    “Tapi saat sampai suaminya sudah tidak ada, menunggu dengan waktu yang lama tidak kunjung datang juga, maka untuk mengenangnya para istrinya membuat makam sebagai tanda setia kepada suaminya,” katanya.

    Ia menjelaskan sebetulnya makam Embah Jaga Lautan yang ada di Gua Panggung hanyalah simbol. Tidak ada jenazah di dalam makam tersebut.

    “Makom itu dibuat ketujuh istrinya sebagai penghormatan dan simbol kesetiaan,” ucapnya.

    Pemandu wisata sekaligus Polisi Cagar Budaya Pangandaran Haris Bugis menyatakan Gua Panggung memiliki geometri berupa ceruk berukuran tinggi 5 meter, lebar 17 meter dan panjang goa 61 meter menembus bukit batu gamping hingga berakhir di pantai timur.

    Goa Panggung, Pangandaran.Gua Panggung, Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah

    “Pada ujungnya goa menghadap ke laut terdapat semacam panggung, yang atapnya dihiasi stalaktit, sebagai sarang burung walet,” kata Haris.

    Menurutnya, nama Gua Panggung karena makam di atas goa itu menyerupai panggung pertunjukan. “Apalagi disertai dengan anak tangga menuju ke atasnya,” ucapnya.

    Ia mengatakan penamaan Gua Panggung memang secara turun temurun alamiah. “Alamiah turun temurun, kalau saat masih ada Embah Jaga nggak tahu namanya apa,” katanya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Itinerary Healing ke Pegunungan untuk Budget Rp 500 Ribu


    Jakarta

    Mau healing dengan budget terbatas? Bisa dong, termasuk untuk warga Jabodetabek yang hanya punya waktu terbatas. Tentunya, detikers harus menyusun itinerary yang tepat agar dana dan waktu yang tersedia bisa digunakan dengan tepat.

    Itinerary ke Pegunungan dengan Budget Rp 500 ribu

    Berikut adalah contoh itinerary ke pegunungan di area Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hanya dengan dana Rp 500 ribu. Sentul adalah kawasan kota modern yang terkenal dengan wisata alam dan fasilitas terkini, dengan hawa sejuk dan pastinya Instagramable.

    06.00- Menuju Sentul


    • Naik Transjakarta P11 Bogor-Blok M turun halte Mall Bellanova Sentul

    08.00- Menuju Curug Bidadari

    • Naik kendaraan online Rp 60-70 ribu

    09.00- Trekking Curug Bidadari

    • Tiket masuk akhir pekan dan libur panjang Rp 40-50 ribu

    12.00- Geser ke Sentul Forest City (Curug Aren)

    • Naik kendaraan online Rp 50-60 ribu

    12.30- Makan siang dan jajan camilan di Hutan Kota Sentul

    • Tarif masuk Rp 30 ribu dan estimasi makan siang Rp 200 ribu

    14.30- Foto-foto dan jalan ke Curug Aren

    • Tarif masuk sudah termasuk tiket Sentul Forest City

    16.00- Siap pulang

    • Naik kendaraan online ke halte Mall Bellanova Sentul Rp 50-60 ribu

    17.00- Menuju Jakarta dengan Transjakarta P11

    Botani Square, Mall Bellanova Sentul, Sentul, Simpang Sentul, Pintu Tol Citeureup 1, Cibubur Junction, Pancoran Tugu, Pancoran, Tegal Mampang, Rawa Barat, Pasar Santa, Kejaksaan Agung, Blok M.

    Dengan penyusunan itinerary ini, total biaya yang diperlukan adalah Rp 440-460 ribu yang artinya ada lebihan Rp 40-60 ribu. Dana ini bisa digunakan untuk beli oleh-oleh, beli minum, atau keperluan lain di jalan.

    Tentunya, estimasi biaya dan durasi di perjalan bisa berubah bergantung kondisi saat healing. Biasanya, tarif kendaraan online meningkat seiring dengan banyaknya permintaan saat libur. Jalanan menjadi lebih padat karena banyak orang ingin piknik ke destinasi wisata.

    Tips Menyusun Itinerary Healing Budget Rp 500 Ribu

    Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:

    • Wajib bangun pagi untuk menekan risiko macet
    • Gunakan kendaraan umum jika tersedia dan mudah diakses
    • Bawa bekal minum dan makan untuk sarapan
    • Bawa uang cash secukupnya
    • Disiplin dan tepat waktu sesuai perencanaan dalam itinerary.

