Tag: ramadan 2025

  • 7 Tempat Ngabuburit Terbaik Sambil Berburu Takjil di Tangerang



    Tangerang

    Menjelang waktu berbuka puasa, traveler pasti ngabuburit dengan teman dan keluarga. Bagi yang berada di Tangerang, ini 7 tempat ngabuburit terbaiknya:

    Sebagai salah satu kota dengan keragaman kuliner, Tangerang menawarkan banyak lokasi yang bisa menjadi pilihan traveler buat ngabuburit sambil berburu takjil.

    Dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan kekinian, setiap lokasi di Tangerang ini memiliki daya tarik tersendiri. Suasana ramai menjelang waktu berbuka pun menambah keseruan tersendiri.


    Dilansir dari Antara, Jumat (7/3/2025), berikut 7 tempat ngabuburit terbaik sambil berburu takjil di Tangerang:

    1. Pasar Lama Kota Tangerang

    Pertaman, tentu saja Kawasan Pasar Lama Tangerang. Kawasan ini dikenal sebagai surganya kuliner, terutama saat bulan Ramadan tiba.

    Berbagai makanan dan minuman, mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga makanan berat tersedia dengan harga terjangkau. Lokasinya berada di Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang.

    2. Jalan KH. Soleh Ali

    Terletak tidak jauh dari kawasan Pasar Lama Tangerang, sepanjang Jalan KH. Soleh Ali dipenuhi pedagang yang menjajakan aneka takjil, seperti gorengan dan kolak. Pedagang mulai berjualan sekitar pukul 15.00 WIB, menawarkan berbagai pilihan dengan harga terjangkau.

    3. Situ Cipondoh

    Destinasi wisata ini semakin ramai saat Ramadan karena banyaknya pedagang takjil yang berjejer di sekitar jalan depan Situ Cipondoh. Selain berburu takjil, pengunjung dapat menikmati pemandangan danau sambil menunggu waktu berbuka.

    4. Taman Prestasi

    Setelah relokasi pedagang dari Alun-Alun Ahmad Yani, Taman Prestasi menjadi pusat kuliner dengan ragam menu takjil yang enak dan terjangkau. Lokasinya yang teduh dan nyaman membuatnya cocok untuk bersantai sambil menunggu waktu berbuka.

    5. Pasar Laris Taman Cibodas

    Pasar ini menawarkan aneka ragam makanan dan minuman, bahkan pakaian hingga mainan anak-anak dengan harga yang relatif terjangkau. Berlokasi di Jalan Raya Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Cibodas.

    6. Taman Elektrik

    Berada di dekat Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dan Masjid Raya Al-A’zhom, Taman Elektrik menjadi tempat favorit untuk ngabuburit. Selain menikmati suasana taman, pengunjung dapat menemukan berbagai pedagang yang menjual aneka takjil dan makanan berat.

    7. Pasar Ciledug

    Wilayah Timur Kota Tangerang ini ramai oleh pedagang takjil yang menjual beragam makanan seperti kolak dan gorengan dengan harga terjangkau. Akses yang mudah membuat tempat ini selalu ramai didatangi warga yang ingin membeli menu berbuka puasa.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang, Bisa Sambil Berburu Takjil



    Semarang

    Ngabuburit sudah seperti jadi kegiatan wajib menjelang berbuka puasa. Di Semarang, traveler bisa ngabuburit di 10 tempat ini, sambil sekalian membeli takjil.

    Di Kota Semarang, Jawa Tengah ada begitu banyak pilihan lokasi ngabuburit. Ada taman, pusat kuliner, hingga tempat yang menawarkan pemandangan alam. Lebih asyiknya lagi, kalian bisa membeli takjil untuk berbuka puasa di sini.

    Berikut 10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang:

    1. Aloon-Aloon Masjid Kauman

    Rekomendasi yang pertama adalah Aloon-Aloon Masjid Kauman. Lokasinya berada di Jalan Kauman, Semarang, satu kawasan dengan Masjid Kauman. Traveler bisa menunggu waktu berbuka dengan berburu takjil di sini.


    Ada begitu banyak penjual makanan ringan hingga berat. Setelah berbuka puasa, traveler juga bisa langsung melaksanakan sholat di masjid bersejarah tersebut.

    2. Kota Lama

    Tidak jauh dari Aloon-Aloon Masjid Kauman, ada Kota Lama yang bisa menjadi lokasi ngabuburit. Kota Lama sendiri berada di Jalan Tanjung Mas, Semarang Utara. Di sini, traveler dapat berjalan-jalan menyusuri kawasan kota kuno yang dipenuhi bangunan lawas khas Belanda.

    Di beberapa titik juga terdapat kafe dan restoran yang dapat kita kunjungi untuk berbuka puasa. Tidak sedikit juga penjual takjil yang dapat kita temui di kawasan ini.

    3. Jalan Pahlawan

    Saat bulan Ramadhan, kawasan Jalan Pahlawan berubah menjadi pusat jajanan. Ruas jalan yang berada di tengah Kota Semarang ini pun menjadi tempat yang sangat cocok untuk ngabuburit.

    Namun saat ngabuburit di sini, sebaiknya datang lebih siang. Pasalnya, ruas jalan ini akan sangat macet ketika sudah semakin sore dan mendekati jam berbuka puasa.

    4. Simpang Lima

    Simpang Lima adalah salah satu ruang terbuka yang sangat ikonik di Kota Semarang. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat. Saat Ramadan tiba, tidak sedikit masyarakat yang ngabuburit dan menunggu waktu buka puasa di kawasan ini.

    Di sekitar lapangan Simpang Lima terdapat shelter kuliner yang menawarkan berbagai makanan khas Semarang. Tentu saja traveler bisa berburu takjil di sini sampai puas.

    Setelah puas ngabuburit dan bersantap buka puasa, traveler dapat menjalankan ibadah sholat maghrib maupun tarawih di Masjid Raya Baiturrahman. Lokasinya berada persis di sisi timur Simpang Lima.

    5. Taman Indonesia Kaya

    Rekomendasi tempat ngabuburit di Semarang selanjutnya adalah Taman Indonesia Kaya atau Taman Menteri Supeno. Lokasinya sendiri berada di Jalan Menteri Supeno Nomor 11 A, Mugassari, Semarang Selatan.

    Suasananya yang asri membuat taman ini sangat cocok untuk dijadikan tempat ngabuburit. Di sekitarnya terdapat penjaja makanan kaki lima sehingga traveler juga bisa berburu takjil.

    6. Kawasan Banjir Kanal Barat

    Kawasan Banjir Kanal Barat menjadi salah satu lokasi yang hits bagi muda-mudi di Kota Semarang untuk sekadar nongkrong. Saat bulan Ramadan tiba, kawasan ini pun menjadi tempat ngabuburit.

    Ada beberapa spot yang menarik di Banjir Kanal Barat ini. Pertama, ada Taman Bendungan Pleret yang asri. Di sini, pengunjung bisa duduk bersantai menikmati udara sejuk sambil melihat pemandangan kanal.

    Spot yang kedua yang menjadi favorit bagi masyarakat Kota Semarang adalah bagian seberang The Park Mall. Dari spot ini, kita dapat menyaksikan pemandangan matahari terbenam sambil ngabuburit.

    7. Taman Sampangan

    Berikutnya ada Taman Sampangan, salah satu lokasi yang tepat untuk berburu takjil selama Ramadhan. Di sini ada begitu banyak jenis jajanan kekinian yang dapat traveler temukan.

    Harganya pun masih terbilang terjangkau di kantong semua kalangan. Taman Sampangan beralamat di Jalan Menoreh Raya, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang.

    8. Kawasan Undip Pleburan

    Kawasan Undip Pleburan, khususnya di Jalan Pleburan Barat, Semarang Selatan, adalah lokasi ngabuburit di Semarang yang selanjutnya. Lokasinya sendiri tidak begitu jauh dari pusat kota. Di sini, ada banyak penjual makanan dan minuman sehingga cocok sekali untuk berburu takjil.

    9. Perempatan Manyaran

    Bagi detikers yang berada di Kawasan Semarang Barat, lokasi ngabuburit dan berburu takjil yang direkomendasikan adalah perempatan Manyaran. Lokasi ini biasanya menjadi pasar pagi di hari Minggu.

    Namun selama bulan Ramadan, perempatan Manyaran menjadi pusat takjil. Mulai dari makanan yang manis, gurih, ringan, hingga berat, bisa traveler dapatkan di sini!

    10. Jalan Roda Mas

    Untuk traveler yang berada di kawasan Semarang Utara, cobalah untuk ngabuburit di Jalan Roda Mas. Di kawasan ini, ada banyak penjual makanan yang menawarkan berbagai kuliner untuk berbuka puasa.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Masjid Berkonsep Unik di Bandung, Bentuknya Seperti Lumbung Padi



    Bandung

    Di Soreang, Bandung ada bangunan masjid yang unik. Bukannya memiliki arsitektur Timur Tengah, tapi bentuk masjid ini malah seperti lumbung pagi atau leuit.

    Masjid tersebut adalah Masjid Salman Rasidi yang terletak di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Tempat ibadah tersebut memiliki ruang tempat salat yang berada di lantai 2.

    Bangunan masjid tersebut didominasi dengan warna abu-abu. Kemudian dari tampak depan arsitekturnya dominan dengan kaca-kaca yang besar.


    Masjid tersebut memiliki udara yang sejuk yang membuat para jemaah nyaman untuk beribadah. Nampak terlihat di berbagai sisi bangunan dibuat miring sama halnya seperti bentuk asli dari lumbung padi.

    Masjid Salman Rasidi ini dibangun pada tahun 2019, tepatnya tanggal 20 Mei 2019. Pembangunan selesai dalam waktu kurang lebih 1 tahun, kemudian diresmikan pada tanggal 9 April 2020.

    Ketua Harian DKM Masjid Salman Rasidi, Andri Mulyadi (45) mengatakan, masjid tersebut dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Sehingga jemaah yang beribadah bisa dengan nyaman dan khusuk.

    “Jadi memang ini desainnya kita sangat memperhatikan lingkungan. Ini terlihat seperti di dalam kondisi kaca-kaca yang termasuk ventilasinya, cahayanya juga. Sehingga memang jemaah merasa nyaman, merasa khusuk, yang tagline-nya dari kita itu adalah aman, nyaman dan mengesankan,” ujar Andri, Senin (3/3/2025).

