Tag: kripto

  • BlackRock Serok Bitcoin Rp600M, Tapi XRP Justru Ditinggal Investor

    Arus dana institusional kembali mengalir deras ke Bitcoin, dengan BlackRock menyerap lebih dari US$600 juta BTC dalam sepekan. Di sisi lain, XRP justru menunjukkan tren berlawanan setelah mencatat arus keluar dari produk ETF.

    Dilaporkan BeInCrypto, data ini menegaskan pergeseran minat investor besar di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.

    BlackRock Dominasi Pembelian Bitcoin

    Dalam periode 9 hingga 13 Maret 2026, ETF Bitcoin spot mencatat total inflow sebesar US$767 juta.

    Dari jumlah tersebut, produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang sekitar US$600,1 juta atau lebih dari 78% total arus masuk.

    Angka ini memperkuat posisi BlackRock sebagai salah satu pembeli institusional terbesar Bitcoin melalui instrumen yang teregulasi.

    Sementara itu, Grayscale justru mencatat arus keluar sebesar US$25,9 juta dari produknya.

    Selain Bitcoin, ETF berbasis Ethereum juga mencatat inflow sebesar US$160,9 juta dalam periode yang sama.

    Produk dari Fidelity menjadi kontributor utama dengan pembelian sekitar US$90,1 juta, meskipun ETF milik Grayscale kembali mengalami arus keluar.

    Baca juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

    Di sisi lain, ETF Solana mulai menunjukkan tanda awal ketertarikan institusional dengan inflow sebesar US$10,7 juta.

    Meski relatif kecil, angka ini menunjukkan mulai terbukanya minat terhadap aset di luar Bitcoin dan Ethereum.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan aliran modal, ini menunjukkan rotasi institusional yang sangat selektif: uang besar masih nyaman menumpuk eksposur ke BTC dan mulai memberi ruang ke ETH serta SOL, tapi belum mau memberi dukungan yang sama ke XRP.

    “Pesan kasarnya jelas: pasar institusional saat ini lebih suka aset kripto yang likuid, mapan, dan punya jalur adopsi ETF yang lebih bersih daripada cerita yang masih menyisakan keraguan sentimen,” ungkapnya.

    XRP Jadi Pengecualian di Tengah Tren Positif

    Berbeda dengan aset lainnya, ETF XRP justru mencatat arus keluar sebesar US$28,07 juta dalam periode yang sama.

    Hal ini menjadikan XRP sebagai satu-satunya aset utama yang mengalami outflow di tengah tren masuknya dana ke produk kripto lainnya.

    Kondisi ini memperpanjang tren tekanan jual terhadap XRP sepanjang Maret, meskipun secara kumulatif total inflow ETF XRP sejak peluncuran masih berada di atas US$1,2 miliar.

    Indikasi Pergeseran Sentimen Institusional

    Perbedaan arus dana ini menunjukkan adanya kemungkinan rotasi investasi oleh pelaku institusional.

    Bitcoin tetap menjadi pilihan utama, diikuti oleh Ethereum dan mulai munculnya minat terhadap Solana, sementara XRP menghadapi tekanan dari sisi permintaan.

    Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah tren ini bersifat sementara atau mencerminkan perubahan strategi jangka panjang dari investor institusional.

    Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kondisi pasar serta perkembangan sentimen terhadap masing-masing aset kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Segar $1 Miliar Masuk! ETF Bitcoin Bikin Pasar Bergairah Lagi?

    Arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di Amerika Serikat kembali menguat, mencatat enam hari berturut-turut inflow dan hampir mencapai US$1 miliar sejak awal Maret. Tren ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga Bitcoin yang signifikan dalam periode yang sama.

    Data terbaru menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto mulai pulih meski kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

    ETF Bitcoin Catat Inflow 6 Hari Beruntun

    ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatat inflow selama enam hari berturut-turut, menjadi tren terpanjang sejak Oktober 2025.

    Pada hari terakhir periode tersebut, ETF mencatat tambahan dana sebesar US$199,4 juta. Produk dari BlackRock dan Fidelity menjadi kontributor utama, masing-masing menyumbang US$139,4 juta dan US$64,5 juta.

    Secara total, sejak 9 Maret, inflow ETF Bitcoin telah mencapai sekitar US$962,8 juta.

    Harga Bitcoin Ikut Melonjak

    Sejalan dengan masuknya dana tersebut, harga Bitcoin juga mengalami kenaikan lebih dari 12%.

    Harga BTC naik dari sekitar US$65.960 menjadi US$74.250 dalam periode yang sama, mencerminkan hubungan erat antara arus dana institusional dan pergerakan harga pasar.

    Kenaikan ini juga menandai pemulihan setelah periode volatilitas yang dipicu oleh faktor makroekonomi global.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, arus dana ini menunjukkan permintaan institusional kembali agresif meski ketegangan geopolitik dan volatilitas minyak belum reda.

    “Kalau inflow ETF tetap konsisten, BTC punya bantalan demand yang kuat untuk menjaga momentum naik, tapi lonjakan FOMO juga bikin pasar lebih rawan pullback jangka pendek kalau aliran dana mulai melambat,” jelasnya.

    Baca juga: ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

    Sentimen Pasar Mulai Membaik

    Meskipun ketegangan geopolitik, khususnya terkait Amerika Serikat dan Iran, masih berlangsung, sentimen pasar kripto menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

    Dilaporkan Cointelegraph, beberapa laporan menyebutkan bahwa spekulasi mengenai potensi meredanya konflik turut mendorong kenaikan harga Bitcoin.

    Selain itu, indikator Fear & Greed Index juga mengalami peningkatan dan mulai keluar dari zona “Extreme Fear,” menandakan membaiknya kepercayaan investor.

    FOMO Kembali Muncul di Pasar

    Data dari Santiment menunjukkan bahwa tingkat fear of missing out (FOMO) di pasar kripto kini berada pada level tertinggi sejak awal Januari.

    Hal ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali melihat peluang pertumbuhan di sektor kripto dalam beberapa waktu ke depan.

    Meski demikian, analis tetap mengingatkan bahwa kondisi pasar masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, sehingga pergerakan harga dapat berubah dengan cepat.

    Dengan kombinasi arus dana yang kuat dan sentimen yang mulai pulih, pasar kripto saat ini memasuki fase penting yang dapat menentukan arah tren selanjutnya.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Astar Bahas Tokenomics 3.0, Spekulasi ASTR Mencuat

    Ekosistem Astar Network kembali menjadi sorotan setelah menggelar community call pada 17 Maret 2026 lalu.

    Mengutip Coinmarketcal, agenda utama dalam acara ini mencakup pembahasan Tokenomics 3.0, pembaruan mekanisme dApp staking, serta perkembangan terbaru dari Astar Collective.

    Meski tidak menghadirkan peluncuran fitur secara langsung (rollout), event ini tetap dinilai penting karena menyentuh aspek fundamental yang sangat sensitif terhadap valuasi token, seperti emisi, staking, dan desain ekonomi jaringan.

    Baca Juga: Casper Network Gelar Vote #008, Tokenomics CSPR Berubah?

    Fokus pada Tokenomics dan Staking

    Sekadar informasi, tokenomics merupakan salah satu faktor utama yang menentukan nilai jangka panjang sebuah aset kripto.

    Dalam konteks Astar, pembahasan Tokenomics 3.0 mengindikasikan adanya potensi perubahan pada struktur emisi token ASTR, insentif staking bagi pengguna, hingga distribusi reward dalam ekosistem dApp.

    Selain itu, revamp pada sistem dApp staking juga menjadi perhatian utama. Astar dikenal sebagai salah satu jaringan yang mengintegrasikan staking dengan dukungan langsung terhadap pengembang aplikasi terdesentralisasi.

    Perubahan pada mekanisme ini berpotensi memengaruhi partisipasi pengguna dalam staking, pendapatan developer, dan daya tarik ekosistem secara keseluruhan.

    Astar Collective dan Arah Ekosistem

    Selain tokenomics dan staking, pembaruan terkait Astar Collective juga menjadi bagian penting dalam diskusi.

    Astar Collective merupakan inisiatif untuk memperkuat kolaborasi dalam ekosistem, baik dari sisi komunitas maupun pengembang.

    Langkah ini menunjukkan bahwa Astar tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan struktur sosial dan governance dalam jaringan.

    Catalyst Informasional, Bukan Fundamental Langsung

    Meski topik yang dibahas tergolong krusial, community call ini lebih bersifat penyampaian arah dan pembaruan tim, bukan pengumuman final terkait implementasi perubahan.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa dampak terhadap harga token Astar masih terbatas dalam jangka pendek.

    “Untuk ASTR, call seperti ini bisa memicu spekulasi pra-acara karena pasar tahu perubahan tokenomics dan staking bisa mengubah ekspektasi valuasi. Tapi tanpa mekanisme final yang diumumkan jelas, efeknya masih lebih dekat ke informational catalyst daripada perubahan fundamental yang langsung bisa dihargai pasar,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, pergerakan harga ASTR kemungkinan lebih dipengaruhi oleh ekspektasi dan sentimen pasar, bukan perubahan nyata yang bisa langsung diukur.

    Potensi Spekulasi Jelang dan Pasca Event

    Event seperti ini sering kali menjadi pemicu volatilitas jangka pendek.

    Pelaku pasar cenderung berspekulasi terhadap kemungkinan perubahan besar, terutama ketika menyangkut tokenomics dan staking. Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

    • Pra-event rally: Harga naik karena ekspektasi positif
    • Post-event correction: Harga turun jika ekspektasi tidak terpenuhi
    • Sideways movement: Jika informasi dianggap belum cukup jelas

    Dengan kata lain, pergerakan harga lebih didorong oleh persepsi daripada data konkret. Dalam dunia kripto, tokenomics bukan sekadar teori, tetapi fondasi utama yang menentukan:

    • Nilai intrinsik token
    • Insentif bagi pengguna dan developer
    • Keberlanjutan jaringan dalam jangka panjang

    Perubahan kecil dalam emisi atau reward staking bisa berdampak besar terhadap supply-demand dan, pada akhirnya, harga token.

    Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Tokenomics dan Mengapa Ini Penting?

    Community call Tokenomics 3.0 dari Astar menjadi sinyal penting bahwa proyek ini tengah mempersiapkan perubahan strategis dalam desain ekonominya.

    Namun, tanpa detail implementasi yang konkret, dampaknya terhadap harga ASTR masih bersifat spekulatif.

    Investor dan trader disarankan untuk mencermati pengumuman lanjutan yang lebih detail, terutama terkait mekanisme final dari Tokenomics 3.0 dan pembaruan staking.

    Jika perubahan yang diusulkan terbukti meningkatkan efisiensi dan insentif dalam ekosistem, Astar berpotensi memperkuat posisinya di pasar.

    Namun hingga saat itu, pergerakan harga kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh ekspektasi, bukan fundamental yang solid.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Korea Selatan Perketat Sita Kripto dan Pantau Privacy Coin

    Otoritas penegak hukum di Korea Selatan semakin serius dalam menangani aset digital.

    Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, Kepolisian Nasional negara tersebut dilaporkan tengah menyusun draft pedoman baru untuk penanganan aset kripto sitaan, termasuk kategori sensitif seperti privacy coin.

    Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih terstandarisasi dalam proses penyimpanan, pengelolaan, dan pengamanan barang bukti digital, yang selama ini dinilai masih memiliki banyak celah.

    Baca Juga: Diam-Diam Ngebut, 3 Privacy Coin Ini Catat Kenaikan Harga Signifikan

    Dipicu Kasus Hilangnya 320 BTC

    Penyusunan pedoman ini tidak lepas dari insiden sebelumnya yang cukup menghebohkan, di mana sekitar 320 BTC sempat hilang dari penyimpanan kejaksaan.

    Meskipun aset tersebut akhirnya berhasil ditemukan kembali dan dijual untuk masuk ke kas negara, kasus ini menyoroti kelemahan serius dalam sistem custody aset kripto oleh aparat hukum.

    Insiden ini menjadi alarm bahwa tanpa prosedur yang jelas, aset digital yang disita berisiko hilang atau disalahgunakan, tidak tercatat dengan baik, serta menimbulkan masalah hukum lanjutan.

    Fokus pada Standarisasi dan Keamanan

    Pedoman baru yang tengah disusun bertujuan untuk mengatur berbagai aspek penting dalam penanganan aset kripto sitaan, di antaranya:

    • Prosedur penyitaan aset digital
    • Metode penyimpanan yang aman (custody)
    • Proses pencatatan dan audit
    • Penanganan aset dengan teknologi khusus seperti privacy coin

    Dengan adanya standar yang lebih jelas, diharapkan aparat penegak hukum dapat meminimalkan risiko kesalahan operasional.

    Privacy Coin Jadi Sorotan Utama

    Salah satu fokus utama dalam pedoman ini adalah penanganan privacy coin, yaitu jenis kripto yang dirancang untuk menyembunyikan identitas penggunanya dan detail transaksi.

    Aset seperti ini dikenal lebih sulit dilacak dibandingkan kripto konvensional seperti Bitcoin, sehingga membutuhkan pendekatan teknis yang lebih canggih.

    Dengan dimasukkannya privacy coin dalam pedoman resmi, hal ini menandakan bahwa:

    • Pengawasan terhadap aset anonim akan semakin ketat
    • Aparat akan mengembangkan kemampuan teknis yang lebih maju
    • Ruang gerak transaksi anonim bisa semakin terbatas

    Dampak terhadap Regulasi dan Industri

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai perkembangan penting dari sisi regulasi.

    “Ini regulasi yang jelas karena fokusnya adalah tata kelola penyitaan, custody, dan penanganan aset digital oleh aparat penegak hukum. Semakin formal prosedurnya, semakin kecil ruang improvisasi bodoh yang bikin aset sitaan hilang, tapi sekaligus menandakan privacy coin bakal menghadapi pengawasan yang makin teknis dan agresif di Korea Selatan.”

    Pernyataan ini menegaskan bahwa regulasi kripto kini tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga pada manajemen aset dalam konteks hukum dan penegakan aturan.

    Profesionalisasi Penanganan Aset Digital

    Langkah Korea Selatan mencerminkan tren global di mana negara mulai memperlakukan kripto sebagai aset bernilai tinggi.

    Upaya ini juga dinilai sebagai pengembangan prosedur hukum yang setara dengan aset tradisional, sehingga meningkatkan kapasitas institusi dalam menangani teknologi blockchain.

    Dengan kata lain, aset kripto kini telah menjadi bagian dari sistem hukum modern yang membutuhkan pendekatan profesional dan terstandarisasi.