    Sebelum pergi, jangan lupa update info ketersediaan layanan kendaraan dan destinasi wisata. Jika ada perubahan, maka kondisi bisa diantisipasi secepatnya agar healing dapat berjalan dengan baik dan nyaman.

    (row/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 5 Wisata Alam yang Lebih Sepi dan Murah Dibandingkan Puncak



    Jakarta

    Puncak selalu menjadi destinasi favorit warga Jabodetabek untuk menghabiskan libur akhir pekan. Nah, banyak alternatif wisata alam lain yang lebih sepi dan terjangkau lho.

    detikTravel telah merangkum, Jumat (4/7/2025) wisata alam lainnya yang bisa kamu kunjungi selain Puncak Bogor untuk menikmati akhir pekan. Berikut 5 di antaranya:

    1. Taman Wisata Alam Gunung Pancar


    Gua Agung Garunggang menjadi daya tarik wisata di area Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar, Bogor. Eksotisme gua ini bisa saja pudar karena masih marak kasus pungli di Gunung Pancar.Taman Wisata Alam Gunung Pancar Foto: Andhika Prasetia

    TWA Gunung Pancar terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Tempat wisata yang satu ini buka setiap hari selama 24 jam.

    Taman Wisata Alam Gunung Pancar bisa jadi pilihan traveler yang ingin menikmati keindahan alam dengan ragam fasilitas dan kegiatan. Di sini tak hanya rindang, namun juga punya jalur hiking, sepeda, camping, trekking dan menikmati pemandian air panas.

    Harga untuk menikmati keindahan alam di sini cukup terjangkau kok. Mulai Rp 10 ribu per orangnya. Terdapat juga paket-paket kegiatan yang bisa kamu pilih berdasarkan budget. Misalnya paket trekking hutan pinus Rp 190 ribu/orang, glamping mulai Rp 1,3 juta, dan paket lainnya.

    2. Gunung Batu Jonggol

    Traveler yang ingin hiking tipis-tipis bisa juga datang ke Gunung Batu Jonggol berada di Desa Sukaharja, Kabupaten Bogor memiliki ketinggian 875 mdpl. Walau tak terlalu tinggi, jalur menuju puncaknya lumayan menantang lho.

    Selain hiking atau trekking, kamu juga bisa berkemah menikmati sunset dan sunrise di sini lho. Untuk mendaki Gunung Batu Jonggol, kalian cukup merogoh kocek Rp 15.000 per orang. Untuk mendaki sampai puncak dikenakan biaya tambahan Rp 5.000 per orang. Untuk parkir kendaraan dikenakan biaya Rp 15.000. Sedangkan untuk mendirikan tenda, kamu harus nambah Rp 5.000 lagi.

    3. Taman Nasional Gunung Ciremai

    Taman Nasional Gunung Ciremai.Taman Nasional Gunung Ciremai. Foto: Istimewa

    Gunung yang mencakup dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat bisa jadi pilihan untuk destinasi alam bagi para petualang. Ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat lho.

    Menjadi gunung tertinggi, tentu traveler akan dimanjakan dengan pemandangan Jawa Barat dari puncak gunung. Belum lagi dengan rindangnya pohon di hutan alami sepanjang jalur pendakian. Kini, Gunung Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektar.

    Untuk tiket masuk saat weekday Rp10 ribu dan weekend/hari libur Rp15 ribu. Jika kamu ingin hiking tiketnya Rp 20 ribu dan camping Rp 5.000.

    4. Gunung Munara

    Spot wisata alam alternatif lainnya yang bisa traveler pilih yaitu Gunung Munara yang berada di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Gunung ini cocok untuk hiking tipis-tipis karena tingginya hanya 1.119-1.204mdpl saja.

    Tiket masuknya Rp 10 ribu saja dan bila camping tambah lagi Rp 5.000.

    5. Kebun Raya Bogor

    Rumah Kaca Anggrek Kebun Raya Bogor dan koleksi anggrek di dalamnya.Rumah Kaca Anggrek Kebun Raya Bogor dan koleksi anggrek di dalamnya. Foto: Trisna Wulandari/detikEdu

    Wisata bernuansa alam selain Puncak yang bisa kamu datangi tanpa perlu merasa lelah mendaki adalah Kebun Raya Bogor. Teruntuk harga tiket, Senin-Jumat Rp 15.500, Sabtu-Minggu dan libur nasional Rp 25.500, belum termasuk parkir dan sewa perlengkapan

    Kebun Raya Bogor punya banyak pohon dan bunga yang di tentu saja di sini berhawa sejuk, adem, dan punya beragam area estetik. Kamu jelajahi juga Griya Anggrek, Taman Anggrek Hitam, Taman Teijsmann dan spot cantik lainnya.

