Tag: pulau

  • 17 Destinasi Wisata dengan Nama Pahlawan Nasional, Ada yang Tersembunyi

    Destinasi wisata ini memiliki ombak tenang, angin sejuk, dan pasir halus yang bikin pengunjung betah main bersama di pesisirnya. Kita juga bisa berkunjung ke Kura-kura Ocean Park berupa akuarium besar, main Spoor Mini, atau naik perahu ke Pulau Panjang.

    Berdiri sebagai oase seni dan kebudayaan di Jakarta, TIM kini menjadi tempat hype yang dikunjungi masyarakat urban. Di sini ada perpustakaan yang Instagramabel, tenang, dan buka 24 jam. Belakangan, komplek TIM jadi spot wisata yang wajib dikunjungi para gen Z di Jakarta dan sekitarnya.

    Pulau di Banda Neira, Maluku ini adalah tempat pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir. Di sini, kita bisa menikmati pemandangan bawah laut yang pastinya mempesona lewat diving atau snorkeling. Tentunya, kita juga bisa sekadar jalan-jalan menikmati keindahan Pulau Hatta.

    Destinasi wisata pendidikan ini menyimpan berbagai jejak perjuangan RA Kartini dalam bidang pendidikan dan emansipasi. Kita bisa melihat langsung ruang kerjanya yang terdiri dari satu set meja dan kursi tamu, kotak surat, anyaman sulam dan mesin jahit kuno.

    Lokasi tak hanya menyimpan jejak sejarah, tapi juga keindahan dan keunikan bangunan khas Sumatra Barat. Di lantai satu ada barang pribadi Tuanku Imam Bonjol misal senjata yang digunakan dalam pertempuran, lukisan, dan silsilah keluarga. Sementara di lantai dua ada barang-barang kuno seperti peralatan dapur, uang kuno, dan keramik antik.

    Spot di Gunung Soemantri ini terletak di bagian barat Barisan Sudirman setinggi 4.870 meter. Puncak dengan salju abadi ini mungkin jadi sala satu impian para pendaki gunung. Namun hanya yang benar-benar kompeten dan punya perlengkapan memadai bisa menjajal Puncak Soemantri.

    Lokasi Puncak Soekarno atau Puncak Jaya di Gunung Carstensz bukan destinasi untuk semua orang. Terletak setinggi 4.884 meter, Puncak Soekarno adalah salah satu spot tertinggi dunia dengan salju abadi di atasnya. Pendaki yang ingin menjajal atap dunia ini harus punya kualifikasi khusus dan dibekali perlengkapan memadai serta rencana perjalanan yang matang.

    Wilayah yang tergabung dengan Kabupaten Merauke ini punya beberapa nama lain yaitu Pulau Kolepom, Pulau Dolok, atau Pulau Kimaam sesuai dengan nama suku yang menghuni. Warga di sini punya tradisi Ndambu atau bersaing sehat saat masa panen tiba. Penduduk memperlihatkan hasil panen yang paling banyak atau besar untuk ditentukan sebagai pemenang.

    Patung salah satu pahlawan nasional ini terletak di bagian barat kawasan Monumen Nasional (Monas). Sosok MH Thamrin semasa hidup dikenal sebagai orang Betawi yang aktif dalam pergerakan nasional bidang politik dan sosial. Dia adalah anggota volksraad (Dewan Rakyat Hindia Belanda), pendiri Perkoempoelan Kaoem Betawi, dan Partai Indonesia Raya (Panindra).

    Destinasi wisata sejarah dengan nama lain Museum Dewantara Kirti Griyaini menyimpan koleksi yang berkaitan dengan hidup Ki Hajar Dewantara. Di sini ada perabot rumah tangga, naskah, foto, koran, buku, majalah, surat-surat, dan benda-benda lainnya. Museum juga menjadi saksi bisu lahirnya Sumpah Pemuda.

    Kawasan ruang terbuka hijau ini dulunya adalah Monumen Van Heutsz yang didedikasikan untuk Letnan Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz dari Belanda. Dia adalah tokoh militer yang berperan penting dalam penaklukan Aceh. Monumen ini dihancurkan tahun 1953 dan menjadi salah satu taman dan ruang terbuka hijau populer di Jakarta.

    Spot wisata ini dibuat untuk menghormati Si Jalak Harupat yang diculik dan dibunuh pada 1945. Warga Bandung dan sekitar bisa olahraga bersama, jalan-jalan, atau sekadar duduk santai. Di sekitar taman ini ada sejarah dan informasi terkait kehidupan pahlawan yang kerap disapa Otista ini.

    Monumen ini berada di dalam Taman Dewi Sartika yang merupakan bagian dari Balai Kota Bandung. Dewi Sartika adalah sosok pahlawan yang aktif dalam bidang pendidikan khususnya untuk perempuan. Patung Dewi Sartika mengingatkan pentingnya nilai perjuangan dan pendidikan untuk masyarakat Indonesia.

    Wisata sejarah ini adalah penghormatan atas jasa dan perjuangan Pahlawan Nasional Panglima Besar Jenderal Sudirman. Museum terdiri dari dua lantai dengan bagian bawah berisi diorama, foto-foto perjuangan, dan duplikat peninggalan Jenderal Soedirman. Sedangkan bagian atas menampilkan relief sejarah perang kemerdekaan 1945, perjuangan Jenderal Soedirman dalam merebut Yogyakarta, dan patung Jenderal Soedirman di atas kuda.

    Di dalam ruangan museum ini ada barang-barang yang dulunya dipakai Pangeran Diponegoro. Barang tersebut antara lain satu meja, empat kursi, meja lainnya untuk perundingan, serta tempat salat. Koleksi lainnya adalah Al-Quran, Kitab Taqrib yang berisi siasat perang, serta lukisan dari Daud Yusuf dan Raden Saleh tentang Pangeran Diponegoro.

    Destinasi ini sebetulnya adalah Grha Bung Karno yang dibangun Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Gedung ini dibuka untuk publik dengan fasilitas lengkap berupa area VVIP, ruang rapat, family room, ruang rias di belakang, katering, dan fasilitas pendukung lainnya.

    Museum ini adalah cagar budaya milik Roekiyem Soepratijah, kakak WR Supratman, sekaligus tempat pencipta Indonesia Raya ini menghembuskan napas. Dalam rumah ini hanya terdapat dua kamar tidur di sisi kanan dan ruang tamu di sisi kiri. Di ruang tamu terpampang foto-foto WR Soepratman bersama keluarga dan teman dekat.

