Tag: suku bunga

  • The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi, Nilai Bitcoin Jatuh

    Federal Reserve atau The Fed kembali melanjutkan tren menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada Kamis (15/12) dini hari. Pengumuman kebijakan ini langsung membuat nilai Bitcoin dan kripto lainnya jatuh.

    Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 17.729 dalam 24 jam terakhir. BTC telah mencapai US$ 18.300 pada hari sebelumnya menyusul pelambatan yang tidak terduga dalam data inflasi AS bulan November dan perubahan dovish yang diantisipasi The Fed.

    Namun dalam konferensi pers setelah pengumuman suku bunga Federal Open Market Committee’s (FOMC), ketua The Fed, Jerome Powell kembali menegaskan bahwa kenaikan harga dan inflasi merupakan ancaman terbesar bagi perekonomian.

    “50 basis poin masih merupakan peningkatan besar secara historis dan kami masih memiliki beberapa cara untuk dilakukan,” kata Powell pada konferensi pers menyusul pernyataan FOMC.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish Fantom & ApeCoin Pekan Ini

    Kenaikan suku bunga jangka pendek menyiratkan pertanyaan tentang prospek ekonomi jangka pendek, dan harapan untuk kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif.

    Harga Bitcoin Turun

    Dalam pidatonya, Powell telah memberi isyarat bahwa The Fed berencana untuk memperlambat kenaikan suku bunga bulan ini, sementara mereka tetap mendorong suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini. Ia pun mengisyaratkan ada kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut di tahun 2023.

    “Bitcoin naik lebih awal tetapi kemudian jatuh setelah Ketua The Fed, Jerome Powell meredam antusiasme yang berasal dari kenaikan suku bunga yang kurang agresif dengan komentar hawkish,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Nike Luncurkan Sepatu Pintar Inspirasi dari NFT Sneaker CryptoKicks

    Reli Bitcoin berumur pendek menjelang pidato Powell berkorelasi dengan aksi harga yang terlihat di seluruh aset berisiko lainnya. Setelah pidato Ketua The Fed, aset ini terus menelusuri kembali dan beberapa analis melihat penurunan baru-baru ini sebagai metrik untuk membeli lebih banyak Bitcoin.

    Tidak hanya market kripto, indeks saham AS juga terganggu oleh komentar Powell yang ditutup dengan Nasdaq dan S&P 500 yang padat saham teknologi masing-masing turun 0,8% dan 0,5%. Indeks harga konsumen di AS pada hari Selasa (13/12) turun menjadi 7,1%, lebih rendah dari 7,3% yang diproyeksikan oleh para ekonom menanggapi survei FactSet.

    Sampai saat ini, harga Bitcoin tetap berkorelasi erat dengan ekuitas dan mayoritas investor memiliki kekhawatiran tentang dampak kenaikan tarif lebih lanjut di masa depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

    Market kripto hadapi serangan mendadak pasca bank sentral AS, The Fed mengumumkan peningkatan suku bunga acuan sebesar 0,75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Kamis (22/9) dini hari. Sejumlah kripto big cap langsung turun ke zona merah.

    Dengan inflasi yang terus tidak terkendali, kenaikan terbaru ini membawa suku bunga dasar The Fed ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui tidak ada cara “tanpa rasa sakit” untuk mengakhiri krisis biaya hidup.

    Kenaikan suku bunga AS tersebut merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2022. Sebelumnya, The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli.

    Dalam pengumumannya, Powell menyatakan pihaknya bertekad untuk membawa inflasi kembali turun sekitar 4% pada akhir tahun 2022. Sekadar informasi, untuk Agustus 2022 angka inflasi AS berada di angka 8,3%.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

    Market kripto Tiarap

    Bitcoin bergerak secara dramatis saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat. Data CoinMarketCap menunjukkan aset kripto terbesar di dunia itu, awalnya reli ke US$ 19.500 dalam beberapa menit sebelum suku bunga baru dikonfirmasi. Dalam 20 menit, kemudian jatuh ke US$ 18.975.