    (sym/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 5 Tempat untuk Self Retreat, Bisa Sendirian, Murah, Dekat Jakarta


    Jakarta

    Self retreat cocok buat kamu yang ingin me time setelah sibuk dengan berbagai kegiatan setiap hari. Kesempatan self retreat memungkinkan kamu menyediri, healing, dan recharge diri sendiri sebelum kembali produktif dengan kesibukan harian.

    5 Tempat untuk Self Retreat

    Berikut adalah rekomendasi tempat untuk self retreat yang murah dan bisa sendirian

    1. Hutan dan Taman Kota

    Ngabuburit jadi waktu melepas penat menjelang buka puasa. Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit.Hutan Kota GBK Foto: Andhika Prasetia

    Rekomendasi tempat: Hutan Kota GBK, Hutan Kota Srengseng Sawah, Taman Suropati


    Tempat yang banyak pohon, tenang, dan sejuk memungkinkan kamu untuk jalan-jalan santai atau sekadar cuci mata. Pengunjung juga bisa joging cari keringat setelah beberapa hari sebelumnya sibuk bekerja tanpa sempat olahraga. Kegiatan menenangkan pikiran ini tentunya low budget alias murah.

    2. Gunung

    Glamping Sabda Alam, menawarkan sensasi menginap mewah, di kaki Gunung Guntur Garut.Glamping Sabda Alam di kaki Gunung Guntur, Garut. Foto: Hakim Ghani

    Rekomendasi tempat: glamping di Lembang dan Puncak di Jawa Barat

    Glamour camping (glamping) adalah aktivitas pilihan yang memungkinkan kamu berinteraksi langsung dengan alam, tanpa herus repot membawa peralatan kemah. Pengelola biasanya menyediakan paket glamping, sehingga penyunjung cukup memilih seusai kebutuhannya masing-masing. Kamu bisa melihat view super indah sambil recharge energi selama self retreat.

    3. Curug

    Wisata Trekking Curug Leuwi HejoWisata Trekking Curug Leuwi Hejo Foto: Instagram @whatraveltrekkingclub

    Rekomendasi tempat: Curug Leuwi Hejo, Leuwi Asih, Leuwi Lieuk, Bidadari

    Air terjun tidak hanya indah dipandang, menyediakan hawa sejuk, dan adem cocok untuk duduk-duduk santai atau cuci mata. Kamu bisa trekking di jalur yang telah disediakan sambil lebih banyak melihat yang ijo-ijo. Hasilnya, kamu bisa self treatment sambil olahraga sebelum kembali ke rutinitas harian.

    4. Pantai

    Pulau PariPulau Pari Foto: shutterstock

    Rekomendasi tempat: Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

    Kamu bisa nyebrang sendiri atau ambil paket liburan di Kepulauan Seribu. Pantai dengan air biru-hijau, tenang, ombak kecil, dan angin sejuk memungkinkan kamu relaksasi sambil menjauhkan diri dari kesibukan harian. Pantai juga cocok bagi penyuka sport activity misal renang, snorkeling, yacht, dan kegiatan lainnya.

    5. Staycation

    Ilustrasi staycationIlustrasi staycation Foto: Shutterstock

    Rekomendasi tempat: hotel, apartemen, atau flat di Jakarta misal W Home Plan dan Chic Quarter

    Hotel ini cocok bagi yang pengan liburan satu hari dalam suasana tenang, meski tidak jauh dari Jakarta. Di sela staycation kamu bisa jalan-jalan ke taman, museum, pusat perbelanjaan, atau sekadar makan enak hingga tiba hari kembali pada rutinitas.

    Dengan rekomendasi ini, kamu bisa self retreat meski tidak lama untuk liburan sebelum kembali beraktivitas.

    (row/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 5 Tempat Wisata Alam yang Lebih Adem dari Lembang



    Jakarta

    Siapa bilang liburan ke tempat adem cuma ada di Lembang? Ternyata ada banyak tempat wisata anti-maintsream yang sama-sama adem dan indah.

    Rehat sambil menikmati keindahan alam nan hijau menjadi salah satu impian banyak orang. Biasanya mereka akan liburan ke Bandung, Lembang dan sekitarnya.

