Uniswap (UNI) meluncurkan V3 hari ini, Rabu, 5 Mei 2021, yang diprediksi membuat disrupsi di Sektor Decentralized Finance (DeFi).
Saat ini jumlah crypto yang terkunci (TVL) di bursa terdesentralisasi (DeX) Uniswap naik 61.943% sejak V2.
Hal tersebut membuat peluncuran V3 diprediksi memberi dampak besar.
Peluncuran DeX V3
Kemungkinan besar saat ini mayoritas investor sedang menunggu V3 akibat akan berpotensi besar terhadap Sektor DeFi.
Melihat yang terjadi pada Uniswap V2, diprediksi akan terjadi hal yang sama dan akan mendorong Sektor DeFi lebih tinggi.
Uniswap V3 juga dikabarkan akan memberikan beberapa fitur baru dan penghasilan keuntungan yang lebih dari saat ini.
Saat ini terdapat tiga fitur baru yang akan diluncurkan terutama untuk penyedia likuiditas atau liquidity providers.
Pertama akan tercipta peluncuran likuiditas kepada pasar yang dapat disesuaikan kepada seluruh target harga.
Kedua adalah biaya transaksi market maker yang lebih berjenjang untuk mendorong keuntungan dari beberapa crypto volatilitas tinggi terhadap kerugian sementara.
Ketiga adalah akses yang lebih murah kepada oracle atau jembatan akses data antara dunia blockchain dan dunia nyata.
Selain itu, Uniswap V3 berpotensi mengalami penurunan dalam biaya dari Hardfork Ethereum di Bulan Juli.
Dengan dukungan Optimism untuk memaksimalkan lapisan kedua di Blockchain Ethereum, transaksi diprediksi akan lebih murah dan dominasi Uniswap akan mulai naik kembali.
Selain itu dengan adanya beberapa tambahan fitur untuk meningkatkan keuntungan melalui imbalan di luar jual beli crypto, Uniswap akan semakin maju di dunia DeX.
Sebelumnya Uniswap V2 berdiri pada Blockchain Ethereum pada 18 Maret 2020.
Saat itu, ketertarikan terhadap Sektor DeFi masih belum setinggi saat ini.
Sejarah Uniswap V2
Walau banyak kasus yang menjerat akibat banyaknya plagiarisme dan kasus penipuan yang mengatasnamakan Uniswap sebelumnya, saat ini apresiasi terus terjadi.
Sebelumnya DeX ini juga sempat mengalami kalah saing dari DeX lainnya.
Namun, setelah adanya Airdrop sekitar 400 UNI per orang, penggunanya naik kembali.
Walau Sektor DeFi turun di kuartal empat 2020, TVL di Sektor DeFi terus naik bahkan mencapai $8,53 Miliar.
Hingga saat ini, ketertarikan terhadap Sektor DeFi masih berlanjut dengan banyaknya tambahan terhadap ekosistem tersebut.
Dengan dorongan positif pembaruan Ethereum, dan pembaruan pada DeX Uniswap, nampaknya UNI akan terdampak secara positif.
Untuk saat ini UNI masih belum bergerak naik kembali akibat dampak dari koreksi pasar crypto secara menyeluruh yang terjadi kemarin.
Dalam jangka pendek UNI nampak terkena buy the rumor, sell the news,dimana harganya naik mendekati suatu kabar namun saat kabar itu terjadi harganya turun.
Dalam kasus ini, kabar tersebut adalah peluncuran DeX Uniswap V3. Tapi dalam jangka panjang, UNI masih terlihat bergerak naik.
Grafik Harian UNIUSD
Dapat dilihat bahwa UNI masih bergerak dalam zona apresiasi, untuk saat ini kemungkinan batas bawah koreksi adalah $39,8 hingga $34,5.
Batas atas yang perlu dilewati berada pada $43 hingga $48 untuk dapat berlanjut lebih tinggi dalam jangka panjang menuju $64.
Disclaimer
Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Saat Bitcoin bergerak positif namun lambat dan Ethereum bergerak naik secara signifikan, terdapat pertanda bahwa Altseason akan segera dimulai.
Pertanda tersebut juga diperkuat oleh beberapa Altcoins yang mengalami apresiasi saat dominasi Bitcoin turun di bawah 50%.
5 Crypto Potensial Awal Bulan Saat Altseason
Mengingat saat ini masih awal bulan yang umumnya dana investasi masih tinggi bersama dengan mulainya Altseason, artikel ini akan memberikan analisis mengenai 5 crypto potensial.
Perlu diingat artikel ini bukan bersifat rekomendasi atau saran investasi dan trading secara resmi akibat hanya merupakan analisis pribadi penulis.
Crypto pertama yang berpotensi mengalami apresiasi cukup signifikan adalah Uniswap yang juga terimbas oleh sentimen positif biaya transaksi Ethereum.
Mengingat UNI adalah bursa terdesentralisasi atau DeX terbesar di jaringan Ethereum, volumenya mengalami apresiasi bersama turunnya biaya transaksi.
Namun, sentimen positif utama yang akan mendorong UNI naik bukan berasal dari biaya transaksi namun dari pembaruan sistem.
Dikabarkan bahwa pada Rabu, 5 Mei 2021, Unniswap akan resmi meluncurkan versi terbarunya yaitu Uniswap V3.
Dengan pembaruan ini, terdapat potensi bahwa akan terjadi volume transaksi dan partisipasi pada farming atau penyediaan likuiditas yang lebih tinggi.
Selain itu, terdapat integrasi Non Fungible Token (NFT) terhadap sistem yang dikabarkan juga akan berdampak pada ketersediaan likuiditas.
Terakhir, sentimen positif juga datang dengan adanya potensi penambahan pembaruan pada V3 yaitu pemberian solusi skalabilitas Layer-2Blockchain Ethereum.
Dari sisi teknikal, saat ini UNI baru saja melewati batas atas apresiasi yang menjadi pertanda bahwa apresiasinya dapat menyusul Ethereum.
Grafik Harian UNIUSD
Kemungkinan besar apresiasi akan terus berlanjut hingga sekitar $45,5 atau Rp658 Ribu hingga $48 atau Rp694 Ribu pada pekan ini.
Namun apresiasi tersebut harus menjaga batas bawah pada $43 atau Rp622 Ribu hingga $39,8 atau Rp575 Ribu yang jika dilewati dapat menghilangkan potensi apresiasi dalam jangka pendek.
Target dalam jangka panjang masih tetap berada pada $64 atau Rp927 Ribu yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.
Crypto potensial lain adalah Solana yang merupakan salah satu blockchain generasi ketiga yang namanya sedang sering disebut di pasar.
Dengan semakin tingginya harga Ethereum (ETH) dan Binance Coin (BNB), kemungkinan besar mayoritas investor akan mulai mencari alternatif.
Alternatif yang dimaksud adalah proyek blockchain terbaru yang juga memiliki keunggulan dan potensi sama seperti kedua crypto tersebut sebelumnya.
Saat ini Solana menjadi blockchain tersebut akibat juga menyelesaikan beberapa permasalahan di dunia blockchain saat ini.
Solana memiliki solusi untuk transaksi yang lebih cepat, lebih efisien, lebih hemat energi, dan juga memberi wadah transaksi lintas blockchain.
Sehingga, harganya saat ini sedang mengalami apresiasi yang cukup signifikan dan diprediksi masih akan terus berlanjut bersama mayoritas Altcoins.
Dari sisi teknikal, saat ini Solana sedang terlihat terkoreksi, yang menjadi pertanda baik untuk potensi apresiasi.
Grafik Harian SOLUSD
Hal tersebut disebabkan koreksi merupakan pergerakan menguji kembali zona apresiasi yang sebelumnya telah menjadi tempat keluar atau breakout.
Setelah menguji kembali atau retest terjadi, kemungkinan besar SOL dapat naik lebih tinggi hingga mencapai $50,2 atau Rp726 Ribu pada pekan ini.
Jika berhasil melewati harga tersebut, kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada $78 atau Rp1,12 Jutadalam jangka panjang yang berada di daerah261,8% Fibonacci Extension.
Namun apresiasi tersebut harus menjaga batas bawah pada $46,7 atau Rp675 Ribu hingga $42.8 atau Rp619 Ribu untuk menjaga apresiasi dalam jangka pendek.
3. Pancakeswap (CAKE)
Berikutnya adalah Pancakeswap yang sedang mengalami apresiasi dalam volume transaksi dalam beberapa pekan terakhir.
Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya proyek baru yang mulai melantai di DeX tersebut dan menarik perhatian pihak yang ingin menjadi investor awal.
Selain karena biaya transaksi Blockchain Ethereum yang sedang lebih tinggi dari Binance Smart Chain, apresiasi ini juga terjadi akibat ekosistem Binance yang terus tumbuh.
Hingga saat ini volume transaksi di Pancakeswap sudah mencapai lebih dari $1,7 Juta atau Rp24,59 Miliar.
Hal tersebut juga menandakan kepercayaan terhadap CAKE yang harganya juga naik bersamaan dengan apresiasi volume transaksi tersebut.
Dari sisi teknikal, saat ini nampaknya koreksi akan terjadi, sama seperti Solana yang sedang membentuk pola retest setelah breakout.
Grafik Harian CAKEUSD
Kemungkinan besar, saat ini batas pada $39,4 atau Rp570 Ribu hingga $36,8 atau Rp532 Ribu akan menjadi tujuan koreksi sebelum apresiasi terjadi.
Batas pengaman apresiasi berada di sekitar $33,5 atau Rp484 Ribu yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi dalam jangka pendek.
Target apresiasi pada pekan ini berada di sekitar $48,2 atau Rp697 Ribu jika batas atas pada $42,7 atau Rp617 Ribu dapat ditembus.
Dalam jangka panjang, target apresiasi harga berada pada sekitar $87,4 atau Rp1,26 Juta yang berada di daerah 261,8% Fibonacci Extension.
4. Cosmos (ATOM)
Cosmos juga menjadi salah satu proyek crypto yang sedang mengalami apresiasi dalam ketertarikannya.
Hal ini disebabkan oleh Cosmos yang bergerak sebagai blockchain yang memberikan solusi terhadap permasalahaan yang ada dari sistem Proof of Work.
Solusi utama yang diberikan oleh Cosmos sebagai blockchain adalah solusi hubungan antar blockchain atau operasional cross-chain.
Selain itu, Cosmos juga memberikan solusi dengan sistem baru yang memberikan kecepatan dan efisiensi vaildasi transaksi yang lebih tinggi.
Potensi sentimen positif dalam jangka pendek datang dari internal Cosmos sendiri yang dikabarkan akan meluncurkan sistem bandwidth sharing bersama Sentinel.
Dengan adanya sistem integrasi tersebut, mayoritas proyek yang tergabung akan memiliki kecepatan dan efisiensi transaksi yang lebih tinggi.
Selain itu, dengan sistem ini, terjadi biaya yang lebih rendah akibat menggunakan sistem berbagi dalam bandwidth yang digunakan.
Dikabarkan peluncuran akan terjadi pada jaringan testnet IBC oleh Cosmos dan akan terjadi pada hari ini 3 Mei 2021.
Dari sisi teknikal, saat ini koin dari Cosmos, ATOM, sedang bergerak relatif positif setelah sebelumnya sempat mengalami koreksi.
Grafik Harian ATOMUSD
Kemungkinan besar dengan adanya kabar ini, ATOM akan naik, namun terdapat batas atas pada $23.9 atau Rp345 Ribu yang harus dilewati.
Jika batas atas tersebut berhasil dilewati, kemungkinan besar tujuan selanjutnya dapat mencapai $27,8 atau Rp402 Ribu.
Namun, dalam jangka pendek, batas pengaman yang harus dijaga berada pada $22 atau Rp318 Ribu hingga $20,5 atau Rp296 Ribu.
Jika batas pengaman tersebut terus terjaga, kemungkinan besar apresiasi dalam jangka pendek akan terus terjadi.
Dalam jangka panjang, diprediksi bahwa ATOM dapat mencapai $45 atau Rp651 Ribu yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.
5. Ren (REN)
Terakhir adalah REN yang merupakan sebuah proyek crypto yang bertujuan untuk memberikan likuiditas untuk transaksi antar blockchain.
Dengan semakin banyaknya blockchain yang memberikan akses transaksi antar blockchain, likuiditas transaksi menjadi satu hal yang penting.
Hal tersebut penting akibat akan mempercepat dan memudahkan terjadinya transaksi antar blockchain.
Dengan semakin tingginya likuiditas maka semakin tinggi juga volume transaksi, sehingga REN memiliki peran yang penting.
Melalui RenVM, saat ini REN menjadi salah satu penyedia likuiditas transaksi antar blockchain utama bagi blockchain yang memberi akses cross-chain.
Sentimen positif terbaru untuk REN adalah pembaruan sistemnya yang akan meluncurkan versi v0.4.0 pada mainnet atau jaringan utamanya.
Dikabarkan peluncuran akan terjadi pada 3 Mei 2021 hingga 9 Mei 2021 yang dapat menjadi sentimen positif terhadap REN itu sendiri.
Dari sisi teknikal, saat ini REN sedang bergerak naik, yang jika dapat menembus batas atas, kemungkinan apresiasi akan terus terjadi.
Grafik Harian RENUSD
Batas atas yang harus dilewati oleh pergerakan apresiasi adalah pada $0,985 atau Rp14,2 Ribu hingga $1,1 atau Rp15,9 Ribu.
Jika berhasil ditembus dapat membawa REN ke $1,23 atau Rp 17,8 Ribu hingga $1,35 atau Rp19,5 Ribu.
Namun untuk menjaga apresiasi ini, harga harus berhasil menjaga batas bawah pada $0,85 atau Rp12,3 Ribu hingga $0,73 atau Rp10,5 Ribu.
Dalam jangka panjang REN berpotensi mencapai $1,75 atau Rp25,3 Ribu yang berada di daerah 100% Fibonacci.
Perlu diingat kembali bahwa artikel ini bersifat analisis dan bukan saran atau ajakan untuk trading atau investasi.
Artikel dapat dijadikan tambahan untuk membantu analisis pribadi akibat keputusan dan tanggung jawab kerugian serta keuntungan berada di individu masing-masing.
Disclaimer
Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Uniswap sebagai DeX juga mengalami apresiasi dalam volume perdagangan, yang mencapai $10 Miliar atau Rp145,16 Triliun pertama kali dalam sejarah.
Pendiri Uniswap membuat cuitan menyatakan bahwa angka ini adalah angka tertinggi sejak enam bulan yang lalu dengan apresiasi volume mingguan sebesar 25,7%.
Apresiasi ini terlihat menarik akibat dapat terus terjadi walau biaya transaksi di Blockchain Ethereum yang masih tinggi.
Dengan tingkat volume saat ini, pendiri Uniswap menyatakan volume perdagangan tahun ini dapat melebihi $500 Miliar atau Rp7.258,3 Triliun.
Uniswap saat ini menjadi pusat utama dalam sektor DeFi, dengan semakin banyaknya proyek yang terhubung ke DeX tersebut.
Beberapa proyek tersebut berusaha untuk mengurangi permasalahan di Sektor DeFi, dan Uniswap kemungkinan akan mendapatkan dampak positifnya.
Pertumbuhan di Sektor DeFi ini telah berhasil mendorong harga UNI naik cukup signifikan, dan berada di atas $36 atau Rp523.000 saat ini.
Kemungkinan besar apresiasi ini akan berlanjut karena pergerakannya yang masih terlihat positif walau sedang kesulitan menembus batas atas harga.
Grafik Harian UNIUSD
Saat ini kemungkinan besar UNI akan mengalami koreksi terlebih dahulu sebelum naik lebih tinggi akibat masih terlihat positif.
Ke depannya, jika batas atas pada Rp561.000 dapat ditembus, kemungkinan besar apresiasi akan terus berlanjut.
Namun apresiasi hanya akan berlanjut jika batas bawah pada Rp520.000 hingga Rp490.000 masih terus terjaga untuk menjaga pergerakan apresiasi.
Target jangka panjang UNI kemungkinan besar berada pada sekitar Rp906.000 yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.
Indikator RSI dan MACD masih terlihat berada di zona beli yang menandakan potensi pergerakan positif ke depannya.
Dengan harga yang masih berada di atas MA Cross dan banyaknya sentimen positif di sekitar UNI, pergerakan ke depannya diprediksi masih akan positif.
Namun diperlukan analisis pribadi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli UNI akibat risiko ditanggung oleh masing-masing trader dan investor.
Disclaimer
Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Namun dalam volatilitas ini tetap terdapat lima mata uang crypto yang berpotensi untuk naik walau dalam masa volatilitas ini.
1. Uniswap (UNI)
Mata uang crypto yang pertama adalah Uniswap (UNI) yang baru saja resmi mengadopsi Non-Fungible Token(NFT).
Saat ini NFT sudah bisa diperdagangkan pada Uniswap, salah satu bursa terdesentralisasi (DeX) terbesar di Sektor Decentralized Finance (DeFi) yang bergerak pada jaringan Ethereum.
Kabar ini membawa sentimen positif untuk Uniswap yang kemungkinan akan tetap mengalami apresiasi walau pasar volatil pada pekan ini.
Namun, satu hal yang menjadi penghambat adalah saingannya yaitu 1Inch, yang nampaknya mulai membalap Uniswap sebagai DeX terbesar di Sektor DeFi.
Namun dominasi UNI masih terus berlanjut akibat 1INCH sendiri yang tokennya mulai bergerak turun setelah naik cukup tinggi.
Sisi teknikal mendukung apresiasi UNI akibat pergerakannya yang baru saja keluar dari pola segitiga simetris untuk berpotensi bergerak lebih tinggi.
Grafik Harian UNIUSD
Saat ini batas bawah UNI berada pada $31,8 yang jika ditembus dapat membawa koreksi terburuk hingga $30 setelah melewati $30,7.
Jika batas tersebut dilewati maka kemungkinan apresiasi hilang, namun kemungkinannya masih sangat kecil.
Tujuan apresiasi pekan ini kemungkinan dapat mencapai $36,5 hingga $38 namun akan dipenuhi oleh volatilitas.
2. Theta (THETA)
Theta (THETA) menjadi mata uang crypto kedua yang diprediksi akan mengalami apresiasi akibat dari sisi teknikalnya.
Namun, secara fundamental, saat ini belum ada sentimen positif baru setelah Theta mendapatkan paten resmi dari Amerika untuk platform pembayaran terdesentralisasi.
Paten ini menambah beberapa paten yang sebelumnya Theta sudah dapatkan, yang membuat blockchainnya sangat resmi dan aman.
Dari sisi teknikal, THETA masih terlihat sangat positif akibat masih dalam pergerakan apresiasinya sejak beberapa pekan yang lalu.
Grafik Harian THETAUSD
Saat ini kemungkinan besar akan terjadi koreksi kecil menuju batas bawah pada $9 yang jika ditembus dapat membawa harga ke $8,5 hingga $8.
Namun, jika dari $9 berhasil naik kembali, kemungkinan besar pekan ini target berada di $10,5 hingga $11.
3. Tron (TRX)
Tron (TRX) menjadi crypto berikutnya yang diprediksi akan naik pada pekan ini. Hal ini juga disebabkan oleh sisi teknikal yang mendukung apresiasi dari Tron.
Secara fundamental, saat ini Tron menjadi semakin tenar akibat rendahnya biaya transaksi pada jaringannya.
Selain itu, kemungkinan besar akibat hal ini ketertarikannya menjadi meningkat, bahkan Tron menjadi salah satu dari tiga crypto utama di India.
Total dana yang terkunci di Tron juga telah naik 70% sejak berdiri, bahkan mencapai $80 Miliar atau Rp153,08 Triliun.
Secara teknikal, TRX diprediksi masih akan bergerak naik akibat pergerakannya yang masih positif hingga saat ini.
Grafik Harian TRXUSD
Batas bawah apresiasi berada di $0,061 yang jika ditembus dapat membawa harga untuk turun ke $0,058 hingga $0,055.
Jika koreksi terjadi namun hanya mencapai $0,061 kemungkinan apresiasi masih akan kuat untuk pekan ini menuju ke $0,065 hingga $0,070.
4. Tezos (XTZ)
Tezos (XTZ) menjadi crypto yang diprediksi akan naik juga karena sisi teknikalnya. Namun, secara fundamental, ketertarikan terhadap Tezos masih terus meningkat.
Nampaknya saat ini adopsi terhadap Tezos akan semakin kuat menuju kepada Sektor permainan atau gaming.
Satu hari yang lalu, terdapat satu regu pemain game online bernama InterPop yang mulai mengadopsi Tezos sebagai jaringan untuk interaksi dengan para penggemarnya.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dalam adopsi terhadap Tezos, yang kemungkinan besar dapat menjadi sentimen positif ke depannya.
Secara teknikal, saat ini Tezos masih terlihat bergerak naik akibat baru saja keluar dari pola segitiga simetris yang kemungkinan akan mendorong apresiasi.
Grafik Harian XTZUSDT
Saat ini XTZ sedang bergerak naik dari batas bawah pada $4,1 yang jika kembali turun kemungkinan akan menuju ke $3,9 hingga $3,6, menghilangkan potensi apresiasi.
Namun, jika apresiasi saat ini kuat, kemungkinan besar pekan ini target berikutnya berada pada $4,6 hingga $5.
5. Harmony (ONE)
Harmony (ONE) menjadi salah satu crypto yang diprediksi akan terus naik akibat fenomena di sekitarnya.
Beberapa hari yang lalu, token ini baru saja naik bersama beberapa token lainnya seperti BTT, HNT, dan VTHO.
Namun, ONE menjadi salah satu yang diprediksi akan terus naik akibat fenomena di sekitarnya, salah satunya berasal dari Stocktwist.com.
Situs tersebut telah meletakkan ONE sebagai 10 crypto terbesar yang memiliki potensi apresiasi akibat fenomena di sekitarnya.
Selain itu, dorongan datang setelah sesi diskusi (AMA) dengan pendiri ONE yang mengatakan bahwa blockchainproof of stake ONE sangat ramah lingkungan.
Akibatnya, pekan lalu, ONE naik sekitar 350%, dan diprediksi bahwa apresiasi ini masih akan terus berlanjut ke depannya.
Secara teknikal, kemungkinan besar koreksi akan terjadi sebelum naik kembali akibat telah kuatnya apresiasi pekan lalu.
Grafik Harian ONEUSD
Tujuan koreksi kemungkinan besar berada di $0,16 yang jika ditembus, dapat membawa koreksi ke $0,15 hingga $0,13.
Namun jika dari $0,16 harga kembali bergerak naik, menembus batas atas pada $0,17, kemungkinan besar target berikutnya berada pada $0,20 pada pekan ini.
*Disclaimer
Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.
Beberapa hari yang lalu, Pemerintah Amerika baru saja memberikan angin segar untuk pasar crypto akibat persetujuan dana stimulus Joe Biden.
Sebelumnya pasar crypto dan beberapa pasar aset berisiko dibuat khawatir akibat data ketenagakerjaan yang positif, namun semua ditenangkan oleh dana stimulus.
5 Crypto Berpotensi Positif Pekan Ini
Akibat dari kabar tersebut, pada pekan ini terdapat lima mata uang crypto yang berpotensi mengalami apresiasi.
Seluruh apresiasi ini akan dipimpin oleh Bitcoin yang mulai bergerak naik akibat korelasi negatifnya dengan Dolar Amerika dan kabar stimulus.
1. Bitcoin (BTC)
Bitcoin kemungkinan besar akan kembali dituju sebagai alat pelindung alternatif terhadap potensi depresiasi Dolar Amerika.
Dengan adanya potensi depresiasi Dolar Amerika akibat kabar dana stimulus ini, Bitcoin memiliki potensi apresiasi yang lebih tinggi.
Selain itu, dengan mulai menenangnya pasar futures yang sebelumnya volatil akibat pergantian bulan, Bitcoin kemungkinan memulai apresiasinya kembali.
Salah satu pendorong positif yang memulai apresiasi ini adalah MicroStrategy yang membeli Bitcoin senilai sekitar $10 Juta atauRp143,6 Miliar.
Selain itu perbedaan antara harga Bitcoin di Coinbase dan Binance atau efek Coinbase Premium yang terlihat mulai tinggi dapat menjadi pertanda kuat apresiasi Bitcoin.
Namun, terdapat satu penghalang yang kemungkinan menghambat apresiasi Bitcoin yaitu musim pajak.
Secara teknikal Bitcoin masih terus bergerak naik walau terlihat akan mengalami koreksi kecil.
Selama batas bawah pada $48.000tidak ditembus, kemungkinan apresiasi masih akan kuat.
Grafik 4 Jam Bitcoin
Indikator RSI dan MACD juga masih mendukung apresiasi akibat MACD yang masih terlihat naik setelah cross bersama RSI yang masih berada di zona positif.
Harga juga masih berada di atas MA Cross yang menandakan potensi apresiasi masih cukup kuat untuk mendorong Bitcoin naik.
Target apresiasi berada di $52.000 yang jika ditembus dapat membawa Bitcoin ke $54.000 pekan ini.
Namun jika $48.000 ditembus, batas pengaman kuat berada di sekitar $44.000 hingga $43.000.
Dari sisi teknikal, Ethereum memperlihatkan pergerakan yang positif sama seperti Bitcoin dan memperlihatkan pola bullish flag.
Grafik 4 Jam Ethereum
Indikator RSI dan MACD juga mendukung apresiasi walau terdapat potensi koreksi akibat pergerakan naik yang sudah cukup signifikan sebelumnya.
Namun harga masih berada di atas MA Cross yang menandakan potensi apresiasi positif.
Target apresiasi kemungkinan besar berada pada $1.752 sebelum mencapai daerah $1.800.
Tetapi, saat ini kemungkinan besar koreksi kecil akan terjadi yang kemungkinan menuju ke $1.681 dengan pengaman apresiasi pada $1.600.
3. Uniswap (UNI)
Uniswap nampaknya juga terdampak oleh Ethereum akibat bergerak pada blockchainnya sehingga memiliki sentimen positif.
Apresiasi pada pekan ini kemungkinan akan melanjutkan apresiasi pada pekan sebelumnya yang telah mencapai lebih dari 50%.
Akibat apresiasi tersebut, saat ini Uniswap menjadi anggota DeFi pertama yang masuk ke peringkat 10 besar dalam kapitalisasi pasar.
Apresiasi ini disebabkan oleh meningkatnya frekuensi pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Uniswap pada Twitter.
Umumnya, peningkatan tersebut menandakan adanya potensi pengumuman besar terutama mengenai perkembangan Uniswap V3.
Saat ini sisi teknikal memperlihatkan adanya potensi koreksi menuju $33 sebelum bergerak naik kembali dan membentuk pergerakan retest.
Grafik 4 Jam UNIUSD
Tujuan selanjutnya kemungkinan besar berada pada $35 yang merupakan harga tertinggi sebelum koreksi.
Pekan ini ada kemungkinan Uniswap dapat mencapai $37 hingga $40 dengan target jangka panjang pada $50.
Batas pengaman apresiasi berada pada sekitar $31 bersama Indikator RSI dan MACD yang memperlihatkan potensi koreksi.
Namun melihat MA Cross yang masih jauh berada di bawah harga, kemungkinan apresiasi masih terlihat kuat.
4. Polkadot (DOT)
Polkadot menjadi salah satu mata uang crypto yang memiliki potensi apresiasi di pekan ini bersama potensi pulihnya pasar crypto.
Salah satu sentimen positif yang datang dari DOT adalah kabar dari Moonrock Capital, perusahaan investasi yang mengelola DOT.
Dikabarkan bahwa perusahaan investasi ini telah naik hingga delapan kali lipat dalam dana kelolaannya yang diinvestasikan pada DOT.
Sentimen positif lainnya adalah Polkastarter yang merupakan salah satu proyek yang mulai menarik perhatian dan bergerak pada Polkadot.
Peluncuran parachain sendiri juga menjadi salah satu sentimen positif yang dapat mendorong harga DOT naik.
Dari sisi teknikal saat ini DOT sedang membentuk pergerakan konsolidasi dengan pola symmetric triangle.
Grafik 4 Jam DOTUSD
Jika harga berhasil bergerak naik keluar dari pola tersebut, kemungkinan besar apresiasi akan berlanjut pekan ini.
Batas atas yang harus ditembus berada pada $35 hingga $37 untuk mencapai $42 pada pekan ini. Batas pengaman saat ini berada pada $32.
Indikator RSI menunjukkan potensi koreksi kecil. Tapi, MACD menunjukkan potensi apresiasi bersama harga yang berada di atas MA Cross.
5. Luna (LUNA)
Crypto ini menjadi rekomendasi akibat fenomena di sekitarnya sama seperti mata uang crypto Litentry pada rekomendasi pekan lalu.
Luna sedang menjadi pembahasan akibat adanya sentimen positif dari beberapa influencer seperti Coin Berau yang mempromosikan crypto ini.
Sentimen positif juga datang dari Terra, perusahaan blockchain Korea Selatan yang mengadopsi Luna sebagai dana cadangan.
Perusahaan ini dikabarkan akan melakukan inovasi dalam platform pembayaran desentralisasinya yang membuat harga Luna naik.
Sisi teknikal juga mendukung akibat koreksi yang nampaknya sudah selesai dengan harga yang keluar dari pergerakan ke bawah.
Grafik 4 Jam LUNAUSD
Batas pengaman apresiasi berada di sekitar $7,8 dan $7,6 dengan tujuan apresiasi pada $8,6 hingga $9 pekan ini jika $8,3 dapat ditembus.
Terdapat beberapa mata uang crypto lain yang direkomendasikan seperti LTC, VET, dan THETA, namunperlu diperhatikan kembali manajemen risiko yang digunakan.
Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.
Token UNI dari Uniswap yang dibagikan kepada para pengguna lama Uniswap, membuat nilai token tersebut terus meningkat. Terdapat beberapa prediksi yang mengatakan nilai token tersebut akan turun, mengingat 75.235 pengguna sejauh ini berlomba-lomba untuk mencaikan token UNI atau menukarkannya dengan koin lain. Namun, nilai UNI masih tetap berada di kisaran $3,80 hingga $5,40 dalam 12 jam terakhir.
Token UNI yang baru beberapa hari rilis ini langsung masuk ke 3 besar token DeFI berdasarkan kapitalisasi pasar DeFi. Menurut DeFi Pulse, peringkat Uniswap sebagai protokol DeFi menjadi yang pertama dengan total value locked sebesar 1,40 miliar USD meningkat 81.10% dalam sehari.
Terlebih, dengan kinerja yang sangat baik dari Uniswap selama ini, tidak mengherankan jika harga UNI terus melonjak.
Dalam satu hari, UNI telah terdaftar di lebih dari 12 bursa pertukaran, dan memiliki hampir lebih dari 40 pairing, dan telah berhasil mendapatkan lebih dari $1,8 miliar volume perdagangan. Kondisi ini membuat UNI menjadi aset crypto yang masuk tujuh besar aset crypto yang paling banyak diperdagangkan dalam 24 jam terakhir menurut CoinGecko.
CoinGecko juga memberi peringkat Uniswap sebagai token DeFi terbesar ke-16 berdasarkan kapitalisasi, berada di bawah Kyber Network (KNC) dan di atas Balancer (BAL).
Sebuah laporan dari penyedia data crypto, Cross Angle, mengklaim token-token yang berada dalam protokol Uniswap saat ini secara konsisten memberikan return rata-rata 208% setelah terdaftar oleh platform exchange mata uang crypto terpusat / Centralized Exchange (CEX).
Hal ini mengingatkan slogan yang sering terdengar seperti “efek Coinbase” dan “efek Binance”, ketika harga token mengalami lonjakan drastis setelah masuk ke dalam daftar mata uang crypto platform tersebut. Namun kali ini efeknya sedikit berbeda.
Laporan tersebut menyebutkan sejumlah token mengalami lonjakan harga setelah terdaftar dalam token di bursa terdesentralisasi Uniswap.
“Return rata-rata proyek teratas yang terdaftar di Uniswap yang juga masuk ke dalam daftar CEX sangat mengejutkan + 208% (YFI, YFII, REN, RSR, ZAP, AMPL, OM, BAL, SNX, UMA). Harga token, volume, jumlah wallet, dan jumlah wallet yang aktif, semuanya mengalami peningkatan secara signifikan.”
Menurut Cross Angle, pemenang terdepan adalah stablecoin terdesentralisasi dengan sebutan “Reserved Rights / Hak Cadangan”, yang memperoleh return lebih dari 700%. Namun, belum diketahui metedologi lebih lanjut terkait perhitungan di dalam laporan tersebut.
Pada 16 September 2020 lalu, Uniswap secara resmi mengeluarkan token UNI sebagai token tata kelola protokolnya dan membagikan secara cuma-cuma kepada para penggunanya yang telah ikut berpartisipasi secara aktif di dalam protokol sebelum tanggal 1 September.
Pertumbuhan ini terlihat oleh salah satu peneliti pada Messari bernama Ryan Watkins yang memprediksi:
“Dengan pertumbuhannya saat ini, volume transaksi Uniswap V3 dapat melewati volume Uniswap V2 pada akhir tahun. Hal yang mencengangkan dari Uniswap V3 adalah modalnya yang relatif jauh lebih kecil namun pertumbuhannya yang lebih cepat dari V2.”
Saat ini mayoritas DeX sedang mendapatkan sentimen positif terutama dengan ketetarikan terhadap crypto dan blockchain yang semakin mendalam.
Persaingan DeX
SushiSwap, yang saat ini berada di peringkat ketiga pada DeX di Blockchain Ethereum dengan jumlah transaksi per minggu berada di $5,6 Miliar atau Rp80,6 Triliun.
Dalam jumlah yang terkunci atau TVL, saat ini SushiSwap juga masih kalah dengan Uniswap dimana TVL nya berada hampir 50% di bawahnya.
Walau saat ini kondisi pasar sedang turun, persaingan ini juga tetap ketat akibat persaingan volumenya yang relatif mirip dengan kondisi pasar saat baik.
Ryan Watkins menyatakan bahwa Uniswap V3 telah mencapai sekitar 81% dari keseluruhan volume transaksi pada Uniswap V2.
Kondisi ini sangat menakjubkan akibat jumlah TVLnya yang berada 15% di bawah V2 namun dengan pertumbuhan yang lebih cepat.
Ia menambahkan saat ini Uniswap V3 memiliki penggunaan TVL untuk likuiditas lebih dari V2.
Penggunaan tersebut adalah sekitar lima kali lipat lebih banyak, menandakan lebih banyaknya volume.
Setelah peluncurannya, Uniswap V3 diberikan gelar sebagai ‘Uniflop’. Flop sendiri berarti adalah kegagalan menurut bahasa tidak baku di Bahasa Inggris.
Hal tersebut disebabkan banyaknya kerumitan dalam sisi operasional dan biaya transaksinya yang diprediksi lebih tinggi dari V2.
Platform tersebut terlihat telah berhasil meninggalkan gelar tersebut akibat banyaknya perkembangan yang cukup pesat.
Kesuksesan ini telah berhasil membawa pangsa pasar dari Uniswap menuju 61% dibandingkan DeX pada Ethereum lainnya.
Nampaknya Uniswap masih terus berjaya. Jika biaya transaksi Ethereum mulai turun, Uniswap dapat terus unggul meninggalkan Pancakeswap.
Menjelang akhir Maret, para whale kripto tercatat aktif mengakumulasi tiga altcoin, yakni Litecoin (LTC), Uniswap (UNI), dan Virtuals Protocol (VIRTUALS).
Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan aktivitas pemegang besar ini menandakan meningkatnya kepercayaan investor dan berpotensi mendorong pergerakan harga lebih kuat.
Litecoin (LTC): Akumulasi Whale Menguatkan Sinyal Positif
Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dalam beberapa hari terakhir, jumlah dompet yang menyimpan 10.000 hingga 100.000 LTC meningkat dari 503 pada 21 Maret menjadi 519 pada 23 Maret. Kenaikan ini menunjukkan minat baru dari pemegang besar, yang sering kali dikaitkan dengan potensi tren bullish.
Jika momentum berlanjut, harga LTC berpeluang menguji level resistensi di $97,29 dan $109. Penembusan di atas level ini dapat membuka jalan menuju $130 dalam beberapa pekan mendatang. Sebaliknya, jika momentum melemah, LTC berisiko turun ke level support di $87 atau bahkan $83.
Uniswap (UNI): Investasi Besar Dorong Minat Investor
Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sentimen terhadap Uniswap sempat beragam usai peluncuran Unichain Layer 2, namun berbalik positif setelah komunitas menyetujui investasi sebesar $165,5 juta dalam ekosistemnya. Dampaknya, jumlah dompet yang menyimpan 10.000 hingga 1.000.000 UNI meningkat dari 1.151 menjadi 1.158 dalam rentang 20-23 Maret.
Jika tren akumulasi ini terus berlanjut, harga UNI dapat menguji level resistensi di $7,69 dan $8,33, dengan target lebih lanjut di $9,64. Namun, jika momentum melemah, UNI bisa kembali ke level support $6,82 dan berisiko turun ke $5,97 atau bahkan $5,50.
Virtuals Protocol (VIRTUALS): Reli Berpotensi Jika Sektor AI Bangkit
Setelah sempat melemah dalam beberapa bulan terakhir, VIRTUALS mulai menarik perhatian whale kripto. Dompet yang menyimpan antara 100.000 hingga 1.000.000 VIRTUALS naik dari 82 menjadi 88 dalam beberapa hari terakhir, menandakan potensi pemulihan harga.
Jika sektor AI kripto kembali menguat, harga VIRTUALS berpotensi menembus resistensi di $0,97 dan melaju ke $1,24 atau bahkan $1,49. Namun, jika pasar masih terkoreksi, token ini dapat kembali ke level support di $0,80 atau bahkan turun lebih dalam ke $0,51.
Akumulasi oleh whale kripto sering kali menjadi sinyal penting dalam pergerakan harga aset digital. Dengan meningkatnya minat terhadap LTC, UNI, dan VIRTUALS, pelaku pasar akan mencermati pergerakan ketiga altcoin ini dalam waktu dekat.
Uniswap (UNI) kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah mencatatkan kenaikan harga harian sebesar 4% dan pertumbuhan mingguan hingga 12%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya adopsi Ethereum Layer-2, yang kini menyumbang hampir setengah dari seluruh aktivitas Uniswap.
Saat artikel ini ditulis pada Kamis (29/5), UNI diperdagangkan di kisaran $7,13, mendekati zona resistensi penting di $7,50. Volume perdagangan 24 jam token ini juga meroket sebesar 54%, mencapai $856 juta—mengindikasikan antusiasme investor yang kembali bangkit.
Dari sisi teknikal, UNI menunjukkan tanda-tanda pemulihan kuat setelah keluar dari tren menurun yang telah berlangsung berbulan-bulan. Para analis menilai bahwa jika momentum ini bertahan, harga UNI berpotensi menembus level psikologis $8,00 dan bergerak menuju target jangka menengah di $10,35—level resistance Fibonacci utama.
Menurut Coinspeaker, dalam jangka panjang, grafik mingguan menunjukkan UNI terus naik mengikuti garis tren support yang sudah terbentuk sejak Juli 2022. Garis ini telah diuji beberapa kali, termasuk pada April dan Mei 2025, dan keduanya diikuti dengan pemulihan yang signifikan. Candlestick bullish engulfing yang muncul pada pengujian ulang Mei juga memperkuat prospek positif token ini.
Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Kamis, 29 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Secara teknikal harian, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 62, mencerminkan momentum naik yang masih solid, namun juga mengisyaratkan potensi kelelahan jika tekanan beli tidak berlanjut. Jika harga turun di bawah support $6,70, koreksi jangka pendek bisa terjadi.
Bollinger Bands menunjukkan pelebaran, dengan harga yang kini berada di atas middle band (SMA 20 hari) dan mendekati band atas. Ini menandakan adanya potensi tekanan jual di dekat resistance $7,50.
Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mengonfirmasi sinyal bullish dengan garis MACD yang baru saja melintasi garis sinyal ke atas, serta histogram hijau yang terus tumbuh. Ini menandakan adanya tekanan beli yang semakin kuat dan membuka peluang tren naik baru.
Pola Falling Wedge Jadi Kunci Reversal
Analis kripto Solberg Invest mencatat bahwa UNI telah keluar dari pola falling wedge yang terbentuk sejak November 2024. Pola ini secara historis dikenal sebagai sinyal pembalikan tren yang kuat, dan breakout yang terjadi saat ini memperkuat spekulasi bahwa UNI bisa kembali menuju area harga dua digit.
Dengan dukungan dari fundamental positif seperti adopsi Layer-2 dan breakout teknikal yang menjanjikan, UNI berada dalam posisi strategis untuk melanjutkan reli. Namun, investor disarankan tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek sambil mengawasi level-level kunci seperti $6,70 sebagai support dan $7,50 hingga $10,35 sebagai area resistensi utama.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.