Tag: keunikan

  • Batik Marunda Identitas Baru, Lahir dari Goresan Tangan Ibu-ibu di Rusunawa



    Jakarta

    Batik Marunda lahir dari tangan-tangan terampil ibu-ibu rumah tangga di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara. Menjadi identitas baru khas Jakarta Utara.

    Batik Marunda memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Yakni penggabungan motif flora juga fauna. Motif-motif tersebut diambil dari flora dan fauna yang ada di sekitar Jakarta, salah satunya motif wedelia seruni atau seruni rambat di Taman Ayodya.

    Selain motif-motif flora dan fauna, batik Marunda juga memiliki motif lain layaknya bangunan-bangunan yang ada di Jakarta seperti Jakarta International Stadium (JIS), Monumen Nasional (Monas) atau kekhasan Betawi lain, seperti penari topeng.


    Koordinator Produksi Batik Marunda, Mulyadi, mengatakan secara keseluruhan motif yang dimiliki oleh batik Marunda itu mencapai puluhan dan tentunya bervariasi.

    “Banyak sih kalau dihitung-hitung kira-kira 50 lebih mah ada sih, saya nyatetin aja ada lebih (motif),” kata pria yang akrab disapa Mul dalam perbincangan dengan detikTravel, Jumat (5/7/2024).

    Kendati sama-sama muncul di Jakarta, batik Marunda berbeda dengan batik Betawi. Perbedaan kedua batik itu terletak pada motif dan penggunaan warna yang dipakai.

    Mul mengatakan jika batik Betawi biasa menggunakan warna yang cerah sedangkan Batik Marunda menggunakan warna-warna yang gelap.

    “Yang membedakan batik kita dengan batik Betawi kalau batik Betawi dia kan cerah, kalau batik Marunda lebih ke kayak warna-warna gelap. Kayak merahnya merah marun, orange-nya agak tua gitu, birunya biru dongker,” kata Mul.

    Batik Marunda diproduksi di Rusunawa Marunda Blok A 10 dan berada tepat di lantai dasar.

    Sejak 2014

    Mul menceritakan batik Marunda baru berumur satu dekade, tepatnya sejak 2014. Batik itu diawali dari program pembinaan yang diinisiasi oleh Iriana, ketika Joko Widodo masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta pada 2013.

    “Batik Marunda itu dari tahun 2014 waktu itu kita dari Dekranasda tuh pelatihan, pelatihannya berjenjang tiga bulan kelar terus tiga bulan ada lagi. Setelah itu kita berjalan dan udah diperkenalkan gitu,” kata Mul.

    Dari pembinaan itulah kini pembuat batik Marunda di rusun mencapai 10 orang.

    Biasanya untuk kain batik dengan motif yang rumit perlu waktu hingga dua minggu pengerjaannya, seperti motif pinisi. Namun bagi salah satu pecanting Batik Marunda, Saras, menyebut dalam satu hari bisa menorehkan malam ke dalam lima kain yang nantinya akan melalui proses selanjutnya untuk menjadi kain batik yang cantik.

    “Kalau saya itu bisa lima, bisa juga enam,” kata dia.

    Dalam setiap cairan malam yang ia goreskan dalam sebuah kain itu berbagai motif, tak ada motif andalan pelanggan yang spesial. Dari pemaparannya setiap motif Batik Marunda ini laku secara pemasaran jadi setiap hari ia bisa mencanting berbagai motif Batik Marunda.

    “Cuma yang sering kita canting semua pesanan itu pasti semua motif, beragam sih maksudnya nggak selalu monoton satu motif,” kata Saras.

    Batik Marunda merupakan batik yang dikerjakan semuanya menggunakan tangan atau yang dikenal juga dengan batik tulis. Saras menyebut batik Marunda memiliki kekhasan kendati motifnya sama tapi yang mencantingnya berbeda orang maka hasilnya pun akan memiliki perbedaan.

    “Semuanya dikerjakan dengan tangan jadi setiap motif yang kita kerjakan itu pasti beda karena biar satu gambar, satu motif tangan kita tuh beda. Jadi satu kreasi orang itu nggak semua sama jadi kita tahu ‘oh ini motifnya yang ngerjain Ibu Misrida atau oh ini cantingannya Bu Saras,” kata dia.

    Rata-rata ukuran kain yang dicanting oleh para ibu-ibu di Rusunawa Marunda ini sekitar 2,5 meter. Proses membatik untuk batik Marunda juga sama seperti proses batik lainnya, mulai dari menjiplak gambar, mencanting, memberikan warna, lorot atau menghilangkan malam pada kain hingga menjemurnya,

    Setelah itu, kain batik Marunda pun siap untuk dipasarkan. Saras menyebut harga satu kain batik Marunda berada di kisaran Rp 1,5 juta.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik, Fasilitas Umum, dan Harga Tiket Masuk


    Jakarta

    Ada banyak tempat wisata menarik di Bandung, salah satunya yang populer adalah Nimo Highland. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terlebih saat akhir pekan dan memasuki musim liburan panjang.

    Soalnya, ada banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di sini. Daya tarik utama dari Nimo Highland adalah pemandangan alamnya yang indah, cocok untuk travelers yang ingin bersantai sejenak.

    Lantas, berapa harga tiket masuk Nimo Highland? Lalu apa saja fasilitas umum yang tersedia di sana? Simak ulasannya dalam artikel ini.


    Daya Tarik Nimo Highland

    Nimo Highland memiliki sejumlah daya tarik bagi para pengunjung. Daya tarik utama dari tempat wisata ini adalah dapat menikmati pemandangan gunung dan hamparan hijau kebun teh yang luas, sehingga cocok untuk kamu yang ingin liburan sambil healing.

    Merasakan udara sejuk dan segar khas pegunungan menjadi incaran utama banyak pengunjung yang datang ke Nimo Highland. Paling cocok datang ke sini saat pagi hari dan ketika cuaca sedang cerah.

    Nimo Eye merupakan kincir angin (bianglala) yang berada di Nimo Highland.Nimo Eye (dok. Instagram @nimohighland)

    Ketika berkunjung ke sini, jangan lupa untuk mencoba Nimo Eye. Wahana kincir angin raksasa ini wajib banget dicoba karena travelers bisa melihat pemandangan alam yang indah dari atas. Sedikit informasi, Nimo Eye tercatat dalam rekor MURI sebagai kincir ria di elevasi tertinggi di Indonesia.

