Tag: suami-istri

  • Dokter Sebut Masih Banyak Pasutri Tak Tahu Cara Bercinta yang Benar


    Jakarta

    Memiliki buah hati merupakan impian dari banyak pasangan suami istri. Namun, dalam banyak kasus, tak jarang pasangan kesulitan untuk memiliki buah hati.

    Spesialis obstetri dan ginekologi dr Upik Anggraheni, SpOG, SubspFER menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya masih ada banyaknya pasutri yang belum tahu bagaimana cara berhubungan intim dengan baik dan benar.

    dr Upik mengatakan ada sekitar 10 persen pasangan suami istri di Indonesia rupanya belum tahu bagaimana cara berhubungan intim dengan benar. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mendapatkan momongan meskipun sudah beberapa tahun menikah.


    “Kegagalan pasangan dalam mendapatkan anak bisa terjadi apabila tidak berhubungan dengan benar dan teratur. Kenapa dikatakan ‘benar’? Ternyata tidak semua pasangan itu paham bagaimana berhubungan yang benar,” kata dr Upik ketika ditemui awak media di Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2024).

    “Cara berhubungan yang benar itu adalah terjadinya ejakulasi di dalam vagina, dia tidak di atas perut atau di luar ya, bahkan misal di kolam renang itu tidak ya,” sambungnya.

    Selain masalah masih kurangnya melakukan hubungan dengan benar, dr Upik menyebut masih banyak pria yang enggan memeriksakan kesehatan reproduksinya ke dokter. Tak sedikit dari mereka yang masih menganggap hal ini merupakan aib dan takut mendapat ‘judge’ buruk dari dokter.

    dr Upik mengingatkan pemeriksaan kesuburan perlu dilakukan untuk oleh pasangan yang sedang menjalani program hamil (promil). Terlebih apabila pasangan tidak kunjung hamil setelah sekian lama menjalani promil.

    “Karena misalnya kita temukan ada kekurangan pada spermanya, sangat mungkin untuk diperbaiki,” ujar dr Upik.

    “Kalau sperma 90 hari sekali diproduksi yang baru. Kalau perempuan tidak pernah memproduksi sel telur. Kami hanya punya cadangan sel telur saja,” sambungnya.

    Beberapa kesalahan lainnya menurut dr Upik adalah bercinta terpaku pada satu posisi hingga penetrasi yang dilakukan tidak tepat.

    Sebenarnya tidak ada satupun posisi seks yang menjamin wanita bisa cepat hamil, namun melakukan eksplorasi posisi sangat disarankan bagi pasangan. Hal ini penting untuk meningkatkan kenikmatan bercinta, meredakan stres hingga membantu proses pembuahan yang lebih baik.

    “Banyak pasangan yang justru tidak penetrasi di lokasi yang tepat atau posisinya tepat tapi kurang dalam, memang tidak semua tapi ini bisa menghambat kehamilan,” tandasnya.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ini Penyebab Gula Darah ‘Anjlok’ Setelah Bercinta dan Cara Mengatasinya

    Jakarta

    Bercinta adalah hal yang penting dilakukan bagi pasangan suami-istri, tak terkecuali bagi pengidap diabetes. Meski demikian, ada kalanya seseorang tiba-tiba merasa pusing setelah berhubungan seks. Ternyata, kondisi ini terjadi karena seks bisa menyebabkan kadar gula darah jadi rendah.

    Dikutip dari Healthshot, penelitian menunjukkan bahwa seks bisa berdampak pada kadar gula darah, dan dapat berdampak lebih besar pada pengidap diabetes.

    Prateek Makwana, Konsultan Embriolog, Penyederhanaan Kesehatan Reproduksi dan Seksual menjelaskan hubungan antara seks dan kadar gula darah. Sama seperti jogging atau aerobik, seks ibarat olahraga yang bisa menyebabkan kadar gula darah turun.


    “Seks adalah salah satu jenis aktivitas fisik, dan seperti aktivitas fisik lainnya, seks dapat menyebabkan kadar gula darah Anda turun. Hal ini terjadi karena glukosa merupakan sumber energi utama yang digunakan selama aktivitas fisik dan olahraga,” kata Makwana.

    Pada beberapa kasus, penurunan gula darah setelah bercinta bisa menyebabkan hipoglikemia, kondisi kadar gula darah yang di bawah batas normal. Dikutip dari Diabetes UK, seseorang yang mengonsumsi alkohol sebelum bercinta memiliki risiko lebih besar mengalami hipoglikemia, tergantung seberapa banyak dan rentang waktu setelah mengonsumsi alkohol.

    Ketika seseorang mengalami hipoglikemia saat bercinta, dirinya bisa mengalami gejala berupa cemas atau khawatir. Kondisi ini disebut juga dengan istilah hypo anxiety.

    Cara Mengatasi Gula Darah Rendah Usai Bercinta

    Penurunan kadar gula darah yang terjadi secara mendadak dapat memengaruhi kualitas kehidupan seksual. Terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan guna menjaga kadar gula darah tetap stabil saat bercinta.

    Berikut tips menjaga kadar gula darah dari dr Makwana:

    • Periksa kadar gula darah secara rutin untuk menghindari peningkatan atau penurunan yang mendadak.
    • Konsumsi makanan dan camilan secara teratur untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.
    • Saat melakukan aktivitas seksual, persiapkan sumber karbohidrat untuk berjaga-jaga ketika kadar gula darah turun saat atau setelah berhubungan seks.

    Selain mempraktikkan tips di atas, berkonsultasilah dengan dokter atau pakar nutrisi untuk memastikan kadar gula darah terjaga dengan baik.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Aktivitas Seksual Bercinta di Kamar Mandi Berbahaya, Ini Alasannya


    Jakarta

    Fantasi seksual merupakan hal yang normal dalam kehidupan pasangan suami istri. Setiap orang mungkin memiliki fantasi seksual yang berbeda-beda dan ingin mencobanya di dunia nyata.

    Namun, tidak semua fantasi seks yang dijadikan dilakukan oleh pasutri bisa memberikan kepuasan. Sebab beberapa aktivitas seksual itu bisa saja membahayakan diri hingga menyebabkan cedera, salah satunya bercinta di kamar mandi.

    Beberapa orang mungkin merasa bercinta sambil mandi air hangat akan terasa lebih nikmat. Nyatanya, itu dikaitkan dengan risiko sinkop vasovagal atau penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan pusing dan pingsan.


    “Itu karena saraf vagus, yang mengatur detak jantung dan penyempitan pembuluh darah, akan kehilangan pengaturan normal untuk sementara waktu karena rangsangan yang berlebihan,” tulis pakar yang dikutip dari NYPost.

    “Akibatnya, pembuluh darah melebar, tekanan darah turun, dan orang tersebut bisa pingsan,” sambungnya.

    Selain itu, para pakar seks juga tidak menyarankan untuk bercinta di bawah shower. Selain bisa menyebabkan orang pingsan, mereka yang melakukannya berpotensi terpeleset dan jatuh.

    Fantasi seks ini juga disebut-sebut bisa membuat organ intim kehilangan pelumas alami dan menjadi kering. Selain itu, seks di kamar mandi dapat membuat orang rentan terhadap infeksi menular seksual.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Kebiasaan yang Tak Boleh Dilakukan Usai Bercinta, Bisa Bikin Gairah ‘Anjlok’

    Jakarta

    Setelah berhubungan intim, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga keharmonisan pasangan suami istri. Tindakan-tindakan tertentu mungkin nampak sepele, tapi dapat berdampak negatif pada keintiman dan kedekatan emosional.

    “Setelah bercinta, jika salah satu pihak mencoba melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan seks, hal itu dapat membuat pasangan merasa tidak diakui,” ucap pakar seks dan hubungan Dr Amitha Mishra dikutip dari India Times, Jumat (30/8/2024).

    Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah berhubungan intim:


    1. Tertidur

    Banyak pasangan suami istri yang mengalami masalah ini. Hal ini tentu merupakan kesalahan besar yang dapat merusak intimasi dalam berhubungan intim.

    Langsung tidur membuat pasangan jadi tidak menikmati secara maksimal kualitas hubungan yang baru dilakukan, khususnya pada faktor suasana hati. Padahal itu merupakan hal paling penting untuk meningkatkan keharmonisan pasutri.

    2. Langsung ke Kamar Mandi

    Bergegas langsung ke kamar mandi setelah berhubungan intim bukanlah hal yang tepat. Mungkin di satu pihak tidak akan merasa keberatan, namun ha ini seperti melupakan bahwa pasangan mungkin masih ingin menikmati suasana setelah bercinta.

    Langsung pergi ke kamar mandi dapat menghilangkan kesenangan dan merusak momen kenikmatan tersebut. Sebaiknya tunggu dulu selama beberapa saat sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi.

    3. Urus Pekerjaan

    Langsung mengurus pekerjaan merupakan hal yang tidak ‘menghargai’ pasangan setelah melakukan hubungan seks. Kenikmatan setelah seks harus dirasakan bersama-sama tanpa adanya intervensi dari manapun, termasuk urusan pekerjaan.

    “Kalau Anda lebih suka bekerja atau membaca buku daripada berpelukan dan bermesraan, Anda benar-benar mengundang masalah ke ‘surga’ seks Anda,” kata Mishra.

    4. Tidur Terpisah

    Beberapa pasutri mungkin memang memiliki kebiasaan tidur terpisah, tapi pada momen tertentu seperti setelah melakukan hubungan seks, sebaiknya hal ini ditinggalkan terlebih dahulu. Setelah bercinta, meninggalkan pasangan adalah ide yang buruk.

    Hal itu tidak hanya mematikan gairah pada malam tersebut, tapi juga dapat merusak intimasi dan gairah bercinta pada malam-malam berikutnya.

    5. Makan

    Mishra juga tidak menyarankan pasangan untuk mencari makanan ke dapur setelah bercinta. Kunci terpenting dalam bercinta adalah pasangan tetap bisa memaksimalkan waktu untuk bersama, bahkan setelah fase menyenangkan itu selesai.

    “Itu merusak seluruh gairah dan akan membuat pasangan merasa bahwa Anda tidak menikmati seks hanya karena lapar dan memikirkan makanan,” ujarnya.

    6. Bawa Anak ke Kamar

    Membiarkan siapapun masuk ke dalam ‘ruangan’ privasi seksual dapat mengganggu kenikmatan bersama. Banyak ibu mungkin memiliki kecenderungan membawa anak tidur bersama di ranjang yang sama.

    Jika itu dilakukan setelah berhubungan seks, menurut Mishra itu dapat memberikan dampak yang buruk pada intimasi pasangan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya pasutri melakukan perencanaan matang terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan intim agar terbebas dari gangguan apapun.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Cerita Dokter soal Pasutri Tak Kunjung Punya Anak karena Salah Cara Bercinta


    Jakarta

    Sepasang suami istri di China tidak kunjung memiliki anak setelah empat tahun menikah. Padahal, mereka mengaku sangat rutin melakukan hubungan seks, demi mempercepat kehamilan sang istri.

    Bahkan, keduanya sampai mencari pertolongan medis untuk membantu mereka memiliki anak.

    “Pasangan itu masih sangat muda, pria berusia 26 tahun dan wanita berusia 24 tahun,” jelas dokter kandungan Liu Hongmei yang membantu pasangan tersebut, dikutip dari NY Post, Selasa (29/8/2023).


    “Mereka sangat sehat, namun meski sudah menikah selama empat tahun, mereka tidak bisa hamil. Keluarga mereka memberi mereka banyak stres karenanya,” sambung dia.

    Saat proses pemeriksaan, sang istri mengaku sangat teratur untuk berhubungan seks. Namun, setiap berhubungan ia merasakan itu sangat menyakitkan. Tetapi, itu tetap dijalaninya dengan harapan bisa segera hamil.

    Melihat keluhan dan gejala yang dialami wanita 24 tahun itu, Liu percaya bahwa pasiennya mengalami penyakit di organ reproduksinya. Hal itu mengharuskan si wanita untuk menjalani pemeriksaan.

    Namun, Liu kaget dengan hasil pemeriksaannya. Ternyata, si wanita masih virgin atau perawan. Mengetahui itu, Liu langsung melakukan pemeriksaan ke bagian anus si wanita.

    Di saat itulah para petugas medis mengetahui bahwa pasangan tersebut telah keliru. Selama empat tahun ini, mereka melakukan seks anal yang menyebabkan kegagalan untuk memiliki anak.

    dr Liu pun memberikan pasangan asal kota Bijie di provinsi Guizhou barat daya China itu, masing-masing buku panduan tentang pendidikan seks.

    “Empat tahun menikah dan baik suami maupun istri tidak tahu bagaimana cara hamil. Sangat jarang ada pasangan yang kurang memiliki pengetahuan umum,” kata dr Liu.

    “Tetapi tidak jarang orang kekurangan atau memiliki kesalahpahaman mengenai pengetahuan seksual,” lanjutnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy