Jakarta –
Teh dan kopi telah menjadi minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, ketika menikmati minuman tersebut, sebaiknya jangan bersamaan dengan 7 makanan ini.
Minum teh dan kopi di pagi hari telah menjadi rutinitas banyak orang. Biasanya minuman ini dinikmati dengan kudapan tertentu, seperti kue, buah, keju, atau makanan lainnya.
Meskipun teh dan kopi memang lebih nikmat jika dinikmati dengan makanan tertentu. Tetapi tidak semuanya cocok.
Terdapat sejumlah kombinasi yang tak dianjurkan. Kandungan kafein dalam teh dan kopi dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika dipadukan dengan makanan tertentu.
Oleh karena itu, jangan asal memadukan teh dan kopi dengan makanan lain.
Melansir Times of India (25/07/2024), h berikut ini 7 makanan yang sebaiknya tak dikonsumsi bersama teh dan kopi.
1. Buah citrus
Buah citrus, seperti lemon atau jeruk tidak baik digabungkan dengan kopi atau teh. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Buah-buahan dalam kategori citrus, termasuk jeruk dan lemon sebaiknya jangan dikombinasikan dengan teh dan kopi.
Banyak orang menyebut kombinasi teh, kopi dengan tambahan lemon cocok. Faktanya, lemon atau buah-buahan citrus dapat mengubah keseimbangan pH di lambung.
Jika dikonsumsi bersama teh dan kopi yang punya sedikit kadar asam, buah-buahan citrus ini dapat memicu krasan an berlebih pada lambung yang berpotensi menyebabkan refluks asam.
2. Makanan pedas
Makanan pedas juga tidak baik dipadukan dengan minuman teh atau kopi. Foto: Getty Images/Milko |
Jika ingin menikmati teh dan kopi, sebaiknya jangan dibarengi dengan makan makanan pedas.
Makanan pedas dapat mengiritasi lapisan lambung dan meningkatkan kadar keasaman. Memadukannya dengan teh atau kopi yang juga punya sifat asam, dapat memperparah ketidaknyamanan lambung atau nyeri pada ulu hati.
3. Sayuran hijau
Jangan makan bayam atau sayuran hijau lainnya sembari minum teh atau kopi. Foto: Getty Images/Tyas Indayanti |
Sayuran hijau juga sebaiknya jangan dimakan bersama teh atau kopi. Pasalnya, sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, dan brokoli mengandung banyak oksalat, senyawa yang dapat mengikat mineral, seperti kalsium dan zat besi.
Jika dikonsumsi bersama teh atau kopi dapat menghambat penyerapan mineral dari makanan ke tubuh.
Penasaran dengan makanan lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi bareng teh atau kopi? Simak pada halaman selanjutnya!
4. Permen atau kue kering
Tradisi minum teh di Inggris seringkali memadukan dengan kue-kue kering atau kue lain yang manis.
Selain itu, banyak orang juga cenderung lebih suka menikmati kopi yang pahit dengan makanan manis.
Namun, menggabungkan teh atau kopi dengan makanan manis bukanlah hal baik. Asupan gula berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Hal ini dapat menyebabkan peningkatan energi sementara yang kemudian diikuti oleh penurunan energi. Sehingga, menghilangkan efek kewaspadaan yang diberikan oleh kafein.
5. Makanan tinggi protein
Makanan tinggi protein, seperti telur juga tidak baik dikombinasikan dengan teh atau kopi. Foto: Site News |
Makanan kaya protein, seperti telur, daging, atau kacang-kacangan juga bisa mengurangi penyerapan kafein dari teh atau kopi.
Hal ini pun bisa mengurangi efek stimulan dari minuman ini. Karena membuat fungsinya sebagai minuman penambah energi di pagi hari jadi berkurang.
Oleh karena itu, jika kamu masih suka minum teh atau kopi dengan tambahan telur atau daging sebagai sarapan, lebih baik dihindari.
6. Makanan yang digoreng atau berminyak
Kalau mau makan gorengan, sebaiknya jangan dibarengi dengan teh atau kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages |
Banyak orang Indonesia suka menikmati gorengan dengan teh atau kopi. Memang kombinasi ini sangat nikmat, tetapi bisa memicu penyakit.
Makanan yang digoreng mengandung banyak lemak, yang dapat memperlambat pencernaan dan membuat seseorang merasa lesu.
Jika dikonsumsi bersama dengan teh atau kopi yang bersifat diuretik dapat meningkatkan produksi asam lambung. Hal ini bisa memicu gangguan pencernaan.
7. Produk susu
Minum kopi campur produk susu sebenarnya bisa membuat gumpalan yang akan menggangu pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Beberapa racikan teh dan kopi seringkali ditambah produk susu. Seperti susu cair, krim, atau keju. Produk-produk ini memang bisa menghasilkan kombinasi rasa lebih enak, tetapi kamu juga perlu hati-hati.
