Tag: perencanaan keuangan

  • Pahami Pengertian Financial Planning dan Caranya bagi Pemula!

    Gak bisa dipungkiri, pengaruh munculnya media sosial menghadirkan dua sisi yang berlawanan yang sebaiknya kita hadapi dengan bijak. Di sana kita dapat menemukan beberapa orang yang membagikan ‘gemerlap’ kehidupan mereka, namun kita juga dapat menemukan banyak informasi yang baik yang dibagikan oleh banyak orang juga. Salah satunya, topik financial lessons dan istilah ‘financial planning’ adalah salah satu yang gencar dibagikan, baik dari tokoh yang ahli dalam keuangan, influencer, maupun orang biasa. 

    Lalu, apa sih pengertian dari financial planning itu? Dan kenapa kita penting untuk mengetahui dan menerapkannya? Simak terus artikel ini, yuk!

    Apa itu Financial Planning?

    ilustrasi financial planning goals

    Menurut Financial Planning Standards Board Indonesia, perencanaan keuangan atau financial planning adalah proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan secara terintegrasi dan juga terencana. Adapun tujuan hidup tiap individu berbeda, namun umumnya hal ini meliputi menyiapkan financial freedom di masa yang datang. 

    Lalu, kenapa menerapkan financial planning sepenting itu?

    Penerapan perencanaan keuangan di kehidupan sehari-hari dapat membantu dalam mengarahkan kita menuju tercapainya tujuan hidup yang kita yakini. Dengan adanya perencanaan keuangan yang jelas Anda secara sadar dapat mempertimbangkan setiap pengeluarannya yang berdampak pada efek jangka pendek dan masa depan atas tujuan-tujuan hidup kita. 

    Tujuan lainnya yang gak kalah penting adalah dapat membuat Anda disiplin dalam menentukan mana yang kebutuhan dan keinginan. 

    Baca juga: Mau Mencapai Financial Freedom di Usia Muda? Ini Tipsnya!

    8 Komponen Pengelolaan Keuangan

    Melansir Schwab, terdapat 8 hal yang wajib disertakan pada saat melakukan financial planning yang baik, yaitu:

    Tujuan

    Komponen pertama yang paling mempengaruhi alokasi dana ke depan adalah tujuan dari pengelolaan keuangan. Anda bisa memulai dengan menyusun tujuan dari jangka waktunya, apakah rencana ini untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Pastikan juga untuk mencatat sedetail mungkin mengenai deskripsi tujuan dan jangka waktunya, agar semakin memudahkan Anda dalam mengorganisir keuangan.

    Laporan kekayaan

    Setelah menentukan tujuan apa saja yang ingin Anda raih, saatnya melihat kondisi keuangan Anda melalui laporan kekayaan. Laporan ini bisa Anda dapatkan dengan mencatat total pendapatan dan aset yang Anda miliki seperti gaji pokok, dan total utang yang masih perlu Anda bayarkan, misalnya tagihan kartu kredit atau pinjaman dana untuk mahasiswa. Kemudian, hitung selisih antar keduanya. 

    Dari laporan tersebut, Anda akan mengetahui seberapa besar kekayaan yang Anda punya saat ini, baru lah Anda bisa menentukan apa yang harus Anda lakukan dan melanjutkan ke tahap financial planning selanjutnya.

    Rencana anggaran dan arus kas

    Selesai memahami sumber pendapatan, total aset yang Anda miliki, hingga utang yang perlu Anda bayar, saatnya melanjutkan dengan merancang rencana anggaran dan arus kas. Saat akan menyusun perencanaan tersebut, disarankan untuk memisahkan rencana pengeluaran Anda ke dalam 2 hal, yaitu primer dan sekunder. Primer seperti biaya operasional untuk kebutuhan sehari-hari dan sekunder seperti biaya makan di luar atau menonton bioskop.

    Dalam menyusun rencana anggaran dan arus kas, terutama untuk jangka panjang, ada baiknya bagi Anda untuk membuat skenario dari kejadian-kejadian yang belum terjadi, tetapi mungkin saja terjadi di masa depan. Misalnya, di kemudian hari bisa saja Anda terpikir untuk melakukan pensiun dini dan membuka usaha.

    Rencana pengelolaan utang

    Tidak semua utang berkonotasi buruk. Namun, pastikan ketika Anda ingin melakukan utang melalui cara kredit, setidaknya cicilan utang yang Anda punya tidak lebih 30% dari total penghasilan tiap bulannya. 

    Rencana pensiun

    Tentu, tiap individu memiliki rencana pensiun yang berbeda. Misalkan ada yang ingin sesimple melakukan traveling, hingga ingin punya usaha. Untuk itu dengan memiliki rencana pensiun yang telah dipikirkan sedari dini, Anda bisa fokus dalam penganggaran pos-pos uang milik Anda. 

    Dana darurat

    Salah satu komponen yang penting di tengah informasi terkait financial planning yang baik adalah dengan menyiapkan dana darurat jika terjadi hal-hal penting yang tak terduga, seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau rusaknya penunjang kerja seperti laptop. Setidaknya Anda harus menyiapkan dana darurat sebesar 3 hingga 6 kali dari biaya hidup rutin yang  dikeluarkan di tiap bulannya. 

    Alokasi untuk asuransi

    Komponen yang menandakan suatu financial planning yang baik adalah adanya alokasi untuk asuransi. Tidak bisa dipungkiri, asuransi sangatlah penting sebagai proteksi, baik dalam hal kesehatan, kecelakaan diri, kendaraan dan properti, hingga asuransi jiwa. Maka dari itu, penting untuk mengikutsertakannya dalam perencanaan keuangan karena berhubungan langsung dengan masa yang akan datang.

    Rencana warisan

    Mempunyai rencana warisan sedari dini setidaknya membantu Anda jika di masa yang akan mendatang terjadi hal buruk yang tidak bisa dihindari. Anda bisa menuliskan surat wasiat yang berisi keinginan terakhir Anda terkait aset yang dimiliki, tanggungan apa saja yang masih tersisa hingga siapa yang akan memiliki aset tersebut di kemudian hari.

    Setelah melengkapi komponen tersebut, maka Anda bisa yakin bahwa kegiatan financial planning yang Anda lakukan tergolong baik.

