Tag: perencanaan keuangan

  • Apakah Financial Freedom Cuma Sekadar Mimpi buat Pekerja?


    Jakarta

    Untuk mencapai kebebasan secara finansial, bagi sebagian orang dirasa hampir tidak mungkin. Ditambah, jika gajinya tidak berbanding jauh dengan upah minimum regional (UMR). Namun, perencana keuangan justru menyatakan bukan tidak mungkin untuk bisa mencapai kebebasan finansia di masa pensiun, meskipun gaji tak terpaut jauh dari UMR.

    Perencana Keuangan Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, bilang bahwa berapapun besaran gaji kita, bisa jadi langkah buat mencapai kebebasan finansial yang kita inginkan. Hal ini lantaran kebebasan finansial atau financial freedom sangat berbeda buat tiap-tiap orang.

    “Financial freedom sangat berbeda untuk setiap orang, baik dalam jumlah Rupiah maupun kebebasan finansial yang mereka inginkan. Kalau kita menilainya secara finansial atau secara uang, maka tidak akan pernah ada batasan limit di langit ‘kan, ya,” ucapnya kepada detikcom.


    Menurut Tejasari, bagi setiap orang, kebebasan finansial sebenarnya bahkan bisa sangat sederhana. Tejasari bilang, berapapun gajinya, kebebasan finansial bisa digapai asalkan punya perencanaan dan komitmen yang baik.

    “Bagi setiap orang, sebenarnya kebebasan finansial bisa sangat sederhana sekali. Jadi, berapapun gajinya, asal kita bertekad membuat rencana dan mengejarnya, pasti akan bisa,” tambah Tejasari.

    Tejasari menyampaikan beberapa tips yang bisa diterapkan buat songsong masa pensiun dengan tenang. Salah satunya, dengan menyisihkan 20% dari nominal gaji untuk diinvestasikan yang sesuai dengan profil risiko kita.

    “Sisihkan di awal gajian 20% dari penghasilan kita, dan tempatkan di produk investasi yang sesuai dengan profil risiko kita. Kalau Rp 1 juta (20% dari gaji UMR Jakarta yang di kisaran Rp 5 juta), 30 tahun, target return 6% per tahun, maka future value-nya sekitar Rp 1 miliar,” terangnya.

    Tejasari mengelaborasi lebih lanjut, jika kita bisa meningkatkan profil risiko investasi kita, maka nominal Rp 1 juta untuk jangka waktu investasi 30 tahun dengan target return 10% per tahun, maka future value-nya menjadi Rp 2,2 miliar.

    “Lakukan secara konsisten setiap bulan pastinya, langsung saat kita menerima gaji dan ditempatkan di produk investasi yang legalitasnya jelas dan aman. Berikutnya, tentukan aset aktif apa yang kita ingin capai dalam financial freedom kita,” beber Tejasari.

    Aset aktif yang dimaksud Tejasari bisa berupa aset properti, surat berharga, atau pun bisnis. Tejasari bilang, dari aset aktif yang dipilih juga akan memberikan penghasilan secara rutin di masa pensiun.

    “Berikutnya, buat juga dana darurat dan bijak dalam mengambil utang. Pilih hanya utang produktif, jangan gunakan utang konsumtif. Karena, financial freedom dapat kita capai apabila kita memiliki dana darurat yang cukup, dan tentunya tanpa utang,” tandasnya.

    Sebagai informasi, beberapa waktu lalu HSBC Indonesia mengungkapkan riset soal nasabah tajir di Indonesia menganggap dana sebesar US$ 340.000 atau Rp 5,5 miliar (1 US$ = Rp 16.231) menjadi jumlah ideal untuk memasuki masa pensiun. Dana ini hanya cukup untuk keperluan sehari-hari.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • THR Nggak Bikin Kantong Aman Saat Lebaran? Awas ‘Penyakit’ Turunan Ini


    Jakarta

    Merasakan keuangan tetap goyang saat Lebaran meski tunjangan hari raya (THR) sudah didapatkan? Bisa jadi kamu punya ‘penyakit turunan’ ini.

    Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho mengatakan, ‘penyakit’ tersebut adalah sandwich generation. Generasi ini biasanya menghadapi beberapa masalah keuangan. Bahkan sekalipun dibantu adanya THR, ia harus pintar-pintar membaginya ke orang tua hingga memenuhi keperluan Lebaran.

    Sandwich generation sendiri merupakan istilah yang disematkan buat mereka yang memiliki peran memenuhi kebutuhan diri, orang tua dan anak-anaknya sekaligus. Dalam peranannya, mereka kerap dipusingkan himpitan kebutuhan finansial apalagi di masa Lebaran seperti ini.


    “Ketika menerima THR, dalam pikirannya langsung akan dibagi tiga yaitu untuk THR orang tua, kebutuhan berlebaran keluarganya sendiri dan kebutuhan untuk disimpan,” kata Andy kepada detikcom, Selasa (9/4) lalu.

    Belum lagi jika banyak keluarga yang harus diberikan angpau Lebaran. Di sisi lain berusaha untuk tetap bisa menabung dari THR yang didapat.

    “Merasa nggak enakan kalau memberi angpau THR kepada sanak saudara hanya sekedarnya. Di sisi lain berusaha untuk tetap bisa menabung dari THR yang didapat,” ucapnya.

    Jika punya kampung halaman sebenarnya ada rasa keinginan untuk mudik. Hanya saja permasalahannya harus memikirkan biaya perjalanan.

    “Ingin mudik pulang kampung namun uangnya diperkirakan tidak cukup untuk meng-cover biaya perjalanannya plus kebutuhan pasca berlebaran,” tutur Andy.

    Untuk keluar dari himpitan keuangan, diperlukan kebiasaan baru dan mulai mencatat pengeluaran-pengeluaran sekecil apa pun. Dengan mencatat pengeluaran, kamu bisa langsung mengidentifikasi kategori pengeluaran yang perlu diperhatikan.

    Setelah itu, buat budgeting dan pastikan setiap bulannya tidak jauh melebihi angka yang sudah ditentukan. Jika pengeluaran kamu sudah stick to the bujet, pasti akan lebih mudah untuk menyisihkan uang untuk ditabung.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • Anti-Boros, Ini 3 Cara Hemat Pengeluaran Selama Bulan Ramadan


    Jakarta

    Ramadan menjadi bulan yang banyak ditunggu masyarakat, terutama umat muslim. Bukan hanya menahan rasa lapar, tapi juga menahan nafsu boros untuk membeli keinginan yang tidak perlu.

    Selama Ramadan, umat muslim diharuskan menjalani puasa dengan menahan lapar, minum, hingga kebiasaan berlebihan yang selama ini dilakukan. Sayangnya, bulan Ramadan justru sering menjadi ajang untuk membeli banyak makanan atau berbelanja.

    Banyak mal hingga minimarket dipadati pengunjung yang memborong segala keperluan seperti parcel Ramadan dan Lebaran. Akibatnya, pengeluaran jadi makin membludak, bahkan tak jarang membuat kantong jebol.


    Agar hal ini tak terjadi, kamu bisa lakukan tips ini agar pengeluaran selama Ramadan tidak boros dan tetap terjaga.

    1. Belanja Secukupnya

    Agar lebih selektif melakukan pembelian, maka perlu dilakukan pilah-pilih daftar kebutuhan yang utama dan mendesak. Jangan sampai tergiur dengan barang murah, tapi tidak bermanfaat. Momen Lebaran yang biasanya dibanjiri dengan beli baju baru baru pun harus diwaspadai agar dompet tidak jebol.

    “Kondisi ini tentu akan memicu kita untuk berburu kebutuhan tambahan. Jika hal demikian terjadi maka kita perlu selektif memilih penawaran tersebut, mana yang tentu menjadi prioritas kebutuhan dan mana yang dapat ditunda untuk dipenuhi di kemudian,” ujar Dosen Ekonomi UM Surabaya Fatkur Huda, dikutip dari detikedu, Jumat (15/3/2024).

    2. Tentukan Bujet

    Tidak kalah penting adalah menentukan bujet saat ingin membeli atau melakukan sesuatu. Sebabg dengan menentukan budget dan membatasi pembelian dalam satu waktu, maka dapat dengan mudah mengerem pengeluaran saat Ramadan.

    Hal lainnya yang kerap kali terjadi di Bulan Ramadan adalah buka bersama yang terlalu sering. Sebaiknya perlu meminimalisir kegiatan tersebut dengan memprioritaskan untuk berbuka puasa di rumah agar lebih hemat.

    3. Manfaatkan Promo & Diskon

    Agar tidak banyak mengeluarkan uang, membandingkan harga satu barang dengan lainnya juga akan membantu lebih hemat saat belanja keperluan selama Ramadan. Memburu dan memanfaatkan promo serta diskon menjadi salah satu cara ampuh agar lebih berhemat dan untung banyak. Salah satunya dengan promo yang dihadirkan Bank Mega.

    Bank MegaFoto: Dok. Bank Mega

    Sebab dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Bank Mega menghadirkan Semarak Ramadan dengan berbagai promo dan diskon menarik. Berlangsung mulai 1 Maret -30 April 2024, promo ini menghadirkan diskon hingga 50% dari berbagai merchant Bank Mega. Dapatkan promo untuk buka bersama, membeli kebutuhan puasa, belanja baju Lebaran, bahkan pesan tiket pesawat dengan menggunakan Kartu Kredit dan Kartu Debit Bank Mega.

    Belum punya Kartu Kredit Bank Mega? Yuk apply kartu kredit sekarang juga!

    (anl/ega)



    Sumber : finance.detik.com