Tag: kripto

  • Ethereum Foundation Jual ETH Rp160 Miliar, Strategi Baru?

    Ethereum Foundation dilaporkan telah menjual 5.000 Ether (ETH) senilai sekitar 10,2 juta dolar AS melalui transaksi over-the-counter (OTC) kepada BitMine Immersion Technologies. Transaksi ini dilakukan dengan harga rata-rata sekitar 2.042,96 dolar AS per ETH sebagai bagian dari strategi pengelolaan treasury organisasi.

    Dikutip Cointelegraph, langkah ini menjadi bagian dari upaya Ethereum Foundation dalam menjaga keberlanjutan operasional serta mendukung pengembangan ekosistem Ethereum.

    Penjualan untuk Dukung Operasional dan Ekosistem

    Dalam pernyataannya, Ethereum Foundation menyebut bahwa dana hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas inti, termasuk riset dan pengembangan protokol, inisiatif pertumbuhan ekosistem, serta program hibah komunitas.

    Transaksi ini dilakukan melalui wallet multisignature resmi milik Ethereum Foundation, menegaskan transparansi dalam pengelolaan aset organisasi.

    BitMine Perkuat Posisi sebagai Pemegang ETH Besar

    BitMine, perusahaan publik yang terdaftar di NYSE American dengan kode BMNR, menjadi pihak pembeli dalam transaksi ini. Perusahaan yang dipimpin oleh Tom Lee tersebut saat ini telah menjadi salah satu pemegang Ethereum terbesar di kalangan korporasi.

    BitMine diketahui memiliki lebih dari 4,5 juta ETH dengan nilai sekitar 9,3 miliar dolar AS, dan terus melakukan akumulasi sejak pertengahan 2025 dengan pendekatan yang mirip strategi akumulasi Bitcoin oleh perusahaan besar lainnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini lebih penting sebagai sinyal manajemen treasury yang disiplin daripada bearish event biasa, karena penjualannya dilakukan lewat OTC sehingga tidak langsung membanjiri order book pasar.

    “Tapi pesannya tetap jelas: Ethereum Foundation masih aktif memonetisasi sebagian treasury untuk membiayai operasional, jadi pasar harus membaca langkah ini sebagai bagian dari kerangka treasury yang lebih luas, termasuk staking sekitar 70.000 ETH, bukan sekadar headline jual-beli sesaat,” jelasnya.

    Baca juga: Whale Ethereum Borong Diam-Diam? Data Ini Bikin Pasar Kaget

    Transaksi OTC Kedua oleh Ethereum Foundation

    Penjualan ini merupakan transaksi OTC kedua yang dilakukan Ethereum Foundation kepada pembeli korporasi. Sebelumnya, pada Juli 2025, organisasi ini menjual 10.000 ETH kepada SharpLink Gaming dengan nilai sekitar 25,7 juta dolar AS.

    Kedua transaksi tersebut merupakan bagian dari kebijakan pengelolaan treasury yang diperkenalkan pada Juni 2025. Dalam kebijakan tersebut, Ethereum Foundation secara berkala mengonversi sebagian aset ETH menjadi dana fiat guna memastikan ketersediaan dana operasional jangka panjang.

    Strategi Treasury dan Rencana Staking

    Ethereum Foundation menargetkan penggunaan sekitar 15% dari total treasury setiap tahunnya untuk mendukung operasional, sambil menjaga cadangan dana untuk beberapa tahun ke depan.

    Selain itu, organisasi ini juga mulai mengalokasikan sebagian asetnya untuk staking, dengan rencana menempatkan sekitar 70.000 ETH ke dalam validator menggunakan infrastruktur open-source.

    Fokus pada Desentralisasi dan Pengembangan Jangka Panjang

    Dalam perkembangan terbaru, Ethereum Foundation juga merilis mandat baru yang menegaskan perannya dalam ekosistem Ethereum. Organisasi tersebut menekankan pentingnya desentralisasi, privasi, serta ketahanan terhadap sensor.

    Ke depan, Ethereum Foundation akan lebih fokus pada pengembangan protokol inti, riset jangka panjang, keamanan siber, serta pengembangan alat bagi developer, sembari secara bertahap mengurangi pengaruh langsung terhadap jaringan.

    Langkah penjualan ETH ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasional dan pengembangan ekosistem Ethereum secara global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Selandia Baru: Stablecoin Bukan Produk Keuangan

    Otoritas keuangan Selandia Baru, Financial Markets Authority (FMA), memutuskan bahwa stablecoin lokal NZDD tidak dikategorikan sebagai produk keuangan. Keputusan ini dinilai sebagai langkah penting dalam memberikan kejelasan regulasi di tengah berkembangnya industri aset digital.

    Dilaporkan Cointelegraph, penetapan tersebut merupakan hasil dari uji coba sandbox teknologi finansial yang sedang dijalankan oleh regulator setempat.

    NZDD Tidak Dianggap Instrumen Investasi

    Dalam penjelasannya, FMA menyatakan bahwa secara substansi ekonomi, NZDD tidak memenuhi kriteria sebagai sekuritas utang atau instrumen investasi. Hal ini karena pemegang stablecoin tersebut tidak menerima imbal hasil, bunga, maupun keuntungan finansial lainnya.