    Inilah 5 Langkah Memulai Financial Planning Bagi Pemula

    Sebelum kita membahas langkah-langkahnya untuk Anda, ada satu hal yang harus digarisbawahi, yaitu perencanaan keuangan tiap individu akan berbeda dan tergantung dengan kondisi (live event) yang tengah dialaminya, ya. Biasanya, kondisi tersebut meliputi status perkawinan, usia, status pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi keluarga yang ditanggung, dan kondisi kesehatan. 

    Nah, supaya Anda gak bingung bagaimana memulainya, berikut kami hadirkan langkah-langkahnya:

    Tentukan Anggaran Pengeluaran

    Pertama-tama, Anda harus mencatat semua pendapatan yang diterima  setiap bulannya. Setelah itu, lakukan penganggaran pengeluaran tiap bulannya. Misalnya, menentukan budget untuk makan di satu bulan sebesar Rp1.200.000. Jangan lupa lakukan perhitungan ini sebelum awal bulan berlangsung untuk memudahkan Anda dalam penyusunan plan ini. 

    Pakai Metode Pengalokasian Uang 

    ilustrasi metode financial planning

    Untuk memudahkan dalam membuat anggaran di tiap bulannya, Anda bisa membantunya dengan melakukan pengalokasian uang dengan metode rumus 50/30/20 yang diciptakan Elizabeth Warren. 

    Misalnya, Anda menetapkan 50% dari pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Seperti biaya makan, transportasi, belanja kebutuhan sehari-hari maupun membayar tagihan. Selanjutnya, 30% dipakai untuk memenuhi keinginan lainnya, seperti hiburan, ataupun self reward. Nah, 20%-nya dipakai untuk tabungan, dana darurat, maupun investasi. 

    Tapi metode pengalokasian uang yang bisa dipakai gak cuman ini aja, lho. Anda bisa mencoba metode lainnya yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami. Intinya, temukan yang pas dan tidak membebani kamu, yah!

    Mencatat Semua Transaksi Setiap Hari

    Langkah selanjutnya yang penting dan harus dilakukan adalah mencatat semua transaksi yang Anda keluarkan setiap hari. Memang terdengar merepotkan, namun jika Anda disiplin mencatat semua pemasukan maupun pengeluaran di tiap harinya akan memudahkan Anda dalam mengevaluasi pengelolaan keuangan Anda. 

    Anda jadi bisa tahu ke mana saja uang yang keluar sehingga Anda bisa menentukan apakah bisa mengurangi budget atau menambahkannya jika terjadi over budget di pos tertentu. Oh iya untuk memudahkan pencatatan, Anda bisa, lho, menggunakan aplikasi pencatatan pengeluaran di smartphone Anda  yang dapat diunduh di Google Store atau Apple Store.

    Siapkan Dana Darurat

    Satu yang gak kalah penting dari financial planning adalah menyiapkan dana darurat. Seperti namanya, dana ini berfungsi untuk membantu Anda jika keadaan darurat tiba, seperti sakit, laptop rusak ataupun keadaan mendesak lainnya. Nominalnya pun harus disesuaikan dengan keadaan keuangan serta prioritas. Setidaknya, Anda bisa menyisihkannya 10% dari total pendapatan setiap bulan dan mengumpulkannya sejumlah 6 kali dari total pengeluaran Anda tiap bulan. 

    Jangan Lupa Berinvestasi 

    Jika semua kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi, dana darurat sudah dialokasikan, ada satu langkah yang sebaiknya juga dilakukan, yaitu investasi. Sebab, investasi menjadi salah satu cara agar Anda tetap memiliki pendapatan saat Anda tidak mampu bekerja lagi. Sehingga, investasi menjadi salah satu yang harus dimulai sedari dini. 

    Namun sebelum memulainya, Anda harus benar-benar mempelajari instrumen investasinya, dan terpenting gunakan uang dingin (uang yang bukan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari). 

    Kini ada banyak pilihan instrumen investasi yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Ada saham, reksa dana, maupun aset kripto. Nah, jika Anda ingin berinvestasi aset kripto, selalu pilih exchange terpercaya seperti Tokocrypto. 

    Gak usah bingung mulai dari mana, kunjungi Tokonews untuk mengetahui informasi terbaru serta tips dalam instrumen investasi aset kripto!

    Itulah penjelasan lengkap serta bagaimana memulai financial planning untuk Anda. Nah, bagi Anda yang mau mulai investasi aset kripto, yuk, kunjungi https://www.tokocrypto.com/download dan selesaikan KYC-nya sekarang! Jangan lupa juga untuk gabung ke Komunitas Tokocrypto, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tips Memulai Investasi Kripto buat Pemula


    Jakarta

    Dari aneka pilihan produk investasi, kripto adalah salah satunya. Di sisi lain, Melalui Otoritas Jasa Keuangan, telah diatur pula tentang aset kripto.

    Bicara soal kripto, Perencana keuangan Aidil Akbar mengatakan idealnya persentase untuk berinvestasi kurang lebih di angka 10%-15% dari nominal gaji bulanan yang kita terima.

    Aidil menyarankan agar menyisihkan porsi kecil terlebih dahulu untuk pemula yang baru ingin berinvestasi sambil belajar ekosistem kripto.


    “Sekitar 15% (untuk investasi). Kalau gaji sesuai upah minimum regional (UMR) Rp 5 juta, berarti harus investasi sekitar Rp 500 ribu. Dari Rp 500 ribu, bisa disisihkan 10%-20% untuk masuk ke kripto. Jadi, yang Rp 400 ribu boleh kalian masukkan ke mana pun,” kata Aidil dalam sharing session-nya kepada rekan-rekan detikcom, di Kantor Detikcom, Rabu (19/2/2025) sore.

    Selain itu, untuk pertama kali berinvestasi di kripto, bisa sambil belajar dengan berinvestasi di cryptocurrency Tether atau USDT. Hal ini lantaran, kata Aidil, USDT adalah mata uang kripto yang dirancang untuk memiliki nilai yang stabil. Nilai 1 USDT biasanya setara dengan US$ 1.

    “Pertama kali, beli dulu USDT. Karena USDT itu biasanya kalau kita mau transaksi kripto, saya lebih suka pairing-nya pakai USDT supaya gampang menghitungnya, standar internasional. Kemudian, yang dibeli pertama, otomatis kalau masih baru belajar, beli saja Bitcoin,” beber Aidil lebih lanjut.

    Aidil menambahkan, jika sudah mulai mengerti bagaimana ekosistem kripto, bisa mulai merambah ke platform blockchain lainnya seperti Ethereum dan Solana.

    “Ketika saya mau beli koin, yang saya lihat pertama kali adalah ecosystem, project, dan community. Tiga itu pertanyaan saya. Sama seperti laporan keuangan: berapa asetnya? Berapa profitnya? Berapa utangnya?” terang Aidil saat menjelaskan perihal tips memilih Bitcoin

    “Cryptocurrency itu adalah satu supply-demand. Supply dibentuk dari project atau ekosistem yang membutuhkan koin tersebut. Makanya tadi saya katakan, ecosystem-project. Karena itu salah satu fundamental analysis,” tutup Aidil.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Gaji Rp 6 Juta, Harus Nabung Berapa Lama biar Punya Tabungan Rp 300 Juta?

    Gaji Rp 6 Juta, Harus Nabung Berapa Lama biar Punya Tabungan Rp 300 Juta?


    Jakarta – Mengatur keuangan bagi pekerja kelas menengah menjadi hal penting dan menantang karena uang yang terbatas. Kaluna, tokoh utama dalam film Home Sweet Loan menginspirasi masyarakat lantaran bisa memiliki tabungan Rp 300 juta dengan gaji sekitar Rp 6 juta. Kira-kira butuh waktu berapa lama buat punya tabungan segitu?

    Dengan gaji satu digit, Kaluna yang hidup di Jakarta butuh waktu tujuh tahun untuk memiliki tabungan Rp 300 juta. Dirinya menerapkan pola hidup frugal living untuk menekan pengeluaran dan menabung sekitar Rp 4 juta setiap bulan.

    Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, mengatakan hal tersebut masih realistis untuk diterapkan dengan hidup serba hemat guna menekan pengeluaran. Menurut Andy, mendapatkan uang tabungan Rp 300 bisa saja dalam waktu 6 tahun.

    “Kaluna bisa menabung Rp 4 juta per bulan ya selama 7 tahun dapat lah angka Rp 330 juta seperti itu tadi. Maksud saya, sebenarnya bisa lebih smart lagi kalau dia nabungnya itu nggak cuma sekadar nabung di rekening bank,” kata Andy saat dihubungi detikcom, Jumat (11/10/2024).

    “Karena menabung dia jangka panjang, nabungnya itu di reksadana dan campuran di pasar saham. Jadi artinya kita dengan demikian untuk pertambahan nilai ini bisa lebih cepat lagi,” sambungnya.

    Menurutnya hal itu sangat efektif karena mendapatkan bunga yang lebih besar daripada hanya menabung di pasar saham. Adapun jika targetnya Rp 300-an juta itu dapat mempersingkat waktu tidak selama 7 tahun seperti Kaluna dalam film tersebut.

    “Mungkin nggak perlu nunggu 7 tahun, 6 tahun aja dia udah mencapai yang angka Rp 300 jutaan tadi. Jadi, selain nampung secara konvensional, dia juga bisa split masuk di reksa dana juga yang mana hal itu akan bikin pertumbuhan nilai dia bisa lebih cepat lagi,” tutupnya.

    (fdl/fdl)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • 50% Orang Indonesia Jadi Sandwich Generation, Gimana Cara Hematnya?

    50% Orang Indonesia Jadi Sandwich Generation, Gimana Cara Hematnya?


    Jakarta

    Fenomena sandwich generation banyak dibicarakan generasi muda saat ini. Dalam sebuah studi dari Asian Development Bank (ADB) bertajuk Aging Well In Asia yang dirilis Mei 2024, angka ketergantungan hidup lansia di Indonesia mencapai 50 persen.

    Berdasarkan data tersebut, banyak lansia masih mengandalkan transfer uang dari keluarga untuk kelangsungan hidupnya, terutama dari anak. Hal ini pun mau tak mau berdampak pada tingginya angka generasi muda yang menjadi sandwich generation. Mereka harus menanggung kehidupan orang tua ditambah anak sendiri bagi yang sudah berkeluarga.

    Meski belum bisa sepenuhnya merdeka secara finansial, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan anak muda untuk berhemat sebagai sandwich generation. Berikut sejumlah tipsnya dilansir dari berbagai sumber:


    1. Review Budget dan Pos Keuangan

    Seorang sandwich generation biasanya memiliki berbagai tanggungan dan tagihan yang harus dibayarkan setiap waktunya. Untuk itu, review rutin mengenai budget dan pos keuangan penting dilakukan agar tidak boncos.

    Dengan me-review budget dan pos keuangan secara berkala, kamu tahu berapa saja uang yang harus dikeluarkan untuk membayar tagihan orang tua, tagihan keluarga, maupun kebutuhan anak. Serta menentukan jumlah uang untuk asuransi, tabungan, dan lain sebagainya dengan tetap menghindari ‘bocor halus’ dan menerapkan gaya hidup yang ‘stay on budget’.

    2. Komunikasikan pada Orang Tua

    Meski harus menanggung pengeluaran orang tua, ada baiknya untuk tetap mengkomunikasikan situasi keuangan secara berkala dengan orang tua. Hal ini mungkin tidak nyaman di awal, tapi seiring waktu dapat membangun kepercayaan dan keterbukaan dengan orang tua. Di saat yang sama, kamu pun dapat menanyakan kondisi keuangan orang tua yang penting untuk diketahui, mulai dari utang, pendapatan pensiun, dan lain sebagainya.

    3. Sisihkan Dana Pensiun

    Hal ini bisa jadi terasa sulit mengingat tanggungan sandwich generation yang tak sedikit. Kendati begitu, dana pensiun harus tetap kamu siapkan untuk memutus rantai sandwich generation. Dengan menyisihkan sedikit demi sedikit dana pensiun, kamu pun bisa hidup lebih tenang di masa depan.

    4. Tetap Prioritaskan Menabung

    Sesulit apapun kondisi keuanganmu, tetap usahakan untuk menabung ya. Menabung sebaiknya dilakukan di awal, bukan menunggu sisa pengeluaran yang kamu miliki. Dengan menabung, kamu dapat menyimpan dana darurat, menyiapkan biaya pendidikan anak di masa mendatang, hingga mewujudkan berbagai impian lainnya.

    Itulah sejumlah cara yang bisa kamu perhatikan untuk lebih berhemat meski jadi sandwich generation. Biar makin hemat saat kirim-kirim uang ke orang tua atau keluarga, kamu juga bisa andalkan aplikasi yang bebas biaya admin seperti dompet digital DANA. Dengan DANA, kamu bisa selalu gratis kirim uang tanpa minimum transaksi.

    Promo DANAPromo DANA Foto: dok. DANA

    Selain hemat, tentunya kamu bisa kirim uang dengan praktis dan aman. Bebas biaya admin yang diberikan DANA ini pun membuatmu bisa mengalokasikan biaya admin yang nominalnya bisa Rp 2.500- Rp 6.500 per transaksi untuk kebutuhan lain, mulai dari menabung atau untuk jajan demi menyenangkan diri sendiri.

    Uang yang kamu miliki pun bisa dikirim ke mana saja, baik ke sesama akun DANA, kirim ke rekening bank, atau kirim antar rekening bank. Cara mudah ini bisa kamu lakukan karena kamu bisa transfer pakai kartu bank yang sudah disimpan di DANA secara langsung. Tunggu apa lagi? Download aplikasi DANA sekarang juga.

    (anl/ega)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Tips Mengatur Gaji Bulanan Agar Bisa Nabung dan Liburan

    Jakarta

    Mengatur keuangan memang bukan hal yang mudah. Namun hal ini menjadi penting untuk dilakukan agar gaji bulanan tak habis begitu saja, apalagi jika upah yang diterima masih setara dengan UMP. Sehingga sisa dana yang ada dapat ditabung atau bisa untuk liburan.

    Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, mengatakan langkah untuk bisa mengatur keuangan dengan aman bagi para pekerja dengan gaji ‘pas-pasan’ setara UMP adalah dengan membagi penghasilan yang dimiliki saat ini ke dalam beberapa pos-pos pengeluaran tertentu.

    “Komposisinya sebenarnya sederhana ya, dari dulu ya saving 10%, cicilan 30%, lalu
    40% untuk kebutuhan reguler atau rutin dan 20% untuk pribadi,” terangnya kepada detikcom, Jumat (30/5/2025) lalu.


    “Kalau kita nggak punya KPR karena nggak ngambil properti, 30% dari cicilan tadi sebenarnya bisa untuk saving. Jadi 10-40% itu bagus. Semakin besar semakin baik lah kalau kita bisa berinvestasi dari hampir sampai 40% dari penghasilan kita,” jelas Tejasari lagi.

    Senada, Perencana keuangan Eko Endarto menjelaskan cara mengatur keuangan bagi pekerja yang memiliki gaji setara UMP cukup untuk hidup layak wilayah tempatnya bekerja adalah dengan menggunakan skala prioritas pengeluaran.

    Sebab menurutnya yang terpenting bukan seberapa besar pemasukan yang diterima, tapi bagaimana cara menggunakan uang tersebut agar cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    “Anggaplah Rp 5 juta itu 100%, maka 30% itu dibayar untuk membayar cicilan dan utang. Terus 20% harus bisa digunakan untuk investasi tabungan, dan sisanya baru bisa untuk konsumsi. Nah itu prioritas yang harus bisa dilakukan,” kata Eko kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Di luar itu Eko juga mengingatkan masyarakat, khususnya para pekerja yang besaran gajinya masih setara UMP, untuk tidak mementingkan gaya hidup seperti sering-sering nongkrong di kafe, membeli barang-barang yang sedang trend atau booming, hingga berburu tiket konser meski tidak punya dana yang cukup.

    Sebab menurutnya bila yang bersangkutan selalu berkeinginan untuk mengikuti gaya hidup maka ia tidak akan bisa merasa cukup dengan gaji yang diterimanya. Karena itu Eko menekankan seharusnya gaya hiduplah yang menyesuaikan pendapatan dan bukan sebaliknya.

    “Kalau mengikuti gaya hidup nggak pernah cukup ya, apa lagi mengikuti gaya hidup orang lain dia harus menyamakan diri dengan orang lain pasti nggak akan pernah cukup. Sehingga bukan mengikuti gaya hidup, tapi gaya hidup dia harus mengikuti penghasilan yang diterima. Jadi bukan kebalikannya,” ujar Eko.

    “Berarti gaya hidup penghasilan Rp 15 juta akan berbeda dengan gaya hidup penghasilan yang Rp 5 juta. Misalkan kelas kafe-nya (tempat nongkrong), alokasi investasinya, apa yang digunakan untuk utang, itu pasti beda-beda,” pungkasnya.

    7 Tips Mengatur Gaji Bulanan

    Meski sudah mengatur pos-pos keuangan, tak sedikit orang mungkin memiliki kebiasaan yang kurang baik dengan cenderung menghamburkan uang di awal dan berhemat di tanggal-tanggal akhir. Jika terus menerus seperti itu, mungkin tidak akan ada kesempatan untuk kita bisa menabung.

    Untuk menghindari hal-hal tersebut, kita membutuhkan perencanaan dalam mengelola keuangan. Melansir situs resmi media Kementerian Keuangan, berikut tips mengatur keuangan agar tabungan terus bertambah.

    1. Mencatat pendapatan dan pengeluaran

    Sering kali kita kurang peduli dengan catatan penerimaan dan pengeluaran kita. Bahkan terkadang di akhir bulan kita bingung kemana uang kita dihabiskan.

    Dengan mencatat pendapatan dan pengeluaran, kita bisa lebih mudah melacak keuangan bulanan kita. Hal ini bisa dilakukan dengan pembukuan sederhana di catatan kecil. Saat ini juga sudah banyak aplikasi di gawai yang bisa mengakomodasi dan mempermudah dalam pencatatan keuangan.

    2. Perhatikan hal-hal kecil

    Jangan menganggap remeh hal-hal kecil. Kita biasanya menganggap remeh untuk pengeluaran-pengeluaran kecil yang dilakukan, seperti pengeluaran untuk kopi setiap pagi, atau camilan sore misalnya.

    Padahal, mungkin jika digabungkan dalam satu bulan jumlah pengeluaran dari hal kecil tersebut nilainya lebih besar daripada barang-barang mahal. Hal itu yang terkadang membuat keuangan kita tidak terkontrol. Jadi lebih berhati-hatilah dalam melakukan pengeluaran terutama untuk hal kecil sekalipun.

    3. Jangan belanja demi gengsi

    Saat ini barang branded sangat digemari. Biasanya kita membelinya demi memenuhi gengsi dan mengikuti gaya hidup. Akan lebih baik jika kita bisa menggunakannya untuk menambah tabungan dan membeli barang yang memang kita butuhkan.

    Sehingga jangan sekali-kali membeli karena sedang tren apalagi karena gengsi. Perlu disadari bahwa perkembangan tren dan gengsi tidak akan ada habisnya jika terus kita ikuti.

    4. Buat prioritas kebutuhan

    Buatlah daftar prioritas kebutuhan mulai dari hal yang sangat penting hingga yang bersifat kurang penting. Mulailah dari yang sangat mendesak hingga yang masih bisa ditunda untuk dipenuhi.

    Dengan membuat skala prioritas kita bisa lebih mudah dalam mengatur pengeluaran. Selain itu, kita juga bisa belajar untuk bisa lebih hemat dan teratur.

    5. Pasang target masa depan

    Salah satu cara yang efektif dalam mengatur keuangan adalah dengan membuat target di masa depan. Misalnya ketika umur 30 kamu menargetkan sudah memiliki kendaraan sendiri, ketika umur 35 sudah memiliki rumah sendiri, dan lain sebagainya.

    Dengan menetapkan sebuah target maka berarti kita juga siap untuk memulai dan melaksanakannya. Jangan sampai target menjadi wacana saja. Dengan memiliki target kita juga dituntut untuk bisa membuat perencanaan agar target tersebut bisa dicapai.

    6. Disiplin dalam menabung

    Banyak orang yang berfikir jika menabung adalah menyimpan uang yang tersisa pada akhir bulan. Pola pikir tersebut merupakan sebuah kesalahan.

    Jika ingin uang di tabunganmu cepat bertambah buatlah target menabung dan langsung sisihkan uangnya di awal bulan. Jika perlu, buatlah rekening tabunganmu sendiri yang berbeda dari rekening yang biasa kamu gunakan sehari-hari.

    7. Jangan takut untuk berinvestasi

    Berinvestasi memang memiliki banyak risiko. Namun, dari besarnya risiko itu juga terdapat potensi keuntungan yang juga besar jika dilakukan dengan tepat.

    Agar bisa melakukan investasi dengan baik maka kita juga harus belajar dan latihan agar mampu membuat strategi yang tepat dalam berinvestasi. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mencari tahu jenis investasi yang cocok.

    Selanjutnya, carilah sebanyak mungkin informasi tentang investasi yang kamu pilih sesuai dengan keadaan keuanganmu. Yang terpenting adalah jangan sampai mengganggu pos-pos pengeluaran lainnya.

    (igo/fdl)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Ikuti 4 Tips Ini Sebelum Kasih THR Lebaran ke Orang Tua, Anak, Keponakan


    Jakarta

    Memberi angpau atau THR Lebaran kepada anggota keluarga dan sanak saudara sudah menjadi salah satu tradisi di masyarakat Indonesia. Namun, tidak sedikit yang masih merasa bingung terkait seberapa besar uang yang perlu diberikan dalam angpau Lebaran itu.

    Jika tidak diperhitungkan dengan baik, keinginan untuk berbagi kebahagiaan ini malah jadi pengeluaran berlebih dan bikin kantong kering.

    Nah buat detikers yang masih bingung tentukan besaran angpau Lebaran ini, berikut beberapa tips yang bisa digunakan.


    1. Tentukan Penerima

    Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari Asad, menyarankan kepada yang ingin membagikan THR Lebaran untuk membuat daftar penerima. Misalkan saja untuk orang tua, anak, saudara, hingga keponakan.

    “Pertama kita biasanya kasih orang tua, nah itu biasanya yang paling gede. Terus yang kedua siapa nih? misalnya kakak-adik sudah pada kerja ngapain dikasih? jadi kasih ke yang belum kerja, biasanya keponakan sih. Atau misalnya punya adik yang masih kecil belum kerja, mau dikasih boleh. Jadi berdasarkan level keluarga aja,” kata Teja kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Senada dengan Teja, perencana keuangan Andy Nugroho juga menyarankan untuk menentukan penerima angpau dan estimasi nilainya. Biasanya besaran THR Lebaran yang diberikan, berbeda-beda tergantung tingkatan dalam keluarga.

    “Nah urutannya paling banyak saya akan kasih ke siapa? ke orang tua pertama, terus kemudian habis itu level berikutnya yang lebih kecil jumlahnya tuh saya kasihkan ke misalnya anak atau ke anaknya saudara-saudara saya,” kata Andy.

    2. Sesuaikan Usia dan Kebiasaan di Keluarga

    Untuk nilai uang yang dibagikan, Teja tidak bisa menetapkan besaran pasti. Sebab menurutnya setiap individu atau keluarga memiliki perhitungannya masing-masing seperti tingkat ekonomi keluarga, usia, hingga wilayah tempat tinggal.

    “Misalnya kasih keponakan Rp 50 ribu pantes nggak? Tapi ternyata di kalau di kampung kasih Rp 5 ribu sudah cukup, kasih Rp 20 ribu sudah cukup, gimana tuh? Jadi tergantung situasi,” terang Teja.

    “Itu juga kadang ada yang serba salah tuh, ada yang masih TK, SD, SMP, SMA. Kalau TK dikasih Rp 1.000 dua puluh biji (Rp 20 ribu) senang tuh, kalau SMA dikasih Rp 1.000 dua puluh biji marah-marah nanti,” tambahnya.

