Tag: Market kripto

  • The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

    Market kripto hadapi serangan mendadak pasca bank sentral AS, The Fed mengumumkan peningkatan suku bunga acuan sebesar 0,75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Kamis (22/9) dini hari. Sejumlah kripto big cap langsung turun ke zona merah.

    Dengan inflasi yang terus tidak terkendali, kenaikan terbaru ini membawa suku bunga dasar The Fed ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui tidak ada cara “tanpa rasa sakit” untuk mengakhiri krisis biaya hidup.

    Kenaikan suku bunga AS tersebut merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2022. Sebelumnya, The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli.

    Dalam pengumumannya, Powell menyatakan pihaknya bertekad untuk membawa inflasi kembali turun sekitar 4% pada akhir tahun 2022. Sekadar informasi, untuk Agustus 2022 angka inflasi AS berada di angka 8,3%.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

    Market kripto Tiarap

    Bitcoin bergerak secara dramatis saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat. Data CoinMarketCap menunjukkan aset kripto terbesar di dunia itu, awalnya reli ke US$ 19.500 dalam beberapa menit sebelum suku bunga baru dikonfirmasi. Dalam 20 menit, kemudian jatuh ke US$ 18.975.

    Begitu juga dengan Ethereum, mencapai US$ 1.376 pada saat detik-detik pengumuman The Fed. Kemudian menukik tajam ke US$ 1.260. Sebagian besar kripto memiliki reaksi yang sama setelah pengumuman suku bunga baru.

    Kenaikan drastis 75 basis poin dari The Fed telah diperkirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa investor kripto tidak terlalu ketakutan. Perlu juga dicatat bahwa aksi jual ini tidak khusus untuk Bitcoin, dengan pasar saham juga mengalami perubahan yang tidak menentu.

    Hubungan Bitcoin dengan The Fed

    Tidak ada tanda-tanda bahwa The Fed bermaksud untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti segala sesuatunya kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Bitcoin tidak pernah berada di kondisi di mana suku bunga setinggi ini.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

    Pejabat The Fed mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring berjalannya tahun, dan rata-rata mereka memproyeksikan tanda yang tinggi sebesar 4,6% tahun depan. Semua ini bisa membuat BTC jauh kurang menarik jika dibandingkan dengan aset yang lebih aman seperti obligasi.

    Ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone baru-baru ini mengatakan kepada Kitco News bahwa The Fed berkontribusi pada salah satu bear market terbesar secara global.

    McGlone percaya mungkin ada rasa sakit lebih lanjut untuk BTC di bulan-bulan mendatang, dan berpotensi terendah baru 12 bulan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai rekor tertinggi baru dan itu hanya masalah waktu sebelum berpacu ke US$ 100.000.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini (17/5)?

    Pasar kripto turun hari ini, Rabu (17/5) karena ketakutan investor atas tindakan keras peraturan pada sektor industri aset digital masih tetap ada dan pertarungan untuk menaikkan plafon utang pemerintah AS terus berlanjut.

    Banyak analis melihat bahwa Bitcoin (BTC) turun sempat di bawah US$ 27.00 karena disebabkan oleh beberapa hal. BTC melanjutkan konsolidasi yang sedikit menurun karena investor terus memperhatikan negosiasi plafon utang pemerintah AS di Washington.

    Aset kripto terbesar itu berdasarkan kapitalisasi pasar baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 26.950, turun sekitar 1,3% dalam 24 jam, menurut data CoinMarketCap. Selama 24 jam terakhir, harga BTC berkisar antara US$ 26.800-US$ 27.400.

    Bergerak Negatif

    Kinerja pasar kripto dalam grafik 1 hari. Sumber: Coin360.
    Kinerja pasar kripto dalam grafik 1 hari. Sumber: Coin360.

    Baca juga: Analis Sebut Bitcoin Ada Tanda Baik Karena Pertahankan Target Harga

    Bitcoin berada di titik puncak untuk menunjukkan tanda-tanda penembusan harga, di mana pasar kripto berbalik ke sisi negatifnya di tengah meningkatnya ketidakpastian peraturan. Harga Bitcoin mencapai titik terendah 7 hari pada 16 Mei di US$ 26.950 karena pedagang khawatir bahwa penurunan harga yang lebih besar mungkin terjadi, dan celah CME duduk di US$ 24.000.

    Kekhawatiran serupa ada untuk Ethereum (ETH) turun dan berada di level US$ 1.826. ETH sempat diperdagangkan di atas level US$ 2.100 setelah peningkatan Shapella hanya untuk diikuti oleh level terendah intraday di US$ 1.804 pada 16 Mei. Penurunan terjadi karena pasar aset digital terus menyusut, melihat arus keluar melebihi US$ 200 juta.

    Di antara aset digital lainnya, LDO , token tata kelola untuk platform liquid staking, Lido, melanjutkan kekuatan hari Senin (15/5) untuk naik 3% lagi. Layer 2 blockchain Token MATIC asli Polygon turun 2,8% menjadi berkisar sekitar US$ 0,82.

    Sentimen Lain

    Penurunan harga kripto juga terjadi sehari setelah pengacara SEC mengajukan tanggapan atas gugatan Coinbase untuk kejelasan tentang apa itu token sekuritas , menyebut gugatan itu tidak berdasar.

    Lebih lanjut mengulangi sikap bahwa sebagian besar token kripto adalah sekuritas, Ketua SEC, Gary Gensler berbicara di Konferensi Pasar Keuangan tahunan ke-27 pada 15 Mei mengatakan kripto, “Model bisnis, bagaimanapun, cenderung dibangun di atas ketidakpatuhan. Model bisnis mereka cenderung dibangun di atas dana pelanggan, mencampurkannya, mereka penuh dengan konflik.”

    Ilustrasi pemerintah Amerika Serika (AS). SUmber: Getty Images.
    Ilustrasi pemerintah Amerika Serika (AS). SUmber: Getty Images.

    Baca juga: Dompet Bitcoin yang Simpan 1 BTC Capai Satu Juta, Sinyal Apa?

    Harga kripto mendapat pukulan lain dengan Demokrat di badan legislatif Amerika Serikat yang berusaha memperkuat otoritas SEC atas kripto, yang mungkin berarti sebagian besar token diklasifikasikan sebagai sekuritas. Industri aset kripto dan regulator memiliki sejarah panjang yang tidak sejalan baik karena berbagai kesalahpahaman atau ketidakpercayaan atas kasus penggunaan aset digital yang sebenarnya.

    Setelah ledakan FTX dan krisis perbankan yang memengaruhi beberapa bank yang memiliki kripto di pembukuan, beberapa merasa anggota parlemen AS marah dengan industri aset digital ini.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Terus Hijau, Potensi Bull Run?

    Akhir pekan lalu adalah hal yang membahagiakan bagi para trader maupun investor aset kripto dikarenakan market alami bull run. Sejumlah aset kripto, sepeti Bitcoin dan altcoin lain sepert Ethereum, BNB, dan AVAX mengalami performa kenaikan yang sangat tinggi.

    Hal ini imbas akibat The Fed dan pemerintah Amerika Serikat telah mulai mencairkan uang sebesar US$ 300 miliar yang digunakan sebagai dana talangan untuk bank-bank yang mengalami kebangkrutan seperti Silicon Valley Bank, Silvergate, dan Signature Bank. 

    Menurut Tim Trader Tokocrypto, kebijakan tersebut dapat memberikan efek menambah peredaran uang, guna terhindar dari deflasi. Ini memicu kekhawatiran bahwa The Fed akan mencetak duit anyar untuk mendanai bailout perbankan, yang pada gilirannya akan menurunkan nilai mata uang terutama dolar AS.

    Keuntungannya, dengan meningkatnya uang yang beredar di masyarakat, maka akan memicu skenario hiperinflasi serta adanya potensi untuk aset pengguna akan dialirkan ke kripto, karena ketidak percayaan masyarakat terhadap bank.

    Menanti Kebijakan The Fed

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Indikator Fear and Greed yang berada di level Greed menunjukan adanya FOMO (Fear Of Missing Out) yang mulai muncul beberapa hari terakhir, menandakan bahwa pasar saat ini menunjukan adanya aksi pembelian atau akumulasi yang tinggi. Perlu diperhatikan FOMO sangat berbahaya apabila ikut membeli tanpa didasari fundamental dan teknikal yang memadai. Teknik trading yang cocok untuk saat ini adalah scalping dengan mengambil persentase kecil 1-5% setiap transaksi.

    Pasar kripto mengalami bull run kenaikan sebesar 39,55% selama sembilan hari terakhir dimulai tanggal 11 Maret 2023 hingga 19 Maret 2023. Kenaikan yang signifikan ini memiliki potensi untuk terus berlanjut lebih tinggi lagi selama satu minggu mendatang. 

    Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pasar, seperti rapat FOMC dan pengumuman kebijakan The Fed pada 21-22 Maret 2023. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, tetapi jeda tidak boleh sepenuhnya dikesampingkan jika terjadi tekanan lebih lanjut di pasar keuangan dalam beberapa hari mendatang.

    Suku bunga acuan ini sangat berpengaruh terhadap aset-aset beresiko seperti pasar kripto. Apabila suku bunga acuan ini berada pada angka 4,75%. Maka Aset kripto memiliki potensi untuk mengalami kenaikan lebih tinggi lagi.

    Aksi Harga Bitcoin, ETH dan MATIC

    Harga Bitcoin (BTC)

    Grafik harga harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Bitcoin Targetkan Bull Run US$ 30K pada Aksi UBS Akuisisi Credit Suisse

    Kabar ini tentu saja akan sangat menggembirakan bagi aset kripto maksimalis, target kenaikan Bitcoin memiliki potensi hingga US$ 28.755. Titik harga tersebut merupakan area support bitcoin pada bulan Mei 2023. Apabila candlestick Bitcoin harian ditutup di atas harga tersebut, maka ada potensi untuk mengalami kenaikan yang lebih tinggi hingga US$ 31.667. Namun, apabila terjadi penolakan, maka BTC kemungkinan akan mencoba kembali ke area support-nya di harga US$ 25.256.

    Kemudian, adanya isu masalah dengan bank besar asal Swiss yaitu Credit Suisse. UBS telah sepakat mengajukan penawaran US$ 1 miliar untuk mengakuisisi Credit Suisse. Proposalnya senilai US$ 1 miliar merupakan diskon tajam terhadap kapitalisasi pasar bank pada 17 Maret sekitar US$ 8 miliar, menurut data kapitalisasi pasar perusahaan. Tapi Credit Suisse adalah bank yang “terlalu besar untuk gagal.” Secara teori, modal perputaran uang serta kredibilitas bank ini sangatlah tinggi.

    Harga Ethereum (ETH)

    Grafik harga harian ETH/USDT. Sumber: TradingView.

    Ethereum (ETH) terpantau mengalami kenaikan yang signifikan mengikuti Bitcoin, hal ini didukung dengan dominasi Ethereum di market cap seluruh aset kripto sebesar 18,7%. Dengan tingginya dominasi market, maka menandakan bahwa adopsi aset kripto ETH ini sangat tinggi setelah aset kripto Bitcoin bull run

    Jika Bitcoin tetap melanjutkan relinya hingga US$ 31.000, maka besar kemungkinan ETH akan tetap mengalami kenaikan yang lebih tinggi lagi hingga ke area US$ 2.000. Pada saat Minggu (19/3), ETH sudah terkonfimasi candlestick harian telah ditutup pada $1758 diatas garis resistance-nya pada harga US$ 1.750 dan per tanggal 20 Maret 2023 berada pada harga US$ 1.800. 

    Harga Polygon (MATIC)

    Grafik harga harian MATIC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Upgrade Besar Ethereum Shapella Ditargetkan pada 12 April 2023

    Polygon (MATIC) merupakan salah satu aset kripto yang sangat dikenal oleh trader maupun investor kripto. MATIC sendiri memiliki teknologi berupa layer 2 dari jaringan Ethereum yang memiliki kendala fee transaksi yang mahal serta proses transaksi yang tidak bisa terlalu besar.

    Namun berdasarkan teknikalnya, MATIC masih memiliki potensi untuk melajutkan penurunan hingga US$ 0,7293 dari harga pada tanggal 20 Maret 2023 di harga US$ 1.1827 dalam beberapa minggu ke depan. Penurunan ini berpotensi hingga 37,64%, tapi potensi penurunan ini bisa saja tidak valid apabila Bitcoin serta kapitalisasi market kripto mengalami kenaikan.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Alami Kenaikan Harga, Sentimen Positif Semakin Kuat

    Pasar aset kripto mengalami lonjakan kenaikan selama selama seminggu terakhir dengan presentase sebesar 15,8% pada Jumat (17/3). Pada akhir pekan lalu, Bitcoin (BTC) ditutup dengan penurunan yang dalam diakibatkan berita kebangkrutan bank ternama di Amerika Serikat, seperti Silvergate, Silicon Valley Bank, dan Signature Bank.

