Jakarta –
Susu kerap jadi andalan untuk menu sahur praktis mengenyangkan. Namun, minum susu sebaiknya tidak berlebihan karena dapat memicu efek samping yang mengganggu kesehatan.
Susu, terutama susu sapi, merupakan salah satu sumber nutrisi penting buat tubuh termasuk kalsium, protein, dan vitamin D. Kebanyakan orang menjadikan susu sebagai pelengkap nutrisi harian atau menu sahur selama bulan puasa.
Melansir dari Medical News Today, dalam 244 milliliter (ml) susu sapi (whole milk) mengandung 7,9 gram (g) lemak; 7,7 g protein; 12,3 g gula; 276 miligram (mg) kalsium; 322 mg kalium; dan 3,2 microgram (mkg) vitamin D.
Melihat nutrisinya, susu memberikan manfaat buat kekuatan tulang, kesehatan otak, serta pembentukan otot.
Meski demikian, minum susu perlu diatur porsinya. Dalam sehari, konsumsi susu cukup 1-3 gelas tergantung usia dan kebutuhan asupan.
Jika terlalu banyak, minum susu malah bisa memicu sejumlah masalah. Apa saja?
1. Lelah dan lesu
Minumm susu bisa memicu lelah dan lesu. Foto: Getty Images/simon2579 |
Susu mengandung kalori yang bisa menjadi sumber tenaga. Namun, jika terlalu banyak, susu malah bisa memicu kelesuan dan kelelahan luar biasa.
Mengutip Times of India, kasein A1 pada susu sapi kadang bisa memicu peradangan pada lapisan usus dan mengganggu keseimbangan mikroba. Oleh karenanya, orang yang alergi susu dianjurkan untuk minum varian susu A2.
2. Sulit fokus
Jika Anda susah fokus dan bermasalah dengan memori, bisa jadi Anda terlalu banyak minum susu.
Menurut ahli, kandungan kasein dalam jumlah tinggi bisa mengelabui reseptor otak tertentu dan mengeluarkan sinyal palsu. Beberapa orang juga berkata bahwa konsumsi susu berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan mental seiring bertambah usia.
3. Bintik merah hingga ruam
Minum susu juga bisa muncul karena anyak minum susu. Foto: Getty Images/PonyWang |
Breakout atau jerawat parah biasanya timbul saat kulit tidak cocok dengan kandungan produk skincare. Ternyata, breakout juga bisa muncul saat terlalu banyak minum susu.
Selain jerawat, pada kulit juga bisa ditemukan bintik-bintik merah dan ruam.
Hal ini bisa disebabkan konsumsi susu berlebihan memicu perubahan hormon. Namun, hal ini belum diteliti lebih lanjut.
4. Masalah pencernaan
Minum susu juga bbisa sebabbkan perut kembung. Foto: iStock |
Susu bisa mengenyangkan tanpa harus menambah asupan makanan lain. Hanya saja, saat porsinya berlebihan, susu bisa mengakibatkan kembung, mual dan rasa tidak nyaman di perut.
5. Tulang rapuh
susu juga bisa bikin masalah tulang lebih rapuh. Foto: Getty Images/PeopleImages/Ist |
Dalam jumlah yang wajar, minum susu memang bisa menguatkan tulang. Sebaliknya, ketika porsinya berlebihan, susu malah membuat tulang jadi rapuh dan kepadatannya berkurang.
Studi BMJ yang diterbitkan pada 2014 menemukan bukti bahwa pria lansia yang minum sangat sedikit susu cenderung tidak mengalami patah tulang atau radang dibanding wanita yang cukup minum susu.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Terlalu Banyak, Ini 5 Efek Samping Minum Susu Berlebihan”
(aqr/adr)
![]() |
|||||||||||||||||||||||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Penting! Ini 4 Tips Minum Kopi saat Bulan Ramadan Jakarta – Minum kopi di bulan ramadan bisa menjadi lebih riskan dibandingkan di waktu biasa. Karenanya ikutilah 4 tips ini saat minum kopi di bulan ramadan. Minum kopi telah menjadi kebiasaan sehari-hari banyak orang. Saat bulan ramadan dengan waktu makan minum yang terbatas, penikmat kopi pasti tak ingin ketinggalan dengan asupan kafeinnya. Namun, perhatikan beberapa hal saat minum kopi, karena kandungan kafeinnya bisa mempengaruhi kondisi perut. Hal inilah yang menjadi riskan ketika menjalani ibadah puasa.