    3. Sesuaikan Bujet

    Teja mengatakan pemberian angpau Lebaran bisa disesuaikan dari jumlah THR yang diterima. Dengan begitu perhitungan angpau dapat lebih mudah dan tidak begitu memberatkan pemberi.

    “Pertama adalah menyesuaikan dengan budget kita. Misalnya kita kasih budget ‘oke saya mau kasih THR Lebaran buat saudara-saudara misalnya Rp 1 juta deh semuanya. Karena saya dapat THR Rp 3 juta, masa semua dibagi-bagikan?’ Nanti habis dong,” jelas Teja.

    “Bisa juga dibujet maksimal berapa nih? 20% kah dari THR kah, 30% kah. Misalnya oke 20%, anggap saja Rp 1 juta, ya dibagi-bagi lah jumlah keponakan ada berapa, saudara ada berapa, siapa saja yang mau dikasih,” tambahnya lagi.

    4. Jangan Kejar Gengsi

    Terakhir yang tak kalah penting, menurut Andy saat menentukan besaran budget atau nilai dari masing-masing angpau Lebaran harus disesuaikan dengan kemampuan, bukan demi mengejar gengsi.

    Disarankan agar jumlah pemberian tidak berdasarkan gengsi. Hal ini justru bisa melebihi anggaran, bahkan malah harus berutang untuk menutup kekurangan tersebut.

    “Kadang misalnya kita pemudik, apalagi dari Jakarta kan ‘wah pasti tajir nih, orang kaya, sudah sukses’ nah kadang ditodong untuk ngasih angpau lebih besar,” kata Andy.

    “Sebenarnya pun kalau kita bersikukuh ‘ya saya memberinya segini’, masa iya yang dikasih terus nego nggak mau Rp 20 ribu dong, maunya Rp 50 ribu misalnya,” tambahnya lagi.

    (igo/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Dear Anak Muda, Simak Tips Ini buat Putus Mata Rantai Generasi Sandwich


    Jakarta

    Generasi Sandwich menjadi persoalan yang dihadapi banyak keluarga saat ini. Kondisi ini biasa dialami oleh seseorang yang banyak menyisihkan penghasilannya untuk orang tua dan anak. Pada titik tertentu, kondisi ini akan membawa tantangan besar bagi kesiapan finansial seseorang.

    Namun begitu, ada banyak cara untuk memitigasi kondisi tersebut terjadi di kemudian hari. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun resmi Instagram yang dikelolanya @sikapiuangmu memberikan tips untuk menghindari himpitan generasi sandwich.

    Pertama, seseorang perlu memetakan prioritas keuangan. Hal itu penting dilakukan untuk memisahkan kebutuhan harian mendesak yang perlu dipenuhi dengan keinginan yang sifatnya sementara.


    “Buat kategori pengeluaran yang mendesak dan yang bisa ditunda, urutkan berdasarkan urgensi,” tulis unggahan @sikapiuangmu, Minggu (9/2/1015).

    Kedua, perlunya menyiapkan dana darurat dan dana pensiun. Hal ini perlu dilakukan dengan cara menyisihkan dana darurat dengan dana harian atau tabungan jangka panjang. Idealnya, 6 hingga 12 kali pengeluaran bulanan.

    Jika memiliki waktu bertahun-tahun sebelum pensiun, seseorang perlu menggunakan waktu ini untuk menabung atau berinvestasi untuk menghindari risiko generasi sandwich di masa mendatang.

    Ketiga, memiliki asuransi dan proteksi. Seseorang perlu menyiapkan diri untuk berasuransi yang ditujukan untuk biaya pengobatan yang tidak membebani keuangan keluarga. Begitu juga asuransi jiwa dan proteksi lainnya yang perlu segera disiapkan untuk mengurangi risiko finansial yang besar.

    Keempat, mulai melakukan komunikasi terbuka dengan keluarga. Langkah ini perlu dilakukan untuk memberi gambaran tentang kondisi finansial kepada orang tua dan pasangan. Dalam hal ini seseorang perlu membahas hal-hal prioritas dan apa saja pengeluaran yang dapat diubah maupun efisiensi.

    “Cari solusi bersama seperti pembagian tanggung jawab dengan anggota keluarga lainnya dalam memenuhi kebutuhan,” imbau OJK.

    Adapun risiko besar dari kondisi generasi sandwich berupa kerentanan finansial yang melempar seseorang pada posisi yang sulit menabung dan berinvestasi untuk masa depan. Selain itu, kondisi terhimpit akan menekan emosional dan finansial yang memicu stres.

    Risiko besar lain dari himpitan ini juga akan terus berulang lantaran tidak adanya rencana finansial yang dibangun. Karenanya, seseorang perlu segera menyiapkan keuangan sedini mungkin untuk menghindari kondisi sandwich ini.

    “Mulai atur keuangan dari sekarang agar lebih siap menghadapi tantangan ini,” tulis unggahan tersebut.

    (kil/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Mau Merdeka Finansial di Masa Depan? Ini Langkah Emas yang Harus Dilakukan


    Jakarta

    Masih dalam suasana Hari Kemerdekaan RI ke-80, langkah apa saja yang sudah kamu lakukan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan maju menuju Indonesia Emas 2045?

    Di era digital dan keterbukaan seperti saat ini, kita sebagai generasi penerus bangsa tentunya memiliki kendali seutuhnya atas manajemen keuangan pribadi. Dengan langkah emas yang tepat, Merdeka finansial bukan lagi sekadar impian, tetapi bisa jadi kenyataan.

    Lantas di era penuh tantangan ekonomi seperti saat ini, bagaimana mewujudkannya? Dikutip dari berbagai sumber berikut tipsnya:


    Menyiapkan Rencana Finansial dengan Baik

    Langkah awal untuk mengendalikan finance adalah menyusun perencanaan finansial yang tepat dan akurat sehingga hasil akhirnya lebih efektif dan efisien.

    Susun secara terstruktur mulai dari sumber penghasilan dan nilainya, pengeluaran rutin bulanan yang wajib dan yang masih bisa dikesampingkan, serta target finansial jangka pendek dan panjang.

    Melakukan Pekerjaan Sampingan

    In this economy, pekerjaan sampingan atau freelance bisa dilakukan untuk menambah pundi-pundi rupiah sesuai skill yang dimiliki. Namun, bila memiliki skill berwirausaha maka kamu bisa memulai bisnis sembari bekerja di kantor.

    Investasi

    Jika sudah memiliki dana darurat dan menyelesaikan tanggung jawab utang, sisihkan sebagian uang untuk berinvestasi. Salah satu langkah sederhana tapi powerful untuk menuju kemerdekaan finansial adalah membangun kebiasaan menabung emas.

    Emas sudah lama dikenal sebagai instrumen investasi yang aman, stabil, dan tahan terhadap inflasi. Cocok bagi kamu yang ingin menjaga nilai uang dan menyiapkan masa depan lebih pasti.

    Berinvestasi emas bisa dimulai dari nominal kecil. Dengan menabung emas secara konsisten, kamu bisa perlahan-lahan membangun aset tanpa harus terbebani.

    Kabar baiknya, kini investasi emas lebih mudah dengan emas digital di aplikasi Pegadaian Digital. Cukup gunakan promo Gajian Emas di Pegadaian, kamu bisa mendapatkan berbagai promo menarik GAJIAN EMAS.

    Jadi, jangan tunggu nanti untuk mulai. Langkah kecil seperti menabung emas bisa jadi fondasi penting menuju kebebasan finansial yang diimpikan.

    Yuk, manfaatkan momen kemerdekaan ini buat ambil kendali atas keuanganmu. Karena sejatinya, merdeka itu bukan cuma urusan negara-tapi juga tentang bebas dari tekanan finansial dan punya kendali penuh atas masa depan.

    (akn/ega)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Lebih Untung Mana, Beli Mobil Cash atau Kredit?


    Jakarta

    Pada era saat ini, mobil sepertinya tidak lagi menjadi barang mewah, melainkan telah menjadi kebutuhan. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah kredit kendaraan bermotor di Indonesia. Tapi kira-kira, lebih menguntungkan beli mobil secara cash atau kredit ya?

    Mengutip Lifepal, menurut data OJK, pada April 2024, total pembiayaan kendaraan bermotor mencapai Rp 398,64 triliun, dengan Rp 150,69 triliun dialokasikan untuk mobil baru dan Rp 83,72 triliun untuk mobil bekas. Angka ini bahkan meningkat pada September 2024 menjadi Rp 408,72 triliun.

    Namun, tren pembelian mobil tidak hanya bergantung pada kredit, dari survei terhadap 1.135 responden, 78,85% memilih membeli mobil secara tunai.


    Di sisi lain, skema pembelian baik itu tunai ataupun kredit memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Adapun sebelum memilih, sesuaikan dengan kemampuan finansial kamu.

    Jika kamu memiliki dana yang cukup dan tidak ingin terbebani cicilan, membeli mobil secara tunai adalah pilihan terbaik. Akan tetapi, jika kamu memiliki dana yang terbatas namun membutuhkan mobil segera, membeli dengan kredit bisa menjadi solusi. Pastikan kamu memilih skema cicilan yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

    Berikut kelebihan dan kekurangan saat melakukan pembelian mobil secara cash/Tunai ataupun kredit:

    Salah satu diler mobil Toyota di Indonesia, Auto2000 meresmikan diler di kawasan bintang Jakarta, Jalan Sudirman. Diler ini boleh jadi merupakan yang termewah di Indonesia.Salah satu diler mobil Toyota di Indonesia, Auto2000 meresmikan diler di kawasan bintang Jakarta, Jalan Sudirman. Diler ini boleh jadi merupakan yang termewah di Indonesia. Foto: Grandyos Zafna

    – Kelebihan Membeli Mobil Secara Tunai

    1. Bebas dari tanggungan cicilan setiap bulan

    Dengan membeli mobil secara tunai, kamu tidak memiliki beban cicilan, sehingga pengeluaran bulanan lebih ringan.

    2. Tidak perlu membayar lebih untuk bunga cicilan

    Pembelian tunai menghindarkan kamu dari bunga kredit yang bisa meningkatkan total biaya pembelian mobil.

    3. Terhindar dari risiko gagal bayar

    Situasi keuangan bisa berubah sewaktu-waktu. Dengan membeli secara tunai, kamu tidak perlu khawatir mobil disita karena gagal bayar.

    4. Dokumen kepemilikan langsung di tangan

    Dengan membeli mobil secara tunai, kamu langsung mendapatkan BPKB dan STNK tanpa harus menunggu cicilan lunas. Ini juga memungkinkan kamu menggunakan mobil sebagai jaminan jika diperlukan.

    5. Mobil bisa langsung dijual kembali saat mendesak

    Selain menjadi barang yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari, mobil juga termasuk aset cair yang bisa kamu jual saat butuh uang dalam jumlah banyak. Bila membeli secara tunai, hal ini bisa kamu lakukan karena semua surat resminya ada di tangan kamu.

    6. Bebas modifikasi mobil

    Jika kamu suka mengutak-atik interior dan eksterior mobil, membeli secara tunai adalah pilihan yang tepat, karena kamu lebih bebas memodifikasi mobil sesuai selera setelah dibeli. Sedangkan, jika kamu membeli secara kredit, beberapa perusahaan pembiayaan melarang modifikasi sebelum cicilan lunas.

    – Kekurangan Membeli mobil secara tunai

    1. Uang tabungan terkuras

    Membeli mobil secara tunai berarti kamu harus menyiapkan uang dalam jumlah yang cukup besar. Saat mobil sudah dibeli, masih ada biaya perawatan mobil, serta biaya kebutuhan sehari-hari yang mungkin harus dihemat karena tabungan kamu terkuras untuk membeli mobil secara tunai.

    2. Jenis mobil yang bisa dibeli terbatas

    Saat membeli mobil secara tunai, tentunya ada budget yang harus disiapkan. Jika budget yang kamu miliki terbatas, kamu mungkin tidak bisa membeli mobil keluaran terbaru ataupun teknologi canggih yang diinginkan. Anda mungkin hanya bisa membeli mobil bekas atau model lama.

    3. Tidak Mendapatkan Asuransi Otomatis

    Jika membeli secara kredit, mobil biasanya sudah dilengkapi dengan asuransi. Namun, jika membeli tunai, kamu perlu membeli asuransi secara terpisah.

    Pekerja merapikan interior mobil mewah bekas di tempat penjualan mobil bekas di Mal Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2025). Penjualan mobil bekas pada awal tahun 2025 relatif sepi. Kondisi tersebut diperburuk dengan melemahnya daya beli masyarat dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen yang berlaku untuk barang mewah, termasuk mobil bekas.Pekerja merapikan interior mobil mewah bekas di tempat penjualan mobil bekas di Mal Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2025). Penjualan mobil bekas pada awal tahun 2025 relatif sepi. Kondisi tersebut diperburuk dengan melemahnya daya beli masyarat dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen yang berlaku untuk barang mewah, termasuk mobil bekas. Foto: Grandyos Zafna

    – Kelebihan membeli mobil secara kredit atau cicilan

    1. Bisa memiliki mobil dengan dana terbatas

    Dengan membayar DP dan mencicil, kamu bisa langsung memiliki mobil meskipun belum memiliki dana penuh.

    2. Pembayaran terasa lebih ringan

    Karena dicicil, biaya yang dikeluarkan untuk membeli mobil terasa lebih ringan dan bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan kamu.

    3. Dana tersisa bisa digunakan untuk keperluan lain

    Membeli mobil secara kredit, artinya kamu tetap memiliki dana darurat atau bisa mengalokasikan uang untuk investasi atau usaha lain.

    4. Meningkatkan skor kredit

    Kelancaran pembayaran kredit bisa membuat riwayat skor kredit kamu bagus di mata bank, yang berguna untuk pengajuan pinjaman lain, seperti KPR.

    5. Mendapatkan fasilitas kredit tambahan

    Beberapa program kredit mobil menawarkan fasilitas seperti asuransi gratis atau insentif pajak.

    6. Mobil Langsung Diasuransikan

    Mobil yang dibeli secara kredit biasanya sudah dilengkapi dengan asuransi yang bertujuan meminimalisasi kerugian bagi konsumen, dealer, maupun perusahaan pembiayaan. Asuransi ini sangat penting untuk memastikan Anda tidak keluar biaya tambahan untuk pergantian atau perbaikan mobil karena kecelakaan atau hilang karena pencurian.

    – Kekurangan membeli mobil secara kredit

    1. Fluktuasi suku bunga yang tak menentu

    Membeli mobil secara kredit, artinya kamu harus siap dengan adanya suku bunga yang naik turun. Hal ini akan berpengaruh pada jumlah cicilan yang harus kamu bayar setiap bulannya.

    2. Mobil belum sepenuhnya menjadi milik Anda

    Pemilik mobil yang membeli secara kredit, masih memiliki kewajiban untuk membayar cicilan setiap bulannya, sehingga kepemilikan belum sepenuhnya di tangan kamu dan surat kendaraan akan dipegang oleh perusahaan pembiayaan hingga cicilan lunas.

    3. Risiko gagal bayar dan mobil disita

    Jika situasi finansial memburuk, kamu bisa mengalami kesulitan membayar cicilan dan berisiko kehilangan mobil.

    Itu tadi keuntungan dan kekurangan membeli mobil secara cash atau kredit. Lagi-lagi, sebelum membeli mobil pastikan sudah sesuai dengan kondisi finansial agar kamu tak merasa kesulitan nantinya. Jangan sampai mobil yang dibeli untuk memenuhi kebutuhan malah justru memberatkan.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Dia Tips Investasi yang Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi


    Jakarta

    Salah satu cara untuk bisa menambah penghasilan saat besaran gaji segitu-segitu saja adalah dengan berinvestasi. Melalui investasi masyarakat bisa meningkatkan nilai yang dimilikinya sekarang ini.

    Financial Planner Mega Capital, Mirna Elok, mengatakan investasi ini menjadi penting terlebih saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Sebab investasi tak hanya berfungsi untuk meningkatkan nilai aset, namun juga bisa digunakan sebagai dana darurat saat menemui kondisi yang tak terduga.

    Nah untuk mereka yang baru belajar atau mulai berinvestasi, Mirna menyarankan untuk mencari instrumen yang sesuai kemampuan. Tentu instrumen investasi yang dimaksud harus yang legal atau terpercaya untuk menghindari kehilangan dana.


    “Mungkin kalau untuk yang newbie masuk di pasar modal, masuk dulu di reksadana pasar uang. Itu kan untuk yang jangka pendek ya,” katanya kepada detikcom dalam program detikSore beberapa waktu lalu, ditulis Jumat (5/9/2025).

    Setelah sudah cukup nyaman berinvestasi, ia menyarankan masyarakat untuk mulai menanamkan dananya di instrumen jangka menengah sebagai ‘tabungan’ jangka menengah.

    “Jangka menengah dia bisa lagi naik ke yang reksadana pendapatan tetap. Kayak gitu return-nya masih di 8 persenan masih ada gitu,” terang Mirna

    Baru setelah itu masyarakat bisa mulai berinvestasi lebih jauh untuk tabungan jangka panjang. Misalkan saja untuk dana pensiun atau keperluan di masa depan yang lain.

    “Untuk yang jangka panjang memang, kalau untuk investasi di saham memang agak riskan ya. Kalau aku boleh saran memang bisa investasi di emas,” ucap Mirna.

    “Memang kalau emas itu secara return 15 tahun terakhir memang di 15% per tahun ya. Jadi kalau hold emas sampai 10 tahun saja sudah berapa,” sambungnya.

    Di luar itu, ia menyarankan masyarakat untuk tetap berhati-hati dari berbagai modus penipuan investasi yang belakangan sering terjadi. Menurutnya masyarakat harus sudah curiga saat mendapatkan tawaran investasi dengan imbal hasil tak masuk akal atau tak jelas asal-usulnya.

    “Yang pasti sih kalau diiming-imingi return dalam satu hari bisa sampai 3%, terus cuma transfer duit saja, terus mereka nggak kasih informasi seperti apa pembelian underlying-nya, dibelikan apa gitu, better nggak deh,” imbaunya.

    (igo/eds)



    Sumber : finance.detik.com