Tag: sekolah

  • Beasiswa S1 PGSD untuk Guru SD dari Kemendikdasmen, Pendaftaran Ditutup 30 Agustus


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) masih membuka pendaftaran beasiswa S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk guru SD. Pendaftaran akan ditutup pada 30 Agustus 2025 mendatang.

    Seperti yang diketahui, beasiswa ini merupakan bagian dari Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S1/4 Guru yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto sebagai kado HUT ke-80 RI. Sasaran utama program ini adalah guru dan kepala sekolah SD yang terdata di data pokok pendidikan (Dapodik) belum S1.

    Program ini dilakukan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tipe A. Skema ini memungkinkan perolehan kredit dengan pengakuan capaian pembelajaran yang dimiliki guru.


    Dengan begitu, guru dapat belajar tanpa harus meninggalkan murid dan keluarga. Lalu apa saja yang harus dipenuhi untuk mengikuti program ini?

    Dikutip dari postingan Instagram Direktorat Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen, Jumat (29/8/2025) berikut ini informasinya.

    Syarat Beasiswa S1 PGSD untuk Guru SD

    1. Paling rendah lulusan SMA atau bentuk lain yang sederajat.

    2. Memiliki portofolio capaian pembelajaran dari pendidikan formal, nonformal, atau informasi yang sesuai dengan program studi yang dituju.

    3. Terdata di dalam Dapodik.

    4. Usia maksimal 55 tahun.

    5. Aktif mengajar pada satuan pendidikan atau melaksanakan penugasan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

    6. Tidak sedang terdata sebagai mahasiswa di perguruan tinggi.

    Cara Daftar Beasiswa S1 PGSD untuk Guru SD

    1. Masuk ke aplikasi Sistem Informasi Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru (SIPKA) pada tautan https://gtk.dikdasmen.go.id/sipka/.

    2. Pilih program studi PG PAUD.

    3. Isi formulir biodata, seperti biodata diri, satuan pendidikan, bidang tugas/mata pelajaran.

    4. Unggah dokumen yang dibutuhkan, yaitu:

    • Ijazah terakhir
    • Kartu Tanda Penduduk
    • SK Pengangkatan Pertama
    • SK Terakhir
    • SK Pembagian Tugas Mengajar
    • Surat izin atasan langsung yaitu kepala sekolah dan/atau ketua yayasan untuk sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat
    • Pakta Integritas.

    Demikianlah informasi tentang beasiswa S1 PGSD untuk guru SD, pendaftaran masih dibuka hingga 30 Agustus 2025. Semoga bermanfaat Bapak-Ibu guru.

    (det/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • BI Buka Magang untuk Pelajar hingga Lulusan S2/S3, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Bank Indonesia (BI) setiap tahunnya membuka kesempatan magang bagi pelajar dan mahasiswa. Magang juga bisa diikuti oleh lulusan D3 hingga S3.

    Dilansir laman resmi Bank Indonesia, program magang ini terbagi menjadi tiga jenis yakni magang kerja sama, magang profesional, dan magang pelajar dan mahasiswa.

    Apa beda dari ketiganya? Berikut penjelasan beserta syarat ajukan magang di Bank Indonesia.


    Jenis-jenis Magang di Bank Indonesia

    1. Magang Kerja Sama

    Program ini dilakukan berdasarkan nota kesepahaman (MoU) dan/atau perjanjian kerja sama antara BI dan institusi pendidikan atau instansi lainnya, salah satu contohnya adalah Program Kampus Merdeka Bank Indonesia.

    2. Magang Profesional

    Ditujukan bagi lulusan D3 hingga S3 dari perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Program ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik yang siap masuk ke dunia kerja.

    3. Magang Pelajar dan Mahasiswa

    Program ini memberi kesempatan bagi siswa SMA/SMK dan mahasiswa aktif untuk mengenal dunia kerja secara langsung.

    Ketentuan dan Syarat Magang Bank Indonesia

    Jenjang Pendidikan

    • Kerja sama: Mengikuti ketentuan yang tercantum dalam MoU.
    • Profesional: Lulusan D3, D4, S1, S2, dan S3.
    • Pelajar/mahasiswa: Minimal SMA/SMK kelas 2 atau mahasiswa semester 4.

    Fokus Magang

    Untuk peserta dari jalur riset, tema magang harus berkaitan dengan tugas pokok Bank Indonesia, seperti kebijakan moneter, sistem pembayaran, atau stabilitas keuangan.

    Batas Waktu Pendaftaran

    • Profesional: Maksimal 1 tahun setelah tanggal ijazah.
    • Kerja sama & pelajar/mahasiswa: Mengikuti periode pendaftaran sesuai perjanjian atau pengumuman.

    Durasi Magang

    • Kerja sama: Sesuai kesepakatan dalam MoU.
    • Profesional: 1 bulan – 1 tahun.
    • Pelajar/mahasiswa: 1 bulan – 6 bulan.

    Dokumen Syarat Magang Bank Indonesia

    1. Surat pengantar dari sekolah/perguruan tinggi yang memuat data diri, program studi, semester/kelas, dan jangka waktu magang.
    2. Proposal Individu berisi:
    – Curriculum vitae (CV)
    – Motivation letter yang menjelaskan tujuan magang
    – Minat terhadap salah satu bidang kerja di BI (moneter, sistem pembayaran, dll)
    – Fotokopi KTP
    – Fotokopi NPWP
    – Fotokopi buku rekening pribadi (khusus bagi peserta yang diterima)
    – Fotokopi rapor/transkrip nilai terakhir.

    Jadwal Pendaftaran Magang Bank Indonesia

    Dalam satu tahun, magang Bank Indonesia dibagi ke dalam empat periode berdasarkan triwulan sebagai berikut:

    Triwulan 1

    • Informasi penerimaan magang: Desember
    • Pelaksanaan magang: Januari-Februari

    Triwulan 2

    • Informasi penerimaan magang: Maret
    • Pelaksanaan magang: April-Mei

    Triwulan 3

    • Informasi penerimaan magang: Juni
    • Pelaksanaan magang: Juli-Agustus

    Triwulan 4

    • Informasi penerimaan magang: September
    • Pelaksanaan magang: Oktober-November

    Jika detikers tertarik mendaftar bisa pantau secara berkala informasi pendaftaran di https://www.bi.go.id/id/karier/internship-program.aspx. Selamat mencoba!

    (cyu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Pendaftaran Beasiswa S1-D4 untuk Guru TK dari Kemendikdasmen, Tutup 25 Agustus!


    Jakarta

    Pada peringatan HUT Ke-80 RI, Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan kado khusus guru. Salah satunya adalah beasiswa untuk pemenuhan kualifikasi akademik S1/D4 untuk guru.

    Kado ini terbuka untuk bagi 12.500 guru pada berbagai jenjang dengan dana alokasi Rp 37,5 miliar. Beaiswa ini termasuk juga untuk pendidik pada Taman Kanak-kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

    Dikutip dari postingan Instagram Direktorat Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen, pendaftaran beasiswa ini dibuka hingga Senin, 25 Agustus 2025. Beasiswa ini akan dilakukan melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tipe A, di mana perolehan kredit melalui pengakuan pembelajaran yang dimiliki guru.


    Lalu, apa saja syarat dan bagaimana cara mendaftarnya? Cek informasinya di sini, ya!

    Syarat Beasiswa S1-D4 untuk Guru TK

    Sebagai catatan, beasiswa ini dikhususkan untuk guru TK/PAUD yang belum berkualifikasi S1/D4 PG PAUD. Adapun syarat pendaftarannya yaitu:

    1. Paling rendah lulusan SMA atau bentuk lain yang sederajat.

    2. Memiliki portofolio capaian pembelajaran dari pendidikan formal, nonformal, atau informasi yang sesuai dengan program studi yang dituju.

    3. Terdata di dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

    4. Usia maksimal 55 tahun.

    5. Aktif mengajar pada satuan pendidikan atau melaksanakan penugasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    6. Tidak sedang terdata sebagai mahasiswa di perguruan tinggi.

    Cara Daftar Beasiswa S1-D4 untuk Guru TK

    1. Masuk ke aplikasi Sistem Informasi Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru (SIPKA) pada tautan https://gtk.dikdasmen.go.id/sipka/.

    2. Pilih program studi PG PAUD.

    3. Isi formulir biodata, seperti biodata diri, satuan pendidikan, bidang tugas/mata pelajaran.

    4. Unggah dokumen yang dibutuhkan, yaitu:

    – Ijazah terakhir
    – Kartu Tanda Penduduk
    – SK Pengangkatan Pertama
    – SK Terakhir
    – SK Pembagian Tugas Mengajar
    – Surat izin atasan langsung yaitu kepala sekolah dan/atau ketua yayasan untuk sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat
    – Pakta Integritas.

    Demikianlah informasi tentang beasiswa khusus guru yang mengajar di TK tetapi belum memiliki kualifikasi akademik S1/D4. Yuk, segera lakukan pendaftaran melalui aplikasi SIPKA paling lambat 25 Agustus 2025. Semoga bermanfaat!

    (det/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa J&T Express 2025 untuk Siswa SMA, Dana Kuliah Rp 100 Juta



    Jakarta

    PT Global Jet Express membuka program beasiswa Apresiasi Pendidikan J&T Express tahun 2025. Beasiswa ini berlaku bagi siswa SMA/sederajat kelas 12.