    Simak Video “Video Purwacaraka Soroti Biaya Sewa TIM: Sejak Kapan BUMD Ambil Profit?
    [Gambas:Video 20detik]



    Sumber : travel.detik.com

  • Ulasan Destinasi Bersejarah di Jogja, dari Benteng Vredeburg-Monjali



    Yogyakarta

    Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), seperti namanya kota ini begitu istimewa dan selalu punya cerita. Yogyakarta juga punya andil besar dalam kemerdekaan RI dengan bukti tinggalan sejarahnya.

    Berbagai situs bersejarah terkait perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajah masih terawat. Bahkan, kini ada museum untuk mengenang perjuangan itu.

    Bangunan atau tempat bersejarah bahkan dibuka sebagai tempat wisata. Mulai dari peninggalan keraton sampai penjajahan Belanda, wisata sejarah Jogja punya banyak pilihan.


    5 Wisata Sejarah Jogja

    1. Museum Benteng Vredeburg

    Museum Benteng Vredeburg, Jogja. Foto diunggah pada Selasa (10/10/2023).Museum Benteng Vredeburg, Jogja. (Anandio Januar-Novi Vianita/detikJogja)

    Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta

    Buka: Setiap hari Selasa – Minggu (08.00 WIB – 15.00 WIB)

    Harga tiket masuk: Rp 2.000 (anak), Rp 3.000 (dewasa), dan Rp 10.000 (turis asing)

    Museum Benteng Vredeburg dibangun pada 1765 oleh pemerintah Belanda. Museum ini awalnya adalah benteng pertahanan dari serangan Kraton Yogyakarta.

    Di dalam museum ini, kamu akan menemukan sejumlah koleksi, seperti diorama yang menceritakan perjuangan rakyat pra-proklamasi, bangunan-bangunan peninggalan Belanda, serta benda-benda bersejarah lainnya yang sangat khas dengan budaya masa lalu.

    2. Situs Warungboto

    Situs Warungboto Jogja. Foto diambil Senin (3/9/2023).Situs Warungboto Jogja. (Anandio Januar/detikJogja)

    Lokasi: Jalan Veteran No. 77, Kalurahan Warungboto, Kêmantrèn Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

    Buka: Setiap hari (08.00 WIB – 17.00 WIB)

    Harga tiket masuk: Gratis

    Situs Warungboto merupakan wisata sejarah yang memiliki banyak nama lain, yakni Umbul Warungboto, Pesanggrahan Warungboto, dan Pesanggrahan Rejowinangun. Banyaknya nama ini bisa jadi karena situs ini berada di dua kalurahan yang berbeda.

    Dikutip dari website resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, situs bersejarah ini dulunya dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono II ketika beliau sedang menjadi putra mahkota pada periode 1765-1792. Selain menjadi tempat beristirahat, Pesanggrahan Rejowinangun juga merupakan sebuah benteng pertahanan dari sisi timur Keraton Ngayogyakarta.

    Pesanggrahan ini juga dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, dan kebun di sisi timur. Sementara, di sisi barat merupakan kompleks bangunan berkamar dan dua kolam pemandian.

    3. Keraton Yogyakarta

    Keraton YogyakartaKeraton Yogyakarta (Pradita Utama/detikTravel)

    Lokasi: Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

    Buka: Setiap hari (08.30 WIB – 14.00 WIB)

    Harga tiket masuk: mulai dari Rp 5.000 – Rp 15.000 per orang.

    Salah satu wisata sejarah di Jogja yang wajib kamu kunjungi tentu saja Keraton Yogyakarta. Tempat wisata sekaligus salah satu ikon kota ini memiliki nama asli Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Hingga kini, istana ini masih dihuni oleh para keturunan raja-raja Yogyakarta.

    Tidak hanya melihat bangunan bersejarah saja, kamu juga bisa menyaksikan berbagai pertunjukan atau upacara adat yang masih sering dilakukan oleh pihak keraton. Jika masuk ke dalam, kamu juga akan menemukan barang-barang pusaka peninggalan zaman dulu.

    Barang-barang pusaka tersebut misalnya seperti kereta kencana, keris, tombak, ampilan, panji-panji, pelana kuda, dan regalia. Tak heran, lokasi ini juga sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia.

    4. Taman Sari Keraton Yogyakarta

    Wisatawan berfoto di halaman Tamansari Yogyakarta, Sabtu (26/6/2021). Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X menutup sementara wisata milik Keraton Yogyakarta antara lain Museum Kereta Keraton, Kompleks Pagelaran, Keben/Kompleks Kedhaton (Museum Keraton), Tamansari, serta Puralaya Imogiri dan Kotagede selama satu pekan mulai Sabtu (26/6) hingga Jumat (2/7) untuk menekan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.Wisatawan berfoto di halaman Tamansari Yogyakarta, Sabtu (26/6/2021). (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

    Lokasi: Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

    Buka: Setiap hari (09.00 WIB – 15.00 WIB)

    Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.

    Wisata sejarah di Jogja lainnya yang wajib kamu kunjungi adalah Kampung Wisata Taman Sari. Bangunan yang sudah ada sejak abad ke-17 ini dibangun pada masa kesultanan Hamengkubuwono I dengan lama waktu pengerjaan sekitar 9 tahun (1758 hingga 1765).

    Dulunya, bangunan ini memiliki luas awal 10 hektar dengan 57 bangunan, yang terdiri dari kompleks kolam pemandian, pulau buatan, danau buatan, jembatan gantung, taman, lorong bawah tanah, kanal air, serta beberapa gedung dengan beragam arsitektur.

    Kini, salah satu bangunan yang masih tersisa dan bisa kamu nikmati adalah masjid bawah tanah. Masjid yang sangat populer di kalangan wisatawan ini sukses menjadi spot favorit untuk mengabadikan momen liburan yang menyenangkan.

    5. Monumen Yogya Kembali

    Pemasangan bendera raksasa di Monumen Yogya Kembali (Monjali), Rabu 29 Juni 2016Pemasangan bendera raksasa di Monumen Yogya Kembali (Monjali), Rabu 29 Juni 2016 (Sukma Indah P/detikcom)

    Lokasi: Jl. Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman

    Buka: Setiap hari Selasa – Minggu pukul 08.00 – 16.00 WIB.

    Harga tiket masuk: mulai dari Rp 10.000 – Rp 15.000 per orang.

    Museum ini mulai dibangun pada 29 Juni 1985 dan diresmikan pada 6 Juli 1989 oleh Presiden Soeharto.

