Tag: kripto

  • Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

    Perusahaan publik Strategy (sebelumnya MicroStrategy) kembali menarik perhatian pasar setelah memperluas kapasitas pendanaan hingga lebih dari 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.000 triliun. Langkah ini dilakukan untuk mendukung strategi akumulasi Bitcoin dalam skala besar, yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga di pasar kripto.

    Melalui pengajuan terbaru, Strategy membuka peluang penerbitan saham dan instrumen keuangan baru yang dapat digunakan secara bertahap untuk mendanai pembelian Bitcoin.

    Strategi Pendanaan Jumbo untuk Bitcoin

    Dalam dokumen terbaru, Strategy mengungkapkan rencana untuk menerbitkan hingga 21 miliar dolar AS saham biasa, 21 miliar dolar AS saham preferen STRC, dan sekitar 2,1 miliar dolar AS saham preferen STRK.

    Secara total, kapasitas penerbitan aktif perusahaan kini mencapai sekitar 64,15 miliar dolar AS. Namun, perusahaan menegaskan bahwa dana tersebut belum seluruhnya dihimpun, melainkan akan diterbitkan secara bertahap sesuai kebutuhan.

    Langkah ini menjadi peta pendanaan jangka panjang yang akan mendukung ekspansi kepemilikan Bitcoin perusahaan.

    Baca juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

    Strategy Tetap Jadi Pemegang Bitcoin Terbesar

    Strategy saat ini merupakan perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, dengan total sekitar 762.099 BTC. Nilai akumulasi pembelian mencapai sekitar 57,7 miliar dolar AS, dengan harga rata-rata sekitar 75.700 dolar AS per Bitcoin.

    Meski demikian, posisi tersebut saat ini masih mencatatkan kerugian belum terealisasi lebih dari 3 miliar dolar AS, seiring fluktuasi harga Bitcoin di pasar.

    STRC Jadi Instrumen Utama

    Salah satu perubahan penting dalam strategi pendanaan ini adalah meningkatnya peran saham preferen STRC. Perusahaan bahkan meningkatkan jumlah saham STRC yang diotorisasi secara signifikan.

    Instrumen ini menawarkan imbal hasil variabel sekitar 11,5% dan telah menarik minat investor institusional besar seperti BlackRock, Anchorage, dan Strive.

    Sebaliknya, peran STRK mulai dikurangi, menunjukkan adanya penyesuaian strategi dalam struktur modal perusahaan.

    Potensi Dampak ke Harga Bitcoin

    Langkah agresif Strategy dalam mengumpulkan dana untuk membeli Bitcoin dinilai dapat memberikan tekanan beli tambahan di pasar, terutama jika realisasi pembelian dilakukan secara bertahap dalam jumlah besar.

    Namun, strategi ini juga membawa risiko, termasuk potensi dilusi saham dan ketergantungan pada pendanaan berbasis pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa strategi Strategy menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, terutama sebagai aset treasury perusahaan.

    Menurut mereka, jika sebagian besar dana tersebut benar-benar digunakan untuk membeli Bitcoin, hal ini dapat menjadi katalis positif yang mendorong harga, terutama dalam kondisi suplai yang semakin terbatas.

    Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa pendekatan ini memiliki risiko struktural. Ketergantungan pada pendanaan berbasis pasar dapat meningkatkan tekanan jika kondisi likuiditas global memburuk atau jika harga Bitcoin bergerak tidak sesuai ekspektasi.

    Selain itu, mereka menyoroti bahwa pergerakan harga Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh satu entitas, melainkan oleh kombinasi faktor seperti arus dana institusional, kebijakan moneter, dan sentimen global.

    Pasar Menanti Realisasi Strategi

    Dengan kapasitas pendanaan yang besar, langkah Strategy akan terus menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.

    Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, dampaknya dapat memperkuat posisi Bitcoin di kalangan institusi. Namun, pasar tetap akan mencermati bagaimana perusahaan mengeksekusi rencana tersebut di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Viral! Penipuan Kripto Manfaatkan Isu Perang

    Seorang investigator blockchain, ZachXBT, mengungkap adanya akun palsu di platform X (Twitter) yang diduga digunakan untuk memancing perhatian publik dan mengarah pada skema penipuan kripto. Akun bernama “Rashid bin Saeed” tersebut diketahui menyebarkan informasi sensasional terkait konflik geopolitik untuk membangun basis pengikut.

    Kasus ini muncul di tengah kondisi pasar kripto yang sedang diliputi sentimen ketakutan ekstrem, yang dinilai membuat investor lebih rentan terhadap manipulasi.

    Akun Viral Diduga Digunakan untuk Skema Scam

    Dilaporkan BeInCrypto, akun tersebut sempat menjadi viral setelah memposting klaim bahwa Iran telah merilis daftar target infrastruktur sipil yang akan diserang jika Amerika Serikat menyerang fasilitas energi mereka. Postingan tersebut mencantumkan 12 lokasi di enam negara, termasuk fasilitas nuklir dan pembangkit listrik.

    Meski klaim tersebut tidak terbukti, akun ini berhasil mengumpulkan lebih dari 353.000 pengikut. Investigasi menunjukkan bahwa akun tersebut baru diverifikasi pada Februari 2026 dan telah beberapa kali mengganti nama sejak 2025.

    ZachXBT menyebut akun ini sebagai bagian dari pola yang sering digunakan dalam skema pump-and-dump, di mana pelaku membangun audiens melalui konten viral sebelum mempromosikan token dengan likuiditas rendah.

