Tag: Market Bearish

  • Tokocrypto Market Signal 9 Februari 2022: Pasar Kripto Mulai Bullish?

    Market kripto pada pekan pertama Februari mengalami pemulihan 25% dari posisi terendahnya pada 24 Januari. Meski begitu, keadaan pasar kripto yang mulai pulih tidak menjamin apakah tren bearish telah berhenti.

    Banyak analis yang melihat mayoritas kripto akan bergerak stagnan pada awal pekan kedua Februari ini. Namun, masih ada potensi koreksi menjelang pertengahan hingga akhir pekan nanti, sehingga diprediksi mendatangkan sentimen positif yang tentunya bisa menarik perhatian para investor.

    Dalam kondisi market kripto yang kembali merangkak naik, terdapat beberapa kripto yang potensi mengalami bullish, namun ada juga yang berpotensi mengalami bearish. Investor harus lebih berhati-hati memilih aset kripto untuk mendatangkan profit. Sebagai referensi, simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Hedera (HBAR)

    Ilustrasi Hedera (HBAR).

    Ilustrasi Hedera (HBAR).

    Kripto pertama yang masuk dalam daftar potensi bullish pekan ini adalah Hedera (HBAR). Hedera Hashgraph adalah jaringan terdistribusi terdesentralisasi (decentralized distributed network) yang secara struktural memiliki diferensiasi dari blockchain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tetapi melakukan fungsi yang setara.

    HBAR bertujuan untuk menyediakan platform yang stabil, efisien dan dapat dipercaya untuk aplikasi kelas perusahaan. Hedera didukung oleh governing council yang terdiri dari 39 organisasi dan perusahaan, seperti Google, Boeing, Deutsche Telekom, IBM, TATA Communications.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat HBAR memiliki potensi bullish diakibatkan sentimen dari peluncuran Smart Contract 2.0 pada 8 Februari 2022. Hal ini bisa mendatangkan sentimen positif dari para investor.

    “HBAR akan merilis Smart Contarct 2.0 di tanggal 8 Februari. Tapi, sentimen positifnya akan terus berkelanjutan, karena ini big event dari HBAR. Acara nanti akan ada webinar dan langsung launching smart contract baru,” kata Afid.

    Peringkat HBAR di CoinMarketCap saat ini adalah #36, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.550.595.603. Pasokan yang beredar 18.092.792.421 koin HBAR dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin HBAR.

    2. The Sandbox (SAND)

    Ilustrasi The Sandbox (SAND).

    Ilustrasi The Sandbox (SAND).

    Token Metaverse The Sandbox (SAND) masuk dalam daftar potensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan The Sandbox akan melelang tanahnya di Metaverse dalam jumlah terbatas pada 10 Februari 2022.

    Pada saat lelang nanti akan ada lebih dari 550 tanah dan 8 gedung atau perumahan yang akan dijual dengan harga lebih tinggi. Kabar ini dapat meningkatkan ketertarikan terhadap SAND karena seluruh transaksi pelelangan harus dilakukan dalam token tersebut.

    “The Sandbox akan melelang tanahnya di Metaverse pada 10 Februari mendatang. Event ini otomatis akan menjadi sentimen positif karena kembali menghidupkan proyek SAND selama beberapa hari terakhir tidak ada kabar baru,” ungkap Afid.

    Peringkat SAND di CoinMarketCap saat ini adalah #33, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.877.018.694. Pasokan yang beredar 1.035.054.385 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    3. Harmony (ONE)

    Ilustrasi Harmony (ONE).

    Ilustrasi Harmony (ONE).

    Aset kripto Harmony (ONE) ternyata masih berpotensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, menjelaskan sentimen positif ONE di awal bulan Februari masih berkelanjutan, karena akan meluncurkan Ethereum bridge yang akan meningkatkan nilainya.

    “Harmony (ONE) akan ada Ethereum bridge di tanggal 14 Februari 2022. Jadi nantinya ONE akan kompatibel dengan jaringan Bitcoin dan Ethereum, sehingga mempermudah perpindahan token atau koin di kedua ekosistem. Hype sentimen positifnya masih terus berlangsung,” kata Afid.

    Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.

    Peringkat ONE di CoinMarketCap saat ini adalah #50, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.473.749.531. Pasokan yang beredar 11.695.964.805 koin ONE dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    4. Stacks (STX)

    Ilustrasi Stacks (STX).

    Ilustrasi Stacks (STX).

    Stacks adalah solusi blockchain layer-1, yang dirancang untuk membawa smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (DApps) ke Bitcoin (BTC). Smart contract ini dibawa ke Bitcoin tanpa mengubah fitur apa pun yang membuatnya kuat, termasuk keamanan dan stabilitasnya.

    Afid mengungkap STX berpotensi bullish dikarenakan ada event NFT drops di jaringan mereka. Acara ini mendorong para investor untuk tertarik meng-hold koin STX mereka dan berujung menimbulkan sentimen positif di pasar.

    “STX akan menyelenggarakan NFT drops, jadi berpotensi mendatangkan sentimen positif. Dalam 24 jam terakhir, ada kenaikan nilai STX yang cukup signifikan,” kata Afid.

    Peringkat STX di CoinMarketCap saat ini adalah #54, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.170.247.054. Pasokan yang beredar 1.297.473.392 koin STX dan maksimal pasokan 1.818.000.000 koin STX.

    5. Ethereum Classic (ETC)

    Ilustrasi Ethereum Classic (ETC).

    Ilustrasi Ethereum Classic (ETC).

    Ethereum Classic (ETC) diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan nilai dalam waktu dekat. Afid menjelaskan ETC memang sempat menunda peluncuran mainnet baru bernama Mystique di awal Februari. Namun, sudah ada tanggal konfirmasi terbaru yaitu, 13 Februari mendatang sehingga mendorong kripto ini menjadi banyak peminat.

    “Setelah kemarin mengalami penundaan, kini peluncuran Mystique ETC akan dirilis 13 Februari mendatang. Di kripto ada istilah buy on rumor, sell on news. Jadi dengan ada berita tersebut, biasanya tiga hari atau seminggu sebelumnya sudah ada sentimen positif di market,” tutur Afid.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Ethereum Classic (ETC) adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.

    Peringkat ETC di CoinMarketCap saat ini adalah #37, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.261.461.241. Pasokan yang beredar 132.822.397 koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. BTCUP (BTCUP)

    Ilustrasi BTCUP (BTCUP).

    Ilustrasi BTCUP (BTCUP).

    Masuk ke daftar aset kripto yang berpotensi bearish, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BTCUP akan kembali diproyeksikan mengalami penurunan. Menurutnya kondisi market kripto sekarang turut berpengaruh negatif pada BTCUP.

    “BTCUP berpotensi bearish dan akan alami penurunan 22 persen,” kata Afid.

    BTCUP bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin naik. Sedangkan BTCDOWN bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

    Peringkat BTCUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2916, dengan kapitalisasi pasar US$ 6.225.976. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    2. BNBUP (BNBUP)

    Ilustrasi BNBUP (BNBUP).

    Ilustrasi BNBUP (BNBUP).

    BNBUP juga berdampak pada kondisi market kripto yang mulai alami koreksi. Afid mengatakan BNBUP berpotensi bearish karena mengikuti kondisi Binance Coin (BNB) yang juga tengah menurun.

    “Tidak ada sentimen positif di BNBUP dalam waktu dekat, sehingga membuat aset kripto ini masuk ke daftar bearish,” kata Afid.

    Peringkat BNBUP di CoinMarketCap saat ini adalah #3039, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 2.523.711. Pasokan yang bersirkulasi tidak tersedia.

    3. JUST (JST)

    Ilustrasi JUST (JST).

    Ilustrasi JUST (JST).

    JUST adalah ekosistem decentralized finance (DeFi) baru yang populer untuk blockchain TRON. Produk ini adalah sebagian besar berpusat di sekitar platform pinjaman stablecoin terdesentralisasi dengan nama JustStable.

    Pengelola Ekosistem Koin Just (JST) adalah JUST Foundation, yang mencakup individu dari Alibaba, Tencent, IBM. Sementara tim analisis keuangan JUST berasal dari beberapa bank investasi global menurut situs web proyek.

    Baca juga: Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Afid menjelaskan JST berpotensi bearish karena nilainya sedang terdepresiasi. “JST berada dalam koreksi ke bawah karena nilai terdepresiasi. Penurunan nilainya bisa capai 20 persen, walaupun nantikan akan sempat terkoreksi naik,” katanya.

    Peringkat JST di CoinMarketCap saat ini adalah #147, dengan kapitalisasi pasar US$ 416.684.110. Pasokan yang beredar 7.300.425.000 koin JST dan maksimal pasokan 9.900.000.000 koin JST.

    4. NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi NEAR Protocol (NEAR).

    Ilustrasi NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR Protocol (NEAR) adalah blockchain layer1 yang dirancang sebagai platform komputasi awan yang dijalankan komunitas dan menghilangkan beberapa batasan, seperti kecepatan transaksi rendah, throughput rendah, dan interoperabilitas yang buruk. 

    NEAR juga memiliki token utilitas asli sendiri dinamai “NEAR”. Pemegang token NEAR dapat berpartisipasi dalam tata kelola on-chain dari platform NEAR, atau mereka dapat memiliki suara validator atas nama mereka. Sayangnya, pekan ini NEAR masuk dalam potensi bearish.

    “NEAR berpeluang mengalami bearish dengan penurunan nilai mencapai 16 persen. Nilai NEAR diprediksi akan terkoreksi naik, lalu kembali turun,” kata Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap saat ini adalah #23, dengan kapitalisasi pasar US$ 8.117.070.368. Pasokan yang beredar 633.890.744 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    5. Mines of Dalarnia (DAR)

    Ilustrasi Mines of Dalarnia (DAR).

    Ilustrasi Mines of Dalarnia (DAR).

    Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

    Afid melihat token DAR dalam waktu dekat berpotensi bearish. “Penurunan nilai DAR kemungkinan bisa mencapai lebih dari 30 persen yang dikarenakan tidak update penting yang dikeluarkan oleh developer MoD, sehingga bisa membuat token DAR menarik,” ungkapnya.

    Peringkat DAR di CoinMarketCap saat ini adalah #337, dengan kapitalisasi pasar US$ 137.820.696. Pasokan yang beredar 123.200.000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 2 Februari 2022: Kripto yang Bullish Minggu Ini

    Banyak analis mengeklaim Februari menjadi bulan yang positif untuk pasar kripto, karena beberapa faktor. Salah satu pendorongnya adalah pasca liburan tahun baru Imlek, investor diperkirakan mulai akan bergerak meramaikan pasar dan membuat beberapa harga kripto melambung.

    Hal tersebut mulai terlihat pada saat perayaan imlek hari Selasa (1/2), beberapa kripto justru menguat terutama untuk jajaran teratas atau big cap. Bitcoin dan Ethereum misalnya, masing-masing menguat 3,07 persen dan 8,14 persen dalam 24 jam terakhir. Keduanya sempat menurun satu hari sebelum perayaan imlek.

    Bersama harapan ini, market kripto memulai kembali merangkak naik setelah jatuh signifikan beberapa pekan lalu. Lalu, kripto apa yang berpotensi bullish dan bearish pada pekan pertama Februari ini? Simal selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. ICON (ICX)

    Ilustrasi ICON (ICX).

    Ilustrasi ICON (ICX).

    Pada dasarnya ICON adalah proyek yang mengembangkan jaringan terdesentralisasi dengan tujuan menciptakan ekonomi digital untuk jaringan berbasis blockchain. ICON dibangun dan dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Korea Selatan.

    Sementara, ICX adalah token asli jaringan yang memiliki peran dalam menjalankan ekosistem ICON. ICX juga merupakan koin kripto yang tersedia dan diperdagangkan di crypto exchange. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan ICX berpotensi bullish karena akan merilis upgrade jaringan.

    “ICON akan berpotensi bullish selama beberapa waktu ke depan pasca rilis ICON 2.2 pada 31 Januari lalu. Upgrade jaringan ini menjadi tata kelola baru yang akan disambut positif oleh pasar,” kata Afid.

    Peringkat ICX di CoinMarketCap saat ini adalah #119, dengan kapitalisasi pasar US$ 527.225.479. Pasokan yang beredar 705.865.900 koin ICX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca Juga: Strategi Jitu agar Selalu Cuan di Investasi Aset Kripto

    1. COTI (COTI)

    Ilustrasi COTI (COTI).

    Ilustrasi COTI (COTI).

    COTI adalah salah satu protokol blockchain pertama di dunia yang dioptimalkan untuk pembayaran terdesentralisasi. COTI menyediakan fungsionalitas sekuat Paypal dan Alipay, sekaligus memungkinkan perusahaan yang menggunakan dapat membuat aturan unik mereka sendiri dan akhirnya memiliki sistem pembayaran mandiri untuk menghemat waktu, data, dan uang.

    Afid menjelaskan COTI memiliki peluang untuk bergerak ke arah positif pada Minggu ini karena peluncuran COTI Treasury pada 1 Februari lalu. Momen ini akan digunakan para investor untuk meningkatkan kepemilikan aset COTI.

    “Peluncuran COTI Treasury menandai pencapaian besar menjadi ekosistem keuangan generasi berikutnya. Peluncuran ini menawarkan peluang baru bagi pemegang COTI untuk stake dan mendapatkan hadiah,” ungkapnya.

    Peringkat COTI di CoinMarketCap saat ini adalah #176, dengan kapitalisasi pasar US$ 275.319.540. Pasokan yang beredar 868.672.118 koin COTI dan maksimal pasokan 2.000.000.000 koin COTI.

    1. Theta Network (THETA)

    Ilustrasi Theta Network (THETA).

    Ilustrasi Theta Network (THETA).

    Menurut Afid, THETA berpotensi bullish karena baru saja merilis token TDROP pada 1 Februari lalu. TDROP adalah token TNT-20 baru yang dibuat secara native di jaringan blockchain THETA.

    “TDROP adalah inti untuk mendorong lebih banyak aktivitas dan volume pasar ThetaDrop. Distribusi TDROP akan dimulai sesuai rencana pada 1 Februari. Setiap pemegang THETA yang stake antara 1 Agustus 2021 hingga 15 Januari 2022 akan menerima rewards,” jelasnya.

    Theta Network sendiri adalah native blockchain yang menggunakan protokol open-source yang bisa Anda gunakan untuk melakukan video streaming. THETA ini merupakan token asli di dalam jaringan yang bisa digunakan sebagai pembayaran.

    Peringkat THETA di CoinMarketCap saat ini adalah #45, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.927.786.460. Pasokan yang beredar 1.000.000.000 koin THETA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin THETA.

    1. Dusk Network (DUSK)

    Ilustrasi Dusk Network (DUSK).

    Ilustrasi Dusk Network (DUSK).

    Pergerakan DUSK pekan ini cenderung berpotensi bullish. Alasannya, Afid melihat peluncuran testnet ke publik pada 1 Februari lalu, meningkatkan gairah pasar kripto.

    “Pada 1 Februari, Dusk Network akan meluncurkan testnet publiknya. Peluncuran ini menandakan rilis publik dari protokol blockchain Dusk Network, sehingga semua orang dapat mempelajari jaringan tersebut. Sentimen pasar kripto pun bakal positif,” kata Afid.

    Dusk Network mengklaim dirinya sebagai blockchain privasi untuk aplikasi keuangan. Ini adalah blockchain layer-1. Dusk Network bertujuan untuk memenuhi persyaratan dan kebutuhan pasar keuangan. Token DUSK dapat digunakan sebagai token utilitas untuk memulai transaksi, pertukaran atom, atau menyebarkan smart contract.

    Peringkat DUSK di CoinMarketCap saat ini adalah #248, dengan kapitalisasi pasar US$ 210.181.929. Pasokan yang beredar 389.489.794 koin DUSK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin DUSK.

    1. Kyber Network Crystal v2 (KNC)

    Ilustrasi Kyber Network Crystal v2 (KNC).

    Ilustrasi Kyber Network Crystal v2 (KNC).

    Kyber adalah protokol likuiditas on-chain yang dapat diimplementasikan pada semua blockchain smart contract. Protokol ini memungkinkan pertukaran token yang didesentralisasi dan dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi apa pun, dan berjalan dengan mulus antara semua pihak dalam suatu ekosistem.

    Token dari Kyber Network ini yaitu KNC akan digunakan sebagai bagian dari transaksi untuk memfasilitasi operasi sistem yang sedang berlangsung pada network. Menurut Afid, KNC akan menerima sentimen positif karena peluncuran jaringan blockchain layer-2.

    “Kyber Network belum lama ini launching jaringan blockchain layer-2 yang disebut ZKyber. Layer-2 ini dapat meningkat skalabilitas, mempermurah dan mempercepat transaksi di jaringan Ethereum,” tutur Afid.

    Peringkat KNC di CoinMarketCap saat ini adalah #156, dengan kapitalisasi pasar US$ 334.608.969. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin DUSK dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca Juga: Cara Kerja DeFi yang Jadi Revolusi Layanan Keuangan Dunia

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Render Token (RNDR)

    Ilustrasi Render Token (RNDR).

    Ilustrasi Render Token (RNDR).

    Render Network adalah penyedia solusi rendering berbasis GPU terdesentralisasi untuk metaverse. Sementara, RNDR adalah token utilitas asli yang dirancang sebagai mata uang pembayaran untuk layanan yang ditawarkan oleh Render Network, seperti pembuatan animasi, grafik gerak, dan rendering VFX.

    Pada pekan ini, RNDR memiliki potensi bearish. “RNDR kemungkinan masih terjebak pada fase bearish yang dalam. Penurunannya bisa mencapai -29 persen,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Peringkat RNDR di CoinMarketCap saat ini adalah #95, dengan kapitalisasi pasar US$ 771.793.586. Pasokan yang beredar 199.341.980 koin RNDR dan maksimal pasokan 536.870.912 koin RNDR.

    1. League of Kingdoms Arena (LOKA)

    Ilustrasi League of Kingdoms Arena (LOKA).

    Ilustrasi League of Kingdoms Arena (LOKA).

    League Of Kingdoms Coin dikenal sebagai LOKA adalah hasil dari projeck Binance Launchpad. LOKA digunakan sebagai token dalam League Of Kingdoms, game strategi MMO gratis berbasis Blockchain pertama di dunia.

