Tag: universitas

  • Penerimaan Mahasiswa Baru S2-S3 Sekolah Pascasarjana UNY, Ada Jalur Reguler dan PJJ


    Jakarta

    Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun akademik 2025/2026, buka pendaftaran mahasiswa baru. Pendaftaran dibuka hingga 21 Oktober 2025 melalui tautan https://daftarpmb.uny.ac.id/.

    Sebagai informasi Sekolah Pascasarjana UNY membuka dua program yakni reguler dan juga pendidikan jarak jauh (PJJ). Program PJJ memungkinkan mahasiswa bekerja sambil kuliah dengan 16 minggu masa pembelajaran.

    Dikutip dari postingan Instagram Sekolah Pascasarjana dan laman resmi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNY, Rabu (15/10/2025) berikut informasinya.


    Syarat PMB S1-S2 Sekolah Pascasarjana UNY

    Syarat Umum

    1. Pendaftar program magister (S2) berkualifikasi sarjana (S1) dengan IPK minimal 3,00.
    2. Pendaftar program doktor (S3) berkualifikasi magister (S2) dengan IPK minimal 3,00.
    3. Peserta adalah lulusan program studi yang terakreditasi.
    4. Peserta mendapat izin dari atasan (bagi yang sudah bekerja).
    5. Calon mahasiswa program doktor dapat memilih metode kuliah by course, by research, atau mixed. Peserta jalur mixed diwajibkan mengambil mata kuliah sebanyak 12-15 SKS untuk mendukung disertasi yang ditulisnya.
    6. Calon mahasiswa program Magister dan Doktor by Course mendapat rekomendasi dari 2 (dua) dosen pembimbing studi jenjang sebelumnya.
    7. Peserta program doktor telah memiliki rancangan/proposal disertasi, khusus yang memilih by research atau mixed mendapat rekomendasi dari 2 (dua) dosen calon pembimbing disertasi.
    8. Biaya pendaftaran program magister sebesar Rp450.000,00 dan program doktor sebesar Rp700.000,00 dibayar melalui bank penyalur.
    9. Prosedur pendaftaran dan pembayaran dapat dilihat di http://pmb.uny.ac.id.
    10. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran secara lengkap melalui laman http://pmb.uny.ac.id.Peserta Program Doktor by Research atau Mixed wajib memiliki skor
    11. TOEFL minimal 500, publikasi internasional bereputasi, dan rekam jejak penelitian sesuai dengan topik penelitian yang akan dijadikan topik disertasi.

    Ketentuan PMB Metode CBT di Domisili

    1. Peserta mengikuti computer based test (CBT) secara daring dengan materi tes potensi akademik dan kemampuan bahasa Inggris.
    2. Peserta program doktor menyiapkan rancangan disertasi dengan template diunduh di http://pmb.uny.ac.id dan diunggah di dalam sistem pendaftaran.
    3. Peserta program doktor setelah CBT wajib mengikuti ujian wawancara secara daring.
    4. Peserta harus memiliki dan memenuhi persyaratan teknis CBT di domisili yang dapat diunduh di laman http://pmb.uny.ac.id.

    Ketentuan PMB Metode Portofolio

    1. Seleksi calon mahasiswa program magister dan doktor dari dalam maupun luar negeri.
    2. Peserta melengkapi dan mengunggah dokumen portofolio yang berisi skor TOEFL/ITP, skor tes potensi akademik, karya akademik, piagam prestasi atau piagam lain yang relevan,
    3. Peserta program doktor menyiapkan rancangan disertasi dengan template yang dapat diunduh di template proposal disertasi dan diunggah di dalam sistem pendaftaran.
    4. Peserta program doktor wajib mengikuti ujian wawancara secara daring.

    Ketentuan PJJ Sekolah Pascasarjana UNY

    1. Kuliah umum dilakukan secara online.

    2. Minggu ke 1, 5, dan 15: Perkuliahan dengan interaksi langsung atau pembelajaran dengan dosen secara daring

    3. Minggu 2-4, 6-9, 11-14: Perkuliahan dengan LMS BeSmart tanpa interaksi langsung atau pembelajaran secara online tanpa bersama dosen.

    4. Minggu ke-8: Ujian tengah semester (UTS) daring.

    5. Minggu ke-10: Perkuliahan luring ke kampus induk.

    6. Minggu ke-16: Ujian akhir semester (UAS) daring.

    Pascasarjana UNY menyediakan fasilitas menginap gratis selama 3 hari 2 malam di Hotel UNY untuk kegiatan luring pada minggu ke-10.

    Daftar Prodi PMB S1-S2 Sekolah Pascasarjana UNY

    Prodi Reguler S3

    • Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP)
    • Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK)
    • Ilmu Pendidikan (IP)

    Prodi Reguler S2

    • Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP)
    • Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK)
    • Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
    • Ilmu Lingkungan (IL)

    Prodi PJJ S3

    • Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP PJJ)
    • Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK PJJ)
    • Ilmu Pendidikan (IP PJJ)

    Prodi PJJ S2

    • Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP PJJ)
    • Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK PJJ)

    Biaya Kuliah Pascasarjana UNY

    S2

    • Reguler: Rp 8,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Beasiswa: Rp 9,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Kerjasama/luar negeri: Rp 11 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1
    • PJJ: Rp 12,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Kerjasama dalam/luar negeri (PJJ): Rp 13,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1

    S3

    • Reguler: Rp 10,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Beasiswa: Rp 12 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Kerjasama/luar negeri: Rp 13 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • By Research: Rp 15 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • PJJ: Rp 15 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Kerjasama dalam/luar negeri (PJJ): Rp 16,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1

    Alur Pendaftaran PMB Sekolah Pascasarjana UNY

    1. Mengambil kode pendaftaran: Kode pendaftaran dan Virtual Account diambil di laman https://pmb.uny.ac.id/ dengan mengisi nama, alamat, email, dan nomer telepon.