    Museum ini didirikan dengan tujuan untuk memperingati peristiwa sejarah ditariknya tentara kolonial Belanda dari Ibu Kota Yogyakarta pada 29 Juni 1949, yang sekaligus juga menjadi penanda berfungsinya kembali Kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia yang direbut dari penjajah Belanda.

    Gagasan awal pendirian Museum Monjali disampaikan oleh Kolonel Sugiarto dalam peringatan Yogya Kembali yang diselenggarakan pada 29 Juni 1983.

    Keunikan Museum Monjali terletak pada struktur bangunannya. Bangunan Monjali berbentuk kerucut yang terdiri dari 3 lantai. Bentuk bangunan yang unik ini sangat ikonik dan telah menjadi ciri khas dari Museum Monjali.

    Selain itu, keunikan lain dari Museum Monjali adalah bangunan induk museum yang dikelilingi oleh kolam ikan.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Staycation Eksklusif Rasa Maldives Dekat Jakarta di Kepulauan Seribu



    Jakarta

    Ingin merasakan liburan ala Maldives tanpa harus jauh-jauh ke luar negeri? Kepulauan Seribu bisa jadi jawabannya.

    Kawasan yang ditetapkan sebagai Taman Nasional sejak 2002 ini menawarkan perpaduan antara pesona bahari, keindahan alam tropis, hingga pengalaman staycation eksklusif yang tak kalah dari destinasi internasional.

    “Kawasan ini bukan hanya sekadar destinasi wisata bahari, tetapi juga kawasan konservasi yang dilindungi,” tulis keterangan resmi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Pemprov DKI Jakarta yang dikutip, Senin (25/8/2025).


    Dengan lebih dari 100 pulau kecil di utara Jakarta, Kepulauan Seribu punya dua sisi menarik: pulau berpenghuni dengan suasana lokal, serta pulau privat dengan resort mewah.

    Pulau Pramuka, Pari, Untung Jawa, dan Tidung menjadi opsi terjangkau bagi wisatawan. Homestay dan guest house dikelola masyarakat lokal, menghadirkan keramahan khas pesisir sekaligus kesempatan mengenal budaya serta ikut kegiatan konservasi.

    Di sisi lain, wisatawan bisa menemukan ketenangan di Pantai Pasir Perawan Pulau Pari, suasana ramai di Pulau Untung Jawa, momen romantis di Jembatan Cinta Pulau Tidung, hingga mengunjungi pusat konservasi penyu sisik yang dikelola oleh warga bersama Balai Taman Nasional di Pulau Pramuka.

    Bagi yang mencari liburan lebih privat, sejumlah resort hadir di pulau-pulau tak berpenghuni. Pulau Macan terkenal dengan konsep eco-luxury, sementara Desa Laguna menawarkan villa privat dengan dermaga snorkeling, menjadikan tempat ini cocok untuk honeymoon atau retreat penuh ketenangan.

    Ada pula Asha Resort di Pulau Payung dengan fasilitas lengkap seperti water park, ATV, hingga beach club. Resort ini adalah pilihan tepat bagi keluarga yang menyukai aktivitas luar ruang.

    Alternatif lain, ada Pulau Sepa yang disebut “Maldives-nya Jakarta” karena pasir putih dan lautnya yang tenang, lalu Oba Resort di Pulau Genting Kecil menghadirkan suasana hangat, personal, dan bersahaja.

    Akses menuju Kepulauan Seribu relatif mudah, melalui Marina Ancol, Muara Angke, atau Tanjung Pasir. Wisatawan bisa menyesuaikan pilihan transportasi dan pulau tujuan sesuai kebutuhan.

    Menurut keterangan resmi Dinas Parekraf, Kepulauan Seribu menjadi destinasi yang menghadirkan pengalaman berlibur berbeda. Dekat dari ibu kota, namun memberikan suasana jauh dari hiruk pikuk, kawasan ini cocok untuk melepas penat, menyatu dengan alam, dan kembali dengan energi baru.

    Waktunya merasakan sendiri keajaiban tropis di depan mata. Nikmati suasana yang memadukan kenyamanan modern dengan pesona alam yang menyegarkan.

    Rencanakan staycation Anda sekarang, manjakan diri dengan pengalaman berbeda, dan temukan sisi lain Jakarta yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya-dari sudut tenang penuh hijau hingga momen relaksasi yang membuat hati terasa lebih ringan.

    (akn/ega)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kepulauan Seribu, Surga Tropis Tak Terduga di Utara Jakarta



    Jakarta

    Tak perlu jauh-jauh untuk merasakan liburan bahari tropis. Cukup menyeberang sekitar satu jam dari Jakarta, wisatawan sudah bisa menikmati laut biru jernih, pasir putih, hingga biota laut yang beragam di Kepulauan Seribu.

    Sejak ditetapkan sebagai Taman Nasional pada 2002, Kepulauan Seribu menjadi rumah bagi terumbu karang, hutan mangrove, penyu sisik, hingga elang bondol. Konsep ekowisata berkelanjutan diterapkan agar keindahan alam tetap terjaga, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

    “Kawasan ini adalah keindahan alam yang dijaga dengan konsep ekowisata berkelanjutan. Beberapa pulau telah berkembang jadi destinasi wisata, sementara sisanya dibiarkan tetap liar agar menjaga harmoni antara manusia dan alam,” tulis Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) dalam keterangan resminya, Selas (25/8/2025).


    Beberapa pulau populer seperti Pulau Tidung dengan jembatan cintanya, Pulau Pari dengan Pantai Perawan yang tenang, serta Pulau Harapan yang cocok untuk island hopping ke pulau-pulau kecil di sekitarnya, menjadi favorit wisatawan.

    Akses ke kawasan ini dapat ditempuh dengan kapal cepat dari Dermaga Marina Ancol atau kapal tradisional dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke.

    Selain itu, wisatawan tak perlu cuti panjang atau transit di bandara, Kepulauan Seribu menawarkan liburan laut praktis. Dalam satu akhir pekan, wisatawan bisa snorkeling, diving, atau sekadar bersantai menikmati senja dari penginapan terapung.

    Aktivitas snorkeling dan diving menjadi daya tarik utama. Perairannya yang relatif tenang membuat kegiatan ini aman bagi pemula hingga anak-anak.