    “LOKA masih akan mengalami penurunan sebesar -11 persen. Game League Of Kingdoms ini sendiri mungkin tertinggal di lingkungan yang sangat kompetitif di industri game berbasis blockchain, sehingga memiliki sentimen yang negatif,” jelas Afid.

    Peringkat LOKA di CoinMarketCap saat ini adalah #577, dengan kapitalisasi pasar US$ 43.876.758. Pasokan yang beredar 25.100.000 koin LOKA dan maksimal pasokan 25.100.000 koin LOKA.

    1. TRON (TRX)

    Ilustrasi TRON (TRX).

    Ilustrasi TRON (TRX).

    TRON merupakan platform terdesentralisasi berbasis blockchain yang bertujuan untuk membangun sistem hiburan konten digital global gratis dengan teknologi penyimpanan yang terdistribusi. Jaringan Tron menggunakan cryptocurrency-nya sendiri yang disebut TRON (TRX).

    Menurut Afid, TRX tidak lepas dari kondisi penurunan harga kripto akhir-akhir ini dipicu oleh rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga dan memperketat kondisi moneter. “Penurunan TRX bisa mencapai -11 persen,” ungkapnya.

    Peringkat TRX di CoinMarketCap saat ini adalah #26, dengan kapitalisasi pasar US$ 6.059.421.993. Pasokan yang beredar 101.801.366.578 koin TRX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca Juga: Ini Dia Berbagai Keunggulan Bitcoin yang Wajib Kamu Tahu

    1. Moonbeam (GLMR)

    Ilustrasi Moonbeam (GLMR).

    Ilustrasi Moonbeam (GLMR).

    Moonbeam adalah blockchain yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) yang beroperasi sebagai parachain di jaringan Polkadot. GLMR adalah token utilitas dan tata kelola Moonbeam, digunakan untuk berbagai fungsi, seperti biaya transaksi, staking, tata kelola hingga penambangan likuiditas.

    “GLMR berpotensi masih akan terus turun hingga -18 persen dan mendapatkan sentimen yang negatif,” kata Afid.

    Peringkat GLMR di CoinMarketCap saat ini adalah #138, dengan kapitalisasi pasar US$ 433.650.658. Pasokan yang beredar 80.524.500 koin GLMR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin GLMR.

    1. Spell Token (SPELL)

    Ilustrasi Spell Token (SPELL).

    Ilustrasi Spell Token (SPELL).

    Spell Token (SPELL) adalah cryptocurrency dan beroperasi pada platform Ethereum. SPELL kini sudah dikenal luas di dunia cryptocurrency dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Namun, dalam beberapa waktu status sedang merana.

    “Dalam beberapa waktu terakhir nilai SPELL terus turun tajam. Penurunannya di pekan ini bahkan diperkirakan akan mencapai -26 persen,” ungkap Afid.

    Di sisi lain, banyak ahli cryptocurrency percaya bahwa harga Spell Token akan naik tajam di masa depan. Namun, kembali lagi pasar kripto sangat fluktuatif. Kenaikan harga yang besar dan penurunan harga dapat terjadi dalam jangka pendek.

    Peringkat SPELL di CoinMarketCap saat ini adalah #109, dengan kapitalisasi pasar US$ 589.421.599. Pasokan yang beredar 81.856.079.661 koin SPELL dan maksimal pasokan 196.008.739.620 koin SPELL.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal Kripto 05 Januari 2022: Ada DOT dan SUSHI

    Jakarta – Masuk pekan pertama di tahun 2022, sejumlah aset kripto langsung tancap gas berpotensi bergerak naik. Namun, di sisi lain, ada beberapa kripto yang mengalami pergerakan stagnan, bahkan cenderung berpotensi menurun hingga masuk fase bearish. Simak selengkapnya Market Signal aset kripto pekan pertama di awal tahun 2022 ini.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Stacks (STX)

    Grafik aset kripto Stacks (STX)

    Ilustrasi grafik aset kripto Stacks (STX).

    Masuk di jajaran aset kripto bullish pekan ini, Stacks menjadi salah satu kripto yang terlibat dalam beberapa eksperimen proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan non-fungible token (NFT) dengan jaringan blockchain Bitcoin. Penggunaan jaringan Stacks telah meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan alasan STX berpotensi alami bullish karena meluncurkan jaringan utama baru bernama ALEX Mainnet. Menurutnya, dari teknik analisis, STX sudah ada bullish flag, namun akan sedikit terkoreksi dan akan kembali rebound sekitar 13 persen.

    “ALEX Mainnet akan launching di tanggal 17 Januari nanti. Biasanya satu minggu sebelum launching, market itu sudah bereaksi. Kalo misalkan beritanya bagus, akan mengalami kenaikan. Kemudian, tanggal 10 Januari, akan ada ALEX Token Launchpad Live yang bisa mendongkrak harga STX,” kata Afid (04/01).

    Peringkat STX di CoinMarketCap saat ini adalah #54, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.036.811.513. Pasokan yang beredar 1.291.912.627 koin STX dan maksimal pasokan 1.818.000.000 koin STX.

    2. Avalanche (AVAX)

    Grafik aset kripto Avalanche (AVAX).

    Ilustrasi grafik aset kripto Avalanche (AVAX).

    Avalanche (AVAX) adalah platform open source tempat pengembang dapat membangun dan meluncurkan aplikasi terdesentralisasi (DApps) dalam ekosistem yang sangat skalabel. Sejak diluncurkan ekosistem AVAX bertumbuh secara eksponensial.

    Banyak analis mengklaim AVAX salah satu saingan Ethereum, yang bertujuan untuk menggesernya sebagai blockchain paling populer untuk smart contract. Afid melihat pergerakan AVAX memiliki pola triangle atau segitiga yang berpotensi bullish.

    “Mungkin dalam waktu dekat AVAX akan sedikit terkoreksi dan akan alami pump sekitar 40 persenan. Acara AMA tanggal 5 Januari bisa menjadi potensi rebound yang lebih tinggi dan bisa sedikit ada reaksi di market,” ujarnya.

    Peringkat AVAX di CoinMarketCap saat ini adalah #11, dengan kapitalisasi pasar US$ 26.349.634.814. Pasokan yang beredar 243.752.475 koin AVAX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca Juga: Tokocrypto dan ASRI Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Indonesia

    3. Loopring (LRC)

    Grafik aset kripto Loopring (LRC).

    Ilustrasi grafik aset kripto Loopring (LRC).

    LRC adalah token utilitas berbasis Ethereum di jaringan Loopring yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pertukaran terdesentralisasi (DEX) dan sistem pembayaran. Ini mendorong perilaku positif dari penyedia likuiditas (liquidity provider), perusahaan asuransi, dan tata kelola DAO (decentralized autonomous organization).

    Afid menjelaskan teknik analisa LRC sendiri sudah membentuk segitiga atau triangle. LRC kemungkinan akan sedikit terkoreksi dulu dan melonjak sekitar 35 persen. Di samping itu, token ini memiliki berita bagus yang memicu market bergerak.

    “Loopring ini layer-2 blockchain sama seperti Polygon (MATIC), di mana yang menarik, ia menjalin kerja sama dengan Bank of China. Teknologi yang digunakan Loopring menjadi patent Bank of China untuk sistem pembayaran mereka,” ucapnya.

    Peringkat LRC di CoinMarketCap saat ini adalah #58, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.774.206.433. Pasokan yang beredar 1.328.716.100 koin LRC dan maksimal pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

    4. NEAR Protocol (NEAR)

    Grafik aset kripto NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi grafik aset kripto NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR adalah platform pengembangan terdesentralisasi yang dirancang untuk menyediakan lingkungan yang ideal untuk Dapps dengan mengatasi beberapa batasan sistem, seperti throughput dan kecepatan rendah dan kompatibilitas silang yang buruk. Mirip dengan Ethereum, Cardano, dan TRON, NEAR dapat dideskripsikan sebagai blockchain layer-one atau “lapisan dasar”,

    “Dari fundamentalnya sendiri tidak ada yang spesifik. Tapi, dari teknikal analisisnya ini sudah bagus, di mana NEAR ini mem-break out resisten lamanya dan berusaha untuk meningkat lagi. Potensi kenaikannya sendiri sekitar 20 persen,” jelas Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap saat ini adalah #21, dengan kapitalisasi pasar US$ 10.528.482.290. Pasokan yang beredar 602.964.783 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    Baca Juga: 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    5. Polkadot (DOT)

    Grafik aset kripto Polkadot (DOT)

    Ilustrasi grafik aset kripto Polkadot (DOT).

    Polkadot (DOT) ini termasuk salah satu aset kripto yang cukup mendapatkan perhatian karena berkembang cukup pesat pada tahun 2020-2021. DOT sendiri adalah sebuah koin kripto berbasis blockchain yang memungkinkan beberapa jaringan saling terhubung.

    “Dari Polkadot saat ini masih ada event juga ya. Di mana auction ini belum berakhir. DOT dari teknik analisisnya juga sudah breakout dari resistensinya dan sedang terkonsolidasi dan tinggal nunggu naiknya lagi. Kemungkinan ada kenaikan sekitar 38 persen,” tutur Afid.

    Peringkat DOT di CoinMarketCap saat ini adalah #10, dengan kapitalisasi pasar US$ 29.320.478.202. Pasokan yang beredar 987.579.315 koin NEAR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Power Ledger (POWR)

    Grafik aset kripto Power Ledger (POWR)

    Ilustrasi grafik aset kripto Power Ledger (POWR).

    Power Ledger (POWR) adalah platform berbasis blockchain yang digunakan untuk menjual dan mendistribusikan solar power tanpa perantara di area lokal. Jadi, Ini adalah perusahaan teknologi yang menggunakan blockchain untuk memfasilitasi perdagangan komoditas energi dan lingkungan.

    “Power Ledger (POWR) dari teknik analisisnya sudah overbought. Dari relative strength index (RSI) ini POWR sudah mencapai titik jenuh pembelian yaitu di angka 70. Biasanya ketika itu terjadi, market biasa terkoreksi ke area support, kalo mungkin bisa turun lagi sampai sekitar -22 persen,” kata Afid.

    Peringkat POWR di CoinMarketCap saat ini adalah #180, dengan kapitalisasi pasar US$ 291.661.997. Pasokan yang beredar 463.486.097 koin POWR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin POWR.

    2. Voxies (VOXEL)

    Grafik aset kripto Voxies (VOXEL)

    Ilustrasi grafik aset kripto Voxies (VOXEL).

    Voxies adalah game RPG taktis berbasis giliran 3D gratis untuk dimainkan di blockchain. Token VOXEL juga akan dapat diakses di pasar sekunder, di mana pemain memperdagangkan token di luar permainan.

    Menurut Afid, teknik analisis VOXEL dari grafik RSI sudah menyentuh overbought. “Dan dia akan menuju ke oversold-nya lagi. Di mana VOXEL akan terus mengalami penurunan, mungkin akan terkonsolidasi dulu dari market, baru nanti ada keputusan harganya akan dibawa kemana.”

    Peringkat VOXEL di CoinMarketCap saat ini adalah #302, dengan kapitalisasi pasar US$ 211.513.420. Pasokan yang beredar 60.343.002 koin VOXEL dan maksimal pasokan 300.000.000 koin VOXEL.

    3. Dusk Network (DUSK)

    Grafik aset kripto Dusk Network (DUSK)

    Ilustrasi grafik aset kripto Dusk Network (DUSK).

    Dusk Network mengklaim dirinya sebagai blockchain privasi untuk aplikasi keuangan. Ini adalah blockchain layer-1 yang mendukung standar Confidential Security Contract (XSC), dan mendukung smart contract. Dusk Network bertujuan untuk memenuhi persyaratan dan kebutuhan pasar keuangan.

    Token DUSK dapat digunakan sebagai token utilitas untuk memulai transaksi, pertukaran atom, atau menyebarkan smart contract. Di balik itu, pergerakan DUSK pekan ini cenderung bearish. Afid melihat ada pola untuk breakdown atau breakout ke bawah. “Mungkin ada penurunan sekitar 17 persen, tapi akan menurun bertahap.”

    Peringkat DUSK di CoinMarketCap saat ini adalah #171, dengan kapitalisasi pasar US$ 347.444.753. Pasokan yang beredar 389.445.429 koin DUSK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin DUSK.

    4. SushiSwap (SUSHI)

    Grafik aset kripto SushiSwap (SUSHI)

    Ilustrasi grafik aset kripto SushiSwap (SUSHI).

    SushiSwap adalah pertukaran terdesentralisasi atau decentralized exchange (DEX) yang dilengkapi dengan kontrak pintar (smart contract). SUSHI adalah token Ethereum khusus yang didedikasikan untuk ekosistem Sushiswap.

    Afid menerangkan SUSHI berpotensi bearish dan memang baru mau menuju oversold-nya. “Dia mungkin akan turun dari oversold-nya dan akan berpotensi turun sekitar 7 persen. Ia juga gagal membentuk bullish flag pattern.”

    Peringkat SUSHI di CoinMarketCap saat ini adalah #92, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.081.291.463. Pasokan yang beredar 127.244.443 koin SUSHI dan maksimal pasokan 250.000.000 koin SUSHI.

    5. Hive (HIVE)

    Grafik aset kripto Hive (HIVE)

    Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

    Diluncurkan pada 20 Maret 2020, Hive adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.

    “HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk lower high sama lower low ya. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 10 persenan,” ungkap Afid. 

    Peringkat HIVE di CoinMarketCap saat ini adalah #129, dengan kapitalisasi pasar US$ 618.630.296. Pasokan yang beredar 385.507.491 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Penyebab Bitcoin Koreksi 20% Dalam Satu Hari

    Pasar crypto mengalami koreksi yang signifikan sekitar 20% hanya dalam satu hari. Koreksi ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB untuk Bitcoin, yang pada akhirnya ikut menarik mayoritas Altcoins turun sekitar 30%.

    Banyak investor yang terkejut dan kebingungan karena penyebab penurunan masih belum pasti. Berikut ini adalah analisis mengapa Bitcoin koreksi dan bagaimana potensi pergerakan Bitcoin selanjutnya.

    Baca Juga: Oxygen for Indonesia Kumpulkan Donasi Sebesar 61 Miliar Rupiah

    Penyebab Bitcoin Koreksi 20% Satu Hari

    Dari kabar yang beredar, koreksi yang terjadi ini adalah tekanan jual dari mayoritas investor besar atau whale dan juga para penambang. Hal ini disebabkan karena El Salvador dikabarkan yang melakukan pembelian Bitcoin kemarin.

    Data Penjualan Miners

    Data menunjukkan bahwa mayoritas penambang melakukan penjualan Bitcoin setelah El Salvador mengumumkan pembeliannya.

    Kemudian, data ini juga terlihat selaras dengan data dari exchange inflow atau data Bitcoin yang masuk ke bursa untuk dijual.

    Data Bitcoin Masuk ke Bursa

    Kabar dari El Salvador ini pun menjadi kesempatan bagi mayoritas investor besar atau whale terlihat mengambil keuntungan dengan menjual di bursa.

    Meski terjadi penurunan, El Salvador menjadikan ini kesempatan dan kembali membeli Bitcoin. Saat ini jumlah Bitcoin milik negara tersebut berjumlah 550 Bitcoin.

    Penyebab koreksi lain yang dikaitkan dengan International Monetary Fund dan beberapa pihak lain yang mengkritik pembelian Bitcoin oleh El Salvador.

    Selain itu, terdapat sentimen negatif lain dari salah satu bursa terbesar di dunia yaitu Huobi di Thailand yang izin operasionalnya dicabut pemerintah setempat.

    Kondisi ini telah membuat mayoritas posisi terutama di pasar futures mengalami likuidasi atau pencairan secara otomatis.

    Likuidasi yang terjadi hanya dalam dua jam yaitu diantara 21.00 WIB hingga 22.00 WIB terlihat mencapai $2,7 Miliar atau Rp38,4 Triliun.

    Kondisi tersebut disinyalir karena trader mengalami perilaku FOMO karena membeli saat harga mayoritas crypto naik.

    Pergerakan tersebut tentu sangat bertolak belakang dengan pola pikir investor besar atau whale yang membeli saat harga turun dan menjual saat harga tinggi.

    Penyebab lainnya adalah banyak narasi bahwa tekanan jual kemarin terjadi akibat smart money atau investor yang memiliki pola pikir yang benar dalam pasar crypto.

    Baca Juga: Prediksi Pergerakan Crypto Bulan September Menurut Data Onchain

    Potensi Pergerakan Selanjutnya

    Untuk pergerakan ke depannya, kemungkinan besar koreksi saat ini sudah terlihat reda. Hal ini bisa terlihat di grafik di bawah bahwa harga tertahan pada batas bawah awal September 2021.

    Grafik Harian BTCUSD

    Narasi bahwa September akan membawa sideways atau konsolidasi nampaknya masih terjaga akibat koreksi saat ini.

    Narasi tersebut datang dari data onchain bull run sebelumnya tersebut, yang hingga saat ini masih terbukti benar.

    Kemungkinan besar, batas bawah yang kuat saat ini berada pada $46.000 atau Rp654 Juta hingga $44.000 atau Rp626 Juta.

    Jika ditembus kemungkinan besar batas bawah selanjutnya berada pada $40.000 atau Rp569 Juta yang kemungkinan akan menjadi batas bawah kuat di Bulan September ini.

    Batas atas konsolidasi nampaknya masih terlihat kuat pada $48.000 atau Rp683 Juta hingga $52.000 atau Rp739 Juta.

    September ini kemungkinan akan membawa konsolidasi yang cukup panjang di daerah tersebut setelah apresiasi harga Agustus kemarin.

    *Disclaimer

    Artikel merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Semua investasi harus dilakukan mandiri dan tanpa paksaan, semua keputusan ada di investor.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

    Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin pada Rabu (7/9) pagi tampak tak berdaya di zona merah. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan volume transaksi yang terpantau belum terlalu besar.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun 5,54% ke US$ 18.807 per keping dan turun 7,27% selama seminggu terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) yang sempat naik karena isu The Merge juga tak berdaya, turun 8,64% ke US$ 1.518 di waktu yang sama dan anjlok 4,23% sepekan terakhir. Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot alami penurunan harga yang cukup tinggi lebih dari 7% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang terjadi koreksi tiba-tiba dan sedikit brutal. Dari data CoinMarketCap, menunjukkan harga Bitcoin jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

    bentuk koin bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Polygon: The Merge Ethereum akan Hapus 99,1% Polusi Karbon

    “Kemudian, pergerakan Bitcoin untuk mencegah penurunan lebih lanjut ke bawah US$ 19.000 gagal dilakukan. Harga BTC yang gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. Sehingga, investor yang membaca situasi tersebut, memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi,” kata Afid.

    Penurunan harga Bitcoin juga meruntuhkan momen bullish Ethereum yang sempat reli kencang pada sehari sebelumnya, Selasa (6/9). Padahal, ETH yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan saat The Merge mendekat, bisa mengambil keuntungan untuk terus reli, terlebih upgrade Bellatrix juga sukses dilaksanakan.

    Tekanan Situasi Makroekonomi

    Selain dari sisi teknikal, sentimen makroekonomi juga membuat harga Bitcoin dan kripto lainnya berguguran. Pasar saham global juga mengalami kerugian dengan latar belakang penguatan indeks dolar AS (AS) dan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

    “Kebijakan The Fed melawan inflasi mungkin tidak akan selesai sampai investor kehilangan nilai dari Bitcoin. Jelas The Fed ingin melihat kondisi keuangan yang lebih ketat, termasuk harga saham yang lebih rendah. Berarti kripto juga, karena sangat berkorelasi dengan ekuitas. Itu kemungkinan berita yang tidak diinginkan bagi investor kripto, yang telah menderita kerugian besar,” jelas Afid.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, ada kemungkinan jika BTC tidak dapat bertahan di atas angka US$ 18.000, kemungkinan harga dapat turun di US$ 17.000. Sementara resistensi overhead untuk BTC berada di level US$ 21.100.

    Indikator teknikal juga menunjukkan peningkatan momentum bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di bawah setengah garis yang berarti penjual lebih banyak daripada pembeli di pasar. Hasil dari pembacaan ini merupakan indikasi bahwa penjual mendorong momentum harga di pasar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 12 Januari 2022: Proyeksi Bitcoin hingga BNB

    Jakarta – Memasuki pekan kedua tahun 2022, investor aset kripto dikejutkan oleh beberapa kejadian besar yang berdampak pada pasar. Mulai dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempercepat kenaikan suku bunga acuan lebih cepat hingga gejolak di Kazakhstan.

    Pekan ini diharapkan bisa menjadi fase pemulihan bagi sejumlah aset kripto, walaupun nampaknya masih terlihat adanya volatilitas tinggi. Untuk lebih lengkap mengenai lima aset kripto apa saja yang mengalami bullish dan bearish di pekan kedua Januari 2022, simak Tokocrypto Market Signal di bawah ini.

    Daftar‌ ‌5‌ ‌Aset‌ ‌Kripto‌ ‌Bullish‌ ‌

    1. Bitcoin ‌(BTC)‌

    Ilustrasi grafik aset kripto Bitcoin (BTC).

    Ilustrasi grafik aset kripto Bitcoin (BTC).

    Di awal tahun 2022, market aset kripto memang bergejolak luar biasa. Semua investor hingga para analis tidak bisa memprediksi akan terjadi penurunan pasar yang cukup signifikan. 

    Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, mengungkap ada dua penyebab utama market aset kripto melemah, termasuk Bitcoin dan koin/token kapitalisasi besar lainnya. Pertama, dipicu oleh pengumuman Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada 5 Januari lalu yang merilis hasil notulen rapat mereka bulan Desember, di mana para pejabat menyebutkan potensi kenaikan suku bunga yang lebih awal. 

    “Di hari yang sama, gejolak politik Kazakhstan menambah tekanan lebih lanjut ke pasar. Internet negara tersebut ditutup di tengah protes, menyebabkan hashrate jaringan Bitcoin menurun,” ungkapnya.

    Meski begitu, Afid melihat Bitcoin tidak akan turun lebih jauh lagi, dan menyebut harga terendah masih berada di bawah posisi US$ 40.680. BTC diyakini bisa alami konsolidasi, sehingga berpotensi rebound dan bullish sekitar 27 persen.

    “Bitcoin masih paling banyak peminatnya. Termasuk di Tokocrypto yang volume trading paling banyak di BTC. Ini memiliki potensi terlepas dari zona terendahnya dan melakukan rebound harga dalam kurun waktu yang singkat,” jelas Afid.

    Peringkat BTC di CoinMarketCap saat ini adalah #1, dengan kapitalisasi pasar US$ 791.730.821.444. Pasokan yang beredar 18.925.843 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

    2. Binance Coin (BNB)

    Ilustrasi grafik aset kripto Binance Coin (BNB).

    Ilustrasi grafik aset kripto Binance Coin (BNB).

    BNB adalah aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi. 

    Afid menjelaskan sepanjang tahun 2021 lalu, BNB berhasil menjadi aset kripto dengan kinerja paling apik. Dalam ekosistem Binance, pengguna dapat menggunakan BNB untuk menerima diskon biaya perdagangan dan mendapat benefit lainnya.

    “BNB berpotensi bullish karena akan ada integrasi dengan YokaiSwap ya. Di mana YokaiSwap itu sebelumnya berada di Nervos Network. Dia akan ILO (initial liquidity offering) di tanggal 13 Januari ini, dan bisa menambah harga untuk BNB,” katanya.

    Peringkat BNB di CoinMarketCap saat ini adalah #4, dengan kapitalisasi pasar US$ 75.252.827.642. Pasokan yang beredar 166.801.148 koin BNB dan maksimal pasokan 166.801.148 koin BNB.

    Baca Juga: 6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

    3. Nervos Network (CKB)

    Ilustrasi grafik aset Nervos Network (CKB).

    Ilustrasi grafik aset Nervos Network (CKB).

    Nervos Network (CKB) menggambarkan dirinya sebagai ekosistem blockchain publik dengan sumber terbuka. CKB merupakan kependekan dari Common Knowledge Base yang merupakan protokol lapisan dasar 1 dari Nervos Network.

    Afid melihat CKB coin akan bernasib sama dengan BNB dan akan mengalami fase bullish dalam waktu dekat. Penyebabnya sama, yaitu integrasi dengan YokaiSwap yang sebelumnya berada di Nervos Network, kini terhubung dengan Binance Smart Chain.

    “Hal tersebut mungkin akan menambah harga lagi untuk CKB,” terangnya.

    Peringkat CKB di CoinMarketCap saat ini adalah #128, dengan kapitalisasi pasar US$ 535.982.605. Pasokan yang beredar 29.350.914.462 koin CKB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    4. PancakeSwap (CAKE)

    Ilustrasi grafik aset kripto PancakeSwap (CAKE).

    Ilustrasi grafik aset kripto PancakeSwap (CAKE).

    CAKE adalah token asli dari PancakeSwap dengan standar BEP-20 disebut juga sebagai token utilitas. PancakeSwap sendiri adalah pertukaran terdesentralisasi yang memungkinkan penggunanya untuk memperdagangkan mata uang kripto dan token tanpa perantara terpusat.

    Layanan tersebut dibangun di atas kontrak pintar yang digunakan di Binance Smart Chain, platform blockchain yang dijalankan oleh pertukaran kripto Binance. Afid mengatakan token ini akan mengalami bullish.

    “Jadi akan ada IFO (Initial Farm Offerings) yang melebihi perkiraan awal, maka akan berpengaruh kepada BNB. PancakeSwap itu sendiri berada di jaringan Binance Smart Chain (BSC) kemungkinan akan ada kenaikan harga juga,” tuturnya.

    Peringkat CAKE di CoinMarketCap saat ini adalah #49, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.776.080.667. Pasokan yang beredar 257.281.434 koin CAKE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    5. Flux (FLUX)

    Ilustrasi grafik aset Flux (FLUX).

    Ilustrasi grafik aset Flux (FLUX).

    Flux adalah jaringan komputasi awan terdesentralisasi di blockchain Flux, yang menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-work (PoW). Sementara, FLUX adalah token utilitas dan tata kelola asli dari Flux yang dapat digunakan untuk tata kelola jaringan, diterima sebagai reward atas mining, dan untuk membayar biaya jaringan.

    Afid menerangkan FLUX berpotensi bullish karena baru saja mengumumkan kerja sama dengan Nvidia. Di mana kerja sama itu sebagai mitra utama, FLUX akan dapat berkembang lebih cepat melalui akses ke teknologi dan pakar mutakhir dari NVIDIA dan dukungan pemasaran bersama.

    “FLUX ada kerja sama dengan Nvidia yang akan membuat harganya kemungkinan naik. Potensi kenaikannya bisa mencapai 69 persen,” katanya.

    Peringkat FLUX di CoinMarketCap saat ini adalah #123, dengan kapitalisasi pasar US$ 579.864.358. Pasokan yang beredar 223.804.842 koin FLUX dan maksimal pasokan 440.000.000 koin FLUX.

    Baca Juga: Fakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Power Ledger (POWR)

    Ilustrasi grafik aset Power Ledger (POWR).

    Ilustrasi grafik aset Power Ledger (POWR).

    Power Ledger (POWR) minggu ini masuk kembali ke daftar aset kripto yang berpotensi bearish. Dalam analisa Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, melihat POWR sempat naik atau nge-pump sekitar 50 persen pada tanggal 9 Januari lalu. Namun, terjadi banyak penjualan yang membuat harganya kembali turun.

    “Biasanya di market kripto, kalo udah nge-pump kaya gini, itu akan terjadi penjualan untuk berusaha menaikan profit. Saat ini sudah masuk ke fase penjualan tersebut ya. Dan akan terus alami penurunan sampai 0,5441,” kata Afid.

    Power Ledger (POWR) adalah platform berbasis blockchain yang digunakan untuk menjual dan mendistribusikan solar power tanpa perantara di area lokal. Jadi, Ini adalah perusahaan teknologi yang menggunakan blockchain untuk memfasilitasi perdagangan komoditas energi dan lingkungan.

    Peringkat POWR di CoinMarketCap saat ini adalah #174, dengan kapitalisasi pasar US$ 264.431.061. Pasokan yang beredar 463.486.097 koin POWR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin POWR.

    2. Smooth Love Potion (SLP)

    Ilustrasi grafik aset kripto Smooth Love Potion (SLP).

    Ilustrasi grafik aset kripto Smooth Love Potion (SLP).

    Smooth Love Potion (SLP) adalah jenis uang digital yang terdapat dalam game metaverse, Axie Infinity. Token ini menggunakan jaringan Ethereum dan melalui likuiditas Uniswap. Jaringan Ethereum memang banyak dipilih karena menawarkan kemudahan dalam smart contract.

    Koin SLP sangat berbeda dengan aset kripto lain yang digunakan dalam game. Pemain diharuskan membeli token untuk menyelesaikan misi tertentu, sehingga mereka bisa berkembang dan dijual kembali.

    “Alasan mendasar kenapa SLP terus mengalami penurunan, karena orang yang biasanya kalo sudah dikasih reward, mereka akan jual untuk dijadikan aset pribadi dan di-convert ke koin yang lebih bagus lagi,” kata Afid.

    Peringkat SLP di CoinMarketCap saat ini adalah #550, dengan kapitalisasi pasar US$ 56.517.718. Pasokan yang beredar 3.221.436.110 koin SLP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. Hive (HIVE)

    Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

    Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

    Sama seperti POWR, HIVE juga kembali masuk ke daftar bearish pekan ini. Afid melihat berpotensi masih terus turun. Bahkan melebih penurunan minggu lalu yang berada disekitar 10 persen

    “HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk lower high sama lower low ya. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 16 perse,” ungkap Afid.

    Hive sendiri adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.

    Peringkat HIVE di CoinMarketCap saat ini adalah #135, dengan kapitalisasi pasar US$ 470.258.126. Pasokan yang beredar 389.178.394 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca Juga: CEO Grayscale: 5 Tren Crypto yang Harus Diamati Tahun Ini

    4. Ooki Protocol (OOKI)

    Ilustrasi grafik aset kripto Ooki Protocol (OOKI).

    Ilustrasi grafik aset kripto Ooki Protocol (OOKI).

    Ooki adalah protokol untuk perdagangan margin dan pinjaman tokenized. Ini bisa digunakan untuk layanan pinjaman yang memberdayakan blockchain yang terdesentralisasi, efisien, dan bebas sewa.

    Ooki adalah proyek yang dijalankan komunitas, diatur oleh suara komunitas untuk semua perubahan besar pada protokol. Afid menilai OOKI masih akan terus menurun selama beberapa waktu ke depan.

    “Dilihat dari grafiknya, ada pola penurunan yang tajam. Sekarang masih di area support-nya ya. Tapi kalau ini berhasil tertembus, bisa mengalami penurunan sekitar 13 persen,” katanya.

    Peringkat OOKI di CoinMarketCap saat ini adalah #539, dengan kapitalisasi pasar US$ 59.126.115. Pasokan yang beredar 2.875.468.102 koin OOKI dan maksimal pasokan 10.300.000.000 koin OOKI.

    5. Convex Finance (CVX)

    Ilustrasi grafik aset kripto Convex Finance (CVX).

    Ilustrasi grafik aset kripto Convex Finance (CVX).

    Convex Finance adalah protokol pengoptimal dan otomatisasi hasil yang dibangun di Curve Finance. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk menerima CRV dan reward mining likuiditas yang ditingkatkan dengan usaha minimal.

    Sementara, CVX adalah token asli Convex Finance untuk staking, mengeklaim biaya kinerja, dan voting tata kelola. Token ini menurut Afid berpotensi masuk ke fase bearish.

    “CVX punya probability untuk mengalami kenaikan lagi, tapi ini harus koreksi dan dilihat mungkin bisa turun di area 32,5 atau sekitar 8,1 persen dari harganya,” ungkapnya.

    Peringkat CVX di CoinMarketCap saat ini adalah #207, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.645.046.915. Pasokan yang beredar 45.680.015 koin CVX dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVX.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Aset Kripto Masih Mendung di Awal September ‘Ceria’

    Mengawali bulan September 2022, market aset kripto terpantau masih diselimuti oleh awan mendung. Sejumlah aset kripto big cap atau berkapitalisasi besar kompak terjebak di zona merah.

    Melansir CoinMarketCap pada hari Kamis (1/9) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin turun tipis 0,69% ke level US 20.176 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum juga turun lebih dalam 1,15% ke harga US$ 1.568 dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya, seperti BNB, XRP, Cardano (ADA) hingga Dogecoin (DOGE) juga bernasib sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat market aset kripto terpantau mengalami pergerakan yang beragam. Salah satunya Bitcoin (BTC) kembali mengalami penurunan tipis pada hari Kamis (1/9), namun masih tetap mempertahankan level psikologisnya.

    “Secara keseluruhan market masih terpantau bearish, mengingat bagaimana tingginya aktivitas penjualan, dibanding akumulasi. Setelah bolak-balik menguat dan melemah beberapa hari terakhir, harga aset kripto terpantau turun tipis pada Kamis pagi,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 31 Agustus 2022: Kripto Gerak Sideways Cenderung Kritis

    Penyebab Market Kripto Lesu

    Afid mengungkap ada beberapa penyebab dari lesunya market aset kripto di awal bulan September ini. Pertama, investor tengah menjaga jarak dengan market setelah mencemaskan pengetatan kebijakan moneter The Fed, setelah pejabat otoritas moneter tersebut silih berganti menyuarakan sikap hawkish-nya.

    “Kemungkinan besar The Fed berkomitmen untuk meneruskan sikap suku bunga tinggi demi mengekang inflasi AS. Proyeksi The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bulan ini,” jelasnya.

    Selanjutnya, pergerakan market kripto yang melemah mengindikasikan gejolak yang tinggi di mana investor sepertinya sedang bingung menentukan posisi masuk atau keluar. Karena market yang bergerak sideways naik-turun dengan cepat.

    Faktor ketiga, keraguan investor bertambah melihat pelemahan yang terjadi di pasar saham AS yang menunjukan performa yang buruk dalam beberapa hari terakhir.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Proyek Kripto Metaverse yang Bisa Dilirik di Tahun 2022

    “Masih banyak investor kripto yang berpedoman pada situasi kinerja indeks saham AS untuk mendapatkan gambaran selera risiko investor secara luas. Terlebih pagi ini indeks dolar AS (DXY) perlahan kembali menguat 108.9 atau naik 0.29%,” tutur Afid.

    Faktor Keempat, sentimen buruk kembali datang dari perkembangan terbaru pemberian ganti rugi Mt. Gox ke penggunanya. Dalam dokumen baru yang dirilis Rabu (31/8), salah satu pihak penjamin Mt. Gox, Nobuaki Kobayashi, mengatakan korban peretasan Mt. Gox diharapkan bisa mendaftarkan klaim ganti ruginya hingga 15 September mendatang.

    “Setelah proses itu selesai, Mt. Gox diramal akan segera mendistribusikan Bitcoin dalam jumlah besar tersebut. Hal itu akan ditakutkan investor, karena bisa terjadi aksi jual yang besar,” imbuhnya.

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari segi analisis teknik, Bitcoin (BTC) masih berjuang sedikit menguat di atas US$ 20.000. Level resistance ada di US$ 20.701 masih menjadi target naik terdekat. Sementara, support ada di US$ 19.520, jika terjadi koreksi.

    Sementara, Ethereum (ETH) masih berjuang di kisaran US$ 1.500 dalam beberapa hari terakhir jelang The Merge. level resistance berada pada harga US$ 1.606 dan support terdekat US$ 1.424. Titik support selanjutnya berada pada level US$ 1.356 sebagai tahanan apabila harga kembali turun.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 31 Agustus 2022: Kripto Gerak Sideways

    Pergerakan aset kripto pada Rabu (31/8) sore tampak kembali kritis di zona merah. Padahal pada Rabu pagi, market sempat naik tipis ke zona hijau menyusul indeks dolar AS yang melemah.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB, dari 8 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak turun ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun tipis 1,07% ke US$ 20.211 per keping dan turun 5,27% selama seminggu terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) juga anjlok 1,17% ke US$ 1.573 di waktu yang sama dan anjlok 3,95% sepekan terakhir. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan BBNB juga alami penurunan harga masing-masing 2,08%, 2,20% dan 1,78%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto yang sempat naik dan turun dengan cepat membuktikan bahwa market belum stabil. Investor tampak belum percaya diri melakukan akumulasi di tengah sentimen ekonomi yang masih negatif.

