Jakarta –
Ketika membuat kopi sendiri di rumah, seringkali rasanya tidak seenak kopi di kafe. Tenang saja, kopi itu bisa dibuat lebih enak, dengan 5 tips ini.
Membuat kopi sendiri di rumah memang lebih menghemat waktu dan pengeluaran. Terutama bagi mereka yang setiap hari punya kebiasaan minum kopi.
Sayangnya, racikan kopi yang dibuat di rumah kerap menghasilkan rasa yang tidak seenak kopi di kafe. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari salah menyeduh kopi, menggunakan peralatan kotor, sampai menggunakan biji kopi yang sudah tidak segar.
Faktor-faktor tersebut bisa memengaruhi rasa kopimu. Namun, jangan berkecil hati dan membiarkan kopi terbuang sia-sia. Sebab, racikan kopi yang buruk bisa dibuat lebih enak dengan menambahkan bahan-bahan tertentu.
Melansir Food & Wine (19/10/2024), berikut 3 tips yang bisa dilakukan untuk memperbaiki rasa kopi yang kurang enak.
1. Tambah sejumput kayu manis
Tambahan kayu manis dapat membuat kopi lebih aromatik. Foto: Foodbeast |
Tambahkan sejumput kayu manis bubuk atau jenis rempah-rempahan lainnya ke dalam kopimu. Namun, jangan memasukkan kayu manis langsung ke dalam cangkir kopi.
Tambahkan kayu manis ke bubuk kopi sebelum diseduh. Cara mudah ini dapat membuat kopi lebih beraroma dan kaya rasa.
Sebenarnya tidak hanya kayu manis, tetapi jenis rempah lainnya seperti pala, bunga lawang, hingga kapulaga juga bisa ditambahkan ke dalam kopi.
Hanya perlu menambahkan satu sampai dua jumput rempah ke kopi bubuk, aduk rata, lalu seduh seperti biasa.
2. Tambahkan sedikit busa susu
Tambahan foam susu di atas kopi juga dapat membuat kopi lebih enak. Foto: iStock |
Racikan kopi juga bisa dibuat seperti kopi dari kedai kopi ternama dengan hanya menambahkan foam susu di atasnya.
Bisa menambahkan buih atau busa susu yang dihasilkan dari susu hangat yang dikocok hingga menjadi buih halus. Tambahan susu kocok ini akan menambah rasa lembut dan creamy pada minuman.
Caranya hanya perlu menuangkan sedikit susu ke wadah yang bisa ditutup rapat, seperti stoples. Akan lebih enak jika susu yang digunakan adalah susu hewani karena bisa lebih berbusa.
Susu dalam stoples tersebut dapat di microwave sampai hangat. Setelahnya, susu hangat ini tinggal di kocok selama kurang lebih 30 detik sampai menghasilkan busa susu yang kental. Tuangkan busa susu itu di atas racikan kopi.
Tips lain yang bisa dilakukan supaya kopi lebih enak dapat dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Ubah racikan kopi jadi mocha
Bisa ubah racikan kopi menjadi mocha, dengan tambahan bubuk kakao. Foto: iStock |
Salah satu cara terbaik mengubah racikan kopi menjadi lebih baik yaitu dengan menambah lebih banyak gula. Supaya lebih enak, bisa menambahkan cokelat ke dalam cangkir.
Tambahan cokelat dapat membuat racikan kopi berubah menjadi minuman mocha. Kombinasi antara gula dan susu bubuk bisa menyeimbangkan rasa pahit kopi.
Pastikan untuk menambahkan bubuk kakao yang bisa dilarutkan ke dalam air.
4. Taburi sedikit garam
Menurut pembuktian ilmu pengetahuan, garam maupun gula dapat menghilangkan rasa pahit dari kopi. Namun, karena gula mungkin sudah biasa dan terkadang membuat rasa kopi malah semakin buruk, coba gunakan garam.
Tambahkan sedikit garam, sekitar setengah jumputan jari ke dalam bubuk kopi sebelum diseduh. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat keasaman dan rasa kopi yang terlalu kuat.
5. Tambahkan sedikit jeruk
Jeruk juga bisa dimanfaatkan untuk membuat rasa kopi lebih enak. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Beberapa kopi memiliki sedikit sentuhan rasa cokelat yang cocok dipadukan dengan jeruk. Jika kopi kurang enak, bisa coba diselamatkan dengan tambahan jeruk. Parut kulit buah jeruk lemon atau navel dan tambahkan sekitar satu sendok teh kulit jeruk parut ke dalam bubuk kopi. Pastikan untuk mengaduknya secara merata sebelum kopi diseduh.
(aqr/odi)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Apakah Kopi Mengandung Karbohidrat? Begini Penjelasannya Jakarta – Kopi mengandung kafein adalah hal umum yang diketahui banyak orang. Namun apakah kopi mengandung karbohidrat? Begini penjelasannya. Kafein menjadi salah satu kandungan paling populer di dalam kopi. Faktanya, kopi juga mengandung senyawa atau bahan lain yang tidak kalah penting. Misalnya karbohidrat yang identik terkandung dalam bahan makanan pokok. Sebenarnya, kopi juga mengandung karbohidrat secara alami. Namun jumlahnya bisa bertambah, tergantung dari jenis kopi, cara menyeduh, dan bahan tambahan lainnya.
Lantas, jenis kopi apa saja yang mengandung karbohidrat? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari cafely.com (01/10/2024). 1. Kopi hitam punya kandungan karbohidrat terendah
Semakin sedikit bahan yang digunakan, maka semakin sedikit total karbohidrat dalam kopi. Kopi hitam memiliki karbohidrat paling rendah dibandingkan jenis kopi lainnya. Dalam satu cangkir kopi, hanya terkandung sekitar 2 gram karbohidrat. Kopi hitam, espresso, dan Americano semuanya mengandung bahan yang sangat sedikit, sehingga karbohidrat di dalamnya bisa diabaikan. Namun, kandungannya akan berubah ketika kopi hitam diseduh atau ditambah dengan bahan lainnya. Sedangkan, untuk cold brew mengandung karbohidrat lebih tinggi sekalipun secara teknis sama-sama kopi hitam. Hal ini karena proses penyeduhan yang lama dan lambat, sehingga kopi mengeluarkan gula alami yang berkontribusi pada jumlah karbohidratnya. 2. Bahan tambahan kopi memengaruhi karbohidrat
Bahan tambahan, seperti gula, sirup, dan krimer dapat meningkatkan total karbohidrat dalam minuman kopi. Saat bertanya berapa banyak karbohidrat yang terkandung dalam kopi, penting untuk melihat semua bahan yang digunakan. Jika memakai susu sapi murni, maka ada tambahan 5 gram karbohidrat untuk tiap pemakaian 100 ml susu sapi. Krimer juga akan menambah 4.17 gram karbohidrat di dalam 100 ml krimer yang dipakai. Sementara untuk sirup perasa mengandung karbohidrat lebih tinggi, sekitar 21,67 gram per 100 ml sirup perasa. Berbagai jenis susu, baik yang berbahan dasar hewani atau nabati juga akan memengaruhi karbohidrat kopi secara berbeda. Namun, tambahan gula, sirup, atau pemanis buatan lainnya memiliki dampak paling besar. Alternatif lainnya jika ingin minum kopi karbohidrat rendah bisa lihat pada halaman selanjutnya!3. Alternatif racikan kopi rendah karbohidratJika tidak mau minum kopi tinggi karbohidrat, ada beberapa racikan yang bisa dibuat. Misalnya, mengganti pemanis, seperti gula atau sirup dengan pemanis alami. Pemanis alami bisa membuat kopi lebih manis tanpa menambahkan karbohidrat lebih banyak ke dalamnya. Namun, kamu juga perlu menambahkannya dalam jumlah sedikit, Lebih baik pilih susu nabati yang karbohidratnya lebih rendah daripada susu sapi. Misalnya susu almond, susu kelapa, atau susu kedelai. Terlepas dari alternatif tersebut, pilihan terbaik memang minum kopi hitam saja tanpa tambahan apapun. Kopi hitam, termasuk espresso secara alami rendah karbohidrat dan ideal untuk asupan karbohidrat minimal. Tidak perlu banyak bahan untuk menghasilkan kopi yang nikmat. Bisa dimulai dengan memilih biji kopi premium dan mengikuti teknik penyeduhan kopi yang tepat, kamu bisa menghasilkan kopi lezat. 4. Cara menghitung karbohidrat kopi
Memperkirakan jumlah karbohidrat dalam secangkir kopi dapat dilakukan dengan mencatat bahan-bahan dan jumlah yang digunakan dalam setiap minuman. Memang butuh waktu ekstra untuk mencatatnya, tetapi ini adalah cara sederhana dan efektif untuk melacak kandungan karbohidratnya. Untuk menghindari karbohidrat berlebihan, lebih baik membuat kopi sendiri di rumah. Sebab, kamu bisa mengatur bahan-bahan apa saja yang masuk ke dalam kopi, sehingga memudahkan pemantauan kandungan karbohidratnya. (aqr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Bolehkah Penderita Diabetes Minum Kopi? Ini Penjelasannya Jakarta – Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Diminum saat sarapan atau sore hari. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes, apakah boleh minum kopi? Banyak orang memulai harinya dengan minum secangkir kopi. Minuman berkafein ini digemari karena efeknya yang dapat membangkitkan energi hingga membuat otak lebih konsentrasi. Meskipun kopi tidak masalah diminum oleh orang dengan kondisi kesehatan normal, tetapi apakah minuman ini bisa dikonsumsi penderita diabetes?
Mereka yang berjuang melawan kadar gula darah mungkin akan bertanya-tanya tentang hal ini. Jawabannya terletak pada fakta bahwa kopi mengandung bahan kimia tertentu selain kafein, yang mungkin bisa menimbulkan efek samping menguntungkan bagi penderita diabetes. Untuk memahami apakah kopi bisa dikonsumsi penderita diabetes, simak penjelasannya seperti dilansir dari healthshots.com (08/08/2024). 1. Efek kandungan kopi terhadap diabetes
Di dalam kopi sebenarnya tidak hanya ada kafein, tetapi banyak juga zat kimia lainnya, termasuk polifenol. Polifenol memengaruhi tubuh seseorang dengan cara berbeda. Polifenol merupakan molekul yang dapat meningkatkan sifat antioksidan. Antioksidan ini diketahui dapat melawan radikal bebas hasil dari stres oksidatif dalam tubuh. Kopi yang kaya antioksidan dapat membantu melawan peradangan dan stress oksidatif tersebut. Menurut ahli gizi Avni Kaul, kedua kondisi itu telah dikaitkan dengan diabetes dan komplikasinya. Sehingga secara tidak langsung, kopi dapat memberi efek baik bagi penderita diabetes. Selain itu, antioksidan juga berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung. Orang dengan kondisi diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung dan stroke. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan, dapat membantu mengurangi risiko tersebut. 2. Kopi dapat menekan risiko terkena diabetes
Selain membantu mengurangi risiko penyakit komplikasi akibat diabetes, kopi juga dapat menekan risiko terkena diabetes. Kopi mengandung mineral, seperti magnesium dan kromium. Meningkatkan asupan magnesium dapat membantu menekan risiko terkenal diabetes tipe-2. Namun, kopi hanya mengandung sejumlah mineral jika dibandingkan makanan lain. Sehingga, jangan hanya mengandalkan kopi untuk asupan vitamin atau mineral harian. Menurut penelitian yang disebut Health Shots, minum 3 hingga 4 cangkir kopi setiap hari dapat membantu menekan risiko seseorang terkena diabetes tipe-2. Dalam penelitian tahun 2014, orang yang menambah asupan kopi lebih dari 1 cangkir per hari selama 4 tahun, memiliki risiko 11 persen lebih rendah terkena diabetes tipe-2 daripada mereka yang mengonsumsi kopi seperti biasa. Jika ingin tahu efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin, bisa lihat pada halaman selanjutnya!3. Efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin
Kopi hitam tawar tidak menyebabkan lonjakan gula darah atau kadar glukosa darah. Hal ini menjadi kabar baik bagi penderita diabetes yang suka minum kopi hitam. Namun, menurut penelitian, kafein dalam kopi dapat menghambat sensitivitas insulin, yang akhirnya membuat kopi menjadi pilihan tidak ideal. Meski demikian, kopi mengandung senyawa bioaktif tertentu, seperti asam klorogenat, polifenol, kromium, atau magnesium yang dapat meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Sehingga, senyawa bioaktif lainnya ini dapat mengimbangi efek dari kafein. 4. Kopi yang paling pas untuk penderita diabetesPenderita diabetes bisa mengonsumsi kopi tawar tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya. Selain memengaruhi lonjakan gula darah, minum kopi dengan pemanis juga akan menghilangkan manfaat kopi. Zat tambahan ini dapat meningkatkan asupan kalori dan berdampak negatif pada kontrol gula darah. Ahli gizi Avni Kaul menekankan kepada penderita diabetes untuk memantau respon mereka terhadap kopi dan menghindari zat tambahan yang mengandung kopi. Penderita diabetes juga lebih disarankan minum kopi rendah kafein atau tanpa kafein supaya mendapatkan manfaat maksimal. Mereka pun dapat mengandalkan kopi sebelum berolahraga, untuk menurunkan risiko lonjakan gula darah. (aqr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Hobi Minum Kopi Usai Makan Siang? Begini Kata Ahli Jakarta – Beberapa orang suka minum kopi sehabis makan siang. Biasanya untuk menyegarkan kembali tenggorokan hingga membantu meningkatkan semangat siang hari. Namun, apakah aman? Penikmat kopi mungkin tidak hanya sekali menikmati minuman kafein ini. Beberapa memang suka meminumnya di pagi hari, tetapi tidak sedikit juga yang suka meminumnya setelah makan siang. Setelah perut kenyang usai makan siang, biasanya timbul rasa kantuk. Untuk menyegarkan kembali tenggorokan dan membangkitkan energi, beberapa orang memilih minum kopi.