    Tim Trader Tokocrypto menganalisa berita kebangkrutan bank-bank besar tersebut berdampak efek domino di pasar kripto pada pekan lalu. Namun pada Jumat ini, mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada kripto di Top 10 Market Cap berdasarkan TradingView, seperti Bitcoin (BTC) naik sebesar 5,16%, Ethereum (ETH) naik 2,25%, Binance Coin (BNB) 9.91% dan Dogecoin (DOGE) naik 6,48%. Altcoin juga mengikuti jejak BTC yang mengalami penguatan. 

    Pekan ini diramaikan oleh beberapa kabar yang cukup kuat berdampak kepada market kripto. Pada tanggal 10 Maret 2023, Silicon Valley Bank (SVB) menutup operasional bank mereka diakibatkan bank run yang terjadi sehingga berefek pada harga stablecoin USDC terlepas dari 1:1 dengan USD. Hal ini bisa terjadi karena cadangan dana Circle disimpan di Silicon Valley Bank sebesar US$ 3.3 Miliar dari US$ 40 miliar yang tidak dapat diproses oleh SVB. 

    Berikut chart USDC depeg dengan USD yang mengalami penurunan sebesar 17,7% kemudian per hari ini tanggal 17 Maret 2023 sudah mengalami pemulihan 1:1 dengan USD.

    Grafik harga harian USDC/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Upgrade Besar Ethereum Shapella Ditargetkan pada 12 April 2023

    Kemudian, Euler Finance mengalami kerugian yang besar diakibatkan peretasan yang terjadi sebesar US$ 200 juta pada 14 Maret 2023 dan berhasil pulih sebesar US$ 4,5 juta, sehingga membuat pasar kripto mengalami goncangan.

    Total kapitalisasi pasar kripto juga mengalami penguatan sebesar 18,6% dengan titik terendah sebesar US$ 932 miliar pada 11 Maret 2023 dan US$ 1,1 triliun pada 17 Maret 2023. Serta dominasi kapitalisasi Bitcoin sebesar 44,7%.

    Untuk sentimen pasar kripto saat ini berada pada posisi netral dengan kecenderungan Greed. Ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai trading scalping atau swing trading dikarenakan pasar sedang dalam kondisi yang netral. Namun, perlu diperhatikan bahwa sewaktu-waktu hal ini dapat berubah dan penting untuk melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi atau trading

    Berikut Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB

    1. Bitcoin (BTC)

    Mengalami kelanjutan kenaikan yang sangat tinggi pada minggu ini disebabkan adanya CPI data inflasi Februari 2023 yang berada pada 6%. Artinya inflasi mengalami penurunan sehingga aset kripto mengalami kenaikan yang sangat tinggi pada tanggal 14 Maret 2023 dan ada potensi untuk melanjutkan kenaikan pada bulan Maret ini.

    Grafik harga bulanan BTC/USD. Sumber: TradingView.

    Berikut beberapa level support yang perlu diperhatikan. Harga US$ 23.300 merupakan harga dengan support pertama yang kuat, berada pada area golden ratio Fibonacci 0.618. Kemudian harga US$ 22.600 merupakan area support Fibonacci kedua. 

    Bitcoin juga telah menembus resisten harga psikologis di harga US$ 25.000 sehingga para investor dominan percaya akan terjadinya kenaikan lanjutan hingga US$ 28.875 dan US$ 31.663. Namun perlu diperhatikan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir sebelum Bitcoin Halving pada 2024, sehingga kemungkinan masih akan ada bearish hingga Q4 2023 berdasarkan cycle halving Bitcoin.

    2. Ethereum (ETH)

    Ethereum juga mengalami kenaikan dikarenakan market cap kripto yang mengalami penguatan sebesar 21% selama seminggu terakhir setelah terjadinya koreksi diakibatkan beberapa bank AS bangkrut. 

    Grafik harga bulanan ETH/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Beruntung! Penambang Bitcoin Ini Berhasil Pecahkan Blok Dapat Rp 2,2 M

    ETH memiliki potensi untuk mengalami kenaikan lanjutan di resistance sekaligus harga psikologis sebesar US$ 2.000 dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini sangat mungkin dikarenakan adanya berita tentang upgrade jaringan Ethereum Shanghai yang ditunggu tunggu oleh trader sekaligus investor. 

    Untuk area support-nya berada pada area Fibonacci 0.618 yaitu pada harga US$ 1.617 dan 0.382 pada harga US$ 1.525. Apabila support kedua itu tertembus maka besar kemungkinan untuk ethereum mengalami lanjutan penurunan hingga US$ 1.400.

    3. Binance Coin (BNB)

    BNB mengalami kenaikan yang sangat tinggi disebabkan naiknya market cap kripto serta adopsi penggunaan BNB untuk keperluan decentralize finance, gas fee, staking dan launchpad. Launchpad ini juga diumumkan oleh Binance di akun Twitter-nya dan web resmi milik Binance yang membuat harga BNB mengalami kenaikan yang signifikan dan adanya potensi yang terus menguat hingga launchpad berakhir.

    Grafik harga bulanan BNB/USD. Sumber: TradingView.

    Dalam beberapa minggu ke depan BNB akan terus menguat seiring dengan permintaan BNB untuk keperluan launchpad. Namun, ada resistance yang cukup kuat pada harga US$ 330 yang membuat BNB kemungkinan tertahan dan akan mengalami konsolidasi harga selama beberapa hari mendatang. Jika day candle-nya close di atas US$ 330 pada akhir pekan ini, maka besar kemungkinan BNB potensi mengalami kenaikan.

    Jika harga BNB kembali ke area support di level US$ 317, maka ini merupakan waktu yang baik untuk Dollar Cost Averaging (DCA) dengan jangka waktu hingga launchpad berakhir. Kenaikan kripto BNB disebabkan adanya berita tentang Launchpad bersama Project SpaceID yang diumumkan pada 17 Maret 2023 membuat harga BNB mengalami lonjakan sebesar 7,35% setelah postingan Launchpad di Twitter Binance.

    Investor atau trader bisa memanfaatkan fitur Price Alert yang telah hadir di Tokocrypto. Price Alert adalah fitur pengingat untuk memberi tahu pengguna, ketika harga aset kripto tertentu sudah mencapai target. 

    Jika menggunakan fitur Price Alert, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

    DISCLAIMER:Bukan saran atau ajakan membeli. Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

    Market kripto memasuki tahun baru dengan semangat bullish. Bagaimana tidak? Bitcoin (BTC) yang merupakan kripto dengan market cap terbesar saja mampu memperoleh keuntungan lebih dari 35% dalam bulan pertama 2023.

    Kapitalisasi pasar kripto global pun melampaui angka US$ 1 triliun setelah menghabiskan beberapa bulan di bawah US$ 900 miliar. Namun, pasar mulai turun menjelang akhir Januari 2023. Bagaimana dengan proyeksi Februari nanti?

    Tim Riset Tokocrypto melihat Februari kemungkinan besar masih menjadi bulan yang baik untuk market kripto.Berdasarkan indeks Bitcoin Monthly Returns dalam dua tahun terakhir, Februari menjadi bulan bullish bagi Bitcoin. Apalagi Januari ini, Bitcoin mampu pecah rekor menjadi bulan dengan keuntungan lebih dari 40% yang terakhir terjadi pada tahun 2013.

    “Februari optimis market kripto masih dalam tren bullish. Terlepas dari situasi makroekonomi ke depan, dari indeks Bitcoin Monthly Returns, BTC selalu untung di bulan Februari ini. Namun, investor juga patut waspada dengan efek dari kebijakan moneter The Fed,” jelas dalam analisisnya.

    Akankah Market Kripto Terus Turun?

    Bitcoin Monthly Returns.
    Bitcoin Monthly Returns.

    Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

    Menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) di mana jadi salah satu momen penentu pergerakan ekonomi dunia, market kripto terlihat koreksi dan investor cenderung memilih untuk wait and see. Rapat FOMC akan berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2023. Kemungkinan besar The Fed akan kembali menaikkan suku bunga, namun tidak terlalu agresif dengan target kenaikan 25 basis poin (4,5% menjadi 4,75%).

    “Penurunan ini juga kemungkinan karena kurangnya semangatnya investor dalam memperoleh keuntungan. Terlihat dari volume perdagangan Bitcoin telah melonjak 38,9%, sementara harganya tampaknya turun, menunjukkan tekanan jual yang lebih tinggi.”

    Inflasi di AS mendingin, dan suku bunga juga diperkirakan lebih ringan dari sebelumnya menjadi katalisator yang positif bagi pergerakan market kripto. Oleh karena itu, sentimen investor kemungkinan akan membaik selama beberapa bulan ke depan. Meskipun tidak ada yang dapat dikatakan dengan pasti sampai pertemuan FOMC selesai, banyak yang berharap segalanya menjadi lebih baik.

    “Terlepas dari kenaikan suku bunga, investor juga akan fokus pada komentar yang dibuat oleh Ketua The Fed, Jerome Powell tentang ketahanan ekonomi, pasar kerja, pemulihan makro di AS. Jika dia mengisyaratkan langkah-langkah pelunakan ke depan, maka lonjakan harga jangka pendek diharapkan dapat terwujud.”

    Analisis Teknikal

    Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.
    Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.

    Baca juga: Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

    Dengan demikian, aktivitas pasar dapat melonjak setelah diskusi FOMC selesai mengingat hasilnya positif. Namun, jika kenaikan suku bunga lebih tinggi dari yang diantisipasi, mungkin ada aksi jual yang lebih besar.

    Dari segi analisis teknikal, jika The Fed memutuskan hasil seperti yang diharapkan, maka kenaikan sesaat yang dipicu oleh hype dapat membantu harga Bitcoin melampaui US$ 25.400 atau sekitar Rp 380 juta (kurs US$ 1 = Rp 14.989). Namun, jika kenaikan tersebut dianggap sebagai perpanjangan hawkish oleh investor, maka penurunan kemungkinan besar terjadi ke sekitar US$ 20.700 atau Rp 310 juta dapat diharapkan dan paling pahit menuju area US$ 18.800 (Rp 281 juta).

    “Level US$ 24.000 sebagai zona penting bagi BTC untuk masuk periode bullish lanjutkan. Jika menembus titik itu mengharapkan likuiditas naik untuk dieksploitasi hingga dapat mendorong harga ke kisaran level resistensi di US$ 25.000.”

    Di sisi lain dari Fear and Greed Index Crypto menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) telah berada di luar zona “Fear” selama 11 hari berturut-turut. Ini adalah waktu terlama Bitcoin berada di luar zona “Fear” sejak bulan Maret 2022 lalu. Sentimen Bitcoin masih positif per 30 Januari 2023 dengan berada di zona “Greed” dengan skor 61, level tertinggi sejak BTC menyentuh ATH nya pada 16 November 2021, ketika harganya mencapai US$ 69.000.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Terus Merana Tak Kunjung Bull Run

    Menjelang akhir pekan ke-3 Agustus 2022, market aset kripto terus tertunduk lesu. Pergerakan harga 10 kripto berkapitalisasi besar atau big cap secara keseluruhan semuanya kompak nyaman di zona merah sepanjang pekan ini.

    Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (19/8) pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin bertengger di zona merah dengan harga US$ 22.767 atau turun 2,95% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) masih lebih baik meski sama-sama anjlok di 1,72% ke US$ 1.818. Kripto lainya, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) anjlok lebih dari 4%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto masih belum bisa bangkit dari keterpurukan. Saat ini, banyak investor yang terlihat sangsi melakukan akumulasi kripto lantaran sentimen makroekonomi sedang tidak baik-baik saja.

    Salah satu faktor yang menghambatnya adalah The Fed menerbitkan risalah rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) Juli pada Kamis (18/8) lalu, yang menegaskan bahwa mereka akan terus mengetatkan kebijakan suku bunga acuannya hingga inflasi benar-benar terkendali.

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Tokocrypto Luncurkan T-Hub Solo Perluas Adopsi Blockchain dan Aset Kripto

    “Risalah itu membuat investor bingung dengan sikap The Fed. Padahal sebelumnya, mereka memberi sinyal ada kemungkinan melonggarkan kebijakan moneternya selepas September mendatang. Kalau tidak benar terjadi dan ada pengetatan kebijakan moneter ditakutkan menghambat likuiditas di pasar aset berisiko, termasuk kripto,” kata Afid.

    Di sisi lain, kabar mengenai tingkat Inggris yang mencapai 10,1% pada Juli 2022 juga sedikit banyak menekan laju market kripto. Perlu diketahui angka inflasi di Inggris itu merupakan Tertinggi dalam 40 Tahun terakhir.

    Adanya penguatan nilai indeks Dolar AS juga menekan performa aset kripto. Nilai indeks Dolar AS pada Jumat (19/8) pagi, sempat menyentuh level 107,6 alias meningkat dari periode sama sehari sebelumnya 106,5. 

    “Investor yang memegang kripto sebagian besar menjualnya asetnya karena  berisiko, seperti saham, jadi mereka lebih memilih untuk memegang dolar AS terlebih nilainya sedang menguat,” ujar Afid.

    analisa teknikal
    Ilustrasi Ethereum dan Bitcoin

    Baca juga: Promosi Indonesia Via Metaverse, Kemenparekraf Bangun WonderVerse

    Analisa Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Pergerakan Bitcoin kembali berada di bawah day-20 exponential moving average (EMA) dan ada kemungkinan meneruskan laju penurunannya. Level support BTC terdekat kini berada pada harga US$ 22.370, jika titik tersebut tertembus bisa menarik harga ke level US$ 20.701. Sementara, target rebounce BTC berada di level resistance pada level US$ 23.362.

    Sementara, Ethereum (ETH) juga menunjukkan tren penurunan dalam lima hari terakhir. Meski demikian, sejak 19 Juni lalu, nilai ETH sudah naik 109% dari US$ 880,93 ke $1.818. Kenaikan ini diduga merupakan respons dari antisipasi pasar terhadap The Merge, yaitu transisi jaringan Ethereum ke proof-of-stake dari proof-of-work.

    “Tapi saat ini ETH sedang menguji pertahanan harganya di level support US$ 1.783, apabila terjadi breakdown, kemungkinan ETH turun lebih dalam capai level US$ 1.663. Resistance ETH ada di level US$ 1.915,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Masih Tampil Cetar Buat Investor Senang

    Sepanjang pekan ini, situasi market kripto membuat hati investor senang, karena bisa sedikit ambil untung, meski di bawah tekanan inflasi. Pasalnya secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan seminggu ini.

    Data terbaru melansir CoinMarketCap pada Jumat (22/7) pukull 12.00 WIB nilai Bitcoin berada di harga US$ 22.954 atau melonjak 11,21% dalam tujuh hari terakhir. Nilai Ethereum (ETH) bahkan lebih perkasa naik 30,36% ke US$ 1.567 di waktu yang sama. Lalu apa yang menyebabkan market kripto bergejolak positif?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor yang kembali menyerbu aset kripto, lantaran mereka tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi AS. Hal serupa juga terjadi di pasar aset berisiko lainnya yakni pasar saham AS.

    “Di samping itu, investor juga ramai-ramai melakukan transaksi perdagangan di altcoin setelah memantau apiknya kinerja indeks saham AS. Pelemahan kinerja nilai dolar AS juga menambah gairah investor, meski tentu masih dibayangi oleh sikap The Fed dengan suku bunga acuannya yang diumumkan pekan depan,” kata Afid.

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

    Menanti Aksi The Fed

    Sejauh ini, Afid melihat banyak investor yakin The Fed tidak bakal terlampau agresif dalam mengerek suku bunga acuannya yang diumumkan pada hasil rapat yang berlangsung 27 hingga 28 Juli mendatang. Alhasil, investor optimistis The Fed maksimal hanya menaikkan suku bunga 75 basis poin saja dan tidak memukul market kripto.

    Di samping itu, secara umum sentimen market diliputi kecemasan soal rentetan kabar buruk yang menghinggapi ekosistem kripto selama sehari belakangan. Salah satu kabar tak sedap itu muncul dari Tesla yang mengaku telah menjual Bitcoin senilai US$ 963 juta sepanjang triwulan lalu demi meningkatkan posisi kas perusahaan.

    Kemudian, kabar mengenai platform pinjam-meminjam aset kripto, Vauld, yang sudah mengajukan proteksi dari krediturnya yang berasal Singapura. Kabar ini muncul setelah perusahaan mengumumkan penghentian sementara proses withdrawals-nya beberapa hari lalu.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

    Anaisa Bitcoin dan Ethreum ke Depan

    Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah US$ 23.000 dan turun hampir 1 persen dalam sehari dan naik 11 persen dalam seminggu. Pergerakan BTC meski mengalami kenaikan, tapi sejauh ini masih datar atau sideways.

    Sentimen bearish masih aktif di dekat US$ 24.200 dan mendorong harga di bawah US$ 23.000. Pada sisi negatifnya, titik support awal ini berada di dekat U$ 22.500. Support utama berikutnya berada di US$ 22.250, jika sebaliknya berada di di bawahnya, harga Bitcoin bisa turun ke US$ 21.200. Sementara, level resistensi berada di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

    Sedangkan, harga Ethereum (ETH) masih berjuang untuk tetap di atas resistensi US$ 1.600. ETH memangkas beberapa kenaikan dan turun di bawah US$ 1.500. 

    Level support utama berikutnya adalah di dekat US$ 1.450, di bawahnya harga bisa memulai koreksi turun yang lebih kuat. Pada sisi atas, harga bisa menghadapi berada di dekat US$ 1.550. Resistensi utama berikutnya adalah di US$ 1.600, jika tembus harga bisa memulai kenaikan lagi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perang Dagang Makin Panas, Harga Bitcoin Ikut Kebakaran


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan imbas memanasnya tensi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. CoinMarketCap mencatat koreksi harga BTC hingga 8,86% di perdagangan sepekan terakhir.

    Harga BTC tergelincir ke level US$ 110.743 atau sekitar Rp 1.83 miliar (asumsi kurs Rp 16.583). Pada perdagangan sepekan terakhir, BTC mengalami volatilitas tinggi yang dipicu oleh isu perang tarif AS-China. Kondisi tersebut menempatkan BTC pada rentang US$ 107.318 hingga US$ 123.535.

    Tokocrypto menyebut, kapitalisasi pasar BTC berada di angka Rp 36.629 triliun dengan volume perdagangan 24 jam terakhir tercatat turun 24% menjadi Rp 1.136 triliun. Penurunan terjadi setelah China menjatuhkan sanksi terhadap suku cadang buatan AS yang digunakan perusahaan pelayaran Korea Selatan.


    Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan ketegangan dagang AS-China mendorong penurunan tajam kapitalisasi pasar kripto dari US$ 3,96 triliun menjadi US$ 3,75 triliun. Penurunan tersebut terjadi lebih dari US$ 210 miliar dalam sehari.

    Sementara altcoin utama relatif cepat pulih, harga BTC masih bertahan di zona pelemahan. Presiden AS, Donald Trump, bahkan menegaskan pihaknya secara aktif terlibat dalam perang dagang dengan China setelah sebelumnya mengancam tarif 100% pada semua impor dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

    “Selama hubungan AS-China masih goyah, kripto akan kesulitan pulih karena aset berisiko seperti ini biasanya hanya menguat saat kondisi global stabil,” ujarnya.

    Fyqieh menyebut, kondisi pasar saat ini berada dalam fase badai yang dipicu oleh faktor eksternal makroekonomi. Ia menjelaskan, fase yang sama sempat melanda BTC pada tahun 2022 kala China dihadapkan dengan era suku bunga The Fed yang tinggi.

    “Setiap fase bear market kripto punya pemicunya sendiri. Di 2018-2019 ada larangan Bitcoin di China, di 2022 kita menghadapi kenaikan suku bunga The Fed, dan kini di 2025 pemicunya adalah perang dagang AS-China. Ini fase yang tidak bisa dihindari, tapi pada akhirnya selalu diikuti pemulihan,” jelasnya.

    Namun, ia menyebut volatilitas tinggi ini merupakan kekhawatiran jangka pendek investor terhadap ketidakpastian kebijakan dagang global. Sementara di sisi teknikal, BTC kini tengah terkonsolidasi di kisaran US$ 110.000-US$ 116.000 dengan dominasi penjual (bear).

    Level US$ 110.000 menjadi area support penting, sementara US$ 116.000 menjadi batas resistensi utama. Jika BTC berhasil menembus level tersebut, peluang untuk kembali menguji US$ 120.000 terbuka lebar.

    “Jika ketegangan tarif terus berlanjut, pasar kripto akan tetap choppy dengan pergerakan harga yang liar. Namun, bila dalam beberapa minggu ke depan ada sinyal positif seperti kesepakatan dagang atau penundaan tarif, badai ini bisa mulai mereda,” tambahnya.

    Tonton juga video “Mengenal El Salvador, Negara yang Cuan Banget Lewat Bitcoin” di sini:

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com