    2. Melakukan pembayaran: Pembayaran melalui Virtual Account bank penyalur.

    3. Melengkapi pendaftaran: Login di https://daftarpmb.uny.ac.id/ menggunakan kode pendaftaran dan tanggal lahir. Isi seluruh form sesuai panduan.

    4. Finalisasi data: Setelah semua data pendaftaran diisi lengkap, lakukan finalisasi. Data yang sudah difinalisasi tidak dapat diubah.

    5. Cetak kartu peserta: Peserta wajib mencetak kartu peserta sebagai bukti keikutsertaan Seleksi Mandiri UNY.

    6. Mengikuti tes: Peserta mengikuti tes CBT atau penilaian Portofolio.

    7. Pengumuman hasil seleksi: Pengumuman dilakukan melalui laman https://pmb.uny.ac.id/.

    8. Registrasi ulang jika peserta dinyatakan lolos melalui laman http://registrasi.uny.ac.id/.

    Jadwal Seleksi PMB Pascasarjana UNY 2025

    Gelombang 1

    • Pendaftaran: hingga 21 Oktober 2025
    • Waktu ujian: 25 Oktober 2025
    • Pengumuman: 31 Oktober 2025

    Gelombang 2

    • Pendaftaran: 21 Oktober-2 Desember 2025
    • Waktu ujian: 6 Desember 2025
    • Pengumuman: 12 Desember 2025

    Informasi PMB S2 dan S3 UNY lainnya bisa dilihat melalui laman https://pmb.uny.ac.id/ . Selamat mendaftar!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Tanda Orang dengan IQ Rendah yang Jarang Disadari

    Jakarta

    Banyak orang percaya kecerdasan membantu seseorang bisa maju dalam kehidupan, baik secara profesional maupun pribadi. Orang yang cerdas dianggap memiliki Intelligence Quotient atau IQ, sehingga dihormati di tempat kerja dan lingkungan sosialnya.

    Namun, beberapa orang mungkin tidak secerdas yang mereka yakini, yang didukung indikasi nyata yang membuktikan hal tersebut. Dikutip dari Your Tango, ini 9 tanda seseorang memiliki IQ rendah yang mungkin kerap tak disadari:

    1. Lebih Banyak Bicara Dibanding Mendengarkan

    Seseorang yang memiliki IQ rendah dan berpura-pura cerdas akan mencoba menjadi pusat perhatian dalam percakapan apapun yang mereka ikuti. Bahkan, mereka tidak mengakui bahwa interaksi yang sukses membutuhkan jeda dan diam.


    Sebuah studi tahun 2020 tentang komunikasi mendefinisikan mendengarkan sebagai tindakan yang memiliki pengaruh kuat pada kesehatan dan kesejahteraan. Sangat mungkin seseorang yang lebih banyak bicara daripada mendengarkan merasa tidak yakin dengan tingkat kecerdasan mereka yang sebenarnya, sehingga mereka mencoba terlihat cerdas dan terus-menerus mengoceh.

    “Mendengarkan secara aktif adalah ketika seseorang dapat mendengarkan Anda dengan saksama, benar-benar memahami apa yang Anda katakan, dan tidak menyela,” kata psikoterapis Jenny Maenpaa.

    “Orang yang berpura-pura pintar mungkin tidak terampil dalam mendengarkan secara aktif, karena yang mereka inginkan hanyalah menguasai percakapan untuk meningkatkan ego mereka sendiri,” sambungnya.

    2. Sering Menyombongkan Diri

    Tanda lain seseorang tidak secerdas yang mereka kira adalah sering menyombongkan diri, yang berkaitan juga dengan rasa tidak aman. Menurut penelitian dari University of Arizona, menyombongkan diri tentang kemampuan diri sendiri membuat orang kurang percaya.

    “Jika Anda menganggap diri Anda individu yang sangat cakap. Kurangi sedikit dalam menampilkan diri kepada orang lain atau mengelola kesan tentang apa yang dapat Anda lakukan,” kata penulis studi profesor Universitas Arizona, Martin Reimann.

    “Orang yang benar-benar cerdas tidak perlu membuktikan betapa pintarnya mereka. Sementara seseorang yang ingin orang lain berpikir mereka pintar, justru perlu membuktikannya.”

    3. Tidak Sadar Diri

    Indikasi utama kecerdasan seseorang bergantung pada seberapa sadar diri mereka. Seseorang yang memiliki pemahaman yang kuat tentang siapa mereka dan apa yang mendorong mereka kemungkinan besar mencapai titik mental itu dengan melakukan refleksi diri.

    Namun, seseorang yang tidak secerdas yang mereka katakan mungkin tidak mengenal diri mereka sendiri. Sebuah studi psikologi tahun 2016 mengukur dampak kesadaran diri terhadap kesejahteraan seseorang yang sadar dengan kondisinya.

    Studi ini menemukan bahwa refleksi diri dan wawasan merupakan aspek kunci dari efek positif kesadaran diri. Orang yang cerdas sering kali melihat ke dalam diri sendiri.