    Beasiswa bertujuan untuk memberikan bantuan siswa dalam melanjutkan ke tahap perguruan tinggi. Ada sebanyak 10 kuota penerima beasiswa dengan masing-masing dana Rp 100 juta.

    Bagaimana cara mendapatkan beasiswa ini? Mengutip website resmi J&T, Express berikut ketentuannya:


    Syarat Penerima Beasiswa J&T Express

    • Siswa kelas 3 SMA/sederajat
    • Jika masih berusia di bawah 17 tahun, siswa harus memiliki persetujuan dari orang tua/wali
    • Mempunyai nilai rapor kelas 1 dan 2 dengan rata-rata minimal 75
    • Mempunyai prestasi nonakademik pada kelas 1, 2, dan 3
    • Siswa yang telah diterima di perguruan tinggi bisa membuktikannya dengan surat diterima di universitas tahun depan
    • Mengunggah foto keluarga dan informasi latar belakang keluarga
    • Mempunyai surat rekomendasi dari sekolah bahwa siswa bersangkutan layak menerima beasiswa
    • Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain
    • Membuat esai dan motivasi.

    Cara Daftar Beasiswa J&T Express

    1. Buka link bit.ly/jntapresiasipendidikan dan cermati ketentuannya
    2. Buka https://bit.ly/formjntapresiasipendidikan untuk mendaftar
    3. Isi formulir tersebut secara lengkap
    4. Unggah dokumen sesuai permintaan
    5. Akan dipilih 20 peserta yang sudah terseleksi administrasinya kemudian melakukan wawancara. Sebanyak 10 kandidat terbaik akan dipilih untuk mendapatkan beasiswa. PT Global Jet Express berhak mencabut beasiswa jika pemenang tidak menyerahkan surat diterima di universitas.

    Penilaian Penerima Beasiswa J&T Express

    • Pelamar beasiswa akan dinilai berdasarkan indikator berikut:
    • Validitas status pelajar sebagai siswa kelas 12 atau 3 SMA/sederajat
    • Nilai akademik dengan bobot 50%
    • Motivasi dan komitmen pribadi yang dituangkan dalam esai dengan bobot 20%
    • Prestasi non akademik dengan bobot 10%
    • Kondisi sosial ekonomi dengan bobot 10%
    • Rekomendasi sekolah dengan bobot 10%

    Jadwal Seleksi Beasiswa J&T Express

    • Pendaftaran: 23 Juli-6 Agustus 2025
    • Wawancara: 8-9 Agustus 2025
    • Pengumuman: 11 Agustus 2025
    • Pemberian hadiah: 13 Agustus 2025 (simbolisasi)
    • Dana Program Apresiasi Pendidikan akan diberikan pada akhir masa studi di tingkat SMA, yaitu paling lambat pada akhir Juli 2026, atau setelah pihak J&T Express dan Prestasi Junior
    • Indonesia menerima surat resmi yang menyatakan bahwa kandidat telah diterima di universitas.

    Bagaimana detikers, apakah tertarik dengan beasiswa bernilai ratusan juta ini? Segera daftar sebelum 6 Agustus 2025!

    (cyu/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Menkeu Sebut Jurusan-Kampus Beasiswa LPDP Akan Ditentukan Menko PMK-Mendiktisaintek



    Jakarta

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan jurusan dan kampus beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), terutama program perguruan tinggi utama dunia (World’s Top University), nanti akan ditentukan. Fokusnya ke STEM (Science-Technology-Engineering-Math) dan mendukung industri strategis nasional.

    “Saya akan berharap lebih banyak lagi (anak Indonesia yang dapat beasiswa LPDP). Walaupun Pak Brian (Mendiktisaintek Brian Yuliarto) dan Pak Pratik (Menko PMK Pratikno), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination, dan bidang apa,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

    Hal itu disampaikannya dalam sambutan di pembukaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) Indonesia di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).

    “Saya kira itu adalah policy dari setiap pemangku kepentingan, kami yang mengelola dananya supaya bisa sesuai dengan kepentingan dari masing-masing sektor,” jelas Sri Mulyani.

    Berdasarkan data yang dibacakan Sri Mulyani, untuk STEM, beasiswa mencapai 58.597 penerima. Sedangkan industri strategis yang akan difokuskan yakni:

    • Industri Pertahanan
    • Industri Transportasi dan Telekomunikasi
    • Industri Digital/Kreatif
    • Industri Maritim
    • Industri Pangan
    • Industri Kesehatan/Farmasi
    • Industri Energi
    • Penelitian Dasar, Terapan dan R&D

    Dilansir dari laman Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Jumat (1/8/2025) lalu, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa transformasi LPDP akan diarahkan untuk memperkuat talenta nasional di bidang STEM meningkatkan efektivitas riset, dan mengoptimalkan beasiswa strategis nasional selaras dengan Asta Cita Presiden.

    Hal itu disampaikan Menko PMK saat memimpin Rapat Dewan Penyantun LPDP di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Kamis (31/7/2025).

    “LPDP harus menjadi mesin akselerasi SDM unggul yang mampu menopang industri strategis masa depan, memperkuat daya saing teknologi, dan mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Menko PMK.

    Transformasi kebijakan beasiswa dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama (Kemenag).

    Menko PMK menjelaskan bahwa beasiswa akan dirancang lebih tepat sasaran melalui:

    • Perluasan program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri bereputasi
    • Penentuan jurusan sejak awal sesuai kebutuhan SDM
    • Pemberian beasiswa bagi guru bimbingan konseling, guru bahasa Inggris, guru di bidang STEM, kader ulama dan pemuka agama, anak berbakat istimewa, hingga aparatur kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

    “Kita ingin beasiswa LPDP benar-benar menyasar kebutuhan nyata di lapangan. Tidak hanya akademisi atau profesional di STEM, tapi juga guru, kader ulama, pemuka agama, aparatur pemerintah, dan anak-anak berbakat istimewa. Mereka semua adalah bagian dari ekosistem talenta yang harus kita dukung,” ujar Menko PMK.

    (nwk/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • 5 Beasiswa untuk Pelajar SMA/SMK, Dapat Uang Saku Bulanan-SPP



    Jakarta

    Beasiswa adalah bantuan pendidikan yang jadi incaran banyak pelajar. Beasiswa dapat meringankan beban dalam membayar uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) atau uang jajan di sekolah.

    Bagi pelajar SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya, kini tersedia lima program beasiswa unggulan yang menawarkan bantuan SPP sekaligus uang saku bulanan. Beasiswa-beasiswa ini ditujukan bagi siswa berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu.

    Dengan mendaftar dan memenuhi syarat yang ditentukan, pelajar dapat memperoleh kesempatan belajar lebih luas tanpa kekhawatiran soal biaya. Apa saja beasiswa yang berlaku untuk pelajar SMA/SMK? Ini daftarnya.


    Daftar Beasiswa untuk Pelajar SMA/SMK

    1. Program Indonesia Pintar

    Program Indonesia Pintar (PIP) adalah beasiswa yang disediakan pemerintah untuk siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. PIP memberikan uang bantuan kebutuhan sekolah.

    Pada tahun 2025, besar bantuan PIP untuk jenjang SMA/SMK sebesar Rp 1,8 juta (kelas 10 dan 11) dan Rp 900 ribu (kelas 12). Apa saja syarat menerima PIP?

    Syarat utama daftar beasiswa PIP adalah berasal dari keluarga tidak mampu. Itulah tujuan digelontorkannya beasiswa PIP, untuk menekan angka putus sekolah.

    Selain itu, selama mendaftar PIP siswa harus memiliki nomor induk pokok siswa (NISN) dan nomor induk kependudukan (NIK). Cara daftar dan ketentuan lain terkait PIP bisa detikers lihat pada laman https://pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1

    2. KJP Plus

    Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus adalah bantuan pendidikan yang disalurkan Pemerintah Provinsi Jakarta untuk siswa dengan ekonomi kurang mampu. KJP memberikan bantuan untuk tambahan SPP atau uang jajan siswa.

    Besar dana KJP Plus untuk jenjang SMA/SMK negeri senilai Rp 420 ribu per bulan untuk dana personal. Sementara itu, siswa dari SMA/SMK swasta mendapatkan Rp 290 ribu per bulan.

    Pendaftaran KJP Plus bisa dilakukan oleh pihak sekolah. Untuk melihat status penerima KJP Plus, detikers bisa mengeceknya di https://kjp.jakarta.go.id/public/cekStatusPenerima.php

    3. Beasiswa DataPrint

    Beasiswa DataPrint berlaku bagi pelajar SMP/SMA/SMK serta mahasiswa. Lewat beasiswa ini, pelajar akan mendapatkan dana hingga Rp 500 ribu dalam satu kali periode.

    Beasiswa ini digelontorkan sebagai program CSR (Corporate Social Responsibility atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) DataPrint. Pada tahun 2025 adalah sebanyak 15 orang penerima per periode dengan total empat periode.

    Untuk mendapatkan beasiswa, pelajar harus memenuhi syarat administrasi tertentu dan membuat essay. Beasiswa periode 2 telah ditutup pada 13 Juli 2025.

    Jika detikers tertarik untuk daftar Beasiswa DataPrint di periode selanjutnya, bisa memantau informasi pembukaan pada laman http://beasiswadataprint.com/

    4. Beasiswa BCA

    BCA selalu menggelontorkan dana bantuan pendidikan baik untuk siswa SMA/SMK hingga mahasiswa. Contohnya Beasiswa BCA Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan (PPBP) dan Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI).

    Beasiswa tersebut berlaku bagi siswa SMA.SMK/MA/MAK. Dengan beasiswa itu, siswa bisa mendapatkan uang saku bulanan, uang untuk makan siang, buku pembelajaran hingga laptop bagi beberapa awardee.

    Tak hanya itu, BCA akan menyediakan asrama gratis bagi siswa yang bersekolah di luar kota. Syarat daftar beasiswa ini adalah berusia maksimal 19 tahun, siswa aktif di tahun berjalannya beasiswa, dan memiliki rata-rata nilai rapor 75.

    Jika penasaran dengan beasiswa ini, detikers bisa mengulik lebih lengkap pada laman https://karir.bca.co.id/beasiswa-bca

    5. Beasiswa Grab

    Selama beberapa tahun ini, perusahaan Grab mengeluarkan dana cuma-cuma untuk membantu pendidikan anak di Indonesia. Terutama siswa SMA/SMK/MAK.

    Beasiswa Grab bisa dicoba oleh anak dari mitra Grab serta masyarakat umum. Siswa nantinya akan mendapatkan uang saku yang diberikan satu kali dengan nominal tertentu.

    Syarat beasiswa Grab tahun ini, siswa harus mempunyai rata-rata nilai rapor 90. Selain itu siswa juga harus memenuhi syarat administrasi seperti Kartu Keluarga (KK) dan sebagainya.

    Informasi lebih detail tentang beasiswa Grab bisa dilihat di https://www.benihbaik.com/beasiswa-grab/

    Demikian informasi seputar daftar beasiswa untuk pelajar SMA/SMK. Selamat mencoba daftar.

    (cyu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Thailand-Kamboja Konflik, Sekolah Tutup-Buat Bunker


    Jakarta

    Setidaknya 13 warga sipil dan 1 tentara Thailand tewas dalam konflik Thailand Kamboja per Jumat (25/7/2025). Eskalasi pertempuran di perbatasan kedua negara terjadi pada Kamis (24/7/2025).

    Dilansir BBC, sebelumnya Kementerian Pendidikan Thailand memerintahkan penutupan sekolah-sekolah yang berlokasi di perbatasan negara. Berdasarkan laporan Thai Enquirer, 582 sekolah ditutup di Surin, Sisaket, dan Buriram usai roket Kamboja menyasar area permukiman.

    Menteri Pendidikan Thailand Prof Narumon Pinyosinwat mengatakan pihaknya juga memerintahkan penyiapan bunker atau area aman bagi pelajar.


    Sementara itu, sejumlah sekolah di luar zona bahaya Thailand dijadikan tempat berlindung sementara.

    “Kami telah meminta sekolah di area perbatasan, untuk mempersiapkan rencana tanggap sistematis, khususnya dengan menyiapkan bunker atau area aman untuk pelajar, termasuk memerintahkan pendirian shelter tempore di area-area yang aman,” kata Narumon.

    Sekitar 1,5 bulan sebelumnya, pada Sabtu (7/6/2025), Bangkok Post melaporkan, Ban Paet Um School di Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand sudah mulai membangun bunker-bunker dari pasir karungan untuk melindungi siswa, guru, dan tenaga kependidikan di sekolah.

    Ubon Ratchathani sendiri berbatasan dengan Provinsi Preah Vihear, Kamboja di sisi selatan. Sedangkan sisi utara dan timur berbatasan dengan Provinsi Salavan dan Champasak, Laos.

    Di samping Ban Paet Um School, sekolah di Warin Chamrap, bagian barat Ubon Ratchathani, juga menyusun rencana evakuasi darurat jika situasi konflik memburuk. Warga dan guru juga bersama-sama membangun tempat pengungsian sementara untuk mengantisipasi eskalasi konflik.

    Dilansir Al Jazeera, Pemerintah Kamboja mengatakan pihaknya juga sudah mengevakuasi siswa dan guru dari daerah terdampak.

    Penyebab Thailand-Kamboja Perang

    Konflik Thailand-Kamboja berlangsung sejak penetapan perbatasan kedua negara usai pendudukan Prancis di Kamboja, lebih dari 1 abad lalu.

    Kemudian pada 2008, hubungan Thailand-Kamboja memburuk saat Kamboja coba mendaftarkan kuil Ta Moan Thom, yang terletak di wilayah sengketa, sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Thailand mengeluarkan protes atas usulan Kamboja.

    Bentrokan sporadis kemudian terjadi selama bertahun-tahun antara kedua negara, menimbulkan korban jiwa warga sipil maupun tentara dari Thailand dan Kamboja.

