Tag: sarapan sehat

  • Kukusan Lagi Ngetren, Jadi Pilihan Sarapan Sehat Biar Nggak Gorengan Melulu


    Jakarta

    Tak salah bila generasi Z atau Gen Z dianggap lebih memprioritaskan kesehatannya. Hal ini bisa terlihat dari tren kukusan-rebusan yang lagi viral di media sosial dan diburu kaum muda sebagai alternatif sarapan sehat.

    Salah satu penjual kukusan, Alaibi (21), bercerita baru berjualan dua minggu di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Meski begitu, dagangannya banyak diminati pembeli.

    “Cuma (jualan) tiap pagi, dari jam 6 sampai 9 pagi. Alhamdulillah selalu habis sih kak,” ujar Alaibi saat ditemui detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Sebelumnya, semua makanan yang dijual sudah direbus terlebih dahulu di rumah hingga matang. Saat berada di lokasi berjualan, Alaibi dan rekannya hanya menyusun kembali bahan-bahan tersebut di dalam kukusan alumunium agar tetap hangat.


    Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ubi, singkong, kentang, jagung, talas, pisang, kacang, labu kuning, hingga telur. Untuk satu paket dijual Rp 10.000 dengan tiga pilihan bebas.

    “Kombinasi yang paling sering dibeli itu ubi, jagung, dan singkong,” tuturnya.

    Tren ini ternyata disambut baik para pembeli, terutama pekerja kantoran yang mencari sarapan. Salah satunya Grace (27), yang mengaku hampir setiap hari membeli makanan kukusan di tempat Alaibi.

    “Tiap hari beli sih aku, Rp 10.000 kan sepaketnya. Yang biasa aku beli itu singkong, ubi, sama pisang,” kata Grace.

    Pembeli lain, Lia (24), juga menjadikan makanan kukusan sebagai menu sarapan. Ia menyebut makanan seperti itu cocok untuk menjaga pola makan sehat, seperti jagung, ubi, dan singkong.

    “Sekalian juga kan buat defisit kalori. Jadi sehat juga ngurangin makan gorengan dan sudah kenyang,” sambungnya.

    Meski belum terbiasa, beberapa pembeli lain tertarik mencoba makanan kukusan karena tren ini sedang ramai. Siska (23) misalnya, ia membeli ubi dan singkong kukusan ini untuk pertama kalinya karena memang kurang terbiasa dengan makanan yang direbus atau dikukus.

    “Karena lagi viral nyoba saja deh sekalian lewat, beli ubi-ubian sama singkong. Rasanya enak sih, cuma aku kurang terbiasa saja jadi cuma bisa rasain manis saja dari ubinya,” pungkasnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Dokter Gizi Bandingkan Nutrisi Sarapan Rebusan-Kukusan Vs Nasi Uduk-Bubur-Lonsay


    Jakarta

    Belakangan, tren sarapan sehat dengan menu rebusan dan kukusan semakin populer di kalangan masyarakat, terutama anak muda. Mulai dari ubi rebus, singkong, kentang, hingga pisang kukus, semuanya kini banyak dijadikan alternatif untuk menggantikan menu sarapan berat yang biasa digoreng atau disajikan dengan santan.

    Namun tak sedikit juga yang menanyakan apakah menu rebusan dan kukusan benar-benar lebih bergizi dibandingkan sarapan tradisional seperti bubur ayam atau nasi uduk yang sudah jadi favorit banyak orang Indonesia?

    Menurut spesialis gizi klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, sarapan berbasis rebusan atau kukusan memang umumnya lebih sehat karena minim penggunaan minyak dan lemak tambahan.


    Proses pengolahan seperti ini dapat menekan asupan kalori serta mencegah terbentuknya lemak trans, yang sering muncul pada makanan gorengan akibat pemanasan minyak berulang atau penggunaan minyak hidrogenasi parsial.

    “Tapi, ini bukan berarti bubur ayam, lontong sayur, atau nasi uduk itu “jahat” atau gak sehat sama sekali, lho. Mereka sebenarnya makanan yang enak dan mengandung gizi yang sudah menjadi bagian budaya kita serta dapat memberikan energi yang cepat dan asupan protein dari ayam atau lontong, nasi dan toping-topingnya,” ucapnya kepada detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Hanya saja, lanjutnya, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi besar, tambahan minyak, santan, serta topping seperti kerupuk, cakwe, atau emping bisa membuat asupan kalori dan lemak jenuh meningkat.

    Jika dinikmati dalam porsi moderat, misalnya satu hingga dua kali seminggu, sarapan tradisional tersebut tetap aman sebagai variasi. Sementara bagi orang yang sedang menjaga berat badan, memiliki diabetes, atau kadar kolesterol tinggi, menu rebusan dan kukusan bisa menjadi pilihan yang lebih aman karena cenderung rendah kalori dan lemak jenuh, serta lebih mampu mempertahankan nutrisi alami bahan makanan.

    “Dan menu rebusan bisa jadi pilihan karena cenderung lebih unggul dilihat dari sisi rendah kalori dan rendah lemak jenuh, dan lebih mempertahankan nutrisi alami bahan makanan,” tutur dr Ardian.

    Di sisi lain, dr Ardian membeberkan nilai perbandingan gizi menu sarapan rebusan dan kukusan dalam 100 gram atau perporsi standar dengan bubur hingga nasi uduk. Berikut penjelasannya.

    1. Ubi rebus

    Mengandung sekitar 86 kkal, 0,1 g lemak, 20 g karbohidrat (terutama karbohidrat kompleks yang membuat kenyang lebih lama), dan 1,6 g protein. Ubi juga tinggi kalium yang baik untuk tekanan darah, serta serat sekitar 3 g yang membantu melancarkan buang air besar. Selain itu, ubi kaya vitamin A dan C yang berperan sebagai antioksidan alami.

    2. Singkong rebus

    Memiliki sekitar 160 kkal, 0,3 g lemak, 38 g karbohidrat, dan 1,4 g protein. Singkong tinggi vitamin C (antioksidan), kalium, serta mengandung sekitar 2 g serat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan.

    3. Kentang rebus

    Berisi sekitar 87 kkal, 0,1 g lemak, 20 g karbohidrat, dan 1,8 g protein. Kentang kaya vitamin B6 yang penting untuk metabolisme energi dan membantu menstabilkan mood. Juga mengandung kalium tinggi dan sekitar 2 g serat yang baik untuk pencernaan.

    4. Pisang rebus

    Mengandung sekitar 89 kkal, 0,3 g lemak, 23 g karbohidrat, dan 1,1 g protein. Pisang tinggi kalium dan vitamin B6, serta memiliki 2-3 g serat, terutama pada pisang hijau yang mengandung pati resisten, baik untuk pengaturan gula darah.

    “Menu rebusan dan kukusan yang tampaknya dominan karbohidrat kompleks yang memang baik sebagai sumber energi, tapi kurang seimbang jika tanpa tambahan sumber lainnya. Untuk nutrisi lengkap, ikuti pedoman “Isi Piringku” dari Kemenkes: 1/3 piring untuk karbohidrat (umbi-umbian rebus), 1/3 untuk protein, dan 1/2 untuk sayur-buah,” ucapnya.

    Sebagai perbandingan, sarapan tradisional khas Indonesia seperti bubur ayam, lontong sayur, atau nasi uduk memiliki kalori lebih tinggi karena adanya tambahan santan atau minyak. Namun, secara umum memiliki kandungan protein yang lebih tinggi.

    1. Bubur ayam

    Sekitar 300-400 kkal per porsi (250-300 g), dengan 35-40 g karbohidrat (dari nasi bubur), 5-12 g lemak (dari ayam goreng), dan 10-27 g protein. Kandungan proteinnya cukup tinggi, tetapi lemak dan kalorinya bisa meningkat hingga kurang lebih 500 kkal bila ditambah cakwe atau bawang goreng. Seratnya tergolong rendah jika tidak disertai sayuran, sehingga bisa memicu lonjakan gula darah lebih cepat.

    2. Lontong sayur

    Mengandung sekitar 300-350 kkal per porsi ( kurang lebih 250 g), terdiri dari 45-50 g karbohidrat (dari lontong), 8-15 g lemak (dari santan), dan 8-10 g protein. Sayur pelengkap seperti labu siam sebenarnya kaya vitamin dan serat, namun proses memasak dengan santan membuat kandungan lemak jenuh cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

    3. Nasi uduk

    Sekitar 300-400 kkal per porsi ( kurang lebih 200 g), dengan 45-50 g karbohidrat, 10-12 g lemak (dari santan), dan 6-8 g protein. Kalorinya dapat naik hingga kurang lebih 450 kkal bila disajikan dalam porsi besar atau ditambah lauk gorengan.

    “Kalau dilihat dari perbandingan komposisi makronutrien, memang rebusan biasanya kalori lebih rendah (80-160 kkal/100g) dengan lemak yang minim ( kurang dari 0,5g),” ucapnya.

    “Sementara sarapan yang umum dikonsumsi masyarakat umum adalah 300-400 kkal/porsi dengan lemak 8-15g karena mengandung santan/minyak. sedangkan nutrisi rebusan lebih fokus ke serat (2-3g/100g) dan vitamin (seperti vit C dan A yang tinggi antioksidan),” sambungnya lagi.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Sarapan Rebusan-Kukusan Ngetren di Kalangan Gen-Z, Cocok Nih Buat Defisit Kalori


    Jakarta

    Sarapan dengan menu rebus-rebusan dan kukusan tengah ngetren di kalangan Gen-Z. Sampai-sampai, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuat unggahan di media sosial untuk mengapresiasi gaya hidup yang banyak dianggap lebih sehat tersebut.

    “Aku baru beli nih kayak gini (paketan kukusan), harganya sekitar 10 ribuan. Ternyata sudah banyak orang jualan makanan sehat seperti ini,” ungkap Menkes dalam postingan Instagram miliknya.

    Pantauan detikcom, Rabu (12/11/2025), di sekitar Stasiun Sudirman Jakarta Selatan, menu sarapan serba rebus-rebusan dan kukusan mudah sekali ditemui. Salah satu penjual, Alaibi (21), mengaku baru 2 minggu berjualan di lokasi tersebut namun sudah ramai pembeli.


    “Cabangnya sudah banyak dan lagi viral, jadi mulai buka di sini,” kata Alaibi saat ditemui detikcom.

    “Jualannya dari jam 6 sudah ready kak, sampai jam 9-an. Alhamdulillah selalu habis sih, kalau sisa pun paling beberapa buah dan nggak dijual lagi,” tambahnya.

    Alaibi menjual berbagai jenis makanan kukus, seperti ubi, singkong, pisang, talas, kentang, jagung, kacang, sukun, hingga labu kuning. Untuk satu paket dijual seharga Rp 10.000, dengan pilihan tiga jenis bahan makanan.

    “Kombinasi yang paling sering dibeli itu selain talas, ada ubi, jagung, dan singkong. Satu paket harganya 10 ribu sudah dapat 3 bisa pilih bebas,” bebernya.

    Tren sarapan rebus-rebusan dan kukusan di kalangan Gen-ZMurah-meriah, sepaket cuma Rp 10 ribu. Foto: Sarah Octaviani Alam/detikHealth

    Ia berjualan menggunakan kukusan modern yang terbuat dari alumunium. Selain lebih ringan, kukusan seperti itu mudah dicuci dan lebih cepat membuat makanan panas.

    Kebanyakan pembeli adalah pekerja kantoran yang mencari sarapan sehat. Salah satunya Lia (24) yang mengaku senang dengan adanya makanan kukusan di sekitar stasiun.

    “Pas ini (makanan kukusan) viral jadi lebih gampang saja nemunya buat sarapan pagi. Biasanya kan jagung rebus gitu jualannya malam ya bareng edamame. Tapi karena ada yang jual jadi sering beli di sini (Stasiun Sudirman) karena masih anget. Sekalian juga kan buat defisit kalori,” pungkasnya.

    @detikhealth_official Telur dicampur bahan makanan lain bisa jadi keracunan? mitos atau fakta yaa? yuk kita dengerin penjelasan dari ahlinya! #telur #racun #mitos #edukasikesehatan ♬ suara asli – detikHealth

    (sao/up)





    Sumber : health.detik.com

  • Menkes Senang Jajanan Kukusan Viral, Minta Lebih Banyak yang Jual Makanan Sehat


    Jakarta

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku senang banyak yang mulai berjualan makanan lebih sehat. Hal ini juga bisa meningkatkan tren kebiasan jajanan dari semula junkfood dan camilan tinggi gula, garam, lemak, (GGL) menjadi kaya gizi dengan langsung menyantap real food.

    “Iya lumayan itu banyak di TikTok saya lihat jutaan yang viral, saya senang. Lebih banyak makan-makanan sehat, sarapan sehat,” kata Menkes saat ditemui detikcom di Gedung Kemenkes RI, Rabu (12/11/2025).

    Menkes mengapresiasi penjual yang ikut memviralkan tren jajanan sehat. Di samping itu, dia juga mengingatkan pola makan sehat yang memenuhi aspek gizi mulai dari karbohidrat sampai serat.

    “Pola makan sehat wajib kaya gizi dengan tetap melibatkan protein, karbohidrat kompleks, buah, serat, juga protein nabati,” sambung dia.


    Kukusan Diserbu Buat Sarapan Sehat

    Pantauan detikcom, Rabu (12/11/2025), di sekitar Stasiun Sudirman Jakarta Selatan, menu sarapan serba rebus-rebusan dan kukusan mudah ditemui. Salah satu penjual, Alaibi (21), mengaku baru 2 minggu berjualan di lokasi tersebut namun sudah ramai pembeli.

    Alaibi menjual berbagai jenis makanan kukus, seperti ubi, singkong, pisang, talas, kentang, jagung, kacang, sukun, hingga labu kuning. Untuk satu paket dijual seharga Rp 10.000, dengan pilihan tiga jenis kukusan.

    “Kombinasi yang paling sering dibeli itu selain talas, ada ubi, jagung, dan singkong. Satu paket harganya 10 ribu sudah dapat 3 bisa pilih bebas,” bebernya.

    @detikhealth_official Telur dicampur bahan makanan lain bisa jadi keracunan? mitos atau fakta yaa? yuk kita dengerin penjelasan dari ahlinya! #telur #racun #mitos #edukasikesehatan ♬ suara asli – detikHealth

    (naf/kna)





    Sumber : health.detik.com

  • Menkes Sarankan 2 Butir Telur Rebus untuk Sarapan, Cukupkah Nutrisinya?


    Jakarta

    Belakangan ini ajakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) tentang sarapan sehat dan murah ramai diperbincangkan. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Menkes menyebutkan bahwa dua butir telur rebus bisa menjadi pilihan sarapan praktis dengan biaya hanya sekitar Rp 5.000.

    Pesannya sederhana, sarapan tidak harus mahal, dan lebih baik memulai hari dengan sesuatu yang bergizi daripada tidak sarapan sama sekali. Namun, muncul juga diskusi di masyarakat. Ada yang mengapresiasi idenya karena praktis dan ramah di kantong, tapi ada pula yang mengingatkan bahwa sarapan sebaiknya mengandung gizi seimbang, bukan hanya protein dari telur.

    Lantas, bagaimana sebaiknya kita menyikapi ajakan ini?


    Nutrisi dalam 2 Butir Telur Rebus

    Menteri Kesehatan dalam videonya yang memiliki hastag Budi Gemar Sharing menyampaikan pesan yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Dengan mencontohkan 2 telur rebus, ia ingin menunjukkan bahwa sarapan sehat itu bisa murah, cepat, dan bergizi.

    Dua butir telur sudah mengandung:

    • sekitar 12 gram protein
    • vitamin B kompleks
    • vitamin D
    • selenium
    • serta kolin yang penting untuk fungsi otak.

    Konsumsi telur di pagi hari dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian tubuh yaitu 0,8 gram/kgBB. Dari sisi praktis, telur rebus juga mudah disiapkan: cukup direbus beberapa menit, tidak butuh bumbu khusus, dan bisa dibawa ke mana-mana.

    Selain itu, ajakan ini juga punya pesan kalau sarapan tidak harus dengan karbohidrat kompleks atau makanan yang manis-manis seperti sereal, lontong, dan nasi uduk. Karena dapat menaikkan gula darah secara mendadak (glucose spike). Telur adalah bahan makanan yang sangat familiar di hampir semua rumah tangga Indonesia. Dengan harga terjangkau dan ketersediaan luas, pesan ini bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

    Kebiasaan sarapan di Indonesia

    Data Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan 2023 menunjukkan bahwa prevalensi tidak terbiasa sarapan pada anak dan remaja sekitar 16,9 persen – 59 persen dan 31,2% persen pada orang dewasa. Alasan untuk meninggalkan dan mengabaikan sarapan sangat beragam, takut terlambat, terburu-buru, tidak terbiasa, dan tidak ada waktu.

    Survei Kemenkes juga menemukan alasan utama orang melewatkan sarapan adalah tidak sempat menyiapkan makanan pagi. Artinya, faktor praktis memang sangat dominan. Dalam konteks ini, ide sarapan dengan dua telur rebus bisa menjadi solusi sederhana dan realistis.

    Apakah cukup sarapan dengan telur saja?

    Apabila sedang terburu-buru atau aktivitas fisik di pagi hari yang tidak terlalu berat, dua butir telur rebus tentu lebih baik daripada tidak sarapan sama sekali, yang bisa membuat tubuh lemas, sulit konsentrasi, dan cepat lapar. Telur rebus mengandung protein yang tinggi, lemak yang baik, dan berbagai vitamin.

    Sarapan hanya dengan kopi manis atau camilan gorengan juga tidak baik untuk kesehatan, karena tinggi kalori tapi rendah gizi. Sarapan dengan kopi manis dan gorengan bisa menyebabkan lonjakan gula mendadak (glucose spike). Jika setiap hari dilakukan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe-2.

    Menu sarapan tinggi kalori namun kurang seimbang, seperti nasi uduk atau lontong yang sering kali minim sayuran juga sering dijadikan menu sarapan masyarakat Indonesia. Nasi uduk dan lontong mungkin bisa buat cepat merasa kenyang. Namun, rasa kenyang yang dirasakan tidak akan bertahan lama, sehingga satu hingga dua jam kemudian tubuh akan merasa lapar dan ingin makan lagi. Hal ini dapat meningkatkan asupan kalori harian meningkat, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas.

    Kalau dilihat dari angka kecukupan gizi (AKG), kebutuhan energi orang dewasa rata-rata 2.000 kalori per hari. Dua telur rebus hanya menyumbang sekitar 140 kalori. Jadi, secara energi masih jauh dari cukup. Tetapi, dari sisi kualitas gizi, telur termasuk makanan padat gizi (nutrient-dense). Dengan kata lain, meski kalorinya tidak banyak, kandungan proteinnya tinggi , sehingga membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan sangat bermanfaat untuk membangun jaringan tubuh serta menjaga fungsi otot.

    Namun menurut Pedoman Gizi Seimbang, melalui kampanye Isi Piringku, sarapan yang baik seharusnya mengandung nutrisi yang lengkap, setiap kali makan dianjurkan ada:

    • 1/3 porsi karbohidrat
    • 1/3 porsi sayur
    • 1/6 porsi lauk berprotein
    • dan 1/6 porsi buah.

    WHO (2020) juga menekankan pentingnya kombinasi zat gizi pada sarapan untuk menunjang konsentrasi belajar maupun bekerja.

    Kenapa penting ada karbohidrat, lemak, dan serat?

    Sarapan memberikan banyak manfaat berupa energi untuk memulai hari dan meningkatkan produktivitas. Sarapan yang sehat harus mencakup kandungan utama seperti protein, serat, lemak, karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks (nasi, ubi, roti gandum, oatmeal) adalah bahan bakar utama tubuh dan otak. Tanpa karbohidrat yang cukup, seseorang bisa cepat lelah, pusing, atau sulit fokus. Tubuh saat bangun membutuhkan karbohidrat karena sudah berpuasa selama tidur.

    Serat dari sayur dan buah membantu pencernaan, menjaga rasa kenyang, serta melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral. Lemak sehat (dari alpukat, kacang, biji-bijian) memberi energi lebih tahan lama dan baik untuk fungsi sel tubuh.

    Risiko jika sering melewatkan sarapan

    Pada anak sekolah, studi ilmiah menemukan hubungan antara kebiasaan tidak sarapan dengan penurunan nilai ujian matematika dan membaca. Pada orang dewasa, tidak sarapan dapat meningkatkan kecenderungan makan berlebihan di siang atau malam hari. Kondisi ini bisa memperburuk pola makan dan mengganggu metabolisme tubuh. Dengan kata lain, sarapan bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga mengatur ritme biologis tubuh (circadian rhythm) agar energi lebih stabil sepanjang hari.

    Bagaimana cara menyiasati kalau cuma sempat telur rebus?

    Tidak masalah sesekali sarapan sederhana hanya dengan 2 butir telur rebus. Prinsip gizi seimbang bisa tetap dijaga dengan menyesuaikan makan siang dan malam. Misalnya, jika pagi hanya telur, maka saat jam 10 dan jam 15 (jam ngemil) bisa konsumsi sayur dan buah. Jika tidak, saat siang bisa dipenuhi kebutuhan gizi yang belum terpenuhi di pagi hari dengan menambah sayuran dan buah lebih banyak sebagai pencuci mulut. Siang dan malam hari, tetap makan sesuai porsi Isi Piringku atau Pedoman Gizi Seimbang.

    Prinsipnya, kalau tidak bisa lengkap dalam satu waktu, maka seimbangkan asupan gizi dalam 24 jam.

    Jadi, bagaimana sebaiknya?

    Intinya, tidak ada yang salah dengan ajakan Menkes. Dua telur rebus jelas lebih baik daripada melewatkan sarapan atau mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak bergizi.

    Namun, penting diingat bahwa tubuh butuh variasi. Kalau ada waktu, siapkan sarapan yang lebih lengkap dengan tambahan karbohidrat, sayur, dan buah. Kalau tidak sempat, imbangi kebutuhan gizi di waktu makan lain.

    Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah meal preparation sederhana. Misalnya, pada malam hari sudah menyiapkan buah seperti pisang atau buah lainnya yang dipotong dalam wadah, atau merebus ubi sekaligus untuk stok beberapa hari. Dengan begitu, pagi hari bisa langsung dikombinasikan dengan telur rebus tanpa perlu banyak waktu terpakai.

    Dengan begitu, ajakan Menkes bisa dimaknai sebagai pesan sederhana yang mudah diikuti, sementara masyarakat tetap bisa menyesuaikan dengan prinsip gizi seimbang sesuai kondisi masing-masing.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Semasa Hidup, Putri Diana Doyan Menu Sarapan Sehat Ini


    Jakarta

    Putri Diana sudah lama wafat, tapi sosok inspiratifnya masih dikenang. Segala hal tentang dirinya menarik perhatian, termasuk menu sarapan favoritnya.

    Putri Diana adalah istri Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris yang dikenal sebagai ‘People’s Princess’. Semasa hidup, ia dianggap memiliki kebaikan hati dan banyak memberi pengaruh positif untuk masyarakat dunia.

    Ibu dari Pangeran William dan Harry ini berpulang pada 31 Agustus 1997. Setelah 28 tahun kepergiannya, Putri Diana ternyata masih dicintai banyak orang. Tak sedikit yang membicarakan sosoknya, termasuk kebiasaan-kebiasaannya saat hidup.


    Dikutip dari All Recipes (14/7/2025), salah satunya chef Darren McGrady yang pernah melayani Putri Diana di kerajaan. Ia mengungkap Putri Diana adalah orang yang simpel ketika berbicara soal kebiasaan makan.

    Pemilik nama lengkap Diana Frances Spencer ini suka makan menu yang sama, seperti paprika isi untuk makan malam, sup untuk makan siang, dan crepes souffle ketika ingin ngemil manis. Urusan sarapan, ia juga sering mengonsumsi menu serupa.

    Manfaat Overnight Oats utnuk kesehatanOvernight oats, menu sarapan sehat favorit Putri Diana. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Putri Diana dikabarkan suka makan overnight oats untuk mengawali hari. Menu ini tergolong sehat karena diracik oleh seorang ahli gizi Swiss yang ia temukan saat dirawat di sebuah klinik kesehatan di Swiss.

    “Ia mencuri resepnya, kembali, dan berkata, ‘Darren, aku mau ini untuk sarapan setiap hari,’” kenang McGrady dalam sebuah video.

    Tidak seperti resep overnight oats zaman sekarang yang dimasukkan ke kulkas semalaman, pada resep Putri Diana berbeda. Oat akan “direndam” semalaman dalam cairan, lalu baru disiapkan keesokan paginya dengan bahan bergizi lain.

    Jadi, pada malam sebelumnya, McGrady akan merendam rolled oat dengan cairan, lalu membungkus mangkuk tersebut dengan plastik. Oat dibiarkan mengembang semalaman.

    Barulah dicampur jus jeruk, bukan susu seperti yang ditemukan pada banyak resep overnight oats saat ini. Bahan tambahan lainnya berupa Greek yogurt, madu, air lemon, parutan apel Honeycrisp, dan blueberry.

    McGrady mencampur bahan-bahan itu hingga rata, lalu menyajikan oat dalam mangkuk bersama blueberry dan kacang kenari panggang. Tambahan blueberry dan kacang dianggap meningkatkan cita rasa karena teksturnya masih renyah.

    putri dianaRacikan overnight oats ala Putri Diana sedikit berbeda dengan yang kerap ditemui sekarang. Foto: Istimewa

    Dikutip dari Alodokter (21/7/2025), overnight oats merupakan pilihan sarapan sehat. Bubur dari oatmeal ini biasanya direndam dalam susu atau yoghurt selama satu malam di dalam lemari es. Proses ini membuat tekstur oatmeal menjadi lembut seperti bubur dan bisa langsung disantap.

    Overnight oats semakin nikmat saat dikonsumsi bersama buah segar, kacang-kacangan, hingga bijian. Mengonsumsi overnight oats tak hanya nikmat, tapi juga membawa manfaat sehat.

    Salah satunya bantu menurunkan berat badan. Sebab overnight oats mengandung beta glucan, yaitu serat larut yang dapat memperlambat laju penyerapan karbohidrat dan gula. Perut pun terasa kenyang lebih lama.

    Overnight oats juga bermanfaat mendorong energi. Di dalamnya terkandung karbohidrat kompleks, kalori, dan lemak baik yang merupakan sumber utama energi.

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • 3 Bahan Makanan Untuk Sarapan Sehat yang Ampuh Turunkan BB


    Jakarta

    Sarapan dengan kandungan nutrisi bergizi seimbang menjadi kunci diet sehat. Seorang ahli mengungkapkan ada 3 bahan makanan untuk menurunkan berat badan.

    Pola makan bergizi seimbang memang penting diterapkan dalam keseharian untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Selain kenyang dan sehat, gizi seimbang juga dapat membuat berat badan turun secara signifikan.

    Dilansir dari Mirror (5/2/2025), seorang ahli diet, Julia Zumpano, menjelaskan tentang pola makan sehat yang dapat diterapkan saat diet, terutama waktu sarapan. Sarapan tak harus membosankan, meskipun asupan kalorinya dibatasi.


    Bukan hanya seberapa banyak porsi sarapan yang dinikmati, tapi yang terbaik adalah mengikuti isyarat lapar. Julia mengungkapkan, jika merasa lapar di pagi hari maka sarapanlah. Tetapi jika tidak merasakan lapar juga tak perlu khawatir.

    Julia juga menyarankan untuk menghindari makanan seperti donat, muffin, ataupun scone. Hidangan tersebut diketahui tinggi gula, lemak jahat dan kalori tinggi.

    Lantas, pola makan seperti apa yang dianjurkan oleh Julia Zumpano? Pola makan untuk sarapan itu harus terdiri atas 3 bahan utama, yaitu sumber protein, biji-bijian utuh, dan buah atau sayur.

    Menu sarapan sehatMenu sarapan sehat Foto: Getty Images/iStockphoto

    1. Sumber protein yang dikonsumsi setiap hari bisa dari hewan atau tumbuhan. Di antaranya meliputi telur, susu, yogurt, keju, daging, ikan, dan produk protein nabati.

    2. Biji-bijian utuh juga harus menjadi asupan yang tak boleh dihilangkan setiap sarapan. Seperti oatmeal atau roti gandum bisa menjadi pilihan yang pas.

    3. Buah dan sayuran juga patut menjadi asupan harian saat sarapan, karena mengandung serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Tak hanya serat saja, tapi buah dan sayuran juga bisa menambahkan asupan lemak sehat, seperti mengonsumsi alpukat.

    Kunci utama sarapan yang menyehatkan tubuh dan dapat menurunkan berat badan ini didukung oleh sebuah penelitian yang terbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian itu menemukan bahwa wanita muda yang makan lebih banyak protein saat sarapan cenderung tidak ngemil makanan berlemak tinggi.

    Asupan kalori juga dibatasi setiap harinya, jumlahnya bervariasi dibedakan antara pria dan wanita. Menurut NHS, asupan kalori harian pria sekitar 2.500 kcal, sedangkan wanita 2.000 kcal per hari. UMantuk sarapan, Julia menyarankan untuk mengonsumsi antara 300-500 kalori saja.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • Resep Sandwich Isi Salad Telur yang Simpel Buat Bekal

    Jakarta

    Sandwich isi telur sangat praktis untuk menu sarapan, bekal sekolah, maupun ke kantor. Bahan utamanya hanya roti tawar dan telur ayam. Ini resepnya!

    Roti dan telur bisa menjadi paduan luar biasa untuk menu sarapan. Kamu bisa menyajikannya sebagai sandwich yang mengenyangkan dan memberikan asupan protein.

    Telur bisa direbus lalu diracik bersama mayones untuk membuat sajian salad telur. Pada sajian sandwich, tambahkan juga selembar selada yang segar.


    Berikut resep dan cara memasak sandwich isi salad telur:

    Resep Sandwich Isi Salad Telur

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Mudah 2
    Daerah Asal Masakan : Jepang
    Kategori Masakan : Telur

    Bahan Bahan

    • 4 lembar roti whole wheat

    • 2 sdm mayones
    • 2 lembar daun selada

      Salad telur:

    • 2 butir telur ayam, rebus, kupas

    • 50 g paprika, cincang
    • 2 sdm mayones botolan
    • 1 sdt mustard pasta
    • ½ sdt merica bubuk
    • 1 sdm air jeruk lemon
    • ½sdt garam

    Cara Memasak:

    1. Salad telur: cincang telur rebus, lalu letakkan dalam wadah. Tambahkan paprika, mayones, mustard dan bahan lainnya. Aduk semua bahan hingga rata.
    2. Siapkan roti tawar, bisa dipanggang sebentar jika lebih suka tekstur yang agak garing.
    3. Olesi permukaan roti dengan mayones lalu sisihkan.
    4. Letakkan sepotong selada di permukaan roti, kemudian lapisi dengan salad telur di atasnya.
    5. Ratakan salad telur itu, kemudian tumpuk dengan lembaran roti lain.
    6. Bisa langsung disajikan atau dipotong membentuk segitiga.

    Simak Video “Memahami Bentuk dan Habitat Keong Sawah di Banyubiru, Semarang
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Resep Bubur yang Nikmat buat Sarapan, Bubur Ayam hingga Kacang Hijau

    Jakarta

    Bubur sering dinikmati sebagai menu sarapan ala orang Indonesia. Ada kreasi bubur ayam hingga variasi bubur manis yang menggugah selera. Berikut resep aneka bubur nikmat!

    Sarapan bubur menjadi hal yang sering dilakukan pada pagi hari. Rasanya ringan tapi cukup mengenyangkan untuk pagi hari.

    Sensasi hangat bubur juga bisa membuat nyaman perut ketika dinikmati pagi hari. Cocok juga jika kami menikmatinya di kala hujan datang.


    Berikut 3 resep bubur yang gurih dan manis untuk sarapan keluarga:

    1. Resep Bubur Ayam Suwir

    Bubur ayam punya beragam kreasi, salah satunya bubur ayam suwir yang dinikmati bersama kecap manis atau kuah kaldu kuning kental.

    Bahan

    100 g beras pulen
    1.5 liter air
    2 lembar daun salam
    1 sdm kaldu ayam bubuk
    1 sdt garam

    Kuah Ayam:

    1/2 ekor ayam, potong 4 bagian
    750 ml air
    4 sdm kecap manis
    2 siung bawang putih, parut
    1/2 sdt merica bubuk
    1 sdt garam

    Pelengkap:

    daun seledri iris halus
    daun bawang iris halus
    kerupuk kanji
    sambal rawit

    Cara memasak:

    Cuci beras hingga bersih lalu rebus bersama air, daun salam, kaldu bubuk dan garam.
    Masak hingga beras menjadi bubur yang cukup kental.
    Masak kuah ayam dengan merebus daging ayam bersama kecap manis, bawang putih, merica dan garam hingga teksturnya lunak.
    Angkat ayam, tiriskan. Ayam bisa digoreng sebentar atau langsung disuwir-suwir halus. Sisihkan.
    Sajikan bubur dalam mangkuk, beri suwiran ayam, dan tuangi kuahnya.
    Jangan lupa sajikan dengan pelengkapnya.

    2. Resep Bubur Kacang Hijau

    Bubur kacang hijau cocok dinikmati sebagai menu sarapan yang mengenyangkan dan sehat. Kamu bisa juga menikmatinya dengan selembar roti tawar lho!

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Mudah 3
    Daerah Asal Masakan : Madura
    Kategori Masakan : Bubur

    Bahan Bahan

    • 100 gr kacang hijau
    • 65 ml santan instan
    • Selembar daun pandan
    • Gula pasir sesuai selera
    • Sedikit garam
    • Jahe sesuai selera
    • 650 ml air

    Cara Memasak:

    1. Rendam kacang hijau minimal selama 1 jam. Lalu, tiriskan airnya.
    2. Masak air sampai mendidih lalu masukan kacang hijau yang sudah direndam.
    3. Masukkan daun pandan dan jahe dan masak sampai mendidih atau sekitar 30 menit. Lalu, matikan api.
    4. Nyalakan kembali api dan campurkan santan instan beserta gula pasir.
    5. Masak santan instan dan gula pasir selama 7 menit dan aduk terus sambil dicek tingkat kemanisannya.
    6. Jika sudah pas, matikan api.
    7. Bubur kacang hijau siap disajikan.

    3. Resep Bubur Sumsum

    Bubur sumsum merupakan salah satu jenis bubur manis yang ada di Indonesia. Sajian ini bisa langsung dinikmati atau dicampurkan variasi bubur manis lainnya.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Sedang 4
    Daerah Asal Masakan : Jawa Tengah
    Kategori Masakan : Bubur

    Cara Memasak:

    1. Taruh tepung beras dalam wadah, tuangi 500 ml santan lalu aduk-aduk hingga larut.
    2. Panaskan sisa santan ke dalam panci, beri garam, dan daun pandan, masak hingga panas tetapi belum mendidih.
    3. Tuangkan larutan tepung beras, setelah itu kecilkan api. Aduk-aduk hingga menjadi adonan yang kental, mendidih dan teksturnya licin lalu angkat.
    4. Siapkan kuah gula merah dengan merebus semua bahan menjadi satu hingga gula larut dan mendidih. Angkat lalu saring dan dinginkan.
    5. Sajikan bubur sumsum dengan saus gula merah.

    Simak Video “Video: Tradisi Bagi-bagi Bubur Suro untuk Buka Puasa di Palembang
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Sarapan Terbaik untuk Jaga Kesehatan Jantung


    Jakarta

    Sarapan memang menjadi waktu terpenting untuk makan. Namun, jenis sarapan yang dikonsumsi sebaiknya diperhatikan. Jika ingin meningkatkan kesehatan jantung, coba 5 sarapan ini!.

    Sebagai waktu terpenting, sarapan berkualitas tentu diperlukan. Sarapan dapat membantu seseorang memperoleh zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan maksimal.

    Sarapan juga dikaitkan dengan penurunan risiko kondisi kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe-2, dan sindrom metabolik.


    Namun, jenis sarapan yang dikonsumsi sehari-hari juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang ingin menghindari penyakit jantung atau meningkatkan kesehatan jantung.

    Melansir eatingwell.com (31/08/2024), berikut 5 jenis sarapan yang sehat menurut ahli jantung.

    1. Sarapan rendah atau tanpa gula

    Penjelasan soal nutrisi nasi putih dan roti gandumRoti gandum bisa menjadi alternatif karena mengandung lebih sedikit gula rafinasi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Roti tawar, donat, kue kering, atau sereal sering dijadikan menu sarapan karena praktis, enak, dan mengenyangkan. Namun, hati-hati, makanan seperti itu tinggi gula.

    Sergiu Darabant, MD, seorang ahli jantung mengungkap, sereal dan kue kering manis mengandung gula rafinasi tinggi yang dapat menambah berat badan, kadar gula darah, dan membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

    Oleh karena itu, hindari mengonsumsi makanan tinggi gula dan beralih ke makanan rendah atau tanpa gula. Misalnya, beralih ke roti gandum, bubur gandum, atau buah, ubi ungu, atau buah-buahan, seperti alpukat.

    2. Protein rendah lemak

    Ilustrasi jus alpukatKamu bisa mengonsumsi alpukat yang mengandung protein rendah lemak. Foto: Getty Images/Farion_O

    Protein memang penting dikonsumsi saat sarapan karena bisa membuat kamu kenyang sepanjang hari. Namun, ada beberapa pilihan protein yang sebaiknya dihindari.

    Jenis protein itu adalah daging olahan, seperti sosis dan bacon yang mengandung banyak lemak jenuh dan natrium. Kandungan di dalam makanan ini dapat bekrontribusi terhadap kolesterol tinggi dan hipertensi, yang merupakan faktor utama penyakit jantung.

    Alih-alih daging olahan, pilihlah sumber protein rendah lemak, seperti makanan laut, telur, daging sapi rendah lemak, susu rendah lemak atau tanpa lemak, hingga protein nabati, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

    Daftar makanan lain untuk menyehatkan jantung dapat dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Makanan tinggi serat

    Buah-buahan untuk dietKonsumsi buah-buahan atau sayuran tinggi serat juga direkomendasikan. Foto: Getty Images/Liubomyr Vorona

    Makanan kaya serat meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, atau kacang-kacangan, telah dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, penurunan kolesterol, dan penurunan peradangan.

    Makanan ini dapat membantu manajemen berat badan lebih baik, yang juga dikaitkan dengan kesehatan jantung lebih baik.

    Colleen Wysocki, pemilik Zest Nutrition Service juga mengungkap pentingnya sarapan tinggi serat karena dapat membantu seseorang lebih kenyang sekaligus mengurangi asupan kalori.

    4. Makanan mengandung asam lemak omega-3

    ikan salmonUntuk asupan asam lemak omega-3, bisa mengonsumsi ikan lemak. Foto: istimewa

    Mascha Davis, penulis Eat Your Vitamins menjelaskan jika asam lemak omega-3 adalah lemak esensial yang memiliki sifat anti-inflamasi, dan dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi trigliserida.

    Konsumsi omega-3 secara teratur juga telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung karena menjaga tekanan darah sehat, mengurangi penumpukan plak di arteri, dan mendukung irama jantung yang tepat.

    Sumber asam lemak omega-3 bisa ditemui pada makanan, seperti ikan salmon, alpukat, kacang kenari, dan biji rami.

    5. Makanan rendah garam

    Selain konsumsi makanan rendah gula, penting juga untuk mengonsumsi makanan rendah garam.

    Sarapan rendah garam dapat menjaga kesehatan jantung, karena asupan garam tinggi telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung.

    Memilih makanan rendah garam juga akan mendukung sirkulasi darah lebih baik, mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular, dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.

    Oleh karena itu, hindari garam, dan lebih baik tambahkan rempah-rempahan alami ke dalam hidangan.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse