Tag: solana

  • Metaverse Sudah Eksis, Kripto Jadikan Lebih Baik

    Pendiri Solana, Anatoly Yakovenko, berkata kripto akan membuat metaverse menjadi lebih baik dan berpeluang mengalahkan model bisnis iklan internet yang bobrok. Dan juga, kripto dapat menjadikan metaverse lebih baik di bidang penggunaan data oleh perusahaan.

    Kripto Menjadikan Metaverse Lebih Baik

    Metaverse kian digandrungi investor yang ramai-ramai memburu lahan virtual dan benda digital mewah. Pekan lalu, empat proyek metaverse menjual lahan dengan nilai total US$106 juta.

    Evolusi internet tersebut tampak baru saja mulai, tetapi Yakovenko berkata metaverse sudah jadi realita yang dapat diperbaiki dengan integrasi kripto.

    Metaverse sudah ada disini tetapi dalam keadaan resolusi rendah dan belum terlalu jernih,” jelas Yakovenko dalam wawancara dengan Business Insider.

    Yakovenko mendirikan Solana bersama Raj Gokal pada bulan Maret 2020. Protokol ini mirip dengan Ethereum, yaitu sama-sama memiliki kapabilitas keuangan desentralistik (DeFi).

    Baca juga :Mantan Bos Google Bergabung di Chainlink (LINK)

    Selain itu, Solana juga dapat menjalankan non-fungible token (NFT) dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya lebih hemat dibanding pesaingnya.

    Pengembang di sektor kripto mencari metaverse sebagai tempat membangun bisnis. Dua metaverse besar, Sandbox dan Decentraland, berjalan pada blockchain Ethereum.

    Yakovenko berkata pengembang yang memahami mekanisme metaverse akan membangun perangkat bagi pencipta konten membuat pengalaman virtual mandiri.

    Menurutnya, setelah itu tercapai, metaverse tidak akan bersifat tunggal seperti Sandbox, melainkan serangkaian metaverse kecil yang saling terhubung dan berbagi pengalaman.

    Yakovenko meyakini keuntungan besar aktivitas di metaverse adalah dunia virtual itu tidak akan memiliki tantangan sama soal penanganan data dan privasi pengguna layaknya media sosial dan mesin penelusuran saat ini.

    Metaverse menawarkan kripto peluang untuk mendobrak kuasa perusahaan teknologi raksasa di bidang pemanfaatan data pengguna.

    “Saya pikir peluang bagi kripto adalah menjadikan metaverse lebih baik, sebab model bisnis yang marak di internet saat ini cenderung bobrok,” tambah Yakovenko.

     Baca jugaDEX akan Diluncurkan, Cardano Targetkan All Time High!

    Ia menjelaskan, perusahaan yang mengendalikan pasar dan mencuri data lalu menjualnya ke pembeli serta mencekoki pengguna dengan informasi yang tidak diinginkan adalah model yang buruk.

    Sandbox, Decentraland dan platform play-to-earn Axie Infinity masing-masing memiliki token yang tahun ini melambung tinggi. Token Decentraland (MANA) meningkat 16 ribu persen, sedangkan Sandbox (SAND) naik 5.400 persen. Axie Infinity (AXS) meroket 25 ribu persen.

    Sebab itu, banyak investor dan pengelola aset digital percaya metaverse adalah peluang bernilai trilyunan dolar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Luncurkan Smartphone Android

    Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko, baru saja mengumumkan bahwa Solana bersiap meluncurkan beberapa produk untuk integrasi ke smartphone.

    Kabar tersebut ditambah dengan rencana Solana untuk membuat smartphone sendiri yang terintegrasi ke teknologi Web 3.0.

    Solana Masuk ke Dunia Smartphone

    Pada 23 Juni 2022, CEO Solana mengumumkan di New York bahwa Solana akan mulai masuk lebih serius ke dunia smartphone

    Ia mengumumkan bahwa Solana sedang membentuk Software Development Kit atau SDK agar developer lebih mudah membuat aplikasi terdesentralisasi smartphone berbasis Web 3.0 bernama Solana Mobile Stack atau SMS. 