Meskipun dapat memberi efek dorongan energi, tetapi apakah minum kopi habis makan siang aman? Seorang dokter memberi penjelasan terkait hal tersebut. 1. Kata ahli soal minum kopi habis makan siang
Dr. Poonam Desai melalui akun TikToknya @doctoranddancer berbagi langkah-langkah untuk mencegah penyakit. Dalam klip TikTok, ia mengungkap, “Saya seorang dokter dan berikut adalah lima hal yang tidak saya lakukan, atau tidak lagi saya lakukan, demi kesehatan saya.” Menurut penjelasannya, ia tidak minum alkohol karena tidak ada jumlah alkohol yang aman bagi kesehatan. Tindakan kedua yang tidak dia lakukan yaitu membeli Tupperware. Menurutnya, wadah makanan plastik, terutama saat dipanaskan, dapat melepaskan zat pengganggu endokrin. Bahan kimia pengganggu endokrin (EDC) ini dapat meniru, memblokir, atau mengganggu hormon tubuh. Ia juga menghindari penerbangan rutin di malam hari karena dapat mengganggu kesehatan. Terakhir, Dr. Desai mengklaim bahwa ia menghindari mengonsumsi kafein setelah pukul 12 siang. Menurutnya, kafein memiliki waktu lima hingga enam jam dan masih dapat bertahan dalam sistem tubuh menjelang waktu tidur. Sehingga, minum kopi setelah pukul 12 siang dapat mencegah seseorang tidur atau setidaknya membuat tidur kurang lelap. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal Science Translational Medicine juga mengungkap jika minum double espresso tiga jam sebelum tidur akan memutar balik jam tubuh hampir satu jam. 2. Alasan lain tidak minum kopi siang hari
Indian Council of Medical Research (ICMR) memperingatkan untuk tidak mengonsumsi minuman kafein, seperti teh dan kopi dengan jarak satu jam sebelum atau sesudah makan. Alasannya karena kafein yang berlebihan dapat merangsang sistem saraf dan mengakibatkan ketergantungan fisiologis, lapor healhshots.com (27/05/2024). Teh, kopi, atau minuman berkafein lainnya juga mengandung tanin, senyawa yang dapat mengikat zat besi ke lambung. Sehingga, menghindari minum minuman ini sebelum dan sesudah makan mampu memberi kesempatan tubuh menyerap zat besi lebih baik. Anjuran minum kopi yang baik bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Menyeimbangkan konsumsi kopi
Meskipun beberapa ahli meminta untuk menghindari minum kopi usai makan siang, tetapi menurut Dr. Chris Zavos, anggapan tersebut sebenarnya tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Bagi kebanyakan orang, konsumsi kopi dalam jumlah sedang setelah makan aman dan tidak akan berdampak signifikan pada penyerapan atau pencernaan nutrisi, lapor peptiko.gr (26/09/2023). Namun, penting bagi setiap individu untuk memperhatikan tingkat toleransi dan menjaga pola makan seimbang untuk memastikan kesehatan secara keseluruhan. Jika memang ragu, bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis yang dapat memberikan panduan personal tepat. (aqr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Apakah Minum Kopi Picu Peradangan? Ini Kata Ahli Jakarta – Beberapa kabar beredar jika minum kopi dapat menyebabkan peradangan atau memperburuk kondisi peradangan. Namun, apakah pernyataan ini benar? Ini kata ahli! Minuman berkafein seperti kopi telah menjadi minuman sehari-hari yang dikonsumsi karena khasiatnya. Selain karena manfaatnya, pencinta kopi juga mungkin sangat menyukai profil rasa dan kenikmatan dari minuman tersebut. Meskipun banyak orang suka minum kopi, tetapi ada beberapa dari mereka yang menghindarinya. Jika tidak menghindari, mungkin mereka merasa bersalah setelah minum kopi.
Terlepas dari manfaatnya, kopi juga disebut-sebut dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Salah satunya yaitu dapat menyebabkan peradangan, atau setidaknya memperburuk gejala kondisi peradangan, seperti nyeri sendi dan masalah gastrointestinal. Namun, apakah efek minum kopi benar demikian? Simak penjelasan dari ahli gizi, seperti dilansir dari eatingwell.com (05/07/2024). 1. Hubungan kopi dengan peradangan
Menurut riset yang disebut Eating Well, kopi tidak menyebabkan peradangan pada kebanyakan orang. Bahkan, dengan mereka yang biasa minum lebih dari satu atau dua cangkir kopi sehari. Studi tahun 2021 di Nutrients menemukan jika kopi mungkin memiliki efek anti peradangan pada tubuh. Efek ini dianggap sebagai alasan utama mengapa penelitian telah menghubungkan konsumsi kopi secara teratur dengan risiko lebih rendah terhadap peradangan, termasuk Alzheimer, Parkinson, diabetes tipe-2. asam urat, hingga beberapa jenis kanker. Menurut ulasan tahun 2023 di Food Science & Nutrition, manfaat anti peradangan kopi berasal dari banyaknya senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya. Minuman ini mengandung senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan anti peradangan. Polifenol dalam kopi, seperti asam klorogenat, diterpene, dan trigonelline, dapat menghentikan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan dan kemudian menimbulkan peradangan. Beberapa polifenol juga ditemukan menghalangi produksi senyawa inflamasi dengan menghambat ekspresi gen dan enzim terkait dengan perkembangannya. Hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dapat menurunkan satu atau lebih penanda inflamasi atau peradangan dalam darah. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut karena ada juga bukti yang bertentangan dengan hal ini. 2. Bagaimana jika minum kopi dengan topping pemanis?
Beberapa orang menyukai kopi yang ditambah dengan gula atau pemanis buatan. Sayangnya, kopi yang dicampur dengan bahan ini telah dikaitkan dengan peradangan. Ketika melihat potensi anti peradangan kopi, sebagian besar melakukan penelitian dengan melihat efek kopi hitam berkafein tanpa tambahan, seperti gula, pemanis, atau krim. Bahan-bahan tambahan itu sebenarnya mengandung gula tambahan, bahan kimia, dan lemak jenuh yang dapat memicu peradangan jika dikonsumsi berlebihan. Namun, penelitian sebelumnya pada tahun 2015 di American Journal of Epidemiology menunjukkan kopi tetap bermanfaat meskipun mengandung krim dan gula. Dalam hal peradangan, kemungkinan dampaknya akan kecil jika memang ditambah dalam jumlah sedikit. Penggemar kopi decaf atau tanpa kafein juga perlu berbahagia karena ada bukti menunjukkan bahwa kopi ini menawarkan manfaat sebanding dengan kopi biasa. Meskipun beberapa temuan menunjukkan penurunan penanda inflamasi mungkin sedikit berkurang daripada jika minum kopi berkafein. Jumlah kafein yang disarankan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Jumlah kafein yang disarankan
Efek stimulan kafein adalah alasan mengapa banyak orang memilih minum kopi. Namun, perlu diingat terlalu banyak kafein juga bisa menyebabkan kegelisahan dan jantung yang berdebar kencang. Penelitian yang disebut Eating Well menggunakan subjek yang memiliki asupan kafein lebih tinggi, sekitar 3 sampai 7 cangkir. Hasilnya mereka memperoleh manfaat yang sangat mirip dengan subjek yang konsumsi lebih sedikit kafein. Namun, bukan berarti harus mengonsumsi kopi sebanyak itu. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika (FDA), batas kafein yang diminum setiap hari yaitu 400 miligram atau setara dengan 4 sampai 5 cangkir kopi berukuran kecil. Kopi memang sumber utama polifenol yang memberikan efek anti peradangan pada kebanyakan orang. Namun, tetap awasi asupannya secara keseluruhan. Pertimbangkan juga untuk beralih ke kopi tanpa krim gula, atau pemanis tambahan lainnya. (aqr/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Gegara 5 Kebiasaan Ini, Minum Kopi Jadi Bisa Membahayakan Kesehatan Jakarta – Tidak sekadar jadi minuman pendorong energi pada pagi hari, efek minum kafein dari kopi jauh lebih besar. Supaya terhindar dari risiko bahaya, sebaiknya jangan lakukan 5 kebiasaan ini. Kopi merupakan minuman sumber kafein yang terkenal dengan efek pendorong energi dan berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Di dalamnya terkandung antioksidan tinggi dan senyawa alami lainnya yang telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif, meningkatkan metabolisme lebih baik, sampai menurunkan risiko penyakit kronis tertentu.
Sayangnya, tanpa sadar banyak orang mengikuti kebiasaan minum kopi yang kurang baik. Misalnya, minum kopi terlalu larut atau menjadikannya pengganti makanan. Banyak juga yang minum kopi dengan tambahan gula atau sirup berlebihan. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat menyebabkan bahaya, seperti mengganggu tidur, menyebabkan hidrasi, mengganggu kesehatan usus, atau risiko bahaya lebih besar lainnya. Para ahli mengungkap kesalahan-kesalahan umum minum kopi yang bisa dihindari agar mendapat efek optimal. Dilansir dari Times of India pada Sabtu, (19/7/2025), berikut 5 kebiasaan minum kopi yang perlu dihindari. 1. Minum kopi terlalu malam
Kafein dalam kopi merupakan stimulan utama dan dapat bertahan di aliran darah selama beberapa jam. Oleh karena itu, kopi lebih disarankan diminum pagi atau siang hari. Mengonsumsi kopi terlalu larut bisa mengganggu waktu dan kualitas tidur secara signifikan. Memiliki tidur restoratif sangat penting untuk fungsi kekebalan tubuh, kejernihan mental, dan kesehatan menyeluruh. Dengan hal ini, para ahli menyarankan untuk hindari kafein di sore atau malam hari. Minum kopi di malam hari juga bisa memicu kecemasan, kegelisahan dan efek, seperti sakit kepala, mual atau peningkatan frekuensi buang air kecil 2. Minum kopi tanpa disaring
Beberapa orang suka menikmati kopi yang tidak disaring atau masih memiliki ampas. Kopi seperti ini memang punya cita rasa yang lebih kuat. Sayangnya metode penyeduhan, seperti French press atau kopi Turki tanpa filter mengandung kadar diterpen lebih tinggi, khususnya kahweol dan kafestol. Senyawa-senyawa ini telah terbukti meningkatkan kolesterol LDL atau kolesterol jahat, serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti jantung dan stroke. Lebih baik pilih metode penyeduhan kopi yang melalui proses penyaringan, seperti drip coffee atau pour over. Kebiasaan kopi lain yang bisa timbulkan risiko bahaya ada di halaman selanjutnya!3. Minum kopi dengan gula berlebihan