    Selain itu, detikers juga wajib mencoba berjalan di sky bridge. Jembatan ini memiliki keunikan karena berada di atas kebun teh dan membentuk huruf “U”, sehingga travelers bisa melihat pemandangan gunung, kebun teh, dan sunset di sore hari.

    Kalau ingin berfoto-foto di tempat yang Instagramable, cobalah menaiki wahana Glass Sky Bridge. Jembatan kaca ini menawarkan pemandangan yang luas karena travelers bisa menikmati pemandangan di bawah juga. Tenang saja, jembatan kaca ini aman karena sudah teruji.

    Nimo Highland, tempat wisata baru di Kabupaten Bandung.Glass Sky Bridge (Yuga Hassani/detikcom)

    Selain di Glass Sky Bridge, ada juga sejumlah spot foto lain di Nimo Highland yang tak kalah ciamik, mulai dari Bean Bag & Net, Santorini, Tenda Indian, dan Taman Boscha. Pastikan kamu menggunakan outfit terbaik agar bisa langsung diupload ke media sosial.

    Belum puas bermain? Tenang saja, di Nimo Highland juga terdapat sejumlah wahana seru, mulai dari paintball, ATV dan gokart di tengah kebun teh, sepeda listrik, video booth 360 derajat, hingga virtual reality (VR). Masih kurang menantang? Cobalah menaiki wahana flying fox yang panjangnya mencapai 100 meter, dijamin bikin jantung deg-degan!

    Kalau perut sudah lapar, di Nimo Highland juga terdapat foodcourt yang menyediakan berbagai makanan dan minuman lezat serta mengenyangkan. Jika sudah sore, travelers bisa bersantai di coffee shop sambil menikmati pemandangan alam dan matahari terbenam.

    Di Nimo Highland, pengunjung juga bisa menyaksikan matahari terbit dari atas bukit, lho. Jika travelers tertarik, kamu harus sudah tiba di Nimo Highland sejak pukul 05.00 WIB agar tidak ketinggalan momen sunrise yang indah.

    Fasilitas Umum di Nimo Highland

    Demi memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada pengunjung, pihak Nimo Highland telah menyediakan fasilitas umum yang lengkap. Berikut daftar fasilitasnya:

    • Tempat parkir yang luas
    • Mushola
    • Toilet
    • Foodcourt
    • Kedai kopi
    • Tempat oleh-oleh
    • Spot foto Instagramable
    • Information center.

    Harga Tiket Masuk Nimo Highland

    Dilansir akun Instagram resminya @nimohighland, berikut harga tiket masuk ke Nimo Highland:

    Weekday

    • Dewasa: Rp 40.000.
    • Anak-anak: Rp 30.000.

    Weekend

    • Dewasa: Rp 45.000.
    • Anak-anak: Rp 35.000.

    Apabila detikers ingin menyaksikan matahari terbit di Nimo Highland, dikenakan tarif tiket khusus sebagai berikut:

    • Premium Sunrise Dewasa: Rp 75.000.
    • Premium Sunrise Anak: Rp 65.000.

    Sebagai informasi, tiket premium sunrise hanya tersedia saat weekend dan libur nasional tertentu saja.

    Apabila travelers ingin mencoba berbagai wahana di Nimo Highland, maka harus membayar tiket terusan sebagai berikut:

    • ATV: Rp 135.000/orang.
    • Flying fox: Rp 65.000/orang.
    • Glass sky bridge: Rp 15.000/orang.
    • Paintball: Rp 90.000/orang (weekday) dan Rp 100.000/orang (weekend).
    • Virtual reality: Rp 30.000/orang.
    • Sepeda listrik: Rp 50.000-Rp 75.000/orang.
    • Nimo Eye: Rp 40.000-Rp50.000/orang.

    Lokasi dan Jam Buka Nimo Highland

    Nimo Highland berlokasi di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Lokasinya berada di sekitar perkebunan teh Malabar yang masuk dalam lokasi PTPN VIII.

    Karena berlokasi di Pangalengan, maka jarak dari pusat kota Bandung menuju Nimo Highland terbilang cukup jauh. Dari pantauan Google Maps, jaraknya sekitar 60 kilometer atau 2,5 jam perjalanan dengan berkendara.

    Nimo Highland buka setiap hari dari pukul 08.00-18.00 WIB saat weekday. Sedangkan di akhir pekan, tempat wisata ini beroperasi sejak pukul 05.00-18.00 WIB. Disarankan datang sejak pagi hari agar travelers bisa mencoba seluruh wahana dengan puas.

    Demikian ulasan singkat mengenai Nimo Highland. Jadi, tertarik untuk menghabiskan waktu liburan di sini?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Curug Sodong Sukabumi, Pesona Air Terjun Kembar di Geopark Ciletuh


    Jakarta

    Curug Sodong Sukabumi adalah wisata alam yang berada di kawasan Geopark Ciletuh, Jawa Barat. Air terjun ini setinggi 20 meter ini unik karena memiliki dua aliran yang berdampingan di satu lokasi.

    Geopark Ciletuh telah menjadi situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2015. Selain pemandangannya yang mempesona, ada beberapa daya tarik yang membuat traveler wajib datang ke Curug Sodong Sukabumi.

    Daya Tarik Curug Sodong Sukabumi

    Berikut ini beberapa daya tarik dari Curug Sodong:


    1. Air Terjun Kembar

    Curug Sodong Sukabumi memiliki keunikan yang tidak banyak dimiliki air terjun lain. Curug ini memiliki dua aliran air terjun yang berdampingan, sehingga sering disebut sebagai curug kembar. Aliran keduanya ada kadang sama-sama deras, meski tak jarang salah satunya mengalir lebih lambat.

    2. Sejarah Bongkahan Batu

    Aliran dua air terjun tersebut dipisahkan bongkahan batu yang sangat kokoh. Dalam mitosnya, seperti ditulis detikJabar, batu ini jangan sampai jatuh karena air laut (Samudera Hindia) berisiko naik ke darat.

    Panel informasi di lokasi Curug Sodong Sukabumi menjelaskan mitos ini secara geologis. Batu yang memisahkan aliran curug kemungkinan bisa jatuh karena gempa yang besar. Gempa inilah yang berisiko mengakibatkan air laut naik ke darat menjadi tsunami.

    3. Pemandangan Air Terjun Lain

    Curug Sodong Sukabumi menyediakan bonus bagi para pengunjung. Mereka tidak hanya menikmati keindahan air terjun tersebut, tapi juga bentang alam serupa di sekitarnya. Kedua air terjun tersebut adalah Curug Cikanteh dan Curug Ciateul.

    4. Akses Mudah

    Salah satu alasan wisatawan banyak memilih Curug Sodong Sukabumi adalah aksesnya yang mudah. Pengunjung bisa membawa kendaraan hingga dekat dengan air terjun. Selanjutnya, wisatawan bisa langsung melihat pemandangan Curug Sodong Sukabumi dari tempat parkir.

    5. Fasilitas Lengkap

    Fasilitas di Curug Sodong Sukabumi semakin lengkap setelah mendapat suntikan dana Rp 7 Miliar dari anggaran pemulihan ekonomi nasional tahun 2021. Beberapa fasilitasnya yaitu:

    • Area parkir luas
    • Mushola
    • Gazebo
    • Toilet
    • Homestay
    • Amfiteater

    Harga Tiket Masuk, Lokasi, dan Jam Buka

    Bagi detikers yang tertarik mengunjungi Curug Sodong Sukabumi, berikut informasi detailnya

    Harga Tiket Masuk

    Untuk masuk ke Curug Sodong Sukabumi, harga tiket masuknya adalah Rp 5 ribu per orang. Namun, informasi lain menyatakan harga tiket masuk Curug Sodong Sukabumi adalah Rp 12 ribu untuk dewasa. Sedangkan untuk anak-anak adalah Rp 7 ribu dan Rp 12 ribu bagi pengunjung yang akan berkemah.

    Lokasi

    Curug Sodong berada di Kompleks Geopark Ciletuh, Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jaraknya Curug Sodong Sukabumi sekitar 45 km yang dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota.

    Jam Buka

    Tempat wisata Curug Sodong Sukabumi buka setiap hari pada pukul 08.00-16.00 WIB. Namun untuk wisatawan yang berkemah atau camping, Curug Sodong Sukabumi dibuka setiap saat (24 jam).

    Nah, itulah tadi informasi lengkap mengenai Curug Sodong Sukabumi, lengkap dengan daya tarik, tiket masuk, lokasi, dan jam bukanya. Sebelum berkunjung, jangan lupa mengupdate informasi sehingga bisa berwisata dengan aman dan nyaman.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Habiskan Akhir Pekan di Event Lifestyle Yogyakarta!



    Jakarta

    Yogyakarta menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi saat momen liburan tiba. Pasalnya, kota tersebut menghadirkan sejumlah keistimewaan dan keunikan tersendiri yang cocok dikunjungi oleh wisatawan berbagai daerah.

    Mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga otomotif pun hadir di kota yang memiliki sebutan sebagai ‘Kota Pelajar’. Berikut adalah sejumlah destinasi wisata yang patut dikunjungi.

    1. Jalan Malioboro


    Berwisata ke Yogyakarta rasanya kurang pas kalau tidak mengunjungi Jalan Malioboro. Pasalnya area tersebut merupakan ikon wisata Yogyakarta yang terkenal.

    Pusat perbelanjaan ini menawarkan berbagai barang unik, dari batik hingga kerajinan tangan. Selain itu, terdapat banyak penjual makanan khas Yogyakarta yang menggugah selera, seperti gudeg, bakpia, dan sate klathak.

    2. Taman Sari

    Puas berbelanja, tidak ada salahnya bergeser untuk berwisata yang kental dengan budaya seperti Taman Sari.

    Taman Sari merupakan bekas taman kerajaan Yogyakarta yang kini menjadi objek wisata populer. Tempat ini menawarkan pemandangan yang indah dan sejarah yang kaya.

    3. Hutan Pinus Mangunan

    Hutan Pinus Mangunan menawarkan keindahan alam yang mempesona. Tempat ini cocok untuk bersantai dan menikmati udara segar, serta menjadi lokasi favorit untuk berfoto dengan latar belakang pepohonan pinus yang menjulang tinggi.

    4. Fazzio Modifest di Alun-Alun Royal Ambarrukmo Plaza

    Setelah menjelajahi berbagai destinasi hits di Yogyakarta, jangan lewatkan acara seru Fazzio Modifest yang akan digelar di Alun-Alun Royal Ambarrukmo Plaza pada tanggal 10 Agustus 2024. Acara ini menawarkan berbagai kegiatan menarik yang sayang untuk dilewatkan:

    – City Touring

    Jelajahi keindahan kota Yogyakarta dengan tur keliling kota bareng Yamaha Fazzio yang pasti seru banget. Tur ini akan membawa Anda melewati berbagai landmark penting dan destinasi menarik di kota ini.

    – F&B Tenant

    Nikmati berbagai makanan dan minuman lezat dari tenant-tenant terbaik. Dari kuliner lokal khas Yogyakarta hingga hidangan internasional, semua bisa ditemukan di sini.

    – Live Painting

    Saksikan seniman lokal menunjukkan keahlian mereka dalam melukis secara langsung di motor Yamaha Fazzio. Anda bisa melihat proses kreatif mereka dan bahkan membeli karya seni yang dipamerkan.

    – Modification Workshop

    Ikuti workshop menarik tentang modifikasi tipis-tipis yang bikin motor jadi modis, dipandu oleh para ahli. Workshop ini akan memberikan wawasan dan teknik-teknik baru dalam dunia modifikasi.

    – Photo Contest

    Abadikan momen-momen terbaik di acara ini dan ikut serta dalam kontes foto. Kontes ini terbuka untuk semua pengunjung, dengan hadiah menarik untuk foto terbaik.

    – Cosplay

    Lihat para cosplayer tampil dengan kostum-kostum keren dan kreatif. Ini adalah kesempatan bagus untuk berfoto bersama dan menikmati kreativitas para cosplayer.

    – Live Music

    Nikmati penampilan musik live dari berbagai band dan musisi ternama. Penampilan spesial dari Jumbrong & Friends serta Orkes Rumah Opet akan menghibur pengunjung dengan musik-musik terbaik mereka.

    Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati akhir pekan yang penuh keseruan di Fazzio Modifest 2024. Ajak keluarga dan teman-teman Anda untuk berpartisipasi dan merasakan pengalaman yang tak terlupakan. Sampai jumpa!

    (ads/ads)



    Sumber : travel.detik.com

  • 11 Spot Wisata Hits di Pantai Indah Kapuk, Gratis dan Instagramable


    Jakarta

    Pantai Indah Kapuk atau PIK adalah kawasan di pantai utara Jakarta yang memiliki berbagai pilihan tempat wisata hits, mulai dari pantai, tempat kuliner, tempat belanja, hingga aneka spot selfie.

    Ada dua kawasan PIK, yaitu PIK 1 yang berada di Jakarta Utara dan PIK 2 yang masuk kawasan Tangerang. Meski berbeda daerah administratif, keduanya masih berada dalam satu kawasan yang bersebelahan.

    Buat traveler yang ingin jalan-jalan ke PIK, tak perlu bingung mau ke mana. Di bawah ini akan kita ulas 11 rekomendasi tempat wisata hits di Pantai Indah Kapuk yang gratis alias tanpa membayar tiket masuk, dan tentunya instagramable.


    Rekomendasi Wisata Pantai Indah Kapuk

    Berikut ini 11 tempat wisata gratis paling hits di Pantai Indah Kapuk yang dirangkum dari catatan detikTravel:

    1. Pantai Pasir Putih PIK 2

    Pantai Pasir Putih PIK2Pantai Pasir Putih PIK2 Foto: Johanes Randy
    • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
    • Jam buka: 06.00-22.00 WIB

    Selanjutnya ada Pantai Pasir Putih yang berada di kawasan PIK 2 yang memiliki pemandangan indah pasir putih yang berpadu dengan laut utara. Sebagai tempat wisata modern, traveler juga akan melihat pemandangan gedung-gedung tinggi.

    Di sini, kamu bisa bersantai di tepi pantai, bermain pasir dan air, berkeliling naik sepeda, hingga kulineran. Pengunjung dilarang membawa makanan dari luar dan harus selalu menjaga kebersihan.

    2. Aloha PIK 2

    Aloha PIKAloha PIK Foto: (‘Dadan Kuswaraharja/detikcom)
    • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
    • Jam buka: 10.00-22.00 WIB (weekend buka pukul 07.00 WIB)

    Salah satu tempat wisata hits Pantai Indah Kapuk adalah Aloha yang merupakan tempat jajan hits yang memiliki banyak tenant makanan dan minuman, seperti aneka seafood, aneka sate, pizza, steak, es krim, croissant, dan kopi.

    Keunikan Aloha adalah tempatnya berkonsep ala Hawaii. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pasir putih. Dekorasi bangunannya pun dibuat dengan nuansa tropis, yakni menggunakan elemen kayu, jerami, rotan, bambu, dan juga open space balcony.

    3. Land’s End PIK 2

    Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 Foto: dok detikcom
    • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
    • Jam buka: 08.00-23.00 WIB

    Tak jauh dari Aloha, ada tempat wisata Land’s End yang memiliki pemandangan pantai pasir putih. Keunikannya adalah terdapat bangunan ikonik berbentuk mercusuar berwarna putih yang juga menyala di malam hari.

    Tak hanya duduk santai di pantai, traveler bisa jajan di sejumlah restoran dan coffee shop di Land’s End. Dibandingkan Aloha, Land’s End menawarkan fasilitas lebih ‘premium’.

    4. Urban Farm PIK

    Urban FarmUrban Farm Foto: Hestianingsih/Wolipop
    • Lokasi: Kawasan Pantai Maju PIK, Jalan The Golf Island Boulevard, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
    • Jam buka: 09.00-21.00 WIB

    Urban Farm PIK adalah marketplace yang konsepnya dikelilingi alam. Buat kalian yang suka tanaman, tempat ini memiliki banyak koleksi tanaman menarik. Di sini terdapat beberapa tenant fashion, lifestyle, bookstore, F&B, hingga fresh market.

    5. PIK Bridge

    Ada dua jembatan menarik di PIK. Yang pertama adalah Jakarta PIK International Bridge yang berada di PIK 1, Jalan Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Jembatan ini memiliki jalur pejalan kaki kecil buat detikers yang ingin jogging atau jalan santai.

    Ada juga Jembatan PIK 2 yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Banten yang panjangnya sekitar 800 meter. Jembatan ini tidak disediakan jalur pejalan kaki, namun terdapat lajur khusus sepeda.

    6. Pantjoran PIK

    Pagoda Pantjoran PIKPagoda Pantjoran PIK Foto: Pantjoran PIK
    • Lokasi: PIK 1, kawasan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
    • Jam buka: 07.00-23.00 WIB

    Pantjoran PIK khas dengan nuansa pecinan atau chinatown. Banyak bangunan yang khas dengan negara China. Antara lain adalah pagoda merah yang disebut paling tinggi di Jakarta. Pagoda ini sering dipakai sebagai latar belakang foto.

    Selain berfoto-foto, traveler juga bisa jajan beraneka makanan di sini, seperti Cakuw Ko Atek, Bakmi Gang Kelinci, Bakso Goreng Soekajadi, Es Pluit Acen, dan Roti Srikaya Ajong.

    Untuk diketahui, ada beberapa tempat makanan non-halal di sini. Buat muslim, jangan segan bertanya menu makanan di sana.

    7. Cove at Batavia

    Cove at Batavia PIKCove at Batavia PIK Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
    • Lokasi: PIK 1, Cove at Batavia, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
    • Jam buka: 09.00-23.00 WIB

    Di PIK 1 terdapat kawasan bernama Cove at Batavia yang memiliki banyak restoran, kedai kopi, hingga bar yang hits di kalangan anak muda, mulai dari menu Indonesia, Jepang, hingga Western. Tempat ini berbatasan dengan laut, sehingga kalian bisa makan sambil menikmati keindahan laut.

    8. Batavia PIK

    Terinspirasi dari Kota Batavia masa lampau, Batavia PIK hadir dengan konsep baru, inovasi ramah lingkungan, dan desain arsitektur modern sebagai destinasi wisata dan kuliner tepi laut termegah di Golf Island PIKBatavia PIK Foto: Agung Sedayu Group
    • Lokasi: Batavia PIK 1, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
    • Jam buka: 09.00-23.00 WIB

    Bergeser ke sisi selatan, ada kawasan bernama Batavia PIK yang memiliki banyak bangunan ruko modern. Banyak pilihan tenant makanan dan minuman, bar, coffee shop, restoran, hingga minimarket di sini.

    Di belakang ruko terdapat beberapa tenant yang berbatasan dengan laut. Traveler juga bisa menyewa sepeda listrik untuk berkeliling di tepi laut Batavia PIK.

    9. La Riviera

    Mau menikmati suasana ala Eropa, tapi tak ingin jauh-jauh? Coba ke La Riviera di PIK2.Suasana ala Eropa di La Riviera, PIK2. Foto: Pradita Utama
    • Lokasi: PIK 2, Jalan Otista, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten.
    • Jam buka: 24 jam

    Wisata hits Pantai Indah Kapuk selanjutnya adalah La Riviera yang berada di PIK 2. Letaknya cukup jauh dibandingkan tempat-tempat yang disebut di atas. Kalian harus berkendara ke barat hingga kawasan Teluknaga.

    Tempat ini unik karena memiliki bangunan-bangunan mirip Kota Amsterdam. Terdapat sungai kecil yang seakan-akan melintasi tengah kota. Di malam hari, lampu-lampu kuning akan dinyalakan sehingga mirip dengan suasana Eropa.

    10. By The Sea PIK

    Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk.Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk. Foto: dok. Amantara
    • Lokasi: PIK 1, Jalan Pulau Maju Bersama, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
    • Jam buka: 10.00-22.00 WIB

    Selanjutnya ada By The Sea PIK buat kalian yang ingin berbelanja. Ini adalah sebuah shopping district pertama di Jakarta Utara yang menawarkan produk-produk lokal premium.

    Selain produk lifestyle dan fashion, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tak kalah menarik.

    11. Central Market PIK

    Central Market PIK raih penghargaan  EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) Advance Certificate dari Green Building Council Indonesia.Central Market PIK. Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom
    • Lokasi: PIK 1, Jalan Pulau Maju Bersama, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
    • Jam buka: 08.00-22.00 WIB

    Terakhir ada Central market PIK, yaitu mal yang berada di tengah kawasan Golf Island PIK. Central Market juga terintegrasi dengan Pantjoran PIK dan By The Sea. Mal ini memiliki kawasan indoor dan outdoor.

    Nah, itulah tadi 11 tempat wisata gratis paling hits di Pantai Indah Kapuk, baik PIK 1 di Jakarta Utara maupun PIK 2 di Tangerang.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Destinasi Eklektik Baru, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar



    Jakarta

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar telah resmi beroperasi sejak 6 Juli 2024. Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini siap menghadirkan pengalaman menginap yang lebih mendalam dan berkelas dengan fokus pada keunikan budaya lokal dengan sentuhan kemewahan modern.

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar memadukan esensi budaya Dago dengan desain yang menggabungkan motif tradisional Sunda dan elemen alam yang harmonis dengan sentuhan modern. Setiap detail dalam hotel ini dirancang untuk memberikan pengalaman otentik, mencerminkan kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung dari air terjun yang mengalir indah hingga cerita rakyat yang terinspirasi dari Gunung Tangkuban Perahu.

    Dengan 277 kamar dan suite yang elegan, setiap sudut hotel ini menawarkan pemandangan spektakuler yang dilengkapi dengan motif batik lokal untuk menambah keunikan pengalaman menginap. Para tamu dapat bersantai di daybed yang nyaman, menikmati suasana tenang dan indah dari area Dago Pakar.


    Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini menggabungkan keunikan budaya Sunda dengan pengaruh Eropa. Hal tersebut menjadikan hotel ini sebagai destinasi ideal bagi tamu yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya lokal. Apalagi hanya 30 menit perjalanan dari Jakarta melalui kereta api cepat.

    Hotel Indigo Bandung mempersembahkan pengalaman menginap yang lebih kaya dan bermakna melalui program eksklusif ‘Neighbourhood Story’ yang terbagi dalam dua kategori utama: ‘Stay in Style’ bagi pasangan dan ‘Edgy Stay’ untuk keluarga. Program ini tidak hanya menawarkan kenyamanan menginap, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi destinasi lokal seperti Dusun Bambu, Saung Angklung Udjo, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

    dusun bambuFoto: dok. Dusun Bambu

    Para tamu yang memilih paket ini akan mendapatkan sarapan untuk dua orang bagi ‘Stay in Style’ dan empat orang bagi ‘Edgy Stay’. Selain itu, tamu juga akan menikmati voucher F&B yang dapat digunakan di Joempa atau Dagoan Lounge.

    Sebagai bagian dari pengalaman yang unik, kegiatan kreatif seperti mewarnai motif kain batik dan pottery painting/mewarnai gerabah juga tersedia untuk menambah nilai pengalaman budaya selama menginap.

    Adapun paket ‘Edgy Stay’ berlaku untuk tipe kamar Suite, sehingga dapat menajdi pilihan ideal bagi keluarga yang menginginkan pengalaman menginap mewah. Serta lengkap dengan petualangan budaya dan aktivitas menarik untuk semua anggota keluarga.

    Dalam hal kuliner, hotel ini menghadirkan berbagai pilihan yang mencerminkan warisan budaya Sunda dan semangat Dago Pakar. Di Joempa, restoran utama hotel, para tamu dapat menikmati hidangan khas Jawa Barat seperti cuanki dan batagor. Hidangan tersebut tersedia di menu terbaru dengan bahan-bahan segar langsung dari pertanian dan kebun rempah-rempah lokal.

    Karbon, restoran dan bar di rooftop juga akan segera hadir. Restoran ini bakal menyuguhkan pengalaman bersantap yang unik dengan konsep grill and smokehouse ala Asia.

    Selain itu ada pula Dagoan Lounge dengan desain memadukan seni cahaya melalui lampu-lampu indah layaknya bintang dan kursi jaman dulu yang diadaptasi menjadi kreasi modern yang estetik. Lounge ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati aneka mocktail, cocktail kreasi bartender berbakat yang memenangkan beragam penghargaan. Tempat ini juga menyediakan ragam kudapan ringan yang lezat (finger food), mulai dari sajian khas Nusantara dengan sentuhan khas Sunda hingga sajian khas Barat, sambil menikmati pemandangan lereng bukit dan Bandung yang memukau.

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan fasilitas mewah, seperti infinity pool dan restoran di rooftop yang akan segera hadir. Ada juga Kids Club yang dinamai Kancil Club dengan aktivitas tradisional Sunda dan ruangan yang didesain khusus untuk menonton ragam film untuk anak, serta pusat kebugaran 24 jam dengan alat yang lengkap dan pemandangan indah.

    indigo hotelFoto: dok. Hotel Indigo Bandung Dago Pakar

    Selain itu, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar menyediakan kolam hangat dengan konsep infinity pool untuk keluarga yang dihiasi keindahan air terjun yang indah melambangkan curug yang ada di sekitar. Serta sembilan ruang pertemuan stylish dan Grand Ballroom yang luas untuk berbagai acara, mulai dari pertemuan kecil hingga pernikahan besar.

    “Hotel Indigo Bandung Dago Pakar adalah penghormatan terhadap kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung. Kami sangat antusias dapat menyediakan tempat peristirahatan yang setiap detailnya mencerminkan semangat dan keindahan lingkungan yang kami cintai ini,” ujar Cluster General Manager Hotel Indigo Bandung Dago Pakar dan InterContinental Bandung Dago Pakar Pascal Caubo dalam keterangan tertulis, Jumat (6/9/2024).

    Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan promo pembukaan yang menarik, serta kesempatan bagi para tamu untuk bergabung dengan IHG One Rewards. Hal ini memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan dan menukarkan poin dengan berbagai manfaat eksklusif.

    Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan kunjungi situs web hotel atau hubungi +62 22 87806688 atau email ke hotelindigobandung.info@ihg.com.

    (Content Promotion/Hotel Indigo Bandung Dago Pakar)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nongkrong di Kafe Betawi Jadul Tanah Abang, Tempatnya Fotogenik



    Jakarta

    Waroeng Daon Lontar, sebuah kafe bernuansa Betawi jadul, yang berada di Jl. Lontar Raya, Tanah Abang, Jakarta. Tempatnya nyaman dan harga makanan terjangkau.

    Kafe yang baru merayakan ulang tahun pertamanya itu dibangun berdasarkan rekomendasi dari orang tuanya yang sangat menyukai nuansa jadul dan barang antik.

    “Orang tua saya memang sangat menyukai barang-barang antik dan desain vintage. Mereka merekomendasikan untuk membuka kafe dengan tema ala jaman dahulu,” kata Waroeng Daon Lontar, Putera, saat berbincang dengan detikTravel, Minggu (15/9/2024).


    Putera menceritakan bahwa desain kafe itu benar-benar dipengaruhi oleh selera dan keinginan orang tuanya.

    “Desainnya pun merupakan ide dari orang tua saya. Orang tua saya benar-benar ingin menciptakan suasana yang membawa nuansa jadul,” kata Putera.

    Waroeng Daon Lontar, kafe betawi jadulWaroeng Daon Lontar, kafe betawi jadul Foto: (Asti/detikTravel)

    Urusan menu makanan, Putera sempat berencana menyajikan makanan khas Betawi di kafe itu, seperti soto dan kerak telor. Tetapi, setelah mempertimbangkan waktu dan proses penyajiannya, ia memutuskan untuk menyediakan menu yang lebih umum dan praktis.

    “Saya memang ingin menyajikan menu Betawi awalnya, tetapi proses penyajiannya memerlukan waktu yang lama. Jadi, saya memilih untuk menyajikan menu yang lebih sesuai dengan konsep kafe pada umumnya,” kata Putera.

    Waroeng Daon Lontar pada mulanya dibuka untuk melayani tamu-tamu dari kantor advokat milik orang tua Putera.

    “Awalnya, kafe itu hanya dibuat untuk melayani tamu kantor orang tua saya. Namun, semakin lama semakin banyak pengunjung, ditambah lagi banyak yang merekam video dan menjadi viral di FYP. Dari situ, saya mulai berinovasi untuk meningkatkan kualitas kafe ini,” ujar Putera.

    Itu mencerminkan bahwa kafe tersebut tidak hanya menjadi tempat bersantap, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan bisnis keluarga mereka.

    Perjalanan kafe ini tidak selalu mulus. Putera menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan kafe ini dari sekadar tempat untuk tamu kantor menjadi destinasi populer di Tanah Abang.

    “Saya tidak menyangka bahwa kafe ini akan berkembang seperti sekarang. Awalnya, kami hanya berencana untuk melayani kebutuhan tamu kantor. Namun, kami berhasil mengembangkan kafe ini dan kini mulai ramai dikunjungi,” kata Putera.

    Tanggal 7 Agustus 2024 menandai satu tahun perayaan Waroeng Daon Lontar sejak grand opening pada 7 Agustus 2023.

    Waroeng Daon Lontar, kafe betawi jadulWaroeng Daon Lontar, kafe betawi jadul Foto: (Asti/detikTravel)

    “Pada 7 Agustus bulan kemarin, Kami baru saja merayakan satu tahun kafe kami,” ujar Putera. Perayaan ini menjadi kesempatan untuk refleksi dan perencanaan masa depan kafe.

    Dalam satu tahun terakhir, Putera berharap agar kafe ini terus ramai dikunjungi dan menjadi berkah. Putera juga berharap agar kafe ini dapat bertahan dan terus berkembang di masa depan.

    “Saya berharap kafe ini tidak hanya ramai, tetapi juga membawa berkah. Semoga konsep Betawi jadul ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar dia.

    Dengan suasana vintage yang kental dan desain yang unik, Waroeng Daon Lontar menjadi tempat yang menarik untuk menikmati makanan dan merasakan nostalgia masa lalu.

    “Kafe ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda dari tempat makan lainnya. Kami ingin pengunjung merasakan suasana yang nyaman dan membawa pengunjung kembali ke masa lalu,” kata Putera.

    Putera juga menekankan bahwa meskipun harga menu terjangkau, kualitas tetap menjadi prioritas utama.

    “Kami ingin memastikan bahwa semua orang bisa menikmati makanan dengan harga yang wajar tanpa mengurangi kualitas dan suasana,” kata dia.

    Itu menunjukkan komitmen Putera untuk menjaga standar pelayanan dan kepuasan pelanggan.

    Seiring dengan perkembangan zaman, Waroeng Daon Lontar berusaha untuk tetap relevan dengan menyesuaikan konsep kafe tanpa mengorbankan esensi Betawi jadul yang diusung.

    “Meskipun zaman terus berkembang, kami berusaha untuk mempertahankan konsep Betawi jadul yang menjadi ciri khas kafe ini,” kata Putera.

    Waroeng Daon Lontar menawarkan pengalaman yang berbeda dan menyenangkan di tengah kesibukan Jakarta.

    “Kami ingin pengunjung merasa seperti berada di masa lalu yang penuh kenangan, sambil menikmati makanan dan suasana yang nyaman di era modern,” kata Putera.

    Itu menjadi kombinasi yang menarik antara nostalgia dan kenyamanan. Soal harga juga tak menguras kantong. Makanan dibanderol antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Meskipun harga dapat berubah sewaktu-waktu, kafe ini tetap menjadi pilihan menarik bagi pengunjung.

