Tag: ramadan 2025

  • Kurma Perlu Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Kata BPOM Arab Saudi


    Jakarta

    Saat makan kurma, ada yang langsung menyantapnya begitu saja, tapi ada juga yang memilih mencucinya. Lantas bagaimana menurut BPOM Arab Saudi?

    Kurma merupakan buah yang populer dikonsumsi selama Ramadan. Selain merupakan sunnah Rasul, makan kurma juga baik untuk kesehatan karena kurma mengandung banyak nutrisi, seperti kalium, zat besi, magnesium, serta vitamin (A – B – C – E). Sedangkan kulit kurma mengandung flavonoid, yang bertindak sebagai antioksidan.

    Meski terlihat bersih dan segar, Otoritas Makanan dan Obat-obatan (SFDA) atau BPOM Arab Saudi menyarankan kurma dicuci dengan air sebelum dikonsumsi untuk mengurangi bahan kimia yang digunakan ketika proses penanaman kurma.


    Mengutip laman resmi SFDA, kurma berpotensi terkontaminasi oleh zat kimia seperti residu pestisida dan logam berat dan beracun. Selain itu, buah tersebut bisa juga terkontaminasi zat fisik (benda asing seperti adanya bagian logam) atau pertumbuhan mikroorganisme (ragi dan jamur).

    Cara tepat menyimpan kurma

    Apa Perlu Mencuci Kurma Sebelum Dimakan?Foto: iStock

    SFDA menyatakan bahwa ada beberapa cara untuk mengawetkan kurma, termasuk membekukan di freezer yang dinilai sebagai cara terbaik, karena suhu dingin dapat membunuh atau mengurangi mikroorganisme serta mengurangi bioproses dan oksidasi.

    Dalam proses pembekuan, sebaiknya dilakukan di suhu serendah mungkin.

    Selain dibekukan, kurma juga dapat disimpan dalam lemari pendingin selama beberapa minggu, dengan catatan menggunakan kemasan yang tepat yang membantu mengurangi paparan kurma terhadap kelembapan.

    Berapa lama kurma bisa disimpan?

    Masa penyimpanan kurma dalam lemari pendingin dapat mencapai tiga bulan untuk beberapa jenis, serta dapat diawetkan dengan metode pengeringan. Cara ini bertujuan untuk mengurangi kelembapan yang membantu pertumbuhan mikroorganisme, karena menjaga kurma pada kelembapan 20% dan menyimpannya pada suhu 25 derajat Celsius dapat memperpanjang masa penyimpanannya hingga satu tahun.

    SFDA menyatakan bahwa kurma memiliki banyak manfaat kesehatan seperti jenis buah lainnya, tetapi harus dikonsumsi dengan cara yang wajar untuk menghindari gula darah tinggi.

    Untuk itu, para penderita diabetes tidak disarankan mengonsumsi kurma dalam jumlah banyak dan berkonsultasi dengan spesialis (dokter dan ahli gizi) untuk menentukan jumlah yang dapat dimakan setiap hari.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Benarkah Kurma Harus Dicuci sebelum Dimakan? Ini Kata BPOM Arab Saudi

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ramadan 2025 di Arab Saudi, Cuaca Diprediksi Sedang



    Jakarta

    Arab Saudi akan memasuki musim semi pada awal Ramadan tahun ini. Ahli meteorologi Saudi mengungkap prediksi cuaca di wilayah tersebut selama puasa.

    Dilansir Gulf News dari TV Saudi Rotana Khalijia, Senin (10/2/2025), analis cuaca di Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM), Aqil Al Aqil, mengatakan Ramadan 2025 bertepatan dengan awal musim semi dengan cuaca sedang.

    Al Aqil mengatakan cuaca musim semi cenderung dingin di awal, terutama di wilayah Arab Saudi bagian utara, dan sedang di wilayah lainnya.


    Selama Ramadan, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus serta nafsu lainnya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

    Kewajiban puasa disyariatkan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183. Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

    Puasa Ramadan 1446 H/2025 M akan berlangsung pada Maret. Menurut sejumlah prediksi dari perhitungan astronomis, 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

    Selain puasa, umat Islam akan berbondong-bondong datang ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah umrah. Ramadan menjadi puncak musim umrah tahunan yang berlangsung di Arab Saudi.

    Pada 2024, Otoritas Arab Saudi mencatat lebih dari 30 juta muslim dari berbagai penjuru dunia umrah sepanjang Ramadan.

    Media lokal Inside the Haramain melaporkan, Masjidil Haram mencapai kapasitas maksimum jelang 10 hari terakhir Ramadan. Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi disebut telah mengerahkan tenaga secara maksimal untuk mengendalikan kerumunan di masjid terbesar di dunia itu.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Arab Saudi Buka Pendaftaran Umrah Ramadan 2025, Ini Ketentuannya


    Jakarta

    Ramadan menjadi puncak musim umrah tahunan di Tanah Suci. Pemerintah Arab Saudi telah membuka pendaftaran umrah untuk paruh pertama Ramadan 2025.

    Dilansir dari Gulf News, Jumat (21/2/2025), pendaftaran umrah Ramadan bisa dilakukan lewat aplikasi Nusuk. Aplikasi ini nantinya akan mengeluarkan izin umrah yang wajib dimiliki setiap jemaah.

    Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat indikator kepadatan di halaman pemesanan untuk hari pertama Ramadan, yang diprediksi mulai 1 Maret 2025, menunjukkan sedang. Namun, pihaknya tidak melaporkan angka spesifik pemesanan itu.


    Terjadi peningkatan pemesanan pada dua hari Jumat pertama bulan tersebut, sedangkan pemesanan pada hari-hari lainnya masih rendah.

    Umrah bulan Ramadan selalu ramai. Laporan detikHikmah dari Tanah Suci pada Ramadan tahun lalu, area pelataran Ka’bah dipadati jemaah menjelang buka puasa dan salat berjamaah. Saat Ramadan, memasuki pelataran Ka’bah juga bukan perkara mudah karena banyaknya jemaah umrah.

    Otoritas Arab Saudi mencatat lebih dari 30 juta umat Islam menunaikan umrah selama Ramadan 2024. Seorang pejabat otoritas yang bertanggung jawab atas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Walid Basamad, dalam wawancaranya dengan TV Saudi Al Ekhbariya mengatakan direktorat terkait telah bekerja untuk memastikan layanan berkualitas tinggi untuk jemaah yang memadati Masjidil Haram.

    Keutamaan Umrah Ramadan

    Umrah bulan Ramadan menjadi incaran umat Islam karena keutamaan yang terkandung di dalamnya. Menurut sebuah hadits yang terdapat dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW pernah menyebut pahala umrah di bulan Ramadan setara dengan haji.

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِامْرَأَةِ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهَا أُمُّ سِنَانٍ مَا مَنَعَكِ أَنْ تَكُونِي حَجَجْتِ مَعَنَا قَالَتْ نَاضِحَانِ كَانَا لِأَبِي فُلَانٍ زَوْجِهَا حَجَّ هُوَ وَابْنُهُ عَلَى أَحَدِهِمَا وَكَانَ الْآخَرُ يَسْقِي عَلَيْهِ غُلَامُنَا قَالَ فَعُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي

    Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Nabi SAW bertanya kepada seorang perempuan dari kaum Anshar yang bernama Ummu Sinan, “Apa yang menghalangimu sehingga kamu tidak turut berhaji bersama kami?” Perempuan itu menjawab, “Ada dua saluran air milik ayah anakku (yakni milik suaminya). Ketika suamiku berhaji, putranya yang mengurus salah satu dari dua saluran air tersebut, sedangkan yang satu lagi diurus oleh pembantu kami untuk mengairi kebun kurma milik kami.” Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu berumrah di bulan Ramadan, maka pahalanya seperti haji (atau berpahala seperti haji bersamaku).” (HR Muslim)

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Puasa 87 Hari Lagi, Baca Doa Ini agar Dipanjangkan Umur sampai Bulan Ramadan


    Jakarta

    Puasa Ramadan 1446 H/2025 M akan tiba sekitar tiga bulan lagi. Menyambut datangnya waktu istimewa tersebut, umat Islam bisa memanjatkan doa agar dipanjangkan umur sampai bulan Ramadan.

    Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriah. Bulan ini memiliki banyak keistimewaan di atas bulan-bulan lainnya.

    Keistimewaan bulan Ramadan dijelaskan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits. Dalam surah Al Baqarah ayat 185 dikatakan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an dan bulan wajib berpuasa. Allah SWT berfirman,


    شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥

    Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

    Ramadan juga menjadi bulan yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Qadr ayat 1-3,

    اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣

    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”

    Kemudian dalam hadits dikatakan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup pada Ramadan. Rasulullah SAW bersabda,

    إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَ أُغْلِقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَ سُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

    Artinya: “Apabila Ramadan telah masuk, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu jahannam ditutup serta setan-setan dibelenggu.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Menurut kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Kementerian Agama RI, 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025. Jika dihitung mundur, Ramadan 2025 tinggal 87 hari lagi. Meski demikian, penetapan awal Ramadan masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pada 29 Sya’ban.

    Umat Islam bisa memanjatkan doa agar dipertemukan bulan Ramadan. Mengingat bertemu bulan Ramadan adalah suatu nikmat. Imam an-Nawawi dalam kitab Al Adzkar mengatakan, siapa pun yang mendapatkan nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah SWT dianjurkan bersujud syukur kepada Allah SWT atau memuji Allah SWT atas pemberian-Nya.

    Doa agar Dipanjangkan Umur sampai Bulan Ramadan

    Ada sebuah hadits yang menyebut Rasulullah SAW memanjatkan doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan. Doa ini beliau baca saat memasuki bulan Rajab. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

    Allahumma barik lanaa fi rojab wa sya’baan wa ballighnaa ramadhaan

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dengan hadirnya bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami dengan bulan Ramadan.”

    Doa tersebut terdapat dalam hadits yang dikeluarkan Imam Ahmad dalam Musnad, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Imam an-Nawawi dalam Al Adzkar.

    Dalam hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad dari jalur Anas RA dan lainnya, Rasulullah SAW juga pernah memanjatkan doa untuk pelayannya, Anas, agar panjang umur dan banyak harta. Berikut bacaan doanya:

    اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَأَطِلْ حَيَاتَهُ وَاغْفِرْ لَهُ

    Allahumma aktsir malahu wa waladahu wa athil hayaatahu waghfirlahu

    Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah umurnya dan ampunilah dia.”

    Silaturahmi Memperpanjang Umur

    Selain berdoa, ada amalan lain yang bisa memperpanjang umur. Masih dalam Al Adab Al Mufrad, Imam Bukhari mengeluarkan hadits bahwa silaturahmi memperpanjang umur. Diriwayatkan dari Anas ibnu Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

    Artinya: “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah menjalin silaturahmi.” (Shahih dalam kitab Shahih Abu Daud)

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com