Tag: terra

  • Do Kwon Persiapkan LUNA Baru yang Tidak Akan Terhubung dengan UST

    Pada hari Senin, 13 Mei 2022, pendiri blockchain Terra Luna, Do Kwon, mengumumkan revisi rencana untuk memulihkan ekosistem setelah mengalami kombinasi volatilitas pasar yang signifikan sehingga menghapus sebagian besar kapitalisasi pasar blockchain.

    Dikatakan Kwon, Terraform Labs akan mengajukan proposal tata kelola baru pada 18 Mei untuk mem-fork blockchain Terra Luna yang disebut Terra (LUNA).

    Namun, dalam chain yang baru itu tidak akan ditautkan ke stablecoin TerraUSD (UST). Sedangkan, untuk blockchain Terra akan tetap ada dan tertaut dengan UST dan akan disebut Terra Classic (LUNC). Jika rencana disetujui, maka blockchain LUNA yang baru akan live mulai 27 Mei 2022.

    Dalam revisi tersebut, token LUNA yang baru akan dikirimkan ke pemegang LUNC, pemegang UST, dan pengembang penting dari blockchain Terra Classic.

    stablecoin TerraUSD (UST).
    Ilustrasi stablecoin TerraUSD (UST).

    Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

    Selain itu, dompet Terraform Labs dengan alamat terra1dp0taj85ruc299rkdvzp4z5pfg6z6swaed74e6 akan dihapus dari daftar putih untuk airdrop, sehingga menjadikan Terra milik komunitas sepenuhnya.

    Pasokan LUNC yang diusulkan dibatasi sebesar 1 miliar, dimana 25%-nya masuk ke kumpulan komunitas, 5% ke pengembang penting, dan 70% ke pemegang LUNC dan UST di berbagai snapshot acara di bulan Mei, tergantung pada kondisi vesting.

    Sebelumnya, Luna Foundation Guard yang penjaga ekosistem LUNA mengungkapkan bahwa mereka menggunakan sebagian besar cadangan mata uang kriptonya untuk mempertahankan pasak UST selama aksi jual pasar. Namun dengan aksi ini, kecil kemungkinan ekosistem Terra dapat menyelamatkan dirinya sendiri tanpa bantuan modal eksternal.

    CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa dia akan mendukung komunitas Terra dalam usaha recovery ini, namun dia ingin melihat lebih banyak transparansi dari entitas terkait.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belajar dari UST dan LUNA, Stablecoin Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Aset kripto TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) sedang jadi sorotan sepekan ini. Alasannya harga kedua aset kripto tersebut tak stabil dan bahkan LUNA turun sampai 99% hanya dalam hitungan hari, padahal ia sempat jadi primadona investor dan capai harga tertinggi sepanjang masa.

    Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 14.00 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,00005687 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%. Sebelumnya, LUNA telah capai harga tertinggi sepanjang masa pada Selasa (5/4) sebesar $ 119,18 per koin atau setara Rp 1,73 juta, pada saat itu kapitalisasi pasarnya mencapai $ 40 miliar.

    Penurunan harga LUNA ini sangat terpengaruh oleh faktor peg atau berkurangnya nilai dari stablecoin asli jaringan Terra, UST. Stablecoin UST turun ke level $ 0,22 pada perdagangan Jumat (13/5) yang merupakan terendah sepanjang masa. Melihat hal ini apakah stablecoin masih aset kripto teraman untuk investasi saat ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Sebelum menjawab hal tersebut, kita bahas apa yang sebenarnya terjadi dengan UST? Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan mekanisme stablecoin algoritmik memiliki kelemahan sebagai penopang sebagian besar nilai UST. Hal inilah yang menjadikan harga LUNA sangat terpengaruh oleh penurunan UST yang sangat dramatis. 

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan CEO Terralabs, Do Kwon pun mengakui bahwa model stablecoin tersebut hadir dengan beberapa pengorbanan. Faktanya, memang koin sangat terdesentralisasi. Namun, dibandingkan dengan koin seperti Tether, ia menghadapi beberapa masalah stabilitas harga, terutama jika sistemnya berada di bawah tekanan.

    “Jika terlalu banyak orang yang mencoba menebus UST sekaligus, “death spiral” hipotetis dapat terjadi dengan token LUNA yang dipasangkan dengannya. Nilai LUNA akan mulai runtuh karena lebih banyak token dicetak untuk memenuhi permintaan pengguna,” jelas Afid.

    Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

    Hipotesis Nilai LUNA Turun

    Afid menerangkan kemungkinan besar penurunan ini terkait juga dengan adanya attack dari ‘oknum’ yang memanfaatkan kelemahan dari mekanisme yang Terra punya. Kelemahan dari Terra LUNA adalah soal “death spiral”.

    LUNA memiliki hubungan mutual dengan UST. Setiap ada UST diterbitkan, ada supply LUNA yang di-burn, begitu pula sebaliknya. Seharusnya secara algoritma, ketika harga UST jatuh, ada UST yang di-burn dan LUNA yang diterbitkan. Nilai Terra LUNA bisa turun, jika TerraUSD dianggap tidak stabil.

    aset kripto Terra (LUNA)
    Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA).

    Blockchain Terra sempat berhenti untuk menghindari penyerangan governance pada jaringannya dan untuk membentuk rencana baru. Governance attack adalah kondisi di mana token yang digunakan untuk hak suara dikendalikan sebagian besar oleh satu pihak saja sehingga bisa merusak atau mengubah jaringan,” kata Afid. 

    Untuk saat ini LUNA terlihat semakin tidak ada harapan dengan harga yang turun drastis dan kondisi keuangan perusahaan yang masih jatuh. Jadi jika Terra mau kembalikan lagi ke peg-nya itu UST $ 1, mau tidak mau mesti burn UST yang supply-nya berlimpah, dan efeknya supply LUNA semakin banyak, otomatis harga LUNA akan terus anjlok sampe UST bisa stabil ke $ 1 lagi.

    Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

    Apa Bedanya BIDR sama UST?

    Drama UST dan LUNA membuat investor khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin yang sebelumnya, dianggap aman sebagai instrumen investasi, namun kini terlalu volatil.

    Tidak semua stablecoin menggunakan mekanisme algoritmik seperti UST. Binance IDR (BIDR) contohnya. BIDR merupakan stablecoin berbasis Rupiah yang dapat diperdagangkan dengan aset kripto lainnya. BIDR menggunakan Binance Chain (BEP-2) yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah.

    stablecoin BIDR dan UST
    Ilustrasi stablecoin BIDR dan UST.

    Untuk menjaga kestabilannya, BIDR didukung 1:1 oleh Rupiah di rekening bank terpisah di Indonesia. BIDR akan diaudit setiap bulan oleh perusahaan audit. Laporan audit akan dipublikasikan di Tokocrypto untuk referensi bagi pengguna BIDR.

    Harga atau nilai BIDR di bursa mungkin sedikit menyimpang dari Rp 1, karena kekuatan penawaran dan permintaan pasar untuk aset tersebut. Namun, penyimpangan harga tersebut akan kecil, karena arbitrase pasar akan bekerja untuk membawa harga BIDR kembali ke 1 Rupiah Indonesia.

    Baca juga: UPDATE: Blockchain Terra Kembali Produksi, Meski Harga LUNA Hancur

    Apakah BIDR Bisa Bernasib sama dengan UST?

    Peristiwa yang terjadi dengan UST sulit menimpa BIDR. UST membutuhkan mekanisme algoritmik untuk menjaga nilainya agar tetap sama dengan Dolar AS. Setiap token UST yang diterbitkan, ada supply token LUNA yang diburn atau dihancurkan.

    “Sistem tersebut memiliki kelemahan dari segi governance attack, sehingga membuka peluang satu pihak bisa menguasai banyak koin dan punya kewenangan untuk merusak atau mengubah jaringan. Seperti yang terjadi saat ini,” jelas Afid.

    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

    Sementara, BIDR tidak mengunakan skema mekanisme algoritmik. BIDR mempunyai mekanismi setiap koin mewakili satu Rupiah yang disimpan di bank. Ini memungkinkan pencetakan dan burning BIDR berdasarkan jumlah Rupiah yang disimpan.

    Tokocrypto sebagai pengelola BIDR bekerja sama dengan perusahaan audit untuk menyesuaikan suppy token sesuai dengan jumlah uang Rupiah yang disimpan di bank untuk mencapai skala 1:1. Laporan audit transparan dan bisa diakses di tokocrypto.com/report.

    Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki volatil tinggi, Tokocrypto mengimbau setiap pengguna melakukan research terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi dengan mengutamakan sikap kehati-hatian. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pengguna dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin, Siapa Dalangnya?

    Tragedi runtuhnya harga Terra (LUNA) dan TerraUSD (UST) membetot publik dunia, raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan Gemini malah dituding jadi dalangnya. Begitu naifkah Do Kwon, jikalau rumor ini terbukti benar?

    Harga Terra (LUNA) jatuh sejadi-jadi sebesar 99,66 persen dalam 24 jam terakhir, kini sekitar US$0,01487, berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (13/5/2022) dini hari. Sedangkan stablecoin UST justru “labil”, turun lebih dari 42 persen di waktu yang sama, sekitar $ 0,3 saja. Ini situasi pelik nan rumit yang dimulai sejak 8 Mei 2022 lalu, bahkan blockchain Terra dipadamkan untuk sementara mulai kemarin. Sebelumnya, bursa kripto Binance dan Crypto.com sudah menangguhkan perdagangan aset yang terkait kedua kripto itu.

    Sementara Do Kwon si Pendiri Terra jadi bulan-bulanan warganet pecinta kripto, karena dianggap gagal mengendalikan situasi, beredarlah kabar yang tak kalah derasnya, bahwa raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan bursa kripto Gemini adalah dalang dan otak di balik kekacauan ini.

    Pun lagi, terkuak pula masa lalu Do Kwon yang disebut oleh mantan karyawan Terraform Labs sebagai otak di balik proyek stablecoin yang gagal, yakni Basis Coin.

    Lantas, mengapa rumor BlackRock, Citadel dan Gemini dituding sebagai penyebab utama dan bukan pihak Terralabs? Ini fakta-faktanya.

    Baca Juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

    Tragedi Terra (LUNA) Diduga Akibat Manipulasi Pasar Sistematis 3 Perusahaan Ini

    Setidaknya ini semua berpangkal dari cuitan (lalu dihapus) Pendiri Cardano Charles Hoskinskon pada Rabu (11/5/2022) lalu. Ia mengunggah gambar berisikan teks tentang bagaimana cara ketiga perusahaan itu merusak harga Terra (LUNA) dan UST, termasuk Bitcoin secara sistematis. Gambar itu ia terlihat hasil screenshot dari aplikasi Telegram atas nama “Anna”.

    Berikut ringkasan isinya: BlackRock dan Citadel meminjam 100 ribu BTC dari Gemini. Kedua perusahaan menukar (swap) 25 ribu BTC itu menjadi UST. Lalu menghubungi Do Kwon dan mengatakan ingin menjual banyak Bitcoin (BTC) menjadi UST.

    Dengan alasan tak ingin mengguncang pasar Bitcoin dengan akan adanya transaksi jumbo itu, BlackRock dan Citadel meminta agar Do Kwon meminta potongan harga untuk UST itu. Kwon pun setuju dengan umpan itu dan mentransfer UST yang diminta, sehingga menekan tingkat likuiditas stablecoin itu.

    Di titik itulah BlackRock dan Citadel menjual semua Bitcoin mereka, termasuk UST. Itulah yang menyebabkan slippage yang besar dan memicu efek domino yang memaksa tekanan jual kuat untuk kedua aset itu.

    Pun lagi, baik BlackRock dan Citadel bahwa di aplikasi DeFi Anchor tersimpan banyak kripto Terra (LUNA) yang pada akhirnya mendorong pengguna menarik kripto mereka yang jumlahnya lebih besar daripada yang bisa diberikan oleh Anchor dalam imbalan.

    Karena aksi jual kripto LUNA semakin deras, tidaklah heran UST kehilangan pasak utamanya dan menjadikan nilainya tak lagi 1 banding 1 lagi terhadap dolar AS.

    BlackRock dan Citadel pun bisa membeli Bitcoin dengan harga diskon untuk membayar kembali pinjamannya kepada Gemini dan mengantongi selisihnya sebagai keuntungan. Ini jelas manipulasi pasar.

    Baca juga: Portofolio Perusahaan Warren Buffett Ini Justru Berinvestasi di Perusahaan Kripto

    Gemini dan BlackRock dan Sangkal Tuduhan Itu

    Gemini yang didirikan oleh Winklevoss bersaudara itu pun langsung angkat bicara di Twitter dan menyangkal keras tuduhan itu.

    Gemini menyangkal melakukan kesalahan dan secara tegas menyatakan, bahwa mereka tidak pernah memberikan pinjaman semacam itu kepada pihak mana pun yang disebutkan dalam screenshot yang beredar. 

    “Kami membaca rumor yang merebak baru-baru ini, yang menggambarkan Gemini membuat pinjaman 100 ribu BTC ke perusahaan besar, membuat penjualan masif terhadap kripto LUNA. Gemini tidak pernah memberikan pinjaman seperti itu,” sebutnya.

    BlackRock menyangkal lebih keras lagi. “Rumor bahwa BlackRock memiliki peran dalam runtuhnya UST adalah keliru. Kami tidak pernah menjual dan membeli UST,” kata Logan Koffler, juru bicara BlackRock kepada Forbes.

    Kedua Perusahaan Semakin dalam di Bisnis Kripto

    Baik BlackRock dan Citadel tak asing di bisnis kripto ini. BlackRock  misalnya memainakn sentimen pasar sejak tahun 2020 dengan memuji-muji keunggulan Bitcoin sebagai aset masa depan. Langkah terbaru BlackRock adalah berinvestasi di Circle sebesar $ 400 juta. Perusahaan penerbit stablecoin USDC ini dikelola oleh bersama dengan bursa kripto ternama asal AS, yakni Coinbase.

    Sedangkan Citadel, pada Januari 2022, menerima investasi $ 1,15 miliar dari perusahaan ventura besar, yakni Sequoia Capital dan Paradigm, yang ingin menggunakan teknologi perusahaan untuk membawa kredibilitas ke pasar kripto.

    Di atas itu semua, pertanyaan besarnya adalah, jika itu benar terjadi, apakah begitu naifnya seorang Do Kwon memakan umpan perusahaan yang sebagian rekam jejaknya juga hitam, seperti yang dipaparkan di sini?

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Blockchain Terra Kembali Produksi, Meski Harga LUNA Hancur

    Validator blockchain Terra telah menghentikan sementara aktivitas jaringan pada hari Kamis malam, 12 Mei 2022 (sekitar pukul 23.20 WIB). Langkah ini diambil untuk mencegah serangan tata kelola setelah devaluasi parah token LUNA. 

    Hal tersebut diumumkan melalui akun Twitter resmi jaringan Terra @terra_money. Akun tersebut membuat cuitan yang menyatakan bahwa jaringan blockchain dihentikan pada ketinggian blok 7.603.700.

    Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

    Langkah ini mengikuti serangkaian peristiwa yang memicu penurunan harga LUNA  dan stabelcoin UST yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

    Harga LUNA terpelanting sangat jauh dari harga tertingginya di bulan lalu. Pada saat laporan ini ditulis harga LUNA diperdagangkan di level $ 0,013 atau setara dengan Rp 190. Bahkan, di hari yang sama LUNA menginjak harga terendahnya di harga $ 0,01 (Rp 146).

    Dalam kurun waktu sekitar satu bulan LUNA ambruk sekitar 98% dari harga tertingginya di level $ 119.

    Berdasarkan data CoinGecko, harga UST saat penulisan berada di level $ 0,33, turun 49% selama 24 jam terakhir.

    Baca juga: Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Ini Penjelasan Lengkapnya!

    Update: Blockchain Terra telah melanjutkan produksi blok dengan penggabungan kode baru. Meski begitu harga LUNA tetap tertekan. Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 08.45 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,004592 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%.

    Terlepas dari adanya berbagai upaya dari pihak Terra untuk mengendalikan masalah yang tengah mereka alami, nampaknya upaya tersebut masih belum membuahkan hasil juga.

    Sementara itu, pertukaran crypto terbesar Binance mengumumkan akan menghapus kontrak berjangka Terra (LUNA) dengan margin Tether (USDT) menyusul penurunan harga lebih dari 99%.

    Dalam posting blog hari Kamis, Binance mengatakan akan mengambil “tindakan pencegahan” di sekitar kontrak abadi LUNA/USDT, berniat untuk menghapus pasangan jika harga berada di bawah 0,005 USDT.

    Artikel telah diperbarui dengan informasi tentang pembaruan blockchain Terra, yang memungkinkan produksi blok dilanjutkan. 

    DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

    TerraUSD (UST) dan koin pendukungnya, LUNA, menuai aksi jual besar-besaran. Harga UST terjun payung dan seperti terlepas bebas dari dolar yang membuatnya hanya bernilai sebesar $ 0,67, pada Selasa (10/5). Akibat dari kemerosotan harganya, maka nilai kapitalisasi pasarnya pun ikut anjlok.

    Kapitalisasi UST telah jauh melampaui LUNA. Pada saat penulisan, kapitalisasi pasar UST mencapai $ 13,9 miliar dengan harga $ 0,57, Sementara harga pasar LUNA terjun ke $ 6,30. Berdasarkan laporan CoinGecko, hal ini menyebabkan likuidasi besar-besaran hingga menurunkan kapitalisasi pasarnya menjadi $ 4 miliar saja.

    Jika kapitalisasi LUNA lebih rendah dari UST, maka ada kemungkinan dana untuk proyek Terra tidak cukup mendukung nilai stablecoin algoritmiknya. Bahkan, benar-benar tidak cukup kuat untuk mempertahankan pasaknya. 

    Luna Foundation Guard (LFG) sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk memastikan UST tetap bertahan, mengaku telah melakukan upaya untuk mengatasai situasi ini agar bias mengembalikan stablecoin ke $ 1. Strategi mereka dalam mengakuisisi Bitcoin untuk menjamin UST nampaknya belum cukup memberikan dampak yang positif. 

    aset kripto Terra (LUNA)
    Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA).

    Baca juga: Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft

    Jumat (6/5) lalu terjadi penarikan besar-besaran di Anchor Protocol (ANC) yang menyebabkan saldonya terus menukik. Sejumlah besar UST telah pergi dan dianggap telah menemukan jalan mereka ke bursa yang lain. Sampai di sini, timbul pertanyaan, apakah algoritmik Terra gagal?

    Penurunan Harga Stablecoin UST

    Menurut riset whale yang membuang UST sebesar $ 285 pada hari Sabtu (7/5) lalu, yang kemudian berdampak pada penurunan harga stablecoin ke $ 0,98. Aksi itu juga berdampak pada LUNA yang turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, yaitu sebesar $61. Pada saat itu, harga Luna berada di $ 6,30-an.

    Sehingga pada hari Senin (9/5), LFG mengerahkan BTC senilai $ 1,5 miliar sebagai saranan likuiditas untuk kebutuhan ekosistem. LFG meminjamkan koin ke Trading Firms untuk melindungi pasak UST dan 750 juta token UST untuk mengakumulasi BTC.

    Kemampuan Bitcoin dalam mendukung stablecoin tengah diuji, meski akhir-akhir ini nilai Bitcoin sendiri juga ikut turun. Sementara, LFG terus menerus mengutak-atik UST dan menyulut kemarahan para pendukung desentralisasi. Seperti tweet dari salah satu pemimpin Flashboys.net, Hasu, yang mengatakan, “saya tidak ingin orang menyebut UST terdesentralisasi lagi.”

    aset kripto TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA)
    aset kripto TerraUSD
    (UST) dan Terra (LUNA).

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

    Binance Sempat Tangguhkan Transaksi LUNA

    Kondisi ini semakin diperparah dengan keputusan Binance yang menangguhkan sementara penarikan LUNA dan UST. Binance mejelaskan bahwa penangguhan ini disebabkan oleh tingginya penarikan yang tertunda karena jaringan yang lambat dan macet. 

    “Binance akan membuka kembali penarikan untuk token ini setelah jaringan stabil dan volume penarikan yang tertunda berkurang,” kata Binance. 

    Penangguhan ini terjadi setelah turunnya harga kedua koin tersebut. Penurunan harga terjadi karena ulah yang disebut-sebut para anggota sebagai ‘serangan terkoordinasi’. 

    Sementara itu, pendiri Terra, Do Kwon, nampaknya tidak terganggu dengan gejolak harga ini. Lantaran Kwon diketahui men-tweet, “Menyebarkan lebih banyak modal yang mantap.”

    Tetapi nyatanya pada hari Selasa kemarin, LFG memindahkan 42.500 koin ke berbagai tujuan, termasuk ke crypto exchange OKX, dan Kwon belum men-tweet apa-apa lagi setelahnya.

    Hari ini, Dia men-tweet adanya rencana atau upaya untuk melakukan pemulihan terhadap UST untuk menjadi peg lagi UST/USDT=$ 1.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Setelah LUNA All Time High, TVL Terra Meningkat!

    Terra (LUNA) mencatat peningkatan signifikan dalam TVL jaringan. Blockchain dengan cepat berkembang menjadi salah satu keuangan terdesentralisasi teratas, bahkan melampaui Binance Smart Chain (BSC).

    Sejauh ini, pertumbuhan Terra berasal dari penawaran staking yang unik untuk users, serta dorongan kuat dari keputusannya untuk menambahkan Bitcoin ke perbendaharaan jaringan.

    Menambahkan Bitcoin ke perbendaharaan jaringan merupakan mekanisme Terra yang baru. Jaringan telah mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan Bitcoin sebagai mata uang cadangan untuk jaringan.

    Langkah Terra untuk menjadikan aset digital sebagai cadangan default hingga lebih dari 1 miliar Dollar terbukti berhasil meningkatkan minat yang besar untuk aset.

    Baca Juga: Apa Itu Aset Kripto Status (SNT) & DigiByte (DGB), Bisa Datangkan Profit?

    Bayangkan saja, keputusan untuk membeli Bitcoin diumumkan minggu lalu dan saat ini, TVL jaringan alami peningkatan lebih dari 2 miliar Dollar.

    Ketika pengumuman itu dibuat, TVL di jaringan Terra masih berkisar $26 miliar. Kurang dari dua minggu kemudian, jumlah ini telah menembus nilai $28,7 miliar, mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa.

    LUNA Menembus All Time High

    Harga LUNA berhasil menembus All Time High di level $106,29 dengan margin yang sangat kecil kemarin. Aset telah membalikkan kerugian yang terjadi selama aksi jual antara Desember 2021 dan Januari 2022.

    Reli harga terbaru mendorong kapitalisasi bersih token menjadi $37,17 miliar, yang saat ini merupakan 1,76% dari seluruh pasar crypto, dibandingkan dengan 0,39% pada awal tahun ini.

    Pergerakan Harga LUNA

    Jaringan Terra terus berkembang seiring semakin banyak pengguna DeFi yang bergerak untuk memanfaatkan peluang yang disediakan olehnya.

    Baca Juga: Dapatkan Passive Income dari Staking Crypto di Triv

    Sementara itu, Anchor tetap menjadi protokol paling dominan di jaringan Terra, terhitung 52,38% dari semua TVL pada saat penulisan ini.

    Secara total, ada $15,04 miliar di TVL pada protokol Anchor saja yang tersedia di jaringan Terra dan Avalanche.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terra (LUNA) Meledak 40% dalam 24 Jam, Jadi Top Gainer Hari Ini

    Pasar kripto kembali diramaikan oleh pergerakan mengejutkan dari Terra (LUNA).

    Berdasarkan data terbaru, harga LUNA hari ini berada di level $0.211177, mencatat lonjakan besar +40.32% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini menjadi salah satu yang terbesar di antara aset kripto berkapitalisasi menengah.

    Lonjakan harga tersebut dibarengi dengan volume perdagangan yang sangat tinggi, yakni mencapai $688.84 juta dalam 24 jam.

    Volume setinggi ini menunjukkan adanya aktivitas spekulatif besar-besaran yang masuk ke pasar LUNA dalam waktu singkat.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar LUNA kini berada di angka $149.93 juta, dengan total suplai beredar mencapai 709.98 juta token.

    Peningkatan besar dalam volume dan harga menandakan bahwa LUNA sedang berada dalam momentum bullish ekstrem.

    Baca Juga: Terra (LUNA) Melejit 101% Dalam Sepekan, Awal Kebangkitan?

    Performa Harga LUNA: Reli Besar Selama 30 Hari Terakhir

    Data historis menunjukkan bahwa pergerakan LUNA tidak hanya melonjak dalam 24 jam, tetapi juga selama beberapa minggu terakhir:

    Periode Perubahan Harga Persentase
    Hari ini +$0.062016 +41.24%
    30 hari +$0.122489 +136.24%
    60 hari +$0.119523 +128.69%
    90 hari +$0.056897 +36.59%

    Selama 7 hari terakhir, LUNA bahkan mencatat kenaikan +193.40%, menjadikannya salah satu token dengan pertumbuhan tercepat minggu ini.

    Ini adalah salah satu reli paling agresif yang dialami LUNA dalam beberapa tahun terakhir. Terlepas dari rekam jejak Terra yang penuh kontroversi sejak runtuhnya ekosistem TerraUSD (UST) pada 2022, aset ini masih menunjukkan bahwa minat spekulatif tetap tinggi.

    Data Pasar LUNA: Lonjakan Volume Mengisyaratkan Euforia Singkat?

    Selain lonjakan harga, Terra juga mencatat berbagai metrik menarik:

    • Perubahan harga 1 jam: +3.89%
    • Perubahan harga 24 jam: +41.24%
    • Perubahan harga 7 hari: +193.40%
    • Peringkat popularitas: #184

    Dengan kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya berada di angka $252.05 juta, selisih yang cukup signifikan dengan market cap saat ini menunjukkan adanya potensi tambahan suplai yang bisa berdampak pada harga di masa depan.

    Namun, lonjakan volume perdagangan yang tinggi mengisyaratkan bahwa sentimen pasar saat ini masih dominan bullish dan sarat ekspektasi kenaikan lanjutan.

    Ketidaklengkapan Data Harga: Mengapa Tertinggi & Terendah Tercatat “0”?

    Pergerakan harga Terra (LUNA/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Terra (LUNA/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menariknya, data menunjukkan bahwa:

    • Rendah 24 jam: $0
    • Tinggi 24 jam: $0
    • Rekor tertinggi: $0

    Nilai ini bukan angka sebenarnya, melainkan indikasi bahwa data sumber sedang mengalami pembaruan atau tidak menyediakan catatan historis tertinggi/rendah untuk LUNA setelah redenominasi dan relaunch yang terjadi beberapa waktu lalu.

    Data harga yang tidak lengkap seperti ini bukan hal baru untuk LUNA, mengingat token tersebut melewati proses pemulihan dan penggantian struktur jaringan setelah runtuhnya ekosistem Terra lama (sekarang disebut Luna Classic).

    Apa yang Mendorong Lonjakan LUNA Hari Ini?

    Beberapa faktor potensial yang mendorong reli eksplosif LUNA:

    1. Momentum Spekulatif yang Sangat Kuat
      Lonjakan hampir 200% dalam satu minggu menunjukkan bahwa investor retail sedang mendominasi pasar LUNA.
    2. Pergerakan Whale dan Konsolidasi Pasar Altcoin
      Volume perdagangan sangat besar mengisyaratkan adanya aktivitas whale atau trading algoritmik.
    3. Narasi Rebound Terra
      Meski Terra tidak lagi menjadi pemain utama seperti 2021, sebagian komunitas masih mendorong narasi pemulihan jangka panjang.
    4. FOMO (Fear of Missing Out)
      Kenaikan harga agresif membuat investor berbondong-bondong masuk untuk mengejar profit cepat.

    Prospek Harga LUNA ke Depan: Masih Bisa Naik?

    Jika momentum saat ini terus berlanjut, LUNA berpotensi menguji level psikologis berikutnya di sekitar $0.25–$0.30.

    Namun, volatilitas sangat tinggi berpotensi memicu pembalikan cepat kapan saja. Di sisi lain, support kuat berada di kisaran $0.15, yaitu area harga sebelum reli besar dimulai.

    Baca Juga: Tokoh di Balik Kripto Terra Luna Do Kwon Ditangkap di Montenegro

    Terra (LUNA) kembali mengejutkan pasar dengan lonjakan harga lebih dari 40% dalam 24 jam terakhir, didorong oleh volume perdagangan besar dan sentimen bullish yang kuat.

    Dengan reli lebih dari 193% dalam seminggu, LUNA kembali menjadi sorotan di tengah pasar kripto yang fluktuatif.

    Meskipun peluang profit terlihat besar, investor perlu tetap berhati-hati karena volatilitas ekstrem dapat menghadirkan risiko tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terra (LUNA) Melejit 101% Dalam Sepekan, Awal Kebangkitan?

    Pasar altcoin kembali memanas dengan kejutan dari Terra (LUNA) yang hari ini mencatatkan lonjakan harga yang begitu signifikan.

    Dalam 24 jam terakhir, harga LUNA naik 29,39% dan diperdagangkan pada level $0.135072, didorong lonjakan volume perdagangan yang mencapai $178,07 juta, angka yang jauh melampaui kapitalisasi pasarnya yang berada di $95,90 juta.

    Kenaikan besar ini menarik perhatian para trader dan analis mengingat Terra pernah mengalami salah satu kejatuhan paling dramatis dalam sejarah kripto pada 2022.

    Namun hari ini, LUNA kembali mencuri panggung dengan performa bullish yang sangat agresif.

    Baca Juga: Satu Alasan Kecil Kenapa Terra Luna Hancur Lebur

    LUNA Meledak 29%: Apa yang Terjadi di Pasar?

    Dalam 24 jam terakhir, harga LUNA melonjak 29,48%, menunjukkan minat beli yang sangat kuat.

    Lonjakan volume naik drastis, mengindikasikan masuknya modal baru maupun akumulasi dari trader jangka pendek yang memburu momentum.

    Dengan sirkulasi pasokan mencapai 709,98 juta token, kapitalisasi pasar LUNA secara langsung menguat seiring dengan naiknya harga.

    Lonjakan volume yang dua kali lipat lebih besar daripada market cap menandakan aktivitas transaksi yang sangat tinggi, sebuah gejala yang biasanya terlihat pada altcoin yang sedang berada dalam fase breakout.

    Pergerakan harga Terra (LUNA/USDT) pada Selasa, 9 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Terra (LUNA/USDT) pada Selasa, 9 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Performa Jangka Pendek: LUNA Lebih Agresif dari Mayoritas Altcoin

    Jika melihat perkembangan harga secara historis:

    • Hari ini: +29,48%
    • 7 hari: +101,41%
    • 30 hari: +56,92%
    • 60 hari: -0,77%
    • 90 hari: -12,87%

    Data ini mengungkap pola menarik:
    Walau jangka menengah (60–90 hari) masih menunjukkan pelemahan, performa sepekan terakhir menggambarkan kebangkitan luar biasa.

    Lonjakan 100% dalam tujuh hari membuat LUNA menjadi salah satu altcoin dengan performa terbaik di pasar saat ini.

    Tingkat Volatilitas Sangat Tinggi: Harga 1 Jam Turun 4%

    Meskipun reli besar masih terjadi, pergerakan 1 jam terakhir mencatat penurunan -4,35%. Ini mengindikasikan adanya aksi profit taking dari trader yang masuk sejak awal kenaikan.

    Fluktuasi ekstrem seperti ini adalah ciri khas altcoin berkapitalisasi kecil hingga menengah, terutama ketika volume perdagangan meningkat cepat.

    Investor perlu memahami bahwa reli agresif biasanya diikuti koreksi tajam dalam jangka sangat pendek.

    Indikator Pasar yang Perlu Diperhatikan

    1. Kapitalisasi Pasar Masih Kecil

    Dengan market cap hanya $95,74 juta, LUNA berada di peringkat ke-284, yang artinya pergerakan harga bisa sangat sensitif terhadap arus beli dalam jumlah besar.

    2. Volume 24 Jam Sangat Tinggi

    Volume $178,70 juta menunjukkan likuiditas yang memadai untuk trader spekulatif, namun juga menandakan volatilitas ekstrem yang bisa berubah arah kapan saja.

    3. Fully Diluted Market Cap (FDMC): $160,03 juta

    Karena total pasokan maksimum tidak ditentukan, FDMC menunjukkan estimasi valuasi maksimum. Jika pasokan meningkat, risiko dilusi dapat memicu tekanan jual jangka panjang.

    Mengapa LUNA Bisa Melonjak Begitu Tinggi?

    Beberapa faktor yang berpotensi memicu reli besar LUNA:

    1. Sentimen Rebound & Spekulasi Pasar

    LUNA kerap menjadi target trader momentum. Ketika volume naik, efek FOMO cepat membuat lonjakan harga menjadi lebih tajam.

    2. Aktivitas Komunitas dan Developer

    Setiap pembaruan teknis, pengumuman kolaborasi, atau aktivitas governance biasanya memicu reli singkat pada ribuan holder LUNA yang sangat aktif.

    3. Reaksi Delay Terhadap Tren Altcoin

    Beberapa altcoin mengalami delayed pump, yaitu kenaikan tertunda mengikuti reli pasar yang lebih luas. LUNA tampaknya masuk kategori ini.

    Baca Juga: Tokoh di Balik Kripto Terra Luna Do Kwon Ditangkap di Montenegro

    Apakah LUNA Masih Akan Terus Naik?

    LUNA menunjukkan sejumlah sinyal bullish jangka pendek, terutama karena lonjakan volume, momentum pasar, dan kenaikan sepekan yang mencapai lebih dari 100%.

    Namun volatilitasnya Masih ekstrem, hal ini terlihat dari penurunan 4% dalam 1 jam yang menandakan risiko tinggi.

    Level penting yang wajib diperhatikan antara lain resistance terdekat di rentang $0.145 – $0.150 dengan support terkuat di kisaran $0.115 – $0.120.

    Jika LUNA mampu bertahan di atas $0.13, reli berpotensi berlanjut. Namun koreksi besar juga bisa terjadi sewaktu-waktu.

    Untuk investor, langkah bijak adalah memantau volume dan level support kunci sebelum mengambil keputusan, karena LUNA tetap menjadi salah satu aset paling berisiko namun paling explosif di pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com