Tag: rusia

  • Trump Ancam Rusia dengan Tarif 100% untuk Kesepakatan Damai

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif sekunder sebesar 100% terhadap Rusia, jika dalam waktu 50 hari ke depan tidak tercapai kesepakatan damai terkait perang di Ukraina.

    Dilaporkan Coincu, pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Washington, sebagaimana dilaporkan oleh beberapa media internasional pada Minggu (14/7).

    Ancaman tarif ini juga ditujukan kepada negara atau entitas lain yang masih menjalin kerja sama dagang dengan Rusia. Trump menegaskan bahwa sanksi ekonomi tersebut akan menjadi “sangat parah” jika tidak ada kemajuan dalam penyelesaian konflik.

    Rusia Rampungkan RUU Kripto Sebagai Alat Pembayaran
    Ilustrasi bendera Rusia.

    Baca juga: Trump Umumkan Tarif Baru untuk 8 Negara Mulai 1 Agustus 2025

    Peringatan Tarif 100% Trump dan Dampak Geopolitiknya

    Selain itu, ia mengonfirmasi bahwa AS dan negara-negara anggota NATO akan mengirimkan bantuan sistem pertahanan udara, termasuk rudal Patriot, ke Ukraina. Pendanaan untuk pengiriman senjata ini akan didukung oleh sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, Norwegia, dan Kanada.

    Meski begitu, hingga saat ini belum terlihat dampak langsung terhadap pasar aset digital, khususnya mata uang kripto. Harga Bitcoin dan Ethereum masih bergerak stabil dalam rentang normal.

    Reaksi Pasar Kripto

    Menurut data CoinMarketCap, Ethereum (ETH) mencatat kenaikan sebesar 1,03% dalam 24 jam terakhir dan melonjak 87% dalam tiga bulan terakhir, dengan harga saat ini berada di kisaran US$3.024. Volume perdagangan ETH mencapai US$31,90 miliar dengan dominasi pasar 9,70%.

    Para analis menilai bahwa meski pasar belum bereaksi secara signifikan terhadap ancaman ini, ketegangan geopolitik semacam ini secara historis dapat memicu volatilitas jangka pendek. Oleh karena itu, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dan mengandalkan data ekonomi aktual dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.

    Baca juga: Bitcoin Anjlok ke $117.000 Akibat Ancaman Tarif Trump ke Rusia


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulasi Baru: Perdagangan Kripto di Rusia Menuju Adopsi Institusional

    Pemerintah Rusia, melalui Kementerian Keuangan dan Bank Sentral, tengah mengembangkan skema Experimental Legal Regime (EPR) untuk perdagangan kripto di dalam negeri seperti dikabarkan oleh Coincu pada Kamis (6/3).

    Langkah ini akan membatasi partisipasi perdagangan kripto hanya untuk investor yang sangat terampil atau super-qualified investors.

    Meski begitu, kriteria pasti mengenai klasifikasi investor ini masih dalam tahap pengembangan.

    Hanya Investor Super-qualified yang Bisa Berdagang Kripto

    Alexey Yakovlev, Direktur Departemen Kebijakan Keuangan di Kementerian Keuangan Rusia, menegaskan bahwa perdagangan mata uang digital bukan sekadar wacana, melainkan sedang dalam proses realisasi.

    Investor yang memenuhi syarat diharapkan berasal dari bank, pelaku pasar profesional, serta individu tertentu yang memiliki kualifikasi keuangan tinggi.

    Saat ini, batasan kekayaan bagi investor berkualifikasi di Rusia adalah 12 juta rubel dan akan meningkat menjadi 24 juta rubel pada 1 Januari 2026.

    Fokus Regulasi: Keamanan dan Perlindungan Investor

    kripto untuk investasi jangka panjang
    Ilustrasi kripto.

    Yakovlev menekankan bahwa keberhasilan regulasi ini bergantung pada tiga faktor utama, yaitu pembentukan kerangka EPR, seleksi ketat bagi investor berkualifikasi, serta mitigasi risiko perdagangan.

    Hingga kini, diskusi antara Kementerian Keuangan, Bank Sentral, dan pelaku pasar masih berada pada tahap awal, dengan fokus utama pada keamanan dan perlindungan hak investor.

    Rusia Izinkan Kripto untuk Transaksi Internasional

    Sejak 1 September 2024, Bank Sentral Rusia telah mengizinkan penggunaan kripto dalam aktivitas ekonomi luar negeri berdasarkan kerangka hukum khusus.

    Regulasi ini memungkinkan bank menentukan aturan perdagangan serta membentuk operator penyelesaian transaksi berbasis mata uang digital di bawah Sistem Pembayaran Nasional.

    Meski begitu, penggunaan kripto untuk pembayaran domestik tetap dilarang oleh pemerintah Rusia.

    Adopsi Kripto Sebagai Alternatif Sistem Pembayaran Global

    Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan Rusia telah menggunakan Bitcoin dan mata uang digital lainnya untuk transaksi internasional.

    Langkah ini menjadi bagian dari respons Rusia terhadap sanksi ekonomi Barat pasca-invasi ke Ukraina.

    Salah satu dampak terbesar dari sanksi tersebut adalah dikeluarkannya bank-bank Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT, yang menyulitkan transaksi lintas negara.

    Putin dan Strategi Kripto untuk Menghindari Sanksi Barat

    Presiden Rusia Vladimir Putin menilai bahwa dominasi dolar dalam sistem keuangan global telah dimanfaatkan oleh Amerika Serikat sebagai alat politik.

    Oleh karena itu, Rusia berupaya mengembangkan alternatif pembayaran yang tidak bergantung pada sistem keuangan Barat, salah satunya dengan mengadopsi mata uang digital.

    Meski begitu, strategi ini memicu perdebatan karena bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang menjadi dasar utama mata uang kripto seperti Bitcoin.

    Langkah Rusia dalam mengatur perdagangan kripto menandai perubahan signifikan dalam kebijakan keuangan negara tersebut.

    Dengan memperkenalkan sistem EPR dan membatasi perdagangan hanya bagi investor berkualifikasi tinggi, Rusia berusaha menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan ekonomi.

    Di sisi lain, penggunaan kripto untuk transaksi internasional menunjukkan bagaimana negara ini semakin bergantung pada aset digital sebagai respons terhadap tekanan geopolitik global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dompet Kripto Ini Tembus 30 Juta Pengguna, Naik 50% dalam 4 Bulan


    Jakarta

    Bitget Wallet, yang merupakan dompet Web3 memiliki 30 juta pengguna, rekor baru untuk pengunduhan aplikasi global di bulan Juli 2024, melampaui pertumbuhan MetaMask di bulan tersebut.

    Dikutip dari Cointelegraph, Rabu (14/8/2024), sejak melampaui 20 juta pengguna pada Maret 2024, Bitget Wallet telah melonjak dengan pertumbuhan 50% hanya dalam waktu 4 bulan. Hal ini secara substansial telah meningkatkan posisi wallet ini di pasar kripto DeFi global. Dengan total unduhan di App Store Apple dan Google Play Store Android, angkanya mencapai 1,7 juta pada Juli 2024, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan 140% bulan sebelumnya.

    Dibandingkan dengan tahun 2023, pengguna Bitget Wallet naik hingga 150% dalam satu tahun terakhir, karena melampaui dompet WEB3 lainnya dan paling banyak diunduh pada bulan Juli.


    Saat ini, Bitget Wallet memiliki pengguna di lebih dari 168 negara dan wilayah. Bitget Wallet telah membuat terobosan signifikan di Eropa, Amerika Utara, dan Oseania, dengan pertumbuhan pengguna di Rusia, Italia, Swedia, dan Australia melebihi lebih dari 40 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, negara-negara seperti Prancis, Portugal, Inggris, Turki, dan Kanada telah menyaksikan tingkat pertumbuhan yang melebihi 1000%.

    “Keberhasilan ekspansi internasional kami menyoroti peran penting dari inovasi dan pengembangan ekosistem di bidang Web3. Kami tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar, tetapi juga untuk mendorong seluruh industri ke depan, menciptakan nilai yang tak tertandingi bagi pengguna Web3 di seluruh dunia. Masa depan Web3 sangat cerah, dan Bitget Wallet sangat antusias untuk memimpin,” kata Alvin Kan, COO Bitget Wallet.

    Di Asia, Bitget Wallet telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pengunduhan di Jepang, Filipina, dan Thailand telah melonjak sekitar 20 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, tingkat pertumbuhan pengguna di India, Vietnam, dan Singapura telah melebihi 300%. Pasar Afrika, khususnya Nigeria, telah muncul sebagai mesin baru untuk pertumbuhan Bitget Wallet karena baru-baru ini menduduki peringkat teratas di App Store Nigeria, melampaui aplikasi lokal populer seperti TikTok, dan WhatsApp.

    Bitget Wallet adalah dompet pertama yang mencapai agregasi multi-chain, menawarkan grafik token on-chain, mendukung transaksi lintas rantai, dan mengintegrasikan pasar NFT dan launchpad di berbagai rantai. Inovasi-inovasi ini telah menetapkan standar untuk dompet Web3. Berfokus pada perdagangan aset on-chain, Bitget Wallet telah mengintegrasikan fitur-fitur inovatif yang memungkinkan pengguna untuk menemukan aset dan peluang baru sesegera mungkin. Sejak diluncurkan, Bitget Wallet telah terintegrasi dengan lebih dari 100 jaringan blockchain publik dan kompatibel dengan EVM.

    Pada tahun 2024, Bitget Wallet telah menjadi dompet teratas dalam ekosistem memecoin, mendukung pelacakan smart money pada rantai Solana dan Base. Ini telah memperkenalkan fitur perdagangan canggih untuk perdagangan token meme, seperti selip otomatis, biaya gas nol, dan mode perdagangan instan. Ekosistem TON menjadi jaringan yang paling banyak ditransaksikan di Bitget Wallet, melampaui rantai publik yang sudah mapan seperti Polygon, Arbitrum, dan BNB Chain. Untuk rencana masa depan, Bitget Wallet bertujuan untuk memperkenalkan fitur dan inovasi baru dengan fokus pada pengalaman pengguna dan ekspansi global.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • 3 Perusahaan Diduga Manipulasi Perdagangan Kripto di AS, Aset Rp 390 M Disita


    Jakarta

    Sebanyak tiga perusahaan kripto dan 15 orang didakwa terlibat dalam penipuan dan manipulasi pasar di Amerika Serikat (AS). Aset kripto senilai US$ 25 juta atau Rp 390 miliar (kurs Rp 15.600) disita.

    Dikutip dari Reuters, Jumat (11/10/2024), Jaksa federal di Boston mendakwa tiga perusahaan, yakni Gotbit, ZM Quant, dan CLS Global. Sejumlah pimpinan perusahaan dan karyawan ditangkap, serta lima orang sudah mengaku bersalah.

    Penjabat Jaksa AS Joshua Levy menjelaskan, para terdakwa terlibat dalam perdagangan palsu untuk meningkatkan volume perdagangan berbagai token kripto. Setelah harga naik, mereka menjualnya dan membiarkan investor yang tidak tahu menanggung akibatnya.


    “Ini adalah kasus di mana teknologi zaman baru, kripto, bertemu dengan penipuan kuno, dalam hal ini skema ‘pump and dump‘, yang sama tuanya dengan pasar saham,” ujar Levy.

    Dalam upaya mengungkap kasus tersebut, FBI membuat perusahaan kripto, NexFundAI, yang memiliki token pada blockchain Ethereum. Menurut jaksa, ZM Quant, CLS Global dan perusahaan lain, MyTrade setuju untuk membantu memanipulasi.

    Pihak berwenang mengatakan bahwa token itu diperdagangkan tetapi mereka memantau dengan cermat untuk meminimalkan risiko yang mungkin dibeli oleh investor ritel sebelum menonaktifkan perdagangan. Komisi Sekuritas dan Bursa AS juga mengajukan kasus perdata terkait.

    Jaksa mengatakan, salah satu perusahaan yang terlibat adalah Saitama. Perusahaan pernah memiliki nilai pasar sebesar US$ 7,5 miliar setelah melakukan manipulasi perdagangan.

    Kepala Eksekutif, Manpreet Kohli ditangkap pada hari Senin di Inggris. Sebanyak lima karyawan saat ini atau mantan karyawan lainnya juga didakwa, dan tiga orang telah mengaku bersalah.

    Orang lain yang didakwa adalah Aleksei Andriunin, CEO Gotbit yang tinggal di Rusia dan Portugal. Dia ditangkap di Portugal pada Selasa. Sebanyak dua karyawan perusahaannya di Rusia juga didakwa.

    Jaksa mengatakan bahwa dari 2018 hingga 2024, Gotbit terlibat dalam wash trading, suatu bentuk perdagangan palsu, dan manipulasi pasar atas nama beberapa klien mata uang kripto untuk membantu meningkatkan volume perdagangan token mereka secara artifisial.

    Simak Video: Cara Situs Judi Online Samarkan Transaksi: Pakai Kripto-Money Changer

    [Gambas:Video 20detik]

    (ily/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • 5 Negara yang Punya Bitcoin Terbanyak di Dunia


    Jakarta

    Bitcoin bukan hanya dimiliki oleh investor dari kalangan pebisnis ataupun instansi perusahaan dalam menyimpan asetnya. Tapi beberapa negara melalui pemerintahnya juga mengivestasikannya di bitcoin.

    Melansir coingecko, pemerintah Amerika Serikat (AS) adalah pemegang bitcoin terbanyak di dunia dengan asset lebih dari 213.297 BTC. Sebagian besar aset ini berasal dari penyitaan dari kasus kriminal di negaranya.

    Hingga Juli 2024, pemerintah berbagai negara di seluruh dunia memiliki kepemilikan 2,2% total aset bitcoin senilai US$ 32,7 miliar atau setara dengan Rp 515,4 triliun (kurs Rp 15.760). Kepemilikan bukan hanya dari harta sitaan kasus kriminal saja, tapi juga membelinya secara aktif dan berkala.


    Hal ini menunjukkan tren positif dengan pentingnya bitcoin sebagai salah satu referensi penyimpanan aset dan pengakuan aset digital dalam sistem keuangan global. Lantas negara mana saja dengan kepemilikan aset bitcoin terbanyak?

    5 negara dengan kepemilikan bitcoin terbanyak

    1. Amerika Serikat

    Amerika Serikat merupakan negara pemilik Bitcoin terbesar, dimana pemerintahnya memiliki 213.297 BTC yang diperoleh melalui penyitaan mata uang kripto. Saat ini, nilai Bitcoin yang dimiliki AS sekitar Rp 233,6 triliun. Sebagian besar BTC ini berasal dari penutupan Silk Road, ketika pemerintah AS menutup Silk Road, mereka berhasil menyita sekitar 69.000 BTC.

    2. Cina

    Saat ini, pemerintah Cina memiliki sekitar 190.000 BTC, yang bernilai sekitar Rp 208 triliun. Sebagian besar Bitcoin ini disita dari PlusToken, sebuah skema Ponzi besar yang menjanjikan keuntungan hingga 30% kepada para investornya. Negara ini memiliki cadangan Bitcoin yang signifikan hasil penyitaan, menjadikannya pemegang Bitcoin terbesar kedua di kalangan pemerintah.

    3. Inggris

    Inggris telah menyita sekitar 61.000 BTC, yang bernilai sekitar Rp 66,8 triliun, dalam rangka operasi pemberantasan pencucian uang. Penyitaan ini menunjukkan komitmen Inggris dalam memerangi kejahatan keuangan yang melibatkan aset digital, menjadikannya negara ketiga dengan kepemilikan kripto terbesar di antara pemerintah.

    4. El Salvador

    El Salvador menjadi negara pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Negara ini juga aktif membeli Bitcoin, berbeda dengan kebanyakan pemerintah lain yang memperoleh mata uang kripto terutama melalui penyitaan. Saat ini, El Salvador memiliki 5.800 BTC, yang bernilai sekitar Rp 6,3 triliun.

    5. Ukraina

    Sebaliknya, Ukraina telah menerima sebagian besar Bitcoin melalui donasi untuk mendukung upaya perangnya melawan Rusia. Donasi yang diterima mencapai 685,1 BTC sekitar Rp 749,9 miliar. Sisa aset yang tersisa saat ini adalah Rp 203 miliar karena dana tersebut digunakan secara aktif untuk biaya perang.

    Simak juga Video ‘Sebelum Trading Kripto Pahami Bisnis Modelnya Dulu’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Efek Trump Kerek Harga Bitcoin Tembus Rp 1,6 M


    Jakarta

    Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi hingga di atas US$ 106.000 atau lebih dari Rp 1,6 miliar pada awal perdagangan Asia pada hari Senin (16/12/2024). Hal ini lantaran didorong oleh komentar dari Presiden terpilih Donald Trump yang menyatakan bahwa ia berencana untuk membuat cadangan strategis bitcoin Amerika Serikat (AS), yang serupa dengan cadangan minyak strategisnya.

    Bitcoin yang menjadi mata uang kripto terbesar dan paling terkenal di dunia ini mencapai level tertinggi hingga sebesar US$ 106.533 dan terakhir diperdagangkan seharga US$ 105.688.

    “Kita berada di wilayah langit biru di sini. Angka berikutnya yang dicari pasar adalah US$ 110.000. Kemunduran yang ditunggu-tunggu banyak orang tidak terjadi, karena sekarang kita punya berita ini.” kata Analis IG, Tony Sycamore, melansir dari Reuters pada Senin (16/12/2024).


    “Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan kripto karena kami tidak ingin Tiongkok atau negara lain – bukan hanya Tiongkok tetapi negara lain yang mengadopsinya – dan kami ingin menjadi pemimpinnya,” kata Trump kepada CNBC akhir pekan lalu.

    Trump berencana membangun cadangan kripto yang serupa dengan cadangan minyak. Negara-negara lain juga telah mempertimbangkan cadangan strategis mata uang kripto.

    Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini mempertanyakan perlunya menyimpan cadangan negara dalam mata uang asing, dan mengatakan bahwa investasi dalam negeri dalam bentuk cadangan tersebut lebih menarik.

    Putin mengatakan pemerintahan AS saat ini meremehkan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dalam perekonomian global dengan menggunakannya untuk tujuan politik, sehingga memaksa banyak negara beralih ke aset alternatif, termasuk mata uang kripto.

    “Misalnya bitcoin, siapa yang bisa melarangnya? Tidak ada siapa-siapa,” kata Putin.

    Namun ada yang skeptis, karena Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, menyamakan bitcoin dengan emas awal bulan ini.

    “Orang-orang tidak menggunakannya sebagai bentuk pembayaran, atau sebagai penyimpan nilai. Ini sangat fluktuatif, dan bukan pesaing dolar,” ujar Powell.

    Sebagai informasi, bitcoin telah melonjak lebih dari 50% sejak pemilu pada 5 November 2024, yang menyaksikan Trump terpilih bersama dengan banyak kandidat pro-kripto lainnya. Nilai total pasar mata uang kripto telah meningkat hampir dua kali lipat sepanjang tahun ini hingga mencapai rekor lebih dari US$ 3,8 triliun.

    Trump bulan ini menunjuk pejabat Gedung Putih untuk artificial intelligence (AI) dan mata uang kripto, yaitu mantan eksekutif PayPal David Sacks, dan teman dekat penasihat Trump sekaligus CEO Tesla Elon Musk. Trump juga mengatakan dia akan mencalonkan pengacara pro-kripto Washington Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Anjlok Usai Trump Ancam Mitra Dagang Rusia


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi dan menyentuh level US$ 89.000 yang merupakan level terendah dalam tujuh bulan terakhir pada Selasa (18/11). Penurunan ini terjadi karena arus keluar dari ETF Bitcoin di Amerika Serikat (AS), serta kekhawatiran investor terhadap rencana tarif Presiden AS Donald Trump sebesar 500% kepada negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Rusia.

    Selama empat hari berturut-turut, ETF Bitcoin di AS mencatat arus keluar dari total kepemilikan 441.000 BTC menjadi sekitar 271.000 BTC. Puncaknya, terjadi redemption lebih dari US$ 800 juta dalam satu hari. Situasi ini menambah tekanan jual, terutama setelah harga Bitcoin gagal bertahan di atas area US$ 92.000 dan turun melewati batas psikologis US$ 90.000.

    Meski begitu, pelemahan ini tidak disebabkan oleh penurunan fundamental aset kripto. Pada Rabu (19/11) Bitcoin mulai menunjukkan tanda penguatan seiring ekspektasi likuiditas yang membaik di AS, terutama setelah The Fed berencana menghentikan penurunan neracanya dan membuka opsi operasi repo yang bisa menambah cadangan dana ke sistem keuangan.


    Namun, tekanan makro masih menahan langkah Bitcoin untuk naik lebih jauh. Sentimen pasar tetap rapuh akibat inflasi yang belum jinak, sektor properti dan otomotif yang melemah, serta ketidakpastian menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 10 Desember 2025 mendatang.

    Vice President Indodax, Antony Kusuma menekankan bahwa kondisi pasar seperti ini merupakan bagian dari dinamika alami siklus kripto. Ia mengatakan kondisi ini pun bersifat sementara.

    “Pergerakan harga yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknis dan sentimen global dalam jangka pendek. Fundamental aset digital tetap kuat, dan di situasi seperti ini penting bagi investor untuk mengambil keputusan secara tenang dan terukur,” ujar Antony dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).

    Antony melanjutkan bahwa volatilitas jangka pendek tidak mengubah pandangan jangka panjang para pelaku pasar berpengalaman. Ia juga yakin aset digital tetap kuat, meskipun harga sedang berada dalam tekanan.

    “Bagi investor jangka panjang, momen seperti ini sering dianggap sebagai peluang untuk menambah posisi secara bertahap,” tambah Antony.

    Di tengah volatilitas yang meningkat, pihaknya mengimbau seluruh investor untuk tetap mengutamakan manajemen risiko dan tidak melakukan keputusan emosional. Koreksi seperti ini dinilai wajar terjadi setelah Bitcoin sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa pada awal Oktober 2025 lalu.

    Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin berada pada level US$ 92.381 pada pukul 11.00. Bitcoin mulai menguat sebanyak 0,67%.

    Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Biang Kerok Harga Bitcoin Anjlok!


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi dan menyentuh level US$ 89.000 yang mencatat level terendah dalam tujuh bulan terakhir pada Selasa (18/11/2025).

    Ini terjadi di tengah kombinasi tekanan teknis, arus keluar dari ETF Bitcoin di Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya kekhawatiran pasar terkait rencana tarif baru pemerintahan AS.

    Vice President INDODAX, Antony Kusuma menilai pelemahan ini tidak disebabkan oleh penurunan fundamental aset kripto. Ia menekankan bahwa kondisi pasar seperti ini merupakan bagian dari dinamika alami siklus kripto.


    “Pergerakan harga yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknis dan sentimen global dalam jangka pendek. Fundamental aset digital tetap kuat, dan di situasi seperti ini penting bagi investor untuk mengambil keputusan secara tenang dan terukur,” ujar Antony dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (22/11/2025).

    Selama empat hari berturut-turut, ETF Bitcoin di AS mencatat arus keluar dari total kepemilikan 441.000 BTC menjadi sekitar 271.000 BTC.

    Puncaknya, terjadi redemption lebih dari US$ 800 juta dalam satu hari. Situasi ini menambah tekanan jual, terutama setelah harga Bitcoin gagal bertahan di atas area US$ 92.000 dan turun melewati batas psikologis US$ 90.000.

    Sentimen pasar kian tertekan oleh rencana tarif hingga 500% yang diajukan Presiden Donald Trump kepada negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Rusia. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran baru di pasar global, terutama pada aset berisiko seperti kripto. Sejumlah altcoin besar turut terkoreksi, sementara indeks Fear & Greed merosot ke zona “extreme fear”.

    Per hari Rabu (19/11) Bitcoin mulai menunjukkan tanda penguatan seiring ekspektasi likuiditas yang membaik di Amerika Serikat, terutama setelah The Fed berencana menghentikan penurunan neracanya dan membuka opsi operasi repo yang bisa menambah cadangan dana ke sistem keuangan.

    Namun, tekanan makro masih menahan langkah Bitcoin untuk naik lebih jauh. Sentimen pasar tetap rapuh akibat inflasi yang belum jinak, sektor properti dan otomotif yang melemah, serta ketidakpastian menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 10 Desember 2025 mendatang.

    Di saat bersamaan, regulator AS ikut menjadi perhatian setelah SEC tidak lagi menempatkan aset kripto sebagai fokus utama dalam prioritas pemeriksaan 2026. Fokus lembaga tersebut kini bergeser ke kewajiban fidusia, keamanan siber, privasi data, serta risiko teknologi seperti AI.

    Meski begitu, SEC menegaskan bahwa aset kripto tetap bisa masuk dalam pemeriksaan jika dinilai memiliki tingkat risiko yang tinggi, sehingga pengawasan terhadap industri ini belum benar-benar hilang.

    Di sisi lain, koreksi ini tidak menandai dimulainya tren bearish baru. Tekanan saat ini lebih disebabkan oleh likuiditas pasar yang mengetat, rotasi antar investor besar, serta pelemahan sentimen akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed.

    Penundaan rilis data ekonomi penting seperti CPI dan laporan tenaga kerja Oktober 2025 akibat shutdown AS juga menjadi salah satu faktor yang menahan kepercayaan investor jangka pendek. Antony juga menegaskan bahwa tekanan harga yang tajam seperti ini kerap terjadi ketika pasar sedang menyesuaikan diri dengan kondisi global.

    “Kami memahami koreksi cepat bisa membuat banyak investor merasa cemas. Namun fase seperti ini biasanya bersifat sementara dan pasar akan kembali bergerak lebih rasional setelah volatilitas mereda,” jelasnya.

    Ia melanjutkan bahwa volatilitas jangka pendek tidak mengubah pandangan jangka panjang para pelaku pasar berpengalaman. Menurutnya bagi investor jangka panjang, momen seperti ini sering dianggap sebagai peluang untuk menambah posisi secara bertahap.

    Ia menegaskan bahwa keyakinan terhadap aset digital tetap kuat, meskipun harga sedang berada dalam tekanan. Di tengah volatilitas yang meningkat, Indodax mengimbau seluruh investor untuk tetap mengutamakan manajemen risiko dan tidak melakukan keputusan emosional.

    Koreksi seperti ini dinilai wajar terjadi setelah Bitcoin sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa pada awal Oktober 2025 lalu. Indodax akan terus memantau kondisi pasar secara real-time dan memastikan seluruh operasional perdagangan berjalan stabil untuk melindungi kepentingan pengguna.

    (ily/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Toilet Duduk atau Jongkok? Ini Anjuran dalam Islam dan Kesehatan



    Jakarta

    Toilet yang juga dikenal sebagai WC atau jamban adalah fasilitas sanitasi yang digunakan untuk membuang kotoran seperti urin dan feses. Di Indonesia, dikenal dua jenis toilet yaitu toilet jongkok dan toilet duduk. Pada umumnya di RI menggunakan toilet jongkok, tetapi seiring berkembangnya zaman, keberadaan toilet jongkok mulai tergeser dengan toilet duduk.

    Penggunaan toilet jongkok dan toilet duduk mempengaruhi proses seseorang dalam buang air besar atau buang air kecil. Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ oleh Risqi Hidayat, Islam menyarankan menggunakan toilet jongkok dibanding toilet duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

    Anjuran Islam menggunakan toilet jongkok juga ada hubungannya jika ditinjau dari ilmu kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menjelaskan bahwa ketika posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian, sementara dalam posisi jongkok, tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.


    Selain itu, buang air besar dalam posisi duduk membutuhkan waktu yang lebih lama secara tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal. Sementara dalam posisi jongkok tidak butuh waktu lama sebab sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran.

    Toilet jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan toilet. Hal ini bisa mencegah penularan penyakit atau infeksi. Sementara itu, etika buang air dengan berjongkok akan lebih terjaga auratnya sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

    Namun, toilet jongkok tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena ketidaknyamanannya. Toilet jongkok juga bisa memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Sehingga, toilet duduk lebih direkomendasikan untuk orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot, kelebihan berat badan, dan orang yang keseimbangannya buruh

    Oleh sebab itu, penggunaan toilet jongkok lebih dianjurkan dalam Islam. Akan tetapi, toilet duduk juga diperbolehkan untuk orang tua yang sudah renta karena sudah tidak kuat atau orang yang memiliki kelebihan berat badan yang kesulitan berjongkok.

    Melansir dari artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah munculnya kesadaran para desainer untuk membuat kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

    Terlepas dari hal itu semua, yang sudah pasti adalah ketika hendak buang air besar atau buang air kecil usahakan tidak berdiri kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

    “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Sehat dan Sesuai Syariat?



    Jakarta

    Toilet jadi bagian penting di rumah, tapi siapa sangka pilihan antara toilet jongkok dan duduk bisa membawa dampak bagi kesehatan hingga nilai-nilai keislaman. Di Indonesia, toilet jongkok dulunya jadi pilihan utama. Tapi seiring gaya hidup modern, toilet duduk mulai mendominasi-terutama di rumah-rumah baru dan fasilitas publik.

    Pertanyaannya, mana yang lebih baik: toilet jongkok atau toilet duduk?

    Menurut penelitian berjudul “Penggunaan Toilet Jongkok dan Duduk dalam Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan” oleh Risqi Hidayat, Islam lebih menganjurkan buang air dalam posisi jongkok. Syeikh Muhammad Munajjad menyebutkan bahwa buang hajat secara sunnah dilakukan dengan jongkok.


    Selain aspek agama, dari sisi medis posisi jongkok ternyata juga lebih menguntungkan. Dokter asal Rusia, Dov Sikirov, menemukan bahwa saat jongkok, otot-otot tubuh lebih rileks dan sudut saluran pencernaan (rektoanal) terbentuk optimal. Hasilnya, proses buang air besar jadi lebih cepat dan tuntas dibanding saat duduk.

    Posisi jongkok juga memudahkan keluarnya feses tanpa perlu mengejan lama. Selain itu, toilet jongkok juga meminimalisir kontak langsung antara kulit dan permukaan kloset, sehingga mengurangi risiko penularan penyakit atau infeksi.

    Dari sisi adab, toilet jongkok juga membantu menjaga aurat karena posisi tubuh lebih tertutup, sesuai ajaran Islam soal etika buang air.

    Meski punya banyak keunggulan, toilet jongkok tidak ramah untuk semua kalangan. Orang lanjut usia, difabel, atau mereka yang mengalami obesitas bisa kesulitan berjongkok karena butuh tenaga ekstra dan tekanan besar pada lutut.

    Dalam kasus seperti ini, toilet duduk menjadi solusi yang lebih aman dan nyaman. Bahkan dalam Islam, penggunaannya tetap diperbolehkan untuk orang yang punya keterbatasan fisik.

    Menjawab kebutuhan semua pihak, kini mulai muncul desain kloset semi jongkok. Dalam artikel ilmiah “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” karya Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, desain ini disebut sebagai alternatif ideal untuk menciptakan kamar mandi yang ramah muslim dan tetap nyaman digunakan.

    Satu hal yang pasti-baik jongkok maupun duduk-buang air sambil berdiri sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

    Jadi pilihan toilet kembali ke kebutuhan dan kondisi penghuni rumah. Toilet jongkok lebih sesuai dari sisi kesehatan dan syariat, namun toilet duduk tetap jadi solusi bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik.

    Kalau kamu sedang merenovasi atau merancang kamar mandi, mungkin bisa pertimbangkan desain kloset semi jongkok agar lebih inklusif dan tetap sesuai nilai-nilai Islami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com