    Mereka mempertanyakan pola perilaku mereka sendiri dan berusaha memperbaiki cara mereka menunjukkan diri bagi diri sendiri dan orang lain. Sementara pada orang yang kurang cerdas, lebih menghindari menggali dunia batin mereka karena tidak memiliki kapasitas intelektual untuk melakukannya.

    Akibatnya, mereka tidak sepenuhnya memahami diri mereka sendiri, melampaui keinginan dan kebutuhan permukaan mereka.

    4. Kurang Rasa Ingin Tahu

    Orang yang benar-benar cerdas selalu mengeksplorasi ide-ide baru. Tetapi, orang yang berpura-pura cerdas tidak benar-benar menantang diri mereka sendiri.

    Orang yang berpura-pura tahu mengetahui fakta atau hal sepele yang sangat spesifik agar tampak berpengetahuan. Tetapi, mereka tdak menyelami lebih dalam dari apa yang sudah mereka ketahui.

    5. Tidak Mengakui saat Salah

    Tanda kecerdasan tinggi adalah mampu mengatakan bahwa orang tersebut tidak tahu jawabannya. Sementara orang yang berpura-pura cerdas, terlalu sombong untuk mengakui ketika mereka salah.

    Sebuah studi psikologi tahun 2019 mengkaji konsep kerendahan hati intelektual, yang didefinisikan oleh para peneliti sebagai kesadaran akan kekeliruan intelektual seseorang.

    “Kerendahan hati intelektual dikaitkan dengan penilaian yang lebih akurat terhadap pengetahuan umum seseorang. Artinya, mengetahui dan mengakui apa yang tidak Anda ketahui mungkin merupakan langkah pertama untuk mencari pengetahuan baru,” terang psikolog dan peneliti utama Elizabeth J Krumrei-Mancuso.

    6. Mencari Validasi dari Luar

    Mengandalkan pujian dan sanjungan orang lain sebagai ukuran harga diri merupakan tanda bahwa seseorang adalah validator eksternal. Seseorang yang memvalidasi tindakannya sendiri, tanpa bertanya kepada orang lain.

    Seseorang yang berpura-pura cerdas membutuhkan aliran validasi dari luar yang konstan, karena sebenarnya mereka tidak mendasarkan rasa harga dirinya pada nilai-nilai mereka sendiri, melainkan pada bagaimana mereka dipersepsikan oleh orang lain.

    7. Kompetitif

    Seseorang yang sering membandingkan diri mereka dengan orang lain secara negatif menunjukkan dengan sangat jelas bahwa mereka hanya berpura-pura cerdas. Sebab mereka sebenarnya tidak yakin dengan diri mereka sendiri.

    Mereka akan bertanya berapa nilai orang lain dalam tugas akademik atau menuntut untuk mengetahui apa yang dikatakan orang lain secara empat mata. Semua ini karena mereka ingin meyakinkan diri sendiri bahwa mereka lebih baik dari Anda.

    8. Berpikir Dangkal

    Tanda lain bahwa mereka orang yang kurang cerdas adalah senang dengan kepalsuan. Mereka lebih mementingkan penampilan daripada membangun fondasi yang kokoh dalam hubungan.

    Mereka berpegang teguh pada standar kaku tentang ‘baik’ atau ‘buruk’, dan menghakimi siapa pun yang menyimpang dari norma. Berpura-pura lebih cerdas daripada yang sebenarnya adalah cara bagi mereka untuk meningkatkan rasa percaya diri, meskipun pada awalnya mereka mendasarkan harga diri mereka pada idealisme yang dangkal.

    9. Menekan Emosi Mereka

    Tidak memberi ruang bagi perasaan mereka sendiri merupakan indikasi bahwa seseorang memiliki kecerdasan emosional yang rendah. Sementara orang yang cerdas tahu bahwa memiliki beragam emosi tidaklah masalah, orang yang berpura-pura cerdas berpikir bahwa mereka harus selalu sempurna.

    Oleh karena itu, mereka menolak untuk mengungkapkan atau mengeksplorasi perasaan mereka. Psikolog Nick Wignall menjelaskan bahwa orang yang tidak cerdas secara emosional sering kali menutupi emosi mereka dengan bahasa yang rumit, mencatat bahwa mereka mengintelektualisasikan emosi mereka, menggunakan bahasa abstrak dan konseptual untuk menghindari menggambarkan perasaan mereka yang sebenarnya.

    Sebab orang yang berpura-pura pintar kesulitan mengungkapkan perasaannya, mereka cenderung berputar-putar membicarakan topik emosional. Salah satu penanda kecerdasan sejati adalah kesediaan untuk terbuka terhadap semua emosi, bahkan yang menyakitkan atau sulit dijelaskan.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Masih 1 SMA, 35 Siswa Sekolah Rakyat Bakal Berbeasiswa di Universitas Ary Ginanjar



    Jakarta

    Ada dua jalur lulusan Sekolah Rakyat. Sebagian ada yang ingin meneruskan ke perguruan tinggi, tetapi ada juga yang ingin bekerja.

    Bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, Kementerian Sosial (Kemensos) RI bakal bekerja sama dengan sejumlah kampus. Salah satu kampus yang dimaksud adalah Universitas Ary Ginanjar.

    Mensos Saifullah Yusuf mengatakan ada 35 anak yang saat ini masih kelas 1 SMA dan sudah akan mendapat beasiswa penuh di Universitas Ary Ginanjar.


    “Jadi, anak-anak yang ingin sekolah (kuliah) kita sedang kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi. Salah satunya dengan Universitas Ary Ginanjar. Ada 35 anak yang sekarang masih kelas 1 SMA sudah akan diterima dengan beasiswa penuh oleh Universitas Ary Ginanjar,” ungkap Mensos dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Banten pada Rabu (15/10/2025), dikutip melalui Kemensos RI.

    “Seluruh universitas negeri, insya Allah akan siap menerima lulusan-lulusan siswa Sekolah Rakyat yang memang potensial,” imbuhnya.

    Bagaimana dengan Siswa yang Ingin Bekerja?

    Bagi siswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus, Mensos tidak mempersoalkan hal tersebut. Kemensos bakal bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI untuk memberikan pendidikan keterampilan sesuai kemampuan siswa.

    Siswa yang ingin bekerja setelah lulus, juga akan dikoneksikan dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

    “Inilah hal yang sekarang sedang dikerjakan oleh Kementerian Sosial, bagaimana lulusan-lulusannya (Sekolah Rakyat) nanti juga bisa mendapatkan tempat yang terbaik sesuai dengan bakat dan minat mereka,” kata Mensos.

    Ia mengingatkan kepada kepala sekolah dan guru untuk mengawal pendidikan siswa-siswi Sekolah Rakyat. Mensos berpesan agar fasilitasi ini tidak berhenti pada memberikan ijazah, lalu anak-anak tersebut pulang ke rumah dan kembali tidak mampu.

    Hal ini dimaksudkan, agar setelah siswa-siswi itu lulus, maka dapat keluar dari kemiskinan dan mengangkat derajat orang tua.

    Ia berpesan, jangan sampai setelah lulus SMA, siswa Sekolah Rakyat menganggur dan miskin lagi. Sebab, artinya Sekolah Rakyat gagal.

    “Ibu kepala sekolah, ibu guru semua, tolong diperhatikan kalau sampai kita hanya cuma meluluskan anak-anak kita, hanya ngasih ijazah, setelah itu selesai, anak-anak pulang ke rumahnya, kemudian jadi loyo, tidak mampu lagi, itu menjadi gagal Sekolah Rakyat,” ujarnya.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Terapkan ‘Strategi Catur’, Anak Buruh Tani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa



    Jakarta

    Catur memang sebuah permainan strategi yang penuh makan filosofi di dalamnya. Filosofi inilah yang digenggam teguh Nur Hidayati Septi Rofiko untuk menjadi wisudawan terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Periode ke-116.

    “Dari papan catur, saya belajar strategi, kesabaran, dan keberanian mengambil langkah,” tuturnya dikutip dari laman resmi Unesa, Kamis (16/10/2025).

    Anak Buruh Tani Jadi Wisudawan Terbaik Unesa

    Sosok yang akrab dipanggil Septi itu lahir dari keluarga yang hidup sederhana, ayahnya seorang buruh tani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Meski sederhana, hal ini tidak dipandang Septi sebagai keterbatasan atau penghalang.


    Kondisi ini, justru menjadi pembelajaran yang paling berharga tentang kesabaran dan konsistensi. Sebelum berkuliah, Septi bercerita dirinya adalah pribadi yang pemalu dan penakut.

    Namun, usai diterima menjadi keluarga besar program studi (prodi) Pendidikan pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Unesa, ia berusaha keluar dari zona nyaman. Septi mencoba aktif dalam organisasi, seperti Ikatan Mahasiswa Jombang (IMJ) Unesa, Civic Study Club (CSC), hingga Percasi Kabupaten Jombang.

    Pengalaman ini kemudian mengubah dirinya untuk berani tampil di depan publik. Bahkan kini, Septi berani untuk memimpin hingga mengambil keputusan.

    “Hidup selalu menuntut kita keluar dari zona nyaman. Justru dari tantangan itu, kita menemukan versi terbaik diri kita,” ungkapnya.

    Tidak hanya pengalaman organisasi, Septi juga memiliki prestasi nonakademik. Ia pernah meraih Juara II Lomba Poster dalam ajang Civic Education Fair (CEF) 2022.

    Tentang catur, Septi mengaku sangat cinta dengan dunia olahraga tersebut. Berangkat dari hal ini, ia terkenal sebagai pengajar catur di ekstrakurikuler sekolah hingga les privat.

    Setelah perjalanan kuliah yang panjang, perjuangan Septi dibayar tuntas dengan predikat Wisudawan Terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) dengan IPK 3,89, predikat Pujian (Cum Laude).

    Kembali mengacu pada dunia catur, Septi mengaku kunci keberhasilannya sebagai wisudawan terbaik adalah konsisten menjalani segala hal. Selain itu, menurutnya hidup juga perlu perencanaan yang matang.

    Septi memilih jalan itu, ia melangkah dengan doa kedua orang tuanya, konsisten, dan berani mengambil semua peluang. Tak perlu langsung hebat, ia terus bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan langkah.

    “Harus berani jatuh, bangkit, dan melanjutkan langkah,” tegas Septi.

    Teliti Partisipasi Politik Perempuan

    Filosofi dunia catur juga dituangkan Septi pada tugas akhir skripsinya. Diketahui ia menulis terkait peran krusian perempuan dalam dunia politik lokal berjudul “Partisipasi Warga Negara: Studi Motivasi Anggota PTPS Perempuan Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang pada Pemilu 2024”.