    Risiko dan Tantangan ke Depan

    Meskipun pedoman ini membawa banyak manfaat, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, diantaranya:

    1. Kompleksitas teknis dalam menangani berbagai jenis kripto
    2. Kebutuhan pelatihan aparat agar memahami teknologi blockchain
    3. Potensi konflik privasi, terutama dalam penanganan privacy coin

    Selain itu, peningkatan pengawasan juga dapat memicu kekhawatiran di kalangan pengguna yang mengutamakan anonimitas.

    Implikasi Global

    Langkah Korea Selatan ini berpotensi menjadi referensi bagi negara lain dalam menyusun kebijakan serupa.

    Jika berhasil diterapkan, model ini dapat menjadi standar internasional dalam penanganan aset kripto sitaan, sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses hukum dan mengurangi risiko kehilangan aset digital oleh negara.

    Baca Juga: Sah! Regulator Korea Selatan Denda Bithumb $24,6 Juta dan Suspensi

    Penyusunan pedoman baru oleh Kepolisian Nasional Korea Selatan menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola aset kripto dalam sistem hukum.

    Dengan fokus pada custody, standarisasi, dan pengawasan privacy coin, kebijakan ini tidak hanya meningkatkan keamanan aset sitaan, tetapi juga menandai era baru dalam regulasi kripto yang lebih teknis dan terstruktur.

    Di sisi lain, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa ruang anonimitas dalam dunia kripto semakin menyempit, terutama di yurisdiksi yang agresif seperti Korea Selatan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Horizen Buka Voting Staking Jangka Panjang

    Komunitas Horizen resmi membuka voting untuk proposal ZenIP-42408, sebuah langkah penting yang berpotensi membuka jalan bagi pengembangan program staking jangka panjang untuk token ZEN.

    Proposal ini berfokus pada otorisasi alokasi token ZEN yang nantinya akan digunakan untuk mendukung skema staking bertahap (phased staking).

    Proses ini dirancang untuk memperkuat partisipasi jaringan sekaligus menciptakan insentif jangka panjang bagi pemegang token.

    Baca Juga: Harga Horizen (ZEN) Hari Ini Melonjak 17%, Volume Tembus $124 Juta

    Voting dengan Mekanisme Khusus

    Salah satu aspek menarik dari voting ZenIP-42408 adalah mekanisme penentuan voting power yang cukup selektif.

    Dalam proposal ini, hanya saldo ZEN yang berada di kategori self-custody wallet, termasuk karingan Base yang akan dihitung sebagai kekuatan suara.

    Sebaliknya, token ZEN yang berada di Chain Horizen L3 dan liquidity pool tidak akan diperhitungkan dalam voting.

    Dilaporkan Coinmarketcal, kebijakan ini secara tidak langsung mendorong pemegang token untuk memindahkan aset mereka ke wallet pribadi di jaringan Base, yang berpotensi memengaruhi distribusi likuiditas dalam jangka pendek.

    Dorongan ke Self-Custody dan Base

    Struktur voting ini menciptakan dinamika menarik dalam ekosistem ZEN.

    Dengan hanya mengakui token di self-custody wallet sebagai voting power, komunitas didorong untuk:

    • Mengambil kendali langsung atas aset mereka
    • Mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga seperti exchange
    • Berinteraksi lebih aktif dengan jaringan Base

    Langkah ini juga berpotensi meningkatkan aktivitas di jaringan Base sebagai salah satu layer-2 yang semakin berkembang dalam ekosistem Ethereum.

    Potensi Narasi Baru untuk ZEN

    Dari sisi pasar, proposal ini membuka peluang munculnya narasi baru terkait staking ZEN.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perkembangan ini cukup relevan dalam membangun sentimen.

    “Untuk ZEN, ini cukup relevan karena membuka jalan ke narasi staking baru dan bisa mendorong perpindahan token ke self-custody di Base menjelang votingTapi ini masih tahap governance, bukan peluncuran staking itu sendiri, jadi dampak fundamental langsung tetap terbatas sampai proposal lolos dan implementasinya benar-benar berjalan.”

    Artinya, meskipun belum ada implementasi langsung, ekspektasi terhadap program staking bisa mulai memengaruhi perilaku pasar.

    Masih Tahap Governance, Belum Implementasi

    Penting untuk dicatat bahwa ZenIP-42408 masih berada pada tahap governance voting. Artinya, belum ada program staking yang aktif.

    Akibatnya, belum ada perubahan langsung pada tokenomics, sehingga dampak fundamental masih bersifat potensial.

    Jika proposal ini disetujui, tahap berikutnya akan mencakup pengembangan teknis dan implementasi program staking yang sebenarnya.

    Dampak Jangka Pendek: Pergerakan Likuiditas

    Dalam jangka pendek, efek paling nyata dari voting ini kemungkinan adalah:

    • Perpindahan token ke self-custody wallet
    • Penyesuaian likuiditas di pool DeFi
    • Aktivitas meningkat di jaringan Base

    Fenomena ini sering terjadi dalam proposal governance yang mengubah cara voting power dihitung.

    Dampak Jangka Panjang: Staking dan Stabilitas Ekosistem

    Jika ZenIP-42408 berhasil lolos dan diimplementasikan, program staking dapat memberikan beberapa manfaat:

    1. Meningkatkan keamanan jaringan
    2. Mendorong holding jangka panjang
    3. Mengurangi tekanan jual di pasar

    Selain itu, staking juga dapat menciptakan sumber pendapatan pasif bagi pemegang token, yang menjadi daya tarik tambahan bagi investor.

    Tantangan yang Perlu Diperhatikan

    Meskipun prospeknya menarik, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi:

    • Kesiapan teknis dalam implementasi staking
    • Tingkat partisipasi komunitas dalam voting
    • Efektivitas insentif dalam menarik pengguna

    Tanpa implementasi yang kuat, narasi staking berisiko hanya menjadi sentimen sementara tanpa dampak nyata.

    Baca Juga: Ethereum Sempat Tiba-Tiba Ngebut 10%, Sinyal Altcoin Season Dimulai?

    Pembukaan voting ZenIP-42408 oleh Horizen menjadi langkah awal menuju pengembangan program staking ZEN yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.

    Meski masih dalam tahap governance, proposal ini sudah mulai memengaruhi dinamika pasar, terutama dalam hal perpindahan aset ke self-custody dan peningkatan aktivitas di jaringan Base.

    Ke depan, keberhasilan proposal ini akan sangat bergantung pada hasil voting serta kemampuan tim untuk merealisasikan staking secara efektif. Jika berhasil, ini bisa menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekosistem ZEN.

    Baca Juga: Aleo Luncurkan Kartu Pembayaran Kripto Berbasis Privasi, Seperti Apa?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Phantom Dapat Lampu Hijau CFTC: Sinyal Masuk Pasar Regulasi?

    Industri kripto kembali mendapat sinyal penting dari regulator Amerika Serikat.

    Wallet populer Phantom dilaporkan berhasil memperoleh no-action relief dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sebuah langkah yang berpotensi membuka jalan baru bagi integrasi layanan kripto dengan sistem keuangan teregulasi.

    Keputusan ini memungkinkan Phantom untuk menjalankan fitur trading tertentu tanpa harus mendaftar sebagai broker resmi, selama tetap mematuhi syarat dan batasan yang ditetapkan regulator.

    Baca Juga: Phantom Bikin AI Bisa Swap Token Sendiri, Solana Makin Ngebut?

    Apa Itu No-Action Relief?

    Dalam konteks regulasi AS, no-action relief berarti otoritas seperti CFTC menyatakan tidak akan merekomendasikan tindakan penegakan hukum terhadap aktivitas tertentu selama pihak terkait mematuhi ketentuan yang diberikan.

    Dengan status ini, Phantom kini dapat menyediakan software yang menghubungkan pengguna ke berbagai entitas keuangan terdaftar, termasuk:

    • Futures Commission Merchants (FCM)
    • Introducing Brokers (IB)
    • Designated Contract Markets (DCM)

    Artinya, Phantom tidak bertindak sebagai perantara langsung, tetapi sebagai penyedia infrastruktur teknologi yang menjembatani akses pengguna ke pasar derivatif.

    Dampak Besar untuk Wallet Self-Custodial

    Langkah ini dinilai sebagai perkembangan penting dalam evolusi wallet self-custodial.

    Selama ini, wallet seperti Phantom lebih dikenal sebagai alat penyimpanan dan interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps), bukan sebagai pintu masuk ke pasar keuangan teregulasi.

    Namun dengan adanya no-action relief, batas antara dunia DeFi dan TradFi mulai terlihat semakin kabur. Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa keputusan ini lebih dari sekadar izin operasional terbatas.

    “Ini masuk dalam kategori regulasi karena pemicu utamanya adalah lampu hijau terbatas dari otoritas, bukan ekspansi produk biasa. Kalau relief seperti ini jadi template, wallet self-custodial bisa mulai menyusup lebih dalam ke pasar keuangan teregulasi, tapi tetap di bawah pagar syarat yang sewaktu-waktu bisa dipakai regulator buat menarik rem darurat,” papar Tim Research Tokocrypto.

    Peluang dan Risiko: Dua Sisi Mata Uang

    Di satu sisi, langkah ini membuka peluang besar:

    • Akses lebih luas: Pengguna wallet bisa langsung terhubung ke pasar derivatif tanpa melalui platform terpusat.
    • Inovasi produk: Wallet dapat berkembang menjadi platform finansial yang lebih komprehensif.
    • Legitimasi industri: Keterlibatan regulator meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem kripto.

    Namun di sisi lain, ada risiko yang perlu diperhatikan:

    • Ketergantungan pada regulator: Status no-action bukan izin permanen dan bisa dicabut kapan saja.
    • Batasan operasional: Phantom tetap harus beroperasi dalam kerangka aturan yang ketat.
    • Potensi preseden selektif: Tidak semua wallet akan mendapatkan perlakuan serupa.

    Awal Era Baru?

    Laporan dari Crypto Briefing menyebutkan bahwa langkah ini bisa menjadi preseden penting bagi industri.

