Pasar kripto baru-baru ini mengalami penurunan karena Bitcoin turun di bawah US$63.000 dan Ethereum kesulitan mempertahankan posisinya di atas US$3.200 menjelang keputusan suku bunga The Fed. Altcoin besar seperti Solana, XRP, dan Cardano juga mengalami kerugian. Kinerja yang beragam ini menunjukkan bahwa pasar kripto bereaksi berbeda terhadap situasi pasar.
Pengaruh Keputusan Suku Bunga The Fed
Keputusan tentang suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada 1 Mei menjadi fokus penting yang mempengaruhi suasana pasar. Sebagian besar analis memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, dengan tingkat kepastian yang tinggi.
Para analis secara luas mengantisipasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, dengan probabilitas sebesar 95,6%. Selain itu, tekanan datang seiring dengan data PDB yang lebih lemah dari perkiraan, yang mengindikasikan potensi perlambatan ekonomi. Persistennya inflasi terus berlanjut, seperti yang ditunjukkan oleh angka PCE Inti yang lebih tinggi. Hal ini menimbulkan tantangan bagi Federal Reserve untuk mengelola tingkat inflasi yang lebih tinggi.
Dampak ganda dari pertumbuhan yang lamban dan melonjaknya inflasi ini memberikan gambaran yang meresahkan—sebuah tanda klasik stagflasi, dimana perekonomian menghadapi pertumbuhan yang stagnan diiringi dengan kenaikan harga.
Namun, ada juga kekhawatiran terkait data PDB yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari yang diharapkan dan inflasi yang terus meningkat. Ini menimbulkan tantangan bagi Federal Reserve untuk menangani tingkat inflasi yang meningkat sambil mencegah perlambatan ekonomi yang lebih besar.
Prospek Pasar Saat Ini
Perekonomian AS sekarang dianggap mengalami stagflasi, di mana pertumbuhan ekonomi stagnan dipadukan dengan inflasi yang meningkat. Ini menciptakan dilema bagi The Fed, karena mereka biasanya menurunkan suku bunga saat ekonomi melambat dan menaikkannya saat inflasi meningkat. Namun, dengan kedua kondisi tersebut terjadi secara bersamaan, keputusan kebijakan moneter menjadi lebih kompleks.
Fluktuasi Bitcoin masih stagnan, menunjukkan adanya pergeseran sentimen pasar. Harga Bitcoin juga stabil, turun dari 70% menjadi 50%. Penurunan volatilitas ini menunjukkan potensi stabilisasi harga atau periode konsolidasi setelah fluktuasi terkini. Sementara itu, pembalikan risiko Ethereum menunjukkan kekhawatiran tentang kemungkinan penundaan persetujuan SEC terhadap ETF Ether spot, sehingga berkontribusi terhadap tekanan ke bawah pada harganya.
Fluktuasi di Pasar Kripto
Fluktuasi harga Bitcoin menunjukkan perubahan dalam sentimen pasar, sementara harga Bitcoin sendiri telah mengalami stabilisasi setelah penurunan signifikan. Sementara itu, ada kekhawatiran terkait kemungkinan penundaan persetujuan SEC terhadap ETF spot Ether, yang telah memberikan tekanan tambahan pada harga Ethereum.
Apa yang Diharapkan di Masa Depan?
Peluncuran ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Hong Kong diharapkan dapat menarik minat investor institusional dari Asia ke pasar kripto. Namun, masih ada ketidakpastian terkait persetujuan SEC atas ETF spot Ether, yang dapat memengaruhi pergerakan pasar. Meskipun ada pandangan bearish pada Altcoin, beberapa analis mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga di masa depan dan menyarankan agar investor tetap waspada.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Federal Reserve (The Fed) kembali membuat keputusan penting yang menjadi sorotan dunia, yaitu mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Keputusan ini, yang mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 5,25% hingga 5,5%, mengirimkan sinyal kuat tentang kehati-hatian The Fed dalam menghadapi kompleksitas ekonomi global saat ini.
Mengapa The Fed Bertindak Hati-hati?
Keputusan ini tidak diambil secara tiba-tiba. Setelah serangkaian kenaikan suku bunga yang agresif untuk menjinakkan inflasi, The Fed kini berada di persimpangan jalan.
Mereka melihat adanya tanda-tanda positif yang dapat dilihat dari aktivitas ekonomi yang terus berkembang, pasar tenaga kerja yang stabil, dan inflasi yang mulai mereda.
Namun di sisi lain, mereka juga menyadari bahwa tantangan masih ada, yaitu tingkat inflasi yang masih tetap tinggi.
Meskipun inflasi telah turun dari puncaknya, angkanya masih jauh dari target 2% yang diinginkan The Fed.
Hal ini membuat mereka tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga di masa depan, sehingga berakhir dengan tidak menurunkan suku bunga.
Ketidakpastian Ekonomi Global
Faktor-faktor seperti konflik geopolitik, gangguan rantai pasokan, dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar menciptakan ketidakpastian yang signifikan.
Menurut laporan Cryptobriefing pada Kamis (20/3), The Fed ingin memastikan bahwa mereka tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk situasi.
Dampak pada Pasar Kripto
Keputusan The Fed ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pasar kripto, terutama Bitcoin.
Secara historis, suku bunga yang rendah cenderung menguntungkan aset berisiko seperti kripto. Akibat putusan The Fed ini, investor akan mencari imbal hasil yang lebih tinggi.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, investor mencari peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh aset tradisional seperti obligasi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan minat pada kripto.
Karena The Fed urung menurunkan suku bunga, ini berarti biaya pinjaman akan menjadi lebih rendah.
Suku bunga yang rendah juga mengurangi biaya pinjaman, yang dapat mendorong investasi dalam aset berisiko. Hanya saja, pasar kripto juga sensitif terhadap sentimen investor.
Jika investor khawatir tentang prospek ekonomi, mereka mungkin menarik dana dari aset berisiko, termasuk kripto.
Apa yang Akan Selanjutnya Terjadi?
The Fed akan terus memantau data ekonomi dengan cermat dan siap untuk menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.
Fokus mereka adalah untuk mencapai keseimbangan antara mengendalikan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bagi para investor, keputusan The Fed ini mengingatkan akan pentingnya untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian pasar.
Secara keseluruhan, keputusan The Fed untuk menahan suku bunga mencerminkan pendekatan yang seimbang dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Meskipun ada tanda-tanda positif, The Fed tetap waspada terhadap risiko dan akan terus memantau situasi dengan cermat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Federal Reserve (The Fed) diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan karena inflasi melandai dan pengeluaran konsumen menunjukkan perlambatan. Data terbaru menunjukkan bahwa laju inflasi tahunan pada April turun menjadi 2,1%, mendekati target Fed sebesar 2%, sementara belanja konsumen nyaris stagnan dan tingkat tabungan meningkat.
Menurut laporan Departemen Perdagangan AS pada Jumat (30/5), pengeluaran hanya tumbuh 0,2% di bulan April, sedangkan tingkat tabungan pribadi naik menjadi 4,9% dari sebelumnya 4,3%. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian masyarakat akibat ketidakpastian kebijakan tarif yang terus berubah.
Inflasi Mereda?
Meski inflasi mulai mereda, para pejabat The Fed belum melihat alasan cukup kuat untuk menurunkan suku bunga. Mereka memilih bersikap hati-hati, apalagi di tengah meningkatnya tekanan dari kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang berpotensi mendorong biaya impor naik. Banyak pelaku usaha mulai membebankan biaya tambahan ini kepada konsumen.
Dikutip Cryptopolitan, Olu Sonola dari Fitch Ratings menyebutkan bahwa penurunan inflasi bulan April bisa jadi hanya “ketenangan sebelum badai.” Ia menambahkan, kecuali terjadi lonjakan PHK atau penurunan tajam dalam belanja konsumen, Fed kemungkinan besar akan tetap mempertahankan suku bunga.
Tahan Suku Bunga Lagi?
Sejak Desember, The Fed menahan suku bunga jangka pendek di kisaran 4,25%–4,50%. Dalam pernyataan pasca-pertemuan bulan Mei, para pejabat menegaskan fokus utama tetap pada inflasi. Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, menekankan bahwa tekanan harga masih tinggi dan suku bunga harus tetap cukup ketat untuk menekan inflasi.
Senada dengan Daly, Lorie Logan dari Fed Dallas menyatakan bahwa ketidakpastian dampak kebijakan perdagangan terhadap inflasi maupun pasar tenaga kerja membuat Fed enggan bertindak tergesa-gesa. “Risikonya masih seimbang,” ujarnya.