    Sejumlah titik favorit di antaranya Pulau Pramuka dengan pusat konservasi penyu, Pulau Sepa yang dijuluki ‘Little Bali’, Pulau Macan dengan eco resort sehingga area perairannya juga kaya biota laut, hingga Pulau Kotok yang ideal untuk fotografi bawah laut.

    Selain itu, wisatawan juga bisa mengikuti program transplantasi karang. Kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman berbeda, tetapi juga meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian laut.

    Ekowisata bukan hanya tren, melainkan kebutuhan. Di era perubahan iklim dan tekanan lingkungan yang semakin tinggi, Kepulauan Seribu menjadi contoh bagaimana destinasi wisata bisa tetap lestari dan ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan wisatawan.

    Dinas Parekraf juga mengingatkan wisatawan untuk memesan penginapan lebih awal saat musim liburan, membawa uang tunai karena tidak semua pulau memiliki ATM, serta menggunakan sunscreen dan perlengkapan snorkeling ramah lingkungan.

    Dengan lebih dari 100 pulau kecil, Kepulauan Seribu menawarkan pilihan liburan singkat yang praktis, terjangkau, sekaligus berkelanjutan. Surga tropis di utara Jakarta ini menyimpan pesona alam yang layak dijaga bersama.

    Menjelajah Kepulauan Seribu bukan hanya soal memanjakan mata dengan laut biru dan pasir putih, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Setiap kunjungan yang dilakukan dengan penuh kesadaran turut membantu menjaga kelestarian ekosistem, sehingga generasi mendatang juga dapat merasakan keindahan yang sama.

    (akd/akd)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Gunung Terindah di Jawa Tengah untuk Liburan di Akhir Pekan



    Yogyakarta

    Jawa Tengah kaya akan alam yang indah, termasuk gunung. Pendakian ke 5 gunung ini bisa jadi aktivitas liburanmu selanjutnya.

    Gunung-gunung di Jawa Tengah menjulang gagah dengan segudang cerita. Tiap gunung memiliki karakteristik masing-masing dari sisi geologi, ekosistem, maupun mitos yang membayanginya.

    Bukan hanya aktivitas fisik, pendakian ke gunung-gunung ini menjadi sebuah perjalanan spiritual dan budaya yang diincar oleh banyak wisatawan.


    Dikumpulkan detikTravel, inilah 5 gunung terindah Jawa Tengah untuk dijelajahi.

    1. Gunung Prau

    Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantis Foto: Rifkianto Nugroho

    Terletak di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Gunung Prau menjadi salah satu tempat pendakian favorit, terutama pendaki pemula. Memiliki ketinggian 2.565-2.590 mdpl, gunung ini terkenal dengan matahari terbitnya yang dramatis, latanya gunung Sindoro, Sumbing dan Merapi.

    Setelah matahari terbit, Anda akan disuguhi bukit-bukit kecil yang bergelombang menyerupai “Bukit Teletubbies” yang ikonik, ditumbuhi ilalang dan bunga-bunga liar. Keberadaan fenomena golden sunrise dan bukit teletubbies menjadikan Prau sebagai salah satu gunung di Jawa Tengah yang paling unik dan paling banyak diminati, terutama di akhir pekan.

    2. Gunung Merbabu

    Birunya langit dan hamparan putihnya awan manjakan mata para pendaki akan keindahan panorama di puncak gunung merbabu dari ketinggian 3.142 mdpl.Birunya langit dan hamparan putihnya awan manjakan mata para pendaki akan keindahan panorama di puncak gunung merbabu dari ketinggian 3.142 mdpl. Foto: Dok. Team Choral Adventure

    Gunung Merbabu adalah salah satu gunung api aktif. Terletak di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Semarang, gunung ini memiliki keunikan dari hamparan sabananya yang terkenal sebagai ‘Karpet Hijau’ di ketinggian 3.142 mdpl.

    Sabana Merbabu menawarkan pemandangan padang rumput hijau yang membentang seolah tak berujung, diselingi pohon-pohon edelweis dan bukit-bukit kecil. Pemandangan ini sangat kontras dengan gunung-gunung lain di Jawa yang mungkin didominasi hutan lebat.

    Sabana di Merbabu, seperti Sabana 1, Sabana 2, dan terutama di Pos Helipad (Puncak Kenteng Songo), seringkali menjadi spot favorit para pendaki untuk beristirahat dan berfoto. Saat musim kemarau, rumput-rumput ini akan mengering dan menguning, menciptakan nuansa Afrika yang eksotis. Merbabu menjadi gunung yang sangat ramah bagi pendaki pemula maupun profesional yang ingin menikmati pemandangan terbuka dan camping di bawah bintang-bintang.

    3. Gunung Sindoro

    Gunung SindoroGunung Sindoro Foto: Gema Bayu Samudra/d’Traveler

    Disebut sebagai kembaran Gunung Sumbing, Sindoro adalah gunung api yang masih aktif. Terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, keunikan Sindoro terletak pada kawahnya yang masih aktif dan mengeluarkan belerang. Ini menciptakan efek magis dan dramatis bagi pendaki di ketinggian 3.153 mdpl.

    Pendakian Sindoro cukup menantang, membutuhkan fisik yang prima. Namun, lelah akan terbayar lunas dengan pemandangan dari puncak yang luar biasa, meliputi hamparan awan, gunung-gunung lain di sekitarnya, serta kota-kota di bawahnya. Di beberapa jalur pendakian, Anda juga akan menemukan padang edelweis yang cantik, bunga abadi khas pegunungan.

    4. Gunung Andong

    Gunung AndongGunung Andong Foto: Pemkab Magelang

    Berlokasi di Kabupaten Magelang, Gunung Andong menjadi pilihan favorit bagi pendaki pemula dengan ketinggian 1.726 mdpl. Keunikan utamanya adalah pemandangan 5 gunung sekaligus dari puncaknya, yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Ungaran. Ini adalah bonus luar biasa yang jarang ditemukan di gunung lain.

    Pendakian ke puncak Andong biasanya hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam, menjadikannya pilihan ideal untuk pendakian singkat atau hiking santai. Dari puncak, Anda bisa menikmati panorama alam yang luas, perkebunan warga, dan desa-desa di bawahnya. Selain pemandangan, Andong juga memiliki beberapa jalur pendakian yang berbeda, menawarkan variasi pengalaman bagi pengunjung.

    5. Gunung Sumbing

    Gunung sindoro diselimuti awanSunset dari Gunung Sumbing Foto: detik

    Kembaran Gunung Sindoro ini memiliki ketinggian 3.371 mdpl, menjadikannya tertinggi ketiga di Pulau Jawa. Puncak Gunung Sumbing menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler, lautan awan, dan langit penuh bintang saat malam hari.

    Keunikannya adalah memiliki dua kawah (kawah mati dan kawah aktif) di puncaknya, meskipun kawah aktifnya tidak selalu terlihat jelas. Sumbing juga dikenal dengan vegetasi hutan tropisnya yang masih sangat alami, dengan keragaman flora dan fauna yang kaya.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bali Genjot 3 Destinasi Wisata Baru



    Denpasar

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membeberkan tiga destinasi wisata baru yang dibangun untuk pemerataan ekonomi.

    Tiga destinasi tersebut adalah kawasan Turyapada Tower di Buleleng, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung, dan Taman Wisata KBS Park di Jembrana.

    Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya menjelaskan perekonomian di Bali saat ini lebih banyak terpusat di wilayah selatan. Ia berharap pembangunan destinasi wisata baru itu bisa menggeliatkan pariwisata di wilayah Bali lainnya.


    “Untuk menyeimbangkan perekonomian wilayah Bali utara, timur, dan barat,” kata Sumarajaya saat memimpin rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, dan Asian Development Bank di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (29/8/2025).

    Sumarajaya juga menyampaikan arah kebijakan dan program pembangunan kepariwisataan Bali. Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengendalikan pembangunan hotel di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar.

    Selain itu, dia berujar, Pemprov Bali juga berupaya mengembangkan sistem transportasi berkualitas untuk meningkatkan daya saing pariwisata.

    Ia mengklaim arah kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas ekosistem alam dan lingkungan. Ia juga memaparkan penguatan tata kelola kepariwisataan Bali untuk mengatur orang asing di Pulau Dewata.

    Hal itu dilakukan sebagai respons atas banyaknya turis asing yang melakukan pelanggaran terhadap norma hukum dan budaya Bali.

    Kemudian, menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian lokal Bali dengan meningkatkan penggunaan produk lokal Bali,” imbuh Sumarajaya.

    Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Herfan Brilianto Mursabdo, mengungkapkan Bali menjadi wajah pariwisata Indonesia.

    Menurutnya, kepala daerah perlu memiliki visi yang jelas terkait pengembangan pariwisata di daerahnya.

    “Menjadi contoh bagi pengembangan di daerah-daerah lain, khususnya dalam hal keterbukaan masyarakatnya, kebudayaan masyarakatnya, serta bagaimana pemdanya memiliki visi yang jelas terhadap pengembangan pariwisata di daerah,” ujar Herfan.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata di Bali yang Dipercaya Mampu Menetralisir Ilmu Hitam



    Jakarta

    Bali terkenal dengan wisata spiritual yang beragam. Salah satunya adalah melukat atau penyucian diri. Melukat tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu Bali, tetapi juga dapat dilakukan oleh siapa saja.

    Di Bali terdapat banyak tempat untuk melaksanakan kegiatan spiritual melukat ini, salah satunya adalah Pura Tirta Empul Apuan Bangli.

    Sejarah

    Pura Tirta Empul Apuan ini dulunya adalah tempat beryoga Rsi Markandya saat berada di Bangli. Kala itu, masih di bawah kekuasaan Raja Tamanbali.


    Diberikan nama Tirta Empul karena terdapat tiga buah kepulan mata air yang berasal dari tempat tersebut. Pada jaba tengah terdapat dua sumber mata air yang biasa digunakan untuk melasti ketika pelaksanaan piodalan pada pura kahyangan tiga setempat. Sumber mata air pada jaba tengah khusus untuk pelaksanaan Dewa Yadnya saja.

    Daya Tarik

    Pura Tirta Empul Apuan Bangli ini memiliki area persembahyangan yang berarsitektur klasik Bali. Lokasinya berada di tengah rimbunnya hutan dan panorama alam hijau karena berada di bawah tebing dan di atas sungai sehingga suasana hening jauh dari keramaian.

    Pura Tirta Empul Apuan Bangli berdiri megah dengan kolam untuk melaksanakan penglukatan atau pembersihan diri. WIsata ini disebut penghulun tukad atau hulu sungai.

    Pura ini memiliki dua buah telaga di sebelah kanan dan kiri pura. Pada telaga kanan dilengkapi bale agung di tengah telaga. Sedangkan yang kiri tidak ada bale agung. Kedua telaga tersebut sebagai lambang Brahma dan Wisnu. Simbol Brahma yang berisikan bale agung dan simbol Wisnu telaga yang hanya kolamnya saja.

    Saat mengunjungi wisata ini, detikers akan merasakan suasana spiritual yang kental dengan pura, kolam, dan patung macan di bawah beringin Pura Tirta Empul Apuan ini. Areal tersebut diyakini sebagai penetralisir ilmu hitam (magis) atau niskala.

    Lokasi

    Pura Tirta Empul Apuan berada di tengah pulau Bali, yaitu di Jalan Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

    Rute

    Mengunjungi Pura Tirta Empul Apuan memerlukan waktu tempuh perjalanan sekitar 1 jam 15 menit dari Denpasar dengan jarak sekitar 36 km. Ketika sudah sampai di parkiran wisata ini, Anda dapat berjalan sekitar 200 meter untuk sampai di Pura Tirta Empul Apuan ini.

    Jam Buka

    Meski tidak ada informasi khusus terkait jam buka Pura Tirta Empul Apuan, detikers yang ingin mengunjungi wisata ini sebaiknya datang di kisaran pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore.

    Tiket Masuk

    Untuk memasuki wisata ini, perlu menyiapkan uang untuk medana punia (pemberian tulus ikhlas). Belum ada tarif pasti terkait tiket masuk.

    Artikel ini sudah tayang di detikBali. Baca selengkapnya di sini.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Hotel Terbaik Dunia 2025 Ada Resor Mewah di NTT, Indonesia


    Jakarta

    Hotel bukan sekadar tempat menginap, melepas lelah, atau persinggahan sementara bagi para wisatawan. Dengan penataan yang tepat, hotel meninggalkan impresi sangat kuat bagi para pengunjung yang selalu mengingat layanan dan semua ciri khasnya. Keunggulan ini membuat hotel punya posisi spesial di hati para wisatawan.

    10 Hotel Terbaik di Dunia 2025

    Dikutip dari Travel+Leisure, hotel dengan hospitality berkualitas dan pemandangan indah tersebar di seluruh dunia. Kualitas ini didukung dengan desain yang memanjakan mata plus fasilitas lengkap. Berikut deretan hotel terbaik di seluruh dunia.

    1. Hotel Capella Bangkok, Thailand

    Capella Bangkok, hotel terbaik di dunia 2024Capella Bangkok, Thailand (dok. Capella Bangkok)

    Capella Bangkok terletak di Jalan Charoenkrung, kawasan tepi Sungai Chao Phraya dengan pemandangan yang luar biasa. Lokasi hotel juga sangat strategis yang memudahkan wisatawan menjelajah kuliner, budaya, serta kehidupan modern khas Bangkok.


    Dikutip dari New York Post, hotel ini memberikan kesan eksklusif dan privat bagi tamunya dengan hanya menyediakan 101 suite dan vila.
    Hampir semua kamar didesain menghadap Sungai Chao Phraya, sehingga tamu dapat menikmati panorama sungai dari balkon pribadinya.

    Capella Bangkok semakin istimewa karena layanan personal capella culturist, semacam concierge pribadi. Layanan ini siap merancang pengalaman unik sesuai kebutuhan, mulai dari tur kuliner jajanan khas Bangkok hingga meditasi di kuil tua. Konsep layanan ini jarang ditemukan di hotel lain dan menjadi identitas khas Capella.

    2. Hotel Passalacqua, Italia

    Hotel PassalacquaHotel Passalacqua (dok. CNN)

    Hotel mewah Passalacqua di tepi Danau Como, Italia tak hanya memanjakan tamu dengan layanan dan keindahan alam serta bangunan. Tapi juga kekayaan sejarah yang bikin vibe menginap di hotel ini terasa makin istimewa. Bangunan Hotel Passalacqua telah berdiri sejak abad ke-18 sebagai vilanya para bangsawan dan seniman.

    Vila tersebut dipugar menjadi hotel butik tanpa kehilangan nuansa klasik dan antik. Passalacqua hanya memiliki 24 kamar dan suite yang menjadikannya sangat eksklusif. Setiap kamar dihiasi dengan furnitur antik, fresco, lampu kristal murano, dan kain sutra elegan yang membuat suasana begitu berkelas.

    Hotel juga punya taman seluas 7 hektar dengan desain bertingkat yang dipenuhi pohon zaitun, mawar, magnolia, dan aliran air hingga ke tepi danau. Lokasi hotel hanya berjarak sekitar 15 menit dari Kota Como sehingga mudah dijangkau tapi tetap jauh dari hiruk pikuk turis.

    3. Hotel Rosewood Hong Kong, Hong Kong

    Rosewiood Hong KongRosewiood Hong Kong (dok. situs rosewoodhotels)

    Rosewood Hong Kong berdiri megah di kawasan Victoria Dockside, Tsim Sha Tsui, Kowloon, tepat di tepi Victoria Harbour. Letaknya sangat strategis dekat layanan kereta MTR, star ferr, pusat perbelanjaan, dan distrik seni sehingga memudahkan tamu menjelajahi kota.

    Hotel ini dikenal dengan desain modern mewah berupa jendela besar dari lantai ke langit-langit yang menampilkan panorama pelabuhan. Interiornya memadukan elegansi Asia dengan sentuhan urban kontemporer yang ikonik. Hotel juga menyediakan fasilitas eksklusif seperti Asaya Spa dan Manor Club di lantai 40.

    4. Hotel Cheval Blanc, Paris

    Hotel Cheval BlancHotel Cheval Blanc (dok. AFP/Thomas Samson)

    Cheval Blanc mewujudkan impian para tamu yang ingin melihat keindahan dan merasakan romantisme Paris. Di sini, tamu bangun tidur hanya beberapa langkah dari Museum Louvre dan bisa menyusuri Sungai Seine. Tamu juga bisa melihat langsung panorama Le Marais dan mendapatkan akses langsung ke Notre Dame serta Pont Neuf,

    Dikutip dari Architectural Digest, hotel ini memadukan gaya art deco dan kontemporer dengan rancangan interior hasil kreativitas 600 pengrajin. Aula lobi hingga kamar dan suite menampilkan keindahan tekstur marmer, wallpaper buatan tangan, dan furniture custom.

    Hotel ini hanya memiliki 72 kamar dan suite mulai dari kamar deluxe hingga suite mewah dengan kolam renang pribadi. Menginap di Cheval Blanc Paris adalah pengalaman istimewa yang memadukan layanan personal, kenyamanan, dan kemewahan karya seni, plus keindahan tatanan kota.

    5. The Upper House, Hong Kong

    Upper House Hong KongUpper House Hong Kong (dok. situs theupperhouse)

    Hotel di distrik Admiralty ini berada di atas Pacific Place dekat dengan stasiun MTR Admiralty. Saking dekatnya, para tamu cukup jalan kaki menuju layanan transportasi umum yang akan membawa pengunjung keliling Hong Kong. Meski berada di pusat, suasananya tetap tenang dan privat.

    Dikutip dari Conde Nast (CN) Travel, hote didesain dengan gaya minimalis kontemporer tanpa kehilangan estetika khas Asia modern. Tiap kamar yang tersedia seluas 67 m² dilengkapi dengan palet netral, kayu, oak, serta jendela besar yang menyuguhkan pemandangan pelabuhan dan perbukitan kota.

    6. Raffles Singapore, Singapura

    Raffles Hotel di Singapura.Raffles Hotel di Singapura (dok. Walter Bibikow/Getty Images)

    Raffles Hotel terletak di kawasan strategis Civic District, hanya beberapa langkah dari stasiun MRT City Hall. Hotel juga dekat dengan Raffles City, Marina Baya, Chinatown, dan Orchard Road yang menjadikan setiap eksplorasi terasa gampang dan elegan. Tiap kamar dilengkapi dengan kontrol pribadi lewat iPad.

    Arsitektur hotel dirancang bergaya neo-Renaissance-kolonial dengan langit-langit tinggi, lantai kayu, dan teras luas. Dengan desain ini, Raffles Hotel menyediakan pengalaman menginap penuh keanggunan di masa lalu, namun dengan kemewahan modern khas masa kini. Hotel dilengkapi dengan layanan butler pribadi 24 jam yang siap setiap saat.

