Tag: menurunkan berat badan

  • 4 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Turun BB, Ternyata Simpel Banget!

    Jakarta

    Bagi beberapa orang, bukan mudah menurunkan berat badan. Sudah mencoba tips diet ini-itu, berat badan terus saja ‘nge-stuck’. Rupanya menurut ahli gizi, kunci keberhasilan untuk menurunkan berat badan boleh jadi ada di kebiasaan pagi hari.

    Memang pada dasarnya, kunci untuk menurunkan berat badan adalah dengan defisit kalori. Artinya, kalori yang masuk ke tubuh tak boleh sampai jauh berlebihan dibandingkan kalori yang terbakar. Tentunya, hal ini dilakukan dengan menjaga asupan makanan dibarengi aktivitas olahraga.

    Lantas jika ingin memaksimalkan upaya penurunan BB dengan langkah-langkah simpel di pagi hari, apa saja yang bisa dicoba?


    1. Minum air putih!

    Sebagaimana dibuktikan oleh penelitian, memperbanyak asupan air putih setiap hari bisa membantu proses penurunan berat badan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, orang yang minum sekitar dua gelas air 30 menit sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam mengalami penurunan berat badan dan mengalami penurunan indeks massa tubuh (BMI).

    “Saat Anda bangun di pagi hari, Anda mungkin mengalami dehidrasi, jadi menghidrasi dengan segelas air adalah ide yang bagus. Anda juga mungkin mengira Anda lapar, padahal sebenarnya hanya haus,” ujar ahli gizi sekaligus penulis ‘Finally Full, Finally Slim’, Lisa Young, dikutip dari Eat This Not That.

    2. Pilih menu kaya akan protein buat sarapan

    Young menjelaskan, sarapan dengan makanan kaya protein seperti telur, yogurt, atau selai kacang akan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Ditambah, asupan makanan ini membantu menstabilkan gula darah. Tak heran, makanan kaya akan protein ini disebut-sebut menjadi resep utama untuk menurunkan BB.

    Seiring itu, banyak uji klinis telah mengungkapkan bahwa meningkatkan asupan protein dapat meningkatkan komposisi tubuh secara keseluruhan dengan menurunkan massa lemak.

    3. Pilih juga buah-buahan!

    “Anda akan menambahkan jumlah besar dan volume pada makanan Anda tanpa kalori yang tidak perlu,” kataYoung. Sembari dijelaskannya, buah adalah makanan terbaik untuk ditambahkan ke rutinitas pagi karena kaya akan antioksidan dan serat.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa menambah jumlah konsumsi serat setiap hari hingga 30 gram dapat menurunkan tekanan darah dan membantu menurunkan berat badan. Walhasil, mengawali hari dengan asupan serat adalah cara sederhana untuk membantu proses penurunan BB.

    “Saya suka menambahkan buah beri ke yogurt saya atau mengiris apel ke dalam oatmeal saya. Penurunan berat badan yang sehat berfokus pada apa yang harus ditambahkan, bukan dikurangi,” tutur Young.

    4. Sempatkan jalan kaki!

    Terkesan simpel, tapi sebenarnya aktivitas jalan kaki punya manfaat luar biasa buat tubuh. Tak terkecuali, membantu proses penurunan berat badan.

    “Menurunkan berat badan dengan berjalan kaki adalah tambahan yang bagus selain mengonsumsi makanan sehat. Berjalan kaki membakar kalori, membantu menjaga tulang tetap kuat, dan baik untuk suasana hati Anda,” pungkas Young.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Makanan Paling Gampang Bikin Perut Buncit, Awas Gagal Diet!

    Jakarta

    Siapa sih yang tak mau memiliki bentuk tubuh yang ideal alias body goals? Untuk mewujudkan itu semua, tak sedikit orang yang rela menjalani program diet yang sangat ketat lho.

    Misalnya, dengan mengonsumsi makanan diet untuk menggantikan sumber asupan sehari-hari. Banyak yang mengira makanan diet seperti protein shake atau protein bar merupakan asupan alternatif yang dapat membantu menghilangkan perut buncit. Tapi terkadang, makanan-makanan tersebut malah bisa menjadi ‘biang kerok’ yang menggagalkan diet loh. Kok bisa?

    Pasalnya, makanan-makanan tersebut bisa saja mengandung bahan yang malah membuat gemuk, seperti gula dan lain sebagainya. Lantas, apa saja sih makanan diet yang bisa menggagalkan usah menghilangkan perut buncit tersebut?


    1. Protein Shake

    Protein merupakan asupan penting bagi orang yang menjalani diet. Pasalnya, protein bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga menekan keinginan untuk ngemil atau makan berlebih.

    Nah, tak jarang orang yang sedang diet memenuhi kebutuhan proteinnya dengan mengonsumsi protein shake. Meski sebagian besar protein shake bernutrisi dan menyehatkan, ada juga beberapa protein shake yang tinggi gula dan kalori. Karena praktis dikonsumsi, protein shake juga cenderung diminum beberapa kali dalam sehari. Alhasil, tubuh malah bisa kelebihan gula dan kalori.