Meski begitu, pasar keuangan mulai memperkirakan bahwa penurunan suku bunga bisa dimulai pada September, dengan ekspektasi suku bunga turun ke kisaran 3,75%–4,0% di akhir tahun. Namun, hingga kini, belum ada sinyal konkret dari The Fed untuk mengubah arah kebijakan kecuali terjadi perubahan signifikan pada inflasi atau pasar tenaga kerja.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
The Fed, atau Federal Reserve, adalah bank sentral Amerika Serikat yang punya peran besar dalam menentukan arah ekonomi global. Setiap kebijakan yang diambil, seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga, bisa langsung mengguncang pasar, termasuk pasar aset kripto.
Lalu apa itu sebenarnya The Fed? Simak penjelasan mengenai apa itu The Fed dan menga kenapa kebijakannya bisa mempengaruhi pasar kripto dalam artikel ini.
Apa itu The Fed?
The Fed merupakan singkatan untuk The Federal Reserve yang merujuk pada bank sentral Amerika Serikat. The Fed dibentuk bertujuan untuk menciptakan sistem moneter yang dapat merespons tekanan dalam sistem perbankan dengan lebih efektif.
Melalui kebijakan moneternya, The Fed dapat mempengaruhi suku bunga, inflasi, dan likuiditas pasar, yang pada gilirannya dapat berdampak pada berbagai kelas aset, termasuk aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.
Lima Peran The Fed dalam Ekonomi AS
Dikutip dari laman resmi The Fed, ada lima fungsi utama The Fed dalam menjaga stabilitas ekonomi Amerika:
Menjalankan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan tingginya tingkat lapangan pekerjaan.
Menjaga stabilitas sistem keuangan dengan memantau risiko ekonomi.
Mengawasi dan mengatur lembaga keuangan guna memastikan keamanan sistem perbankan.
Meningkatkan efisiensi sistem pembayaran termasuk distribusi uang dan transaksi elektronik.
Melindungi konsumen dan mendukung pengembangan komunitas melalui kebijakan keuangan yang inklusif.
Tiga Entitas Utama dalam The FED
The Federal Reserve sendiri adalah kumpulan orang yang bekerja dalam tiga bagian utama:
Board of Governors – Berlokasi di Washington, D.C., terdiri dari 7 anggota yang ditunjuk oleh Presiden AS dan dikonfirmasi oleh Senat. Mereka bertanggung jawab atas kebijakan moneter dan memastikan sistem keuangan berjalan stabil.
12 Federal Reserve Banks – Beroperasi di berbagai wilayah AS, bertugas mengawasi lembaga keuangan, memastikan kepatuhan terhadap hukum perlindungan konsumen, serta menjaga kelancaran sistem keuangan.
Federal Open Market Committee (FOMC) – Terdiri dari 12 anggota yang bertugas menetapkan kebijakan moneter AS, termasuk suku bunga dan kondisi kredit untuk menjaga agar ekonomi tetap sehat.
Bagaimana Kebijakan The Fed Mempengaruhi Pasar Kripto
Suku Bunga dan Likuiditas Pasar
Kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh The Fed memiliki dampak besar terhadap pasar kripto karena berpengaruh langsung pada likuiditas dan perilaku investor.
Ketika The Fed menaikkan suku bunga, dampaknya langsung terasa di berbagai sektor ekonomi, termasuk pasar kripto. Kenaikan suku bunga berarti biaya pinjaman meningkat, membuat individu dan perusahaan berpikir dua kali sebelum meminjam uang untuk investasi atau ekspansi bisnis. Dengan semakin mahalnya akses terhadap modal, likuiditas di pasar cenderung menurun, karena uang yang beredar semakin terbatas.
Dalam kondisi seperti ini, investor menjadi lebih berhati-hati dalam memilih aset, cenderung mengalihkan dana mereka ke instrumen yang lebih aman seperti obligasi atau deposito yang kini menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan aset berisiko tinggi seperti kripto. Akibatnya, pasar kripto sering kali mengalami tekanan karena jumlah pembeli berkurang dan volume transaksi melemah.
Sebaliknya, ketika The Fed menurunkan suku bunga, biaya pinjaman menjadi lebih murah, memungkinkan lebih banyak individu dan institusi mengakses modal dengan mudah. Hal ini meningkatkan jumlah uang yang beredar di pasar dan mendorong investor untuk mencari peluang dengan imbal hasil yang lebih tinggi, termasuk dalam aset kripto.
Nilai Tukar Dolar AS
Kebijakan moneter The Fed juga mempengaruhi nilai tukar dolar AS. Kenaikan suku bunga biasanya akan memperkuat dolar dan membuat harga kripto mengalami penurunan.
Hal ini salah satunya disebabkan oleh hampir seluruh aset kripto dipasangkan dengan dolar sebagai pairing, sehingga ketika harga dolar menguat, harga aset kripto biasanya akan mengalami penurunan dan begitu juga sebaliknya.
Sentimen Pasar dan Spekulasi
Pernyataan dan tindakan The Fed sering kali menjadi indikator bagi pelaku pasar dalam menilai arah ekonomi. Spekulasi mengenai kebijakan The Fed juga seringkali dapat menyebabkan volatilitas di pasar kripto, dengan harga yang bergerak tajam berdasarkan sentimen pasar dan spekulasi investor secara umum.
Contohnya, pidato dari dari Ketua The Fed, Jerome Powell sering kali menjadi pemicu pergerakan pasar. Misalnya, ketika Powell menyatakan bahwa inflasi masih tinggi dan suku bunga perlu tetap tinggi, pasar kripto bisa mengalami tekanan.
Hal lain seperti narasi hawkish(mengutamakan pengendalian inflasi dengan kebijakan ketat) atau dowvish (mengutamakan pertumbuhan ekonomi dengan pendekatan yang lebih longgar) dari Jerome Powell juga biasanya bisa memberikan spekulasi berlanjut bagi para investor.
Meskipun narasi ini tidak disebutkan secara eksplisit biasanya para investor akan mencoba membaca nada, serta isi pernyataan Powell, dan berusaha memperkirakan langkah berikutnya dari The Fed untuk menyesuaikan strategi mereka di pasar kripto.
Agar tidak tertinggal dengan informasi seputar spekulasi pasar, kamu bisa join dalam diskusi soal keputusan ekonomi dan pengaruhnya harga kripto bareng para trader lainnya di grup Telegram Tokocrypto di sini: https://t.me/TokocryptoOfficial
Studi Kasus: Dampak Kebijakan The Fed terhadap Harga Kripto
Gambar grafik total market cap aset kripto korelasinya dengan suku bunga AS. Sumber data: TradingView.
Pada tahun 2022, The Fed mulai menaikkan suku bunga secara agresif untuk meredam inflasi yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Kebijakan ini memberikan tekanan besar pada pasar kripto, yang sebelumnya sempat melonjak tajam akibat pelonggaran moneter selama pandemi.
Sebaliknya, ketika The Fed akhirnya mulai menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya pada Juli 2024 menjadi 5,00% setelah periode panjang kenaikan, pasar kripto merespons positif. Aset kripto seperti Bitcoin mengalami reli harga yang cukup signifikan menyusul sentimen dovish dari bank sentral tersebut.
Strategi Investor Kripto dalam Menyikapi Kebijakan The Fed
Memantau Kebijakan Moneter: Investor perlu memantau kebijakan moneter The Fed, termasuk pernyataan dan keputusan suku bunga, karena pengumuman seperti FOMC Meetings, risalah FOMC, laporan inflasi, Simposium Jackson Hole, testimoni di Kongres AS, serta kebijakan QE & QT sering kali memicu volatilitas di pasar kripto.
Diversifikasi Portofolio: Menyebar investasi ke berbagai aset dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan volatilitas pasar akibat perubahan kebijakan moneter.
Analisis Fundamental dan Teknikal: Menggabungkan analisis fundamental terkait kebijakan ekonomi dengan analisis teknikal dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam pengambilan keputusan investasi.
Kebijakan The Fed bukan hanya sekadar urusan suku bunga atau laporan inflasi. Setiap langkahnya memiliki efek domino yang merambat hingga ke pasar kripto, mempengaruhi keputusan jutaan investor di seluruh dunia.
Kebijakan ini juga seringkali membutuhkan respons yang cepat, tertinggal beberapa momen saja bisa membuat kamu kehilangan kesempatan.
Maka dari itu, penting sekali untuk menggunakan bursa yang menyediakan pergerakan harga secara real-time dengan spread rendah.
Sebagai solusinya kamu bisa cobain fitur-fitur yang ada di aplikasi Tokocrypto mulai dari Limit Order, Stop-Limit, OCO, hingga fitur instan semuanya dilengkapi dengan pergerakan harga real-time.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar aset kripto menunjukkan penguatan signifikan meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga. Harga Bitcoin tercatat menembus level US$105.000, mencerminkan optimisme investor yang terus meningkat.
Trump kembali meminta Ketua The Fed, Jerome Powell untuk memangkas suku bunga guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Namun, Powell tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan suku bunga acuan, sebagaimana ditegaskan dalam pertemuan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
No Inflation, and Prices of Gasoline, Energy, Groceries, and practically everything else, are DOWN!!! THE FED must lower the RATE, like Europe and China have done. What is wrong with Too Late Powell? Not fair to America, which is ready to blossom? Just let it all happen, it will…
— Commentary Donald J. Trump Posts From Truth Social (@TrumpDailyPosts) May 13, 2025
Kebijakan Suku Bunga AS
Sebelumnya, komunitas kripto memandang kebijakan pemangkasan suku bunga sebagai katalis positif bagi pasar. Platform prediksi Kalshi bahkan sempat memperkirakan kemungkinan hingga tiga kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini. Namun setelah hasil FOMC terbaru dirilis, Kalshi menurunkan prediksinya menjadi dua kali pemangkasan—lebih sejalan dengan proyeksi pasar keuangan konvensional seperti CME Group.
Berapa Banyak Penurunan Suku Bunga pada Tahun 2025? Sumber: Kalshi.
Meski harapan terhadap suku bunga lebih rendah mulai memudar, pelaku pasar kripto kini mengalihkan fokus ke faktor lain, seperti kemajuan teknologi blockchain, meningkatnya minat investor baru, serta perkembangan positif dalam hubungan dagang antara AS dan Tiongkok.
Penguatan ini menandakan bahwa sentimen pasar kripto tidak lagi terlalu bergantung pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Narasi pertumbuhan industri dan adopsi teknologi tampaknya kini menjadi pendorong utama pergerakan harga.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
The Federal Reserve (The Fed) baru saja membuat langkah besar pada 17 September 2025: pertama kalinya memangkas suku bunga acuan sejak Desember tahun lalu.
Menurut laporan Bankless pada Kamis (18/9), pemangkasan ini sebesar 25 basis poin, membawa suku bunga kredit ke level 4,00%–4,25%.
Meskipun kecil, keputusan ini mencerminkan perubahan signifikasi dari kebijakan moneter, dari tekanan atas inflasi menuju perhatian lebih besar pada pasar tenaga kerja yang melemah.
Dalam konferensi pers setelah rapat kebijakan, Ketua Fed, Jerome Powell, menyebut bahwa pemangkasan ini adalah langkah “risk management“, sebuah upaya untuk menjaga risiko agar tidak berkembang menjadi krisis.
Pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda pelambatan: pertumbuhan pekerjaan melambat, pengangguran meningkat, dan upah stagnan.
Fed menilai bahwa kondisi seperti ini cukup untuk mulai mengendurkan pengetatan moneter.
Dua Pemangkasan Lagi Telah Diantisipasi
Selain pemangkasan hari ini, Fed memproyeksikan akan ada dua pemotongan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.
Proyeksi ini muncul dalam “dot plot” mereka, grafik internal yang menunjukkan prediksi suku bunga di masa depan oleh anggota Federal Open Market Committee (FOMC).
Dampak untuk Pasar Finansial dan Crypto
Langkah ini memberi sinyal bahwa Fed mulai beralih ke mode pelonggaran (easing). Beberapa efek langsung yang diamati:
Likuiditas ke aset risiko meningkat: Dengan suku bunga turun, instrumen seperti obligasi atau deposito kurang menarik, membuat investor lebih mencari laba di aset yang lebih berisiko—termasuk saham dan kripto.
Reaksi pasar: Saham dan aset teknologi menunjukkan respons positif sesaat. Namun, investor juga menjaga optimismenya, sambil memperhatikan proyeksi dan data tenaga kerja yang akan datang.
Politik & Sentimen Publik: Tekanan dari Gedung Putih, serta suara dissent dari anggota baru Fed, mencerminkan bahwa keputusan ini tidak lepas dari pengaruh politik. Meski demikian, Fed mencoba menegaskan bahwa keputusan bersifat independen dan berbasis data.
Risiko dan Catatan Penting
Inflasi masih berada di atas target 2%. Fed memperingatkan bahwa meski suku bunga akan dikurangi, mereka tetap mengawasi tekanan harga agar tidak kembali melonjak.
Pasar tenaga kerja yang terlalu cepat melemah juga bisa memicu ekses pengangguran atau resesi ringan jika penurunan suku bunga dilakukan terlalu agresif.
Dissent kecil dalam keputusan tersebut (oleh Stephen Miran) menunjukkan masih ada perbedaan pandangan dalam internal Fed, khususnya mengenai kecepatan dan besaran pemotongan selanjutnya.
Implikasi untuk Investor Kripto
Bagi pasar kripto, pemangkasan suku bunga biasanya dianggap “angin segar”.
Dengan biaya pinjaman rendah, likuiditas bertambah, yang dapat memicu gelombang investasi ke dalam aset yang lebih berisiko, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya. Strategi “store of value” dan “risk-on” bisa muncul sebagai tema utama hingga akhir tahun.
Pemangkasan bunga 25 bps oleh Fed adalah titik balik penting di 2025.
Tidak hanya menandai perubahan arah kebijakan moneter, tapi juga menandakan bahwa Fed kini lebih khawatir terhadap kondisi pasar tenaga kerja dibandingkan tekanan inflasi semata.
Dengan dua pemotongan tambahan yang diproyeksikan, pasar global dan kripto bisa mendapatkan dukungan likuiditas yang lebih besar menuju akhir tahun.
Langkah ini kemungkinan akan memperkuat aset berisiko dan memicu optimisme tinggi, tetapi investor tetap harus memantau data inflasi dan tenaga kerja dengan ketat—karena jika salah langkah, konsekuensinya bisa signifikan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Kamis (18/9) bergerak beragam setelah The Fed memangkas suku bunga 0,25%, dengan Bitcoin sempat naik sebelum terkoreksi lebih dari 1%. Meski begitu, sebagian trader tetap optimis BTC bisa kembali menuju $120K–$125K pasca-FOMC, ditopang sentimen bullish dari data opsi.
Di sisi lain, kabar menarik datang dari Tuttle Capital yang mengajukan ETF untuk BONK, SUI, dan Litecoin, mendorong harga ketiganya naik lebih dari 3%. Sementara itu, rumor kembalinya CZ ke Binance usai perubahan bio X memicu reli BNB 5% ke rekor $960. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Pasar Kripto Bereaksi Beragam Pasca Keputusan Suku Bunga FED
Powell pangkas suku bunga 0,25% karena lemahnya data pekerjaan & risiko inflasi.
Bitcoin dan kripto lain sempat naik, lalu langsung turun lebih dari 1% setelah FOMC.
Powell tegaskan independensi Fed saat menanggapi tekanan Trump.
Akankah Bitcoin Kembali ke $120K, Pasca-FOMC?
Trader Bitcoin targetkan kenaikan ke $120.000 bahkan $125k setelah FOMC.
Data opsi BTC menunjukkan sentimen bullish mendominasi pasar.
Powell beri sinyal tak perlu terburu-buru pangkas suku bunga, BTC koreksi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, kembali mencuri perhatian dalam pidatonya di Symposium Ekonomi Tahunan Jackson Hole, Wyoming.
Dalam sorotan utama, ia membuka peluang untuk menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, sambil memperkenalkan kerangka kebijakan baru yang mencerminkan perubahan konteks ekonomi pasca-pandemi.
Powell menyampaikan bahwa ia melihat pergeseran risiko dalam perekonomian AS: sisi inflasi tetap mengganas, sementara pasar kerja menunjukkan tanda-tanda pendinginan yang signifikan.
Ia menyebut kondisi ini sebagai “situasi menantang” yang memerlukan penyesuaian kebijakan. Meskipun belum berlaku, Powell mengatakan bahwa suku bunga yang saat ini berada di zona restriktif bisa saja turun dengan hati-hati ke depan.
Pernyataan ini langsung direspons positif oleh pasar: saham melesat, obligasi reli, dan dolar melemah. Pasar kini memperkirakan kemungkinan sekitar 85–90% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan penting mereka pada 16–17 September.
Sebagai respons, pasar obligasi Amerika menanggapi nada dovish Powell dengan performa kuat:Yield obligasi AS tenor 2 tahun merosot ke 3,689%, level terendah sejak 13 Agustus. Harmonisasi pasar luar biasa, sementara imbal hasil pasar saham melesat.
Kerangka Kebijakan Baru: Menggeser Fokus dan Bahasa
Dalam pidatonya, Powell juga memperkenalkan revisi besar terhadap kerangka kebijakan moneter The Fed. Kerangka baru ini meninggalkan pendekatan sebelumnya yang mengedepankan strategi “makeup”.
Ini merupakan kondisi di mana inflasi di atas target dimaklumi untuk mengompensasi periode inflasi rendah, dan bahasa mengenai “shortfalls” (ketidakcukupan).
Kerangka sekarang menekankan target fleksibel, dan mengutamakan stabilitas harga serta lapangan kerja tanpa jargon yang membingungkan.
Perubahan ini mencerminkan pelajaran dari era pandemi: tingkat suku bunga yang rendah tak selalu menjadi jawaban.
Krisis inflasi yang terjadi pasca-pandemi memaksa The Fed memperingatkan bahwa era suku bunga hampir nol bisa menjadi hal yang usang.
Model baru bertujuan menjaga ekspektasi inflasi tetap terjaga, sembari tetap fokus pada mandat ganda: stabilitas harga dan penuhnya lapangan kerja.
Tarif dan Upah: Gejolak yang Perlu Diantisipasi
Powell menyoroti dampak kenaikan tarif impor terhadap harga konsumen mencatat bahwa kenaikan tarif mulai terlihat di kategori barang, mendorong tekanan inflasi jangka pendek.
Meskipun ia berharap dampak ini hanya “sekali saja” (one-time shift), durasinya masih sulit diprediksi dan bisa mempengaruhi ekspektasi inflasi dan upah.
Namun, karena pasar tenaga kerja memiliki margin yang belum terlalu longgar, Powell menilai risiko dinamika upah-harga tidak besar.
Politik dan Kebebasan The Fed
Pidato Powell juga terjadi di tengah tekanan politik, terutama dari Presiden Trump yang mengkritik The Fed dan bahkan menuntut pengunduran diri Gubernur Lisa Cook.
Powell menegaskan bahwa kebijakan The Fed tetap akan berdasarkan data, bukan tekanan politik.
Dampak bagi Konsumen dan Publik
Dampak dari sinyal penurunan suku bunga tidak hanya terasa di pasar finansial. Sektor perbankan dan konsumen juga bakal mendapat ringannya biaya pinjaman: bunga kartu kredit, KPR, dan pinjaman pribadi berpotensi turun.
Hal ini bisa mendorong belanja dan investasi, sekaligus membantu pekerja berpendapatan rendah dalam mengatasi beban ekonomi.
Pidato Powell di Jackson Hole menandai titik balik kebijakan The Fed: dari menahan laju inflasi dengan keras, kini membuka kemungkinan penurunan suku bunga.
Meski penuh tantangan dari tarif yang memicu inflasi hingga kondisi pasar kerja yang tak biasa, The Fed tampil lebih fleksibel dengan kerangka strategi baru.
Apabila data ekonomi mendukung, kebijakan longgar dapat segera dijalankan, memberi harapan bahwa perekonomian AS segera berangsur stabil tanpa mengabaikan stabilitas harga.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Kamis (31/7) difokuskan oleh kabar The Fed kembali menahan suku bunga, memicu tekanan sesaat pada Bitcoin yang sempat turun di bawah $116k, sementara Ethereum bersiap cetak rekor baru di Agustus berkat arus masuk ETF yang masif.
Di sisi lain, Solana turun 10% tapi dinilai peluang “buy the dip” oleh analis. Regulasi pajak kripto juga jadi sorotan: Indonesia revisi tarif PPh, sementara AS justru berencana longgar. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
The Fed Pertahankan Suku Bunga Stabil Kelima Berturut-turut
The Fed diprediksi pangkas suku bunga akhir tahun.
Ketua Fed, Jerom Powell: Inflasi tarif baru dimulai.
Bitcoin sempat turun di bawah $116.000 karena perkembangan ini.
Ethereum: Rekor Tertinggi di Agustus 2025?
Harga ETH jelang Agustus sekitar $3.877, $3.919 pemicu penembusan Fibonacci.
Arus masuk ETF ETH Juli capai $5,12 miliar, tunjukkan keyakinan institusional kuat.
Rasio ETH/BTC dan sinyal EMA indikasikan potensi altseason.
Kejar Keberuntungan Balik Lagi Hadiah Rp50 Juta
Trading di Tokocrypto besar kesempatan raih puluhan juta.
Dapatkan tiket undian untuk total hadiah Rp50 juta.
Cek selengkapnya di sini https://bit.ly/KEBUT_Periode_Aug
Solana (SOL) Anjlok 10% Seminggu, Sinyal Pasar Buy The Dip
Analis prediksi SOL reli, optimisme puncak $400.
RSI SOL di atas 30 (jenuh jual) dan penarikan token bursa indikasikan pemulihan.
Performa SOL kini mirip 2023, analis sebut aktivitas jaringan dan arus masuk institusional kuat.
Indonesia Revisi Pajak Kripto, AS Berusaha Mengurangi
Indonesia revisi pajak kripto, kenakan PPh 0,21% pada perdagangan domestik.
Pajak ini bidik pendapatan dari pasar kripto Indonesia.
AS ambil kebijakan menguntungkan; Trump usul hapus pajak keuntungan modal.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto melemah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa pemangkasan suku bunga 25 basis poin di Oktober mungkin menjadi yang terakhir di tahun 2025.
Imbasnya, harga Bitcoin merosot 1,6% ke sekitar $ 111 000 dan Ethereum turun ~2% ke sedikit di atas $ 3.900, sementara kapitalisasi pasar kripto global amblas sekitar 1,8%.
Menurut laporan Inkl pada Kamis (30/10), Jerome Powell menegaskan bahwa meskipun The Fed memang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, pemangkasan lebih lanjut di tahun 2025 tidak bisa dianggap pasti.
Pernyataan ini langsung menggugah ekspektasi para investor risiko-tinggi, termasuk di pasar kripto. Akibatnya, pasar kripto mengalami koreksi ringan: total kapitalisasi pasar semua mata uang kripto turun sekitar 1,8% dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin, sebagai aset kripto utama, mengalami penurunan sekitar 1,6%, berada di kisaran $ 111.000 berdasarkan data dari bursa besar.
Sementara Ethereum mencatat penurunan yang sedikit lebih besar, sekitar 2%, dan diperdagangkan di sedikit di atas $ 3.900.
Penurunan ini menggambarkan bagaimana sentimen makro mempengaruhi aset digital: ketika harapan pemangkasan suku bunga meredup, maka daya tarik aset berisiko seperti kripto ikut tertekan.
Beberapa alasan mengapa pernyataan The Fed ini berdampak cepat ke kripto.
Aset kripto sering dipandang sebagai alat risiko (risk assets). Ketika prospek likuiditas melambat (karena suku bunga bisa tetap tinggi), maka alokasi ke kripto bisa terkoreksi.
Investor sebelumnya berharap bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut akan “menyuntik” dana ke pasar, namun Powell mempertahankan sikap yang lebih hati-hati, sehingga ekspektasi tersebut melandai.
Koreksi ini juga dianggap sebagai bentuk “sell-the-news”: berita buruk bagi aliran likuiditas ke kripto meskipun pemangkasan itu sendiri adalah langkah dovish karena prospek selanjutnya yang redup.
Menentukan Arah Pasar
Meski koreksi saat ini tidak dramatik, beberapa hal penting untuk dicermati oleh investor dan trader:
Apabila Bitcoin turun jauh di bawah kisaran US$ 110.000 dan tak cepat pulih, maka tekanan bisa melebar ke altcoin dan DOMINASI kripto bisa bergeser ke “safe assets”.
Sebaliknya, jika data ekonomi AS mulai melemah dan The Fed kembali memberi sinyal pemangkasan suku bunga, maka kripto bisa mendapat dorongan kembali.
Untuk Ethereum dan altcoin lainnya, efeknya bisa dua arah: mereka cenderung lebih volatil ketika perubahan kebijakan makro terjadi, sehingga potensi upside besar tetapi juga risiko koreksi lebih tinggi.
Hari ini pasar kripto memperoleh “reset” moderat — akibat isyarat hawkish dari The Fed yang membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut menurun.
Bitcoin, Ethereum, dan banyak aset digital lainnya ikut melemah. bahkan, total pasar kripto pun turun mendekati 2%.
Bagi investor, ini bukan berarti akhir dari tren naik — namun sinyal untuk berhati-hati dan memonitor kebijakan The Fed serta data ekonomi AS dengan seksama.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.