Tag: kuliah

  • Seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia Dalam Negeri 2024 Diumumkan, Begini Cara Ceknya!


    Jakarta

    Hasil seleksi akhir Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Dalam Negeri Tahun 2024 sudah mulai diumumkan. Sudah cek hasil seleksi milikmu?

    Seperti yang diketahui BPI adalah program beasiswa pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (BPI Kemendikbudristek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Beasiswa ini mendanai program bergelar jenjang S1, S2, dan S3 di kampus luar dan dalam negeri serta program tidak bergelar (non-degree.)

    Seleksi 2024 untuk BPI Dalam Negeri dan Luar Negeri dibuka pada Mei-Juni lalu. Peserta harus melalui dua jenis seleksi yakni administrasi dan substansi.


    Hasil seleksi akhir disampaikan kepada panitia seleksi untuk dilakukan rapat pleno. Mereka yang disetujui dalam rapat pleno ditetapkan sebagai penerima beasiswa BPI Kemendikbudristek yang diumumkan Jumat (11/10/2024) kemarin.

    Adapun cara cek apakah peserta lolos seleksi BPI Dalam Negeri Tahun 2024 dan informasi lainnya yakni sebagai berikut.

    Cara Cek Hasil Seleksi BPI Dalam Negeri 2024

    Mengutip postingan Instagram Awardee BPI, Sabtu (12/10/2024) peserta bisa melihat hasil seleksi melalui akun pendaftaran dan surel yang digunakan saat pendaftaran BPI. Untuk melihat pengumuman melalui akun pendaftaran langkah-langkahnya yakni:

    1. Buka laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id/pendaftaran/login

    2. Masukkan Username/NIK yang telah didaftarkan.

    3. Masukkan password yang telah didaftarkan.

    4. Masukan hasil penjumlahan Capcha yang tertera lalu klik “Sign In”.

    5. Setelah berhasil masuk akun, peserta akan langsung mendapat pengumuman hasil seleksi BPI.

    6. Pelamar juga bisa mengecek hasil melalui surel terdaftar. Akan ada sebuah email dengan subjek “Pengumuman Hasil Seleksi” dari alamat noreply@bpikemdikbud.id.

    Pelamar yang dinyatakan lolos akan mendapatkan informasi registrasi ulang dan langkah selanjutnya kemudian. Informasi ini akan disampaikan secara berkala melalui email masing-masing awardee.

    “Bagi yang dinyatakan Lolos dan diterima Beasiswa Pendidikan Indonesia Dalam Negeri untuk informasi registrasi ulang dan langkah selanjutnya akan diinfokan kembali, cek secara email masing-masing ya,” tulis Awardee BPI di postingan akun Instagram resminya.

    Komponen Pembiayaan BPI Kemendikbudristek

    Pelamar yang berhasil lolos seleksi akan mendapat komponen pembiayaan beasiswa yang meliputi:

    1. Dana Pendidikan

    • Biaya kuliah (tuition fee)
    • Pendaftaran
    • Tunjangan buku
    • Bantuan penelitian tesis/disertasi
    • Bantuan publikasi jurnal internasional

    2. Biaya Pendukung

    • Transportasi
    • Aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Kedatangan
    • Biaya hidup bulanan
    • Keadaan darurat
    • Tunjangan keluarga

    Pelanggaran dan Sanksi BPI Kemendikbudristek

    Selama berstatus mahasiswa BPI Kemendikbudristek, pelamar harus mematuhi peraturan yang ada. Mereka yang melanggar akan mendapat sanksi sesuai yang tertera dalam Buku Panduan BPI Bergelar Tahun 2024. Adapun sanksi tersebut yakni:

    1. Pendaftar yang melakukan kecurangan selama tahapan pendaftaran dan/atau seleksi beasiswa dikategorikan sebagai pelanggaran ketentuan dan persyaratan seleksi.
    2. Pendaftar yang melanggar ketentuan dan persyaratan seleksi akan digugurkan dan tidak dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
    3. Apabila pendaftar yang telah ditetapkan sebagai Calon Penerima Beasiswa atau Penerima Beasiswa di kemudian hari diketahui melanggar ketentuan dan persyaratan seleksi dan/atau tidak memenuhi persyaratan yang disampaikan pada surat pernyataan, maka akan diberi sanksi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BPPT.
    4. Apabila pendaftar yang telah ditetapkan sebagai Calon Penerima Beasiswa atau Penerima Beasiswa di kemudian hari diketahui memberikan informasi atau dokumen yang tidak benar atau palsu, maka akan dikenakan sanksi administratif berat berupa pemberhentian sebagai penerima beasiswa. Ia juga memiliki kewajiban pengembalian dana studi yang telah diterima dan pemblokiran untuk mengikuti program BPPT di masa mendatang.
    5. Bagi pendaftar yang lulus seleksi substansi dan tidak memenuhi ketentuan di atas, maka BPPT dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa.

    Itulah informasi terkait pengumuman BPI Dalam Negeri 2024. Bagaimana dengan hasil milikmu detikers?

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Baznas ke Rusia Dibuka! Kuota 100 Mahasiswa-Dapat Rp 1 Juta Tiap Bulan



    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka beasiswa khusus mahasiswa yang tengah berkuliah di Rusia. Beasiswa ini mencakup pembinaan, seragam, hingga uang saku sebesar Rp 1 juta per bulan selama 2 tahun.

    Direktur Pendistribusian Baznas RI Ahmad Fikri mengatakan jika salah satu latar belakang program adalah untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Diharapkan mahasiswa yang tengah menekuni studi di berbagai bidang kelak dapat menyongsong Indonesia Emas.

    Selain itu, pihaknya juga mengaku banyak mendengar kabar mengenai beasiswa dari para penerima. Penerima beasiswa mengatakan jika beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Rusia hanya menawarkan bantuan pendidikan dan asrama. Hal ini membuat para mahasiswa harus mencari uang saku sendiri atau bergantung pada keluarga di Indonesia.


    “Terdapat 530 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 yang tersebar di 11 kota. Mayoritas Beasiswa Rusia berupa tuition fee dan dormitory sehingga belum termasuk allowance atau living cost. Mahasiswa harus mencari sendiri,” ujar Ahmad dalam Peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia Tahun 2024 disiarkan via Youtube Baznas TV dikutip Jumat (11/10/2024).

    Tak hanya itu, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan juga belum membuka tawaran beasiswa di Rusia. Melihat hal ini, Baznas memutuskan untuk membuka beasiswa khusus mahasiswa Indonesia di Rusia bernama BCB Rusia.

    “Beasiswa Cendekia Baznas Rusia adalah program beasiswa sarjana dan pascasarjana yang diperuntukkan bagi mahasiswa khususnya alumni pesantren yang sedang menempuh pendidikan di Rusia. Beasiswa ini diprioritaskan pada jurusan STEM,” jelas Ahmad.

    Beasiswa akan diberikan selama maksimal 2 tahun dan akan dilakukan evaluasi per 6 bulan (1 semester). Penilaian dilakukan untuk mengevaluasi dan monitoring terhadap kelanjutan beasiswa peserta.

    Cakupan Beasiswa Cendekia Baznas Rusia 2024

    1. Pembinaan/Mentoring
    2. Uang Saku Rp 1.000.000,00/bulan selama maksimal 2 tahun
    3. SeragamPDH

    Syarat Umum Beasiswa Cendekia Baznas Rusia 2024

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    2. Muslim
    3. Laki-laki/Perempuan
    4. Tidak sedang menerima beasiswa yang mencakup biaya hidup (living cost)
    5. Diutamakan alumni pesantren
    6. Diutamakan dari jurusan STEM
    7. Berprestasi baik secara akademik maupun non akademik
    8. Melampirkan ijazah dan transkrip nilai
    9. Mendapat rekomendasi dari tokoh masyarakat
    10. Surat Pernyataan
    11. Membuat esai “Kuliah di Rusia dan Kontribusi Pasca Lulus”
    12. Mengikuti rangkaian proses seleksi beasiswa
    13. Melengkapi seluruh dokumen persyaratan yang tertera

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa Cendekia Baznas Rusia 2024

    1. Formulir pendaftaran
    2. KTP
    3. Kartu Keluarga (KK)
    4. Surat keterangan aktif
    5. Transkrip nilai
    6. Ijazah pendidikan terakhir
    7. Surat rekomendasi
    8. Surat pernyataan
    9. Esai “Mengapa “Kuliah di Rusia dan Kontribusi Pasca Lulus”

    Jadwal Beasiswa Cendekia Baznas Rusia 2024

    Pendaftaran: 11-18 Oktober 2024
    Seleksi administrasi: 19-25 Oktober 2024
    Pengumuman seleksi administrasi: 29 Oktober 2024
    Seleksi wawancara: 4-5 November 2024
    Pengumuman SK Kelulusan: 15 November 2024
    Daftar ulang: 18-20 November 2024
    Temu perdana dan pembinaan di Moskow, Rusia: 9 Desember 2024

    Pendaftaran Beasiswa Baznas ke Rusia dapat dilakukan pada https://bazn.as/PendaftaranBCBRusia2024. Selamat mendaftar!

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pastikan RI Tak Defisit SDM Unggul



    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan bahwa alumni awardee beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak wajib pulang ke Indonesia. Mengapa demikian?

    Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan alumni LPDP berkarier. Selain itu, pasalnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi seluruh alumni LPDP.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo dilansir dari detikNews, Kamis (7/11/2024).


    Atas hal ini, beberapa pakar pendidikan menyampaikan pendapatnya. Salah satunya pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Achmad Hidayatullah PhD.

    Menurut Achmad, kabar ini dapat menjadi angin segar bagi para alumni dan calon pelamar beasiswa yang digulirkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut. Tentunya, kebijakan tak wajib pulang ini menguntungkan bagi yang ingin berkarier di luar negeri.

    Ada Kesan Lepas Kontrol terhadap Alumni LPDP

    Di satu sisi, Achmad melihat kebijakan berdampak baik tapi sisi lainnya dapat menimbulkan kesan lepas kontrol. Alumni LPDP bisa merasa bebas dan tidak harus memberikan kontribusinya bagi Indonesia.

    “Pada satu sisi ada kesan pemerintah lepas kontrol terhadap alumni LPDP untuk tidak terlibat dalam membangun dan berkontribusi untuk bangsa. Hal ini bisa diasumsikan bahwa pemerintah menyadari lapangan kerja tidak cukup tersedia bagi mereka yang lulus kuliah di LN dengan dukungan LPDP,” katanya, dikutip dari laman UM Surabaya (7/11/2024).

    Meski demikian, jika alumni dipaksa harus pulang ke Indonesia Achmad khawatir ada potensi ilmu pengetahuan mereka tak terpakai. Mereka bisa saja terpaksa bekerja di bidang yang tak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

    “Saya pikir kalau lapangan kerja tersedia dan pendapatan yang setidaknya membuat hidup layak tersedia di Indonesia, banyak dari mereka yang akan pulang ke Indonesia,” tambahnya.

    Pemerintah Harus Pastikan RI Tak Defisit SDM Unggul

    Kemudian Achmad mengingatkan pemerintah untuk memikirkan strategi dalam menerapkan aturan tersebut. Menurutnya jangan sampai Indonesia jadi kekurangan sumber daya manusia (SDM) unggul karena mereka lebih memilih bekerja di luar negeri.

    Sehingga cara untuk mengatasi kesenjangan tersebut harus dimatangkan terlebih dahulu. Harapannya, kebijakan ini tak dimanfaatkan negara lain untuk mengambil orang-orang kompeten dari Indonesia.

    Achmad pun mengkhawatirkan kebebasan bagi alumni LPDP ini dijadikan batu loncatan saja. Bisa saja ada yang menjadikan beasiswa LPDP sebagai cara untuk meraih impiannya saja tanpa memikirkan nasib bangsa yang sudah menyumbangkan uang mereka untuk beasiswa ini.

    Bila detikers ingin menyampaikan pendapatnya soal bagaimana penerima beasiswa LPDP ini bersikap, pulang ke Indonesia atau berkontribusi dari luar negeri, silakan sampaikan pendapatnya di Point of View detikcom di sini!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Penerima Beasiswa LPDP Tak Wajib Pulang Sudah Sesuai Perundang-undangan


    Jakarta

    Pengamat pendidikan Doni Koesoema menilai wacana penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) tidak wajib pulang ke Tanah Air jika mendapat izin sudah sesuai ketentuan perundang-undangan.

    “Setiap warga negara Indonesia akan berhak memperoleh pekerjaan, untuk mencari kebaikan bagi mereka, dan itu tidak terbatas di Indonesia saja tetapi di seluruh negara,” kata Doni pada detikEdu, Kamis (7/11/2024).

    “(Terutama) mereka bekerja bagi kemanusiaan, bagi peradaban, dan mereka tetap membawa dampak besar bagi bangsa. Jadi sebenarnya nggak ada masalah dengan kebijakan ini,” sambungnya.


    Penerima Beasiswa LPDP yang Tidak Wajib Pulang

    Doni mengatakan, LPDP Kementerian Keuangan selaku pengelola program beasiswa LPDP berhak jika sekiranya berencana memperluas kriteria alumni beasiswa LPDP yang tidak wajib pulang ke Tanah Air.

    Diketahui, berdasarkan aturan LPDP saat ini, kelompok alumni beasiswa LPDP yang tak wajib pulang ke Indonesia antara lain PNS, anggota Polri, personel TNI, pegawai BUMN, hingga pegawai swasta yang ditugaskan di luar negeri. Dokter dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan juga dikenakan pengecualian ini.

    Pengecualian yang sama juga berlaku bagi alumni beasiswa LPDP yang menjadi perwakilan RI pada lembaga internasional di mana Indonesia menjadi negara anggota. Contohnya seperti menjadi anggota PBB, IMF, dan IDF.

    Alumni yang hendak lanjut studi, postdoctoral maupun magang di luar negeri juga dapat mengurus izin tidak pulang ke Tanah Air sesuai ketentuan. Bagi pemagang misalnya, magang harus dimulai paling lambat 3 bulan sejak tanggal lulus dan maksimal selama 3 tahun.

    “Misal mereka sudah dapat beasiswa dari kampusnya (di luar negeri) untuk melanjutkan kuliah di sana, masa harus tunggu 5 tahun baru lanjut beasiswanya? Tidak masuk akal,” ucapnya.

    Doni menggarisbawahi, jika nanti ada perubahan atas ketentuan di atas, perlu disepakati sejak awal sebagai komitmen antara pengelola beasiswa dan penerima beasiswa LPDP.

    Mempertanyakan Lahan Pekerjaan

    Ia mengatakan, aturan wajib pulang ke Tanah Air juga tidak masuk akal tanpa alasan yang jelas. Ia menekankan, pulang ke Indonesia seharusnya bersifat sukarela.

    “Dijelaskan, wajib pulang ke Indonesia itu seperti apa. Kalau wajib langsung pulang, nggak ada argumentasinya, artinya dia membatasi hak warga negara untuk mencari yang lebih baik dalam hidupnya. Kalau dia bekerja di sana dengan tetap warga negara Indonesia kan tidak masalah, dan membuat derajat kesejahteraan rakyat itu lebih baik,” ucapnya.

    “Nah kalau dia 2n+1 di sini nggak ada kerjaan, gimana? Ngapain pulang ke Indonesia nganggur?,” sambung Doni.

    Soal Return Investasi Negara

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan beasiswa LPDP sebagai bentuk investasi sumber daya manusia dalam negeri yang perlu mendapat return atau imbal balik.

    “Jadi kalau saya kan begini, kita ini kan, pemerintah itu, negara itu kan investasi besar untuk pengembangan SDM. Investasi besar sejak awal ya, mulai dari sekolah dasar, menengah, tinggi, dan lain-lain. Oleh karena itu negara berhak untuk mendapatkan return dari investasi itu,” kata Pratikno, dikutip dari kanal YouTube Antara TV Indonesia, Kamis (7/11/2024).

    “Investasi itu kan dimaksudkan untuk membangun bangsa dan negara, menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.

    Merespons pernyataan Pratikno, Doni menekankan penerima beasiswa LPDP juga rakyat yang berhak sejahtera.

    “Yang kerja di luar negeri itu rakyat Indonesia. Kecuali mereka kerja di luar negeri malah semakin tertinggal. Jangan berpikiran sempit masalah nasionalisme. Kesejahteraan ini siapa yang diminta sejahtera? Warga negara. Dan mereka ini warga negara,” ucap Doni.

    Prioritas RI: Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kuliah?

    Salah satu pro-kontra yang mencuat dari viralnya kabar penerima beasiswa LPDP tak wajib pulang ke Indonesia adalah pendapat warganet soal ketidakrelaannya jika uang pajak dipakai untuk membiayai awardee yang tidak pulang dan mengabdi ke Tanah Air. Beberapa di antaranya juga menyatakan lebih rela jika uang pajak digunakan di bidang pendidikan dasar dan menengah yang masih semrawut.

    Sementara itu, sejumlah warganet lainnya menyatakan beasiswa LPDP terpisah dari kewajiban pemerintah atas pendidikan dasar dan menengah bagi anak-anak RI.

    Soal pro-kontra ini, Doni menilai menilai dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP sebagai sumber dana beasiswa LPDP dapat digunakan untuk juga menggratiskan pendidikan tinggi bagi mahasiswa se-Indonesia di dalam negeri.

    Sementara itu, jika pendidikan dasar dan menengah hendak diprioritaskan, ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan dasar juga harus diprioritaskan.

    “Faktanya kan tidak. Anggaran pendidikan dasar sangat sedikit jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan 20% (APBN) yang tersebar di kementerian/lembaga,” ucapnya.

    Ia meminta peran Presiden Prabowo Subianto untuk urun tangan memprioritaskan soal anggaran pendidikan dasar dan menengah tersebut.

    “Peraturan tentang 20% anggaran itu dipakai untuk apa, termasuk untuk makan siang bergizi, itu yang ngatur kan presiden,” pungkasnya.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu, klik di sini!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2-S3 King Fahd University 2025, Ada Asrama dan Tunjangan Per Bulan


    Jakarta

    King Fahd University of Petroleum & Minerals (KFUPM) membuka beasiswa S2 dan S3 reguler tahun akademik 2025 di Arab Saudi. Masa pendaftaran sedang berlangsung hingga 12 Desember 2024.

    Beasiswa penuh ini meliputi uang kuliah penuh, uang saku untuk biaya hidup per bulan, asrama, berobat dan perawatan gigi gratis, buku kuliah gratis, dan subsidi makanan di kantin kampus.

    Penerima beasiswa juga berhak atas pendanaan proyek oleh kampus, ongkos pesawat PP Indonesia-Arab Saudi, dan lain-lain.


    Dikutip dari laman resminya, beasiswa KFUPM 2025 tidak mengenakan biaya pendaftaran. Peminat beasiswa bisa memilih beragam jurusan bidang teknik, sains, ilmu komputer, ilmu Bumi, hingga bisnis.

    Syarat Beasiswa King Fahd University of Petroleum & Minerals 2025

    • Sudah lulus S1 yang berdurasi 4 tahun untuk melamar S2 atau lulus S2 berdurasi 2 tahun dari kampus terakreditasi untuk melamar S3
    • IPK minimal 3.00
    • Skor minimal TOEFL PBT 520, CBT 190, IBT 70; IELTS 6.0; Duolingo English Test (New Test, online) 105
    • Lulusan negara berbahasa Inggris seperti AS, Kanada, UK, Australia, dan Selandia Baru tidak perlu menyertakan skor minimal kemampuan bahasa Inggris.
    • Dua surat rekomendasi

    Syarat Dokumen

    • Fotokopi identitas seperti paspor.
    • Transkrip akademik resmi.
    • Dua surat rekomendasi dari pemberi rekomendasi akademik.
    • Statement of Purpose.
    • Foto paspor berlatar putih.
    • CV yang meliputi informasi tentang pendidikan dan pengalaman kerja.
    • TOEFL, IELTS, GRE, dan GMAT dapat disertakan sesuai ketentuan.

    Berminat mendaftar, detikers? Cek informasi beasiswa King Fahd University of Petroleum and Minerals 2025 di laman https://kfupm.edu.sa. Semoga bermanfaat!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Santri RMI PBMU-Baznas Dibuka, Alumni Juga Bisa Daftar!


    Jakarta

    Beasiswa Santri RMI PBMU-Baznas buka pendaftaran hingga 24 November mendatang. Santri aktif maupun alumni pondok pesantren yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) bisa mendaftar.

    Beasiswa Santri RMI PBMU-Baznas merupakan bantuan finansial untuk studi pendidikan tinggi dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.

    Di samping bantuan dana, santri dan alumni ponpes penerima beasiswa akan diberikan pembinaan untuk mendukung potensi akademik, nonakademik, dan akhaknya, seperti dikutip dari panduan resminya.


    Jadwal Beasiswa Santri RMI PBMU-Baznas

    • Pendaftaran: Hingga 24 November 2024
    • Seleksi beasiswa: 24 November-1 Desember 2024
    • Pengumuman hasil seleksi beasiswa: 2 Desember 2024
    • Penyaluran dana pendidikan beasiswa: 3-5 Desember 2024
    • Pembinaan penerima beasiswa oleh RMI PBNU: Pascapengumuman

    Syarat Beasiswa

    • Mahasiswa aktif S1.
    • Kuliah di PTN.
    • IPK minimal 3,00 dari 4,00.
    • Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga atau pihak lain.

    Syarat Dokumen

    • Pas foto.
    • KTP.
    • Kartu Keluarga.
    • Foto KTM.
    • Transkrip nilai IPK terakhir.
    • Surat rekomendasi dari pondok pesantren.
    • Surat rekomendasi dari RMI PCNU atau pengurus cabang NU setempat.

    Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran Beasiswa Santri RMI PBNU-Baznas bisa dicek di https://s.id/beasiswasantri_PBNU-BAZNAS-RI dan kontak 08563526326 (Royyan). Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2-S3 BRIN Ini Dibuka Sepanjang Tahun, Cek Ya!


    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki program beasiswa Degree by Research jenjang S2 dan S3. Beasiswa ini dibuka untuk PNS maupun non-PNS yang berminat kuliah sambil riset.

    Berbeda dengan beasiswa pemerintah pada umumnya, beasiswa S2 dan S3 BRIN ini dibuka untuk program kuliah online agar pesertanya tidak meninggalkan tugas kedinasan. Pelamar bisa memilih perguruan tinggi dalam dan luar negeri mitra BRIN, yang telah menyiapkan kurikulum pendidikan jarak jauh penuh (PJJ) dan prodi penyelenggara kelas riset.

    Beasiswa Degree by Research BRIN meliputi uang kuliah tunggal (UKT) dan bantuan riset. Per 29 April 2024, peminat beasiswa ini bisa melamar sepanjang tahun di situs resminya.


    Namun, peminat beasiswa juga perlu memantau sejumlah jenis beasiswa Degree by Research yang ditawarkan dengan batas waktu pendaftaran tertentu. Contohnya seperti beasiswa University Polytechnic Hauts-De-France dan Tomsk Polytechnic University Degree by Research 2025 yang tutup pendaftaran pada 22 November 2024.

    Sebelum mendaftar, simak alur beasiswa Degree by Research BRIN dan daftar kampusnya di bawah ini seperti dikutip dari panduan resminya.

    Alur Pendaftaran Beasiswa BRIN Degree by Research (DBR)

    1. Memiliki Topik Riset

    Peserta mengajukan topik riset yang sedang atau akan dikerjakan kelompok-kelompok riset di BRIN

    2. Memperoleh Kopromotor dari BRIN

    Kopromotor harus sesuai dengan bidang kepakaran topik riset yang dipilih. Ia wajib melibatkan penerima beasiswa pada riset yang sedang dilakukan bersama periset lainnya. Ia juga bertanggung jawab menjamin keberlangsunga topik riset tersebut selama penerima beasiswa menjalani program.

    3. Mendaftar di Sistem Informasi Degree by Research

    Pendaftar yang merupakan tenaga BRIN dan luar BRIN sama-sama mendaftar di laman https://byresearch.brin.go.id. Bedanya, tenaga BRIN mendaftar dengan akun SSO Intra BRIN, sedangkan pelamar non-BRIN menggunakan akun email pribadi.

    Setelah mendaftar, unggah surat pengantar dari kepala unit kerja instansi asal, unduh format di laman DbR BRIN. Surat wajib sesuai dengan format agar tidak dikembalikan untuk direvisi.

    4. Unggah Dokumen Persyaratan

    Jika sudah terverifikasi, buka kembali akun pendaftaran untuk mengunggah dokumen berikut:

    • Proposal riset yang sudah ditandatangani kopromotor asal BRIN serta kepala pusat riset dan kolaborator riset dari
      universitas
    • Surat kesediaan menjadi kopromotor
    • Biodata kopromotor
    • Surat rekomendasi dari kepala satuan kerja (satker) BRIN
    • Surat pernyataan menyelesaikan studi
    • CV pengusul
    • Ijazah
    • Transkrip akademik terakhir

    Format dokumen di atas dapat diunduh di laman resmi DbR BRIN.

    5. Verifikasi Dokumen dan Review Proposal Riset

    Proposal riset yang sudah lolos verifikasi akan ditinjau tim reviewer. Jika sudah disetujui, proposal riset dinyatakan berstatus direkomendasikan.

    Berkas pendaftaran lainnya juga akan menjalani verifikasi. Pelamar beasiswa wajib memantau secara berkala pemberitahuan keperluan revisi jika ada.

    6. Seleksi Wawancara

    Peserta yang lolos verifikasi dokumen dan review proposal akan diundang untuk menjalani seleksi wawancara dengan tim reviewer dan kopromotor dari BRIN. Peserta dapat memaparkan proposal riset maksimal 10 menit.

    Pastikan untuk mengecek undangan seleksi wawancara di email dan sistem informasi DbR.

    7. Memperoleh Surat Jaminan Pembiayaan

    Peserta yang lolos tahap wawancara berhak atas surat jaminan pembiayaan dari Deputi Sumber Daya Manusia dan Iptek (SDMI) BRIN. Surat jaminan ini berlaku 12 bulan sejak surat diterbitkan.

    Surat jaminan pembiayaan bisa digunakan untuk memperoleh LoA dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN. Surat ini berlaku sesuai kampus kolaborator proposal riset. Dokumen ini bisa diunduh di sistem informasi DbR.

    8. Unggah LoA, Proposal Riset, dan Surat Pengantar

    Peserta yang sudah mendapat surat jaminan pembiayaan diminta mengunggah dokumen sesuai batas waktu yang ditentukan:

    • LoA prodi kelas riset dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN
    • Surat pengantar penetapan peserta DbR
    • Proposal riset yang sudah disetujui promotor dari perguruan tinggi, kopromotor dari BRIN, dan kepala satker BRIN.

    Daftar Perguruan Tinggi Beasiswa DbR BRIN

    • Universitas Indonesia (UI)
    • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • Universitas Gadjah Mada (UGM)
    • Universitas Padjadjaran (Unpad)
    • IPB University
    • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    • Universitas Diponegoro (Undip)
    • Universitas Hasanuddin (Unhas)
    • Universitas Sebelas Maret (UNS)
    • Universitas Andalas (Unand)
    • Universitas Airlangga (Unair)
    • Universitas Brawijaya (UB)
    • Universitas Sumatera Utara (USU)
    • Universitas Syiah Kuala (USK)
    • Technische Universität Berlin
    • Deakin University
    • University of Twente
    • Tomsk Polytechnic University
    • Suranaree University of Technology
    • Universitas Sains Malaysia
    • Université Polytechnique Hauts-de-France
    • Swinburne University of Technology
    • Universiti Teknologi Malaysia

    Informasi lebih lanjut tetang pendaftaran beasiswa BRIN Degree by Research (DBR) bisa diakses lebih lanjut di laman https://byresearch.brin.go.id, https://bit.ly/SkemaBaruDbR2024, dan akun Instagram @brin_talentarisetinovasi. Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Beasiswa S1-S3 dengan Tujuan Kampus di Asia Tenggara, Tertarik Daftar?



    Jakarta

    Menempuh pendidikan di luar negeri adalah impian banyak orang. Kini tak perlu jauh-jauh ke Eropa atau Amerika, karena sudah banyak beasiswa kuliah gratis dengan tujuan kampus di Asia Tenggara.

    Beberapa pemerintah negara di kawasan Asia Tenggara telah menyediakan langsung beasiswa bagi warga Indonesia. Begitu juga kampus-kampus di Asia Tenggara banyak yang tertarik menawarkan bantuan kuliah bagi pelajar di Tanah Air.

    Ada beberapa beasiswa dengan cakupan kampus di Asia Tenggara yang bisa dicoba detikers. Berikut informasi beasiswa-beasiswanya sebagaimana dikutip dari laman masing-masing penyedia:


    Daftar Beasiswa S1-S3 dengan Tujuan Kampus di Asia Tenggara

    1. Singapore International Graduate Award (Singa)

    Beasiswa Singapore International Graduate Award (Singa) berlaku bagi mahasiswa yang ingin fast track dari lulus S1 lanjut langsung S3. Ada banyak pilihan kampus yang bisa dipilih seperti Nanyang Technological University (NTU) hingga National University of Singapore (NUS).

    Adapun bidang penelitian doktoral yang tersedia mencakup bidang biomedical sciences, computing and information sciences, engineering and technology, dan physical sciences.

    Keuntungan penerima beasiswa Singa akan mendapatkan biaya kuliah secara penuh, biaya bulanan sebesar S$2.700, tunjangan kedatangan S$1.000, dan biaya tiket pesawat S$1.500. Jika detikers tertarik dengan beasiswa ini bisa pantau terus informasi pendaftaran pada laman https://www.a-star.edu.sg/Scholarships/for-graduate-studies/singapore-international-graduate-award-singa.

    2. Royal Thai Government Scholarship

    Beasiswa berikutnya dengan cakupan kampus di Asia Tenggara adalah Royal Thai Government Scholarship. Bantuan kuliah ini disediakan oleh Asian Institute of Technology.

    Jika detikers tertarik kuliah S2 atau S3 di Thailand maka beasiswa ini bisa jadi salah satu opsi. Pembiayaan beasiswa sudah termasuk biaya pendaftaran, akomodasi, dan biaya hidup.

    Untuk melihat persyaratan lebih lengkap tentang Royal Thai Government Scholarship detikers bisa mengunjungi laman https://ait.ac.th/financial/royal-thai-government-scholarships/ ya.

    3. Brunei Darussalam Government Scholarship

    Brunei Darussalam Government Scholarship berlaku untuk menempuh pendidikan di Universiti Brunei Darussalam (UBD), Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan, Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Universiti Teknologi Brunei atau Politeknik Brunei.

    Beasiswa akan menanggung biaya kuliah secara fully funded untuk jenjang D3-S1. Selain gratis kuliah, awardee juga akan menerima tunjangan pribadi BND$500,00, tunjangan makan BND$150,00, dan tunjangan buku tahunan sebesar BND$600,00.

    Syarat utama agar bisa mendaftar beasiswa ini harus berusia 18-25 tahun dan mempunyai nilai IELTS minimal 6 atau TOEFL PBT minimal 550. Terkait persyaratan lainnya bisa dilihat di https://ubd.edu.bn/admission/scholarship/.

    4. ASEAN Undergraduate Scholarship

    Apakah detikers ingin lanjut kuliah di National University of Singapore (NUS)? Beasiswa ini menyediakan pembiayaan kuliah khusus di kampus tersebut.

    NUS menyediakan kesempatan kuliah S1 gratis bagi warga di ASEAN lewat beasiswa ini. Mahasiswa akan memperoleh bantuan berupa tunjangan hidup tahunan sebesar S$5.800, tunjangan komputer S$1.750, dan tunjangan akomodasi tahunan S$3.000.

    Untuk bisa daftar beasiswa ini calon mahasiswa tidak boleh tengah mendapat beasiswa lain. Untuk lebih jelasnya, detikers bisa melihat informasi beasiswa di https://nus.edu.sg/oam/scholarships/.

    5. Malaysia International Scholarship (MIS)

    Beasiswa MIS disediakan bagi mahasiswa dari 38 negara Persemakmuran dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), termasuk Indonesia. MIS menyasar calon mahasiswa yang berminat meneruskan pendidikan S2 dan S3.

    Beasiswa ini menyediakan uang kuliah gratis dan tunjangan bulanan sebesar Rp5,2 juta setiap bulan. Persyaratan yang harus disiapkan mulai sekarang untuk daftar beasiswa ini salah satunya skor minimal 550 pada TOEFL atau 6,0 untuk IELTS.

    Untuk informasi dokumen hingga tata cara daftar, bisa dilihat lewat laman https://biasiswa.mohe.gov.my/INTER/index.php ya.

    6. DAAD In-Country/In-Region Scholarship Programme

    DAAD menyediakan kesempatan kuliah di beberapa kampus di Asia Tenggara bagi warga Indonesia. Cakupan beasiswa ini terdiri dari biaya kuliah, biaya hidup bulanan, tunjangan studi dan penelitian, dan tunjangan cetak skripsi akhir.

    Tujuan beasiswa ini adalah untuk meningkatkan partisipasi perempuan dan kelompok yang kurang beruntung serta memperkuat kapasitas organisasi, keuangan, dan personel lembaga mitra. Sehingga pelamar perempuan lebih diprioritaskan.

    Jika penasaran dan ingin mendaftar beasiswa ini, detikers bisa mengunjungi laman resminya di https://www.daad.de/en/information-services-for-higher-education-institutions/.

    Nah, itulah sederet beasiswa S1-S3 dengan tujuan kampus di wilayah Asia Tenggara. Kalau detikers tertarik daftar yang mana nih?

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemendiktisaintek Upayakan Tambahan Kuota KIP-Kuliah, Tapi …..



    Jakarta

    Pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI tengah mengupayakan peningkatan kuota KIP-Kuliah. Hal ini diungkapkan oleh Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Tjitjik Srie Tjahjandarie dalam peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2025.

    Tjitjik turut menyinggung, meski Mendikbudristek sebelumnya, Nadiem Anwar Makarim telah membatalkan soal kenaikan uang kuliah tunggal (UKT), bukan berarti biaya penyelenggaraan pendidikan turun.

    “Tahun 2024 ini kan sudah terbit kebijakan dari menteri bahwa tidak boleh ada kenaikan UKT. Nah, tidak boleh ada kenaikan UKT itu bukan berarti bahwa biaya penyelenggaraan pendidikan atau biaya kuliah tunggalnya itu turun karena sebenarnya kita ingin mempertahankan standar layanan untuk pendidikan,” ujar Tjitjik.


    Walau demikian, Tjitjik juga menyebut Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri atau BOPTN untuk 2025 relatif sama dengan 2024. Saat ini, pihak Kemendiktisaintek juga tengah mengusahakan penambahan kuota KIP Kuliah.

    “Oleh karena itu, salah satu strategi saat ini adalah kita sedang mengusahakan untuk peningkatan kuota atau jumlah KIP Kuliah untuk tahun 2025,” kata Tjitjik.

    “Ini mohon saja doanya upayanya seperti apa, tapi kembali ini juga sangat bergantung pada Kementerian Keuangan,” imbuhnya.

    Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Hampir Sama dengan 2024

    Pada acara yang sama, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT menyampaikan pendaftaran KIP Kuliah untuk tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya.

    “Hampir tidak ada perubahan sebenarnya dengan proses yang sebelumnya,” kata Prof Eduart.

    Perlu dicatat, KIP Kuliah hanya berlaku untuk pemilihan prodi di PTN di bawah Kemendiktisaintek. Sedangkan untuk perguruan tinggi keislaman negeri atau PTKIN, ada kebijakan tersendiri.

    “Itu nanti teman-teman yang di PTKIN pasti sudah memiliki pola dan mekanisme tersendiri untuk KIP-K nya. Kalau yang kami atur secara langsung terkait dengan KIP-K di Kemdiktisaintek,” imbuh Prof Eduart.

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com