Tag: meta

  • Facebook dan Instagram Berencana Mengintegrasikan Marketplace NFT

    Tampaknya, apa yang menjadi pusat keramaian saat ini. Seperti token non-fungible (NFT), terus menarik minat pemain besar untuk turut menyediakan layanan terkait sektor yang sedang panas-panasnya tersebut.

    Diketahui, Facebook dan Instagram dilaporkan berencana mengintegrasikan marketplace NFT ke dalam platform media sosial mereka.

    Menurut laporan dari The Financial Times, Meta, pemilik di balik dua raksasa teknologi tersebut, berusaha untuk bergabung dengan banyak perusahaan lain yang mengendarai gelombang adopsi NFT.

    Baca jugaSeperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter

    FT mengatakan bahwa tim di Facebook dan Instagram sedang mempersiapkan fitur untuk memungkinkan pengguna mencetak NFT mereka sendiri dan menampilkannya sebagai foto profil.

    Dua sumber FT juga mengatakan bahwa Meta sedang mempersiapkan pasar NFT yang lengkap, meskipun rincian proyek masih terbatas hingga saat ini.

    Pelukan Meta di sektor ini terjadi tak lama setelah sesama raksasa media sosial Twitter mulai mengizinkan pengguna iOS untuk menampilkan NFT di foto profil mereka.

    Facebook membuat petunjuk besar pertama tentang pintu masuk ke pasar NFT pada bulan Agustus ketika kepala Keuangan Facebook David Marcus mengatakan perusahaan itu “pasti memikirkannya”.

    “Memikirkan metaverse sebagai lingkungan yang sepenuhnya digital sebenarnya sangat membantu ketika Anda merancang produk yang harus tahan terhadap masa depan. Ketika saya melihat apa yang akan dibutuhkan di metaverse, itu benar-benar pergerakan nilai yang mulus, dan untuk itu, kami membutuhkan infrastruktur baru, interoperabilitas, karena Anda ingin memiliki banyak dompet yang dapat berpartisipasi dalam metaverse.

    Baca jugaApakah Bitcoin Sudah Bottom?

    Dan saya pikir memiliki uang yang dapat diprogram dan memiliki kontrak cerdas di atas blockchain yang dibangun dengan sengaja akan menjadi transformasional untuk metaverse. Karena jika Anda seorang pencipta, jika Anda membuat NFT. Anda mungkin ingin menyewa NFT Anda atau menjual NFT Anda. Anda harus menyimpan NFT Anda. Dan Anda dapat memikirkan semua jenis model bisnis baru di sekitar ini yang tidak mungkin dilakukan dengan infrastruktur pembayaran saat ini dan tanpa kontrak pintar.”

    Tentu saja, ini adalah sinyal baru yang akan semakin membakar minat terhadap NFT, yang diperkirakan masih akan terus menjadi hype di sepanjang tahun 2022 ini karena akan bersamaan dengan melesatnya game blockchain di mata para investor dan pemain. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nike Masuki Metaverse, Luncurkan Sepatu Kets Virtual

    Nike berencana memasuki sektor metaverse dengan peluncuran sepatu kets digital. Perusahaan pakaian olahraga tersebut menyusul merk-merk lain yang terjun ke industri barang digital.

    Nike mengumumkan telah mengakuisisi RTFKT. Perusahaan yang menciptakan sepatu kets digital dan benda digital lain dalam bentuk NFT yang memanfaatkan teknologi blockchain.

    Akuisisi tersebut terjadi tidak lama setelah RTFKT sukses meluncurkan NFT avatar, CloneX, dengan total transaksi mencapai puluhan juta dolar dalam waktu singkat.

    John Donahoe, CEO Nike, berkata akuisisi tersebut adalah langkah yang mempercepat transformasi digital Nike sehingga dapat melayani atlet dan seniman di gabungan olahraga, kreativitas, gaming dan budaya.

    Baca jugaBinance Terima Lampu Hijau Dari Bahrain dan Kanada

    Nike tidak memberikan rincian soal akuisisi tersebut. Kendati demikian, pembelian itu mencerminkan minat yang tinggi dari merk-merk ternama kepada NFT.

    Pada bulan Mei, NFT tas Gucci terjual dengan harga lebih mahal dibanding tas fisik. Ketertarikan terhadap NFT dan barang digital diiringi prediksi bahwa metaverse, yakni internet dengan virtual reality, akan menggantikan web yang ada saat ini.

    Sektor ritel adalah salah satu yang bisa ditransformasi dimana pembeli dapat memakai kacamata virtual reality untuk memeriksa replika tiga dimensi dari barang fisik seperti baju.

    Nike telah membuka Nikeland, showroom virtual di platform gaming Roblox dimana pengunjung dapat mengenakan baju Nike kepada avatar tiga dimensi mereka.

    Didirikan tahun lalu, RTFKT melihat peluang di bidang sepatu kets dan NFT. Pasalnya, keduanya seringkali diinginkan sebagai barang kolektibel.

    Pada bulan Maret, RTFKT dikabarkan menjual 600 pasang sepatu kets fisik dengan total nilai US$3,1 juta. Tetapi nilai asli dari sepatu kets tersebut adalah versi NFT yang dibanderol bersama dengan versi fisiknya.

    Baca jugaMeta versus Metaverse dan Masa Depan Dunia Virtual

    “Kami senang menumbuhkan brand kami yang sepenuhnya terbentuk di metaverse,” jelas co-founder RTFKT Benoit Pagotto melalui pernyataan resmi.

    NFT semakin diminati selama setahun terakhir. Pegiat NFT memrediksi teknologi NFT akan dipakai meluas sebagai salah satu bentuk bukti kepemilikan aset digital.

    Di sisi lain, pihak skeptis berkata konsep barang digital terlalu digembar-gemborkan. Terlepas dari itu, beberapa NFT menarik perhatian masyarakat sebab dijual dengan harga ratusan ribu bahkan jutaan dolar AS.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta versus Metaverse dan Masa Depan Dunia Virtual

    Facebook berganti nama menjadi Meta. Platform media sosial nomor satu dunia ini bahkan makin serius menggarap perangkat realitas virtual (virtual reality atau VR) mereka, yang makin mencengangkan saja kemampuannya. Facebook tidak baru-baru ini saja latah dengan dunia virtual. Akuisisi Oculus, perangkat virtual asal California, sudah dilakukan sejak 2014 dengan nilai raksasa, yakni USD2,3 miliar dalam bentuk tunai dan saham.

    Perangkat VR adalah salah satu prasyarat utama bagi pengalaman virtual yang lebih imersif. Perangkat VR yang dipasang di alat penglihatan dan sarung tangan haptics akan mengirim gambar dan sinyal sentuhan ke dunia virtual yang dikembangkan Facebook, sehingga interaktivitas sosial tidak akan lagi dibatasi oleh jarak dan waktu.

    Rapat di kantor, misalnya, tak lagi perlu berada dalam ruangan yang sama, sehingga memberi banyak keuntungan. Waktu yang dihabiskan di jalanan, risiko kesehatan, dan biaya, tentu saja dapat ditekan seminimal mungkin.

    Yah, tentu saja kalau memang tak berniat untuk menghabiskan anggaran, seperti yang lazim terjadi di instansi pemerintahan.

    Metaverse, dunia virtual yang diilhami oleh novel Snow Crash karya Neal Stephenson di tahun 1992, memungkinkan konvergensi konektivitas dunia fisik dan virtual dalam ruang maya.

    Metaverse, istilah yang baru-baru ini semakin populea, sebenarnya cukup banyak terwujud di sekitar kita, terutama dalam bentuk gim. Ada Roblox, Minecraft, atau bahkan Animal Crossing.

    Animal Crossing, gim imut yang menugasi pemain untuk mengelola sebuah pulau untuk menjadi pulau destinasi wisata, memberikan keleluasaan bagi pemain untuk mendesain ruang eksterior dan interior dari bangunan tertentu.

    Tak hanya itu, versi daring dari gim ini memungkinkan pemain untuk mengunjungi pulau milik temannya!

    Baca juga : Shiba Inu (SHIB) Menjadi Token Paling Dicari di CoinMarketCap

    Metaverse Kripto

    Naiknya kepopuleran metaverse yang dipicu oleh Facebook (Meta) ini juga berdampak pada beberapa produk aset kripto seperti Decentraland.

    Produk utama Decentraland adalah dunia tiga dimensi, yang bisa diakses di komputer desktop. Komponen utama dari Decentraland adalah ruang tiga dimensi itu sendiri, yang dinamai LAND.

    Ruang tiga dimensi ini jadi bahan jualan utama Decentraland. Setiap orang dapat mengakuisisi sepotong tanah di Decentraland, yang teridentifikasi dengan koordinat Cartensian x dan y, yakni koordinat dua dimensi yang terpetakan menggunakan satu sumbu horizontal (x) dan satu sumbu vertikal (y). Seseorang bisa membeli satu blok tanah yang disebut dengan parcel, ataupun gabungan beberapa parcels yang disebut estate.