    2. Protein Bar

    Selain protein shake, protein bar juga menjadi salah satu makanan diet yang harus dipilih dengan teliti. Alasannya pun sama, karena beberapa jenis protein bar mengandung kalori dan gula yang justru bisa menggagalkan usaha untuk menghilangkan perut buncit.

    3. Yogurt Rendah Lemak

    Yogurt rendah lemak memang merupakan camilan ideal bagi orang yang sedang diet. Namun, tak jarang yogurt rendah lemak mengandung gula tambahan yang cukup tinggi untuk memberikan rasa yang lezat.

    Kandungan lemak memang amat memengaruhi rasa dari yogurt. Semakin rendah kadar lemaknya, maka semakin hambar pula rasa yogurt tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa yogurt rendah lemak yang menambahkan gula untuk menghasilkan rasa manis. Yogurt seperti inilah yang bisa menggagalkan diet, jadi telitilah sebelum memilih ya.

    4. Sereal Rendah Kalori

    Orang yang sedang diet memang harus benar-benar memerhatikan asupan kalori hariannya. Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan yang rendah kalori, seperti sereal.

    Kendati demikian, ada banyak sereal rendah kalori yang mengandung gula atau pemanis tambahan untuk memberikan rasa yang enak. Selain itu, sereal rendah kalori umumnya mengandung protein dan lemak sehat yang sedikit, sehingga tidak bisa membuat kenyang dalam waktu yang lama.

    5. Buah Kering

    Buah kering merupakan camilan yang cukup sering dikonsumsi oleh orang yang sedang diet. Sama seperti buah segar, buah kering juga mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Namun karena ukurannya yang lebih kecil, serta rasanya yang cenderung lebih manis dibanding buah segar biasa, orang-orang gampang ‘bablas’ saat mengonsumsi buah kering.

    Terlebih, satu porsi buah kering memiliki kandungan gula dan kalori yang lebih banyak dibanding buah segar dalam jumlah yang sama. Karena itu, batasilah konsumsi buah kering agar tidak mengganggu program diet.

    6. Kopi

    Kopi memang menjadi salah satu minuman yang bisa memberikan energi bagi orang-orang yang sedang diet. Tapi, beberapa jenis kopi tertentu malah bisa memberikan efek yang berbalik dan menggagalkan diet loh.

    Misalnya, kopi rasa (flavoured coffee) seperti latte, frappe, atau cappucino. Alasannya pun jelas, karena jenis kopi tersebut cenderung memiliki kandungan gula dan kalori tinggi yang bisa menggagalkan upaya menghilangkan perut buncit.

    Karena itu, tetaplah mengonsumsi kopi hitam tanpa gula agar program diet tetap berjalan dengan lancar.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Banyak Makan Kuning Telur Bikin Kolesterol Naik’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Penyebab Perut Buncit dan Tetap Bergelambir Meski Sudah Diet

    Jakarta

    Hampir seluruh orang ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bahkan, banyak yang rela menjalani program diet dan pola makan yang sangat ketat demi mewujudkan tubuh idaman.

    Kendati demikian, banyak orang yang masih memiliki perut buncit meski sudah melakukan diet ketat. Tak jarang, hal ini membuat putus asa dan menurunkan motivasi untuk menurunkan berat badan.

    Penyebab Perut Buncit Meski Sudah Diet

    Sebenarnya, diet ketat tak selalu menjadi jawaban mutlak untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan perut buncit. Faktanya, ada sejumlah faktor lain yang ikut memiliki andil dalam menurunkan berat badan.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab perut buncit meski sudah diet.

    1. Tidak mengonsumsi cukup protein

    Protein merupakan salah satu nutrisi paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Sejumlah studi membuktikan diet tinggi protein dapat membantu mendukung proses menurunkan berat badan.

    Pasalnya, asupan protein dapat menekan produksi hormon ghrelin yang menyebabkan rasa lapar. Alhasil, perut bisa merasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan menjadi lebih terkendali.

    2. Kurang berolahraga

    Perut buncit meski sudah diet juga bisa disebabkan oleh minimnya olahraga atau aktivitas fisik. Dengan beraktivitas fisik, tubuh akan memanfaatkan kalori yang ada di dalam tubuh sebagai energi. Semakin sering dan intens berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang diproses oleh tubuh.

    Jika seseorang jarang berolahraga, maka kelebihan kalori yang ada dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak visceral. Timbunan lemak inilah yang membuat perut terlihat buncit, meski sudah melakukan diet ketat.

    3. Mengonsumsi minuman manis

    Minuman manis dapat menghambat proses menurunkan berat badan. Pasalnya, gula mengandung kalori yang cukup tinggi. Akibatnya, orang yang mengonsumsi minuman manis bisa dengan mudah mengalami kelebihan kalori.

    Selain minuman manis, orang yang sedang diet juga perlu menjauhi gula atau zat pemanis tambahan. Misalnya, ketika minum kopi hitam. Meski kopi hitam dapat membantu menurunkan berat badan, jika ditambah gula atau pemanis lainnya tentu malah bisa membuat berat badan semakin meningkat.

    4. Tidur tidak teratur

    Kualitas tidur yang baik memiliki dampak yang signifikan terhadap berat badan. Studi menunjukkan orang dengan pola tidur yang buruk lebih rentan mengalami obesitas.

    Dikutip dari Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Akibatnya, orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak keesokan harinya.

    5. Kurang minum air putih

    Meski sederhana, air putih memiliki dampak yang luar biasa untuk membantu menurunkan berat badan. Air putih dapat membantu tubuh untuk senantiasa terhidrasi. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, maka metabolisme juga akan ikut meningkat. Alhasil, pembakaran kalori berjalan dengan lebih efisien sehingga membantu menurunkan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Makanan Berkalori Tinggi yang Bisa Bikin Diet Gagal Total

    Jakarta

    Makanan berkalori tinggi jika dikonsumsi bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan menggagalkan diet. Dikutip dari laman Medical News Today, kalori adalah satuan yang menunjukkan jumlah energi yang bisa diperoleh dari makanan dan minuman. Tubuh membutuhkan kalori dalam jumlah yang cukup agar bisa beraktivitas setiap harinya.

    Kendati demikian, terlalu banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi juga tidak baik untuk kesehatan. Ketika mengonsumsi kalori melebihi apa yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Hal inilah yang menyebabkan berat badan meningkat dan membuat perut terlihat buncit.

    Makanan Berkalori Tinggi yang Harus Dihindari

    Sebagian besar program diet berfokus pada membatasi asupan kalori harian guna membantu proses menurunkan berat badan. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan-makanan yang berkalori tinggi. Apa saja jenis makanan tersebut? Berikut ulasannya.


    1. Roti tawar

    Roti tawar merupakan salah satu makanan yang sering disantap saat sarapan. Biasanya, roti tawar terbuat dari tepung gandum yang sudah dihaluskan.

    Dikutip dari laman Medical News Today, tepung jenis ini tidak baik dikonsumsi saat sedang diet lantaran mengandung karbohidrat dan kalori yang sangat tinggi. Selain itu, tepung gandum halus tersebut juga tidak memiliki kandungan serat, protein, serta nutrisi penting lain yang dibutuhkan tubuh saat sedang diet.

    2. Es krim

    Camilan lezat satu ini termasuk makanan berkalori tinggi yang harus dihindari saat sedang diet. Selain memiliki kandungan gula yang tinggi, es krim juga mengandung lemak yang tentunya dapat menghambat usaha menurunkan berat badan.

    3. Buah kering

    Buah kering adalah buah yang diproses dengan cara dikeringkan, baik dengan mesin pengering maupun bantuan sinar matahari. Meski terbuat dari buah segar, buah kering tidak bisa menggantikan manfaat yang dimiliki oleh buah aslinya.

    Selain memiliki kandungan air yang lebih sedikit, buah kering cenderung memiliki kalori yang lebih padat dibandingkan buah segar. Tak hanya itu, buah kering juga memiliki kandungan fruktosa yang lebih tinggi. Alhasil, kalori dalam buah kering jauh lebih tinggi dibandingkan buah segar meskipun dalam takaran yang sama. Karenanya, jangan mengonsumsi buah kering secara berlebihan saat sedang diet ya.

    4. Pizza

    Pizza adalah makanan tinggi kalori yang betul-betul harus dijauhi saat sedang melakukan diet. Pizza terbuat dari adonan tepung terigu yang kemudian ditambahkan dengan beraneka topping seperti peperoni, keju, mayonaise, saus, dan lain sebagainya.

    Kombinasi bahan-bahan tersebut membuat pizza menjadi makanan dengan kalori yang sangat tinggi. Bahkan, satu slice pizza saja bisa memiliki 285-300 kalori. Karena itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi pizza saat sedang diet.

    5. Keripik kentang

    Keripik kentang memang memiliki bentuk yang tipis, tapi di balik penampilannya camilan favorit ini memiliki kalori yang cukup tinggi. Proses memasak secara digoreng juga membuat keripik kentang memiliki kadar lemak sehingga bisa memicu kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, keripik kentang juga kerap ditambahkan dengan garam sebagai penyedap rasa. Akibatnya, camilan ini dapat dengan mudah menggagalkan diet dan membuat berat badan membengkak.

    6. Cokelat

    Kebanyakan jenis cokelat mengandung gula tambahan dan lemak yang cukup tinggi. Sehingga, mengonsumsi terlalu banyak cokelat dapat membuat seseorang mengalami peningkatan berat badan hingga bahkan memicu sejumlah penyakit kardiovaskular.

    Tapi perlu diingat, beberapa jenis cokelat tertentu dapat membantu menurunkan berat badan. Misalnya, cokelat hitam atau dark chocolate yang kaya akan antioksidan dan dapat membantu menekan rasa lapar. Kendati demikian, cokelat hitam juga memiliki kandungan gula dan lemak sehingga konsumsinya harus tetap dibatasi.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Kebiasaan Sederhana yang Diam-diam Bikin Berat Badan Membengkak

    Jakarta

    Makanan memang merupakan salah satu faktor yang bisa membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan. Namun, sejumlah kebiasaan sederhana yang dijalani sehari-hari ternyata secara diam-diam juga bisa membuat berat badan bertambah.

