Tag: rusia

  • Bank Sentral Rusia Belum Siap Izinkan Perdagangan ETF Bitcoin

    Bank Sentral Rusia belum siap untuk menerima dana dari hasil diperdagangkan ETF (exchange-traded fund) Bitcoin di bursa. Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina menegaskan kembali sikap tegas institusinya terhadap cryptocurrency.

    Pernyataan sikap Nabiulina itu keluar ketika menjawab pertanyaan tentang apakah regulator kebijakan moneter Rusia akan mengikuti contoh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengizinkan pencatatan ETF Bitcoin. Dana investasi pertama dari Proshares Bitcoin Strategy ETF, sendiri diluncurkan di New York Stock Exchange (NYSE) pada 19 Oktober lalu.

    Setelah menyetujui Bitcoin ETF pertama, regulator keuangan di Amerika Serikat terus menekan negara lain untuk mempertimbangkan berbagai produk kripto. Namun, Rusia tidak terpengaruh keputusan AS karena regulator Elvira Nabiullina baru-baru ini menyatakan bahwa Bank Sentral Rusia tidak siap untuk menerima ETF Bitcoin dari pasar.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Apa itu Mining Pool dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Rusia Tolak Ikut Kebijakan Kripto Amerika Serikat

    Pernyataan Nabiullina sejalan dengan sikap konservatif CBR (Central Bank of Russia) yang sudah lama ada pada mata uang digital terdesentralisasi dan produk investasi berbasis kripto. Pada bulan Juli 2021, bank menyarankan bursa Rusia untuk menghindari perdagangan instrumen keuangan yang terkait dengan aset kripto. 

    Undang-Undang Aset Keuangan Digital, yang mulai berlaku awal tahun 2021, sebagian mengatur tentang cryptocurrency, akan tetapi para pejabat telah mencatat bahwa aturan tambahan sangat diperlukan untuk memastikan regulasi komprehensif terhadap ruang aset kripto di Rusia. Bank Sentral Rusia menentang legalisasi peredaran, seperti Bitcoin, dan menganggap cryptocurrency sebagai pengganti mata uang ilegal.

    Tidak mengherankan, jika Rusia tidak ingin mengikuti jejak AS karena bukanlah penggemar cryptocurrency. Gagasan untuk meluncurkan produk berjangka berbasis kripto tampak seperti mimpi yang masih jauh mengingat pandangan negara Rusia saat ini.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Putin Pertimbangkan Cryptocurrency Bisa untuk Pembayaran

    Menanggapi situasi ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin juga menyatakan optimismenya tentang cryptocurrency. Dalam sebuah wawancara dengan media CNBC, ia memperingatkan bahwa kebijakan AS pasti akan merugikan, karena lebih banyak negara menggunakan mata uang lain sebagai cadangan mereka.

    Ketika ditanya apakah Rusia sedang mempertimbangkan untuk menggunakan cryptocurrency sebagai cara untuk menyelesaikan kontrak pasokan minyak, Putin mencatat bahwa kemungkinan itu ada di masa depan. Dia menambahkan bahwa kelas aset kripto bisa ada sebagai bentuk pembayaran, tetapi terlalu dini untuk menggunakannya dalam transaksi kontrak minyak.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vladimir Putin Isyaratkan Toleransi Terhadap Cryptocurrency

    Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengisyaratkan dukungan terhadap cryptocurrency dan menarik lebih banyak perhatian dari regulator di seluruh dunia, di tengah kekhawatiran mereka bahwa kripto dapat digunakan untuk pencucian uang dan aktivitas kriminal.

    Cryptocurrency memiliki hak untuk tetap eksis dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran,” kata Putin dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang diterbitkan di situs web Kremlin. Namun, dia memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk berbicara tentang penggunaan mata uang digital untuk memperdagangkan minyak dan komoditas lain yang merupakan bagian terbesar dari ekspor Rusia.

    Rusia telah mencari alternatif untuk perdagangan dolar, sejak terkena sanksi setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014. Putin menuduh Amerika Serikat menggunakan mata uangnya sebagai senjata. Pendukung kripto berpendapat bahwa mata uang terdesentralisasi pada akhirnya akan menggantikan mata uang fiat yang dikeluarkan oleh bank sentral.

    Bank Rusia telah berulang kali memperingatkan investor bahwa pasar kripto sangat fluktuatif dan bahwa mata uang digital tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran di negara tersebut. Bahkan, Bank Sentral Rusia melarang pengunaan dan penambangan cryptocurrency.