    Tak perlu jauh-jauh ke luar kota, detikTravel merangkum beberapa tempat wisata adem yang bisa dijadikan pilihan untuk liburan singkat.


    1. Gunung Bunder

    Kemping di Gunung BunderKemping di Gunung Bunder Foto: Roberto Tambunan/d’Traveler

    Lokasi: Jalan Gunung Bunder Desa Cimudal, Gn. Sari, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.
    Tiket masuk: Rp 15.00-35.00
    Jam operasional: 24 jam

    Lupakan Puncak, traveler yang mau liburan adem bisa datang ke Gunung Bunder. Puncak Gunung Bunder menawarkan pemandangan alam yang indah, sebut saja Gunung Salak dan hamparan pohon pinus. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dari ketinggian 750-1.050 mdpl.

    2. Curug Naga

    Curug Naga di BogorCurug Naga di Bogor Foto: (Muhammad Idris/d’Traveler)

    Lokasi: Citamiang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
    Tiket masuk: mulai dari Rp75.000-375.000
    Jam operasional: 08.00-18.00 WIB.

    Tidak hanya menawarkan keindahan air terjun saja, berbagai aktivitas seru menantang adrenalin bisa dijajal di sini. Contohnya saja jungle trekking, cliff jumping, body rafting, sampai dengan river trekking.

    Jika ingin melihat keindahan curug, pengelola mewajibkan pengunjung untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk persiapan peralatan dan juga logistik di area yang akan dikunjungi. Jangan takut, karena ada pemandu yang membuat liburan kian menyenangkan.

    3. Puncak Baros

    Camping Ground Bukit Baros CiamisCamping Ground Bukit Baros Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

    Lokasi: Jl. Baros No.202, Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
    Tiket masuk: Rp 5.000-10.000
    Jam operasional: 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. Kegiatan berkemah dimulai dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 12.00 siang WIB keesokan harinya (24 Jam). Lokasi ini tutup untuk kemah pada malam Jumat.

    Bumi Perkemahan Bukit Baros Ciamis kini semakin populer. Destinasi kemah yang menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan dan suasana yang sejuk.

    Berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), tempat ini menjadi pilihan ideal untuk berkemah bersama keluarga. Menikmati keindahan alam, dan mengabadikan momen dengan latar belakang pegunungan yang indah.

    Pengelola juga menyediakan sewa peralatan kemah, seperti sewa tenda Rp 60 ribu per malam, dapat menampung hingga empat orang dan sudah termasuk layanan bongkar pasang tenda.

    4. Lembah Pasir Sumbul

    Lembah Pasir SumbulLembah Pasir Sumbul Foto: (Lembah Pasir Sumbul/Instagram)

    Lokasi: Kp. Parabon Pojok 04/03, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
    Tiket masuk: Rp 15.000-35.000
    Jam operasional: 07.00-17.00 WIB. Perkemahan buka 24 jam.

    Lembah Pasir Sumbul di Kabupaten Cianjur adalah salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan dan petualangan. Waktu terbaik untuk datang adalah di pagi hari saat udara masih segar dan pemandangan di lembah tampak lebih indah dengan cahaya matahari yang lembut.

    Wisatawan bisa menikmati keindahan hutan pinus sampai dengan pemandangan Gunung Gede Pangrango. Traveler yang mau basah-basahan bisa mendinginkan diri di air terjun yang ada di sana.

    Tak hanya itu, pengunjung juga bisa treking dengan jalur yang santai namun tetap menantang. Jangan lupa untuk foto-foto karena sepanjang jalur ini sangat indah.

    5. Kebun Raya Cibodas

    Sejumlah wisatawan berkunjung ke Kebun Raya CibodasSejumlah wisatawan berkunjung ke Kebun Raya Cibodas Foto: (Ismet Selamet/detikcom)

    Lokasi: Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
    Tiket masuk: Senin-Jumat Rp 15.500 per orang, akhir pekan/libur nasional Rp 25.000 per orang
    Jam operasional: 08.00-16.00 WIB, akhir pekan dan libur nasional mulai dari 07.00-16.00 WIB.

    Bukan Kebun Raya Bogor, ini adalah Kebun Raya Cibodas. Taman hijau ini tak kalah indah karena memiliki banyak jenis tanaman dengan suasana yang tenang.

    Traveler bisa mengenal berbagai jenis tumbuhan mulai dari anggrek, paku-pakuan, lumut sampai tanaman obat.

    (bnl/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker