Tag: kripto

  • Ava Labs Gandeng Amazon Percepat Adopsi Blockchain, AVAX Naik 16%

    Ava Labs, tim di belakang jaringan platform smart contract, Avalanche (AVAX), telah bermitra dengan Amazon Web Services (AWS) untuk mempercepat adopsi blockchain secara meluas.

    Ava Labs menjelaskan kemitraan ini bertujuan untuk mendekatkan teknologi blockchain ke perusahaan, kelembagaan, dan pemerintah. Dalam pengumumannya, AWS akan mendukung jaringan Avalanche dan ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dapp).

    “Kritisnya, operator node Avalanche dapat berjalan di AWS Govcloud untuk kasus penggunaan kepatuhan Fedramp – kemampuan vital dan prasyarat untuk perusahaan dan pemerintah,” detail pengumuman hari Rabu (11/1).

    Kemitraan

    Baca juga: GALA Naik 140% Seminggu, Dorong Token Kripto Game dan NFT Bersinar

    Pendiri dan CEO Ava Labs, Emin Gün Sirer, mengatakan kolaborasi itu adalah hal yang besar dan dibandingkan dengan pengumuman blockchain lain yang melibatkan AWS. Dia bersikeras bahwa kemitraan ini “bermakna.”

    “Ini bukan hanya ‘pengumuman kemitraan AWS.’ Mari saya jelaskan dalam bahasa Inggris sederhana. Di masa lalu, rantai lain telah membayar AWS untuk meng-hosting beberapa node, dan (telah) menyatakan ini sebagai ‘mitra AWS dengan Beberapa Rantai.’ Pada kenyataannya, ‘Some Chain’ membayar AWS — mereka adalah klien AWS. Tidak ada kemitraan yang berarti,” katanya.

    Howard Wright, VP dan kepala global Kata startup AWS, menjelaskan kemampuan baru yang dibawa oleh Avalanche, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh.

    “Kami sangat senang menambahkan inovator seperti Ava Labs ke jaringan mitra kami dan mendukung alat baru untuk infrastruktur dan ekosistem Avalanche, membantu memperluas penerapannya ke geografi dan segmen pelanggan baru,” ungkapnya.

    Ilustrasi aset kripto Avalanche (AVAX). Sumber: Binance Academy.
    Ilustrasi aset kripto Avalanche (AVAX). Sumber: Binance Academy.

    Baca juga: Bappebti dan Aspakrindo Sinergi Pengembangan Perdagangan Kripto

    Token asli Avalanche, AVAX, melonjak mengikuti berita tersebut, naik 16,2 persen lebih tinggi terhadap dolar AS. AVAX sempat diperdagangkan dengan harga antara US$ 12,31 hingga US$ 14,83 per unit selama 24 jam terakhir.

    Statistik tujuh hari menunjukkan bahwa AVAX naik 29,1 persen, dan market cap AVAX saat ini adalah yang terbesar ke-19, mencapai US$ 4,51 miliar pada Kamis (12/1) pukul 08:00 WIB.

    Meskipun naik pesat setelah pengumuman AWS, AVAX masih turun 89 persen dari level tertinggi sepanjang masa US$ 144,96 pada 21 November 2021 lalu. Seperti Solana (SOL), Avalanche (AVAX) telah mendapat pukulan besar selama crypto winter.

    AVAX pernah menjadi pesaing aset kripto sepuluh besar, ia berjuang untuk mempertahankan posisi di bawah ambang batas ke-20.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

    Banyak prediksi telah dibuat untuk harga Bitcoin pada tahun 2023. Satu hal yang menjadi pertanyaan, apakah harga Bitcoin bakal naik di tahun ini?

    Beberapa analis aset kripto berkeyakinan bahwa akan ada momen bullish pada BTC, sementara yang lain memandang akan tetap bearish. Kedua pandangan tersebut tidak dapat diabaikan karena merupakan satu-satunya esensi dari cara pasar beroperasi.

    Pada artikel ini, kami akan menyoroti 3 prediksi teratas dari para analis kripto terkenal mengenai harga Bitcoin di tahun 2023.

    1. BTC Akan Anjlok hingga Rp 169 Juta

    Dikutip Watcher Guru, Founder Hex dan taipan kripto, Richard Heart, secara eksklusif mengungkapkan bahwa BTC akan jatuh ke US$ 11.000 pada tahun 2023. Menurut Heart, BTC jatuh di bawah sekitar Rp 169 juta bukan masalah ‘bagaimana’ tetapi masalah ‘kapan.’

    Iustrasi aset kripto Bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

    Baca juga: Siap-siap! Bappebti akan Umumkan 5 Aset Kripto Lokal Baru Awal 2023

    “Bitcoin akan terus turun menjadi US$ 11.000 selama ada diskon skala abu-abu untuk NAV. Ini adalah penurunan harga 85 persen normal yang dilakukan Bitcoin. Koin Mt GOX yang dirilis adalah tekanan jual yang lebih potensial,” katanya Heart.

    Anehnya, Heart benar tentang sebagian besar prediksi sebelumnya dan beberapa investor kripto memanggilnya sebagai penjelajah waktu.

    2. BTC Naik Jadi Rp 773 Juta

    Carol Alexander, seorang profesor keuangan di Universitas Sussex memperkirakan kepada CNBC, bahwa harga Bitcoin akan menyentuh US$ 50.000 atau sekitar Rp 773 juta pada tahun 2023. Sesuai prediksi Carol yang dibuat tahun lalu, BTC akan berada di titik bawa pada periode Q1 dan Q2 dan berubah bullish di Q3 dan Q4.

    Profesor itu memperkirakan bahwa whales dan institusi besar dapat mengambil BTC pada titik terendahnya di Q2, mengirimkan harganya ke US$ 50.000 di bulan-bulan mendatang.

    “Kita akan melihat satu atau dua bulan tren harga yang stabil diselingi dengan periode terbatas. Dan mungkin beberapa tabrakan singkat,” prediksinya.

    3. BTC Tenggelam di Harga Rp 77 juta

    Bitcoin zona merah
    Ilustrasi market Bitcoin masuk zona merah. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bursa Kripto di India Alami Kerugian Rp 59 T Pasca Aturan Pajak Tinggi

    Standard Chartered menerbitkan laporan terbaru pada tahun lalu yang memprediksi bahwa Bitcoin akan jatuh ke US$ 5.000 atau sekitar Rp 77 juta pada tahun 2023. Laporan tersebut menunjukkan bahwa saham-saham terkemuka dapat jatuh tahun ini yang pada akhirnya akan menyeret BTC ke dalam jurang.

    “Semakin banyak perusahaan kripto dan bursa menemukan diri mereka dengan likuiditas yang tidak mencukupi. Menyebabkan kebangkrutan lebih lanjut dan jatuhnya kepercayaan investor terhadap aset digital,” kata Eric Robertsen, kepala penelitian Standard Chartered.

    Saat artikel ini ditulis pada Kamis (12/1) pukul 08:22 WIB, harga Bitcoin diperdagangkan pada US$ 18.168 atau naik 3,98 persen dalam 24 jam terakhir. Jadi, prediksi siapa yang kamu yakini?

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Shiba Inu Kolaborasi dengan Bugatti Group & CoinGate, Nilai SHIB Naik?

    Shiba Inu kembali meramaikan pemberitaan di industri aset kripto karena membuat kemitraan penting. Baru-baru ini Shiba Inu mengumumkan kerja sama dengan Bugatti Group dan CoinGate untuk pengembangkan project kriptonya.

    Sesuai perkembangan terakhir, Shiba Inu dilaporkan telah bermitra dengan brand premium Bugatti Group yang berbasis di Montreal. Buggati Group adalah produsen tas, koper, tas bisnis, dan produk sanitasi yang terkenal. Mereka telah berkecimpung dalam bisnis ini sejak tahun 1940-an dan terkenal karena menawarkan desain yang unik dan bahan yang unggul.

    Tujuan kemitraan masih belum jelas untuk saat ini. Namun, kemungkinan akan mengembangkan project NFT bersama ataupun koleksi fashion terbaru.

    Bugatti Group

    Baca juga: Kisah Trader Kripto Muda Cuan Rp 109 Miliar Masih Tinggal Bersama Ibu

    Bugatti Group juga baru-baru ini mengikuti tren seputar peluncuran koleksi NFT dengan meluncurkan karya aset digital mereka miliknya sendiri. Sebagai bagian dari pengumuman, mereka memperkenalkan Bugatti Group Genesis NFT Collection.

    Pemilik koleksi NFT ini menerima manfaat eksklusif seperti saluran media sosial eksklusif bersama dengan diskon untuk pembelian dan pembelian di masa mendatang.

    Shiba Inu telah merilis klip video pendek dari tas tangan Bugatti Group yang menampilkan logo Shiba Inu yang dikustomisasi di atasnya. Ini adalah kemitraan penting bagi SHIB dalam dua tahun terakhir keberadaannya di pasar.

    CoinGate

    shibaswap

    Baca juga: Hong Kong Berambisi Jadi Pusat Kripto Global, Mungkinkah?

    SHIB juga mendapat untung dari kemitraan dengan CoinGate melalui Wix, platform SaaS global. Kolaborasi baru ini akan memanfaatkan platform Wix yang telah beroperasi di Spanyol, Lituania, Jerman, dan Belanda untuk memperluas pengunaan SHIB sebagai solusi pembayaran kripto di berbagai toko online.

    Selain SHIB, Wix akan menawarkan pembayaran dalam Bitcoin dan 70 koin kripto lainnya, serta dalam mata uang fiat paling populer, seperti EUR, USD, dan GBP.

    Harga SHIB sempat melonjak karena berita kolaborasi ini. Menurut data CoinMarketCap, nilai Shiba Inu (SHIB) pada Jumat (13/1) pukul 11.00 WIB terpantau diperdagangkan di US$ 0,000009477, naik 1,13 persen dalam 24 jam terakhir.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik di Atas Rp 318 Juta, Top Altcoin Raih Keuntungan Dua Digit

    Tahun 2023 dimulai dengan catatan positif karena pasar menunjukkan reli yang luar biasa dengan Bitcoin dan altcoin lainnya menunjukkan keuntungan dua digit. Ini menjadi kabar yang baik untuk investor aset kripto.

    Tahun 2022 secara kolektif adalah salah satu “musim dingin kripto” yang paling sulit dalam sejarah. Jatuhnya harga dan runtuhnya dua raksasa aset kripto yang memiliki market cap besar telah memperburuk keadaan pasar.

    Sementara itu, komunitas kripto juga mengantisipasi reli positif pada 2023, terbukti di awal tahun ini, pasar telah memberikan hasil seperti yang diharapkan investor maupun trader.

    Bitcoin Naik Lampaui Rp 318 Juta

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Kontestan El Savador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

    Bitcoin (BTC), yang melayang di sekitar kisaran US$ 16.000, akhirnya kembali menyentuh harga US$ 21.075 selama akhir pekan. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada Senin (16/1) pukul 08.30 WIB, harga BTC naik 22,89 persen selama tujuh hari terakhir dan mencapai US$ 21.126 atau sekitar lebih dari Rp 318 juta.

    Tidak hanya Bitcoin, altcoin utama lainnya, termasuk Ethereum, juga menunjukkan keuntungan lebih dari 21,4 persen selama tujuh hari terakhir. Dari level terendah bulanan lalu di kisaran harga US$ 1.160, kini ETH menyentuh US$ 1.566 pada saat artikel ini ditulis.

    Salah satu altcoin utama dengan perolehan terbanyak adalah Solana, yang menunjukkan kenaikan 71 persen selama tujuh hari terakhir capai harga US$ 23,20.

    Kapitalisasi Pasar Kripto

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

    Kenaikan harga BTC juga memompa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hingga hampir menyentuh US$ 1 triliun. Menurut data Coingecko, kapitalisasi pasar kripto global juga sempai melewati US$ 1,02 triliun.

    Kenaikan kapitalisasi ini tercatat mencapai 15,5 persen year-to-date. Meski demikian, angkanya masih turun 50 persen dari kapitalisasi pasar kripto sebelum runtuhnya ekosistem Terra di US$ 1,88 triliun.