    Dalam pengumuman di New York tersebut, ia juga mengumumkan bahwa Solana akan meluncurkan smartphone sendiri bernama Saga

    Smartphone ini akan menggunakan sistem operasional android dan bertujuan untuk mempermudah penggunaan aplikasi terdesentralisasi berbasis Web 3.0. 

    Diperkirakan bahwa harga smartphone ini adalah sekitar $1,000 atau Rp 14,8 Juta dan akan dapat dibeli pada Tahun 2023. Nantinya, smartphone tersebut akan memiliki spesifikasi yaitu prosesor Snapdragon 8+ Gen 1, layar  6.67″ OLED, RAM sebesar 12GB, and ruang penyimpanan sebesar 512GB.

    CEO Solana
    CEO Solana memaparkan rencana smartphone proyek di New York.

    Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

    Dalam smartphone tersebut nantinya akan ada aplikasi bernama Solana Pay untuk mempermudah transaksi melalui Kode QR dan tempat penyimpanan seed phrase

    Saat ini, Solana menerima deposit sebesar $100 atau Rp 1,48 Juta untuk investor yang mau ikut serta dalam tahap penjualan awal atau presale smartphone ini.

    Nantinya investor yang memberi deposit akan mendapatkan NFT sebagai tanda terima deposit. 

    Raj Gokal, salah satu pendiri Solana menyatakan bahwa SDK bernama SMS tersebut akan mempermudah adopsi Web 3.0 yang selama ini membutuhkan komputer. 

    “Solana dapat mengubah banyak hal yang kita lakukan setiap hari, tapi kita perlu membuka kesempatan untuk aplikasi terdesentralisasi bergerak di smartphone kita agar perubahan dapat terjadi.”

    Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

    CEO FTX, Sam Bankman Fried, menyatakan dukungannya terhadap inovasi Solana karena teknologi Web 3.0 di smartphone masih jauh tertinggal. 

    Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global
    Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global.

    Memperluas Adopsi Web 3.0

    Anatoly Yakovenko menyatakan bahwa inovasi ini dapat membawa perkembangan pada adopsi Web 3.0 secara menyeluruh.

    “Ini adalah awal dari langkah besar menuju adopsi crypto di smartphone. Saat ini langkah terbaik adalah untuk membuat fitur yang mempermudah transaksi Web 3.0 pada smartphone, agar aset digital bisa dibawa kemana saja,” katanya.

    Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

    Ia percaya bahwa ini adalah langkah besar untuk adopsi Web 3.0 yang bisa menjadi inovasi dan solusi dari perusahaan teknologi besar yang kurang menyediakan ruang inovasi di dunia kripto dan blockchain.

    Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan

    Selanjutnya ia menambahkan bahwa Solana sedang mencoba untuk memberikan solusi baru untuk penyimpanan dana yang lebih mudah untuk pengguna smartphone

    Walau saat ini sudah banyak tempat kustodi atau penyimpanan dana, Yakovenko merasa bahwa potensinya belum didorong ke tahap terbaiknya, terutama di sektor smartphone

    “Setiap hari saya mendengar cerita investor-investor yang sedang jauh dari komputer harus kembali ke komputer untuk konfirmasi transaksi crypto. Semua transaksi tersebut dapat menjauhkan investor dari kehidupan sehari-hari.”

    Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

    Pernyataan tersebut menjadi dasar alasan mengapa inovasi sangat dibutuhkan dalam mengakomodir transaksi kripto, terutama melalui smartphone yang pada dasarnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena akses yang diberikan. 

    Data dari Yakovenko menyatakan bahwa terdapat 44% peningkatan dalam pengguna blockchain yang aktif sejak Desember 2021. 

    Data tersebut dapat menjadi dasar bagaimana pentingnya adopsi teknologi Web 3.0 di smartphone karena akan mempermudah pengguna-pengguna tersebut dan menciptakan efek domino untuk adopsi lebih luas. 