Sejumlah orang lebih menyukai kopi yang manis. Ditambah gula atau sirup pemanis lainnya. Meskipun rasanya mungkin lebih enak, tambahan bahan tersebut dalam jumlah besar dapat menjadi sumber kalori kosong yang tidak sehat. Asupan gula tinggi telah dikaitkan dengan obesitas, risiko diabetes tipe-2, hipertensi, dan masalah kesehatan mental. Mengonsumsi kopi dengan gula tinggi juga bisa mengganggu mikrobioma usus yang berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan pencernaan. Lebih baik minum kopi hitam atau kopi dengan pemanis alami sebagai alternatif. 4. Minum kopi langsung setelah bangun tidur
Salah satu manfaat yang dicari dari kopi yaitu kemampuannya untuk membuat tubuh terjaga dan mendorong energi. Namun bukan berarti kopi bisa diminum langsung setelah bangun tidur. Minum kopi saat bangun tidur dapat mengganggu produksi alami kortisol dalam tubuh. Kortisol merupakan hormon yang membantu mengatur tingkat energi. Minum kopi terlalu pagi juga bisa menyebabkan adenosin, neurotransmitter yang menjaga tidur nyenyak dan menjaga keseimbangan menjadi terganggu, Tunda sedikit waktu untuk minum kopi di pagi hari. 5. Menggantikan makanan dengan kopiMereka yang sudah kecanduan minum kopi bisa saja menjadikan minuman tersebut sebagai pengganti makanan. Meskipun menekan nafsu makan dengan minum kopi mujur, ini bukan pilihan tepat. Dengan hanya minum kopi, seseorang bisa kekurangan nutrisi penting, seperti protein, serat, lemak sehat, dan vitamin yang dibutuhkan untuk energi berkelanjutan. Melewatkan makan demi kafein dari kopi juga menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan dan kekurangan nutrisi di tubuh. Jika mau, bisa mengonsumsi kopi bersamaan dengan makanan. Bisa disajikan minuman pendamping saat sarapan. Dengan cara ini, kopi mampu mendukung fungsi metabolisme dan menghindari penurunan energi. (aqr/adr) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Eater Collective
Jangan Lagi Dilakukan, Ini 3 Waktu Terburuk untuk Minum Kopi dan Teh Jakarta – Minum kopi dan teh perlu memperhatikan beberapa aturan agar manfaatnya dapat terasa maksimal. Salah satunya dengan mengonsumsi kopi dan teh pada waktu yang tepat. Untuk mengisi hari, banyak orang mengandalkan konsumsi kopi dan teh. Keduanya mengandung kafein yang bermanfaat mendorong energi sekaligus meningkatkan fokus. Sebenarnya, kopi dan teh dapat dinikmati kapan saja sesuai selera. Ada yang suka meminumnya pagi hari untuk mengawali hari, tapi ada juga yang memilih sore hari sebagai teman bersantai.
Namun untuk mendapatkan manfaat maksimal, konsumsi kopi dan teh sebenarnya ada waktunya. Hal ini diungkapkan oleh ahli gizi Dr Dixa Bhavsar Savaliya melalui Reels Instagram, yang dikutip dari Food NDTV (22/7/2024). Berikut 3 waktu terburuk untuk minum kopi dan teh: 1. Saat perut kosongKopi dan teh adalah minuman yang mengandung kafein tinggi. Oleh karenanya tak baik jika langsung dikonsumsi pagi hari saat perut masih kosong. Dr Savaliya menjelaskan, kafein yang dikonsumsi saat perut kosong dapat mengganggu produksi kortisol yang merupakan hormon stres utama. Hal ini bisa memunculkan rasa cemas serta hilang keseimbangan. 2. Saat makan
Minum kopi dan teh juga sebaiknya juga tidak saat makan. Karena, kopi dan teh berpotensi menghambat proses pencernaan makanan. Terlebih jika makanan yang dikonsumsi berupa protein. Selain itu, minum teh juga dapat mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi segera setelah makan. Untuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan nutrisi, sebaiknya menghindari kopi atau teh dalam kurun waktu 1 jam sebelum dan sesudah makan. 3. Sore hari setelah pukul 16.00Bagi yang mau santai, sebaiknya pertimbangkan lagi kebiasaan minum kopi atau teh di atas pukul 16.00 atau 4 sore. Dr Savaliya merekomendasikan untuk menghindari kafein dari kopi dan teh setidaknya 10 jam sebelum tidur. Hindari mengonsumsinya setelah pukul 16.00, karena dapat mengganggu kualitas tidur, detoksifikasi hati, kadar kortisol, hingga menghambat pencernaan. Menurut Indian Council of Medical Research (ICMR), baik kopi maupun teh mengandung kafein. Kandungan ini dapat merangsang sistem saraf pusat dan menyebabkan ketergantungan. Batas harian mengonsumsi kopi dan teh tidak disarankan melebihi 300 miligram. Untuk diketahui, secangkir kopi seduh (150 ml) mengandung 80-120 mg kafein. Lalu, kopi instan mengandung sekitar 50-65 mg kafein, sedangkan secangkir teh mengandung 30-65 mg kafein. (adr/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Minum Kopi Bisa Cegah ‘Mental Breakdown’, Ini 5 Alasannya Jakarta – Minum kopi tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan memberi dorongan energi. Kopi juga dipercaya bisa meningkatkan kesehatan mental karena 5 alasan ini. Rasanya yang pahit asam dengan aroma menyegarkan membuat kopi digemari banyak orang. Kopi juga menjadi minuman serbaguna yang cocok dipadukan dengan bahan lain, seperti gula, susu, atau rempah. Terlepas dari rasanya, kopi banyak dicari karena manfaat kandungan kafeinnya. Kopi bisa mendorong energi sampai meningkatkan suasana hati. Secara khusus minum kopi juga bisa membantu meningkatkan Kesehatan otak dan mengurangi stress.