    Baca juga: Inggris Siapkan Langkah Besar Lawan Ancaman Penipuan Kripto

    Terhubung dengan Promosi Meme Coin

    Indikasi keterkaitan dengan aktivitas kripto terlihat dari akun Telegram yang diduga terkait, yang mempromosikan meme coin bernama Chibification (CHIBI). Token tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang relatif kecil, sekitar 3,9 juta dolar AS, dan mengalami penurunan lebih dari 23% dalam 24 jam terakhir.

    Skema seperti ini biasanya memanfaatkan momentum perhatian publik untuk mendorong harga token sebelum akhirnya dijual secara besar-besaran oleh pelaku, meninggalkan investor ritel dengan kerugian.

    ZachXBT sebelumnya juga mengungkap kasus serupa pada 2025, di mana seorang influencer terlibat dalam skema yang menyebabkan harga token anjlok hingga 97%.

    Sentimen Pasar Mempermudah Manipulasi

    Kasus ini terjadi di tengah kondisi pasar yang berada dalam fase extreme fear. Crypto Fear and Greed Index tercatat di level 8, setara dengan kondisi saat runtuhnya FTX pada 2022.

    Sentimen ketakutan yang berkepanjangan, ditambah dengan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, menciptakan lingkungan yang ideal bagi penyebaran informasi menyesatkan.

    Dalam kondisi seperti ini, konten sensasional cenderung lebih cepat menyebar dan dipercaya, sehingga meningkatkan efektivitas skema manipulasi.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bahwa risiko di industri kripto tidak hanya berasal dari volatilitas harga, tetapi juga dari manipulasi informasi

    Menurut mereka, kombinasi antara sentimen pasar yang negatif dan isu geopolitik sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membangun narasi yang menarik perhatian investor.

    Tim Research Tokocrypto menekankan pentingnya verifikasi sumber informasi, terutama ketika berkaitan dengan klaim besar atau berita yang belum dikonfirmasi. Investor juga disarankan untuk berhati-hati terhadap promosi token yang muncul secara tiba-tiba, terutama yang didukung oleh akun dengan riwayat tidak jelas.

    Selain itu, mereka menilai bahwa edukasi dan literasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko penipuan, terutama di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

    Waspada di Tengah Ketidakpastian

    Kasus ini menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya adopsi kripto, risiko penipuan juga semakin berkembang dengan metode yang lebih kompleks.

    Pelaku pasar diharapkan untuk tetap kritis terhadap informasi yang beredar, terutama yang memanfaatkan isu sensitif seperti konflik global, agar tidak terjebak dalam skema yang merugikan.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Optimis! Sinyal Emas Tandai Bottom Bitcoin

    Pergerakan Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah muncul sinyal langka dari korelasinya dengan emas. Data terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara Bitcoin dan emas mencapai level terendah dalam tiga tahun terakhir, memicu spekulasi bahwa Bitcoin kemungkinan telah membentuk titik dasar (bottom) pada Maret ini.

    Di saat emas mengalami penurunan selama empat minggu berturut-turut, Bitcoin justru bergerak stabil di kisaran 70.000 dolar AS, menciptakan divergensi yang menarik perhatian pelaku pasar.

    Rasio BTC/Gold Beri Sinyal Historis

    Dilaporkan BeInCrypto, analis melihat bahwa rasio BTC terhadap emas saat ini mengalami penurunan sekitar 70%, level yang sebelumnya sering bertepatan dengan titik terendah siklus pasar. Dalam siklus sebelumnya, penurunan rasio sebesar 86% pada 2014, 83% pada 2018, dan 76% pada 2022 semuanya menandai fase bottom sebelum tren naik dimulai.

    Kondisi saat ini dinilai mulai memasuki fase konsolidasi, yang berpotensi menjadi awal pemulihan harga Bitcoin. Jika rasio ini kembali meningkat, hal tersebut menandakan bahwa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset investasi.

    Baca juga: Harga Emas Bergejolak, Investor Justru Borong XAUT dan PAXG

    Korelasi Bitcoin–Emas Capai Titik Terendah

    Data menunjukkan bahwa korelasi antara Bitcoin dan emas turun hingga -0,9, level terendah sejak akhir 2022. Pada periode tersebut, Bitcoin berada di level 15.600 dolar AS sebelum memulai tren kenaikan yang berlangsung lebih dari dua tahun.

    Korelasi negatif yang kuat ini mengindikasikan bahwa kedua aset bergerak berlawanan arah, dan dalam konteks saat ini, memberikan sinyal potensi penguatan Bitcoin dibandingkan emas dalam waktu dekat.

    Di sisi lain, analis teknikal juga melihat bahwa emas sedang membentuk pola bearish yang jarang terjadi, yang secara historis sering diikuti oleh periode pemulihan yang panjang.

    Peran Faktor Makro dan Investor Besar

    Divergensi antara Bitcoin dan emas juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan geopolitik. Bitcoin dinilai telah lebih cepat merespons risiko global, termasuk konflik di Timur Tengah, dibandingkan aset tradisional.

    Selain itu, data menunjukkan bahwa jumlah whale Bitcoin dengan kepemilikan di atas 1.000 BTC mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor besar di tengah ketidakpastian pasar.

    Dalam waktu dekat, rilis data ekonomi seperti PMI dan jobless claims juga akan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa korelasi negatif antara Bitcoin dan emas saat ini menjadi sinyal penting dalam membaca fase siklus pasar. Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin mulai berperan lebih kuat sebagai aset alternatif yang tidak sepenuhnya mengikuti pergerakan aset safe haven tradisional.

    Namun, mereka juga mengingatkan bahwa konfirmasi tren tidak hanya bergantung pada satu indikator. Faktor seperti likuiditas global, kebijakan moneter, dan sentimen geopolitik tetap menjadi penentu utama dalam jangka pendek.

