Tag: sulawesi

  • Berapa Besar Cicilan Minimal buat Beli Rumah Subsidi? Ini Hitungannya



    Jakarta

    Sebelum mencicil rumah, kita harus tahu besaran cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Sebagai contoh jika ingin membeli rumah subsidi, jumlah cicilannya akan sama dari awal hingga akhir karena bank hanya mengenakan bunga tetap (flat).

    Skema ini tentu mempermudah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang gajinya di bawah bawah UMH hingga Rp 14 jutaan. Namun, sebelum mengambil cicilan, ketahui dahulu minimal cicilan yang perlu dikeluarkan untuk membeli rumah subsidi agar dapat mengukur kemampuan membayar.

    Langkah pertama untuk mengetahui jumlah cicilan minimal rumah subsidi adalah ketahui dahulu harga rumah subsidi terbaru. Berikut daftarnya.


    1. Wilayah Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Sumatra (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai) untuk tahun 2024 sebesar Rp 166 juta.

    2. Wilayah Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu) pada tahun tahun 2024 sebesar Rp 182 juta.

    3. Untuk wilayah Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas) sebesar Rp 173 juta.

    4. Wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Mahakam Ulu untuk tahun 2024 sebesar Rp 185 juta.

    5. Wilayah Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya dan Papua Selatan untuk tahun 2024 sebesar Rp 240 juta.

    Dari harga rata-rata rumah subsidi tersebut, kita bisa memperkirakan minimal cicilan yang harus dikeluarkan setiap bulan.

    Sebagai gambaran, asumsikan kita ingin mengambil rumah di Jabodetabek seharga Rp 185 juta. Tenor KPR yang diambil 20 tahun dengan bunga yang dikenakan 5 persen, dan tanpa dikenakan uang muka.

    Berdasarkan hasil simulasi kalkulator rumah subsidi Bank BTN, besar cicilan minimal yang akan dikenakan sekitar Rp 1,3 juta per bulan.

    Lalu, untuk harga rumah di Jabodetabek Rp 166 juta, dengan tenor dan suku bunga yang sama, besar cicilan paling kecil yang harus disiapkan sekitar Rp 1,1 juta per bulan.

    Besaran minimal ciicilan KPR rumah subsidi ini dapat berbeda, tergantung pada harga rumah, tenor atau jangka waktu cicilan, dan bunga yang dipilih. Perhitungan ini sifatnya hanya sebagai gambaran agar calon nasabah bisa memperkirakan uang yang perlu disiapkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2 Manaaki Selandia Baru Dibuka, Ada Gratis Tes Bahasa Inggris


    Jakarta

    Pemerintah Selandia Baru membuka beasiswa Manaaki New Zealand Scholarships untuk pemuda Asia Pasifik mulai 1-28 Februari 2025. Pelamar asal Indonesia diutamakan berasal dari sejumlah kawasan di Indonesia Timur.

    Setelah dinyatakan masuk daftar kandidat penerima beasiswa, peserta seleksi baru perlu menyertakan dokumen skor kemampuan bahasa Inggris IELTS, TOEFL, PTE Academics, atau Cambridge Academic English yang diperoleh dari 12 bulan terakhir.

    Jika belum punya sertifikat skor bahasa Inggris, pihak panitia beasiswa akan mengorganisir dan mendanai biaya tes bahasa Inggris kandidat penerima beasiswa. Khusus peserta yang memilih tes IELTS wajib memiliki paspor.


    Calon penerima beasiswa S2 dengan skor bahasa Inggris hampir memenuhi syarat dapat diberikan pelatihan bahasa Inggris di Indonesia maksimal 1 tahun.

    Berminat mendaftar? Simak syarat dan ketentuannya di bawah ini untuk pelamar asal Indonesia.

    Beasiswa S2 Selandia Baru Manaaki

    Beasiswa Pemerintah Selandia Baru ini meliputi:

    • Biaya tes bahasa Inggris
    • Pelatihan bahasa Inggris (bagi kandidat yang dinilai membutuhkan)
    • Biaya kuliah penuh
    • Tunjangan hidup
    • Tunjangan kedatangan (bisa untuk akomodasi, buku teks, dan bahan belajar lain)
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya bimbingan belajar jika diperlukan
    • Tiket pesawat PP
    • Asuransi perjalanan
    • Uang penggantian pengajuan visa dan immigration levy
    • Uang penggantian biaya pengecekan kesehatan imigrasi
    • Perjalanan pulang selama beasiswa jika menempuh pendidikan selama 1,6 tahun (1-2 kali perjalanan, tergantung durasi)
    • Tunjangan reintegrasi untuk biaya persiapan kembali ke negara asal
    • Bantuan biaya penelitian dan tesis

    Syarat Beasiswa Manaaki Selandia Baru

    • Usia minimal 18 tahun saat mulai menjalani program beasiswa
    • Usia maksimal diutamakan di bawah 40 tahun
    • Pelamar asal Indonesia diutamakan dari:
      – Maluku
      – Maluku Utara
      – Nusa Tenggara Barat
      – Nusa Tenggara Timur
      – Papua
      – Sulawesi
    • Wajib berkontribusi pada negara asal di bidang pembangunan sosial atau ekonomi selama minimal 2 tahun setelah merampungkan kuliah dengan beasiswa.
    • Wajib tinggal di Indonesia selama 2 tahun sebelum mendaftar beasiswa, kecuali:
      – Tengah bekerja untuk negara asal dalam tugas diplomatik
      – Tengah kuliah di luar negeri
    • Wajib memenuhi syarat akademik dan bahasa Inggris yang ditetapkan oleh kampus pilihan masing-masing
    • Memilih prodi yang sesuai ketentuan beasiswa sebelum mendaftar

    Syarat Pengalaman Kerja

    • Pelamar program pascasarjana wajib memiliki pengalaman kerja relevan, baik yang digaji, tidak digaji, atau sukarela (volunteer) dan memenuhi salah satu kriteria berikut:
      – Minimal 1 tahun kerja penuh waktu (30 jam per minggu atau lebih)
      – MInimal 2 kerja paruh waktu (hingga 29 jam per minggu)
    • Pelamar program pascasarjana diutamakan yang akan melanjutkan kerja di bidang/sektor relevan setelah rampung kuliah dengan beasiswa
    • Khusus pelamar yang sedang bekerja maupun yang dalam ikatan kerja tanpa gaji tidak dikenakan syarat pengalaman kerja relevan.

    Daftar Bidang Prodi

    Berikut daftar bidang prodi S2 yang dapat dilamar peserta seleksi asal Indonesia:

    1. Climate Change and Resilience

    Climate Change and The Environment

    • Civil engineering
    • Climate change
    • Climate change science
    • Environmental law
    • Environmental policy and planning
    • Natural resource management
    • Water management
    Disaster Risk Management
    • Disaster management
    • Emergency management
    • Geology
    • Geotechnical engineering
    Food Security and Agriculture
    • Agribusiness
    • Agricultural science
    • Agricultural technology
    • Aquaculture
    • Biosecurity
    • Farm management
    • Food technology
    • Supply chain management

    2. Good Governance

    Renewable Energy
    • Energy distribution systems and technologies
    • Energy management
    • Energy policy
    • Geothermal, hydroelectric, hydrothermal, solar and wind energy
    Governance
    • Cyber security
    • E-government
    • Government services: public policy, public service management
    • HR management
    • Human rights
    • International law
    • International relations
    • Peace and conflict studies

    Pendaftaran dapat ditutup lebih dini jika volume pendaftaran dari Indonesia tinggi. Informasi beasiswa S2 Selandia Baru Manaaki New Zealand Scholarship bisa diakses dengan klik https://www.nzscholarships.govt.nz/. Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Uniknya Balap Sepeda Gunung Ini: Bikepackers


    Kulon Progo

    Di zaman modern saat ini, semakin banyak perpaduan olahraga yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Salah satunya adalah Bikepackers, apa itu?

    Konsep olahraga Bikepackers ini memang belum lazim di Indonesia, tapi sudah jamak dilakukan di negara. Bikepackers bukan hanya sekadar bersepeda, tetapi merupakan olahraga petualangan yang memadukan kegiatan bersepeda jarak jauh, camping, dan backpacking, yang menekankan eksplorasi alam dengan budget minimalis menggunakan sepeda.

    Salah satu produsen sepeda terkenal di Indonesia, Polygon, membawa konsep itu dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada 27 September. Acara Bikepackers tersebut mengajak 250 peserta untuk berkemah satu malam sekaligus menikmati serunya orienteering dengan bersepeda.


    Bertempat di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Bikepackers digelar 27-28 September lalu. Desa Wisata Tinalah dipilih karena dianggap lokasi yang sempurna untuk para peserta menelusuri kekayaan Indonesia lebih jauh, sambil olahraga bersepeda.

    Mengusung tema Bikepackers Escape, Nurul Ilmi selaku Project Manager Bikepackers dan Brand Activation Polygon Bikes menjelaskan makna escape adalah sebuah pelarian.

    “Escape berarti sebuah pelarian yang bagi para pesepeda dan petualang ini adalah waktu mereka untuk bisa keluar dari rutinitas yang padat. Sekaligus pelarian bagi kami untuk keluar dari rangkaian Bikepackers yang biasa kami lakukan sebelumnya, dengan membawa sesuatu yang baru dan berbeda pengalamannya,” papar Ilmi dalam rilis kepada detikSport.

    Untuk kali ini, Polygon menghadirkan empat bintang utama yang sudah lama dikenal namanya dalam bidang petualangan maupun gowes jarak jauh, yakni Agam Rinjani, Arsal Bahtiar, Misbahuddin, dan Teuku Islahuddin.

    Bikepackers Escape 2025Bikepackers Escape 2025, (Foto: dok.Bikepackers Escape 2025)

    “Karena Rinjani punya semua keindahan dan karakter gunung. Mau savana seperti Merbabu? Di Rinjani ada. Mau danau seperti di Semeru? Di Rinjani juga ada. Trek pendakian hutan kering seperti di Tambora? Di Rinjani juga ada,” ujar Agam.

    Menantang Zona Nyaman: Peserta Harus Mencari Rute Orienteering-nya Sendiri!

    “Air!” protes salah satu peserta ketika ia harus mengangkat sepedanya dari sungai yang membentang di hadapannya.

    Kental dengan rutenya yang menantang dan orienteering-nya yang tanpa ampun, seluruh peserta ditantang untuk bisa keluar dari zona nyaman mereka dengan tantangan yang membawa ciri khas alam maupun budaya di dalamnya. Seperti pemecahan sandi salah satunya yang bekerja sama dengan museum Sandi.

    Peserta dibagi atas dua kategori, Individual Adventurer dan Family Explorer, yang berarti peserta diberikan kebebasan apakah ingin menjelajah secara individu bersama komunitas, atau menjelajah keseruan berpetualang dalam keluarga yang tentunya menyuguhkan petualangan berbeda namun tetap menantang.

    Bekerja sama dengan 5500 by Rute Syahdu, kategori Individual Adventurer harus menentukan sendiri jalur menuju tujuh checkpoint yang telah ditentukan. Menaklukkan tujuh checkpoint, 35 kilometer, dan elevasi 650 meter.

    “Tantangannya adalah bagaimana peserta tidak nyasar dengan rute yang dibuatnya sendiri,” jelas Yoan Narotama selaku pendiri acara 5500..

    “Yang paling asyik adalah makan semangka di tengah sawah,” ucap Gaffar Aiman.

    Tidak kalah menarik, ada juga acara Family Explorer fokus pada pembangunan ikatan orang tua dengan anaknya. Mereka harus menyelesaikan satu misi ke misi lainnya, dari mewarnai sepeda, bersepeda melewati rintangan, gasing, dakon, hingga egrang.

    “Saya ingin mengenal Indonesia lebih jauh. Dengan banyak budaya dan alam, ingin mendorong anak muda dengan kegiatan positif,” ucap Arsal Bahtiar, overland content creator yang baru saja menyelesaikan misinya menjelajahi Sulawesi bulan Agustus lalu.

    “Ternyata Indonesia itu orangnya ramah. Perjalanan pertama saya Overland berkesan, yang awalnya cuma mau sekali seumur hidup, akhirnya berlanjut hingga ke Sumatera dan Sulawesi,” lanjutnya.

    Bikepackers Escape 2025Bikepackers Escape 2025. (Foto: dok.Bikepackers Escape 2025)

    Teuku Islahuddin atau akrab disapa Udin, pecinta gowes jarak jauh turut membagikan pengalamannya di acara ini. Dia berhasil lulus dari Bentang Jawa 2024, Everesting Challenge dengan mencapai elevation gain 8.848 meter, hingga 5500 Chapter Bandung 2025. Sepakat dengan Arsal, Teuku Islahuddin atau akrab disapa Udin ini memaparkan alasannya ikut Bentang Jawa adalah untuk mengenal pulau Jawa dari ujung ke ujung lain.

    Acara ditutup dengan penanaman pohon serta membersihkan sampah, sebuah tradisi dari Bikepackers yang selalu dijaga.

    Sejalan dengan visi yang dibangun sejak pertama kali event ini didirikan, yaitu menjadi jawaban bagi penggiat petualang yang jenuh atas rutinitas pasca masa pembatasan sosial COVID 19, Bikepackers terus dikembangkan untuk bisa menjawab tantangan masyarakat yang mudah jenuh pada pola kegiatan yang selalu sama.

    “Acara ini bukan hanya soal bersepeda, tapi tentang bagaimana kita sebagai manusia bisa menjalin hubungan baru-dengan sesama peserta, budaya, komunitas lokal, dan tentu saja alam. Pada akhirnya, kami ingin mengingatkan bahwa manusia tidak pernah hidup sendiri; kita adalah bagian dari kelompok besar yang saling peduli dan saling menjaga,” papar Alda.

    (mrp/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Main Bass hingga Dapat Standing Applause di Audisi Online Emeron Hijab Hunt

    Jakarta

    Peserta sudah unjuk bakat melalui audisi online Emeron Hijab Hunt 2024. Ada yang menampilkan keahlian bermain bass, bernyanyi dan physical theatre atau teater fisik yang mencuri atensi juri.

    Audisi online Emeron Hijab Hunt 2024 dilakukan lewat live streaming di www.hijabhunt.com dan www.wolipop.com, mulai siang ini pukul 13.00 WIB.

    Peserta audisi hari ini (14/8/2024) sudah dinilai oleh juri aktris @intan_nuraini23, penyanyi berbakat sekaligus alumni Hijab Hunt 2017 @ayuenstar dan Redaktur Pelaksana Wolipop @enymuhidin. Berikut ini penampilan peserta audisi online Emeron Hijab Hunt 2024.


    Peserta Audisi Online Emeron Hijab Hunt 2024:

    11. Chyntia Pertiwi

    Berani berbeda, Chyntia Pertiwi bermain bass cover lagu Salma Salsabil berjudul Bunga Hati. Jarang-jarang loh Muslimah bisa main bass! Aksinya langsung membuat juri takjub.

    12. Nabilla Az Zahra Karim.

    Tak sekadar menampilkan bakat menyanyi dan bermain musik, Nabilla Az Zahra Karim menyanyikan lagu ciptaannya sendiri berjudul Bintang Utara. Lagu ini @nanab_nabila persembahkan untuk ayahnya tercinta.

    13. Andi Rizkha F Mallarangeng

    Sore ini, Andi Rizkha F Mallarangeng membawakan lagu Ain’t Got You milik Alicia Keys. Ia merupakan atlet Paramotor dari Jawa Barat. Wanita yang berasal dari Sulawesi ini tampil memukau lewat suaranya.

    14. Nurfadillah

    Peserta selanjutnya ada Nurfadillah yang unjuk bakat tari kontemporer. Nurfadillah kembali memilih lagu Sal Priadi berjudul Gala Bunga Matahari.

    “Aku kepengen tarian itu menunjukkan kesedihan itu dan merasa hati aku plong. Aku sudah bernyanyi lewat kelas 2 SMA. Lewat bernyanyi aku bisa melepaskan perasaanku,” ucap Nurfadillah.

    Intan Nuraini menjelaskan jika Nurfadillah sebaiknya mengatur posisi sebelum audisi.”Ada beberapa sisi agak backlight jadi mungkin nextnya butuh ruang yang lebar dan areanya juga dipastikan agar bisa terlihat. Sayang banget kalau tarian jadi tidak terlihat,” jelas INtan.

    15. Melati Rahmaningtyas

    Melati Rahmaningtyas juga menampilkan suaranya dengan menyanyikan lagu berjudul Selesai milik Glen Fredly. Ia membawakan lagu dengan penuh penghayatan.

    “Posisi kamera seharusnya diatur lagi, sayang banget kamu tidak terlihat full,” saran Melati.

    16. Nakeisha

    Nakeisha pernah mengikuti audisi Emeron Hijab HUnt 2024. Remaja yang berusia 16 tahun ini mengeluarkan suara emasnya lewat lagu Whitney Houston berjudul Greatest Love of All.

    Memakai busana putih dengan aksen ruffle dan manset cokelat berhasil membius juri dan peserta lainnya hingga mendpatkan standing applause. “Semoga kamu bisa lolos, kamu mantap,” puji Ayu.

    17. Aulia Hanifah

    Aulia Hanifah menampilkan physical theatre dengan memakai busana yang terbuat dari limbah plastik. Aulia sudah mempersiapkan yang matang untuk mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024.

    “Ini artinya banyak manusia yang tidak peduli dengan limbah plastik dan baru-baru ini memberikan makanan kepada kuda nil dengan sampah plastik. Semoga masyarakat lebih peduli dengan limbah plastik,” tegasnya.

    Para peserta sudah menampilkan bakat terbaiknya di depan juri. Para peserta kini tinggal menunggu keputusan dari juri untuk tiga peserta yang terpilih untuk melaju ke tahap selanjutnya.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Klamby Rilis Koleksi Baju Lebaran Terinspirasi Sulawesi Lewat Film Pendek

    Jakarta

    Mendekati bulan Ramadan dan Hari Raya, sederet brand fashion lokal sudah mempersiapkan koleksi baju Lebaran 2025. Ada yang menggunakan sistem membeli produk yang belum dirilis atau pre order dan ada juga yang sudah bisa dipesan oleh pelanggan.

    Salah satu brand hijab dan busana muslim yang sudah mengeluarkan koleksi baju Lebaran adalah Klamby. Brand yang didirikan oleh Nadine Gaus dan suaminya Muhammad Ridho Jufri ini meluncurkan koleksi Lebaran dengan konsep yang berbeda.

    Klamby menyuguhkan film pendek berjudul Kembali Pulang untuk menghadirkan koleksi spesial Lebaran bertajuk Malageni. Film pendek tersebut diperankan oleh Cut Mini Theo, Agla Artalidia, & Alesha Fadillah Kurniawan.


    Film ini mengajak penonton untuk mengingat kembali tentang pentingnya rumah dan keluarga. Ridho menjelaskan alasan membuat film pendek tersebut.

    “Strategi Klamby awalnya kita melakukan ide yang berbeda dan berpikir tidak bisa kita jualan produk. Yang kita highlight adalah valuenya yang relate dengan marketnya Klamby. Ketika sekarang dunia semakin sibuk sehingga banyak orang mengejar karier sehingga menjauhkan yang dekat biasanya keluarga. Mudah-mudahan pesan ini dan pengingat untuk kita semua,” kata Ridho dalam konferensi pers Kembali Pulang di Cinema XXI, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2025).

    Ridho mengungkapkan film pendek tersebut untuk memperkenalkan value dari produk Klamby. Ia ingin memberikan pengalaman yang berbeda dari tahun sebelumnya dalam merilis koleksi Hari Raya.

    “Jadi sebenarnya aku selalu kasih tahu ke tim kita itu tidak jual baju. Baju itu produknya, kenapa orang mau membeli Klamby? Berarti kita harus punya value yang kita bentuk. Sebenarnya berangkat dari keresahan dan kehidupan semakin modern kesibukan pasti meningkat. Apa yang ingin kita sampaikan? Tahun ini buat digital show yang ada story tellingnya dan selalu diingat,” jelasnya.

    Klamby konsisten menghadirkan koleksi baju signature dengan tema Indonesia. Kali ini, untuk koleksi baju Lebaran 2025, Klamby kembali mengangkat keindahan Sulawesi. Koleksi yang dinamai Malageni ini akan rilis hingga Maret 2025.

    “Kalau pilihan warna variabel mulai dari earth tone dan pastel ada semua. Makanya kita bikin delapan koleksi karena kita ada banyak cabang yang karakternya berbeda-beda. Sistemnya akan PO lagi mulai dari tanggal 12 khusus untuk yang ikut nobar. Di tengah Maret sudah mulai pengiriman,” jelas Ridho.

    Ridho menyebutkan Klamby menyuguhkan beragam karakter cuttingan dan model dalam koleksi Malageni. Klamby ingin menyasar pasar generasi muda.

    Koleksi baju Lebaran ini dijual mulai dari harga Rp 350 Ribu untuk busana pria. Blouse wanita sekitar Rp 400 Ribu dan satu set Rp 800 Ribu.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Daya Tarik, Lokasi, Harga Tiket


    Jakarta

    Di selatan Makassar, terdapat Kabupaten Gowa yang memiliki beragam tempat wisata yang menarik. Tempat pariwisata Gowa ini mulai dari wisata alam, wisata buatan, wisata sejarah, hingga religi.

    Buat traveler yang berwisata di Gowa dan sekitarnya, simak dulu 15 tempat pariwisata Gowa berikut ini, lengkap dengan daya tarik, lokasi, dan harga tiketnya.

    Rekomendasi Pariwisata Gowa

    Inilah 15 rekomendasi tempat pariwisata Gowa yang dikutip dari situs Pemkab Gowa:


    1. Danau Tanralili

    Indahnya Danau Tanralili di Gowa, Sulsel. (Syachrul Arsyad/detikSulsel)Indahnya Danau Tanralili di Gowa, Sulsel. (Syachrul Arsyad/detikSulsel) Foto: Indahnya Danau Tanralili di Gowa, Sulsel. (Syachrul Arsyad/detikSulsel)
    • Lokasi: Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu.

    Danau Tanralili berada di kaki Gunung Bawakaraeng. Danau ini memiliki pemandangan telaga berair jernih, pegunungan hijau, dan suasananya yang sejuk. Keindahannya sering dibandingkan dengan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Jawa Timur.

    Danau Tanralili terbentuk akibat longsoran gunung yang membentuk cekungan dalam. Makanya. Untuk mencapai Danau Tanralili, membutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Kota Makassar.

    2. Bendungan Kampili

    • Lokasi: Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: gratis.

    Selain digunakan untuk kepentingan irigasi, Bendungan Kampili juga menjadi tempat wisata yang menarik, sehingga sering dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Saat kemarau, aliran airnya jernih. Bebatuan di tepi danau juga membuatnya semakin eksotis.

    Namun saat musim hujan, debit airnya meningkat dan airnya menjadi kecoklatan. Batu-batu juga menjadi berlumut dan cukup licin.

    3. Bendungan Bili-bili

    Bendungan Bili-Bili Kabupaten GowaBendungan Bili-Bili Kabupaten Gowa (smartcity.gowakab.go.id)
    • Lokasi: Desa Bili-bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu.

    Dilansir dari situs Kemenkeu, Bendungan Bili-bili awalnya digunakan untuk sarana drainase pada saluran Sinri Jala, Jongaya, dan Panampu karena sudah tidak memadai serta sering membuat genangan di daerah hilir Sungguminasa.

    Dikutip dari detikSulsel, pemandangannya yang menarik membuat Bendungan Bili-bili juga menjadi tempat wisata. Di sekeliling bendungan terdapat berbagai spot yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan bendungan, seperti tempat makan, tempat camping, dan hotel.

    4. Makam Sultan Hasanuddin dan Raja-raja Lain

    Bendungan Bili-Bili Kabupaten GowaMakam Sultan Hasanuddin. (detikcom)
    • Lokasi: Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 07.00-17.00 WITA.
    • Harga tiket masuk: gratis.

    Sultan Hasanuddin adalah pahlawan nasional Indonesia yang dimakamkan di kompleks pemakaman di puncak Bukit Tamalate. Luas kompleks ini yakni 2.352 m².

    Selain Sultan Hasanuddin, terdapat 24 situs pemakaman raja-raja lain dari Kerajaan Gowa sejak sebelum masa Islam di Sulawesi Selatan. Hal ini ditunjukkan dengan arah makam yang membujur ke timur-barat.

    Beberapa tokoh yang dimakamkan di Kompleks Pemakaman Sultan Hasanuddin adalah I Tajiibang Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatta (Raja Gowa ke-11 yang wafat pada 1565) dan Arung Lamoncong (bangsawan Kerajaan Bone), dan Karaeng I Mallingkari Daeng Manjori Karaeng Katangka Sultan Abdullah Awalul Islam Tumenanga Riagamana Raja Tallo (wafat pada 1636).

    5. Air Terjun Parangloe

    Air Terjun ParangloeAir Terjun Parangloe Foto: Air Terjun Parangloe. (smartcity.gowakab.go.id)
    • Lokasi: Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu + dana kebersihan Rp 3 ribu.

    Kabupaten Gowa memiliki banyak air terjun yang menjadi tempat wisata, salah satunya Air Terjun Parangloe. Air terjun ini tidak meluncur deras dari ketinggian, tetapi mengalir berundak dari batuan yang bertingkat. Airnya yang jernih membuat wisatawan senang bermain air di bawahnya.

    Namun untuk bisa menikmati keindahan ini, traveler harus menempuh perjalanan panjang. Kalian harus berjalan kaki sekitar 45 menit hingga 1 jam dari tempat parkir.

    6. Air Terjun Cinta

    Air terjun CintaAir terjun Cinta Foto: (Abdy Febriady/detikcom)
    • Lokasi: Tamalatea, Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu.

    Air Terjun Cinta memiliki keunikan pada bentuk kolamnya yang berbentuk hati. Kondisi lingkungan di sekitarnya masih alami. Airnya pun masih jernih, sehingga cocok buat traveler yang mencari nuansa alami dan ketenangan.

    7. Air Terjun Biroro

    Air terjun Biroro di GowaAir terjun Biroro di Gowa (Muhammad Bakri/detikTravel)
    • Lokasi: Bonto Lerung, Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 09.00-17.00 WITA.
    • Harga tiket masuk: gratis.

    Air Terjun Biroro memiliki suasana yang masih alami dan sepi. Sepanjang perjalanan menuju air terjun, traveler dapat menikmati pemandangan sawah dengan latar belakang Gunung Bawakaraeng. Airnya yang jernih membuat traveler akan senang berenang di sana.

    Air Terjun Biroro berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Malino, atau sekitar 77 km dari Kota Makassar. Sampai di tempat parkir di perkampungan warga, traveler harus berjalan kaki sekitar 2 km untuk mencapai air terjun.

    8. Air Terjun Takapala

    Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel.Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel. Foto: (Ibnu Munsir/detikSulsel)
    • Lokasi: Kampung Takapala, Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: Rp 7 ribu.

    Jika ingin melihat air terjun yang tinggi dengan air yang meluncur deras, traveler bisa berwisata ke Air Terjun Takapala. Ketinggiannya mencapai 109 meter dengan debit air yang cukup besar.

    Tebing-tebing curam membuat air terjun ini tampak eksotis. Belum lagi cipratan air yang membentuk kabut di bawah membuat pemandangan semakin menakjubkan. Untuk mencapai air terjun, traveler bisa naik bukit batu yang dikenal memiliki 1.000 anak tangga.

    9. Malino Highlands

    Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel.Pemandangan di Malino Foto: (Basri/d’Traveler)

    Lokasi: Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    Jam buka: 07.00-18.00 WITA.
    Harga tiket masuk:

    • Weekday: Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak.
    • Weekend: Rp 65 ribu untuk dewasa dan Rp 35 ribu untuk anak.

    Malino Highlands adalah kawasan wisata yang lengkap, mencakup penginapan, kuliner, pemandangan alam, hingga aktivitas menarik seperti trekking di alam, main ATV, berkuda, panahan, bersepeda, dan beraneka paket wisata.

    Di ketinggian sekitar 1.200 mdpl, wisatawan akan merasakan suasana sejuk. Kalian juga bisa jalan-jalan di perkebunan teh Dataran Tinggi Malino yang luasnya sekitar 200 hektare.

    10. Permandian Je’ne Tallasa Sileo

    Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel.Permandian Je’ne Tallasa Sileo (smartcity.gowakab.go.id)
    • Lokasi: Sileo, Paraikate, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 08.00-17.00 WITA.
    • Harga tiket masuk: Rp 20 ribu untuk dewasa, Rp 15 ribu untuk anak-anak (weekend + Rp 5 ribu)

    Permandian Je’ne Tallasa menjadi tempat wisata favorit di Gowa di akhir pekan, terutama untuk anak-anak. Objek wisata air ini memiliki luas sekitar 20 hektare. Wahana di sini antara lain beraneka seluncuran, ember tumpah, dan wahana lainnya.

    11. Istana Balla Lompoa

    Museum Balla LompoaMuseum Balla Lompoa (Ibnu Munsir/detikcom)
    • Lokasi: Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 08.00-16.00 WITA.
    • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu.

    Kata Balla Lompoa berarti rumah besar. Rumah ini adalah istana yang menjadi tempat tinggal Raja Gowa. Situs seluas 3 hektar ini dibangun tahun 1936 oleh Raja Gowa ke-XXXV I Mangimangi Daeng Matutu, Karaeng Bontonompo yang bergelar Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin.

    Kini bangunan ini digunakan sebagai museum. Di bagian belakang istana terdapat tembok batu alam yang tebal dengan pintu kayu yang lebar dan kokoh. Di bagian depan terdapat pagar permanen yang rendah dan halaman yang terbuka

    12. Sierra Sky View Malino

    Sierra Sky View Malino GowaSierra Sky View Malino Gowa (smartcity.gowakab.go.id)
    • Lokasi: Jl. Poros Malino, Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 09.00-18.00 WITA.
    • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu.

    Sierra Sky View berada di dataran tinggi Malino yang sejuk. Tempat wisata ini menawarkan nuansa bangunan miniatur dunia, mulai dari kincir angin Belanda, Jembatan Venice Italia, bangunan Swiss, Kota Santorini, hingga bangunan khas Jepang, China, dan Korea. Selain itu terdapat ayunan raksasa dan jembatan kaca.

    13. Rainbow Garden Gowa

    Sierra Sky View Malino GowaRainbow Garden Gowa (Arnas Padda/Antara)
    • Lokasi: Jalan Dato Ri Panggentungang, Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 07.00-18.00 WITA.
    • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

    Rainbow Garden Gowa adalah taman yang memiliki beragam bunga yang menghampar luas. Bunga yang paling dominan adalah bunga celosia, bunga matahari dan kenop. Tempatnya berada tepat di tengah sawah, sehingga tampak unik.

    Taman bunga ini cocok buat traveler yang suka berfoto-foto. Terlebih ketika hari sudah hampir gelap, cahaya oranye akan membuat tempat ini semakin eksotis.

    14. Kebun Binatang Citra Satwa Celebes

    Kebun Binatang Citra Satwa Celebes GowaKebun Binatang Citra Satwa Celebes Gowa (Gowakab.go.id)
    • Lokasi: Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 08.00-17.00 WITA.
    • Harga tiket masuk: Rp 20 ribu.

    Salah satu tempat pariwisata Gowa yang cocok untuk anak-anak adalah Kebun Binatang Citra Satwa Celebes. Di bagian depan, traveler akan disuguhi koleksi aneka burung, mulai dari merpati, merak, dan nuri. Selain itu, terdapat sekitar 30 spesies satwa yang dilindungi, seperti rusa, anoa, kera, dan sebagainya.

    15. Masjid Tua Al-Hilal Katangka

    Masjid Tua Al Hilal Katangka merupakan masjid tertua di Sulawesi Selatan. Diketahui, masjid ini dibangun pada tahun 1603. Ini penampakannya.Masjid Tua Al Hilal Katangka (Arnas Padda/Antara)
    • Lokasi: Jalan Syech Yusuf Nomor 57, Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
    • Jam buka: 24 jam.
    • Harga tiket masuk: gratis.

    Masjid Tua Al-Hilal Katangka adalah salah satu masjid tertua yang berada di Kelurahan Katangka. Dikutip dari arsip berita detikSulsel, Katangka sebetulnya adalah nama pohon. Pohon ini terkenal keramat pada masa Raja I Tumanurung.

    Masjid ini menjadi bukti perkembangan Islam di Kerajaan Gowa yang dibangun pada 1603 M oleh Raja Gowa XIV I Mangngarangi Daeng Manrabbia. Di sekitar masjid terdapat makam raja-raja Gowa. Masjid masih digunakan masyarakat untuk beribadah hingga sekarang.

    Demikian tadi 15 tempat pariwisata Gowa yang bisa dikunjungi, lengkap dengan daya tarik, lokasi, dan harga tiketnya. Sebelum berkunjung jangan lupa update informasi lebih dulu untuk memastikan harga tiket, ketersediaan layanan, dan berbagai info lainnya.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menjajal Kuliner Khas Palopo yang Pernah Dikunjungi Jokowi



    Palopo

    Palopo jadi salah satu pintu gerbang sebelum menjelajahi wisata di Toraja. Di sini, traveler bisa menyicipi kuliner khas yang pernah dikunjungi Presiden Jokowi.

    Untuk menuju ke Toraja, traveler bisa naik pesawat sampai ke kota Palopo, Sulawesi Selatan. Dari Palopo, traveler bisa meneruskan perjalanan melalui jalur darat ke Toraja selama kurang lebih 3 jam.

    Di Palopo, traveler bisa singgah dan mencari makan siang. Pilihan kami jatuh kepada Lesehan Asri Palopo yang ternyata pernah dikunjungi oleh Presiden Jokowi pada tahun 2018 silam.


    Lesehan Asri Palopo ini berada di Jalan Islamic Centre, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo. Lokasinya berada di samping kantor Baznas Palopo.

    Saat kami datang, restoran ini baru saja buka. Suasana lengang menyambut kedatangan kami. Lesehan Asri menyajikan aneka masakan khas Palopo.

    Restoran yang menyajikan kuliner khas Palopo, pernah dikunjungi Presiden Jokowi tahun 2018 silamKapurung, kuliner khas Palopo Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Salah satu yang wajib dicoba adalah Kapurung, Ikan Parede dan Lawa Ikan. Kapurung adalah kuliner khas yang terbuat dari sagu. Bentuk dan teksturnya sangat mirip dengan Papeda khas Papua.

    Namun bedanya, kapurung sudah dicetak dalam bulatan-bulatan kecil dan dimasak bersama dengan aneka sayur mayur dan kuah bercampur kacang giling. Kapurung disajikan dengan potongan jeruk nipis dan sambal sebagai pelengkap.

    Rasanya sungguh unik! Perpaduan tekstur kenyal-kenyal dari Kapurung, ditambah sayur mayur dan kuah kacang dengan rasa gurih, asam dan pedas, bercampur menjadi satu kesatuan di dalam mulut. Enak!

    Sedangkan Lawa Ikan adalah kuliner yang terbuat dari ikan mentah dicampur dengan jeruk nipis, sayur jantung pisang dan kelapa parut. Meski terbuat dari ikan mentah, tapi rasanya enak juga. Tidak ada rasa amis ketika menyantap sajian ini.

    Restoran yang menyajikan kuliner khas Palopo, pernah dikunjungi Presiden Jokowi tahun 2018 silamIkan Parede, kuliner khas Palopo Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Sebagai pilihan yang ‘aman’, traveler bisa menyantap ikan Parede. Kuliner ini terbuat dari potongan ikan laut dengan kuah kuning bercitarasa gurih, asam dan segar. Enak juga dimakan dengan kapurung, rasanya persis seperti Papeda dengan ikan kuah kuning.

    Tak heran jika Lesehan Asri Palopo jadi langganan banyak pejabat, baik lokal maupun nasional. Salah satunya adalah Presiden Jokowi yang singgah di restoran ini pada tahun 2018 silam.

    Restoran yang menyajikan kuliner khas Palopo, pernah dikunjungi Presiden Jokowi tahun 2018 silamRestoran ini pernah dikunjungi Presiden Jokowi tahun 2018 silam Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Foto Presiden Jokowi saat berkunjung ke sini pun terpampang besar-besar di dinding restoran. Kunjungan Jokowi ini pun dibenarkan oleh Ainun, salah satu pegawai di Lesehan Asri Palopo. Saat itu kunjungan Jokowi membuat situasi restoran sangat heboh.

    “Iya, Jokowi pernah ke sini. Pesan macam-macam, ada ikan bakar, cumi,” kata Ainun kepada detikTravel.

    Dari segi harga, Lesehan Asri Palopo cukup terjangkau. Harga menunya mulai dari Rp 10 ribuan untuk menu sayur, Rp 30 ribuan untuk Kapurung ukuran sedang dan Rp 20 ribuan untuk Lawa Ikan dan Ikan Parede.

    Sedangkan untuk kepiting, cumi-cumi, udang hingga ikan bakar harganya di bawah Rp 100 ribuan. Untuk minumannya, harganya mulai dari Rp 5 ribuan.

    Restoran ini buka dari pukul 09.00 Wita dan tutup pukul 17.00 Wita, layak dicoba sebelum traveler menjelajahi wisata Toraja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pilihan Kuliner Halal buat Dicoba di Toraja: Coto Makassar



    Rantepao

    Kini sudah banyak makanan halal di Toraja. Satu yang bisa dicoba adalah Coto Makassar. Cocok disantap ketika lagi ingin makanan yang berkuah rempah.

    Coto Makassar adalah makanan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, coto kini sudah menyebar ke berbagai kota di Indonesia, termasuk di Toraja Utara.

    Coto Makassar bisa dijadikan sebagai opsi makanan halal yang bisa disantap traveler Muslim ketika liburan ke Toraja. Karena kuliner ini terbuat dari daging sapi yang otomatis halal.


    Ada beberapa tempat untuk menikmati Coto Makassar di Toraja Utara. Salah satunya adalah tempat milik Daeng Empo yang berada di jalan poros Rantepao-Makale.

    Warung Coto Makassar milik Daeng Empo sederhana saja. Hanya ada 4 meja panjang dan beberapa kursi plastik. Kami pun memesan Coto Makassar untuk santap siang.

    Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Sebagai pelengkap, di meja sudah tersedia ketupat, jeruk nipis, kecap manis, sambal, dan garam jika dirasa kurang asin. Traveler juga bisa memesan nasi sebagai pendamping makan coto.

    Kami sendiri memilih ketupat karena lebih praktis dan cocok saja dipasangkan dengan Coto Makassar. Per porsinya, Coto Makassar di sini dibanderol Rp 25.000. Sedangkan untuk ketupatnya cuma Rp 1.000 saja per buah.

    Daging Sapi Diimpor dari Takalar

    Daeng Empo mengaku mengimpor langsung daging sapi yang dia gunakan untuk membuat coto. Bukan dari luar negeri, tapi dari daerah Takalar di Sulawesi Selatan. Ia mengimpor daging lantaran di Toraja tidak ada daging sapi.

    “Daging saya impor sendiri dari Takalar. Setiap minggu datang. Bisa satu minggu sekali, bisa satu minggu dua kali, tergantung stok,” jelas Daeng Empo kepada detikTravel.

    Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Coto Makassar kami siang itu diracik oleh anak Daeng Empo. Kepada kami, dia mengaku, coto yang dia jual menggunakan resep keluarga yang sudah turun temurun diajarkan bapaknya.

    Tak butuh waktu lama, seporsi Coto Makassar pun sampai ke meja kami. Kami pun meraciknya dengan sambal, jeruk dan sedikit kecap manis. Slurrrpp… Alamak, rasanya mantap betul.

    Sendok demi sendok, Coto Makassar itu akhirnya tandas sudah masuk ke dalam perut kami. Rasanya sungguh mantap disantap di siang hari yang terik.

    Traveler Muslim yang liburan ke Toraja bisa menjadikan Coto Makassar ini sebagai pilihan yang ‘aman’ untuk dikonsumsi, karena dipastikan menggunakan daging sapi yang diolah secara halal.

    Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Wisata Alam Terbaik di Indonesia, Tersebar dari Barat ke Timur


    Jakarta

    Indonesia memiliki hamparan alam yang memukau dari ujung timur hingga barat. Dengan kondisi alamnya ini, sejumlah titik yang menyajikan panorama terbaik telah dijadikan tempat wisata yang dapat dikunjungi.

    Mulai dari pemandangan bawah laut yang menawan, gunung, air terjun, tempat bersejarah, hingga hewan endemik yang dilindungi, semuanya bisa ditemukan di di sini. Sejumlah lokasi tersebut tidak kalah dari tempat-tempat lain, bahkan keelokannya sudah banyak dikenal dunia. Lantas, di mana saja tempat wisata terbaik di Indonesia ini?

    10 Tempat Wisata Terbaik di Indonesia

    Dilansir Lonely Planet dan Culture Trip, berikut deretan wisata cantik di Tanah Air yang patut didatangi:


    1. Labuan Bajo

    Biawak komodo di Loh Sebita, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Kamis (5/9/2024).Komodo di Taman Nasional Komodo. Foto: Ambrosius Ardin/detikBali

    Labuan Bajo yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut-sebut sebagai “surga” di wilayah timur Indonesia. Tak heran banyak yang memasukkan tempat wisata ini ke dalam wishlist liburan mereka.

    Di sana, traveler dapat menemukan gugusan kepulauan eksotis seperti Pulau Komodo, Pulau Manjarite, Pulau Padar, dan Pulau Kelor. Pantai cantik dengan pasir pink dan perbukitan hijau juga bisa dikunjungi. Uniknya, kamu bisa menyaksikan komodo, spesies kadal terbesar yang telah ada sejak zaman pra sejarah.

    2. Gunung Bromo

    Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies di Bromo. Foto: Rachman_punyaFOTO

    Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunung ini termasuk salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur yang selalu dipadati wisatawan.

    Traveler dapat menyaksikan panorama matahari terbit dari berbagai spot yang ada, menunggang kuda dan mobil jip di area Pasir Berbisik, berfoto di padang rumput hijau bernama Bukit Teletubbies, hingga mencapai puncak untuk melihat Kawah Bromo.

    3. Raja Ampat

    Raja AmpatRaja Ampat Foto: detik

    Pemandangan bawah laut Raja Ampat akan sangat disayangkan apabila terlewatkan. Tempat ini merupakan rumah bagi lebih dari 530 spesies karang, 700 spesies moluska, dan 1.300 jenis ikan. Sebab itu, perairan Raja Ampat disebut-sebut sebagai “surga” bagi para penyelam.

    Selain itu, gugusan Pulau Karst, Pantai Pasir Putih, Puncak Pianemo, Telaga Bintang, hingga Pulau Wayag adalah destinasi yang tidak boleh diabaikan jika traveler datang ke sana.

    4. Kepulauan Derawan

    Penyu di DerawanPenyu di Derawan Foto: (Khairul Leon/d’Traveler)

    Kepulauan di Kalimantan Timur ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Sejumlah pulau tersebut memiliki pesonanya masing-masing.

    Traveler dapat melakukan snorkeling atau diving untuk menikmati panorama bawah lautnya yang dipenuhi karang, ubur-ubur, penyu, hingga ikan pari. Menyaksikan sunset dan sunrise serta melihat fenomena langka yaitu munculnya hiu paus (whale shark).

    5. Bali

    Pura Ulun Danu di Tabanan, BaliPura Ulun Danu di Tabanan, Bali. Foto: (Syanti/detikcom)

    Bali sudah tersohor dengan kecantikan alamnya, baik di Indonesia maupun dunia. Bukan hanya pantainya, Pulau Dewata menyimpan hutan rimbun, persawahan hijau, air terjun cantik, sampai kawasan pedesaan dengan arsitektur tradisional yang masih asri.

    Kamu bisa mengunjungi Pantai Kuta, Pantai Pandawa, hingga Pantai Melasti kalau ingin bersantai di tepi pantai. Mengunjungi Air Terjun Tibumana dan Sumampan, mandi di Pemandian Tukad Arca, atau mendatangi sejumlah pura yang indah.

    6. Candi Borobudur

    Candi Borobudur. Foto diambil pada Selasa (14/6/2022).Candi Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikJateng

    Candi Borobudur di Jawa Tengah merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Bukan hanya untuk beribadah, tapi kamu dapat mengunjungi candi ini untuk menikmati kemegahan bangunan yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO tersebut.

    Diperkirakan berdiri sejak abad ke-8, Candi Borobudur terkenal dengan pahatan dan relief bersejarah yang terukir di batuan penyusunnya. Setiap reliefnya menggambarkan kisah kehidupan manusia yang bermakna amat dalam.

    7. Kepulauan Gili

    Ilustrasi Pulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara BaratPulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara Barat Foto: Rachman_punyaFOTO

    Selain NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai tempat wisata cantik yang tak kalah yaitu Kepulauan Gili, yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Kepulauan ini terkenal dengan keelokan bawah lautnya untuk melakukan snorkeling dan diving.

    Kalau tidak jago berenang, traveler tetap bisa kok menyaksikan panorama perairan Gili dengan mengikuti tur kapal yang dilengkapi kaca transparan di bagian bawahnya. Kamu juga dapat berkeliling pulau, mencicipi kuliner khas, hingga berkuda di pantai Kepulauan Gili.

    8. Danau Toba

    Best view saat merapat di pelabuhan Ambarita SamosirBest view saat merapat di pelabuhan Ambarita Samosir Foto: detik

    Toba di Sumatera Utara merupakan danau terbesar di Tanah Air. Mengutip laman Kemenparekraf, danau ini juga tercatat jadi yang terbesar di Asia Tenggara dan di urutan kedua paling besar di dunia.

    Kalau ke sana, pastikan traveler mengunjungi Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Pulau itu menyajikan lanskap alam memukau dan suasana yang sejuk. Uniknya, ditemukan dua danau di pulau tersebut yaitu Sidihoni dan Aek Natonang. Sehingga bisa dibilang terdapat danau di atas danau.

    9. Kepulauan Wakatobi

    Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto: Agung Pambudhy

    Wakatobi di Sulawesi Tenggara terdiri gugusan empat pulau utama yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko serta deretan pulau kecil lain. Nama Wakatobi sendiri merupakan akronim keempat pulau besarnya itu.

    Kepulauan ini dikenal sebagai “surganya” bawah laut lantaran hampir sekitar 90% jenis karang di dunia terdapat di sana. Wakatobi juga tersohor sebagai salah satu world class diving site. Pada 2012, UNESCO bahkan menetapkan kepulauan tersebut sebagai Cagar Biosfer Bumi ke-8.

    10. Tanjung Kelayang

    Tanjung KelayangTanjung Kelayang Foto: (Afif Farhan/detikTravel)

    Wisata di Pulau Belitung ini menawarkan pantai eksotis dengan pasir putih yang berhias bebatuan granit besar. Kawasan batu granitnya ini menjadi destinasi Geopark Belitong yang ditetapkan UNESCO pada 2021 silam.

    Lautnya juga tak indah dengan perairan biru kehijauan yang jernih dan berombak tenang. Traveler dapat bermain air atau berenang di tepian, bermain pasir, maupun menelusuri pantainya.

    Nah, itu tadi 10 wisata alam terbaik di Indonesia. Jadi, traveler pernah ke tempat mana saja nih?

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Misteri Sungai Abadi di Celebes Canyon yang Tak Pernah Kering



    Barru

    Celebes Canyon merupakan salah satu destinasi wisata alam populer di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Di sini, ada sungai abadi yang tak pernah kering.

    Wisata alam ini terkenal dengan tebing batuan cadas yang menjulang kokoh bak Grand Canyon di Amerika. Keindahan Celebes Canyon juga ditambah dengan aliran air terjun mini yang mengalir di sela-sela bebatuan cadas.

    Aliran air terjun dan batuan cadas ini terbentuk secara alami sehingga menawarkan panorama eksotis. Menariknya, aliran air sungai yang ada di Celebes Canyon ini disebut ‘abadi’ atau tak pernah kering bahkan saat musim kemarau sekalipun.


    Sungai ‘Abadi’ di Celebes Canyon

    Diketahui air sungai yang mengalir di kawasan Celebes Canyon ini berasal dari Sungai Ule (Sungai Watu) di Dusun Watu, Desa Libureng, Kabupaten Barru. Air sungai ini memang dikenal selalu mengalir sepanjang tahun bahkan tak berkurang meski musim kemarau sekalipun.

    “Memang kondisi alamnya itu yah seperti itu bahwa sungainya ini memang dari dulu sampai sekarang itu tidak pernah kering,” ujar Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barru Amiruddin.

    sungaiCelebes Canyon Foto: (Nawir H Mustika/detikTravel)

    Dosen Teknik Geologi Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Ir Kaharuddin MS, M.T menjelaskan, bahwa air terjun di Celebes Canyon tidak pernah kering karena dilewati Sungai Watu yang bersifat permanen.

    “Sungainya itu masih sungai permanen. Kalau sungai tidak permanen itu, kalau musim kemarau tidak ada airnya. Tapi ini sepanjang masa tetap ada air,” ucap Kaharuddin, Senin (23/9).

    Kaharuddin menjelaskan, sifat permanen dari sungai terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti banyaknya penurunan pada dataran yang dilewati aliran sungai serta hutan di sekitarnya yang terbilang lebat sehingga dapat menampung cadangan air tanah.

    “Jadi kenapa dia bersifat permanen, memang banyak penurunan di situ. Kemudian (wilayah) penurunan masih termasuk agak lebat dia punya hutan, masih bisa menampung air,” kata dia.

    Alasan Sungai Ule Tak Pernah Kering

    Namun, secara spesifik Sungai Ule tidak pernah kering karena dilewati oleh retakan pada kerak Bumi (sesar) atau dikenal sebagai patahan geologi. Dari patahan tersebutlah keluar air tanah yang menjadi cadangan ketika musim kemarau tiba.

    Itulah yang menjadi alasan sungai dan air terjun di Celebes Canyon tidak pernah mengalami kekeringan meskipun sudah memasuki musim kemarau.

    Adapun hulu Sungai Ule yang melewati Celebes Canyon berada di kawasan Bulu Dua perbatasan Kabupaten Soppeng dan Barru.

    “Sungai Watu itu hulunya di Bulu Dua perbatasan Soppeng dengan Barru. Jadi sungai ini mengalir dari pegunungan Bulu Dua dari selatan, juga mengarah ke Barat,” jelas Kaharuddin.

    Adapun mengenai penamaan Sungai Watu dan Sungai Ule itu sama saja. Setelah alirannya sampai di Celebes Canyon, sungai yang mengalir ke bawah disebut masyarakat sebagai Sungai Ule.

    “Jadi satu (aliran) itu. Tergantung misalnya kepentingan, ada bilang sungai Watu ada yang bilang sungai Ule,” tambahnya.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikSulsel.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com