    Skripsi ini hadir usai Septi terjun langsung sebagai sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Ia menyaksikan bagaimana perempuan tidak sekadar hadir, tetapi memberikan kontribusi nyata dalam mengawal jalannya demokrasi di tingkat akar rumput.

    “Bagi saya, partisipasi itu bukan hanya soal hadir menjalankan tugas, tapi juga cermin tanggung jawab dan keberanian perempuan dalam memperkuat demokrasi lokal,” katanya.

    Skripsi ini mengantarkan Septi lulus dari Unesa dengan predikat istimewa. Unesa mengapresiasi penuh kisah perjuangan Septi.

    Menurut Unesa kisah Septi meninggalkan pesan yang sederhana tetapi kuat. Di mana, setiap orang, dari latar belakang apa pun, bisa menulis kisah kemenangannya sendiri.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Meteor Jatuh Bisa Sebabkan Tsunami? Ini Kata Ahli Geologi UGM



    Jakarta

    Sebuah meteor berdiameter sekitar 3-5 meter terpantau melintas di langit Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (7/10). Fenomena langka ini sontak memancing rasa ingin tahu publik, apa yang akan terjadi jika benda langit semacam itu benar-benar jatuh ke wilayah Indonesia?

    Secara astronomis, Indonesia memang berada di kawasan strategis di sekitar garis ekuator, jalur yang kerap dilintasi oleh sejumlah asteroid dan meteoroid kecil. Kondisi ini, ditambah dengan prediksi adanya asteroid yang diperkirakan melintasi orbit Bumi pada tahun 2032, membuat banyak pihak mulai menaruh perhatian pada benda dari luar angkasa tersebut.


    Dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, Dr. Nugroho Imam Setiawan, menuturkan kejatuhan meteor dapat membawa dampak positif maupun negatif. Di sisi negatif, jatuhnya meteor berpotensi menyebabkan tsunami. Tumbukan asteroid berukuran besar yang jatuh ke laut berpotensi memicu gelombang tsunami akibat energi yang dilepaskan ke permukaan air.

    Namun, Nugroho menegaskan kemungkinan terjadinya skenario tersebut sangat kecil. Bumi memiliki sistem pertahanan alami berupa lapisan atmosfer yang berfungsi memperlambat dan mengurangi ukuran benda langit yang memasuki orbitnya. Akibatnya, sebagian besar meteor terbakar habis sebelum mencapai permukaan tanah.

    Namun, apabila jatuhan meteor tetap terjadi, maka diharapkan tidak menimbulkan dampak yang besar. “Tentu saja potensi jatuhan meteorit itu masih ada karena kita memiliki asteroid yang ada di sekitar bumi,” ujarnya dalam laman UGM dikutip Kamis (16/10/2025).

    Dampak Positif Jatuhnya Meteor

    Jatuhan meteor juga bisa menjadi berkah terutama dalam bidang ilmiah. Melalui meteorit, ilmuwan dapat mengetahui informasi batuan dari tata surya dan yang ada di sekitar Bumi, komposisi batuan, dan kandungannya.

    “Kita jadi tahu komposisi batuan yang ada di sekitar bumi, umur dari meteorit bisa menjadi informasi umur bumi, kemudian kita juga bisa mengetahui bagaimana sistem tata surya yang terjadi, serta memanfaatkan kandungan dari meteorit tersebut,” jelasnya.

    Untuk memastikan keaslian kandungan dalam meteorit tersebut, ilmuwan harus menggunakan cara khusus dalam pengambilannya. Sampel meteorit lebih banyak diambil dari kutub selatan, karena disana permukaan dari Benua Antartika sebagian besar tertutupi salju, sehingga ketika ada benda langit yang warnanya lebih gelap bisa terlihat dengan jelas.

    “Semakin cepat mengambil sampel dari masa jatuhnya itu semakin baik, kalau semakin lama meteorit sudah bercampur dengan tanah, dan lapuk tentu akan mengurangi keaslian meteorit tersebut,” ujarnya.

    Nugroho menambahkan, salah satu kandungan organik yang ditemukan di dalam meteorit adalah asam amino. Namun, asam amino juga bisa menghilang sebelum sampai di Bumi.

    “Ketika meteorit memiliki pori untuk menyimpan asam amino, dia akan lebih aman tetapi kalau tidak berpori dan asam amino hanya terselubung di bagian luar, tidak akan survive lagi ketika jatuh di bumi,” tambahnya.

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Prabowo Minta Mendikti Siapkan Ribuan Pemuda Siap Kerja di BUMN-Swasta


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar siap bekerja di berbagai sektor strategis dalam waktu dekat.

    Para talenta muda tersebut direncanakan akan ditempatkan di badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang-bidang kunci pembangunan.

    Instruksi itu disampaikan Presiden dalam Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih yang digelar di Kertanegara, Kamis (16/10/2025).


    “Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar dalam waktu dekat ini siap bekerja di sektor-sektor strategis, baik di BUMN maupun perusahaan swasta nasional,” terang Sekretariat Kabinet melalui unggahan Instagram @sekretariat.kabinet.

    Percepatan Penyiapan SDM Unggul

    Melansir Antara, Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya menjelaskan arahan Presiden tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem talenta nasional di bidang-bidang prioritas, seperti teknologi, energi, ketahanan pangan, hingga keuangan digital.

    Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan sumber daya manusia unggul Indonesia siap menghadapi dinamika dan tantangan industri masa depan. Selain itu, percepatan pengembangan kapasitas individu juga diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

    Ratas tersebut di antaranya dihadiri Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

    Presidential Fellowship

    Terpisah, Prabowo sebelumnya menggagas program Presidential Fellowship in Economics and Business Leadership. Sebanyak 82 profesional muda lulusan universitas dalam negeri dan luar negeri yang terpilih sebagai peserta berkumpul di kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/7/2025) lalu.

    Dalam pertemuan tersebut, para peserta memaparkan ide dan analisis, menjalani sesi tanya jawab, berdiskusi, dan bertukar pandangan soal perkembangan iptek, bisnis, dan perekonomian global bersama Prabowo selama lebih dari 5 jam.

    Teddy mengatakan para peserta di antaranya diseleksi berdasarkan kualitas, integritas, dan visi kepemimpinan. Seleksi dilakukan oleh Kemdiktisaintek.

    “Proses pencarian dan seleksi terhadap peserta program dilakukan secara ketat oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” kata Teddy, dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara RI.

    “Melalui program ini, diharapkan akan muncul pemimpin-pemimpin baru dalam bidang bisnis dan ekonomi yang lahir dari anak-anak muda Indonesia yang berbakat dan memiliki pengalaman dari dalam dan luar negeri,” ujarnya.

    (twu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Ngecat Tubuh Sapi Jadi Hitam Putih Bisa Dapat ‘Nobel’? Ini Kisah Peneliti Jepang



    Jakarta

    Tim peneliti Jepang dianugerahi Hadiah Ig Nobel atas studinya mengecat sapi dengan garis hitam putih seperti zebra. Tujuan pengecatan yaitu untuk mengetahui apakah garis itu bisa terhindar dari lalat seperti yang terjadi pada zebra.

    Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa belang pada zebra berkaitan dengan lingkungan yang banyak lalat penggigit. Studi tahun 2014 oleh Caro dan timnya, menemukan lalat penggigit akan terganggu jika melihat permukaan garis berwarna hitam putih, sehingga sulit mendarat di tubuh zebra.

    Studi lain menyebut, garis hitam zebra bertujuan untuk menyerap panas guna menghangatkan tubuh ketika dingin di pagi hari. Sementara garis putih memantulkan cahaya untuk mendinginkan tubuh zebra saat sore hari.


    Bukan Penghargaan Nobel Sesungguhnya

    Apa yang diterima oleh peneliti Jepang, itu merupakan penghargaan dari “Ig Nobel”. Ini bukan penghargaan Nobel atau Nobel Prize yang diterima ilmuwan dunia akhir-akhir ini.

    Ig Nobel merupakan parodi dari Nobel Prize yang sudah ada sejak 1991. Penghargaan ini dibuat oleh sebuah jurnal sains asal Amerika Serikat, Annals of Improbable Research di Universitas Harvard, untuk menghargai penelitian yang membuat orang tertawa, tapi kemudian membuat banyak orang berpikir.

    Penghargaan ini dinamai sebagai plesetan dari kata “Nobel” dan kata “ignoble” (tercela). Akhirnya, disebut dengan “Ig Nobel”.

    Meneliti Sapi di Peternakan

    Tim peneliti Jepang menerima penghargaan Ig Nobel bidang biologi pada Kamis malam, 18 September 2025, di Universitas Boston, Massachusetts. Dalam studinya, mereka bereksperimen dengan sapi-sapi hitam di peternakan.

    “Penelitian ini dimulai setelah seorang peternak sapi meminta saran kepadanya tentang cara melindungi ternaknya dari serangga penggigit,” kata Kojima Tomoki dari Organisasi Penelitian Pertanian dan Pangan Nasional, salah satu peneliti, dikutip dari NHK World Japan.

    Tim peneliti berhipotesis jika zebra bisa terlindung dari lalat penggigit dengan garis hitam putihnya, maka sapi juga bisa. Mereka kemudian mengecat sapi dengan garis hitam putih.

    Hasilnya, peneliti menemukan, jumlah lalat penggigit yang ada di tubuh sapi berkurang setelah dicat. Mereka juga menemukan bahwa sapi yang dicat melakukan tindakan mengusir lalat, seperti menggerakkan kepala tiba-tiba atau menghentakkan kaki.

    Peneliti mengungkapkan, uji coba mereka dapat digunakan untuk mengurasi stres pada hewan ternak. Selain itu, juga bisa mengembangkan cara alternatif untuk melindungi ternak dari gigitan lalat yang menyebabkan infeksi.

    Meski begitu, peneliti menemukan cat yang diberikan ke tubuh sapi menghilang dalam beberapa hari. Ini menunjukkan perlunya pengembangan metode agar cat bisa tahan lama dan sapi tetap merasa nyaman.

    Kojima mengatakan metode timnya dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida untuk mengusir serangga. Ia menambahkan bahwa hal itu dapat memecahkan masalah resistensi pestisida di lingkungan.

    (faz/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Mata Minus 20 Tak Padamkan Semangat Kuliah Tio, Tekadnya Ingin Jadi Dosen


    Jakarta

    Tio Rindu menyimpan cita-cita besar yakni menjadi seorang dosen. Meski lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi di Meulaboh, Aceh, semangatnya untuk menempuh pendidikan tinggi tak pernah surut.

    Sejak kecil, Rindu dikenal tekun belajar dan aktif mengikuti berbagai lomba. Deretan piala pun berhasil ia bawa pulang, termasuk dari ajang tilawatil Qur’an yang kerap diikutinya.

    Semua prestasi itu diraih Rindu di tengah keterbatasan penglihatan yang cukup berat. Ia diketahui mengalami miopi dengan minus 20, kondisi yang membuat jarak pandangnya sangat terbatas.


    Untuk membantu aktivitas sehari-hari, Rindu masih mengandalkan kacamata lamanya yang berkekuatan minus 14. Kendati sudah duduk di bangku paling depan di kelas, terkadang tulisan masih sulit dilihat.

    Penerima KIP Kuliah

    Upaya Rindu untuk mengembangkan diri melalui pendidikan dan prestasi di luar sekolah berbalas. Ia diterima kuliah sebagai mahasiswa baru 2025 Program Studi Sosiologi, Universitas Teuku Umar (UTU), sebagai penerima bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

    Ibu Rindu, Winaria, mendukung kemauan sang anak untuk mengenyam pendidikan. “Karena anak saya semangat kuliah, saya dukung dia,” tuturnya, dikutip dari akun Instagram @ditjen_dikti, Kamis (16/10/2025).

    Winaria adalah ibu rumah tangga yang sesekali membantu suaminya di ladang. Namun karena usia dan kesehatan, ia kini fokus mengurus rumah.

    Ayah Rindu, Sulaiman S, adalah seorang buruh tani di lahan orang lain. Menginjak usia 64 tahun, ia masih menafkahi keluarga dan membiayai anaknya.

    “‘Aku harus kuliah’ katanya. ‘Aku kuliah Pak, dari KIP prestasi Pak ini’,” tutur Sulaiman menirukan Rindu saat mengutarakan hendak lanjut kuliah.

    “Memang jenius otaknya, aku akui jenius otaknya,” imbuhnya memuji sang anak.

    Ingin S2

    Rindu menuturkan, ia punya mimpi untuk mengubah nasib keluarganya dan membelikan rumah untuk ayahnya saat sudah sukses. Sementara, ia ingin menekuni pendidikan tinggi hingga jenjang S2.

    “Saya pengen lanjut S2, pengen kali. Saya ingin jadi dosen. Itu cita-cita dari dulu. Pengen kali, Pak. Makanya pengen kuliah,” tuturnya.

    Pengen jadi dosen sosiologi,” imbuh Rindu.

    Dalam kunjungan ke rumah Rindu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Khairul Munadi membawa Rindu untuk pemeriksaan mata. Ia juga mendapat kacamata baru serta laptop titipan Mendiktisaintek Brian untuk menunjang kegiatan belajar.

    “(Agar) Rindu bisa belajar dengan sebaik-baiknya. Semangat, semangat,” ucapnya.

    Khairul menuturkan, KIP Kuliah merupakan program prioritas untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi pelajar dengan keterbatasan ekonomi agar potensinya tidak terhenti lantaran persoalan biaya. Ia berharap Tio kini terus berani bermimpi setinggi-tingginya dalam menjalani pendidikan tinggi.

    Rektor Universitas Teuku Umar, Ishaq Hasan, berharap mahasiswanya tersebut nyaman belajar dan berkembang di kampus secara adil.

    “Kami ingin memastikan setiap mahasiswa, terutama dari keluarga kurang mampu, mendapatkan ruang untuk berkembang. KIP Kuliah bukan sekadar bantuan biaya, tetapi dorongan agar mereka bisa menatap masa depan dengan lebih percaya diri,” tuturnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Kuda Nil Ternyata Pernah Hidup di Eropa Saat Zaman Es, Ini Buktinya!


    Jakarta

    Kuda Nil saat ini dikenal sebagai hewan khas Afrika, karena mudah ditemukan di kawasan Afrika sub-Sahara. Siapa sangka ternyata hewan ini pernah hidup di Eropa jauh lebih lama daripada yang diperkirakan para ilmuwan.

    Penelitian terbaru mengungkap kuda nil masih ditemukan di wilayah Jerman barat daya sekitar 47.000-31.000 tahun silam, bahkan saat zaman es masih berlangsung.

    Temuan ini diprakarsai oleh tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Universitas Potsdam bersama Reiss-Engelhorn-Museen Mannheim dan Curt-Engelhorn-Zentrum Archäometrie. Studi mereka baru saja dipublikasikan di jurnal ilmiah Current Biology “Ancient DNA and dating evidence for the dispersal of hippos into central Europe during the last glacial” yang terbit pada 8 Oktober 2025.


    Fakta dari Tulang Ribuan Tahun

    Penelitian ini difokuskan pada wilayah Graben Rhine Hulu, wilayah yang dikenal sebagai arsip alami perubahan iklim Eropa. Para peneliti menemukan sisa-sisa tulang kuda nil dengan kondisi masih sangat baik pada lapisan kerikil dan pasir.

    “Luar biasa melihat tulang-tulang ini masih bisa dianalisis setelah puluhan ribu tahun,” ujar Dr Ronny Friedrich, ahli penentuan usia dari Curt-Engelhorn-Zentrum Archäometrie.

    Lewat metode analisis DNA Purba serta penanggalan karbon, tim riset menemukan kuda nil zaman es di Eropa mempunyai hubungan erat dengan kuda nil Afrika modern Hippopotamus amphibius dan ternyata berasal dari spesies yang sama.

    Hidup di Tengah Mamalia “Dingin”

    Menariknya, penelitian juga menunjukkan kuda nil ini hidup berdampingan dengan hewan-hewan yang justru beradaptasi dengan cuaca dingin, seperti mammoth dan badak berbulu.

    Namun, keragaman genetik yang rendah pada DNA mereka menunjukkan populasi kuda nil di kawasan Rhine Hulu mungkin kecil dan terisolasi, hanya bertahan di kantong-kantong iklim yang lebih hangat di tengah masa glasial.

    Perubahan Pandangan Sejarah Alam

    Sebelumnya, para ilmuwan sepakat kuda nil sudah punah di Eropa sekitar 115.000 tahun silam, saat periode hangat akhir selesai. Faktanya, temuan baru ini mematahkan asumsi para ilmuwan tersebut.

    “Penelitian ini menunjukkan kuda nil tidak benar-benar punah dari Eropa pada masa itu,” kata Dr Patrick Arnold, penulis utama studi tersebut.

    “Kita kini perlu meninjau ulang fosil kuda nil lain yang selama ini dikira berasal dari periode interglasial,” ujarnya.

    Zaman Es Lebih Kompleks

    Menurut Prof Dr Wilfried Rosendahl, Direktur Reiss-Engelhorn-Museen Mannheim, temuan ini membuktikan bahwa zaman es tidak terjadi secara seragam di seluruh Eropa.

    “Setiap wilayah punya ciri khasnya sendiri. Bila kita gabungkan semuanya, barulah kita melihat gambaran besar yang kompleks seperti potongan puzzle,” ujarnya.

    Penelitian ini merupakan bagian dari proyek “Eiszeitfenster Oberrheingraben” yang didanai oleh Klaus Tschira Stiftung Heidelberg. Proyek ini berfokus untuk memahami perubahan iklim dan lingkungan di Jerman barat daya selama 400.000 tahun terakhir.

    Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Saya Cuma ke Toko Bukunya



    Jakarta

    Presiden Prabowo bercerita bahwa dirinya sempat berguyon pernah kuliah di Universitas Oxford dan Harvard dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di St. Regis Jakarta, pada Rabu (15/10/2025) lalu.

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tengah mengisi sesi dialog bersama Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr atau Steve Forbes. Mulanya, Steve yang menyinggung bahwa Prabowo sempat bercanda soal kuliah di Universitas Harvard.

    Prabowo pun meluruskan bahwa hal tersebut sebatas gurauan. Sama halnya, ia pernah berguyon soal kuliah di Oxford.


    Candaan Berhasil Alihkan Perhatian ke Prabowo

    Prabowo bercerita, kala itu ia menghadiri acara perayaan ulang tahun Ratu Inggris di Jakarta. Ia datang sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

    Menurutnya, sudah menjadi pengetahuan umum orang-orang persemakmuran Inggris begitu terkesan dengan kampus-kampus di Inggris seperti Universitas Oxford hingga Cambridge.

    Begitu juga orang-orang dari Amerika Serikat pun kagum dengan para alumni dari kampus terkemuka seperti Universitas Harvard, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Cornell University, atau Princeton University

    “Jadi, suatu hari saya menghadiri sebuah acara. Itu adalah (perayaan) ulang tahun ratu (Inggris) di Jakarta, dan saya di sana bersama salah satu deputi saya. Saya ketua partai, dia wakil ketua. Tapi dia lulusan London School of Economics (LSE). Jadi, di acara itu, semua diplomat muda Inggris mengelilinginya dan tidak menyapa saya sama sekali,” kata Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (17/10/2025).

    “Karena saya terus mendengar, ‘oh Anda Yang Mulia, Anda lulusan LSE, London’. Jadi, deputi saya seperti, ya…,” lanjut Prabowo.

    Mendengar hal itu, Prabowo pun menyela dan mengatakan dirinya berkuliah di Oxford. Tamu-tamu tersebut pun berhasil menyorot Prabowo.

    Setelah mereka tertuju padanya, Prabowo pun mengatakan ia hanya bercanda. Ia menjelaskan dirinya pernah ke Oxford, tetapi hanya untuk ke toko buku.

    “Lalu saya (karena saya) ingin diperhatikan, saya menyela, saya bilang, sebenarnya, saya kuliah di Oxford. Dan mereka semua mengalihkan perhatian mereka kepada saya. Mereka mengerumuni saya, ‘Kamu kuliah di mana?’ Tidak, tidak, tidak, sebenarnya, saya pergi ke toko buku di Oxford,” ujar Prabowo.

    Prabowo Juga Pernah Guyon Soal Kuliah di Harvard

    Selain itu, Prabowo juga menceritakan kejadian serupa saat bertemu dengan mantan Duta Besar AS yakn Ted Osius yang merupakan lulusan Harvard University. Prabowo mengatakan dirinya pernah ke Harvard juga, tapi hanya ke toko buku.

    “Jadi, mereka bilang, ya, kami lulusan Harvard, angkatan yang sama, 1984, kan? Jadi, Anda tahu, saya tidak ingin kalah, jadi saya bilang, tidak, saya juga kuliah di Harvard. ‘Jadi, kamu kuliah di mana?’” kata Prabowo.

    Menurut Prabowo, candaan tersebut selalu berhasil mencairkan suasana. Pada akhirnya, sang presiden pun menjelaskan bahwa itu hanya candaan.

    “Saya bilang, tidak, tidak, saya pergi ke toko buku di Harvard. Saya berhasil, selalu berhasil,” kata Prabowo.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com