    Toleransi Putin terhadap cryptocurrency datang, ketika Gedung Putih berencana untuk meluncurkan inisiatif luas untuk meninjau dan mengoordinasikan kebijakan kripto dalam pemerintahan Presiden Joe Biden, yang dapat mengarah pada peraturan baru. Tidak seperti di China yang melarang semua transaksi kripto pada bulan September.

    Apa Itu Bitcoin Berjangka?

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca Juga Daftar Token Aset Kripto dengan Nama Klub Sepak Bola Terpopuler

    Industri Kripto di Russia

    Ada beberapa negara di dunia yang sama bersemangatnya dengan cryptocurrency dan teknologi blockchain seperti  Rusia. Negara Beruang Merah itu adalah rumah bagi sejumlah besar pengembang dan pengusaha yang ingin mengeksplorasi dan juga mendapat untung dari gerakan kripto dan blockchain. Dengan pemikiran ini, mudah untuk melihat mengapa komunitas kripto Rusia memainkan peran penting dalam ekonomi aset digital global.

    Selama era initial coin offering (ICO) 2016 hingga 2018, Rusia menjadi salah satu pembangkit tenaga listrik industri kripto. Status Penawaran ICO yang tidak diatur mendorong investor baru dan mendorong startup di Rusia untuk mengeksplorasi cara-cara baru untuk mengintegrasikan teknologi kripto dan blockchain ke dalam praktik sehari-hari.

    Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, adalah salah satu tokoh paling terkenal yang membuktikan keahlian Rusia dalam kancah kripto dan blockchain, meskipun dia orang Rusia-Kanada. Perlu dicatat bahwa keberhasilan dan perluasan fungsionalitas platform Ethereum sebagian memicu kegilaan kripto dan ledakan ICO pada waktu itu.

    Di puncak perkembangan kripto di Rusia, regulator mulai mengambil langkah tegas untuk merumuskan kerangka kerja untuk mengatur aset digital. Salah satu momen terkenal di tahun 2017 adalah ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin bertemu dengan Buterin, menandakan yang sebagian orang anggap itu sebagai dukungan terhadap cryptocurrency.

    Mengenal Altcoin Season dan 5 Altcoin Terpopuler di 2021

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Russia Belum Serius Mengatur Regulasi Tentang Kripto

    Negara dengan komunitas kripto yang kuat akan membangun lingkungan yang ramah dan mendukung bagi investor dan peserta dalam industri kripto. Sayangnya ini tidak terjadi di Russia. Sementara aset digital tetap legal di Rusia, kerangka peraturan untuk kelas aset agak dibatasi. RUU yang disahkan pada Januari 2021, mengklasifikasikan aset digital terdesentralisasi sebagai jenis kepemilikan.

    Pada dasarnya, membeli barang atau membayar layanan dengan cryptocurrency seperti Bitcoin atau Ether adalah ilegal. RUU itu juga melarang pejabat Rusia memiliki aset digital. Secara khusus, startup dapat menerbitkan sekuritas digital berbasis blockchain jika mereka dilisensikan dengan benar oleh Bank Sentral Rusia. Selain itu, karena aset digital diklasifikasikan di sebagai properti, maka akan dikenakan pajak.

    Baca Juga Mengenal eNaira, Mata Uang Digital Nigeria yang Hebohkan Dunia

    Meskipun Rusia meloloskan undang-undang cryptocurrency pertamanya pada Januari 2021, ekonomi negara itu  tetap tidak diatur dan penuh dengan ketidakpastian. Menurut Yury Pripachkin, Presiden Asosiasi Kripto Ekonomi, Kecerdasan Buatan, dan Blockchain Rusia (RACIB), aturan kripto Rusia saat ini adalah “setengah-setengah”, dan tidak ada usaha untuk melakukan pendekatan sistem.

    Pripachkin berpendapat bahwa undang-undang kripto Rusia “Tentang Aset Keuangan Digital” memberikan dasar hukum yang luas untuk cryptocurrency tetapi tidak mendefinisikan konsep industri yang signifikan seperti kontrak pintar atau mengatur aktivitas seperti penambangan kripto, distribusi, dan regulasi. 