    Dengan demikian, NZDD dipandang lebih sebagai alat transaksi berbasis digital yang nilainya dipatok terhadap dolar Selandia Baru, bukan sebagai instrumen untuk investasi atau spekulasi.

    Langkah ini menjadi pembeda penting dalam cara regulator memperlakukan stablecoin dibandingkan produk keuangan tradisional.

    Langkah Awal Menuju Kepastian Regulasi

    Firma hukum MinterEllisonRuddWatts, yang mewakili penerbit NZDD yaitu ECDD Holdings dalam program sandbox, menyebut keputusan ini sebagai langkah positif menuju kepastian regulasi.

    Namun demikian, firma tersebut menegaskan bahwa keputusan ini hanya berlaku untuk produk NZDD dalam bentuk yang telah diuji, dan tidak otomatis berlaku untuk semua jenis stablecoin.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa regulator Selandia Baru mengambil langkah bertahap dan selektif dalam mengatur inovasi di sektor keuangan digital.

    Baca juga: PayPal Buka Stablecoin di 70 Negara, Ancam Sistem Keuangan Lama?

    Sandbox dan Rencana Lisensi Baru

    Selain itu, FMA juga mengumumkan rencana untuk memperluas program sandbox dengan memperkenalkan jenis lisensi terbatas bagi perusahaan fintech. Lisensi ini memungkinkan perusahaan untuk masuk ke pasar dengan sejumlah pembatasan yang dapat dilonggarkan seiring pertumbuhan bisnis.

    Kepala eksekutif FMA, Samantha Barrass, menyatakan bahwa sistem keuangan terus berkembang dengan cepat, sehingga diperlukan pendekatan regulasi yang adaptif untuk mendukung inovasi sekaligus menjaga stabilitas pasar.

    Sementara menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, kejelasan regulasi seperti ini bisa menjadi katalis penting karena pasar cenderung lebih nyaman membangun produk saat status hukumnya tidak abu-abu.

    “Jika pendekatan serupa diikuti yurisdiksi lain, stablecoin lokal bisa mendapat ruang tumbuh yang lebih besar sebagai alat pembayaran dan settlement regional,” jelasnya.

    Potensi Pasar Kripto di Selandia Baru

    Minat terhadap aset kripto di Selandia Baru juga menunjukkan tren positif. Laporan pada 2024 memperkirakan hampir 50% dari total populasi sekitar 5,2 juta orang telah atau sedang mempertimbangkan investasi di kripto.

    Selain itu, pasar kripto di negara tersebut diproyeksikan dapat mencapai nilai sekitar 254 miliar dolar AS pada 2033.

    Keputusan FMA terkait NZDD menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk kerangka regulasi yang lebih jelas, seiring meningkatnya adopsi aset digital di Selandia Baru.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Besar? Perusahaan Kesehatan Akumulasi Bitcoin

    Perusahaan kesehatan yang terdaftar di Nasdaq, Cosmos Health Inc. (COSM), kembali menambah kepemilikan Bitcoin dengan pembelian senilai 600.000 dolar AS. Langkah ini merupakan bagian dari strategi treasury aset digital yang terus dikembangkan perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.

    Dengan pembelian terbaru ini, total investasi Cosmos Health di aset digital kini mencapai sekitar 3,1 juta dolar AS, yang mencakup Bitcoin serta aset kripto lainnya.

    Strategi Diversifikasi Lewat Aset Digital

    Dilaporkan Bitcoin Magazine, Chief Executive Officer Cosmos Health, Greg Siokas, menyatakan bahwa perusahaan melihat aset digital tertentu sebagai kelas aset yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat disiplin dan bertujuan untuk mendiversifikasi neraca keuangan perusahaan.

    Selain itu, kepemilikan kripto juga dinilai dapat memberikan fleksibilitas likuiditas tambahan. Dalam kondisi tertentu, aset digital dapat digunakan untuk mendukung berbagai inisiatif strategis guna meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

    Siokas juga menambahkan bahwa alokasi ke aset digital dilakukan sebagai pelengkap dari ekspansi bisnis inti perusahaan di sektor kesehatan.

    Total Investasi Kripto Terus Bertambah

    Langkah ini melanjutkan strategi yang telah dimulai sebelumnya. Pada Februari 2026, Cosmos Health telah membeli Bitcoin senilai 500.000 dolar AS, sehingga total investasi kripto saat itu mencapai sekitar 2,5 juta dolar AS, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

    Perusahaan juga menyatakan tengah mengevaluasi kemungkinan menambah aset kripto lain sebagai bagian dari strategi diversifikasi treasury. Pendekatan ini mencerminkan upaya perusahaan untuk memperluas eksposur terhadap teknologi dan instrumen keuangan baru.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, pembelian ini penting karena memperkuat narasi bahwa Bitcoin makin diterima sebagai aset strategis korporasi lintas skala.

    “Meski nominalnya relatif kecil, sinyalnya tetap relevan: semakin banyak perusahaan yang masuk, semakin luas pula legitimasi BTC sebagai instrumen treasury di sektor publik,” terangnya.

    Bitcoin Sebagai Lindung Nilai

    Sejak akhir 2024, Cosmos Health telah mulai memasukkan Bitcoin ke dalam cadangan perusahaan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi risiko inflasi dan pelemahan nilai mata uang.

    Manajemen perusahaan juga melihat Bitcoin sebagai salah satu cara untuk mendapatkan eksposur terhadap aset dengan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Selain itu, Cosmos Health tengah mengeksplorasi kemungkinan menerima pembayaran dalam bentuk kripto dari pelanggan.

    Kinerja Perusahaan dan Kondisi Pasar

    Cosmos Health saat ini diperdagangkan di harga sekitar 0,36 dolar AS per saham. Perusahaan menjalankan bisnis kesehatan terintegrasi yang mencakup manufaktur farmasi, produk nutraceutical, distribusi, layanan telehealth, serta riset untuk berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, dan kanker.

    Sementara itu, harga Bitcoin berada di kisaran 71.000 dolar AS setelah sempat menyentuh 73.000 dolar AS pada awal pekan. Langkah Cosmos Health dalam menambah kepemilikan Bitcoin menjadi salah satu indikasi meningkatnya minat perusahaan publik terhadap aset digital sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $68.237, Bearish Berlanjut?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (23/3), Bitcoin diperdagangkan di level $68.237,30, turun sekitar 1,54% secara harian.

    Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, dengan BTC kini semakin menjauh dari level psikologis $70.000.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin juga turun ke kisaran $1,36 triliun, mencerminkan berkurangnya nilai pasar akibat tekanan jual yang berlanjut.

    Baca Juga: Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

    Pergerakan Harga: Konsolidasi di Bawah $70.000

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga $67.372,87 (terendah) hingga $69.561,78 (tertinggi).

    Rentang ini menunjukkan bahwa BTC masih berada dalam fase konsolidasi di bawah level resistance utama. Setelah beberapa kali mencoba naik, harga kembali tertahan dan mengalami penurunan.

    Pergerakan ini mencerminkan bahwa pasar masih belum menemukan momentum kuat untuk membalikkan tren menjadi bullish.

    Tren Historis: Tekanan Jangka Menengah Masih Kuat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari performa historis, tekanan terhadap Bitcoin masih cukup signifikan:

    • 30 hari: naik tipis 0,34%
    • 60 hari: turun 24,22%
    • 90 hari: turun 22,62%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya pemulihan dalam jangka pendek, tren besar masih berada dalam fase koreksi.

    Selain itu, dalam 7 hari terakhir, BTC tercatat turun 5,85%, menandakan bahwa tekanan bearish masih dominan dalam jangka pendek.

    Faktor Penyebab Pelemahan

    Beberapa faktor yang memicu penurunan harga Bitcoin hari ini antara lain:

    1. Sentimen Risk-Off

    Pasar kripto secara umum masih berada dalam fase hati-hati, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

    2. Resistance Kuat di Area $70.000

    Level $70.000 kembali menjadi penghalang utama. Setiap percobaan breakout gagal, memicu aksi jual dari trader.

    3. Volume yang Belum Kuat

    Volume perdagangan berada di kisaran $28 miliar, relatif moderat dan belum cukup untuk mendorong kenaikan signifikan.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, beberapa level penting menjadi perhatian:

    • Support utama: $67.300
    • Support lanjutan: $65.000
    • Resistance terdekat: $69.500 – $70.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $67.300, peluang untuk rebound masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, potensi penurunan ke area $65.000 menjadi lebih besar.

    Sebaliknya, breakout di atas $70.000 akan menjadi sinyal awal perubahan tren ke arah bullish.

    Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Selisih ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan jangka panjang, dengan banyak tantangan yang harus dilalui.

    Dominasi Pasar Tetap Tinggi

    Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan BTC masih menjadi indikator utama bagi aset kripto lainnya.

    Ketika Bitcoin melemah, altcoin cenderung mengalami tekanan yang lebih besar.

    Outlook Jangka Pendek: Bearish dengan Potensi Konsolidasi

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin masih berada dalam tekanan bearish, meskipun ada potensi konsolidasi di area support.

    Pasar membutuhkan katalis positif untuk membalikkan tren, seperti peningkatan volume atau perubahan sentimen makro.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $69.198, Tekanan Jual Kembali Meningkat

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah turun ke level $68.237. Kegagalan menembus resistance di $70.000 menjadi faktor utama yang menahan kenaikan.

    Dengan tren jangka menengah yang masih negatif dan sentimen pasar yang belum pulih, pergerakan BTC dalam waktu dekat kemungkinan akan tetap volatil.

    Bagi investor, level $67.300 menjadi titik krusial yang harus dipantau. Jika bertahan, peluang rebound masih ada. Namun, jika tembus, pasar bisa melanjutkan penurunan ke level yang lebih rendah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kamino Bahas RWA, Harga Masih Minim Fundamental?

    Proyek DeFi Kamino dijadwalkan tampil dalam diskusi live bertajuk “23.5 Degrees” pada 17 Maret bersama sejumlah pelaku industri, termasuk Solstice, phtEvenstrong, dan ProofOfTravis.

    Event ini mengangkat sejumlah tema populer di industri kripto saat ini, seperti stablecoin yield, fixed income, leveraged lending, hingga real-world assets (RWA) dalam satu ekosistem blockchain.

    Namun, meski topiknya relevan dengan tren pasar, belum ada indikasi adanya peluncuran produk baru, listing token, atau perubahan tokenomics yang diumumkan bersamaan dengan event tersebut.

    Baca Juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

    Fokus pada Narasi, Bukan Produk

    Materi promosi “23.5 Degrees” menekankan pada diskusi strategis dan pertukaran ide seputar masa depan DeFi, khususnya dalam menggabungkan berbagai instrumen keuangan dalam satu chain.

    Menurut laporan Coinmarketcal, beberapa topik utama yang diangkat meliputi optimalisasi yield dari stablecoin, integrasi fixed income di DeFi, strategi leveraged lending, dan potensi return dari aset dunia nyata (RWA).

    Tema-tema ini memang sedang menjadi perhatian pasar, terutama dengan meningkatnya minat terhadap RWA sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain.

    Namun, tanpa adanya implementasi nyata atau pengumuman konkret, event ini lebih bersifat edukatif dan naratif.

    Bukan Katalis Fundamental

    Dalam konteks pasar kripto, tidak semua event memiliki dampak langsung terhadap harga atau valuasi token.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa event ini termasuk kategori dengan dampak paling lemah dibandingkan event lain dalam periode yang sama.

    “Untuk KMNO, ini event yang paling lemah di batch ini karena lebih dekat ke promosi narasi dan thought-leadership daripada katalis fundamental nyata. Masih bisa memicu perhatian spekulatif ringan kalau tema RWA dan yield lagi panas, tapi tanpa produk atau angka penggunaan yang jelas, dampaknya kemungkinan pendek dan cepat pudar,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa pasar cenderung membutuhkan data konkret, seperti peluncuran fitur baru atau peningkatan aktivitas pengguna untuk memberikan respons yang lebih signifikan.

    Potensi Efek Jangka Pendek

    Meski tidak memiliki katalis fundamental, event seperti ini tetap berpotensi memicu pergerakan jangka pendek, terutama jika sentimen pasar sedang mendukung.

    Beberapa kemungkinan dampak yang akan terjadi antara lain:

    • Kenaikan minat spekulatif: Trader bisa memanfaatkan momentum narasi
    • Peningkatan visibilitas proyek: Kamino mendapat eksposur lebih luas
    • Volatilitas ringan: Pergerakan harga tanpa dukungan fundamental kuat

    Namun, efek ini biasanya tidak bertahan lama jika tidak diikuti oleh perkembangan nyata.

    Tren RWA dan Yield Masih Jadi Magnet

    Salah satu alasan event ini tetap relevan adalah karena topik yang diangkat sedang menjadi tren utama di industri kripto.

    RWA, misalnya, dianggap sebagai salah satu sektor dengan potensi pertumbuhan besar karena menghubungkan aset dunia nyata dengan blockchain, menawarkan sumber yield yang lebih stabil, dan menarik minat investor institusional.

    Begitu juga dengan strategi yield dan fixed income di DeFi, yang semakin diminati di tengah volatilitas pasar. Namun, pasar kini semakin selektif sehingga narasi saja tidak cukup tanpa bukti implementasi.

    Tantangan untuk Kamino

    Bagi Kamino, tantangan utama adalah mengubah narasi menjadi produk nyata yang dapat digunakan dan diukur.

    Beberapa indikator yang akan menjadi perhatian ke depan diantaranya adalah total value locked (TVL), aktivitas pengguna, volume transaksi, dan integrasi dengan protokol lain.

    Tanpa peningkatan pada metrik ini, sulit bagi proyek untuk mempertahankan perhatian pasar dalam jangka panjang.

    Baca Juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian

    Partisipasi Kamino dalam diskusi “23.5 Degrees” menunjukkan upaya untuk tetap relevan dalam narasi besar DeFi, khususnya di sektor yield dan RWA.

    Namun, tanpa pengumuman konkret, dampaknya terhadap harga token KMNO diperkirakan terbatas. Kemungkinan, outlook jangka pendeknya akan netral dengan potensi spekulasi ringan.

    Bagi investor, event ini lebih cocok dilihat sebagai indikator arah pemikiran proyek, bukan sebagai pemicu perubahan fundamental.

    Ke depan, pasar akan menunggu langkah nyata dari Kamino, karena dalam dunia kripto, eksekusi tetap menjadi faktor penentu utama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $69.198, Tekanan Kembali

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tekanan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Minggu (21/3), Bitcoin turun sekitar 2,17% dan diperdagangkan di level $69.198,10.

    Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, setelah sebelumnya BTC gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis $70.000.

    Dengan kapitalisasi pasar yang kini berada di kisaran $1,38 triliun, Bitcoin masih menjadi aset kripto terbesar, namun tekanan jual mulai kembali mendominasi.

    Baca Juga: Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

    Pergerakan Harga: Gagal Bertahan di Atas $70.000

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga tertinggi $71.051,27 dan harga terendah $68.265,83.

    Kegagalan mempertahankan harga di atas $70.000 menjadi sinyal bahwa resistance di area tersebut masih cukup kuat.

    Setelah sempat menyentuh level tertinggi harian, BTC mengalami penolakan (rejection) yang mendorong harga turun ke bawah.

    Penurunan ini juga diiringi oleh melemahnya volume perdagangan yang hanya mencapai sekitar $25,99 miliar, menunjukkan minat beli yang belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual.

    Tren Historis: Tekanan Masih Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari data historis, pergerakan Bitcoin masih berada dalam tekanan dalam jangka menengah:

    • 30 hari: naik 1,98%
    • 60 hari: turun 23,06%
    • 90 hari: turun 22,21%

    Meski dalam 30 hari terakhir masih mencatat kenaikan tipis, tren penurunan dalam 60 dan 90 hari terakhir menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari koreksi sebelumnya.

    Dalam 7 hari terakhir, Bitcoin juga turun 3,28%, mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih berlangsung dalam jangka pendek.

    Faktor Penyebab Penurunan

    Beberapa faktor yang mendorong pelemahan harga Bitcoin hari ini antara lain:

    1. Resistance Kuat di $70.000

    Level $70.000 kembali menjadi batas psikologis yang sulit ditembus, memicu aksi ambil untung (profit-taking) dari trader.

    2. Sentimen Pasar Melemah

    Kondisi pasar kripto secara umum masih dalam fase hati-hati, dengan investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

    3. Volume yang Menurun

    Turunnya volume perdagangan menunjukkan kurangnya dorongan beli yang signifikan, sehingga harga lebih mudah tertekan.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi perhatian:

    • Support utama: $68.200
    • Support lanjutan: $67.000
    • Resistance terdekat: $70.000 – $71.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $68.200, peluang untuk kembali menguji resistance masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, potensi penurunan ke area $67.000 menjadi lebih besar.

    Sebaliknya, breakout di atas $71.000 dapat menjadi sinyal awal pembalikan tren ke arah bullish.

    Saat ini, Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun BTC tetap dominan, perjalanan menuju level tersebut masih membutuhkan waktu dan katalis yang kuat.

    Dominasi Pasar Tetap Tinggi

    Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%. Dominasi ini menunjukkan bahwa pergerakan BTC masih menjadi acuan utama bagi aset kripto lainnya.

    Ketika Bitcoin melemah, altcoin biasanya akan mengalami tekanan yang lebih besar, terutama dalam kondisi pasar yang sensitif terhadap sentimen.

    Outlook Jangka Pendek: Bearish Ringan

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish ringan, sehingga diperkirakan akan bearish ringan.

    Pasar masih membutuhkan katalis positif untuk mendorong pemulihan yang lebih kuat, seperti peningkatan volume atau perubahan sentimen makro.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun Tipis $70.587, Menunggu Arah

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah gagal bertahan di atas level $70.000.

    Penurunan ke $69.198 mencerminkan lemahnya momentum bullish dalam jangka pendek.

    Dengan volume yang menurun dan resistance yang kuat di atas, pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh sentimen pasar secara keseluruhan.

    Bagi investor, level support di sekitar $68.200 menjadi area krusial untuk dipantau. Jika mampu bertahan, peluang rebound tetap ada. Namun, jika tembus, pasar bisa memasuki fase koreksi lanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 5,98%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

    Harga aset kripto Pi Network (PI) mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir, turun 5,98% ke kisaran US$0,189.

    Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, yang tercatat turun sekitar 1,82% pada periode yang sama.

    Koreksi PI yang lebih dalam dibandingkan pasar menunjukkan bahwa pergerakan token ini sangat sensitif terhadap perubahan sentimen, terutama karena faktor likuiditas yang relatif rendah.

    Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

    Pergerakan Mengikuti Pasar, Namun Dampaknya Lebih Besar

    Secara umum, Coinmarketcap mencatat penurunan harga PI selaras dengan pergerakan pasar yang sedang dalam mode risk-off.

    Ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, altcoin dengan likuiditas tipis biasanya menjadi yang paling terdampak.

    Dalam kasus PI, rasio perputaran (turnover ratio) yang hanya berada di sekitar 0,0178 menunjukkan bahwa kedalaman order book masih terbatas.

    Akibatnya, tekanan jual yang relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam dibandingkan aset dengan likuiditas tinggi.

    Hal ini menjelaskan mengapa PI mencatat penurunan hampir 6%, sementara kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hanya turun kurang dari 2%.

    Tidak Ada Katalis Negatif Spesifik

    Berbeda dengan beberapa koreksi besar yang biasanya dipicu oleh berita negatif atau peristiwa tertentu, penurunan harga PI kali ini tidak disertai dengan katalis spesifik dari dalam proyek.

    Tidak ditemukan indikasi peretasan atau insiden keamanan, pembaruan tokenomics yang kontroversial, atau pembukaan kunci token besar (token unlock).

    Volume perdagangan bahkan justru turun sekitar 18,10% menjadi sekitar US$33 juta, yang menandakan bahwa tekanan jual tidak didorong oleh kepanikan massal, melainkan lebih oleh kurangnya minat beli.

    Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa penurunan PI lebih bersifat beta-driven: mengikuti arah pasar, daripada dipicu faktor fundamental internal.

    Sentimen Pasar Masih Lemah

    Indikator sentimen seperti CMC Fear & Greed Index yang berada di level 29 (kategori fear) mencerminkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati.

    Dalam fase seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur pada altcoin berisiko tinggi, memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, dan menunggu konfirmasi tren sebelum masuk kembali.

    Bagi PI, kondisi ini menjadi tantangan karena token dengan likuiditas rendah biasanya membutuhkan sentimen positif yang kuat untuk dapat bangkit.

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

    Dari perspektif teknikal jangka pendek, terdapat beberapa level harga yang menjadi perhatian pasar:

    • Support terdekat: US$0,185
    • Support berikutnya: US$0,175
    • Resistance awal: US$0,195

    Jika harga PI mampu bertahan di atas US$0,185, skenario konsolidasi dalam kisaran sempit antara US$0,185–US$0,195 masih mungkin terjadi.

    Namun, jika level ini ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga mendekati US$0,175.

    Sebaliknya, pemulihan momentum baru dapat dipertimbangkan jika harga berhasil kembali menembus dan bertahan di atas US$0,195.

    Sensitivitas Tinggi terhadap Bitcoin

    Sebagai altcoin dengan basis pengguna yang besar namun likuiditas terbatas, pergerakan PI juga sangat bergantung pada arah Bitcoin (BTC).

    Jika BTC berhasil stabil atau kembali naik, sentimen pasar biasanya akan membaik dan memberikan ruang bagi altcoin untuk pulih.

    Namun, jika BTC melanjutkan tren turun, tekanan terhadap PI kemungkinan akan tetap tinggi.

    Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjut Turun?

    Dengan tidak adanya katalis positif dalam waktu dekat, arah harga PI dalam jangka pendek kemungkinan besar akan tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan.

    Skenario yang paling mungkin:

    • Bullish ringan: Konsolidasi di atas US$0,185 dan perlahan naik
    • Bearish: Breakdown di bawah US$0,185 yang membuka jalan ke US$0,175

    Investor dan trader disarankan untuk memantau perubahan sentimen pasar, volume perdagangan, serta pergerakan Bitcoin sebagai indikator utama.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

    Penurunan hampir 6% pada harga Pi dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi antara sentimen pasar yang melemah dan struktur likuiditas yang masih tipis.

    Tanpa katalis fundamental yang jelas, PI saat ini bergerak lebih sebagai aset beta tinggi yang mengikuti arah pasar kripto secara umum.

    Selama likuiditas belum membaik dan sentimen masih berada di zona takut, volatilitas tinggi kemungkinan akan tetap menjadi karakter utama pergerakan harga PI dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank AS Gandeng Matter Labs untuk Deposito Tokenized

    Langkah besar menuju integrasi blockchain dalam sistem perbankan tradisional kembali terjadi. Cari Network memilih infrastruktur Prividium dari Matter Labs untuk membangun jaringan deposito tokenized bagi bank regional dan menengah di Amerika Serikat.

    Inisiatif ini menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana institusi keuangan mulai mengadopsi teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengorbankan kepatuhan regulasi.

    Baca Juga: Kapitalisasi Tokenized US Treasurys Naik Lebih dari $1 Miliar, Ada Apa?

    Deposito Tokenized: Evolusi dari Stablecoin?

    Platform yang dikembangkan oleh Cari Network dirancang agar bank dapat menerbitkan dan mentransfer deposito dalam bentuk token secara real-time, bahkan selama 24 jam nonstop.

    Berbeda dengan stablecoin yang biasanya diterbitkan oleh entitas non-bank, deposito tokenized ini tetap tercatat sebagai liabilitas di neraca bank.

    Artinya, dana nasabah tetap berada dalam sistem perbankan tradisional, bukan berpindah ke luar sistem.

    Menurut laporan Cointelegraph, fitur utama dari sistem ini meliputi transfer dana instan 24/7, penyimpanan dana tetap di bank, dan lingkungan permissioned (tertutup dan terkontrol).

    Pendekatan ini memungkinkan bank mendapatkan manfaat efisiensi blockchain tanpa kehilangan kontrol atas dana nasabah.

    Lima Bank AS Sudah Terlibat

    Sebagai tahap awal, lima bank di Amerika Serikat telah bergabung dalam proses desain dan pengujian sistem ini.

    Keterlibatan langsung institusi keuangan menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sekadar konsep, melainkan sudah memasuki fase implementasi.

    Partisipasi bank regional dan mid-sized juga menjadi sinyal penting, karena kelompok ini sering kali lebih fleksibel dalam mengadopsi inovasi dibandingkan bank besar.

    Strategi Bank: Lawan Dominasi Stablecoin

    Munculnya proyek ini tidak lepas dari meningkatnya tekanan terhadap sektor perbankan akibat popularitas stablecoin.

    Aset digital seperti USDT dan USDC memungkinkan transfer nilai secara cepat tanpa melalui sistem perbankan tradisional.

    Dengan membangun jaringan deposito tokenized sendiri, bank berupaya mempertahankan relevansi mereka dalam era digital.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai langkah ini sebagai bentuk adopsi nyata, bukan sekadar wacana regulasi.

    “Yang sedang terjadi di sini bukan debat aturan di atas kertas, tapi bank-bank mulai membangun rel onchain sendiri supaya tidak dikudeta issuer stablecoin dari luar sistem perbankan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa bank kini tidak hanya bereaksi terhadap perubahan, tetapi mulai membangun solusi mereka sendiri.

    Peran Prividium dan Matter Labs

    Teknologi Prividium dari Matter Labs menjadi fondasi utama dalam proyek ini.

    Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung sistem blockchain yang aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan institusi keuangan.

    Dengan pendekatan permissioned, hanya pihak tertentu yang dapat mengakses dan berpartisipasi dalam jaringan, sehingga lebih sesuai dengan standar kepatuhan perbankan.

    Dampak untuk Industri Keuangan

    Jika berhasil diimplementasikan secara luas, jaringan deposito tokenized ini berpotensi mengubah cara bank beroperasi. Beberapa dampak yang mungkin terjadi:

    1. Efisiensi Transaksi

    Transfer antar bank dapat dilakukan secara instan tanpa bergantung pada sistem lama seperti SWIFT.

    2. Kompetisi dengan Stablecoin

    Bank dapat menawarkan layanan serupa stablecoin, tetapi dengan dukungan regulasi dan kepercayaan institusi.

    3. Transformasi Infrastruktur

    Sistem pembayaran tradisional dapat beralih ke model berbasis blockchain secara bertahap.

    Tantangan yang Masih Ada

    Meski menjanjikan, proyek ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti integrasi dengan sistem legacy perbankan, standarisasi antar bank, hingga adopsi oleh nasabah.

    Selain itu, keberhasilan proyek ini juga bergantung pada seberapa cepat bank dapat mengedukasi pasar tentang manfaat deposito tokenized.

    Baca Juga: Mana yang Lebih Aman? Investasi Kripto atau Deposito?

    Kolaborasi antara Cari Network dan Matter Labs menjadi bukti bahwa adopsi blockchain oleh institusi keuangan semakin nyata.

    Dengan membangun jaringan deposito tokenized, bank berusaha tetap relevan di tengah disrupsi yang dibawa oleh stablecoin.

    Langkah ini menunjukkan bahwa masa depan keuangan kemungkinan besar akan menjadi hibrida—menggabungkan kekuatan sistem tradisional dengan efisiensi teknologi blockchain.

    Jika tren ini terus berlanjut, batas antara bank dan teknologi kripto akan semakin tipis, membuka era baru dalam sistem keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

    Bagi trader yang sering menggunakan futures untuk trading, fitur leverage menjadi daya tarik utama karena dengan leverage, trader bisa membuka posisi yang jauh lebih besar dibandingkan modal yang dimiliki.

    Melalui leverage ini, potensi trader dalam mendapatkan keuntungan jadi lebih besar seiring dengan posisi leverage yang diambil. Namun tentunya potensi keuntungan yang lebih besar ini berbanding lulus dengan risiko yang menanti.

    Sebelum kamu memutuskan untuk melakukan trading crypto futures, mari pahami terlebih dahulu mengenai peluang dan risiko menggunakan leverage lebih lengkap yuk!

    Apa Itu Leverage dalam Crypto Futures?

    Leverage adalah fasilitas yang memungkinkan trader untuk meminjam dana dari exchange agar bisa membuka posisi trading yang lebih besar dari modal awal yang kamu miliki.

    Bayangkan leverage seperti papan jungkat‑jungkit… modal awal yang kamu miliki berada di satu ujung, sementara total yang bisa kamu beli ada di seberangnya. Dengan menggeser leverage yang ada di tengah tersebut, kamu bisa menentukan seberapa besar daya beli yang bisa kamu dapat.

    Baca juga: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    Bagaimana Cara Kerja Leverage?

    Ketika menggunakan leverage, trader perlu memiliki modal awal (margin) sebagai jaminan untuk meminjam dana dari bursa sehingga bisa membuka posisi yang lebih besar daripada modal sebenarnya.

    Leverage, seperti 2x, 5x, atau 10x menjadi penentu berapa kali modal dikalikan untuk mendapatkan total akhir posisi yang akan dimiliki.

    Agar lebih mudah, coba bayangkan jika kamu hanya memiliki modal $100 untuk melakukan trading Bitcoin. Di pasar biasa (spot), kamu hanya bisa membeli Bitcoin senilai $100. Namun, di pasar futures, jika kamu menggunakan leverage 10x, bursa akan meminjamkan dana sehingga kamu bisa membuka posisi trading sebesar $1.000 atau 10x dari modal awal kamu tadi. 

    Jadi… $100 (modal awal) x 10x (leverage yang kamu pilih) = $1.000 (total modal setelah leverage)

    Keuntungan dan kerugian kemudian dihitung berdasarkan nilai posisi tersebut, bukan hanya dari modal awal.

    Misalnya:

    • Jika harga naik 5%, maka keuntungan = $1.000 × 5% = $50 (50% dari modal awal)
    • Jika turun 5%, maka kerugian = $1.000 × 5% = $50 (50% dari modal awal)
    • Jika turun 10%, maka kerugian = $1.000 × 10% = $100 dan modal awal habis → posisi tertutup otomatis.

    Baca juga: Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

    Peluang Menggunakan Leverage

    Berikut beberapa peluang yang bisa kamu dapatkan dari menggunakan leverage:

    • Peluang Profit Jangka Pendek: Cocok untuk scalping atau day trading, karena pergerakan kecil bisa menghasilkan return besar terhadap modal.
    • Memaksimalkan Potensi Profit: Dengan modal yang relatif kecil, trader bisa mendapatkan eksposur untung-rugi yang lebih besar saat trading.
    • Membuka Posisi Lebih dari Modal: Trader bisa membuka posisi lebih dari batas modal maksimal yang dimiliki.
    • Efisiensi Modal: Leverage memberi kesempatan bagi trader ritel dengan modal terbatas untuk mengakses strategi yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh institusi besar.
    • Diversifikasi Strategi: Karena bisa dengan margin kecil, trader bisa membuka beberapa posisi sekaligus.

    Risiko Menggunakan Leverage

    Berikut beberapa risiko yang wajib kamu tahu saat menggunakan leverage:

    • Potensi Kerugian: Sama seperti profit, kerugian juga akan dihitung berdasarkan total posisi. Bahkan pergerakan harga kecil bisa berdampak besar.
    • Risiko Likuidasi: Jika kerugian mencapai batas tertentu, posisi akan otomatis ditutup oleh sistem (likuidasi). Ini bisa membuat modal hilang karena menutupi kerugian dari leverage yang kamu ambil.
    • Membuat Pergerakan Semakin Volatil: Harga crypto yang sudah fluktuatif akan terasa lebih volatil ketika menggunakan leverage, terutama leverage tinggi karena persentase pergerakan kecil akan jadi besar karena leverage.
    • Butuh Manajemen Risiko: Stop loss, leverage rendah, dan diversifikasi wajib diterapkan untuk menghindari risiko kerugian yang lebih besar.

    Tips Menggunakan Leverage

    Agar leverage tidak menjadi bumerang, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:

    • Pastikan kamu paham dan cukup berpengalaman untuk menggunakan leverage saat trading
    • Gunakan leverage sesuai toleransi risiko
    • Hindari menggunakan leverage terlalu tinggi
    • Selalu gunakan stop loss dan strategi saat trading
    • Kelola ukuran posisi dengan sesuai dengan strategi dan profil risiko
    • Hindari trading berdasarkan emosi

    Kesimpulan

    Leverage dalam crypto futures menjadi alat yang bisa memperbesar peluang keuntungan, tetapi dalam waktu yang bersamaan juga dapat meningkatkan risiko kerugian.

    Oleh sebab itu penting untuk menerapkan disiplin dan strategi trading, sesuai dengan profil risiko yang kamu miliki. 

    Pastikan kamu selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan gunakan exchange resmi serta terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Korea dan Inggris Bersatu Masuk Dunia Kripto

    Hana Financial Group, salah satu konglomerasi keuangan terbesar di Korea Selatan, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Standard Chartered Group untuk mengembangkan bisnis aset digital. Kolaborasi ini menandai langkah serius kedua institusi dalam memperluas peran mereka di sektor keuangan berbasis teknologi.

    Kesepakatan ini dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) yang mencakup berbagai inisiatif di bidang digital asset, termasuk pengembangan stablecoin.

    Kolaborasi Perluas Ekspansi Global

    Dalam kerja sama ini, Hana Financial Group dan Standard Chartered berencana memanfaatkan keahlian serta jaringan global masing-masing untuk memperkuat posisi di sektor keuangan tradisional maupun digital. Kedua pihak juga akan mengeksplorasi berbagai peluang baru di industri aset digital.

    Dilaporkan The Block, Chairman Hana Financial Group, Ham Young-joo, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan peluang pertumbuhan baru melalui sinergi di sektor aset digital dan keuangan masa depan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini lebih cocok masuk adopsi karena yang ditekankan adalah validasi institusional dan ekspansi bisnis, bukan tekanan regulator.

    “Kalau kerja sama ini benar-benar berujung ke produk nyata, dampaknya bisa besar: ia memperkuat sinyal bahwa bank besar Asia tidak lagi cuma mengamati dari pinggir, tapi mulai aktif membangun jalur distribusi untuk stablecoin dan aset digital di level institusional,” ungkapnya.

    Baca juga: USDC Salip USDT, Perusahaan Mulai Tinggalkan Transfer Bank?

    Fokus pada Stablecoin dan Inovasi Digital

    Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan inisiatif terkait cryptocurrency, termasuk stablecoin. Langkah ini mencerminkan meningkatnya perhatian institusi keuangan besar terhadap potensi aset digital dalam sistem keuangan global.

    Baik Hana maupun Standard Chartered telah aktif mengembangkan layanan berbasis digital dalam beberapa tahun terakhir. Kolaborasi ini menjadi kelanjutan dari strategi mereka untuk memperluas inovasi di sektor tersebut.

    Rekam Jejak di Industri Aset Digital

    Hana Financial Group sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan BitGo pada 2023 untuk mengembangkan layanan kustodi kripto. Pada tahun berikutnya, Hana bersama BitGo dan SK Telecom mendirikan BitGo Korea, di mana Hana memiliki sekitar 25% kepemilikan.

    Sementara itu, Standard Chartered termasuk salah satu bank besar pertama yang meluncurkan layanan perdagangan spot Bitcoin dan Ethereum untuk klien institusional pada 2025. Bank ini juga telah menyediakan layanan kustodi aset digital di wilayah Eropa dan Asia.

    Kinerja Keuangan dan Potensi ke Depan

    Hana Financial Group mencatatkan kinerja keuangan yang kuat dengan laba bersih tahunan mencapai lebih dari 4 triliun won atau sekitar 2,67 miliar dolar AS pada 2025.

    Di sisi lain, Standard Chartered juga diperkirakan akan menjadi salah satu institusi pertama yang memperoleh lisensi penerbit stablecoin di Hong Kong, memperkuat posisinya dalam ekosistem aset digital global.

    Kerja sama ini menunjukkan semakin besarnya minat institusi keuangan tradisional dalam mengadopsi teknologi blockchain dan aset digital, serta potensi integrasi yang lebih luas antara sistem keuangan konvensional dan kripto di masa depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com