    Bahkan, kebiasaan-kebiasaan yang kita anggap sepele sebenarnya malah bisa menghambat proses diet. Akibatnya, berat badan sulit turun meski sudah menjalani pola makan dan program yang ketat.

    Karenanya, proses diet tidak hanya sebatas mengatur pola makan, tapi juga merubah gaya hidup sehari-hari. Termasuk, menghilangkan kebiasaan yang bisa membuat berat badan meningkat.


    Kebiasaan Kecil yang Bikin Berat Badan Membengkak

    Pertanyaannya sekarang, apa saja kebiasaan kecil yang tanpa disadari bisa membuat berat badan meningkat? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

    1. Kurang tidur

    Waktu dan kualitas tidur memiliki dampak yang sangat besar terhadap berat badan. Dikutip dari Healthline, orang yang hanya tidur selama 5 jam setiap malam memiliki risiko kenaikan berat badan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidur selama 7 jam atau lebih.

    Tak hanya itu, orang yang kurang tidur juga cenderung memiliki perut yang buncit. Pasalnya, orang yang kurang tidur rentan mengalami penumpukan lemak visceral di bagian tubuhnya, termasuk di perut dan sekitar pinggang.

    2. Makan terlalu cepat

    Jadwal kerja yang serba sibuk kerap membuat orang terburu-buru saat makan. Padahal, kebiasaan sederhana ini malah dapat membuat berat badan meningkat dengan mudah.

    Sebuah studi menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk dapat mencerna makanan yang dikonsumsi. Alhasil, tubuh baru akan merasa kenyang selang beberapa waktu setelah makan.

    Tapi ketika seseorang makan terlalu cepat, tubuhnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses makanan dan memunculkan rasa kenyang. Akibatnya, orang tersebut tanpa sadar bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari jumlah yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh.

    3. Kurang minum

    Kurang minum dapat menyebabkan haus. Namun, tak jarang tubuh salah mengartikan sinyal tersebut sebagai rasa lapar. Alhasil, orang yang jarang minum bisa saja malah makan secara berlebihan sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, minum air yang cukup juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Sebuah studi mengungkapkan orang yang minum dua gelas air putih sebelum sarapan mengonsumsi kalori 22 persen lebih sedikit dibanding mereka yang tidak minum. Semakin sedikit kalori yang dikonsumsi, tentu semakin kecil pula kemungkinan berat badan membengkak.

    4. Sering stres

    Stres memang tidak menyebabkan kenaikan berat badan secara langsung. Namun, salah satu dampak stres bisa membuat orang ingin makan lebih banyak. Fenomena ini dikenal juga dengan istilah emotional eating.

    Saat sedang stres, orang-orang akan mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian atau menghilangkan rasa cemas atau sedih akibat stres. Bagi sebagian orang, pelampiasan tersebut dilakukan dengan cara makan. Semakin sering orang tersebut mengalami stres, maka semakin sering pula dia makan secara berlebihan. Hal inilah yang membuat orang yang sering stres rentan mengalami kenaikan berat badan.

    5. Keseringan duduk

    Tak sedikit aktivitas atau pekerjaan yang mengharuskan kita untuk duduk selama berjam-jam. Namun, hal ini ternyata bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan loh.

    Sebuah studi menyebutkan orang yang duduk terlalu lama memiliki kecenderungan obesitas. Ketika kita melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan atau berdiri, tubuh akan membakar sejumlah kalori. Duduk terlalu lama dapat menghambat proses pembakaran kalori tersebut. Akibatnya, kalori yang seharusnya dibakar menjadi energi malah menumpuk dan disimpan sebagai lemak visceral dalam tubuh.

    6. Makan sambil ditemani gadget

    Pada zaman seperti sekarang, keseharian kita memang tidak bisa lepas dari yang namanya gadget, termasuk ketika sedang makan. Namun sebuah studi menyebutkan orang yang makan sambil bermain gadget ternyata memiliki risiko mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi.

    Saat bermain gadget, fokus dan perhatian dapat dengan mudah teralihkan. Hal ini bisa membuat seseorang tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekitarnya, termasuk jumlah makanan yang sudah dikonsumsi. Akibatnya, orang makan sambil bermain gadget bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari seharusnya. Hal inilah yang membuat kebiasaan makan sambil bermain gadget dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Jenis Olahraga untuk Menurunkan Berat Badan, Simpel Anti Nyiksa

    Jakarta

    Jika membahas tentang cara menurunkan berat badan, olahraga pasti menjadi salah satu tips yang selalu direkomendasikan. Tak heran memang, mengingat olahraga merupakan cara jitu menurunkan berat badan yang sudah dilakukan orang-orang sejak lama.

    Dikutip dari situs Verywell Health, berolahraga dapat membantu tubuh membakar lebih banyak lemak. Ketika berolahraga, tubuh akan mengubah lemak yang ada di dalam tubuh menjadi sumber energi.

    Tak hanya itu, otot-otot yang aktif juga berperan dalam pembakaran kalori. Karenanya, semakin banyak otot yang dimiliki maka semakin besar pula jumlah kalori yang bisa dibakar sehingga membantu menurunkan berat badan.


    Sayangnya, tidak semua orang memiliki waktu luang untuk bisa berolahraga setiap hari lantaran rutinitas yang sangat padat. Selain itu, tubuh juga sering kecapaian usai beraktivitas sehingga mengurungkan niat untuk berolahraga.

    Kabar baiknya, tidak semua olahraga untuk menurunkan berat badan menyita banyak waktu. Ada sejumlah gerakan olahraga simpel dan praktis yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja untuk membantu menurunkan berat badan.

    Bahkan, gerakan-gerakan olahraga berikut bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 10 menit. Penasaran? Berikut pembahasannya.

    1. Jumping Jacks

    Jumping jacks merupakan salah satu olahraga kardio yang mudah untuk dilakukan. Jumping jacks juga tidak membutuhkan teknik atau peralatan khusus, sehingga ramah untuk pemula yang baru mulai olahraga untuk menurunkan berat badan.

    Bagi pemula, melakukan jumping jacks selama 30 detik per tiga set sudah menjadi permulaan yang bagus. Ketika tubuh sudah semakin terbiasa, maka intensitas bisa ditingkatkan dengan menambah durasi atau kecepatan gerakan.

    2. High Knees

    Sama seperti jumping jacks, high knee termasuk gerakan olahraga yang ramah untuk pemula karena tidak membutuhkan peralatan atau teknik khusus. Gerakan high knees sekilas mirip seperti lari di tempat, hanya saja posisi lutut diangkat lebih tinggi sehingga sejajar dengan perut.

    High knees merupakan latihan yang cocok dilakukan oleh orang-orang yang ingin mengecilkan perut buncit. Melakukan high knees selama 30 detik per tiga hingga empat set dapat mendukung pembakaran lemak dan membantu menurunkan berat badan.

    3. Plank

    Plank adalah latihan ketahanan yang cocok dilakukan untuk mengencangkan otot-otot core, paha, lengan, betis, dan bokong. Instruktur kebugaran dari Orangetheory Fitness, Benji Tiger, mengatakan plank selama 30 detik hingga satu menit sudah cukup ideal untuk memberikan hasil.

    Tapi jika memang tidak memungkinkan, cobalah melakukan plank secara bertahap dengan menahan posisi selama 10-20 detik sebagai permulaan.

    4. Skipping

    Skipping alias lompat tali merupakan aktivitas kardio yang dapat membantu proses pembakaran lemak tubuh. Dikutip dari Healthline, skipping bisa menjadi salah satu latihan untuk membakar kalori dan mendukung proses menurunkan berat badan.

    Bagi pemula, melakukan skipping selama 30-60 detik sudah cukup ideal. Seiring waktu, cobalah untuk meningkatkan durasi hingga 5-10 menit setiap hari.

    5. Burpees

    Burpees termasuk gerakan latihan yang cukup menantang untuk dilakukan. Pasalnya, burpees tidak hanya menuntut kekuatan otot-otot tubuh, tapi juga stamina. Meski begitu, manfaat yang diberikan gerakan latihan ini terhadap proses menurunkan berat badan sangatlah besar.

    Lantaran memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, cobalah untuk melakukan burpees selama 10-20 detik jika tubuh belum terbiasa. Jika hitungan waktu dirasa terlalu berat, maka Anda juga bisa melakukan burpees sebanyak tiga set dengan 5-10 kali repetisi tiap set-nya.

    6. Mountain Climbers

    Mountain climbers tidak hanya efektif membantu menurunkan berat badan, tapi juga dapat melatih kekuatan otot lengan dan tubuh bagian atas secara bersamaan.

    Sebagai permulaan, cobalah untuk melakukan mountain climbers selama 20-30 detik. Meski terkesan enteng, gerakan ini cukup menantang bagi tubuh yang belum terlatih. Jika sudah terbiasa, maka Anda bisa meningkatkan intensitas, kecepatan, dan durasi secara perlahan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 4 Tips Turun BB Tanpa Nyiksa ala Ahli Gizi, Cocok Buat Pemula


    Jakarta

    Banyak orang menjadikan turun berat badan sebagai target resolusi hidup sehat pada 2024. Agar resolusi tersebut tak berujung cuma wacana, ada empat trik simpel yang perlu diterapkan menurut ahli diet. Apa saja?

    Ahli diet sekaligus penulis ‘The 30-Day Reset Plan’, Susie Burrell menjelaskan, pada dasarnya untuk menurunkan berat badan, ada empat langkah simpel yang perlu diterapkan sehari-hari. Langkah tersebut mencakup membatasi asupan manis, menghindari goreng-gorengan, pantang minum alkohol, hingga meminum kopi. Terdengar simpel, bukan?

    “Peraturan Anda harus mencerminkan tujuan gaya hidup Anda dan secara khusus menargetkan area di mana Anda kesulitan mengambil keputusan,” kata Burrell dikutip dari New York Post, Kamis (25/1/2024).


    Ia menyoroti, berat badan berlebih atau obesitas bukan hanya berisiko mengganggu penampilan, melainkan juga meningkatkan risiko penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, stroke, dan beberapa jenis kanker.

    “Ketika Anda memiliki aturan makanan, misalnya, tidak minum alkohol selama seminggu, atau tidak makan makanan penutup pada malam hari, otak tidak mengalami tekanan ekstra karena harus membuat keputusan lain, melainkan Anda memiliki seperangkat pedoman default. yang menjaga pola makan Anda tetap pada jalurnya,” jelasnya.

    Lantas apa saja 4 langkah simpel yang dimaksud Burrel untuk menurunkan berat badan?

    1. Batasi asupan manis, cukup sekali sehari

    Tak hanya berisiko bikin berat badan naik, asupan gula berlebih juga meningkatkan risiko terjadinya obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, kerusakan gigi, jerawat, tekanan darah tinggi, peradangan kronis, dan penyakit lainnya.

    Maka itu Burrell mengingatkan, orang yang ingin menurunkan berat badan perlu lebih bisa mengendalikan keinginan memakan manis-manis. Ia menyarankan, cobalah batasi asupan camilan manis cukup sekali saja dalam sehari.

    2. Kurangi makan goreng-gorengan

    “Apakah Anda memilih potongan ayam, atau semangkuk burrito nasi sayur, atau makanan beku kaya sayuran, Anda akan menambahkan beberapa nutrisi ke dalam hari Anda dan membuat pilihan yang jauh lebih sehat daripada makanan yang digoreng, burger, atau pizza,” kata Burrell.

    Sebuah penelitian tahun lalu menemukan kaitan erat antara makanan yang digoreng dengan risiko kecemasan dan depresi yang lebih besar. Salah satu makanan yang dimaksud, yakni kentang yang digoreng hingga renyah.

    NEXT: Rutin minum kopi, tapi begini triknya

    3. Kurangi minum minuman beralkohol

    Alkohol mengandung 7 kalori per gram, bahkan lebih banyak jika alkohol dikonsumsi dengan minuman koktail. Walhasil Burrel menyarankan, agar berat badan bisa turun, sebisa mungkin kurangi dan batasi asupan minuman beralkohol.

    4. Jangan terlalu banyak ngopi

    Sering mendengar bahwa kopi bisa membantu proses penurunan berat badan? Rupanya hal itu bukan cuma mitos. Namun catatan dari Burrell, pastikan asupan kopi dengan susu tidak berlebihan, melainkan cukup secangkir dalam sehari.

    Burrell menjelaskan, seseorang bisa menambahkan 60 sampai100 kalori ke minuman yang diolah dengan susu skim. Walhasil ia menyarankan, pastikan asupan minuman kopi dengan susu ini tak berlebihan, agar berat badan bisa tetap terkendali.

    (vyp/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Yang Ingin Diet Merapat! Ini 5 Menu Sarapan Paling ‘Jos’ buat Pangkas BB


    Jakarta

    Pilihan menu sarapan bisa menjadi kunci keberhasilan diet untuk menurunkan berat badan. Pasalnya, menu sarapan tertentu bisa mempertahankan ‘stok’ energi sepanjang hari, sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lama.

    Beberapa penelitian menunjukkan, orang yang terbiasa sarapan teratur cenderung memiliki bentuk tubuh ramping dan lebih sukses menurunkan berat badan. Lebih lagi, mereka memiliki potensi yang lebih besar untuk mempertahankan berat badan ideal.

    Dikutip dari Eating Well, pada dasarnya, sarapan seimbang idealnya mengandung protein, karbohidrat kompleks, serat, dan lemak sehat untuk membuat seseorang kenyang dan bertenaga beraktivitas seharian. Lantas agar berat badan bisa turun, harus pilih menu sarapan apa saja?


    1. Telur

    Satu butir telur berukuran besar mengandung 6 gram protein dan 72 kalori. Dibandingkan karbohidrat dan lemak, protein membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

    Sebuah studi Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat pada 2020 menemukan bahwa mengonsumsi telur untuk sarapan meningkatkan kepuasan makan dan menurunkan konsumsi kalori pada waktu makan berikutnya.

    2. Oatmeal

    Sudah banyak yang mengetahui, oatmeal kaya akan manfaat buat kesehatan, termasuk untuk jantung. Di samping itu, oatmeal juga cocok dijadikan menu sarapan oleh orang-orang yang sedang diet menurunkan berat badan. Pasalnya, kandungan serat dalam oatmeal bisa membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

    Selain itu, asupan karbohidrat “slow-release” dalam makanan seperti oatmeal tidak akan meningkatkan gula darah setinggi karbohidrat olahan seperto roti putih. Dengan mengkonsumsi oatmeal, kadar insulin tidak akan melonjak tinggi, sehingga lemak tidak akan tertimbun, kadar gula tak melonjak, dan pembakaran lemak dapat berlangsung.