    “Investor masih diliputi kecemasan The Fed yang kemungkinan besar akan mengerek suku bunga acuan dengan agresif setelah data pekerja AS melemah,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Investor melihat situasi ekonomi AS masih dalam laju yang lambat. mengontrol inflasi. Oleh karenanya, mereka pun takut bahwa data ekonomi terkini yang belum memuaskan akan mendorong The Fed untuk terus mengetatkan kebijakan moneternya.

    Selain itu, investor dihantam berita bahwa Eropa akan mengikuti jejak The Fed setelah inflasi Jerman menyentuh 8,8% pada bulan Agustus. Tingkat inflasi Jerman menyentuh puncak tertingginya dalam 50 tahun terakhir.

    “kenaikan suku bunga acuan akan melemahkan gairah investor untuk masuk ke market kripto. Akibatnya, nilai aset kripto pun terpuruk,” ungkap Afid.

    Dari sisi teknikal, Bitcoin masih ada harapan untuk menguat. BTC masih sukses berada di kisaran US$ 20.200 per keping, yaitu level psikologisnya. Jika ia berhasil menembus level resistance di level US$ 20.764, maka ada kemungkinan bisa terus melesat ke level US$ 21.000.

    Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Ethereum 

    Analisis teknikal Ethereum (ETH).

    Ethereum (ETH) menjadi salah satu dari aset kripto big cap yang kembali masuk ke dalam daftar potensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan nilai ETH bisa mengalami peningkatan menjelang diselesaikannya proses migrasi The Merge.

    “The Merge akan semakin dekat memasuk bulan September. Investor mulai tampak melakukan akumulasi. Jadi mereka melakukan buy the rumor, sell the news. Peningkatan harga akan terjadi menjelang proses migrasi selesai,” kata Afid.

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ETH bisa meningkat mencapai harga US$ 1.606. Level resistance terdekat ETH pada level US$ 1.722 masih menjadi target untuk laju naik. Sementara, nilai US$ 1.424 menjadi support terdekat.

    Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 194.038.627.696. Jumlah koin yang beredar 122.180.456 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. Uniswap (UNI)

    Analisis teknikal Uniswap (UNI).

    Uniswap (UNI) potensi masuk zona bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang, dari volume perdagangan di Decentralized Exchange (DEX), Uniswap telah menunjukkan pertumbuhan besar-besaran di pada pekan lalu.

    UNI menunjukkan aktivitas bullish dalam beberapa hari terakhir, meskipun aksi jual masih terjadi beberapa hari terakhir ini. Menurut Afid, investor sudah posisi price in dalam potensi kenaikan jangka pendek, karena beberapa faktor bullish selaras pada volume transaksi DEX.

    “Analisis teknikal melihat harga UNI bisa naik dari harga US$ 7,1 atau naik 16%. Di samping itu, investor menunggu tentang bagaimana Uniswap akan menanggapi The Merge Ethereum yang akan datang.” ungkap Afid.

    Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.663.340.650. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 745.586.015 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.

    Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

    3. Chromia (CHR)

    Analisis teknikal Chromia (CHR).

    Chromia (CHR) adalah token kripto yang beroperasi pada platform Ethereum. CHR sempat melonjak lebih dari 4.900% pada tahun 2021, didukung oleh melonjaknya popularitas aplikasi terdesentralisasi (DApps), Non-Fungible Token (NFT), dan game play-to-earn berbasis blockchain.

    Afid melihat CHR pekan ini akan berpotensi bullish disebabkan oleh proses EIF (Ethereum Interoperability Framework) yang akan selesai pada awal September mendatang. EIF adalah serangkaian fungsi yang memungkinkan Chromia bertindak sebagai Layer-2 untuk Ethereum dan semua rantai EVM lainnya (BNB Chain, Polygon, Fantom, AVAX C-Chain, dll.). Fungsi-fungsi ini termasuk menjembatani aset ke dan dari rantai ini ke Jaringan Chromia.

    “Dari analisis teknikalnya pergerakan CHR kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,1866 masih terjaga, dapat naik hingga US$ 0,2189 atau naik 23% dalam beberapa hari ke depan,” jelas Afid.

    Peringkat CHR di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #180, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 105.866.580. Pasokan yang beredar 567.369.439 koin CHR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CHR.

    4. FTX Token (FTT)

    Analisis teknikal FTX Token (FTT).

    FTT adalah native token kripto dari platform exchange FTX yang diluncurkan pada 8 Mei 2019. FTT merupakan token ERC-20 yang dapat digunakan untuk mendukung transaksi jual-beli aset pada ekosistem FTX. FTT juga dapat di-stake di FTX untuk mendapatkan berbagai macam keuntungan seperti potongan fee jual-beli, gratis kirim aset, dan lain lain.

    Afid melihat FTT memiliki potensi untuk bergerak bullish dampak dari berita FTX yang setuju untuk membantu kota Busan, Korea Selatan yang akan membangun exchange kripto sendiri. FTX akan memberikan bantuan teknis dan infrastruktur kepada kota Busan dalam membangun pertukaran aset digital.

    “Kemungkinan besar dari analisis teknikalnya FTT akan mengalami peningkatan menuju harga US$ 28,46 atau naik 20% secara bertahap. Namun dalam jangka pendek, harga FTT akan terkoreksi terlebih dahulu,” ucap Afid.

    Peringkat FTT di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #180, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.685.674.464. Pasokan yang beredar 134,214,017 koin FTT dan maksimal pasokan 352.170.015 koin FTT.

    5. Lido DAO (LDO)

    Analisis teknikal Lido DAO (LDO).

    Lido DAO (LDO) kembali masuk dalam deretan aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan kenaikan nilai LDO didorong oleh sentimen positif dari semakin dekatnya The Merge Ethereum. 

    Lido DAO adalah salah satu solusi staking untuk Ethereum, dengan kata lain, ini memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam menjalankan rantai proof-of-stake (PoS) Ethereum yang akan datang dengan imbalan hadiah harian. 

    “Teknikal LDO tampak condong ke atas karena bull flag-nya. Pola teknis ini biasanya muncul selama tren naik, ketika harga berkonsolidasi lebih rendah di dalam grafik, maka ada kemungkinan akan bergerak naik yang kuat.,” kata Afid.

    Dari analisis teknikalnya, nilai LDO kemungkinan akan naik secara bertahap ke harga 2,78 atau tumbuh sekitar 41%. Sementara, level resistance-nya berada di angka US$ 3,1.

    Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #67, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 630.357.011. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. S.S. Lazio Fan Token (LAZIO)

    Analisis teknikal S.S. Lazio Fan Token (LAZIO).

    LAZIO adalah Fan Token yang dikeluarkan oleh klub sepak bola, SS Lazio asal Italia bermitra dengan Socios. LAZIO mengikuti model Fan Token klub sepak bola lainnya. 

    Holder LAZIO bisa mewakili kepemilikan hak suara dan memberikan akses kepada penggemar untuk mendapatkan hadiah dan pengalaman khusus klub yang unik. Salah satu contohnya penggemar juga mendapatkan kesempatan untuk memenangkan akses eksklusif ke klub. 

    Afid melihat LAZIO berpotensi bearish pada pekan ini karena sudah membentuk overbought atau jenuh beli yang menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten. 

    “Sudah ada sinyal bearish. Token naik 31,53% menjadi US$ 7,68. Harga LAZIO saat ini berada di atas resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 6,45,  LAZIO berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis,” kata Afid.

    Peringkat LAZIO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #311, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 67.730.461. Pasokan yang beredar 8.600.000 koin LAZIO dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin LAZIO.

    2. FC Porto Fan Token (PORTO)

    Analisis teknikal FC Porto Fan Token (PORTO).

    PORTO memiliki nasib yang sama dengan LAZIO. Afid melihat Fan Token PORTO sudah membentuk pola overbought di mana situasi ini secara teknikal ada kemungkinan investor melakukan profit taking sehingga harga saham berpeluang turun.

    “Dari segi analisis teknikalnya pergerakan PORTO kemungkinan besar akan menarik turun. Kemungkinan besar akan ada penurunan dikisaran US$ 5. Level support PORTO yang ditetapkan di sekitar US$ 4,71,” ucap Afid.

    Peringkat LAZIO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #368, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 52.939.453. Pasokan yang beredar 7.800.000 koin LAZIO dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin LAZIO.

    3. Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE)

    Analisis teknikal Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE).

    Afid menjelaskan selain LAZIO dan PORTO, Fan Token lainnya yang kemungkinan besar memasuki fase bearish adalah ALPINE. “Token ALPINE juga sudah membentuk overbought, investor perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi,” jelasnya.

    Selama lima hari terakhir, ALPINE telah mendapatkan peringkat Bullish. Alpine saat ini berada di atas resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 3,11, ALPINE berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis.

    Peringkat ALPINE di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #368, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 48.078.066. Pasokan yang beredar 11.360.000 koin ALPINE dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin ALPINE.

    4. Vulcan Forged PYR (PYR)

    Analisis teknikal Vulcan Forged Utility (PYR).

    Vulcan Forged Utility (PYR) adalah token kripto yang juga kompatibel dengan ERC20 dan dapat digunakan pada berbagai platform yang mendukung ekosistem Vulcan Forged. Token PYR dapat digunakan dalam di market Vulcan Forged dan VulcanVerse.

    Afid melihat PYR juga sudah overbought dan membentuk candlestick reverse cup and handle pattern di mana pola grafik yang menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Penurunan kemungkinan besar akan menuju harga US$ 3.16 atau turun 14%.

    “Pola yang terbentuk dalam chart harga akan membantu kita untuk menentukan kapan saatnya untuk entry sell dan kapan saatnya entry buy. Karena itu, munculnya reverse cup and handle bisa menjadi acuan trader dalam menentukan arah harga di masa mendatang, termasuk bearish,” jelas Afid.

    Peringkat PYR di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #269, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 89.620.249. Pasokan yang beredar 23.897.700 koin PYR dan maksimal pasokan yang tersedia 50.000.000 koin PYR.

    5. Nexo (NEXO)

    Analisis teknikal Nexo (NEXO).

    Nexo adalah platform pinjaman berbasis blockchain yang didukung aset kripto kepada pengguna. Nexo didirikan oleh tim profesional keuangan dan penggemar kripto, yang beralih ke blockchain untuk menciptakan aset kripto yang setara dengan layanan yang mapan dalam keuangan tradisional. 

    Nexo memiliki token asli, NEXO, yang ketika dikunci atau staking di platform memberikan manfaat kepada pengguna, seperti diskon bunga yang terakumulasi pada pinjaman dan kesempatan untuk menerima pembayaran bunga atas dana yang disimpan. Pemegang token juga menerima dividen dari keuntungan Nexo.

    Afid mengatakan NEXO ada kemungkinan bearish pekan ini. “Ada sentimen negatif dari Nexo yang mengambil tindakan hukum terhadap mantan direkturnya, Georgi Shulev yang mengakibatkan kerugian US$ 7,9 juta.”

    Peringkat NEXO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #69, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 597.006.100. Pasokan yang beredar 560.000.011 koin NEXO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin NEXO.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: The Fed Bikin Kripto Tak Berdaya

    Pergerakan market aset kripto pada Senin (29/8) pagi pasrah tak berdaya. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau anjlok imbas sinyal kebijakan hawkish The Fed untuk menjinakan inflasi AS yang tinggi dalam empat dekade terakhir.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) anjlok 1,55% ke US$ 19.777 dalam sehari terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) ambles 3,50% ke US$ 1.448 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), XRP dan Solana (SOL) juga kompak turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto awal pekan ini secara keseluruhan memang alami penurunan. Bahkan nilai Bitcoin kini kembali berada di bawah harga US$ 20.000, balik lagi ke titik terendah yang terjadi pada bulan Juli lalu.

    Kapitalisasi pasar atau market cap kripto berjuang di bawah US$ 1 triliun sebagai dampak Bitcoin, dan sebagian besar altcoin gagal menghasilkan keuntungan yang signifikan.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

    “Akhir pekan lalu atau Jumat (26/8), Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menempuh kebijakan moneter yang ketat lantaran pertempuran melawan inflasi membutuhkan waktu lama. Sontak, nilai aset kripto pun berguguran, bahkan masih melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini,” kata Afid.

    Lebih lanjut Afid mengatakan penurunan market ini dapat dimaklumi mengingat investor tentu jadi tak selera melakukan aksi akumulasi di pasar aset berisiko, seperti saham dan kripto di tengah ancaman suku bunga tinggi. Kenaikan suku bunga acuan akan mengerek tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap. Sehingga, investor pun akan menjauh dari aset kripto, menuju aset-aset yang dinilai aman.

    “Kenaikan suku bunga acuan akan mengetatkan suplai uang beredar, sehingga bisa mengurangi likuiditas di pasar kripto. Investor akan cenderung wait and see dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi saat ini,” jelasnya.

    Rumor Mt. Gox hingga Mimpi Buruk di September

    Selain itu, sentimen negatif yang juga sempat memukul market kripto adalah rumor Mt. Gox, platform exchange kripto asal Jepang yang bakal mendistribusikan sekitar 140.000 keping BTC kepada penggunanya pekan ini, sebagai lanjutan dari tindakan ganti rugi pasca peretasan yang terjadi pada tahun 2014 lalu.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    “Investor takut bahwa pengguna Mt. Gox yang mendapat ganti rugi tersebut akan segera menjual Bitcoin itu ke exchange kripto. Terlebih, jumlah BTC yang didistribusikan pun bernilai besar, sehingga akan membuat nilai BTC akan semakin tertekan. Namun, hal ini telah dibantah dan hanya kabar hoaks, Mt. Gox belum akan mentransfer BTC dalam waktu dekat,” ungkap Afid.

    Proyeksi market untuk pekan ini dan menjelang awal September, akan mengalami tekanan yang cukup berat. Ada sentimen yang membuat lesu kinerja market kripto disebabkan oleh aksi jual musiman investor menjelang September.

    “Investor tengah mengantisipasi fenomena yang dijuluki “Septembear”, yakni peristiwa di mana nilai Bitcoin selalu melemah rata-rata 5,9% secara bulanan sepanjang September dalam 10 tahun terakhir. Tahun ini, ketidakstabilan makroekonomi digabungkan dengan tradisi penurunan tersebut memberikan proyeksi suram dari para analis,” tuturnya.

    Analisi Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari analisis teknikal gerak Bitcoin kini titik support ada di level US$ 18.902 yang menjadi tahanan selanjutnya untuk laju penurunan harga. Titik tersebut menjadi level psikologis untuk kembali memulai pembelian kembali Bitcoin secara perlahan.

    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto pada hari Senin (29/8).
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto pada hari Senin (29/8).

    Baca juga: Kenal Mythical Beings NFT, Proyek Seni Digital Bangun Kesadaran Restorasi Bumi

    Major support Bitcoin berada pada level US$ 17.514, yang menjadi tahanan terakhir apabila harganya penurunan. Jika titik tersebut dapat ditembus, kemungkinan harga Bitcoin akan membentuk lower low (LL) baru pada level US$ 15.539.

    Dari Fear and Greed Index Bitcoin pada hari Senin (29/8) kembali menyentuh level Extreme Fear pada level 24. Kondisi tersebut merubah sentimen pasar yang sudah membaik menjadi negatif kembali menjelang awal September.

    Sementara, gerak Ethereum saat ini titik support terdekat ada di level US$ 1.386. Jika, level support tersebut tertembus, penurunan lanjutan bisa bergerak ke harga US$ 1.275.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Kripto Naik Tipis Pasca Penurunan Drastis, Kenapa?

    Pergerakan market aset kripto pada Senin (22/8) pagi mulai berbalik arah ke zona hijau. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau melaju tipis, setelah akhir pekan yang berat dengan penurunan drastis.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 11.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) yang naik 1,06% ke US$ 21.428 dalam 24 jam terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) melonjak 0,93% ke US$ 1.592 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya juga naik tipis. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak naik di kisaran 3% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan yang berbalik arah ini terjadi karena investor sudah jenuh melakukan aksi jual dan memicu technical rebound atau sudah mencapai oversold. Investor mulai memilih untuk kembali menyicil akumulasi aset kripto.

    “Jika melihat pergerakan sebelumnya ketika kripto ditekan selama akhir pekan oleh penurunan harga yang tajam, karena imbas data inflasi terbaru di negara Eropa dan ketidakpastian makroekonomi yang sedang berlangsung. Melihat gerak market kripto yang mulai masuk zona hijau ini, harus disikapi dengan kehati-hatian, karena masih besar kemungkinan bersifat sementara,” kata Afid.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Bappebti Setop Keluarkan Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

    Kenaikan Harga Bersifat Sementara

    Afid meyakini kenaikan kripto hanya bersifat sementara, karena sentimen negatif yang menekan laju market kripto, khususnya makroekonomi belum membaik. Seperti, ketakutan dampak inflasi yang tinggi di Inggris dan Jerman.

    “Pekan ini, investor kripto bisa menjaga jarak ke market karena menanti pidato Ketua The Fed, Jerome Powell dalam acara tahunan Jackson Hole Economic Symposium yang digelar 25-27 Agustus. Investor masih dibuat bingung oleh sikap The Fed yang ingin memperketat suku bunga acuan atau justru akan membuka peluang pelonggaran,” jelas Afid.

    Selain dari sisi makroekonomi, ada sentimen negatif dari ekosistem kripto. Investor mulai khawatir soal rencana platform exchange kripto asal Jepang, Mt. Gox akan mendistribusikan BTC dalam jumlah besar kepada para penggunanya. Hal ini dilakukan sebagai tindakan ganti rugi terhadap hilangnya 850.000 BTC saat aksi peretasan pada 2014 silam.

    Apa itu altcoin seasons
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    “Hal ini akan membuat harga BTC ditarik turun karena likuidasi yang tinggi di market, sehingga investor memilih menjual aset kriptonya,” terang Afid.

    Menurut Afid, analisa gerak market BTC saat ini terlihat sedang menguji level resistance terdekatnya di area US$ 21.900. “Ada kemungkinan BTC bisa mengalami rebound tipis ke kisaran US$ 22.500, jika mampu menembus level resistance.”

    Sementara itu, Ethereum masih menguji level resistance di level US$ 1.693. Apabila rebounce berlanjut target terdekat kenaikan pada level US$ 1.815 bisa tercapai.



    Sumber : news.tokocrypto.com