    7. Aman Tokyo, Jepang

    Hotel Aman di TokyoHotel Aman di Tokyo (dok. situs Hotel Aman, Tokyo)

    Berada di daerah prestisius Otemachi, Chiyoda, Aman Tokyo menempati enam lantai teratas sebuah pencakar langit. Hotel terhubung langsung dengan stasiun Otemachi yang tidak jauh dengan pusat finansial dan dekat Istana Kekaisaran. Kemewahan dan modernitas berpadu dengan cita rasa yang khas dengan akar budaya Jepang.

    Atmosfer hotel juga sangat khas Jepang dengan beragam material alami khas negara matahari terbit ini. Misal camphor wood, kertas washi, dan bata batu menciptakan estetika ryokan modern. Kamar tersedia luas dengan jendela dari lantai hingga atap, serta bath tube dari satu blok batu granit. Menginap di sini lebih dari sekedar bermalam, tapi juga merasakan atmosfer tenang Jepang dengan semua aspek budaya dan modernitasnya.

    8. Soneva Fushi, Maladewa

    Penginapan di Maladewa.Soneva Fushi di Maladewa (dok. CNN/Soneva Fushi)

    Hotel Soneva Fushi berada di pulau terbesar di Baa Atoll, Maladewa yang dapat dijangkau melalui penerbangan laut selama sekitar 30 menit dari Malé. Pulau dengan luas sekitar 1,4 km × 0,4 km ini bisa dijelajahi dengan sepeda melewati hutan tropis dan pantai berpasir putih dengan santai.

    Vila di hotel ini dibangun dari kayu daur ulang dengan atap alang-alang, memadukan kenyamanan modern dan nuansa alam ruang terbuka, kamar mandi outdoor, kolam pribadi, serta berbagai elemen alami.
    Tentunya pengunjung hotel ini memperoleh layanan private dan personal, kuliner avant garde, serta keindahan dan kemewahan khas wilayah tropis.

    9. Atlantis The Royal, Dubai

    Hotel mewah di Dubai, Atlantis The RoyalHotel mewah di Dubai, Atlantis The Royal (dok. Atlantis the Royal Dubai)

    Atlantis The Royal berdiri megah di ujung utara Palm Jumeirah, pulau buatan ikonik berbentuk pohon palm di Dubai. Resor ini menyediakan pemandangan lepas ke Teluk Persia dengan struktur arsitektur futuristik. Bangunan hotel menampilkan desain bertingkat dengan ruang terbuka serta materi transparan untuk menciptakan efek cahaya dan kesejukan alami.

    Hotel 43 lantai ini menyediakan 795 kamar yang menampilkan kesan glamor, mewah, dan spektakuler. Tiap tamu bisa merasakan layanan butler 24 jam, akses ke Royal Club Lounge dengan sarapan gourmet hingga afternoon tea, sampai momen eksklusif yang kerap dihadiri selebriti dunia.

    10. Nihi Sumba, Indonesia

    Intip Resto dan Menu Makanan di Nihi Sumba, Tempat Liburan GiselIntip Resto dan Menu Makanan di Nihi Sumba (dok. instagram @nihisumba)

    Hotel ini adalah resor mewah yang berlokasi di Hoba Wawi, Wanaloka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Ciri khas Nihi Sumba terletak pada filosofi Edge of Wildness, yaitu kemewahan berpadu dengan kebebasan dan koneksi mendalam dengan alam sekitar. Hotel ini hanya menyediakan 27 vila yang dirancang khas rumah tradisional Sumba dengan atap jerami berpuncak, kolam renang pribadi, kamar mandi luar ruangan, dan akses langsung ke laut biru.

    Desain ini memadukan estetika rustic dan kenyamanan modern dalam sebuah harmoni. Para tamu di hotel ini berkesempatan menjelajahi budaya dan alam Sumba yang otentik, serta kontribusi terhadap konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui tur Sumba Foundation.

    Bisa mengunjungi hotel mewah terbaik di dunia ini tentu akan jadi pengalaman berharga. Memori ini tentu sangat menyenangkan dikenang sepanjang hidup.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pulau Merak Kecil, Permata Tersembunyi di Ujung Barat Banten


    Jakarta

    Terletak tak jauh dari riuhnya kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Merak, Pulau Merak Kecil hadir sebagai oase tersembunyi untuk liburan singkat.

    Dalam beberapa tahun terakhir, pulau ini kian dilirik sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin sejenak melepaskan penat dari rutinitas kota.

    Pulau mungil itu memanjakan mata dengan pasir putih yang lembut, air laut jernih kebiruan, serta gugusan karang kecil yang menjadi latar menarik untuk berfoto. Panorama tersebut menjadikan tempat ini sebagai spot yang Instagramable, terutama bagi pemburu foto estetik di alam terbuka.


    Tak hanya indah di siang hari, Pulau Merak Kecil juga menawarkan pengalaman menyaksikan matahari terbenam yang dramatis. Saat cuaca cerah, khususnya di awal tahun pengunjung bisa menikmati pemandangan sunset point yang memukau dari bibir pantai.

    Liburan Seru, Dompet Tetap Aman

    Bagi traveler yang ingin menikmati liburan dengan aktivitas menyenangkan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, Pulau Merak Kecil bisa jadi pilihan tepat. Suara debur ombak yang tenang dan semilir angin laut menjadi teman ideal untuk bersantai, berenang, atau sekadar duduk menikmati suasana.

    Traveler yang ingin menyelami keindahan bawah laut, tersedia paket snorkeling dengan biaya sekitar Rp 420.000 per grup berisi lima orang. Sementara itu, pecinta adrenalin bisa mencoba wahana permainan air seperti banana boat, donat boat, dan speedboat keliling pulau, dengan tarif mulai dari Rp 30.000 per orang.

    Tak hanya aktivitas siang hari, traveler juga diperbolehkan berkemah di pulau tersebut. Tarif camping bervariasi, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 125.000 per orang, tergantung fasilitas yang digunakan. Malam hari di pulau ini menawarkan pengalaman yang jarang didapat: tidur beratapkan langit penuh bintang, dengan suara ombak sebagai pengantar.

    Suasana Tenang untuk Liburan Singkat

    Meski mulai ramai dikunjungi, suasana Pulau Merak Kecil tetap terjaga tenangnya, terutama di hari kerja. Perpaduan pasir putih, laut biru, serta siluet kapal feri di kejauhan menciptakan pemandangan bak lukisan hidup.

    Pulau Merak Kecil ini bukan sekadar titik kecil di peta, melainkan tempat sempurna untuk short escape tanpa harus bepergian jauh dari ibu kota. Dengan biaya terjangkau dan akses yang mudah, Pulau Merak Kecil menjadi pilihan menarik bagi siapa pun yang mendambakan ketenangan, keindahan alam, dan pengalaman berbeda.