    Andri mengatakan jemaah yang datang ke masjid tersebut kerap terpada dengan bangunan masjid tersebut. Maka tak jarang para jemaah kerap mengabadikan momen di masjid tersebut.

    “Masyaallah banyak sekali kegiatan-kegiatan di samping kegiatan-kegiatan, mereka juga berfoto ria gitu ya, selfie kemudian menikmati kenyamanan yang ada di Masjid Salman Rasidi ini,” katanya.

    Pihaknya mengungkapkan masjid tersebut memiliki konsep bangunan sama seperti leuit atau lumbung padi. Kata dia, hal tersebut dilakukan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada di Soreang.

    “Ini disesuaikan dengan warga sekitar di sini itu kan masyarakat agraris. Yang kedua memang memiliki filosofi yang sangat tinggi, yang masyarakat agraris yaitu karena rata-rata di wilayah sini adalah mereka bercocok tanam, terutama padi. Makanya kita simbolkan yaitu dengan seperti bentuk lumbung padi,” jelasnya.

    Area masjid tersebut memiliki ukuran 15 meter X 15 meter. Kemudian untuk area pelataran atau parkiran yang memiliki ukuran 19 meter X 20 meter.

    “Kalau daya tampung semuanya itu sekitar 400 jemaah, termasuk yang di bawah. Kalau misalnya meluber, kita ada yang di bawah, karena yang inti adalah di lantai yang pertama dan dua,” ucapnya.

    Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi.Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

    Menurutnya yang membuat masjid tersebut terasa sejuk adalah dengan adanya AC yang diletakan pada bagian pinggir lantai. Kata dia, dengan itu masyarakat akan merasakan angin yang sejuk.

    “Kan orang pakai AC di atas ya. Ini di bawah. Jadi seperti merasakan seperti ada ombak, seperti ada angin kan begitu. Kemudian juga alhamdulillah ada fasilitas seperti air minum gratis. Kemudian juga fasilitas tempat parkir juga nyaman, alhamdulillah luas,” tuturnya.

    Masjid tersebut kerap menjadi tempat istirahat bagi warga yang akan berwisata ke wilayah Bandung Selatan. Makanya masjid tersebut kerap disinggahi oleh para wisatawan.

    “Alhamdulillah mereka sangat nyaman. Bahkan sudah informasi mulut ke mulut, dan ternyata kalau mereka mau wisata ke arah Ciwidey, mereka transit dulu di Masjid Salman Rasidi ini,” bebernya.

    Dia menambahkan pada ramadan kali ini berbagai program kajian telah diselenggarakan. Apalagi kajian tersebut kerap dihadiri oleh muda-mudi yang ada di Soreang.

    “Tentunya masjid juga ingin di dalamnya itu memiliki nilai-nilai. Salah satu nilainya adalah memberikan sebuah kebermanfaatan untuk masyarakat dan menjadi berkah lah adanya masjid ini,” pungkasnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejuk dan Asrinya Masjid Bambu di Cirebon, Bikin Jemaah Betah



    Cirebon

    Ada sebuah masjid unik di Cirebon. Masjid itu terbuat dari bambu. Suasananya asri dan sejuk sehingga membuat para jemaah betah.

    Masjid tersebut dibuat dengan menggunakan bambu berwarna kuning sebagai bahan baku utama bangunan. Dilihat dari depan, tampak ratusan bambu dengan berbagai macam ukuran disusun hingga membentuk bangunan masjid.

    Tak hanya bambu, bagian atap masjid juga tidak menggunakan atap genteng, melainkan serat ijuk berwarna hitam. Di sekitar masjid, terdapat pepohonan dengan daun yang rindang membuat suasana masjid terasa adem, meski letaknya di tengah kota.


    Masuk lagi ke dalam, suasana nyaman dan sejuk yang berasal dari udara yang berhembus dari celah dinding bambu langsung terasa di badan.

    Ragam ornamen hiasan kaligrafi dan lampu gantung bermotif bebatuan juga menambah indah suasana masjid yang dikenal dengan nama Masjid Bambu tersebut.

    Terpisah dari bangunan masjid, terdapat sebuah menara berwarna hijau dengan lafadz Allah di atasnya. Menara tersebut, berfungsi sebagai tempat pengeras suara waktu salat.

    Fauzi, takmir Masjid Bambu memaparkan, Masjid Bambu mulai dibangun sejak tahun 2014, kala itu, menara masjid masih belum dibangun, sehingga untuk pengeras suaranya sendiri di taruh di atas pohon yang banyak tumbuh di area masjid.

    Menurut Fauzi, berbeda dengan masjid pada umumnya, masjid yang memiliki nama asli Masjid Ash-Shomad tersebut memang sengaja dibangun menggunakan bambu sebagai bahan utama.

    “Nama asli Masjidnya Ash-Shomad yang artinya tempat bergantung segala sesuatu, itu diambil dari nama Asmaul Husna,” tutur Fauzi, Senin (3/3/2025).

    Masjid Bambu  atau Masjid Ash-Shomad Cirebon.Masjid Bambu atau Masjid Ash-Shomad Cirebon. Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

    Fauzi memperkirakan, 70 persen bangunan masjid adalah bambu, dengan atap menggunakan ijuk. Menurutnya, bambu dan ijuk tersebut didatangkan langsung dari Majalengka dan juga Ciamis.

    “Sudah 11 tahun, memang suasana dibikin seperti Masjid Kuno, hampir 70 dari bambu, tapi bambunya itu kokoh, atapnya pakai ijuk. Wakafnya dari Pak Haji Watid, ” tutur Fauzi.

    Untuk kapasitasnya sendiri, Masjid Bambu menampung sekitar 150 jemaah dengan rincian 60 orang di bagian dalam masjid dan 90 orang sisanya di area serambi masjid.

    Bahkan, ketika momen salat Jumat tiba, jamaah masjid akan tumpah membludak sampai ke area halaman masjid.

    “Alhamdulillah ramai terus, adem masjidnya meskipun lokasinya di tengah kota, malah tadinya lebih adem dari ini, kayak hutan banyak pepohonan besar, cuman karena kapasitas jemaah bertambah, ditambah akar pohonya semakin besar, jadi ditebang,” tutur Fauzi.

    Khusus di bulan Ramadan, Masjid Bambu melaksanakan berbagai macam kegiatan keagamaan seperti buka puasa bersama, kajian rutin dan salat tarawih berjamaah. Masjid Bambu sendiri berlokasi di Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Masjid di Sukabumi yang Buka 24 Jam, Ramah dengan Musafir



    Sukabumi

    Di Sukabumi, ada masjid yang buka 24 jam dan ramah terhadap para musafir. Tak hanya itu, masjid ini juga ramah terhadap kucing. Simak kisahnya berikut ini:

    Masjid sering kali dianggap hanya sebagai tempat ibadah formal, dengan aturan ketat yang terkadang membuat sebagian orang merasa asing atau bahkan enggan untuk mendekat.

    Fenomena itu menjadi kegelisahan tersendiri bagi Anggy Firmansyah Sulaiman, pendiri Masjid Sejuta Pemuda, yang ingin menghadirkan konsep masjid yang lebih terbuka, ramah, dan menjadi pusat aktivitas umat.


    “Orang-orang sering melihat masjid sebagai tempat yang terkunci di malam hari, anak-anak kecil dimarahi ketika bermain di sekitar masjid, atau fasilitas yang kurang nyaman. Dari keresahan itulah kami ingin mengajak masjid-masjid untuk memberikan pelayanan terbaik supaya orang mau datang ke masjid,” kata Anggy saat ditemui belum lama ini.

    Dari gagasan tersebut, lahirlah konsep Masjid Sejuta Pemuda, yang berusaha menjadikan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus rumah yang nyaman bagi siapa saja -anak muda, anak kecil, musafir, dan masyarakat sekitar.

    Gagasan ini muncul sejak tahun 2021, namun baru terwujud secara nyata pada 9 Maret 2024, ketika masjid pertama berdiri di Sukabumi.

    Nama Masjid Sejuta Pemuda dipilih untuk mencerminkan semangat melibatkan generasi muda dalam aktivitas masjid. Saat dalam proses perwujudan, lahan yang dibeli pada Februari 2024 ternyata sudah memiliki sebuah bangunan masjid bernama Masjid At-Tin, yang didedikasikan oleh pewakif untuk ibundanya.

    “Kami punya konsep Masjid Sejuta Pemuda, tapi di lahan yang kami beli sudah ada Masjid At-Tin. Agar tetap menghormati nama masjid yang sudah ada, kami akhirnya menggabungkan namanya menjadi Masjid Sejuta Pemuda At-Tin,” jelasnya.

    Masjid Sejuta Pemuda.Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikJabar

    Masjid ini pun kini telah resmi terdaftar di Kementerian Agama. Meski bermula dari Sukabumi, visi Masjid Sejuta Pemuda tidak berhenti di satu tempat. Saat ini, konsep yang sama sudah diterapkan di dua cabang lain, yaitu Masjid Ash-Shobur di Cianjur dan Masjid Pemuda Al-Kahfi di Purwakarta.

    “Kami ingin menyebarkan vibrasi positif dari masjid ini ke seluruh daerah. Tapi syaratnya, sebelum mendirikan cabang baru, sumber daya manusianya harus belajar dulu di Sukabumi,” tambahnya.

    Membuat Masjid yang Nyaman buat Umat

    Konsep utama Masjid Sejuta Pemuda adalah menciptakan suasana yang nyaman bagi umat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi ruang interaksi sosial dan solusi bagi berbagai kebutuhan jamaah.

    “Umat yang datang harus diperlakukan dengan baik. Kami siapkan toilet yang bersih, masjid yang wangi dan rapi, imam yang bacaannya merdu. Setelah salat, mereka bisa menikmati kopi, makan, atau sekadar ngobrol untuk menyelesaikan masalah. Dengan begitu, masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga tempat menemukan ketenangan,” ucap Anggy.

    Masjid yang Ramah Kucing

    Salah satu inisiatif unik di Masjid Sejuta Pemuda adalah kepeduliannya terhadap hewan, terutama kucing. Awalnya, kepedulian ini muncul saat ditemukan seekor anak kucing yang dibuang di pinggir jalan.

    Lokasi yang berdekatan dengan pasar menyebabkan banyak kucing liar berkeliaran. Untuk itu, pihak masjid menyediakan kandang dan makanan bagi mereka.

    “Kami rawat, beri susu, tempat tidur, makanan. Lalu kami unggah ke media sosial, dan ternyata banyak yang peduli juga,” katanya.

    Namun, ada batasan yang tetap dijaga, terutama terkait kebersihan tempat ibadah.

    “Beberapa kali kami harus mencuci karpet karena kucing masuk. Sekarang, kami pasang door closer supaya kucing tidak bisa masuk ke dalam area salat. Masjid tetap ramah kucing, tapi kebersihan tetap nomor satu,” tambahnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Penampakan Masjid Sorowaden, Salah Satu Masjid Tertua di Klaten



    Klaten

    Masjid Sorowaden di Dusun Banjarsari, Klaten dipercaya sebagai salah satu masjid tertua di kota itu. Begini penampakan masjid kuno tersebut:

    Masjid yang berlokasi di Desa Kauman, Kecamatan Ngawen, Klaten itu merupakan satu dari sekian masjid kuno di Kabupaten Klaten. Masjid yang usianya lebih dari seratus tahun itu konon didirikan Kiai Sorowadi atau Surawadi.

    “Ceritanya turun-temurun yang membuat masjid itu namanya Kiai Sorowadi. Makamnya ada dua, makam kecil dan besar tapi yang mendirikan ini Kiai Sorowadi 1 atau 2 tidak ada yang tahu pasti,” ungkap mantan ketua takmir Masjid Sorowaden, Basri, Senin (10/3/2025).


    Diceritakan Basri, Kiai Sorowadi hidup di masa Ki Ageng Gribig Jatinom, seorang ulama di masa Mataram Islam. Kampung tempat Kiai Sorowadi tinggal lebih sering disebut Sorowaden.

    “Makanya sini itu masjidnya namanya Masjid Sorowaden dari nama Kiai Sorowadi, sini (kampung) juga sering disebut Kauman Sorowaden. Sebelum Indonesia merdeka masjid sudah ada, jadi di pemerintah desa tidak ada gambar persilnya karena dulu milik Keraton Solo,” tutur Basri.

    Menurut Basri, dulunya masjid tidak sebesar sekarang yang sudah ditambah serambi depan dan samping. Di jaman dulu ornamen masjid menyerupai bangunan Hindu.

    “Dulunya ornamen mirip bangunan Hindu ada lengkung-lengkung, tempat imamnya cuma kecil, jendela juga kecil. Saat saya ke Masjid Demak, mimbarnya sama bentuknya,” lanjut Basri.

    Saat ini, terang Basri, yang tersisa peninggalannya ada bedug kulit sapi dan alat timba air manual. Alat timba air itu saat dirinya kecil masih digunakan.

    “Dulu timba masih digunakan, dulu pakai kayu dan ember juga kayu. Setelah ada pompa air sudah tidak digunakan, itu kalau diputar satu turun dan satu naik kemudian air ditampung di bak besar untuk wudhu,” papar Basri.

    Masjid Sorowaden sendiri berada di tengah perkampungan padat penduduk. Memiliki ukuran sekitar 30×30 meter bercat hijau di ketinggian satu meter di atas jalan.

    Serambi depan masjid masih menggunakan atap dengan pilar kayu. Bangunan masjid seluruhnya sudah ditembok dan berkeramik.

    Masjid Sorowaden, Desa Kauman, Kecamatan Ngawen, Klaten, Senin (10/3/2025). Alat timba air manual menjadi salah satu jejak kunonya masjid ini.Alat timba air manual jadi salah satu bukti kunonya masjid ini. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

    Sumur tua dengan alat timba air kayu berada di serambi bagian Utara dan bedugnya di bagian selatan. Bagian utama masjid masih ditopang tiang-tiang kayu dengan penahan batu.

    Sesepuh Masjid Sorowaden, Syakur (84) mengaku tidak mengetahui pasti kapan masjid dibangun. Yang jelas, kata dia, masjid itu sudah ada sejak kakeknya hidup.

    Sumur nggih ngoten niku wit riyin, nggih pun nate nggunaken (sumur sejak dulu begitu dan saya pernah menggunakan),” kata Syakur.

    Sementara itu, pegiat sejarah Klaten Hari Wahyudi mengatkan dalam peta topografi Belanda tahun 1930 Masjid Sorowaden sudah ada. Dari cerita leluhur, lanjutnya, masjid itu didirikan Kiai Sorowadi.

    “Dari cerita ibu dan simbah saya, masjid didirikan Kiai Sorowadi. Kiai Sorowadi itu masih seperguruan dengan Kiai Singo Manjat (Kiai Imam Rozi Tempursari, Ngawen), itu cerita tutur yang ada,” jelas Hari yang kakek neneknya berasal dari sekitar Sorowaden.

    “Jadi Masjid Sorowaden termasuk masjid tua di Klaten dengan usia di atas 100 tahun,” imbuhnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tak Ada yang Tahu Siapa Pendirinya



    Lombok Timur

    Ada sebuah masjid tua di Lombok Timur yang punya misteri. Tidak ada orang yang tahu siapa pendiri masjid tersebut. Kok bisa?

    Masjid Songak merupakan situs budaya di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga menyebutkan sebagai masjid bengan (tua).

    Sebutan itu bukan tanpa alasan. Sebab, Masjid Tua Songak telah berdiri sejak lama. Bahkan, masjid itu telah ada sebelum masyarakat di Desa Songak bermukim.


    Walhasil, tidak satu pun masyarakat desa setempat yang mengetahui waktu pendirian masjid tersebut.

    “Pada dasarnya semua orang di Desa Songak ini tidak tahu persis kapan didirikan masjid ini,” ungkap Murdiyah, salah satu tokoh lembaga adat di Desa Songak, ketika ditemui di pelataran Masjid Tua Songak, Minggu (23/3/2023).

    Sampai saat ini, belum ada bukti maupun catatan sejarah mengenai waktu dan tokoh yang mendirikan Masjid Tua Songak. Maka dari itu, waktu pendirian dan sosok yang membangun masjid itu belum terungkap.

    Saat ditemukan, di dalam masjid hanya terdapat beberapa benda, seperti tombak dan juga gulungan berisi teks khotbah. Berbagai benda yang dianggap bersejarah itu hingga kini masih disimpan di Masjid Tua Songak.

    Namun, menurut Murdiyah, beberapa sumber dari hasil penelitian para akademisi mengungkapkan keberadaan masjid tersebut telah ditemukan 30 tahun sebelum Gunung Samalas meletus. Menurut catatan sejarah, Gunung Samalas meletus pada tahun 1.258 Masehi.

    Murdiyah juga menuturkan asal muasal keberadaan Desa Songak. Salah satu desa di Pulau Lombok ini pertama kali ditempati seorang tokoh bernama Guru Kodan yang berasal dari Jurang Koak.

    “Konon Guru Kodan ini asalnya dari Desa Leaq atau dikenal dengan Desa Pamatan, beliau dan pengikutnya awalnya dahulu mengungsi ke Jurang Koak karena letusan Gunung Samalas,” tutur Murdiyah.

    Guru Kodan dan pengikutnya mendatangi Desa Songak dan menemukan Masjid Kuno Songak. Sejak saat itulah Guru Kodan dan pengikutnya menetap di desa tersebut.

    Masjid Sudah Direnov Berulang Kali

    Masjid Tua Songak sudah dilakukan beberapa kali direnovasi. Tujuannya supaya bisa dimanfaatkan untuk beribadah oleh masyarakat desa setempat.

    Pantauan detikBali, beberapa struktur bangunan sudah dilakukan perbaikan, seperti lantai masjid yang dipasangi keramik dan bagian atap dari ilalang sudah dilakukan peremajaan. Bangunan masjid juga mengalami perluasan di area teras agar bisa menampung jemaah lebih banyak.

    “Ada sebuah kaidah Nahdlatul Ulama yang mengatakan peliharalah apa adanya dan manfaatkanlah sebagaimana fungsinya, jadi ini yang kami pegang selama ini,” terang Murdiyah.

    Situs Budaya Masjid Tua Songak di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB, tampak dari halaman depan, Minggu (23/3/2025). (Sanusi Ardi W/detikBali)Situs Budaya Masjid Tua Songak di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB (Sanusi Ardi W/detikBali)

    Berdasarkan kaidah itu, tutur Murdiyah, masyarakat Desa Songak melakukan pemeliharaan bangunan masjid dan menggunakan sebagaimana fungsinya, yakni sebagai fasilitas untuk beribadah. “Jadi ini tujuan kami merehabnya supaya bisa digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

    Meski berulang kali direhabilitasi, beberapa keaslian bentuk bangunan masih dipertahankan. Salah satunya empat tiang yang menjadi penyangga di dalam areal masjid. Luas masjid juga masih dipertahankan sampai sekarang, yakni 9×9 meter persegi.

    “Itu kami tidak boleh ubah. Sampai sekarang ukurannya tetap sama, yaitu 9×9 meter. Kalau di bagian atap itu sudah diperbaiki 15 tahun sekali. Begitu juga dengan lantainya, kami pasang keramik supaya masyarakat nyaman beribadah,” ungkap Murdiyah.

    3 Ritual Adat di Masjid Tua Songak

    Terdapat tiga ritual khusus di Masjid Tua Songak, yaitu Ritual Bubur Beaq yang dilaksanakan pada Muharram, Bubur Puteq pada Safar, dan Maulid Adat pada Rabiul Awal. Bubur Puteq dilaksanakan seperti ritual batiniah, yaitu zikir dan doa.

    Sementara Bubur Beaq adalah ritual khusus bagi orang-orang yang lahir pada Safar. “Mereka ke sini biasanya mengambil air untuk diminum setelah zikir dan doa supaya sifat-sifat buruk pada dirinya bisa hilang,” jelas Murdiyah.

    Kemudian, Mulud Adat dilakukan pada 12 Rabiul Awal, tepat saat kelahiran Rasulullah SAW. Sesuai keyakinan masyarakat setempat, orang-orang beramai-ramai untuk membuat Minyak Songak, obat yang terkenal manjur di Lombok.

    Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dan dikerjakan selama satu malam suntuk sebelum matahari terbit.

    “Setelah Minyak Songak ini selesai dibuat oleh masyarakat di tempatnya masing-masing, barulah keesokan harinya mereka membawanya ke masjid untuk dibacakan doa dan zikir oleh para tokoh adat dan tokoh agama,” tutur Murdiyah.

    Tak hanya minyak, masyarakat Desa Songak yang memiliki senjata pusaka juga dibawa ke masjid untuk dimandikan air kembang atau yang disebut ‘wukuf’.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Bikin Ucapan Ramadan 2025 Lewat Meta AI WhatsApp

    Jakarta

    Bulan Ramadan 2025 segera tiba. Detikers sudah menyiapkan ucapan untuk menyambut bulan suci ini belum nih? Kalau belum, ada cara praktis untuk membuatnya lho.

    Jadi bagi kalian yang tidak terlalu mahir dalam membuat kata-kata, bisa mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam hal ini, kalian bisa memberdayakan kecanggihan WhatsApp.

    Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, WhatsApp telah merilis fitur baru, yakni sebuah chatbot yang didukung dengan AI generatif. Penggunanya dapat berkomunikasi dengan chatbot AI, lalu meminta teknologi ini untuk menjawab beragam pertanyaan dan permintaan dalam bentuk tulisan maupun gambar.


    “I can generate images and text, but I don’t have the capability to create videos. I can provide you with some ideas for funny videos or help you write a script,” jelas Meta AI.

    Lantas bagaimana cara bikin ucapan Ramadan 2025 lewat Meta AI WhatsApp? Jawabannya bisa detikers temukan pada penjelasan berikut ini.

    Langkah-langkah yang harus dilakukan tergolong mudah. Detikers dipastikan tidak akan bingung, karena kalian hanya perlu mengirimkan perintah yang jelas kepada Meta AI WhatsApp.

    Untuk lebih jelasnya, mungkin kalian bisa mengeceknya di penjelasan berikut. Pastikan baca dengan seksama, supaya kalian tidak salah saat mempraktikkannya.

    1. Pertama-tama buka aplikasi WhatsApp di HP atau HP.
    2. Klik logo Meta AI berbentuk lingkaran dengan kombinasi warna biru muda, biru tua, dan kemerah-merahan.
    3. Lalu masukan perintah atau ketikan prompt di kolom chat.
    4. Kalian bisa memasukkan prompt dengan detail atau hanya beberapa kata. Kebetulan detikINET sudah mencoba keduanya, dan Meta AI WhatsApp menampilkan jawab yang berbeda-beda.
    5. Kalau sudah, kalian dapat menyalinnya dan mengirimkan ke keluarga, saudara, atau teman-teman.
    6. Namun bila tidak sesuai dengan apa yang kalian ingin, mungkin bisa diedit terlebih dahulu.

    Bagaimana, mudah kan cara bikin ucapan Ramadan 2025 lewat Meta AI WhatsApp? Berikut hasil ucapan yang dikirim oleh Meta AI.

    Pertama

    Selamat datang, bulan Ramadan yang suci. Bulan penuh berkah, ampunan, dan kasih sayang. Semoga di bulan ini, kita dapat memperkuat iman, memperdalam spiritualitas, dan memperbanyak amal shaleh.

    Semoga kita dapat menjadi lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama. Semoga kita dapat merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang sejati.

    Selamat berpuasa, sahabat-sahabatku. Semoga kita dapat melewati bulan ini dengan penuh makna dan keberkahan.

    Kedua

    Assalamualaikum, sahabat-sahabatku.

    Marhaban ya Ramadan! Selamat datang, bulan yang suci dan penuh berkah. Semoga kita dapat memanfaatkan bulan ini untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan memperbanyak amal shaleh.

    Semoga kita dapat menjadi lebih dekat dengan Allah SWT dan merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang sejati.

    Selamat berpuasa, sahabat-sahabatku. Semoga kita dapat melewati bulan ini dengan penuh makna dan keberkahan.

    (hps/hps)



    Sumber : inet.detik.com

  • Resep Oseng Ayam Bumbu Kuning, Lauk Praktis Untuk Sahur

    Jakarta

    Ayam suwir berbumbu kuning yang gurih sedap ini cocok untuk lauk sahur. Daging paha tanpa tulang sehingga mudah disantap. Bumbu remph kuningnya sedap mantap.

    Lauk kering dengan rasa tradisional cocok jadi jodoh enak nasi hangat saat santap sahur. Bumbu kuning yang kaya rempah dan harum aromanya cocok dipadukan dengan ayam.

    Kali ini memakai daging paha ayam tanpa tulang yang gurih juicy. Diberi sedikit santan hingga rasanya lebih gurih mantap. Lauk oseng ayam ini bisa dijadikan stok lauk sahur.


    Simpan dalam lemari es atau freezer dan saat akan disajikan bisa dikukus sebentar. Bahan dan bumbunya gampang didapat. Berikut ini resep oseng ayam bumbu kuning selengkapnya.

    Resep Oseng Ayam Bumbu Kuning

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    45 menit mudah 6
    Daerah Asal Masakan : Indonesia
    Kategori Masakan : ayam

    Bahan Bahan

    • 500 g daging paha ayam negeri
    • 4 sdm minyak sayur
    • 2 lembar daun jeruk
    • 1 batang serai, memarkan
    • 2 cm lengkuas, memarkan
    • 1 buah cabe hijau, iris serong kasar
    • 10 buah cabe rawit merah
    • 250 ml santan sedang
    • 1 sdm kaldu jamur
    • 1 sdt gula pasir
    • 2 sdt garam
    • Bumbu Halus:
    • 5 siung bawang putih
    • 3 butir bawang merah
    • 3 cm kunyit
    • 3 butir kemiri
    • 1/2 cm jahe
    • 1 sdt merica butiran

    Cara Memasak:

    1. Cuci bersih dagibg paha ayam lalu tiriskan.
    2. Kukus dalan kukusan panas selama 20 menit hingga matang dan empk, angkat dan dinginkan.
    3. Suwir-suwir kasar daging paha ayam lalu sisihkan.
    4. Panaskan minyak, tumis Bumbu Halus hingga harum dan matang.
    5. Tambahkan daun jeruk, serai, lengkuas, cabe hijau dan cabe raiwt merah lalu aduk hingga layu.
    6. Masukkan suwiran ayam dan santan, aduk hingga mendidih.
    7. Tambahkan kaldu jamur, gula dan garam, masak hingga mendidih dan santan susut hampir kering.

    daging ayam bisa menyebarkan virus coronaFillet ayam untuk oseng ayam bumbu kuning. Foto: iStock

    Tips membuat oseng ayam bumbu kuning:

    1. Gunakan daging paha ayam berikut kulitnya agar rasanya lebih gurih sedikit berlemak. Tetapi jika ingin lebih kering bisa dipakai fillet dada ayam tanpa kulit.
    2. Tambahkan jumlah cabe jika suka rasa lebih pedas menyengat. Atau haluskan cabe bersama bahan bumbu.

    Simak Video “Lezatnya Produk UMKM di Bumi Pandalungan
    [Gambas:Video 20detik]
    (odi/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Asem-asem Iga Sapi Berkuah Gurih Segar Untuk Sahur

    Jakarta

    Hidangan daging berkuah bisa jadi lauk enak untuk santap sahur. Iga sapi diolah dengan bumbu bawang dan belimbing sayur. Gurih, pedas dan asam segar rasanya.

    Selain lauk kering, hidangan berkuah hangat yang gurih bisa jadi pilihan enak untuk sahur. Selain diolah jadi sup, iga sapi juga enak dimasak asem-asem yang rasanya gurih asam.

    Hidangan asem-asem khas Jawa bisa dibuat dari daging sandung lamur atau iga sapi dengan sedikit lemak. Dimasak perlahan dengan bumbu bawang, cabe dan belimbing sayur hingga meresap.


    Tambahan gula merah dan kecap manis memberi sedikit rasa manis. Asem-asem iga sapi ini bisa disiapkan di pagi hari, tinggal dihangatkan saat sahur. Berikut ini resep selengkapnya.

    Resep Asem-asem Iga Sapi

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    90 menit mudah 8
    Daerah Asal Masakan : Jawa
    Kategori Masakan : daging

    Bahan Bahan

    • 1 kg iga sapi potongan
    • 3 liter air
    • 5 sdm minya sayur
    • 5 siung bawang putih, cincang
    • 9 butir bawang merah, iris tipis
    • 1/2 buah bawang bombay, iris kasar
    • 5 buah cabai merah besar, potong 2 cm
    • 5 buah cabai hijau besar, potong 2 cm
    • 10 buah cabe rawit merah
    • 3 lembar daun salam
    • 2 cm lengkuas, memarkan
    • 10 buah belimbing wuluh, potong-potong
    • 5 sdm kecap manis
    • 1 potong kecil (20 g) gula jawa
    • 2 sdt garam

    Cara Memasak:

    1. Didihkan air dalam panci, rebus iga daging hingga mendidih. Angkat kotoran dan busa di permukaannya.
    2. Rebus iga sapi dengan api kecil hingga daging empuk
    3. Panaskan minyak di wajan, tumis bawang merah, bawang putih, bawang bombay, cabe, lengkuas, dan daun salam hingga harum.
    4. Tuang tumisan ke dalam rebusan daging dan didihkan kembali.
    5. Tambahkan belimbing wuluh dan cabe rawit merah.
    6. Bumbui dengan gula merah, gula pasir dan garam. Rebus beberapa saat hingga bumbu meresap. Matikan api.
    7. Sajikan hangat.

    Iga sapiIga sapi potongan untuk asem-asem iga sapi. Foto: dok. detikFood

    Tips membuat asem-asem iga sapi:

    1. Pilih iga sapi impor atau lokal dengan sedikit lapisan lemak agar kaldunya lebih gurih enak.
    2. Asem-asem iga sapi ini bisa ditambahkan sayuran seperti potongan buncis.
    3. Gunakan api kecil saat merebus iga sapi agar mendapatkan kuah kaldu yang bening dan gurih.

    Simak Video “Lezatnya Produk UMKM di Bumi Pandalungan
    [Gambas:Video 20detik]
    (odi/odi)



    Sumber : food.detik.com