Tag: kripto

  • Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

    Harga Bitcoin saat ini tercatat berada di kisaran 70.000 dolar AS dan masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 30 hari. Data dari Binance menunjukkan adanya perubahan struktur tren yang cukup signifikan, tercermin dari perbedaan posisi antara moving average jangka pendek, menengah, dan panjang.

    Kondisi ini menandakan bahwa pasar sedang berada dalam fase transisi, di mana harga bergerak di antara area support jangka pendek dan resistance yang lebih kuat dari tren jangka panjang.

    Harga Bertahan di Atas MA 30 Hari

    Dilaporkan Crypto Quant, rata-rata pergerakan 30 hari (MA 30) berada di level sekitar 68.661 dolar AS, yang saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek. Fakta bahwa harga Bitcoin masih berada di atas level ini menunjukkan adanya dukungan beli yang cukup kuat di pasar.

    Dalam analisis teknikal, MA 30 sering digunakan untuk mengukur momentum jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, kondisi pasar umumnya masih menunjukkan kecenderungan positif, meskipun belum sepenuhnya memasuki fase bullish yang kuat.

    Tekanan dari MA Jangka Menengah dan Panjang

    Di sisi lain, Bitcoin masih berada di bawah MA 90 hari yang berada di sekitar 79.815 dolar AS, serta MA 200 hari di kisaran 93.892 dolar AS. Posisi ini menunjukkan bahwa tren jangka menengah hingga panjang masih menghadapi tekanan.

    Kondisi tersebut sering diartikan sebagai fase koreksi atau penyesuaian setelah kenaikan signifikan sebelumnya. Selama harga belum mampu menembus kedua level tersebut, pasar masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal yang lumayan sehat buat recovery bertahap karena support jangka pendek mulai terbentuk, tapi belum cukup buat bilang bull trend penuh sudah kembali.

    “Selama BTC belum bisa reclaim MA 90 hari dan apalagi MA 200 hari, pasar masih lebih cocok dibaca sebagai fase penyembuhan dan akumulasi daripada tren naik yang benar-benar aman,” jelasnya.

    Baca juga: Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

    Indikator Z-Score Tunjukkan Fase Konsolidasi

    Data tambahan menunjukkan bahwa Z-Score Bitcoin berada di sekitar -0,57, yang merupakan nilai negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa harga saat ini berada di bawah rata-rata historis dalam model analisis tersebut.

    Nilai negatif pada Z-Score umumnya dikaitkan dengan kondisi pasar yang sedang dalam fase konsolidasi atau akumulasi. Dalam beberapa kasus, fase ini menjadi periode sebelum terjadinya pergerakan harga yang lebih besar.

    Pasar Masih Menunggu Konfirmasi Arah

    Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan keseimbangan antara tekanan jangka pendek dan hambatan jangka panjang. Interaksi antara berbagai moving average menjadi indikator penting yang terus diperhatikan oleh pelaku pasar untuk menentukan arah tren selanjutnya.

    Selama harga tetap berada di atas MA 30 namun belum mampu menembus MA 90 dan MA 200, pasar diperkirakan masih akan bergerak dalam fase transisi sebelum menentukan arah yang lebih jelas ke depan.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto.com Gandeng Raksasa Korea, Bayar Pakai Kripto?

    Crypto.com resmi menjalin kemitraan dengan KG Inicis, salah satu penyedia gateway pembayaran terbesar di Korea Selatan, untuk menghadirkan opsi pembayaran kripto bagi wisatawan asing. Langkah ini membuka akses penggunaan aset digital secara langsung di berbagai merchant di Korea Selatan, baik secara offline maupun online.

    Kerja sama ini menargetkan wisatawan internasional yang selama ini menghadapi kendala dalam sistem pembayaran domestik Korea Selatan, terutama terkait verifikasi identitas.

    Kolaborasi dengan Jaringan Merchant Besar

    Dilaporkan Cointelegraph, KG Inicis dikenal sebagai salah satu pemain utama di sektor pembayaran Korea Selatan, dengan jaringan sekitar 190.000 merchant dan memproses ratusan juta transaksi setiap tahunnya. Perusahaan ini juga menguasai sekitar 40% pangsa pasar.

    Melalui integrasi ini, layanan Crypto.com Pay akan tersedia di seluruh jaringan merchant KG Inicis. Wisatawan asing nantinya dapat menggunakan aset kripto untuk membayar berbagai kebutuhan, sementara merchant dapat memilih menerima pembayaran dalam bentuk fiat atau aset digital secara instan.

    Langkah ini dinilai dapat memperluas adopsi kripto dalam penggunaan sehari-hari, khususnya di sektor pariwisata.

    Baca Juga: Crypto Lending: Perkembangan dan Dampaknya di Indonesia

    Dukungan Regulasi untuk Wisatawan Asing

    Kebijakan ini juga didukung oleh regulator Korea Selatan yang sebelumnya meluncurkan skema sandbox khusus untuk wisatawan. Financial Services Commission (FSC) mengizinkan penggunaan instrumen pembayaran elektronik prabayar bagi turis asing.

    Batas transaksi anonim untuk wisatawan juga ditingkatkan dari 500.000 won menjadi 1 juta won, guna memberikan fleksibilitas lebih dalam bertransaksi tanpa harus melalui proses verifikasi identitas yang kompleks.

    Skema ini menjadi solusi atas keterbatasan akses sistem pembayaran lokal bagi wisatawan internasional.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini Adopsi karena yang terjadi adalah perluasan use case pembayaran nyata lewat infrastruktur merchant besar, bukan perubahan aturan semata.

    “Kalau rollout ini jalan mulus, Korea Selatan bisa jadi contoh bahwa crypto payment lebih masuk akal dimulai dari segmen turis lintas negara dulu, bukan langsung memaksa adopsi retail domestik massal yang ribet soal KYC dan kebiasaan belanja,” jelasnya.

    Ekspansi Layanan Crypto.com

    Kemitraan ini merupakan bagian dari ekspansi global Crypto.com dalam memperluas penggunaan kripto di dunia nyata. Sebelumnya, pada Februari 2026, perusahaan ini memperoleh persetujuan bersyarat untuk charter bank nasional di Amerika Serikat.

    Crypto.com juga telah mendapatkan sertifikasi ISO untuk manajemen sistem berbasis kecerdasan buatan, menunjukkan fokus perusahaan dalam pengembangan teknologi di sektor aset digital.

    Tren Global Pembayaran Kripto untuk Wisatawan

    Korea Selatan bukan satu-satunya negara yang mulai mengintegrasikan kripto dalam sektor pariwisata. Bhutan sebelumnya telah meluncurkan sistem pembayaran kripto untuk wisatawan, memungkinkan pembayaran menggunakan lebih dari 100 jenis aset digital.

    Thailand juga mengumumkan rencana program “TouristDigiPay” yang memungkinkan wisatawan mengonversi kripto menjadi mata uang lokal untuk bertransaksi.

    Meski demikian, penggunaan kripto untuk transaksi sehari-hari masih tergolong terbatas. Sebagian besar penggunaan saat ini masih terfokus pada transaksi online, lintas negara, atau pembelian bernilai besar.

    Kemitraan antara Crypto.com dan KG Inicis menjadi salah satu langkah terbaru dalam mendorong adopsi kripto di sektor riil, khususnya untuk kebutuhan wisatawan global.

    Baca Juga: Euler Finance: Protokol Lending Modular yang Siap Dominasi DeFi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pelaku Kripto Ilegal

    Pemerintah Jepang melalui Financial Services Agency (FSA) berencana memperketat regulasi terhadap aktivitas kripto ilegal dengan meningkatkan hukuman pidana secara signifikan. Dalam revisi aturan terbaru, hukuman penjara maksimum untuk penjualan kripto tanpa izin akan naik dari 3 tahun menjadi 10 tahun.

    Dilaporkan BeInCrypto, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Jepang mulai memperlakukan aset kripto setara dengan instrumen keuangan utama seperti saham dan obligasi, bukan sekadar alat pembayaran digital.

    Hukuman dan Denda Naik Tajam

    Selain hukuman penjara, denda bagi pelanggar juga akan meningkat dari 3 juta yen menjadi 10 juta yen, atau kombinasi keduanya. Regulasi kripto juga akan dipindahkan dari Payment Services Act ke Financial Instruments and Exchange Act (FIEA), yang merupakan kerangka hukum utama untuk pasar keuangan di Jepang.

    Perubahan ini menempatkan kripto di bawah pengawasan yang sama dengan instrumen investasi tradisional. Operator resmi juga akan mengalami perubahan istilah dari “crypto asset exchange providers” menjadi “crypto asset trading firms”.

    Baca juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Otoritas Diberi Kewenangan Penindakan Langsung

    Dalam aturan baru ini, Securities and Exchange Surveillance Commission (SESC) akan mendapatkan kewenangan lebih luas untuk melakukan investigasi kriminal terhadap pelaku kripto ilegal. Sebelumnya, otoritas hanya dapat memberikan peringatan atau mengajukan penghentian aktivitas melalui pengadilan.

    Kini, SESC dapat melakukan inspeksi langsung, menyita barang bukti, hingga membawa kasus ke ranah pidana. Kewenangan ini sebelumnya hanya berlaku pada kasus pelanggaran di pasar saham, seperti insider trading dan manipulasi pasar.

    Regulasi ini juga akan mencakup aktivitas derivatif kripto OTC yang tidak terdaftar, tidak hanya perdagangan spot.

    Kasus Meme Coin Picu Percepatan Regulasi

    Dorongan untuk memperketat regulasi ini tidak lepas dari kasus SANAE TOKEN yang sempat menghebohkan pasar. Token berbasis Solana tersebut sempat melonjak lebih dari 30 kali lipat sebelum akhirnya anjlok lebih dari 58% setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, membantah keterlibatannya.

    Kasus ini menjadi perhatian serius regulator, terlebih dengan meningkatnya jumlah keluhan masyarakat. Pada kuartal IV 2025, FSA mencatat lebih dari 500 laporan terkait kripto setiap bulannya, sebagian besar terkait penipuan di media sosial dengan janji imbal hasil yang tidak realistis.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini jelas Regulasi dan nada pesannya keras: Jepang sudah tidak mau lagi memperlakukan crypto liar sebagai area abu-abu yang cukup ditegur lewat surat peringatan.

    “Kalau perubahan ini disahkan, Tokyo sedang bilang bahwa operator tak berizin, termasuk derivatif OTC dan peluncuran memecoin liar, akan dihajar dengan standar penegakan yang mirip pasar sekuritas tradisional.

    Pendekatan “Keras dan Insentif”

    Meski memperketat hukuman, pemerintah Jepang juga menyiapkan insentif bagi investor yang patuh regulasi. Dalam rencana fiskal 2026, Jepang akan menerapkan pajak flat sebesar 20% untuk aset kripto, menggantikan sistem progresif yang sebelumnya bisa mencapai 55%.

    Kebijakan pajak ini diperkirakan mulai berlaku pada 2028, setelah revisi undang-undang selesai diterapkan. Strategi ini menunjukkan pendekatan ganda: memperketat pengawasan terhadap pelaku ilegal sekaligus mendorong partisipasi investor yang taat aturan.

    Persaingan Regulasi di Asia Semakin Ketat

    Langkah Jepang ini sejalan dengan tren di kawasan Asia yang juga memperketat regulasi kripto. Korea Selatan, misalnya, dapat menjatuhkan hukuman penjara tanpa batas untuk manipulasi pasar dalam jumlah besar, sementara Singapura menetapkan hukuman hingga 7 tahun untuk aktivitas perdagangan ilegal.

    Dengan rencana hukuman hingga 10 tahun penjara, Jepang kini berada di antara negara dengan sanksi paling keras terhadap pelanggaran kripto. Kebijakan ini sekaligus menegaskan posisi Jepang dalam membentuk ekosistem kripto yang lebih teratur dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

    Perusahaan treasury Bitcoin asal Jepang, Metaplanet, mengumumkan berhasil menghimpun dana sebesar 40,8 miliar yen atau sekitar 255 juta dolar AS dari investor institusional global. Pendanaan ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mempercepat akumulasi Bitcoin dalam jangka panjang.

    Langkah ini juga dilengkapi dengan skema tambahan yang berpotensi meningkatkan total pendanaan hingga sekitar 531 juta dolar AS, memperkuat posisi Metaplanet sebagai salah satu pemain utama dalam kepemilikan Bitcoin korporasi.

    Struktur Pendanaan dengan Skema Premium

    Dilaporkan Coindesk, Metaplanet melakukan penerbitan saham baru dengan harga 2% di atas harga pasar, yang kemudian dipasangkan dengan warrant berharga premium 10%. Jika warrant tersebut dieksekusi, perusahaan berpotensi memperoleh tambahan dana sebesar 44,5 miliar yen.

    Selain itu, perusahaan memperkenalkan struktur warrant baru berbasis mNAV (multiple to net asset value), yang menghubungkan pelaksanaan warrant dengan nilai aset bersih perusahaan. Dalam skema ini, warrant hanya dapat dieksekusi jika harga saham berada minimal 1,01 kali dari nilai aset bersih yang dimodifikasi.

    Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap penerbitan saham baru tetap memberikan nilai tambah terhadap kepemilikan Bitcoin per saham, sekaligus menjaga kepentingan investor.

    Baca juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

    Strategi Menekan Dilusi Saham

    Untuk menghindari dilusi yang berlebihan, Metaplanet juga memutuskan untuk menangguhkan warrant lama yang mewakili hingga 210 juta saham. Langkah ini diambil guna memprioritaskan struktur pendanaan baru yang dinilai lebih efisien dan selaras dengan strategi akumulasi Bitcoin.

    Dengan strategi ini, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendanaan dan perlindungan nilai bagi pemegang saham.

    Fokus Perluas Cadangan Bitcoin

    Dana yang diperoleh akan digunakan terutama untuk meningkatkan cadangan Bitcoin perusahaan. Metaplanet menargetkan kepemilikan jangka panjang hingga 210.000 BTC, mempertegas ambisinya dalam mengadopsi strategi treasury berbasis aset kripto.

    Saat ini, Metaplanet tercatat sebagai perusahaan dengan cadangan Bitcoin terbesar keempat di dunia, dengan total kepemilikan mencapai 35.102 BTC.

    Respons Pasar dan Pergerakan Harga

    Saham Metaplanet ditutup naik sekitar 5% pada perdagangan Senin, seiring dengan kenaikan harga Bitcoin yang berhasil menembus level 73.000 dolar AS. Kenaikan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap langkah agresif perusahaan dalam memperkuat eksposur terhadap Bitcoin.

    Ke depan, strategi pendanaan dan akumulasi yang dilakukan Metaplanet akan menjadi perhatian pelaku pasar, terutama dalam melihat bagaimana peran perusahaan publik dalam mendorong adopsi Bitcoin secara lebih luas.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Bisakah Terbang 10%? Sinyal Bahaya dari Pergerakan Whale

    Harga XRP kembali mencatatkan kenaikan signifikan setelah sempat melonjak sekitar 10%, menjadikannya aset dengan performa terbaik di antara 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Di saat yang sama, data on-chain menunjukkan dua sinyal yang berlawanan: kembalinya aktivitas whale dan meningkatnya cadangan XRP di exchange Binance.

    Kombinasi dua faktor ini memunculkan pertanyaan baru di pasar terkait arah pergerakan harga XRP ke depan.

    Cadangan XRP di Binance Capai Level Tertinggi

    Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa cadangan XRP di Binance telah naik hingga sekitar 2,78 miliar token, mencapai level tertinggi sejak November 2025. Sebelumnya, cadangan sempat turun dari lebih dari 2,8 miliar XRP menjadi sekitar 2,55 miliar pada Februari, yang mengindikasikan berkurangnya suplai yang siap diperdagangkan.

    Kenaikan cadangan di exchange umumnya diartikan sebagai peningkatan suplai likuid di pasar spot. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti akan terjadi tekanan jual secara langsung, karena juga bisa mencerminkan meningkatnya aktivitas trading atau persiapan investor menghadapi pergerakan pasar.

    Paus Kembali Masuk, Aliran Modal Berbalik Positif

    Di sisi lain, indikator Whale Flow untuk XRP menunjukkan perubahan signifikan. Rata-rata pergerakan 30 hari (30DMA) berbalik menjadi positif pada Maret 2026, setelah sebelumnya berada di zona negatif selama empat bulan sejak November 2025.

    Perubahan ini menandakan bahwa investor besar telah beralih dari fase distribusi menjadi akumulasi. Jika tren ini berlanjut, tekanan beli dari whale berpotensi menyerap suplai tambahan yang masuk ke exchange tanpa memberikan tekanan signifikan terhadap harga.

    Baca juga: XRP Salip BNB Lagi! Tapi Leverage Naik, Risiko Diam-Diam Mengintai

    Struktur Pasar Mulai Berubah

    Kombinasi meningkatnya cadangan di exchange dan kembalinya akumulasi whale mengindikasikan adanya potensi perubahan struktur pasar XRP. Likuiditas yang tersedia di exchange dapat memberikan ruang bagi aktivitas perdagangan yang lebih tinggi, sementara permintaan dari investor besar dapat menjaga stabilitas harga.

    Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran 1,58 dolar AS, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Februari. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan antara suplai di exchange dan kekuatan akumulasi dari whale.

    Arah Selanjutnya Masih Menjadi Tanda Tanya

    Pelaku pasar kini mencermati apakah kembalinya whale dapat mempertahankan harga di level tinggi, atau justru peningkatan suplai di exchange akan menjadi tekanan tambahan dalam jangka pendek. Dinamika ini diperkirakan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pergerakan XRP dalam beberapa waktu ke depan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, buat struktur pasar XRP, ini bukan sinyal yang sebersih akumulasi karena bertambahnya cadangan di exchange biasanya meningkatkan potensi tekanan jual atau minimal kesiapan trader untuk rotasi cepat.

    “Memang ini tidak otomatis berarti dump langsung, tapi jelas mengurangi kesan supply squeeze yang sebelumnya sempat mendukung narasi bullish XRP,” jelasnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Satu Perusahaan Kuasai 3,8% ETH, Raup Rp2,7 Triliun

    Perusahaan publik Bitmine Immersion Technologies kembali menjadi sorotan setelah mempercepat akumulasi Ethereum (ETH) dalam beberapa pekan terakhir. Langkah agresif ini membuat total cadangan ETH perusahaan melonjak hingga mencapai 4,596 juta ETH, setara dengan sekitar 3,81% dari total suplai Ethereum secara global.

    Langkah ini menegaskan peran perusahaan sebagai salah satu pemain institusional terbesar dalam ekosistem Ethereum, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap akumulasi aset kripto oleh korporasi besar.

    Akselerasi Pembelian Ethereum oleh Bitmine

    Ketua Bitmine, Tom Lee, mengungkapkan bahwa perusahaan menambah 60.999 ETH hanya dalam satu minggu terakhir, meningkat signifikan dibandingkan rata-rata sebelumnya yang berada di kisaran 45.000 hingga 50.000 ETH per minggu. Salah satu transaksi terbaru termasuk pembelian 5.000 ETH secara over-the-counter (OTC) langsung dari Ethereum Foundation.

    Dilaporkan Cointelegraph, transaksi tersebut dirancang untuk membantu Ethereum Foundation membiayai operasional tanpa harus menjual aset di pasar terbuka, sehingga meminimalkan tekanan jual terhadap harga ETH.

    Dengan total kepemilikan mencapai jutaan ETH, nilai gabungan aset kripto, kas, dan investasi lain milik Bitmine kini diperkirakan mencapai sekitar 11,5 miliar dolar AS.

    Staking Jadi Sumber Pendapatan Besar

    Dari total kepemilikan tersebut, sekitar 3.040.515 ETH atau sekitar 66% telah di-stake. Nilai aset yang di-stake ini diperkirakan mencapai sekitar 6,6 miliar dolar AS dengan asumsi harga ETH di kisaran 2.185 dolar AS.

    Aktivitas staking tersebut menjadi sumber pendapatan signifikan bagi perusahaan, dengan estimasi menghasilkan sekitar 180 juta dolar AS per tahun. Ke depan, Bitmine berencana memperluas aktivitas staking melalui peluncuran jaringan validator bernama Made in America Validator Network (MAVAN).

    Respons pasar terhadap strategi ini terlihat positif, dengan saham Bitmine (BMNR) ditutup naik hampir 14% ke level 23,39 dolar AS.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini penting secara onchain karena menunjukkan ETH makin diperlakukan seperti aset treasury produktif, bukan cuma cadangan pasif.

    “Kalau perusahaan publik terus mengakumulasi dan men-stake ETH dalam ukuran sebesar ini, tekanan supply likuid bisa makin ketat dan narasi corporate treasury untuk Ether akan terlihat semakin serius, bukan sekadar side story di bawah bayang-bayang Bitcoin,” tuturnya.

    Baca juga: Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

    Korporasi Kuasai Lebih dari 5% Suplai Ethereum

    Secara keseluruhan, kepemilikan Ethereum oleh entitas publik juga menunjukkan tren yang signifikan. Data terbaru mencatat sekitar 30 perusahaan publik di tujuh negara menguasai total sekitar 6,6 juta ETH, atau setara 5,47% dari total suplai Ethereum.

    Namun, dalam 30 hari terakhir, hanya sebagian kecil perusahaan yang meningkatkan kepemilikan mereka. Bitmine menjadi yang paling agresif dengan tambahan 269.824 ETH, jauh melampaui perusahaan lain seperti SharpLink dan Eightco.

    Di sisi lain, Eightco juga menarik perhatian setelah menggalang dana sebesar 125 juta dolar AS untuk ekspansi di sektor blockchain dan kecerdasan buatan, dengan Bitmine sebagai investor utama sebesar 75 juta dolar AS.

    Harga Ethereum dan Arah Pasar

    Ethereum saat ini diperdagangkan di kisaran 2.342 dolar AS, naik hampir 11% dalam 24 jam terakhir, meskipun masih mengalami penurunan sekitar 21% sejak awal tahun. Kapitalisasi pasar Ethereum tercatat sekitar 282 miliar dolar AS dengan suplai beredar mencapai 120,7 juta ETH.

    Aksi agresif Bitmine dan meningkatnya dominasi korporasi dalam kepemilikan ETH menjadi indikator penting yang terus dipantau pelaku pasar, terutama dalam melihat potensi pergerakan harga dan struktur kepemilikan aset kripto ke depan.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Ethereum Borong Diam-Diam? Data Ini Bikin Pasar Kaget

    Harga Ethereum (ETH) kembali mencuri perhatian setelah berhasil menembus level 2.200 dolar AS pada sesi perdagangan Asia, Senin (16/3). Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam lebih dari satu bulan terakhir, sekaligus melanjutkan tren positif sejak akhir pekan.

    Di tengah penguatan harga tersebut, data on-chain menunjukkan bahwa investor besar atau crypto whales активно meningkatkan akumulasi mereka, memanfaatkan momentum pasar yang sedang menguat.

    Akumulasi Paus Meningkat Seiring Kenaikan Harga

    Dilaporkan BeInCrypto, salah satu aktivitas signifikan datang dari Erik Voorhees, pendiri ShapeShift dan pendukung awal Bitcoin, yang kembali membeli Ethereum setelah sempat berhenti selama sekitar satu tahun. Sebelumnya, ia diketahui menjual 12.886 ETH senilai sekitar 42,83 juta dolar AS dengan harga rata-rata 3.324 dolar AS.

    Pada Maret 2026, dua wallet yang terhubung dengannya tercatat mengakumulasi 23.393 ETH senilai sekitar 49,08 juta dolar AS, dengan harga rata-rata pembelian di kisaran 2.098 dolar AS. Selain itu, ia masih memegang sekitar 35,25 juta USDT yang berpotensi digunakan untuk akumulasi lanjutan.

    Aktivitas serupa juga terlihat dari wallet lain yang terhubung dengan kontributor awal Ethereum. Wallet tersebut dilaporkan mengeluarkan sekitar 17,46 juta dolar AS untuk membeli 7.769 ETH di harga rata-rata 2.248 dolar AS.

    Baca juga: Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

    Tren Pembelian Besar Terus Berlanjut

    Aksi akumulasi ini bukan fenomena baru dalam beberapa hari terakhir. Sejak 11 Maret, sebuah wallet diketahui telah menarik 80.157 ETH dari exchange, yang umumnya mengindikasikan niat penyimpanan jangka panjang.

    Selain itu, investor besar lainnya juga dilaporkan membeli 11.985 ETH senilai sekitar 24,79 juta dolar AS. Secara keseluruhan, kepemilikan ETH oleh wallet besar meningkat dari 113,47 juta menjadi 121,45 juta ETH dalam periode 12 Maret hingga saat ini, atau bertambah sekitar 7,98 juta ETH berdasarkan data Santiment.

    Permintaan Institusi Ikut Menguat

    Tidak hanya dari sisi whale individu, permintaan institusional juga menunjukkan peningkatan. Data menunjukkan bahwa ETF Ethereum spot mencatat arus masuk dana bersih selama tiga minggu berturut-turut.

    Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa minat terhadap Ethereum tidak hanya datang dari investor ritel, tetapi juga dari pelaku pasar besar dengan horizon investasi jangka panjang.

    Arah Harga Bergantung pada Momentum Pasar

    Meski tren akumulasi terlihat kuat, keberlanjutan kenaikan harga Ethereum masih akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan. Konsistensi pembelian oleh whale dan aliran dana institusi menjadi faktor kunci yang akan menentukan apakah ETH mampu bertahan di level tinggi atau mengalami koreksi dalam waktu dekat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, yang penting di sini bukan cuma satu-dua wallet besar, tapi fakta bahwa akumulasi whale terjadi saat harga sudah bergerak naik, bukan ketika pasar sedang panik di dasar.

    “Itu cenderung konstruktif buat ETH karena menunjukkan pemain besar masih melihat upside lanjutan, meski risiko tetap ada kalau reli ini gagal dipertahankan dan whale berubah dari akumulasi jadi distribusi cepat,” analisanya.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Retail Panik, Institusi Borong 610 Ribu Bitcoin

    Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus level 73.810 dolar AS, seiring dibukanya pasar tradisional pada awal pekan. Kenaikan ini menegaskan bahwa lonjakan harga yang terjadi selama akhir pekan bukan sekadar pergerakan sementara, melainkan didukung oleh struktur pasar yang dinilai lebih sehat.

    Reli Didukung Modal Besar, Bukan Spekulasi

    Dilaporkan Crypto Quant, pergerakan harga terbaru terjadi setelah fase koreksi yang sebelumnya membersihkan kelebihan spekulasi di pasar, ditandai dengan penurunan signifikan pada Open Interest. Kondisi ini membuat reli saat ini lebih banyak ditopang oleh arus modal spot dan keyakinan jangka panjang investor besar, dibandingkan dorongan spekulatif jangka pendek.

    Data menunjukkan bahwa investor institusional dan korporasi besar mulai mendominasi akumulasi Bitcoin. Dalam 30 hari terakhir, kelompok investor besar tercatat mengakumulasi sekitar 610.516 BTC, jauh melampaui akumulasi investor ritel yang hanya sebesar 6.415 BTC.

    Fenomena “Great Wealth Transfer” dari Retail ke Institusi

    Analisis on-chain mengindikasikan terjadinya salah satu transfer kekayaan terbesar dalam siklus pasar saat ini. Investor ritel global, yang tercermin dari Korea Premium Index, menunjukkan tanda-tanda kapitulasi dengan nilai -0,555 di tengah sentimen pasar yang berada pada level Extreme Fear (23).

    Sebaliknya, institusi di Amerika Utara serta treasury perusahaan besar justru memanfaatkan kondisi ini untuk menyerap suplai Bitcoin. Sejumlah entitas besar tercatat melakukan pembelian signifikan, termasuk Strategy yang membeli 22.337 BTC senilai sekitar 1,57 miliar dolar AS, serta Metaplanet dengan tambahan investasi sekitar 255 juta dolar AS.

    Selain itu, kelompok Ultra Whale dengan kepemilikan di atas 10.000 BTC juga menunjukkan akumulasi agresif dengan penambahan sekitar 24.070 BTC. Aktivitas ini memperlihatkan bahwa suplai yang dilepas oleh investor kecil secara konsisten diserap oleh pemain besar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau pembacaan ini akurat, pasar Bitcoin sekarang sedang menjalani transfer kepemilikan besar dari tangan lemah ke institusi dan corporate treasury.

    “Itu bullish secara struktur karena reli jadi lebih ditopang akumulasi spot berkonviksi tinggi, tapi pasar tetap perlu konfirmasi lanjutan dari aliran ETF dan penyerapan berkelanjutan supaya narasi “great transfer” ini tidak berhenti jadi snapshot sesaat,” jelasnya.

    Baca juga: BlackRock Serok Bitcoin Rp600M, Tapi XRP Justru Ditinggal Investor

    Penurunan Cadangan Exchange dan Tekanan Jual Mereda

    Data kustodi memperlihatkan adanya perubahan struktur pasar yang cukup signifikan. Lebih dari 15.000 BTC telah ditarik dari exchange dalam sembilan hari terakhir, sementara para penambang cenderung menahan aset mereka, tercermin dari nilai Miner Position Index (MPI) negatif di -1,65.

    Kondisi ini menyebabkan terjadinya pengetatan suplai di order book. Di sisi lain, indikator Short-Term Holder SOPR (STH-SOPR) yang berada di level 1,01 menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda dan secara bertahap dapat diserap oleh pasar.

    Target Harga dan Arah Selanjutnya

    Dengan struktur pasar yang dinilai semakin solid, Bitcoin saat ini berada dalam fase transformasi di mana level resistensi tahun 2024 berpotensi menjadi area support baru. Fokus pasar kini tertuju pada pengujian level 75.600 dolar AS, yang merupakan titik impas bagi banyak treasury institusional.

    Pelaku pasar juga akan mencermati arus masuk dana ke ETF Bitcoin di Wall Street sebagai indikator lanjutan untuk mengonfirmasi kekuatan tren ini. Pergerakan institusi yang sudah lebih dahulu mengambil posisi menjadi sinyal penting yang terus diawasi dalam menentukan arah pasar ke depan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Bitcoin Borong Saat Harga Anjlok, Sinyal Akumulasi?

    Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah sempat turun drastis dari level 126.000 dolar AS ke kisaran 60.000 dolar AS, dan kini mencoba menembus kembali area 75.000 dolar AS. Di tengah volatilitas tersebut, data terbaru menunjukkan bahwa kelompok investor besar atau whale justru terus menambah kepemilikan mereka.

    Akumulasi Paus di Tengah Volatilitas Harga

    Dilaporkan Crypto Quant, selama periode penurunan harga yang cukup tajam, whale dengan kepemilikan lebih dari 1.000 BTC tercatat tidak melakukan aksi jual besar-besaran. Sebaliknya, mereka secara konsisten meningkatkan jumlah aset yang dimiliki. Fenomena ini memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar, apakah langkah tersebut akan kembali terbukti sebagai strategi yang tepat seperti siklus sebelumnya.

    Perilaku akumulasi oleh investor besar sering kali menjadi indikator sentimen jangka panjang. Ketika investor ritel cenderung panik akibat penurunan harga, whale justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk memperkuat posisi mereka.

    Pergerakan Cadangan Bitcoin di Exchange Global

    Selain pergerakan whale, metrik lain yang turut menjadi perhatian adalah total cadangan Bitcoin di centralized exchange (CEX) secara global. Beberapa waktu lalu, pasar sempat diwarnai kekhawatiran setelah terjadi lonjakan aliran masuk Bitcoin ke exchange dari wallet eksternal, yang biasanya diinterpretasikan sebagai potensi tekanan jual.

    Namun, kondisi tersebut kini berbalik. Data terbaru menunjukkan adanya arus keluar Bitcoin dari exchange dalam jumlah yang cukup signifikan. Tren ini sering dikaitkan dengan aktivitas penyimpanan jangka panjang, karena aset yang ditarik dari exchange umumnya dipindahkan ke cold wallet.

    Indikator Penting yang Terus Dipantau

    Kombinasi antara akumulasi whale dan menurunnya cadangan Bitcoin di exchange menjadi dua indikator utama yang saat ini banyak diperhatikan oleh analis pasar. Kedua metrik ini dinilai dapat memberikan gambaran mengenai arah pergerakan pasar ke depan.

    Meski belum dapat dipastikan bagaimana dampaknya dalam jangka pendek, tren ini menunjukkan adanya perubahan perilaku investor besar yang berpotensi memengaruhi dinamika harga Bitcoin selanjutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kombinasi whale accumulation dan turunnya supply BTC di exchange itu konstruktif karena biasanya mencerminkan transfer kepemilikan ke tangan yang lebih kuat sambil mengurangi pasokan yang siap dijual.

    “Ini bukan jaminan rally lurus, tapi jelas lebih sehat daripada pasar yang naik hanya karena leverage tanpa dukungan akumulasi spot,” jelasnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ironlight Raih $21 Juta, Institusi Masuk Aset Tokenisasi

    Perkembangan signifikan kembali terjadi di sektor sekuritas tokenized setelah Ironlight Group berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar $21 juta dalam putaran Series A.

    Sebagaimana dikutip dari Cryptobriefing, dana ini akan digunakan untuk memperluas platform Ironlight Markets, sebuah alternative trading system (ATS) yang beroperasi di bawah kerangka regulasi Amerika Serikat.

    Platform ini dirancang untuk mendukung penerbitan, distribusi, dan perdagangan sekuritas tokenized: mulai dari private equity hingga real estate, dalam lingkungan yang sesuai dengan regulasi.

    Baca Juga: Regulator AS Tegaskan Kesetaraaan Sekuritas Tokenisasi

    Fokus pada Infrastruktur Sekuritas Tokenized

    Ironlight Markets beroperasi di bawah pengawasan U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) melalui Regulation ATS, serta diawasi oleh Financial Industry Regulatory Authority.

    Dengan status ini, platform Ironlight dapat menjadi jembatan antara teknologi blockchain dan sistem keuangan tradisional.

    Pendanaan baru ini akan difokuskan untuk memperkuat infrastruktur yang mendukung berbagai jenis aset, seperti private equity, fixed income, structured products, private credit, dan real estate.

    Langkah ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets / RWA), yang dianggap sebagai salah satu narasi besar dalam industri kripto saat ini.

    Tokenisasi: Dari Konsep ke Implementasi

    Selama beberapa tahun terakhir, tokenisasi sering dianggap sebagai konsep futuristik. Namun kini, tren tersebut mulai bergerak ke arah implementasi nyata.

    Dengan tokenisasi, aset tradisional dapat diubah menjadi token digital di blockchain, yang memungkinkan likuiditas lebih tinggi, akses investor yang lebih luas, dan proses transaksi yang lebih efisien.

    Ironlight berupaya memanfaatkan momentum ini dengan membangun infrastruktur yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memenuhi standar regulasi yang ketat.

    Adopsi Institusi Mulai Terlihat Nyata

    Masuknya dana sebesar $21 juta menjadi indikasi kuat bahwa investor mulai melihat potensi besar dalam sektor sekuritas tokenized.

    Lebih dari sekadar eksperimen teknologi, tokenisasi kini mulai dilihat sebagai solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi pasar keuangan tradisional.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa perkembangan ini merupakan sinyal jelas adopsi, bukan sekadar isu regulasi.

    “Fokus utamanya adalah ekspansi infrastruktur dan kesiapan institusi mengadopsi sekuritas tokenized dalam skala lebih besar. Pesannya jelas: bottleneck sektor ini bukan lagi ide tokenisasi, tapi siapa yang bisa membangun rel teregulasi yang cukup aman buat dilalui uang institusional sungguhan,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menyoroti bahwa tantangan utama kini bukan lagi pada teknologi, melainkan pada kesiapan infrastruktur dan kepatuhan regulasi.

    Kompetisi Infrastruktur Semakin Ketat

    Dengan semakin banyaknya pemain yang masuk ke sektor tokenisasi, persaingan dalam membangun infrastruktur menjadi semakin intens.

    Platform seperti Ironlight harus mampu menjamin keamanan dan kepatuhan regulasi, menarik institusi ke dalam ekosistem, dan menyediakan likuiditas yang cukup.

    Dalam konteks ini, regulasi justru menjadi keunggulan kompetitif, bukan hambatan.

    Potensi Dampak Jangka Panjang

    Jika tren ini terus berlanjut, sekuritas tokenized berpotensi mengubah cara pasar keuangan global beroperasi.

    Beberapa dampak jangka panjang yang mungkin terjadi digitalisasi aset tradisional secara masif, integrasi antara blockchain dan sistem keuangan konvensional, hingga akses investasi yang lebih inklusif.

    Namun, adopsi luas tetap membutuhkan waktu, terutama karena institusi besar cenderung bergerak secara hati-hati.

    Baca Juga: SEC: PoW Bukan Sekuritas, Peralihan Ethereum ke PoS Diperdebatkan

    Pendanaan $21 juta yang diperoleh Ironlight menjadi bukti bahwa sektor sekuritas tokenized semakin matang dan siap memasuki fase adopsi yang lebih luas.

    Dengan fokus pada infrastruktur yang teregulasi, Ironlight mencoba menjawab tantangan utama industri: bagaimana membawa dana institusional ke dalam ekosistem blockchain dengan aman.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa masa depan keuangan tidak hanya digital, tetapi juga semakin terhubung dengan teknologi blockchain, dan sekuritas tokenized bisa menjadi salah satu pilar utamanya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com