Tag: universitas

  • Kalegowa Destinasi Slow Travel Terbaik Kedua di Asia, Ada Apa di Sana?


    Jakarta

    Platform Agoda memasukkan Kalegowa dalam daftar rekomendasi slow travel 2025 bersama wilayah lain dari Asia Timur, Tenggara, dan Selatan. Kalegowa adalah wilayah di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

    Slow travel merupakan bentuk healing baru yang diminati masyarakat masa kini. Dikutip dari platform Revine, slow travel menekankan pentingnya keberlanjutan dan keterkaitan dengan warga lokal. Slow travel atau tourims juga sangat menghargai pengalaman selama perjalanan.

    Kalegowa mungkin belum banyak diketahui sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia. Dengan adanya rekomendasi slow travel Agoda 2025, Kalegowa mungkin bisa masuk daftar wishlist healing detikers berikutnya.


    Fakta Kalegowa sebagai Top Agoda Slow Travel 2025

    Kalegowa adalah wilayah yang menyaksikan sejarah Indonesia mulai zaman kerajaan, penjajahan, hingga menjadi negara merdeka. Masyarakat Kalegowa mengarungi perjalanan Indonesia dengan tetap memegang teguh tradisi dan kearifan lokal.

    Sejarah Kalegowa

    Kalegowa atau Kale Gowa adalah lokasi benteng pertama kerajaan Gowa di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Fungsi benteng ini adalah sebagai lokasi pemukiman raja dan keluarganya, sehingga menjadi pusat dinamika kegiatan kehidupan kerajaan.

    Dikutip dari tulisan Benteng Kale Gowa Pada Masa Kerajaan Gowa (1510-1639) oleh Heri Setiani dari Universitas Negeri Makassar, benteng Kale Gowa tersebar di beberapa titik. Site tersebut adalah Kompleks Makam Sultan Hasanuddin, Sumur Bissu, Sumur Lompowa, Masjid Tua Katangka, Kompleks Makam raja-raja Gowa dan keluarganya, Batu Tallua, dan Batu pelantikan.

    Pesona Kalegowa

    Dikutip dari situs Travel and Tour World, Kalegowa menawarkan kekayaan alam dan budaya yang bisa dinikmati selama healing. Beberapa pesona tersebut adalah:

    • Sawah hijau dan pepohonan rindang.
    • Arsitektur khas Bugis yang masih lestari dan mengundang decak kagum.
    • Masyarakat yang hangat dan menawarkan hospitality simpel namun sesuai kebutuhan turis.
    • Pasar tradisional dan hidangan khas yang menggambarkan masyarakat lokal.

    Jarak dan Penginapan Kalegowa

    Kalegowa hanya berjarak sekitar 2 km dari Somba Opu dikutip dari google maps. Situs BMKG menjelaskan, Kalegowa adalah dataran rendah dengan suhu hangat hingga panas.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung, detikers bisa pesan penginapan lebih dulu di platform wisata. Detikers juga bisa cari tahu akomodasi sesuai keperluan di media sosial atau berbagai situs wisata.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bekas Perumahan Elit Karyawan Bengkel Kereta di Medan, Kini Sepi Mencekam


    Medan

    Masa penjajahan Belanda meninggalkan banyak jejak di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya bekas perumahan elit karyawan bengkel kereta api di Jalan Bundar, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatra Utara.

    Pantauan detikcom melalui google maps, kawasan tersebut ditandai sebagai Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) Wooncomplex. Di kawasan yang memang berbentuk bundar tersebut, ada beberapa rumah yang dulunya mungkin terlihat mewah dan megah.

    Bekas perumahan elit karyawan bengkel kereta zaman Belanda.Bekas perumahan elit karyawan bengkel kereta zaman Belanda (google maps)

    Sayang, rumah bergaya Eropa tersebut kini terlihat tidak layak ditempati. Beberapa bagian rumah sudah rusak dan runtuh meski dinding masih tegak berdiri. Pondasi rumah juga kuat, walau jendela dan pintu banyak hilang


    Jalan sekitar rumah ditumbuhi semak belukar dan pepohonan rimbun, dengan lingkungan sekitar yang sangat sepi. Jika hujan, jalanan besar kemungkinan becek dan berlumpur. Jalanan di pinggir kawasan tersebut sebetulnya pernah diaspal, namun sudah rusak dan banyak bolong.