    Tim Research Tokocrypto menambahkan bahwa akumulasi oleh whale menjadi indikator positif, tetapi pergerakan harga tetap membutuhkan dukungan dari arus dana yang lebih luas untuk membentuk tren naik yang berkelanjutan.

    Pasar Menanti Konfirmasi Tren

    Dengan kombinasi antara sinyal teknikal, divergensi makro, dan aktivitas investor besar, pasar kini berada pada fase yang krusial. Pelaku pasar akan mencermati apakah Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas dan mulai menunjukkan penguatan yang konsisten.

    Jika pola historis kembali terulang, kondisi saat ini berpotensi menjadi titik awal fase baru bagi Bitcoin. Namun, kepastian arah tetap akan bergantung pada perkembangan faktor eksternal dan respons pasar dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bittensor (TAO) Meroket 80%! Akankah Kalahkan Dominasi Bitcoin?

    Harga Bittensor (TAO) mencatat lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan kenaikan mencapai 17% dalam 24 jam dan sekitar 80% secara bulanan. Aset ini kini diperdagangkan di kisaran 317 dolar AS, menjadikannya salah satu kripto dengan performa terbaik di tengah pemulihan pasar.

    Dilaporkan Coingape, kenaikan ini terjadi seiring stabilnya pasar kripto secara umum, di mana Bitcoin kembali berada di atas 71.000 dolar AS dan Ethereum menembus 2.100 dolar AS. Sentimen positif juga didukung oleh penguatan altcoin lain seperti XRP, Solana, dan Dogecoin.

    Lonjakan Dipicu Sentimen dan Dukungan Pasar

    Salah satu pemicu utama kenaikan TAO adalah viralnya unggahan investor Jason Calacanis yang menyebut “TAO > BTC”, yang memicu diskusi luas di komunitas kripto. Tak lama setelah itu, harga TAO melonjak dan mencetak level tertinggi baru tahun ini.

    Selain sentimen sosial, minat institusional juga mulai meningkat. Produk investasi berbasis Bittensor telah diluncurkan di Nasdaq Stockholm, sementara Grayscale Bittensor Trust diperdagangkan dengan premium terhadap nilai aset bersihnya.

    Faktor lain yang mendorong optimisme adalah narasi seputar pengembangan kecerdasan buatan terdesentralisasi (decentralized AI), yang menjadi fokus utama ekosistem Bittensor.

    Baca juga: TAO Bittensor Rontok 13% Sehari! Harga Terjun ke US$160

    Didukung Fundamental dan Narasi AI

    Bittensor memiliki suplai maksimum sebesar 21 juta token, mirip dengan Bitcoin, serta mekanisme halving setiap empat tahun. Struktur ini memberikan karakteristik kelangkaan yang dinilai menarik bagi investor jangka panjang.

    Selain itu, komentar dari CEO Nvidia, Jensen Huang, terkait perkembangan AI turut memperkuat sentimen terhadap proyek-proyek berbasis AI, termasuk Bittensor.

    Di sisi pasar, meningkatnya kapitalisasi sektor meme coin hingga 33,6 miliar dolar AS juga menunjukkan meningkatnya risk appetite investor, yang turut mendukung pergerakan altcoin seperti TAO.

    Target Harga dan Level Kunci

    Secara teknikal, level 300 dolar AS kini menjadi support penting setelah berhasil ditembus. Sementara itu, area 320 dolar AS menjadi resistance terdekat yang masih sulit ditembus.

    Jika harga mampu bertahan dan menembus level tersebut, potensi kenaikan menuju 350 dolar AS terbuka. Namun, jika gagal mempertahankan momentum, koreksi ke area 280 dolar AS masih memungkinkan.

    Data derivatif juga menunjukkan peningkatan minat pasar, dengan open interest naik 53% dan volume perdagangan melonjak 128% menjadi sekitar 2,05 miliar dolar AS.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kenaikan TAO saat ini didorong oleh kombinasi kuat antara narasi sektor AI, sentimen sosial, dan peningkatan minat institusional.

    Namun, mereka mengingatkan bahwa lonjakan harga yang cepat dalam waktu singkat juga meningkatkan risiko koreksi, terutama jika didominasi oleh sentimen jangka pendek.

    Menurut mereka, investor perlu membedakan antara fundamental jangka panjang dan euforia pasar. Proyek seperti Bittensor memang memiliki potensi dari sisi teknologi, tetapi pergerakan harga tetap sangat dipengaruhi oleh likuiditas dan sentimen.

    Tim Research Tokocrypto juga menambahkan bahwa peningkatan open interest dan volume menunjukkan adanya partisipasi aktif dari trader, yang dapat memperbesar volatilitas dalam jangka pendek.

    Pasar Masih Uji Kekuatan Tren

    Pergerakan TAO dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support dan menembus resistance utama. Di tengah kondisi pasar yang mulai pulih, aset dengan narasi kuat seperti AI berpotensi terus menjadi perhatian investor.

    Namun, dengan volatilitas yang tinggi, arah selanjutnya masih akan ditentukan oleh keseimbangan antara sentimen pasar, arus dana, dan kekuatan fundamental proyek itu sendiri.

    Baca juga: Token Musik Teratas: Pasar Capai Rp3,01 Triliun, Rata-Rata Naik 5,06%


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Waspada! Serangan AS-Israel Bisa Banting Harga Bitcoin

    Harga Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Meski sebelumnya sempat menguat di atas 71.000 dolar AS, aset kripto terbesar ini kini berisiko mengalami penurunan seiring lonjakan harga minyak global akibat serangan terbaru ke fasilitas energi Iran.

