Tag: keindahan

  • Libur Long Weekend ke Pulau Peucang TN Ujung Kulon, Begitu Memikat



    Pandeglang

    Pulau Peucang bisa menjadi pilihan untuk mengisi hari libur atau akhir pekan. Pasalnya, di Pulau Peucang menyajikan keindahan alam yang sangat alami.

    Pulau Peucang terletak di ujung barat pulau Jawa atau di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional Ujung Kulon.

    Hal itu tertuang dalam SK Menteri ESDM RI Nomor: 393.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon pada 10 November 2023. Di kawasan itu terdapat 14 situs warisan geologi (geosite), enam situs keanekaragaman hayati atau biodiversity, dan dua situs keragaman budaya (cultural sites).


    Untuk menuju ke pulau, membutuhkan waktu perjalanan laut sekitar dua sampai tiga jam, dari Pelabuhan Sumur, Pandeglang. Begitu tiba di lokasi, kita akan disambut pasir putih, air laut biru dan tenang.

    Di sana, kita bisa melihat ragam penghuni air dengan melakukan snorkeling atau diving. Ombak yang tenang, cocok untuk bermain air. Gerombolan ikan akan ikuti menemani saat bermain.

    Pulau Peucang TN Ujung KulonPulau Peucang TN Ujung Kulon (Foto: Aris Rivaldo/detikcom)

    Tak hanya itu, di kawasan Pulau Peucang bisa ditemukan satwa darat yang hidup bebas, seperti rusa, monyet, banteng, burung merak. Hewan-hewan itu tak akan mengganggu waktu liburan kita.

    Pemandangan sunset atau mata hari tenggelam juga bisa dinikmati saat senja. Keindahan langit itu, bisa membuat kita ingin bertahan lebih lama.

    Wajar saja jika Pulau Peucang dikunjungi wisatawan setiap liburan, atau pada saat akhir pekan. Mereka sengaja datang untuk menikmati semua jejak keindahan yang ditawarkan.

    Untuk menuju Pulau Peucang, kita bisa mengikuti open trip yang dibuka oleh warga lokal. Jika mengikuti open trip ongkos perjalanan akan lebih murah. Untuk harga, sekitar Rp 600 sampai 750 ribu. Tarif tersebut sudah dapat makan, dan penginapan selama kegiatan.

    Sudah saatnya luangkan waktu liburan ke Pulau Peucang. Ajak keluarga atau teman dekat untuk diajak berlibur.

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Tempat Wisata Bandung Penuh Petualangan untuk Liburan Bersama Teman



    Jakarta

    Bandung tidak hanya dikenal dengan udaranya yang sejuk dan kulinernya yang lezat, tetapi juga dengan berbagai destinasi wisata yang penuh petualangan. Jika Anda mencari tempat seru untuk liburan bersama teman-teman, berikut adalah beberapa pilihan tempat wisata Bandung yang bisa dikunjungi.

    1. Trans Studio Bandung

    Berlokasi di Trans Studio Mall yang berada Jl. Gatot Subroto No.289A, Cibangkong, Kec. Batununggal, Kota Bandung, Trans Studio Bandung menawarkan berbagai wahana seru yang cocok untuk yang ingin merasakan petualangan di wahana dalam ruangan. Anda bisa merasakan sensasi luar biasa dengan menaiki Racing Coaster, roller coaster indoor tercepat di dunia, atau menantang diri di Giant Swing, ayunan raksasa dalam ruangan pertama di Indonesia.


    Ilustrasi Tempat Wisata Bandung Penuh PetualanganIlustrasi Tempat Wisata Bandung Penuh Petualangan Foto: Traveloka

    Selain wahana ekstrem, tempat ini juga memiliki berbagai pertunjukan menarik seperti Special Effect Action Show yang penuh aksi atau The Lost Baby Dino yang interaktif. Jika mencari pengalaman yang lebih menegangkan maka cobalah masuk ke wahana Dunia Lain, di mana Anda akan merasakan suasana mistis yang membuat bulu kuduk merinding. Tiket masuk ke Trans Studio Bandung bisa Anda dapatkan mulai dari Rp 119 ribu. Jangan lewatkan kesempatan untuk memesan tiket di Traveloka agar lebih praktis dan hemat!

    2. Pesona Nirwana Waterpark

    Bagi Anda yang suka bermain air maka Pesona Nirwana Waterpark yang berlokasi di Kampung Legok Jenjing, Panyirapan, Soreang, Bandung adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Waterpark ini menawarkan berbagai kolam renang untuk anak-anak maupun dewasa sehingga cocok untuk liburan bareng teman-teman.

    Anda bisa memacu adrenalin dengan mencoba berbagai seluncuran air yang menegangkan atau bersantai di jacuzzi setelah lelah beraktivitas. Dengan harga tiket masuk mulai dari Rp 40 ribu maka Anda sudah bisa menikmati keseruan di tempat ini. Pesan tiketnya di Traveloka untuk pengalaman liburan yang lebih mudah!

    3. The Great Asia Africa

    Jika Anda ingin menikmati suasana luar negeri tanpa harus keluar negeri, kunjungi The Great Asia Africa yang terletak di Jl. Raya Lembang – Bandung No.71, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini menghadirkan berbagai replika landmark terkenal dari berbagai negara yang lengkap juga dengan wahana seru dan aneka kuliner khas.

    Salah satu wahana yang wajib Anda coba adalah Sky Ride, yang memungkinkan Anda menikmati pemandangan spektakuler dari atas ketinggian. Anda juga bisa mengunjungi desa tradisional Jepang dan berfoto di replika hutan bambu Arashiyama. Untuk pengalaman lebih seru, sewa pakaian tradisional seperti hanbok, kimono, atau kain saree, dan abadikan momen di depan landmark khas setiap negara.

    Anda juga bisa mencicipi aneka makanan populer dari berbagai negara seperti takoyaki, tteokbokki, dan masih banyak lagi. Harga tiket masuk ke The Great Asia Africa mulai dari Rp 44 ribu dan Anda bisa memesan tiketnya dengan mudah melalui Traveloka.

    4. Dago Dreampark

    Bagi Anda yang mencari wisata alam dengan berbagai aktivitas seru maka Dago Dreampark adalah pilihan yang tepat. Terletak di Jl. Dago Giri Km. 2.2 Mekarwangi, Pagerwangi, Lembang, tempat ini menawarkan berbagai wahana menarik dengan suasana alam yang sejuk dan menyegarkan.

    Ilustrasi Tempat Wisata Bandung Penuh PetualanganFoto: Traveloka

    Anda bisa menantang diri di Dream Tag Luge, sebuah trek balapan seru yang akan menguji kecepatan Anda. Jika ingin lebih ekstrem cobalah Flying Fox yang akan membawa Anda melayang di atas ketinggian atau memainkan Paint Ball bersama teman-teman untuk merasakan sensasi pertempuran sambil belajar strategi.

    Bagi pecinta fotografi, Extreme Selfie adalah spot yang wajib dikunjungi. Berfoto dengan latar belakang spektakuler dari ketinggian 20 meter akan memberikan pengalaman tak terlupakan. Tiket masuk ke Dago Dreampark sangat terjangkau mulai dari Rp 22 ribuan. Anda bisa pesan tiketnya langsung di Traveloka saat ini!

    5. Kawah Putih Ciwidey

    Jika Anda ingin menikmati keindahan alam Bandung maka Kawah Putih Ciwidey yang berlokasi di Jl. Raya Patenggang – Ciwidey Km. 11, White Crater, Sugihmukti, Pasirjambu, Bandung adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Kawah ini terkenal dengan danau vulkaniknya yang memiliki warna air yang unik dan pemandangan yang sangat menawan.

    Bagi Anda yang menyukai tantangan, cobalah berjalan di Cantigi Skywalk yang merupakan jembatan sepanjang 500 meter yang melintasi hutan Cantigi. Anda juga bisa menyusuri Ponton Bridge yang merupakan sebuah jembatan kayu yang menawarkan spot foto indah dengan latar belakang kawah. Dengan tiket masuk mulai dari Rp 31 ribu Anda bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa.

    Bandung memiliki berbagai destinasi wisata seru yang bisa Anda kunjungi bersama teman-teman untuk pengalaman liburan yang penuh petualangan. Mulai dari taman hiburan indoor di Trans Studio Bandung, bermain air di Pesona Nirwana Waterpark, menjelajahi budaya dunia di The Great Asia Africa, menikmati wahana seru di Dago Dreampark, hingga menyaksikan keindahan alam di Kawah Putih Ciwidey.

    Jangan ragu untuk segera merencanakan liburan Anda! Dapatkan tiket masuk ke tempat-tempat wisata di atas dengan mudah dan praktis melalui Traveloka agar perjalanan Anda semakin menyenangkan dan bebas ribet. Jadi, tunggu apa lagi? Ajak teman-teman Anda dan nikmati keseruan petualangan di Bandung sekarang juga!

    (akd/akd)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pemandangannya Desa, Gunung dan Laut



    Jakarta

    Warloka adalah destinasi wisata baru dengan keindahan alam, suasana kampung tua, dan spot foto menarik. Nikmati pengalaman unik di sisi Labuan Bajo ini!

    Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Selain Taman Nasional Komodo, wisatawan kini dapat mengunjungi Warloka, sebuah destinasi baru yang menawarkan keindahan alam dan suasana kampung tua.

    Warloka terletak di Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Destinasi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit perjalanan darat dari Labuan Bajo, tepat di tepi ruas jalan Labuan Bajo-Golo Mori.


    Warloka mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak awal tahun ini, terutama wisatawan domestik. Destinasi ini menawarkan panorama laut yang indah, berpadu dengan perbukitan serta suasana kampung tua yang khas.

    “Warloka bagusnya ada tiga pilihan foto pemandangan. Ada pemandangan laut, ada yang gunung, ada juga yang pemukiman warga,” ujar Epy Wahab, salah satu wisatawan lokal yang mengunjungi Warloka, Minggu (23/2/2023).

    Wisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTTWisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (dok. Istimewa)

    Berbagai spot foto tersedia untuk mengabadikan keindahan alam Warloka. “Yang ke sana banyak pilihan spot fotonya. Di spot fotonya juga sudah disiapkan kursi, meja dari kayu. Jadi pengunjung bisa duduk santai sambil nikmati pemandangan,” terang Epy.

    Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga bisa merasakan sensasi berjalan di tengah kampung Warloka dengan menyusuri gang-gang di pemukiman warga.

    “Ketika mau ke spot foto juga kita mesti lewati jalan gang di pemukiman rumah-rumah warga, itu juga jadi punya sensasi yang beda buat pengunjung,” jelas Epy.

    Wisatawan lainnya, Hamid, juga merasakan pengalaman berkesan saat mengunjungi Warloka. Menurutnya, pemandangan pantai, laut biru jernih, dan perbukitan di sekitar Warloka menjadi daya tarik utama.

    Baca artikel selengkapnya di detikBali

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menikmati Segarnya Tiga Curug di Kaki Gunung Halimun Salak



    Bogor

    Di kawasan kaki Gunung Halimun Salak, Bogor tersimpan salah satu destinasi yang bisa jadi pilihan masyarakat untuk menikmati ketenangan dan keindahan alam, yakni Curug Nangka.

    Suasananya yang sepi tak seperti saat berkunjung ke kawasan Puncak. Jika berkunjung ke Curug Nangka, pengunjung tak hanya akan disajikan dengan satu curug saja. Ternyata di dalam area itu terdapat tiga curug yang bisa dikunjungi pengunjung.

    Pada Sabtu (22/2/2025) detikTravel berkunjung ke curug tersebut yang beberapa waktu ke belakang sempat ramai karena harga tiket yang kurang lebih Rp 50 ribu. Dengan perjalanan yang kurang lebih menghabiskan waktu tiga jam dari Jakarta ini cukup membayar kesuntukan perjalanan.


    Untuk bisa masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak detikTravel mengeluarkan kocek Rp 145 ribu untuk tiga orang dan termasuk kendaraan (mobil) belum termasuk biaya parkir. Untuk biaya parkir mobil seharga Rp 15 ribu. Sehingga kurang lebih untuk satu orang dikenakan biaya sekitar Rp 43 ribu.

    Tapi setelah membayar semua itu, untungnya traveler sudah tidak perlu lagi bayar-membayar di lain areanya (pungli). Sesampainya di tempat parkiran, untuk bisa sampai ke curug traveler harus melakukan trekking kurang lebih sejauh 2 kilometer.

    Dengan pepohonan yang rimbun dan udara yang segar, setidaknya tidak terlalu membuat perjalanan begitu melelahkan. Untuk trek pun tidak terlalu berbahaya, hanya saja tetap perlu fokus karena ada beberapa area bebatuan yang basah.

    Curug Nangka di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, BogorMenyusuri bebatuan untuk menjangkau Curug Kaung. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Kurang lebih setengah jam berjalan, curug yang pertama ditemui adalah Curug Nangka yang. Tetapi Curug Nangka ini hanya terlihat dari atas saja, untuk bisa menikmati alirannya traveler perlu turun dari area yang berbeda dan trek yang sudah disediakan dan perlu menyusuri aliran untuk menikmati turunnya air.

    Namun, jika ingin merasakan segarnya air di kawasannya ini ada beberapa titik kolam alami yang bisa dinikmati. Berjalan menyusuri lebih dalam, traveler harus melewati jalanan yang telah dicor dan bebatuan sungai.

    Kala detikTravel berkunjung, debit air terlihat kecil sehingga sungainya sedikit kering. Di tengah perjalanan menyusuri lebih dalam, traveler akan menemukan curug kedua yakni Curug Daun.

    Di Curug Daun ini traveler bisa bermain air seraya menikmati kesegaran air di sana, tentunya tetap harus berhati-hati. Kemudian jika ingin melihat air terjun lainnya, traveler harus kembali menyusuri bebatuan sungai.

    Di sana traveler akan menemukan Curug Kaung, curug yang paling ujung di area tersebut. Karena debit air yang kecil sehingga tak terlalu basah jika dekat-dekat dengan area turunnya air. Pengunjung yang datang ke Curug Kaung pun banyak yang berendam dan bermain air.

    Tak lupa pengunjung pun berfoto di atas bebatuan besar dengan latar belakang air terjun. Memang berkunjung ke kawasan ini lebih baik ketika cuaca cerah, karena jika kondisi mendung ataupun hujan sangat berbahaya untuk berkunjung ke tiga curug ini.

    Traveler yang ingin merasakan ketenangan dan udara yang bersih, tamasya ke area Curug Nangka ini sungguh memberikan suasana yang menenangkan. Sedikit melepaskan diri dari hiruk-pikuk perkotaan.

    Di kawasan itu pun banyak pedagang-pedagang yang, jadi sebelum traveler masuk untuk menjajal trek menuju ketiga curug itu traveler akan melewati deretan toko-toko makanan dan minuman. Mulai dari makanan ringan, makanan berat hingga menjual buah-buahan.

    Kawasan Curug Nangka ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, selain bisa menikmati sejuknya alam dan segarnya air, traveler juga bisa menikmati bermalam di area ini. Dan yang perlu diperhatikan traveler jika berkunjung ke sini adalah kawanan monyet.

    Jadi perlu berhati-hati jika membawa jinjingan atau totebag karena kawanan monyet ini tak akan segan untuk ‘menjambret’ bawaan traveler.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rekomendasi 6 Tempat Ngabuburit di Bekasi


    Jakarta

    Traveler yang tinggal atau bekerja di Bekasi bisa memilih tempat ini untuk ngabuburit. Mulai dari alun-alun Bekasi, pusat kuliner, hingga area wisata.

    Suasana sore yang sejuk dengan aktivitas menarik tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin menikmati waktu sebelum berbuka. Tak hanya sekadar menunggu waktu, ngabuburit juga bisa menjadi momen untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga atau teman.

    Beberapa tempat di Bekasi menawarkan berbagai hiburan yang cukup menarik. Dengan banyaknya alternatif tempat ngabuburit di Bekasi, warga tak perlu bingung mencari lokasi yang sesuai dengan suasana yang diinginkan.


    Berikut ini adalah enam rekomendasi tempat ngabuburit seru di Bekasi:

    1. Alun-Alun Kota Bekasi

    Alun-Alun Kota Bekasi merupakan salah satu lokasi favorit untuk ngabuburit. Dengan luas sekitar 2 hektar, tempat ini menawarkan ruang terbuka yang nyaman untuk bersantai sambil menikmati senja. Selain itu, terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

    2. Gedung Juang 45 Tambun

    Bagi pecinta sejarah, Gedung Juang 45 Tambun bisa menjadi pilihan tepat untuk ngabuburit. Gedung bersejarah dengan arsitektur khas Belanda ini telah direvitalisasi dan kini tampak semakin indah. Pengunjung dapat menikmati suasana sejarah sambil berkeliling di taman sekitar gedung untuk melepas penat.

    3. Taman Rusa Kemang Pratama

    Taman Rusa Kemang Pratama menawarkan suasana asri yang cocok untuk ngabuburit bersama keluarga. Di sini, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan rusa dan memberi mereka makan. Selain itu, area taman yang luas dan hijau membuat suasana menunggu waktu berbuka menjadi lebih menyenangkan.

    4. Summarecon Mall Bekasi

    Sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Bekasi, Summarecon Mall Bekasi menyediakan taman yang luas dan nyaman untuk ngabuburit. Pengunjung dapat duduk santai sambil menikmati pemandangan kolam ikan yang cukup luas, serta memesan makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

    5. Danau Marakash

    Terletak di kawasan Pondok Ungu, Kecamatan Babelan, Danau Marakash menjadi tempat ngabuburit yang asyik dan murah meriah. Pengunjung dapat menikmati pemandangan danau sambil menunggu waktu berbuka.

    6. Perumahan Grand Wisata

    Taman di perumahan Grand Wisata, Lambang Jaya, Tambun, Bekasi, menjadi tempat ngabuburit menarik bersama keluarga atau teman. Selain menikmati keindahan panorama, taman ini juga menjadi spot yang bagus untuk berfoto.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Danau Gunung Tujuh, Kaldera Tertinggi di Asia Tenggara yang Menakjubkan



    Kerinci

    Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu destinasi wisata alam menakjubkan yang wajib dikunjungi traveler jika datang ke Kabupaten Kerinci, Jambi.

    Jika datang ke destinasi wisata ini, maka traveler akan disuguhkan dengan pemandangan pagi yang begitu syahdu dan tenang. Kabut bak tembok putih perlahan-lahan pun membuka lanskap hijau danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara ini.

    Pemandangan inilah yang dinikmati wisatawan Danau Gunung Tujuh setiap pagi. Danau Gunung Tujuh dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk khas pegunungan.


    Danau ini berada di Desa Palompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau Gunung Tujuh memiliki ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan panjang 4,5 kilometer dan lebar 3 kilometer.

    Sesuai namanya, danau ini dikelilingi tujuh gunung di antaranya, Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh (2.735 mdpl).

    Danau Gunung Tujuh adalah danau yang tercipta karena proses letusan gunung api dari Gunung Tujuh. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau.

    Perjalanan menuju Gunung Tujuh dapat dilakukan melalui transportasi darat. Jika berangkat dari Kota Sungai Penuh, jaraknya kurang lebih satu jam untuk sampai ke Pos Registrasi Pendakian Gunung Tujuh di Desa Palompek, yang dikelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

    Trekking menuju danau memakan waktu sekitar dua-tiga jam dengan jalur yang cukup menantang. Wisatawan akan melewati tiga pos dengan jalur tanah yang basah dan akar-akaran yang terus menanjak.

    Wisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh dengan latar gunung yang mengelilinginyaWisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh Foto: (Foto: Dimas Sanjaya)

    Wisatawan akan melewati hutan tropis yang rimbun dengan pepohonan besar. Sesekali, suara monyet dan kicauan burung bersautan menambah kesan alami dalam perjalanan ini. Meski cukup melelahkan, udara sejuk dan segarnya alam membuat rasa letih sedikit terobati.

    Setiba di pos tiga atau pos terakhir, wisatawan akan turun sekitar 500 meter untuk menuju danau. Jalur turun menuju danau ini sedikit curam sehingga memerlukan kehati-hatian, apalagi jika jalur dalam keadaan basah setelah hujan.

    Akan tetapi di jalur ini, ada pegangan tali yang memagari jalur hingga ke bawah danau, sebagai pegangan untuk para wisatawan.

    Setibanya di bawah, panorama Danau Gunung Tujuh langsung menyambut dengan keindahannya yang memukau. Airnya yang jernih membentang luas dengan latar belakang perbukitan hijau yang mengelilingi danau.

    Di tepian danau, wisatawan dapat mendirikan tenda untuk nge-camp. Wisatawan juga bisa memilih pulang di hari yang sama atau yang dikenal dengan istilah pendakian tektok. Jika nge-camp, wisatawan dapat mengabadikan momen matahari terbit dan kabut yang menyingsing di danau tertinggi ini.

    Pengalaman ke Danau Gunung Tujuh memberikan kesan mendalam bagi banyak wisatawan. Salah satunya, Rifani (27), wisatawan dari Kota Jambi, mengaku terpesona dengan keindahan alamnya terutama suasana pagi harinya.

    “Saya sudah dua kali ke sini, yang pertama tektok dan yang kedua kali ini nge-camp. Perjalanan ke sini memang melelahkan, tapi begitu sampai, semua terbayar lunas,” katanya.

    Danau Gunung TujuhDanau Gunung Tujuh Foto: detik

    Hal senada dikatakan wisatawan dari Sumatera Utara, Aryo (30) yang mengaku Danau Gunung Tujuh cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan karena suasananya yang tenang. Ini merupakan pengalaman pertamanya mendaki di Danau Gunung Tujuh.

    “Sebelumnya saya cuma lihat-lihat di media sosial saja, tapi akhirnya bisa sampai ke Danau Gunung Tujuh ini. Suasana dan pemandangan di sini benar-benar keren,” ujarnya.

    Sebagai destinasi wisata alam yang masih alami, Danau Gunung Tujuh membutuhkan kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihannya. Masih banyak ditemukan sampah baik di tepi danau maupun di jalur pendakian.

    “Sangat disayangkan masih banyak pendaki meninggalkan sampah, semoga ada aturan tegas dari pengelola terkait masalah sampah ini agar tidak mengganggu ekosistem di sekitar danau,” kata Aryo.

    Selain berkemah di tepian danau, wisatawan juga dapat menikmati alam dengan memancing, atau sekadar duduk menikmati udara segar sambil menyeruput kopi hangat.

    Beberapa wisatawan juga memilih menjelajahi danau Gunung Tujuh dengan perahu kayu atau sampan milik warga setempat.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Masjid Anti Mainstream di Pacitan, Bisa Ibadah dengan Pemandangan Laut



    Pacitan

    Di Pacitan, ada satu masjid yang anti mainstream. Masjid itu terapung di tepi laut. Traveler bisa beribadah sambil melihat pemandangan lautan.

    Masjid Apung Pacitan menawarkan pengalaman ibadah yang unik dengan latar pemandangan laut yang menakjubkan. Berdiri megah di atas perairan, masjid ini mengapung di bibir pantai, menciptakan suasana khusyuk yang berpadu dengan semilir angin laut.

    Tak hanya menjadi tempat beribadah, masjid ini menjadi destinasi wisata religi yang menarik. Pembangunan Masjid Apung Pacitan itu dimulai sejak tahun 2019 sebagai perwujudan gagasan Kyai Fuad Dimyati, atau yang akrab disapa Gus Fuad.


    Gus Fuad merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tremas, salah satu pesantren tertua dan bersejarah di Pacitan. Masjid Apung Pacitan, yang juga dikenal sebagai Masjid Kemampul, berdiri megah di tepi Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan.

    Lokasi masjid yang strategis memudahkan akses bagi para jemaah dan wisatawan, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

    Fasilitas yang disediakan di Masjid Apung Pacitan cukup lengkap, mulai dari tempat parkir yang luas, toilet, dan tempat wudu. Untuk memasuki kawasan Masjid Apung Pacitan, pengunjung hanya perlu membayar karcis sebesar Rp 5.000.

    Bangunan Masjid Apung Pacitan mengusung konsep tradisional Jawa yang didominasi bambu dan kayu-kayu tradisional. Dilansir dari laman resmi Perguruan Islam Pondok Tremas, Masjid Kemampul memanfaatkan banyak tong atau drum-drum besar yang membantu masjid agar bisa mengapung.

    Masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Islam seperti pada umumnya. Namun, yang membedakannya adalah suasana unik yang ditawarkan. Berada di tepi pantai dengan pemandangan laut lepas, masjid ini menghadirkan pengalaman spiritual yang berbeda.

    Embusan angin laut dan deburan ombak yang terdengar di sekitar diharapkan dapat memberikan ketenangan, membantu para jemaah lebih khusyuk dalam melaksanakan salat. Waktu terbaik untuk mengunjungi Masjid Apung Pacitan adalah sore menjelang malam.

    Saat itu, pengunjung tidak hanya dapat menunaikan ibadah dengan suasana yang sejuk, tetapi juga menikmati keindahan matahari terbenam di tepi Pantai Pancer Door.

    Cahaya jingga yang memantul di permukaan laut menciptakan pemandangan yang menakjubkan, menambah ketenangan dan kekhus

    Kini, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan wisata religi bagi masyarakat setempat. Masjid Apung Pacitan juga menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah yang ingin merasakan sensasi beribadah dengan lanskap alam yang menakjubkan.

    Keunikannya sebagai masjid yang berdiri di tepi laut menjadikannya salah satu ikon Pacitan, kabupaten yang dikenal dengan julukan Paradise of Java.

    Dengan perpaduan arsitektur khas dan panorama alam yang menawan, masjid ini semakin memperkaya pesona wisata bahari Pacitan.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Das Wisata Kelawi, Green Canyon-nya Lampung Ini Lee…



    Jakarta

    Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan dijuluki Green Canyon-nya Lampung. Selain itu, inovasi agrowisata menjadi daya tarik.

    Berkat itu pula Desa Kelawi diganjar penghargaan Desa Brilian Hijau 2023 oleh BRI. Keunggulan lainnya, Desa Kelawi mudah dijangkau dari Pelabuhan Bakauheni. Jarak Desa Kelawi dengan Pelabuhan Bakauheni tidak sampai 10 kilometer atau sekitar 15 menit berkendara melalui jalur lintas Sumatera.

    Setelah melewati jalan berbukit dan berliku sambil dimanjakan hamparan perkebunan, pengunjung akan langsung disambut hamparan pasir putih di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi. Pantai ini memiliki pasir putih yang lembut.


    Soal kebersihan, warga bikin terobosan program Bank Sampah yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kelawi Mandiri. melalui program itu, warga Desa Kelawi bergotong royong memastikan kebersihan Pantai Minang Rua dan seluruh wilayah desa.

    Warga mengumpulkan sampah dan bisa dijual dan uangnya masuk ke rekening BRI warga. Nah, sampah-sampah itu dikelola BuMdes.

    Kehadiran Bank Sampah menjadi penyemangat warga Kelawi dalam menjaga alam. Tidak hanya meningkatkan kesadaran soal kebersihan, mereka juga bentuk nyata hadirnya literasi dan inklusi keuangan yang secara positif dijalankan BRI.

    Selain itu, desa Kelawi memiliki air terjun Jemara dan air terjun Khaja Saka.

    Selain keindahan pariwisata, Desa Kelawi juga memiliki keunggulan dari sisi agrowisata. Melalui inovasi pertanian, mereka berhasil melahirkan varietas alpukat terbaru, yakni alpukat sipit kelawi yang telah memiliki hak paten dan sertifikasi.

    Warga diajak untuk menanam jenis alpukat itu. Sementara, potensi wisata dikembangkan dengan mengajak pengunjung merasakan langsung kenikmatan alpukat asli dari desanya.

    Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 pada 30 Januari menyampaikan telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada desa-desa potensial produktif melalui Desa Brilian. Sebanyak 4.327 Desa Brilian di Indonesia sejauh ini telah didorong untuk mengoptimalisasi keunggulan yang dimiliki dan menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

    Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh BRI bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi desa binaan BRI.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik, Lokasi, hingga Tiket Masuknya


    Jakarta

    Pantai Jetis Cilacap menjadi salah satu destinasi wisata di ujung timur Cilacap. Terutama bagi wisatawan yang mau mencari suasana tenang dan pemandangan alam yang indah.

    Selain menawarkan keindahan alam, di sana traveler bisa melakukan berbagai aktivitas di sekitar pantai pasir hitam ini.

    Letak Pantai Jetis Cilacap

    Mengutip laman Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Pantai Jetis Cilacap berlokasi di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu.


    Dari pusat kota Cilacap, jarak tempuh ke pantai ini berkisar sekitar 47 km atau dengan waktu tempuh 1 jam 15 menitan.

    Daya Tarik Pantai Jetis Cilacap

    Berikut adalah daya tarik dan aktivitas seru yang bisa dilakukan jika berwisata di Pantai Jetis Cilacap:

    1. Panorama Alam yang Cantik

    Pantai ini juga dihiasi dengan keberadaan perbukitan kapur memanjang yang ditutupi pepohonan hijau. Perpaduan antara air laut dan hijaunya pohon kelapa serta cemara di sekelilingnya tak boleh kamu lewatkan.

    Karena ada banyak pohon cemara disana, Pantai Jetis juga sering disebut sebagai Pantai Cemara Sewu.

    Kamu bisa menikmati panorama Pantai Jetis ini bisa dengan duduk santai, berjalan-jalan atau jogging saat menyusuri pantai. Tentunya akan ada suara ombak dan angin sepoi-sepoi yang menemanimu.

    Pantai Jetis buka selama 24 jam sehingga kamu bisa mengunjungi pantai ini kapanpun. Namun sebaiknya untuk berkunjung pada pagi ataupun sore hari, agar bisa lebih puas menyaksikan keindahan pemandangan yang ada.

    2. Berkeliling Pantai dengan Naik Kuda dan ATV

    Bagi yang ingin berkeliling pantai, traveler juga bisa menemukan penyewaan kuda. Selain kuda, ada juga penyewaan ATV yang bisa disewakan untuk anak-anak hingga orang dewasa.

    3. Kulineran

    Bagi pecinta kuliner seafood kamu bakal suka ke pantai ini. Karena di sekitar area pantai, kamu akan denba mudah menemukan warung makan yang berjajar.

    Mulai menu dari seafood, ketupat pecel, hingga mendoan Banyumas pun dijual di warung-warung si sana. Selain itu, traveler juga bisa milih langsung hasil tangkapan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Congot.

    4. Bangunan Pemecah Ombak yang Jadi Spot Foto Menarik

    Beutiful wallpaper background of Jetis Beach Cilacap Central Java IndonesiaPantai Jetis Cilacap, Jawa Tengah (Getty Images/Ani Dwi Wahyuni)
    Beautiful background of Jetis Beach Cilacap Central Java with green hill and blue sky for wallpaperPantai Jetis Cilacap (Getty Images/Ani Dwi Wahyuni)

    Salah satu ciri khas di Pantai Jetis Cilacap adalah bangunan pemecah gelombang atau ombaknya (tetrapod). Meskipun berantakan, spot ini juga sering dijadikan spot foto para pengunjung yang datang.

    Tiket Masuk Pantai Jetis Cilacap

    Mengutip salah satu situs travel agency online, harga tiket masuk ke Pantai Jetis berkisar Rp 5.000 per orang. Sementara, untuk tarif parkir kendaraannya Rp 2.000 untuk motor dan mobil Rp 5.000. Jika traveler mau bersantai di pinggir pantai ada gazebo yang disewakan. Harga sewa gazebonya berkisar Rp 10.000.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mengulik Gunung Haruman Garut, Keindahan Alam dan Sejarah di Baliknya


    Jakarta

    Lebih dari sekadar puncak yang menawarkan panorama Garut dari ketinggian, Gunung Haruman adalah persimpangan antara keindahan alam dan jejak sejarah Islam. Di sinilah, para pencari ketenangan mendaki dan para peziarah menemukan kedamaian di makam-makam tokoh suci.

    Berikut fakta dan hal-hal menarik lainnya seputar Gunung Haruman di Garut:

    1. Punya Pemandangan yang Indah

    Gunung ini memiliki pemandangan yang bisa memanjakan mata. Mulai dari view hijau sejauh mata memandang, Garut dari ketinggian, hingga udara segar.

    “Kami bangun dan menikmati pemandangan sunrise yang sangat indah di hari baru dan tak lupa menikmati kopi. Kami mengabadikan keindahan dengan berfoto foto sambil menikmati awan yang semakin terang semakin terbuka,” ujar salah satu pengalaman dTraveler Faulla Bagus Mauluddin saat menjajaki Gunung Haruman Garut, dikutip dari catatan detikTravel yang tayang pada 3 Agustus2023.


    Selain itu, Gunung ini juga kerap kali dijadikan sebagai lokasi wisata paralayang oleh pegiat alam bebas.

    2. Dianggap Jadi Lokasi Pusat Penyebaran Islam Di Garut

    Mengutip informasi dari media lokal Garut, Gunung Haruman merupakan gunung yang awalnya berasal dari nama sebuah tempat bernama Ciharuman. Konon, tempat itu menjadi lokasi pusat penyebaran Islam di Garut oleh seorang wali bernama Embah Wali Jafar Sidik.

    Mengutip buku Sejarah Pesantren: Jejak, Penyebaran, dan Jaringannya di Wilayah Priangan oleh Ading Kusdiana, berdasarkan informasi dari tradisi lisan yang berkembang di kalangan masyarakat Garut, Sunan Jafar Sidiq merupakan penyebar Islam di wilayah Garut Utara, khususnya di wilayah Cibiuk dan Limbangan.

    Ia diperkirakan hidup antara akhir abad ke- 17 dan awal abad ke-18. Di kalangan masyarakat Garut, sosok ini dikenal juga dengan nama Embah Wali Jafar Sidik dan Sunan Haruman.

    3. Ada Makam Tokoh Agama

    Terdapat 3 makam tokoh agama yang dirawat oleh pihak pengelola di Gunung Haruman. Ketiga makam tersebut adalah makam Syekh Jafar Asidiq, Syekh Maulana Malik Ibrahim, dan makam Nyai Fatimah.

    Sampai sekarang, masyarakat masih banyak yang sengaja berziarah ke makam-makam yang ada di Gunung Haruman.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com