Tag: nft

  • Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

    Seperti banyak sektor teknologi lainnya, stigma dunia blockchain, kripto dan Non-Fungible Token (NFT) secara signifikan masih didominasi oleh laki-laki. Ternyata sudut pandang seperti ini menjadi salah satu penyebab ketimpangan gender di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di Indonesia.

    Ironisnya, kripto, blockchain, NFT lahir dan dirancang untuk menciptakan level playing field yang sama atau desentralisasi untuk mengatasi banyak bias yang ditemukan di area konvensional. Namun, perbedaan gender untuk kripto, mirip dengan yang ditemukan di bidang-bidang, seperti keuangan dan teknologi.

    Mega Septiandara, seorang pengacara dan konsultan blockchain mengakui untuk masuk ke dunia kripto bagi seorang perempuan itu penuh tantangan. Kripto dan blockchain hingga saat ini masih menjadi dunia yang identik dengan maskulinitas.

    Lebih lanjut, Mega bercerita selain dominasi laki-laki, keterbatasan informasi dan pengetahuan menjadi hambatan perempuan untuk mendalami dunia kripto, blockchain dan NFT. Perempuan yang aktif di komunitas Girls in Bali ini punya trik khusus agar, para wanita lain bisa masuk dan menikmati dunia kripto dan ekosistemnya.

    Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

    “Untuk challenge pribadi menurut aku itu emang industri ini overwhelming banget dan aku berusaha buka internet it’s like jungle, susah banget untuk baca what’s blockchain, itu kaya enggak ada yang bisa jelasin secara simpel. Jadi cara untuk atasinya itu kita harus punya teman atau gabung komunitas yang bisa support kita,” kata Mega dalam IG Live Women in Crypto & NFT bersama Tokocrypto, Selasa (1/3).

    Senada dengan Mega, seorang penguasa muda dan blockchain enthusiast, Cath Halim, mengatakan bagi perempuan yang ingin masuk ke ekosistem kripto, seperti NFT harus aktif di komunitas dan menggali pengetahuan yang lebih dalam. Alasannya, sama seperti bidang teknologi lainnya, dalam dunia kripto, blockchain dan NFT banyak istilah-istilah yang tidak mudah dipahami oleh perempuan pada umumnya.

    “Dunia blockchain itu emang overwhelming banget, enggak semua orang itu akan langsung paham. Bahasa-bahasa yang digunakan di dunia ini lumayan intense. Tapi, seniman mau berkarya dan belajar tentang NFT, bisa join komunitas. Pasti ada tips yang dibagikan untuk orang yang baru mau berkarya di NFT,” jelas Cath yang diketahui juga konten kreator dan sering membantu project NFT.

    Ilustrasi perempuan dan kripto.

    Ilustrasi perempuan dan kripto.

    Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

    Keterbatasan Informasi jadi Hambatan Besar

    Lebih lanjut, Cath menerangkan dalam dunia teknologi blockchain ini masih banyak pekerjaan dan kesempatan yang bisa dieksplor, khususnya untuk perempuan. “Menurut aku, (perempuan) jangan terlalu takut, satu mungkin ngobrol dulu dengan orang yang paham mengenai dunia blockchain, kripto atau NFT untuk dapat perspektif yang berbeda,” tambahnya.

    Di sisi lain, konten kreator NFT, Aprilia muktirina, juga mengakui keberadaan komunitas menjadi jalan yang penting dirinya untuk terjun ke dunia aset digital ini. Aprilia menceritakan sempat kebingungan dalam mendigitalisasikan karyanya ke dalam bentuk NFT hingga untuk mendapatkan profit.

    “Aku kan ndeso ya istilahnya, hal-hal kaya gitu (blockchain, kripto dan NFT) itu mumet banget. Untungnya ada komunitas yang bantu. Kalo tidak dibantu, mungkin aku udah banting HP, soalnya ribet. Buat teman-teman yang ingin terjun ke dunia NFT, mending cari mentor atau masuk ke komunitas biar ada yang kasih semangat,” tuturnya Aprilia dengan sedikit canda.

    Ilustrasi karya Aprilia muktirina.

    Ilustrasi karya Aprilia muktirina.

    Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

    Dunia blockchain sendiri memiliki prospek yang baik ke depannya bagi perempuan. Menurut Mega, industri ini tidak hanya berbicara soal cuan atau keuntungan saja dari investasi aset kripto, melainkan ada potensi yang lebih besar untuk masa depan.

    “Blockchain dan Web3 itu potensinya sangat besar untuk 3-5 tahun ke depan, kita bisa lihat, perubahan cultural dan teknologi. Sama seperti kita sebelum kenal media sosial dan awalnya dilihat sebelah mata, dan sekarang semua orang menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup. Hal ini akan terjadi juga pada blockchain dan akan jauh lebih besar,” terang Mega yang juga Founder Your Crypto Babe dan Gamesta Guild.

    Perempuan tidak perlu lagi ragu untuk terjun ke dunia blockchain, kripto dan NFT. Ketiga industri tersebut bisa menjadi revolusi yang harus membawa kesetaraan dan inklusivitas serta menormalkan kehadiran perempuan di dalamnya. Kesenjangan gender pun akhirnya bisa mulai menyusut.

    Dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional 2022 yang jatuh pada tanggal 8 Maret nanti, Tokocrypto menggelar berbagai program menarik, mulai dari IG live yang membahas soal pemberdayaan perempuan di dunia blockchain dan ekosistemnya hingga program Bulan Perempuan Cuan yang bertujuan mendorong tingkat partisipasi wanita di investasi kripto.

    Sambut Hari Perempuan Internasional 2022 bersama Tokocrypto.

    Sambut Hari Perempuan Internasional 2022 bersama Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hubungan Game Play to Earn dengan NFT dan 5 Game yang Potensial

    Setiap bulan, selalu ada game baru yang diluncurkan. Ada banyak sekali tipe game yang tidak hanya seru, tetapi juga digadang-gadang sebagai sumber penghasilan tambahan yang cukup menarik. Salah satunya adalah play to earn games yang mengadopsi Non-Fungible Token (NFT).

    Apa itu Play to Earn Games?

    Para gamers mungkin sudah mengenal model bisnis berupa free-to-play games di mana para pemain bisa bebas bermain dan mengakses konten secara gratis. Namun, kini ada juga yang dinamakan play to earn games. Lantas, apa rewards yang didapatkan oleh para pemain? Umumnya, rewards yang ditawarkan berupa uang. Tentunya menarik sekali jika Anda bisa dibayar untuk bermain, bukan?

    Dalam praktiknya, mekanisme play to earn games tidak sesederhana itu. Sebagai pemain, aset Anda adalah akun permainan. Semakin tinggi level, maka akun Anda akan semakin berharga. Apalagi jika Anda berhasil memiliki aset lainnya seperti skin, pakaian, perlengkapan, dan aksesoris langka. Kemudian, Anda bisa menjual akun tersebut ke pemain lainnya dengan imbalan uang. Begitulah konsepnya. Beberapa game seperti World of Warcraft, DotA, CS:GO, dan Seal Online BOD mengadopsi model play to earn ini.  

    Jadi, play earn games adalah permainan yang mengusung konsep di mana platform memberikan kesempatan kepada player untuk memperoleh serta mengumpulkan aset, dan juga item dalam dunia game yang nantinya aset tersebut bisa ditransfer ke dunia nyata menjadi bentuk uang atau alat tukar bernilai lainnya

    Hubungan Play to Earn dengan NFT

    Model play to earn games ternyata sangat cocok dengan NFT. Jika biasanya pemain mengumpulkan items seperti skin, heroes, dan aksesoris, play to earn games memungkinkan pemain untuk mengumpulkan in-game items yang juga merupakan NFT. Ya, in-game items ini bisa diperjualbelikan secara bebas sebagai NFT sehingga dapat menguntungkan pemain yang memilikinya. 

    Salah satu keunikannya adalah in-game items tersebut cukup langka, sehingga nilai NFT pun punya potensi naik. Hal ini berbeda dengan in-game items pada model games lainnya yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan game developer. Ketika Anda mendapatkan atau membeli in-game items berbentuk NFT, maka Anda menjadi pemilik tunggal dari items tersebut.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 23 Februari 2022: Pasar Kripto Tertekan Buat BTC & ETH Lemah

    5 Game P2E NFT yang potensial pada 2022

    Tertarik untuk bermain play to earn games yang diadopsi NFT? Ada beberapa pilihan games yang bisa Anda nikmati, baik sebagai gamer pemula maupun yang sudah cukup piawai. Berikut ini bahasannya.

    1. Axie Infinity

    axie infinity game play to earn

    Salah satu P2E NFT paling populer dibuat oleh Sky Mavis yang berbasis di Vietnam, dengan 2,7 juta pemain aktif setiap bulannya. Bahkan, banyak juga yang menjadikan game ini sebagai sumber passive income. 

    Konsep permainannya mengingatkan kita kepada Pokemon, di mana Anda akan bertarung menggunakan Axies, makhluk imut yang juga merupakan NFT. Setiap Axie memiliki kekuatan dan kelemahan, serta rarity (kelangkaan) tersendiri. Harga satu Axie berkisar antara $60-$300.

    2. The Sandbox

    aplikasi game play to earn sandbox

    The Sandbox dibuat dengan tujuan untuk menjadi versi blockchain dari game Roblox yang begitu terkenal. Game ini memiliki keunggulan berupa aset yang dibuat dalam format 3D voxels. Format tersebut dianggap sebagai aset game yang tergolong mudah untuk dibuat ulang oleh para non-profesional. Dengan begitu, tidak hanya pihak developer yang bisa membuat 3D items sebagai aset game sekaligus NFT, tetapi para pemain juga bisa ikut menciptakan NFT karya mereka sendiri. 

    3. DeFi Kingdoms

    tampilan game play to earn defi kingdoms

    Source by DeFi Kingdoms

    Game ini merupakan permainan civilization yang cukup familiar bagi sebagian besar gamers. Untuk bermain dan mengembangkan kerajaan Anda, maka diperlukan yang namanya JEWEL token, sebuah mata uang dalam game yang juga mata uang kripto. Bisa dikatakan, JEWEL token ini membayar semua hal dalam game DeFi Kingdoms, mulai dari karakter heroes, tanah, hingga pets.

    4. Mines of Dalarnia

    tampilan game play to earn mines of dalaria

    Source by Mines of Dalarnia

    Sesuai dengan namanya, pemain mengendalikan karakter yang pergi untuk menambang. Setidaknya ada empat area yang bisa dikunjungi, yakni Lava, Darkness, Ice, dan Terra. Tujuan menambang di area-area tersebut adalah untuk mendapatkan items seperti artefak, barang peninggalan, dan sumber daya yang berharga. Tentu saja, Anda perlu membuat atau membeli peralatan dan senjata karena nantinya Anda akan berhadapan dengan berbagai monster. Selain seru, Anda juga bisa melakukan jual-beli menggunakan DAR token dan koleksi NFT Mining Apes.

    5. Alien Worlds

    tampilan menu game play to earn alien worlds

    Source by Alien Worlds

    Dalam play to earn ini, Anda akan mengunjungi berbagai planet dan menjalankan sejumlah misi untuk menemukan NFT. Setiap NFT memiliki tingkat rarity yang berbeda, dimulai dari Abundant, Common, Rare, Epic, Legendary, dan Mythical. Uniknya, Alien Worlds dibuat dengan world building yang sangat detail, lengkap dengan sejarah dan legendanya. 

    Baca juga: Mirip Animal Crossing, Begini Cara Main Game Alice Crypto

    Itu dia beberapa pilihan play to earn games yang juga mengadopsi NFT sebagai mata uang dalam game. Sekarang, Anda pun bisa mengisi waktu luang dengan hiburan yang produktif. Anda juga dapat membuat dan memperjualbelikan NFT sendiri melalui TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Apa itu OpenSea dan Cara Mendaftarnya

    Awal tahun 2022 ini, masyarakat Indonesia dibuat gempar dengan pemberitaan mengenai seorang pemuda yang berhasil meraih untung hingga miliaran Rupiah. Fantastisnya lagi, keuntungan tersebut didapat “hanya” dengan menjual foto dirinya (selfie).

    Usut punya usut, ternyata selfie yang dijual tersebut bukanlah foto biasa, melainkan NFT atau Non-Fungible Token. NFT bertajuk Ghozali Everyday tersebut memang mampu meraih keuntungan hingga miliaran Rupiah.

    Sultan Gustaf Al Ghozali yang menggagas NFT Ghozali Everyday tersebut ternyata menjual karya NFT-nya melalui sebuah platform marketplace yang disebut OpenSea. Nah, apa itu OpenSea? Untuk mengetahui jawabannya, simak dalam artikel ini, ya!

    Apa itu OpenSea?

    OpenSea adalah platform marketplace yang khusus untuk memperjualbelikan karya NFT. Platform ini tidak terbatas pada negara. Itu berarti, ada peluang karya Anda akan dilirik oleh orang lain di luar Indonesia. Otomatis, karya Anda pun akan semakin dikenal luas.

    OpenSea sendiri berbasis di Amerika Serikat, tepatnya di New York City. Platform ini dirikan oleh dua orang, yakni Devin Finzer dan Alex Atallah, pada 2017 lalu. Meski usia perusahaannya tergolong masih muda, OpenSea punya pendapatan yang fantastis. Pada September 2021, valuasi OpenSea ada pada angka US$2.75 miliar. Angka tersebut naik pada Januari 2022, membuat pendapatan OpenSea mencapai US$13,3 miliar.

    Bisa dibilang, saat ini OpenSea merupakan marketplace khusus NFT yang terbesar di dunia. Platform ini disukai banyak orang karena relatif mudah digunakan. 

    Bagaimana Cara Mendaftar di OpenSea?

    tampilan deskop marketplace nft opensea

    Setelah mengetahui apa itu OpenSea, kini waktunya membahas cara mendaftar OpenSea. Saat mendengar cerita sukses Ghozali Everyday Anda mungkin tergugah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang sama. Terlebih, dari penjelasan di atas, diketahui bahwa cara menggunakan OpenSea untuk menjual NFT pun terbilang mudah.

    Memang, proses jual-beli NFT melalui OpenSea telah didesain sedemikian rupa hingga mudah diikuti dan dilakukan, bahkan oleh para pemula sekali pun. Untuk mendaftar, sebelumnya Anda harus sudah memiliki dompet mata uang kripto. Ini karena seluruh transaksi di OpenSea menggunakan mata uang kripto. Salah satu jenis dompet yang banyak digunakan adalah MetaMask, berikut langkah pembuatannya:

    1. Download aplikasi MetaMask yang bisa didapatkan gratis melalui Google Play Store, App Store, dan web browser.
    2. Jika sudah, install aplikasi dan buka.
    3. Untuk mendaftar, klik tombol “Persiapan”, lalu pilih “Dompet Baru”.
    4. Sistem secara otomatis akan menampilkan Syarat dan Ketentuan. Setelah itu, klik “Saya Setuju”.
    5. Kemudian, ikuti instruksi selanjutnya hingga selesai.
    6. Anda sudah bisa menggunakan MetaMask untuk bertransaksi di OpenSea.

    Baca juga: Serba-serbi MetaMask Wallet, dari Biaya hingga Keunggulan

    Jika sudah memiliki MetaMask atau dompet mata uang kripto lainnya, sekarang waktunya membuat akun di OpenSea. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Kunjungi website resmi OpenSea. Situs ini bisa dikunjungi lewat laptop maupun smartphone. Untuk memudahkan, sebaiknya buka OpenSea pada perangkat yang terdapat dompet kripto.
    2. Klik ikon “Account” yang berbentuk logo manusia. Anda akan diminta untuk menyambungkan dompet kripto. Pilih jenis dompet yang sudah Anda miliki.
    3. Setelah dompet tersambung, klik “Account” dan pilih “Profile” untuk mengatur profil.
    4. Jangan lupa ketikkan username serta email. Terakhir, pilih “Save”.
    5. Tunggu hingga sistem mengirimkan konfirmasi akun melalui email.

    Langkah-langkah Menjual Karya di OpenSea

    Setelah mengetahui apa itu OpenSea dan memiliki akunnya, Anda bisa langsung membuat NFT. Untuk membuat NFT, Anda perlu sebuah karya digital. Proses mengubah file digital menjadi NFT disebut dengan istilah minting. Inilah cara minting di OpenSea:

    1. Pada halaman muka OpenSea, pilih opsi “Create”.
    2. Pilih file karya digital Anda, kemudian klik “Create”.
    3. Lengkapi informasi mengenai karya Anda, misalnya nama, deskripsi, dan inspirasi karya.
    4. Klik “Save” dan tunggu sistem melakukan konfirmasi.
    5. Jika disetujui, karya Anda akan langsung muncul dalam list jual-beli. Selamat mencoba!

    Selain OpenSea, Anda juga bisa menjual karya NFT melalui TokoMall yang merupakan marketplace NFT asli Indonesia. Di TokoMall, Anda tidak hanya bisa memamerkan serta memperjualbelikan karya NFT saja, tapi juga bergabung dalam komunitas untuk mendukung ekosistem NFT di Indonesia. Yuk, gabung jadi Official Partner TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Tokoh dan Artis Indonesia yang Ikut Tren NFT

    Non-Fungible Token (NFT) bisa diartikan sebagai karya seni yang memiliki orisinalitas dan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Aspek NFT inilah yang menjadikannya aset menarik bagi para seniman. Tak hanya itu, sederet artis dan tokoh Indonesia sudah berhasil mendapatkan keuntungan jutaan —bahkan milyaran Rupiah— lewat penjualan NFT.

    Siapa saja bisa membuat dan memperdagangkan NFT karena tidak diperlukan keterampilan khusus. Contohnya saja seperti Ghozali Everyday yang menjual NFT berisikan selfie dirinya. Jadi, apa yang membuat para selebriti Indonesia tertarik dalam dunia NFT?

    Perkembangan NFT hingga Digandrungi oleh Selebriti

    Beeple, seorang digital artist dari Amerika Serikat, menjual koleksi yang diberi nama “Everydays: The First 5000 Days”. Koleksi tersebut berhasil meraup pendapatan sebesar $69 juta atau setara dengan Rp989 miliar, nominal fantastis yang mendongkrak popularitas NFT secara global.

    Benar, siapa saja bisa melihat dan mengambil foto NFT yang dijual. Namun, hanya pembeli atau kolektor NFT tersebut yang benar-benar mendapatkan kepemilikan dari karya seni itu. Inilah mengapa NFT disebut sebagai media terbaru bagi seniman—dan siapa saja—untuk menjual karya mereka.

    Euforia berjalan tak hanya sampai situ saja, sejumlah tokoh ternama dunia juga turut membuat dan menjual NFT buatan mereka sendiri. Di antaranya seperti Jack Dorsey (pendiri Twitter), Grimes (musisi), Eminem (rapper), hingga Paris Hilton (sosialita). Bahkan, brand-brand besar pun ikut meluncurkan NFT, seperti Warner Bros. dengan koleksi NFT Space Jams dan Nike. 

    Para penggemar dari masing-masing tokoh, artis, maupun brand ini pastilah punya penggemarnya tersendiri yang akan rela merogoh kocek untuk pujaannya. Terlebih, tiap koleksi NFT tersebut pasti memiliki keunikan dan kelangkaannya sendiri. Dan, ya, ini bisa menjadi cara investasi baru bagi mereka. Hal inilah yang membuat NFT yang dikeluarkan oleh artis atau brand bisa laku terjual di pasaran saat ini. 

    Baca juga: Inilah 3 Brand Termahal di Dunia yang Mengadopsi NFT

    Deretan Tokoh dan Artis NFT Indonesia 

    Tak hanya di negara luar, popularitas NFT pun kian meningkat di Indonesia. Semakin banyak orang tergiur dengan profitabilitas NFT, termasuk para selebriti dan tokoh Indonesia yang terjun ke dunia NFT.  Ini dia daftarnya! 

    1. Syahrini

    nft artis indonesia syahrini

    Source by princessyahrini on Instagram

    Dahulu, Syahrini dikenal dari gaya rambutnya yang menghebohkan. Pasti Anda ingat dengan “Jambul Khatulistiwa” milik penyanyi ini, bukan? Kini, Syahrini terkenal sebagai seorang business woman yang berhasil meluncurkan koleksi NFT pertamanya, yakni Syahrini’s Metaverse Tour.

    Berisikan 18 ribu NFT, Syahrini menampilkan karya seni digital berupa avatar dirinya di berbagai backdrop cantik dengan tatanan warna lilac dan ungu. Syahrini bekerja sama dengan PT Anak Gaul Jaksel dan NFT Kings Pro untuk membuat koleksi NFT tersebut.

    Menariknya, “Metaverse” menjadi NFT pertama di dunia yang menampilkan wanita berhijab! NFT karya Syahrini ini sudah habis terjual dalam beberapa jam saja. NFT yang dibanderol dengan harga $20 atau setara dengan Rp287.000 ini menghebohkan dunia entertainment Indonesia dan menjadi salah satu alasan mengapa NFT kian populer di tanah air.

    2. Luna Maya

    Jika biasanya NFT dijual dalam jumlah ribuan item, berbeda halnya dengan koleksi NFT yang diluncurkan oleh Luna Maya. Secara mengagetkan, Luna Maya mengumumkan bahwa dirinya akan menjual NFT dalam jumlah yang sangat terbatas, yaitu hanya 10 item. Tidak sendiri, Luna Maya bekerja sama dengan Tokau, sebuah perusahaan Jepang yang sudah berpengalaman memproduksi karya digital untuk NFT selebritas Jepang. Penjualan NFT milik Luna Maya juga didukung oleh Gushcloud International. 

    artis nft indonesia luna maya

    Source by Binance.com

    Selain itu, Luna Maya juga meluncurkan NFT bernama Queen of The Moon yang berformat mp4. Konsep NFT ini cukup unik karena merupakan video kompilasi kehidupan Luna Maya. Harga penawarannya pun mencapai 15 BNB atau sekitar Rp87 juta.

    3. Denny JA

    nft tokoh indonesia denny ja

    Source by A Portrait of Denny JA on OpenSeaDenny Januar Ali atau Denny JA merupakan seorang penulis terkenal. Berkat koleksi NFT berjudul “A Portrait of Denny JA: 40 Years in the World of Ideas,” kini ia juga menjadi artis NFT Indonesia yang menghasilkan Rp1 miliar dari penjualan NFT.

    Koleksi NFT ini berisikan sampul-sampul buku karya Denny JA selama 40 tahun menjadi penulis. Namun, jangan salah, NFT ini tidak dibuat oleh Denny JA, melainkan seniman Galam Zulfiki. Karya ini sudah dibeli oleh Denny JA, sehingga legal untuk dijual dalam bentuk NFT.

    4. Ridwan Kamil

    nft tokoh indonesia ridwan kamil

    Source by Ridwan_Kamil Collection on OpenSea

    Sang Gubernur Jawa Barat yang selalu up-to-date dengan perkembangan zaman ini juga tidak mau kalah dengan tren NFT. Ridwan Kamil berhasil menjual NFT berupa lukisan buatannya sendiri seharga 1 ETH atau Rp 45,9 juta. Hasil penjualan NFT yang diberi judul “Pandemic Self Portrait” ini disumbangkan ke yayasan yang membantu anak-anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat COVID-19. 

    Itulah beberapa tokoh dan artis NFT Indonesia yang sudah berhasil menjual NFT karya mereka. Apakah Anda akan menjadi artis NFT Indonesia selanjutnya? Buat dan jual NFT karya Anda hanya di TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fenomena Ghozali Everyday, NFT dari Indonesia yang Terjual Miliaran

     

    Sudah dengar soal Ghozali Everyday? Baru-baru ini, publik dibuat ramai dengan berita mengenai NFT yang terjual dengan harga fantastis. Hebohnya lagi, NFT tersebut merupakan buatan Warga Negara Indonesia. Bahkan, pembuatnya pun masih berusia muda, yaitu seorang mahasiswa jurusan animasi bernama Sultan Gustaf Al Ghozali. Seperti apa kisahnya dan bagaimana cara mengikuti jejak kesuksesan Ghozali Everyday? Simak artikel berikut!

    Berawal dari ide iseng belaka

    Jika melihat keterangan yang dicantumkan Ghozali dalam akun OpenSea miliknya, Ghozali Everyday merupakan kumpulan foto diri (selfie) yang diambilnya mulai dari tahun 2017-2021. Ghozali mengklaim bahwa seluruh foto adalah benar-benar dirinya yang sedang berdiri di depan komputer sejak ia berusia 18 hingga 22 tahun.

    Mulanya, proyek NFT Ghozali Everyday ini tak disengaja. Tujuan awal Ghozali adalah membuat sebuah video yang nantinya akan diunggah di layanan streaming YouTube. Rencana awalnya, Ghozali akan membuat sebuah time-lapse yang menggambarkan perjalanannya hingga akhirnya lulus kuliah.

    Ketika harganya meroket dan inilah alasannya

    Namun, ternyata saat proyek iseng tersebut diubah menjadi NFT, Ghozali berhasil meraup untung. NFT yang mulanya hanya dijual dengan harga sekitar US$ 3 meroket hingga mencapai 1 ETH pada puncaknya. Meski kini sudah turun, jumlahnya pun masih terbilang fantastis, sekitar 0.329 ETH atau sekitar US$1.111 (kurang lebih Rp15 juta) untuk satu selfie. Dengan total 933 foto, Ghozali bisa meraup untung hingga sekitar Rp15 miliar!

    Tentunya, untung besar yang diraih Ghozali Everyday tidak datang dalam sekejap. Pada awalnya, NFT yang dijual Ghozali pun dibanderol dengan harga yang lumrah, sekitar US$ 3. Namun, angka tersebut meroket tinggi. 

    contoh nft ghozali everyday

    Photo Credit: OpenSea

    Bagaimana hal ini bisa terjadi?

    Kesuksesan Ghozali Everyday tidak bisa dilepaskan dari orang pertama yang melakukan shilling atau promosi pertama kali pada Ghozali Everyday, yaitu akun Jejouw. Tak lama, NFT Ghozali Everyday semakin hype saat dibicarakan oleh sweettoothnft, TheBoggartt, Nate_Rivers, hingga Barthazian.

    Ide serupa sebenarnya sudah pernah muncul, yakni NFT milik Beeple yang diberi judul EVERYDAYS: The First 5000 Days. Konsepnya pun sama, menjual foto yang diambil dalam durasi panjang. Keuntungannya tak usah ditanya lagi. Beeple bisa meraih untung yang memecahkan rekor penjualan NFT, yaitu sekitar US$69,3juta.

    Cara membuat karya dan jual melalui NFT

    marketplace-nft

    Kesuksesan Ghozali Everyday ini tentu menginspirasi untuk ikut terjun di dunia NFT. 

    Namun, sebenarnya, bagaimana cara membuatnya? Apakah benar semudah upload foto di internet?

    Benar, membuat NFT sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu membuat akun dalam marketplace yang khusus menjual NFT. Setelah memiliki akun pada marketplace NFT, Anda bisa langsung mulai membuat karya. Pastikan karya yang akan Anda minting menjadi NFT benar-benar karya asli, bukan plagiat atau mengambil karya orang lain. 

    Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

    1. Pada marketplace yang sudah terdaftar, pilih opsi “Create”. Setelah itu, Anda akan diberikan opsi untuk memilih file. NFT bisa berupa foto, gambar, ilustrasi, video, bahkan audio.
    2. Selanjutnya, masukkan nama NFT dan sertakan pengaturan lainnya. Pengaturan ini umumnya digunakan untuk mengatur muatan konten. Misalnya, konten yang mengandung unsur kekerasan bisa diberi peringatan terlebih dulu.
    3. Atur blockchain yang Anda pakai.
    4. Setelah memastikan semua data terisi benar dan file sudah tepat, klik tombol “Create” pada bagian bawah.
    5. NFT sudah bisa langsung Anda jual.

    3 Platform NFT marketplace terbaik 

    Sekarang, pertanyaannya, di manakah Anda bisa menjual NFT? Manakah marketplace NFT yang bisa dituju dan terjamin keamanannya? 

    Untuk Anda yang berada di Indonesia bisa langsung meluncur ke marketplace NFT berikut:

     

    marketplace nft pertama di indonesia

    TokoMall merupakan pelopor marketplace NFT di Indonesia. Marketplace yang mengusung konsep sebagai “jembatan antara dunia nyata dengan dunia digital” ini tidak sekadar menyediakan tempat jual-beli NFT, tapi juga menyediakan wadah bagi para artis lokal Indonesia untuk memopulerkan karya mereka.

    opensea sebagai marketplace nft terbesar

    https://drive.google.com/file/d/1M7ZNIjRhN6pVbm6uiZOaRh3jCPdw306k/view?usp=sharing 

    Inilah marketplace yang digunakan untuk menjual NFT Ghozali Everyday. OpenSea merupakan platform jual-beli NFT terbesar di dunia untuk saat ini. Di sana, Anda bisa bertemu dengan kreator NFT lain dari seluruh dunia.

     

    marketplace nft rarible

    Terakhir ada Rarible. Marketplace yang satu ini menyediakan wadah bertemunya kreator dan kolektor NFT. Di Rarible, kreator bisa memilih untuk menahan karya atau melepasnya kepada kolektor meski katakanlah harga yang diberikan sudah cocok.

    Melirik keuntungan yang diraup Ghozali Everyday memang tidak menutup kemungkinan bahwa NFT akan semakin besar di masa mendatang. Berminat untuk menjadi kreator NFT? Anda bisa bergabung dengan TokoMall dan menjadi Official Partner.

    Di TokoMall, Anda tidak sekadar memperjualbelikan karya NFT, tapi juga bisa berkomunikasi dengan Creator dan Official Partner lainnya. Yuk, segera buat akun dan minting NFT pertama Anda bersama TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TokoMall dan .TEMU Rilis Koleksi NFT, Bisa Dapat Diskon Seumur Hidup

    TokoMall dan .TEMU (Titik Temu) berkolaborasi rilis project NFT dengan semangat memajukan industri Food & Beverage (F&B) di Indonesia. Menariknya, pembeli koleksi [NF].Temu ini bisa mendapatkan banyak benefit, bukan hanya sekadar mengoleksi NFT art saja, tapi bisa dapat diskon seumur hidup di .TEMU.

    Thelvia Vennieta, Head of TokoMall, menjelaskan kolaborasi dengan .TEMU masih tetap mengusung misi TokoMall, sebagai pelopor marketplace NFT di Indonesia. Misi TokoMall sendiri adalah menjembatani konsep digital NFT meets reality. Di mana pembeli NFT di TokoMall bisa merasakan pengalaman yang lebih tidak hanya di ranah digital, tapi juga di dunia nyata.

    “Kami ingin masyarakat yang mungkin masih awam semakin memahami bahwa NFT itu bisa diadopsi ke berbagai utilitas yang berguna di kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan misi TokoMall untuk menjembatani konsep digital ke realita, kolaborasi [NF].Temu ini bisa dikatakan menjadi pionir dan contoh nyata pemanfaatannya yang luas hingga ke industri F&B,” kata Thelvia.

    Ilustrasi TokoMall.

    Ilustrasi TokoMall.

    Baca juga: Panduan untuk Pemula yang Ingin Terjun ke Dunia NFT

    Joseph Erwin, COO .TEMU, mengungkap latar belakang kolaborasi ini merupakan bentuk keinginan perusahaan untuk mengeksplor possibilities dari NFT, karena masih banyak potensi yang bisa digali dan mungkin bisa menjadi evolusi dari customer loyalty program tradisional.

    “Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk pemain industri F&B lainnya, dimana eksplorasi di dunia NFT bisa memberikan dampak pada bisnis,” terang Joseph.

    Ada 150 Item Koleksi [NF].Temu

    Koleksi [NF].Temu sendiri memiliki 150 item NFT yang menawarkan level kelangkaan berbeda yakni General, Master, Connoisseur. Desain project NFT ini dirancang oleh salah satu partner kreator TokoMall yakni Pedro Oscar, seniman yang aktif di berbagai komunitas kripto dan desain 3D di Indonesia. 

    Menariknya, setiap level di koleksi [NF].Temu memiliki benefit nyata yang bisa ditukarkan antara lain adalah diskon 5-10% hingga seumur hidup untuk pembelian kopi di seluruh cabang .TEMU, keanggotaan VIP, akses pre-release biji kopi sekaligus mencoba kopi dengan head roaster, meetup dengan para pemilik NFT hingga merchandise eksklusif. 

    Ilustrasi koleksi NFT TokoMall x .TEMU

    Ilustrasi koleksi NFT TokoMall x .TEMU

    Baca juga: Daftar Modus Penipuan NFT dan Tips Menghindarinya

    Harga [NF].Temu

    Koleksi [NF].Temu ini dibanderol dengan harga Rp 1.999.000 dan bisa dibeli mulai 14 Februari 2022, adapun benefit dapat digunakan oleh kolektor mulai 1 Maret 2022 di tiap cabang .TEMU. Konsep pembeliannya akan menggunakan fitur TokoSurprise, di mana pembeli harus menunggu 7 hari sejak pembelian untuk melihat item NFT apa yang didapat dengan tingkat kelangkaannya.

    TokoSuprise merupakan sebuah fitur dari TokoMall berisikan serial NFT kejutan yang menawarkan tingkat kelangkaan berbeda. TokoSuprise hadir untuk meningkatkan excitement dari kolektor dalam mengoleksi karya yang dirilis oleh mitra resmi karena kolektor yang mengoleksi paket TokoSurprise tidak akan mengetahui serial NFT mana yang akan mereka dapatkan.

    Informasi lebih lanjut koleksi [NF].Temu, bisa kunjungi link di sini dan website www.tokomall.io.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Twitter Luncurkan Fitur Tip dengan Ethereum

    Pada 23 September 2021 silam. Twitter mengaktifkan fitur tip jar dengan Bitcoin yang menjadi opsi pembayaran cryptocurrency pertama yang tersedia melalui tip top jar-nya.

    Sementara pada hari Rabu kemarin (17/02), platform media sosial raksasa tersebut menambahkan banyak layanan pembayaran baru ke opsi tip jar-nya. Termasuk Ethereum (ETH).

    Baca JugaSederet Raksasa Media Sosial Ikut Hype NFT!

    Fitur Tip dari Twitter

    Pengguna Twitter yang ingin menerima tip berupa Ethereum hanya perlu mengaktifkan ‘fitur tip‘ di platform dan menambahkan Ethereum address ke bagian khusus profil mereka.

    Sampai saat ini, Twitter tidak memberikan perincian lain yang berkaitan mengenai pemberian tip menggunakan Ethereum.

    Namun jika berbicara tentang Bitcoin, tip dapat dikirim melalui Lightning Network, yang mengirimkan pembayaran menggunakan aplikasi Strike. Sementara itu, tip bisa dikirimkan pengguna di ponsel iOS dan Android.

    Pengguna yang menerima tip tersebut, baik berupa Bitcoin maupun Twitter, telah dijamin Twitter jika mereka akan menerima 100% dari tip yang mereka terima. Perusahaan menyatakan bahwa fitur ini dibuat sebagai bentuk yang menunjukkan sebuah dukungan, menunjukkan penghargaan, membantu atau memberi penghargaan kepada siapa pun yang pengguna inginkan.

    Baca jugaFakta dan Mitos NFT, Kripto dan Blockchain

    Mulai dari konten kreator, para jurnalis, ataupun artis yang mereka gemari. Sementara itu, fitur tip ini juga mendukung layanan pembayaran lain seperti Cash App, GoFundMe, Patreon, Wealthsimple, dan Venmo.

    Selain inovasinya untuk sektor mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum, belum lama ini Twitter juga meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna Twitter Blue untuk mengunggah NFT sebagai gambar profil mereka, tetapi membatasi kemampuan itu untuk iOS.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fakta dan Mitos NFT, Kripto dan Blockchain

    Fakta dan mitos NFT, termasuk tentu saja seputar kripto dan blockchain, berkelindan di keseharian kita. Untuk mengupas dan meluruskannya perlu argumen khusus.

    Beberapa waktu yang lalu seorang dosen Universitas Padjadjaran mengirim pesan kepada saya melalui Instagram. Beliau meminta saya untuk memberi tanggapan terhadap sebuah artikel menarik karya Gamal Abdul Naser atau Gamalan. Artikel itu diunggah di situs miliknya, empat.id yang berjudul “Melawan Blockchain, Cryptocurrency, NFT

    Isinya ya, sejalan dengan judulnya, memberikan sanggahan terhadap pendapat-pendapat umum seputar tiga topik ini: blockchain, cryptocurrency dan NFT (non-fungible token). Artikelnya cukup panjang, dan untuk menanggapi, tentu saja perlu dibuatkan artikel baru tentangnya.

    Oh iya, artikel Gamalan memberi istilah baru pada topik-topik di atas, yakni “borkchan” untuk blockchain, “kleptocurrency” untuk cryptocurrency dan “NTF” untuk NFT.

    Barangkali ini bentuk ketidaksukaan beliau terhadap topik-topik ini, tetapi yang jelas artikel saya ini akan lebih netral dalam menanggapi. Karena, bagaimanapun, tulisan Gamalan sebagian di antara ada benarnya.

    Saya harus mengakui Gamalan fasih menjabarkan teknologi blockchain (atau “borkchan”, sesuai istilah pilihannya), serta asal-usul dari cryptocurrency dan NFT. Kemudian ia mulai menyebut beberapa pernyataan dan memberikan argumen bantahannya. Nah, mari kita telaah setiap pernyataan dan argumen Gamalan tersebut.

    NFT Lintas Game, Lintas Blockchain

    Gamalan berpendapat bahwa mustahil NFT bisa dipadupadankan untuk semua game dan antar game yang berbeda ataupun antar blockchain yang berbeda-beda.

    Pendapat itu mengacu pada perkembangan metaverse saat ini yang pada prinsipnya adalah game 3 dimensi yang menggunakan game engine khusus, misalnya Unity. Metaverse (dibaca: game) Decentraland telah mampu memadukan NFT di dalamnya. Itupun memanfaatkan blockchain tertentu, yakni Ethereum.

    Gamemetaverse, NFT lintas blockchain, menurut Gamalan ibarat mengisi daya listrik pada mobil diesel, berharap mobil tersebut berubah menjadi mobil elektronik. Demi Metaverse, Microsoft Beli Activision Blizzard, Setara Rp986,46 Triliun

    Ya, tentu saja, kehidupan nyata tak seperti itu. Sebuah produk harus didesain sedemikian rupa sehingga mampu menyokong fitur-fitur yang diharapkan ada pada produk tersebut. Sekalipun itu ada, itu sekadar skenario, seperti yang dijelaskan di artikel ini.

    Ini mungkin menjelaskan, langkah Microsoft yang membeli perusahaan game Blizzard Activision senilai lebih dari Rp900 triliun, hanya menitikberatkan pada metaverse (game). Belum ada nada pengayaan blockchain dan NFT di dalamnya.  Itu jelas lebih masuk akal, karena Microsoft sendiri adalah pengembang game termasuk alatnya, yang terhitung sukses, lewat XBox.

    NFT Melindungi Kreator dan Menjamin Keaslian Karya Seni

    Ada sejumlah argumen yang kurang tepat di pernyataan Gamalan itu. NFT dapat menjamin keaslian adalah kurang tepat. Tak hanya barang elektronik, bahkan barang fisik seperti lukisan pun bisa dipalsukan. Jadi, kurang tepat memang bila NFT dipakai untuk menjamin provenance dari sebuah karya.

    Jika kurang yakin adanya celah replikasi NFT yang mewakili file digital (JPG, MP4, WAV), Anda bisa membaca artikel apik ini. Sesuai dengan isi artikel itu, siapapun dengan mudah dan melakukan replikasi terhadap NFT Ketua MPR Bambang Soet ini.

    NFT Tidak Bisa Menyelesaikan Masalah Royalti

    Gamalan juga membahas soal NFT yang ia sebut tidak bisa menyelesaikan masalah royalti. Padahal, tidak selamanya hal ini tepat. Andaikata seorang seniman mewujudkan karyanya dalam bentuk NFT, justru royalti dapat dipastikan pembayarannya. Mengapa? Karena transaksi yang terjadi, selama tereksekusi melalui smart contract, dapat mengutip persentase royalti sesuai dengan yang telah ditentukan.

    Transaksi yang difasilitasi oleh pihak ketiga justru tidak mampu menjamin pembayaran persentasi royalti kepada sang artis, karena potensi fraud yang disengaja, ataupun kesalahan hitung yang tidak disengaja.

    Gamalan berpendapat bahwa seorang artis yang memproduksi banyak karya tidak memerlukan blockchain karena dapat dilakukan dengan sistem yang ada.

    Wah, pendapat ini memang ada benarnya. Tapi ada juga salahnya. Layaknya orang mempertanyakan keberadaan kereta api, padahal sudah ada mobil yang fungsinya sama: mendukung mobilitas manusia. Tujuannya sama, tetapi fiturnya berbeda. Sudah barang tentu hasilnya pun, berbeda pula.

    NFT dan musik. Gamalan meragukan kalau kedua hal ini dapat digabungkan, karena membentuk NFT atas karya musik berarti mempublikasikan lagu tersebut untuk diakses khalayak ramai.

    Persepsi ini ada benarnya. Akan tetapi, NFT adalah soal kepemilikan dan bukan aksesibilitas. Contoh saja, sebuah NFT termahal yang pernah dijual milik Beeple, The First 5000 Days, dapat diakses semua orang untuk dilihat, bahkan disalin dan disimpan. Akan tetapi, NFT ini toh tetap ada harganya!

    NFT Memberikan Keuntungan yang Besar kepada Kreator

    Gamalan meyakini mereka yang untung lewat NFT adalah artis yang sudah punya nama. Tetapi, argumen ini tentu dipatahkan oleh Ghozali, mahasiswa asal Semarang yang menjual foto dirinya di Opensea sebagai NFT. Karyanya telah diperjualbelikan dengan total nilai 395 ETH atau tak kurang dari Rp17 miliar rupiah. Padahal, sebelum karyanya yang berjudul “Ghozali Everyday” sukses, ia bukan siapa-siapa.

    Argumennya tentang NFT tidak menyelesaikan masalah discovery, ya tentu saja tidak karena memang tidak didesain untuk tujuan itu!

    Kesimpulan Gamalan tentang NFT yang tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah orginalitas karya, royalti, dan discovery, tidak disertai dengan argumentasi yang kokoh untuk memperkuat pendapatnya.

    Cryptocurrency Permudah Transaksi Tanpa Bank

    Gamalan sebenarnya menyetujui pernyataan di atas. Akan tetapi untuk menunjukkan ketidaksukaannya pada produk ini, ia mengalihkan pokok pembicaraan pada volatilitas nilai cryptocurrency terhadap mata uang fiat.

    Padahal bila dipikir-pikir, tak ada kaitannya antara kemudahan transaksi dengan valuasi nilai cryptocurrency dengan mata uang fiat. Demikian pula sepertinya ia lupa bahwa mata uang fiat pun memiliki volatilitas harga dengan mata uang asing lain.

    Lebih lanjut, menurutnya, proses pertukaran cryptocurrency dari dan ke mata uang fiat membutuhkan bank. Memang benar, akan tetapi tidak selamanya demikian.

    Bila diinginkan, pertukaran dapat dilakukan langsung tanpa perantara bank. Bank, di sini, adalah alternatif media transaksi dan bukan satu-satunya cara. Berbeda halnya dengan transaksi perbankan, di mana bank adalah medium utama perpindahan aset dari satu rekening ke rekening lainnya.

    Cryptocurrency Itu Jaminan Privasi

    Gamalan menyerang cryptocurrency dari sisi privasi. Padahal, privasi adalah konsep yang selalu berkembang.

    Dahulu, orang mudah saja memberikan informasi nama, tanggal lahir, serta alamat tempat tinggal. Kemudian, banyak orang menyadari informasi ini seharusnya privat.

    Bahkan kini, menyebarkan nomor induk kependudukan (NIK) yang tak terhubung langsung dengan informasi pribadi pun sudah dikategorikan pelanggaran privasi. Tak hanya itu, penyebaran alamat surel dan nomor ponsel yang tak ada hubungan langsung dengan privasi, adalah sebuah hal yang menimbulkan polemik.

    Isu privasi pada cryptocurrency juga merupakan sebuah hal yang berevolusi. Bitcoin awalnya juga disebut sebagai produk dengan privasi. Namun pengetahuan dan analisis data berkembang untuk membuktikan bahwa pendapat bitcoin sebagai produk privasi adalah kurang tepat.

    Namun tidak semua blockchain tidak privat meski datanya bersifat publik. Produk seperti Monero dan Zcash masih mempertahankan statusnya sebagai aset kripto privat karena tak mudah dianalisis.

    Blockchain Secara Desain Aman

    Sayangnya bagian ini tidak disertai dengan penjelasan yang benar oleh Gamalan. Terlihat bagaimana lemahnya pengetahuan Gamalan di bidang keamanan siber (cybersecurity).

    Keamanan pada dasarnya tidak absolut. Sebuah produk yang mengklaim diri aman selalu memiliki syarat dan ketentuan (S&K) berlaku.

    Nah, S&K keamanan ini di dalam dunia akademik biasa disebut dengan asumsi keamanan (security assumption) atau model keamanan (security model), atau sering disebut juga dengan model ancaman (threat model).

    Nah, sebuah produk dikembangkan berdasarkan asumsi keamanan yang sudah diterima. Akan tetapi, produk tersebut bisa saja tidak aman atas asumsi keamanan yang berbeda. Konsep ini terlihat abstrak, namun untuk mudahnya akan diberikan sebuah pengandaian.

    Begini: sebuah rumah biasanya dilengkapi dengan tembok, pintu (lengkap dengan kunci dan anak kunci), serta pagar, sebagai fitur-fitur keamanannya. Asumsi keamanan yang umumnya diambil oleh para pengembang rumah adalah, rumah tersebut harus “aman dari pencuri dari luar rumah yang tidak memiliki anak kunci yang tepat”.

    Namun terlihat jelas, keamanan rumah tersebut rentan dengan “pencuri dari dalam rumah”, “pencuri yang memiliki anak kunci yang tepat”, “pencuri yang mampu membobol kunci”, ataupun lebih ekstrim lagi, “pencuri yang membawa traktor untuk menghancurkan pagar sekaligus tembok”.

    Baca juga : Ini Alasan NFT Ghozali Bernilai Hingga Miliaran Rupiah

    Rumah tersebut dianggap aman hanya atas dasar asumsi keamanan tertentu, dan tidak aman atas asumsi keamanan lainnya. Namun, asumsi keamanan rumah tersebut sudah dianggap memadai. Risiko keamanan lainnya seperti traktor merupakan risiko keamanan yang dapat diterima, misalnya karena ada siskamling setiap malam. Tetapi, siskamling ini pada dasarnya bukan termasuk fitur yang dibangun oleh si pengembang rumah.

    Nah, kembali lagi ke sistem blockchain yang dianggap tidak benar-benar aman oleh Gamalan. Gamalan mengatakan bahwa sistem blockchain amat bergantung pada hash collision. Padahal, hash collision ini tidak dapat dihilangkan sama sekali untuk protokol hashing manapun, dikarenakan birthday paradox.

    Hash collision akan selalu ada, akan tetapi untuk mencapainya diperlukan usaha yang amat-sangat-luar-biasa-ekstra-keras-sekali, kecuali ada faktor keberuntungan di dalamnya.

    Lebih lanjut lagi, Gamalan menyerang kelemahan pada pengelolaan private key. Memang betul, private key adalah salah satu titik lemah pada semua teknik kriptografi asimetris.

    Sistem yang kompleks memiliki subsistem khusus yang mengelola private key, misalnya hardware security module (HSM). Kembali lagi, pengelolaan private key tidak termasuk di dalam asumsi keamanan sistem dasar blockchain, jadi, ya, memang tidak aman.

    Ini kan, sama seperti keamanan rumah yang bergantung pada keamanan anak kunci. Bila anak kunci hilang, sangat besar peluang pencuri memasuki rumah dengan anak kunci tersebut.

    Kemudian, Gamalan menambahkan studi kasus di mana seorang hacker yang mengirim token yang berisi smart contract berisikan perintah berbahaya. Jujur saja, saya tak paham apa yang ia maksudkan.

    Tak hanya di blockchain, seseorang yang mengetahui nomor rekening bank tertentu bisa mengirim uang ke rekening bank tersebut tanpa izin si pemilik rekening bank, terlepas dari mana uang yang dikirim tersebut berasal. Iya kan?

    Baca jugaKemendag Perketat Perdagangan Aset Kripto, Bikin Industri Sehat

    Guna Blockchain Selain Cryptocurrency dan NFT

    Gamalan sepertinya mulai lelah dalam memberikan argumen yang masuk akal. Argumentasi lemah Gamalan sangat mudah dipatahkan hanya dengan googling satu-dua menit saja.

    Tautan ini adalah hasil pertama yang saya dapatkan dari kata kunci “blockchain use-cases”. Gamalan juga kurang memahami bahwa ada teknik kriptografi tingkat lanjut (advanced) seperti zero knowledge-proof (ZKP) dan ring signature (RS) yang bisa dipakai untuk meningkatkan privasi transaksi.

    Ada banyak use-case lain yang saya jelaskan. Tetapi saya berharap bisa berdialog langsung dengan Gamalan. Karena, menulis semua ini, akan memakan waktu yang cukup panjang dan melelahkan, dan bisa jadi tidak dapat dipublikasikan karena kepanjangan.

    Blockchain Menambah Masalah pada Distribusi Software

    Gamalan berargumen bahwa blockchain menambah kompleksitas saat memindahkan data dari satu software ke software yang lain. Benar, tetapi, semua orang juga tahu itu.

    Sebagai usaha untuk memberikan final blow pada blockchain, Gamalan berkomentar “Tidak bisa masalah sosial diselesaikan dengan teknologi saja. It’s totally against my intelligence to support a scam.”

    Tidak ada masalah sosial yang bisa diselesaikan secara sempurna dengan teknologi saja. Memang benar. Bila ada, maka Microsoft, Google, dan perusahaan besar lain pasti sudah menemukan caranya.

    Tetapi penyebutan scam menunjukkan bahwa “he has no idea what he wrote”.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Modus Penipuan NFT dan Tips Menghindarinya

    Animo masyarakat terhadap NFT sudah tak terbendung lagi, terbukti dengan NFT yang dianggap telah menghasilkan penjualan dengan nominal lebih dari 4 miliar USD pada awal tahun 2022 melansir Rolling Stone. Meski begitu, transaksi NFT pada kenyataannya masih berada di kondisi yang belum stabil karena masing-masing NFT belum memiliki nilai yang jelas. Akhirnya, modus penipuan NFT pun merajalela.

    Hal yang sama juga menimpa para pegiat NFT di Indonesia, yang mana peningkatan tren sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2021, tetapi di awal tahun 2022 trennya kembali melonjak berkat fenomena “Ghozali Everyday”. Di sisi lain, nyatanya hal ini juga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mendorong banyak terjadinya modus penipuan NFT atau scam. 

    Lalu, apa saja, sih, modus penipuan yang sering terjadi di dunia NFT dan bagaimana cara menghindarinya? Baca terus artikel ini untuk tahu lebih lengkapnya, ya!

    3 Modus Penipuan yang Umum Terjadi di Dunia NFT

    1. Identitas dan website palsu 

    Salah satu modus penipuan NFT yang umum terjadi adalah identitas dan website palsu. Cara kerjanya adalah para oknum impersonate atau berpura-pura menjadi aktor besar yang terkenal di dunia NFT. Misalnya, ada individu yang membuat akun mengatasnamakan MetaMask, wallet yang populer di kalangan pegiat NFT, untuk menipu dan memancing pengguna agar memberikan private key mereka.Selain itu, tidak sedikit pula dari mereka yang berlindung di balik akun yang berpura-pura sebagai influencer NFT sembari memberikan tawaran palsu pada pengguna. Alhasil, tidak jarang pengguna khususnya pemula yang terkena perangkap dan kehilangan asetnya dalam jumlah besar.

    2. Skema rug pull & pump and dump

    skema penipuan rug and pull

    Modus penipuan selanjutnya adalah skema rug pull & pump and dump, di mana seringkali menciptakan banyak korban dengan mengalami kerugian besar-besaran. Skema ini mengacu pada situasi di mana suatu proyek NFT mengalami kenaikan harga besar-besaran dalam waktu yang singkat. 

    Usut punya usut, ternyata kenaikan tersebut disebabkan oleh sekelompok orang yang dengan sengaja membelinya untuk mendorong penjualan. 

    Sesaat sudah banyak orang yang ikut membeli dan harganya mencapai puncak, para pihak di belakangnya termasuk sejumlah orang yang sengaja membelinya di awal mencairkan pendapatannya lalu pergi begitu saja, membuat proyek NFT tersebut tidak lagi bernilai.

    Baca juga: Ketahui Teknik Pump and Dump Crypto dan Cara Menghindarinya

    3. Karya seni yang tidak original

    Scam yang terakhir terjadi pada NFT art, di mana tidak sedikit koleksi NFT yang tersedia di marketplace ternyata merupakan hasil ‘curian’ dari seniman aslinya. Bagaimana bisa? Hal ini terjadi saat banyak oknum yang dengan sengaja minting atau upload karya seni kreator tersebut ke marketplace

    Selain itu, tidak sedikit pula oknum yang mengambil sebagian suatu karya seni untuk kemudian digabungkan menjadi satu karya seni yang baru. Sekilas, karya seni tersebut memang baru. Padahal, hal tersebut bisa digolongkan plagiarisme karena mengambil karya seni yang sudah ada tanpa izin dari kreator aslinya. Jadi, Anda harus selalu berhati-hati dan pintar memilih NFT sebelum membelinya, ya!

    Baca juga: Mari Cari Tau tentang Hak Cipta Karya Seni di Indonesia

    5 Tips agar Terhindar dari Modus Penipuan NFT bagi Pemula

    illustrasi nft

    Melihat banyaknya modus penipuan atau scam NFT yang bertebaran di dunia maya, tidak bisa dipastikan kapan scam tersebut akan sepenuhnya menghilang. Akan tetapi, sebagai pengguna Anda bisa, kok, menghindarinya, terutama bagi pengguna yang baru terjun ke dunia NFT alias pemula. 

    Bagaimana caranya? Berikut ini 5 tips dalam menghindari scam NFT!

    1. Gunakan platform resmi dan ternama

    Kini, platform NFT seperti marketplace dan wallet sudah sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pengguna. Namun, penting bagi Anda untuk selalu memilih platform yang resmi dan ternama. 

    Kok, gitu

    Sebab, Anda dapat lebih mudah melacak histori dan track record-nya. Selain itu, umumnya platform ternama sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang mumpuni sehingga terjamin lebih aman untuk bertransaksi.

    2. Selalu simpan private keys untuk sendiri

    Tips selanjutnya sangat berguna dalam menghindari modus penipuan NFT yang berlindung di balik identitas palsu. Pastikan Anda selalu melindungi private key yang Anda miliki dan tidak mengirimkannya pada siapapun. 

    Hal ini dikarenakan oknum dapat langsung mengakses wallet yang Anda miliki. Dari sejumlah aset kripto hingga koleksi NFT yang Anda miliki bisa lenyap seketika sesaat oknum tersebut mendapatkan private key

    3. Perhatikan sumber link dan tidak asal klik

    Dalam menghindari scam NFT, tips lainnya adalah untuk selalu memperhatikan sumber link yang Anda terima dan tidak asal klik. Dalam perjalanan Anda di dunia NFT, sangat mungkin bagi Anda untuk menerima kiriman pesan berisi link dari orang asing. 

    Sebelum klik, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu asal muasal link tersebut. Apabila terlihat mencurigakan, alangkah baiknya untuk langsung mengabaikan pesan tersebut.

    4. Lakukan verifikasi terhadap proyek NFT

    Masih berhubungan dengan tips sebelumnya, Anda juga harus selalu melakukan verifikasi terhadap suatu proyek NFT yang Anda temui. Misalnya, Anda melihat ada proyek NFT baru yang terlihat menjanjikan karena banyak orang yang membelinya. 

    Di situasi tersebut, Anda disarankan untuk tidak langsung ikut membeli, melainkan untuk melakukan riset yang mendalam mengenai proyek tersebut lebih dulu. Seperti siapa pihak di belakangnya, tujuan proyek tersebut, dan hal penting lainnya.

    5. Tetap berhati-hati

    Tips terakhir yang harus selalu Anda lakukan adalah tetap berhati-hati dan terus mempertanyakan tiap kali Anda menemui hal baru dalam dunia NFT. Dengan berhati-hati dalam bertindak, semakin besar kemungkinan Anda terhindar dari modus penipuan NFT. Jadi, pastikan selalu waspada dan jangan mudah ikut-ikutan alias FOMO, ya!

    Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

    Tidak bisa dipungkiri, modus penipuan NFT sedang marak seiring adopsinya yang kian meningkat. Namun, Anda sebagai pemula bisa kok menghindarinya selama selalu mengikuti tips yang telah disebutkan di atas. Selain itu, penting juga untuk gabung ke komunitas NFT agar Anda bisa mengetahui informasi terkini mengenai dunia NFT, termasuk kabar penipuan yang sepertinya masih akan terus bergulir.

    Maka dari itu, segera gabung dengan komunitas NFT Tokocrypto di Discord dan Telegram serta daftarkan diri Anda di marketplace NFT TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Panduan untuk Pemula yang Ingin Terjun ke Dunia NFT

    Seiring booming-nya NFT swafoto milik Ghozali berapa waktu belakangan ini membuat banyak orang yang ingin terjun ke dunia NFT. Sayangnya, tak semua orang bersikap bijak. Padahal NFT untuk pemula bukanlah hal yang mudah karena dibutuhkan keseriusan dalam mempelajari teknologi dan seluk-beluk blockchain serta NFT. 

    Di tengah hingar-bingarnya pemberitaan Ghozali yang berhasil menjual NFT-nya di OpenSea tersebut, muncul beberapa kasus di mana terdapat oknum yang tidak menggunakan platform NFT dengan benar. Salah satunya, terdapat orang yang mengunggah foto swafoto orang lain bersama KTP-nya. 

    foto ktp nft yang viral

    Source: Tweet from Crypto Fess

    Lantas, apa yang harus dilakukan oleh seorang pemula? Baca terus artikel ini, yuk!

    Apa itu NFT? 

    NFT atau non-fungible token adalah aset kripto yang unik karena tidak bisa dipertukarkan dengan aset lainnya. Berbeda dengan aset kripto lainnya yang bisa dipertukarkan dengan nilai yang jelas karena tak ada perhitungan yang pasti untuk menentukan nilai dari suatu NFT. 

    NFT tak serta merta booming begitu saja di 2 tahun terakhir. Melansir “The History of Non-Fungible Tokens” yang ditulis oleh Andrew Steinwold, NFT bermula dari Colored Coins pada tahun 2012. Colored Coins ini adalah teknologi dalam blockchain

    Blockchain ini bisa digambarkan seperti buku besar digital yang di mana berfungsi untuk mencatat dan menyimpan data, mencatat setiap data yang terhubung di tiap transaksi, maupun mengautentikasi sertifikat keaslian untuk setiap item NFT. Bentuknya pun bisa bermacam-macam dan berbentuk benda koleksi digital. Misalnya lukisan, foto, karya seni keramik, lagu, album, avatar game, hingga tiket konser! 

    Nah, NFT ini dimanfaatkan oleh kreator untuk memamerkan atau menjual karyanya di marketplace seperti OpenSea atau TokoMall. Terlepas dari jenis karya seninya, setidaknya NFT menghadirkan angin segar dan cara baru bagi kreator. Terlebih 2 tahun ini keterbatasan akibat Pandemi COVID-19 dapat kita rasakan, terutama bagi seniman yang harus memamerkan atau menjual karyanya secara langsung. 

    Baca juga: Cara Mudah Membuat NFT dan Rekomendasi Platform untuk Pemula

    4 Hal yang Harus Diperhatikan oleh Kreator Pemula 

    1. NFT adalah Proses yang Panjang

    Melahirkan karya NFT yang bernilai dan dapat terjual tidaklah dilakukan hanya sehari dua hari saja. Terlepas dari pembuatan artwork yang memang tak sebentar, kreator sebaiknya menjalani proses awal ketika terjun ke dunia NFT. 

    Setidaknya ada beberapa hal yang harus dipahami oleh para pemula sebelum membeli atau mempelajari NFT. Dimulai dengan belajar dari centralized dan decentralized dari aset kripto itu sendiri,  barulah kemudian konsep serta masa depan dari  NFT itu sendiri.

    Belum lagi ngulik dan pemilihan marketplace mana yang cocok bagi Anda pun perlu waktu. Setelah artwork selesai, kreator harus melalui proses minting atau proses mengunggah artwork tersebut ke dalam sistem blockchain. Mudahnya sih meng-NFT-kan karya. 

    Tak sampai situ, ada proses shilling atau promosi juga perlu kreator lalui sampai karya tersebut terjual. Dan, ya! Tentunya proses ini berjalan panjang dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

    2. Butuh Promosi

    contoh nft untuk pemula

    Selayaknya karya seni biasa yang butuh promosi, koleksi NFT pun juga. Promosi NFT bisa dilakukan dengan berbagai cara. Anda bisa melakukannya di social media, situs resmi, atau juga di komunitas. Ini dilakukan agar NFT Anda memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya oleh pembeli. 

    3. Tak Semua Karya Bisa Terjual Cepat

    Kendati Anda sudah mengupload banyak NFT di marketplace, bukan berarti dapat terjual dengan cepat. Balik lagi, proses promosi yang ada juga turut mendukung. Ini kembali lagi pada timing bertemunya antara Anda dengan si calon pembeli. Dan kita semua sepakat, tidak ada yang tahu pasti kapan waktunya, kan?

    4. Selektif dalam Menjual Karya

    Setidaknya ada 3 pilar yang harus Anda pahami ketika membuat karya NFT. Rarity atau kelangkaan, utility atau value tambahan yang ditawarkan Anda ke kolektor, dan community atau ketertarikan yang sama dari banyak individu ketika menghasilkan value

    Dilansir dari CNBC Indonesia, terdapat beberapa orang yang menjual barang dagangan seperti ayam, pakaian, hingga perabotan mereka di OpenSea layaknya sebuah marketplace e-commerce. Tentu hal ini bukanlah hal yang bijak untuk kita ulangi kembali. Nyatanya karya yang akan Anda hasilkan tentunya akan membangun branding dan persona diri Anda sendiri. Maka selektif dalam menjual karya yang ada haruslah dilakukan. 

    TokoMall, marketplace Indonesia hadir bagi NFT untuk pemula seperti Anda dan siapa saja yang ingin memamerkan karyanya. Yuk, kunjungi TokoMall dan komunitas resmi NFT TokoMall  sekarang juga!





    Sumber : news.tokocrypto.com