    Ketegangan meningkat saat seorang tentara Kamboja tewas pada bentrokan Mei 2025. Hubungan bilateral kedua negara memburuk, dengan Kamboja melarang impor buah dan sayur dari Thailand dan memutus impor layanan listrik dan internet. Personel militer juga disiagakan di sepanjang perbatasan.

    Thailand dan Kamboja saling tuding atas meletusnya pertempuran pada Kamis (24/7/2025) di dekat Kuil Ta Moan Thom yang disengketakan, di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja barat laut.

    Warga Mengungsi

    Pejabat militer Thaiand Laksamana Muda Surasant Kongsiri menyatakan pihaknya menutup perbatasan Thailand-Kamboja usai pertempuran menyebar ke setidaknya enam daerah di sepanjang perbatasan kedua negara.

    Di samping 14 korban tewas di Thailand, 32 warga sipil dan 14 tentara luka-luka. Sedangkan 40.000 warga sipil dari 80 desa dekat perbatasan mengungsi. Sebagian di antaranya melarikan diri ke tempat perlindungan bom dari beton, yang diperkuat dengan karung pasir dan ban mobil.

    Sementara itu, Kamboja belum mengeluarkan pernyataan korban dari pihaknya.

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • 5 Tips Lolos Beasiswa Tanpa Nilai Rapor Tinggi


    Jakarta

    Nilai rapor bukan satu-satunya penentu kesuksesan beasiswa! Kalau nilai rapormu tak tinggi-tinggi sekali, maka tonjolkan sisi-sisi nonakademik. Simak 5 tips ini.

    1. Jangan Malas Riset

    Nilai rapormu boleh tak tinggi-tinggi sekali asal jangan malas. Jangan malas riset, mencari tahu, memelototi dan mempelajari syarat-syarat administrasi beasiswa, terutama beasiswa yang menonjolkan prestasi nonakademik.

    Dini Agustina, SIkom, M IKom, sebagai penerima Beasiswa Unggulan pada tahun 2018 jenjang magister, memberikan tips pertama. Agar lolos seleksi berkas awal, kita harus mempersiapkan administrasi secara lengkap sesuai aturan yang tertulis dalam buku panduan beasiswa, demikian seperti dilansir dari laman Kemdikbud.


    2. Sorot Pengalaman Kepemimpinan

    Beberapa kampus di Indonesia membuka jalur penerimaan dan beasiswa berdasarkan riwayat kepemimpinan selama di sekolah seperti OSIS. Umumnya, jalur OSIS ini masuk dalam kategori jalur prestasi. Oleh karena itu, pelamar wajib melampirkan bukti dokumen prestasi sebagai pengurus OSIS.

    Di tahun 2025 ini, dari arsip detikEdu, kampus yang memiliki jalur Ketua OSIS adalah IPB University, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip).

    Jalur OSIS Undip 2025 mensyaratkan nilai rata-rata rapor per semester 70 (skala 100). Jalur OSIS IPB University tak mensyaratkan nilai rapor sama sekali, tetapi mesti ada:
    – Surat kepala sekolah yang menyatakan siswa benar bersekolah di sana dan pernah menjadi ketua OSIS selama minimal satu periode.
    – Surat keputusan kepala sekolah tentang pengangkatan pelamar sebagai ketua OSIS.

    3. Tonjolkan Prestasi Nonakademik

    Bila nilai akademikmu pas-pasan, kamu bisa menonjolkan prestasi nonakademikmu. Contohnya, IPB University menerima mahasiswa dari jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) seperti:

    • Olahraga
    • Hafiz Al-Quran
    • Pramuka
    • Seni
    • Debat bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, Prancis, Spanyol.

    Beberapa kampus hingga pemerintah bahkan menyediakan beasiswa atlet. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan Program Beasiswa Keolahragaan.

    Program ini memberikan kesempatan kepada atlet aktif, mantan atlet, serta tenaga profesional di bidang olahraga untuk menempuh pendidikan pada jenjang magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini menandai komitmen nyata pemerintah dalam menjadikan olahraga bukan hanya sebagai prestasi sesaat, tetapi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul berkelanjutan, demikian dilansir dari laman Kemenpora, Rabu (9/7/2025).

    4. Buat Esai Personal yang Menggugah

    Ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan untuk menulis esai. Dilansir dari laman Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menulis esai yang baik, menggugah, realistis, rendah hati, dan jujur bisa membantumu untuk mendapatkan beasiswa.

    Usahakan kepribadianmu bisa terlihat dari esai itu. Kamu bisa menceritakan masalah terberat dalam hidup kamu, dan bagaimana kamu menghadapinya. Beasiswa cenderung memiliki tema. Jika bisa, sesuaikan esaimu dengan tema beasiswanya. Kamu harus bisa meyakinkan penyedia beasiswa bahwa kamu pantas untuk mendapatkan beasiswa tersebut!

    Dini Agustina menyarankan esai dapat menceritakan tujuan kita ke depan setelah meraih beasiswa ini. Tips lainnya yaitu isi esai sebaiknya dikaitkan dengan jurusan kuliah yang akan kita ambil dalam beasiswa ini.

    Misalnya, jika berniat meraih Beasiswa Unggulan untuk jurusan hukum, maka ceritakan target, tujuan, dan harapan yang ingin kita capai seandainya dapat berkuliah dengan beasiswa di sana.

    5. Dapatkan Rekomendasi yang Personal

    Surat rekomendasi beasiswa adalah dokumen resmi yang ditulis oleh seseorang yang memiliki hubungan profesional atau akademik dengan pelamar. Surat rekomendasi dari guru atau dosen yang mendeskripsikan etika kerja, ketekunan, dan potensi bisa lebih dipercaya daripada nilai rapor.

    Surat ini penting karena bertujuan untuk memberikan penilaian objektif mengenai kelayakan pelamar dalam menerima beasiswa, berdasarkan pengamatan langsung terhadap kemampuan, etika kerja, dan potensi yang dimiliki oleh pelamar.

    (nwk/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Cek Dana PIP 2025 Sudah Cair atau Belum? Ini Cara Akses pip.kemendikdasmen.go.id


    Jakarta

    Pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) termin 2 kini tengah berlangsung. Siswa atau orang tua perlu memastikan kembali apakah dana tersebut sudah cair atau belum.

    Ada banyak kasus pencairan dana PIP gagal karena berbagai sebab. kegagalan pencairan bantuan PIP oleh karena beberapa sebab. Maka dari itu, pastikan betul apakah dana PIP kalian sudah cair atau belum. Simak caranya!

    Cara Akses pip.kemendikdasmen.go.id untuk Cek PIP

    Pengecekan pencairan PIP dapat dilakukan melalui laman https://pip.kemdikbud.go.id/. Begini caranya cek melalui link tersebut:


    • Akses https://pip.kemdikbud.go.id/
    • Pilih kolom “Cari Penerima PIP”
    • Jika kolom sudah muncul, masukkan nomor induk siswa nasional (NISN)
    • Masukkan nomor induk kependudukan (NIK)
    • Isi kode captcha yang tertera pada layar
    • Klik “Cek Penerima PIP”

    Apabila siswa tercatat sebagai penerima PIP, maka nama siswa yang bersangkutan akan muncul. Sebaliknya jika nama tidak muncul, artinya siswa tersebut belum berstatus sebagai penerima PIP.

    Penyebab PIP Kemdikbud Belum Cair

    Beberapa penyebab dana PIP belum cair, seperti dijelaskan dalam laman Indonesia.go.id adalah:

    1. Sekolah Tidak Mengusulkan

    Dana PIP hanya bisa cair jika siswa mendapat usulan dari sekolah, bahkan meskipun yang bersangkutan sudah memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).

    Siswa harus berasal dari keluarga miskin/rentan miskin. Hal ini dibuktikan melalui surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    3. NIK Tidak Valid

    Pencairan PIP bisa gagal jika data kependudukan siswa tidak terverifikasi oleh Dukcapil.

    4. Belum mempunyai KIP atau NISN yang Valid

    Siswa atau orang tua perlu memastikan KIP dan nomor induk siswa nasional (NISN) terdaftar dan benar.

    5. Dokumen Tidak Lengkap

    Jika syarat dokumen belum lengkap, maka bisa menyebabkan dana PIP tidak cair.

    6. Rekening Belum Aktif atau Tidak Diambil

    Dana PIP akan kembali ke negara jika tidak diambil hingga batas waktunya.

    Demikian cara cek pencairan PIP di https://pip.kemdikbud.go.id/ dan beberapa penyebab dana tidak cair.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Siswa Sekolah Garuda Otomatis Dapat Beasiswa Kuliah? Wamen Stella Jawab Begini


    Jakarta

    Sebanyak 12 sekolah dan madrasah terpilih di berbagai daerah di Indonesia bergabung dalam payung SMA Garuda Transformasi mulai 2025. Sementara itu, empat Sekolah Garuda baru akan beroperasi mulai 2026.

    Berdasarkan laman resminya, SMA Garuda Transformasi mendapat pembinaan dari pemerintah untuk mendorong siswanya diterima di perguruan tinggi terbaik dunia di dalam dan luar negeri.

    Selaras, siswa Sekolah Garuda baru nantinya juga disiapkan untuk lanjut ke pendidikan tinggi di kampus terbaik dunia. Sekolah berasrama ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC/Quick Win) Presiden Prabowo untuk mengembangkan talenta sains dan teknologi RI.


    Lantas, apakah siswa Sekolah Garuda, baik SMA Garuda Transformasi maupun Sekolah Garuda baru, akan otomatis memperoleh Beasiswa Garuda untuk lanjut kuliah?

    Kriteria Penerima Beasiswa Garuda

    Dalam laman Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek dijelaskan, beasiswa bergelar ini merupakan bagian dari ekosistem Sekolah Unggul Garuda untuk pengembangan ekosistem sains dan teknologi Indonesia. Beasiswa Garuda diberikan terutama bagi putra-putri dari latar belakang yang belum terrepresentasikan.

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menjelaskan, Beasiswa Garuda dirancang khusus bagi siswa Sekolah Garuda sebagai kelanjutan strategis.

    “Sehingga beasiswa Garuda ini diprioritaskan untuk mereka yang berasal dari sekolah Garuda. Namun tidak otomatis, ya. Jadi harus diperjuangkan,” ucapnya pada detikEdu di kantornya, Grha Kemdiktisaintek, Jl Pintu Satu Senayan, Jumat (18/7/2025).

    Stella menjelaskan, siswa pada dasarnya harus memperjuangkan beasiswa kuliah ini dengan prestasi. Siswa bersangkutan harus dinyatakan diterima di perguruan terbaik dunia di dalam dan luar negeri. Ia menambahkan, seleksi beasiswa juga didasarkan pada latar ekonomi siswa.

    “Di Beasiswa Garuda ini, kita tetap akan mencanangkan asas ekonomi. Apakah mereka membutuhkan? Kalau mereka tidak membutuhkan, walaupun mereka berprestasi, menurut saya kita harus mengoptimalkan uang negara dan memberikan terutama kepada mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

    Persiapan Beasiswa S1 Baru dengan LPDP

    Bagi yang tidak tersaring lantaran latar ekonomi, maupun yang tidak bersekolah di Sekolah Garuda, pihaknya menyiapkan kerja sama beasiswa lain dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu). Langkah ini menurutnya penting agar lulusan SMA dapat lanjut kuliah dengan beasiswa.

    “Selain Beasiswa Garuda ini, kita juga akan tetap memikirkan bagaimana kita bisa membuat beasiswa-beasiswa lainnya bekerjasama dengan mitra kami LPDP agar memperbanyak beasiswa untuk S1. Karena pada saat ini kita masih jauh lebih banyak beasiswa untuk S2. Padahal sebenarnya S1 ini sangat perlu didukung juga. Kita terus bekerja sama dengan mitra kami LPDP agar kita bisa juga membuat kesempatan dan mengalokasikan ini untuk S1,” kata Stella.

    Ia menggarisbawahi, amanat untuk memperbanyak beasiswa kuliah jenjang sarjana datang dari Presiden Prabowo Subianto.

    “Dan Bapak Presiden berpesan bahwa penting sekali LPDP ini juga dipertinggi dan dioptimalkan untuk bidang S1. Itu pesan Bapak Presiden. Dan ini kami akan bekerja sama dengan LPDP untuk meningkatkan ini,” ucapnya.

    Beasiswa S1 untuk Siswa Berprestasi di Sekolah Lain

    Stella menjelaskan, Beasiswa Garuda sebelumnya juga dibuka bagi pelajar berprestasi yang bukan siswa Sekolah Garuda. Sementara itu, ke depannya, para pelajar luar Sekolah Garuda akan disediakan program beasiswa S1 tersendiri.

    “Untuk tahun ini memang dibuka karena masih sedikit dari Sekolah Garuda Transformasi. Jadi, Beasiswa Garuda, karena ada anggarannya, kami buka (untuk semua pelajar). Namun untuk tahun-tahun berikutnya itu akan kami khususkan untuk Sekolah Garuda. Tetapi pada saat yang bersamaan kami juga akan rancang program untuk membuka lebih banyak beasiswa S1,” ucapnya.

    Per Senin (16/6/2025) lalu, sebanyak 337 putra-putri asal berbagai SMA menerima beasiswa program Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dan Beasiswa Garuda. Sebanyak 325 penerima beasiswa akan kuliah di luar negeri, sedangkan 12 lainnya di dalam negeri.

    Mayoritas penerima beasiswa memilih program studi bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Pilihan ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat kapasitas talenta sektor strategis menuju kemandirian bangsa lewat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Berdasarkan catatan Kemdiktisaintek, negara tujuan terbanyak siswa antara lain Kanada, Australia, Amerika Serikat, dan Singapura. Keberangkatan pertama dijadwalkan Juli 2025 dengan sekitar 50 pelajar mulai studi di Australia.

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey