Tag: mie instan

  • Jangan Sering-sering Makan Mie Instan, Ini 5 Bahayanya untuk Kesehatan


    Jakarta

    Mie instan memang enak dan praktis. Namun, terlalu sering mengonsumsimya bukan pilihan terbaik karena dapat memicu bahaya kesehatan akibat hal ini.

    Mie instan merupakan makanan yang digemari banyak orang dan kalangan, dari muda hingga tua. Mie ini dikenal enak, murah, dan praktis.

    Meskipun makan mie instan bikin bahagia, tetapi kandungan di dalamnya tidak. Mie instan mengandung natrium tinggi, pengawet, bahan kimia, dan bahan lainnya yang membuatnya tidak sehat.


    Mengonsumsi mie instan terlalu sering dapat menyebabkan masalah kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi, penyakit jantung, sampai sindrom metabolik.

    Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kandungan nutrisi pada mie instan serta efeknya bagi tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak.

    Healtshots mengungkap alasan mengapa perlu berhenti makan mie instan terlalu sering:

    1. Nutrisinya rendah

    Ilustrasi mieMie instan punya nutrisi yang rendah bahkan jika dikonsumsi terlalu banyak, bisa menyebabkan risiko kesehatan. Foto: MART PRODUCTION/Pexels

    Mie instan terkenal dengan kandungan nutrisi buruk. Di dalamnya hampir tidak menawarkan nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, protein, dan serat.

    Mie instan hanya mengandung sejumlah kalori, terutama kalori dari karbohidrat olahan dan lemak tidak sehat yang bisa menjadi masalah untuk berat badan.

    Mengonsumsi mie instan terlalu sering hanya akan meningkatkan risiko kekurangan nutrisi.

    2. Mengandung MSG

    Benarkah MSG Bikin Makanan Lebih Enak? Ini Penjelasan Ahli KimiaDi dalam mie instan juga terkandung MSG yang bisa jadi buruk. Foto: Getty Images/iStockphoto/panida wijitpanya

    Monosodium Glutamat atau MSG merupakan zat aditif umum yang biasa digunakan untuk meningkatkan rasa makanan.

    Meskipun Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengungkap MSG aman, tapi banyak perdebatan terkait hal ini karena dianggap memiliki efek samping.

    Studi yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan konsumsi MSG tinggi dapat dikaitkan dengan kenaikan berat badan, sakit kepala, mual, bahkan tekanan darah tinggi.

    Namun, beberapa penelitian yang disebut Healthshots tidak menemukan hubungan antara berat badan dengan konsumsi MSG dalam jumlah sedang.

    Penasaran dengan alasan lain terkait efek buruk makan mie instan? simak penjelasannya pada halaman berikut

    3. Tinggi natrium

    Salah satu efek samping yang mengkhawatirkan dari mie instan yaitu kandungan natrium tinggi.

    Di dalam sebungkus atau seporsi mie instan, mengandung lebih dari setengah asupan natrium harian yang direkomendasikan.

    Menurut Journal of College Cardiology, asupan natrium berlebihan dikaitkan dengan kerusakan organ dan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Mulai dari hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

    Ahli gizi Saloni Arora mengungkap, mie instan yang sering dikonsumsi oleh mereka dengan masalah jantung atau rentan terhadap tekanan darah tinggi, dapat memperburuk kondisinya dan menyebabkan masalah kardiovaskular.

    4. Terbuat dari tepung putih

    Efek makan mieMie instan pun rata-rata terbuat dari tepung putih yang tidak menyehatkan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Mie instan terutama yang terbuat dari tepung putih yang diproses tergolong rendah serat dan nutrisi penting dibandingkan tepung yang dibuat dari biji-bijian.

    Menurut ahli gizi Arora, tepung yang dikonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Kondisi ini sangat merugikan penderita diabetes atau resistensi insulin.

    5. Potensi risiko kesehatan

    Indonesia Jadi Negara Kedua Terbanyak Konsumsi Mie Instan di duniaMie instan sangat berpotensi menyebabkan risiko penyakit, apalagi jika dikonsumsi setiap hari. Foto: Site News

    Di luar masalah nutrisi langsung, konsumsi mie instan secara teratur dapat menimbulkan potensi risiko kesehatan jangka panjang.

    Sebuah studi yang diterbitkan oleh Nutrition Research and Practice mengungkap mereka yang sering konsumsi mie instan mungkin terkait dengan simbol metabolik. Sebuah kondisi yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak di tubuh, dan kadar kolesterol abnormal.

    Studi lain yang diterbitkan oleh Journal of Korean Medical Science juga menemukan, konsumsi mie instan secara teratur dikaitkan dengan rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh. Kadar vitamin D yang rendah juga dikaitkan dengan pola makan buruk.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • Berapa Kali Maksimal Makan Mie Instan dalam Seminggu? Ini Kata Ahli Gizi

    Jakarta

    Mie instan menjadi salah satu makanan cepat saji yang banyak disukai orang. Umumnya, mie ini dijual bentuk kemasan cangkir, atau mangkuk tersendiri.

    Mie instan sendiri adalah mie yang telah dikukus dan dikeringkan (dalam keadaan matang). Kemudian mie akan dimasak atau direndam dalam air panas sebelum dimakan.

    Namun, sebagian besar mie instan mengandung tinggi natrium dan monosodium glutamat (MSG), yakni bahan tambahan makanan untuk meningkatkan rasa pada makanan olahan.


    Walaupun MSG aman untuk dikonsumsi, Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, membeberkan bahwa MSG berpotensi memiliki dampak terhadap kesehatan.

    Berapa Kali Batas Makan Mie Instan dalam Seminggu?

    Menurut ahli Gizi Universitas Surabaya, Tri Kurniawati, sebaiknya makan mie instan tidak lebih dari 2 bungkus dalam seminggu.

    “Mie instan juga bisa berbahaya bagi kesehatan, hal ini dikarenakan dalam satu porsi mie instan biasanya mengandung lemak dan natrium yang tinggi, namun rendah serat, vitamin dan mineral. Pola konsumsi mie instan berpengaruh positif terhadap obesitas abdominal dan hiperkolesterolemia,” ungkap Tri, dikutip dari laman um-surabaya.ac.id.

    Namun jika konsumsi mie instan dalam jumlah sedang, kemungkinan besar tidak akan menimbulkan efek kesehatan yang negatif.

    Apakah Aman Mengkonsumsi Mie Instan Setiap Hari?

    Jangan jadikan mie instan sebagai makanan pokok atau dimakan setiap hari. Pasalnya, kandungan nutrisinya rendah.

    “Mie instan belum bisa dianggap sebagai makanan sehat karena tidak memenuhi kebutuhan gizi seimbang tubuh. Pemenuhan kebutuhan nutrisi mie instan bisa diperoleh jika ada tambahan sumber nabati dan protein,” terang Tri.

    Oleh karena itu, mengkonsumsi mie instan sebaiknya menambahkan tambahan sayuran dan protein seperti telur, ayam, daging dan sumber protein lainnya.

    Dilansir dari laman Healthline, terlalu sering makan mie instan dikaitkan dengan kualitas makanan yang buruk dan peningkatan risiko sindrom metabolik.

    Jadi, menikmati mie instan sesekali tidak masalah. Hal ini berlaku selama kamu juga menjaga pola makan yang sehat dan menyeluruh.

    Lebih baik lagi, kamu memilih mie instan yang rendah natrium atau yang dibuat biji-bijian karena memberikan peningkatan nutrisi pada mie instan.

    Menyajikannya dengan tambahan sayuran dan sumber protein juga bisa jadi alternatif sehat untuk menikmati mie instan.

    (khq/inf)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Berapa Kalori Nasi Putih dan Mie Instan?

    Jakarta

    Kalori nasi putih dan mie instan termasuk tinggi sesuai peruntukannya sebagai makanan pokok. Buku Ilmu Gizi Dilengkapi dengan Standar Penilaian Status Gizi Dan Daftar Komposisi Bahan Makanan dari Putri Arini, mencatat jumlah kalori keduanya sebagai berikut:

    • Nasi putih (100 gram): 175 kalori
    • Mie Instan (50 gram): 168 kalori.

    Kalori mie instan sesungguhnya lebih tinggi daripada nasi putih. Apakah artinya nasi putih lebih baik untuk diet atau sebaliknya?

    Kalori Nasi Putih dan Mie Instan serta Kandungan Nutrisi Lainnya

    Dikutip dari Healthline, berikut informasi lengkap kandungan nutrisi nasi putih dan mie instan


    1. Nasi Putih (100 gram)

    • 123 kalori
    • 2,9 g protein
    • 30 g karbohidrat
    • 0,4 g lemak
    • 0,9 g serat
    • 1% folat dari RDI (angka kecukupan gizi yang dianjurkan)
    • 18% mangan dari RDI
    • 5% tiamin dari RDI
    • 13% selenium dari RDI
    • 12% niasin dari RDI
    • 1% zat besi dari RDI
    • 8% vitamin B6 dari RDI
    • 6% fosfor dari RDI
    • 4% tembaga dari RDI
    • 2% magnesium dari RDI
    • 2% seng dari RDI.

    2. Mie Instan (85 gram)

    • 188 kalori
    • 27 g karbohidrat
    • 7 g lemak total
    • 3 g lemak jenuh
    • 4 g protein
    • 0,9 g serat
    • 8,61 g sodium
    • 43% tiamin dari RDI (angka kecukupan gizi yang dianjurkan)
    • 12% folat dari RDI
    • 11% magan dari RDI
    • 10% zat besi dari RDI
    • 9% niacin dari RDI
    • 7% riboflavin dari RDI.

    Dengan jumlah yang lebih sedikit, kalori mie instan lebih tinggi daripada nasi putih. Jumlah kalori dalam mie instan bisa berubah bergantung pada jumlah dan bumbu pendukung.

    Kalori Nasi Putih dan Mie Instan, Mana yang Lebih Sehat?

    Total kalori dalam mie instan bisa makin tinggi seiring bahan dan bumbu lain yang digunakan. Kalori inilah yang berisiko mengakibatkan berat badan makin meningkat.

    Selain kalori, mie instan juga minim kandungan nutrisi lain serta tinggi garam. Karena itu, bagi yang sedang diet atau menerapkan pola hidup sehat sebaiknya jangan dulu makan mie instan.

    Sebagai catatan, pola hidup sehat dan keberhasilan diet hanya bisa dicapai dengan konsumsi makanan bergizi dan olahraga. Karena itu, pastikan konsumsi nasi putih secukupnya lengkap dengan sayur dan buah.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Mie Instan Bikin Usus Lengket hingga Usus Buntu, Apa Iya?


    Jakarta

    Sering makan mie instan dikaitkan dengan penyakit radang usus, usus lengket, sampai usus buntu. Alhasil banyak orang khawatir memakan produk ini. Lantas, apakah benar makan mie instan bikin usus buntu?

    Mie instan merupakan produk mie praktis yang banyak digemari karena rasanya nikmat. Sayangnya ada banyak anggapan buruk soal mie instan hingga banyak orang benar-benar menghindari konsumsinya.

    Salah satu yang banyak dipercaya sejak dulu sampai sekarang adalah makan mie instan menyebabkan pelengketan usus, radang usus, hingga usus buntu. Konsumsinya disebut-sebut sangat berisiko untuk sistem pencernaan.


    Meluruskan anggapan ini, dr. Dion Haryadi yang aktif berbagi informasi soal gizi mengatakan anggapan makan mie instan bikin usus buntu adalah tidak benar. Dalam unggahan Instagram dionharyadi (19/5/2024), dokter ini mengatakan anggapan itu adalah mitos.

    “Mitos ini kayaknya sudah ada dari zaman saya masih kecil sampai saya sudah punya anak kecil sekarang. Cuma memang agak diupdate, (efek makan mie instan), nggak usus buntu lagi, tapi usus lengket atau kanker usus. Yang yah namanya mitos, yah tidak berlandaskan fakta kesehatan sama sekali,” kata dr. Dion.

    Ilustrasi mieAnggapan makan mie instan sebabkan usus buntu hanya mitos. Foto: MART PRODUCTION/Pexels

    Mengutip Alodokter, dr. Riska Larasati (25/8/2022) juga pernah menjawab pertanyaan netizen soal risiko konsumsi mie instan dan usus buntu. Ia menjelaskan kalau hal itu mitos.

    “Mengonsumsi mie instan terus menerus bukan penyebab dari usus buntu,” katanya. dr. Riska menjelaskan penyakit usus buntu dapat disebabkan infeksi pada rongga usus buntu karena infeksi bakteri.

    “Adanya infeksi tersebut dapat menimbulkan usus buntu menjadi radang, bengkak hingga menimbulkan nanah. Penyebab pasti dari usus buntu tidak dapat dipastikan,” katanya.

    Namun ada kondisi-kondisi yang dapat meningkatkan risiko munculnya usus buntu yaitu mengalami hambatan di pintu rongga usus buntu karena penumpukan feses, pembengkakan jaringan dinding usus buntu, mengalami penyumbatan rongga usus buntu, mengalami inflammatory bowel disease, hingga mengalami cedera perut.

    Terlepas dari penjelasan bahwa mie instan menyebabkan usus buntu adalah mitos, dua dokter ini mengingatkan konsumsi mie instan terlalu sering juga tidak bagus.

    “Karena kandungan gizi yang tidak seimbang, kalori terlalu tinggi, tinggi natrium, pengawet, dan sebagainya,” kata dr. Riska.

    Indonesia Jadi Negara Kedua Terbanyak Konsumsi Mie Instan di duniaMie instan tidak boleh dikonsumsi terlalu sering karena tinggi sodium dan kalori. Foto: Site News

    dr. Dion juga menambahkan beberapa fakta terkait alasan konsumsi mie instan terlalu sering tidak bagus untuk kesehatan. Pertama, kandungan sodium yang terlalu tinggi. Dalam sebungkus mie instan sudah mengandung lebih dari 50% kebutuhan sodium harian.

    Kedua, mie instan tergolong karbohidrat dengan kandungan 350an kalori per bungkus. “Ini setara dengan sekitar 200-300 gram nasi putih,” tulis dr. Dion.

    Ia juga mengatakan mie instan sebaiknya dikonsumsi bersama sumber protein dan serat sehingga menjadi makanan yang lengkap gizinya. “Jangan malah digabung nasi sama mie ya,” katanya.

    dr. Dion menegaskan mie instan bukan racun atau makanan berbahaya. “Namun memang sebaiknya diperhatikan konsumsinya,” tutup dr. Dion.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Efek Negatif Konsumsi Mie Instan, Bikin Berat Badan Melonjak


    Jakarta

    Konsumsi mie instan memang mudah dan mengenyangkan. Tetapi jika tak ingin berat badan melonjak, hindari makanan ini. Ternyata ada alasannya!

    Bagi orang Asia, termasuk Indonesia, mie adalah salah satu makanan sumber karbohidrat yang ringkas. Mie mudah untuk diolah dan ditambahkan berbagai topping yang nikmat sesuai selera.

    Apalagi banyak merek mie instan yang mudah ditemukan di pasaran dengan harga murah meriah. Proses pembuatannya yang mudah dan porsinya mengenyangkan seringkali menjadi jalan pintas bagi yang tak sempat memasak.


    Tetapi jika kamu sedang menjalani diet atau ingin menurunkan berat badan sebaiknya tidak mengonsumsi mie instan. Ada beberapa efek negatif yang ditimbulkan dari konsumsi mie instan pada berat badan.

    Baca juga: Relawan Kesehatan Masak 3.000 Pizza untuk Masyarakat Korban Perang

    Berikut ini 5 efek negatif konsumsi mie instan pada berat badan melansir First Post:

    5 Efek Negatif Konsumsi Mie Instan, Bikin Berat Badan MelonjakKonsumsi mie instan dapat meningkatkan berat badan dengan cepat. Foto: Getty Images/AgFang

    1. Lonjakan berat badan

    Konsumsi mie instan disebut ahli gizi menjadi sumber yang paling buruk untuk dikonsumsi saat diet. Efek terburuknya karena mampu meningkatkan berat badan dengan instan.

    Konsumsi mie instan sama saja dengan memasukkan karbohidrat bersamaan dengan lemak. Hasilnya kalori yang diterima oleh tubuh langsung berjumlah banyak dalam satu waktu.

    Mie instan terbuat dari tepung dan berbagai bahan lain. Belum lagi ketika ditambahkan topping sesuai keinginan konsumennya yang sulit terdeteksi kandungan karbohidrat, lemak, dan kalorinya.

    2. Nutrisi yang minim

    Jika pernah berpikir bahwa mie instan cocok sebagai asupan yang ringkas, hindari pemikiran tersebut. Mie instan memang ringkas tetapi tidak menguntungkan tubuh sama sekali.

    Mie instan memiliki kadar nutrien yang sangat rendah. Mulai dari vitamin, serta, hingga mineralnya dinilai oleh ahli gizi sangat minim untuk diandalkan sebagai asupan makanan yang utama.

    Bahkan kebiasaan makan mie instan terlalu sering dikaitkan dengan risiko kekurangan nutrisi. Dampak jangka panjang konsumsi mie instan yang tidak dikendalikan juga dapat memburuk kesehatan.

    Ancaman pengaruh buruk mie instan untuk berat badan lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Mengganggu pencernaan

    Saat hendak menurunkan berat badan kunci utamanya adalah dengan menjaga kesehatan pencernaan. Ketika pencernaan bekerja secara lancar dan efektif maka kalori yang mengendap juga semakin sedikit.

    Mie instan menambahkan banyak pengawet dan zat tambahan dalam pembuatannya. Sehingga efek negatif yang muncul justru akan mengganggu kesehatan pencernaan.

    Mikrobiota pada usus membutuhkan nutrisi dan asupan yang tepat bukan pengawet maupun zat kimia tambahan. Sederhananya beberapa gejala gangguan pencernaan yang ditimbulkan oleh mie instan adalah buang air yang tak lancar dan kembung.

    4. Risiko gangguan metabolisme

    5 Efek Negatif Konsumsi Mie Instan, Bikin Berat Badan MelonjakAda juga risiko gangguan metabolisme yang dapat ditimbulkan. Foto: Getty Images/AgFang

    Memiliki metabolisme yang sehat dapat membantu membakar kalori lebih banyak. Hal ini karena tubuh memerlukan bahan bakar dalam melakukan metabolisme setiap hari.

    Tetapi ketika masuk asupan mie instan ke dalam tubuh, metabolisme justru akan terganggu. Alasannya ada beberapa kandungan di dalam mie instan yang sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh.

    Misalnya garam yang tinggi hingga penggunaan pengawet. Dampaknya peningkatan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol akan mencegah metabolisme berfungsi dengan semestinya.

    5. Tidak mengenyangkan

    Alasan terakhir yang diberikan oleh ahli gizi untuk tidak mengonsumsi mie instan saat menurunkan berat badan adalah tidak mengenyangkan. Walaupun sedang melakukan diet tetapi tubuh harus tetap kenyang.

    Ketika perut merasa kenyang, otak akan mengirimkan sinyal untuk berhenti makan. Efeknya semakin minim kalori yang masuk ke dalam tubuh semakin efektif penurunan berat badan.

    Tetapi karena kandungan nutrisi yang minim tubuh akan terus merasa lapar. Maka bukan hal yang aneh jika konsumen mie instan akan menginginkan lebih banyak makanan dan melahap lebih banyak kalori.

    Baca juga: Jual Burger Rp 7 Ribu, Kedai Ini Disebut Jual Makanan Kemurahan

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Penderita Diabetes Boleh Makan Mi Instan? ini Kata Ahli Gizi


    Jakarta

    Nikmatnya mi instan seringkali dikaitkan dengan efek kesehatannya. Lantas apakah penderita diabetes boleh makan mi instan? Begini anjuran para ahli gizi.

    Pada banyak kondisi mi instan dianggap sebagai makanan penyelamat kelaparan. Porsinya yang mengenyangkan, rasanya yang lezat, serta mudah dimasak membuat banyak orang yang tak punya waktu seringkali memilih hidangan yang satu ini.

    Tetapi ada banyak rumor yang mengatakan bahwa mi instan tak cukup sehat untuk dikonsumsi. Berbagai efek samping untuk kesehatan yang ditimbulkannya justru harus dihindari.


    Lantas apakah penderita diabetes tak boleh konsumsi mi instan sama sekali? Menanggapi pertanyaan tersebut para ahli gizi berusaha menjelaskannya.

    Baca juga: 5 Permintaan Makanan Paling Aneh Presiden Amerika yang Diungkap Pelayan Presiden

    Penderita Diabetes Boleh Makan Mi Instan? ini Kata Ahli GiziKonsumsi mi instan pada penderita diabetes harus diperhatikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20

    Dalam Buku Putih Panduan Tanya Jawab Mi Instan yang ditulis oleh F. G. Winarno (2002) dijelaskan bahwa tak ada satupun ahli gizi yang menyarankan konsumsi mi instan setiap hari. Hal ini berkaitan dengan segala jenis kandungannya yang dipengaruhi bahan-bahan dasar untuk membuat mi instan.

    Mengonsumsi satu mangkuk mi instan dalam intensitas waktu yang jarang masih diperbolehkan. Tak ada efek samping terhadap kesehatan jika tidak dilakukan secara rutin.

    Tetapi bagi penderita diabetes, konsumsi mi instan harus diwaspadai dengan lebih ketat. Mengingat mi instan terbuat dari olahan tepung terigu yang tergolong dalam karbohidrat olahan.

    Tepung terigu memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 62-70 gram per 100 gram penggunaannya. Hal ini menandakan bahwa tepung terigu memiliki kandungan pati yang tinggi sehingga kadar indeks glikemiknya harus diperhatikan karena dapat berdampak pada penderita diabetes.

    Penderita Diabetes Boleh Makan Mi Instan? ini Kata Ahli GiziPenggunaan tepung terigu dengan indeks glikemik tinggi menjadi sumber kekhawatirannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20

    Dalam beberapa jurnal penelitian juga disebutkan bawah indeks glikemik tepung terigu menyentuh hingga 70%. Artinya indeks glikemik yang tinggi membuat tepung terigu begitu mudah dicerna menjadi glukosa di dalam darah sehingga akan memicu produksi insulin.

    Kestabilan insulin di dalam tubuh seorang penderita diabetes tidak boleh melonjak dalam waktu yang terlalu singkat. Para peneliti dari universitas-universitas di Korea Selatan, Boston, dan Dallas juga telah membuktikan efek konsumsi mi instan dengan peningkatan risiko diabetes.

    Sebanyak 10.711 remaja di Korea Selatan diperhatikan pola makannya. Ditemukan bagi para wanita yang gemar makan mi instan setidaknya dua minggu sekali cenderung lebih renta terhadap kenaikan intoleran glukosa.

    Bahkan ditunjukan dengan persentase yang mencapai 68%. Mi instan juga digolongkan oleh peneliti sebagai salah satu bentuk makanan cepat saji yang mampu meningkatkan LDL atau kolesterol buruk secara cepat dan risiko obesitas.

    Karena itu mi instan disarankan untuk dihindari bagi penderita diabetes. Atau setidaknya dikurangi konsumsinya termasuk bagi para remaja dengan tujuan meminimalisir risiko terjadinya diabetes tipe 2.

    (dfl/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Mengandung MSG, Apa Benar Mie Instan Bikin Bodoh? Ini Faktanya!


    Jakarta

    Kelezatan pada mie instan salah satunya karena kandungan MSG. Lantas, berapa banyak kandungan tersebut dan apa efek untuk kesehatan?

    Sudah bukan rahasia lagi bahwa mie instan mengandung MSG yang terbilang tinggi. MSG atau singkatan dari Monosodium Glutamat ini berperan sebagai penyedap rasa.

    Kandungan MSG tersebut ada pada bumbu mie instan. Wujudnya berbentuk kristal putih, rasanya asin dan menyebabkan sensasi rongga mulut yang dapat menimbulkan rasa enak dan puas.


    Selain itu, MSG juga dapat menekan munculnya rasa dan bau yang tidak diingini. Hal ini lah yang mungkin membuat mie instan beraroma sedap dan rasanya gurih nagih.

    Dikutip dari buku berjudul ‘Buku Putih Panduan Tanya Jawab Mi Instan’ yang ditulis oleh Profesor F.G Winarno, berikut fakta kandungan MSG pada mie instan.

    1. Apa benar ada kandungan MSG pada bumbu mie instan?

    Cara memanfaatkan sisa bumbu mie instanBumbu mie instan mengandung msg Foto: Getty Images

    Sebagian besar produk mie instan yang ada di Indonesia memang menggunakan MSG sebagai penyedap rasa. Meski begitu, ada pula produk mie instan yang tidak menggunakan MSG.

    Namun, pengalaman di pasaran baik di dalam negeri maupun luar negeri menunjukkan bahwa produk mie instan yang tidak menggunakan MSG pemasarannya tidak berkembang dengan baik.

    Alasannya sederhana, yakni karena rasa mie instannya tidak seenak dan tidak selezat mie instan yang memiliki kandungan MSG.

    2. Berapa banyak kandungan MSG pada bumbu mie instan?

    Dalam setiap bungkus mie instan dengan rata-rata berat 65 gram dan terdiri dari bumbu 5 gram biasanya mengandung MSG sekitar 0,3 milligram.

    Karena kandungan MSG tersebut, Acceptable Daily Intake (ADI)nya dinyatakan non specified. Maka baik standard Codex (CAC) maupun SNI 01-3551-2000 tentang mie instan tidak secara jelas mencantumkan persyaratan mengenai cara penggunaan MSG.

    Penjelasan apakah benar mengonsumsi mie instan dapat merusak otak ada di halaman selanjutnya.

    3. Apa benar mengonsumsi mie instan merusak otak?

    5 Efek Makan Mie Instan yang Tak Berkaitan dengan KesehatanPada dasarnya memang benar bahwa konsumsi MSG dapat meningkatkan glutamat dalam darah. Foto: Site News

    Pada dasarnya memang benar bahwa konsumsi MSG dapat meningkatkan glutamat dalam darah. Secara hypothetis kadar glutamat yang berlebihan dalam darah dapat secara kuat merangsang beberapa bagian otak.

    Karenanya dapat memicu reaksi-reaksi yang tidak diingini, sehingga menyebabkan kerusakan tenunan otak.

    Namun, menurut US-FDA (Oktober 1991) tidak ada satu pun bukti dari data hasil penelitian yang mampu meyakinkan dan mendukung hypothesa bahwa MSG yang dikonsumsi secara lazim dapat menyebabkan kerusakan otak.

    Jadi, mengonsumsi mie instan dengan kadar MSG yang rendah, masih terbilang aman dan tidak akan merusak otak. Namun, efek sebaliknya jika dikonsumsi berlebihan.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! 3 Makanan Ini Tidak Bagus Dimakan Bersamaan dengan Mie Instan


    Jakarta

    Mie instan jadi makanan favorit banyak orang. Namun olahan mie praktis ini sebaiknya disantap dengan bijak, termasuk tidak mengonsumsinya bersamaan dengan 3 makanan ini.

    Mie instan seolah jadi solusi praktis saat ingin makan enak, cepat, dan praktis. Rasanya semakin nikmat saat disantap dengan topping atau makanan lain, tapi pilih dengan bijak.

    Sebab beberapa makanan disarankan tidak dikonsumsi bersamaan dengan mie instan. Ini terkait kandungan nutrisinya yang membuatnya tambah tidak sehat.


    Ini 3 makanan yang tidak bagus dimakan bersamaan dengan mie instan:

    1. Nasi

    Nasi putihNasi putih tidak disarankan dicampur dengan mie instan karena keduanya menjadi sumber karbohidrat. Foto: Getty Images/iStockphoto/kazoka30

    Makan mie instan campur nasi memang mengenyangkan. Namun, ada bahaya di balik rasa kenyang tersebut.

    Baik mie instan maupun nasi merupakan sumber karbohidrat utama. Jika dicampur, artinya Anda mengonsumsi ‘combo’ karbohidrat.

    Terlalu banyak asupan karbohidrat sendiri berisiko memicu peningkatan berat badan. Kelebihan karbohidrat akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk cadangan energi berupa lemak.

    2. Kerupuk

    Hindari juga mengonsumsi mie instan bertemankan sepotong kerupuk renyah.

    Memang, renyahnya kerupuk bisa meningkatkan sensasi makan. Namun, kombinasi keduanya bisa berbahaya.

    Mengutip detikhealth, mie instan dan kerupuk merupakan makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Keduanya juga boleh jadi mengandung MSG dalam jumlah cukup tinggi, yang membuat rasanya jadi gurih.

    Konsumsi keduanya berbarengan secara berlebihan bisa memicu kelebihan berat badan yang bisa berujung pada sindrom metabolik.

    3. Kornet dan keju

    Majelis Ulama Indonesia Kritisi Kehalalan Kornet Kalengan di PasaranMakan mie instan pakai kornet memang enak, tetapi perlu diwaspadai karena asupan kalori bisa berlebihan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Raylipscombe

    Mie instan yang dipadukan dengan kornet dan keju tersedia di banyak warkop dan warmindo. Perpaduan ketiganya boleh jadi terasa enak, tapi hati-hati asupan kalori dan lemak jadi berlebihan.

    Mie instan dan kornet sama-sama merupakan makanan olahan yang diproses secara panjang. Makanan olahan sendiri diketahui bisa memicu peradangan yang berujung penyakit kronis.

    Selain itu, konsumsi mie instan bersama makanan olahan juga bisa meningkatkan asupan kalori. Hal ini jelas bisa memicu kenaikan berat badan dan masalah metabolik lainnya.

    Hindari juga memadukan mie instan dengan sosis, bakso, dan nugget.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “3 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Mie Instan”

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Makan Mie Instan Pakai Nasi, Ini Efek Buruknya


    Jakarta

    Banyak orang suka makan mie instan ditambah nasi karena nikmat dan bikin lebih kenyang. Namun hindari paduan dua karbohidrat ini karena memberikan efek buruk seperti ini.

    Rasa mie instan yang nikmat dianggap banyak orang akan lebih memuaskan jika dimakan bersama nasi. Akhirnya mie instan yang sebenarnya sumber karbohidrat, malah dijadikan lauk.

    Namun kombinasi mie instan dengan nasi bukanlah menu menyehatkan. Mie instan sendiri sebenarnya makanan minim nutrisi. Makanan instan ini juga tinggi kalori.


    konsumsi mie instan untuk ibu hamilMie instan makanan minim nutrisi yang tidak sehat jika sering dikonsumsi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Selain itu, mie instan mengandung MSG dan natrium tinggi yang berdampak negatif pada kesehatan. Konsumsinya berisiko memicu penyakit jantung, kanker perut, dan sindrom metabolik.

    Memakan mie instan pakai nasi berarti menambah jumlah asupan kalori. Keduanya mengandung karbohidrat yang tinggi.

    Satu porsi mie instan umumnya mengandung 380 kalori dengan 54 gram (g) karbohidrat. Sementara satu centong nasi mengandung 270 kalori.

    Mengonsumsi keduanya dalam waktu bersamaan membuat Anda mengonsumsi ‘combo’ karbohidrat. Jika dijumlahkan, Anda bisa mengonsumsi 650 kalori dalam satu kali makan dengan sajian seperti ini.

    Selain itu, asupan karbohidrat berlebih juga bisa memicu kenaikan berat badan. Kelebihan karbohidrat akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk cadangan energi berupa lemak.

    Padahal, tubuh tak hanya membutuhkan karbohidrat. Ada banyak nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.

    Hot cooked rice with steam rising.Makan nasi putih bersama mie instan hanya akan menambah asupan kalori dan karbohidrat. Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku

    Alih-alih mencampurkannya dengan nasi, mie instan sebaiknya dikombinasikan dengan bahan-bahan yang lebih sehat seperti telur dan sayuran hijau.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul Padahal Enak, Kenapa Mie Instan Tidak Boleh Dimakan dengan Nasi?

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Duh! Kombinasi Mie Instan dengan 3 Makanan Ini Bisa Bikin Sakit


    Jakarta

    Mie instan terasa semakin nikmat dengan tambahan pelengkap seperti kerupuk hingga keju. Namun, waspadai kombinasi makanan tersebut karena bisa berefek buruk untuk kesehatan.

    Mie instan disebut ahli gizi sebagai makanan rekreasional yang artinya boleh dikonsumsi sesekali untuk menyenangkan selera. Dalam membuatnya, banyak orang berkreasi menambahkan bahan dan pelengkap lain.

    Tambahan bahan ini bisa bikin aroma, tekstur, hingga rasa mie instan lebih enak. Bahkan ada tambahan bahan yang sifatnya membuat mie instan lebih mengenyangkan.


    Sayangnya tidak semua pelengkap atau topping mie instan bagus untuk kesehatan. Berikut 3 kombinasi bahan mie instan yang bisa membuat kamu sakit:

    Nasi

    White rice in bowlIlustrasi nasi putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

    Perpaduan mie instan dengan nasi seolah menjadi paket lengkap pemuas rasa lapar. Perut langsung kenyang saat semangkuk mie instan dan nasi habis dilahap.

    Namun ada bahaya di balik rasa kenyang tersebut. Bahaya itu muncul dari ‘kombo’ karbohidrat yang didapat dari mie instan dan nasi.

    Mie instan dan nasi merupakan sumber karbohidrat sederhana. Terlalu banyak asupan karbohidrat berisiko memicu peningkatan berat badan.

    Kerupuk

    Menikmati semangkuk mie instan kuah dengan kerupuk pedas juga akan terasa nikmat. Namun, perpaduan ini sebenarnya tidak disarankan.

    Mie instan dan kerupuk sama-sama merupakan makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Keduanya juga umumnya mengandung MSG dalam jumlah tinggi.

    Konsumsi kerupuk dan mie instan bisa memicu kenaikan berat badan dan berujung pada sindrom metabolik.

    Kornet dan keju

    Majelis Ulama Indonesia Kritisi Kehalalan Kornet Kalengan di PasaranIlustrasi kornet. Foto: Getty Images/iStockphoto/Raylipscombe

    Kamu tentu sering menemukan perpaduan mie instan dengan kornet dan keju di banyak warung kopi. Boleh jadi perpaduan ketiganya terasa mengenyangkan. Namun, hati-hati bahaya di baliknya.

    Mie instan dan kornet merupakan makanan olahan yang melalui proses panjang. Makanan olahan diketahui bisa memicu peradangan yang jadi pemicu banyak penyakit kronis.

    Selain kornet, hindari juga konsumsi mie instan dengan sosis, bakso, dan nugget.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Bikin Sakit, Jangan Coba-coba Makan Mi Instan dengan 3 Makanan Ini”

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com