    Sepanjang penelusuran detikcom, tidak ditemukan cukup lampu yang bisa memberi cukup penerangan. Bisa dipastikan, bekas komplek perumahan mewah tersebut sangat gelap dan sepi pada malam hari. Suasana sekitar mencekam karena memang tidak ada yang tinggal di rumah tersebut.

    Sejarah Rumah Mewah Karyawan Bengkel Kereta

    Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Bekas perumahan elit kayawan bengkel kereta api zaman Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

    Menurut ahli sejarah M Azis Rizky Lubis dari Universitas Sumatera Utara (USU), komplek rumah mewah di Jalan Bundar itu dibangun tahun 1919. Komplek dibangun saat pembentukan werkplaats atau bengkel kereta api di sekitar lokasi.

    Perumahan elit dibangun untuk karyawan bengkel kereta sehingga bisa bekerja dengan baik. Tempat tinggal dan lokasi kerja tidak berjarak terlalu jauh. Komplek rumah tidak dibangun bersamaan dengan pembentukan perusahaan kereta Deli Spoorweg Matschappij tahun 1886.

    “Perumahan dibangun untuk karyawan bengkel kereta api termasuk juga mess bagi sekolah perkeretaapian yang mau berkunjung,” ujar Azis dikutip dari detikSumut.

    Di sekitar perumahan karyawan bengkel kereta, ada juga komplek elit bagi orang Eropa. Pembangunan dua komplek ini berdekatan dengan perkebunan Helvetia. Menurut Aziz, pembangunan komplek mewah ini menjadikan wilayah Pulo Brayan kawasan elit.

    Ketika Jepang masuk Indonesia, perumahan ini menjadi area pengungsian orang-orang Eropa. Hal ini disebabkan area komplek dekat dengan Pelabuhan Belawan, yang diharapkan dapat memudahkan mobilisasi orang Eropa.

    Riwayat Deli Spoorweg Maatschappij (DSM)

    DSM adalah perusahaan kereta api swasta yang berdiri tahun 1883. Pusat kegiatan perusahaan ini adalah Sumatra bagian timur dengan fokus utama mengangkut hasil bumi yang akan diekspor. Misal tembakau dari daerah dataran tinggi.

    Dikutip dari paper Pengambilalihan N.V. Deli Spoorweg Maatschappij di Sumatra Utara 1857-1963 oleh Ibnu Murti Hariyadi, DSM diambil alih pada tahun 1957-1963. Perusahaan kemudian mengalami nasionalisasi dan bergabung dalam PT KAI.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Balai Kota, Otopet, dan Parkir Rp 150 Ribu



    Brisbane

    Bayangkan Balai Kota Jakarta atau Surabaya atau balai kota di kota lain di Indonesia bukan hanya tempat rapat dan sidang, tapi juga ruang bermain ide, tempat belajar sejarah, bahkan spot wisata keluarga. Itulah yang disuguhkan di Brisbane, Australia, balai kota menjadi rumah bersama yang benar-benar terbuka untuk warganya.

    Saya adalah Adjunct Professor Griffith University Australia. Sesudah melaksanakan pernikahan putri saya di New York pada awal Mei, sekarang ini saya sedang berada di Brisbane, kota pusat kegiatan Griffith University sekaligus ibu kota negara bagian Queensland.

    Kota ini mempunyai sejarah panjang. Kemarin, saya lihat pembangunan bibir sungai Brisbane yang tercatat sejak 1800-an. Saya sempat juga ke City Hall atau Balai Kota Brisbane dan ada dua kegiatan menarik yang bisa juga dipertimbangkan dilakukan di Jakarta atau kota lain di negara kita.


    Prof Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane AustraliaProf Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane Australia (koleksi pribadi)

    Pertama, di lantai 3 Brisbane City Hall sekarang sedang berlangsung pameran budaya dengan berbagai koleksi setempat, dan gratis. Lalu, karena di City Hall Brisbane ada jam besar di atas bangunannya maka ada kegiatan “Tower Clock Tour” beberapa kali dalam sehari, juga gratis.

    Dengan cara itu maka anggota masyarakat jadi makin menyatu dengan Balai Kotanya, tidak datang hanya untuk urusan-urusan resmi formal belaka. Balai Kota jadi makin ramah dengan warganya. Akan bagus kalau kegiatan seperti ini dilakukan juga di kota-kota besar di Tanah Air.

    Di sini ada banyak sepeda yang bisa disewa warga. Bisa dipakai dengan aplikasi tertentu selama beberapa jam lalu dikembalikan lagi.

    Yang menarik, di Brisbane disediakan juga otopet listrik sebagaimana di foto saya ini. Saya tadinya mau coba, tapi “takut jatuh”, maklum lansia 70 tahun. Di tengah kota juga disediakan bis gratis, baik yang “City Loop” maupun yang “Spring Hill Loop”.

    Fasilitas transportasi umum lainnya juga amat memadai, baik bus, kereta maupun feri sepanjang sungai.

    Saya sempat naik Feri dari ujung kota ke ujung di kota lainnya, pulang pergi selama dua jam, dan bayarnya hanya 50 sen dolar Australia atau Rp 5.000. Pemandangan dari dalam Feri amat memukau, baik siang atau malam hari, dengan jembatan yang indah dan lampu-lampu kota yang menawan, seperti di foto ke dua saya ini.

    Kalau mau naik mobil pribadi maka tarif parkir mahal sekali. Saya lihat di sekitar Queen Street Mall masuk gedung parkir bayarnya sudah langsung 17,9 dolar Australia, sekitar Rp 190 ribu, tentu akan diprotes orang kalau diberlakukan di kota negara kita ya.

    Kemarin saya jalan kaki dari South Bank ke tempat menginap dan melewati “Brisbane Convention and Exhibition Center”, ternyata tarif parkir di Convention Center ini adalah 15 dolar Australia (Rp. 157.500) untuk 2 jam pertama. Gawat banget kalau untuk kantong kita ya.

    Tentang hal yang gratis, kemarin saya ke QAGOMA, Queensland Art Galery and Gallery of Modern Art, yang ternyata terbuka tanpa bayar. Kita tahu kalau di New York ada MOMA, Museum of Modern Art, yang tidak terlalu jauh dari 5th Avenue yang terkenal, dan MOMA ini selalu dipenuhi turis dan bayarannya cukup lumayan.

    Nah, untuk Modern Art ini di Brisbane ada QAGOMA yang gratis ini. di akhir pekan juga ada beberapa “week end market” di Brisbane, yang tentu juga gratis, dan amat menarik karena tiga hal. Jual makanan-makanan enak, jual variasi produk lokal dan lihat penduduk Brisbane berjemur di lapangan terbuka di bawah sinar matahari terik di pinggir sungai Brisbane.

    ***

    Prof Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane Australia, direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Brisbane

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cek Akreditasi Kampus dan Program Studi Pakai BAN-PT, Gampang!

    Jakarta

    Bagi mereka yang akan ikut seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bukti akreditasi kampus dan prodi calon pelamar diperlukan sebagai salah satu persyaratan. Inilah cara mengeceknya.

    Selain untuk para pencari kerja, akreditasi kampus juga merupakan informasi yang dibutuhkan bagi mereka yang ingin menempuh perguruan tinggi selepas lulus SMA. Nah, untuk mengecek akreditasi kampus/perguruan tinggi, kamu bisa melakukannya secara online menggunakan situs resmi BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

    Nggak sampai satu menit, kamu bisa langsung mengetahuinya. Caranya sebagai berikut.


    Cara Cek Akreditasi Kampus dan Program Studi

    1. Buka https://www.banpt.or.id/
    2. Pilih menu ‘Data Akreditasi’
    3. Klik menu ‘Institusi’
    4. Masukkan nama perguruan tinggi/kampus yang ingin dicek status dan peringkat akreditasinya. Bisa juga dengan mengecek berdasarkan peringkat akreditasi tertentu
    5. Halaman akan menampilkan informasi status dan peringkat akreditasi kampus/perguruan tinggi yang dipilih
    6. Hasil akan menampilkan status akreditasi yang berisi informasi peringkat universitas, nomor SK, tahun SK, wilayah, tanggal dan status kedaluwarsa

    Cara Cek Akreditasi Prodi

    1. Buka https://www.banpt.or.id/
    2. Pilih menu ‘Data Akreditasi’
    3. Klik menu ‘Program Studi’
    4. Masukkan nama perguruan tinggi/kampus dan program studi yang ingin dicek status dan peringkat akreditasinya
    5. Halaman akan menampilkan informasi status dan peringkat akreditasi prodi dari kampus/perguruan tinggi tersebut
    6. Hasil akan menampilkan data perguruan tinggi, program studi, nomor SK, tahun SK, akreditasi terkini, dan tanggal kedaluwarsa.

    Jadi, itulah cara mengecek akreditasi universitas dan program studi. Mudah kan, detikers?

    (ask/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Di Kampung Ini Jalak Bali Dikonservasi dengan Adat dan Gotong-royong Warga



    Tabanan

    Jalak bali nyaris punah. Di kampung ini, satwa itu dilindungi lewat adat.

    Adalah di Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, jalak bali mempunyai rumah. Di kampung itu dilakukan konservasi jalak bali berbasis kekuatan hukum adat yang ditaati masyarakat setempat.

    Bendesa Adat Tengkudak, I Nyoman Oka Tridadi, menyebutkan bahwa Banjar Tingkihkerep memiliki awig-awig (aturan adat) khusus yang melindungi lingkungan dan habitat jalak Bali. Salah satu aturan pentingnya adalah larangan menebang pohon tanpa izin. Jika dilanggar, pelakunya diwajibkan menanam dua pohon pengganti, terutama pohon buah-buahan yang bisa menjadi sumber pakan bagi burung jalak Bali.


    “Kalau ada warga, bahkan dari luar banjar, yang nebang pohon, dia harus tanam dua pohon. Terutama yang bisa jadi makanan jalak Bali,” ujar Oka Tridadi, Minggu (8/6/2025), dikutip dari detikbali.

    Menariknya, aturan pelestarian itu hanya berlaku di Banjar Tingkihkerep dan tidak diberlakukan di banjar adat lain di desa tersebut.

    “Masyarakat di sini memang memiliki semangat tinggi dalam menjaga satwa dan lingkungan sekitarnya,” Oka menambahkan.

    Banjar Tingkihkerep bukan dipilih secara sembarangan sebagai lokasi konservasi. Project Manager dari Yayasan FNPF I Made Sugiarta mengatakan bahwa pemilihan lokasi dilakukan setelah observasi mendalam, mempertimbangkan faktor geografis, kekuatan hukum adat, dan karakter masyarakatnya.

    burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)

    “Kampung Jalak Bali ini bukan sekadar tempat wisata, tapi kawasan konservasi berbasis edukasi. Hanya saja, yang masih kurang itu ruang informasi. Jadi wisatawan belum terlalu paham soal karakter atau perkembangan jalak Bali di sini,” ujarnya.

    Yayasan FNPF bekerja sama dengan Balai KSDA dan sejumlah akademisi Universitas Udayana dalam program ini, yang kini menjadi salah satu contoh konservasi berbasis masyarakat yang berhasil.

    Camat Penebel, I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, menilai keberadaan Kampung Jalak Bali sangat potensial untuk menjadi destinasi pendukung pariwisata Jatiluwih yang telah mendunia sebagai warisan budaya UNESCO.

    “Desa Jatiluwih itu ikonnya Penebel. Nah, desa-desa di sekitarnya, seperti Tengkudak, bisa jadi penyangga. Apalagi Kampung Jalak Bali ini punya konsep yang sangat menarik dan ramah lingkungan,” kata dia.

    Kecamatan juga terus menggali potensi lokal lainnya, mulai dari pertanian, budidaya kopi, durian, lebah madu, hingga wisata religi untuk memperkuat daya tarik kawasan Penebel secara keseluruhan.

    Saat ini, tantangan utama yang dihadapi Kampung Jalak Bali adalah minimnya fasilitas dasar untuk wisatawan, seperti ruang informasi dan toilet. Manik Mastawa akan mengusulkan kebutuhan ini kepada Dinas Pariwisata Tabanan agar bisa segera direalisasikan.

    “Saya rasa ini wajib ada, dan akan kami sampaikan ke pemerintah daerah,” kata dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Masjid Agung Al-Azhar, Ruangnya Penuh Cahaya dan Jendela Besar


    Jakarta

    Berdiri menjulang di usianya yang ke-67, Masjid Agung Al-Azhar tak kehilangan pesonanya. Melewati berbagai zaman, Masjid Agung Al-Azhar masih berdiri mengayomi umat, menjalankan misi pendidikan, kemanusiaan, dan ikut serta dalam aksi sosial kemasyarakatan.

    Detik travel dalam Famtrip-Strolling Around Blok M yang diselenggarakan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Selatan, sempat mengunjungi masjid bersejarah ini pada Kamis (25/9/2025). Masjid Agung Al-Azhar terlihat sangat bersih dan bersinar.

    Ruang Utama salat dipenuhi cahaya alami dari jendela besar di sekelilingnya. Di lantai 2, dinding depannya bertuliskan Al-Baqarah: 255 yang mengajarkan keesaan dan kuasa Allah SWT. Tulisan ayat dikelilingi kaligrafi Asmaul Husna atau 99 nama baik Allah SWT.


    Masjid Agung Al-AzharMasjid Agung Al-Azhar (dok Qonita Hamidah/detik travel)

    Sejarah Masjid Agung Al-Azhar

    Bangunan masjid yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini dulunya bernama Masjid Agung Kebayoran Baru. Proses pembangunan masjid berlangsung selama 5 tahun yaitu pada 1953-1958 oleh Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar.

    Masjid Agung Al-Azhar di Indonesia tidak ada hubungannya dengan masjid dengan nama yang sama di Mesir. Menurut pemandu wisata dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan, Muti, nama Al-Azhar diberikan seorang syeikh yang juga Rektor Universitas Al-Azhar Kairo (Syeikh Syaltout).

    “Saat itu beliau bertanya kepada Buya Hamka, selaku pengurus masjid, tentang nama masjid. Lalu dijawab, masjid ini bernama Masjid Agung Kebayoran Baru. Syeikh menyarankan namanya diganti menjadi Al-Azhar seperti di Mesir,” kata Muti.

    Seiring waktu, Masjid Agung Al-Azhar mendapat makin banyak tempat dan kepercayaan di hati para muslim. Dengan penuh amanah, Masjid Agung Al-Azhar terus berkembang hingga seperti sekarang menjadi kompleks lengkap dengan fasilitas pendidikan.

    Di halaman belakang Masjid Agung Al-Azhar, terdapat layanan pendidikan Al-Azhar yang dikelola sebagai tempat mengaji dan kursus. Kursuss Al-Azhar terdiri dari PMA (Pendidikan Mubaligh Al Azhar), PIA (Pendidikan Islam Al Azhar), dan AMI (Al Azhar Muhtadin Institute).

    Masjid Agung Al-AzharMasjid Agung Al-Azhar Foto: Qanita Hamidah/detik travel

    Masjid Agung Al-Azhar terletak di posisi strategis di salah satu jalan menuju kawasan Blok M. Masjid ini juga punya shelter atau halte busway tepat di depannya. Berikut beberapa penjelasannya

    MRT

    Jika Menggunakan MRT, detikers bisa turun di stasiun ASEAN dan berjalan sekitar 500 meter menuju Masjid Agung Al Azhar.

    Transjakarta

    Untuk rute TransJakarta detikers bisa menggunakan Transjakarta koridor 1 Blok M dan turun di Halte Masjid Agung.

    Kendaraan Pribadi

    Bagi detikers yang menggunakan kendaraan pribadi bisa menitipkan kendaraannya di area parkir Masjid Agung Al-Azhar dengan tarif sebagai berikut:

    Mobil

    • 1 jam pertama Rp 3 ribu
    • Jam berikutnya Rp 2 ribu
    • Maksimal Rp 20 ribu

    Motor

    • 1 jam pertama Rp 2 ribu
    • Jam berikutnya, Rp 1 ribu
    • Maksimal, Rp 4 ribu

    Truk/mobil boks

    • 1 jam pertama, Rp 3 ribu
    • Jam berikutnya, Rp 2 ribu
    • Maksimal, Rp 20 ribu.

    Masjid Agung Al Azhar bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan sejarah yang lekat dengan peran tokoh besar seperti Buya Hamka. Dengan akses yang mudah dijangkau, masjid ini layak menjadi destinasi religi sekaligus wisata budaya di Jakarta Selatan.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Menuju Perpustakaan Jusuf Kalla UIII dengan KRL dan TransJakarta


    Depok

    Perpustakaan Jusuf Kalla di Kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menjadi oase bagi pendamba keheningan di tengah ramainya Depok. Di sini kita bisa mengerjakan tugas, kerja, atau sekadar baca buku dari koleksinya yang mencapai ribuan buku. Kita bahkan bisa mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sini.

    Bahkan perpustakaan ini bisa jadi destinasi liburan bareng keluarga atau healing sendirian. Buat detikers yang ingin ke perpustakaan Instagrammable dan cozy ini, berikut cara aksesnya dengan transportasi umum.

    Perpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Mode transportasi umum jadi pilihan buat yang ingin liat salah satu perpustakaan terbesar di area Jabodetabek ini


    TransJakarta

    Jika memilih naik TransJakarta, detikes bisa naik jurusan Flyover Raya Bogor. Berikut beberapa pilihannya:

    • Rute 7B Kampung Rambutan-Blok M
    • Rute 7E Kampung Rambutan-Ragunan
    • Rute S22 Ciputat-Kampung Rambutan.

    Perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan angkutan kota (angkot) nomor D37, lalu turun di depan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Perjalanan juga bisa dilanjutkan dengan angkutan online.

    KRL

    Bagi detikers yang pilih KRL bisa turun di Stasiun Depok. Selanjutnya, detikers naik kendaraan online menuju Perpustakaan Jusuf Kalla UIII. Jarak Stasiun Depok-Perpustakaan Jusuf Kalla UIII sekitar 9 km dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

    Lokasi Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

    Perpustakaan Jusuf Kalla UIII beralamat di Jalan Raya Bogor Km 33 Nomor 5, Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Akses menuju perpustakaan bisa melalui gerbang utama kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Perpustakaan Jusuf Kalla berada di sisi kanan Gedung Joko Widodo di area kompleks UIII Depok.

    detikTravel sempat mengunjungi perpustakaan pada Rabu (8/10/2025) siang. Di sini, detikers akan merasakan suasana tenang dan sejuk kontras dengan cuaca Depok yang sangat panas. Suasana di perpustakaan ini cukup ramai, namun tetap tenang saat hari kerja.

    Koleksi Buku Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

    Perpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Perpustakaan 8 lantai ini memiliki koleksi ribuan buku dengan genre dan pengaturan sebagai berikut:

    • Buku ilmu komputer dan sistem informasi di rak 000
    • Buku filsafat dan psikologi di rak 100
    • Buku agama di rak 200
    • Buku tentang Islam, Babism, dan Bahai Faith di rak 297
    • Buku bahasa di rak 400
    • Buku ilmu pengetahuan di rak 500
    • Buku seni dan rekreasi di rak 700
    • Buku literatur di rak 800
    • Buku sejarah dan geografi di rak 900.

    Semua koleksi buku bisa diakses kecuali yang dalam pengawasan pengelola. Pengunjung tentunya harus melakukan registrasi lebih dulu dan membayar tarif masuk sebesar Rp 10 ribu. Setelah itu, traveler akan mendapatkan voucher Wi-Fi perpustakaan dengan kode unik dan kalung pengenal dari petugas.

    Barang bawaan pengunjung bisa disimpan dalam loker yang tersedia di lantai 1. Pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman ke dalam ruang baca, kecuali air putih. Selama di ruang baca, pengunjung diharapkan tidak ribut dan menjaga ketenangan.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Butuh Tempat Ngerjain Tugas Nyaman? Bisa di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII


    Depok

    Depok punya tempat yang cozy dan asyik banget buat mengerjakan tugas, baca buku, atau sekadar me time ke tempat hening. Tempatnya ada di Perpustakaan Jusuf Kalla kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok.

    Bangunan perpustakaan nggak cuma megah dan luas, tapi juga menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan pengunjung. Misal AC yang dingin, Wi-Fi cepat, mushola, dan berbagai koleksi buku yang tersedia dengan tiket masuk Rp 10 ribu.

    “Di sini enak dan fasilitasnya lengkap. Kalau mau baca buku tersedia isu nasional bahkan luar negeri yang bikin pengetahuan kita makin luas,” kata Dafa salah seorang pengunjung yang sedang Work From Anywhere (WFA) kepada detikTravel.


    Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    detikTravel sempat mengunjungi perpustakaan yang disebut salah satu terbesar di Jabodetabek pada Rabu (8/10/2025) siang selepas azan Salat Zuhur. Suasana tenang dan hening langsung terasa, sangat kontras dengan kondisi Depok saat itu yang sangat panas.

    Dalam kunjungan ini, detikTravel sempat menelusuri perpustakaan berlantai 8 yang ketika hari kerja tidak banyak menerima tamu. Perpustakaan Jusuf Kalla memiliki ruang baca anak yang terletak di lantai 2 dengan berbagai jenis koleksi.

    “Alhamdulillah, sekarang bukunya udah semakin banyak, pas aku pertama kali ke sini bukunya baru sedikit. Di sini bisa bikin anak-anak suka baca buku,” kata pengunjung asal Depok ini.

    Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Untuk anak usia 6-8 tahun tersedia aneka komik, sementara bagi umur 9-12 tahun beragam buku petualangan bisa diakses. Bagi remaja, ada banyak jenis buku fiksi yang cocok bagi pembaca di usia 13-18 tahun.

    Jalan-jalan di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

    Pengunjung bebas berlama-lama di perpustakaan ini asal masih dalam jadwal operasional pukul 09.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat. Perpustakaan juga buka pada hari Sabtu pukul 09.00-16.00 WIB.

    Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Ketika detikTravel datang ke perpustakaan ini, tiap pojoknya menyediakan buku yang bisa dibaca siapa saja. Buku dan bahan bacaan lain tersedia di lantai 1 yang diperuntukkan sebagai lobi dan area loker untuk pengunjung. Di lantai 2 tersedia studio siniar, CSIS Corener, koleksi Jusuf Kalla, referensi, dan buku langka.

    Naik ke lantai 3 ada aula baca besar, meja sirkulasi, ruang kerja, koleksi bahasa Inggris, kompilasi milik Prof MC Ricklefs. Di lantai selanjutnya, kita akan menemukan koleksi buku dalam bahasa Indonesia lengkap dengan area membaca. Koleksi dalam bahasa Arab serta ruang bacanya tersedia juga di perpustakaan tepatnya lantai 5.

    Suasana di lantai 3 cukup ramai, dengan sebagian besar pengunjung terlihat sibuk beraktivitas di depan laptop. Kondisi ini berbeda dengan lantai 4 yang suasananya lebih tenang dan hanya sedikit pengunjung.

    Bagi pengunjung yang sudah lelah menjelajahi perpustakaan, bisa istirahat di lantai 6 yang menyediakan mushola. Selain itu ada area membaca kasual dan koleksi buku lainnya. Perpustakaan masih punya lantai 7 yang berisi ruang meeting dan lantai Sedangkan di lantai 8 ada area teater yang bisa digunakan pengunjung.

    Fasilitas lift di perpustakaan ini hanya beroperasi dari lantai 3 hingga lantai 6. Jika ingin naik dari lantai 1 ke lantai 3, kita bisa menggunakan eskalator. Sementara untuk menuju lantai 7 dan 8, kita dapat menggunakan tangga darurat.

    Dengan semua fasilitas dan koleksi bukunya, Perpustakaan Jusuf Kalla di kompleks UIII bisa jadi pilihan tepat bagi yang ingin menyelesaikan pekerjaan, tugas, atau sekadar meningkatkan pengetahuan. Di setiap rak buku dan lembarannya, selalu ada inspirasi baru yang menanti untuk ditemukan.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ternyata Ini Waktu Terbaik Sarapan dan Makan Malam untuk Hilangkan Lemak Perut


    Jakarta

    Peneliti telah menentukan waktu terbaik untuk sarapan dan makan malam jika ingin menghilangkan lemak perut. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti Spanyol menunjukkan bahwa diet seseorang juga dapat membantu menghilangkan lemak perut, semuanya berkaitan dengan waktu makan.

    Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh Universitas Granada dan Universitas Negeri Navarra meneliti manfaat puasa intermiten dalam hal mengurangi lemak.

    Puasa intermiten mengacu pada tidak makan untuk jangka waktu yang lama, sering kali dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori pada hari-hari tertentu dalam sepekan atau tidak makan di antara waktu makan malam dan waktu makan pertama pada hari berikutnya.


    Salah satu jenis puasa intermiten yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir melibatkan pengurangan jumlah jam yang dihabiskan untuk makan dan perpanjangan jam puasa-tidak makan-setiap hari. Ini dikenal sebagai makan dengan pembatasan waktu.

    Dalam penelitian tersebut, waktu makan peserta dikurangi menjadi 6-8 jam. Penelitian tersebut melibatkan 197 peserta berusia antara 30 dan 60 tahun yang mencoba tiga metode puasa berbeda selama 12 minggu. Berikut ini pembagiannya.

    Puasa dini: makan antara pukul 9 pagi dan 5 sore (49 peserta)

    Puasa larut: makan antara pukul 2 siang dan 10 malam (52 peserta)

    Puasa yang dipilih sendiri: memilih slot waktu makan yang diinginkan, biasanya antara pukul 12 malam dan 8 malam (47 peserta)

    49 peserta sisanya mengikuti program edukasi gizi tentang diet Mediterania dan gaya hidup sehat.

    Temuan penelitian mengungkapkan bahwa puasa intermiten tidak lebih efektif daripada program nutrisi dalam mengurangi lemak visceral, lapisan lemak yang berada lebih dalam di rongga perut dan mengelilingi organ vital.

    Namun, kelompok yang berpuasa, terlepas dari jenis puasa mereka, kehilangan lebih banyak berat badan (rata-rata 3 hingga 4 kg) dibandingkan dengan peserta yang makan secara normal.

    Kelompok yang berpuasa lebih dini kehilangan lebih banyak lemak subkutan perut dibandingkan kelompok lain yang kehilangan lebih banyak lemak subkutan perut, yakni lemak yang berada tepat di bawah kulit perut. Artinya, sarapan pada pukul 9 pagi dan makan malam sebelum pukul 5 sore bisa jadi cara terbaik, menurut penelitian yang dipublikasikan di Nature Medicine.

    Seorang profesor madya di Fakultas Ilmu Olahraga di Universitas Granada, Jonatan Ruiz, mengatakan kepada Sun Health mengatakan makan dengan batasan waktu, khususnya menyelesaikan makan sebelum pukul 5 sore, bisa menjadi strategi praktis dan efektif untuk mengelola berat badan dan mengurangi lemak perut setelah periode makan berlebihan.

    “Pendekatan ini selaras dengan ritme sirkadian alami, yang meningkatkan kesehatan metabolisme dan pengurangan lemak,” katanya, dikutip dari The Sun.

    “Jika Anda sarapan sekitar pukul 8 pagi dan makan terakhir sekitar pukul 10 malam, ini berarti jendela makan Anda sekitar 14 jam sedangkan jendela puasa Anda adalah 10 jam,”

    Makan pada waktu yang tidak teratur atau larut malam dapat mengganggu ritme biologis tubuh dan meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2 , klaim tim studi.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Lewatkan Sarapan Bisa Turunkan BB? Cek Faktanya!

    Jakarta

    Sarapan adalah makanan pagi yang membatalkan puasa semalaman. Ada orang-orang yang melewatkan sarapan dengan tujuan tertentu, salah satunya menurunkan berat badan.

    Kendati demikian, menurut ahli diet Claire Rifkin, MS, RDN, melewatkan sarapan bisa menghilangkan kesempatan untuk menutrisi tubuh dan pikiran secara efektif. Hal ini juga bisa membuat keinginan makan yang lebih kuat nantinya.

    Melewatkan Sarapan Bisa Turunkan BB?

    Melewatkan sarapan mungkin terkesan menjadi cara sederhana untuk mengurangi kalori. Tapi, hal ini justru dapat membuat tubuh lapar sepanjang hari. Nantinya ada rasa ingin ngemil dan makan dalam porsi besar, sehingga membuat jumlah kalori melonjak.


    Dikutip dari laman Eating Well, dalam sebuah penelitian, melewatkan sarapan justru dikaitkan dengan penambahan berat badan dan resistensi insulin. Selain itu, hal ini juga bisa berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan. Bahkan, orang yang sering melewatkan sarapan berisiko mengalami obesitas, hipertensi, hingga diabetes.

    Melewatkan makan saat lapar bisa menghambat hormon lapar dan kenyang, yang sebenarnya ada karena suatu alasan. Hormon leptin dan ghrelin membantu mengatur nafsu makan degan sehat, sehingga sangat penting untuk menjaga hormon ini pada tingkat yang optimal.

    Dikutip dari laman Cleveland Clinic, leptin dan ghrelin terlibat dalam pengendalian nafsu makan dan rasa kenyang. Ghrelin diproduksi di lambung dan memberi sinyal ke otak saat lapar, sementara leptin memberi tahu otak kapan tubuh memiliki cukup energi yang tersimpan dan merasa kenyang.

    Ketika tubuh tidak mendapat sinyal yang tepat dari hormon-hormon ini, bisa jadi orang yang mengalaminya akan melewatkan waktu makan saat tubuh membutuhkannya, atau makan makanan rendah nutrisi berlebihan karena kelaparan.

    Jadi, menyadari dan menghargai sinyal lapar dan kenyang dari tubuh merupakan cara untuk menerapkan ‘mindful eating’, sekaligus mencegah kebiasaan melewatkan waktu makan.

    “Ketika klien saya memprioritaskan sarapan, hal itu membantu mengurangi asupan kalori mereka di kemudian hari ketika kebiasaan sehat mudah terlupakan,” kata ahli diet Melissa Mitri, MS, RD.

    “Penelitian menunjukkan mereka yang sarapan secara teratur cenderung memiliki berat badan lebih rendah,” tambahnya.

    Dampak Melewatkan Sarapan

    Tak hanya berpotensi menaikkan berat badan, melewatkan sarapan bisa menimbulkan banyak efek jangka pendek atau jangka panjang. Berikut di antaranya:

    • Merasa lebih moody atau cemas
    • Membahayakan kesehatan jantung
    • Tubuh kekurangan energi
    • Metabolisme tubuh menurun.

    Ditinjau oleh:Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied