Tag: jawa tengah

  • Kecil-kecil Tua, Stasiun Solo Kota Warisan Belanda



    Solo

    Sebuah bangunan kecil di Solo jadi cagar budaya peninggalan Belanda. Lokasinya di Sangkrah, Pasar Kliwon, namanya Stasiun Sangkrah atau Stasiun Solo.

    Kota Solo saat ini memiliki lima stasiun, yaitu Stasiun Purwosari, Stasiun Balapan, Stasiun Jebres, Stasiun Solo Kota, dan Stasiun Kadipiro yang baru berdiri sejak 2019. Di antara empat stasiun yang didirikan oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Stasiun Solo Kota adalah stasiun yang paling muda.

    Hal itu dijelaskan Ketua Solo Societeit, Dani Saptoni. Ia mengatakan, Stasiun Solo Kota diresmikan pada 1922, paling muda di antara 4 stasiun lawas lainnya.


    “Dibangun paling akhir di antara beberapa stasiun kereta api lain di Kota Solo, yang lain dibangun sebelum abad 20. Yang di Sangkrah ini dibangun tahun 1919. 1922 itu kayaknya peresmiannya, tapi mulai pembangunannya 1919 atau 1920,” kata Dani saat dihubungi detikJateng, Kamis (23/11/2023).

    Potret Stasiun Sangkrah atau Stasiun Solo Kota yang masih terjaga keasliannya meski sudah berdiri 100 tahun silam.Potret Stasiun Sangkrah atau Stasiun Solo Kota yang masih terjaga keasliannya meski sudah berdiri 100 tahun silam. Foto: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Solo

    Dani menjelaskan, pembangunan Stasiun Solo Kota ini dulunya digadang sebagai penunjang transportasi murah dan mudah untuk mengangkut berbagai hasil bumi. Stasiun ini dibangun perusahaan maskapai kereta api Hindia Belanda (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) agar kereta melewati pusat-pusat perdagangan dan transportasi.

    “Program tahunan negara bagian selatan, yaitu daerah Wonogiri. Mobilitas penduduk di sana dipermudah untuk jalur perdagangan. Tapi sebetulnya kan di situ sebelum ada stasiun kereta api uap itu kan sudah ada trem kuda,” terangnya.

    Trem kuda merupakan sarana transportasi yang berbentuk seperti gerbong kereta yang ditarik kuda. Menurut Dani, trem kuda ini dulu populer di era Hindia Belanda. Kemudian penamaan Solo Kota diambil karena letak stasiun yang berada di jantung Kota Solo, yang saat itu masih dalam kekuasaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

    Pria yang kerap menelusuri sejarah melalui Solo Societeit itu mengatakan, jalur kereta di Stasiun Solo Kota ini dominan ke arah Wonogiri. Tapi dulunya sempat dibuka jalur Solo-Boyolali. Seiring perkembangan zaman, beberapa jalur banyak yang kemudian terputus karena ada pembangunan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.

    “Makanya sekarang kan hanya ada Kereta Bathara Kresna yang masih beroperasional,” ujar Dani.

    Kereta Bathara Kresna melintas dari Purwosari menuju Wonogiri. Sesekali Stasiun Solo Kota juga melayani rute Sepur Kluthuk Jaladara yang akan membawa penumpang melewati Jalan Slamet Riyadi dengan kereta uap yang antik.

    “Menarik karena keberadaannya ini bukan untuk mobilitas luar kota, jadi jarang orang yang tahu. Makanya lebih ke wisata heritage, berbeda dengan Stasiun Purwosari, Balapan, Jebres yang ada pengunjung luar kota,” jelasnya.

    Sebagai salah satu cagar budaya di Kota Solo yang berada di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Stasiun Solo Kota masih mempertahankan keasliannya. Hanya beberapa ornamen yang diubah, seperti stasiun-stasiun lawas lainnya di Kota Solo.

    “Itu dominan bangunan lama masih dipertahankan. Ada beberapa ornamen yang memang diubah karena kebutuhan zaman tentu saja,” tutur Dani.

    Hal itu dibenarkan Manager Humas Daop 6 Jogja, Krisbiyantoro. Ia mengatakan, Stasiun Solo Kota termasuk ke dalam kategori bangunan heritage cagar budaya yang dilindungi, sehingga bangunannya masih asli dan masih dirawat untuk menjaga kelestariannya.

    “Sampai saat ini kami mengatakan bangunan Stasiun Solo Kota itu masih asli, dan belum ada wacana untuk berubah karena harus dilindungi keasliannya. Bahkan sistem persinyalannya pun masih jadul, pakai mekanik, yang ditarik pakai tangan,” ungkapnya saat dihubungi detikJateng.

    ***

    Baca berita selengkapnya di sini.

    (bnl/bnl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ngabuburit With A View, Ini Menoreh Dreamland Kulon Progo



    Kulon Progo

    Kulon Progo punya segudang tempat wisata untuk ngabuburit. Bukan sekedar menunggu waktu berbuka, pemandangannya bikin pikiran adem.

    Inilah Menoreh Dreamland, tempat wisata dengan view hutan pinus. Menoreh Dreamland terletak di kawasan perbukitan menoreh wilayah Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo. Dari pusat Kota Jogja, jarak yang ditempuh untuk sampai ke sini berkisar 35 km atau 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

    Dibuka sejak Desember 2023 lalu, tempat yang berbatasan langsung dengan wilayah Kaligesing, Purworejo ini mengusung konsep wisata kuliner terpadu. Di mana wisatawan bisa menyantap aneka kuliner sembari menikmati keindahan hutan pinus yang ada di sekitar. Selain itu, juga tersedia beragam wahana permainan yang bisa diakses oleh masyarakat umum.


    Suasana di Menoreh Dreamland, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo, Sabtu (16/3).Suasana di Menoreh Dreamland, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo, Sabtu (16/3). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJogja

    “Jadi Menoreh Dreamland merupakan wahana wisata yang dilengkapi dengan cafe kekinian. Tempat kami menyediakan rainbow slide, kereta hutan, permainan rumah balon, kamera 360, taman play ground, outbond, hingga kolam renang,” ungkap Tri Sugianto, selaku Direktur Menoreh Dreamland saat ditemui detikJogja di lokasi Sabtu (16/3).

    Wahana permainan itu bisa dijumpai di area hutan pinus sekitar Cafe Menoreh Dreamland. Biaya masuknya sebesar Rp10.000 per orang. Harga yang sama berlaku untuk penggunaan wahana seperti rainbow slide dan kereta hutan.

    Bagi pengunjung yang ingin ke sini disarankan untuk datang pada sekitar pukul 16.00 WIB. Sebab, pada saat itu akan muncul kabut yang menambah syahdu suasana sewaktu ngabuburit.

    “Sebenarnya cafe ini lebih mengedepankan pada kenyamanan. Jadi teman-teman yang datang ke sini akan menikmati suasana hutan pinus, nah kalau jam 4 sore kita bisa pastikan ada kabut, sehingga membuat suasana kian syahdu, jadi direkomendasikan datang sore karena untuk ngabuburit sangat cocok,” ujarnya.

    Suasana di Menoreh Dreamland, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo, Sabtu (16/3).Suasana di Menoreh Dreamland, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo, Sabtu (16/3). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJogja

    Tak hanya menjual suasana dan wahana permainan, Menoreh Dreamland juga menyajikan kuliner yang tergolong lengkap. Mulai dari aneka ayam goreng, olahan nasi, kentang, mie, camilan dan menu andalan yaitu sop buntut.

    “Unggulan di sini adalah sop buntut, karena diracik dengan aneka bumbu yang dapat menggugah selera berbuka,” ucap Tri.

    Pun demikian dengan minuman yang beraneka ragam. Termasuk beragam varian kopi yang cocok bagi pecinta minuman berkafein tersebut.

    Untuk harga sendiri tergolong masih ramah di kantong. Baik makanan maupun minuman kisaran harganya mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000-an.

    Salah satu pengunjung Ando, asal Jogja mengaku sengaja datang ke sini untuk mengisi waktu jelang berbuka puasa. Menurutnya tempat ini cocok untuk nongkrong karena suasana yang dihadirkan bisa jadi obat penenang dari penatnya hiruk pikuk perkotaan.

    “Memang niatnya mau ngabuburit sih. Pilih di sini karena direkomendasikan oleh teman, terus pas sampai wah ternyata suasananya nyaman ya. Apalagi bisa lihat pemandangan hutan pinus dan hawanya dingin jadi semacam healing dari padatnya kota,” ujarnya.

    Soal rasa kuliner yang disajikan, Andi menyebut cukup nikmat. Apalagi menu sop buntut yang menurutnya pas bagi lidah masyarakat Indonesia.

    “Paling jos sop buntutnya sih, campuran rempahnya pas, jadi ada kombinasi gurih, manis, asinnya. Cocok untuk lidah saya,” ucapnya.

    **

    Baca artikel selengkapnya di sini.

    (bnl/bnl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hotel Salatiga Ini Terlangsing di Indonesia, Kedua di Dunia



    Kota Salatiga

    Kota Salatiga mencatatkan rekor hotel terlangsung atau tertipis di Indonesia, bahkan kedua di dunia!

    Inilah Hotel Pitu Rooms di Jalan Sukowati No 33, dekat dengan Alun-alun Pancasila Salatiga. Meski tak ada pelang hotel di depannya, warga yang melintas bisa dengan mudah menemukan Pitu Rooms karena bentuknya yang unik.

    Hotel itu hanya memiliki lebar 2,8 meter, panjang 9,5 meter, dan tinggi 17 meter. Bangunan itu terlihat menjulang tinggi dengan warna mayoritas cokelat kayu.


    Sulit membayangkan bangunan itu adalah hotel jika hanya melihat dari depan. Identitas bangunan itu hanya terlihat di satu sisi bangunan dengan tulisan ‘PITU’.

    Di depannya justru ada papan nama Kafe Ngopo Ngopi, yang membuatnya lebih terlihat seperti kafe. Apalagi susunan meja-kursi dan wastafel di depannya, jika tanpa meja resepsionis, area depan hanya akan terlihat seperti kafe biasa.

    “Ini sepertinya memang dinobatkan sebagai hotel tertipis di Indonesia. Kalau di dunia nomor dua, yang pertama ada di Jerman tapi kan di sana hanya ada satu kamar,” kata Supervisor Pitu Rooms, Oktaviani Rosita saat ditemui detikJateng, Kamis (21/3/2024).

    Hotel tertipis yang dimaksud ialah Eh’Haeusl yang berada di Amberg, Jerman. Hotel itu lebih tipis 40 sentimeter dibanding Pitu Rooms.

    Meski begitu, Eh’Haeusl lebih seperti rumah yang dijadikan hotel dengan kapasitas maksimal dua orang tamu. Jauh berbeda dengan Pitu Rooms yang memiliki 7 lantai dengan 7 kamar, restoran, dan kafe.

    “Kalau di sini per kamar memang direkomendasikan hanya untuk dua orang, kalau anak di bawah lima tahun masih boleh tapi kalau di atas lima tahun direkomendasikan pesan kamar tambahan,” jelasnya.

    ***

    Baca berita selengkapnya di sini.

    (bnl/bnl)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Tempat Wisata Tawangmangu untuk Liburan Idul Adha 2024


    Jakarta

    Sejumlah tempat wisata Tawangmangu bisa menjadi pilihan untuk berlibur di saat Idul Adha 2024. Berada di lereng Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu dan sekitarnya menawarkan keindahan alam dan kesejukan khas pegunungan.

    Tawangmangu adalah nama kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur. Kecamatan sekitar Tawangmangu pun memiliki beragam tempat wisata menarik, seperti di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi.

    Tak perlu bingung memilih tempat tujuan. Simak artikel ini untuk mengetahui 10 tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat kalian kunjungi pada saat libur Idul Adha 2024.


    Pilihan Wisata Tawangmangu saat Libur Idul Adha 2024

    Berikut ini 10 rekomendasi tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat kalian kunjungi pada saat libur Idul Adha 2024:

    1. Grojogan Sewu

    Grojogan Sewu adalah salah satu tempat wisata utama di Tawangmangu. Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Tinggi air terjun ini sekitar 81 meter.

    Untuk mencapai ke air terjun, pengunjung harus melewati ribuan anak tangga. Jika lewat pintu utama, rute ini ditempuh dengan jalan menurun dan pulangnya dengan menanjak. Kalian mungkin akan menemui banyak monyet.

    Jika melewati pintu kedua, kalian harus menempuh jalan menanjak terlebih dulu, dan pulangnya melewati jalan menurun. Akses dari jalan utama ke loket agak sulit dibandingkan loket utama. Namun waktu tempuh ke air terjun jauh lebih singkat.

    Lokasi: Jalan Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-16.00 WIB.

    Harga tiket masuk: Rp 22 ribu.

    2. The Lawu Park

    Tempat wisata Tawangmangu selanjutnya adalah The Lawu Park. Ini adalah tempat wisata alam buatan yang cocok jika mengajak anak-anak. Banyaknya pohon pinus membuat tempat ini menjadi rindang dan sejuk.

    Beberapa aktivitas seru untuk anak-anak yaitu melihat aneka satwa di mini zoo, menyeberang jembatan gantung, dan bermain gelembung di taman salju gratis.

    Ada juga wahana berbayar seperti flying fox, ATV, naik kuda, snow world, dan menonton 3D cinema. Tempat ini juga menyediakan paket penginapan glamping maupun cottage.

    Lokasi: Bulakrejo, Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

    Harga tiket masuk:

    • Rp 20 ribu saat weekday
    • Rp 25 ribu saat weekend.

    Biaya naik wahana:

    • flying fox Rp 30 ribu
    • gondola isi 4 orang Rp 50 ribu
    • sewa jip Rp 325 ribu
    • snow world Rp 40 ribu.

    3. Embun Lawu

    Embun Lawu berada di sebelah The Lawu Park. Tempat wisata Tawangmangu ini menyajikan pemandangan alam yang indah dengan beberapa spot menarik untuk berfoto-foto.

    Aktivitas seru yang bisa dicoba seperti flying fox, offroad jeep, sepeda terbang, sepeda gunung, dan lain-lain. Ada juga mini zoo yang disukai anak-anak. Embun Lawu juga menyediakan cottage untuk pengunjung yang ingin menginap.

    Lokasi: Jalan Raya Matesih-Tawangmangu No. 16, Kawasan Hutan, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

    Harga tiket masuk:

    • Rp 20 ribu saat weekday
    • Rp 25 ribu saat weekend dan hari libur
    • Naik wahana akan dikenakan biaya lagi.

    4. Taman New Balekambang

    Taman Balekambang Tawangmangu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Sejak 2015 tempat ini direnovasi menjadi lebih menarik. Ada berbagai landmark terkenal dari berbagai negara seperti Colosseum, Sphinx, Menara Eiffel, Candi Borobudur, dan sebagainya.

    Selain berfoto-foto, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas seru bersama anak, seperti bermain paintball, berenang, flying fox, becak mini, hingga bermain tenis. Ada juga kolam renang yang seru buat bermain bersama anak-anak.

    Lokasi: Jl. Balaikambang, Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

    Harga tiket masuk: Rp 20 ribu (belum termasuk wahana dan permainan).

    5. Bukit Sekipan

    Kawasan Sekipan Tawangmangu terkenal dengan tempat camping di alam. Banyak warga yang juga menyewakan propertinya untuk vila atau penginapan.

    Kini di wilayah ini terdapat tempat wisata buatan bernama Bukit Sekipan yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Bukit Sekipan memiliki berbagai miniatur landmark dunia.

    Kamu juga bisa menyewa kostum unik untuk berfoto-foto. Ada juga wahana berbayar seperti bombom car, mini roller coaster, ayunan, kora-kora, dan perahu anak.

    Bagi kalian yang suka tantangan, boleh juga mencoba masuk ke rumah hantu. Atau jika ingin menginap juga tersedia area camping maupun penginapan.

    Lokasi: Jalan Sekipan, Kramat, Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

    Harga tiket masuk: Rp 30 ribu

    • Tiket terusan Rp 80 ribu.
    • Naik wahana Tanpa tiket terusan sekitar Rp 25 ribu.

    Bukit Sekipan juga wahana yang tidak berbayar seperti mini zoo, mini jurassic, rumah kaca, goa hantu, art 3D, dan lain-lain.

    6. D’Lawu Bistro & Mountain Cottage

    D’Lawu Bistro & Mountain Cottage merupakan tempat makan dan penginapan berupa cottage. Selain itu, tempat wisata ini juga bisa dikunjungi wisatawan tanpa perlu menginap.

    Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di sini seperti memetik stroberi langsung dari kebunnya, naik kuda dengan biaya Rp 50 ribu, masuk mini zoo Rp 15 ribu, bermain di mini playground Rp 15 ribu, dan naik jip dengan biaya Rp 300 ribu.

    Lokasi: Jalan Alternatif Tawangmangu-Sarangan Kilometer 9. Bulakrejo RT 3 RW 6, Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka:

    • 09.00-21.00 WIB saat weekdays.
    • 09.00-22.00 WIB saat weekend.

    Harga tiket masuk: Gratis namun dikenakan biaya parkir Rp 2-5 ribu dan tiket wahana yang dipilih.

    7. Tawangmangu Wonder Park

    Tempat wisata Tawangmangu lainnya adalah Tawangmangu Wonder Park. Selain berfoto-foto di spot-spot menarik, ada juga berbagai aktivitas menarik lainnya, seperti berkeliling naik kuda, flying fox, naik ATV, atau offroad dengan menaiki mobil jip.

    Buat kamu yang ingin camping, bisa juga mendirikan tenda di sini. Tempat ini juga menyediakan glamping yang disewa mulai dari Rp 350 ribu.

    Lokasi: Jl. Ombang-ombang No. 32 Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar.

    Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk: Rp 20 ribu.

    8. Telaga Madirda

    Di sekitar Tawangmangu, ada Telaga Madirda yang juga menjadi tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Ini adalah telaga alami yang airnya jernih sehingga bisa melihat aneka ikan dengan jelas.

    Dengan pemandangan yang indah dan menenangkan, kalian bisa berfoto dengan latar belakang telaga maupun perbukitan. Yang menarik, kalian bisa camping di dekat telaga dengan biaya yang murah.

    Setelah membayar tiket masuk, pengunjung bisa menyewa keperluan campung dengan biaya mulai Rp 100 ribu untuk tenda kapasitas 2 orang, lengkap dengan matras, lampu, dan sleeping bag. Kamu juga bisa naik perahu kayuh dengan biaya Rp 20 ribu.

    Lokasi: Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka:

    • 08.00-16.00 WIB saat weekday.
    • 08.00-17.30 WIB saat weekend.

    Harga tiket masuk: Rp 15 ribu.

    9. Kemuning Sky Hills

    Ngargoyoso juga dikenal dengan kebun tehnya di Desa Kemuning. Di antara kebun teh ini terdapat tempat wisata menarik, yaitu Kemuning Sky Hills.

    Dari bukit ini, kalian bisa melihat pemandangan kebun teh yang luas. Saat cuaca cerah, kalian bisa melihat keindahan matahari terbenam dari sini.

    Jika tidak takut, kalian juga bisa mencoba sensasi berada di atas jembatan kaca sepanjang 120 meter di ketinggian 60 meter dengan ketebalan kaca berkisar 3 cm.

    Lokasi: Sumbersari, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 09.00-18.30 WIB.

    Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

    Pengunjung yang ingin naik jembatan kaca Kemuning Sky Hills bisa membayar Rp 40 ribu, yang sudah termasuk tiket masuk.

    10. Candi Cetho

    Di ujung Kecamatan Jenawi, terdapat peninggalan bersejarah yang menawan, yakni Candi Cetho. Uniknya, candi ini mirip dengan pura yang ada di Bali karena memang merupakan candi Hindu.

    Candi Cetho merupakan peninggalan terakhir Majapahit di bawah Brawijaya V. Namun kini masih banyak warga lokal yang memeluk agama Hindu.

    Selain berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan candi ‘di atas awan’, kalian juga mengenal sejarah persebaran Hindu di Jawa. Selain di Candi Cetho, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Puri Saraswati dan Candi Kethek.

    Lokasi: Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

    Jam buka: 07.30-16.30 WIB.

    Harga tiket: Rp 15 ribu per orang.

    Nah, itulah 10 tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat dikunjungi saat liburan Idul Adha 2024.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jam Buka, Harga Tiket, hingga Daya Tariknya


    Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang berada di Jawa Tengah. Lokasinya terkenal jadi destinasi wisata dengan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya.

    Dieng menawarkan pemandangan pegunungan dengan udara sejuk, kompleks candi, kawah, hingga telaga yang indah. Tak heran, jika Dieng dikenal dengan sebutan “Negeri di Atas Awan”.

    Rekomendasi Wisata Dieng

    Dirangkum detikTravel, berikut adalah daftar wisata Dieng yang wajib dikunjungi:


    1. Bukit Sikunir

    Lokasi: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

    Bukit di Wonosobo, DiengBukit Sikunir di Wonosobo, Dieng. (ahmadsabani18/d’Traveler)

    Bukit Sikunir menjadi salah satu destinasi wisata Dieng yang menawarkan panorama pegunungan yang berderet. Dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Bukit Sikunir memiliki ketinggian 2.263 mdpl.

    Pemandangan menakjubkan saat matahari terbit sering disebut dengan “Golden Sunrise Sikunir” oleh para wisatawan.

    Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, dari puncak bukit ini kamu juga bisa melihat pemandangan Telaga Cebong.

    Dilansir laman Dieng Plateau, lokasi Telaga Cebong ada di sebelah barat Gunung Sikunir. Dinamakan demikian, karena telaga ini bentuknya menyerupai cebong/berudu. Menariknya, konon jika di pagi hari air telaga ini sering tampak berkilau.

    Jam Buka

    Sama seperti bukit lain pada umumnya, Bukit Sikunir memiliki jam buka selama 24 jam.

    Harga Tiket

    Harga tiket wisata Bukit Sikunir berkisar Rp 10.000.

    2. Candi Arjuna

    Lokasi: Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara.

    Objek wisata di dataran tinggi Dieng ditutup saat PPKM Darurat. Kondisi itu dimanfaatkan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan di area Candi Arjuna.Area Candi Arjuna, bbjek wisata di dataran tinggi Dieng. (Uje Hartono/detikcom)

    Di puncak pegunungan Dieng, kita bisa menemukan Candi Arjuna. Ini adalah candi bercorak Hindu yang terkenal di area wisatawan lokal hingga mancanegara.

    Karena letaknya ada di puncak gunung, hal ini julah lah yang menambah keindahan arsitektur candi ini.

    Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-7 atau sekitar tahun 731 saka.Luas keseluruhannya mencapai 1 hektar.

    Kawasan candi ini terdiri dari beberapa bangunan candi yaitu candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk wisata Candi Arjuna Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing Rp 30.000.

    3. Gunung Prau

    Lokasi: Terletak di kawasan dataran tinggi Dieng.

    Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLanskap momen matahari terbit di Gunung Prau. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Bagi traveler yang suka mendaki, Gunung Prau akan sangat cocok dikunjungi.

    Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan sangat indah, berupa lautan awan, panorama matahari terbit hingga lanskap berbagai gunung di sekitarnya.

    Harga Tiket Masuk

    Tiket masuk Gunung Prau Rp 10.000 untuk lokal dan Rp 25.000 ribu untuk wisatawan asing.

    4. Kawah Sikidang

    Lokasi: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (27/2/2021). Menurut pengelola tempat wisata kawasan Dieng, sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jumlah kunjungan wisatawan menurun hingga 70 persen dibandingkan sebelumnya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Anies Efizudin/Antara)

    Kawang Sikidang termasuk kawah gunung berapi, namun masih jadi tempat wisata yang tidak berbahaya. Kawah ini juga dikenal dengan Kawah Telur Rebus, karena bau belerangnya yang cukup menyengat.

    Kawah Sikidang memiliki warna kehijauan dan mengeluarkan asap putih. Pengunjung bisa melihat kawah ini di jarak aman. Disediakan akses berupa jembatan kayu, untuk mengelilingi Kawah Sikidang.

    Jam Buka

    Kawah Sikidang buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Tiket masuk Kawah Sikidang Rp 15.000 untuk lokal, dan Rp 30.000 untuk asing.

    5. Telaga Menjer

    Lokasi: Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

    Telaga Menjer di Wonosobo.Telaga Menjer di Wonosobo. (satriarexyg28/d’Traveler)

    Telaga Menjer adalah objek wisata Dieng yang memiliki pemandangan danau dengan keindahan Gunung Sindoro. Telaga ini ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut, yang terbentuk dari letusan vulkanik di kaki gunung Pakuwaja.

    Telaga Menjer menjadi telaga terluas di area Wisata Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 70 hektar dengan kedalaman 50 meter.

    Jam Buka

    Telaga Menjer buka setiap hari dari jam 08.00 WIB-17.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Tiket masuk Telaga Menjer berkisar Rp 5.000.

    6. Telaga Warna

    Lokasi: Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

    danauTelaga Warna di kawasan wisata Dieng. (Widi Arini/d’Traveler)

    Letak Telaga Warna ada pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Luasnya sekitar 40 hektar dan dikelilingi oleh panorama Gunung Prau.

    Dinamakan demikian, karena jika terkena matahari warna air di sana sering berubah-ubah.

    Jam Buka

    Wisata Telaga Warna buka dari 07.00-18.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk ke Telaga Warna dikenakan biaya Rp 22.500 untuk wisatawan domestik, sedangkan wisatawan asing Rp 163.500.

    7. Telaga Dringo

    Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Telaga di DiengTelaga Dringo di Dieng. (isah.af/d’Traveler)

    Telaga Dringo terletak pada ketinggian 2.202 meter di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 10 hektar. Masyarakat sekitar menjuluki telaga ini sebagai Ranu Kumbolo.

    Pasalnya, penampakannya mirip dengan danau yang ada di Gunung Semeru. Wisatawan juga akan disajikan pemandangan hutan yang lebat. Tak heran, jika tempat ini sering jadi tempat camping.

    Jam Buka

    Dikutip dari akun Instagram @telaga_dringo, pengelola wisata alam dan camping Telaga Dringo memiliki jam cuka dari 05:00-23:00 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000 – 15.000 per orang.

    8. Batu Pandang Ratapan Angin (Batu Pandang Telaga Warna)

    Lokasi: Jalan Dieng KM.2, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

    batu ratapan anginObjek wisata Batu Pandang Ratapan Angin. (Widi Arini/d’Traveler)

    Batu Ratapan Angin merupakan objek wisata Dieng, yang terkenal dengan dua buah batu bertumpuk di atas sebuah bukit di area Telaga Warna Dieng.

    Posisi batu yang tinggi dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar, membuatnya menghasilkan bunyi yang unik. Bunyi gemerisik halus itu seperti suara siulan dan ratapan.

    Konon, dari bunyi itulah alasan kenapa Batu Pandang Telaga Warna disebut Batu Ratapan Angin.

    Jam Buka

    Batu Pandang Telaga Warna buka setiap hari dari jam 06.00-17.30 WIB.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket Masuk Batu Pandang Telaga Warna Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan asing.

    9. Sumur Jalatunda

    Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

    Sumur Jalatunda dan lempar batu keberuntunganSumur Jalatunda. (Randy/detikTravel)

    Objek wisata Dieng selanjutnya adalah Sumur Jalatunda. Sumur ini diameter sepanjang 90 meter dengan kedalaman berkisar 100 meter, terbentuk akibat dari letusan Gunung Prahu Tua.

    Konon, sumur ini sering dijadikan sebagai tempat untuk mengabulkan permohonan oleh para wisatawan.Masyarakat setempat percaya, barangsiapa yang mampu melempar batu sampai ke sisi seberang sumur dan melintasi permukaan sumur, permintaan orang tersebut akan terkabul.

    Masyarakat setempat juga percaya kalau bahwa sumur adalah pintu menuju Sapta Pratala (bumi lapis ketujuh).

    Jam Buka

    Sumur Jalatunda buka dari jam 06.00-17.00 WIB setiap hari.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk Sumur Jalatunda adalah Rp 5.000.

    10. Gardu Pandang Tieng

    Lokasi: Jalan Dieng, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

    Gardu Pandang Tieng menawarkan keindahan pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Hamparan ladang dan pemukiman pegunungan dari atas ketinggian juga menjadi daya tarik destinasi wisata Dieng satu ini.

    Gardu Pandang Tieng bisa jadi tempat bersantai terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

    Jam Buka

    Gardu Pandang Tieng buka 24 jam.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket Gardu Pandang Tieng Rp 10.000 per orang.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 11 Kegiatan Seru di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Harga Tiket, Jam Buka


    Jakarta

    Sejak revitalisasinya rampung pada awal September 2023, kini Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memiliki wajah baru yang lebih cantik, rapi, dan hijau. Tempat ini menjadi lokasi perkumpulan dan area rekreasi yang cocok untuk perorangan, keluarga, maupun komunitas.

    TMII pertama kali diresmikan pada April 1975 silam. Hingga sekarang, tempat wisata ini ditujukan untuk kawasan rekreasi sekaligus pelestarian budaya Indonesia. Penasaran ada apa saja di Taman Mini saat ini? Simak informasinya di bawah ini.

    Aktivitas Seru di TMII

    Ada banyak kegiatan seru yang dapat traveler lakukan di Taman Mini, di antaranya sebagai berikut:


    1. Naik Kereta Gantung

    Di area TMII yang luas, kamu dapat menemukan deretan Anjungan Daerah, museum, rumah ibadah, hingga peta Indonesia di kawasan Archipelago. Hampir seluruh wajah baru Taman Mini yang menawan dapat dilihat dari ketinggian dan tanpa lelah dengan menaiki kereta gantung.

    Traveler akan dibawa keliling satu putaran dari stasiun pertama ke kedua, dan kembali lagi ke stasiun awal. Total terdapat 81 kabin kereta gantung dan tiga stasiun: Stasiun A di dekat area parkir selatan, Stasiun B berseberangan dengan Anjungan Papua, dan Stasiun C di sekitar lapangan parkir utara.

    2. Keliling Museum

    Terdapat banyak museum yang bisa Traveler datangi di Taman Mini. Sejumlah museum ini dapat menjadi wisata edukasi yang pas, terlebih untuk anak. Seperti Museum Indonesia untuk mempelajari ragam kebudayaan di Tanah Air, belajar perihal kelistrikan sambil bereksperimen kecil di Museum Listrik, dan mencoba flight simulator di Museum Transportasi.

    Ada pula Museum Perangko, Museum Pusaka, Museum Batik, sampai Museum Penerangan. Tenang saja, deretan museum tersebut telah direvitalisasi sehingga punya suasana yang menarik dan tidak membosankan.

    3. Melihat Fauna

    Siapa sangka di TMII terdapat konservasi fauna Indonesia yang cukup lengkap? Ya, di sini ada Jagat Satwa Nusantara dengan tiga destinasinya yakni Taman Burung, Museum Komodo, dan Dunia Air Tawar dan Serangga.

    Di Taman Burung, traveler bakal lihat koleksi burung dari seluruh wilayah Tanah Air. Berbagai spesies reptilia dapat ditemukan di Museum Komodo. Kamu juga bisa lihat sejumlah serangga dan ikan langka di Dunia Air Tawar dan Serangga lho.

    4. Nonton Film

    Taman Mini punya bangunan ikonik berwarna kuning yaitu Teater Keong Mas. Di sana, traveler dapat menyaksikan berbagai film dengan layar raksasa di ruangan yang besar.

    Film yang diputar mulai dari animasi pilihan hingga film bertema kekayaan budaya Indonesia. Beberapa film yang sudah dirilis yakni The Glorious Komodo Island, Langkah-Langkah Kecil, dan legenda animasi Keong Mas.

    5. Mengunjungi Anjungan Daerah

    Miniatur rumah adat dari seluruh wilayah Indonesia yang disebut Anjungan, bisa kamu temukan di TMII. Mulai dari Anjungan Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bali, NTT dan NTB, Sulawesi Tengah, Maluku, sampai Papua, semuanya ada di sini.

    Tak jarang digelar acara yang bisa kamu datangi di masing-masing Anjungan. Traveler bahkan dapat memainkan alat musik daerah seperti gamelan di Anjungan Jawa Tengah. Dan yang tidak boleh terlewat juga, tiap-tiap Anjungan bisa dijadikan spot foto unik.

    6. Nonton dan Ikuti Ragam Acara

    Tahukah traveler, berbagai acara juga sering diselenggarakan lho di TMII? Antara lain pertunjukan ragam budaya Indonesia, festival, pawai, parade, pemanggungan teater, storytelling, workshop, hingga konser bersama artis papan atas Tanah Air.

    Terdapat acara yang rutin dilakukan setiap hari, per pekan, atau bulanan, maupun acara sekali selesai. Seperti pertunjukan Kecak Dance tiap akhir bulan, free bike tour setiap weekend, atau instalasi seni di Contemporary Art Gallery dan workshop painting di Desa Seni Ganara.

    Untuk mengikuti atau nonton sejumlah acaranya, kamu bisa pantengin Instagram @tmiiofficial untuk tahu jadwal masing-masingnya.

    7. Keliling TMII

    Taman Mini mempunyai area yang luas. Namun kini, pengunjung tidak boleh berkeliling menggunakan kendaraan pribadi. Untuk menelusuri kawasan ini, pengunjung hanya bisa menyewa transportasi di dalam atau menaiki angkutan yang disediakan pihak TMII.

    Traveler dapat menyewa sepeda single atau tandem, skuter listrik, sepeda listrik roda 3, atau buggy car dengan tarif yang bervariasi. Sementara untuk angkutan gratis tersedia feeder, shuttle LRT, serta angling umum dan prioritas. Transportasi gratis ini dapat dinaiki pada titik-titik tertentu saja.

    8. Piknik

    Sekitar 70 persen kawasan TMII adalah ruang terbuka hijau. Area ini dapat dinikmati oleh pengunjung, salah satunya untuk kegiatan piknik. Kamu bisa menggelar tikar atau alas duduk lain di sana untuk berkumpul bersama keluarga atau teman sambil menyantap makanan dan camilan lezat.

    9. Mencicipi Kuliner

    Perut keroncongan saat berkeliling Taman Mini? Traveler bisa mampir ke sejumlah resto di beberapa titik areanya lho. Kamu dapat mencicipi berbagai menu nikmat nan sedap yang disajikan di sana.

    Resto yang dapat ditemukan, yaitu Resto Bajo di Museum Komodo, Resto Bakau di area Dunia Air Tawar dan Serangga, Resto Bantimurung di Taman Burung, KOBAin COFFEE di kawasan parkir selatan, Resto Navarasa di dekat Anjungan Jambi, dan Tentang Kopi di depan Anjungan Maluku.

    Terdapat pula banyak tenant street food lain yang tersebar di sejumlah titik area TMII lho. Sejumlah resto tidak hanya menawarkan menu hidangan tetapi juga view dan tempat yang cantik serta nyaman untuk nongkrong.

    10. Merchandise Store

    Kalau cari aksesoris atau ornamen unik yang identik dengan TMII, kamu bisa mencarinya di Merchandise Store. Traveler dapat menemukan koleksi baju, tas, topi, mainan, buku cerita, papercraft, keramik, hingga kerajinan tangan khas Nusantara. Terdapat koleksi pernak-pernik yang berkolaborasi dengan beberapa brand lokal seperti

    Di sini tersedia pula berbagai jajanan jadul, makanan dan minuman, serta es krim. Kalau pingin ngopi juga bisa karena terdapat coffee shop yang dapat didatangi. Lokasi Merchandise Store terletak di seberang Museum Indonesia, tidak jauh dari Pusat Informasi.

    11. Menyaksikan Pertunjukan Air Mancur

    Setelah seharian mengelilingi TMII, ada satu hal lagi nih yang tidak boleh terlewat yaitu menonton Air Mancur Tirta Cerita dan Air Mancur Tirta Menari. Pertunjukan air mancur ini digelar setiap harinya di Danau Archipelago. Seluruh pengunjung dapat menyaksikannya secara gratis di Plaza Promenade, depan Anjungan D.I. Yogyakarta.

    Jadwal pertunjukan Air Mancur Tirta Menari: Senin-Kamis (13.00), Jumat (14.00), serta Sabtu-Minggu (10.00, 13.00, dan 16.00). Sementara jadwal pertunjukan Air Mancur Tirta Cerita: Senin-Jumat (18.30) tanpa drone show dan Sabtu-Minggu (18.30) dengan drone show.

    Lokasi dan Waktu Operasional TMII

    Taman Mini Indonesia Indah (TMII) beralamatkan di Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Dari pusat kota Jakarta, tempat rekreasi ini dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit-1 jam perjalanan, tergantung kondisi jalan.

    Traveler dapat mengunjungi TMII dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti bus Transjakarta, LRT, dan KRL. Kendaraan pribadi tidak boleh dibawa masuk untuk berkeliling area Taman Mini.

    TMII buka setiap hari mulai pukul 05.00-20.00 WIB untuk gate 3. Waktu pembelian tiket dapat dilakukan dari jam 05.00-19.00 WIB.

    Harga Tiket Masuk TMII

    Tiket masuk taman Mini terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu tiket masuk perorangan dan tiket masuk kendaraan. Berikut daftar tiket masuk TMII:

    1. Harga Tiket Masuk Harian

    • Harga tiket masuk orang: Rp 35.000
    • Harga tiket masuk motor: Rp 15.000
    • Harga tiket masuk mobil: Rp 35.000
    • Harga tiket masuk sepeda: Rp 10.000
    • Harga tiket masuk bus/truk: Rp 60.000.

    2. Harga Tiket Annual Pass

    • TMII LOOP Sport Annual Pass Reguler (tiket masuk orang + sepeda): Rp 600.000
    • TMII LOOP Sport Annual Pass Komunitas (tiket masuk orang + sepeda): Rp 400.000.

    3. Harga Tiket Masuk & Kereta Gantung (Bundling)

    • Harga tiket masuk & kereta gantung: Rp 70.000
    • Harga tiket masuk & kereta gantung: Rp 70.000.

    4. Harga Tiket Masuk & Jagat Satwa Nusantara (Bundling)

    • Harga tiket masuk & Taman Burung: Rp 77.500
    • Harga tiket masuk & Dunia Air Tawar: Rp 62.500
    • Harga tiket masuk & Museum Komodo: Rp 62.500
    • Harga tiket masuk & 3 Jagat Satwa Nusantara: Rp 147.500.

    Cara Beli Tiket Masuk TMII

    Tiket Taman Mini dapat dibeli secara online melalui situs resminya. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Cara Beli Tiket Harian

    • Buka situs tiket.tamanmini.com di browser
    • Pada halaman utama, pilih Beli Tiket Masuk
    • Pilih tanggal kedatangan
    • Pilih jenis tiket yang diinginkan, lalu gulir ke bawah dan ketuk Beli Tiket
    • Masukkan data diri lalu klik Lanjutkan
    • Lanjut bayar tiket sesuai dengan metode pembayaran yang dipilih
    • E-tiket akan dikirim ke nomor WhatsApp dan email terdaftar
    • Tunjukkan e-tiket kepada petugas untuk di scan saat hari kunjungan.

    2. Cara Beli Tiket Annual Pass

    • Buka situs tiket.tamanmini.com di browser
    • Pada halaman utama, pilih Beli Tiket Annual Pass
    • Pilih tanggal kedatangan
    • Pilih jenis tiket yang diinginkan, lalu gulir ke bawah dan ketuk Beli Tiket
    • Masukkan data diri lalu klik Lanjutkan
    • Lanjut bayar tiket sesuai dengan metode pembayaran yang dipilih
    • E-tiket akan dikirim ke nomor WhatsApp dan email terdaftar
    • Tunjukkan e-tiket kepada petugas untuk di scan saat hari kunjungan.

    Harga Sewa Kendaraan Keliling TMII

    Untuk berkeliling kawasan Taman Mini, traveler dapat berbagai kendaraan seperti sepeda, skuter dan sepeda listrik, serta buggy car. Berikut daftar harganya:

    • Sepeda single: Rp 30.000 / jam
    • Sepeda keranjang: Rp 40.000 / jam
    • Sepeda tandem: Rp 40.000 / jam
    • Skuter listrik: Rp 25.000 / 15 menit, Rp 40.000 / 30 menit
    • Sepeda listrik roda tiga: Rp 70.000 / 30 menit, Rp 120.000 / jam, Rp 200.000 / 2 jam
    • Buggy car / 2 jam: Rp 350.000 (2 kursi), Rp 450.000 (4 kursi), Rp 600.000 (6 kursi).

    Nah, itu tadi sederet aktivitas seru hingga harga tiket TMII. So, apakah kamu tertarik berkunjung ke Taman Mini?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Semarang-Dieng Berapa Jam Naik Motor? Ini Rutenya


    Jakarta

    Dieng menjadi salah satu destinasi wisata favorit banyak turis. Daerah yang dijuluki sebagai “Negeri di Atas Awan” ini memang selalu memikat perhatian banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

    Dieng menawarkan pemandangan pegunungan dengan udara sejuk, komplek candi, hingga telaga yang indah. Alhasil, banyak wisatawan dari berbagai daerah yang datang ke sini, seperti dari Semarang.

    Dieng bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor. Namun, perjalanan dari kota Semarang menuju Dieng terbilang cukup jauh.


    Berniat ingin pergi ke Dieng dari Semarang menggunakan motor atau mobil? Jika iya, simak dulu rute dan waktu tempuh perjalanannya dalam artikel ini.

    Rute Semarang-Dieng dengan Kendaraan Pribadi

    Meski sama-sama di Jawa Tengah, namun perjalanan dari Semarang menuju Dieng terbilang cukup jauh. Belum lagi selama di tengah perjalanan travelers harus menepi sejenak untuk istirahat dan makan, tentu waktu perjalanannya bisa semakin lama.

    Namun, jika travelers ingin jalan-jalan santai dari Semarang ke Dieng menggunakan kendaraan pribadi, bisa banget kok. Cek dulu rute perjalanannya di bawah ini:

    Rute Semarang-Dieng Naik Motor

    Dari pantauan Google Maps, setidaknya ada tiga rute yang bisa dipilih dari Semarang-Dieng menggunakan sepeda motor, yakni via Jalan Raya Pantura, via Ngalian Kendal, atau via jalan Patean-Boja.

    Jika melalui Jalan Raya Pantura, jarak tempuhnya sekitar 92,5 kilometer. Lantas, Semarang-Dieng berapa jam naik motor dengan rute ini? Waktu yang ditempuh sekitar 2,5 jam.

    Opsi kedua adalah via Ngalian Kendal, namun rutenya sedikit lebih jauh yakni 93,5 kilometer. Untuk waktu perjalanannya memakan waktu sekitar 3 jam.

    Rute terakhir yang bisa dipilih yaitu via Jalan Patean-Boja dengan jarak tempuh sekitar 95 kilometer. Waktu perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan motor sekitar 3 jam.

    Menurut Google Maps, rute yang direkomendasikan adalah via Jalan Raya Pantura. Namun, tak ada salahnya jika travelers memilih rute yang lain.

    Rute Semarang-Dieng Naik Mobil

    Apabila travelers menggunakan mobil, ada tiga rute dari Semarang-Dieng yang bisa dipilih, yaitu via Jalan Tol Semarang-Batang, via Jalan Patean-Boja, dan via Jalan Sukorejo-Parakan.

    Rute yang pertama terbilang lebih cepat karena detikers akan melalui Jalan Tol Semarang-Batang. Jarak tempuhnya sekitar 91 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih 2,5 jam.

    Apabila tak ingin melalui jalan tol dan ingin menikmati suasana pegunungan, detikers bisa memilih opsi kedua yakni Jalan Patean-Boja. Meski begitu, waktu yang ditempuh jauh lebih lama yakni sekitar 3,5 jam.

    Rute ketiga yakni melalui Jalan Sukorejo-Parakan. Waktu perjalanannya sekitar 3 jam dengan total jarak mencapai 110 kilometer. Kalau memilih rute ini sebaiknya travelers memiliki sopir kedua, sehingga bisa bergantian kalau sudah merasa lelah.

    Naik Transportasi Umum dari Semarang ke Dieng

    Jika tak mau repot-repot mengendarai mobil atau motor, detikers bisa menggunakan transportasi umum seperti bus atau mobil travel dari Semarang ke Dieng. Namun, kamu tidak akan langsung sampai di Dieng, tetapi turun di kota Wonosobo.

    Dari pantauan sejumlah situs travel agen online, kamu bisa menggunakan mobil travel dari Semarang ke Wonosobo dengan tarif mulai dari Rp 100.000 per orang. Opsi lainnya adalah menggunakan bus rute Semarang-Wonosobo dengan harga tiket mulai dari Rp 70.000 per orang.

    Itu dia penjelasan mengenai rute Semarang-Dieng naik motor atau mobil serta total jarak dan waktu tempuhnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik, Harga Tiket, dan Fasilitasnya


    Jakarta

    Bukit Skoter atau dikenal juga Bukit Scooter Dieng adalah salah satu objek wisata menarik yang ada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Tempat ini bagus banget untuk dijadikan spot melihat sunset dan sunrise yang cantik. Ditambah dengan dengan latar belakang pegunungan yang megah.

    Daya Tarik Wisata Bukit Scooter Dieng

    Pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas seru sambil healing di Bukit Scooter Dieng. Berikut diantaranya:

    1. Menikmati Panorama Alam dan Udara Sejuk

    Terletak di ketinggian dataran tinggi Dieng, membuat Bukit Scooter menawarkan pemandangan menawan yang memanjakan mata. Mulai dari hamparan pegunungan hijau, udara segar yang memberikan kesejukan, melihat sunset dan sunrise.


    Pemandangan di sekitar area Bukit Scooter Dieng.Pemandangan di sekitar area Bukit Scooter Dieng. (dok. Instagram @camping_bukitskoter)

    Di sana juga ada banyak spot foto Instagramable. Itulah alasan yang menjadikannya tempat ideal untuk healing, melepas penat, dan menikmati ketenangan alam.

    2. Camping

    Kawasan ini juga menyediakan camping ground bagi wisatawan yang ingin menginap. Jangan khawatir, di sana telah tersedia tempat penyewaan perlengkapan camping.

    Camping di Wisata Bukit Scooter Dieng.Camping di Wisata Bukit Scooter Dieng. (dok. Instagram @camping_bukitskoter)

    Dikutip dari postingan akun Instagram @camping_bukitskoter (05/08/2024), berikut adalah daftar paket dan harga camping Bukit Scooter Dieng 2024:

    • Paket camping Bukit Scooter eksklusif (4 orang): Rp 340 ribu.
    • Paket camping Bukit Scooter eksklusif (2 orang): Rp 250 ribu.
    • Paket camping Bukit Scooter Dieng reguler (4 orang): Rp 300 ribu.
    • Paket camping Bukit Scooter Dieng reguler (2 orang): Rp 200 ribu
    • Paket camping best view: Rp 400 ribu.

    3. Glamping

    Glamping di Bukit Scooter Dieng menjadi pilihan sempurna, bagi kamu yang ingin menikmati liburan alam tanpa harus mengorbankan kenyamanan.

    Glamping di vila wisata Bukit Scooter Dieng.Glamping di vila wisata Bukit Scooter Dieng. (dok.Instagram @camping_bukitskoter)

    Di sini, wisatawan bisa menikmati fasilitas yang lengkap dan nyaman, seperti tempat tidur empuk, listrik, dan kamar mandi, sambil tetap merasakan sensasi berkemah di tengah alam terbuka.

    Harga Tiket Masuk 2024

    Harga tiket masuk Bukit Scooter Dieng Dieng adalah Rp 10.000 per orang. Selain tiket masuk, pengunjung juga akan dikenakan biaya parkir kendaraan.

    Fasilitas di Bukit Scooter Dieng

    • Musala
    • Toilet
    • Warung kopi
    • Area camping dan villa
    • Listrik.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Perantunan, Ini Daya Tarik, Lokasi, dan Harga Tiketnya



    Jakarta

    Ada banyak destinasi menarik yang dapat dijelajahi di lereng Gunung Ungaran. Salah satunya adalah Perantunan yaitu wisata alam, camping ground, dan pos pendakian di Gunung Ungaran.

    Perantunan berada di ketinggian 1.290 mdpl. Sementara, Gunung Ungaran berada di atas ketinggian 2.050 mdpl.Sunrise di Perantunan tak kalah cantik dari pemadangan sunrise lainnya di puncak-puncak gunung. Panorama alamnya begitu indah dan udaranya sejuk!

    Daya Tarik Wisata Alam Perantunan

    Wisata Perantunan di SemarangWisata Perantunan di Semarang (Meilind Faizah/d’traveler)

    Traveler bisa sekedar berjalan-jalan, menginap atau melakukan pendakian di Perantunan. Berikut beberapa daya tariknya mengutip laman Pemprov Jateng dan Instagram Perantunan.


    1. Rumah Liliput

    Wisatawan bisa merasakan sensasi menginap di rumah liliput dengan view sunrise yang begitu indah. Penginapan ini sudah termasuk kasur, selimut hangat, kamar mandi pribadi, dan penerangan. Rumah-rumah yang unik ini juga bisa dijadikan spot foto yang menarik.

    2. Rumah Kayu

    Selain rumah liliput, ada rumah kayu yang bisa jadi pilihan untuk bermalam. Penginapan ini memiliki fasilitas yang sama dengan rumah liliput denga tambahan pemanas air. Sama seperti rumah liliput, bentuk rumah kayu juga cukup unik dengan pemandangan sunrise yang cantik.

    3. Camping Ground

    Camping Ground atau area perkemahan bisa dipilih untuk kamu yang ingin merasakan sensasi menginap di alam terbuka. Banyak wisatawan yang sengaja bermalam di sini untuk menikmati suasana pegunungan yang dingin, melihat pohon yang memanjakan mata, dan melihat golden sunrise di pagi hari.

    Wisatawan bisa langsung melihat keindahan sunrise dari tenda. Adapun fasilitas yang disediakan cukup lengkap, mulai dari mushola, toilet, warung dan penyewaaan peralatan kemah.

    4. Spot Foto Aesthetic

    Spot foto unik di Peranturan tak hanya pada rumah kayu dan rumah liliput. Pepohonan yang rindang dan asri, serta panorama bukit-bukit di sekitarnya juga menarik untuk menjadi latar foto.

    5. Pendakian dengan 3 Puncak

    Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mendaki sampai Gunung Ungaran dari Perantunan adalah 3 jam. Wisatawan akan melewati tiga puncak, yaitu Bondolan, Botak, dan Banteng Rider.

    Lokasi Wisata Alam Perantunan

    Basecamp Perantunan berada di Gintungan, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jarak tempuh menuju Perantunan dari Alun-alun Perantunan adalah sekitar 20 km, membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

    Traveler disarankan menggunakan motor. Sebab, jalanannya sempit dan menanjak.

    Harga Tiket Wisata Alam Perantunan

    Harga tiket masuk wisata alam Perantunan adalah Rp 15.000.

    Itulah informasi mengenai daya tarik wisata Penaturan, lokasi, dan harga tiket masuknya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng yang Menjadi Misteri


    Jakarta

    Gunung Prau berada di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Dengan ketinggian mencapai 2.565 mdpl dan medan tidak terlalu sulit, Prau termasuk gunung yang ramah pendaki pemula.

    Gunung Prau disebut-sebut memiliki view matahari terbit terbaik. Di balik pesonanya, gunung ini konon menyimpan sederet mitos terkait hal mistis yang masih diyakini masyarakat setempat hingga sekarang. Apa saja mitos Prau di Dataran Dieng yang beredar? Cari tahu pada uraian di bawah.

    6 Mitos Gunung Prau yang Menjadi Misteri

    Mengutip skripsi berjudul Konstruksi Nilai Sosial Pendaki Gunung Melalui Mitos Pendakian (Studi Kasus: Gunung Prau) yang dipublikasi oleh UIN Jakarta, berikut deretan mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng:


    1. Makam Kyai Jalak Ijo

    Di jalur pendakian Gunung Prau via Dwarawati terdapat sebuah makam yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Letaknya berada di dalam hutan menyimbolkan lokasi kesakralannya. Pusara tersebut dipercaya milik seseorang yang dikenal dengan julukan Kyai Jalak Ijo.

    Biasanya, banyak orang berziarah ke makam tersebut di waktu tertentu seperti pada malam 1 Suro atau 1 Muharram. Konon doa yang dipanjatkan di sana dapat dikabulkan, di antaranya saat berdoa meminta rezeki, jodoh, dan penglaris.

    2. Dewa Penguasa Gunung Prau

    Menurut kepercayaan sejak zaman kerajaan Hindu yang berdiri di Dataran Tinggi Dieng, Gunung Prau merupakan tempat bersemayam dewa penguasa gunung. Dewa ini dianggap sebagai makhluk supranatural suci yang menjaga Prau dari kerusakan.

    Para dewa dipercaya akan turun dan menampakkan diri sebagai manusia ketika ritual pemotongan rambut gimbal dilaksanakan setahun sekali di area Candi Arjuno.

    3. Larangan Mendaki bagi Wanita yang Haid

    Ada juga mitos perempuan haid dilarang mendaki di Gunung Prau. Hal ini karena gunung setinggi 2.565 mdpl itu diyakini sebagai tempat suci, sementara wanita menstruasi dianggap “sedang kotor” sehingga tidak diperbolehkan mendaki.

    Pendaki yang melanggar mitos tersebut konon akan tertimpa musibah yang bahkan dapat mengancam nyawanya maupun orang lain, seperti kecelakaan, tersesat, ataupun meninggal dunia.

    4. Sandekala

    Sandekala adalah mitos umum di dunia pendakian, termasuk di Prau, di mana terdapat larangan mendaki saat adzan Maghrib tiba atau pergantian hari. Waktu tersebut diyakini punya sisi mistis.

    Siapa yang mendaki menjelang atau di waktu pergantian hari kabarnya akan diganggu oleh makhluk halus penghuni gunung. Jika mitos ini dilanggar, mereka yang melakukannya bisa mengalami hal mistis seperti kesurupan atau kejadian tak masuk akal seperti berpindah ke alam gaib.

    5. Penjelmaan Burung Jalak

    Menurut kepercayaan masyarakat yang tinggal di kawasan Gunung Prau, pendaki akan mendapat malapetaka saat berusaha menangkap atau mengganggu burung jalak yang ditemukan di jalur pendakian.

    Burung jalak di Prau katanya merupakan penjelmaan makhluk halus yang dianggap senang mencelakai dan membahayakan para pendaki.

    Selain jalak, hewan-hewan seperti ular, kera, kuda, kelabang, dan harimau juga kabarnya adalah binatang penjelmaan makhluk astral di gunung.

    6. Oyot Rimpang

    Ada lagi mitos terkenal di Gunung Prau yaitu oyot rimpang. Konon, oyot rimpang merupakan pintu menuju alam gaib. Pintu ini berupa pepohonan tinggi yang tumbuh di padang bunga daisy dan punya bentuk menyerupai kotak.

    Lokasi oyot rimpang diduga dapat ditemukan di jalur pendakian Prau via Dwarawati setelah melewati puncak tertingginya. Usai melalui tower yang berada di puncak, pendaki akan menjumpai area Telaga Wurung yang terdapat tanaman tinggi, rerumputan, dan bunga daisy. Kabarnya, di situlah letak oyot rimpang berada.

    Masyarakat meyakini siapa saja yang melewati pepohonan kotak bak pintu itu, secara sengaja ataupun tidak, maka ia akan memasuki dunia gaib dan tidak bakal bisa keluar dari sana.

    Larangan di Gunung Prau

    Selain mitos, ada baiknya mengetahui berbagai larangan Gunung Prau sebelum traveler mendaki di sana. Dilansir situs Visit Jawa Tengah, berikut beberapa larangan mendaki Prau:

    • Masuk tanpa izin
    • Membuang sampah sembarangan
    • Membuat api unggun
    • Tidak membawa sampah turun
    • Menebang pohon
    • Membawa tisu basah ke atas Gunung Prau
    • Membawa senjata tajam
    • Membawa dan menyalakan kembang api
    • Membawa dan mengkonsumsi minuman keras atau narkoba
    • Melakukan pencurian
    • Membawa alat musik dan musik box
    • Melakukan perzinahan
    • Melakukan vandalisme
    • Kencing di dalam botol.

    Nah, itu tadi sederet misteri Gunung Prau yang diyakini masyarakat setempat beserta larangan saat mendaki gunung ini. Jika berkesempatan mengunjung Gunung Prap, semua aturan dan larangan wajib dipatuhi yanpa kecuali ya.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com