    Harga properti di Decentraland tidaklah murah. Saat ini, satu parcel termurah dihargai 4000 MANA. MANA adalah native token dari Decentraland. Satu MANA saat ini bernilai USD3,73, sehingga satu parcel dapat dikonversi menjadi USD14.920 atau lebih dari 211 juta rupiah!

    Tak hanya tanah saja yang dapat dijual di Decentraland. Barang-barang virtual lain yang berupa kolektibel yang terdiri atas produk fashion, juga tersedia di marketplace. Penutup kepala, baju, hingga alas kaki, tersedia dalam ragam dan harga yang bervariasi. Barang-barang ini bisa dipakai untuk memodifikasi avatar pengguna, yakni karakter yang menjadi representasi si pengguna dalam dunia digital.

    Facebook Meta vs Metaverse Aset Kripto

    Persaingan Meta dengan produk metaverse aset kripto seperti Decentraland sesungguhnya sedang terjadi. Produk-produk ini memiliki “bahan jualan” yang serupa.

    Meskipun, saya tidak yakin kalau Meta nantinya ikut berjualan petak tanah virtual, akan tetapi jangan lupa bahwa Facebook dahulu pernah bereksperimen dengan produk mata uang kripto bernama Diem, yang kini bernama Novi.

    Bisa jadi, mata uang kripto Novi yang digadang-gadang lebih condong ke stablecoin ketimbang aset kripto lain seperti Bitcoin dan Ethereum, menjadi alat pembayaran di dalam ekosistem Meta besutan Facebook.

    Titik fokus Meta dan Decentraland mestinya tidak sama. Meta bisa mengadopsi pola bisnis Facbook saat ini yang mengutamakan konektivitas antar-orang yang membentuk ekosistem sosial (dan berjualan data pengguna dalam bentuk iklan dan algoritma recommender produk-produk komersial).

    Sementara itu, Decentraland lebih ditujukan pada manajemen aset virtual dan kolektibel. Bila Meta menyediakan aksesibilitas untuk sebanyak mungkin orang. Decentraland akan dihuni sekelompok eksklusif orang yang mampu membayar mahalnya barang-barang yang dijual.

    Mereka ini adalah kelompok yang telah berhasil memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, dan kini memburu barang-barang tersier seperti NFT dan lahan LAND (yang juga berupa NFT). Dunia virtual LAND bisa menjadi media untuk memamerkan kekayaan virtual dengan menanggalkan identitas dunia nyata.

    Facebook yang telah memiliki basis pengguna sangat besar, rasa-rasanya tak akan kesulitan untuk mendorong pengguna untuk memakai Meta, dengan asumsi bahwa perangkat dan fasilitas telah tersedia luas.

    Sementara itu, Decentraland dan sejenisnya masih harus berjibaku untuk meyakinkan orang untuk membeli MANA, apalagi menginvestasikan sejumlah besar MANA untuk membeli sepetak tanah virtual dalam LAND yang harganya setara mobil Xpander baru.

    Akan aneh rasanya, menggunakan ruang virtual Decentraland tanpa memiliki aset apapun baik dalam bentuk tanah ataupun fashion.

    Decentraland mestinya sadar bahwa ia bukan satu-satunya metaverse yang beroperasi di dalam aset kripto. Dengan harga transaksi yang mahal dalam platform Ethereum dan munculnya metaverse lain pada platform dengan biaya transaksi lebih murah, rasa-rasanya tak masuk akal untuk membeli LAND saat ini, bila memang tidak tajir melintir.

    Baca jugaMengenal Karya Seni Rupa Murni dan Potensinya di Dunia NFT

    Tanah Virtual dan Risikonya

    Soal karakter sentralistik, meski Decentraland memiliki komponen blockchain, ia tak akan berarti banyak tanpa komponen off-chain yang memungkinkan orang berinteraksi di dunia tiga dimensi.

    Komponen inilah yang pastinya memerlukan bantuan pihak ketiga untuk menjalankan dan mengelolanya, yang tentu saja, tersentralisasi. Maka banyangkan bila pihak ketiga ini berhenti beroperasi; bagaimana nasib tanah dan aset virtual lainnya yang telah dikumpulkan oleh pengguna metaverse tersebut?

    Jumlah petak tanah pada Decentraland memang sangat terbatas; tentunya menimbulkan potensi keuntungan besar bagi para investor, seperti halnya bisnis properti tradisional. Namun, dengan sifatnya yang virtual dan ketergantungannya pada pihak ketiga untuk memastikan bahwa dunia virtual tersebut dapat diakses dengan baik. Rasa-rasanya jenis investasi tanah virtual ini berisiko amat-sangat-tinggi sekali.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rencana Mark Zuckerberg Soal Metaverse Alami Hambatan Besar

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, sangat berambisi untuk mengembangkan metaverse, namun ada jalan terjal yang menghadang. Bos Facebook itu juga mungkin pasti tahu bahwa tidak ada jalan untuk kembali.

    Zuckerberg juga tahu jalan ke depan akan penuh dengan jebakan, baik teknis maupun peraturan. Saham Meta telah sangat menderita karena investor tampaknya kurang yakin tentang masa depan perusahaan di tengah meningkatnya biaya dan keuntungan yang menyusut.

    Analis memperkirakan awal tahun ini bahwa perusahaan telah menghabiskan US$ 16 miliar untuk mengembangkan metaverse dan Zuckerberg tetap bersemangat.

    “Saya merasa lebih kuat sekarang bahwa mengembangkan platform ini akan membuka ratusan miliar dolar jika tidak triliunan dari waktu ke waktu,” kata Zuckerberg kepada analis selama panggilan pendapatan kuartal kedua Juli lalu.

    Hambatan

    CEO Meta, Mark Zuckerberg.
    CEO Meta, Mark Zuckerberg.

    Baca juga: Aplikasi Winamp Rilis Fitur Baru Bisa Play Musik NFT

    Hambatan dalam perjalanan Meta menuju metaverse lebih besar dari sekadar teknis dan finansial. Regulator di AS, dan berpotensi di seluruh dunia, juga akan memiliki andil besar dalam perjalanan perusahaan.

    Federal Trade Commission (FTC) mengatakan akan berusaha memblokir akuisisi Meta atas aplikasi realitas virtual, Within Unlimited dan aplikasi kebugaran khusus realitas virtual populernya, Supernatural.

    “Alih-alih bersaing berdasarkan prestasi, Meta mencoba membeli jalannya ke puncak,” kata John Newman, Wakil Direktur Biro Persaingan FTC saat itu.

    “Meta memilih untuk membeli posisi pasar alih-alih memperolehnya berdasarkan keuntungan. Ini adalah akuisisi ilegal, dan kami akan mengejar semua keringanan yang sesuai.”

    Fokus Metaverse

    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.Getty Images.
    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bos BI: Belanja hingga Beli Rumah di Metaverse Bisa Pakai Rupiah Digital

    Metaverse seharusnya menjadi dunia digital yang imersif, dapat diakses melalui perangkat keras realitas virtual seperti headset VR dari Oculus, yang juga dibeli Meta (Facebook) pada tahun 2014 seharga US$ 2 miliar.

    Tapi saat ini, metaverse cukup kosong. Itu bergantung pada pengembang yang membuat produk dan pengalaman yang membuat pengguna bersedia untuk meninggalkan layar ponsel dan laptop mereka, dan sejauh ini dalam masa pertumbuhannya belum benar-benar menarik banyak orang.

    Rencana Meta untuk membeli pengembang untuk membantu dunia maya sejalan dengan strategi perusahaan sebelumnya untuk membeli pesaing populer (Instagram dan Whatsapp) alih-alih mengembangkan teknologinya sendiri.

    FTC mengatakan itu mungkin berhasil, dengan sedikit penolakan dari agensi yang sama, pada kenyataannya, tetapi tidak ingin strategi itu terbang dalam realitas virtual.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bos Meta Mark Zuckerberg Optimis Metaverse Berpotensi Jangka Panjang

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan masih memiliki optimisme jangka panjang untuk metaverse. Ungkapannya itu disampaikan untuk menjawab pandang negatif masa depan metaverse di tengah crypto winter.

    Pada pertemuan beberapa nama besar di sektor keuangan, Zuckerberg ditanyai tentang meningkatnya kekhawatiran atas Metaverse. Ia juga tidak terpengaruh oleh skeptisisme seputar kondisi model metaverse saat ini.

    “Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” kata CEO perusahaan induk Facebook di DealBook Summit pada hari Rabu (30/11).

    Zuckerberg mengatakan dia masih optimis tentang metaverse dalam jangka waktu yang lebih lama. Ia mengakui bahwa Meta perlu beroperasi dengan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam waktu dekat karena kesengsaraan ekonomi makro telah memaksa perusahaan untuk mengurangi pengeluaran.

    Zuckerberg Rugi dari Metaverse

    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.Getty Images.
    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

    Sejak diumumkan, metaverse telah mendapat banyak penentang dan skeptis. Namun, suara-suara itu tampaknya tidak menembus proses pemikiran CEO Meta yang berbicara dengan gemilang tentang prospek masa depannya.

    “Cara kita berkomunikasi menjadi lebih kaya dan mendalam,” kata Zuckerberg. Selanjutnya, dia berbagi bahwa Meta optimis tentang bagaimana platform akan berkembang di sepanjang “lima hingga sepuluh tahun”.

    Pernyataan itu pasti memberi pandangan Zuckerberg tetap fokus pada pengembangan metaverse, meski telah menghasilkan kerugian miliaran dolar AS bagi perusahaan.

    Fokus Metaverse

    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

    Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

    Pendiri Facebook itu bersikukuh bahwa kemajuan bergerak ke arah yang benar.

    “Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” Zuckerberg menyatakan, “Kami memiliki keraguan sepanjang waktu.”

    Sebaliknya, dia mengakui bahwa Meta membutuhkan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam jangka pendek. Terutama mengikuti realitas ekonomi yang akan berdampak pada bagaimana platform dikembangkan di tengah keadaan ekonomi makro.

    Secara meyakinkan, Zuckerberg berbagi bahwa 80% waktu Meta dihabiskan untuk rangkaian medianya, mengerjakan host aplikasinya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya. Jadi, sisa waktunya dihabiskan untuk mengembangkan Metaverse.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Instagram Bakal Izinkan Pengguna Minting dan Juat NFT di Aplikasi

    Meta mengumumkan sejumlah pembaruan baru untuk pembuat konten di Instagram dan Facebook. Yang paling menonjol, perusahaan mengungkapkan bahwa pengguna di Instagram akan segera dapat minting NFT mereka sendiri dan menjualnya langsung kepada penggemar, baik di dalam maupun di luar Instagram.

    Dengan pembaruan ini, pengguna akan memiliki akses ke perangkat yang akan membantu mereka membuat, memamerkan, dan menjual NFT. Polygon adalah partner pertama yang dipilih Meta untuk fitur ini.

    Orang-orang di Instagram akan dapat membeli NFT langsung di dalam aplikasi. Meta mengatakan prosesnya akan dilakukan melalui pembelian dalam aplikasi di iOS dan Android. Dan untuk saat ini, Instagram tidak memotong pendapatan kreator.

    Uji Fitur

    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

    Baca juga: Market Kripto Tertekan Akibat Kenaikkan Suku Bunga The Fed

    Meta sedang menguji fitur baru ini dengan sekelompok kecil pembuat konten di AS dan berencana untuk memperluasnya ke lebih banyak negara di masa mendatang.

    Instagram juga menambahkan dukungan untuk blockchain Solana dan wallet Phantom, yang bergabung dengan blockchain dan dompet yang sudah didukungnya, termasuk Rainbow, MetaMask, Trust Wallet, Coinbase Wallet, Dapper Wallet, Ethereum, Polygon, dan Flow.

    Selain itu, informasi untuk koleksi tertentu yang metadatanya telah diperkaya oleh OpenSea, seperti nama koleksi dan deskripsi, kini akan tersedia di Instagram.

    Perjalanan NFT di Instagram

    Sejak Facebook mengubah nama perusahaannya menjadi Meta pada akhir tahun 2021, sebagian besar upaya raksasa teknologi tersebut dipusatkan pada perluasan jangkauannya ke lanskap Web3 yang sedang berkembang.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.
    CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.

    Baca juga: Indonesia Cermati Skema Perdagangan Karbon Bertenaga Blockchain

    Salah satu inisiatif penting yang dilakukan Meta selama tahun 2022 adalah mengintegrasikan NFT ke dalam platform sosialnya, Facebook dan Instagram. Pada awal Januari tahun ini, ada desas-desus bahwa Meta ingin memungkinkan pengguna membuat, menampilkan, dan (tentu saja) menjual NFT di platform media sosial mereka.

    Tetapi sebelum Meta secara resmi meluncurkan upaya NFT-nya, ia harus mengatasi masalah signifikan terkait konten terkait NFT yang melanggar ketentuan penggunaannya.

    Secara khusus, Meta memulai tahun ini dengan melarang akun Instagram NFT palsu yang didukung oleh Mark Cuban. Akun tersebut membanjiri hampir 2 juta pengikutnya dengan posting tentang proyek NFT yang dipertanyakan. Pada akhirnya, akun NFT tersebut dilarang karena mem-posting konten bersponsor tentang proyek NFT tanpa mengungkapkan bahwa postingan tersebut dibayar, melanggar ketentuan penggunaan Instagram dan pedoman FCC.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mark Zuckerberg Kenalkan Quest Pro, Perangkat VR Baru Metaverse

    CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro, di sebuah acara online yang diadakan untuk para pengembang. Perangkat ini akan menjadi salah satu gerbang untuk masuk ke dunia metaverser di masa depan.

    Bos Meta Inc. itu menyebutkan perangkat Quest Pro VR akan dibanderol harga US$ 1.499 (Rp 23 juta). Harga Quest Pro naik hampir empat kali lipat dari perangkat Meta saat ini, Quest 2, yang dimulai dari US$ 399 (Rp 6 juta).

    Perangkat baru ini menawarkan lensa yang lebih tipis, baterai melengkung di sekitar tali kepala di bagian belakang, dan pengontrol yang dapat melacak sendiri.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.
    CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.

    Baca juga: Jepang Serius Investasi dalam Metaverse dan NFT

    Kehebatan Quest Pro

    Quest Pro juga memungkinkan pengguna untuk melihat lingkungan nyata mereka di sekitar pinggiran layar. Headset ini memiliki kemampuan realitas campuran, tidak seperti pendahulunya – yang berarti konten digital dapat dilihat di dunia nyata.

    Bos Meta, Mark Zuckerberg mengatakan realitas campuran adalah “langkah besar berikutnya untuk VR”. ia telah menggembar-gemborkan Quest Pro sebagai fitur penting dalam penciptaan metaverse, yang mengacu pada dunia digital yang dapat diakses orang melalui headset VR dan AR.

    Perusahaan Meta, sebelumnya dikenal sebagai Facebook, mempertaruhkan masa depannya pada penciptaan metaverse – dunia virtual di mana orang dapat melakukan kehidupan sehari-hari mereka, dalam bentuk avatar, dan menjelajahi ruang virtual fantasi.

    Banyak perusahaan teknologi sedang membangun metaverse mereka sendiri, tetapi mungkin perlu beberapa tahun sebelum ada.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.
    CEO Meta, Mark Zuckerberg telah mengenalkan headset VR baru, Quest Pro. Foto: Meta Inc.

    Baca juga: Isyana Sarasvati Rilis Koleksi Mystery NFT, Ini Tampilannya

    Gandeng Microsoft

    Meta menjalin kerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan platform VR dan metaverse di masa depan. CEO Microsoft, Satya Nadella, juga muncul selama acara online dan membahas kemitraan dengan Meta yang dimaksudkan untuk membawa beberapa aplikasi kolaborasi kerja perusahaannya ke perangkat Quest VR.

    Beberapa aplikasi Microsoft yang dapat diakses orang dengan perangkat Quest termasuk aplikasi obrolan tim, rangkaian software Microsoft 365, dan layanan Xbox cloud gaming.

    “Anda akan dapat memainkan game 2D dengan pengontrol Xbox yang diproyeksikan pada layar besar di Quest,” kata Nadella. “Ini hari-hari awal, tapi kami bersemangat untuk apa yang akan datang.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketakutan akan PHK, Meta Induk Facebook Setop Rekrut Karyawan

    Karyawan Meta, perusahaan induk Facebook telah diperingatkan tentang potensi PHK setelah pengumuman pada hari Kamis (29/9) bahwa mereka akan menghentikan perekrutan dan restrukturisasi lebih lanjut.

    Bloomberg melaporkan, dalam komunikasi internal perusahaan dengan karyawan, CEO Mark Zuckerberg mengutip lingkungan makroekonomi yang tidak pasti untuk perubahan tersebut.

    Pengumuman itu muncul setelah beberapa perusahaan teknologi terpaksa memangkas jumlah karyawan dalam beberapa bulan terakhir, karena pengiklan memangkas pengeluaran untuk mengantisipasi resesi.

    “Saya berharap ekonomi akan lebih stabil sekarang, tetapi dari apa yang kami lihat sepertinya belum, jadi kami ingin merencanakan agak konservatif,” kata Zuckerberg.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.
    CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.

    Baca juga: Kenalan Kang Jong Hyun, CEO Bithumb Kripto Dekat Park Min Young

    Efisiensi Pengeluaran

    Sebelumnya, perusahaan media sosial itu telah memotong rencana untuk mempekerjakan engineer setidaknya 30% tahun ini, Reuters melaporkan pada bulan Juni. Meta telah mengkonfirmasi pembekuan perekrutan secara luas pada bulan Mei, tetapi angka pastinya belum pernah dilaporkan.

    Meta juga menolak berkomentar tetapi membagikan pernyataan yang dibuat dalam panggilan pendapatan Juli, di mana Zuckerberg mengatakan restrukturisasi akan lebih menjadi prioritas kuartal ini.

    “Rencana kami adalah untuk terus mengurangi pertumbuhan jumlah karyawan selama tahun depan,” katanya.

    “Banyak tim akan menyusut sehingga kami dapat mengalihkan energi ke area lain, dan saya ingin memberi para pemimpin kami kemampuan untuk memutuskan di dalam tim mereka di mana harus menggandakan, di mana harus mengisi kekososngan, dan di mana harus merestrukturisasi tim sambil meminimalkan biaya ke inisiatif jangka panjang.”

    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta Platform Inc.
    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta Platform Inc.

    Baca juga: Alasan Tingkat Adopsi Kripto Vietnam Tinggi, Kalahkan Indonesia

    Penurunan Ekonomi Global

    Zuckerberg juga mengatakan pada hari Kamis (29/9) bahwa Meta akan mengurangi anggaran di sebagian besar tim, dan masing-masing tim harus menyelesaikan cara menangani perubahan jumlah karyawan tersebut.

    Industri teknologi telah mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir, menyusul lonjakan kesuksesan yang dipercepat selama pandemi. Di tengah penurunan ekonomi global yang lebih luas, kenaikan suku bunga, dan perjuangan regulasi, banyak perusahaan teknologi memperlambat atau menghentikan perekrutan.

    Perusahaan induk Google, Alphabet, mengumumkan pembekuan perekrutan yang efektif mulai 20 Juli dan Apple mengatakan akan mulai memperlambat perekrutan mulai tahun 2023.

    Sementara perusahaan lain hanya mengumumkan pembekuan atau perlambatan perekrutan, sebagian besar telah menghindari penggunaan istilah “PHK”. Jika restrukturisasi Meta menghasilkan PHK, mereka akan menjadi yang pertama dari perusahaan raksasa teknologi besar yang melakukannya sejak penurunan ekonomi dimulai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta Hentikan Fitur NFT di Instagram dan Facebook, Ada Apa?

    Meta menghentikan fitur non-fungible token (NFT) di platform media sosial Facebook dan Instagram. Perlu diketahui, fitur NFT ini baru hadir kurang dari setahun dan sempat mendapatkan sambutan baik dari para kreator.

    Juru bicara Meta, Joshua Gunter, mengatakan perusahaan akan mengakhiri pengujian pembuatan dan penjualan NFT di Instagram, serta kemampuan untuk membagikan NFT di Instagram dan Facebook dalam beberapa minggu mendatang.

    Integrasi NFT tersebut tampaknya menjadi salah satu korban dari dorongan CEO Meta, Mark Zuckerberg untuk menjadikan tahun 2023 sebagai “tahun efisiensi,” bersama dengan program Reels Play. Nasib fitur NFT ini mengikuti jejak penutupan proyek aset kripto, Diem yang didukung Meta dan wallet digital, Novi yang dikenalkan Meta pada tahun lalu.

    Alih Fokus

    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
    Meta rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

    Baca juga: 6 Cara Belajar Main Kripto untuk Pemula yang Baik dan Bijak

    Meta Commerce and Fintech lead, Stephane Kasriel, menjelaskan perusahaan akan fokus pada fitur lain untuk memberikan pengalaman yang terbaik kepada pengguna dan mendukung kreativitas serta peningkatan ekonomi kreator, individu, dan bisnis.

    “Di seluruh perusahaan, kami mencermati apa yang kami prioritaskan untuk meningkatkan fokus kami,” kata Kasriel .

    “Kami menghentikan koleksi digital (NFT) untuk saat ini guna berfokus pada cara lain untuk mendukung kreator, orang, dan bisnis.” Alih-alih, perusahaan berfokus pada “area di mana kami dapat memberikan dampak dalam skala besar”, seperti perpesanan dan monetisasi di Reels dan peningkatan Meta Pay.