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain

    Aset kripto Solana (SOL) menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir. Penyebabnya jaringan blockchain Solana sempat mati atau down selama empat jam pada Kamis (2/6) lalu. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar yang meng-hold kripto SOL dan bagaimana masa depannya?

    Jaringan blockchain Solana dilaporkan down selama empat jam yang diakibatkan oleh adanya bug yang menghentikan produksi blokchain. Akun Twitter resmi Solana menyatakan, insiden ini terjadi pada 1 Juni 2022, pukul 13.00 ET atau 2 Juni 2022 pukul 00.00 WIB.

    Jaringan kembali online pada pukul 17.00 ET atau 04.00 WIB di hari yang sama. Melalui situs resminya, Solana melaporkan jaringannya down selama 4 jam 10 menit.

    Anatoly Yakovenko, salah satu pendiri Solana, mengungkap masalah tersebut disebabkan oleh bug yang muncul dalam fitur Durable Nonce Transactions. Fitur ini digunakan untuk menjalankan transaksi yang bisa dilakukan secara offline tanpa memerlukan kode blok yang terbaru.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 02 Juni 2022: Laju Pasar Kripto Belum Optimal

    “Masalah tersebut membuat beberapa bagian jaringan menganggap blok itu tidak valid dan sebagai hasilnya tidak ada konsensus yang dapat dibentuk,” tulis Yakovenko di Twitternya.

    Dikutip Portal Kripto, validator kemudian bekerja sama untuk menghidupkan ulang jaringan Solana dengan menonaktifkan fitur Durable Nonce Transactions. Yakovenko juga memastikan bug yang muncul akan langsung diperbaiki.

    Bagaimana Masa Depan Solana (SOL)?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan jaringan blockchain Solana yang terhenti memang menimbulkan sentimen negatif bagi koin SOL. Akibat banyaknya sentimen negatif terkait Solana saat ini, harga Koin SOL mengalami koreksi drastis hanya dalam satu hari.

    Dari situs CoinMarketCap saja, nilai SOL sempat turun lebih dari 11% pada Kamis (2/6) pukul 17.00 WIB di hari kejadian jaringannya down menjadi $ 39. Walaupun begitu, harga SOL sudah kembali naik pada Jumat (3/6) menjadi $ 41 atau naik 1,6% dalam 24 jam terakhir.

    “Masalah jaringan Solana yang down masih belum menimbulkan dampak yang besar. Harga SOL masih bisa naik dan kuat. Posisi SOL juga masih kuat berada di peringkat sembilan dalam kapitalisasi pasar kripto setelah berhasil mengalahkan Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT),” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Baca juga: Tokocrypto dan Nexticorn Gelar NXC Web3 Startup Competition 2022 Cari Project Lokal Terbaik

    Untuk saat ini harga SOL masih perlahan kembali positif, bersamaan dengan pergerakan yang juga mengarah ke zona hijau. Terkait harga SOL yang turun pada Kamis (2/6) lalu, banyak investor yang menuangkan kekecewaannya karena mengaitkannya dengan kondisi jaringan yang kurang stabil.

    Dikutip Coinvestasi, kejadian halt ini bukan pertama kalinya terjadi di jaringan Solana. Sebelumnya Solana sempat mengalami pemberhentian beberapa kali, terakhir pada 30 April 2022, pemberhentian terakhir terjadi akibat adanya kerusakan yang disebabkan bot yang membanjiri mint beberapa koleksi NFT.

    Hingga saat ini telah terjadi sekitar empat insiden pemberhentian jaringan, termasuk kejadian di Januari 2022, Desember 2021, dan September 2021. Rentetan kejadian tersebut juga membuat banyak keraguan terkait sistem desentralisasi dari blockchain Solana yang sebenarnya tidak terdesentralisasi sepenuhnya.

    Harga Solana Meningkat 400%
    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

    Solana merupakan jaringan pesaing Ethereum yang saat ini tengah menjadi platform populer untuk proyek NFT, decentralized apps (dapps) dan games, serta layanan decentralized finance (DeFi). Token SOL mengalami kenaikan harga signifikan tahun lalu, namun nilainya melesu sejak pasar kripto mengalami guncangan dalam beberapa bulan terakhir.