    Kenaikan market kripto pada akhir-akhir ini didorong oleh faktor Consumer Price Index (CPI) atau Indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang diumumkan turun pada Kamis (12/1) malam WIB. Sesuai dengan prediksi para ekonom, CPI Desember turun 0,1 persen dari November menjadi 6,5 persen.

    Pasar kripto secara umum berada dalam reli hijau. Namun, tidak jelas apakah ini adalah akhir dari bear market selama setahun dan awal dari reli bullish penuh.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

    Tokocrypto, salah satu crypto exchange terbesar di Indonesia kembali menggelar kompetisi trading di awal tahun 2023. Kompetisi dengan total hadiah hingga Rp 200 juta ini digelar dengan kolaborasi bersama Binance, crypto exchange terpopuler di dunia.

    Perkembangan tren investasi aset kripto semakin meningkat setiap tahunnya, malahan jumlah investor perorangan atau investor ritel tercatat semakin meningkat. Menurut data Bappebti hingga November 2022, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 16,55 juta. Tren kenaikan ini terus berlanjut, walau market kripto sepanjang 2022 mengalami kelesuan.

    “Memasuki awal tahun 2023, market kripto kembali bergerak naik. Hal ini bisa menjadi momen yang tepat, bagi investor maupun trader kembali meramaikan pasar dan menerapkan strategi khusus untuk mendapatkan untung. Namun, tetap memperhatikan riset dan profil risiko,” kata Public Relations Tokocrypto, Bianda Ludwianto.

    Kompetisi Trading

    Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan dari PPATK

    Seiring dengan market kripto yang tengah berangsur pulih, Tokocrypto bersama Binance menggelar program Trading Competition dalam rangkaian menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2023. Periode kompetisi berlangsung mulai tanggal 10 hingga 30 Januari 2023.

    Dalam ajang kompetisi trading kripto ini, baik investor dan trader dapat juga memanfaatkan fitur TKO Trading Fees yang merupakan fitur diskon hingga 20 persen untuk membayar trading fee aset kripto dengan TKO di platform Tokocrypto.

    “Dengan fitur TKO Trading Fees, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon trading fee ini bisa digunakan oleh semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto,” kata Bianda.

    Tokocrypto dan Binance

    Ilustrasi Tokocrypto
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Kisah Trader Kripto Muda Cuan Rp 109 Miliar Masih Tinggal Bersama Ibu

    Adapun salah satu syarat untuk mengikuti kompetisi trading ini adalah peserta harus sudah menyelesaikan proses verifikasi know-your-customer (KYC) level 1. Memasangkan koin kripto USDT/BUSD/BIDR dengan semua pairing tidak termasuk BTC. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 3 Februari 2023. Untuk informasi lengkap bisa buka link berikut ini.

    “Ini merupakan kolaborasi pertama Tokocrypto dan Binance setelah pengumuman penambahan kepemilikan saham pada akhir tahun lalu. Meskipun, Binance adalah pemegang saham terbesar sejak tahun 2020, Binance tidak akan terlibat dalam pengelolaan Tokocrypto. Kedua perusahaan akan dioperasikan secara independen, tidak ada rencana pengubahan nama atau brand,” jelas Bianda.

    Tercatat hingga saat ini pengguna Tokocrypto telah mencapai lebih dari 2,9 juta pengguna dengan volume trading mencapai Rp 138 triliun selama tahun 2022. Tokocrypto terus berkolaborasi dengan mitra dan seluruh stakeholders untuk menguatkan industri aset kripto di Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Kembali Reli Panjang, Adakah Risiko Bull Trap?

    Mengawali tahun 2023, market kripto nampak bergairah. Terbukti harga Bitcoin (BTC) kembali capai level psikologis di atas US$ 20.000 atau sekitar Rp 300 juta dalam beberapa hari terakhir.

    Tim analis Tokocrypto melihat kenaikan market ini didorong oleh indeks dolar AS (DXY) yang mendingin dan data inflasi AS yang positif dalam laporan Consumer Price Index (CPI) terbaru dirilis pekan lalu, menjaga laju kripto yang lebih tinggi.

    Data inflasi AS diumumkan turun sesuai dengan prediksi menjadi sebesar 6,5 persen. Laju inflasi yang lebih lambat kemungkinan akan membuka jalan bagi The Fed untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga menjadi 25 basis poin dari 50 bps pada bulan Desember 2022.

    Sejak harga Bitcoin naik ke level tertinggi tahunan di level US$ 18.898 pada 12 Januari lalu, banyak investor dan trader yang menyakini bahwa US$ 15.600 merupakan titik bottom BTC yang baru. 

    Sentimen Positif

    Kenaikan ke titik US$ 20.000 ini merupakan yang pertama kalinya sejak keruntuhan, FTX, yang mulai kolaps pada November lalu. Saat itu, BTC terjun bebas dari US$ 21.300 menjadi US$ 15.600 atau 20% hanya dalam waktu lima hari saja. Meski harga masih belum pulih sepenuhnya, nilai BTC saat ini masih lebih rendah 71% dari all time high (ATH) di US$ 69.000 pada November 2021.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin Naik di Atas Rp 318 Juta, Top Altcoin Raih Keuntungan Dua Digit

    “Kenaikan harga BTC juga memompa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hingga hampir menyentuh US$ 1 triliun. Ini juga menjadi menambah kepercayaan diri pelaku pasar kripto, sehingga sentimen market kembali positif,” jelas Tim Analis Tokocrypto.

    Ada kenaikan dari Fear and Greed Index yang berhasil menyentuh level 45 pada Senin (16/1) ATAU naik 20 poin dari tujuh hari sebelumnya. Pencapaian market pada pekan lalu, bisa dilabeli sebagai “green weekend”, karena keseluruhan aset kripto mengalami kenaikan yang cukup signifikan, baik Bitcoin maupun altcoin pada penutupan kandil mingguannya.

    Ancaman Bull Trap dan Overbought

    Dari analisis teknikal, Bitcoin tampaknya sudah masuk dalam zona resistensi yang berada di kisaran angka US$ 21.000. Namun di sisi lain ada ancaman bull trap yang harus diwaspadai investor.

    Tekanan beli tinggi menjadi faktor utama naiknya harga Bitcoin, hal tersebut terlihat dari kenaikan Relative Strength Index (RSI) yang berhasil menyentuh level 50. Jika sinyal RSI berada di atas 50, maka tren sedang naik.

    Di sisi lain, tim Analis Tokocrypto melihat dari RSI BTC sudah menunjukkan sinyal overbought menuju level di bawah 50. Dengan sinyal tersebut harga BTC diproyeksikan akan kembali terkoreksi. Overbought sudah sering terjadi di market kripto, ketika harga aset sudah mencapai reli panjang, akan mengalami sedikit koreksi dan ada kemungkinan bisa bull run.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Mastercard & Polygon Kolaborasi Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

    Menanti Sikap The Fed

    Saat ini, BTC mungkin akan mengalami pola koreksi jika gagal breakout. Level resistensi terdekat berada di US$ 21.321 dan menjadi penghalang terdekat yang harus ditembus untuk bergerak lebih tinggi. Namun, apabila terjadi breakout akan menarik ke level support pada harga US$ 20.879.

    Di samping itu, sikap The Fed juga menjadi penentu masa depan market kripto. Jika melihat pergerakan suku bunga pada pertemuan FOMC di Februari mendatang terjadi kenaikan sebesar 50 basis poin, maka masih berada di jalan yang panjang untuk menekan inflasi AS pada tahun ini.

    Secara mayoritas, para ahli percaya bahwa kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih ketat tidak akan memungkinkan Bitcoin untuk pulih secara tajam dalam waktu dekat. Seperti di pasar yang tidak pasti seperti ini, investor tidak akan memilih untuk berinvestasi atau membeli aset berisiko, seperti Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hong Kong Berambisi Jadi Pusat Kripto Global, Mungkinkah?

    Hong Kong telah menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi pusat kripto global, setelah runtuhnya crypto exchange, FTX. Ambisi ini telah lama direncanakan dan pemerintah mulai serius dalam mewujudkannya.

    Sekretaris Keuangan Hong Kong, Paul Chan Mo-po, mengatakan kembali komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan industri aset digital pada pertemuan puncak web3 di Cyberport, Senin (9/1).

    “Karena bursa kripto tertentu runtuh satu demi satu, Hong Kong menjadi titik berdiri yang berkualitas bagi korporat aset digital,” kata Mo-po dikutip Bitcoin.com.

    Aturan Kuat

    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Mastercard Kolaborasi Polygon Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

    Mo-po menambahkan bahwa pihaknya memiliki kerangka peraturan yang kuat untuk kripto yang sesuai dengan norma dan standar internasional.

    Sementara, Joseph Chan, wakil menteri untuk jasa keuangan dan Departemen Keuangan untuk pemerintah Hong Kong, mengungkapkan pihaknya sedang bersiap untuk mengeluarkan lebih banyak lisensi untuk perusahaan perdagangan aset digital.

    Selain itu, sedang merencanakan konsultasi pada platform kripto untuk mengeksplorasi potensi partisipasi ritel di industri ini.

    Dorong Investasi

    Hong Kong bakal izinkan penuh perdagangan aset kripto. Foto: REUTERS/Tyrone Siu.
    Hong Kong bakal izinkan penuh perdagangan aset kripto. Foto: REUTERS/Tyrone Siu.

    Baca juga: WEF Percaya Kripto dan Blockchain Jadi Bagian Integral Ekonomi Modern

    Hong Kong mendorong untuk menjadi pusat kripto global, meskipun runtuhnya FTX dan beberapa perusahaan aset digital lainnya yang mengajukan kebangkrutan. Setelah bertahun-tahun peraturan kripto yang ketat, pemerintah sekarang mendorong untuk memudahkan investor ritel untuk memperdagangkan aset digital.

    Bulan lalu, Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong mengeluarkan pernyataan peringatan tentang risiko yang terkait dengan platform aset digital yang menawarkan simpanan, tabungan, pendapatan, dan layanan staking.

    Elizabeth Wong, SFC’s director of licensing and head of the fintech unit, mengatakan pada Oktober tahun 2022 lalu: “Kami telah memiliki empat tahun pengalaman dalam mengatur industri ini… Kami pikir ini mungkin saat yang tepat untuk benar-benar memikirkan dengan hati-hati tentang apakah kami akan melanjutkan persyaratan khusus investor profesional ini.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kisah Trader Kripto Muda Cuan Rp 109 Miliar Masih Tinggal Bersama Ibu

    Seorang trader kripto berusia 25 tahun yang masih tinggal bersama ibunya sukses mendapatkan cuan sebesar Rp 110 miliar. Keuntungan itu dia dapat dari trading dan menjalankan bisnis perdagangan kripto.

    Dikutip Cointelegraph, trader kripto muda itu adalah Darren Nguyen yang berasal dari Australia. Nguyen diketahui telah memperdagangkan kripto senilai hampir 3 miliar dolar Australia (US$ 2 miliar) pada tahun 2021 dan menjalankan kerajaan kriptonya dari rumah orang tuanya di Sydney, Australia.

    Nguyen memiliki bisnis perdagangan kripto, PO Street Capital yang terdaftar di rumah orang tuanya di Guildford, Sydney. Bisnis kripto Nguyen membawa pulang laba setelah pajak sebesar AU$ 10,41 juta atau sekitar Rp 110 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni 2021, menurut pengajuan dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC).

    Keuntungan Nguyen

    Ilustrasi perdagangan aset kripto di Australia. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi perdagangan aset kripto di Australia. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Samsung Gandeng Polygon Masuk ke Web3, Akankah MATIC Melonjak?

    Keuntungan Nguyen berasal dari total perdagangan kripto senilai AU$ 2,98 miliar (US$ 2 juta) selama periode 12 bulan. Itu adalah peningkatan besar dari pendapatan Nguyen tahun sebelumnya, yang berjumlah sekitar AU$ 692.182 (US$ 470.780) pada tahun 2020.

    Auditor PO Street Capital menulis bahwa hasil menunjukkan laba bersihnya meningkat 1.404,12 persen pada tahun 2021, dibandingkan tahun sebelumnya.

    Menurut pengajuan, PO Street Capital memiliki provisi jangka pendek senilai AU$ 4,3 juta (US$ 2,9 juta) pada Juni 2021, di samping pinjaman sebesar AU$ 1,3 juta (US$ 883.960) yang dibayarkan kembali ke Nguyen, tetapi tidak memiliki utang lain dalam pembukuannya.

    Nguyen juga menerima dividen sebesar AU$ 873.200 (US$ 593.750) dari keuntungan tahun itu.

    Keluarga Tertutup

    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Pendiri TRON Foundation Justin Sun Singgung Pi Network dan CoreDAO

    Dilaporkan The Australian, keluarga Nguyen tetap bungkam tentang bisnis perdagangan kripto yang dijalankan oleh pria berusia 25 tahun tersebut. Ibunya menolak mengomentari apa yang dia ketahui tentang aktivitas perdagangan yang terjadi di bawah atap rumahnya.

    Sementara itu, Nguyen juga tutup mulut tentang bisnisnya, termasuk strategi perdagangannya dan bagaimana kinerja PO Street Capital untuk tahun keuangan terakhir, yang berakhir pada 30 Juni 2021.

    Khususnya, peningkatan besar-besaran kinerja PO Street Capital pada tahun 2021 bertepatan dengan kenaikan harga kripto yang meroket antara 1 Juli 2020, dan 30 Juni 2021. Namun, dengan penurunan pasar sejak saat itu, tidak jelas bagaimana hal itu berdampak pada Nguyen dan PO Street Capital.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Stabil di Atas $ 17.000, Saat Sikap The Fed Kembali Dingin

    Bitcoin (BTC) bertahan stabil karena dolar AS menunjukkan sedikit tanda pemulihan setelah pidato Ketua The Fed, Jerome Powell pada Selasa (10/1) yang mendingin dan menunjukan akan terus bersikap hawkish.

    Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan 1,27% lebih tinggi di US$ 17.412, setelah menyentuh level tertinggi tiga minggu di US$ 17.391 pada hari Senin (9/1), menurut data CoinDesk. Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua, naik hampir 1% menjadi US$ 1.332.

    Powell mengatakan data inflasi baru yang keluar akhir pekan ini akan membantu The Fed memutuskan apakah mereka dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang, menjadi hanya kenaikan seperempat poin daripada peningkatan yang lebih besar.

    Data Ekonomi AS

    Jika data harga konsumen AS yang dirilis pada hari Kamis (12/1) mengkonfirmasi penurunan yang terlihat dalam laporan pekerjaan bulanan terbaru, Presiden Bank Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (9/1) bahwa ia harus menganggap kenaikan seperempat poin “lebih serius dan bergerak ke arah itu.”

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    Setelah hampir satu tahun kenaikan suku bunga agresif yang dirancang untuk memperlambat ekonomi dan membuat inflasi melonjak, The Fed mengatakan mereka didorong oleh perlambatan data pekerjaan dan pertumbuhan upah baru-baru ini yang dapat menandakan inflasi yang lebih dingin ke depan.

    Tetapi mereka enggan untuk menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan turun ke lebih kecil terlalu cepat, karena takut membuat inflasi tinggi dan pada akhirnya memaksa The Fed untuk menaikan suku bunga lebih lanjut.

    Market Kripto Takut

    Dikutip Coindesk, dalam beberapa pekan terakhir, aset berisiko mencerminkan meningkatnya keyakinan bahwa The Fed akan mengakhiri siklus kenaikan suku bunga pada kuartal ini dan beralih ke penurunan suku bunga pada kuartal ketiga. Itu terbukti dari penurunan indeks dolar AS setelah risalah pertemuan The Fed bulan Desember yang baru-baru ini dirilis dan beberapa pejabat Fed mengulangi jalur suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

    “Pastinya, pasar tidak setuju dengan narasi Fed tentang suku bunga yang diambil menjadi 5,00% dan dipertahankan di sana untuk waktu yang lama. Pasar tampaknya menghargai siklus pelonggaran 50bp pada 2H23,” Frantisek Taborsky, ahli strategi valuta asing di ING.

    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

    Baca juga: Analis Beberkan Ini Akan Terjadi Sebelum Harga Bitcoin Naik

    “Dengan asumsi bahwa baik komentar Powell maupun NFIB tidak mematahkan narasi pembangunan Fed yang lebih santai (dan IHK (Indeks Harga Konsumen) AS hari Kamis juga akan menjadi kunci untuk cerita ini), kami berharap momentum tetap terhadap dolar AS,” Taborsky menambahkan.

    Pelemahan dolar AS yang berkelanjutan kemungkinan akan menjadi pertanda baik bagi Bitcoin, membantu aset kripto membangun penembusan bullish baru-baru ini di atas simple moving average (MA) 50 hari.

    “Bitcoin telah melihat tindak lanjut naik sejak menembus di atas MA 50-hari akhir pekan lalu karena momentum jangka pendek yang lebih baik. Penembusan jangka pendek menempatkan resistensi berikutnya di dekat US$ 18.400,” Katie Stockton, pendiri dan mitra pengelola di Fairlead Strategies.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Siap-siap! Bappebti akan Umumkan 5 Aset Kripto Lokal Baru Awal 2023

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyiapkan sejumlah aset kripto baru yang bisa diperdagangkan secara legal di Indonesia pada awal 2023. Investor kripto di Indonesia akan memiliki banyak pilihan ke depannya.

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menerangkan saat ini Bappebti masih mengatur jenis aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Adapun saat ini terdapat 383 jenis aset kripto yang legal masuk dalam daftar whitelist.

    “Saat ini ada 383 jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan di Indonesia, melalui penilaian yang ketat, penilaian yang terus menerus baik oleh pedagang dan Bappebti, 10 di antaranya adalah koin lokal, dari teman-teman di dalam negeri,” kata Didid dikutip kumparan, Kamis (5/1).

    Kripto Lokal Baru

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

    Didid melanjutkan pihaknya tengah melakukan kajian terhadap 151 aset kripto baru secara ketat, terutama pada pengembangan koin tersebut. Dari ratusan aset tersebut di dalamnya ada 10 jenis kripto lokal lagi. Harapannya, jumlah aset kripto yang berasal dari Indonesia bisa bertambah.

    “Kami sedang lakukan analytical hierarchy process (AHP) terhadap 151 jenis koin di mana, di dalamnya itu ada 10 jenis koin lokal juga.Mudah-mudahan di akhir bulan ini, minggu keempat Januari, kami akan menyampaikan beberapa jenis koin lagi yang bisa diakui untuk diperdagangkan di Indonesia. Setidaknya ada 5 koin lokal lagi dari 10 yang sudah di-review,” ujarnya.

    Bappebti juga mendorong penerbitan aset kripto lokal lebih banyak lagi, tetapi tetap sesuai persyaratan yang sudah ditentukan. Bappebti akan melakukan supervisi, pendampingan, agar aset itu bisa memenuhi kriteria-kriteria yang sudah ditentukan.

    Daftar Kripto Lokal Masuk Daftar Bappebti

    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti. Sumber: TokoNews.
    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti. Sumber: TokoNews.

    Baca juga: Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

    Sebelumnya, dalam Perba Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, memuat daftar aset kripto legal yang berasal dari Indonesia.

    Daftar itu mengadopsi pendekatan positive list yang bertujuan untuk memperkecil risiko diperdagangkannya jenis aset kripto tidak memiliki kejelasan whitepaper atau yang memiliki tujuan ilegal, seperti pencucian uang dan sebagainya.

    Di antara 383 jenis aset kripto, terdapat sejumlah project kripto lokal yang masuk. Berikut ini adalah beberapa project kripto lokal tersebut:

    • Toko Token (TKO)
    • VCGamers (VCG)
    • NanoByte Token (NBT)
    • BIDR (BIDR)
    • Kunci Coin (KUNCI)
    • PTU Token (PTU)
    • Rupiah Token (IDRT)
    • Degree Crypto Token (DCT)
    • Ana Coin
    • Cindrum (CIND)
    • Livepeer (LPT)
    • Shill Token (SHILL)

    Untuk membeli atau melakukan transaksi aset kripto bisa melalui platform atau Centralized Exchange (CEX) resmi yang terdaftar di Bappebti, seperti Tokocrypto, Indodax, PINTU, Digitalexchange dan lainnya.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com