Agar tidak mengalami efek samping kafein saat berpuasa, kamu bisa mengikuti beberapa tips sehat minum kopi ini, seperti yang dikutip dari Have Halal Will Travel (04/04) berikut ini: 1. Kurangi gula
Dalam secangkir kopi bukan hanya kandungan kafeinnya yang harus diperhatikan, tetapi juga kandungan gulanya. Banyak orang yang menambahkan gula karena tidak suka rasa kopi yang terlalu pahit. Padahal kopi akan lebih menyehatkan jika dibuat tanpa campuran bahan pemanis seperti gula. Ini menjadi hal yang penting, terutama saat ingin minum kopi di bulan ramadan. Minum kopi tanpa gula bisa meningkatkan kinerja fisik bahkan hingga 100%. Kafeinnya berperan meningkatkan kadar adrenalin dalam darah. Ini bagus untuk menjalani puasa tanpa lemas. 2. Menyingkat durasi penyeduhanLamanya waktunya menyeduh kopi dengan mempertemukan bubuk kopi dan air dalam mempengaruhi kadar kafein. Semakin lama kopi diseduh dalam air, maka kadar kafeinnya semakin tinggi. Karenanya saat menyeduh kopi di bulan ramadan, sebaiknya persingkat durasi penyeduhannya. Meskipun singkat, tidak akan merusak rasa kopi itu sendiri. Bahkan cara menyeduh kopi ini dapat bermanfaat bagi kamu yang sudah terbiasa menikmati kopi dengan teknik penyeduhan tubruk. Tips minum kopi di bulan ramadan lainnya ada di halaman berikut.3. Minum maksimal 2 jam sebelum imsak
Saat bulan ramadan, waktu makan dan minum sangat terbatas. Untuk minum kopi disarankan saat sahur, tepatnya 1-2 jam sebelum memasuki waktu imsak. Pertimbangan waktu tersebut untuk memperkirakan efek kafein pada kopi. Pasalnya kafein dapat menyebabkan dehidrasi dan ini bahaya jika berpuasa. Selain itu, perbanyak juga untuk minum air putih setelah minum kopi. Hindari minum kopi di waktu berbuka puasa, karena bisa memicu gangguan perut seperti asam lambung. 4. Selingi dengan minum tehJika diminum berlebihan, kopi dapat memberikan efek samping yang bisa mengganggu kesehatan. Untuk mengurangi efek tersebut akan lebih baik jika diselingi dengan minum teh sebagai pengganti kopi. Teh juga dikemas dengan kafein yang dapat menggantikan kebutuhan kopi walaupun kadarnya tidak sama banyak. Selain itu, teh juga memiliki rasa yang lebih enak dan segar dibandingkan kopi. Dengan begitu, teh tetap enak dikonsumsi meski tanpa campuran gula atau bahan pemanis lainnya. Kafeinnya yang lebih rendah juga dinilai aman untuk kondisi perut saat berpuasa. (raf/adr)
7 Makanan Terburuk untuk Sahur, Bikin Badan Lemas dan Cepat Haus Jakarta – Saat sahur, penting memilih asupan makanan yang tepat agar tidak cepat lemas dan haus. Hindari pula konsumsi jenis makanan berikut ini agar puasa lebih nyaman. Sahur merupakan waktu makan penting selama ramadan. Tak hanya untuk mengisi energi secara fisik, tapi juga merupakan amalan yang mengundang keberkahan. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً Artinya: “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari) Dalam memilih makanan saat sahur, ada baiknya memperhatikan kandungan gizinya. Jangan sampai keliru karena bisa menyebabkan efek samping, seperti mudah lemas dan cepat lapar. Hindari daftar makanan terburuk untuk sahur berikut ini: 1. Makanan tinggi garamMakanan tinggi garam atau asin memang nikmat disantap, tapi sebaiknya dihindari saat sahur. Konsumsinya tak hanya menaikkan tekanan darah, tapi juga membuat kamu cepat haus selama puasa, seperti diungkap situs Masnad Health Clinic (4/3/2025). Makanan tinggi garam bukan hanya makanan rumahan yang ditambahkan banyak garam, melainkan juga mie instan, makanan olahan seperti keripik kentang, nugget, pizza, dan banyak lainnya. Cobalah untuk mengurangi garam pada makanan dan bandingkan informasi nutrisi makanan kemasan untuk melihat mana yang mengandung lebih sedikit garam. Pastikan kandungan natriumnya 120 mg atau kurang per 100 gramnya. 2. Makanan tinggi lemak
Lemak memang diperlukan tubuh, tapi jenis lemak yang tak sehat apalagi dalam jumlah banyak, tidak disarankan. Hindari gorengan dan makanan lain yang secara alami tinggi lemak seperti mentega, keju, dan daging olahan. Konsumsi makanan tinggi lemak bisa menyebabkan nyeri ulu hati, memperparah refluks asam lambung dan peradangan, serta menambah asupan kalori. Penyebab terakhir inilah yang membuat berat badan kamu mungkin bertambah saat ramadan. Menghindari makanan tinggi lemak juga bisa menguntungkan kesehatan jantung. Sebaiknya beralih ke sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, serta sumber omega 3 dan omega 6 seperti ikan dan kacang-kacangan. 3. Makanan manisAneka es buah, kolak, hingga kue yang manis-manis kerap disantap saat sahur maupun buka puasa. Konsumsi jenis makanan ini bisa membuat kamu merasa sangat lemas, bahkan hanya selang 1-2 jam setelah sahur. Sebab makanan manis ini mengandung gula sederhana yang melepaskan energi dengan sangat cepat dan dalam waktu singkat. Makanan manis juga cepat meningkatkan kadar gula darah yang menyebabkan pelepasan insulin dalam jumlah besar sehingga membuat kamu merasa lelah. Hindari juga sumber makanan manis lain, seperti sereal olahan, roti, nasi, dan pasta karena makanan ini mengandung gula sederhana dan rendah serat yang membuat kamu cepat lapar. 4. Minuman manis
Tak hanya makanan manis, waspadai juga konsumsi minuman manis saat sahur. Misalnya jus buah kemasan, yogurt kemasan, minuman soda, atau minuman energi yang mungkin menarik selera. Tingginya kandungan gula pada minuman manis bisa membuat kenaikan kadar gula darah dalam waktu singkat. Alhasil kamu jadi cepat lapar meski sudah makan cukup saat sahur. Selengkapnya di halaman selanjutnya. 5. Makanan pedas dan banyak rempahSaat sahur, hindari konsumsi makanan pedas atau yang dibuat dengan banyak rempah. Makanan ini bisa bikin perut tak nyaman, seperti meningkatkan asam lambung dan memicu efek maag lainnya, seperti diungkap Times of India. Terlebih jika makanan tersebut dikonsumsi pagi hari. Besar kemungkinan akan menimbulkan risiko lain seperti sakit perut, mulas, atau mual. 6. Sumber kafein
Konsumsi kafein memang bisa mendorong energi, tapi jika berlebihan maka akan merugikan saat puasa. Minuman kafein, seperti kopi dan teh, sebaiknya dikonsumsi tak lebih dari 1 cangkir per hari. Kafein bisa membuat kamu dehidrasi karena bersifat diuretik. Intensitas buang air kecil pun bakal lebih sering selama seharian berpuasa. 7. Makan terlalu banyakTak hanya jenis makanannya, porsi makan juga perlu diperhatikan ketika sahur. Jika makan terlalu banyak, maka perut bisa jadi malah kembung dan terasa tak nyaman. Saat sahur lebih baik konsumsi makanan porsi kecil dan bergizi seimbang. Dengan begitu tingkat energi akan dilepas secara stabil dan kamu tidak mudah merasa lemas. (adr/odi) Buka Puasa dengan yang Manis Bisa Bikin Badan Lesu, Ini 5 Faktanya! Jakarta – Berbuka puasa dengan yang manis memang menyenangkan. Namun, tahukah kamu bahwa hal tersebut bisa menyebabkan tubuh mudah lesu? Ini faktanya! Berangkat dari seruan “Berbukalah dengan yang manis” membuat banyak orang selalu menyediakan makanan manis untuk berbuka puasa. Mulai dari minuman, kolak, es campur hingga kue-kue. Rasa manis tersebut agaknya dapat mengembalikan energi yang terkuras setelah seharian berpuasa. Namun, jika berlebihan, justru bisa menyebabkan tubuh menjadi lesu.
Hal tersebut disampaikan oleh Ahli gizi asal Malaysia Mohd Siddeq Azha Azahari, alih-alih berbuka dengan yang manis lebih baik berbuka dengan menu seimbang. Dikutip dari Sinar Daily (01/03/25) berikut faktanya!1. Apa itu makanan seimbang?
Mohd Siddeq menjelaskan bahwa makanan seimbang adalah makanan yang mengandung semua nutrisi. Mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat. Makanan yang dipenuhi nutrisi tersebut dapat menjaga energi agar tetap stabil, dan ini diperlukan saat menjalani ibadah puasa. Ketika berbuka, tubuh pun tetap berenergi. Menurut Mohd Siddeq, selama menjalani ibadah puasa, sistem metabolisme tubuh berfungsi seperti pada hari-hari biasa. 2. Bahaya berbuka dengan yang manisNamun, ketika berbuka puasa sering kali mengakibatkan peningkatan asupan karbohidrat yang cukup signifikan. Hal ini dipicu dari kebiasaan makan makanan manis. Makanan manis tersebut dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Lalu, diikuti dengan penurunan tajam, sehingga menyebabkan tubuh menjadi lesu dan lelah. “Banyak orang yang mengalami masalah ini setiap tahun akibat mengonsumsi karbohidrat berkualitas rendah yang berlebihan,” tutur Mohd Siddeq. Kesalahan saat buka puasa dan tipsnya ada di halaman selanjutnya.3. Kebiasaan buka puasa yang salah
Lebih lanjut, Siddeq juga menjelaskan kebiasaan buka puasa yang salah. Banyak orang yang selalu mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu saat berbuka puasa. “Kesalahan yang sering terjadi selama buka puasa adalah makan makanan ringan, seperti martabak lalu dipasangkan dengan minuman manis dalam jumlah yang banyak,” tuturnya. Kebiasaan makan seperti ini dapat menyebabkan penumpukan kalori dalam waktu sekejap. “Kuncinya adalah makanan seimbang untuk menjaga tubuh tetap berenergi,” lanjutnya. 4. Menu buka puasa seimbangSiddeq mengatakan bahwa pendekatan terbaik untuk buka puasa adalah melengkapi dengan serat dan protein. Itu bagus untuk energi dan sistem pencernaan yang lancar. Alih-alih makan kudapan saat berbuka, lebih baik pilih makanan utama yang seimbang terlebih dahulu. Dengan ini kamu bisa merasakan seberapa kenyang. “Lalu bisa memutuskan apakah perlu ngemil lagi atau tidak. Kalau makan camilan dulu bisa kenyang duluan tanpa dapat nutrisi,” tutur Siddeq. 5. Mengikuti sunnah Nabi
Jika ingin yang lebih sederhana, Siddeq menyarankan agar mengikuti praktek sunnah Nabi Muhammad SAW, yakni mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil. “Kurma menyediakan serat, ini bisa membantu memberikan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan,” tuturnya. Siddeq menegaskan bahwa jika mengandalkan makanan yang digoreng dan tinggi gula saat berbuka tidak akan memberikan rasa kenyang yang tahan lama. (raf/odi) 6 Asupan Ini Ramah Penderita GERD, Aman Dikonsumsi Saat Buka Puasa Jakarta – Penderita GERD yang menjalani puasa ramadan tak bisa sembarangan mengonsumsi makanan dan minuman agar kondisi tetap sehat. Ini makanan dan minuman yang baik dikonsumsi! Para penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) biasanya disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang aman bagi kesehatan lambung. Selama Ramadan, penderita GERD juga harus memerhatikan asupan makanan dan minuman agar kondisi tetap aman dan puasa berjalan lancar. Mengutip dari Siloam Hospitals (22/8/2024), penderita GERD yang berpuasa perutnya akan kosong selama beberapa jam yang dapat menimbulkan naiknya asam lambung. Oleh karena itu, asupan saat berbuka puasa penting diperhatikan. Makanan mengandung karbohidrat kompleks hingga minum teh herbal bisa menjadi solusi.
Berikut 6 makanan dan minuman untuk buka puasa bagi penderita GERD:1. Makanan dengan Karbohidrat KompleksPenderita GERD harus mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks jika ingin asam lambung tak naik. Makanan karbohidrat kompleks itu di antaranya ada roti gandum, beras merah, oatmeal, dan lainnya. Makanan dengan kandungan tersebut juga memberikan efek kenyang yang lebih lama. Selain itu, makanan-makanan ini lebih mudah dicerna untuk menghindari terjadinya iritasi pada lapisan lambung. 2. Makanan Rendah LemakAsupan protein juga jangan sampai ditinggalkan oleh para penderita GERD. Namun, tak semua asupan protein baik untuk kondisi GERD, sebaiknya hindari yang mengandung lemak tinggi. Beberapa makanan yang mengandung protein dan rendah lemak adalah ikan, yogurt, tempe, tahu, dan dada ayam tanpa kulit. Kelima makanan ini bisa menjadi pilihan yang menarik untuk berbuka puasa. 3. Kurma
Kurma menjadi makanan yang sunnah Rasul saat berbuka puasa. Anjurannya harus dikonsumsi dalam porsi ganjil, misalnya 1, 3, 5, dan jumlah ganjil lainnya. Kurma baik untuk penderita GERD karena mengandung serat alami. Selain itu, kurma juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Penderita GERD dianjurkan untuk mengonsumsi 3 buah kurma saat berbuka puasa sebelum menyantap hidangan utama. Cek untuk daftar minuman yang baik dikonsumsi di halaman selanjutnya… 4. Susu Rendah LemakSusu rendah lemak juga asupan yang aman dikonsumsi bagi penderita GERD saat berbuka puasa. Jangan mengonsumsi susu full cream, karena kandungan lemaknya yang tinggi sehingga sulit dicerna dan menyebabkan perut tak nyaman. Lemak yang terkandung dalam susu sapi ini juga dapat melunakkan otot stingter esofagus sehingga asam lambung lebih mudah naik. Selain susu rendah lemak, pilihan susu nabati juga baik dikonsumsi, seperti susu kacang kedelai, susu almond, dan lainnya. 5. Air Kelapa
Air kelapa diketahui mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi kesehatan. Minuman yang menyegarkan ini juga umum dikonsumsi saat berbuka puasa, karena dapat meningkatkan jumlah elektrolit pada tubuh. Kandungan nutrisi yang terkandung dalam air kelapa berupa kalium dapat menjaga pH darah dan keseimbangan cairan tubuh. Sehingga refluks asam dapat dikelola dengan baik dan tak menyebabkan naiknya asam lambung. 6. Teh HerbalPenderita GERD harus menghindari asupan kafein, karena dapat menyebabkan naiknya asam lambung. Selain kopi, teh hitam juga sebaiknya dihindari karena kandungan kafeinnya cukup tinggi. Namun, jika tetap ingin menikmati teh saat berbuka puasa bisa dengan alternatif teh herbal. Diketahui bahwa teh herbal bebas dari kafein. Di antaranya seperti teh jahe, teh kayu manis, dan lainnya. Teh licorice (teh akar manis) juga baik untuk konsumsi saat buka puasa bagi penderita GERD. Ini karena akar manis dapat meningkatkan produksi lendir yang melapisi dinding esofagus. (yms/odi) Lebih Bahaya dari Gula Pasir, Karbohidrat Ini Bikin Gula Darah Cepat Naik Jakarta – Kadar gula darah saat puasa perlu dijaga kestabilannya. Hindari makanan mengandung karbohidrat ini karena bikin gula darah melonjak dalam waktu cepat. Kadar gula darah perlu dijaga agar tetap stabil dalam rentang jumlah normalnya. Dengan begitu, kondisi resistensi insulin atau risiko diabetes bisa dicegah. Salah satu triknya dengan membatasi asupan makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi. Dalam hal ini, gula pasir sering dicap sebagai penyebab utama, padahal ada jenis bahan lain yang lebih berbahaya dalam hal meningkatkan kadar gula darah.
Hal ini diungkap oleh Dr. Eric Berg, DC yang memiliki lebih dari 13 juta subscriber YouTube. Ia juga merupakan pakar ketosis dan puasa intermiten. Dr. Berg menjelaskan jenis karbohidrat yang harus dihindari bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula darahnya tetap stabil.
“Ada satu jenis karbohidrat yang jauh lebih berbahaya daripada gula. Banyak orang menganggap gula adalah yang paling buruk, tetapi ada sesuatu yang lebih buruk dari itu,” ujarnya dikutip dari Getsurrey, Minggu (2/3/2025). Dr. Berg menilai indeks glikemik merupakan indikator penting dalam menentukan dampak suatu makanan terhadap kadar gula darah. Misalnya, contoh indeks glikemik Gula pasir yang memiliki indeks 65, Glukosa 100, Maltodekstrin 116-136. Dengan indeks glikemik yang lebih tinggi dari gula dan glukosa, maltodekstrin dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih signifikan. “Jadi, ini adalah karbohidrat yang tidak diklasifikasikan sebagai gula, tetapi bertindak seperti gula dengan cara yang lebih berbahaya. Karbohidrat ini dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Namanya maltodekstrin,” katanya.
Selain itu, Maltodekstrin juga hadir dalam bentuk lain, seperti pati makanan yang dimodifikasi dan pati jagung yang dimodifikasi. Bahan ini banyak ditemukan dalam makanan, termasuk produk bebas gula yang sebenarnya tetap mengandung zat mirip gula. Maltodekstrin biasanya berbentuk bubuk putih bertepung dan ditemukan dalam banyak makanan olahan, termasuk: – Produk roti seperti pastry, kerupuk, dan granola bar Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Ini Jenis Karbohidrat Paling Berbahaya untuk Gula Darah (adr/adr) 6 Makanan Penyebab Asam Urat, Batasi Konsumsinya Saat Sahur dan Buka Jakarta – Saat puasa, pilihan makanan saat sahur dan buka perlu diperhatikan. Batasi konsumsi makanan tinggi purin jika tidak ingin asam urat kambuh. Penyakit asam urat disebabkan tumpukan asam urat dan membentuk kristal di persendian. Melansir dari WebMD, tubuh memproduksi asam urat setelah memecah purin yang ditemukan dalam sejumlah pangan yang akrab sehari-hari. Ketika kambuh, penyakit ini menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan. Ahli merekomendasikan penderita asam urat untuk menerapkan diet rendah purin dan dianjurkan memilih makanan dengan teliti agar penyakit tersebut tidak kambuh.
Penderita asam urat sebaiknya menghindari makanan berikut saat sahur maupun buka puasa agar terhindar dari kambuh: 1. Jeroan
Sebaiknya hindari mengonsumsi jeroan atau organ dalam hewan seperti hati, ginjal, dan daging kelenjar seperti timus dan pankreas. Deret jeroan ini tinggi kandungan purin. 2. Permen dan makanan serba manisPermen, kue, biskuit, cake, dan makanan serba manis perlu dikurangi. Gula yang mengandung setengah fruktosa bisa terurai menjadi asam urat. Selain makanan manis, hal ini juga berlaku pada minuman manis. Minuman dengan pemanis tambahan tinggi bisa memicu asam urat kambuh. 3. Daging merah
Daging merah termasuk makanan tinggi kandungan purin. Melansir dari Cleveland Clinic, hindari atau batasi konsumsi daging merah termasuk daging sapi, domba, babi dan daging olahan seperti bacon. 4. SeafoodSebenarnya tidak semua seafood memicu asam urat. Namun sebaiknya hindari atau batasi makanan penyebab asam urat seperti kerang, cumi-cumi, udang, tiram, kepiting dan lobster. 5. Roti putih
Melansir dari WebMD, semakin cepat makanan meningkatkan gula darah, semakin buruk pengaruhnya terhadap asam urat. Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue kering, pasta putih bisa meningkatkan kadar gula darah dan jelas ini tidak baik untuk asam urat. 6. MaduMadu terlihat tidak mengancam kesehatan tapi buat penderita asam urat, sebaiknya pertimbangkan lagi jika ingin mengonsumsi madu. Madu memang pemanis alami tapi tinggi fruktosa sehingga masuk makanan penyebab asam urat. Fruktosa bisa melepas purin saat dipecah tubuh. Penderita asam urat patut membatasi konsumsi madu. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Hati-hati Bikin Kambuh, Ini 6 Makanan Penyebab Asam Urat” (adr/adr) 5 Tips Ngopi Selama Ramadan agar Kesehatan Tetap Terjaga Jakarta – Kebiasaan minum kopi sering kali sulit ditinggalkan saat Ramadan. Pencinta kopi sebenarnya tetap bisa menikmati minuman favoritnya dengan cara sehat berikut ini. Penikmat kopi mungkin sudah tidak bisa lepas dari kebiasaan minum kopi. Namun, bulan Ramadan menjadi waktu dimana minum kopi perlu dibatasi karena umat Muslim berpuasa mulai dari fajar sampai terbenamnya matahari. Para penikmat kopi harus melakukan perubahan mendadak yang mampu menimbulkan rasa lelah atau sakit kepala.
Namun, para pecinta kopi sebenarnya masih bisa menikmati kopi, hanya ritualnya diubah. Beberapa tips juga bisa diperhatikan supaya minum kopi selama Ramadan tidak membahayakan kesehatan. Melansir beberapa sumber, berikut 5 cara minum kopi yang sehat saat Ramadan. 1. Optimalkan waktu minum kopi
Waktu minum kopi menjadi hal penting saat puasa. Melansir dekaranganjar.com, Dr Nazir menyarankan minum kopi dua jam sebelum waktu sahur berakhir. Takarannya juga tidak boleh berlebihan, cukup satu cangkir saja. Kopi juga bisa diminum setelah berbuka. Melansir ottencoffee.co.id(02/03/2024), para ahli menyarankan waktu terbaik untuk menikmatinya yaitu satu sampai dua jam setelah berbuka puasa. Minum kopi pada waktu ini bisa membantu tubuh lebih aktif dan berenergi untuk lanjut menjalankan ibadah tarawih dan tadarus. 2. Pilih kopi rendah kafein
Saat menjalani puasa, perut mungkin akan lebih sensitif terhadap makanan dan minuman yang masuk. Oleh karenanya, pertimbangkan untuk memilih kopi yang lebih rendah kafein. Minum kopi tinggi kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengendurkan sfingter esofagus. Akibatnya asam lambung naik atau GERD kambuh saat puasa. Selama puasa, sebaiknya pilih jenis kopi decaf yang memiliki kafein lebih rendah. Menurun National Coffee Association, dalam 100 ml kopi decaf hanya mengandung 2 mg kafein yang jauh lebih kecil daripada kopi reguler dengan kandungan kafein sampai 95 mg per 100 ml. Cara ngopi sehat saat Ramadan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Tetap jaga hidrasi tubuh
Hidrasi menjadi hal penting selama Ramadan. Sebab, selama berpuasa asupan cairan akan berkurang, berisiko terkena dehidrasi. Seimbangkan setiap cangkir kopi dengan banyak minum air putih untuk mengurangi efek diuretik kafein. Selain mencukupi kebutuhan air putih, bisa juga konsumsi makanan kaya air saat sahur dan buka puasa. Menikmati buah-buahan dan sayuran yang menyediakan hidrasi dan nutrisi, memastikan tubuh tetap terhidrasi dan berenergi selama puasa. 4. Kurangi dosisnya
Selama puasa, pola hidup juga biasanya berubah. Ritual minum kopi juga ikut berganti. Oleh karena itu, jika biasanya minum kopi 3 kali dalam sehari, mungkin bisa dikurangi jadi 1 atau 2 kali saja sehari. Dalam hitungan dosis, misalnya biasa minum 18 gram kopi, selama Ramadan dosisnya bisa dikurangi jadi 12 gram saja. Pasalnya, minum kopi berlebihan dapat menimbulkan risiko peningkatan asam lambung dan memperburuk sakit asam lambung yang dialami. 5. Kurangi gulaSelain mengurangi dosisnya, penting juga untuk mengurangi kandungan gula. Kopi akan lebih sehat jika dibuat tanpa campuran pemanis seperti gula. Hal ini juga penting karena konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa. Oleh karenanya, pemanis itu bisa diganti dengan bahan campuran alami lainnya. Segelas kopi bisa ditambah rempah-rempah, seperti kayu manis atau kapulaga. Bisa juga pemanis buatannya diganti menjadi madu uang lebih sehat. Menjalani puasa dengan sehat membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan cairan dalam tubuh. Selama lebih dari 12 jam menahan haus dan lapar, tubuh kehilangan banyak cairan serta mineral esensial yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme.
Le Minerale, dengan kandungan mineral esensial alaminya, membantu menggantikan elektrolit yang hilang, menjaga keseimbangan cairan, serta membuat tubuh tetap segar dan berenergi sepanjang hari. Minum Le Minerale saat sahur membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama, sementara saat berbuka, membantu mengembalikan kesegaran setelah seharian berpuasa. Dengan asupan cairan yang cukup dan berkualitas, puasa terasa lebih ringan, tubuh tetap bugar, dan aktivitas harian tetap optimal. (aqr/adr) 5 Minuman Herbal Pencegah Perut Kembung Saat Buka Puasa Jakarta – Perut kembung kerap dialami usai buka puasa. Sebagai solusi, coba konsumsi minuman herbal ini ketika waktu berbuka. Puasa membuat tubuh mengalami berbagai perubahan kondisi. Salah satu kondisi yang sering terjadi yaitu perut kembung. Kondisi kembung membuat perut seakan sesak, penuh, dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Perut kembung tidak boleh disepelekan, karena bisa jadi pertanda kondisi tubuh sedang dalam keadaan tidak sehat. Menghindari konsumsi makanan dan minuman tertentu memang bisa membantu. Namun, kondisi perut kembung juga bisa diatasi dengan minum minuman herbal berkhasiat. Melansir Times of India, berikut 5 racikan minuman herbal yang bisa atasi perut kembung saat buka puasa: 1. Teh peppermint
Teh peppermint yang dibuat dengan memasukkan daun peppermint ke dalam air panas ini menjadi salah satu racikan tepat. Teh ini dikenal dengan khasiatnya yang menenangkan dan baik untuk meredakan keasaman dan kembung di perut. Di dalamnya terkandung menthol yang membantu merelaksasikan otot-otot saluran pencernaan, mengurangi gas, dan rasa tidak nyaman akibat kembung. Senyawa flavonoid di dalam teh ini juga dipercaya ampuh meredakan berbagai masalah pada sistem pencernaan, termasuk perut kembung. 2. Lemon jahe
Perpaduan lemon dan jahe juga bisa mengatasi perut kembung. Cara membuatnya mudah tinggal merebus irisan lemon dan jahe. Minuman ini berkhasiat karena jahe di dalamnya merupakan obat alami untuk masalah pencernaan. Sedangkan lemon juga bisa membantu pencernaan dan membantu tubuh mengurangi keasaman. Jahe dan lemon juga mengandung antioksidan dan antiradang, sehingga bisa meringankan peradangan usus. Mengonsumsi wedang lemon jahe bisa membuat usus bekerja lebih baik, sehingga masalah pencernaan bisa teratasi. Rekomendasi minuman herbal lain untuk atasi kembung bisa dibaca pada halaman selanjutnya!3. Teh chamomile
Selain menenangkan tubuh dan pikiran, teh chamomile juga bisa mengurangi gas dan melemaskan otot yang menggerakkan makanan melalui usus. Teh chamomile juga kaya akan senyawa fenolik, seperti apigenin, quercetin, dan patuletin. Senyawa ini memiliki sifat antiradang, menenangkan, pencernaan, dan antispasmodik yang meredakan rangsangan saluran pencernaan dan membantu meredakan gas berlebihan. Namun, teh chamomile tidak direkomendasikan bagi mereka yang alergi terhadap chamomile atau bunga lain dalam satu famili. Orang yang mengonsumsi antikoagulan, obat penenang, atau analgesik juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi teh chamomile. 4. Teh kayu manis
Kayu manis juga dikenal dengan khasiat anti radangnya dan kemampuan untuk mengatur kadar gula darah. Minum teh kayu manis setelah buka puasa bisa membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegah keasaman serta kembung. Di dalam teh herbal ini juga ada sifat antispasmodik yang bisa meredakan kram perut, gas, dan kembung. 5. Teh biji ketumbarBiji ketumbar juga bisa dijadikan teh lalu diminum setelah buka puasa. Biji ketumbar dapat mengurangi keasaman dan kembung setelah makan. Minuman herbal ini memang terkenal mampu mengatasi masalah pencernaan, seperti mual, diare, dan perut kembung. Di dalam biji ketumbar terdapat kandungan serat yang bisa meningkatkan kerja sistem pencernaan secara keseluruhan. Selain itu, racikan teh ini juga memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiradang yang dapat melawan bakteri penyebab peradangan. (aqr/adr) |






