    3. Yogurt

    Selain karena lezat, yogurt juga cocok dijadikan menu sarapan karena bisa membantu proses penurunan berat badan. Laporan yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 2020 mengungkapkan, yogurt adalah salah satu dari lima makanan yang paling berkaitan erat dengan penurunan berat badan.

    Protein dalam yogurt dan produk susu lainnya bersifat mengenyangkan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dalam tubuh dibandingkan karbohidrat sederhana.

    4. Selai Kacang

    Kacang juga mengandung protein dan serat untuk membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sekaligus mendorong penurunan berat badan. Sebab pada dasarnya, kacang-kacangan termasuk selai kacang mengandung lemak sehat, serat, dan protein dalam dosis yang baik.

    Meskipun kacang-kacangan dan selai kacang dikenal memiliki kandungan kalori yang besar, dua sendok makan selai kacang hanya mengandung kurang dari 200 kalori, 8 g protein, dan 2,5 g serat.

    5. Raspberry

    Menu sarapan diet selanjutnya cocok banget untuk orang-orang yang doyan buah-buahan manis nan asam. Yap! Raspberry cocok menjadi andalan saat sarapan jika ingin menurunkan berat badan.

    Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), secangkir raspberry mengandung 8 gram serat, lebih dari dua kali lipat jumlah serat dalam secangkir stroberi. Efeknya, orang yang rutin mengkonsumsi raspberry saat sarapan memiliki peluang lebih besar untuk turun berat badan dalam waktu enam bulan.

    (vyp/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Olahraga dan Mudah Dilakukan

    Jakarta

    Mengecilkan perut buncit bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam prosesnya diperlukan kerja keras, kedisplinan hingga kesabaran yang ekstra. Mungkin masih banyak orang yang berpikir bahwa olahraga berjam-jam merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan kelebihan lemak di perut.

    Padahal, faktanya cara mengecilkan perut buncit juga dapat diatasi tanpa olahraga. Namun dalam penerapannya diperlukan konsistensi dalam mengubah pola makan serta menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari.

    Perlu diingat juga, olahraga tetap memiliki manfaat yang signifikan baik untuk menurunkan berat badan maupun kesehatan. Jadi bila memang memungkinkan, lakukan olahraga ringan secara rutin, misalnya jalan kaki sesuai dengan batas kemampuan.

    Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Olahraga

    Nah, buat detikers yang lagi mencari cara menghilangkan perut buncit tanpa olahraga, berikut beberapa metode yang terbukti secara sains dan dianjurkan oleh ahli diet.


    1. Perbanyak Asupan Serat

    Serat merupakan salah satu jenis karbohidrat yang sangat berperan penting dalam proses menurunkan berat badan. Serat dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan.

    “Ia (serat) mengembang di dalam perut seperti spons, jadi wajar jika bisa menekan rasa lapar,” ujar ahli diet sekaligus penulis buku Healing Superfoods for Anti-Aging: Stay Younger, Live Longer, Karen Ansel, M S., R D N.

    Ansel menambahkan studi juga menunjukkan serat dapat memberikan manfaat terhadap bakteri baik di perut yang membantu produksi hormon yang memunculkan rasa kenyang.

    “Usahakan untuk setidaknya mengonsumsi 25 gram (serat) per hari dari berbagai makanan seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran,” imbuhnya.

    2. Konsumsi Lemak ‘Sehat’

    Ahli diet Jessica Cording menegaskan pentingnya mengonsumsi lemak ‘sehat’ dalam proses menurunkan berat badan. Menurutnya, lemak sehat dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama. Tak hanya itu, lemak sehat juga bisa mencegah gula darah menurun akibat membatasi porsi makan.

    “Saya masih menjumpai orang-orang yang ‘takut’ dengan lemak. Lemak membantu Anda merasa kenyang lebih lama, dan bisa membantu mencegah penurunan kadar gula darah,” tuturnya.

    Adapun lemak sehat yang dianjurkan, yakni minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak ikan.

    3. Jangan Abaikan Protein

    Protein juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan dengan cara merangsang produksi hormon yang memunculkan rasa kenyang.

    “Sama halnya seperti serat, protein secara alami dapat membuat Anda merasa kenyang dengan cara merangsang produksi hormon kenyang,” ucap Ansel.

    Ia menambahkan protein termasuk jenis asupan yang lama dicerna. Sehingga, seseorang cenderung tidak lagi ingin ngemil setelah mengonsumsi makanan yang penuh dengan protein.

    “Usahakan mengonsumsi 20 gram (protein) setiap makan dari sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam, kalkun, telur, dan produk susu rendah lemak,” tambahnya.

    4. Tidur dan Istirahat yang Cukup

    Waktu tidur yang cukup dan berkualitas memiliki dampak yang sangat besar terhadap proses menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dilakukan pada 2022 menunjukkan kurang tidur dapat memengaruhi bagian tertentu pada otak yang memunculkan keinginan ngemil makanan manis dan berkarbohidrat.

