Tag: sakit tenggorokan

  • 3 Alasan Minum Teh Jahe Bagus Buat Atasi Sakit Tenggorokan


    Jakarta

    Jahe sejak lama dipercaya akan khasiat sehatnya. Selain dijadikan bumbu masak, jahe juga bisa diracik jadi minuman pereda sakit tenggorokan. Ternyata karena jahe mengandung senyawa bermanfaat ini.

    Jahe dikenal dengan aroma dan rasa pedas berempahnya yang khas. Biasanya dipakai dalam sejumlah masakan atau dijadikan racikan minuman herbal.

    Menilik sejarahnya, rempah rimpang ini sudah lama diakui memiliki sejuta khasiat, salah satunya mengatasi sakit tenggorokan. Pertama, hal ini karena jahe mengandung senyawa bioaktif yang menguntungkan bagi kesehatan.


    Senyawa bioaktif yang paling menonjol dalam jahe adalah gingerol dan shogaol, seperti dikutip dari Healthline (11/7/2025). Penelitian menunjukkan asupan senyawa ini memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan gejala sakit tenggorokan.

    Kedua, jahe juga diyakini memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan infeksi bakteri atau virus, termasuk yang menyebabkan sakit tenggorokan.

    Dalam sebuah studi in vitro (tabung reaksi), larutan dengan 10 persen ekstrak jahe ditemukan dapat menghambat Streptococcus mutans, Candida albicans, dan Enterococcus faecalis. Ketiga mikroorganisme ini umumnya ditemukan sebagai penyebab infeksi mulut.

    Ketiga, jahe memiliki sifat antioksidan. Antioksidan dapat memberikan manfaat perlindungan dan penyembuhan terhadap penyakit. Dalam sebuah penelitian, jahe segar ditemukan memberikan lebih banyak manfaat antioksidan daripada jahe kering.

    5 Khasiat Racikan Teh Jahe Campur Cengkeh untuk Turunkan BBKonsumsi teh jahe bermanfaat atasi sakit tenggorokan. Foto: Getty Images/Prasenjit Kar

    Minum racikan jahe saat sakit tenggorokan juga mempercepat penyembuhannya. Sebab jahe meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Untuk diketahui, sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh virus. Konsumsi obat flu bisa jadi tidak dapat membunuh virus tersebut, tapi jahe mungkin melakukannya.

    Sebuah studi laboratorium menunjukkan jahe merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membunuh virus. Hasil ini menunjukkan bahwa jahe berpotensi mengurangi frekuensi sakit tenggorokan, meredakan gejalanya lebih cepat, dan mempercepat waktu pemulihan.

    Sebagai pilihan terbaik, coba konsumsi jahe bersama madu. Kamu bisa membuatnya dari air rebusan jahe panas yang ditambahkan 1 sendok makan (5 ml) madu. Selain manfaat sehat yang bertambah, madu juga membuat rasa air jahe lebih enak.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Mirip COVID-19, Ini Penyakit yang Lagi Ngegas Hampir 2 Juta Kasus di DKI!


    Jakarta

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka data kenaikan kasus penyakit di balik ramai warga yang merasa tak kunjung sembuh dari gejala batuk, pilek, hingga keluhan lain menyerupai COVID-19.

    Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati menyebut sebetulnya tidak ada peningkatan kasus tertentu yang relatif berbeda dari tahun ke tahun. Di tengah cuaca tak menentu, wajar keluhan semacam itu banyak dilaporkan.

    Penyakit Apa yang Lagi Melonjak?


    Namun, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) tercatat memang tengah melonjak, terlihat sejak periode Juli. Meski begitu, tren ini sebenarnya dilaporkan setiap tahun.

    “Total kasus ISPA di DKI Jakarta hingga Oktober 2025 sebesar 1.966.308. Peningkatan kasus terlihat mulai bulan Juli. ISPA merupakan penyakit tertinggi di Puskesmas karena penularannya sangat mudah, yakni melalui droplet dan aerosol,” tutur Ani kepada detikcom Kamis (16/10/2025).

    Peningkatan kasus ISPA disebut Ani juga bisa berkaitan dengan imunitas yang turun di masyarakat.

    Ani mewanti-wanti gejala ISPA yang kerap muncul yakni batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga demam. Gejalanya bisa dibarengi dengan keluhan hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, dan suara serak.

    “Pada kasus ISPA yang lebih berat, gejala dapat mencakup sesak napas, yang membutuhkan penanganan segera,” wanti-wantinya.

    Meski begitu, masyarakat dinilai tidak perlu khawatir mengingat penyakit saluran napas seperti ISPA dapat dicegah dengan menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Berikut imbauannya:

    • Mencuci tangan dengan sabun
    • Menghindari kerumunan
    • Memakai masker saat beraktivitas di ruangan padat maupun di luar ruangan dengan banyak orang berkerumun
    • Menerapkan etika batuk dan bersin
    • Segera akses layanan kesehatan jika ada gejala batuk pilek
    • Membatasi aktivitas saat sakit
    • Menghindari asap rokok
    • Meningkatkan imunitas dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga rutin serta kelola stres.

    (naf/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Cuaca Panas Bak Pintu Neraka Terbuka! Ini Tips Kemenkes RI Biar Nggak Gampang Sakit


    Jakarta

    Cuaca panas dikeluhkan warga dalam beberapa waktu terakhir. Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan beberapa trik yang bisa dilakukan agar tak gampang tumbang di tengah cuaca panas.

    Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengimbau untuk menjaga hidrasi dengan cukup minum air di tengah cuaca panas yang terjadi di beberapa wilayah RI.

    Menurut Nadia, paparan cuaca panas berlebih dapat meningkatkan risiko dehidrasi yang jika tidak ditangani dapat memicu masalah lebih serius.


    “Minum sebelum haus itu menjadi penting. Kalau dulu anjuran kita kan 8 gelas per hari. Ya kalau dengan cuaca panas ini ya 12-18 gelas per hari. Jadi jangan tunggu haus, baru kita minum,” ujar Nadia ketika ditemui awak media di Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025).

    Selain itu, untuk aktivitas di luar ruangan, Nadia menyarankan untuk mengenakan pakaian pelindung. Beberapa pelindung yang bisa digunakan seperti payung, topi, pakaian yang bersirkulasi baik, dan tidak berwarna hitam.

    Nadia menambahkan pada cuaca panas, risiko untuk sakit menjadi lebih besar. Beberapa di antaranya yang harus diwaspadai seperti batuk, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas lain.

    “Kalau kita aktivitas di luar, padat dengan cuaca kering, gunakan masker. Apalagi kalau di sekitar kita banyak orang yang sakit tenggorokan, suara serak, karena kan sekarang banyak kan yang tiba-tiba kok ‘Suara saya tiba-tiba serak’. Bukan kebanyakan konser, tapi memang karena kering ya. Karena kering, akhirnya kan tenggorokan mudah iritasi,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com