    Begitu juga dengan Ethereum, mencapai US$ 1.376 pada saat detik-detik pengumuman The Fed. Kemudian menukik tajam ke US$ 1.260. Sebagian besar kripto memiliki reaksi yang sama setelah pengumuman suku bunga baru.

    Kenaikan drastis 75 basis poin dari The Fed telah diperkirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa investor kripto tidak terlalu ketakutan. Perlu juga dicatat bahwa aksi jual ini tidak khusus untuk Bitcoin, dengan pasar saham juga mengalami perubahan yang tidak menentu.

    Hubungan Bitcoin dengan The Fed

    Tidak ada tanda-tanda bahwa The Fed bermaksud untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti segala sesuatunya kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Bitcoin tidak pernah berada di kondisi di mana suku bunga setinggi ini.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

    Pejabat The Fed mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring berjalannya tahun, dan rata-rata mereka memproyeksikan tanda yang tinggi sebesar 4,6% tahun depan. Semua ini bisa membuat BTC jauh kurang menarik jika dibandingkan dengan aset yang lebih aman seperti obligasi.

    Ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone baru-baru ini mengatakan kepada Kitco News bahwa The Fed berkontribusi pada salah satu bear market terbesar secara global.

    McGlone percaya mungkin ada rasa sakit lebih lanjut untuk BTC di bulan-bulan mendatang, dan berpotensi terendah baru 12 bulan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai rekor tertinggi baru dan itu hanya masalah waktu sebelum berpacu ke US$ 100.000.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto dan Bitcoin Sideways, Setelah The Fed Tahan Suku Bunga

    Pasar kripto dan Bitcoin (BTC) sempat bergejolak setelah pengumuman The Fed yang akhirnya menghentikan kenaikan suku bunga untuk bulan Juni. Keputusan Federal Reserve yang memilih untuk tidak menaikkan suku bunga ini, mematahkan rangkaian kenaikan agresif yang tidak terputus sejak Maret 2022.

    Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga selama 10 pertemuan terakhirnya untuk meredam lonjakan inflasi AS yang memuncak pada 9,1 persen pada Juni 2022. Upayanya telah berhasil mengendalikan inflasi kembali ke 4 persen pada bulan lalu.

    Keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap sejalan dengan ekspektasi pasar, yang berbalik setelah Gubernur Fed Philip N. Jefferson menyarankan beberapa minggu lalu bahwa bank sentral mungkin “mempertahankan” suku bunga kebijakan konstan pada “pertemuan mendatang.”

    “Melewatkan kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang akan memungkinkan Komite untuk melihat lebih banyak data sebelum membuat keputusan tentang sejauh mana pengetatan kebijakan tambahan,” jelasnya saat itu.

    Pasar Tidak Agresif

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Apresiasi Daftar 501 Aset Kripto Legal Baru dari Bappebti

    Volatilitas pasar kripto tidak agresif pasca pengumuman The Fed. Bitcoin sempat bereaksi terhadap pengumuman tersebut dengan volatilitas minimal, tetap berkisar antara US$ 25.800 dan US$ 26.000. BTC diperdagangkan seharga US$ 26.000 sebelum pengumuman Fed, kemudian jatuh ke US$ 25.756 beberapa saat setelahnya.

    Ethereum (ETH), kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, jatuh ke US$ 1.630 sebelum bangkit kembali hingga mendekati US$ 1.654, turun 5,1 persn dari hari Rabu (14/6), waktu yang sama. Di antara kripto besar lainnya, XRP mundur baru-baru ini turun 6,4 persen untuk diperdagangkan lebih dari 48 sen selama 24 jam terakhir. Itu tenggelam serendah 46 sen pada hari sebelumnya, level terendah di bulan Juni, menurut data Indeks CoinDesk.

    Data dari Coinglass menunjukkan bahwa langkah tersebut memicu likuidasi minimal, sebesar US$ 28 juta selama 24 jam terakhir. Pergerakan harga tidak melakukan apa pun untuk memulihkan kerugian yang terjadi minggu lalu setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menggugat dua pemain terbesar industri kripto di AS.

    Keputusan Fed juga disambut bervariasi oleh indeks saham AS. Namun, di sisi lain emas dan pasar kripto anjlok.

    Investor Ragu

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: China Berpotensi Cabut Larangan Kripto, Masa Depan Bitcoin Bersinar

    Meski The Fed telah menahan kenaikan suku bunga, tapi pelaku pasar menyambutnya dengan negatif. Langkah ini berbeda dengan ekspektasi investor, pasar kripto belum menunjukkan momentum bullish.

    Ketua The Fed, Jerome Powell menjadi penahan laju pasar kripto dan Bitcoin. Komentar Powell setelah pengumuman tersebut tampaknya membuat pasar ketakutan. Powell menegaskan kembali komitmen Fed untuk menenggelamkan inflasi tahunan ke target 2,5 persen. Saat ini berdiri di 4 persen. Tetapi para pengkritik kebijakan bank mengatakan bahwa fokus pada harga berisiko mengirim ekonomi ke dalam resesi.

    Powell mengatakan mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk mengendalikan inflasi, memadamkan ekspektasi penurunan suku bunga akhir tahun ini dan meningkatkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi di masa depan.

    “Hampir semua peserta menganggap perubahan tarif lebih lanjut akan diperlukan,” kata Powell. Selain itu, dia menyatakan, “Kami sangat memperhatikan risiko yang ditimbulkan oleh inflasi tinggi di kedua sisi mandat kami, dan sangat berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke tujuan kami 2 persen.”

    Komentar Jerome juga mengindikasikan bahwa tidak akan ada pemotongan suku bunga tahun ini dan memproyeksikan kenaikan dua kali lagi di 2023. Ringkasan Proyeksi Ekonomi menunjukkan bahwa proyeksi tingkat akhir untuk akhir 2023 direvisi menjadi 5,6% dari 5,1% pada bulan Maret.

    Demikian pula, perkiraan tingkat akhir 2024 naik menjadi 4,6% dari 4,3%. Singkatnya, Fed proyeksi menyiratkan dua lagi kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps) tahun ini dan penurunan suku bunga 100 bps pada tahun 2024.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Kripto Bitcoin, Ethereum Naik

    Federal Reserve atau The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada hari Kamis (4/5) dinihari. Saat pengumuman itu rilis, market kripto kembali bergairah dan harga Bitcoin, Ethereum langsung melonjak tinggi.

    Untuk mendinginkan ekonomi yang terlalu panas dan menjinakkan harga yang melonjak, The Fed kini telah mengirimkan rentetan 10 kenaikan suku bunga berturut-turut sejak Maret 2022. Hal itu membawa suku bunga dana federal ke kisaran 5 persen hingga 5,25 persen.

    CME FedWatch Tools, peningkatan seperempat persen telah diprediksi secara luas, karena menunjukkan investor memberi peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan Mei ini 85 persen pasti terjadi.

    “Inflasi agak moderat sejak pertengahan tahun lalu,” kata Ketua The FEd, Jerome Powell saat konferensi pers. “Meskipun demikian, tekanan inflasi terus tinggi, dan proses untuk menurunkan inflasi menjadi 2% masih jauh.”

    Gerak Market Kripto

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed yang kembali menaikkan suku bunga. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Analis Peringatkan Proyeksi Resesi dan Lebih Banyak Kegagalan Bank

    Aset kripto Bitcoin (BTC) sempat sedikit turun sebelum pengumuman The Fed, itu menyebabkan kembali kerugian dan berada di sekitar US$ 28.634, menurut CoinGecko. Ethereum berbalik arah juga, mendorong lebih tinggi di belakang pernyataan Fed menjadi US$ 1.886, naik 1,2 persaen dalam beberapa hari terakhir.

    Bitcoin akhirnya kembali naik 1,25% menyusul kenaikan suku bunga The Fed dan mengakhiri hari di US$ 29.937. BTC mengakhiri hari itu dengan US$ 29.000 untuk pertama kalinya dalam tiga sesi. Selama periode yang sama, Nasdaq Composite telah meningkat sekitar 17%.

    Sepanjang tahun ini, Bitcoin dan Ethereum telah membukukan keuntungan masing-masing sekitar 70 persen dan 50 persen, sebagian dengan anggapan bahwa The Fed dapat segera menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan memangkas suku bunga di akhir tahun. Itu karena pedagang cenderung menghindari aset “berisiko,” seperti BTC dan ETH, ketika mereka mengharapkan bank sentral AS melanjutkan kebijakan moneter agresifnya untuk mengendalikan inflasi.

    Langkah The Fed

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell bicara soal kenaikan suku bunga. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Drama First Republic Bank Sempat Bikin Sinyal Bullish Harga Bitcoin

    Selama beberapa bulan, Powell telah mengatakan berulang kali bahwa “peningkatan berkelanjutan” akan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target Fed sebesar 2 persen. Inflasi melonjak menjadi 9,1 persen pada Juni 2022, tertinggi sejak 1981.

    Namun, nada suara Powell mulai berubah pada bulan Maret setelah gejolak muncul di sektor perbankan AS yang menyebabkan jatuhnya pemberi pinjaman seperti Signature Bank dan Silicon Valley Bank.

    Alih-alih mengatakan bahwa “peningkatan (suku bunga) yang sedang berlangsung” kemungkinan akan diperlukan, Powell mengatakan, “beberapa pengetatan kebijakan tambahan mungkin tepat” di Komite Pasar Terbuka Federal bank sentral AS sebelumnya.

    Sekarang, Fed dihadapkan dengan potensi krisis plafon utang, di mana AS berisiko gagal bayar utangnya untuk pertama kalinya dalam sejarah. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen memperingatkan hal itu bisa terjadi paling cepat 1 Juni jika Kongres tidak dapat mencapai kesepakatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Goldman Sachs Harapkan Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga AS di Maret

    Goldman Sachs telah merevisi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed karena tekanan dalam sistem perbankan di Amerika Serikat. Bank investasi global itu bahkan tidak lagi mengharapkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada bulan Maret mendatang.

    Proyeksi Goldman Sachs tersebut keluar setelah bank sentral AS mengumumkan langkah-langkah untuk menyelamatkan deposan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang gagal. Dalam sebuah catatan kepada klien pada hari Minggu (12/3), para ekonom bank, yang dipimpin oleh kepala ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, merinci:

    “Mengingat tekanan dalam sistem perbankan, kami tidak lagi mengharapkan FOMC untuk memberikan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada 22 Maret,” jelasnya.

    Harapan The Fed Melunak

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

    Bulan lalu, FOMC menaikkan federal funds rate sebesar 25 basis poin ke kisaran target 4,5% hingga 4,75%, tertinggi sejak Oktober 2007.

    Goldman merevisi ramalannya tak lama setelah Departemen Keuangan, Dewan Gubernur Federal Reserve System, dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengumumkan langkah-langkah penyelamatan untuk deposan dari dua bank gagal.

    Regulator menutup Silicon Valley Bank pada hari Jumat (10/3) dan Signature Bank pada hari Minggu (12/3). Selain itu, Dewan Federal Reserve mengatakan hari Minggu bahwa dana tambahan akan tersedia untuk lembaga penyimpanan yang memenuhi syarat.

    Ketidakstabilan Pasar

    Ilustrasi bear market
    Ilustrasi bear market. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Misteri Motif Vitalik Buterin Jual Kripto Shitcoin Senilai Rp 10,8 Miliar

    Mengomentari keputusan Departemen Keuangan AS untuk menunjuk Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang gagal sebagai risiko sistemik dan pembentukan Bank Term Funding Program baru oleh Federal Reserve untuk mendukung institusi yang terpengaruh oleh ketidakstabilan pasar selanjutnya, para ekonom Goldman Sachs menjelaskan:

    “Kedua langkah ini kemungkinan akan meningkatkan kepercayaan di antara para deposan, meskipun mereka menghentikan jaminan FDIC atas akun yang tidak diasuransikan seperti yang diterapkan pada tahun 2008,” jelasnya.

    Dikutip Bitcoin.com, para ekonom lebih lanjut mencatat bahwa mereka masih mengharapkan Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Mei, Juni, dan Juli, dengan ekspektasi tingkat terminal 5,25% menjadi 5,5%.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Tertekan, The Fed Mau Naikan Suku Bunga Lebih Tinggi?

    Market kripto kembali mengalami tekanan pasca The Fed yang mengatakan sedang bersiap untuk menaikkan suku bunga lebih banyak lagi, jika situasi makroekonomi tidak membaik. Setelah kabar itu muncul, pergerakan Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya sempat turun dan cenderung sideways.

    Tidak hanya pasar kripto yang turun, indeks saham AS juga anjlok setelah muncul komentar dari Ketua The Fed, Jerome Powell yang menyarankan bahwa suku bunga mungkin perlu naik lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

    Hal tersebut memicu kekhawatiran akan potensi kenaikan yang lebih besar pada pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya. Komentar tersebut mengindikasikan bahwa The Fed dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih besar dari 25 basis poin bulan lalu pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 21-22 Maret mendatang.

    Kenaikan Suku Bunga

    “Data ekonomi terbaru datang lebih kuat dari yang diharapkan, yang menunjukkan bahwa tingkat suku bunga akhir kemungkinan akan lebih tinggi dari yang diantisipasi sebelumnya,” kata Powell dalam sambutannya di Capitol Hill pada Selasa (7/3).

    “Jika totalitas data menunjukkan bahwa pengetatan yang lebih cepat diperlukan, kami akan siap untuk meningkatkan laju kenaikan suku bunga.”

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Burn Rate Shiba Inu (SHIB) Naik 840%, Apa Dampak Terhadap Harganya?

    Komentar itu membuat Bitcoin bereaksi dengan penurunan harga langsung yang mendorongnya ke sekitar US$ 400 dalam hitungan menit. Komentar Ketua Fed memecahkan stagnasi di pasar kripto. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, BTC terhenti di sekitar US$ 22.400 dan tidak melakukan pergerakan besar selama berhari-hari.

    Namun, tak lama setelah peringatan Powell, Bitcoin turun lebih dari US$ 400 dan merosot di bawah US$ 22.000 untuk menandai level terendah tiga minggu.

    Sebagian besar pasar keuangan telah tenang selama beberapa hari terakhir, terutama kripto, untuk mengantisipasi kesaksian Jerome Powell kepada Kongres mengenai rencana moneter bank sentral yang akan datang.

    The Fed dan Kripto

    Di depan kongres, Jerome Powell juga berbicara tentang berbagai hal di Capitol Hill, termasuk inflasi, suku bunga, pekerjaan, energi hijau, utang, dan banyak lagi. Namun, di antara semuanya, topik paling menarik dari semuanya adalah aset kripto.

    Ranah kripto telah berada di bawah radar sejak jatuhnya Terra dan FTX pada tahun 2022. Banyak peristiwa yang mengikuti kejatuhan dramatis juga telah menarik perhatian regulator di seluruh dunia.

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Market Watch: Aset Kripto Stagnan, Bitcoin dan Ethereum Sulit Gerak

    Dalam pidatonya baru-baru ini , Powell juga berbicara tentang aset kripto dan bagaimana Fed mengawasi ruang aset kripto. Powell menyatakan bahwa The Fed cukup aktif di bidang itu. Dia juga menekankan bahwa inovasi sangat penting bagi perekonomian dan mereka tidak ingin menghambatnya.

    “Tapi seperti orang lain, kami telah mengamati ruang kripto, dan yang kami lihat adalah, Anda tahu, cukup banyak kekacauan.”

    Powell juga menyoroti bahwa mereka melihat risiko berjalan bersama dengan masalah lainnya. Dia menekankan fakta bahwa Fed memastikan bahwa lembaga keuangan yang mereka awasi terlibat dengan ruang aset kripto dan memberi mereka pemberitahuan sebelumnya.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

    Investor aset kripto tampak tersenyum riang pada Kamis (287) pagi ini, setelah lihat pergerakan market menguat ke zona hijau. Investor kripto kini terlihat percaya diri melakukan akumulasi, setelah sejak awal pekan lalu menahan diri dan wait and see.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 7,60% ke US$ 22.748 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) meroket tajam 12,59% ke US$ 1.612 di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto Kamis pagi ini memang cukup menggembirakan. Investor semakin bergairah masuk ke market setelah mendengar hasil rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed Kamis (28/7) dini hari tadi. Dalam rapat tersebut, The Fed menepati janjinya untuk mengerek suku bunga acuan 75 basis poin.

    “Di samping itu, ada hal yang tampaknya membuat investor tenang adalah sikap Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengatakan kemungkinan besar kembali menaikan suku bunga pada September mendatang. Namun, setelah bulan selanjutnya, ada sinyal The Fed kemungkinan bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga untuk mengevaluasi dampak kebijakan moneternya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS,” jelas Afid.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Elon Musk Jual Bitcoin, CEO Binance: Tidak Pengaruh ke Market

    Aksi Investor Akumulasi Kripto

    Tingginya aksi akumulasi di market kripto juga didorong oleh sentimen kinerja dari indeks pasar saham AS, setelah nilai saham perusahaan raksasa teknologi, seperti Microsoft dan Alphabet membukukan pertumbuhan tinggi. Investor kripto kerap menggunakan indeks saham AS, utamanya saham-saham teknologi, sebagai tolok ukur untuk melakukan akumulasi.

    “Kini korelasi pergerakan harga aset kripto, utamanya Bitcoin dengan indeks saham AS sudah berada mendekati level paritas sempurna. Sementara, dengan kinerja indeks dolar AS dan kripto sangat berlawanan,” jelas Afid.

    Kabar positif lainnya, datang dari jaringan Ethereum yang akhirnya merilis Shadow Fork menjelang pembaruan di jaringan uji cobanya bernama Goerli. Proyek ini membawa selangkah lebih dekat sebelum Ethereum benar-benar melakukan pembaruan jaringan utama The Merge pada September nanti.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

    Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

    Kabar kesuksesan proyek Shadow Fork membuat harga Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC) mampu mengalahkan kinerja Bitcoin dalam sehari terakhir. Kemungkinan harga ETH bisa terus menembus level resistensinya dengan target kenaikan pada harga US$ 1.697.

    Sementara, investor makin percaya diri untuk akumulasi Bitcoin. Indeks Fear & Greed Index Bitcoin pagi ini naik dari 28 ke 32, walaupun masih di level “Fear”. Harga BTC kini ditargetkan naik hingga pada level resistensinya di US$ di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.
    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.

    Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

    Sementara, kenaikan harga kripto kemungkinan besar akan berlangsung beberapa hari ke depan. Meski begitu, secara umum market kripto masih sideways, belum bull run signifikan.

    “Sejauh ini belum ada sentimen negatif yang bisa memberikan pukul terhadap market. Hal yang harus diwaspadai adalah nanti ada banyak trader yang akan mulai akumulasi keuntungan atau taking profit, sehingga aksi jual akan lebih banyak dan membuat harga kripto sedikit turun,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Naikkan Suku Bunga, Market Kripto Tetap Perkasa

    Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akhirnya menaikan suku bunga pertamanya dalam lebih dari tiga tahun terakhir pada Kamis (17/3). Kenaikan ini disambut suka cita oleh market kripto yang menguat.

    The Fed menaikan suku bunga ke kisaran 25 basis poin (0,25%). Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi, namun reaksi awal pasar kripto disambut negatif. Pernyataan pembukaan Gubernur The Fed, Jerome Powell mengakui inflasi jauh di atas kisaran target, menyalahkan kendala rantai pasokan.

    “Inflasi tetap jauh di atas target jangka panjang kami sebesar 2 persen,” kata Powell.

    “Permintaan agregat kuat, dan kemacetan serta kendala pasokan membatasi seberapa cepat produksi dapat merespons.”

    Gubernur The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Gubernur The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 16 Maret 2022: Kripto Perlahan Tumbuh, tapi Belum Riuh

    Market Kripto Berada di Zona Hijau

    Kenaikan suku bunga The Fed yang awalnya direspons negatif oleh investor aset kripto, kini malah berbalik arah. Kenaikan ini memberi sinyal bahwa investor terbagi atas dampak potensial perubahan nilai tukar pada pasar kripto.

    Bitcoin terpantau mengalami hari yang bergelombang menjelang kenaikan suku bunga, tetapi mengakhiri jam perdagangan saham naik 5,19%. Bitcoin baru-baru ini melihat serangkaian pencapaian nilai titik terendah yang lebih tinggi dan harga tertinggi yang lebih rendah, menunjukkan pergerakan volatilitas yang besar ke atas atau ke bawah di market.

    Aave, platform keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan peminjaman dan peminjaman crypto, adalah pemenang terbesar kripto dalam 24 jam terakhir di antara 100 koin teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan lonjakan 15,24%.

    Ilustrasi market kripto.

    Ilustrasi market kripto.

    Baca juga: Pakar Sebut Ethereum Bakal Bullish, Prediksi ETH Bisa Capai $ 40.000

    Inflasi AS Tetap Tinggi

    Bank sentral AS sebenarnya mengakui inflasi tetap tinggi dalam pernyataan pasca-pertemuan. “Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas,” jelas pengumuman kenaikan suku bunga FOMC.

    Bank sentral mengisyaratkan tujuh kenaikan suku bunga lagi di tahun 2022. Sementara, inflasi tidak akan turun hingga pertengahan tahun ini, kata Powell.

    Sebelumnya, Jerome Powell, menegaskan kepada Kongres bahwa Amerika Serikat tidak berniat untuk melarang aset kripto seperti yang telah dilakukan China.

    Menurutnya, aset kripto memang perlu dibenahi atau bahkan di atur ulang sistemnya. Namun larangan untuk bertransaksi mata uang kripto dan aset digital lainnya tidak diperlukan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 19 Juni 2025: The Fed Tahan Suku Bunga AS

    Pasar kripto hari ini, Kamis (19/6) diramaikan oleh kebijakan suku bunga The Fed tetap, namun proyeksi pemangkasan minim buat dolar menguat dan kripto, termasuk Bitcoin, melemah — pasar diprediksi stagnan kecuali inflasi dan tenaga kerja AS anjlok. Sementara itu, kripto unggulan seperti TON, EIGEN, dan HYPE alami tekanan jual karena lemahnya permintaan.

    Di Iran, exchange Nobitex diretas $81,7 juta di tengah konflik dengan Israel, meski cold wallet tetap aman. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

    Suku Bunga Fed Tetap Tidak Berubah, Apa Artinya bagi Kripto?

    • The Fed berhati-hati dalam menurunkan suku bunga tahun ini.
    • Proyeksi 2025: kurang dari dua pemotongan, dolar menguat, Bitcoin melemah.
    • Pasar kripto stagnan hingga Q2, kecuali inflasi/tenaga kerja AS anjlok.

    Tiga Kripto Unggulan Menghadapi Tekanan Jual

    • TON tunjukkan tren bearish dan berpotensi turun ke $2,77 karena permintaan menurun.
    • EIGEN menghadapi tekanan jual, mengindikasikan penurunan harga.
    • HYPE kesulitan menembus resistensi; harga bisa turun ke $36,55.

    Main Game TAP-TAP Bisa Dapat Hadiah Rp40 JUTA?!

    • Mainkan game Ketupat Blast & Earn yang baru sekarang.
    • Raih kesempatan menangkan total hadiah Rp40 juta.
    • Cek cara main dan ketentuannya di sini bit.ly/KetupatBlastEarn

    Exchange Kripto Iran Diretas di Tengah Perang Israel-Iran

    • Nobitex Iran diretas $81,7 juta (Tron, Bitcoin, Doge).
    • Gonjeshke Darande klaim serangan terkait anti-Iran.
    • Nobitex setop layanan, dana cold storage aman, kompensasi penuh.

    Thailand Bebaskan Pajak Kripto Selama 5 tahun

    • Insentif ini bertujuan jadikan Thailand pusat aset digital regional.
    • Penyesuaian pajak akan genjot pertumbuhan pasar aset digital Thailand.
    • SEC Thailand blokir beberapa exchange ilegal.

    Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Semua Tentang Tingkat Suku Bunga: Apa, Mengapa, dan Bagaimana

    Jika kamu pernah mendengar tentang “tingkat suku bunga,” kamu mungkin bertanya-tanya apa artinya dan mengapa penting. Mari kita jelaskan dengan cara yang sederhana!

    Apa Itu Tingkat Bunga?

    Mari kita mulai dengan dasar-dasar. Tingkat suku bunga adalah biaya tambahan yang harus dibayarkan oleh seseorang saat mereka meminjam uang dari orang lain. Ketika seseorang meminjam uang, mereka harus membayar kembali jumlah pokok pinjaman plus bunga.

    Misalnya, jika Alice meminjam uang dari Bob, Bob mungkin mengatakan ’Anda bisa memiliki US$10.000 ini, tetapi nanti kembalikan dengan bunga 5%.’ Artinya, Alice harus membayar kembali US$10.000 (pokok) awal ditambah 5% dari jumlah pokok tersebut pada akhir periode. Oleh karena itu, pembayaran totalnya kepada Bob menjadi US$10.500.

    Jadi, tingkat suku bunga adalah persentase bunga yang terutang per periode. Jika 5% per tahun, maka Alice akan berutang US$10.500 di tahun pertama. Dari sana, hal yang mungkin terjadi:

    tingkat bunga sederhana – tahun-tahun berikutnya dikenakan 5% dari pokok
    atau

    tingkat bunga majemuk – 5% dari US$10.500 di tahun pertama, kemudian 5% dari US$10.500 + $525 = US$11.025 di tahun kedua, dan seterusnya.

    Mengapa Tingkat Suku Bunga Penting?

    Tingkat bunga memengaruhi semua orang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ketika tingkat suku bunga naik, menabung menjadi lebih menarik karena kamu akan mendapat lebih banyak bunga atas uang yang kamu simpan di bank.

    Namun, meminjam uang menjadi lebih mahal karena kamu harus membayar lebih banyak bunga atas pinjaman yang kamu ambil. Sebaliknya, ketika tingkat bunga turun, meminjam uang menjadi lebih terjangkau karena kamu harus membayar lebih sedikit bunga, tetapi menabung mungkin kurang menarik karena kamu akan mendapat lebih sedikit bunga atas uang yang kamu simpan.

    Bagaimana Tingkat Suku Bunga Memengaruhi Ekonomi?

    Tingkat suku bunga memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi secara keseluruhan. Misalnya, ketika bank sentral menaikkan tingkat bunga, hal ini dapat mengurangi jumlah uang yang beredar dalam perekonomian, menghentikan inflasi, dan mendorong orang untuk menabung daripada menghabiskan uang. Di sisi lain, ketika bank sentral menurunkan tingkat bunga, hal ini dapat mendorong konsumsi dan investasi, merangsang pertumbuhan ekonomi.

    Tingkat Suku Bunga Negatif? Apa Itu?

    Tingkat bunga negatif terjadi ketika tingkat bunga turun di bawah nol. Dalam situasi ini, orang harus membayar untuk menyimpan uang di bank atau bahkan untuk meminjam uang. Meskipun terdengar aneh, tingkat bunga negatif dapat digunakan sebagai upaya terakhir untuk merangsang aktivitas ekonomi dalam situasi di mana tingkat bunga positif tidak lagi efektif.

    Kesimpulan

    Tingkat suku bunga adalah konsep yang sangat penting dalam ekonomi modern. Mereka memengaruhi keputusan orang dalam menabung, meminjam, berinvestasi, dan menghabiskan uang. Dengan pemahaman yang baik tentang tingkat bunga, kita dapat lebih baik memahami bagaimana kebijakan ekonomi mempengaruhi kita semua dalam kehidupan sehari-hari.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com