    Mengenal Tokocrypto Pasar Kripto Terbaik di Indonesia

    Tokocrypto adalah pedagang aset digital kripto pertama yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Kamu dapat membeli dan menjual berbagai kripto di pasar Tokocrypto, selain itu kamu juga bisa menjual karya seni NFT kamu di Toko Mall. Kamu bisa langsung mendaftar melalui aplikasi Tokocrypto dengan menginstallnya di Google Playstore maupun di Apple App Store.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ukraina Terima Donasi Kripto Rp 3,4 Triliun Selama Perang dengan Rusia

    Ukraina, yang tengah dilanda perang melawan Rusia, dilaporkan menerima sumbangan kripto senilai lebih dari US$ 225 juta atau sekitar Rp 3,4 triliun. Sementara penggalangan dana militer Rusia hanya mencetak beberapa juta dolar AS saja.

    Satu tahun lalu tepatnya Juni 2022, jumlah total donasi kripto untuk Ukraina sudah mencapai sekitar US$ 135 juta, menunjukkan bahwa pengguna kripto di seluruh dunia terus memberi dukungan. Namun, jumlah donasi bulanan mengalami stagnasi pada akhir 2022 dan 2023, tidak pernah terkumpul lebih dari US$ 10 juta sebulan sejak Mei lalu.

    Ini hanyalah sebagian kecil dari miliaran donasi yang dikumpulkan Ukraina dalam bentuk fiat. Tetapi bagian kripto berkontribusi pada pembelian senjata , amunisi, peralatan medis, dan perlengkapan perang penting lainnya guna terus melawan invasi Rusia.

    Donasi Perusahaan Besar

    Berdasarkan laporan dari Crypto Potato, beberapa perusahaan dan tokoh terkemuka di industri aset digital, termasuk bursa kripto terbesar di dunia, Binance, serta pendiri Tron, Justin Sun, juga telah turut berkontribusi dalam sumbangan kepada Ukraina.

    Data dari Crystal Blockchain mencatat Sebagian besar sumbangan kripto diterima oleh Ukraina pada tahun 2022, sementara pada akhir tahun lalu dan awal 2023 terjadi stagnasi dalam sumbangan tersebut. Sejak bulan Mei, negara ini hanya menerima sumbangan kripto senilai kurang dari USD 10 juta atau setara Rp 150,9 miliar.

    Ilustrasi donasi pakai kripto.
    Ilustrasi donasi pakai kripto.

    Baca juga: Altcoin Layak Dipantau: Litecoin (LTC), Solana (SOL) hingga Ripple (XRP)

    Sebagian besar donasi (US$ 83 juta) datang dalam bentuk USDT, Crystal menghitung, sedikit lebih sedikit dalam bentuk Ethereum (US$ 79 juta). Donasi Bitcoin menyumbang US$ 41 juta dan kripto yang lebih kecil seperti Binance USD (BUSD), DOT Polkadot, dan lainnya melengkapi sisanya.

    Sementara itu, unit militer dan paramiliter Rusia juga telah menggunakan crypto untuk mendapatkan dukungan material dari Rusia dan simpatisan di luar negeri. Upaya penggalangan dana tersebut jauh lebih rahasia, seperti yang dilaporkan CoinDesk sebelumnya.

    Sumbangan Kripto untuk Rusia

    Sementara itu karakter penggalangan dana yang rendah hati ini, bersama dengan kecaman global yang luas atas tindakan Rusia, mungkin menjadi alasan untuk jumlah yang terkumpul jauh lebih kecil, menurut Crystal.

    Diketahui sumbangan untuk militer Rusia hanya menghasilkan sekitar US$ 2 juta dalam bentuk kripto, meskipun perkiraan lain menunjukkan lebih tinggi jumlah.

    Pada bulan Februari lalu, Chainalysis menemukan US$ 5,4 juta donasi baik untuk unit militer Rusia maupun untuk sumber daya propaganda, dan Binance memberi tahu CoinDesk bahwa mereka menemukan donasi semacam itu senilai lebih dari US$ 7,2 juta.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Presiden Rusia Minta Sistem Pembayaran Internasional Pakai Blockchain

    Presiden Rusia, Vladimir Putin meminta adanya sistem pembayaran digital baru untuk penyelesaian berbagi kebutuhan internasional. Sistem pembayaran baru ini diusulkan menggunakan blockchain.

    Putin dikabarkan tengah meminta untuk adanya sistem pembayaran yang dikatakan harus independen dari keterlibatan pihak ketiga dan bank. Seperti disebutkan, sistem pembayaran digital baru dapat dikurasi menggunakan buku besar terdistribusi dan teknologi mata uang digital.

    Putin membagikan usulannya terkait sistem pembayaran internasional dengan teknologi blockchain saat berbicara di konferensi artificial intelligence yang diselenggarakan oleh Sberbank.

    Lepas Ketergantungan Bank

    Ilustrasi Bank Sentral Rusia.
    Ilustrasi Bank Sentral Rusia.

    Baca juga: Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023, Indonesia?

    Presiden Rusia percaya sistem baru untuk transfer uang internasional diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada bank besar dan pihak ketiga. Putin yakin bahwa pembayaran lintas batas yang mengandalkan mata uang digital dan teknologi ledger terdistribusi akan “jauh lebih nyaman”.

    Putin menyatakan bahwa pembayaran internasional dan aliran keuangan antar negara dalam bahaya. Ini terutama disebabkan oleh meningkatnya ketegangan antara Barat dan Rusia.

    “Kita semua tahu betul bahwa di bawah pembatasan tidak sah saat ini, salah satu jalur serangan adalah melalui permukiman. Dan lembaga keuangan kita mengetahui hal ini lebih baik daripada siapa pun karena mereka terpapar pada praktik ini,” kata Presiden Rusia, Vladimir Putin.

    Rusia dan Kripto

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Google Telah Investasikan US$ 1,506 Miliar di Perusahaan Blockchain

    Vladimir Putin mengacu pada sanksi yang dijatuhkan pada Federasi Rusia atas invasi ke negara tetangga Ukraina yang telah sangat membatasi aksesnya ke keuangan dan pasar global. Menurut sebuah laporan oleh kantor berita Prime, dia juga menunjukkan:

    Saat ini, sistem pembayaran internasional mahal, dengan akun dan regulasi koresponden dikendalikan oleh klub kecil negara bagian dan grup keuangan.

    Presiden Rusia, Vladimir Putin

    Rusia sendiri telah mempertimbangkan peraturan kripto yang komprehensif dalam beberapa bulan terakhir, dengan meningkatnya dukungan untuk legalisasi pembayaran kripto lintas batas.

    Pada bulan September, otoritas keuangan di Moskow mulai mengembangkan mekanisme penyelesaian aset kripto internasional. Sebuah laporan baru-baru ini mengungkapkan bahwa Rusia dan Kuba, keduanya di bawah sanksi, sudah membahas masalah tersebut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rusia Lawan Dolar AS, Bitcoin Jadi Senjata Baru

    Rusia sedang mengevaluasi kemungkinan untuk membuat cadangan Bitcoin strategis sebagai bagian dari upaya mengamankan stabilitas ekonominya.

    Menurut informasi berita setempat, usulan ini diajukan oleh Anton Tkachev, anggota parlemen dari partai “Rakyat Baru,” kepada Menteri Keuangan Anton Siluanov.

    Jika disetujui, Rusia akan menjadi salah satu negara pertama yang secara resmi menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan negara.

    Mengapa Bitcoin Dianggap Penting bagi Rusia?

    Bitcoin dipandang sebagai solusi atas ketergantungan pada cadangan mata uang tradisional seperti dolar AS, euro, dan yuan.

    Menurut Tkachev, cadangan tradisional rentan terhadap inflasi, volatilitas, dan sanksi internasional yang kerap menekan stabilitas ekonomi negara.

    Bitcoin, yang bersifat terdesentralisasi dan tidak bergantung pada satu negara, memberikan alternatif yang lebih tahan terhadap tekanan geopolitik.

    “Dalam situasi geopolitik yang semakin tidak stabil, Bitcoin dapat menjadi alat yang lebih aman untuk menyimpan nilai sekaligus mendukung perdagangan internasional,” ungkap Tkachev dalam surat resminya.

    Jika diterapkan, langkah ini berpotensi mendorong adopsi lebih luas atas Bitcoin, yang dapat meningkatkan permintaan global dan mendorong harga naik lebih tinggi.

    Keterbatasan Sistem Pembayaran Tradisional

    Rusia mengalami kesulitan dalam mengakses sistem pembayaran internasional tradisional akibat sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat.

    Hal ini mendorong pemerintah Rusia untuk mencari alternatif, termasuk penggunaan mata uang kripto.

    Bank Sentral Rusia saat ini sedang bersiap untuk melakukan eksperimen pembayaran lintas batas menggunakan kripto, yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang.

    “Kripto bukan hanya instrumen investasi, tetapi juga alat perdagangan internasional yang memungkinkan negara mengatasi keterbatasan sistem pembayaran tradisional,” tambah Tkachev.

    Keberhasilan eksperimen ini dapat membuka jalan bagi adopsi kripto yang lebih luas di sektor perdagangan global, yang berpotensi meningkatkan likuiditas industri kripto.

    Bitcoin sebagai Aset Investasi dengan Pengembalian Tinggi

    Bitcoin tidak hanya menjadi alternatif cadangan devisa, tetapi juga dianggap sebagai aset investasi yang sangat menguntungkan.

    Pada Desember 2024, nilai Bitcoin telah mencapai $100 ribu, menjadikannya salah satu aset dengan pengembalian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

    Menurut dokumen yang diajukan, ini menunjukkan potensi Bitcoin untuk menyimpan nilai sekaligus menghasilkan keuntungan.

    Langkah Rusia untuk menambah cadangan Bitcoin dapat memberikan sinyal positif bagi investor, meningkatkan kepercayaan pada Bitcoin, dan mendorong adopsi institusional yang lebih luas.

    Dampak Potensial pada Harga Bitcoin dan Industri Kripto

    Jika Rusia benar-benar mengimplementasikan cadangan Bitcoin strategis, dampaknya bisa sangat signifikan.

    Permintaan global untuk Bitcoin kemungkinan akan meningkat, yang berpotensi mendorong harga Bitcoin melampaui rekor sebelumnya.

    Selain itu, langkah ini dapat memicu tren di kalangan negara lain untuk mengikuti langkah serupa, sehingga memperluas adopsi kripto secara global.

    Di sisi industri kripto, keputusan ini dapat membuka peluang lebih besar bagi inovasi teknologi blockchain dan mendorong regulasi yang lebih jelas di berbagai negara.

    Pada akhirnya, hal ini dapat memperkuat posisi Bitcoin dan mata uang kripto lainnya sebagai bagian integral dari sistem keuangan global.


    Ikuti terus berita terbaru seputar Bitcoin dari Tokonews. Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    Sebagai contoh untuk menyicil Bitcoin kamu bisa menggunakan fitur DCA. Atau jika kamu mau langsung menukar aset kripto dengan aset kripto lain, fitur Beli/Jual sangat praktis untuk digunakan.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mendag Rusia Akan Melegalkan Perdagangan Kripto

    Menteri Keuangan Rusia, Denis Manturov, menyatakan bahwa negaranya akan melegalkan perdagangan aset kripto.

    “Pertanyaannya adalah kapan ini akan terjadi, bagaimana itu dilakukan, dan bagaimana hal itu akan diatur. Sekarang baik Bank Sentral maupun pemerintah aktif membahas jal tersebut,” jelas Manturov.

    Rusia sebenaranya sudah mendalami berbagai aspek soal perdagangan kripto ini sejak 2022, namun belum membuat atau menghasilkan kebijakan yang mendukungnya. Meski demikian secara mendasar, Kementerian Keuangan Rusia telah mengusulkan landasan hukum dasar soal perdagangan kripto ini melalui RUU “On Digital Currency” pada April silam.

    Ilustrasi Presiden Rusia, Vladimir Putin isyaratkan toleransi terhadap cryptocurrency
    Ilustrasi Presiden Rusia, Vladimir Putin isyaratkan toleransi terhadap cryptocurrency.

    Baca juga: 3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

    RUU ini disambut antusias komunitas kripto di negeri yang sedang konflik dengan Ukraina ini. Dalam berbagai kesempatan, Manturov ditanyai sampai sejauh mana perkembangan rencana perdagangan kripto menjadi legal.

    “Dalam waktu yang cepat atau lambat rencana ini akan dilakukan. Tapi, sekali lagi harus legal, benar, sesuai dengan aturan yang akan dirumuskan,” imbuhnya.

    Bank Sentral Rusia (CBR) dan Kementerian Keuangan hingga saat ini memiliki pandangan yang berbeda tentang regulasi kripto, dimana bank sentral tidak menyetujui perdagangan kirpto sementara kementerian mencari solusinya dengan kemungkinan menerapakan aturan perpajakan.

    Rusia Rampungkan RUU Kripto Sebagai Alat Pembayaran
    Ilustrasi bendera Rusia.

    Baca juga: TokoCare Bersama BeKind dan WeCare.id Distribusikan Kado Lebaran ke 200 Anak Spesial

    Pada Januari lalu, CBR telah mengusulkan larangan menyeluruh pada perdagangan dan penambangan kripto lokal karena potensi risiko stabilitas keuangan yang terkait dengan sektor ini.

    Namun, setelah invasi ke Ukraina, CBR menyatakan sikapnya terlalu kaku terhadap perdagangan kripto sehingga menghambat pertumbuhannya.

    Gubernur bank sentral, Elvira Nabiullina, mengatakan sanksi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat yang dijatuhkan kepada negaranya memberikan perspektif lain soal potensi kripto.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rusia Rampungkan RUU Kripto Sebagai Alat Pembayaran

    Sebelumnya, pemerintah Rusia dan bank sentral mengerjakan RUU yang akan mendefinisikan kripto sebagai aset digital yang melengkapi mata uang resmi, rencana diluncurkan pada 18 Februari 2022 lalu.

    Cointelegraph melansir, pada 8 April 2022, Kementerian Keuangan Rusia mengumumkan amandemen dan finalisasi RUU kripto. RUU itu memberikan kejelasan regulasi terkait peredaran, penerbitan, perdagangan, penambangan dan aktivitas lain dalam pasar aset kripto.

    Laporan tidak terkonfirmasi soal Rusia yang melegalkan aset kripto mulai muncul pada 16 April lalu. Komunitas kripto di Twitter menyambut laporan tersebut dengan tangan terbuka.

    CEO Binance Changpeng Zhao termasuk salah satu sosok yang mengomentari laporan tersebut, mengingat beragam sanksi telah dikenakan kepada Rusia.

    Tetapi setelah informasi semakin jelas, komunitas kripto menyadari laporan itu belum tentu benar. CZ dan sejumlah sosok lainnya menghapus cuitan terkait status legal di Rusia tersebut.

    Baca juga: CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

    Rumor soal legalisasi kripto di Rusia dimulai oleh laporan dari surat kabar lokal Rusia Kommersant yang mengklaim mendapat versi final otentik RUU tersebut.

    Menurut Kommersant, RUU itu menyarankan penerimaan uang digital sebagai alat pembayaran yang bukan merupakan unit moneter Federasi Rusia.

    Kementerian Keuangan Rusia merampungkan dan membagikan RUU tersebut dengan pemerintah Rusia, tetapi belum ada pengumuman resmi soal penerimaan RUU itu beserta jadwal terkait.

    Laporan Kommersant juga menyoroti bahwa RUU kripto Rusia menyarankan pembuatan kerangka regulasi bagi aktivitas terkait kripto dan menyampaikannya ke operator terdaftar.

    Baca juga: Menakar Keunggulan Metaverse Zilliqa (ZIL), Metapolis

    Pada 14 April 2022, Sergei Katyrin, Presiden Kamar Dagang dan Industri Rusia, menyarankan kolaborasi dengan negara-negara Afrika untuk melaksanakan penyelesaian transaksi antar negara memakai kripto dan uang digital bank sentral (CBDC).

    Dalam pengumuman terkait RUU final, Kementerian Keuangan menyatakan telah memiliki regulasi kripto jelas yang mempertimbangkan sudut pandang semua departemen pemerintah Rusia.

    Sebagai usaha melawan sanksi internasional dan inflasi yang terjadi, Presiden Kelompok Gas Rusia Pavel Zavalny menandakan pihaknya dapat menerima Bitcoin (BTC) sebagai pembayaran bagi ekspor minyak dan gas.

    Zavalny menyarankan untuk menerima rubel, yuan, lira dan bahkan BTC dari negara bersahabat. Tetapi, negara tidak bersahabat harus membayar minyak memakai rubel atau emas. [ed]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kementerian Rusia Ajukan Kripto sebagai Alat Pembayaran yang Sah

    Portalkripto.com — Kementerian Keuangan Rusia selesai merevisi Rancangan Undang-Undang “On Digital Currency” yang merekomendasikan penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah.

    RUU yang memberikan kejelasan peraturan terkait sirkulasi, penerbitan, perdagangan, penambangan, dan aktivitas lain di pasar kripto kini menunggu persetujuan pemerintah untuk disahkan menjadi undang-undang.

    “Kementerian Keuangan Rusia menyelesaikan rancangan undang-undang federal “Tentang Mata Uang Digital”, dengan mempertimbangkan posisi departemen yang diterima sebelumnya dan mengirimkannya ke Pemerintah Federasi Rusia,” tulis sebuah siaran pers di website resmi Kementrian Keuangan Rusia, 18 April 2022.

    Desas-desus Rusia yang akan melegalkan aset kripto itu menyebar luas setelah surat kabar harian lokal Rusia Kommersant mengangkatnya menjadi berita.

    Baca juga: CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

    Kommersant disebut mendapatkan versi final otentik dari rancangan undang-undang tersebut. Seperti disebutkan sebelumnya, RUU tersebut merekomendasikan untuk menerima mata uang digital sebagai alat pembayaran yang bukan bagian dari unit moneter Federasi Rusia.

    Laporan Kommersant juga menyoroti bahwa RUU tersebut merekomendasikan untuk membuat regulasi terkait semua aktivitas mata uang kripto sembari menyiapkan operator terdaftar.

    Pada 14 April, Presiden Kamar Dagang dan Industri Rusia, Sergei Katyrin mengusulkan berkolaborasi dengan negara-negara Afrika untuk melakukan kerja sama dalam mata uang digital kripto dan bank sentral (CBDC). Sejumlah negara di Afrika yang mengalami perkembangan industri mata uang digital antara lain Kenya, Afrika Selatan, dan Ghana.

    Baca juga: Portugal Berikan Lisensi pada Bison Bank untuk Kelola Aset Kripto

    Rusia menilai kebutuhan utnuk menggunakan mata uang kripto sudah mendesak. Salah satunya adalah untuk melawan sanksi internasional akibat invasi ke Ukraina.

    Kepala Energi Federasi Rusia Pavel Zavalny mengisyaratkan kemungkinan menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk mengekspor minyak dan gas.

    Zavalny merekomendasikan menerima pembayaran dalam Rubel Rusia, Yuan Tiongkok, Lira Turki, atau bahkan Bitcoin dari negara-negara sahabat. Namun bagi negara yang tidak sejalan dengan kebijakan Rusia, dapat membayar minyak mereka dalam Rubel atau emas.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ukraina Terima Donasi Bitcoin & Ethereum Capai Rp 530 M Lawan Rusia

    Pemerintah Ukraina telah merangkul komunitas kripto di seluruh dunia melalui platfrom Twitter untuk mengumpulkan donasi guna mendukung kebutuhan warga sipil dan pasukan militer mereka. Langkah donasi dengan aset kripto sebagai bentuk perlawanan terhadap Rusia.

    Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov, melalui media sosial Twitter menyampaikan meminta bantuan internasional buat menghadapi invasi Rusia, termasuk mengharapkan donasi dalam bentuk aset kripto Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin USDT.

    “Berdiri bersama raykat Ukraina. Sekarang menerima donasi uang kripto. Ethereum. Bitcoin dan Tether (USDTtrc20),” tulis Fedorov dalam cuitan di akun Twitter resminya.

    Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI

    Selain Fedorov, akun Twitter centang biru @Ukraine yang mengklaim di kolom biografi sebagai akun resmi Ukraina juga mengunggah alamat dompet kripto untuk donasi. Menurut Bloomberg, alamat-alamat dompet kripto ini sudah dikonfirmasi benar oleh Victor Zhora, salah satu pejabat keamanan siber Ukraina.

    Alamat dompet kripto yang ditulis dua akun itu diketahui sudah menerima ratusan donasi yang nilainya lebih dari $ 37 juta atau sekitar Rp 530 miliar. Berdasarkan informasi blockchain yang disediakan perusahaan analitik, Eliptic, rata-rata donasi US$ 95 atau berkisar Rp 1,3 juta.

    Banyak Donasi Kripto dari Lembaga Lain

    Di sisi lain, Come Back Alive, sebuah organisasi non-pemerintah yang mengatakan membantu upaya perlawanan Angkatan Bersenjata Ukraina, telah menerima lebih dari $ 7,2 juta atau setara Rp 103 miliar dalam bentuk donasi BTC di alamat dompetnya. Cointelegraph berbicara kepada penggemar kripto Ukraina tentang badan amal tersebut, yang menjamin legitimasinya.

    Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

    Lalu ada UkraineDAO, yang dipimpin oleh Pussy Riot (grup musik protes feminis Rusia) Nadya Tolokonnikova dan berusaha untuk menjual satu token nonfungible, atau NFT, bendera untuk mendanai organisasi sipil Ukraina. Saat ini, tawaran tertinggi untuk NFT adalah $ 2,89 juta.

    Selanjutnya, para aktivis di komunitas blockchain telah menciptakan Unchain Fund untuk membantu Ukraina. Inisiatif ini mendukung banyak altcoin, termasuk NEAR, Binance Coin (BNB), Binance USD (BUSD) dan banyak lagi. Sejak diluncurkan, dana tersebut telah mengumpulkan lebih dari $ 1,5 juta (Rp 21 miliar) dalam bentuk kripto, sebagian besar melalui donasi token NEAR.

    Menurut Coindesk, ini bukan yang pertama penggunaan aset kripto sebagai donasi untuk membantu Ukraina. Sebelumya, sudah ada pengumpulan dana bantuan buat tentara Ukraina yang mencapai $6 juta atau sekitar Rp86 miliar dalam bentuk Bitcoin.

    Daya tarik urun dana (crowdfunding) menggunakan aset kripto belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal, beberapa negara seperti El Salvador telah menggunakan mata uang kripto untuk pengembangan layanan keuangan negaranya.

    Baca juga: Daftar Badan Amal yang Buka Donasi Kripto, Ada Pelestarian Orangutan





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Situasi Rusia-Ukraina Memanas, Pasar Kripto Tergeletak Lemas –

    Nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya mengalami perubahan harga yang tajam selama 24 jam terakhir di tengah invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2). Kapitalisasi pasar di semua kripto turun ke $ 1.5 triliun, kehilangan hampir 9%.

    Nilai Bitcoin bahkan sempat turun sebanyak 8% hingga menyentuh level terendah dalam sebulan, meskipun begitu BTC ini terpantau telah kembali di atas $ 38.000 pada Jumat (25/2). Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat Bitcoin sedang dalam koreksi singkat setelah ada penurunan tajam.

    “Pasar keuangan global dan pasar crypto memang terpukul selama 24 jam terakhir, karena invasi Rusia ke Ukraina. Hal tersebut membuat investor berebut dan aksi jual terjadi di sebagian besar kelas aset. Namun, setelah ada informasi sanksi tambahan dari AS, membuat market crypto terkoreksi, namun ke depannya masih akan tertekan,” kata Afid.

    chart aset kripto

    Ilustrasi market kripto anjlok.

    Baca juga: 8 Cara Mudah Cuan dari Kripto

    Bitcoin masih bisa turun

    Afid menambahkan saat ini 80 persen market crypto masih terjebak dalam situasi bearish. Ketegangan yang terus terjadi antara Rusia-Ukraina bisa membuat Bitcoin berada di masa yang sulit dan bisa jatuh lebih dalam atau bakal tertahan di antara $30.000-$36.800.

    Bitcoin diharapkan bisa bergerak menuju level support-nya karena semakin lama harga bertahan di bawah $39.600, semakin besar kemungkinan pergerakan turun. Sementara untuk BTC masuk ke situasi bull harus melewati rintangan overhead di $45.821.

    Overall market masih akan turun sampai bulan Maret. Tapi dari penurunan ini akan ada sedikit pullback, dilihat dari teknikal analisisnya hampir secara keseluruhan aset kripto, baik Bitcoin, Ethereum dan lainnya sudah menunjukan pola reverse cup and handle,” ujar Afid.

    Pola reverse cup and handle sendiri adalah grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Ketika harga aset kripto tembus level bawah dari pegangan cangkir, keadaan ini merupakan sinyal bagi investor atau trader untuk keluar dari posisi long dan memasuki posisi short.

    Cara Investasi Bitcoin

    Ilustrasi market kripto anjlok.

    Baca juga: 4 Jenis Stablecoin dan Perbedaannya dengan Aset Kripto Lain

    Investor kripto cenderung wait & see

    Afid menjelaskan harga aset kripto masih terkait dengan dominasi Bitcoin. Apabila Bitcoin terus alami penurunan dan tekanan, aset kripto lainnya atau yang biasa disebut altcoin akan bernasib sama atau bahkan lebih buruk. Maka dari itu muncul istilah Bitcoin sebagai Mother of Crypto.

    Sementara itu, naik-turunnya pasar kripto juga secara langsung berkaitan dengan penawaran dan permintaan. Peristiwa yang berdampak pada ekonomi secara global menentukan kebutuhan orang untuk membeli atau memiliki aset digital tersebut. Selama periode ketegangan geopolitik, investor cenderung menghindari aset yang bergejolak dan menyimpan uang mereka di aset safe-haven seperti uang tunai dan emas.

    Di kala pasar kripto sedang turun, investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk. Namun, hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas kripto yang masih cukup tinggi dan belum ada katalis positif yang dapat mengangkat kembali performanya, walaupun sudah terlihat akan rebound.

    Kembali lagi, investor harus paham risiko investasi aset kripto. Lakukan analisa fundamental dengan mempelajari aset kripto, sebelum berinvestasi. Serta melakukan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli, menjual atau take profit aset.



    Sumber : news.tokocrypto.com