Tag: pulau

  • 7 Spot Tercantik di Raja Ampat yang Wajib Kamu Lihat Sebelum Terlambat


    Jakarta

    Raja Ampat belakangan ramai diperbincangkan karena menjadi lokasi tambang nikel. Eksploitasi ini berdampak buruk pada kebersihan lingkungan, keanekaragaman hayati, keberlangsungan pulau, dan kehidupan masyarakat Raja Ampat.

    Bahkan, bukan tidak mungkin pulau-pulau di Raja Ampat menghilang akibat abrasi karena penggalian nikel terus menerus. Nah, sebelum kondisi Raja Ampat berubah karena penggalian tambang ada baiknya detikers segera menikmati pesona kepulauan ini.

    7 Spot Tercantik di Raja Ampat

    Dikutip dari arsip detiktravel, berikut destinasi wisata yang bisa dikunjungi secepatnya sebelum keindahan Raja Ampat berubah


    1. Pulau Wayag

    Gugusan pulau karst di Raja AmpatGugusan pulau karst di Raja Ampat Foto: (Anton Chandra/d’Traveler)

    Di antara banyak pulau di Raja Ampat, Pulau Wayag bisa dikatakan menjadi yang paling ikonik. Pulau Wayag terkenal dengan puncak karang lancip di tengah laut biru hijau yang mempesona. Pemandangan indah Pulau Wayag makin sempurna jika disaksikan dari atas bukit.

    2. Pulau Piaynemo

    bukit karst piaynemoBukit karst Piaynemo Foto: Kata Waktu

    Nama Pulau Piaynemo makin dikenal setelah kerap disebut nama kasus tambang nikel Raja Ampat. Piaynemo mirip Wayag sehingga kerap disebut Wayag Mini karena memang berukuran lebih kecil. Bukit karang dan laut hijau-biru bikin turis berdecak kagum serta tidak bosan.

    3. Pulau Misool

    MisoolPulau Misool (Ryan Febrian/d’Traveler)

    Misool adalah bagian dari kawasan Segitiga Terumbu Dunia (Coral Triangle) dengan biodiversity flora dan fauna. Tak heran jika Misool menjadi destinasi wisata paling populer untuk diving dan snorkeling. Menyelam di laut Pulau Misool akan jadi pengalaman tak terlupakan seumur hidup.

    4. Telaga Bintang

    Piaynemo dan Telaga Bintang Raja AmpatTelaga Bintang (star lagoon) Raja Ampat Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

    Lanskap alam ini adalah danau air laut yang tidak terlalu besar (lagoon) berbentuk bintang. Danau dikelilingi karang dengan air laut sangat jernih. Spot ini cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan sejuknya air laut dengan berenang, atau menikmati kekayaan hewan dan tumbuhan bawah laut.

    5. Batu Pensil

    Batu Pensil di Teluk Kabui Raja AmpatBatu Pensil di Teluk Kabui Raja Ampat (Wahyu Setyo Widodo)

    Seperti namanya, karang ini menjulang tinggi dengan ujung agak lancip mirip ujung pensil. Dengan bentuk yang khas ini, Batu Pensil menjadi ikon Raja Ampat dan sangat populer sebagai spot foto. Spot Batu Pensil ini makin menonjol karena dikelilingi laut biru jernih.

    6. Pasir Timbul

    Pasir timbul Raja AmpatPasir Timbul Raja Ampat (Gema Bayu Samudra/d’Traveler)

    Di Raja Ampat, pasir pantai bisa ditemukan muncul di tengah lautan. Pasir Timbul ini bisa terlihat saat air laut surut menjadi daratan sendiri, seperti fenomena Tanah Lot di Bali. Seperti Batu Pensil, Pasir Timbul menjadi spot ikonik Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat Daya.

    7. Desa Wisata Arborek

    Desa Wisata ArborekDesa Wisata Arborek (Kampung Wisata Arborek/Instagram)

    Kawasan ini menyimpan informasi budaya asli masyrakat Raja Ampat. Wisatawan bisa nginep di homestay yang dikelola warga setempat, sambil melihat dari dekat aktivitas mereka sehari-hari. Tentunya Dewa Wisata Arborek dikelilingi pantai indah dengan laut jernih dan pasir putih.

    Pemerintah belakangan telah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan di Raja Ampat. Namun IUP satu perusahaan belum dicabut, meski pemerintah mengatakan akan mengawasi ketat. Dengan kondisi ini, tak ada salahnya kamu menempatkan Raja Ampat dalam wish list liburan kamu.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Destinasi yang Lebih Seru dari Bali tapi Belum Diketahui


    Jakarta

    Bali adalah destinasi wisata yang sudah terkenal dengan keindahan alam, budaya, dan perilaku baik para penduduknya. Kualitas akomodasi dan hospitality di Bali tak perlu diragukan lagi dengan kisaran harga beragam sesuai keinginan turis.

    Namun, pesona Indonesia sebetulnya bukan sekadar Bali. Masih banyak spot wisata lain yang tidak kalah seru dan menyimpan pesona alam, budaya, serta keanekaragaman hayati. Travelers tentunya bisa memasukkan spot ini ke dalam wish list kamu selanjutnya.

    5 Destinasi yang Bisa Jadi Lebih Seru dari Bali

    Tujuan wisata ini bukannya tidak diketahui sama sekali para penyuka traveling dan penikmat keindahan alam. Namun mungkin belum banyak masuk dalam daftar spot liburan selanjutnya, meski sebetulnya sangat indah dan layak dikunjungi


    1. Danau Labuan Cermin

    Danau di BerauDanau di Berau (Mahyudin Alkadri/dTraveler)

    Jam buka

    Tiket masuk

    Alamat

    • Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

    Rute

    • Pengunjung dari Bandara Sepinggan melanjutkan perjalanan dengan pesawat lagi menuju Bandara Tanjung Redeb, Berau
    • Kemudian, pengunjung bisa menempuh perjalanan
      darat menuju Desa Biduk-Biduk dengan mobil sewaan seharga Rp 500 ribu dan waktu tempuh 6 jam
    • Setelah sampai di Desa Biduk-Bidu, pengunjung harus trakking selama 30-45 menit menuju Desa Labuan Kelambu.

    Spot wisata yang juga dikenal sebagai Danau Dua Rasa ini punya keindahan yang tidak perlu diragukan. Air pada lapisan bawah punya rasa asin, sedangkan di lapisan tidka ada rasanya

    “Salah satu destinasi wisata terbaik di Berau, Kalimantan Timur. Mudah diakses dan biaya transportasi cukup murah, apalagi jika datang beramai-ramai. Harap berhati-hati dengan barang bawaan, karena banyak monyet di sekitar lokasi,” tulis akun google Siti Komariah.

    2. Kepulauan Kei

    Pulau Kei. Kepulauan Kei terletak di Laut Banda, tepatnya di Maluku Tenggara, Indonesia. Kepulauan Kei adalah bagian dari Wallacea, gugusan pulau-pulau di Indonesia yang dipisahkan oleh perairan dalam dari landas kontinen Asia dan Australia.Pulau Kei di Kepulauan Kei (Getty Images/iStockphoto/fbxx)

    Jam buka

    Tiket masuk

    Alamat

    • Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku

    Rute

    • Naik pesawat menuju Bandara Internasional Pattimura, lalu menunggu pesawat menuju Bandara Karel Satsuitubun di Langgur, Pulau Kei Kecil, Kepulauan Kei.
    • Setelah mendarat, bisa sewa mobil menuju penginapan atau pelabuhan jika ingin menyebrang ke destinasi wisata pilihan.

    Buat detikers yang ingin berwisata ke Kepulauan Kei, pastikan telah menyusun akomodasi dan ittinerary lain dengan baik. Karena, transportasi umum di wilayah ini terbatas dan mengandalkan sewa mobil atau kapal. Jika tak ada persiapan yang baik, rencana liburan dikhawatirkan tidak berjalan dengan baik.

    Soal keindahan dan kesempatan healing di Kepulauan Kei tak perlu diragukan lagi. Wilayah dengan 119 pulau dan 6 diantaranya terbesar punya pasir putih terhalus di dunia. Air pantai dengan degradasi hijau ke biru plus biodiversity alamnya, bikin liburan kamu tidak bakal bisa dilupakan.

    3. Wisata Bukit Pelalangan

    Bukit Arosbaya, spot foto unik di MaduraBukit Arosbaya atau Bukit Pelalangan di Madura (Basri Bachtiar/d’Traveler)

    Jam buka

    Tiket masuk

    • Rp 5 ribu per orang belum termasuk parkir

    Alamat

    • Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur

    Rute

    • Pengunjung bisa ke Kota Surabaya lebih dulu dengan pesawat atau kereta, lalu menuju Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya-Madura
    • Transportasi pilihan menuju Suramadu sebaiknya sewa mobil untuk mempermudah mobilisasi selama liburan
    • Setelah menyebrang Suramadu, mobil bisa diarahkan menuju Bangkalan lalu ikuti arah menuju Bukit Pelalangan.

    Rencana liburan di Bukit Pelalangan harus disusun dengan baik, agar wisatawan bisa menikmati pesona bentang alam berwarna coklat ini. Di sini juga ada gua batu kapur yang sangat cantik dan bikin penasaran pengunjung.

    Bukit Pelalangan menyediakan pemadangan sunset dan sunrise yang tentunya mempesona. Pengunjung tentu bisa mengabadikan momen ini dalam kameranya. Buat yang pengen healing, bukit dengan suasana tenang dan akses mudah ini adalah pilihan yang sangat cocok.

    4. Danau Kaolin

    Menengok keindahan danau Kaolin di Bangka TengahDanau Kaolin di Bangka Tengah (Deny Wahyono)

    Jam buka

    Tiket masuk

    Alamat

    • Jl. Raya Toboali, Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung

    Rute

    • Transportasi tercepat buat bagi yang ingin berkunjung ke Danau Kaolin adalah naik pesawat dan turun di Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang
    • Setelah landing, perjalanan dilanjutkan dengan sewa mobil menuju Danau Kaolin.

    Bentang alam ini terbentuk sebagai bekas galian tambang kaolin di masa lalu. Tanahnya menjadi putih dan tak bisa ditanami, sedangkan lubang galian berisi air yang bisa berubah warna bergantung kondisi cuaca.

    Danau Kaolin bisa dikatakan sebagai spot wisata ikonik Bangka, yang naik daun setelah beredarnya film dan novel Laskar Pelangi. Selain sebagai spot wisata, Danau Kaolin bisa jadi lokasi pemotretan agenda lain.

    5. Kawasan Argapura

    Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Dadan Kuswaraharja)

    Jam buka

    Tiket masuk

    Alamat

    • Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

    Buat warga Jabodetabek dan sekitarnya yang tidak bisa pergi terlalu jauh saat liburan, Argapura bisa jadi pilihan healing dan relaksasi. Salah satu pesona di sini adalah Terasering Panyaweuyan yang dibangun untuk memudahkan usaha pertanian warga.

    Daerah di sini juga dikenal sebagai salah satu yang paling sejuk, apalagi saat datang musim hujan. Berkunjung ke Argapura, detikers akan disuguhi pemandangan indah Gunung Ciremai plus spot sunset dan sunrise yang memanjakan mata.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Museum Tionghoa Sukabumi, Jejak Budaya China di Tanah Sunda



    Sukabumi

    Sebuah museum khusus yang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah masyarakat Tionghoa berdiri di tengah hiruk-pikuk kawasan niaga dan kuliner kota Sukabumi.

    Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi ikon baru di kota berjuluk ‘Nizza Van Java’ atau kota yang memesona di Pulau Jawa itu.

    “Museum Tionghoa Soekaboemi didirikan pada 2021 oleh lima tokoh pencinta sejarah yang peduli akan pentingnya melestarikan peninggalan sejarah dan budaya Tionghoa di Kota Sukabumi,” demikian disampaikan Yapsa Dinanthy, sukarelawan yang menjadi pemandu di museum tersebut.


    Yapsa, yang juga kerap disapa Ambu, menuturkan bahwa museum ini menyimpan berbagai koleksi yang memiliki nilai sejarah penting.

    Koleksi-koleksi tersebut berasal dari benda titipan maupun sumbangan warga Sukabumi, kolektor benda kuno, serta pemerhati budaya Tionghoa peranakan di Indonesia.

    Museum yang memiliki empat lantai ini menyimpan koleksi yang beragam. Di lantai satu, kita akan disambut dengan berbagai benda, mulai dari kursi dan meja khas yang umumnya ada di rumah-rumah warga Tionghoa pada masa lampau, lukisan besar yang menggambarkan kedatangan Laksamana Cheng Ho di tanah Jawa serta gambaran kehidupan masyarakat Tionghoa di masa lalu, hingga benda-benda rumah tangga yang dahulu digunakan oleh masyarakat Tionghoa.

    Sementara itu, di lantai dua kita dapat menjumpai koleksi mata uang kertas maupun koin-koin kuno yang berhasil dikumpulkan, mulai dari alat tukar pada masa Kerajaan Mataram Jawa hingga uang keluaran terbaru.

    Altar tempat masyarakat Tionghoa mengenang leluhur mereka juga dapat ditemukan di lantai ini, lengkap dengan peralatan untuk upacara sembahyang dan pemakaman.

    Yapsa kemudian mengajak untuk melihat bagian rooftop museum yang biasa digunakan untuk menggelar acara-acara komunitas sejarah dan melihat lebih jelas bagaimana Kota Sukabumi yang sejuk menyimpan banyak sejarah dan memori, khususnya bagi warga Tionghoa.

    Dia menunjukkan bahwa dari bagian atas museum ini, kita juga dapat menyaksikan harmoni antara warga Tionghoa maupun pribumi yang telah terjalin lama. Ini terlihat dari sebuah kelenteng yang dibangun berdekatan dengan masjid dan gereja.

    “Dahulu, masyarakat Tionghoa dimakamkan dengan membawa serta benda-benda berharga milik mereka, seperti uang, emas, dan lain-lain,” kata Yapsa.

    “Namun, hal itu justru menarik perhatian para pencuri makam, sehingga uang dan emas asli kemudian digantikan dengan uang palsu atau mainan,” tambahnya.

    Museum Tionghoa Sukabumi.Museum Tionghoa Sukabumi. Foto: Siti Fatimah/detikJabar

    Di lantai lainnya, kita juga dapat menjumpai koleksi dokumen-dokumen tua dari warga Tionghoa, serta berbagai tengkorak dan spesimen hewan buruan dari era kolonial Belanda.

    Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi tempat bagi masyarakat, khususnya di daerah Sukabumi maupun Jawa Barat, untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Tionghoa di masa lampau dan bagaimana kontribusi mereka dalam membangun daerah tersebut.

    Yapsa berharap bahwa dengan banyaknya pelajar maupun pencinta sejarah yang berkunjung ke museum itu akan menghasilkan pengenalan yang lebih mendalam tentang nilai-nilai sejarah Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan komunitas Tionghoa.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Indahnya Wisata Alam di Wakatobi, Hidden Gem buat Healing & Nyantai



    Jakarta

    Kondisi kelelahan mental, fisik, dan emosional dapat terjadi akibat kelelahan yang tidak dirasakan sehingga dapat kehilangan motivasi dalam hidup. Keadaan seperti ini membuat sebagian Gen Z membutuhkan suasana baru untuk mengembalikan motivasi dalam hidupnya.

    Tak heran jika tren traveling untuk reconnect dengan alam kian populer di kalangan anak muda. Berbagai kegiatan saat traveling seperti snorkeling, diving, hingga hiking pun banyak dilakoni Gen Z sebagai sarana healing.

    Di antara sekian banyak destinasi, Wakatobi hadir sebagai hidden gem Indonesia yang menawarkan keindahan alam bawah laut, budaya lokal yang hangat, dan ketenangan yang sulit ditemukan di destinasi wisata mainstream.


    Terletak di Sulawesi Tenggara, Wakatobi bukan hanya surga bagi para penyelam dunia, tapi juga tempat sempurna untuk Gen Z yang ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota dan menemukan kembali versi terbaik dirinya. Melalui eksplorasi alam yang autentik dan interaksi dengan budaya lokal yang masih lestari, perjalanan ke Wakatobi bisa menjadi pengalaman transformatif yang menyegarkan jiwa.

    Keindahan alam Wakatobi akan dieksplor lebih jauh dalam serial mini 3 episode yang akan dikembangkan Tolak Angin. Kemegahan alam bawah laut, budaya, hingga alam Wakatobi akan disorot melalui mini series berjudul ‘Angin Angan’ yang akan hadir dengan gaya bercerita.

    Mini series tersebut menceritakan seorang pembawa berita cuaca TV nasional berusia 28 tahun di Indonesia, Andi Wan Tyupaan, yang juga dikenal sebagai Awan yang tampan, cerdas, dan berasal dari keluarga kaya tetapi masih lajang.

    Meskipun banyak wanita yang tertarik padanya, tidak ada yang bertahan lama. Alasannya? Setiap kali seseorang berbicara kepadanya untuk pertama kalinya, dia selalu membalas dengan ‘Hah?!’ bukan hanya sekali, tetapi tiga kali. Baru setelah itu, dia menjadi pria yang sangat normal. Itu adalah kebiasaan aneh yang membuat orang menjauh.

    Suatu hari, Awan mendengar dari seorang teman bahwa dia mungkin dapat ‘menyembuhkan kebiasaan aneh ini’ di Wakatobi. Tetapi mengapa Wakatobi? Apa yang ada di tempat ini yang menjadi kunci perubahannya? Bisakah Awan akhirnya pulih dan menemukan cinta yang selama ini dicarinya?

    [Gambas:Youtube]

    Adapun, lokasi untuk pengambilan gambar dari mini series ini akan dilakukan di Pulau Wangiwangi, Underwater Pulau Tomia, Kampung Bajo Sampela, dan Desa Pajam.

    Bagaimana tertarik untuk mengunjungi Wakatobi? Jangan lupa bawa Tolak Angin untuk menjaga kehangatan tubuh dan mencegah agar tidak masuk angin. Tolak Angin bisa kamu beli di mana saja mulai dari toko, minimarket serta secara online di www.sidomunculstore.com atau di Sido Muncul Official Store di berbagai marketplace.

    Tonton juga “Tak Ada Pelangi di Jalan Andrea Hirata Selamatkan Bahasa Belitung” di sini:

    (prf/ega)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Batang Pele di Raja Ampat, Hutan Lindung yang Dikepung Tambang


    Jakarta

    Batang Pele atau kerap ditulis Batangpele adalah pulau kecil di kawasan Raja Ampat yang kaya nikel dan sumber daya alam hayati. Dengan luas hanya 2.000 hektare atau kurang lebih 20 km2, Batang Pele berperan penting dalam konservasi alam di Raja Ampat.

    Hutan Lindung Batang Pele

    Batang Pele yang termasuk pulau kecil bahkan sangat kecil ini hampir separuhnya adalah hutan lindung. Dikutip dari situs lembaga nonprofit Mongabay, hutan lindung Batang Pele punya spesies endemik dan yang dilindungi. Beberapa spesies tersebut adalah

    1. Pohon pelangi

    Tumbuhan dengan nama ilmiah Eucalyptus deglupta atau rainbow eucalyptus ini dikenal juga dengan nama pohon leda. Seperti namanya, kulit pohon ini berwarna seperti pelangi bukan coklat seperti pohon kebanyakan. Tanaman ini adalah flora endemik di Papua Niugini, Papua, Pulau Seram, Maluku, dan Sulawesi.


    2. Pohon trembesi

    Trembesi dengan ciri tajuk yang sangat lebar ini adalah penyerap CO2 paling baik dibanding pohon lain. Pohon dengan nama ilmiah Samanea saman ini dikenal juga sebagai pohon hujan atau kihujan. Daun trembesi otomatis menutup saat mendung atau hujan, sehingga air yang turun bisa langsung sampai ke lahan. Trembesi biasa ditanam di ruang publik karena butuh area yang luas.

    3. Pohon parijoto

    Parijoto dianggap sebagai tanaman hutan terindah dengan daun yang selalu hijau dan buah berwarna merah ungu. Saat masih muda, warna buah parijoto adalah merah muda sehingga terlihat sangat cantik dan kontras dengan batangnya yang berwarna coklat. Parijoto tumbuh liar di gunung hutan dan dibudidayakan sebagai tanaman hias.

    4. Cantigi gunung

    Flora dengan nama latin Vaccinium varingiafolium ini tumbuh di ketinggian 1.800-3.340 meter. Ukuran pohon ini memang kecil dengan tinggi hanya 2,5-5 meter dan diameter 50 cm, namun akar dan kayunya sangat kuat. Saking kuatnya, pendaki biasa berpegangan pada cantigi saat melewati lahan terjal. Cantigi dicirikan dengan daun hijau lonjong yang berwarna kemerahan saat muda.

    Batang Pele di Tengah Konsesi Tambang

    Kekayaan Batang Pele tersimpan juga di perut bumi berupa nikel. Data GeoRIMA ESDM menjelaskan potensi nikel Batang Pele sebagai berikut:

    • Bijih terukur: 5.378.000 ton
    • Logam terukur: 52.327,94 ton.

    Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batang Pele adalah PT Mulia Raymond Perkasa (MRP) melalui pemerintah daerah setempat. Padahal, Batang Pele sebagai pulau kecil tak seharusnya bisa dieksploitasi apalagi statusnya adalah hutan lindung.

    Pemerintah memang telah mencabut IUP yang diperoleh PT MRP, namun bukan tidak mungkin tambang kembali mengancam kelestarian hutan lindung Raja Ampat. Karena itu, masyarakat harus memastikan Batang Pele benar-benar terlindung dari keserakahan yang tidak bertanggung jawab.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Kota Tua di Indonesia yang Cantik untuk City Walk Murah



    Jakarta

    Berwisata di kawasan kota tua jadi pilihan wisatawan yang suka berjalan kaki sambil melihat-lihat pemandangan. Berikut lima pilihan yang bisa dicoba:

    Kawasan kota tua tak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga pemandangan indah yang menarik untuk diabadikan. Traveler bisa foto-foto Instagramable di lima kawasan kota tua berikut ini:

    1. Kota Tua Jakarta

    Yang pertama ada Kota Tua Jakarta. Di sini, traveler bisa menjelajahi aneka gedung bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Dari Museum Fatahillah hingga Museum Wayang semuanya menarik untuk dikunjungi.


    Kunjungi juga Museum Bank Indonesia (BI) dan Museum Bank Mandiri yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

    2. Kota Lama Semarang

    Wisata sejarah menjadi salah satu magnet di kawasan Kota Lama Semarang. Kota ini juga sering disebut Outstadt atau Little Netherland, karena bangunan-bangunan berusia 200-300 tahun sejak zaman kolonial Belanda.

    Bahkan, bangunannya banyak yang masih berdiri megah. Selain estetik, Kota Lama Semarang merupakan wisata edukatif. Traveler bisa sambil jalan-jalan di kawasan memiliki luas total sebesar 31 hektar.

    Gereja BlendukKota Lama Semarang Foto: (Gandung Adi Wibowo/d’Traveler)

    Di sekitar kawasan Kota Lama Semarang juga banyak tersedia kafe, resto, dan bar yang menawarkan banyak menu kuliner. Bahkan sampai malam kota ini tetap hidup dan ramai dengan adanya tempat hiburan malam seperti Taman Srigunting, Museum Kota Lama, Gedung Marabunta, dan Gedung Marba.

    3. Kota Tua Ampenan

    Arsitektur bangunan ala kolonial masih berdiri kokoh di sepanjang jalan Kota Tua Ampenan. Bangunan-bangunan bergaya Belanda nampaknya meninggalkan banyak kenangan bagi warga yang bermukim di Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Kota Tua Ampenan pernah menjadi satu-satunya pintu masuk ke pulau Lombok sejak abad 18 hingga abad 19. Pada masa itu, bangunan-bangunan ala Belanda itu sudah berdiri kokoh di sepanjang jalan menuju pantai Ampenan. Kota Ampenan pernah menjadi kota pelabuhan dan pusat perdagangan pada sekitar tahun 1924 hingga sekitar tahun 1960.

    4. Kayutangan Heritage

    Di Malang, Jawa Timur ada Kayutangan Heritage, kawasan kota tua dengan bangunan-bangunan bergaya klasik yang bisa dijelajahi traveler. Di sini juga ada banyak kafe-kafe estetik yang bisa disinggahi.

    Salah satunya adalah Cafe Kios Mera untuk merasakan sensasi nongkrong yang berbeda dari cafe lainnya. Dilengkapi dengan mini library dan barang-barang antik, membuat kafe tersebut terasa lebih vintage dan instagrammable untuk dijadikan spot foto.

    5. Kawasan Jalan Braga

    Terakhir ada kawasan Jalan Braga di Bandung yang asyik buat jalan-jalan. Jalanan ini dipenuhi dengan bangunan klasik yang Instagramable.

    Selain berbagai hotel, restoran, kafe, dan mal, bangunan bergaya bergaya arsitektur Art Deco, kolonial Belanda, dan Indische, seperti Gedung Landmark dan Gedung Merdeka, yang masih berdiri kokoh menjadi daya pikat di jalan Braga.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Tempat Wisata di Kepulauan Seribu yang Masih Sepi dan Murah



    Jakarta

    Kepulauan Seribu adalah wajah lain Jakarta yang jauh dari hiruk-pikuk dan kebisingan. Cocok untuk rehat, ini pulau-pulau wisata yang sepi dari wisatawan.

    Seperti namanya, Kepulauan Seribu merupakan untaian pulau-pulau kecil di utara Jakarta. Saking banyaknya, maka diberi nama Pulau Seribu.

    Meski jauh dari daratan, pulau-pulau ini berpenghuni dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jakarta. Pulau yang paling banyak diminati adalah Pulau Tidung dan Pulau Pramuka.


    Jangan cuma tahu dua pulau itu, detikTravel akan kasih kamu 5 rekomendasi pulau wisata yang masih sepi dari wisatawan dan tentu saja murah!

    5 Tempat Wisata di Pulau Seribu Yang masih Sepi dan Murah

    1. Pulau Harapan

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: Rp 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Terumbu karang yang indah dan memiliki taman biota laut yang jadi tempat konservasi.

    2. Pulau Kelor

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: Rp 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Pantainya tenang dan jernih. Selain itu terdapat benteng peninggalan Belanda.

    3. Pulau Untung Jawa

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: Rp 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Pantai pasir putih yang indah dan hutan mangrove yang rindang.

    4. Pulau Putri

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Terowongan kaca bawah laut yang unik. Fasilitas penginapan yang nyaman dan aktivitas watersport yang lengkap.

    5. Pulau Sepa

    – Lokasi: Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
    – Harga tiket: Rp 40.000-75.000
    – Aktivitas: Snorkeling, diving, berenang, dan berjalan-jalan di pantai
    – Keunikan: Pantainya memiliki pasir putih yang masih terjaga. Suasananya sangat tenang, cocok untuk rileksasi.

    Tips:

    – Pastikan untuk memeriksa cuaca sebelum berangkat
    – Bawa perlengkapan yang diperlukan seperti kacamata renang, sepatu, dan tabir surya
    – Jangan lupa untuk membawa kamera untuk mengabadikan momen-momen indah
    – Jaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Wisata Pegunungan Yang Tidak Kalah Menarik dari Bromo


    Jakarta

    Kamu penyuka wisata pegunungan dan lagi nyari lokasi selain Bromo? Berikut rekomendasi gunung yang memberikan hawa sejuk, adem, pohon hijau, dan pastinya pemandangan indah. Kamu bisa langsung datang ke salah satu destinasi atau ambil paket liburan untuk mengunjungi area wisata gunung.

    Wisata Pegunungan Tidak Kalah Bagus dari Bromo

    Berikut adalah rekomendasinya

    Gunung Rinjani

    SENARU, LOMBOK, INDONESIA - MAY 19: A view of Mount Rinjani, also known as Gunung Rinjani, is seen on May 19, 2009 in Lombok, West Nusa Tenggara Province, Indonesia. The 3,726m active volcano is the third highest in Indonesia, and has been erupting this time around April 27, peaking on May 10. The volcano's crater lake, known as Segara Anak, is home to many goldfish and mujair fish and is a popular fishing spot for locals.  (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)Gunung Rinjani (dok. Ulet Ifansasti/Getty Images)

    Lokasi: Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)


    Ketinggian: 3.726 mdpl

    Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini menyimpan banyak pesona yang sulit terlupakan. Di tengah lanskapnya yang berbatu, penuh tebing terjal, pasir, dengan cuaca ekstrem, Rinjani menyimpan baik-baik harta karun hanya bagi yang mengunjunginya.

    Danau Segara Anak

    Telaga ikonik Gunung Rinjani ini tersimpan rapat di ketinggian 2.004 meter, setelah pendaki melintasi lembah dan bukitnya yang menguras stamina. Setiap pendaki yang berniat muncak, pasti melewati danau berair jernih ini dan terhipnotis akan keindahannya. Tak heran jika pinggir Danau Segara Anakan jadi lokasi favorit pendaki ngecamp sebelum sampai di puncak.

    Sabana Sembalun Lawang

    Padang rumput luas menyambut para pendaki di titik awal jalur menuju puncak Rinjani. Berada di ketinggian 1.156-1.800 mdpl bergantung lokasi, sabana Sembalun seperti mengucapkan selamat datang kepada siapa saja yang ingin mencoba trekking Rinjani. Padang rumput sepanjang 6 km yang diselingi pepohonan ini seolah tak bertepi saking luasnya. Padang Sembalun menjadi pos pertama pendakian Gunung Rinjani di ketinggian 1.300 mdpl.

    Plawangan Sembalun

    Area ini adalah lokasi berikutnya yang menjadi favorit pendaki untuk ngecamp. Dengan area yang rata dan landai plus menghadap Danau Segara anak, tenda para pendaki tidak terlalu sulit berdiri. Plawangan Sembalun adalah spot terbaik melihat matahari terbenam di Gunung Rinjani. Di momen ini, pendaki bisa melihat pemandangan Pulau Lombok, Gunung Barujari, dan kawasan lain di Rinjani berwarna keemasan seperti jingganya matahari senja.

    Gunung Barujari

    Kerap disebut anaknya Rinjani, Barujari memang terlihat mungil di tengah besar dan kuatnya tebing sang orang tua. Berada di Danau Segara Anak, Barujari berdiri kokoh setinggi 2.296-2.376 mdpl dengan lebar kawah kurang lebih 170 x 200 m. Pesona Gunung Barujari terlihat jelas tanpa kabut atau awan gelap yang menggantung di Rinjani. Gunung Barujari terlihat megah berpadu dengan air jernih Danau Segara Anak, meski imut jika dibandingan dengan Rinjani.

    Gunung Semeru

    Gunung SemeruGunung Semeru (dok. ANTARA/HO-PVMBG)

    Lokasi: Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur

    Ketinggian: 3.676 mdpl

    Wilayah puncak Atap Atap Pulau Jawa ini disebut Mahameru yang siap menyambut siapa saja yang sampai ke titik terakhir Gunung Semeru. Dengan medan berpasir yang sangat licin, Semeru menyediakan jalur pendakian populer dari Ranu Pani hingga yang ekstrem di Gunung Sawur dan Pronojiwo.

    Ranu Pani

    Kerap ditulis Ranu Pane, danau vulkanik ini terlihat begitu dramatis dikelilingi megahnya dinding Semeru. Kaldera dengan aneka flora fauna di sekeliling dan kedalaman airnya ini terlihat sangat indah, apalagi ketika tidak ada kabut. Tak heran jika Ranu Pani yang terletak di ketinggian 2.200 mdpl menjadi tempat favorit ngecamp pendaki sebelum berjalan sampai puncak.

    Ranu Regulo

    Berlokasi tidak jauh dari Ranu Pani, Ranu Regulo juga menjadi lokasi favorit ngecamp para pendaki. Pesona Ranu Regulo terlihat jelas saat matahari terbit, berpadu dengan jernihnya air danau dan hijau pohon. Hawa yang segar dan sejuk sangat cocok bagi pendaki pemula atau pengunjung yang hanya ingin trekking di Semeru. Pendaki bersiap memasuki Ranu Kumbolo, selepas dari Ranu Regulo.

    Air Terjun Tumpak Sewu

    Curug di lereng Gunung Semeru ini adalah alasan lain kamu perlu healing ke area Lumajang, Jawa Timur. Berjuluk Niagara kecil, air terjun ini tampak bertumpuk-tumpuk memberikan panorama yang sangat indah. Air terjun di ketinggian 500 mdpl ini juga memberikan hawa sejuk, adem, dan tenang sehingga cocok untuk trekking. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi keanekaragaman flora dan fauna diiringi suara khas aliran air terjun.

    Goa Tetes

    Pesona Lereng Semeru lainnya adalah Goa Tetes yang berlokasi tak jauh dari Air Terjun Tumpak Sewu. Goa Tetes adalah sebuah gua yang tersembunyi di balik air terjun. Aliran air terjun menetes lewat stalaktit gua yang menjadi inspirasi Goa Tetes. Pengunjung harus melewati tangga buatan sebelum sampai di gua yang berada di balik akar pohon dan batuan tebing air terjun.

    Dataran Tinggi Dieng

    Wisatawan menikmati hawa dingin dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jumat (28/7/2023).Wisatawan menikmati hawa dingin dataran tinggi Dieng (dok. Uje Hartono/detikJateng)

    Lokasi: Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

    Ketinggian: kurang lebih 2.000 mdpl

    Dieng adalah destinas populer sebagai lokasi healing, trekking, wisata sejarah dan budaya. Pengunjung bisa lanjut mendaki Gunung Sindoro, atau berhenti di berbagai spot wisata yang tersebar di area Dieng. Pengunjung juga bisa mengunjungi Desa Sembungan yang dinobatkan sebagai salah satu desa tertinggi di Indonesia. Pesona lain Dataran Tinggi Dieng adalah:

    • Kawah Sikidang
    • Kawah Sileri
    • Batu Pandang Ratapan Angin
    • Candi Arjuna
    • Kawah Candradimuka
    • Bukit Sikunir
    • Telaga Pengilon.

    Gunung Kelimutu

    Pengunjung berfoto di Danau Kelimutu, Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (2/6/2024). Gunung api jenis strato yang memiliki tiga danau kawah, yakni Kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah III (Tiwu Ata Bupu) tersebut mengalami kenaikan status dari level I atau normal ke level II atau waspada pada tanggal 24 Mei 2024 karena adanya perubahan yang signifikan warna air danau kawah I maupun kenampakan dan sebaran belerang di permukaan air danau kawah II yang semakin intensif. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sgd/foc.Danau Kelimutu di Gunung Kelimutu (dok. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sgd/foc)

    Lokasi: Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

    Ketinggian: 1.639 mdpl

    Lanskap alam di Kecamatan Kalimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ini dikenal dengan danaunya yang sangat ikonik. Danau tiga warna ini adalah kaldera hasil letusan Gunung Kelimutu bertahun-tahun yang lalu. Konon menurut kepercayaan masyarakat setempat, danau dengan air berwarna merah adalah tempat berkumpulnya jiwa orang jahat setelah meninggal. Biru adalah tempat bagi jiwa anak remaja hingga dewasa, sedangkan putih menjadi lokasi orang tua.

    Kawah Ijen

    Kawah IjenKawah Ijen Foto: Chuk Shatu Widarsha

    Lokasi: perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur

    Ketinggian: 2.769 mdpl

    Lokasi wisata ini berada satu lokasi dengan Gunung Bromo, namun pengunjung tak perlu sampai puncak untuk menikmatinya. Danau seluas 160 x 1.160 m2 di bagian atas dan 960 x 600 m2 di area bawah menyimpan fenomena blue fire. Api biru berasal dari kontak gas belerang dengan udara di sekitarnya dengan suhu pembakaran mencapai lebih dari 3600C. Pengunjung yang tak biasa melakukan pendakian, sebainya menyewa jasa guide atau biro traveling menuju Kawah Ijen.

    Gimana detikers, sudah menentukan lokasi wisata pegunungan? Sebelum ke lokasi pilihan, pastikan tubuh dalam kondisi sehat dengan stamina cukup untuk melakukan pendakian. Detikers tidak perlu memaksakan diri untuk sampai ke puncak, apalagi sampai merugikan kita sendiri dan lingkungan sekitar.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Tempat Wisata Baru di Jakarta yang Wajib Disambangi



    Jakarta

    Jakarta tidak hanya dikenal dengan gedung pencakar langit dan hiruk-pikuknya. Kota ini terus memperbarui wajahnya dengan menghadirkan ruang-ruang publik dan destinasi wisata baru yang lebih modern, ramah keluarga, dan Instagramable.

    Buat kamu yang ingin jalan-jalan singkat tanpa perlu jauh-jauh ke luar kota, berikut 5 tempat wisata baru di Jakarta yang wajib banget disambangi!

    1. Big Bounce Indonesia

    Selama libur sekolah ini sampai 19 Juli 2025, traveler bisa menikmati permainan mantul-mantul di The Big Bounce Indonesia yang digelar di Community Park, Pantai Indah Kapuk 2. Jadi andalan PIK untuk menggaet pengunjung selama libur sekolah kali ini.


    Wahana The Big Bounce dibangun dengan standar keamanan internasional. Seluruh arena dilengkapi SOP keselamatan. Wahana dibangun dengan menggunakan ratusan pasak fondasi yang mampu menahan beban hingga 200 kg per pasak, serta bumper pengaman di setiap sisi wahana. Tim medis dan kru profesional juga selalu siaga selama acara berlangsung.

    Tiket dan Jadwal:

    Wahana ini dibagi menjadi dua sesi per hari:

    Pagi-Sore /Bounce Bright (10.00-15.30): Rp 185.000 (weekday) / Rp275.000 (weekend)
    Sore-Malam/After Dark, pukul 16.30 WIB-21.30 WIB: Harga sama dengan sesi siang

    Beberapa hari tertentu akan menampilkan pertunjukan spesial dengan harga berbeda. Terdekat Sabtu 12 Juli ini bakal ada DJ Una dan Kahitna yang menghibur pengunjung.

    Anak-anak bermain di wahana The Big Bounce Indonesia di Community Park PIK 2, Tangerang, Banten, Jumat (20/6/2025). The Big Bounce Indonesia adalah wahana inflatable terbesar di Asia Tenggara yang memiliki luas 35 ribu meter persegi.Anak-anak bermain di wahana The Big Bounce Indonesia di Community Park PIK 2, Tangerang, Banten, Jumat (20/6/2025). The Big Bounce Indonesia adalah wahana inflatable terbesar di Asia Tenggara yang memiliki luas 35 ribu meter persegi. Foto: Andhika Prasetia

    2. Family Mart, Trinity Tower

    Family Mart Trinity TowerFamily Mart Trinity Tower Foto: 20Detik – Daffa Ridwan

    Buat traveler yang menikmati pemandangan gedung indah di Jakarta bisa mendatangi Family Mart, Trinity Tower. Kalian juga bisa melihat Light Rail Transit (LRT) yang lewat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

    Tempat nongkrong gratis dengan view gedung tertinggi di Jakarta ini berlokasi di lantai 3 (area retail & food court Trinity Tower), tepatnya berada di Jalan H.R. Rasuna Said No. 6, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Jadi bisa nongkrong sambil ngopi-ngopi bareng rekan kerja di sini.

    3. Up At Thamrin Nine

    Wisata baru di Jakarta berikutnya adalah UP at Thamrin Nine di Autograph Tower menawarkan pengalaman menatap Jakarta dari titik tertinggi. Dari ketinggian 385 meter, hamparan gedung-gedung menjulang, siluet pegunungan, hingga Kepulauan Seribu di ibu kota tampak memukau dari angkasa.

    Autograph Tower memiliki tinggi 385 meter dan 109 lantai. Autograph Tower menjadi sejarah sebagai gedung tertinggi di Jakarta yang sekaligus menjadi wajah baru kawasan pusat bisnis di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

    Di sini traveler juga bisa menatap lurus ke kaki gedung melalui glass floor alias lantai kaca. Juga, menatap Jakarta dengan berayun-ayun dengan ayunan selama 2-3 menit.

    Untuk menuju ‘puncak’ Jakarta itu, traveler bisa datang langsung ke Autograph Tower. Pengunjung dikenai tarif masuk Rp 100 ribu pada pagi hari dan Rp 130 ribu saat jam-jam favorit mulai sore hingga malam.

    Banyak yang bilang, lokasi ini asyik banget buat menyaksikan sunset dan city light Jakarta. Setelah mengantongi tiket yang bisa dibeli secara online dan offline, pengunjung bakal diarahkan menuju lift yang memiliki kecepatan menakjubkan. Lift ini menjadi lift tercepat di Indonesia dengan kecepatan 540 m/menit. Lift itu juga spesial dengan mampu melakukan perjalanan sampai 344 meter.

    Sejumlah pengunjung tampak antusias menikmati panorama kota Jakarta dari ketinggian di Sejumlah pengunjung tampak antusias menikmati panorama kota Jakarta dari ketinggian di “Up at Thamrin Nine”, Autograph Tower, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2024). Berada di ketinggian 385 meter, destinasi ini menawarkan pengalaman menakjubkan menikmati pemandangan 360 derajat Ibu Kota dari gedung pencakar langit tertinggi di Indonesia. Foto: Grandyos Zafna

    4. Kepulauan Seribu

    Meski bukan tempat wisata yang baru, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta minggu lalu baru menambah 2 kapal dua kapal wisata baru menuju Kepulauan Seribu yang diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

    Untuk menuju Kepulauan Seribu, wisatawan dapat mengakses Dermaga Kali Adem dan Marina Ancol dengan tarif yang berbeda-beda. Melalui Dermaga Kali Adem, para pengunjung bisa memanfaatkan kapal kayu dengan tarif sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu, serta bisa juga menggunakan kapal Dishub DKI Jakarta dengan tarif sekitar Rp 44 ribu hingga Rp74 ribu.

    Rute operasional kapal wisata untuk pulau cagar budaya, yakni Pelabuhan Penumpang Muara Angke – Pulau Cipir – Pulau Onrust – Pulau Kelor – Pulau Bidadari – (kembali ke Pelabuhan Muara Angke).

    Sedangkan waktu operasional dibagi menjadi empat waktu keberangkatan yakni pukul 08.00; 10.00; 12.00; dan 14.00 WIB. Kapal wisata Paus 2 dan Paus 3 memiliki kapasitas delapan puluh penumpang dengan biaya retribusi tiket kapal wisata sebesar Rp 49.000.

    Pramono luncurkan dua kapal untuk transportasi di Kepulauan Seribu. (Brigitta/detikcom)Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meluncurkan dua kapal untuk transportasi di Kepulauan Seribu. (Brigitta/detikcom) Foto: Pramono luncurkan dua kapal untuk transportasi di Kepulauan Seribu. (Brigitta/detikcom)

    5. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu – Blok M

    Pemprov DKI Jakarta juga kini mengaktifkan kembali area Blok M. Selain terminal yang lebih segar, kehadiran Taman Literasi Martha Christina Tiahahu yang baru direvitalisasi juga bisa menarik pengunjung. Taman ini mengusung tema literasi dengan area baca terbuka, ruang komunitas, taman bermain anak, amfiteater mini, hingga kafe estetik. Lokasinya super strategis dekat MRT Blok M BCA, jadi gampang banget buat dikunjungi saat akhir pekan.

    – Lokasi: Blok M, Jakarta Selatan
    – Tiket masuk: Gratis
    – Fasilitas: Area baca, taman bermain, kafe

    Suasana warga menikmati libur akhir pekan di Taman Literasi, Jakarta.Suasana warga menikmati libur akhir pekan di Taman Literasi, Jakarta. Foto: Kurniawan Fadilah/detikcom

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rekomendasi Tempat Nongkrong & Aktivitas Seru di Bali



    Jakarta

    Tak akan pernah habis kegiatan seru saat berlibur ke Bali. Banyak sekali kegiatan menarik dan kafe yang bisa kamu datangi di Bali, terutama di kawasan Ubud.

    detikcom telah merangkum nih, Rabu (23/7/2025) ragam kegiatan menarik hingga tempat nongkrong seru yang bisa kamu kunjungi saat bertandang ke Ubud, Bali.

    Rekomendasi tempat nongkrong

    1. Huma Cafe


    Huma Cafe merupakan sebuah kafe yang berkonsep menyatu dengan alam yang berada di Jalan Cinta, Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Dengan konsep earthy living experience, traveler akan merasakan bagaimana rasa menikmati makanan dan minuman dengan view sawah.

    Tak hanya cocok untuk ngopi santai, di sini traveler dapat melakukan berbagai aktivitas. Contohnya work from cafe. Di setiap meja traveler akan menemukan stop kontak yang mendukung bagi traveler yang ingin work from cafe ditemani dengan pemandangan sawah.

    kafe ini juga instagramable lho, jadi cocok nih buat kamu yang suka hunting foto untuk konten sosial media. Menu andalan sekaligus menu terlaris dari Huma Cafe diantaranya Chicken Teriyaki, Tempura Fried rice, dan grilled chicken mushroom. Untuk minuman, di sini andalannya adalah mango frozen, strawberry frozen, dan mint frozen.

    2. Jinny’s Garden

    Sesuai namanya, kafe yang berada di Jalan Goutama ini menawarkan suasana taman yang dipenuhi pepohonan yang membuat nyaman untuk berlama-lama. Ragam menu menarik yang bisa kamu icip di sini, termasuk hidangan Italia dan Mediterania seperti panini segar, pizza panggang kayu, dan pasta. Nikmati juga kopi dan aneka minuman lainnya yang tak kalah menyegarkan.

    3. Lazy Cats Cafe

    Khas dengan dekorasi vintagenya, kamu yang ke Ubud harus coba datang ke Lazy Cats Cafe. Di sini terkenal dengan hidangan vegetariannya seperti burger yang dibuat dari bahan-bahan segar lokal. Juga tak lengkap rasanya bila tak mencicipi smoothie yang menyegarkan atau secangkir kopi sembari mengobrol bersama teman.

    4. WYAH Art & Creative Space

    Kafe unik ini berada di Jl RSI Markandya II, Keliki, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Bila dilihat dari luar, kafe ini seperti sarang lebah yang menggantung di antara pepohonan. Bangunannya berwarna coklat kayu cocok dan menyatu dengan hijaunya perpohonan.

    Menu makanan dan minuman yang ditawarkan juga beragam dengan tampilan yang menggiurkan lho. Kami bisa menikmati beragam smoothie, salad, kopi, teh, olahan ayam, nasi, cake dan lainnya.

    Mengenai harga makanan dan minuman di banderol mulai dari Rp 25 ribu.

    5. Pukako Bisma

    Pukako Panini & Coffee memiliki empat cabang, salah satunya di Jalan Bisma. Nama Pukako merupakan singkatan dari tiga nama orang yaitu Putu, Kadek, dan Komang.

    Pukako di Jalan Bisma ini akan memanjakan traveler dengan desain interior yang estetik. Konsep bangunan yang mengusung industrial modern, dilengkapi dengan dekorasi yang tak jauh dari unsur seni.

    Bangunan Pukako di Jalan Bisma ini terbilang mungil, jadi traveler harus jeli untuk melihatnya. Masuk ke dalam bangunan, traveler akan disambut dengan beberapa ornamen dan dekorasi yang terlihat estetik. Lukisan yang tergantung indah di tembok serta rak buku yang ditata rapi.

    Sesuai dengan taglinenya, menu andalan di sini adalah panini & coffee. Menu panini terfavorit di Pukako Bisma adalah ubud panini. Dari segi kopi, Pukako memiliki beberapa menu andalan yaitu Aceh Gayo, Kintamani, dan Bajawa.

    Kegiatan seru di Ubud

    1. Campuhan Ridge Walk

    Campuhan Ridge Walk berlokasi di Desa Kelusa, Payangan, Jalan Raya Campuhan, Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Anda akan menempuh perjalanan sejauh 21,6 kilometer atau sekitar 56 menit jika ditempuh dari Jalan Prof Ida Bagus Mantra.

    Para wisatawan bisa menikmati keindahan alam di sana dengan cara yang berbeda. Antara lain, jogging sembari menikmati suasana sejuk dan panorama perbukitan hijau di sepanjang trek. Selain jogging, Anda juga dapat bersepeda di Campuhan Ridge Walk. Biasanya, para pengunjung bersepeda di sore hari sambil menunggu matahari terbenam.

    2. Ubud Monkey Forest

    pasti traveler sering melihat bule-bule membagikan selfie dengan monyet saat di Bali, bukan? Nah salah satu lokasinya berada di Ubud Monkey Forest.

    Di sini kamu tak hanya bertemu monyet saja, namun juga bisa menjelajahi iga pura kuno yang penting secara spiritual dan bersejarah di dalam Monkey Forest, yaitu Pura Dalem Agung, Pura Beji, dan Pura Prajapati.

    Nikmati juga ketenangan di sana untuk kamu yang ingin menikmati segarnya suasana hutan.

    3. Belanja di Pasar Seni Ubud

    Pasar Seni Ubud berada di Jalan Raya Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Di pagi hari, pasar ini digunakan sebagai pasar sembako, sedangkan sore hari digunakan untuk menjual suvenir.

    Di sini traveler bisa melihat banyak pilihan cendera mata khas Bali lho. Serta saat menjelajahi pasar, kamu bisa menemukan banyak kafe, toko-toko perhiasan, toko baju hingga toko oleh-oleh khas Bali.

    4. Yoga di The Yoga Barn atau Radiantly Alive

    Kamu yang suka olahraga yoga, bisa nih datang ke dua studio yoga populer di Ubud, Bali, yang sering direkomendasikan oleh para wisatawan dan penggemar yoga. Keduanya menawarkan berbagai kelas yoga dengan berbagai gaya dan tingkatan, serta fasilitas yang nyaman untuk pengalaman yoga yang menyenangkan

    5. Desa Nyuh Kuning Ubud

    Ubud memiliki desa tradisional bernama Desa Nyuh Kuning. Desa Nyuh Kuning masih memegang konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keselarasan dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan.

    Di sini traveler bisa bersepeda sambil menikmati suasana desa yang masih alami, dengan kondisi jalanan bersih, hingga terlihat seperti lukisan. Tak ada biaya masuk ke desa, namun kamu dikenai parkir.

    Di beberapa sudut desa telah disiapkan pertunjukan tradisional yang berbayar hanya Rp 10 ribu. Nikmati juga kuliner lokalnya ya.

    (sym/sym)



    Sumber : travel.detik.com