    Perkembangan ini terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan jeda serangan selama lima hari sebagai bagian dari upaya deeskalasi.

    Serangan Energi Picu Lonjakan Harga Minyak

    Dilaporkan Coingape, harga minyak dunia kembali melonjak, dengan Brent crude menembus 102 dolar AS per barel dan WTI naik lebih dari 3% ke level 91 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh serangan terbaru AS dan Israel terhadap infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas gas dan pembangkit listrik.

    Situasi semakin kompleks setelah Iran membantah adanya pembicaraan damai, serta melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke wilayah Israel dan negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

    Selain itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan mulai mempertimbangkan keterlibatan langsung dalam konflik, yang berpotensi memperluas eskalasi dan mengganggu pasokan energi global.

    Baca juga: 3 Altcoin Berpotensi Picu Likuidasi Besar di Akhir Maret 2026!

    Bitcoin Tertekan di Tengah Ketidakpastian

    Kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik cenderung mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman, sehingga berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

    Meski Bitcoin sempat naik sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke kisaran 70.911 dolar AS, tekanan mulai terlihat kembali. Indikator Coinbase Premium Index juga berubah menjadi negatif, yang mengindikasikan adanya tekanan jual dari investor di pasar Amerika Serikat.

    Di sisi lain, data menunjukkan open interest di pasar futures Bitcoin meningkat, menandakan masih adanya minat dari trader derivatif meskipun kondisi pasar tidak stabil.

    Risiko Koreksi ke Level $68.000

    Pelaku pasar kini mencermati kemungkinan Bitcoin kembali turun ke level 68.000 dolar AS jika tekanan makro terus berlanjut. Kenaikan volume perdagangan hingga 60% dalam 24 jam terakhir menunjukkan meningkatnya aktivitas, namun belum tentu mencerminkan arah yang jelas.

    Beberapa analis juga mengingatkan bahwa siklus pasar Bitcoin masih berpotensi mengikuti pola historis, dengan kemungkinan fase bearish berlanjut hingga akhir tahun.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa pergerakan Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama geopolitik dan harga komoditas seperti minyak.

    Menurut mereka, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global dapat meningkatkan tekanan inflasi, yang pada akhirnya memperkecil peluang pelonggaran kebijakan moneter. Hal ini menjadi faktor negatif bagi aset berisiko, termasuk kripto.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa lonjakan volatilitas ini membuka peluang trading jangka pendek, terutama bagi pelaku pasar yang mampu memanfaatkan pergerakan cepat akibat sentimen global.

    Mereka menekankan bahwa investor perlu mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta indikator pasar seperti aliran dana institusional dan sentimen derivatif untuk menentukan strategi yang tepat.

    Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian

    Dengan konflik yang berpotensi meluas dan belum adanya kepastian terkait upaya damai, pasar kripto diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

    Pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi global, yang kini menjadi faktor utama dalam membentuk sentimen investor.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader

    Tak bisa dipungkiri crypto futures trading menjadi salah satu opsi untuk mendapatkan keuntungan dari pasar kripto yang sangat populer di kalangan para trader karena dapat memberikan keuntungan cepat, meskipun dengan time-frame kecil seperti jam, hingga menit.

    Meski menawarkan potensi profit yang menarik, futures juga membawa risiko. Banyak strategi crypto futures yang sering digunakan oleh para trader seperti mulai dari scalping, swing trading, hedging, breakout trading, trend following, hingga range trading digunakan untuk menyesuaikan gaya, serta toleransi risiko tersebut.

    Maka dari itu, sebelum kamu memutuskan untuk melakukan trading dengan menggunakan futures di aset kripto, ada baiknya kamu mengetahui beberapa strategi dasar crypto futures yang umum digunakan trader tadi. Yuk simak lebih lengkap di bawah!

    Baca juga: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    1. Scalping

    Scalping menjadi salah satu strategi paling populer di kalangan trader crypto futures karena fokus pada keuntungan kecil tapi sering. 

    Scalping adalah strategi yang dilakukan dengan membuka dan menutup posisi dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan kecil secara konsisten, memanfaatkan pergerakan harga seperti 0,5%-1% dengan memanfaatkan fitur leverage untuk memperbesar keuntungan.

    Strategi ini cocok untuk pasar sideways, namun biaya transaksi dan funding rate bisa menggerus keuntungan jika kamu terlalu sering melakukan trading.

    2. Swing Trading

    Swing trading mengambil keuntungan dari ayunan harga baik dari dalam kondisi penurunan ke kenaikan, atau sebaliknya. 

    Strategi ini mengandalkan analisis teknikal seperti support-resistance, moving averages, dan pola harga, serta kadang dipadukan dengan analisis fundamental untuk konfirmasi arah.

    Swing trading cocok dilakukan di pasar yang sedang memiliki tren, seperti membeli saat harga rebound dari support dan jual saat mendekati resistance. Karena mengikuti tren, jika harga telah bergerak sesuai konfirmasi analisa awal, strategi ini biasanya tidak memerlukan monitoring terus-menerus seperti scalping, dan potensi profit lebih besar per trade dibanding scalping.

    3. Hedging

    Strategi hedging memiliki arti yang sama seperti namanya, yakni sebagai strategi untuk lindung nilai. Strategi ini strategi defensif dan sering dipakai oleh holder jangka panjang. 

    Strategi hedging digunakan oleh trader crypto futures untuk mengunci nilai portofolio atau mengurangi potensi kerugian saat pasar bergerak melawan posisi utama.

    Dalam praktiknya, hedging dilakukan dengan membuka posisi berlawanan dengan posisi yang sebelumnya telah dimiliki. Misalnya, mengambil posisi short untuk melindungi kepemilikan aset kripto yang ada di spot… sehingga ketika harga aset turun, kerugian pada satu sisi dapat dikompensasikan oleh keuntungan dari posisi short.

    Strategi ini sangat berguna saat pasar berada di fase volatil atau ketika ada event besar yang membuat harga sulit diprediksi karena membantu menjaga modal dan mengurangi drawdown tanpa harus menjual aset kripto yang dimiliki.

    Baca juga: Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

    4. Breakout Trading

    Breakout trading adalah teknik membuka posisi ketika harga menembus resistance (untuk long) atau support (untuk short) dengan harapan momentum akan melanjutkan arah setelah menembus area tersebut. Sebelum benar-benar memutuskan untuk membuka posisi, trader biasanya menunggu konfirmasi seperti penutupan candle di atas/bawah level atau lonjakan volume sebelum masuk.

    Strategi ini efektif pada pasar yang baru keluar dari fase konsolidasi atau sedang membentuk tren karena potensi pergerakan lebih dari 2% namun rentan terhadap false breakout.

    5. Trend Following

    Trend following adalah strategi yang berfokus untuk mengikuti arah tren utama, baik naik maupun turun dengan membuka posisi searah tren dan menahan hingga tanda pembalikan muncul.

    Trend following memanfaatkan momentum jangka menengah hingga panjang untuk menangkap pergerakan besar di pasar crypto futures. Trader biasanya menggunakan indikator sederhana seperti Moving Average Crossover (EMA 9 x EMA 21), MACD, atau Fibonacci Retracement.

    Strategi ini cocok saat pasar menunjukkan tren jelas karena memungkinkan target keuntungan lebih besar per trade dibanding scalping atau swing, namun tetap memerlukan disiplin. Penempatan stop loss, dan penggunaan trailing stop untuk mengunci profit dapat menjadi salah satu cara risiko saat trading dengan trend following. 

    Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

    6. Range Trading 

    Ketika pasar tidak memiliki tren yang jelas dan bergerak sideways, banyak trader menggunakan strategi range trading.

    Range trading sendiri merupakan strategi yang memanfaatkan pergerakan harga antara level support dan resistance. Trader membuka posisi long di dekat support dan short di dekat resistance untuk menangkap pergerakan harga layaknya pantulan bola dari atas ke bawah dan sebaliknya. 

    Strategi ini membutukan identifikasi zona harga yang jelas, konfirmasi pola candlestick, dan indikator seperti RSI atau stochastic untuk mendeteksi kondisi overbought/oversold.

    Keunggulannya adalah frekuensi peluang yang relatif tinggi saat pasar tidak trending, namun risiko termasuk false breakout

    Itu dia beberapa contoh strategi dasar crypto futures yang sering digunakan oleh para trader. Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Binance. 5 Top Crypto Futures Trading Strategies for Pro Traders

    Investopedia. What Is Swing Trading?, Trend Trading: Definition and How Strategy Aims For Profit



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Akuisisi Perusahaan Australia Demi Lisensi

    Perusahaan blockchain Ripple kembali menunjukkan langkah ekspansi agresif dengan menargetkan perolehan lisensi keuangan di Australia pada April mendatang.

    Menariknya, strategi yang digunakan bukan melalui pengajuan izin dari nol, melainkan lewat jalur akuisisi entitas yang telah memiliki lisensi.

    Langkah ini mencerminkan tren baru di industri kripto, di mana perusahaan tidak hanya membangun teknologi, tetapi juga secara aktif memburu pijakan regulasi di yurisdiksi strategis.

    Baca Juga: Ripple Tambahkan Custody dan Liquidity Management Segmen Enterprise

    Jalan Pintas Menuju Kepatuhan Regulasi

    Alih-alih melalui proses panjang pengajuan lisensi, Ripple memilih pendekatan yang lebih cepat dengan mengakuisisi perusahaan yang sudah memiliki izin operasional.

    Strategi ini menawarkan beberapa keuntungan utama, misalnya saja proses yang lebih cepat dibandingkan pengajuan lisensi baru.

    Tak hanya itu saja, rencana akuisisi ini diklaim dapat mengurangi ketidakpastian regulasi dan langsung mendapatkan akses ke pasar lokal dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada.

    Pendekatan ini semakin populer di kalangan perusahaan kripto global yang ingin memperluas jangkauan tanpa terhambat birokrasi panjang.

    Australia Jadi Target Strategis

    Australia dikenal sebagai salah satu negara dengan kerangka regulasi keuangan yang relatif jelas dan mapan.

    Hal ini menjadikannya pasar yang menarik bagi perusahaan kripto yang ingin beroperasi secara legal dan terstruktur.

    Dengan mendapatkan lisensi di Australia, Ripple berpotensi memperluas layanan ke pasar lokal, menarik mitra institusional, meningkatkan kepercayaan pengguna, dan memperkuat posisi di kawasan Asia-Pasifik.

    Langkah ini juga menunjukkan bahwa perusahaan kripto semakin selektif dalam memilih yurisdiksi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.

    Tren Industri: Berburu Lisensi Global

    Upaya Ripple ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana perusahaan berlomba-lomba mendapatkan lisensi di berbagai negara.

    Hal ini didorong oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya pengawasan regulator, kebutuhan akan legitimasi operasional, persaingan global antar platform, hingga dorongan untuk menarik investor institusional.

    Dalam konteks ini, lisensi bukan lagi sekadar formalitas, melainkan aset strategis.

    Regulasi Jadi Kunci Ekspansi

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, pendekatan Ripple melalui akuisisi memiliki nilai strategis yang signifikan.

