Tag: UNI

  • Pengadilan AS Tolak Gugatan Class Action terhadap Uniswap, Efeknya?

    Kabar positif datang dari ranah hukum kripto Amerika Serikat.

    Pengadilan federal AS resmi membatalkan gugatan class action terkait dugaan scam token terhadap Uniswap dengan prejudice, yang berarti gugatan tersebut tidak dapat diajukan kembali.

    Dalam putusannya, pengadilan menyatakan bahwa para penggugat gagal menetapkan kewajiban hukum terhadap pengembang protokol atas tindakan pihak ketiga, termasuk penerbit token yang diduga melakukan penipuan.

    Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam perdebatan panjang soal tanggung jawab hukum platform DeFi terhadap aktivitas pengguna di atas protokol terbuka.

    Baca Juga: Uniswap Gelar UNIfication Jadi Mesin Pendapatan DeFi, Dampak Harga?

    Inti Putusan Pengadilan

    Gugatan class action sebelumnya menuduh bahwa Uniswap bertanggung jawab atas kerugian investor akibat token scam yang diperdagangkan melalui platform tersebut.

    Namun, hakim menilai bahwa protokol terdesentralisasi seperti Uniswap tidak dapat secara otomatis dianggap bertanggung jawab atas token yang dibuat dan diterbitkan oleh pihak ketiga.

    Pengadilan menekankan bahwa pengembang protokol tidak memiliki kontrol langsung atas tindakan individu atau entitas yang memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk tujuan ilegal.

    Dengan pembatalan “with prejudice”, perkara ini secara hukum dinyatakan selesai, dan penggugat tidak dapat mengajukan ulang gugatan serupa dengan dasar yang sama.

    Preseden Penting bagi Industri DeFi

    Menurut laporan Cryptobriefing, putusan ini dipandang sebagai kemenangan signifikan bagi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Selama beberapa tahun terakhir, regulasi dan tekanan hukum menjadi salah satu risiko terbesar bagi protokol berbasis smart contract.

    Keputusan pengadilan ini memperkuat pandangan bahwa protokol open-source tidak serta merta memikul tanggung jawab atas penyalahgunaan oleh pengguna, selama tidak ada bukti kontrol langsung atau keterlibatan aktif dalam aktivitas ilegal tersebut.

    Hal ini dapat menjadi preseden penting bagi proyek-proyek DeFi lain yang menghadapi risiko hukum serupa di masa depan.

    Dampak terhadap UNI dan Sentimen Pasar

    Token UNI, yang menjadi aset tata kelola ekosistem Uniswap, berpotensi mendapat dorongan sentimen positif dari keputusan ini. Ketidakpastian hukum sering kali menjadi faktor penekan harga dalam industri kripto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa putusan ini membantu mengurangi beban hukum dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis DeFi.

    “Ini mengurangi beban hukum dan memperkuat preseden pro-DeFi yang bisa memperbaiki sentimen di sekitar UNI dan protokol sejenis. Dampak harga masih bergantung pada apakah aktivitas dan fee capture mengikuti, bukan sekadar headline hukum,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun kabar hukum ini positif, pergerakan harga UNI tetap akan ditentukan oleh fundamental seperti volume perdagangan, pendapatan protokol (fee capture), dan pertumbuhan pengguna.

    Implikasi Regulasi Lebih Luas

    Putusan ini juga menyoroti tantangan regulator dalam mengatur protokol terdesentralisasi.

    Berbeda dengan bursa terpusat, protokol DeFi berjalan melalui smart contract yang bersifat permissionless dan tidak dikendalikan oleh satu entitas tunggal.

    Jika pengembang tidak dapat secara langsung mengendalikan token yang diperdagangkan, maka menetapkan tanggung jawab hukum menjadi lebih kompleks.

    Meski demikian, hal ini tidak berarti sektor DeFi sepenuhnya bebas dari risiko hukum.

    Regulator masih dapat menargetkan individu atau entitas yang secara aktif mempromosikan, menerbitkan, atau memfasilitasi token ilegal.