Lantas, bagaimana cara kerja kopi yang bisa membantu otak lebih sehat, bahagia, dan cegah mental breakdown? Dilansir dari stokescoffee.com pada 2 Mei 2025, berikut penjelasannya. 1. Kopi meningkatkan suasana hati
Secangkir kopi di pagi hari tidak hanya meningkatkan energi fisik, tetapi memiliki manfaat signifikan pada kesehatan mental terutama dalam mengurangi risiko depresi. Kafein di dalam kopi merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan produksi neurotransmitter tertentu, seperti dopamine dan serotonin yang berfungsi memberikan rasa senang. Zat ini sama dengan yang ingin ditingkatkan oleh banyak obat antidepresan. Itu sebabnya minum kopi bisa meningkatkan suasana hati. Penelitian yang dilampirkan oleh situs Stokes Coffee menemukan minum 2 sampai 4 cangkir kopi per hari memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidak konsumsi kafein. 2. Kopi meningkatkan fungsi kognitif
Bahan aktif kafein dalam kopi juga mampu meningkatkan kemampuan kognitif. Bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein bertindak sebagai stimulan otak yang mampu meningkatkan perhatian, fokus, dan memori. Efek stimulan dari kafein bekerja dengan cara menghalangi adenosin, neurotransmitter yang meningkatkan relaksasi dan rasa kantuk. Pemblokiran ini menyebabkan peningkatan kadar dopamine dan norepinefrin pada otak untuk memproses informasi. Hasilnya, kopi bisa membuat seseorang berpikir lebih jernih dan memproses informasi lebih cepat. Manfaat kopi lainnya untuk Kesehatan mental bisa dibaca pada halaman selanjutnya!3. Kopi mengurangi stress dan kecemasan
Minum kopi juga bisa meredakan tingkat stress pada situasi tertentu. Kemampuan kopi untuk meningkatkan kadar dopamine berperan penting dalam hal ini. Dopamin yang meningkat mampu membuat suasana hati lebih baik dan membantu meredam efek negatif stress. Kopi juga meningkatkan norepinefrin, hormon yang meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Meskipun begitu, kopi tetap bisa membantu mengurangi stress. Hal terpenting yaitu mengonsumsinya secara moderat, tidak berlebihan. Minum kopi berlebihan hanya akan memperburuk kecemasan. 4. Meningkatkan produktivitas dan fokus
Kopi menjadi teman terbaik dalam meningkatkan produktivitas. Kafein di dalamnya mampu meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan. Pekerjaan pun terasa lebih ringan usai minum kopi. Kafein juga mentsimulasi otak dan meningkatkan kadar dopamine dan noradrenalin yang mampu meningkatkan daya ingat, fungsi kognitif, dan pengambilan keputusan. Minum kopi juga bisa mencegah kelelahan. Alasannya karena kopi memiliki kemampuan untuk merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kejernihan mental. 5. Atasi sakit kepala akibat stressKopi juga bisa meredakan nyeri fisik tertentu, termasuk sakit kepala dan ketegangan otot. Efek stimulasi yang datang dari kafein bisa mengendurkan otot tegang dan meningkatkan sirkulasi. Beberapa penelitian yang disebut oleh situs Stokes Coffee juga menemukan kopi bisa mengurangi migrain, terutama bila dikonsumsi di awal siklus. Semua manfaat ini bisa didapat jika kopi dikonsumsi secukupnya. (aqr/adr) |
![]() |
|||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
7 Cara Dorong Energi Tanpa Perlu Minum Kopi atau Makan Manis Jakarta – Konsumsi kopi atau makanan manis memang bisa mendorong energi, tetapi dalam jangka panjang akan memberi efek buruk. Sebaiknya beralih ke cara yang lebih menyehatkan, seperti 7 cara ini. Banyak orang mencari kopi atau makanan manis ketika mereka merasa tubuhnya lemas dan butuh dorongan energi. Memang kedua asupan tersebut bisa memberi dorongan energi secara instan, tetapi setelah dikonsumsi bisa mengarah pada dampak negatif. Kopi mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf pusat. Sedangkan makanan manis mampu memberikan lonjakan energi melalui gula yang diserap dengan cepat.
Oleh karena itu, lebih baik mencari alternatif lain yang lebih sehat. Melansir realsimple.com (25/02/2025), berikut cara membuat tubuh tetap berenergi tanpa konsumsi kopi dan gula. 1. Lakukan aktivitas fisik
Salah satu pilihan terbaik yaitu menggerakkan tubuh atau melakukan aktivitas fisik. Meskipun sedikit, tetapi menurut situs Real Simple aktivitas fisik terbukti lebih efektif dalam meningkatkan energi daripada kafein. Aktivitas fisik juga mendorong energi karena mampu meningkatkan metabolisme, meningkatkan sirkulasi darah, dan memicu pelepasan hormon endorfin. Karenanya, tubuh memiliki lebih banyak energi untuk aktivitas sehari-hari. 2. Konsumsi lemak sehat
Lemak sering dicap buruk, tetapi menurut situs Real Simple ada banyak penelitian tentang bagaimana beberapa lemak, termasuk lemak tak jenuh tunggal bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan. Lemak juga menjadi sumber bahan bakar paling hemat energi. Sumber lemak tak jenuh yang bisa dikonsumsi mulai dari alpukat, kacang-kacangan, sampai beberapa jenis ikan, seperti tuna dan salmon. 3. Konsumsi protein
Energi juga bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi protein. Camilan kaya protein akan membantu memberi bahan bakar sepanjang hari dan memberikan tingkat energi yang stabil. Protein yang bisa dikonsumsi, salah satunya telur yang juga kaya akan vitamin B untuk produksi energi. Yogurt juga bisa jadi pilihan yang baik karena tinggi protein dan kaya akan kalsium. Cara meningkatkan energi lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!4. Minum teh hijau
Secangkir teh hijau bisa menjadi pilihan terbaik karena mengandung senyawa L-Theanine yang dapat meningkatkan relaksasi. Teh hijau juga bisa mendorong energi karena kandungan kafein dan senyawa aktif lainnya yang memiliki efek stimulan pada tubuh. 5. Konsumsi serat
Alih-alih makan makanan manis, lebih baik makan makanan berserat tinggi. Jenis makanan ini dapat membantu tubuh menyerap karbohidrat pada tingkat lebih lambat. Makanan berserat tinggi juga bisa mengatur kadar gula darah, menjaga rasa kenyang, dan mendukung kesehatan pencernaan. Jenis makanan berserat yang bisa dikonsumsi mulai dari pisang, raspberry segar, sayuran hijau, atau umbi-umbian. 6. Tingkatkan vitamin dan mineralVitamin dan mineral merupakan bagian penting dari pola makan bergizi seimbang. Makanan tinggi vitamin dan mineral juga memainkan peran penting dalam proses metabolisme. Proses ini mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan oleh tubuh. Secara khusus vitamin C, vitamin B, dan magnesium dapat membantu meningkatkan energi. Vitamin B juga sangat penting untuk metabolisme, bantu melepaskan energi dan karbohidrat, protein, serta lemak. Mineral, seperti mangan dan yodium juga bisa meningkatkan metabolisme. 7. Minum air putihMenjaga hidrasi tubuh sangat penting karena bisa membantu meningkatkan energi. Kekurangan air dapat memengaruhi konsentrasi dan membuat tubuh merasa lelah. Cobalah minum segelas air dingin saat merasa lesu. Pastikan juga untuk minum air yang cukup sepanjang hari. Jika tidak suka air putih biasa, bisa coba tambahkan buah, seperti apel atau lemon. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Perut Kembung Setelah Minum Kopi? Ini Penyebabnya Jakarta – Bagi sebagian orang minum kopi dapat menyebabkan perut kembung dan membuat tidak nyaman. Timbulnya kembung ini bisa dipicu oleh beberapa hal. Bagi penikmat kopi, tak lengkap rasanya jika belum menikmati secangkir kopi dalam sehari. Jika kopi diminum secara rutin dapat memasok energi. Karenanya kopi biasa dikonsumsi di pagi hari sebelum beraktivitas. Dilansir dari Kin Fertility (17/7), kopi diketahui sebagai minuman yang sehat, tetapi juga bisa memberikan efek negatif bagi beberapa orang. Salah satu efek sampingnya adalah perut kembung.
Lalu mengapa minum kopi dapat menyebabkan perut kembung?Campuran Susu
Sebenarnya kopi yang sehat adalah racikan kopi hitam. Namun, banyak orang lebih menyukai minum kopi dengan tambahan susu. Ternyata, campuran susu inilah yang kerap membuat perut menjadi kembung setelah mengonsumsi kopi. Faktanya, sekitar 44% orang Australia mengalami intoleransi laktosa menurut sebuah studi tahun 2017. Jadi, buat yang intoleransi laktosa lebih baik menggunakan susu nabati sebagai alternatif. Seperti susu kedelai, susu gandum atau susu almond. Tambahan Pemanis BuatanSelain susu, bahan campuran kopi yang dapat membuat perut kembung adalah pemanis buatan. Pemanis buatan itu termasuk sorbitol dan aspartam (pengganti gula). Pemanis buatan itu dapat menyebabkan kembung seperti ketika kopi dicampurkan susu. Namun, masih memerlukan banyak penelitian lanjutan tentang efeknya pada saluran pencernaan. Jadi, mengapa kopi menyebabkan kembung?
Kafein yang ada di dalam kopi dapat merangsang pelepasan gastrin dan sekresi asam lambung (termasuk asam klorida). Hal ini dapat menyebabkan refluks asam dan mulas. Sebuah studi tahun 2001 menemukan bahwa kopi menyebabkan perut kembung lebih besar daripada jumlah air yang sama. Hal tersebut mengakibatkan rasa kenyang atau kembung. Kafein juga meningkatkan aktivitas otak dan sistem saraf. Toleransi kafein berbeda untuk setiap orang, tetapi kopi dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol dan adrenalin dalam tubuh. Penelitian telah menetapkan bahwa peningkatan kadar kortisol sebagai akibat dari kelebihan kafein ini dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal. Peningkatan kortisol pada tubuh juga dapat memengaruhi pria dan wanita secara berbeda. Sebaiknya jenis kopi apa yang baik?Kopi dengan tingkat keasaman yang rendah dianggap baik untuk mengatasi kembung. Biasanya berasal dari biji kopi yang ditanam di dataran rendah, profil rasanya juga lebih lembut karena tanaman menerima lebih banyak oksigen. Kopi decaf juga disebut baik untuk mengatasi perut kembung. Kopi satu ini tidak mengandung kafein, jadi cocok untuk orang dengan perut sensitif. (yms/odi) |
![]() |
Source : unsplash.com / Lily Banse
الحمد لله رب العالمين المغني الكريم اللهم صل و سلم على رسول الله محمد و على أله و أصحابه أجمعين |
