    Proyek Digital

    Kasriel tidak merinci mengapa Meta membalikkan arah pada NFT, yang menurut Zuckerberg dapat berperan dalam pertumbuhan perusahaan dalam rencana proyek metaverse.“Saya harap Anda tahu, pakaian yang dikenakan avatar Anda di metaverse, Anda tahu, pada dasarnya dapat dicetak sebagai NFT dan Anda dapat membawanya di antara tempat yang berbeda,” katanya Zuckerberg saat penampilan SXSW tahun lalu.

    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
    Meta rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

    Baca juga: Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

    Tapi itu bukan satu-satunya inisiatif ambisius yang gagal dalam setahun terakhir. Meta juga menutup wallet kriptonya, Novi, yang pernah dikabarkan memiliki dukungan NFTpada peta jalannya, tahun lalu. Perusahaan juga telah menghentikan proyek dengan divisi metaverse-nya, Reality Labs, dan programnya yang berbayar bonus kepada pembuat Reel.

    Namun, bahkan ketika Meta keluar dari NFT, perusahaan lain bergegas memasuki pasar aset digital ini. Reddit terus mempromosikan avatar “koleksi digital” yang merupakan NFT , Starbucks baru- baru ini menjual mengeluarkan pilihan 2.000 NFT bernilai US$ 100 dalam program loyalitas pelanggan Odyssey, dan Sesame Street baru saja mengumumkan kolaborasi NFT.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta Akhirnya Rilis Instagram NFT, Pengguna Bisa Pamer Koleksi

    Fitur Instagram yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba! CEO Meta, Mark Zuckerberg, akhirnya mengumumkan bahwa perusahaannya memulai ekspansi internasional dukungan NFT di Instagram.

    Dengan ekspansi ini, pengguna individu dan bisnis di lebih dari 100 negara di Afrika, Asia-Pasifik, Timur Tengah dan Amerika Serikat kini dapat membagikan koleksi NFT mereka di Instagram. Tidak diketahui, apakah ini termasuk dirilis di Indonesia.

    Dalam pernyataan resminya, Meta juga mengumumkan bahwa Coinbase Wallet dan Dapper Wallet sekarang diterima sebagai wallet pihak ketiga yang kompatibel untuk digunakan di dalam platform. Instagram juga memperluas jaringan blockchain yang didukung untuk memasukkan Flow.

    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

    Baca juga: Gucci Jadi Brand Besar Pertama Terima Pembayaran Kripto ApeCoin

    Fungsi Fitur Instagram NFT

    Fungsi fitur NFT di platfrom Instagram adalah memungkinkan pengguna untuk menghubungkan digital wallet, berbagi NFT dan secara otomatis menandai kreator dan kolektor untuk atribusi. Pengguna dapat membagikan NFT di Instagram Feed, Stories, atau DM.

    Untuk mem-posting NFT di Instagram, perlu menghubungkan digital wallet ke Instagram. Setelah pengguna mem-posting koleksi NFT di Feed, maka itu akan memiliki efek berkilau dan dapat menampilkan informasi publik, seperti deskripsi NFT.

    Instagram mendukung koneksi dengan wallet pihak ketiga termasuk Rainbow, MetaMask, Trust Wallet, Coinbase Wallet dan Dapper Wallet. Blockchain yang didukung termasuk Ethereum, Polygon dan Flow. perusahaan mencatat bahwa tidak ada biaya dengan mem-posting atau berbagi NFT di Instagram.

    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

    Baca juga: Peretasan Jaringan Wallet Solana Bisa Bikin Market Kripto Anjlok?

    Meta Ingin Perluas Dukungan Web3

    Meta mengatakan ekspansi fitur terbaru ini mencerminkan pekerjaannya untuk memperluas akses ke teknologi web3 melalui NFT, dan mendukung kreator konten yang ingin memonetisasi karya mereka dan membangun komunitas dengan penggemar dan kolektor mereka.

    “Kami memahami bahwa teknologi blockchain dan NFT menimbulkan pertanyaan penting tentang keberlanjutan,” kata Meta selama peluncuran uji NFT awal pada bulan Mei lalu.

    “Meta akan membantu mengurangi dampak emisi yang mungkin terkait dengan tampilan koleksi digital di Instagram dengan membeli energi terbarukan.”

    Meta menyatakan bahwa mereka tidak akan menawarkan kemampuan untuk mengubah posting koleksi NFT menjadi iklan untuk saat ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com