Tag: keunikan

  • The Soul of Madura, Ini 5 Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi di Sumenep



    Jakarta

    Sumenep sebuah kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Madura, Jawa Timur. Kabupaten ini menyimpan berbagai keindahan alam dan budaya yang menawan.

    Daerah dengan julukan ‘The Soul of Madura’ ini menawarkan pesona alam yang memikat, serta menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

    Bagi Anda yang mengaku pernah mengunjungi Sumenep, berikut adalah lima destinasi wisata yang wajib dikunjungi.


    1. Keraton Sumenep

    Sebagai simbol sejarah dan budaya, Keraton Sumenep merupakan tempat yang tidak boleh dilewatkan. Dibangun pada tahun 1762, keraton ini tidak hanya menawarkan arsitektur yang megah, tetapi juga menyimpan berbagai artefak berharga. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah Sumenep dan menikmati suasana tenang di kompleks keraton.

    2. Pulau Giliyang

    Pulau Giliyang terkenal dengan oksigen terbaik kedua di dunia yang mencapai 20,9 persen, juga memiliki keindahan alam yang eksotis dan pantainya yang bersih.

    Anda dapat keliling pulau dengan jarak tempuh kurang lebih 5 kilometer dengan menghirup udara yang segar.

    Untuk mencapai pulau ini, anda perlu melakukan perjalanan laut sekitar 30 menit dari pelabuhan Dungkek. Nanti akan berlabuh di pelabuhan Banraas. Perjalanan yang menantang ini akan terbayar lunas dengan keindahan yang disuguhkan.

    3. Gili Iabak

    Gili Iabak menawarkan pengalaman snorkeling dan diving yang luar biasa. Air yang jernih dan terumbu karang yang indah membuatnya menjadi surga bagi para pecinta bawah laut.

    4. Pantai Lombang

    Pantai Lombang, dengan pasir putihnya yang halus dan ombak yang tenang, adalah tempat yang ideal untuk bersantai. Pantai ini dikelilingi oleh pepohonan cemara yang rindang, menciptakan suasana tropis yang sempurna. Berbagai aktivitas seperti bersepeda hingga menunggangi kuda juga tersedia di sini.

    5. Pantai 9

    Pantai 9 Sumenep, dikenal sebagai destinasi wisata yang menakjubkan dengan keindahan alamnya. Pantai ini menawarkan pemandangan laut yang spektakuler, pasir putih yang halus. Di sekelilingnya, terdapat berbagai fasilitas seperti restoran dan tempat bersantai.

    Selain itu, Pantai 9 juga menjadi lokasi yang ideal untuk menikmati lautan luas dan bermain air seperti speedboat. Suasana yang tenang membuatnya menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin melarikan diri dari keramaian.

    Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, dengan beragam destinasi menarik yang ditawarkan, Sumenep patut dijadikan sebagai tujuan wisata utama.

    Setiap lokasi menyimpan keunikan dan keindahan tersendiri, membuat pengalaman berwisata di Sumenep menjadi sangat berkesan.

    Menurutnya, jika belum mengeksplorasi lima destinasi ini, belum merasakan suasana Sumenep.

    “Siapkan perjalanan anda dan nikmati pesona Sumenep yang menunggu untuk ditemukan,” ujar Achmad Fauzi

    (akd/akd)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jarang yang Tahu, Ini 4 Perbedaan Busi Panas dan Busi Dingin


    Jakarta

    Busi merupakan salah satu komponen penting pada sebuah kendaraan. Tanpa adanya busi maka mobil detikers tidak dapat dinyalakan.

    Dilansir laman Wuling, busi memiliki fungsi utama untuk membakar campuran bensin dan udara yang dikompres melalui gerakan piston. Selain itu, busi juga berfungsi untuk menarik energi panas yang tidak diinginkan dari dalam ruang pembakaran, kemudian dikirim ke sistem pendingin pada mobil.

    Perlu diketahui, busi terbagi menjadi dua jenis, yakni busi panas dan busi dingin. Terkadang, banyak orang yang kebingungan ketika harus memilih di antara keduanya.


    Lantas, apa perbedaan busi panas dan busi dingin? Simak penjelasanya dalam artikel ini.

    Mengenal Busi Panas

    Mengutip Auto 2000, busi panas dirancang untuk lebih lambat melepaskan panas yang dihasilkan dalam proses pembakaran. Jadi, busi jenis ini dapat mempertahankan panas lebih lama sehingga suhunya tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang.

    Disebut busi panas karena memiliki insulator keramik yang lebih panjang, sehingga mampu menjaga panas lebih lama sebelum panas tersebut dilepaskan ke sistem pendingin. Artinya, busi panas bekerja optimal dalam kondisi mesin yang tidak membutuhkan pembakaran berlebih atau saat mesin tak dipaksa untuk bekerja di suhu ekstrem.

    Mengenal Busi Dingin

    Sebaliknya, busi dingin dirancang untuk lebih cepat melepaskan panas dari proses pembakaran. Busi jenis ini dapat menjaga suhu pembakaran pada tingkat yang lebih rendah, sehingga cocok untuk mobil berperforma tinggi atau mesin yang sering bekerja di putaran tinggi, seperti mobil sport.

    Keunikan dari busi dingin adalah insulator keramik yang lebih pendek, sehingga panas dari proses pembakaran lebih cepat terserap oleh sistem pendingin mesin.

    Perbedaan Busi Panas dan Busi Dingin

    Meski sama-sama busi, akan tetapi ada hal yang membedakan antara busi panas dan busi dingin. Berikut sejumlah perbedaannya:

    1. Beban Mesin

    Busi panas lebih cocok untuk mesin dengan beban yang berat serta dapat bertahan di cuaca dingin. Sementara itu, busi dingin lebih pas untuk mesin yang menanggung beban ringan dan dipakai di suhu udara yang relatif tinggi atau panas.

    2. Waktu Pemanasan

    Dari segi waktu pemanasan, busi panas memiliki waktu yang lebih cepat. Jadi, mobil bisa segera digunakan meski kondisi suhunya masih dingin.

    Sementara itu, busi dingin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu kerja. Meski begitu, keuntungan dari bus jenis ini adalah tahan terhadap suhu tinggi.

    3. Tipe Kendaraan

    Busi panas lebih cocok untuk mobil yang dipakai sehari-hari atau tidak membutuhkan performa tinggi, seperti sedan, city car, atau hatchback yang umum dipakai di perkotaan.

    Lain halnya dengan busi dingin yang dikhususkan untuk mobil dengan performa tinggi atau dipakai dalam balapan, misalnya mobil sport.

    4. Risiko Kerusakan

    Busi panas dinilai lebih unggul karena memiliki risiko pencemaran yang lebih rendah terhadap mesin, sehingga busi panas aman dipakai untuk penggunaan sehari-hari, terutama pada mesin yang bekerja dalam kondisi normal.

    Sedangkan busi dingin diklaim lebih rentan terhadap pencemaran. Alhasil, busi ini dapat menyebabkan masalah pada efisiensi mesin karena busi dingin biasanya digunakan untuk mobil berperforma tinggi.

    Demikian empat perbedaan busi dingin dan busi panas. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aneka Aktivitas Asyik di Faunaland



    Jakarta

    Destinasi wisata di Jakarta dengan konsep unik yang memadukan unsur satwa dan keindahan alam ada di Faunaland Ancol. Berikut daya tarik, harga tiket hingga aktivitas asyik di sana:

    Faunaland Ancol menawarkan pengalaman wisata edukatif bagi segala usia. Berlokasi di Ecopark, Ancol, Jalan Lodan Timur no 7, Jakarta Utara, destinasi isata ini menjadi rumah bagi beragam satwa, zona edukasi, hingga penjelajahan naik sampan di perairan amazon Jakarta.

    Faunaland merupakan sebuah kebun binatang di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektar, terdiri dari kombinasi daratan dan perairan. Dengan konsep yang mengangkat keindahan Papua, wisata ini dirancang untuk menciptakan keindahan flora, fauna serta seni dan budaya khususnya wilayah Indonesia.


    Para pengunjung dapat menikmati pesona keragaman alam, satwa-satwa langka dan budaya dalam satu kawasan yang unik.

    Saat berkunjung ke Faunaland Ancol, beberapa waktu lalu, detikTravel melihat antusiasme pengunjung yang menikmati beragam aktivitas seru yang membuat pengalaman wisata semakin berkesan.

    Tertarik mengunjungi Faunaland? Yuk, simak informasi lengkapnya di Bawah ini.

    Ada Apa Saja di Faunaland Ancol?

    1. Koleksi Hewan Unik

    Pengalaman wisata edukasi akan disuguhkan oleh pengunjung dengan pengalaman wisata mengenal hewan unik seperti kambing joget (nachi goat) yang berasal dari Pakistan, kura-kura Aldabra yang berumur 90 tahun, tapir, rusa putih, domba muka hitam yang memiliki ciri khas khusus, oriks arab satwa gurun dari Arab, binturong, kanguru pohon kelabu yang berasal dari Papua Indonesia, lemur ekor cincin, patagonian mara satwa mirip dengan capybara dan masih banyak lagi.

    Selain belajar tentang satwa-satwa unik yang ada di Faunaland, traveller bisa memberikan makan untuk satwa. Traveller bisa memberi makan satwa dengan harga satuan wortel, kacang panjang, dan makanan ayam seharga Rp 7.000, untuk kuda, kura-kura, keledai, unta dan tapir.

    Setiap zona dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai keunikan serta keanekaragaman fauna dari berbagai belahan dunia, sehingga selain berwisata, pengunjung juga dapat memperkaya pengetahuan tentang satwa-satwa yang jarang ditemui.

    2. Primata Langka

    Pengunjung dapat menemukan berbagai primata unik dan langka, seperti monyet ekor panjang, bekantan satwa berhidung panjang yang menjadi satwa langka sekaligus maskot taman hiburan Dufan, dan yang menjadi daya tarik utama lainnya adalah siamang putih, primata unik mirip sun go kong bernama Otong. Siamang putih ini satwa satu-satunya di dunia yang hanya ada di Faunaland.

    Keberadaan primata-primata yang sangat jarang ditemui di habitatnya tidak hanya memberikan daya tarik yang memukau, tetapi juga menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk mempelajari lebih dalam tentang kehidupan serta karakteristik satwa-satwa yang terancam punah, sekaligus menekankan pentingnya pelestarian satwa.

    3. Interaksi Secara Dekat dengan Singa Putih

    Di Faunaland Ancol, pengunjung akan mendapatkan kesempatan unik untuk melihat singa putih dari jarak yang sangat dekat melalui kandang yang terbuat dari kaca tebal.

    Dirancang dengan teknologi keamanan tinggi, kandang ini memungkinkan pengunjung untuk mengamati kekuatan hewan singa putih, tanpa halangan secara langsung dengan aman dan nyaman.

    Tidak hanya itu, pengunjung juga diberikan pengalaman interaktif untuk memberi makan singa putih melalui corong kecil yang tersedia di bagian kandang kaca. Semua aktivitas ini dilakukan di bawah pengawasan oleh penjaga.

    Selain itu, penjaga kandang singa putih juga akan memberikan edukasi tentang makanan dan pola perilaku dari satwa singa putih, sehingga pengunjung dapat memahami lebih mendalam tentang karakteristik, fisik, maupun kebiasaan satwa ini.

    Pengalaman ini menawarkan pandangan lebih jelas dan detail tentang singa putih, membuat pengunjung merasa seolah-olah berada dalam habitat alami satwa kuat ini.

    4. Menaiki Sampan Ramah Lingkungan di Amazon-nya Jakarta

    Faunaland tidak hanya menawarkan pemandangan pohon yang asri dan sejuk, tetapi menghadirkan pengalaman perairan yang memukau melalui fasilitas ramah lingkungan seperti River Cruise di perairan Faunaland. Perairan yang dijuluki sebagai Amazon nya Jakarta.

    River Cruise Fauland memiliki luas perairan sekitar 2 Hektar pengunjung dapat menikmati suasana eksotis, sambil mengelilingi perairan menggunakan sampan yang nyaman dan ramah lingkungan. Sampan dijalankan dengan menyerap sinar matahari untuk dorongan serapan menggunakan panel surya/solar sel.

    Faunaland AncolFaunaland Ancol Foto: Amalia Novia Putri/detikcom

    Pengunjung dapat mengelilingi Amazon Jakarta sekitar 15 menit, seharga Rp 30.000 untuk 1x naik dengan kapasitas, dewasa mix anak-anak 10 sampai 12 orang ditambah 1 driver.

    Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhkan pemandangan flora unik yaitu kunto bimo. Tanaman yang dikenal sebagai pengusir nyamuk alami, terdapat rainbow tree dengan warna batangnya yang berwarna dan tentunya juga ada tanaman bakau.

    Tidak hanya itu saja, pengunjung akan disuguhkan pemandangan siamang putih, di pulau amang pengunjung dapat menyaksikan primata siamang putih yang langka bergelantungan di pepohonan, ada ular dan biawak sebagai tambahan edukasi ekosistem kehidupan satwa, dan melihat satwa dari kandang belakang contohnya kandang macan tutul.

    Faunland menciptakan pengalaman yang mendekatkan mereka dengan keindahan alam sekaligus satwa-satwa unik. Dengan perpaduan antara daratan dan perairan yang harmonis, Faunaland memberikan pengalaman berwisata yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif dan penuh pesona alam.

    5. Melihat Bird Show

    Menyaksikan pertunjukan burung yang spektakuler pada pukul 11.00 dan 16.00 WIB, di mana berbagai jenis burung langka dari berbagai wilayah Indonesia diperkenalkan dengan atraksi memukau.

    Salah satu burung utama dari pertunjukan ini adalah burung elang Papua, yang dikenal dengan keindahan dan kekuatannya sebagai pemangsa langit. Selain itu, burung juang dari Sulawesi, dengan ciri khas bulu matanya yang lentik, turut menjadi sorotan, memukau penonton dengan penampilannya yang anggun dan unik.

    Tak ketinggalan, burung rajawali yang megah serta burung elang bondol, yang merupakan ikon dari Jakarta juga turut tampil dalam pertunjukan ini.

    Melalui pertunjukan ini, pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan kemampuan terbang menakjubkan dari burung-burung tersebut, tetapi juga mendapatkan pengetahuan lebih dalam mengenai karakteristik, habitat, serta pentingnya pelestarian spesies-spesies burung yang luar biasa ini.

    6. Berfoto di Pulau Burung

    Mengunjungi Pulau Burung di Faunaland, memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung yang ingin berinteraksi secara dekat dengan berbagai jenis burung.

    Di pulau ini, pengunjung dapat melihat langsung burung-burung yang bertengger di batang pohon, seperti burung hantu dengan sorot matanya yang tajam dan misterius.

    Selfie bareng kakatua di Faunaland, AncolSelfie bareng kakatua di Faunaland, Ancol Foto: Budiono/d’Traveler

    Selain itu, mereka juga dapat berfoto bersama beberapa spesies burung yang menakjubkan, seperti kakatua raja yang megah dengan bulu hitam mengilapnya, kasuari gelambir tunggal, burung makau dengan warna-warninya yang mencolok, serta si nuri bayan, burung indah berwarna hijau dan merah yang menjadi daya tarik tersendiri.

    Tidak hanya sekedar melihat, pengunjung juga diberikan kesempatan untuk memberikan makan burung-burung tersebut, menambah kedekatan dan interaksi yang menyenangkan.

    Dengan latar belakang keindahan alam serta beragam burung yang dapat diajak berfoto, Pulau Burung menawarkan momen yang tidak hanya edukatif, tetapi juga penuh kenangan bagi setiap pengunjung.

    7. Naik Kuda Pony

    Aktivitas menunggangi kuda pony aktivitas kesukaan untuk anak-anak ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat lebih dekat kehidupan kuda di sekitar kandang, sambil berkeliling dengan penuh keceriaan di bawah pengawasan ketat dari instruktur. Oh iya, untuk menunggangi kuda pony, traveller perlu membayar Rp 35.000 per orang.

    Kegiatan ini tidak hanya dirancang untuk memperkenalkan anak-anak pada dunia satwa, tetapi juga untuk melatih keberanian serta kepercayaan diri mereka dalam suasana yang aman dan nyaman, sehingga orang tua dapat merasa tenang karena keselamatan anak-anak mereka menjadi prioritas utama selama pengalaman berharga ini berlangsung

    8. Kental dengan Seni Papua

    Faunaland merupakan salah satu tempat wisata unik yang mengusung tema Papua, di mana pengunjung tidak hanya dapat menikmati keanekaragaman satwa endemik yang terinspirasi dari alam Papua, tetapi juga dapat belajar tentang seni dan budaya Papua melalui desain interior yang khas dan artistik.

    Dengan adanya iringan lagu-lagu tradisional Papua yang diputar di berbagai sudut area, pengunjung akan semakin merasakan suasana alami dan eksotis yang mencerminkan kehidupan di tanah Papua, sehingga menciptakan pengalaman wisata yang mendalam, edukatif, serta penuh dengan nuansa budaya lokal yang autentik.

    9. Santai di Bawah Pohon

    Menikmati momen bersantai yang menenangkan di bawah naungan rimbunnya pepohonan, pengunjung dapat merasakan kesejukan udara dan mendengarkan kicauan burung, menjadikan pengalaman berinteraksi dengan alam semakin mendalam dan memikat, serta menciptakan suasana yang teduh dan damai untuk bersantai bersama keluarga dan teman-teman.

    Cara Menuju ke Faunaland Ancol

    Lokasi Faunaland terletak sekitar 10 km dari pusat Kota Jakarta. Traveler perlu menempuh sekitar tiga puluh menit dari Pusat Kota Bundaran HI menggunakan roda dua maupun roda empat.

    Jika traveler ingin mengunjungi Faunaland tanpa menggunakan kendaraan pribadi, bisa banget. Traveller bisa gunakan transportasi umum menuju Faunaland Ancol, diantaranya Jak Lingko, Krl turun di stasiun Ancol, ojek online, serta bus transjakarta. Di dalam, Ancol pun menyediakan bus wara wiri untuk memudahkan pengunjung untuk cepat sampai ke Faunaland.

    Jam Buka Faunaland Ancol

    Pengunjung yang ingin menikmati keindahan dan keanekaragaman satwa di Faunaland Ancol dapat mengunjungi tempat ini setiap hari, dengan jam operasional mulai pukul Senin sampai Minggu pukul 09.00 hingga 16.30 WIB, sehingga traveller memiliki cukup waktu untuk mengeksplorasi berbagai kegiatan edukatif yang ditawarkan di dalamnya.

    Harga Tiket Pengunjung

    Sebelum Anda memasuki Faunaland, traveller harus terlebih dahulu membeli tiket masuk ke kawasan Ancol dengan harga:

    Dewasa atau anak usia 2 tahun keatas dikenakan biaya : Rp. 30.000 per orang. Buka pukul 06.00 – 24.00 WIB.

    Tiket kendaraan mobil Rp 35.000, tiket kendaraan motor Rp 20.000 dan free khusus kendaraan mobil dan motor listrik.

    Setelah membeli tiket masuk Ancol, traveller dapat menikmati Faunaland dengan membeli tiket dengan harga:

    Dewasa dikenakan biaya Rp 80.000 di hari Senin – Jumat

    Dewasa dikenakan biaya Rp 90.000 di hari Sabtu – Minggu

    Untuk Rombongan dikenakan biaya di hari Senin – Jumat Rp 72.000 dan Sabtu – Minggu Rp 82.000 dengan minimal 25orang.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mengunjungi Desa ala ‘Kerajaan’ di Gunungkidul



    Gunungkidul

    Pedukuhan Wotawati di Gunungkidul yang cuma disinari sinar matahari selama 7 jam sehari kini punya penampakan baru seperti di zaman ‘kerajaan’.

    Wotawati saat ini telah bersolek. Sebagian besar rumah di Wotawati memiliki tampilan depan bangunan atau fasad yang sama, seperti pada masa kerajaan. Kesamaan itu tampak pada penggunaan bata merah ekspose pada bagian dindingnya.

    Selain itu, setiap rumah saat ini memiliki gapura yang berbentuk sama dan menggunakan bata merah ekspose. Gapura tersebut identik dengan masa kerajaan sehingga menimbulkan sensasi tersendiri saat mengunjungi Wotawati.


    Lurah Pucung, Estu Dwiyono mengatakan perubahan fasad rumah warga sudah berlangsung sejak Juni 2024. Saat itu Wotawati mendapat suntikan dana keistimewaan (Danais) sekitar Rp 5 miliar untuk penataan tahun ini.

    “Jadi saat ini memang kita sedang melaksanakan penataan di kawasan Wotawati. Sebenarnya menata sesuatu yang sudah ada, hanya istilahnya kita poles,” katanya kepada wartawan di Wotawati, Gunungkidul, Sabtu (9/11).

    Wotawati Gunungkidul kini bak kerajaan. Foto diambil Sabtu (10/11/2024).Wotawati Gunungkidul kini bak kerajaan Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

    “Seperti pagar-pagar di setiap rumah tadinya sudah ada, tapi kami poles lagi, perbaiki agar tampil lebih artistik dengan menggunakan Danais. Jadi sebenarnya tidak ada membangun baru,” lanjut Estu.

    Penataan tersebut, kata Estu, bakal berlangsung selama tiga tahun ke depan. Sedangkan jumlah rumah yang fasadnya mengalami renovasi mencapai puluhan.

    “Insyaallah, program ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan dan ada sekitar 79 rumah yang akan direnovasi fasadnya,” ujarnya.

    Terkait konsep fasad rumah warga khususnya gapura yang menyerupai di Bali, Estu menampiknya. Menurut Estu, penggunaan bata merah merupakan perpaduan antara masa Majapahit dan Mataram.

    “Sebenarnya konsep tidak mirip dengan Bali ya, kami tetap menjaga karakter lokal. Konon ceritanya kami bagian dari pelarian Majapahit, karena itu kenapa kami memilih bata merah itu kan sebenarnya kita identik dengan Majapahit atau awal Mataram,” ucapnya.

    “Tapi kemudian tetap kita akulturasikan dengan yang menjadi ciri khasnya Jogja, khususnya Gunungkidul. Sehingga gapura-gapura itu tidak seperti gapuranya Majapahit, Bali, tapi tetap dengan gaya Jogja dan Gunungkidul,” imbuh Estu.

    Penataan untuk Daya Tarik Wisata

    Dengan penataan tersebut, Estu berharap Wotawati yang sebelumnya kerap disebut menjadi kawasan terisolir berubah menjadi kawasan terpadu. Di mana tidak hanya menawarkan keindahan dan keunikan pemukiman tetapi juga ada camping ground termasuk sentra pertanian dan peternakan terpadu.

    “Dan kami berharap beberapa rumah warga nantinya bisa menjadi homestay sebagai tempat menginap wisatawan,” ucapnya.

    Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Bendara menyebut penataan di Wotawati memang perlu. Semua itu untuk menjadikan Wotawati sebagai salah satu perwujudan quality tourism

    “Karena ini baru mulai penataan, harapannya mulai ditata bersama-sama dengan industri dari sekarang agar bisa menjadi quality tourism,” katanya.

    GKR Bendara juga meminta jangan sampai keindahan alam di Wotawati rusak setelah menjadi tempat wisata. Karena itu GKR Bendara berharap ada aturan khusus dari Kalurahan.

    “Untuk menjaga keindahan alam desa wisata ini, kami berharap ada aturan dari kelurahan yang melindungi lingkungan. Selain itu adanya kesadaran dari masyarakat sekitar untuk menjaga alam,” ucapnya.

    “Sehingga Desa Wisata Wotawati diharapkan bisa menjadi contoh desa wisata berkelanjutan dengan quality tourism. Karena itu yang menjadi fokus pembangunan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta,” lanjut GKR Bendara.

    Bahkan, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat ini juga melakukan upaya penghijauan dan pemeliharaan lahan agar semakin subur. Di mana salah satunya di Wotawati.

    Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin meningkat, perlindungan terhadap lingkungan hidup menjadi kebutuhan yang mendesak.

    “Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kualitas udara dan meningkatkan daya serap karbon, tapi juga untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan mendukung pariwisata yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Masjid Kapal Pesiar yang Unik di Mojokerto, Ini Filosofi di Baliknya



    Mojokerto

    Di Mojokerto, Jawa Timur berdiri sebuah masjid berbentuk unik. Masjid itu dibangun menyerupai kapal pesiar. Ternyata, ada arti filosofis di baliknya.

    Masjid Ar Rahman di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto dibangun menyerupai kapal pesiar. Di balik keunikan arsitekturnya, masjid ini mempunyai filosofi sebagai bahtera penyelamat berbagai masalah sosial.

    Masjid milik Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Vila Durian Doa Yatim Sejahtera itu terletak persis di halaman panti asuhan. Luas masjid unik ini mencapai 45×25 meter persegi.


    “Masjid ini desainnya kapal pesiar. Harapannya menjadi bahtera penyelamat persoalan sosial karena penghuninya di sini beragam penyandang masalah sosial,” kata Ketua LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera, Muhammad Mukhidin (44), Senin (3/3/2025).

    Bentuk masjid ini memang mirip kapal pesiar, baik eksterior maupun interiornya. Banyak jendela di sisi kanan dan kirinya membuat masjid ini selalu terang. Uniknya lagi, tempat imam salat dan mimbar khatib didesain layaknya ruang kemudi kapal.

    Tempat imam dan khatib berhiaskan setir kapal asli, kompas berdiri, beberapa kompas kecil, monitor kemudi, jangkar, derek jangkar, serta lukisan lautan pada dindingnya. Tempat salat ini berada di lantai 2 masjid.

    Lantai 1 masjid disulap menjadi asrama putri dan balita. Posisinya di bawah tanah layaknya lambung kapal yang tenggelam di lautan. Sebelah kirinya merupakan area wudu. Lantai 3 menjadi aula, sedangkan lantai 4 dan 5 penginapan para tamu panti asuhan.

    “Pembangunan lantai 3, 4 dan 5 tinggal daun pintu dan daun jendela, tapi sudah bisa ditempati,” terang Mukhidin.

    masjid kapal pesiar mojokertoMasjid kapal pesiar di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

    Selama bulan Ramadan, masjid kapal pesiar ini tak pernah sepi dari berbagai kegiatan keagamaan. Jemaah datang dari LKSA, warga sekitar, juga para pelancong.

    Mereka menunaikan salat 5 waktu, salat Jumat, Salat Tarawih, tadarus, mengaji, burdah, hingga buka bersama di masjid berbentuk unik tersebut.

    Saat ini, kata Mukhidin, LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera mengasuh 57 orang. Terdiri dari 9 lansia dan 48 anak.

    “Ada anak-anak yatim, piatu, korban pelecehan seksual, korban KDRT, ada juga anak dari wanita ODGJ yang dilecehkan,” ungkapnya.

    Pembangunan masjid unik ini atas masukan dari Gus Amirul Mukminin dari Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah, Lamongan. Sosok inilah yang juga memotivasi Mukhidin mendirikan LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera.

    Pembangunannya sendiri menghabiskan lebih dari Rp 2,5 miliar tahun 2016-2021. Mukhidin berencana menambah panjang area masjid untuk salat setidaknya 10 meter lagi. Sehingga kapasitasnya lebih besar menampung jemaah.

    “Kami masih menabung untuk melanjutkan pembangunan,” tandasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim Diyakini Sebagai yang Tertua di Jawa



    Gresik

    Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur diyakini sebagai masjid tertua di Pulau Jawa.

    Meski usianya sudah tua, masjid yang berlokasi di Dusun Pesucinan, Desa Leran, Manyar, Gresik ini masih mempertahankan orisinalitas dan keunikan bangunannya.

    Salah satunya adalah kolam yang sudah ada sejak zaman Sunan Maulana Malik Ibrahim yang masih ada sampai hari ini.


    Masjid yang juga biasa disebut Masjid Pesucinan ini masih menyimpan sejumlah bentuk bangunan sejak zaman Sunan Giri. Masih ada bekas langgar kecil di dalam masjid yang masih dilestarikan. Lengkap dengan kolam untuk berwudu.

    Kolam berukuran 3×3 meter ini punya kedalaman kurang lebih 2,5 meter. Kolam itu berada di dalam area masjid karena adanya pemugaran.

    “Syekh Maulana Malik Ibrahim sekitar awal abad 14 atau akhir abad 13, beliau membawa kapal dagang bersama para santri bersama para pengawal, bersama para sahabatnya bersandar di pelabuhan Leran. Dulu ada pelabuhan kecil, baratnya masjid ini,” jelas Ketua Takmir Masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim, Mushollin, Jumat (14/3).

    Saat itu Syekh Maulana Malik Ibrahim melakukan salat istikarah lalu mendirikan masjid untuk tempat ibadah dan mendirikan asrama pondok sebelah barat masjid.

    Oleh sebab itu, masjid ini dinamakan masjid Syekh Maulana Malik Ibrahim di Pesucinan berasal dari kata Pesucinan. Pesucinan merupakan tempat kolam untuk wudhu di sini. Bisanya disebut Cinan, tempat wudunya Syekh Maulana Malik Ibrahim.

    Mushollin menambahkan saat pertama melihat masjid ini, kolam wudu pesucinan ada di luar masjid. Namun setelah ada renovasi beberapa kali, ada perluasan juga.

    “Akhir tahun 2023 dirombak tetapi tidak mengubah bentuk orisinilnya,” tukasnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Melihat Masjid Berusia 1 Abad di Lumajang, Melambangkan Wali Songo



    Lumajang

    Di Lumajang, ada sebuah masjid kuno yang usianya sudah 1 Abad. Masjid Baitur Rohman ini dibangun tahun 1911 oleh kiai Usman.

    Masjid kuno di Lumajang ini berada di Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung. Awalnya masjid ini masih berbentuk surau atau mushala. Lalu pada tahun 1933 direnovasi oleh Kiai Suhaemi dan desain masjidnya dipertahankan hingga sekarang.

    Masjid ini menjadi sejarah penyebaran agama Islam di Lumajang dan kini Kiai Usman dan Suhaemi diabadikan sebagai nama jalan di desa setempat.


    “Masjid Baitur Rohman ini dibangun tahun 1911 oleh Kiai Usman kemudian dilakukan renovasi oleh Kiai Suhaemi pada tahun 1933 dan desainnya dipertahankan hingga sampai sekarang,” ujar Imam Masjid Baitur Rohman Yoyon Sudarmanto, Minggu (16/3/2025).

    Bangunan masjid ini dipenuhi keunikan dan berbagai makna filosofi dari kubah masjid yang berjumlah 9. Yang melambangkan jumlah para wali penyebar agama Islam di nusantara yang dikenal dengan sebutan Wali Songo.

    Tangga tingkat masuk ke teras masjid berjumlah 5 tingkat, mengingatkan pada jumlah rukun islam ada 5. Pintu masuk masjid yang berjumlah 3, dengan pintu imam yang sama berjumlah 3 menunjukkan jumlah rukun iman yang berjumlah 6.

    Jumlah jendela masjid sebanyak 20 mengingatkan pada sifat wajib Allah SWT yang berjumlah 20. Selain itu, ruangan masjid dipenuhi bangunan kusen pintu memiliki makna kehidupan, yang harus terbuka melihat kekurangan kanan dan kiri atau guyub rukun dan saling membantu antar sesama manusia.

    “Masjid ini tidak hanya unik tapi memiliki makna filosofi dalam desain pembangunannya mulai dari kubah, jandela, pintu dan lainnya,” terang Yoyon.

    Selain itu, saat pembangunan Masjid Baitur Rohman ini para pekerja yang sedang membangun masjid tidak boleh memiliki hadas besar maupun kecil.

    Sehingga saat pekerja memiliki hadas kecil, harus berwudhu terlebih dahulu kemudian melanjutkan pekerjaan membangun masjid.

    “Pekerja yang membangun masjid ini juga harus menjaga dari hadas kecil maupun besar,” tandas Yoyon.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cerita Mata Air Asin yang Diburu Warga Tasikmalaya buat Lebaran



    Tasikmalaya

    Menjelang Lebaran, sebuah sumber mata air dengan rasa asin banyak diburu oleh warga Tasikmalaya. Mereka menggunakan air asin itu untuk membuat ketupat.

    Penjualan air asin Tanjung di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Warga tasik mulai terlihat antre untuk membeli sumber mata air yang dijadikan bahan pembuatan ketupat tersebut.

    Mata air asin Tanjung ini merupakan salah satu keunikan yang ada di Tasikmalaya. Jika biasanya mata air punya rasa tawar, tapi sumber mata air Tanjung malah mengeluarkan air asin.


    Oleh masyarakat, air ini kerap dimanfaatkan untuk membuat ketupat. Selain bisa memberi rasa yang khas pada ketupat, air asin Tanjung ini juga dipercaya membuat ketupat lebih tahan lama dan bisa awet sampai seminggu.

    Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak dulu dan membawa berkah bagi daerah setempat. Sejumlah warga terlihat sudah memadati Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, tempat di mana sumber air asin Tanjung ini berada.

    Ketua Pengelola air asin Tanjung, Iman Hermansyah (42) mengatakan pembeli air asin Tanjung mulai ramai sejak awal bulan Ramadan.

    “Dari tanggal 5 Ramadan sudah ramai masyarakat yang membeli air asin Tanjung untuk membuat ketupat Lebaran. Penjualan meningkat sekitar 60 persen dari hari-hari biasa,” kata Iman.

    Iman mengatakan mereka yang membeli air asin Tanjung untuk bahan pembuatan ketupat, tidak hanya datang dari wilayah Tasikmalaya saja, melainkan dari berbagai daerah.

    “Pembeli tidak hanya warga Tasikmalaya, dari luar seperti Ciamis, Banjar, Garut dan daerah lainnya juga ada,” kata Iman.

    Tak sedikit pula mereka yang datang, membeli dalam jumlah banyak dengan tujuan untuk dijual kembali.

    “Selain mereka membeli untuk membuat ketupat di rumah, ada juga mereka yang akan menjual lagi,” jelasnya.

    Harga jual air asin ini relatif murah, satu galon dijual dengan harga Rp 10 ribu saja.

    “Kalau jeriken biru yang 35 liter Rp 15 ribu, kalau galon Rp 10 ribu,” papar Iman.

    Hasilkan Ketupat dengan Rasa yang Khas

    Iman membenarkan membuat ketupat dengan air asin Tanjung akan memberikan cita rasa yang khas serta tekstur ketupat yang lebih kenyal dan tahan lama.

    “Air Tanjung itu keistimewaannya seperti ada pengawet alami. Rasa ketupat atau lontong jadi beda, agak kenyal juga. Terus ketupat kalau pakai air asin Tanjung bisa bertahan sampai 6 hari,” ujar Iman.

    Dia juga berharap penjualan di Lebaran kali ini akan semakin meningkat sehingga warga bisa mendapatkan cuan yang maksimal.

    Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya.Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya. Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar

    “Biasanya semakin dekat Lebaran semakin membeludak, kalau stok banyak,” kata Iman.

    Sumber mata air unik ini dikelola oleh pihak RW dengan melibatkan warga. Setidaknya ada 21 warga yang dilibatkan dalam bisnis pemanfaatan Air Tanjung ini.

    Sehari ada 3 atau 4 orang yang jaga. Mereka bertugas melayani pembeli, menampung air dan lain-lain. Warga yang bekerja tentu dapat upah, sisanya disetor ke kas RW.

    Secara swadaya masyarakat mengelola air itu dengan cara menampungnya ke bak-bak penampungan. Kemudian dari bak dialirkan ke dua tangki air kapasitas 1000 liter.

    Air Tanjung memang perlu ditampung sebagai stok, karena volume mata air tidak besar. Penasaran dengan rasanya yang menurut warga asin, beberapa bulan lalu kami pernah mencoba mencicipi air Tanjung tersebut.

    Rasa asin memang ada, tapi tak terlalu kentara. Lidah justru merasakan gurih. Seperti air kelapa, tapi air kelapa tua yang hambar.

    Beberapa saat setelah menenggak, tenggorokan terasa kering seperti usai minum air laut. Begitu kira-kira rasa dari mata air unik ini.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bukit Fatukopa yang Keramat di Timor Tengah Selatan



    Timor Tengah Selatan

    Bukit Fatukopa adalah destinasi alam memukau di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Lebih dari itu, bukit ini dianggap keramat oleh masyarakat.

    Bukit Fatukopa memadukan keindahan alam, sejarah, dan keunikan budaya. Bukit ini dikenal sebagai bukit kapur yang ditumbuhi vegetasi khas hutan tropis. Bukit ini memberikan suasana asri yang jarang ditemui di tempat lain.

    Dalam bahasa Atoin Meto, Fatukopa berarti “Batu Kapal” (Fatu = Batu, Kopa = Kapal). Nama ini diberikan karena bentuk batu kapur di bukit tersebut menyerupai kapal jika dilihat dari sudut tertentu.


    Menurut legenda, bukit ini dianggap sebagai bahtera Nabi Nuh yang karam, sekaligus dipercaya sebagai asal mula nenek moyang orang Timor.

    Sebagai tempat yang dianggap keramat oleh masyarakat Suku Dawan, pendakian ke Bukit Fatukopa harus melalui izin kepala suku setempat.

    Dari Kota So’e, ibu kota Kabupaten TTS, Bukit Fatukopa dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Jaraknya sekitar 57 kilometer (km) dengan rute yang cukup menantang.

    Jalan menuju lokasi dipenuhi pepohonan lebat dan medan yang terjal, tapi pemandangan alam sepanjang perjalanan membuat setiap tantangan terasa sepadan.

    Bukit ini menawarkan pemandangan yang luar biasa, terutama saat matahari terbit dan terbenam. Cahaya keemasan yang memancar dari matahari memberikan nuansa eksotis yang menambah pesona Fatukopa.

    Vegetasi tropis yang tumbuh di sekitar bukit semakin memperindah suasana alami dan menghadirkan kedamaian bagi siapa saja yang berkunjung.

    Meskipun medan menuju Bukit Fatukopa cukup sulit, beberapa fasilitas sederhana tersedia, seperti area parkir, toilet, dan area camping. Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi bukit ini, menjadikannya pilihan wisata yang terjangkau.

    Namun, pengunjung disarankan memastikan kendaraan dalam kondisi prima karena kondisi jalan yang terjal dan menantang. Bagi mereka yang mencari pengalaman berbeda, Bukit Fatukopa adalah destinasi yang ideal.

    Selain keindahan alam, tempat ini juga menawarkan perjalanan yang penuh petualangan, serta kesempatan untuk menyelami budaya lokal masyarakat Suku Dawan.

    Bukit Fatukopa terbuka untuk pengunjung setiap hari, mulai dari pagi hingga malam hari. Fleksibilitas waktu ini memungkinkan wisatawan menikmati pesona Fatukopa kapan saja sesuai keinginan.

    Bukit Fatukopa bukan sekadar tujuan wisata, tapi perpaduan antara keindahan alam, kisah legenda, dan pengalaman budaya yang mendalam.

    Dengan pemandangan yang menawan dan suasana yang tenang, Bukit Fatukopa menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan. Jadi, jika Anda ingin menjelajahi keajaiban alam di Nusa Tenggara Timur, Bukit Fatukopa adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Tebing Breksi, Lengkap dengan Fasilitas dan Harga Tiket Masuknya


    Jakarta

    Tebing Breksi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di Yogyakarta. Seperti namanya, tempat ini adalah kawasan perbukitan batuan breksi.

    Uniknya, tebing-tebing di sini memiliki pola alami yang menarik dan estetik, menjadikannya daya tarik utama bagi para wisatawan. Simak berikut sejarahnya, lengkap dengan informasi terkait daya tarik, fasilitas, dan harga tiket terkininya.

    Sejarah Tebing Breksi

    Tebing BreksiTebing Breksi Foto: Titry Frilyani/d’traveler

    Tebing Breksi adalah salah satu destinasi wisata alam yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya berada di bagian selatan Candi Prambanan, dan cukup dekat dengan Candi Ijo serta kompleks Keraton Ratu Boko. Tempat ini terletak tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan.


    Dirangkum dari laman Kapanewon Kecamatan Prambanan dan Geopark Jogja, tempat ini dulunya adalah kawasan pertambangan batu breksi. Tebing Breksi mulanya merupakan area tambang batuan yang menjadi mata pencaharian warga sekitar.

    Batuan breksi di lokasi ini terbentuk dari material letusan Gunung Api Nglanggeran yang mengendap selama jutaan tahun. Akhirnya pada tahun 2014, aktivitas tambang dihentikan karena batuan di area ini termasuk batu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran yang perlu dilindungi.

    Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 oleh tim gabungan dari ITB dan UPN mengungkap bahwa batuan di sini termasuk jenis tufan yang langka, sehingga kegiatan penambangan dihentikan.

    Lokasi ini kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata, yang pada 30 Mei 2015 secara resmi dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tebing Breksi kini telah berkembang menjadi destinasi unggulan dari Desa Wisata Dewi Sambi dan ditetapkan sebagai salah satu situs geoheritage di Yogyakarta.

    Bahkan dalam laman Portal Informasi Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke-13, Sandiaga Uno pernah mengatakan Tebing Breksi masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik. Keunikan utama Tebing Breksi terletak pada dinding-dinding tebingnya yang kini dihiasi relief dan pahatan karya seniman lokal.

    Mulai dari tokoh pewayangan seperti Arjuna dan Buto Cakil, hingga naga berkepala mahkota, semua memberi sentuhan budaya yang khas. Bekas guratan aktivitas tambang juga menciptakan motif alami di batuan, menjadikan tebing ini tampak artistik.

    Daya Tarik Wisata Tebing Breksi

    Tebing BreksiTebing Breksi. Foto: Titry Frilyani/d’traveler

    Tebing Breksi menyuguhkan pemandangan unik berupa tebing-tebing tinggi dengan tekstur dan pola alami yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Sisa-sisa pahatan bekas tambang kerap dijadikan latar foto yang menarik, termasuk untuk sesi prewedding.

    Untuk naik ke puncak tebing, pengunjung tak perlu bersusah payah memanjat karena telah tersedia tangga yang dipahat langsung di batu. Dari atas, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Jogja dari ketinggian.

    Dari atas tebing, pengunjung bisa melihat panorama indah seperti Candi Prambanan, Gunung Merapi, hingga pesawat yang melintas di langit Jogja. Momen matahari terbenam juga jadi favorit wisatawan.

    Selain itu, berkunjung ke Tebing Breksi bisa sekalian mampir ke beberapa tempat menarik di sekitarnya. Terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Tebing Breksi berada tak jauh dari ikon-ikon wisata seperti Candi Prambanan, Candi Ijo, dan kompleks Keraton Boko.

    Akses ke lokasi pun cukup mudah, hanya sekitar 1 km sebelum Candi Ijo, lewat jalur utama Prambanan-Piyungan. Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 17 km atau 30 menit perjalanan darat. Meskipun jalannya agak menanjak, kendaraan mulai dari motor hingga bus wisata tetap bisa mencapai area ini dengan lancar.

    Fasilitas dan dan Harga Tiket Wisata Tebing Breksi

    Selain bisa berfoto di lokasi wisata, kamu juga dapat melihat suguhan budaya seperti tari-tarian, jathilan, gamelan tembang Jawa, wayang, dan ketoprak. Sebab di Tebing Breksi juga terdapat Tlatar Seneng, sebuah panggung pertunjukan berbentuk melingkar dengan kursi-kursi di sekelilingnya. Bentuknya sekilas menyerupai Colosseum mini.

    Tak cuma itu, kalau kamu suka berkemah, ada area Watu Tapak yang disediakan sebagai tempat perkemahan. Nah kalau mau pengalaman yang lebih seru, bisa coba naik jeep wisata dengan berbagai pilihan rute dan paket.

    Rute singkat membawa pengunjung menjelajahi Tebing Breksi, Candi Ijo, Watu Payung, dan Obelix Hills. Sedangkan rute panjang mencakup lebih banyak titik seperti Bukit Teletubbies, Desa Wisata Pereng, dan berakhir di Rumah Domes.

    Wisatawan juga dimanjakan dengan kemudahan teknologi seperti tiket online dan akses wifi di area tertentu, termasuk tempat makan. Soal operasional dan harga tiketnya, dilansir dari akun instagram resmi Tebing Breksi buka setiap hari pukul 08.00-23.00 WIB dengan harga tiket weekdays Rp 10 ribu dan hari libur Rp 15 ribu.

    Jadi, kamu tertarik berlibur ke Tebing Breksi? Semoga informasi ini membantu, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com