    Antara Hukum dan Fundamental

    Dalam jangka pendek, keputusan ini dapat memperbaiki sentimen terhadap Uniswap dan sektor DeFi secara umum. Risiko litigasi yang berkurang berarti ruang inovasi yang lebih luas bagi pengembang.

    Namun, untuk mendorong apresiasi harga yang berkelanjutan, Uniswap tetap perlu menunjukkan pertumbuhan aktivitas, peningkatan volume, serta optimalisasi mekanisme pembagian fee kepada pemegang UNI.

    Jika pertumbuhan ekosistem sejalan dengan kepastian hukum yang lebih baik, maka keputusan ini bisa menjadi katalis jangka panjang bagi protokol DeFi.

    Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

    Pembatalan gugatan class action terhadap Uniswap oleh pengadilan federal AS menjadi preseden penting bagi industri DeFi.

    Keputusan ini menegaskan bahwa pengembang protokol tidak otomatis bertanggung jawab atas aktivitas ilegal pihak ketiga di atas platform mereka.

    Meski sentimen pasar berpotensi membaik, arah harga UNI tetap akan ditentukan oleh performa fundamental dan aktivitas nyata di dalam ekosistem.

    Bagi industri kripto secara keseluruhan, putusan ini menjadi langkah maju dalam membangun kepastian hukum yang lebih jelas bagi inovasi berbasis blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Uniswap Gelar UNIfication Jadi Mesin Pendapatan DeFi, Dampak Harga?

    Uniswap Foundation resmi meluncurkan pemungutan suara (vote) kedua untuk aktivasi biaya protokol atau fee switch di delapan jaringan baru serta seluruh pool v3 yang tersisa.

    Proposal ini dinilai sebagai langkah krusial dalam mengotomatisasi pendapatan protokol dan memperkuat model ekonomi jangka panjang ekosistem Uniswap.

    Aktivasi fee switch menjadi topik yang telah lama dinantikan komunitas, mengingat potensi dampaknya terhadap token Uniswap (UNI) sebagai aset tata kelola utama dalam protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia tersebut.

    Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

    Mekanisme Fee Switch

    Fee switch adalah mekanisme yang memungkinkan sebagian biaya transaksi di protokol Uniswap dialokasikan langsung ke kas protokol atau pemegang token UNI.

    Menurut laporan Coinmarketcal, selama ini sebagian besar biaya transaksi diberikan kepada penyedia likuiditas (LP).

    Dengan mengaktifkan fee switch, protokol dapat mulai menghasilkan pendapatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

    Pendapatan tersebut berpotensi digunakan untuk berbagai skema seperti buyback, burn, atau distribusi nilai lainnya yang memperkuat utilitas token UNI.

    Proposal terbaru ini memperluas aktivasi fee switch ke delapan jaringan tambahan (termasuk beberapa Layer-2) serta seluruh pool v3 yang belum terintegrasi dalam skema tersebut.

    Strategi “UNIfication” dan Ekspansi ke L2

    Ekspansi fee switch ke jaringan Layer-2 (L2) menjadi sorotan utama.

    Aktivitas DeFi di jaringan L2 meningkat pesat berkat biaya transaksi yang lebih rendah dan kecepatan eksekusi yang lebih tinggi dibandingkan jaringan utama.

    Tim Research Tokocrypto melihat langkah ini sebagai bagian dari transformasi fundamental UNI.

    “Langkah menuju ‘UNIfication’. Aktivasi fee switch di L2 memperkuat narasi pendapatan UNI melalui buyback/burn. G-Protocol Filter: UNI beralih dari sekadar token tata kelola menjadi mesin pencetak uang nyata di ekosistem DeFi,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dengan demikian, aktivasi fee switch bukan sekadar perubahan teknis, melainkan potensi pergeseran paradigma dalam model ekonomi UNI.

    Dampak terhadap Token UNI

    Secara historis, UNI dikenal sebagai token tata kelola yang memberikan hak suara kepada pemegangnya dalam pengambilan keputusan protokol.

    Namun, tanpa aliran pendapatan langsung, valuasi token sering kali bergantung pada spekulasi pertumbuhan ekosistem.

    Jika fee switch diaktifkan secara luas dan konsisten, UNI berpotensi mendapatkan narasi baru sebagai token dengan arus pendapatan nyata (real yield narrative).

    Beberapa implikasi potensial dari langkah Uniswap ini antara lain:

    1. Meningkatkan permintaan UNI – Jika ada mekanisme buyback atau distribusi nilai.
    2. Memperkuat fundamental jangka panjang – Karena protokol menghasilkan cash flow.
    3. Meningkatkan daya tarik institusional – Investor cenderung menyukai aset dengan model pendapatan jelas.

    Namun, implementasi dan detail teknis tetap menjadi faktor penentu. Tanpa struktur distribusi yang transparan dan efisien, dampaknya terhadap harga bisa terbatas.

    Tantangan dan Risiko

    Meski prospeknya menjanjikan, aktivasi fee switch juga memiliki tantangan, seperti potensi resistensi dari LP jika insentif berkurang.

    Selain itu, kemungkinan risiko regulasi terkait distribusi pendapatan token tetap masih ada. Begitu juga dengan ketergantungan pada volume transaksi DeFi.

    Pendapatan protokol tetap sangat bergantung pada aktivitas perdagangan dan likuiditas di Uniswap. Jika volume DeFi menurun, pendapatan dari fee switch pun akan ikut terdampak.

    Momentum Strategis di Tengah Kompetisi DEX

    Persaingan antar DEX semakin ketat, terutama dengan munculnya protokol baru yang menawarkan model insentif agresif.

    Dengan mengaktifkan fee switch secara lebih luas, Uniswap berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar sekaligus memperkuat loyalitas komunitas.

    Langkah ini juga bisa menjadi preseden bagi protokol DeFi lain untuk mengadopsi model distribusi pendapatan serupa.

    Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

    Menuju Era Baru Ekonomi UNI?

    Vote kedua aktivasi fee switch oleh Uniswap Foundation menandai fase penting dalam evolusi protokol.

    Jika disetujui dan diimplementasikan secara efektif, langkah ini berpotensi mengubah UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan narasi pendapatan nyata.

    Bagi investor, hasil pemungutan suara dan detail implementasi akan menjadi faktor kunci dalam menentukan prospek harga UNI ke depan.

    Pasar kini menunggu hasil vote tersebut, apakah ini awal transformasi besar ekonomi Uniswap, atau sekadar penyesuaian teknis dalam ekosistem DeFi yang terus berkembang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

    Token Uniswap (UNI) mencatat lonjakan luar biasa hari ini setelah sempat menyentuh $6,6159 sebagai titik terendah 24 jam, dan naik hingga $10,05 sebagai titik tertinggi.

    Saat ini harganya berada di kisaran $9,5643 per UNI dengan kapitalisasi pasar sekitar $6,03 miliar, dan volume perdagangan 24 jam mencapai $2,34 miliar.

    Baca Juga: Token Uniswap (UNI) Naik 4%, Trader Bidik Level $10

    Lonjakan Hari Ini & Tren 30–90 Hari

    • Dalam 24 jam terakhir, UNI naik +43,34%, meningkat sekitar $2,8930 dibanding sebelumnya.
    • Dalam 30 hari terakhir, UNI naik sebesar +64,44%, atau sekitar $3,7495.
    • Namun pada rentang 60 hari UNI sedikit melemah, yaitu sekitar −4,81% (−$0,4839).
    • Dalam 90 hari terakhir, UNI turun sekitar −14,96% (-$1,6837).

    Secara singkat: hari ini ada ledakan kenaikan, tapi dalam jangka menengah (60–90 hari) UNI masih berada di tekanan penurunan dibanding puncak sebelumnya.

    Fakta Kunci & Konteks

    Sirkulasi pasokan UNI saat ini sekitar 630,33 juta token. Rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) UNI tercatat di sekitar $44,97 yang berarti nilai saat ini masih jauh dari puncak tersebut.

    Model protokol di balik Uniswap menggunakan sistem Automated Market Maker (AMM), dengan mekanisme “x × y = k” untuk menjaga likuiditas dan harga.

    Token UNI sendiri berfungsi sebagai token governance. Artinya, pemegang UNI bisa berpartisipasi dalam keputusan protokol seperti upgrade atau alokasi dana.

    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Apa yang Memicu Lonjakan?

    Dikutip dari Coinmarketcap pada Selasa (11/11), beberapa faktor yang bisa menjelaskan kenaikan Uniswap hari ini dipengaruhi oleh aktivasi peralihan biaya yang diterapkan.

    Token Uniswap (UNI) melonjak nilainya menyusul proposal baru oleh pimpinan Uniswap untuk mengaktifkan “peralihan biaya” yang kontroversial. 

    Proposal yang diterbitkan pada 10 November 2025 tersebut menyerukan perombakan besar-besaran terhadap mekanisme token UNI, yang meliputi: 

    • Mengaktifkan peralihan biaya: Sebagian pendapatan biaya perdagangan protokol akan dialihkan.
    • Sistem “token jar”: Alih-alih mengirimkan pendapatan langsung ke pemegang token, pendapatan tersebut akan dimasukkan ke dalam “token jar”. Pemegang UNI kemudian dapat menghancurkan (membakar) token UNI mereka untuk menarik kripto dalam jumlah yang setara dari jar tersebut. Mekanisme ini bertujuan untuk mengurangi total pasokan UNI, yang secara teoritis akan meningkatkan nilai token yang tersisa.
    • Membakar token yang ada: Proposal tersebut berupaya untuk segera membakar hampir 100 juta token UNI, jumlah senilai sekitar $800 juta, yang mewakili jumlah yang akan dikumpulkan seandainya peralihan biaya telah aktif sejak dimulainya protokol.
    • Penutupan Uniswap Foundation: Proposal tersebut juga mencakup rencana penutupan Yayasan Uniswap, yang menandakan perubahan dalam struktur tata kelola. 

    Upaya sebelumnya untuk mengaktifkan kembali biaya telah gagal, tetapi para analis yakin kali ini berbeda karena sifat proposal yang komprehensif dan dukungan dari para pemangku kepentingan utama.

    Maka dari itu, proposal menyebabkan lonjakan harga token UNI yang signifikan, dengan laporan kenaikan 30-38% tak lama setelah pengumuman.

    Meski begitu, pemungutan suara tata kelola terkait masalah ini masih menunggu keputusan. 

    Catatan Penting Untuk Investor

    Kenaikan +43% dalam 24 jam adalah sinyal kuat volatilitas dengan potensi keuntungan tinggi, tetapi risiko koreksi besar juga nyata.

    Karena harga saat ini masih jauh dari all-time high $44,97, masih ada “ruang kenaikan” dalam pandangan spekulatif, namun ruang untuk koreksi juga besar jika sentiment berubah.

    Pastikan untuk memahami bahwa meski UNI adalah token governance dan bagian dari ekosistem besar Uniswap Protocol, ia bukan jaminan pendapatan tetap, melainkan model token governance tidak selalu memberikan dividen atau distribusi fee langsung.

    Sebagai token DeFi, UNI dan protokol yang mendasarinya tetap menghadapi risiko seperti smart contract, regulasi, atau kegagalan teknis.

    Bagi investor di Indonesia atau Asia Tenggara, perlu juga memperhatikan konversi rupiah dan kebijakan lokal terkait pajak atau legalitas transaksi aset kripto.

    Baca Juga: Hyperliquid Geser Uniswap? Inilah Token DEX Potensial Hari Ini

    Hari ini adalah hari yang menggembirakan bagi UNI — lonjakan +43% menunjukkan dinamika kuat. Namun, kenaikan ini harus dipahami dalam konteks volatilitas tinggi dan risiko yang melekat pada aset kripto.

    Bagi yang mempertimbangkan untuk masuk atau menambah posisi, pastikan strategi Anda mencakup pengelolaan risiko, diversifikasi, dan horizon investasi yang jelas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga UNI Menguat, Pasar Merespons Voting Governance

    Token Uniswap (UNI) naik sekitar 15% dalam 24 jam terakhir, mengungguli kenaikan bitcoin yang sekitar 4–5% dan ether yang sekitar 8% pada periode yang sama. Penguatan UNI terjadi seiring respons pasar terhadap voting governance Uniswap yang menargetkan perluasan mekanisme pengambilan fee protokol (fee switch) di sejumlah jaringan layer-2

    Apa yang dibahas dalam proposal fee switch terbaru

    Proposal governance tersebut, yang dibagi menjadi dua voting on-chain karena batas transaksi, berfokus pada aktivasi fee protokol lintas jaringan.

    Jika disetujui, fee switch akan diperluas ke delapan chain tambahan dan menerapkan sistem fee v3 berbasis tier sebagai default untuk seluruh pool likuiditas, menggantikan skema sebelumnya yang mengaktifkan fee secara pool-by-pool.

    Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

    Proposal juga dorong otomasi penarikan fee di v3

    Selain perluasan chain, proposal memperkenalkan v3OpenFeeAdapter yang memungkinkan penerapan fee protokol secara seragam berdasarkan tier fee pool, tanpa perlu intervensi governance untuk mengaktifkan tiap pool satu per satu.

    Coindesk melaporkan skema ini juga membuat pengambilan fee protokol otomatis untuk pool v3 baru, sehingga cakupan pengumpulan fee dapat meluas hingga pasangan perdagangan “long-tail” yang selama ini sulit dioptimalkan secara manual.

    Sejumlah estimasi menilai perubahan ini berpotensi menambah sekitar US$27 juta pendapatan tahunan (annualized) di luar sekitar US$34 juta yang saat ini sudah dihasilkan dan digunakan untuk burn UNI. Sejak fase awal aktivasi fee switch pada akhir tahun lalu, Uniswap disebut telah melakukan burn lebih dari US$5,5 juta UNI, yang mengindikasikan laju tahunan sekitar US$34 juta pada level saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, transisi Uniswap menjadi protokol cross-chain yang menghasilkan pendapatan nyata adalah validasi besar bagi model bisnis DeFi.

    “Dengan proyeksi pendapatan tambahan 7M, UNI bukan lagi sekadar token tata kelola tanpa fungsi, melainkan aset yang memiliki mekanisme ‘burn’ yang didorong oleh volume transaksi nyata di berbagai chain,” jelasnya.

    Risiko dan perhatian pasar: daya saing likuiditas di layer-2

    Meski potensi pendapatan protokol meningkat, dampak jangka panjang dinilai akan bergantung pada apakah peningkatan porsi fee yang “ditangkap” protokol akan memengaruhi daya saing Uniswap dalam menarik likuiditas—terutama di layer-2, tempat trader dan market maker sensitif terhadap biaya dan dapat berpindah ke platform lain.

    Setelah bertahun-tahun mendorong volume tanpa arus pendapatan yang jelas bagi pemegang token, Uniswap kini mulai memperlihatkan kemampuan menahan pendapatan. Pada Q1 2026, Uniswap mencatat sekitar US$3,12 juta gross profit berdasarkan data DeFi Llama, dibandingkan periode sebelumnya yang disebut mendekati nol.

    Jika voting lolos, langkah ini dipandang memperkuat transisi Uniswap menjadi protokol lintas-chain yang menghasilkan pendapatan, dengan burn UNI semakin terkait pada aktivitas trading agregat di luar Ethereum.

    Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

    Protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia, Uniswap, kembali membuat gebrakan strategis.

    Melalui proposal terbaru, Uniswap mengusulkan aktivasi mekanisme pengumpulan biaya (fee switch) di delapan jaringan blockchain, termasuk Arbitrum, Base, dan Optimism.

    Langkah ini dinilai sebagai perubahan fundamental dalam model ekonomi token UNI karena pendapatan protokol akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) dan pembakaran (burn) token UNI secara otomatis di jaringan Ethereum.

    Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

    Dari Governance ke Aset Bernilai Ekonomi Nyata

    Selama ini, UNI dikenal sebagai token tata kelola (governance token) yang memberikan hak suara dalam pengambilan keputusan protokol.

    Namun sebagaimana dilaporkan Cryptobriefing pada Sabtu (21/2), proposal terbaru ini berpotensi mengubah struktur nilai token tersebut secara signifikan.

    Dengan diaktifkannya fee switch, sebagian pendapatan protokol dari aktivitas perdagangan di berbagai jaringan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi UNI untuk kemudian dibakar.

    Mekanisme ini menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai UNI yang beredar di pasar. Tim riset Tokocrypto menilai perubahan ini sebagai langkah transformasional.

    “Proposal ini mengubah fundamental UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan akrual nilai yang nyata. Dengan model pembakaran otomatis berbasis penggunaan lintas rantai, Uniswap menciptakan insentif ekonomi yang kuat bagi para pemegangnya untuk mempertahankan dominasi di tengah persaingan DEX yang semakin ketat,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, semakin tinggi volume transaksi di seluruh jaringan tempat Uniswap beroperasi, semakin besar potensi pembelian dan pembakaran UNI.

    Strategi Multi-Chain untuk Dominasi DEX

    Ekspansi pengumpulan biaya ke delapan jaringan menunjukkan bahwa Uniswap tidak lagi hanya mengandalkan Ethereum sebagai sumber likuiditas utama.

    Pasalnya, pertumbuhan ekosistem Layer-2 dan chain alternatif telah mendorong distribusi likuiditas lintas jaringan.

    Arbitrum, Base, dan Optimism sendiri saat ini menjadi pusat aktivitas DeFi dengan biaya transaksi yang lebih murah dibandingkan Ethereum mainnet.

    Dengan mengintegrasikan pendapatan dari berbagai chain tersebut, Uniswap menciptakan model ekonomi lintas rantai (cross-chain revenue capture) yang terpusat pada nilai token UNI di Ethereum.

    Pendekatan ini juga menjadi respons terhadap persaingan yang semakin ketat di sektor DEX.

    Protokol-protokol lain mulai mengadopsi model insentif yang agresif, termasuk pembagian biaya langsung kepada pemegang token atau penyedia likuiditas.

    Uniswap memilih jalur berbeda: memperkuat nilai token melalui mekanisme deflasi otomatis.

    Dampak terhadap Harga dan Sentimen UNI

    Secara teori, mekanisme buyback dan burn dapat mengurangi suplai yang beredar dan menciptakan tekanan naik terhadap harga, selama permintaan tetap stabil atau meningkat.

    Model ini sering digunakan oleh proyek kripto untuk meningkatkan daya tarik token di mata investor jangka panjang.

    Jika proposal disetujui dan diimplementasikan, UNI berpotensi mengalami perubahan persepsi pasar: dari sekadar token voting menjadi token dengan mekanisme akrual nilai berbasis kinerja protokol.

    Namun demikian, efektivitas strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor kunci, diantaranya:

    1. Volume perdagangan lintas jaringan
    2. Konsistensi pendapatan protokol
    3. Stabilitas ekosistem DeFi secara keseluruhan
    4. Kondisi pasar kripto global

    Dalam kondisi pasar bullish dengan aktivitas DeFi yang meningkat, model ini dapat menjadi katalis kuat bagi UNI. Sebaliknya, dalam pasar lesu dengan volume rendah, dampaknya mungkin terbatas.

    Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

    Sinyal Kematangan Ekonomi DeFi

    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Proposal ini juga mencerminkan evolusi sektor DeFi menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

    Alih-alih hanya mengandalkan insentif inflasi token, Uniswap mencoba mengoptimalkan pendapatan riil dari aktivitas protokol.

    Dengan pendekatan tersebut, Uniswap memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di industri DEX global sekaligus meningkatkan daya saing terhadap platform perdagangan terdesentralisasi lainnya.

    Jika disetujui komunitas, mekanisme fee switch lintas jaringan ini bisa menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah tokenomics UNI dan berpotensi menjadi template bagi protokol DeFi lainnya di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com