Tag: universitas

  • 360 Siswa-Mahasiswa RI Dapat Beasiswa Belajar Bahasa Inggris dari Kedubes AS



    Jakarta

    200 Siswa SMA dan 160 mahasiswa tak mampu di Indonesia mendapatkan beasiswa belajar bahasa Inggris dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS). Mereka akan belajar bahasa Inggris selama 360 jam selama dua tahun.

    Beasiswa bahasa Inggris ini dalam rangka memperingati 20 tahun Program English Access Scholarship, Regional English Language Office (RELO) Kedubes AS, demikian rilis yang diterima Senin (23/12/2024). Melalui prakarsa ini, RELO mendukung upaya Indonesia untuk memperkenalkan bahasa Inggris mulai dari kelas tiga SMA dan meningkatkan pengajaran bahasa Inggris di seluruh wilayah Indonesia.

    “Program English Access Scholarship adalah bukti kemitraan yang langgeng antara Amerika Serikat dan Indonesia,” kata juru bicara Kedubes AS Jamie W Ravetz.


    Tujuan Beasiswa

    Beasiswa ini dirancang untuk mendukung keterampilan bahasa Inggris siswa agar mereka dapat mendapatkan pekerjaan yang baik dan mendaftar ke universitas atau program beasiswa lainnya. Selain itu juga untuk mendukung pertukaran atau studi di luar negeri serta memungkinkan siswa untuk berpartisipasi lebih penuh dalam ekonomi global.

    “Dengan membekali pemuda Indonesia dengan keterampilan bahasa Inggris, kita membuka pintu untuk pendidikan, pekerjaan, dan peluang global, sekaligus memperkuat hubungan antara negara kita,” papar Ravetz.

    Program English Access Scholarship di Indonesia dikelola oleh Indonesian International Education Foundation (IIEF), dan dilaksanakan oleh universitas-universitas mitra di Ambon, Balikpapan, Batam, Jakarta, dan Kendari, Medan, Malang, Padang, Surabaya, Yogyakarta.

    Guru-guru dari kota-kota tersebut berkumpul di Jakarta pada bulan Agustus untuk lokakarya pelatihan selama satu minggu dan akan kembali pada akhir Januari untuk kegiatan tambahan selama tiga hari yang sepenuhnya didanai oleh Kedutaan Besar AS.

    Lebih dari 212 Ribu Siswa Lulus dari Program Access

    Kedutaan Besar AS juga menyediakan pelatihan dan dukungan untuk alumni program ini. Pada bulan Oktober 2024 lalu, sepuluh alumni berpartisipasi dalam International Visitor Leadership Program yang sepenuhnya didanai Amerika Serikat.

    Pada bulan Mei, RELO mendanai lokakarya pelatihan selama satu minggu untuk 90 alumni guna membantu mereka merancang dan melaksanakan proyek layanan masyarakat.

    Sejak tahun 2004, lebih dari 212.000 siswa di 80 negara di seluruh dunia telah lulus dari program Access. Di Indonesia, Kedutaan Besar AS telah mendukung program Access sejak tahun 2007 dan telah meluluskan total 4.424 peserta dari 42 kota di Indonesia. Kemudian, 360 siswa untuk program 2024-2026 akan meningkatkan jumlah total menjadi hampir 5.000 orang.

    (nwk/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Baznas Buka Beasiswa S2-S3 Filantropi untuk Kuliah di UIN, Ini Persyaratannya


    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menawarkan beasiswa S2 dan S3 bagi masyarakat yang tengah bekerja di lembaga filantropi. Pendaftaran beasiswa dibuka selama 14-27 Desember 2024.

    Kuota beasiswa ini sebanyak 23 peserta yang terdiri atas 19 mahasiswa S2 dan 4 mahasiswa S3. Penerima nantinya dapat menimba pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

    Durasi beasiswa berlaku selama 4 semester untuk mahasiswa S2. Sementara untuk mahasiswa S3 durasinya lebih lama yakni 7 semester.


    Apa saja keuntungan mendapat beasiswa ini? Dan apa saja syarat untuk mendaftarnya? Mengutip buku Petunjuk Teknis Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana Filantropi Islam Tahun 2024, berikut informasi lengkapnya.

    Keuntungan Penerima Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    1. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
    2. Biaya matrikulasi
    3. Layanan perpustakaan
    4. Layanan teknologi informasi
    5. Orientasi studi
    6. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
    7. Biaya conference
    8. Biaya wisuda
    9. Biaya ujian tesis
    10. Biaya tes TOEFL di kampus
    11. Biaya tes IKLA di kampus
    12. Biaya bebas pustaka
    13. Pembinaan dan academic writing

    Syarat Daftar Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    • Warga negara Indonesia
    • Bekerja sebagai amil di Baznas/Laznas minimal tiga tahun
    • Mendapat rekomendasi dari pimpinan/bagian sumber daya manusia di lingkungan Baznas/Laznas tempat bekerja
    • Mendaftar di kampus UIN Jakarta atau UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    • Tidak sedang mendapatkan beasiswa lain
    • Mempunyai ijazah/surat keterangan lulus dan transkrip nilai pendidikan sebelumnya
    • Mempunyai IPK S1/S2 minimal 3,25
    • Mengikuti proses seleksi hingga akhir
    • Membuat proposal singkat tentang rencana penelitian
    • Menandatangani dan menjaga komitmen hingga beasiswa berakhir
    • Bersedia menanggung biaya pendaftaran masuk kampus

    Dokumen Syarat Daftar Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    • Pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6
    • Fotokopi KTP/KK
    • Surat keterangan Pengangkatan amil tetap
    • Transkrip nilai pendidikan terakhir yang memuat nilai IPK terakhir
    • Surat rekomendasi pimpinan/SDM Baznas/Laznas
    • Surat keterangan izin belajar dari bagian SDM di Baznas/Laznas tempat bekerja
    • Akad peserta beasiswa filantropi islam
    • Proposal singkat rencana penelitian

    Cara Daftar Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    Sebelum mendaftar, calon peserta bisa membaca informasi panduan mendaftar beasiswa lengkap pada link bazn.as/filantropibaznas2024. Link atau tautan tersebut juga mencakup rincian detail sistem dan pelaksanaan seleksi.

    Bagi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bisa melakukan pendaftaran lewat bazn.as/filantropibaznas2024. Sementara untuk mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lewat bazn.as/filantropibaznas2024.

    Jadwal Seleksi Beasiswa S2-S3 Filantropi Baznas

    • Pendaftaran online: 14-27 Desember 2024
    • Seleksi administrasi: 28-29 Desember 2024
    • Pengumuman lulus seleksi administrasi: 30 Desember 2024
    • Seleksi wawancara: 2-3 Januari 2024
    • Penetapan SK penerima Beasiswa Baznas: 10 Januari 2024
    • Pengumuman & daftar ulang: 10-12 Januari 2024
    • Sospem dan matrikulasi: 14-15 Januari 2025
    • Perkuliahan blocking time 1 semester 1: 14-24 Januari 2024
    • Perkuliahan blocking time 2 Semester 1: 17-28 Maret 2024

    Demikian informasi penawaran beasiswa Baznas bagi pekerja di sektor filantropi. Apakah detikers tertarik dafta

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa S2-S3 TaiwanICDF 2025 Dibuka, Cek Infonya di Sini


    Jakarta

    Beasiswa S2-S3 dibuka Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF) dalam program TaiwanICDF 2025 Higher Education Scholarship. Calon mahasiswa asal Indonesia dapat mendaftar.

    Para awardee beasiswa TaiwanICDF diharapkan berkontribusi pada pembangunan negara asal setelah lulus kuliah. Selama berkuliah, beasiswa ini sendiri meliputi ongkos pesawat, asrama, uang kuliah, uang SKS, asuransi, uang buku, dan uang saku.

    Syarat Beasiswa S2-S3 TaiwanICDF

    • Warga negara mitra, termasuk Indonesia
    • Memenuhi syarat tiap perguruan tinggi mitra beasiswa
    • Mendaftar ke kampus mitra beasiswa dengan beasiswa TaiwanICDF
    • Memenuhi syarat visa residen dan sertifikat residen asing di Taiwan
    • Tidak sedang menjadi penerima beasiswa Pemerintah Taiwan di tahun akademik yang sama (2025-2026)
    • Tidak sedang mendaftar ke program beasiswa TaiwanICDF lainnya
    • Penerima beasiswa TaiwanICDF, Kementerian Luar Negeri Taiwan, atau Kementerian Pendidikan Taiwan yang ingin mendaftar beasiswa ini harus sudah lulus sebelum 31 Juli 2024
    • Menyertakan ijazah sebelum 31 Juli 2025
    • Tidak pernah dibatalkan beasiswanya oleh badan Pemerintah Taiwan atau institusi bersangkutan lainnya
    • Tidak pernah dikeluarkan dari universitas Taiwan.

    Cara Daftar Beasiswa S2-S3 TaiwanICDF 2025

    1. Mendaftar secara online ke sistem beasiswa TaiwanICDF dan ke kampus tujuan.
    2. Mengunggah dokumen persyaratan dan menyiapkan berkas asli dari:
    3. Salinan paspor atau dokumen kependudukan/kebangsaan
    4. Salinan ijazah tertinggi dan transkrip akademik
    5. Salinan sertifikat kecakapan bahasa Inggris
    6. Informasi perekomendasi
    7. Kedutaan Besar Taiwan dapat meminta dokumen fisik asli atau salinan yang dibutuhkan kepada pelamar.

    Jadwal Beasiswa

    • Pendaftaran: 1 Desember 2024-15 Maret 2025
    • Pengumuman hasil seleksi tahap awal: 31 Maret 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: 10 Juni 2025

    Daftar Perguruan Tinggi Beaiswa TaiwanICDF 2025

    Ada beragam perguruan tinggi dan prodi yang dapat dipilih calon pelamar. Berikut beberapa di antaranya:


    1. National Pingtung University of Science and Technology (NPUST):

    • PhD in Tropical Agriculture.
    • Master in Tropical Agriculture.

    2. National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU):

    • PhD in International Health.
    • Master in International Health.

    3. Taipei Medical University (TMU):

    • PhD in Global Health and Health Security.
    • International Master Program in Health Care Administration.
    • Master Program in School of Pharmacy.

    4. National Taiwan Ocean University (NTOU):

    • International Master Program in Aquaculture Technology and Management.

    5. National Chung Hsing University (NCHU):

    • International Master Program in Agriculture.

    6. National Chengchi University (NCCU):

    • International Master Program in Business Administration in Technology Management.

    7. National Taiwan Normal University (NTNU):

    • Graduate Institute of International Resource Development.

    8. Ming Chuan University (MCU):

    • MBA Program of International Business and Trade.

    Informasi beasiswa S2 dan S3 TaiwanICDF 2025 bisa dicek lebih lanjut di https://www.icdf.org atau klik DI SINI.

    (twu/nah)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Peluang Beasiswa S1 di Kampus Unggul AS, Mahasiswa Asal RI Ini Berbagi Kiat


    Jakarta

    Yanti Manurung meraih menempuh pendidikan dengan beasiswa sejak duduk di bangku sekolah menengah. Ia tercatat menerima beasiswa di SMA Unggul Del angkatan pertama dan beasiswa Pestalozzi untuk belajar A Level (setara kelas 12-13) di Sussex, Inggris.

    Kini, alumnus S1 Swarthmore College kandidat PhD ini tengah menekuni bidang neuroscience di University of Illinois Chicago (UIC), Amerika Serikat.

    Yanti menuturkan, hingga saat ini, masih ada miskonsepsi bahwa perguruan tinggi besar dan swasta di luar negeri, khususnya AS, mengenakan biaya mahal pada mahasiswa S1-nya. Terlebih mahasiswa internasional seperti dari RI.


    Ia menjelaskan, para calon mahasiswa di kampus tersebut justru menerima calon mahasiswa hanya berdasarkan merit (prestasi). Setelah dinyatakan lolos seleksi, total mahasiswa yang diterima dengan beasiswa juga lebih banyak.

    “Kesempatan dapat beasiswa itu sangat lebih tinggi di universitas-universitas yang lebih bagus, contohnya Harvard, MIT (Massachusetts Institute of Technology), Princeton, Yale, dan Amherst,” tuturnya pada Strategy Session Pendaftaran S-1 ke Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) di kanal YouTube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ditulis Senin (9/12/2024).

    Peluang Beasiswa S1 di AS: Need-Blind dan Need-Aware

    Admisi Need-Blind

    Yanti menjelaskan, perguruan tinggi seperti Harvard dan MIT menggunakan prinsip need-blind dalam penerimaan mahasiswa baru. Dalam hal ini, kampus bersangkutan tidak melihat kemampuan finansial pelamar sebagai bahan pertimbangan kelulusannya.

    “Mereka nggak mempertimbangkan apakah kamu akan perlu financial aid, beasiswa, atau nggak. Mereka hanya melihat application kamu hanya dalam merit-based standpoint,” ucapnya.

    Setelah lolos seleksi, sambungnya, calon mahasiswa bersangkutan baru akan diminta melengkapi berkas terkait keuangan keluarga untuk membicarakan pengaturan beasiswa lebih lanjut.

    Ia menggarisbawahi, financial aid pada kampus need-blind admission lazimnya tidak 100 persen. Contohnya seperti perguruan tinggi negeri AS University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), University of Illinois Chicago (UIC), dan University of California (UC) yang notabene memiliki endowment (anggaran pendanaan) terbatas dan jumlah mahasiswa sangat banyak.

    Sementara itu, beasiswa pada perguruan tinggi dengan endowment yang besar seperti Harvard, MIT, Princeton, dan Amherst memungkinkan financial aid hingga 100 persen. Termasuk di dalamnya seperti uang kuliah dan tempat tinggal.

    “Biasanya untuk anak internasional (di universitas negeri AS) tidak dikasih (financial aid) 100 persen sesuai kebutuhan. Tapi di universitas ini (Harvard hingga Amherst), kita jamin pasti akan memenuhi 100 persen kebutuhan kalian,” terangnya.

    Need-Aware

    Perguruan tinggi dengan need-aware admission mempertimbangkan kemampuan finansial calon pelamar di samping prestasi luar biasa. Namun, jika sudah lolos seleksi, calon mahasiswa lazimnya mendapat beasiswa 100 persen. Untuk itu, seleksi beasiswa di kampus need-aware admission sangat kompetitif.

    “Implikasinya, anak yang berprestasi tapi butuh beasiswa 100 persen, dibandingkan dengan anak yang prestasinya sama tapi tidak perlu beasiswa sama sekali, anak ini (yang tidak butuh beasiswa) yang akan dikasih kesempatan masuk, karena bagaimanapun, universitas butuh uang,” ucap Yanti.

    “Berarti, agar kamu bisa menyaingi anak-anak dari negara kaya seperti China, Korea, Jepang, kalian prestasinya harus 2 kali lipat dibanding mereka,” imbuhnya.

    Contoh perguruan tinggi need-aware admission antara lain Swarthmore College, Columbia University, Stanford University, University of Pennsylvania, Cornell University, dan lain-lain.

    Persiapan Dana

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Stella Christie sebelumnya menyarankan agar siswa fokus untuk untuk menyiapkan pendaftaran kuliah di luar negeri ketimbang memikirkan dana untuk kuliah. Sebab, peluang beasiswa dan bantuan pendidikan dapat diurus kemudian.

    “Jangan khawatir dulu tentang dana. Misalnya kalian diterima di top university, itu ada cara, pasti ada jalannya. Saya jamin. Bukan berarti akan mulus, tapi kemungkinan besar ada jalannya,” ucapnya.

    Stella sendiri lulus dari S1 Harvard University, AS dengan predikat Magna Cum Laude. Ia memperoleh financial aid yang meliputi tuition (uang kuliah) dan board (tempat tinggal, termasuk akomodasi dan makanan).

    Untuk mencukupi kebutuhan lainnya, Stella bekerja sebagai pembersih toilet di Harvard, staf yang menyiapkan bahan makanan, pencuci piring, penyiapan teknis presentasi, dan petugas perpustakaan.

    “Kalau kita mau, pasti ada cara,” ucapnya.

    Diketahui, beasiswa dari berbagai negara juga meliputi uang pendaftaran kuliah hingga biaya hidup. Selamat mencari dan menyiapkan diri untuk kuliah di luar negeri dengan beasiswa, detikers!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa Fulbright 2025 S2-S3 Dibuka, Tanpa Batas Usia!


    Jakarta

    Beasiswa Fulbright Master’s Degree Scholarship tengah dibuka hingga 15 Februari 2025 mendatang. Peminat kuliah S2 dan S3 di perguruan tinggi Amerika Serikat asal Indonesia dapat mendaftar.

    Dikutip dari laman American Indonesian Exchange Foundation (Aminef), beasiswa Fulbright termasuk beasiswa tanpa batas usia bagi pendaftar S2 maupun S3. Simak komponen beasiswa, syarat dan cara daftarnya di bawah ini.

    Komponen Beasiswa Fulbright 2025

    Beasiswa Fulbright dapat digunakan untuk pendidikan S2 berdurasi 1-2 tahun dan S3 hingga 3 tahun. Beasiswa awal akan diberikan untuk 1 tahun dan dapat diperbarui untuk tahun kedua berdasarkan capaian akademik masing-masing awardee.


    Berikut komponen beasiswa Fulbright:

    • Ongkos mobilisasi internasional.
    • Uang kuliah dan biaya lainnya yang dibebankan pada prodi pilihan.
    • Asuransi kesehatan/kecelakaan.
    • Monthly maintenance (seperti biaya hidup dan tempat tinggal).
    • Buku.
    • Komputer.
    • Tunjangan in-transit.
    • Aktivitas profesional.

    Syarat Beasiswa Fulbright 2025 S2 dan S3

    • Warga Negara Indonesia, tidak sedang tinggal di AS atau permanent resident di AS.
    • Memiliki rekam akademik unggul
    • IPK minimal 3.0 dari 4.0.
    • Mahir berbahasa Inggris, dengan skor:
      – S2: TOEFL ITP minimal 550, TOEFL iBT 80, IELTS 6.5, atau Duolingo 125.
      – S3: TOEFL ITP minimal 575, TOEFL iBT 90, IELTS 7.0, atau Duolingo 135.
    • Sudah mempersiapkan dan menunjukkan komitmen pada bidang studi yang dipilih.
    • Melamar pada bidang studi yang selaras dengan latar pendidikan sebelumnya.
    • Menunjukkan kemampuan untuk menyelesaikan pendidikan penuh waktu atau melaksanakan riset di AS.
    • Memiliki kemampuan kepemimpinan, dalam hal ini menunjukkan potensi untuk mencapai posisi dengan tanggung jawab signifikan di bidang masing-masing, diindikasikan dengan pengalaman akademik dan profesional.
    • Berpengalaman di bidang pelayanan masyarakat.
    • Menunjukkan komitmen untuk kembali ke Indonesia usai merampungkan program beasiswa.
    • Bersedia untuk bekerja minimal selama 5 tahun sebelum pensiun setelah menyelesaikan program beasiswa.
    • Pendaftar S2 wajib sudah memiliki gelar S1.
    • Pendaftar S3 wajib sudah memiliki gelar S2.
    • Pendaftar S3 berencana bertugas atau kembali ke posisinya di bidang akademik usai lulus pendidikan gelar.
    • Tidak sedang mengikuti program akademik, pelatihan, atau program riset di AS.
    • Tidak sedang kuliah, tinggal, atau bekerja di luar Indonesia.
    • Tidak pernah ikut program pertukaran yang disponsori atau didanai Pemerintah AS dengan durasi lebih dari 6 minggu dan sudah tinggal di Indonesia lagi selama 2 tahun per tanggal pendaftaran.
    • Tidak mendaftar izin menetap di AS.
    • Tidak sedang kuliah di pendidikan gelar lainnya.
    • Tidak sedang menerima beasiswa pada saat mendaftar.
    • Tidak sedang mendaftar ke program sejenis untuk memperoleh gelar ganda.
    • Bukan karyawan, anggota keluarga dekat karyawan, atau tanggungan karyawan Aminef, Kedutaaan Besar AS, atau Departemen Negara Bagian AS.
    • Bukan pegawai lokal yang bertugas untuk misi AS di luar negeri, Departemen Negara Bagian AS, dan atau Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), maupun mantan pegawai yang belum 1 tahun putus kontrak dengan instansi di atas.

    Syarat Dokumen

    • Salinan KTP atau paspor.
    • Salinan transkrip akademik dan ijazah dalam bahasa Indonesia dan terjemahan ke bahasa Inggris.
    • Tiga surat rekomendasi dari pemberi kerja atau dosen universitas dalam bahasa Inggris.
    • Salinan sertifikat TOEFL ITP atau yang setara terbaru (kurang lama 2 tahun terakhir).
    • CV dalam bahasa Inggris.
    • Formulir pendaftaran berisi 1 halaman tujuan kuliah, 1 halaman personal statement, bibliografi kaya tulis yang sudah dipublikasi, dan sampel tulisan akademik.

    Cara Daftar Beasiswa Fulbright 2025

    • Penuhi persyaratan dan lengkapi dokumen persyaratan.
    • Buat akun di https://stu.aminef.or.id/grantee/.
    • Isi formulir pendaftaran dan unggah dokumen persyaratan sebelum batas waktu.
    • Pastikan kembali isi formulir dan dokumen sudah benar karena tidak bisa diganti setelah klik Submit.
    • Submit lamaran sebelum tanggal tutup pendaftaran beasiswa utuk menghindari laman error.

    Informasi pendaftaran beasiswa Fulbright 2025 S2 dan S3 bisa dilihat lebih lanjut di https://www.aminef.or.id/ dan https://www.aminef.or.id/grants-for-indonesians/faq/. Semoga bermanfaat!

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Program Diputus, Ortu Siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Pertanyakan Nasib Anak


    Jakarta

    Sekitar 40 orang tua siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan aspirasi dan petisi soal keberlanjutan rangkaian beasiswa di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Siswa Penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 H Ishandawi mengatakan aksi kunjungan orang tua siswa sehubungan dengan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4.

    Ishandawi menjelaskan, berdasarkan surat tersebut, komponen konseling perkuliahan dan penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri ditiadakan pada beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.


    Perubahan tersebut mengakibatkan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional yang tidak mampu membayar biaya pendaftaran perguruan tinggi mancanegara jadi mengurungkan harapan untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, sesuai peluang yang dijanjikan pada awal penyelenggaraan program beasiswa.

    Sejumlah siswa penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 tersebut juga terkendala dengan ketiadaan pembimbingan pendaftaran hingga penulisan esai.

    Sementara itu, sebelumnya, mereka telah dibekali kursus IELTS dan meraih skor di atas persyaratan. Tak sedikit pula yang telah memperoleh nilai sekitar 1.200-1.400, di atas persyaratan Puspresnas.

    “Jadi sayang, miris, Asta Cita ke-4 kan penguatan sumber daya manusia nanti menuju Indonesia Emas 2045, ini sudah ada (talentanya),” ucap Ishandawi pada detikEdu sebelum penyerahan petisi pada perwakilan Puspresnas.

    Perubahan Rangkaian BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

    Berdasarkan Surat Puspresnas, nama BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 telah diubah menjadi BIM Persiapan Program Sarjana 4. Program ini meliputi pengayaan akademik berupa kursus dan tes resmi IELTS dan SAT/ACT serta pengayaan nonakademik berupa webinar series, proyek sosial, dan summer program.

    Dalam surat itu, Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemendikbudristek menyatakan bahwa program persiapan tersebut akan berakhir.

    Untuk itu, kepala sekolah diminta mengabari siswa BIM Persiapan S1 Angkatan 4 atas sejumlah perubahan berikut.

    Tidak Ada Konseling Kuliah

    Program pengayaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 tidak meliputi college counseling.

    Sedangkan berdasarkan booklet beasiswa Indonesia Maju Program Sarjana Luar Negeri Angkatan 4, biaya layanan college counseling 2024-2025 termasuk komponen beasiswa.

    Jika konseling diadakan, siswa sedianya akan dibimbing untuk memenuhi tiap kriteria dan persyaratan pendaftaran, termasuk esai, hingga mendapat LoA. Siswa juga dibimbing untuk menetapkan pilihan perguruan tingginya.

    Tidak Ada Penggantian Biaya Pendaftaran Universitas Luar Negeri

    Pemberian bantuan biaya pendaftaran universitas (reimbursement) juga ditiadakan pada program pengayaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 menurut surat Puspresnas Kemendikbudristek tanggal 3 November 2024 tersebut.

    Sedangkan biaya aplikasi atau pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri 2024-2025 dijanjikan sebagai komponen beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.

    “(Sebelumnya) Bisa sampai empat perguruan tinggi luar negeri,” kata Ishandawi.

    Adanya komponen ini seharusnya memungkinkan beban biaya pendaftaran pendidikan tinggi luar negeri ditanggung negara sehingga meringankan beban finansial orang tua dan siswa.

    Ishandawi mencontohkan, biaya pendaftaran ke University of British Columbia (UBC), Kanada sendiri mencapai CAD 160-an atau sekitar Rp 1,9 juta. Sedangkan biaya pendaftaran ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) mencapai USD 75 atau sekitar Rp 1,2 juta.

    Biaya pendaftaran perguruan tinggi yang relatif tinggi dan kini tidak masuk komponen beasiswa BIM Persiapan S1 tersebut membuat sejumlah siswa dan orang tua mengurungkan niat mendaftar ke kampus luar negeri laiknya rencana awal mereka.

    BIM Persiapan Sarjana Kini Hanya Program Pengayaan

    BIM Persiapan Program Sarjana yang digelar Puspresnas kini hanya meliputi program pengayaan untuk mempersiapkan siswa bisa bersaing dalam pendaftaran ke universitas luar negeri dan dalam negeri.

    Sedangkan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dijanjikan meliputi program berikut:

    • Pengayaan akademik:
      • Kursus persiapan tes TOEFL/IELTS/bahasa asing lainnya
      • Kursus persiapan tes SAT/ACT
    • Pengayaan talenta nonakademik
    • Program konseling pendidikan tinggi (college counseling)
    • Pembinaan penguatan karakter kebangsaan

    Diminta Mendaftar Sendiri ke Beasiswa S1

    Siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain.

    Sedangkan pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, diatur bahwa siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

    Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan) untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

    Opsi Mendaftar ke Kampus Dalam Negeri

    Siswa BIM Persiapan Program Sarjana kini disebut juga dapat didaftarkan ke universitas dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau seleksi penerimaan perguruan tinggi dalam negeri lainnya.

    Lebih lanjut, hasil pengayaan siswa peserta disampaikan dalam Rapor Program Pembinaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 Tahun 2024 pada awal 2025.

    Sedangkan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 diatur bahwa pada akhir tahapan persiapan, termasuk konseling pendidikan tinggi dan biaya pendaftaran ke universitas luar negeri, penerima beasiswa persiapan seharusnya mendaftarkan diri ke perguruan tinggi luar negeri (PTLN).

    Daftar perguruan tinggi yang bisa dilamar oleh siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sendiri ditetapkan oleh panitia Beasiswa Indonesia Maju.

    Termasuk di antaranya yaitu tiga universitas terbaik di dunia versi QS World University (WUR) 2025 Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat; Imperial College London, Inggris; dan University of Oxford, Inggris.

    Ishandawi berharap aksi orang tua siswa di kantor Puspresnas tidak dipandang negatif. Ia menyatakan pihaknya mendukung Puspresnas agar melanjutkan program ini sesuai kesepakatan awal siswa penerima beasiswa dan panitia BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, yang diketahui dan diteken orang tua.

    “Kami mendukung Puspresnas, dan saya minta Pemerintah tidak membubarkan Puspresnas, karena ini adalah tempat anak muda yang punya prestasi secara nasional, yang akan menjadi calon generasi emas Indonesia di tahun 2045,” ucapnya pada penyampaian petisi di halaman Kantor Puspresnas.

    “Oleh karena itu, sama-sama kita para orang tua siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (Persiapan S1) Angkatan 4 ini dengan Puspresnas bergandengan, sama-sama agar programnya berjalan sesuai dengan harapan kita, bahwa anak-anak disiapkan secara mental, secara karakter, dan secara skill, bahasa Inggris maupun SAT-nya untuk bisa mendaftar ke perguruan tinggi di luar negeri.

    Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” imbuhnya.

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • 8 Beasiswa ke Luar Negeri yang Tak Wajib Pulang, Ada Korea hingga Negara di Eropa



    Jakarta

    Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan merupakan salah satu beasiswa yang sangat diminati di Indonesia. Beasiswa ini menawarkan kesempatan bagi para penerima untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 secara gratis, baik di dalam maupun luar negeri.

    Hanya saja dalam persyaratannya, LPDP mewajibkan adanya kontribusi alumni atau kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh alumni setelah lulus studi.

    Alumni yang telah menyelesaikan studi wajib berkontribusi dan berada secara fisik di Indonesia, sekurang-kurangnya dua kali masa studi ditambah satu tahun (2n+1) secara berturut-turut.


    Namun baru-baru ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro memberikan pernyataan bahwa alumni beasiswa LPDP tidak wajib kembali ke Indonesia.

    Sebenarnya kamu yang punya impian melanjutkan studi ke luar negeri tapi khawatir dengan syarat harus kembali ke Indonesia setelah lulus tak perlu bergantung pada beasiswa LPDP.

    Nyatanya, ada banyak beasiswa yang tidak mengharuskan penerimanya untuk kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studi. Beasiswa apa saja yang memberikan kebebasan ini? Simak informasi lengkapnya di artikel ini!

    9 Beasiswa Tak Wajib Pulang ke Indonesia

    1. Türkiye Burslari Scholarship

    Beasiswa Türkiye Burslari adalah beasiswa yang ditawarkan oleh presidency for Turks Abroad and related Communities (YTB) untuk program pendidikan mulai dari S1, S2, S3, penelitian hingga kursus bahasa Turki.

    Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, serta penempatan di universitas Turki. Beasiswa ini bekerja sama dengan berbagai institusi, seperti YÖK hingga Kementerian Luar Negeri Turki dan telah memberangkatkan ribuan mahasiswa dari 178 negara di seluruh dunia.

    Link laman Beasiswa Türkiye Burslari di sini.

    2. Global Korean Scholarship (GKS)

    Global Korean Scholarship (GKS) yang sebelumnya dikenal dengan nama Korea Global Scholarship (KGSP) adalah beasiswa penuh yang diberikan oleh NIIED (National Institute for International Education) yang merupakan sebuah lembaga di bawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan.

    Beasiswa ini diberikan oleh pemerintah Korea Selatan kepada mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan di Korea, mulai dari program D2 (Associate Degree), S1, S2, hingga S3.

    Syarat Pendaftaran GKS

    • Pelamar harus memiliki kesehatan yang memadai, baik mental maupun fisik, untuk tinggal di negara asing untuk waktu yang lama.
    • Berusia di bawah 25 tahun pada tanggal masuk (untuk jenjang S1).
    • Pelamar harus berusia dibawah 40 tahun pada saat masuk untuk jenjang S2 dan S3.
    • Pelamar harus telah menyelesaikan atau dijadwalkan untuk menyelesaikan pendidikan formal pada tingkat dasar, menengah, atas (S1) pada tanggal kedatangan.
    • Pelamar memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 80% dari institusi pendidikan terakhir.
    • Telah memiliki gelar Sarjana atau Magister pada tanggal kedatangan (S2 dan S3)
    • Pelamar yang sebelumnya pernah mengikuti program sarjana, magister, atau program doktor di Korea tidak dapat mendaftar untuk program ini. Namun, mantan sarjana KGSP atau saat ini yang memiliki nilai keseluruhan 90% atau lebih dan telah mencapai TOPIK level 5 atau lebih tinggi dapat mendaftar kembali ke program ini sekali melalui jalur kedutaan atau universitas.

    3. Ministry of Education (MoE) Taiwan

    Ministry of Education (MoE) Taiwan adalah program beasiswa dari Pemerintah Republik China (ROC) Taiwan yang tersedia selama 4 tahun untuk program sarjana, 2 tahun untuk program magister, dan 4 tahun untuk program doktor. Jika ingin mengajukan beasiswa ini, pelamar harus mengirimkan aplikasi ke misi luar negeri Republik of China (ROC) dan mendaftar secara terpisah ke universitas atau perguruan tinggi di Taiwan.

    4. SISGP Swedia

    Swedia Institute Scholarship for Global Professionals (SISGP) adalah program beasiswa penuh yang disediakan oleh pemerintah Swedia bagi mahasiswa internasional yang memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan Magister (S2) di universitas-universitas terkemuka di Swedia.

    Syarat Pendaftaran:

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Sudah mendaftar dan sudah diterima di salah satu universitas
    • Bukti pengalaman kerja minimal 3.000 jam dari maksimal tiga organisasi/perusahaan
    • CV maksimal 3 halaman
    • Surat referensi sesuai format SI dari dua orang berbeda, salah satunya harus dari atasan tempat bekerja
    • Salinan paspor
    • Motivation letter (diisi di formulir aplikasi)

    5. MEXT Scholarship

    MEXT Scholarship atau Monbukagakusho adalah program beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Jepang untuk mendukung mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi di universitas-universitas di Jepang. Beasiswa ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Seni, dan Teknologi (Monbukagakusho).

    Syarat Pendaftaran

    • Maksimal berusia 34 tahun pada tanggal 1 April 2025 (lahir pada atau setelah 2 April 1990)
    • lulusan D4/ S1/ S2
    • Memilih bidang studi yang sama dengan jenjang pendidikan sebelumnya
    • IPK akhir jenjang pendidikan sebelumnya minimal 3.2
    • Memiliki salah satu sertifikat kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Jepang dengan skor minimal;
    • Sehat secara jasmani dan rohani
    • Bersedia belajar bahasa Jepang bagi yang belum menguasai bahasa Jepang
    • Selain itu, pelamar juga diwajibkan memenuhi persyaratan akademik yang tercantum dalam dokumen resmi.

    Informasi selengkapnya di sini.

    6. Stipendium Hungariucum Scholarship

    Beasiswa Stipendium Hungaricum adalah program beasiswa yang disediakan oleh Pemerintah Hungaria bagi mahasiswa internasional berprestasi untuk melanjutkan studi di Hungaria. Program yang dimulai pada tahun 2013 ini diawasi oleh Kementerian Luar Negeri dan perdagangan yang dikelola oleh Tempus Public Foundation.

    Saat ini, beasiswa Stipendium Hungaricum telah bekerjasama dengan lebih dari 90 negara di lima benua, termasuk Indonesia. Setiap tahun, Pemerintah Hungaria menawarkan sekitar 800 beasiswa penuh untuk berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari S1, S2, S3, hingga kuliah paruh waktu.

    7. Erasmus Mundus Scholarship

    Beasiswa Erasmus Mundus yang dikenal juga dengan Erasmus+, adalah program pendanaan dari uni Eropa yang mendukung kegiatan pendidikan, pelatihan, kepemudaan, dan olahraga di institusi pendidikan Eropa.

    Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional, termasuk Indonesia, untuk melanjutkan studi pascasarjana di berbagai universitas di Eropa. Indonesia sendiri masuk dalam sepuluh besar negara penerima beasiswa ini.

    8. MFA Scholarship

    Ministry of Foreign Affairs Scholarships for non-EU citizens adalah program beasiswa pemerintah Rumania yang ditawarkan oleh Kementerian Luar Negeri kepada warga negara non-Uni Eropa yang memiliki prestasi akademik.

    Beasiswa ini terbuka untuk program studi di berbagai bidang, kecuali kedokteran, kedokteran gigi, dan farmasi.

    (pal/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Negara Harus Memfasilitasi Alumni Beasiswa LPDP Agar Tak Rugi


    Jakarta

    Pakar kebijakan pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr Arif Rohman MSi mengatakan wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air harus diperjelas. Khususnya bagi awardee dengan bidang studi yang dibutuhkan di Indonesia.

    “Kalau keilmuannya sangat dibutuhkan untuk pembangunan Indonesia, harus difasilitasi. Jangan disuruh di luar negeri dulu, tapi di Indonesia tidak disiapkan. Ini saya kira kurang bertanggung jawab,” kata Arif dalam detikSore: Saat Negara Menuntut Return dari Alumni LPDP di kanal Youtube detikcom, Kamis (7/11/2024).

    “Harus disiapkan juga untuk pascakelulusan. Jadi taruhlah ilmu-ilmu yang spesifik, unik, di Indonesia tidak ada, saya kira perlu disiapkan (lahan kerjanya). Karena itu memang bagian dari perencanaannya,” sambungnya.


    Arif menggarisbawahi, membuka kesempatan bagi alumni beasiswa LPDP untuk dapat magang dan memperoleh pengalaman kerja di luar negeri di sisi lain juga positif. Namun, ia menekankan tetap perlu ada rancangan beasiswa oleh negara bagi penerima beasiswa LPDP baik sebelum, saat, maupun setelah studi.

    “Tapi kalau itu (magang) kan tidak direncanakan sejak awal ya. Jadi harus dirancang sejak awal sebagai sebuah kebijakan. Kalau mau disebut good content policy, harus dirancang sejak awal baik sebelum beasiswa, sedang beasiswa, setelah beasiswa seperti apa,,” ucapnya.

    Pertanggungjawaban atas Beasiswa

    Perencanaan beasiswa yang matang oleh negara menurut Arif memungkinkan alumni beasiswa LPDP bisa mempertanggungjawabkan pendanaan pendidikan yang mereka terima. Ia mengingatkan formulasi dan pelaksanaan kebijakan beasiswa harus cocok (match), serta implementasinya harus efektif.

    “Itu menjadi tugas negara untuk mengembangkan sumber daya yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, kan jadi lucu. Dan kalau dimanfaatkan oleh orang (negara) lain kan kita yang rugi. Berapa investasi yang kita keluarkan, yang menikmati malah orang (negara) lain, oleh karena itu harus sejak awal dipertimbangkan,” ucapnya.

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan pemberian izin bagi penerima beasiswa LPDP untuk tidak pulang ke Tanah Air juga akibat kurangnya lahan pekerjaan yang sesuai bagi mereka di Indonesia dan kekurangan dana pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut saat ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Soal Lahan Kerja Alumni Beasiswa LPDP Kurang, Begini Saran Pakar UNY



    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan alasan penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air juga karena kurangnya lahan kerja yang cocok di Indonesia. Ia mengakui saat ini pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Evaluasi Bidang Ilmu di Beasiswa LPDP

    Soal pengkajian ulang tersebut, pakar kebijakan pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr Arif Rohman MSi menilai beasiswa LPDP pada dasarnya positif untuk mendorong penciptaan sumber daya manusia yang memang bermanfaat untuk Indonesia.


    Namun, merespons kondisi kurangnya lahan pekerjaan yang cocok untuk lulusan LPDP, ia menyarankan agar bidang ilmu yang dapat dilamar pada beasiswa LPDP dievaluasi kembali agar sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

    “Perlu ada semacam evaluasi, selama ini keilmuan mana yang dibutuhkan, apakah selama ini sudah match atau mismatch. Kan tidak semua ilmu yang dibutuhkan, ada kajian atau keilmuan yang oversupply lulusannya, ada yang undersupply,” kata Arif dalam detikSore: Saat Negara Menuntut Return dari Alumni LPDP, Kamis (7/11/2024).

    Arif mengatakan kuota beasiswa LPDP pada cabang keilmuan yang sangat membutuhkan talenta baru bisa ditambahkan. Sedangkan kuota pada cabang keilmuan yang sudah jenuh atau oversupply tidak perlu diberi terlalu banyak.

    Adapun pada bidang ilmu yang tidak dibutuhkan dan tidak relevan menurutnya tidak perlu dibuka dengan kuota tinggi.

    “Disesuaikan dengan kebutuhan agar tingkat relevansinya pas dengan kebutuhan. Ini perlu dilakukan, mumpung ada pemerintahan baru, pejabat kementerian baru, saya kira tepat untuk melakukan reevaluasi untuk kebijakan LPDP,” ucapnya.

    Ia menggarisbawahi, peninjauan ulang bidang keilmuan yang dibuka untuk pelamar beasiswa LPDP ke depannya diharapkan tidak mengurangi kuota penerimaan, tetapi justru meningkatkan dan mengembangkannya.

    Memilah Jurusan yang Dibuka di Beasiswa LPDP

    Arif menilai pengelola beasiswa LPDP ke depannya juga perlu mempertimbangkan orientasi beasiswa LPDP. Ia menyarankan perlu ada jalan tengah antara pilihan elitis dan populis.

    Ia menjelaskan, pada orientasi elitis, cabang keilmuan yang dapat diambil pelamar beasiswa LPDP akan harus benar-benar dibutuhkan. Pelamarnya juga hanya yang benar-benar berkompetensi. Mereka didorong dan difasilitasi untuk dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas kendati berbiaya tinggi.

    “Jadi terseleksi dari segi keilmuan dan pendaftar yang akan mengambil. Pada akhirnya, pemanfaatan alumninya sekaligus disusun, dirancang untuk pengembangan pembangunan ke depan,” jelas Arif.

    Sedangkan jika beasiswa LPDP akan diorientasikan populis, maka tujuannya untuk mencetak sebanyak mungkin ilmuwan, termasuk pada ilmu yang sudah oversupply. Pada orientasi populis, kuota yang diterima pada cabang ilmu yang sudah oversupply tetap dibuka dengan jumlah besar.

    “Atau tengah-tengah, tidak terlalu populis dan tidak terlalu populis. Ini menjadi kuasi. Sebab kalau elitis, banyak pihak kecewa. Jadi peminat yang melimpah ruah (tapi tidak lolos beasiswa),” ucapnya.

    Prioritas Beasiswa LPDP

    Sementara itu, Mendiktisaintek Satryo mengatakan penerimaan beasiswa LPDP ke depan akan fokus mendukung program Presiden Prabowo Subianto, yaitu dalam swasembada pangan, swasembada energi, persediaan air, dan hilirisasi.

    Ia mengatakan prioritas di atas tidak menutup kemungkinan bagi peminat beasiswa LPDP di bidang ilmu lain. Penerima beasiswa LPDP ke depan menurutnya juga diharapkan juga akan terus naik.

    “Yang bidang lain, kalau memang ada yang menonjol dan patut didanai, kita danai,” ucapnya.

    “Kalau jumlah penerimanya kita inginkan tiap tahun naik terus, berarti hanya fokusnya saja (yang ke program pemerintah),” sambung Satryo.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu, klik di sini!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa Magang 2025 di Universitas Tokyo, Tsinghua, Kyoto, dan NUS, Cek Ya!


    Jakarta

    Beasiswa magang 2025 Amgen Scholars sedang dibuka Amgen Foundation di empat kampus Asia. Mahasiswa S1 di kampus Asia, termasuk Indonesia, bisa mendaftar.

    Program Amgen Scholars adalah beasiswa magang riset 8-10 minggu di institusi pendidikan pada musim panas 2025. Peserta berkesempatan belajar, berjejaring, dan merasakan pengalaman karier riset ilmiah, khususnya di bidang sains dan teknik.

    Di akhir masa magang, peserta akan menjalani simposium di Kyoto, Jepang. Berminat mendaftar? Cek informasinya di bawah ini.


    Syarat Beasiswa Magang 2025 Amgen Scholars

    • Mahasiswa S1 di kampus Asia, termasuk Indonesia
    • Minimal sudah menyelesaikan tahun pertama perkuliahan per tanggal mulai magang.
    • Belum lulus kuliah per tanggal mulai magang.
    • Masih akan kuliah minimal satu semester atau 1 quarter setelah selesai program magang.
    • Memiliki rekam jejak akademik unggul
    • Jika bukan penutur asli bahasa Inggris, maka wajib memiliki kecakapan bahasa Inggris kerja yang baik, dibuktikan dengan skor minimal TOEFL iBT 72, IELTS overall band 5.5, Cambridge English FCE, TOEIC 1095, TOEIC L&R 785, atau TOEIC S&W 310
    • Berminat melanjutkan pendidikan hingga S3

    Komponen Beasiswa Per Kampus Tujuan

    Kyoto University

    • Tiket pesawat pergi-pulang sesuai jadwal
    • Tunjangan 180.000 yen (Rp 18,4 juta), dibagi ke dalam dua kali pencairan
    • Tempat tinggal
    • Simposium di Kyoto dan akomodasinya

    National University of Singapore (NUS)

    • Ongkos pesawat SGD 1.500 (Rp 17,7 juta), meliputi perjalanan Indonesia-Singapura, ke simposium di Kyoto, dan pulang ke Tanah Air
    • Tunjangan SGD 6.000 (Rp 70,8 juta) untuk 8 minggu
    • Pengurusan dan biaya visa

    Tsinghua University

    • Ongkos perjalanan
    • Tunjangan makan
    • Akomodasi
    • Uang saku CNY 10.000 atau Rp 21 juta

    The University of Tokyo

    • Akomodasi
    • Uang saku 270.000 yen atau Rp 27,6 juta, termasuk uang makan dan perjalanan pribadi
    • Ongkos pesawat ke Tokyo
    • Ongkos bagi mahasiswa yang harus berkendara ke kampus selain Hongo dan Yayoi

    Jadwal Magang

    • Kyoto University: 6 Juni-7 Agustus 2025
    • National University of Singapore: 2 Juni-7 Agustus 2025
    • The University of Tokyo: 5 Juni-7 Agustus 2025
    • Tsinghua University: 7 Juni-7 Agustus 2025

    Masa pendaftaran beasiswa magang Amgen Scholars 2025 ditutup pada 1 Februari 2025. Mahasiswa dapat melamar ke lebih dari satu perguruan tinggi pada laman pendaftaran masing-masing kampus. Bagi detikers yang berminat, simak informasi lebih lanjut di https://amgenscholars.com/asia-program/.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5