    “Dari sisi regulasi, pendekatan melalui akuisisi ini penting karena memberi jalan yang lebih cepat untuk memperoleh pijakan hukum dibanding membangun izin dari nol. Jika berhasil, Ripple bisa memperkuat posisinya di kawasan Asia-Pasifik dan menambah legitimasi operasionalnya di tengah kompetisi global untuk mendapatkan lisensi di pasar utama,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa regulasi kini menjadi salah satu faktor penentu dalam ekspansi bisnis kripto.

    Dampak bagi Ripple dan Industri

    Jika strategi ini berhasil, Ripple berpotensi mendapatkan beberapa keuntungan:

    1. Akses Pasar yang Lebih Luas

    Lisensi memungkinkan perusahaan menawarkan layanan secara legal di Australia.

    2. Peningkatan Kepercayaan

    Regulasi memberikan jaminan keamanan bagi pengguna dan mitra.

    3. Keunggulan Kompetitif

    Memiliki lisensi di yurisdiksi utama dapat menjadi pembeda di tengah persaingan.

    Tantangan yang Tetap Ada

    Meski strategi akuisisi menawarkan banyak keuntungan, Cointelegraph mencatat terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:

    • Proses integrasi perusahaan yang diakuisisi
    • Penyesuaian dengan regulasi lokal
    • Pengawasan ketat dari regulator
    • Potensi perubahan kebijakan di masa depan

    Namun, dengan pengalaman globalnya, Ripple dinilai memiliki kapasitas untuk mengatasi tantangan tersebut.

    Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

    Langkah Ripple mengincar lisensi keuangan di Australia melalui akuisisi mencerminkan perubahan strategi dalam industri kripto.

    Perusahaan kini tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kepatuhan dan legitimasi regulasi.

    Di tengah persaingan global yang semakin ketat, akses terhadap lisensi di yurisdiksi strategis menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang.

    Jika berhasil, langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Ripple di Asia-Pasifik, tetapi juga menegaskan bahwa masa depan industri kripto akan semakin terintegrasi dengan sistem keuangan formal.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mandiri Finansial! Uni Eropa Siapkan Tokenisasi

    Bank Sentral Eropa (ECB) mengungkap rencana pengembangan tokenized finance sebagai bagian dari strategi memperkuat otonomi keuangan Uni Eropa.

    Langkah ini menunjukkan bahwa tokenisasi kini tidak lagi dipandang sebagai inovasi eksperimental, melainkan sebagai fondasi penting bagi masa depan sistem keuangan regional.

    Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada infrastruktur keuangan global yang sebagian besar masih didominasi oleh pemain di luar kawasan.

    Baca Juga: Coinbase Resmi Luncurkan Futures Kripto di 26 Negara Eropa

    Tokenisasi: Dari Eksperimen ke Strategi Inti

    Tokenized finance mengacu pada proses digitalisasi aset ke dalam bentuk token berbasis teknologi blockchain.

    Menurut laporan Coindesk, aset yang dapat ditokenisasi mencakup berbagai instrumen keuangan seperti obligasi, saham, aset real estate, dan instrumen pasar uang.

    Dengan tokenisasi, transaksi dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan efisien tanpa bergantung pada sistem perantara tradisional.

    ECB melihat potensi ini sebagai peluang untuk membangun sistem keuangan yang lebih modern dan mandiri.

    Otonomi Finansial Eropa

    Salah satu tujuan utama dari rencana ini adalah memperkuat kemandirian Uni Eropa dalam mengelola infrastruktur keuangan.

    Saat ini, banyak sistem pembayaran dan pasar modal global masih bergantung pada jaringan dan institusi di luar Eropa. Hal ini menciptakan risiko, terutama dalam konteks geopolitik dan stabilitas ekonomi.

    Dengan mengembangkan tokenized finance, Uni Eropa berupaya mengurangi ketergantungan pada sistem eksternal, meningkatkan efisiensi pasar modal, memperkuat kontrol terhadap arus modal, hingga mendorong inovasi finansial berbasis teknologi.

    Peran ECB: Memberi Validasi Institusional

    Keterlibatan ECB memberikan sinyal kuat bahwa tokenisasi kini mendapat dukungan dari institusi keuangan tingkat tinggi.

    Tidak seperti proyek kripto pada umumnya, inisiatif ini memiliki potensi untuk diintegrasikan dengan sistem keuangan tradisional, mendapat dukungan regulasi yang jelas, dan menarik partisipasi institusi besar.

    Hal ini menjadi pembeda utama antara tokenisasi berbasis institusi dan proyek aset digital yang lebih bersifat spekulatif.

    Adopsi Institusional yang Semakin Nyata

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ECB ini merupakan sinyal kuat bahwa tokenisasi telah memasuki fase adopsi institusional.

    “Keterlibatan ECB memberi bobot institusional yang besar pada narasi tokenized finance di Eropa. Jika rencana ini bergerak ke tahap implementasi nyata, tokenisasi bisa menjadi bagian penting dari upaya Uni Eropa mengurangi ketergantungan pada infrastruktur keuangan eksternal dan membangun sistem pasar modal yang lebih mandiri,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa tokenisasi bukan lagi sekadar tren, tetapi strategi jangka panjang.

    Dampak bagi Industri Keuangan Global

    Rencana ECB berpotensi memicu perubahan besar dalam lanskap keuangan global:

    1. Kompetisi Infrastruktur Finansial

    Negara dan kawasan lain mungkin akan mengikuti langkah serupa untuk mempertahankan daya saing.

    2. Percepatan Adopsi Tokenisasi

    Institusi keuangan akan semakin terbuka terhadap teknologi blockchain.

    3. Integrasi Tradisional dan Digital

    Batas antara keuangan tradisional dan kripto semakin kabur.

    Tantangan Implementasi

    Meski menjanjikan, ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi, misalnya standarisasi teknologi, interoperabilitas antar sistem, kepatuhan regulasi lintas negara, serta keamanan dan stabilitas sistem.

    Keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada kemampuan ECB dan Uni Eropa dalam mengatasi hambatan tersebut.

    Infrastruktur Keuangan Berbasis Blockchain

    Jika berhasil diimplementasikan, tokenized finance dapat menjadi fondasi baru bagi sistem keuangan Eropa.

    Dalam jangka panjang, hal ini dapat membuka peluang seperti settlement instan antar institusi, pengurangan biaya transaksi, akses pasar yang lebih luas, dan transparansi yang lebih tinggi.

    Baca Juga: Presiden Bank Sentral Eropa: Pandemi Percepat Adopsi Mata Uang Digital

    Rencana ECB untuk mengembangkan tokenized finance menandai babak baru dalam evolusi sistem keuangan global.

    Dengan fokus pada otonomi dan efisiensi, Uni Eropa berupaya membangun infrastruktur yang lebih mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

    Bagi industri kripto, langkah ini menjadi validasi bahwa teknologi blockchain memiliki peran strategis di masa depan.

    Jika implementasi berjalan sukses, tokenisasi berpotensi menjadi pilar utama dalam sistem keuangan modern. Tidak hanya di Eropa, tetapi juga di seluruh dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin

    Perusahaan publik asal Jepang, Metaplanet, kembali menunjukkan langkah agresif dalam strategi berbasis Bitcoin (BTC).

    Kali ini, perusahaan tersebut mengumumkan pembentukan venture firm baru sebagai bagian dari ekspansi bisnis di sektor aset digital.

    Langkah ini menandai pergeseran penting dari sekadar menyimpan Bitcoin sebagai cadangan aset (treasury) menjadi pendekatan yang lebih aktif dalam membangun ekosistem investasi.

    Baca Juga: Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

    Dari Treasury ke Venture Strategy

    Selama beberapa tahun terakhir, Metaplanet dikenal sebagai salah satu perusahaan publik yang mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan mereka, mirip dengan pendekatan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan global lainnya.

    Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph, pembentukan venture firm ini menunjukkan evolusi strategi yang lebih luas, yaitu:

    • Tidak hanya menyimpan BTC
    • Tetapi juga mengalokasikan modal ke proyek-proyek kripto
    • Membangun eksposur ke berbagai segmen industri blockchain

    Dengan kata lain, Bitcoin tidak lagi hanya berfungsi sebagai store of value, tetapi juga sebagai fondasi untuk ekspansi bisnis.

    Mengapa Venture Firm?

    Pembentukan venture firm memungkinkan Metaplanet untuk:

    1. Mengakses Peluang Investasi Lebih Luas

    Perusahaan dapat berinvestasi langsung ke startup blockchain, DeFi, hingga infrastruktur kripto.

    2. Diversifikasi Risiko

    Dengan tidak hanya bergantung pada harga BTC, perusahaan dapat menyebar risiko ke berbagai sektor.

    3. Meningkatkan Pengaruh di Ekosistem

    Investasi strategis memungkinkan Metaplanet berperan dalam perkembangan industri secara langsung.

    Korporasi Masuk Lebih Dalam ke Kripto

    Langkah Metaplanet mencerminkan tren yang semakin berkembang di kalangan perusahaan publik, yaitu mengadopsi Bitcoin sebagai aset treasury, mengembangkan unit bisnis berbasis kripto, dan berinvestasi dalam ekosistem blockchain.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai melihat kripto bukan hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai peluang pertumbuhan jangka panjang.

    Adopsi yang Semakin Matang

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah Metaplanet ini merupakan bagian dari fase adopsi yang lebih matang dalam industri kripto.

    “Perkembangan ini penting karena memperlihatkan evolusi dari model treasury Bitcoin ke strategi korporasi yang lebih luas. Jika berhasil, Metaplanet bisa menjadi contoh bagaimana perusahaan publik memakai Bitcoin bukan sekadar sebagai cadangan aset, tetapi juga sebagai fondasi untuk ekspansi bisnis dan investasi baru,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa penggunaan Bitcoin di level korporasi kini semakin strategis.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Langkah Metaplanet berpotensi memberikan beberapa dampak penting:

    1. Mendorong Adopsi Institusional

    Perusahaan lain mungkin akan mengikuti model serupa.

    2. Meningkatkan Aliran Modal ke Ekosistem

    Venture firm baru dapat mempercepat pendanaan untuk proyek kripto.

    3. Memperkuat Integrasi Tradisional dan Digital

    Perusahaan publik menjadi jembatan antara keuangan tradisional dan kripto.

    Tantangan yang Dihadapi

    Meski menjanjikan, strategi ini juga memiliki risiko volatilitas harga Bitcoin, ketidakpastian regulasi, risiko investasi startup, dan persaingan di sektor venture capital.

    Namun, dengan pendekatan yang tepat, risiko ini dapat diimbangi dengan potensi keuntungan jangka panjang.

    Jika strategi ini berhasil, Metaplanet dapat menjadi contoh bagaimana Bitcoin digunakan sebagai cadangan nilai, sumber likuiditas, alat ekspansi bisnis, dan basis investasi ekosistem.

    Ini membuka kemungkinan baru bagi perusahaan lain untuk mengintegrasikan kripto ke dalam model bisnis mereka.

    Baca Juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

    Pembentukan venture firm oleh Metaplanet menandai langkah penting dalam evolusi strategi berbasis Bitcoin.

    Perusahaan tidak lagi hanya menyimpan BTC, tetapi mulai memanfaatkannya sebagai alat untuk memperluas bisnis dan investasi.

    Di tengah perkembangan industri kripto yang semakin matang, langkah ini menjadi sinyal bahwa adopsi institusional kini memasuki fase baru, di mana Bitcoin tidak hanya menjadi aset, tetapi juga fondasi bagi pertumbuhan dan inovasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 3,24% Saat Pasar Naik, Likuiditas Tipis

    Pergerakan harga Pi Network (PI) kembali menunjukkan kelemahan relatif dibanding pasar kripto secara umum.

    Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat harga PI turun 3,24% ke level US$0,188, sementara pasar kripto secara keseluruhan justru mencatat kenaikan sekitar 3,02%.

    Divergensi ini menyoroti karakteristik utama PI sebagai aset dengan likuiditas terbatas, yang membuatnya lebih rentan terhadap tekanan jual meskipun sentimen pasar sedang positif.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis di Tengah Pasar Lesu, Sinyal Awal Rebound?

    Performa Tertinggal di Tengah Pasar Bullish

    Dalam kondisi normal, altcoin biasanya ikut naik saat pasar kripto menguat, terutama jika dipimpin oleh Bitcoin (BTC).

    Namun, Pi justru bergerak berlawanan arah, menunjukkan bahwa faktor internal seperti struktur pasar lebih dominan dibanding sentimen eksternal.

    Penurunan ini menjadi sinyal bahwa kenaikan pasar belum merata dan tidak semua aset menikmati aliran modal yang sama.

    Likuiditas Rendah Perbesar Dampak Tekanan Jual

    Salah satu penyebab utama penurunan harga Pi adalah likuiditas yang relatif rendah.

    Dengan volume perdagangan sekitar US$26,47 juta dibandingkan kapitalisasi pasar US$1,85 miliar, rasio perputaran (turnover ratio) hanya berada di kisaran 0,0143.

    Kondisi ini mencerminkan pasar yang “tipis”, di mana order book tidak terlalu dalam, volume transaksi terbatas, dan pergerakan harga lebih sensitif terhadap order besar.

    Akibatnya, tekanan jual dalam jumlah moderat saja sudah cukup untuk mendorong harga turun secara signifikan.

    Tidak Ada Katalis Negatif Spesifik

    Menariknya, penurunan ini tidak dipicu oleh berita negatif atau peristiwa besar dalam ekosistem Pi.

    Tidak ditemukan faktor seperti peretasan atau masalah keamanan, pembaruan tokenomics yang kontroversial, listing atau delisting besar, atau perubahan signifikan dalam proyek.

    Absennya katalis ini menunjukkan bahwa pergerakan harga lebih bersifat flow-driven, yaitu dipengaruhi oleh aliran dana dan kondisi pasar, bukan oleh faktor fundamental.

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 24 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 24 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Volume Rendah Tunjukkan Kurangnya Minat Pasar

    Selain likuiditas yang tipis, volume perdagangan yang relatif rendah juga menjadi indikator penting.

    Tanpa lonjakan volume yang signifikan, sulit bagi harga untuk bertahan di level support, membentuk tren naik yang kuat, ataupun menarik minat investor baru.

    Untuk mengindikasikan stabilisasi yang lebih solid, pasar membutuhkan peningkatan volume hingga di atas US$50 juta.

    Level Kunci: $0,18 Jadi Penentu

    Dalam jangka pendek, level harga berikut menjadi perhatian utama:

    • Support utama: US$0,18
    • Resistance terdekat: US$0,20

    Jika Pi mampu bertahan di atas US$0,18, ada peluang untuk masuk fase konsolidasi di kisaran US$0,18–US$0,20.

    Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan lanjutan akan meningkat, bahkan berpotensi menuju level terendah dalam setahun terakhir.

    Sebaliknya, pemulihan yang lebih kuat baru akan terlihat jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas US$0,20.

    Sentimen Pasar Masih Rapuh

    Indikator seperti CMC Fear & Greed Index yang berada di level 32 (kategori fear) menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.

    Dalam kondisi ini, investor biasanya lebih selektif dalam memilih aset guna menghindari altcoin berisiko tinggi dan fokus pada aset dengan likuiditas tinggi.

    Hal ini membuat Pi semakin sulit menarik arus modal baru dalam jangka pendek.

    Outlook Jangka Pendek: Tekanan Bearish

    Dengan kombinasi likuiditas rendah, volume terbatas, dan sentimen pasar yang belum pulih, outlook Pi dalam jangka pendek cenderung negatif.

    Pergerakan harga kemungkinan akan tetap volatile dengan kecenderungan turun, kecuali ada peningkatan signifikan dalam volume atau munculnya katalis positif.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,98%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

    Penurunan harga Pi Network sebesar 3,24% di tengah kenaikan pasar kripto menegaskan kelemahan struktural aset ini, terutama dari sisi likuiditas.

    Tanpa dukungan volume dan katalis fundamental, pergerakan harga PI cenderung rapuh dan mudah tertekan.

    Level US$0,18 kini menjadi titik krusial yang harus dipertahankan. Jika gagal, tekanan jual bisa semakin dalam.

    Sebaliknya, pemulihan baru akan terlihat jika pasar menunjukkan minat yang lebih kuat melalui peningkatan volume dan sentimen positif.

    Bagi investor, fase ini menjadi pengingat bahwa dalam pasar kripto, likuiditas sering kali sama pentingnya dengan fundamental.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com