    “Tidur kurang dari enam jam setiap malam dapat memengaruhi hormon yang menimbulkan rasa lapar, sehingga membuat Anda lebih sering ngemil dan merubah kebiasaan makan,” kata spesialis obesitas dan lipid, dr Spencer Nadolsky, D.O.

    5. Minum Air Putih

    Terkadang, tubuh salah memaknai haus sebagai rasa lapar. Akibatnya, seseorang bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari jumlah yang sebenarnya dibutuhkan.

    Sebuah studi juga menemukan minum air sebelum makan dapat membantu mengurangi kelebihan cairan ikut berkontribusi meningkatkan berat badan.

    “Jika Anda tidak minum cukup air, tubuh akan mempertahankan cairan yang ada di dalamnya untuk mencegah dehidrasi,” ujar pakar diet Amy Shapiro, R.D.

    6. Kurangi Asupan Gula

    Gula merupakan salah satu musuh besar bagi orang yang ingin menghilangkan perut buncit. Selain tinggi kalori, gula juga tidak mengandung nutrisi sehat lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

    “Gula cenderung ada pada makanan yang memiliki kalori tinggi. Entah itu soda, latte yang ditambahkan pemanis, atau hidangan penutup, mereka adalah makanan pertama yang harus Anda singkirkan jika ingin melangsingkan tubuh,” ucap Ansel.

    Ansel mengingatkan gula juga terdapat pada makanan lain seperti roti, kecap, dressing salad, dan lain sebagainya.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Tips Diet Anti Nyiksa untuk Hempaskan Lemak yang Cocok Buat Pemula


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal dan sehat merupakan keinginan banyak orang. Namun dalam beberapa kasus, proses penurunan berat badan terasa sangat menyiksa dan sulit dilakukan oleh pemula.

    Bagaimana langkah yang perlu dilakukan oleh pemula jika ingin mulai diet? Langka awal yang bisa diterapkan adalah mulai secara perlahan merubah kebiasaan makan menjadi lebih sehat. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diterapkan dikutip dari Business Insider:

    Makan Lebih Banyak Sayur dan Buah

    Buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Beberapa kandungan zat yang bermanfaat yang ada di sayur dan buah antara lain seperti serat, magnesium, vitamin A dan C, kalium, dan potasium.


    Serat bermanfaat untuk meredakan sembelit dan membantu pencernaan, magnesium baik untuk tulang, dan kalium baik untuk menjaga tekanan darah lebih sehat. Sedangkan vitamin A bermanfaat untuk melindungi dari infeksi dan menjaga kesehatan kulit dan mata, vitamin C baik untuk membantu penyerapan zat besi dan menjaga kulit dan gusi.

    Selain baik untuk proses penurunan berat badan, konsumsi buah dan sayur banyak dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2018 menemukan pola makan kaya akan buah dan sayur dapat mengurangi peradangan yang berhubungan dengan penyakit kesehatan kronis seperti jantung, kanker, dan diabetes.

    Batasi Makanan Olahan

    Makanan olahan cenderung memiliki tinggi kalori dan rendah nutrisi. Beberapa jenis contoh makanan olahan yang sebaiknya dikurangi adalah keripik, biskuit, permen, kue, hingga makanan beku seperti nugget dan sosis.

    Garam, gula, dan bahan pengawet biasanya ditambahkan ke makanan olahan yang dapat berdampak pada kesehatan. Hal ini dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit berbahaya seperti penyakit jantung hingga kanker.

    Beberapa jenis alternatif makanan yang bisa dikonsumsi misalnya seperti oatmeal sebagai pengganti sereal manis, popcorn tawar sebagai pengganti keripik, dan yogurt.

    Pilih Lemak Sehat

    Lemak adalah bagian penting dari pola makan sehat. Zat nutrisi ini membantu tubuh menjaga metabolisme dan menyimpan energi tubuh. Namun, perlu dipahami tidak semua lemak sehat dan ada yang dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan.

    Jenis lemak yang lebih sehat adalah lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan ikan berlemak seperti salmon. Lemak tak jenuh dapat meningkatkan kesehatan jantung.

    Dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2009, responden yang mengganti 5 persen asupan lemaknya dengan lemak tak jenuh memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami penyakit jantung koroner.

    Buat Rencana Makan

    Membuat rencana makan juga bisa menjadi peranan penting untuk proses diet. Jenis makanan yang perlu ditingkatkan mencakup buah, sayur, protein, dan biji-bijian. Rencana makan juga meliputi bagaimana cara makanan diolah dan kapan makanan dikonsumsi.

    Selain itu, buat lingkungan menjadi lebih ‘sehat’. Hal ini bisa dilakukan dengan hanya menyimpan pilihan makanan yang sehat di kulkas dan membatasi stok makanan olahan. Ini dapat membuat diri terbiasa dengan camilan sehat.

    Rencana makan dapat berbeda-beda setiap orang. Jika memerlukan bantuan, datangi dokter atau ahli kesehatan terpercaya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera