Tag: ngopi yuk

  • 5 Alasan Mengapa Minum Kopi Baik untuk Otak dan Daya Ingat


    Jakarta

    Kopi tidak hanya menawarkan manfaat untuk kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga untuk kesehatan otak. Ini alasannya!

    Banyak orang minum kopi karena manfaatnya yang bisa meningkatkan energi serta membuat lebih terjaga. Terlepas dari manfaat ini, kopi juga memiliki manfaat baik lain termasuk meningkatkan kesehatan otak.

    Minum kopi dikaitkan dengan manfaatnya dalam menjaga fungsi otak dan meningkatkan daya ingat. Bagi sebagian orang, kopi dikenal menjadi sumber antioksidan nomor satu. Fitokimia antioksidan yang kuat di dalam kopi ini dapat membantu memblokir oksidasi otak dan meminimalkan efek penuaan.


    Terdapat beberapa komponen lain di dalam minuman ini yang memberi manfaat untuk kesehatan otak. Jika penasaran dengan senyawa-senyawanya, simak penjelasan berikut, seperti yang dirangkum dari foodnetwork.com (10/01).

    1. Asam klorogenat mengurangi risiko penurunan kognitif

    5 Cara Racik Kopi Jadi Lebih Sehat Untuk Usus, Pakai Bahan Ini!Asam klorogenat pada kopi menawarkan manfaat untuk mengurangi risiko penyakit otak, seperti demensia. Foto: Getty Images/iStockphoto/Luis Echeverri Urrea

    Asam klorogenat (CGA) merupakan senyawa polifenol yang kuat dan protektif. CGA menjadi salah satu komponen utama kopi yang memiliki efek positif pada fungsi otak.

    Menurut sejumlah penelitian, seperti yang disebutkan Food Network, konsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi risiko demensia dan penurunan kognitif di kemudian hari. Seperti studi yang dilakukan FINE dan CAIDE.

    Dalam studi CAIDE, para peneliti mengamati sekitar 1.400 orang dan menemukan bahwa minum 3 sampai 5 cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko demensia dan penyakit alzheimer di kemudian hari.

    Tinjauan dari 94 penelitian yang muncul di European Journal Nutrition juga menemukan, komponen anti-inflamasi pada CGA di kopi merangsang pembentukan neuron yang sehat dan mampu menghambat penumpukan kelompok protein amiloid di otak.

    Asam klorogenat pada kopi juga dapat mengontrol kadar gula darah lebih baik sehingga bisa menjaga aliran nutrisi ke otak tetap stabil. Itu juga membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah untuk menghindari stroke dan meningkatkan aliran darah otak.

    2. Kafein dapat meningkatkan serotonin

    Rutin Minum Kopi Dapat Cegah 5 Penyakit Kronis Ini, Apa Saja?Kafein pada kopi bisa bermanfaat pada kesehatan mental. Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone

    Salah satu senyawa utama dalam kopi adalah kafein. Kafein dikenal dengan manfaat meningkatkan produksi hormon serotonin. Bahan ini mengatur banyak tugas otak, dan dosis harian serotonin dapat bermanfaat bagi kesehatan mental.

    Sebuah penelitian seperti yang disebut Food Network menemukan lebih dari satu juta orang mengaitkan konsumsi kopi berkafein dengan penurunan risiko penyakit Parkinson pada pria. Studi dalam Journal of Alzheimer’s Diseases juga menemukan efek perlindungan lebih kuat dari kafein terhadap penurunan kognitif pada wanita dibandingkan pria.

    Namun, perlu diingat kafein dalam minuman lain tampaknya tidak memiliki manfaat kognitif yang sama dengan kafein di kopi. Perlu diingat juga, jika kafein membuat beberapa orang gelisah, cemas, dan menyebabkan insomnia, berarti manfaat kopi tidak lebih besar dari kerugiannya.

    3. Kafein dapat mempertajam daya ingat

    5 Cara Racik Kopi Jadi Lebih Sehat Untuk Usus, Pakai Bahan Ini!Kafein kopi juga diketahui mampu mempertajam daya ingat seseorang. Foto: Getty Images/iStockphoto/Luis Echeverri Urrea

    Selain meningkatkan produksi hormon serotonin, kafein pada kopi juga dikenal dapat mempertajam daya ingat.

    Mengutip ottencoffee.co.id, sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan manfaat kafein yang dapat mempertajam daya ingat. Jika seseorang konsumsi kafein, 24 jam setelahnya, daya ingat mereka lebih tajam.

    Kafein dijelaskan dapat meningkatkan kualitas sirkuit memori di otak manusia. Sehingga, mampu bekerja dengan lebih maksimal dalam mengingat sesuatu.

    Senyawa kopi lainnya yang baik untuk kesehatan otak bisa dilihat pada halaman berikut ini!

    4. Senyawa anti-inflamasi dapat mengurangi stres di otak

    Peradangan dan stres oksidatif di otak dapat mengarah kepada kondisi depresi, kecemasan, hilang ingatan, dan ketidakmampuan fokus. Kopi mengandung sejumlah besar senyawa anti-inflamasi yang dapat menenangkan stres oksidatif akibat radikal bebas.

    Beberapa senyawa anti-inflamasi tersebut termasuk asam hidroksi sinamat. Senyawa ini berkeliaran di tubuh dan otak, mencari radikal bebas yang tidak stabil. Ketika senyawa fenol ini menemukan radikal bebas, mereka menetralkannya dengan menyumbang elektron. Sehingga, dapat mengurangi stres oksidatif di otak.

    5. Minum kopi tiap hari bagus untuk otak

    Minum kopi setiap hari memang dikaitkan dengan penurunan risiko demensia, penyakit Alzheimer, dan beberapa masalah kesehatan mental lainnya. Kopi juga dikaitkan dengan pencegahan penurunan kognitif.

    Namun, kopi juga tidak boleh dikonsumsi berlebihan. FDA atau Food and Drug Administration Amerika Serikat merekomendasikan untuk konsumsi kafein tidak lebih dari 400 miligram setiap hari.

    Cara paling sehat dan efektif mengonsumsi kopi yaitu dengan minum dalam jumlah lebih sedikit dan paling lambat pukul 14.00 siang.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Green Coffee Disebut Ampuh Bantu Diet, Benarkah?


    Jakarta

    Green coffee adalah sebutan untuk biji kopi yang belum disangrai. Mengonsumsi green coffee diyakini dapat memberikan ragam manfaat, termasuk membantu turunkan berat badan. Benarkah?

    Biji kopi yang umum dikenal berwarna cokelat hasil proses sangrai, tapi aslinya biji kopi berwarna hijau. Biji kopi hijau ini sering disebut sebagai green coffee.

    Biji kopi pada dasarnya kaya antioksidan dan senyawa aktif lain. Dua yang terpopuler adalah asam klorogenat dan kafein.


    Sayangnya, proses sangrai mengubah susunan kimia di dalam biji kopi, termasuk di antaranya memengaruhi nutrisi yang ada di dalamnya. Sebagian besar asam klorogenat bahkan disebut hilang saat biji kopi dipanaskan dalam suhu tinggi.

    Hal ini pula yang membuat banyak orang percaya akan manfaat green coffee atau biji kopi yang belum disangrai. Nutrisi pada green coffee dinilai masih utuh.

    Manfaat green coffee

    Ekstrak green coffee mengandung beberapa senyawa aktif, termasuk di antaranya kafein dan asam klorogenat sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.

    Berikut manfaat biji kopi yang belum disangrai, mengutip Medical News Today:

    1. Mencegah diabetes

    5 Cara Konsumsi Green Coffee untuk Turunkan Berat BadanGreen coffee diyakini dapat mencegah penyakit diabetes. Foto: iStock

    Asam klorogenat diketahui dapat membantu mengatur glukosa dan insulin. Hal ini ditemukan dalam sebuah tinjauan pada tahun 2020 yang menemukan, ekstrak green coffee dosis lebih dari 400 miligram per hari dapat meningkatkan kadar insulin.

    Dengan demikian, mencegah atau mengontrol diabetes tipe-2 bisa jadi salah satu khasiat green coffee.

    2. Menjaga tekanan darah

    5 Cara Konsumsi Green Coffee untuk Turunkan Berat BadanKonsumsi green coffee juga berdampak positif pada pembuluh darah. Foto: iStock

    Ekstrak biji kopi yang belum disangrai ditemukan berdampak positif terhadap pembuluh darah. Lebih jauh, green coffee juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

    Ekstrak green coffee dapat membantu mengontrol tekanan darah. Sebuah tinjauan pada 2019 menemukan, konsumsi lebih dari 400 miligram ekstrak green coffee selama empat minggu secara signifikan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

    3. Menurunkan berat badan

    Menurunkan berat badan adalah khasiat green coffee yang paling populer. Hal ini dipercaya terjadi berkat kandungan kafein di dalamnya. Sejumlah studi menemukan, asupan kafein dapat membantu proses penurunan berat badan.

    Namun berbeda dengan anggapan umum, para ilmuwan justru percaya bahwa asam klorogenat-lah yang berkontribusi terhadap efek penurunan berat badan.

    Sebuah ulasan pada tahun 2013 pernah menemukan, asam klorogenat dapat mengurangi penyerapan karbohidrat di saluran pencernaan untuk mencegah gula darah berlebih.

    Manfaat green coffee untuk diet ini juga ditemukan dalam sejumlah studi. Sebuah studi pada 2017 menemukan, perempuan dengan obesitas dapat mengalami penurunan berat badan lebih signifikan setelah mengonsumsi ekstrak green coffee. Suplemen tersebut dikonsumsi sebanyak 400 miligram selama delapan pekan.

    Efek samping green coffee

    green coffee beans on wooden surfacegreen coffee beans on wooden surfaceMeski bermanfaat tetapi terdapat efek samping jika dikonsumsi dalam batas tidak wajar. Foto: iStock

    Karena penelitiannya yang masih terbatas, para ilmuwan tak mengetahui pasti efek jangka panjang dari ekstrak green coffee. Hingga saat ini, penelitian yang ada hanya menunjukkan manfaat baik dari biji kopi yang belum disangrai.

    Jika pun ada, efek samping green coffee hanya muncul akibat kandungan kafein di dalamnya. Mengutip WebMD, kafein sendiri memiliki beberapa efek samping seperti sakit kepala, sakit perut, dan kecemasan.

    Karena efek samping di atas, green coffee juga mungkin tak terlalu dianjurkan untuk kelompok orang berikut:

    – memiliki glaukoma,
    – memiliki masalah kecemasan,
    – mengidap diabetes atau berisiko diabetes,
    – memiliki tekanan darah tinggi,
    – mengalami sindrom iritasi usus besar,
    – mengalami osteoporosis.

    Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi medis tertentu sebelum mengonsumsi ekstrak green coffee.

    Bicarakan juga soal konsumsi obat-obatan. Beberapa obat-obatan dapat berinteraksi dengan green coffee seperti obat perangsang, obat pengencer darah, dan obat-obatan untuk:

    – penyakit jantung,
    – masalah tulang lemah,
    – penyakit paru-paru,
    – depresi.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul 3 Manfaat Ekstrak Green Coffee, Benarkah Bisa untuk Diet? https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20231228073616-262-1042486/3-manfaat-ekstrak-green-coffee-benarkah-bisa-untuk-diet

    (Tim CNN Indonesia/Tim CNN Indonesia)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Racikan Kopi Ini Tiap Pagi dan Dapatkan 5 Manfaat Sehatnya


    Jakarta

    Banyak yang menyebut minum kopi setiap pagi dapat menyehatkan tubuh. Ternyata untuk mendapatkan khasiatnya jenis kopi ini yang disarankan untuk dikonsumsi.

    Perpaduan antara kandungan kafein dan antioksidan dalam kopi dipercaya dapat menyehatkan tubuh secara alami. Tetapi untuk mendapatkan manfaat sehat tersebut ada aturan yang berlaku dan bukan racikan kopi sembarangan.

    Menurut para ahli, kopi yang sehat dan boleh dikonsumsi secara rutin setiap pagi adalah seduhan kopi hitam. Tanpa gula, krim, atau tambahan perasa lainnya.


    Kopi yang sudah ditambahkan bahan pelengkap seperti krim atau susu justru menambah kalori dan lemak di dalam gelasnya. Sementara untuk kopi hitam sendiri dapat memberikan beberapa khasiat sehat yang berguna untuk tubuh.

    Baca juga: Minum Red Wine Disebut Picu Sakit Kepala, Peneliti Temukan Penyebabnya

    Berikut ini 5 manfaat rutin minum kopi hitam di pagi hari menurut NDTV:

    5 Tips Berhenti Minum Kopi Tanpa Sakit Kepala, Contek Yuk!Minum kopi hitam saat pagi hari efektif untuk membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE

    1. Menurunkan berat badan

    Kopi dapat menurunkan berat badan jika tidak mengandung kalori di dalamnya. Kopi hitam menjadi racikan kopi yang tidak memiliki kalori atau disebut juga sebagai minuman nol kalori.

    Tetapi ketika ditambahkan krim atau susu segelas kopi akan mengalami pertambahan nilai kalori di dalamnya. Sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi selama proses penurunan berat badan.

    Walaupun terkesan sedikit, asupan kalori dari segelas kopi di pagi hari juga dapat berpengaruh pada pola diet. Tak banyak yang menyadari kalori tersembunyi pada racikan kopi susu bahkan sekadar latte juga mengurangi jatah asupan kalori melalui makanan.

    2. Menurunkan risiko diabetes

    Banyak penelitian dari ahli gizi yang membuktikan bahwa kopi dapat menurunkan risiko seseorang mengidap diabetes. Diabetes atau kondisi di mana tubuh tak sanggup memproduksi insulin guna mencerna gula wajib diperhatikan.

    Risiko diabetes akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Konsumsi kopi hitam dapat menjadi salah satu asupan minuman yang menambah fokus tanpa campuran gula atau pemanis di dalamnya.

    Ketika minum kopi hitam tubuh akan dipicu untuk memproduksi insulin. Padahal kopi hitam tidak memiliki kadar gula sehingga hasil insulin yang diproduksi dapat mencerna kadar gula berlebihan di dalam darah.

    Manfaat minum kopi hitam lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Berperan sebagai antidepresan

    Ketika merasa cemas, khawatir, atau stress lebih disarankan untuk mengonsumsi kopi hitam. Kopi dapat berperan sebagai antidepresan dengan cara memproduksi hormon yang menciptakan rasa bahagia.

    Kopi hitam dapat memicu hormon serotonin dan dopamine di dalam otak sehingga ada perasaan yang lebih tenang. Tetapi kopi dengan tambahan krim atau pemanis justru berfungsi sebaliknya.

    Kadar lemak dan gula yang tinggi dalam segelas kopi dapat memicu produksi stres. Sehingga untuk mereka yang membutuhkan fokus atau perasaan yang lebih tenang lebih disarankan konsumsi kopi hitam yang murni setiap pagi.

    4. Menajamkan ingatan

    Racikan kopi campur lada hitamRacikan kopi hitam murni juga dapat menjaga ketajaman dan kesehatan fungsi otak. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Efek konsumsi kopi pada otak terbukti melalui berbagai penelitian dan pengamatan ahli. Kandungan kafein dan antioksidan dapat menjaga kesehatan dan ketajaman kognitif pada otak orang dewasa.

    Tak dapat dipungkiri jika otak manusia akan mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Beberapa gangguan yang biasanya timbul misalnya seperti Alzheimer, demensia, hingga penyakit Parkinson yang mengganggu.

    Efek kopi yang menajamkan ingatan dan menjaga kesehatan otak diperoleh dari kandungan antioksidannya. Asupan antioksidan tak hanya bermanfaat untuk mencegah penuaan pada kulit tetapi juga pada fungsi otak.

    5. Membersihkan perut

    Asalan kopi bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan bukan hanya karena kalorinya yang rendah. Kopi murni yang ditambahkan krim atau pemanis bersifat diuretik.

    Maka tak heran jika sebagian orang akan merasa ingin buang air setelah minum kopi. Buang air kecil dengan intensitas yang tinggi secara alami dapat membantu membersihkan perut.

    buang air kecil menjadi salah satu cara tubuh mengeluarkan racun atau toksin hingga bakteri yang bersembunyi di dalamnya. Sehingga pencernaan akan terjaga dan bakteri alami di dalam usus tetap hidup dengan sehat.

    Baca juga: Duh! Berdalih Hujan, Ojol Ini Tega Palak Ongkir Rp 166 Ribu

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari


    Jakarta

    Sebelum menikmati secangkir kopi di pagi hari, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini. Dari jenis kopi hingga takaran kopi.

    Sering disebut sebagai minuman pembangkit energi di pagi hari, kopi banyak dipilih orang, karena rasanya yang enak dan bikin mata melek. Banyak juga yang mengklaim bahwa meminum kopi di pagi hari, membuat pikiran mereka lebih fokus dan bekerja dengan cepat.

    Hanya saja semua yang berlebihan, tentunya tidak akan baik juga untuk kesehatan. Banyak studi atau penelitian tentang kopi, yang menuturkan bahwa konsumsi kopi berlebih dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Ada penelitian yang mengatakan bahwa mengonsumsi terlalu banyak kopi, dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung dan sebagainya.


    Untuk itu, ada beberapa aturan yang bisa diterapkan, agar kamu bisa menikmati kopi di pagi hari tanpa perlu khawatir berakibat serius terhadap kesehatan, seperti yang dilansir dari USA Today (12/12).

    1. Kandungan Tambahan

    5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari Foto: Site News

    Rutin minum kopi bisa menyehatkan hanya saja tambahan di dalamnya, yang membuat kopi menjadi kurang sehat. Kurangi tambahan gula dan krim ke dalam kopi. Gula sering disebut sebagai salah satu bahan makanan yang paling buruk untuk diet modern.

    Hal ini disebabkan karena gula mengandung fruktosa yang tinggi, sehingga paparan risiko untuk terserang diabetes dan obesitas juga meningkat. Tapi tak perlu khawatir, bagi kamu yang kurang suka dengan rasa pahit dan pekat dari kopi.

    Kamu masih bisa membuat kopi ini menjadi lebih enak, dengan tambahan kayu manis. Kayu manis merupakan remah yang kuat, sehingga ketika dipadukan dengan kopi, rasanya jadi berpadu sempurna. Selain itu kayu manis bermanfaat untuk menurunkan tekanan glukosa, hingga kolesterol. Cukup tambahkan sedikit kayu manis, jangan terlalu berlebihan.

    2. Pilih Kopi Organik

    5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari Foto: Site News

    Tentunya aturan selanjutnya agar minum kopi lebih sehat, yaitu dengan memilih jenis kopi. Hindari mengonsumsi terlalu banyak kopi instan, karena kopi instan biasanya mengandung lebih tinggi gula dan dicampur dengan pemanis buatan.

    Selain itu kualitas dari kopi sendiri sebenarnya berpengaruh dari proses dan metode penanaman kopi itu sendiri. Biji kopi biasanya ditambahkan dengan pestisida, dan kimia lainnya yang kurang sehat jika masuk ke dalam tubuh.

    Meski hingga sekarang belum ada penelitian lebih lanjut tentang bahaya pestisida dalam makanan. Namun, banyak ahli yang menyarankan untuk beralih ke kopi organik. Karena kopi organik bebas dari pestisida dan bahan kimia lainnya. Kini banyak produsen kopi yang menjual kopi organik.

    3. Takaran Kopi yang Berlebihan

    5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari Foto: Site News

    Membicarakan tentang porsi sehat minum kopi, tentunya mengundang banyak perdebatan di antara para ahli. Namun, menurut penelitian terbaru yang dikeluarkan oleh The American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2019. Mengonsumsi lebih dari enam cangkir kopi berukuran 6 ons sehari, dapat membahayakan kesehatan.

    Hal ini dijelaskan dalam ringkasan penelitian bahwa, mereka yang mengonsumsi lebih dari 6 cangkir per hari, memiliki risiko terkena serangan jantung 22% lebih tinggi dibandingkan orang lain. Penelitian ini meliputi 350.000 orang yang aktif meminum kopi.

    Selain itu penelitian serupa juga pernah dikeluarkan pada tahun 2013 oleh University of South Carolina. Para peneliti menemukan bahwa pria dan wanita, di bawah usia 55 tahun yang mengonsumsi lebih dari 28 cangkir kopi per minggunya. Memiliki kaitan yang erat dengan kematian.

    4. Anjuran Minum Kopi

    5 Khasiat Kopi Untuk Kulit, Membuat Awet Muda dan KencangAnjuran minum kopi. Foto: Getty Images/MundusImages

    Menurut Dokter Steven Nissen, selaku Chief Academic Officer di The Heart and Vascular Institute at the Cleveland Clinic, Amerika, mengatakan bahwa sebenarnya tak ada larangan atas konsumsi kopi dalam sehari. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Nissen menjelaskan bahwa mengonsumsi lebih dari empat atau lima cangkir kopi per hari, sebenarnya sudah melampaui asupan kafein yang direkomendasikan. Apalagi jangka kafein, yang bisa bertahan sekitar 7-9 jam.

    “Kafein bisa bertahan 7 hingga 9 jam. Jadi jika Anda meminum kopi di pagi hari, kandungan kafein ini akan hilang ketika waktu tidur Anda tiba. Namun, jika Anda mengonsumsi kopi secara berlebih, Anda akan terkena insomnia, di mana itu merupakan isu yang serius,” jelas Steven.

    5. Takaran Kopi Anak dan Remaja

    Bagi penggemar kopi yang masih berusia di antara 12 hingga 18 tahun, ada anjuran konsumsi kopi yang disarankan oleh para ahli gizi. Tentunya lebih ketat dan sedikit, dari anjuran konsumsi kopi orang dewasa.

    Menurut The American Academy of Pediatrics, mereka menyarankan bahwa anak-anak dan remaja yang berusia sekitar 12-18 tahun dianjurkan hanya boleh meminum satu cangkir kopi, atau paling banyak dua cangkir kopi. Jika lebih dari dua cangkir kopi, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

    Pada tahun 2017 lalu seorang remaja asal Carolina Selatan, harus kehilangan nyawanya setelah overdosis usai meminum cafe latte, dan minuman berenergi dalam waktu dua jam. Selain itu ada juga efek samping seperti rasa cemas, diare, hingga dehidrasi jika anak-anak terlalu banyak mengonsumsi kopi.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Berhenti Minum Kopi Tanpa Sakit Kepala, Contek Yuk!


    Jakarta

    Saat ingin berhenti minum kopi biasanya ada beberapa gejala yang tak nyaman. Ternyata begini tips aman untuk berhenti konsumsi kopi tanpa efek samping.

    Ketika sudah terlalu banyak kafein tubuh tak akan lagi mempan dengan efek kafein yang konon membantu produksi tenaga atau menahan kantuk. Untuk mengembalikannya, dibutuhkan proses pembersihan kafein dari dalam tubuh.

    Tetapi berhenti mengonsumsi kopi dengan cara yang salah juga dapat memberikan efek negatif lainnya. Gangguan seperti sakit kepala, tubuh terasa lemah, dan gejala fisik lainnya bisa dialami tepat setelah berhenti mengonsumsi kopi.


    Ternyata ada beberapa tips yang diberikan ahli bagi orang-orang yang ingin mengurangi asupan kafein ke dalam tubuhnya. Tips ini dinilai lebih ampuh dan minim efek samping negatif terutama seperti sakit kepala.

    Baca juga: Kecewa! Beli Onde-onde, Pelanggan Ini Ngamuk Dapat Isian Zonk

    Berikut ini 5 tips berhenti minum kopi menurut Cleveland Clinic:

    5 Tips Berhenti Minum Kopi Tanpa Sakit Kepala, Contek Yuk!Mencukupi kebutuhan dehidrasi juga dapat membantu produksi energi selain minum kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE

    1. Perbanyak minum air mineral

    Ahli gizi Beth Czerwony dari Cleveland Clinic menyebut kunci utama untuk membersihkan tubuh dari kafein adalah konsumsi air mineral. Tak kalah berpengaruh dengan kopi, konsumsi air mineral yang cukup juga dapat membuat tubuh memproduksi energi.

    Alasannya tubuh yang berenergi adalah tubuh yang selalu terhidrasi dengan baik. Selain itu ketika kecukupan hidrasi telah diperhatikan makan tubuh akan lebih kuat untuk menahan efek samping negatif dan gejala yang ditimbulkan dari berhenti minum kopi.

    “Banyak orang seringkali mengonsumsi kafein karena mereka merasa tidak bisa membuat dirinya terjaga. Padahal dehidrasi adalah alasan utama orang-orang kehabisan energi,” ungkap Czerwony.

    2. Kendalikan asupan secara berkala

    Tidak ada satu orang pun yang disebut akan mampu berhenti minum kopi secara drastis. Bagaimana pun juga segala sesuatu yang dilakukan dengan ekstrem tak akan memberikan efek yang baik.

    Salah satu langkah awal untuk berhenti minum kopi tanpa sakit kepala adalah membiasakan diri dengan membatasi. Upayakan untuk memasak batas waktu yang jelas untuk menentukan kapan waktu maksimal minum kopi dalam sehari.

    Pada ahli kesehatan merekomendasi untuk melatih tubuh berhenti minum kopi pukul 2 siang. “Membuat batas waktu sangat membantu untuk menurunkan kadar kafein dan memperbaiki kualitas tidur lebih baik,” lanjut Czerwony.

    Tips lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Ganti dengan minuman rendah kafein

    Untuk membuat tubuh lepas dari keinginan minum kopi tanpa efek samping negatif harus dilakukan secara bertahap. Selain mengatur waktu, kamu juga bisa mengurangi asupan kafein yang masuk ke dalam tubuh.

    Pada beberapa kafe ada yang menggunakan biji kopi dark roast dengan kadar kafein yang lebih tinggi. Secara berkala coba ganti pilihannya dengan biji kopi light roast dan lakukan secara rutin selama beberapa waktu.

    Setelah berhasil mulai turunkan dosis kafein dengan mengonsumsi teh sebagai pengganti kopi. Czerwony mengungkapkan bahwa ketika tubuh diajak menurunkan dosis kebutuhan kafein secara perlahan tubuh akan lebih mudah terbiasa tanpa menimbulkan efek samping negatif.

    4. Pilih kopi decaf

    5 Tips Berhenti Minum Kopi Tanpa Sakit Kepala, Contek Yuk!Mulai mengganti asupan kopi menjadi decaf tetap berpengaruh untuk membantu mengurangi asupan kafein. Foto: Getty Images/iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE

    Jika mengganti asupan kopi terlalu berat, ada cara lain yang juga bisa dilakukan. Ahli gizi memperbolehkan konsumsi kopi dipertahankan tetapi upayakan untuk menggantinya pada kopi decaf.

    Walaupun tak sepenuhnya bersih dari kafein tetapi kopi decaf memiliki kadar kafein setengah hingga seperempat dari kopi normal. Coba untuk konsumsi selama beberapa hari dan biasakan diri.

    “Bagaimana pun semuanya tetapi tergantung dari volume biji kopi yang digunakan. Setiap tingkat panggangan kopi sangat berpengaruh, termasuk kopi decaf,” imbuh Czerwony.

    5. Cari pengganti kopi

    Jika mulai terbiasa dengan kadar kafein yang lebih rendah, saatnya menantang tubuh untuk lepas dari kopi. Pilih minuman lain dengan kafein yang lebih sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

    Psikolog menyebut pola makan yang telah dibiasakan akan berdampak besar bagi efek samping negatif yang dihasilkan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan menurun saran dari psikolog maupun ahli gizi.

    Pertama kamu bisa mengganti kopi dengan secangkir teh hangat. Kemudian penting juga untuk menghindari minuman bersoda dan menggantinya dengan air mineral berkarbonasi yang lebih sehat. Cara lainnya juga bisa mengandalkan jus buah yang lebih variatif rasanya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kopi Campur Lemak Menyehatkan, Ini Paduan Bahannya


    Jakarta

    Minum kopi dicampurkan lemak ternyata tak seburuk yang dipikirkan. Lemak yang dimaksud tergolong sehat, seperti minyak kelapa yang bisa memberikan manfaat.

    Salah satu minuman yang dapat menyehatkan tubuh adalah kopi. Minuman ini juga sudah menjadi gaya hidup untuk sebagian orang.

    Kopi hitam menjadi racikan yang paling populer dan terkenal dengan manfaat sehatnya. Namun, racikan kopi lain juga tak kalah memberikan manfaat.


    Dilansir dari Mind Body Green (24/11), manfaat dari kopi juga dapat dirasakan ketika mencampuran lemak ke dalam racikannya. Lemak yang dimaksud tentu saja yang menyehatkan.

    Ahli gizi Amy Shah menyarankan untuk mengoptimalkan asupan kafein dengan memberikan sedikit efek dopamin. “Keajaiban sebenarnya di sini adalah mencampurkan kafein dengan lemak.” ungkapnya.

    racikan kopi campur lemak sehat berupa minyak kelaparacikan kopi campur lemak sehat berupa minyak kelapa Foto: Getty Images/iStockphoto

    Lemak di sini akan memperlambat pelepasan kafein yang pada akhirnya memperpanjang efek dopamin. “Apa yang dilakukan lemak adalah memperlambat penyerapan sehingga kamu bisa mendapatkan pelepasan kafein yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

    Lemak sehat yang dapat ditambahkan, yaitu sesendok mentega atau minyak kelapa. Terutama pada minyak kelapa yang dapat menambahkan rasa lembut dan kaya pada secangkir kopi.

    Baca Juga:

    Tambahan minyak kelapa ke dalam kopi ini juga telah terbukti mengenyangkan. Dengan begitu dapat berpotensi mengurangi kebutuhan kalori seharian.

    Minyak kelapa juga disebutkan dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Manfaatnya dapat membantu dalam menyeimbangkan kadar gula darah.

    Selain lemak, cokelat juga bisa ditambahkan pada racikan kopi. Kamu bisa meraciknya menjadi mocha latte. Cokelat bubuk ini juga menawarkan peningkatan dopamin.

    Dopamin sendiri merupakan salah satu jenis hormon yang dapat menyampaikan rangsang ke seluruh tubuh. Jenis hormon ini dapat mengendalikan emosi hingga memengaruhi perasaan bahagia, jatuh cinta, dan lainnya.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?


    Jakarta

    Selain bahan tambahan pada kopi, jenis biji kopi seperti robusta dan arabika juga berpengaruh pada rasa kopi. Tapi mana jenis kopi yang lebih sehat?

    Membicarakan tentang kopi, tak akan habis dalam waktu satu jam bahkan hingga satu hari. Ada banyak aspek menarik tentang kopi yang bisa digali.

    Misalnya tentang biji kopi, cara menyeduh kopi, penyajian kopi. Secangkir kopi dikenal banyak manfaatnya untuk kesehatan, salah satunya membantu mengurangi penurunan fungsi otak, mengurangi risiko penyakit diabetes sampai meningkatkan kinerja mental dan konsentrasi.


    Dilansir dari Sports Keeda (22/11), ada beberapa jenis kopi yang memiliki manfaat berbeda. Seperti kopi robusta dan arabika, keduanya memiliki manfaat kesehatan tersendiri.

    Kira-kira mana yang lebih sehat dari dua jenis kopi ini?

    1. Rasa dan Aroma Kopi

    Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat? Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi robusta dikenal memiliki aroma dan rasa yang kuat dan cenderung kasar. Namun kopi robusta punya rasa yang netral dan kurang bervariasi.

    Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan namun ketika sudah disangrai aromanya tak terlalu nikmat, demikian juga saat sudah diseduh. Tapi soal rasa, kopi robusta cocok buat pecinta kopi strong.

    Berbeda dengan kopi arabika. Kopi ini punya varian aroma dan rasa yang sangat variatif. Saat belum disangrai, biji kopi arabika mengeluarkan aroma segar seperti buah blueberry.

    Saat sudah disangrai, kopi arabika mengeluarkan semburat aroma wangi mulai dari bunga, buah hingga kacang-kacangan. Saat dicicip kopi arabika punya rasa yang tak kalah kaya, kandungan gula yang lebih tinggi pada kopi arabika menjadikan kopi ini terasa manis dan asam.

    Aroma dan rasa yang bervarian ini menjadikan kopi arabika disarankan untuk dinikmati secara original tanpa tambahan gula. Rasa dan aroma kopi arabika juga mendapat pengaruh dari tanaman di sekitarnya, misalnya di sekitar kebun kopi ada tanaman rempah maka kopi juga akan menghasilkan semburat rasa rempah.

    2. Kadar Kafein

    Catat! Ini Efek Kafein Kopi pada Tubuh Sesuai Golongan DarahKafein. Foto: Ilustrasi Getty Images/1001nights

    Kopi arabika memiliki kandungan kafein di kisaran 0,9-1,4 persen. Jumlah kafein yang cenderung rendah ini membuat kopi arabika terasa lembut dan tidak pekat saat sudah diseduh.

    Kopi arabika juga terbilang nyaman di lambung jadi bagi yang memiliki masalah pada lambung, coba pilih jenis kopi arabika.

    Sementara kopi robusta mengandung kafein yang cukup tinggi. Kafein pada kopi robusta ada di kisaran 1,8-4 persen. Kafein yang nendang ini membuat kopi robusta memiliki rasa yang cenderung pahit.

    Kebanyakan penikmat kopi robusta adalah kalangan orang tua. Jenis kopi robusta juga banyak dijadikan kreasi sajian seperti kopi susu atau lainnya.

    3. Manfaat Kopi Arabika

    Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat? Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi jenis arabika disebut dapat menurunkan diabetes tipe dua, setelah beberapa penelitian menemukan bahwa Arabika ini mengandung asam klorogenat yang mampu membantu menjaga kadar gula darah.

    Begitu juga dengan semanfaat lainnya seperti mencegah penyakit jantung, karena kopi arabika kaya akan antioksidan dan bisa membantu perdangan pada tubuh. Serta menekan resiko terserang penyakit jantung.

    Di bagian fungsi koginitif, kafein yang terkandung pada kopi Arabika bisa membantu orang-orang lebih fokus, ingatan lebih kuat dan meningkatkan fungsi kerja otak.

    4. Manfaat Kopi Robusta

    Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat? Foto: Ilustrasi iStock

    Robusta memang memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dari Arabika tapi hal ini bermanfaat untuk mendorong energi. Serta membantu meningkatkan performa dalam aktivitas.

    Kopi Robusta juga baik untuk menurunkan berat badan, dan sama-sama bisa mengurangi risiko terserang diabetes tipe dua karena mengandung asam klorogenat.

    Selain itu robusta ternyata mampu meningkatkan kesehatan pada pencernaan. Karena di dalam kopi Robusta terdapat komponen bernama Niacin, yang tugasnya membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah gangguan pada pencernaan.

    Kesimpulannya kedua jenis kopi ini memiliki manfaat kesehatannya masing-masing. Selama kopi diminum dalam takaran yang dianjurkan dan tidak berlebihan.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Pencinta Kopi, 4 Makanan Ini Tak Sehat Jika Dikonsumsi Bersama Kopi


    Jakarta

    Agar konsumsi kopi lebih sehat ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat minum kopi. Seperti konsumsi daging hingga susu.

    Kebiasaan ngopi di pagi hari memiliki banyak manfaat sehat untuk tubuh. Selama kopi yang diminum dalam takaran yang wajar dan juga tidak menggunakan pemanis buatan, hingga topping tambahan yang membuat kalori kopi melambung tinggi.

    Jika rutin dikonsumsi, kopi bisa membantu menjaga kesehatan otak, menurunkan risiko terkena diabetes tipe dua, sampai menjaga berat badan yang ideal.


    Biasanya kopi disajikan dengan roti, biskuit dan sebagainya. Tapi ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari sebelum minum kopi atau saat minumm kopi.

    Dilansir dari berbagai sumber berikut empat makanan yang sebaiknya tak dikonsumsi berbarengan dengan kopi.

    1. Gorengan

    Bukan Recehan, Netizen Bagikan Harga Gorengan yang Selangit MahalnyaGorengan. Foto: Site News

    Meski gorengan rasanya enak dan cocok untuk dimakan saat minum kopi, ternyata makanan ini tidak direkomendasikan dan harus dihindari bagi penggemar kopi. Karena kebiasaan makan gorengan saat ngopi justru bisa menimbulkan efek samping pada kesehatan.

    Alasannya akrena gorengan merupakan makanan yang mengandung lemak jahat dan kolestrol. Selain itu gorengan yang dimasak dalam minyak yang sudah dipakai berulang kali juga bisa membuat makanan ini semakin tidak sehat.

    Hasilnya jika gorengan dikombinasikan dengan kafein dalam kopi, bisa memicu meningkatnya kadar kolestrol jahat di dalam tubuh lebih cepat dari biasanya.

    2. Daging Merah dan Seafood

    Red meat with reflection on black background.Daging merah. Foto: Getty Images/omersukrugoksu

    Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang mengandung zinc sebelum minum kopi. Makanan yang mengandung zinc misalnya daging merah dan aneka seafood seperti kerang, kepiting dan lobster.

    Bukan tanpa alasan, ini dikarenakan kopi mengandung tanat yang membentuk ikatan dengan beberapa mineral dan makanan. Ikatan ini sangat sulit dipecah oleh tubuh.

    Jika setelah makan daging lalu minum kopi, bisa membuat tubuh mengeluarkan zinc yang seharusnya diserap oleh tubuh. Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan zinc.

    3. Produk Olahan Susu

    homemade organic coconut greek yogurt in wooden bowlYogurt. Foto: Getty Images/iStockphoto/ThitareeSarmkasat

    Sebelum minum kopi disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalsium. Misalnya seperti susu, keju, yogurt dan produk susu lainnya.

    Kafein dalam kopi bisa memengaruhi penyerapan kalsium. Tak hanya itu, kafein juga dapat membuat tubuh mengeluarkan kalsium lebih banyak lewat urine.

    Efek ini relatif kecil bagi kebanyakan orang. Untuk memastikan agar tubuh memiliki kadar kalsium yang cukup disarankan untuk tidak minum kopi lebih dari 3 cangkir dalam sehari.

    4. Kacang-Kacangan

    Mix nuts (almonds, hazelnuts, walnuts)Kacang-kacangan. Foto: dok.thinkstock

    Makanan yang mengandung zat besi juga tidak disarankan untuk dikonsumsi sebelum minum kopi. Zat besi banyak ditemukan pada kacang-kacangan. Hal ini juga berkaitan dengan kandungan tanat.

    Tanat pada kopi juga bisa mempengaruhi penyerapan zat besi yang seharusnya diserap oleh tubuh. Jika sesorang mengonsumsi kacang-kacangan sebelum ngopi tubuh bisa kekurangan zat besi.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Catat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut Menyehatkan


    Jakarta

    Selama beberapa tahun terakhir muncul berbagai tren racikan kopi. Racikan kopi ini ada yang dicampur dengan jamur sampai mentega tawar.

    Sebagai minuman yang paling populer dan digemari di dunia, tak terhitung berapa banyak jumlah racikan kopi yang ada. Minuman yang dikenal dapat membuat orang lebih berenergi hingga kaya antioksidan ini, sering diolah menjadi minuman yang lebih sehat.

    Salah satunya dengan mengganti pemanis buatan dengan bahan alami yang lebih terjamin kesehatannya. Seperti tren racikan kopi campur jamur yang kembali hits, hingga kopi yang cocok untuk diet keto karena menggunakan campuran mentega tawar yang creamy.


    Dilansir dari berbagai sumber berikut lima racikan kopi sehat yang menarik untuk dicoba.

    1. Kopi Jamur

    Nikmat Segar! 5 Manfaat Kopi Jamur Untuk Kesehatan TubuhNikmat Segar! 5 Manfaat Kopi Jamur Untuk Kesehatan Tubuh Foto: Getty Images/Alex Potemkin

    Kopi jamur bukanlah kopi dengan tambahan irisan jamur, melainkan kopi yang dicampur bubuk ekstrak jamur atau memang murni ekstrak jamur saja yang bisa diseduh seperti kopi. Minuman ini bisa jadi alternatif kopi untuk mereka yang sensitif kafein.

    Menurut ahli gizi dan pakar herbal Jenna Volpe mengatakan jamur yang dimaksud adalah jenis adaptogenik. Misalnya jamur reishi, cordyceps, chaga, ekor kalkun, dan surai singa. Kopi jamur dinikmati dengan beberapa cara. Ada yang diseduh seperti bubuk kopi, dicampur air hangat seperti meracik teh, atau dalam kemasan siap santap. Semua tergantung pada merek yang dikonsumsi.

    Penambahan jamur pada kopi membuat cita rasa minuman ini jadi ‘earthy’. Beberapa orang justru menyukainya. Untuk pilihan lain, produsen kopi jamur juga turut menambahkan pilihan rasa seperti cokelat, vanilla, atau bahkan matcha.

    2. Kopi Campur Minyak Zaitun

    Catat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut MenyehatkanCatat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut Menyehatkan Foto: Ilustrasi iStock

    Minyak zaitun dalam kopi merupakan kombinasi yang patut dicoba. Kombinasi kopi ini dapat meningkatkan asupan lemak sehat dan memperpanjang efek kafein pada tubuh. Biasanya, jenis lemak yang ditambahkan ke dalam racikan kopi adalah mentega. Namun, kini bisa menggantinya dengan minyak zaitun. Racikan kopi ini cocok dinikmati oleh pelaku diet keto.

    Minyak zaitun yang dijadikan campuran kopi ini memiliki manfaat kesehatan. Lemak sehat ini dapat memperlambat penyerapan kafein.

    Kopi campur minyak zaitun ini jika dikonsumsi dapat menambah energi. Selain itu, lemak dari minyak zaitun juga dapat mengurangi tingkat keasaman pada kopi. Sehingga bisa memberikan manfaat dalam mengurangi radang lambung.

    3. Kopi Campur Mentega Tawar

    Catat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut MenyehatkanCatat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut Menyehatkan Foto: Ilustrasi iStock

    Bulletproof Coffee atau dikenal juga dengan nama kopi mentega pertama kali diperkenalkan oleh Dave Asprey, seorang penulis gaya hidup dan CEO BUlletproof pada akhir tahun 2000-an. Ia menikmati teh dengan campuran mentega, kemudian di tahun berikutnya ia mulai mempromosikan kopi yang dicampur mentega.

    Kopi mentega ini dikenal sebagai minuman dengan kandungan kalori dan lemak yang tinggi. Ketika kopi hitam diracik dengan mentega, maka hasilnya konsistensi kopi menjadi kental berbusa. Mirip seperti racikan latte yang nikmat.

    Biasanya, racikan kopi ini dikonsumsi oleh mereka yang mengikuti diet rendah karbohidrat namun tinggi lemak atau dikenal dengan sebutan diet keto. Mereka yang mengonsumsinya mengklaim bahwa kopi mentega ini dapat memberikan energi yang berkelanjutan untuk berolahraga dan meningkatkan konsentrasi.

    4. Kopi Campur Lemon

    Campuran kopi dan buah lemon ini dikatakan dapat memberikan khasiat yang lebih manjur untuk kesehatan termasuk salah satunya membantu diet agar hasilnya lebih efektif. Sayangnya banyak orang meragukan kenikmatan rasa kopi campur lemon yang sebenarnya punya khasiat yang sangat baik terkandung di dalamnya.

    Kopi lemon ini sering disebut sebagai racikan ampuh untuk menurunkan berat badan. Walaupun sebenarnya khasiat tersebut belum bisa dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian yang dilakukan ahli.

    Selain itu racikan kopi ini dikatakan dapat menurunkan berat badan karena kandungan kalorinya yang sangat rendah dan kopi memiliki manfaat untuk membantu membakar lemak di dalam tubuh melalui energi yang dihasilkan.

    5. Kopi Tambah Alpukat

    Catat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut MenyehatkanCatat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut Menyehatkan Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi dengan tambahan krimer mungkin sudah biasa. Namun bagaimana jika kopi dipadukan dengan buah alpukat? Paduan ini bisa kamu coba sebagai pilihan yang lebih sehat.

    Secara alami, buah alpukat bertekstur kental dan lembut. Dengan begitu, akan memberikan karakter yang sama dengan kopi campur krimer. Tambahan alpukat ini dapat meningkatkan rasa. Tak hanya itu, manfaat kesehatan juga bisa didapatkan dari paduan kopi dan alpukat. Alpukat akan menyeimbangkan kandungan kafein pada kopi.

    Campuran kopi dengan alpukat bagus dikonsumsi mereka yang memiliki toleransi rendah terhadap kafein. Alpukat dikemas dengan serat dan lemak sehat yang mampu meningkatkan energi.

    Karenanya kopi campur alpukat ini bisa dijadikan sebagai menu sarapan yang menyehatkan. Selain itu, lemak sehat pada alpukat juga dapat memberikan rasa kenyang yang tahan lama.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Rutin Minum Kopi Dapat Cegah 5 Penyakit Kronis Ini, Apa Saja?


    Jakarta

    Tak hanya kafein, kopi memiliki kandungan antioksidan dan komponen lain yang bermanfaat untuk tubuh. Bahkan rutin minum kopi dapat mencegah 5 penyakit kronis.

    Manfaat konsumsi kopi telah menjadi perdebatan pada kalangan ahli selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Pada beberapa penelitian terakhir kopi juga dinyatakan sebagai minuman yang berkhasiat untuk kesehatan selam tidak dikonsumsi berlebihan.

    Pada 1991 World Health Organization (WHO) mendeklarasikan hasil penelitian selama 25 tahun dengan menyebut kopi dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Manfaatnya konon didapatkan dari kandungan biji kopi yang berasal dari buah ceri kopi dengan berbagai komposisi kimia alaminya.


    “Kopi memiliki ribuan komponen termasuk asam organik, asam amino, dan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari risiko perkembangan kondisi penyakit kronis tertentu,” kata Carey Shore selaku ahli gizi di Methodist Dallas.

    Baca juga: Buah Ini Tertulis Dalam Al-Qur’an, Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi

    Berikut ini 5 penyakit kronis yang dapat dicegah dengan minum kopi menurut Shine Online Health:

    Rutin Minum Kopi Dapat Cegah 5 Penyakit Kronis Ini, Apa Saja?Konsumsi kopi dengan rutin dapat meminimalisir terjadinya gangguan metabolisme pada jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone

    1. Penyakit jantung

    Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian terbesar bagi orang dewasa menurut para peneliti. Tetapi hasil pengamatan tersebut juga membuktikan bahwa pria dan wanita yang rutin minum kopi memiliki risiko yang lebih rendah.

    “Kopi berkaitan dengan menurunkan risiko gangguan metabolis yang salah satunya meningkatkan penyakit jantung dan stroke yang berbahaya,” ungkap Shore.

    Setidaknya untuk mendapatkan khasiat sehat kopi terhadap jantung disarankan untuk konsumsi 2 cangkir kopi per hari. Efeknya disebut dapat menurunkan risiko gangguan kardiovaskuler, penyakit jantung koroner hingga kegagalan jantung.

    2. Diabetes tipe 2

    Diabetes tipe 2 menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami oleh orang dewasa hingga lanjut usia di Indonesia. Kegagalan tubuh memproduksi insulin yang cukup membuat kadar gula darah sulit untuk dicerna oleh tubuh.

    Ada kandungan mineral tertentu pada kopi yang dapat mencegah dan mengendalikan risiko diabetes tipe 2. Komponen ini merupakan magnesium yang dapat meningkatkan efektivitas produksi insulin dan metabolisme glukosa di dalam tubuh.

    “Kopi memiliki kandungan magnesium, yang diketahui dapat meningkatkan efektivitas insulin hingga metabolismenya di dalam tubuh,” lanjut Shore.

    Penyakit kronis yang dapat dicegah lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Gangguan hati

    Pasien yang divonis mengalami risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan hati atau liver sangat dianjurkan untuk konsumsi kopi. Pernyataan ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian pada 2021 yang melibatkan hingga 500 ribu orang partisipan dalam pengamatannya.

    Para peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa orang yag minum 2 sampai 3 cangkir kopi sehari akan mengalami penurunan risiko kanker hati. Bahkan termasuk pada beberapa komplikasi yang bisa terjadi seperti kanker endometrium, fibrosis, hingga sirosis yang harus ditangani secara medis dengan tepat.

    4. Kanker usus

    Rutin Minum Kopi Dapat Cegah 5 Penyakit Kronis Ini, Apa Saja?Kesehatan usus dapat dijaga dengan rutin minum kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone

    Tidak hanya penting untuk pencernaan, usus yang sehat juga dapat mempengaruhi otak hingga imunitas tubuh. Konsumen kopi yang minum 1 hingga 3 cangkir kopi setiap hari konon akan mengalami stimulasi pergerakan usus besar yang lebih baik.

    Hasilnya pencernaan akan terjaga kelancarannya dan kadar karsinogen di dalam usus akan berkurang. Ketika usus bergerak lebih aktif maka sisa makanan dan kotoran akan lebih mudah didorong keluar dari sisa pencernaan.

    Shore mengatakan kopi juga dapat menstimulasi produksi asam empedu yang bermanfaat untuk pencernaan. Komponen ini dapat membantu memecah kolesterol terutama jika diseruput pada pagi hari.

    5. Batu empedu

    Selain batu ginjal ada juga gangguan berupa batu empedu yang sama berbahaya. Empedu dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi cairan empedu yang dapat membantu melarutkan kolesterol yang masuk melalui asupan makanan.

    Tetapi ketika bekerja terlalu keras cairan empedu dapat membeku menjadi kristal yang mengendap. Asupan kopi yang masuk ke dalam tubuh dapat meningkatkan aliran empedu menjadi lebih lancar dan mencegah terbentuknya kristal.

    Pada sebuah penelitian yang dilakukkan selama 8 tahun lamanya menemukan bahwa konsumsi 6 cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko batu empedu hingga 23%. Selain itu pada peminum kopi ringan juga mengalami penurunan risiko 3%-17%. Penelitian ini telah dibuktikan dengan melibatkan lebih dari 100.000 partisipan.

    Baca juga: Asam Segar! 5 Buah Penghancur Batu Ginjal yang Kaya Nutrisi

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com