    Bagi anda yang ingin merasakan suasana Betawi jadul dan menikmati makanan dengan harga terjangkau, Waroeng Daon Lontar adalah pilihan yang tepat.

    “Jika Anda ingin menikmati pengalaman makan yang unik dan merasakan nuansa masa lalu, Waroeng Daon Lontar adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi,” ujar Putera.

    Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Waroeng Daon Lontar dan merasakan keunikan kafe ini. Dengan desain yang menarik dan konsep yang khas, kafe ini menawarkan pengalaman bersantap sambil bernostalgia di tengah hiruk-pikuk Jakarta.

    (bnl/bnl)



    Sumber : travel.detik.com

  • East Coast Phase II Destinasi Kuliner Asia Otentik di Kawasan PIK



    Jakarta

    Destinasi kuliner di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) kini semakin lengkap dan beragam dengan kehadiran East Coast Phase II. Berlokasi strategis di jantung kawasan Golf Island PIK, destinasi terbaru ini menawarkan deretan gerai F&B yang siap memanjakan pengunjung dengan pilihan kuliner Asia yang otentik.

    Tidak hanya untuk bersantap, masing-masing gerai memiliki area yang luas dan nyaman. Sehingga bisa menjadi tempat yang ideal untuk menggelar acara family gathering, hangout bersama teman dan komunitas, maupun acara spesial lainnya.

    Salah satu keunggulan utama dan daya tarik dari East Coast Phase II adalah kehadiran gerai premium, termasuk Michelin Guide Restaurant yang merupakan satu-satunya di Jakarta, yaitu Un-Yang-Kor-Dai. Di bawa langsung dari Singapura, restoran ini menyajikan hidangan khas Thailand & Isaan yang menggugah selera.


    Tidak hanya itu, pilihan kuliner Asia yang dikurasi turut memperkaya ragam pilihan, mulai dari Halal hingga Non-halal, seperti restoran Padang modern-Tuan Mudo, Loong Ge, Dong Khoi Café, Yi Mian, Porky’s Express, dan masih banyak lagi lainnya.

    adv pikDok. Arkana

    Destinasi yang dikonsepkan oleh Arkana, salah satu subsidiary dari Agung Sedayu Group (ASG) ini, tidak hanya hadir sebagai perpanjangan dari fase pertamanya. Tetapi tempat tersebut juga memberikan peningkatan dalam hal keberagaman dan kualitas pengalaman bersantap. Dengan segala keunikan yang ditawarkannya, East Coast Phase II tentunya menjadi destinasi kuliner baru yang wajib dikunjungi di kawasan PIK.

    “Destinasi kuliner dengan konsep terbaru ini akan memberikan pengalaman bersantap yang unik dan inovatif. Berlokasi strategis dan didesain dengan suasana yang cozy, East Coast Phase II akan semakin melengkapi deretan fasilitas di sisi timur Golf Island PIK,” kata Commercial Retail 2 Division Head Lina Huwan dalam keterangan tertulis, Senin (30/9/2024).

    Bagi para pencinta kuliner, pilihan bersantap juga bisa dinikmati di East Coast PIK Phase I yang merupakan pengembangan awal dari destinasi fase kedua ini. Hadir dengan konsep alfresco dining, pengunjung dapat menikmati waktu bersantai dan berkumpul di ruang terbuka sambil menikmati udara sore.

    adv pikDok. Arkana

    Mulai dari kuliner lokal hingga internasional, pengunjung tentunya tidak akan kehabisan opsi bersantap. Adapun tenant yang tersedia seperti Hong Tang, Bao Face, Native, Fu You, Daikoku Suteki, Kayatiam, Secret Sushi, Nasi Tempong Bu Lika, Mugimido, Kasima, dan Spaghetto.

    Selain itu, terdapat juga restoran Bipang Ambawang yang menyajikan hidangan tradisional khas Kalimantan Barat yang memanjakan lidah. Baik bersantap di East Coast PIK Phase I maupun Phase II, pengunjung dapat dengan nyaman mencicipi makanan tanpa harus berjalan jauh, karena kedua destinasi ini saling terintegrasi.

    Selain tenant yang beraneka ragam, East Coast Phase II juga sangat mudah dijangkau oleh pengunjung yang tinggal di area sekitar maupun di luar PIK. Sebab karena lokasinya yang dekat dengan halte TransJakarta di Jalasena Timur. Selain itu, bagi para residen di Kawasan PIK, destinasi ini dapat dijangkau dengan layanan bus commuter gratis.

    Memiliki lokasi yang strategis dan pilihan kuliner Asia otentik yang dikurasi, East Coast Phase II akan menjadi salah satu ikon kuliner di kawasan PIK untuk memanjakan lidah serta merayakan kebersamaan dengan teman maupun keluarga.

    (Content Promotion/East Coast Phase II)



    Sumber : travel.detik.com

  • Eksotis juga Mistis Jalur Pendakian Gunung Catur Bali



    Jakarta

    Bali memiliki begitu banyak gunung yang bisa didaki oleh para traveler. Salah satu yang mengandung banyak misteri saat kabut turun yakni Gunung Catur.

    Jalur pendakian Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Banjar Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, memiliki keunikan tersendiri. Jalur yang jarang dikunjungi pendaki itu menyuguhkan pemandangan yang eksotis dan mistis.

    “Jalur itu untuk persembahyangan ke pura. Jadi, dijaga betul oleh warga,” kata Jero Bendesa Agung Pucak Mangu I Made Sujana kepada detikBali, Sabtu (19/10).


    detikBali sempat mendaki ke Pura Pucak Mangu, beberapa waktu lalu. Jalur pendakian dimulai di areal parkir atas Pura Pucak Mangu. Sekitar pukul 07.10 Wita, detikBali mulai mendaki bersama dua pendaki lain.

    Saat itu, suasana di sana masih cukup sepi. Selain detikBali, hanya empat orang yang mendaki ke Pura Pucak Mangu saat itu. Meski sepi, jalur pendakian masih terlihat jelas.

    Jalan hutan yang tertata dan dilapisi lempengan batu, membuat jalur pendakian tidak terlalu sulit untuk ditelusuri. Hanya, penataan lempengan batu yang dibuat berundak-undak seperti tangga, terasa berat, apalagi bagi pendaki pemula.

    Semakin masuk ke dalam, hutan yang lebat menyuguhkan pemandangan eksotis di sepanjang jalur. Kabut saat pagi hari dan rimbunan pohon di kiri dan kanan jalan menambah aura mistis bak film horor yang berlatar belakang tempat di hutan.

    Beberapa pohon terlihat dililit kain putih dan kuning, dengan tumpukan canang di bawahnya. Di situ, tempat warga atau pendaki yang beragama Hindu berdoa memohon keselamatan sebelum tiba di Pura Pucak Mangu di ketinggian 2096 MDPL.

    Tak hanya pepohonan, kabut, dan suara binatang yang terlihat dan terdengar di sepanjang jalur pendakian. Ada juga rambu atau papan tanda ketinggian meter di atas permukaan laut (mdpl) dan empat papan tanda pos yang terpampang di sepanjang jalur pendakian.

    Jalur pendakian ke Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Badung, Bali, Senin (9/10/2024). (Aryo Mahendro/detikBali)Jalur pendakian ke Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Badung, Bali (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)

    Sekitar dua jam mendaki, di ketinggian sekitar 1.700 MDPL, detikBali akhirnya sampai di Pura Pesiraman. Selain tempat sembahyang, pura itu juga jadi sumber mata air bagi warga atau pendaki yang kehausan.

    “Itu Pura Pesiraman. Tempat sumber air ada di sana. Tapi, karena sekarang musim kemarau (airnya) habis,” kata Sujana.

    Meski menyuguhkan pemandangan eksotis nan mistis, banyak papan tanda ketinggian mdpl yang terpasang di sepanjang jalur itu rusak. Mulai papan tanda 100 mdpl hingga 1.850 mdpl, terlihat rusak dan banyak coretan sehingga tak terbaca.

    Sujana mengatakan wajar bila rambu tanpa ketinggian itu kondisinya rusak. Jalur pendakian itu memang ramai oleh warga yang mendaki ke Pura Pucak Mangu hanya saat perayaan keagamaan Hindu atau upacara adat lain.

    “Karena sebenarnya, jalur itu disakralkan. Bukan untuk pendaki. Boleh mendaki, tapi harus ada izin pariwisatanya. Tapi memang baru sedikit (pengunjungnya),” kata Sujana.’

    Meski tidak sepenuhnya tertutup untuk umum, warga atau wisatawan, masih diperbolehkan mendaki dan berkunjung ke Pura Pucak Mangu. Sujana mengingatkan warga atau wisatawan wajib lapor ke bendesa adat setempat sebelum melakukan pendakian.

    “Karena kalau nggak izin, khawatir orangnya nggak selamat. Jadi, untuk keamanan bersama, pendaki harus izin. Nanti kami sediakan pemandu khusus supaya nggak tersesat,” jelasnya.

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gedung di Surabaya yang Dijaga 2 Singa Sejak 123 Tahun yang Lalu



    Surabaya

    Di Surabaya, ada bangunan kolonial Belanda yang dinamakan Gedung Singa. Itu karena gedung ini dijaga oleh dua ekor singa sejak 123 tahun yang lalu.

    Gedung Singa beralamat di Jalan Jembatan Merah No 19 Surabaya. Gedung ini memiliki keunikan yang jadi ciri khasnya yakni dua patung singa yang diletakkan di depan Gedung.

    Kenapa ada dua patung Singa menjaga gedung tersebut?


    Dilansir dari buku Alweer een sieraad voor de stad: Het werk van Ed. Cuypers en Hulswit-Fermont in Nederlands-Indië 1897-1927 karya Obbe Norburis, Gedung Singa yang saat ini sudah berusia 123 tahun, awalnya bernama Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Tunjangan Hidup).

    Sejak zaman dahulu, orang-orang Surabaya sering menyebut gedung yang dibangun pada tahun 1901 ini dengan nama Gedung Singa karena ada patung dua ekor singa yang ‘berjaga’ di depan pintu masuk.

    Patung Singa di depan pintu masuk utama gedung itu memiliki sepasang sayap. Singa bersayap ini jelas bukan merupakan singa lokal, melainkan terinspirasi dari sosok singa yang berasal dari luar negeri, seperti yang ada di Mesir.

    Gedung Singa SurabayaGedung Singa Surabaya Foto: Firtian Ramadhani

    Dalam budaya Mesir Kuno, singa dipandang sebagai hewan istimewa. Dengan nama latin Panthera leo, singa diasosiasikan dengan matahari dan Firaun, mewakili kekuatan hidup dan mati di Mesir Kuno.

    Karena itu, di bagian dada kedua Singa terdapat simbol matahari. Citra singa juga digunakan untuk objek kehidupan sehari-hari, seperti dengan kursi dan tempat tidur. Tidak hanya itu, dua patung singa di depan Gedung itu juga bisa digunakan sebagai perlindungan.

    Sejarawan Begandring Soerabaia Kuncarsono Prasetyo menjelaskan terkait alasan mengapa ada dua patung singa di depan Gedung Singa tersebut.

    Ia mengatakan bahwa peletakan patung singa itu didasarkan pada simbol teologi Yunani dengan arti kemakmuran.

    “Itu ada banyak filosofi, jadi tidak hanya patung singa saja. Lukisan atasnya juga memiliki banyak filosofi. Kalau singa itu bersayap simbol Yunani, itu teologi Yunani tentang kemakmuran. Di atas itu di lukisan lebih konkret lagi memaknai,” terang Kuncar, Kamis (17/10) lalu.

    Gedung Singa SurabayaGedung Singa Surabaya Foto: Firtian Ramadhani

    Lukisan porselen di bagian atas Gedung Singa juga dinilai Kuncar memiliki makna filosofi yang mendalam. Pasalnya, terdapat simbol Eropa kuno menggambarkan perkawinan dengan simbol-simbol pribumi dengan wujud perempuan berkebaya menggendong anak.

    “Ada juga simbol lain, menggendong bayi dan mengangkat bayi. Kakinya salah satu menghadap di salah satu sisi. Kemudian, ada angka 1880 dimana itu peringatan jaringan Asuransi pertama kali dibuka di Belanda,” jelasnya.

    Pada tahun 1957, Gedung Singa yang terletak di Jalan Jembatan Merah itu dinasionalisasi oleh PT Jiwasraya. Hingga kini, Gedung Singa tetap menjadi aset dari Jiwasraya.

    Namun sekarang, kantor asuransi itu telah berpindah ke tempat lain mengikuti perkembangan zaman. Kantor Asuransi Jiwasraya telah pindah ke tempat yang lebih modern.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com