    “Karena SOL masih berada dalam daftar 10 besar aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap. Harga yang turun bisa dimanfaatkan investor untuk buy to dip untuk mengakumulasi keuntungan saat pasar tumbuh positif dan tim pengembang Solana melakukan perbaikan jaringan agar hal tersebut tidak terulang,” pungkas Afid.

    Baca juga: CEO Celsius Network: Bitcoin Pulih ke $38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto

    DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Instagram Integrasi dengan NFT dari Ethereum, Polygon, Solana, Flow

    Non-fungible token (NFT) dari beberapa jaringan blockchain populer akan hadir di platform media sosial Instagram. Pengumuman uji coba itu dikabarkan akan disampaikan pada Senin ini.

    Coindesk melaporkan, sosial media terkemuka milik Meta tersebut sedang merencanakan integrasi NFT dari Ethereum, Polygon, Solana dan Flow. Jaringan-jaringan itu dikenal sebagai induk dari sebagian besar perdagangan NFT.

    Seperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter
    NFT akan datang ke platform Facebook dan Instagram.

    Baca juga: Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extream Fear

    Instagram dilaporkan akan mengeluarkan pilot project yang menyasar komunitas kecil penggemar NFT di Amerika Serikat (AS). Belum diketahui apakah Instagram akan langsung terintegrasi dengan keempat jaringan itu.

    Instagram juga dikabarkan akan didukung beberapa dompet kripto seperti MetaMask. Dengan mengintegrasikan wallet, pengguna bisa membuktikan kepemilikan NFT, menampilkannya di profil, dan menandai (tag) kreator yang membuatnya.

    CoinDesk telah mengkonfirmasi, Instagram tidak akan membebankan biaya kepada pengguna untuk mem-posting dan berbagi NFT mereka.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg mau bawa NFT ke Instagram.
    CEO Meta, Mark Zuckerberg mau bawa NFT ke Instagram.

    Baca juga: Tertarik Bermain The Sandbox Game? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

    Instagram saat ini tercatat memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan. Banyak dari mereka yang menggunakan platform tersebut untuk mempromosikan dan memasarkan karya seni pribadi.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah membocorkan rencana integrasi ini, tetapi tidak memberikan penjelasan detail. The Financial Times juga telah melaporkan, Meta akan melakukan uji coba mint NFT di Instagram dan keanggotaan grup NFT di Facebook.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Solana Resmi Terdaftar di OpenSea

    NFT berbasis Solana kini resmi terdaftar di OpenSea. Dukungan tersebut menandakan blockchain Solana telah tersedia untuk diperdagangkan di NFT marketplace terkemuka dalam sektor tersebut.

    OpenSea sendiri, terutama koleksi yang berbasis di blockchain Ethereum, telah mendominasi ruang perdagangan NFT. Dengan tambahan Solana, OpenSea kini mengakomodasi koleksi dari ekosistem NFT terbesar kedua di luar Ethereum.

    Menurut laporan market terbaru, dukungan Solana telah ditambahkan dalam versi beta dengan cakupan koleksi terbatas.

    OpenSea mengatakan bahwa saat ini mereka mendukung 165 koleksi, namun jika investor mencari market berdasarkan chain, ini menunjukkan lebih dari 865.000 total NFT yang dicetak di Solana.

    Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Triliun dari NFT

    OpenSea Mendukung NFT Solana

    Dalam market, sudah banyak koleksi NFT Solana yang memiliki popularitas tinggi. Sebut saja Solana Monkey Business, DeGods, Degenerate Ape Academy, Aurory, dan Shadowy Super Coder.

    Blockchain Solana juga menawarkan biaya transaksi yang jauh lebih rendah daripada Ethereum, dengan mekanisme jaringan yang hemat energi namun dapat menangani sejumlah besar transaksi sekaligus.

    Baca juga: Starbucks Dikonfirmasi Bergabung dengan Bisnis Metaverse

    Oleh karena itu, kedatangan Solana di OpenSea memang sudah lama dinanti. 

    Sebelumnya, NFT berbasis Solana telah ditayangkan secara langsung di OpenSea sebelum pengumuman resmi diungkapkan, tetapi hilang hanya dalam beberapa jam. 

    Usut punya usut, ketiadaan itu bertepatan dengan masalah jaringan Solana yang membuat banyak orang di media sosial berspekulasi bahwa OpenSea telah menarik kembali peluncurannya sebagai akibat dari kemacetan jaringan. Namun, OpenSea tidak mengatakan apapun secara resmi terkait hal itu. 

    Sementara sebagai NFT marketplace terkemuka, OpenSea saat ini secara teratur menangani volume perdagangan bernilai miliaran dolar AS setiap bulan.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menemukan Altcoin yang Menjanjikan Setelah Pembalikan Tren

    Meskipun Bitcoin dan Ethereum mendominasi ranah investasi kripto selama bertahun-tahun, altcoin kini diprediksi menawarkan peluang keuntungan yang lebih besar. Analis Miles Deutscher baru-baru ini mengungkapkan beberapa altcoin yang menurutnya memiliki potensi jangka panjang yang menjanjikan, terutama dalam situasi pasar saat ini.

    Deutscher mengatakan bahwa aksi jual yang besar sering kali memicu spekulasi tentang apakah level kunci telah ditembus, yang mengarah pada pertanyaan mengenai arah pasar selanjutnya. Menurutnya, situasi ini menciptakan peluang jangka panjang yang menarik, dengan tekanan jangka pendek seperti aksi jual dan kondisi ekonomi makro yang seimbang dengan faktor positif jangka panjang seperti ETF dan peristiwa politik yang akan datang.

    Strategi untuk Menguasai Pasar Altcoin

    Analis ini menyarankan dua strategi utama untuk mendapatkan keuntungan di pasar altcoin:

    1. Menunggu Altcoin untuk Mencapai Kembali Level Support Utama: Ini berarti Anda bisa membeli altcoin ketika harganya kembali ke level support yang penting.
    2. Mengakumulasi di Titik Support Utama: Strategi ini melibatkan pembelian altcoin saat harganya mencapai level support utama, dan kemudian menyesuaikan posisi ketika harga naik.

    Deutscher juga membahas strategi pembelian saat terjadi penurunan pada garis tren diagonal, termasuk membeli pada pengujian ulang dan menyesuaikan posisi ke atas. Alternatif lainnya adalah menunggu potensi penurunan harga untuk membeli di harga yang lebih rendah dan kemudian mengambil untung saat harga naik kembali.

    Solana dan Ethereum: Kandidat Kuat

    Ilustrasi Solana. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi Solana. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Goldman Sachs Akan Luncurkan Proyek Tokenisasi: Token RWA Naik?

    Deutscher percaya bahwa Ethereum dan Solana adalah altcoin yang kuat. Ethereum diuntungkan oleh peluncuran ETF yang akan datang, sementara Solana menunjukkan ketahanan selama gejolak pasar baru-baru ini.

    Deutscher bahkan menyebutkan skenario di mana Solana bisa turun ke kisaran $80-$100, dan berniat untuk mengakumulasi lebih banyak jika penurunan tersebut terjadi dan kemudian harga rebound.

    Koin Meme: Potensi Tak Terduga

    Deutscher juga mengamati kekuatan tak terduga dari koin meme selama penurunan pasar baru-baru ini. Koin meme populer seperti Whiff, Mog Coin, dan Popcat menunjukkan pemulihan yang luar biasa. Menurutnya, hal ini mencerminkan tren lebih luas yang mendukung koin meme dalam siklus pasar saat ini, didorong oleh keterlibatan komunitas dan daya tarik budaya, bukan janji teknologi.

    Ia menyarankan bahwa koin meme bisa mengungguli karena likuiditas tersebar di antara banyak token baru, yang mengurangi nilai token lama di pasar. Deutscher menyimpulkan dengan merekomendasikan pendekatan hati-hati terhadap penyesuaian portofolio, menyarankan perubahan bertahap selama 2-3 bulan jika ingin beralih ke koin meme atau altcoin lainnya.

    Dengan memahami strategi dan dinamika pasar ini, investor bisa lebih siap dalam memanfaatkan peluang yang ada di dunia altcoin.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dampak Antisipasi ETF Solana Spot Terhadap Harga SOL

    Solana (SOL) berencana bergabung dengan jajaran aset yang memiliki Exchange Traded Fund (ETF) spot mereka sendiri. Langkah ini bisa menjadi momen penting bagi altcoin yang telah berjuang untuk pulih dalam beberapa minggu terakhir.

    ETF Solana dalam Proses Pengajuan

    Harga Solana berpotensi naik karena minat terhadap token ini bisa meningkat. VanEck telah mengajukan ETF spot pertama untuk Solana kepada Chicago Board Options Exchange (CBOE). Selain itu, 21Shares juga telah mengajukan permohonan serupa. Namun, keputusan akhir akan datang dari Securities and Exchange Commission (SEC) yang memiliki tenggat waktu hingga pertengahan Maret 2025 untuk memberikan tanggapan.

    Kemungkinan altcoin selain Ethereum mendapatkan persetujuan ETF spot cukup kecil, karena hal ini bisa memicu pengajuan ETF spot dari aset kripto lainnya. Meski begitu, persetujuan Ethereum telah membuka jalan bagi altcoin lain, yang sebelumnya tampak mustahil.

    Dampak pada Harga Solana

    Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)
    Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)

    Baca juga: Altseason Tertunda? Pantau Altcoin Ini yang Berpeluang Beri Keuntungan

    Sentimen pasar terhadap Solana bisa berubah menjadi lebih positif. Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) Solana baru-baru ini menunjukkan persilangan bullish, menandakan momentum kenaikan yang semakin kuat. MACD melacak hubungan antara dua rata-rata pergerakan harga suatu aset, dan persilangan bullish terjadi ketika garis MACD melintasi garis sinyal, menunjukkan potensi kenaikan harga.

    Prediksi Harga Solana: Tantangan di Depan

    Saat artikel ini ditulis, harga Solana berada di US$142, setelah bangkit dari level $126 yang diuji selama enam kali dalam lima bulan terakhir. Batas berikutnya yang perlu ditembus adalah level US$150, yang telah menjadi support baru. Jika harga berhasil menembus resistensi penting di US$156, Solana bisa memulihkan semua kerugiannya baru-baru ini.

    Namun, jika support di US$126 hilang, kerugian bisa meluas. Mengingat tenggat waktu persetujuan ETF masih delapan bulan lagi, minat pasar bisa mereda dengan cepat. Jika harga turun di bawah US$126, Solana bisa merosot ke US$100, yang akan membatalkan skenario bullish saat ini.

    Dengan perhatian yang meningkat terhadap pengajuan ETF Solana spot, perkembangan ini menjadi penentu penting bagi harga dan minat investor terhadap token ini.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Watch: Bitcoin Stabil di $57K, Solana (SOL) Melonjak 8%

    Pasar kripto kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan Bitcoin stabil di kisaran US$57.000 setelah mengalami volatilitas yang cukup tinggi. Dalam perkembangan terbaru ini, total kapitalisasi pasar kripto meningkat hingga lebih dari US$2,2 triliun, mencerminkan pemulihan signifikan dari posisi terendah sebelumnya.

    Bitcoin Kembali Stabil di $57K

    Setelah hari perdagangan yang penuh gejolak, harga Bitcoin tampaknya telah menemukan pijakan stabil di sekitar US$57K. Selama 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami naik turun yang signifikan, sempat melewati US$57 ribu dan jatuh di bawah US$55 ribu sebelum kembali ke level stabil.

    Fluktuasi harga ini mengakibatkan likuidasi besar-besaran di pasar derivatif, dengan kerugian mencapai sekitar US$240 juta, di mana US$130 juta berasal dari trader short. Meskipun begitu, penting untuk tetap waspada karena sentimen pasar masih dipenuhi ketidakpastian, tercermin dari Fear dan Greed Index yang populer.

    Altcoin Menunjukkan Pemulihan Signifikan

    Pergerakan pasar kripto kembali pulih ke zona hijau. Sumber: Quantify Crypto.
    Pergerakan pasar kripto kembali pulih ke zona hijau. Sumber: Quantify Crypto.

    Baca juga: Prediksi Peluncuran Resmi ETF Ethereum: Dua Minggu Lagi!

    Pasar altcoin juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan hampir semua koin berkapitalisasi besar berada di zona hijau. Ini adalah pemandangan positif yang sudah lama tidak terlihat. Beberapa altcoin mencatatkan kenaikan yang lebih signifikan dibanding yang lain, tetapi secara keseluruhan, semua altcoin diperdagangkan dengan baik dalam 24 jam terakhir.

    Solana (SOL) mencatat kenaikan hampir 8% dalam sehari terakhir, mendekati level penting US$150. Cardano (ADA) juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 6%, sama seperti Uniswap (UNI). Ethereum berhasil merebut kembali level US$3K setelah naik hampir 5%, sementara Binance Coin (BNB) kembali ke level US$500.

    Dari 100 koin teratas berdasarkan total kapitalisasi pasar, koin meme BONK mencatatkan performa terbaik dengan kenaikan hingga 25%. Sebaliknya, ATOM menjadi satu-satunya altcoin yang gagal memanfaatkan momentum ini dan tetap diperdagangkan secara datar.

    Dengan pasar yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, para investor diharapkan tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang mungkin terjadi.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana, Avalanche, dan Altcoin Lainnya Potensi Menunjukkan Kenaikan

    Para analis industri kripto memprediksi bahwa altcoin akan mengikuti tren naik begitu Bitcoin mulai bergerak ke atas. Pola ini sudah sering terjadi: Setiap kali Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa, altcoin biasanya mengalami lonjakan harga yang signifikan.

    Salah satu analis, CryptoRus, dalam video terbarunya membahas beberapa altcoin yang berpotensi mengalami kenaikan. Berikut daftarnya:

    Tron (TRX)

    Tron menarik perhatian karena adanya pencetakan USDT (Tether) dalam jumlah besar di blockchain-nya. Baru-baru ini, miliaran USDT telah dicetak, yang biasanya menjadi indikasi bahwa para “paus” atau investor besar sedang bersiap untuk melakukan pergerakan besar di pasar. Ini bisa berarti bahwa akan ada banyak pembelian yang segera terjadi.

    Investor altcoin Ethereum. Foto: Getty Images.
    Investor Ethereum. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Fokus Terarah pada Bitcoin Saat Indeks Dolar AS Capai Titik Terendah

    Ethereum terus menjadi salah satu aset kripto paling penting di pasar. Salah satu perkembangan penting adalah jumlah Ethereum yang tersedia di bursa telah mencapai level terendah sepanjang sejarah.

    Ini biasanya menandakan bahwa pemegang Ethereum lebih memilih untuk menyimpan aset mereka dengan harapan harga akan naik. Selain itu, ekosistem Ethereum terus berkembang dengan proyek-proyek seperti AAVE yang memanfaatkan teknologi baru untuk memperluas layanan mereka.

    Solana menjadi pesaing kuat di pasar kripto, terutama dalam hal bursa terdesentralisasi (DEX), di mana 70% dari semua perdagangan terjadi di platform ini. Solana dikenal karena kecepatan dan biayanya yang rendah, membuatnya populer di kalangan pengembang dan proyek DeFi. Popularitas koin meme di jaringan Solana juga membantu mendorong nilainya lebih tinggi.

    Avalanche (AVAX)

    Avalanche semakin dikenal, terutama di industri game. Jaringannya berkembang pesat, dengan jutaan alamat baru dan ratusan ribu kontrak pintar yang diaktifkan. Seperti Tron, Avalanche juga telah mengalami pencetakan USDT dalam jumlah besar di platformnya, yang menunjukkan bahwa investor besar mulai memperhatikan potensi jangka panjangnya.

    Dengan banyaknya altcoin yang menunjukkan potensi kenaikan ini, pasar mungkin sedang bersiap untuk langkah besar berikutnya.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Teratas yang Akan Bangkit Kembali: Analisis Menyeluruh

    Memasuki bulan Juli, pasar altcoin menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, mengakibatkan melonjaknya kapitalisasi pasar mereka. Bahkan, beberapa altcoin diprediksi akan segera bangkit kembali.

    Dengan harga Bitcoin yang mencapai $61,385.07, altcoin ikut merasakan dampaknya dengan sedikit pemulihan kapitalisasi pasar menjadi $232.231 miliar. Pasar yang sempat merah kini kembali hijau, dan beberapa altcoin mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah mengalami penurunan besar dalam beberapa hari terakhir. Banyak analis percaya bahwa bulan Juli akan menjadi bulan kebangkitan altcoin, dengan potensi keuntungan minimal 100%. Oleh karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan membeli beberapa altcoin seperti Ethereum, Solana, dan Toncoin.

    Ethereum (ETH)

    Krisis pasar baru-baru ini telah mendorong Ethereum ke titik terendah dalam bulan ini. Harga ETH sempat turun menjadi US$3.249,5, namun pemulihan sudah diantisipasi untuk mata uang kripto terbesar kedua ini.

    Saat ini, harga Ethereum berada di US$3.442,72 setelah mengalami pemulihan sebesar 2,2% dalam 24 jam terakhir. Ethereum mengikuti pergerakan harga Bitcoin dengan cermat, dan dengan kenaikan BTC ke harga tertinggi sepanjang masa (ATH), Ethereum siap untuk bersaing dengan para penjual.

    Solana (SOL)

    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

    Baca juga: Daftar Memecoin yang Bisa diHODL untuk Raih Profit

    Solana telah menunjukkan lonjakan signifikan dari US$139 menjadi US$146,93 hanya dalam 20 menit, yang membantu pemulihannya sebesar 7% dalam 24 jam terakhir. Lonjakan ini diperkirakan akan berlanjut dengan sentimen pasar yang positif. Pada bulan Maret lalu, harga Solana melonjak menjadi US$202 sebelum mengikuti tren penurunan.

    Namun, dengan reli altcoin di bulan Juli, investor kembali mengincar Solana. Selain itu, permintaan untuk ETF Solana meningkat, dan VanEck Solana (SOL) telah mengajukan permohonan ETF tersebut, yang mendorong nilai Solana terus naik.

    Popularitas Toncoin meningkat pesat tahun ini dengan keuntungan sebesar 232% sejauh ini, meskipun baru-baru ini mengalami penurunan. Permintaan melonjak pada awal Juni ketika Toncoin melampaui Ethereum dalam jumlah pengguna aktif harian, yaitu sebanyak 568,3 ribu pengguna.

    Baru 15 hari yang lalu, Toncoin mencapai harga tertinggi baru sepanjang masa di US$8,24 dan sekarang naik 6,7% setelah mengalami kenaikan sebesar 3% dalam 24 jam terakhir. Harga TON saat ini berada di US$7,67 dan menjadi salah satu altcoin pertama yang bangkit kembali.

    Para analis juga meyakini bahwa altcoin seperti Cardano, Injective, dan XRP memiliki potensi untuk bangkit kembali berdasarkan popularitas mereka. Namun, Cardano dan XRP masih terjebak dalam keterbatasannya, meskipun tetap menunjukkan sinyal pemulihan harga dari penurunan saat ini. Di sisi lain, Injective sudah mulai bangkit dengan mekanisme pembakaran token yang menjanjikan, menjadi faktor penting dalam mendorong nilainya dengan tren yang tepat.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com