    Jika model ini diadopsi lebih luas, wallet kripto berpotensi berevolusi dari sekadar alat penyimpanan menjadi gerbang utama ke berbagai layanan keuangan global.

    Meski demikian, pendekatan ini tetap bersifat eksperimental. Regulator kemungkinan akan memantau implementasinya dengan ketat sebelum memberikan kelonggaran lebih luas ke pemain lain.

    Baca Juga: Cara Transfer Crypto dari Phantom Wallet ke Tokocrypto

    No-action relief yang diperoleh Phantom bukan sekadar perkembangan teknis, melainkan sinyal awal perubahan struktur industri kripto. Integrasi antara wallet self-custodial dan pasar keuangan teregulasi kini bukan lagi sekadar wacana.

    Namun seperti yang disoroti oleh Tim Research Tokocrypto, peluang ini datang dengan batasan yang sangat ketat.

    Regulasi tetap menjadi faktor penentu, bukan hanya sebagai penghambat, tetapi juga sebagai enabler yang dapat membuka jalan baru, sekaligus menutupnya sewaktu-waktu.

    Jika tren ini berlanjut, masa depan wallet kripto bisa jauh lebih kompleks dan lebih dekat dengan sistem keuangan global daripada sebelumnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $70.826, Tekanan Meningkat

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (19/3), BTC diperdagangkan di level $70.826,33 atau turun sekitar 4,35% harian.

    Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan pasar global dan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,416 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $46,68 miliar.

    Sementara itu, jumlah suplai yang beredar telah menyentuh 20 juta BTC, mendekati batas maksimum 21 juta yang menjadi karakteristik utama aset ini.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis ke $74.230, Kenapa?

    Pergerakan Harga: Melemah dalam Jangka Pendek

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup lebar dengan harga terendah $70.503,86 dan harga tertinggi $74.279,23.

    Penurunan sebesar lebih dari $3.000 dalam sehari mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat, terutama setelah BTC gagal mempertahankan level di atas $74.000.

    Meski demikian, jika dilihat dalam perspektif mingguan, Bitcoin masih mencatat kenaikan tipis sekitar 1,99%.

    Hal ini menunjukkan bahwa koreksi saat ini bisa jadi merupakan bagian dari konsolidasi setelah pergerakan naik sebelumnya.

    Tren Historis: Volatilitas Masih Tinggi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Melihat data historis, volatilitas Bitcoin masih tergolong tinggi dalam beberapa bulan terakhir:

    • 30 hari: naik 3,84%
    • 60 hari: turun 25,55%
    • 90 hari: turun 18,66%

    Penurunan tajam dalam rentang 60 hingga 90 hari menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase penyesuaian setelah periode volatilitas ekstrem.

    Namun, kenaikan dalam 30 hari terakhir memberi sinyal bahwa ada upaya pemulihan, meskipun belum sepenuhnya stabil.

    Faktor Tekanan: Sentimen Makro dan Profit Taking

    Penurunan harga Bitcoin kali ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Beberapa faktor yang kemungkinan berkontribusi antara lain:

    1. Sentimen Makroekonomi

    Kebijakan suku bunga tinggi dan data inflasi yang belum mereda membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto.

    2. Aksi Ambil Untung

    Setelah sempat mendekati level resistance kuat di atas $74.000, banyak trader memilih mengamankan profit, memicu tekanan jual jangka pendek.

    3. Psikologi Pasar

    Level $70.000 menjadi area psikologis penting. Ketika harga mendekati atau menembus level ini, volatilitas biasanya meningkat karena reaksi emosional pelaku pasar.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, ada beberapa level penting yang menjadi acuan trader:

    • Support utama: $70.000
    • Support lanjutan: $68.000
    • Resistance terdekat: $74.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $70.000, peluang untuk rebound masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan lebih dalam bisa meningkat.

    Sebaliknya, untuk kembali ke tren bullish, BTC perlu menembus resistance di $74.000 dan mempertahankan momentum di atasnya.

    Dominasi Pasar Tetap Kuat

    Meskipun harga sedang terkoreksi, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%.

    Kondisi ini menegaskan posisinya sebagai aset kripto utama yang menjadi acuan pergerakan pasar secara keseluruhan.

    Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) yang mencapai $1,487 triliun menunjukkan potensi valuasi maksimal jika seluruh suplai beredar.

    Bitcoin saat ini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Selisih ini menunjukkan bahwa masih ada ruang pertumbuhan jangka panjang, meskipun jalannya kemungkinan tidak mulus.

    Baca Juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

    Koreksi Sehat atau Awal Tren Turun?

    Penurunan harga Bitcoin sebesar 4,35% hari ini mencerminkan tekanan jangka pendek yang cukup signifikan.

    Namun, dalam konteks yang lebih luas, pergerakan ini masih bisa dianggap sebagai bagian dari konsolidasi pasar.

    Investor disarankan untuk memperhatikan level $70.000 sebagai kunci utama. Jika mampu bertahan, peluang rebound tetap ada. Namun jika tidak, tekanan jual bisa berlanjut dalam waktu dekat.

    Di tengah volatilitas tinggi, disiplin manajemen risiko tetap menjadi faktor penting bagi siapa pun yang terlibat di pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Balik Arah? Pembeli Muncul Usai Tekanan Jual Besar

    Aktivitas pembelian Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan setelah periode tekanan jual yang kuat sepanjang Februari 2026. Data terbaru mengindikasikan adanya pergeseran sentimen pasar, meskipun kondisi makro global masih belum sepenuhnya mendukung aset berisiko.

    Dilaporkan Crypto Quant, perubahan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat serta ekspektasi kebijakan moneter yang cenderung ketat dari Federal Reserve.

    Tekanan Makro Masih Membayangi Pasar

    Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, khususnya terkait Iran, pasar global masih menghadapi ketidakpastian.

    Selain itu, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dinilai sangat kecil, dengan probabilitas sekitar 99% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang.

    Fokus pasar kini tertuju pada sinyal kebijakan ke depan, termasuk kemungkinan kembali munculnya wacana kenaikan suku bunga.

    Kondisi ini umumnya menjadi tantangan bagi aset berisiko seperti kripto.

    Baca juga: Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Volume Mulai Berpihak ke Pembeli

    Meski demikian, data menunjukkan adanya perbaikan dalam struktur permintaan Bitcoin.

    Volume perdagangan di bursa besar seperti Binance dan Coinbase mulai menunjukkan dominasi pembeli dibandingkan penjual.

    Perubahan ini tercermin dari indikator volume delta 30 hari yang kini kembali ke wilayah positif.

    Sebelumnya, pada 16 Februari, volume delta tercatat sangat negatif, dengan -US$145 juta di Binance dan -US$88 juta di Coinbase, menandakan tekanan jual yang kuat dari pelaku pasar.

    Kini, angka tersebut berbalik menjadi positif, masing-masing sekitar +US$21 juta dan +US$14 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal awal bahwa struktur pasar Bitcoin sedang pulih karena buyer mulai kembali menyerap supply di spot market, bahkan saat tensi geopolitik dan peluang pemangkasan suku bunga masih buruk untuk aset berisiko.

    “Tapi likuiditas pasar masih tipis, jadi sinyal ini belum cukup buat teriak breakout; kalau tren beli berlanjut dan makin tebal, baru range sekarang punya peluang pecah ke atas,” analisanya.

    Sinyal Awal Pemulihan, Namun Belum Kuat

    Perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan minat beli setelah periode dominasi penjual.

    Namun, para analis menilai bahwa tren ini masih dalam tahap awal dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

    Likuiditas pasar kripto juga masih relatif terbatas, sehingga pergerakan harga masih rentan terhadap perubahan sentimen secara cepat.

    Potensi Dorong Pergerakan Harga

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika tren peningkatan aktivitas pembeli ini berlanjut, hal tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap pergerakan harga Bitcoin.

    Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat membuka peluang bagi Bitcoin untuk keluar dari fase konsolidasi yang saat ini masih berlangsung.

    Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi makroekonomi global serta respons investor terhadap kebijakan moneter yang akan datang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Holder XRP Tembus Rekor! Harga Siap Tembus $1.60?

    Jumlah pemegang XRP mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah, memicu spekulasi bahwa harga aset ini berpotensi menembus level krusial US$1,60 dalam waktu dekat. Data on-chain terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan dan akumulasi oleh investor.

    Meski harga sempat tertahan di area resistance, tren adopsi yang terus meningkat dinilai dapat menjadi katalis untuk pergerakan berikutnya.

    Jumlah Holder XRP Capai Rekor Baru

    Dikutip Cointelegraph, data dari Santiment menunjukkan bahwa jumlah wallet XRP yang aktif dan tidak kosong kini telah mencapai 7,7 juta alamat, level tertinggi dalam lebih dari 13 tahun sejarah XRP.

    Selain itu, jumlah alamat aktif harian juga meningkat ke level tertinggi dalam lima minggu terakhir, mencapai sekitar 46.767 alamat.

    Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan penggunaan jaringan meskipun kondisi pasar masih fluktuatif.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal onchain yang lebih sehat daripada sekadar pompa harga, karena pertumbuhan holder, aktivitas alamat, dan akumulasi whale bergerak searah.

    “Masalahnya tetap sama: kalau XRP gagal mengubah area US$1,60 jadi support, semua data bagus ini bisa mentok jadi bahan exit liquidity jangka pendek buat trader yang sudah duduk di resistance,” tuturnya.

    Baca juga: XRP Mulai Langka di Bursa? Data Tunjukkan Pasokan Menyusut

    Akumulasi Investor Dorong Sentimen Positif

    Peningkatan jumlah holder juga sejalan dengan aktivitas akumulasi oleh investor jangka panjang.

    Data menunjukkan lonjakan signifikan pada 1 Maret, dengan akumulasi lebih dari 351 juta XRP dalam satu hari, menjadi yang terbesar sejak Februari.

    Selain itu, aktivitas whale juga kembali meningkat. Indikator Whale Flow berubah positif pada Maret untuk pertama kalinya sejak November 2025, mengindikasikan berakhirnya tekanan jual yang berlangsung selama beberapa bulan.

    Pasokan di Bursa Menurun

    Di sisi lain, saldo XRP di bursa juga terus menurun dan kini berada di level terendah sejak Mei 2021.

    Penurunan ini biasanya menunjukkan bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang, yang dapat mengurangi tekanan jual di pasar.

    Kondisi tersebut berpotensi mendukung kenaikan harga jika permintaan terus meningkat.

    Level $1.60 Jadi Kunci Pergerakan Harga

    Secara teknikal, XRP saat ini berada di kisaran US$1,45 hingga US$1,50 dan tengah berupaya menembus resistance di area US$1,50–US$1,60.

    Analis menilai bahwa level US$1,60 menjadi titik krusial yang harus ditembus dan dipertahankan sebagai support untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

    Jika berhasil melewati area ini, XRP berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$1,95 hingga US$2,00, bahkan lebih tinggi dalam skenario bullish.

    Namun, jika gagal menembus resistance tersebut, harga berisiko kembali bergerak dalam fase konsolidasi.

    Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan, akumulasi investor besar, serta berkurangnya pasokan di bursa, XRP saat ini berada dalam fase penting yang dapat menentukan arah tren berikutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Sempat Tiba-Tiba Ngebut 10%, Sinyal Altcoin Season Dimulai?

    Ethereum (ETH) mencuri perhatian pasar kripto setelah melonjak lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir dan menembus level US$2.300, mencapai titik tertinggi dalam enam minggu terakhir. Kenaikan ini melampaui performa Bitcoin dan sebagian besar aset kripto lainnya.

    Dilaporkan Coindesk, lonjakan harga ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan institusional serta indikasi pergeseran minat investor dari Bitcoin ke altcoin.

    Ethereum Pimpin Kenaikan Pasar Kripto

    Dalam perdagangan terbaru, ETH mencatat kenaikan lebih dari 10%, jauh di atas Bitcoin yang hanya naik sekitar 3% pada periode yang sama.

    Performa ini menunjukkan perubahan momentum pasar, di mana aset di luar Bitcoin mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari investor.

    Meski demikian, Ethereum masih berada lebih dari 50% di bawah level tertingginya pada Agustus lalu, setelah sempat mengalami penurunan tajam selama periode bearish.

    Baca juga: Pasar Ethereum Melemah? Volume Futures 6 Kali Lebih Besar dari Spot

    Aliran Dana ETF dan Aksi Korporasi Dorong Harga

    Salah satu faktor utama penguatan ETH adalah meningkatnya aliran dana ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Ethereum.

    Data menunjukkan ETF spot Ethereum di Amerika Serikat mencatat lebih dari US$160 juta arus masuk dalam sepekan terakhir, menjadi yang tertinggi sejak pertengahan Januari.

    Selain itu, peluncuran ETF staking Ethereum oleh BlackRock juga menarik minat pasar, dengan total dana yang masuk mencapai puluhan juta dolar hanya dalam beberapa hari pertama.

    Di sisi lain, perusahaan treasury aset digital BitMine turut memperkuat permintaan dengan membeli hampir 122.000 ETH dalam dua pekan terakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal onchain dan flow yang jauh lebih sehat untuk ETH karena permintaan datang dari beberapa sumber sekaligus: ETF spot, produk staking baru, dan corporate treasury buyer. Kalau rotasi dari Bitcoin ke ETH benar-benar berlanjut.

    “ETH bisa jadi aset besar berikutnya yang mendapatkan repricing serius, meski tetap sensitif terhadap nada The Fed dan perubahan risk appetite makro,” ungkapnya.

    Indikasi Rotasi dari Bitcoin ke Altcoin

    Analis menilai pergerakan ETH ini sebagai indikasi adanya rotasi modal dari Bitcoin ke aset kripto lain.

    Ethereum juga tercatat berhasil menembus level penting terhadap Bitcoin, yang selama ini menjadi area konsolidasi sejak awal tahun.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa minat risiko investor mulai meluas, tidak lagi hanya terfokus pada Bitcoin sebagai aset utama.

    Namun demikian, para analis mengingatkan bahwa pergerakan ini masih sangat dipengaruhi kondisi makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.

    Reli Masih Rentan Tekanan Makro

    Meskipun tren saat ini menunjukkan penguatan, reli Ethereum masih berpotensi menghadapi tekanan jika kondisi makro tidak mendukung.

    Kebijakan moneter yang lebih ketat atau sentimen inflasi dapat dengan cepat membalikkan arah pasar, terutama untuk aset dengan risiko lebih tinggi seperti altcoin.

    Secara keseluruhan, kenaikan Ethereum saat ini menjadi sinyal awal perubahan dinamika pasar, namun keberlanjutan tren tersebut masih bergantung pada faktor eksternal dan arus dana institusional ke depan.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com