Campuran produk susu di dalam teh atau kopi bisa menggumpal karena keasamannya. Penggumpalan ini tidak hanya memengaruhi rasa, tetapi juga mengganggu pencernaan dan menyebabkan perut tidak nyaman.
Terutama bagi mereka yang memang tidak toleran terhadap laktosa atau alergi susu.
(aqr/odi)
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Jangan Minum Teh dengan 5 Makanan Ini agar Manfaatnya Maksimal Jakarta – Teh dianggap cocok dipadukan dengan makanan apapun. Faktanya, agar mendapat manfaat maksimal, lebih baik hindari minum teh dengan 5 makanan ini. Teh yang dikenal punya banyak khasiat seringkali diminum berbarengan dengan mengonsumsi makanan tertentu. Minuman ini pun banyak dijadikan minuman utama pengganti air putih. Meskipun minum teh sambil menikmati makanan atau kudapan tertentu terasa pas, tetapi tidak semua makanan baik dipadukan dengan minuman ini. Terdapat sejumlah makanan yang jika dikombinasikan dengan teh justru bisa menghilangkan manfaat dari teh.
Agar tubuh tetap mendapat manfaat terbaik dari teh, sebaiknya hindari minum teh dengan 5 makanan ini, seperti dilansir dari Indianexpress.com. 1. Buah citrus
Sebaiknya jangan minum teh sembari makan buah-buahan citrus, mulai dari jeruk biasa maupun lemon. Sebab, jeruk dapat menyebabkan masalah pencernaan ketika dimakan bersama dengan teh. Tingkat keasaman tinggi pada jeruk dapat mengganggu antioksidan berupa katekin yang ada dalam teh. Sebaiknya hindari campur teh dengan lemon. Penambahan lemon dapat membuat teh menjadi lebih asam, yang akhirnya memicu terjadinya perut kembung. Campuran teh lemon juga dapat menimbulkan masalah refluks asam hingga menyebabkan perut terasa mulas di pagi hari. 2. Sayur mengandung zat besi
Makanan yang kaya akan zat besi juga sebaiknya perlu dipisahkan konsumsinya dari teh. Meskipun zat besi bermanfaat dalam mencegah anemia hingga menjaga sistem pencernaan, tetapi bukan pilihan baik mengonsumsinya bersamaan dengan teh. Teh mengandung tanin dan oksalat yang dapat menghalangi penyerapan zat besi dari makanan mengandung zat besi tersebut. Senyawa dalam teh dapat mengikat zat besi yang terkandung dalam sayuran atau makanan lain, sehingga mencegah penyerapannya dalam darah. Sejumlah makanan yang perlu dihindari, seperti brokoli, kale, bayam, kacang-kacangan, hingga makanan laut. Jenis makanan lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi dengan teh bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Makanan pedasBeberapa orang senang minum teh untuk meredakan rasa panas sehabis makan pedas. Terlebih, ketika tehnya dibuat dalam keadaan dingin. Rasanya tenggorokan dan lidah langsung terasa segar. Meskipun nikmat, minum teh usai makan pedas bukanlah pilihan tepat. Kombinasi ini dapat meningkatkan tingkat keasaman pada perut yang bikin pencernaan tidak lancar. Perut akan terasa kurang nyaman dan bisa menimbulkan perut menjadi kembung. Kondisinya bisa lebih parah ketika seseorang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau masalah lambung lainnya. 4. Susu tinggi kalsium
Racikan teh campur susu memang banyak digemari. Namun, makanan tinggi kalsium ini sebenarnya tidak bagus dipadukan dengan teh. Teh mengandung senyawa katekin dan epikatekin yang baik untuk mengurangi risiko berbagai penyakit serius, mulai dari peradangan, tumor, hingga kolesterol. Ketika susu dipadukan teh, itu bisa mengurangi dua kandungan senyawa antioksidan di dalamnya. Selain itu, kandungan tanin dalam teh juga bisa mengganggu proses penyerapan nutrisi susu ke dalam tubuh. Sehingga, baik penyerapan nutrisi dari teh maupun susu tidak akan maksimal. 5. Makanan manis
Banyak orang suka konsumsi makanan manis dibarengi dengan minum teh. Sayangnya, pilihan tersebut tidak baik. Mengonsumsi terlalu banyak makanan manis dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Saat mengalami hal ini, seseorang bisa kehilangan energi dan memicu masalah kesehatan lainnya. Selain dari sisi kesehatan, menggabungkan makanan manis dengan teh dapat membuat teh terasa pahit. Jika ingin digabungkan, sebaiknya konsumsinya jangan terlalu berlebihan dan pilih makanan manis yang memang melengkapi rasa teh. (aqr/adr) |
![]() |
||||||||||||||||||||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Minum Teh Saat Perut Kosong Bisa Sebabkan Hal Ini Jakarta – Teh juga kerap dikonsumsi saat pagi hari. Terkadang untuk teman menikmati menu sarapan atau dikonsumsi saat perut kosong. Perhatikan efek sampingnya. Teh merupakan salah satu minuman sehat yang umum dikonsumsi. Beragam jenis teh ini bisa memberikan manfaat yang signifikan pada imunitas tubuh hingga meningkatkan kesehatan. Umumnya banyak orang menikmati teh saat pagi hari. Teh dijadikan teman menikmati menu sarapan, tapi tak jarang juga yang mengonsumsinya langsung saat perut masih kosong.
Dilansir dari Slurrp (21/1), minum teh di pagi hari disebutkan baik untuk kesehatan. Namun, bukan saat perut kosong, sebaiknya perut diisi terlebih dahulu dengan menu sarapan atau sedikit kacang-kacangan.
Menurut penelitian, minum air hangat di pagi hari berbeda dengan minum teh hangat di pagi hari. Minuman teh ini mengandung kafein yang jika dikonsumsi pagi hari saat perut kosong dapat menyebabkan reaksi alergi. Salah satu efek minum teh saat perut kosong bisa menyebabkan sembelit. Hal ini karena adanya zat teofilin yang dapat membuat tinja dehidrasi dan menyebabkan sembelit. Teh hangat yang diminum saat perut kosong juga bisa menyebabkan dehidrasi. Karena, salah satu efek yang ditimbulkan teh adalah memiliki sifat diuretik yang membuat tubuh kehilangan cairan. Tak hanya teh hangat biasa, tapi termasuk teh susu. Saat mengonsumsinya dalam kondisi perut kosong bisa menyebabkan kembung, karena adanya kandungan laktosa. Jadi, kapan waktu terbaik minum teh?Teh tetap bisa dikonsumsi pagi hari, tapi perhatikan waktunya. Satu hingga dua jam setelah sarapan adalah waktu terbaik minum teh di pagi hari. Setelah bangun tidur, sebaiknya mengonsumsi air putih daripada teh hangat. Kamu juga bisa mengisi perut terlebih dahulu dengan buah-buahan atau menu sarapan ringan. (yms/odi)
Begini Efek Minum Teh Hitam hingga Teh Oolong untuk Kesehatan Jantung Jakarta – Teh menawarkan beragam manfaat sehat, termasuk untuk jantung. Namun, konsumsinya perlu diperhatikan karena teh juga bisa berefek buruk terhadap jantung. Selain kopi, teh juga banyak dikonsumsi sehari-hari. Teh menawarkan manfaat, mulai dari mendorong energi hingga membuat tubuh tetap rileks. Bahkan, beberapa jenisnya bisa bantu menyehatkan jantung dan mengurangi kolesterol jahat. Banyak teh yang bisa dinikmati, tetapi perlu diperhatikan juga takarannya. Sebab, jika berlebihan, teh justru berefek buruk.
Lantas, bagaimana efek minum beberapa jenis teh terhadap kesehatan jantung? Melansir everydayhealth.com (16/09/2022), berikut informasinya: 1. Teh hitam
Pakar kesehatan Guy L. Mintz mengungkap teh hitam atau black tea memiliki manfaat perlindungan jantung karena bisa meningkatkan fungsi pembuluh darah dan aliran darah. Hal ini disebabkan kandungan polifenol dan flavonoid, sebagai antioksidan yang mampu mencegah kerusakan sel dan mengurangi peradangan. Meskipun begitu, teh hitam merupakan salah satu jenis teh dengan kafein tertinggi. Dalam satu cangkir, 236 ml, terkandung 47 miligram kafein. Namun, tingkat kafein tetap bervariasi tergantung jenis teh, cara penyeduhan, merek, olahan, dan hal lainnya. Seseorang dengan masalah jantung, sedang menyusui, atau hamil tidak boleh menikmati lebih dari 200 mg kafein setiap harinya. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak mengonsumsi teh hitam. Sebab, kandungan tanin di dalam teh hitam dapat membuat seseorang sakit perut atau efek samping lainnya. Teh hitam juga bisa mengganggu cara kerja obat-obatan tertentu. Mengonsumsi teh hitam 4-5 cangkir setiap hari juga memicu efek samping, berupa sakit kepala dan detak jantung tidak teratur. 2. Teh hijau
Kandungan teh hijau juga menawarkan manfaat yang tak kalah hebat. Antioksidan, terutama epigallocatechin gallate atau EGCG dapat membantu mencegah penumpukan plak di arteri. Manfaat teh hijau juga lebih banyak karena diproses dengan cara berbeda dari teh hitam atau teh oolong. Teh hijau melibatkan proses dikukus atau disteam sehingga konsentrasi kandungan EGCGnya lebih tinggi. Hal ini yang membuat teh hijau bermanfaat dalam membantu aterosklerosis. Minum teh hijau juga telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung lebih rendah. Hasil ini didapat dari studi yang diterbitkan dalam European Society of Cardiology tahun 2020. Setelah melakukan survei terhadap 101.000 partisipan di China, peneliti menemukan bahwa minum teh hijau dikaitkan dengan sekitar 25 persen risiko lebih rendah mengalami penyakit jantung atau stroke, kemungkinan kematian akibat penyakit jantung atau stroke, atau kematian dari penyebab lainnya. Namun, perlu diingat bahwa manfaat ini bisa didapat oleh mereka yang mengonsumsinya dalam batas wajar. Mereka yang punya sensitivitas kafein juga sebaiknya tidak mengonsumsi berlebihan. Pasalnya, di dalam secangkir 236 ml teh hijau mengandung kafein yang tak kalah tinggi, 28 mg . Jenis teh lainnya dan efeknya bagi kesehatan jantung bisa dilihat di halaman selanjutnya!3. Teh putihTeh yang dipanen dari tunas muda ini juga memiliki manfaat bagi kesehatan jantung. Menurut ahli gizi Grace Derocha, teh putih memiliki sifat anti kanker paling kuat dibandingkan dengan beberapa jenis teh kainnya. Di dalam teh putih juga terkandung katekin dan polifenol yang dapat melindungi diri dari kerusakan sel. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Food Chemistry juga menemukan bahwa teh putih dapat melindungi DNA sel normal dari kerusakan sel dari kanker kolon atau kanker usus besar. Bertindak sebagai agen kemotrapi potensial dengan cara menghambat sel kanker usus besar. Untuk kaitannya dengan kesehatan jantung, menurut ahli Mintz penelitiannya masih terbatas. Sebelum mengonsumsi juga disarankan bertanya kepada dokter spesialis. Pasalnya kandungan kafein di dalam teh ini bisa mempercepat detak jantung dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. 4. Teh oolong
Teh oolong merupakan teh yang terbuat dari daun teh dihancurkan dan teroksidasi dalam jangka waktu tertentu. Menurut studi klinis yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition, teh oolong dapat membantu menurunkan kadar kolesterol pada populasi penelitian dari Shantou, China. Namun, hasil yang menunjukkan bahwa teh oolong mampu meningkatkan kolesterol baik (HDL) tidak konsisten dengan penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, belum bisa dipastikan apakah teh ini bermanfaat untuk jantung atau tidak. Pasalnya, Derocha memperingati bahwa teh oolong memiliki efek pencahar sehingga perlu waspada terkait efeknya. Jika tidak yakin, lebih baik konsultasi terlebih dahulu ke dokter atau ahlinya. 5. Teh chamomile
Teh herbal, seperti chamomile juga dikenal dengan manfaatnya bagi kesehatan. Di dalamnya terkandung flavonoid yang dapat membantu tubuh lebih rileks, tidur lebih nyenyak, hingga membantu mengurangi kram saat haid. Menurut Derocha, tidur merupakan salah satu aspek penting untuk mengatasi peradangan dan penting untuk menjaga kesehatan jantung. Oleh karenanya, sangat penting bagi seseorang untuk mendapat tidur nyenyak. Penelitian yang diterbitkan pada bulan Maret 2021 di Journal of the American Heart Association menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung utama. Dalam hal ini, mengonsumsi teh chamomile bisa membantu tubuh rileks dan tidur lebih nyenyak. Namun, konsusminya juga perlu diperhatikan dengan tepat. Terkadang dokter pun melarang pasien minum teh chamomile sebelum operasi karena dapat menyebabkan mereka terlalu rileks dan menimbulkan efek samping anestesi. Pasien dengan stent arteri koroner atau yang mengonsumsi aspirin atau pengencer darah warfarin juga harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum minum teh chamomile. (aqr/adr) Teh Bisa Jadi Alternatif Kopi, Bantu Fokus Tanpa Bikin Gelisah Jakarta – Meski kopi termasuk minuman yang sehat, tapi sebagian orang justru merasakan efek samping usai mengonsumsinya. Sebagai solusi, kamu bisa beralih ke teh yang punya keunggulan ini. Kopi dan teh termasuk dua minuman yang memberi manfaat sehat. Namun, pada beberapa orang, minum kopi dapat memunculkan efek samping, seperti jantung berdebar atau rasa gelisah. Sebagai solusi, para ahli kesehatan menyebut teh bisa jadi alternatif konsumsi kopi. Teh menghadirkan manfaat serupa kopi, tapi tanpa efek samping yang kerap muncul akibat senyawa unik yang terkandung di dalamnya.
Kandungan Kafein Kopi dan Teh
Mengutip National Geographic (19/12/2024), kandungan kafein pada teh lebih rendah dari kopi. Kafein memang dapat mempertajam fokus seseorang, tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak akan membuat orang merasa gelisah, insomnia, bahkan jantung berdebar-debar. “Efek samping kafein benar-benar menjadi alasan utama untuk menjauhi kopi, kata Alexis Supan, seorang ahli gizi asal Ohio, Amerika Serikat. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga telah merekomendasikan asupan kafein harian yang tepat. Batasi hanya sebesar 400 miligram kafein per hari atau setara dengan 3-4 cangkir kopi yang mana 1 cangkir (237 ml) mengandung sekitar 80-100 mg kafein. Sedangkan, kandungan kafein pada 1 cangkir (237 ml) teh hanya sekitar 20-60 mg, tergantung pada jenis tehnya. Teh herbal yang secara alami bebas kafein juga bisa menjadi alternatif yang pas. Mengandung Zat Antioksidan IstimewaBaik kopi maupun teh juga mengandung zat antioksidan yang tinggi. Namun, kandungannya lebih menonjol pada teh, di antaranya ada flavonoid, polifenol, dan katekin. Efek antioksidan ini dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, dan jenis kanker tertentu yang lebih rendah. Teh hijau misalnya kaya akan epigallocatechin gallate (EGCG). Antioksidan tersebut mendukung kesehatan sel tubuh dan memperlambat penuaan. Teh hitam juga diketahui mengandung banyak theaflavin, senyawa yang mendukung kesehatan kardiovaskular. Emma Becket, peneliti nutrisi di University of Newcastle, Australia menjelaskan, “Jika tidak suka makan sayur, minum teh adalah cara yang baik untuk mendapatkan senyawa bioaktif.” Penelitian juga menunjukkan bahwa banyak manfaat kesehatan terkait minum teh. “Masuk akal jika kita melihat populasi yang minum teh lebih banyak makan hidup lebih lama (lebih baik),” kata Becket. Zat yang tak ada pada kopi, tapi ada pada teh adalah L-theanine. Kandungan tersebut dapat meningkatkan fokus tanpa memunculkan rasa khawatir. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, efek menenangkan dari L-theanine dapat mengimbangi perasaan gelisah yang terkait dengan kopi. Namun pada akhirnya, pilihan antara kopi dan teh sering kali bergantung pada selera dan gaya hidup seseorang. “Minumlah yang Anda sukai. Jika Anda menyukai keduanya, minumlah keduanya, karena Anda akan mendapatkan manfaat yang sedikit berbeda dari keduanya,” kata ahli gizi Evangeline Mantzioris. “Semuanya tergantung pada pola makan.” Namun, bagi mereka yang mencari kafein yang lebih lembut, antioksidan yang lebih tinggi, dan ritual yang lebih menenangkan, teh mungkin merupakan minuman yang lebih menyehatkan. (yms/adr) Pagi Hari Lebih Baik Minum Teh atau Jus? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya
Jakarta – Memulai pagi dengan minuman yang menyegarkan bisa memberikan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Tak hanya kopi, dua minuman yang sering diminum di pagi hari adalah teh dan jus. Minuman teh dan jus sama-sama mengandung antioksidan serta vitamin dan mineral. Lebih Baik Teh atau Jus di Pagi Hari?Teh atau jus bisa menjadi minuman yang bermanfaat di pagi hari. Menurut ahli gizi Ekta Singhwal dari Ujala Cygnus Group of Hospitals, pilihan teh atau jus bergantung pada pilihan dan tujuan tiap individu. Jika ingin mengonsumsi teh atau jus, pastikan tahu efek samping dari minuman yang dipilih dan jangan konsumsi berlebihan. Manfaat dan Efek Samping TehTeh menyediakan antioksidan dan sedikit kafein yang membantu kewaspadaan dan metabolisme. Menurut laman Healthshot, teh membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki kesehatan karena kaya antioksidan.
Dikutip dari jurnal Phytomedicine, teh juga dapat membantu menjaga fungsi otak dan suasana hati seperti pada teh hijau. Tak diragukan lagi, teh adalah minuman kaya manfaat yang dapat dikonsumsi pada pagi hari. Meski begitu, ada risiko efek samping jika teh dikonsumsi pagi hari sebelum beraktivitas. Beberapa orang kemungkinan akan mengalami sakit perut atau asam lambung, terutama jika diminum saat belum makan. Asupan kafein yang berlebihan dari teh bisa menyebabkan kegelisahan, insomnia, atau peningkatan detak jantung bagi orang yang sensitif. Teh yang dicampur dengan susu di pagi hari juga bukan kebiasaan yang sehat. Kandungan laktosanya yang tinggi bisa mempengaruhi usus dan menyebabkan gas dan masalah perut lainnya. Manfaat dan Efek Samping JusJus, terutama dari buah segar menawarkan vitamin, mineral, dan hidrasi. Berikut beberapa jus segar yang bisa dinikmati di pagi hari beserta manfaatnya:
Jus buah sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, sehingga tubuh bisa memperoleh manfaat maksimal. Selain itu, buah yang diolah menjadi jus sebaiknya tidak diberi tambahan pemanis untuk menjaga kandungan nutrisi dan mencegah kenaikan kadar gula dalam tubuh. Pemanis tambahan dalam jus bisa berasal dari gula cair, kental manis, coklat, permen, dan bahan lain yang mengandung sukrosa. Selain konsumsi jus buah tanpa pemanis tambahan, kecukupan nutrisi di pagi hari bisa dipenuhi dari sumber nutrisi lain. Misal sayur, roti gandum, kacang-kacangan, dan bahan lain yang kaya zat gizi. (row/row) 5 Teh Herbal yang Bagus Diminum Sebelum Tidur untuk Turunkan BB Jakarta – Selain olahraga dan mengonsumsi makanan sehat, minum teh juga bisa bantu menurunkan berat badan. Khususnya 5 jenis teh ini yang bagus diminum sebelum tidur. Menjaga pola makan dengan hanya mengonsumsi makanan bernutrisi memang penting dilakukan untuk membantu turunkan berat badan. Namun, cara lain juga bisa dilakukan, seperti minum teh yang tepat. Teh herbal dapat membantu tubuh rileks dan pada gilirannya bisa meningkatkan metabolisme.
Menurut ahli gizi Hari Lakshmi, di dalam beberapa racikan, terdapat kandungan flavonoid yang disebut katekin. Kandungan ini membantu meningkatkan energi dan membakar lebih banyak kalori. Selain itu, kandungan di dalam teh herbal juga bisa membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, sampai membantu menenangkan pikiran. Teh herbal juga disarankan untuk dikonsumsi sebelum tidur karena bisa menenangkan pikiran dan meningkatkan laju metabolisme yang akan membantu mempercepat penurunan berat badan. Melansir Health Shots (17/01/2025), berikut 5 jenis teh herbal yang bisa dikonsumsi beserta manfaatnya! 1. Teh kayu manis
Teh kayu manis disarankan untuk dikonsumsi karena mampu menurunkan berat badan. Meminumnya malam hari bisa mendatangkan sumber energi yang bisa memuaskan selera karena kandungan zat termogenik di dalam kayu manis. Zat termogeniknya berperan dalam mengubah kalori menjadi energi. Proses ini mencegah kenaikan berat badan, serta mengurangi risiko penyakit berhubungan dengan kelebihan berat badan. Kayu manis juga dikenal sebagai rempah yang ampuh meningkatkan metabolisme tubuh serta kandungan serat tinggi di dalamnya bisa membuat kenyang lebih lama. 2. Teh chamomile
Teh chamomile terkenal dengan khasiat menenangkan pikiran dan membuat rileks tubuh. Namun, teh ini juga bisa membantu menurunkan berat badan karena kandungan kalorinya yang rendah. Asalkan diminum tawar begitu aja atau memang ditambah dengan sedikit gula. Teh chamomile juga diketahui dapat mempercepat metabolisme, membakar lemak, hingga mengurangi nafsu makan. Menurut Lakshmi, teh chamomile membantu meredakan masalah gangguan pencernaan, seperti kram perut, sindrom iritasi usus besar, gangguan pencernaan, dan perut bergas. Teh ini juga memiliki bahan penyembuh seperti apigenin dan bisabolol yang telah digunakan untuk mengobati insomnia. Teh chamomile mendorong rasa kantuk dan membuat orang yang meminumnya tidur nyenyak. Manfaat teh herbal lain yang bisa bantu turunkan berat badan ada di halaman selanjutnya!3. Teh peppermint
Teh peppermint menjadi salah satu jenis teh favorit banyak orang. Di dalamnya terkandung vitamin A, vitamin C, kalsium, kalium, asam folat, dan flavonoid. Kandungan antioksidan di dalam teh tersebut merupakan salah satu bahan terbaik untuk menurunkan berat badan. Selain rendah kalori, teh ini juga bisa menahan rasa lapar dan melancarkan pencernaan. Peppermint juga membantu meningkatkan suhu tubuh yang mengarah pada peningkatan metabolisme. Untuk hasil maksimal, jangan lupa mengurangi asupan kalori pada siang harinya. 4. Teh hijau
Jenis teh paling populer ini memang dikenal mampu membantu menurunkan berat badan. Sebab di dalamnya terdapat kandungan antioksidan disebut katekin, yang membantu menurunkan berat badan dengan cara membakar lemak dan meningkatkan metabolisme. Penelitian yang diterbitkan di Cochrane Library menyatakan bahwa orang yang minum teh hijau mampu kehilangan berat badan 3,3 kg lebih banyak. Namun, pastikan untuk minum teh hijau murni tanpa banyak tambahan gula atau pemanis lainnya. Pilih juga teh hijau yang rendah kafein jika kamu mau minumnya sebelum tidur. Pasalnya kandungan kafein di dalamnya cukup tinggi. Dalam 240 ml cangkir teh hijau terkandung 30-50 mg kafein. 5. Teh lavenderTeh ini dibuat dengan menambahkan daun lavender di dalamnya. Dikenal mampu membuat perasaan lebih tenang dan bahagia. Namun, minum teh ini juga bisa bantu turunkan berat badan Teh ini dapat meningkatkan relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur. Dengan tidur cukup dan berkualitas, rencana penurunan berat badan sehat bisa digapai. Selain itu, teh lavender juga menjadi minuman detoks yang baik. Membantu membersihkan racun dari tubuh yang bertindak sebagai pencahar atau diuretik. Jika manfaatnya ingin maksimal, jangan lupa untuk menerapkan pola makan seimbang, dengan kontrol porsi secara cermat dan lakukan juga aktivitas fisik. (aqr/adr) Minum 5 Teh Korea Ini Bantu Tingkatkan Imunitas Tubuh Jakarta – Racikan teh khas Korea menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk 5 jenis teh ini yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selain makanannya, Korea juga terkenal dengan racikan minuman herbalnya yang tak kalah bermanfaat. Salah satunya dalam membantu meningkatkan imunitas tubuh. Racikan teh khas Korea ini banyak yang mengandung herbal, seperti ginseng atau teh citron yang tinggi vitamin C.
Teh Korea juga sering mengandung antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan. Ritual minum teh ini juga bisa membantu menenangkan tubuh, mengurangi stress, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Melansir healthshots.com (21/02/2025), berikut 5 jenis teh Korea yang bagus dinikmati. 1. Teh ginseng
Ginseng telah menjadi herbal andalan warga Korea. Bisa juga diracik menjadi teh dengan menggunakan bagian akar ginseng yang kuat. Teh ginseng dikenal sebagai penambah energi alami yang diyakini dapat merevitalisasi tubuh dan pikiran. Menurut situs Health Shots, sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Ginseng Research menemukan bahwa teh ini sejak lama sudah dipakai untuk mengurangi kelelahan, meningkat kejernihan mental, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Ginseng juga dianggap memiliki efek daptogenik, berarti dapat membantu tubuh beradaptasi dengan stress. Kandungan antioksidan tinggi dalam teh ini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh terhindar dari penyakit. 2. Teh jahe
Jahe juga bermanfaat baik untuk kesehatan tubuh. Teh yang menghangatkan ini dikenal dengan kemampuannya untuk merileksan tubuh dan memberi energi. Jahe juga memiliki sifat anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan di tubuh. Hal ini menjadi kabar baik karena peradangan sering menjadi faktor dalam berbagai kondisi kesehatan. Ditambah lagi jahe memang memiliki kemampuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan pertahanan tubuh dari penyakit. Minum teh jahe juga baik untuk menghangatkan tenggorokan, menjadikannya obat yang baik pada musim flu dan batuk. Jenis teh Korea lainnya yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh bisa dibaca pada halaman selanjutnya!3. Teh omija
Teh omija khas Korea juga bisa dikonsumsi. Terbuat dari omija atau buah berbentuk seperti berry. Teh ini dikenal dengan rasanya yang kompleks, perpaduan antara manis, asam, pahit. Menurut ahli gizi Gauri Anand, buah omija sendiri tinggi akan antioksidan yang dapat melindungi dari kerusakan sel akibat radikal bebas. Secara tradisional teh ini juga sudah digunakan untuk meningkatkan kesehatan pernapasan dan bisa membantu meredakan batuk dan sakit tenggorokan. 4. Teh hijau
Di Korea, teh hijau dikenal dengan sebutan Nokcha. Dikenal sebagai minuman yang kaya akan antioksidan, senyawa penting untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan di dalamnya memainkan peran penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit secara lebih efektif. Konsumsi teh hijau secara teratur juga dapat membantu mengurangi risiko terkena berbagai macam penyakit kronis. 5. Teh jeruk citron
Teh citron dibuat dengan bahan dasar kulit buah citron yang diiris tipis. Dikenal memiliki rasa mirip seperti lemon, dengan rasa asam tajam serta menawarkan banyak manfaat kesehatan. Teh ini tinggi akan kandungan vitamin C, yang menjadi bahan penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh sehat. Untuk membuatnya, diperlukan buah citron diiris tipis, lalu ditambah dengan gula dan madu. Dicampur sampai mendapatkan konsistensi yang kental seperti selai, lalu diseduh menjadi minuman teh. Selain rasanya yang enak dan menyegarkan, teh ini juga bisa mengatasi masalah gejala flu dan batuk. (aqr/adr) Jangan Dibuang! Kulit Nanas Bisa Diracik Jadi Teh Anti-Inflamasi Jakarta – Selain daging buahnya, kulit nanas juga punya manfaat sehat. Kulit nanas bisa diracik jadi teh segar yang berkhasiat mencegah peradangan. Buah dan sayuran jadi asupan penting saat diet. Dari sekian banyak jenis buah dan sayuran, ada salah satu yang kulitnya menawarkan manfaat mengejutkan. Hal ini diketahui dari eksperimen yang dibagikan oleh seorang wanita. Melansir getsurrey.co.uk (26/02/2025), wanita bernama Gladis mengunggah video di akun TikTok miliknya @gladissahm.
Dalam video tersebut, Gladis menunjukkan nanas yang ia beli di supermarket lokal dekat rumahnya. Lalu, nanas tersebut dipotong dan dikupas kulitnya. Alih-alih membuang sisa kulit nanas yang kasar, wanita ini justru memasukkannya ke dalan panci besar di atas kompor. Gladis menambahkan air dan merebusnya.
Ia membiarkan rebusan kulit nanas itu sampai mendidih, barulah disaring dalam gelas. Gladis juga menambahkan sedikit madu ke dalam rebusan kulit nanas tersebut. Melihat video racikan teh ini, banyak netizen bertanya terkait manfaatnya. Dalam kolom komentar, Gladis menjawab teh dari sisa kulit nanas ini bermanfaat mengurangi inflamasi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta mengatasi masalah pencernaan. Menurut Healthline, nanas memang kaya akan vitamin C yang penting untuk kekebalan tubuh, penyerapan zat besi, dan pertumbuhan serta perkembangan. Nanas juga kaya akan antioksidan yang membantu tubuh menangkal stress oksidatif.
Namun, kulitnya juga tak kalah bermanfaat. Melansir fkm.unair.ac.id, kandungan gizi yang ada pada kulit nanas terdiri dari karbohidrat yang mudah dicerna. Di dalamnya ada sekelompok enzim pencernaan disebut bromelain yang dapat memudahkan pencernaan protein Kandungan serat di dalamnya juga baik untuk kesehatan pencernaan. (aqr/adr) Konsumsi Cokelat Bersama dengan Teh Perkuat Daya Tahan Tubuh Jakarta – Cokelat dan teh ternyata bisa menjadi kombinasi yang luar biasa sehat. Kombinasi ini menghasilkan zat antioksidan yang tinggi untuk menjaga imunitas tubuh. Baik cokelat maupun teh telah dikenal sejak lama dan dikonsumsi oleh banyak orang. Sejarah menunjukkan bahwa masyarakat Ekuador telah mengonsumsi kakao sejak 5.300 tahun lalu. Sementara teh pertama kali dikenal pada 2737 SM dan berasal dari China. Dilansir dari New York Post (16/2), Piotr Miga, seorang sommelier teh mengatakan, “Pada abad ke-17, baik teh maupun cokelat dianggap bernilai tinggi, gaya hidup, dan memiliki sifat mengobati.”
Keduanya mengandung zat antioksidan yang tinggi. Terutama pada cokelat hitam yang kaya akan polifenol untuk melawan radikal bebas dan mengurangi risiko kanker. Manfaat cokelat hitam juga dilaporkan oleh Health Line. Ini mengandung flavanol yang dapat melawan peradangan, serta menjaga kesehatan sel endotel yang melapisi arteri.
Selain cokelat, situs tersebut juga merinci bagaimana teh populer seperti teh hijau, jahe, dan lainnya juga dapat melawan peradangan dan mencegah kerusakan oksidatif. Karena manfaat keduanya inilah membuat Miga percaya bahwa kombinasi antara cokelat hitam dan teh sangat baik. Menurut Miga, teh yang baik dikombinasikan dengan cokelat hitam ini adalah teh hitam. Amy Sherman, seorang penggemar teh dari San Francisco juga menyebutkan bahwa menyukai kombinasi antara teh earl grey dengan cokelat. Karena, earl grey merupakan teh hitam yang memiliki sentuhan rasa jeruk bergamot. “Jeruk dan Cokelat adalah kombinasi yang indah,” ungkap Sherman. Teh juga dapat berpadu baik dengan cokelat susu. Untuk jenis teh yang cocok adalah teh hijau. Teh hijau yang rasanya lembut bersahaja ini dapat mengurangi manis dari cokelat susu. Kombinasi cokelat dan teh ini sangat baik adalah karena manfaat yang terkandung di dalamnya dapat bekerja sama dengan baik. Salah satunya untuk meningkatkan suasana hati, seperti diungkap oleh William Mullan. “Teobromin dan kafein merupakan stimulan, keduanya dapat meningkatkan fokus dan suasana hati,” ujarnya. (yms/yms) |




























Konsumi teh jahe bisa merileksan tubuh dan meningkatkan imunitas. Foto: Getty Images/Prasenjit Kar
Kandungan di dalam teh omija bisa melindungi kerusakan sel. Foto: adobe stock / iStock






