Tag: lemak sehat

  • 5 Manfaat Konsumsi Biji Semangka, Sehatkan Jantung dan Pencernaan


    Jakarta

    Ternyata biji semangka aman dikonsumsi. Bahkan mengandung nutrisi penting yang dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    Buah semangka dilengkapi dengan biji yang berukuran kecil-kecil dan banyak. Karenanya, biji semangka tersebut terkadang menyulitkan ketika ingin memakan daging buahnya.

    Banyak orang yang harus menyisihkan agar bijinya tidak tertelan. Namun faktanya, biji buah semangka ternyata aman untuk dikonsumsi. Biji semangka kaya akan banyak nutrisi.


    Mulai dari mineral penting, karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan protein. Mengonsumsi biji semangka pun bisa memberikan manfaat kesehatan.

    Dikutip dari Food NDTV (30/04/25) berikut ini manfaat biji semangka.

    1. Sumber mineral penting

    Harga buah semangka di KalimantanBiji semangka merupakan sumber mineral penting. Foto: Instagram @rafiko_elnino

    Menurut ahli gizi Garima, biji semangka merupakan sumber mineral penting. Mulai dari magnesium, zat besi, dan seng. Nutrisi tersebut dapat bermanfaat untuk daya tahan tubuh.

    Biji semangka juga mengandung protein dan lemak sehat. Bahkan tingginya protein bisa mencapai 40% dari beratnya. Protein tersebut penting untuk regenerasi sel tubuh.

    Begitu juga dengan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda yang bagus untuk kesehatan jantung, tekanan darah, dan proses metabolisme tubuh.

    2. Meningkatkan energi

    Selain protein, biji semangka juga mengandung karbohidrat kompleks yang dapat memberikan energi tahan lama dibandingkan dengan karbohidrat sederhana.

    Terdapat vitamin B dalam kandungan biji semangka yang berperan memproduksi energi tubuh. Mengonsumsi biji semangka dapat membantu mengisi ulang energi.

    “Makan biji semangka dapat membantu kamu tetap bertenaga sepanjang hari,” ujar ahli gizi Garima.

    Manfaat biji semangka untuk kesehatan.

    3. Mendukung kesehatan otak

    Jus semangka.Biji semangka dapat mendukung kesehatan otak. Foto: Getty Images/galitskaya

    Biji semangka dikemas dengan zink dan magnesium. Zink berperan dalam sintesis dan regulasi neurotransmitter, sementara magnesium berperan membantu meningkatkan daya ingat.

    Selain itu, magnesium juga bermanfaat untuk melawan penurunan memori akibat penuaan. Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Mertigo Journal Network.

    Peneliti menjelaskan bahwa ekstrak biji semangka memberikan efek korektif dan neuroprotektif pada tikus yang diobati.

    4. Bagus untuk kesehatan jantung

    Biji semangka bagus untuk kesehatan jantung berkat kandungan kalium dan lemak sehat. Nutrisi tersebut dapat mencegah serangan jantung dan stroke.

    Biji semangka juga mengandung asam amino citrulline dan arginine yang berfungsi melancarkan peredaran darah. Ada juga kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6.

    Keduanya jenis lemak sehat itu mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah.

    5. Melancarkan sistem pencernaan

    Ilustrasi jus semangkaManfaat biji semangka untuk sistem pencernaan. Foto: Getty Images/Sergei Dolgov

    Biji semangka kaya akan serat, sehingga baik untuk kesehatan sistem pencernaan. Serat yang tidak larut dalam biji semangka dapat membantu menggerakkan usus dan mencegah sembelit.

    Selain itu, biji semangka dapat membantu merasa kenyang lebih lama. Dalam hal ini dapat mencegah makan berlebihan di waktu-waktu yang tidak tepat.

    Meski begitu, pastikan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak karena bisa menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan pada beberapa orang.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Rutin Konsumsi 5 Makanan untuk Cegah Stroke, Ada Kopi hingga Pisang


    Jakarta

    Stroke menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Penyakit tersebut dapat dicegah dengan rutin mengonsumsi makanan kaya nutrisi ini.

    Stroke merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

    Dengan begitu akan mematikan sel, sehingga mengakibatkan berbagai masalah fungsi tubuh. Untuk mencegah kondisi ini disarankan rutin mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi penting.


    Mulai dari protein, lemak sehat, kalium, hingga polifenol. Dikutip dari Eating Well (14/7) berikut 5 makanan untuk mencegah risiko stroke:

    1. Salmon

    SalmonSalmon kaya akan asam lemak omega-3. Foto: Getty Images/Nadiia Borovenko

    Menurut ahli diet asal Amerika Vanessa King Vanessa King, M.S., RDN, salmon dapat menurunkan risiko stroke. Hal ini karena salmon kaya akan lemak sehat, seperti asam lemak omega-3.

    Selain itu, juga terdapat vitamin B6 dan B12 yang ketiganya mampu menurunkan konsentrasi homosistein darah total yang menjadi faktor risiko utama stroke.

    Tak hanya itu, asam lemak omega-3 pada salmon juga mampu meningkatkan neuroplastisitas, yang penting untuk pemulihan setelah mengalami stroke.

    2. Kopi

    Selain kandungan kafeinnya, kopi merupakan sumber polifenol yang tinggi kadarnya berupa asam klorogenat. Senyawa tersebut sangat berkontribusi menurunkan tekanan darah.

    Konsultan nutrisi asal Amerika Serikat, Amy Brownstein, M.S., RDN, menyarankan untuk rutin minum kopi setiap pagi. Namun jangan menambahkan gula atau pemanis lainnya.

    Menurut studi tahun 2021 pada Nutrients, sifat antioksidan pada kopi bisa mendukung kesehatan pembuluh darah, sehingga berpotensi mengurangi risiko stroke.

    Makanan untuk mencegah risiko stroke ada di halaman berikutnya.

    3. Bayam

    Sebuah studi yang diterbitkan pada Nutritional Epidemiology (2024) menemukan nutrisi pada bayam pada melancarkan aliran darah di otak.

    Menurut peneliti, bayam merupakan sumber folat dan magnesium yang baik. Kedua nutrisi tersebut dikaitkan dengan penurunan risiko stroke hingga 17%.

    Selain itu, kandungan kalium pada bayam berperan dalam mengendalikan fungsi sel darah dan otot, terutama otot jantung. Ada juga kandungan nitrat yang bisa melancarkan pembuluh darah.

    4. Olahan kedelai

    Kacang kedelaiKacang kedelai mengandung protein yang dibutuhkan tubuh. Foto: Pixabay/Jing

    Olahan kedelai, seperti tahu, tempe, susu, dan edamame merupakan asupan protein terbaik untuk kesehatan otak dan jantung, karena dapat menurunkan tekanan darah.

    Protein pada kedelai secara alami rendah kadar lemaknya. Selain itu, terdapat senyawa seperti fitoestrogen dan isoflavon berdampak positif pada tekanan darah.

    Senyawa penting itu juga berpotensi merelaksasi pembuluh darah menurunkan kolesterol. Kolesterol yang terkontrol baik dapat mencegah terkena stroke.

    5. Pisang

    Pisang kerap dihindari karena kandungan karbohidratnya tinggi. Namun pisang mengandung nutrisi penting lainnya yang dapat mengurangi risiko terkena stroke.

    Pisang mengandung kalium yang berperan menurunkan tekanan darah. Tekanan darah sendiri menjadi faktor pemicu stroke.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO), rutin makan pisang setiap hari bisa menurunkan risiko stroke hingga 24%.

    (raf/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Stop Percaya! 5 Mitos yang Bikin Pola Makan Jadi Keliru


    Jakarta

    Banyak mitos makanan beredar dan dipercaya tanpa bukti ilmiah. Padahal, tidak semua informasi diet benar sepenuhnya. Ini fakta sebenarnya!

    Gluten atau pati, lemak, hingga buah sering disalahpahami dalam dunia diet. Beberapa orang bahkan rela menghindarinya meski tubuh tetap membutuhkannya.

    Tren sehat kadang membuat orang mengikuti klaim populer tanpa cek fakta. Hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan berlebihan.


    Dikutip dari Food and Home (8/9) berikut 5 mitos makanan dan kesehatan yang tidak usah dipercaya lagi:

    1. Diet bebas gluten lebih sehat

    Makanan yang harus dihindari dan dikonsumsi bagi para penderian intoleransi gluten.Roti merupakan salah satu makanan yang mengandung gluten. Foto: Getty Images

    Banyak orang yang menganggap makanan yang bebas gluten lebih sehat. Padahal, hal ini tidak berlaku bagi semua orang.

    Kecuali kamu memiliki celiac atau intoleransi, gluten tidak berbahaya bagi tubuh. Faktanya, banyak makanan bebas gluten yang tinggi gula dan tidak secara otomatis lebih rendah kalori atau karbohidrat.

    Gluten adalah campuran protein secara alami yang ditemukan pada gandum dan barley atau jelai. Biasanya gluten berfungsi sebagai pengikat dan memberikan tekstur kenyal dan elastis pada makanan, seperti roti dan pasta.

    2. Semua lemak harus dihindari

    Lemak sering jadi musuh saat diet. Lemak dianggap dapat menambah kalori yang berakhir pada penambahan berat badan. Faktanya, tidak semua lemak demikian.

    Sebenarnya tubuh membutuhkan lemak untuk menyerap vitamin A, D, E, dan K. Selain itu, juga dapat meningkatkan fungsi otak. Kuncinya adalah memilih jenis lemak sehat.

    Lemak sehat terdapat dalam kandungan alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berminyak. Lemak sehat dapat meningkatkan fungsi jantung.

    3. Air lemon melunturkan lemak

    Ilustrasi air lemonIlustrasi air lemon Foto: Getty Images/iStockphoto/JulijaDmitrijeva

    Air hangat dengan lemon sering diklaim bantu turunkan berat badan. Faktanya, klaim ini tidak terbukti. Tidak ada riset kuat yang menunjukkan lemon bisa membakar lemak tubuh.

    Namun, rutin minum air lemon di pagi hari, khususnya setelah bangun tidur tetap memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya untuk menghidrasi tubuh sebelum sarapan.

    Intinya, air lemon tetap bermanfaat, tetapi bukan untuk melunturkan lemak.

    4. Susu mentah lebih bergizi

    Ada anggapan susu mentah lebih alami dan kaya nutrisi daripada susu pasteurisasi. Susu pasteurisasi adalah susu yang telah dipanaskan dalam suhu dan durasi tertentu.

    Banyak yang khawatir tentang proses pasteurisasi dapat menghilangkan nutrisi pada susu. Faktanya justru berbalik.

    Proses pasteurisasi bermanfaat untuk menghilangkan kuman, sehingga lebih aman dikonsumsi, dan memperpanjang masa simpannya dibandingkan susu mentah.

    5. Buah mengandung banyak gula

    Woman eating fresh rainbow colored salad. Multicolored fruits and vegetables background. Healthy eating and dieting concept. High resolution 42Mp studio digital capture taken with SONY A7rII and Zeiss Batis 40mm F2.0 CF lensIlustrasi buah-buahan. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Sebagian orang menghindari buah karena dianggap tinggi gula. Padahal gula yang terkandung pada buah merupakan alami.

    Gula alami tersebut juga dipadukan dengan nutrisi penting, seperti serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

    Para ahli gizi menganjurkan untuk rutin mengonsumsi buah, tetapi harus tetap memperhatikan porsinya.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com