    (upd/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Peta Lengkap Pulau Sumatera untuk Traveler



    Jakarta

    Traveler yang ingin menjelajahi keindahan Sumatera, harus baca peta wisata ini. Banyak tempat menarik yang bisa kamu temukan, mulai dari keindahan laut, kuliner hingga kekayaan budaya di Pulau Sumatera.

    1. Aceh

    Masjid Baiturrahman Aceh (Agus Setyadi/detikcom)Masjid Baiturrahman Aceh (Agus Setyadi/detikcom)

    Tak lengkap rasanya bila tak mencicipi mie aceh dan teh tarik saat wisata ke Provinsi Aceh. Kekayaan kuliner dengan rempah yang khas membuat masakan Aceh juga selalu menjadi incaran pecinta kuliner.

    Selain itu, Aceh juga banyak punya potensi wisata seperti Pulau Weh (Sabang) Pantai Iboih, Kilometer Nol, destinasi alam dan sejarah. Jelajahi juga megahnya Masjid Baiturrahman yang berdiri megah di Banda Aceh.


    2. Sumatera utara

    UNESCO menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark dalam Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO hari Selasa 7 Juli  2020.Kaldera Toba (KBRI Paris)

    Adapun wisata yang bisa kamu kunjungi di Sumatera Utara diantaranya Danau Toba, Pulau Samosir, Air Terjun Sipiso-piso, Bukit lawang dan Istana Maimun & Rumah Tjong A Fie.

    Traveler pecinta alam harus banget nih datang ke Bukit Lawang yang menjadi gerbang utama ke Taman Nasional Gunung Leuser dan habitat orangutan Sumatera.

    Teruntuk kamu yang mencari kuliner, harus banget menikmati Bika Ambon (kue Medan bertekstur berongga dan manis), Sasagun (snack Batak dari tepung ketan dan gula, simbol ikatan keluarga), Sambal Andaliman, Ikan Arsik, serta Soto Medan dan masakan Batak.

    3. Sumatera Barat

    Siapa yang tak kenal Jam Gadang? Ikon Bukittinggi, Sumatera Barat ini hampir 100 tahun berdiri kokoh meski tanpa besi penyangga dan semen. Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat (Rifkianto Nugroho)

    Sumatera Barat dikenal dengan kekayaan kulinernya yang beragam. Datang ke Ranah Minang harus banget makan rendang, sate, dan aneka jajanan pasarnya yang unik di berbagai daerah.

    Destinasi wisata yang iknoik dengan Sumbar diantaranya Jam Gadang ( Bukittinggi), Ngarai Sianok, Lembah Harau (Payakumbuh), Sawahlunto dan lainnya. Bagi kamu yang ingin menikmati keindahan laut Sumbar, bisa datang ke kawasan Mandeh di Pesisir Selatan.

    4. Riau

    Koleksi Museum Sang Nila Utama (Foto: Raja Adil/detikcom)Koleksi Museum Sang Nila Utama (Raja Adil/detikcom)

    Wisata ke Riau, kamu bisa datang ke Museum Sang Nila Utama (Pekanbaru). Nikmati juga olahan gulai belacan dan gulai ikan patin yang otentik.

    5. Jambi

    Foto udara sejumlah pengunjung berada di halaman Candi Tinggi, Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi, Muaro Jambi, Jambi, Minggu (2/7/2023). Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Muaro Jambi mencatat, jumlah rata-rata kunjungan wisatawan selama libur Lebaran Idul Adha di kawasan pendidikan tertua di Indonesia dan terluas di Asia yang berdiri sejak abad 7 hingga 12 Masehi itu mencapai seribu pengunjung per hari. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YUFoto udara sejumlah pengunjung berada di halaman Candi Tinggi, Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi, Muaro Jambi, Jambi (Wahdi Septiawan/Antara)

    Beberapa tempat wisata yang bisa kamu datangi di Jambi yaitu Candi Muara Jambi, Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, dan Bukit Khayangan. kamu harus tahu nih bahwa Candi Muara Jambi merupakan salah satu komplek candi terbesar di Asia Tenggara lho.

    6. Sumatera Selatan

    Bersantai menikmati sore di Jembatan Ampera atau tepian Sungai Musi bisa nih kamu lakukan saat menikmati keindahan Sumatera Selatan. Selain itu kunjungi juga Danau Ranau, Air Terjun Bidadari, dan Taman Sriwijaya.

    Nikmati juga kuliner khas di sana yaitu pempek, lenggang, martabak kuah kari, kopi tradisional dan pindang yang menggugah selera.

    7. Bengkulu

    Pekerja mengecat bagian dalam situs cagar budaya Benteng Marlborough di Kota Bengkulu, Bengkulu, Selasa (15/10/2024). Pengecatan tersebut dilakukan untuk merawat dan menjaga situs cagar budaya dalam kondisi baik saat dikunjungi para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa.Pekerja mengecat bagian dalam situs cagar budaya Benteng Marlborough di Kota Bengkulu (Muhammad Izfaldi/rwa/Antara)

    Bila datang ke Bengkulu, sempatkan berkunjung ke Pantai Panjang dan Benteng Marlborough. Saat di sana, cobalah pendap, hidangan ikan seperti bagar hiu dan ikan pais.

    8. Lampung

    Pulau Pahawang LampungPulau Pahawang Lampung (Instagram @pahawang.island.lampung)

    Lampung dikenal dengan kekayaan lautnya yang selalu menjadi tujuan open trip kaula muda. Seperti berkunjung ke Way Kambas, Pantai Gigi Hiu, Puncak Mas dan Pulau Pahawang.

    9. Bangka Belitung

    Replika Sekolah Laskar Pelangi merupakan objek wisata populer di Belitung Timur. Objek wisata ini pernah digunakan untuk lokasi pembuatan film Laskar Pelangi.Replika Sekolah Laskar Pelangi merupakan objek wisata populer di Belitung Timur. (Fakhri Hermansyah/Antara)

    Manjakan lidah traveler dengan mie Bangka, lempah kuning dan otak-otak khas Bangka yang ‘ikan banget’. Kunjungi juga pesona alamnya yang memukau seperti Pantai Tanjung Tinggi dan Danau Kaolin

    Kamu yang membaca novel Andrea Hirata ‘Laskar Pelangi’ juga bisa berkunjung ke resplika SD Muhammadiyah Gantong yang berada di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com