Tag: vitalik buterin

  • Vitalik Buterin Rencana Rombak Ethereum, Dongkrak Harga ETH?

    Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, mengumumkan rencana ambisius untuk menyederhanakan jaringan blockchain ini dalam lima tahun ke depan. Terinspirasi dari kesederhanaan Bitcoin, Buterin ingin menjadikan Ethereum lebih efisien, aman, dan mudah dipahami.

    Dalam proposal terbarunya, Buterin menyoroti bahwa kompleksitas Ethereum saat ini justru memicu berbagai masalah seperti biaya pengembangan yang tinggi, risiko keamanan yang meningkat, dan budaya riset yang terisolasi. Ia menilai kesederhanaan seperti yang dimiliki Bitcoin bisa menjadi solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan ini.

    “Bahkan seorang siswa SMA yang cerdas pun mampu memahami sepenuhnya protokol Bitcoin,” ungkap Buterin, menekankan bahwa model sederhana bisa membawa manfaat besar—dari peningkatan partisipasi komunitas, efisiensi infrastruktur, hingga pengurangan risiko kesalahan fatal dan serangan sosial.

    Fokus Perubahan: Finalitas dan Mesin Virtual

    Rencana perombakan Ethereum berfokus pada dua perubahan signifikan: finalitas dan mesin virtual. Dalam hal konsensus, Vitalik Buterin mengusulkan sistem finalitas 3 slot yang bertujuan untuk menyederhanakan struktur saat ini dengan menghilangkan pemisahan antara slot dan epoch.

    Lebih jauh lagi, dalam aspek eksekusi, Buterin juga mempertimbangkan penggantian Ethereum Virtual Machine (EVM) dengan mesin virtual yang lebih ringan, seperti RISC-V. Ia berpendapat bahwa transisi ini berpotensi meningkatkan efisiensi secara dramatis, bahkan hingga 100 kali lipat dalam skenario tertentu.

    Harga ETH Tertinggal Jauh dari Bitcoin

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 5 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 5 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Usulan ini muncul di tengah performa harga Ethereum yang lesu. Selama setahun terakhir, ETH tercatat turun sekitar 40%, sementara Bitcoin justru melonjak 63%. Perbedaan tajam ini menimbulkan pertanyaan soal daya saing Ethereum dalam jangka panjang.

    Jika rencana Buterin berhasil, Ethereum bisa menjadi lebih mudah diakses oleh pengembang dan pengguna baru, sekaligus menarik minat institusi berkat peningkatan keamanan dan skalabilitas. Dengan pendekatan yang lebih ramping, Ethereum diharapkan bisa meniru ketangguhan Bitcoin di tengah pasar yang fluktuatif—tanpa kehilangan fleksibilitas pemrogramannya.

    Meski transisi ini diperkirakan memakan waktu hingga lima tahun, langkah awal dari implementasi rencana ini bisa mulai menggerakkan harga ETH dalam jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terkuak! Ini Faktor Utama Dibalik Breakout Ethereum ke $4.300

    Ethereum (ETH) baru saja menembus level krusial $4.300, memicu gelombang optimisme di kalangan investor.

    Apa sebenarnya yang menghidupkan momentum bullish ini, dan apakah reli ini bisa berlanjut di masa depan?

    Masuknya Dana Besar Lewat ETF

    Dalam satu tahun penuh, dana ETF Ethereum spot secara perlahan mengalir sekitar $8,7 miliar, menciptakan ‘buy wall’ institusional yang kuat.

    Posisi ini memperkuat fondasi harga jangka menengah, terutama karena investor besar kini bisa berinvestasi lewat saluran yang familiar dan teregulasi.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 11 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 11 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Eric Trump Beri Peringatan Keras Terhadap Penantang Ethereum

    Pembaruan Jaringan yang Meningkatkan Kepercayaan

    Upgrade besar-besaran melalui Pectra hard fork pada Mei lalu membawa beberapa perubahan krusial:

    • Peningkatan batas validator — memberi ruang lebih luas untuk staking dan yield yang lebih baik
    • Gas fee lebih stabil — memperbaiki pengalaman pengguna
    • Fondasi untuk optimasi ke depan
      Ditambah, Ethereum Foundation meluncurkan inisiatif keamanan besar untuk mengantisipasi gelombang adopsi modal besar berikutnya.

    Momentum Pasar & Breakout Teknis

    Dalam sebulan terakhir, harga ETH naik hampir 49%, dipicu oleh kombinasi ETF bulge, inovasi teknis, dan robust-nya arah pengelolaan proyek menuju pendekatan pasar.

    Saat menembus level $4.300, yang sebelumnya menjadi resistance ketat terakhir, Ethereum menunjukkan potensi peluncuran fase bull terbaru.

    Sentimen Ekonomi & Regulasi yang Makin Menguat

    Beberapa perkembangan makro dan kebijakan turut memperkuat bullish momentum:

    • Pemerintah AS mengeluarkan regulasi stablecoin dan dorongan kebijakan ‘Project Crypto’, yang memperkuat ekosistem DeFi berbasis Ethereum.
    • Perusahaan publik semakin agresif mengoleksi ETH sebagai cadangan; BitMine dan Ether Machine memimpin aksi akumulasi ini.

    Target Jangka Panjang: Dari $4.300 ke $12.000?

    Analis melihat breakout di $4.300 sebagai pintu pembuka fase bull selanjutnya. Menurut beberapa proyeksi:

    • Jika breakout ini terkonfirmasi, target berikutnya adalah $4.500, bahkan sempat dikaitkan dengan rally menuju $12.000 dalam jangka panjang.
    • Momentum ini didukung juga oleh faktor teknis seperti short squeeze besar dan dominasi spot inflows dibandingkan Bitcoin.
    Faktor Pendorong Dampak Terhadap ETH
    ETF Inflows Membentuk dukungan harga, dominasinya mulai terlihat jelas
    Upgrade Jaringan Stabilitas, efisiensi, dan jalur ke adopsi institusional
    Regulasi & Stablecoin Meningkatkan utilitas ETH sebagai infrastruktur keuangan
    Aksi Treasury dan Staking Menguatkan sentimen bullish fundamental
    Breakout Teknis ETH melewati resistance kunci, momentum bullish terbuka

    Baca Juga: Selamat! Transaksi Ethereum Capai Rekor Tertinggi

    Ethereum kini terlihat kembali bergairah setelah breakout $4.300. Kombinasi adopsi institusional lewat ETF, upgrade teknikal (Pectra), dan dinamika makro yang menguntungkan mendorong ETH ke momentum baru.

    Jika tren ini terus berlanjut, Ethereum bukan hanya sekadar bertahan, tetapi dapat kembali menyalip rekor tertingginya dalam waktu dekat.

    Tapi, pasar tetap menuntut kehati-hatian: breakout ini perlu konfirmasi dan follow-through yang konsisten agar menjadi bull run bukti nyata.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vitalik Buterin Dorong DVT-Lite untuk Validator Ethereum

    Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, kembali mengemukakan gagasan baru untuk meningkatkan efisiensi dan desentralisasi jaringan blockchain terbesar kedua di dunia tersebut.

    Dilaporkan Coindesk, ia mengusulkan konsep DVT-Lite, sebuah pendekatan yang dirancang untuk mempermudah proses setup validator Ethereum.

    Inisiatif ini bertujuan membuat proses menjalankan validator menjadi lebih sederhana dan mudah diakses, sehingga lebih banyak pihak dapat berpartisipasi dalam sistem staking Ethereum tanpa harus menghadapi kompleksitas teknis yang tinggi.

    Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat keamanan jaringan sekaligus meningkatkan desentralisasi dalam ekosistem Ethereum.

    Baca Juga: Vitalik Buterin: Vibe Coding AI Bisa Percepat Roadmap Ethereum

    Apa Itu DVT-Lite?

    DVT-Lite merupakan konsep yang terinspirasi dari teknologi Distributed Validator Technology (DVT), yang memungkinkan satu validator dijalankan oleh beberapa operator secara bersama-sama.

    Dalam model ini, tanggung jawab validator tidak berada pada satu node tunggal, tetapi dibagi ke beberapa operator jaringan, sehingga meningkatkan redundansi dan ketahanan sistem.

    Namun kenyataannya, implementasi DVT yang ada saat ini sering kali memerlukan konfigurasi teknis yang cukup kompleks.

    Oleh karena itu, Vitalik Buterin mengusulkan pendekatan DVT-Lite, yaitu versi yang lebih sederhana dan mudah diterapkan.

    Dengan pendekatan ini, proses setup validator diharapkan menjadi lebih ringan tanpa mengorbankan terlalu banyak aspek penting seperti keamanan jaringan dan desentralisasi.

    Memperluas Partisipasi Staking Ethereum

    Salah satu tujuan utama dari konsep DVT-Lite adalah meningkatkan partisipasi dalam staking Ethereum.

    Saat ini, menjalankan validator Ethereum masih membutuhkan sejumlah persyaratan teknis, termasuk pengelolaan server, konektivitas jaringan, serta pemahaman tentang sistem node blockchain.

    Kompleksitas tersebut sering menjadi hambatan bagi banyak pengguna yang ingin ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan jaringan.

    Dengan pendekatan yang lebih sederhana, DVT-Lite berpotensi membuka peluang bagi lebih banyak individu maupun operator kecil untuk menjalankan validator.

    Jika lebih banyak pihak dapat berpartisipasi, distribusi validator akan menjadi lebih merata, yang pada akhirnya meningkatkan tingkat desentralisasi jaringan Ethereum.

    Dampak Potensial bagi Keamanan Jaringan

    Selain meningkatkan partisipasi, konsep DVT-Lite juga berpotensi memperkuat ketahanan jaringan Ethereum.

    Dalam sistem validator tradisional, kegagalan satu node dapat berdampak langsung terhadap performa validator tersebut.

    Namun dengan model distributed validator, tanggung jawab dibagi ke beberapa operator sehingga risiko kegagalan dapat diminimalkan.

    Pendekatan ini dapat membantu mengurangi kemungkinan gangguan operasional sekaligus memperkuat sistem keamanan jaringan secara keseluruhan.

    Jika diadopsi secara luas, DVT-Lite berpotensi menjadi salah satu langkah penting dalam evolusi infrastruktur Ethereum setelah transisi ke mekanisme proof-of-stake.

    Potensi Besar

    Menurut Tim Research Tokocrypto, inisiatif seperti DVT-Lite memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas ekosistem Ethereum secara fundamental.

    Mereka menilai bahwa penyederhanaan proses setup validator dapat memperluas basis operator jaringan sekaligus memperkuat distribusi kekuatan dalam ekosistem.

    “Bagi ekosistem Ethereum, inisiatif seperti ini penting karena validator setup yang lebih ringan dapat memperluas partisipasi dan memperbaiki distribusi operator jaringan. Jika DVT-Lite benar-benar diadopsi, dampaknya bisa positif untuk ETH karena memperkuat fondasi staking dan keamanan jaringan, bukan sekadar narasi teknikal tanpa manfaat praktis,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa inovasi teknis dalam infrastruktur blockchain tidak hanya berdampak pada pengembang, tetapi juga pada stabilitas dan nilai jangka panjang aset kripto yang terkait.

    Baca Juga: Vitalik Buterin Perkenalkan EIP-8141, Siap Ubah UX Ethereum

    Masa Depan Infrastruktur Validator Ethereum

    Ethereum terus berkembang sebagai salah satu jaringan blockchain paling aktif di dunia, dengan ekosistem aplikasi yang mencakup DeFi, NFT, hingga berbagai protokol Web3.

    Untuk mempertahankan posisi tersebut, jaringan ini perlu terus meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi.

    Konsep DVT-Lite yang diusulkan Vitalik Buterin menjadi salah satu contoh bagaimana komunitas Ethereum terus mencari cara untuk menyederhanakan infrastruktur tanpa mengorbankan prinsip dasar blockchain.

    Jika gagasan ini berhasil diimplementasikan dan diadopsi secara luas, DVT-Lite berpotensi menjadi fondasi baru bagi sistem validator Ethereum yang lebih inklusif, efisien, dan terdistribusi.

    Pada akhirnya, langkah seperti ini dapat membantu memastikan bahwa jaringan Ethereum tetap aman, terbuka, dan dapat diakses oleh lebih banyak peserta di seluruh dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vibe Coding AI Bisa Percepat Roadmap Ethereum

    Founder Ethereum Vitalik Buterin kembali memantik diskusi hangat di komunitas kripto setelah menyatakan bahwa konsep “vibe coding” dengan kecerdasan buatan (AI) berpotensi mempercepat roadmap pengembangan Ethereum secara signifikan.

    Menurut Vitalik sebagaimana dikutip dari Cointelegraph pada Selasa (3/3), pemanfaatan AI dalam proses penulisan kode memungkinkan pengembang bergerak jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.

    Meski demikian, ia mengakui bahwa kode yang dihasilkan AI saat ini masih rentan terhadap bug kritis dan memerlukan pengawasan ketat.

    Apa Itu ‘Vibe Coding’?

    Istilah “vibe coding” merujuk pada pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan AI untuk menghasilkan kode secara cepat berdasarkan instruksi atau konteks tertentu.

    Alih-alih menulis kode baris demi baris secara manual, pengembang dapat memanfaatkan model AI untuk mempercepat proses pembangunan fitur.

    Dalam konteks Ethereum, hal ini berarti percepatan dalam pengembangan fitur-fitur penting seperti smart accounts, peningkatan skalabilitas, serta optimasi layer-2.

    Namun, percepatan ini datang dengan konsekuensi. Vitalik menekankan bahwa kualitas dan keamanan tetap menjadi tantangan utama.

    AI Percepat, Tapi Risiko Bug Masih Tinggi

    Vitalik secara terbuka mengakui bahwa banyak kode yang dihasilkan AI saat ini masih mengandung bug serius, terutama dalam sistem kompleks seperti blockchain yang tidak mentoleransi kesalahan kecil sekalipun.

    Karena itu, ia menyarankan agar komunitas pengembang mengalihkan fokus AI bukan hanya untuk menulis kode, tetapi juga untuk memperkuat keamanan melalui pembuatan test-case dalam jumlah besar serta verifikasi formal.

    Pendekatan ini dinilai lebih strategis: AI digunakan untuk mempercepat pengujian dan meningkatkan ketahanan sistem sebelum implementasi ke mainnet.

    Dampak pada Roadmap Ethereum

    Jika tren percepatan ini berlanjut, roadmap Ethereum berpotensi melaju lebih cepat dari jadwal awal. Artinya, fitur-fitur canggih yang selama ini ditunggu pasar bisa hadir lebih cepat dari ekspektasi.

    Tim Research Tokocrypto melihat perkembangan ini sebagai katalis besar bagi ekosistem Ethereum.

    “AI bukan lagi sekadar alat bantu, tapi mesin utama yang bakal ngerubah fundamental pengembangan blockchain. Percepatan roadmap Ethereum berarti adopsi fitur-fitur canggih (kayak smart accounts) bakal dateng lebih cepet dari ekspektasi pasar. Ini katalis besar buat efisiensi jaringan di masa depan,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Smart accounts, misalnya, berpotensi menyederhanakan pengalaman pengguna melalui fitur seperti pemulihan akun tanpa seed phrase, pembayaran gas dengan token selain ETH, hingga sistem keamanan berbasis logika kustom.

    Efisiensi dan Kompetisi Blockchain

    Dalam lanskap blockchain yang sangat kompetitif, kecepatan inovasi menjadi faktor krusial.

    Ethereum selama ini dikenal sebagai jaringan dengan keamanan tinggi, tetapi terkadang dianggap lambat dalam implementasi pembaruan besar karena proses audit yang ketat.

    Dengan dukungan AI, proses pengembangan bisa menjadi lebih efisien tanpa harus mengorbankan keamanan, selama mekanisme pengujian dan verifikasi tetap diperkuat.

    Jika Ethereum berhasil mengintegrasikan AI secara efektif dalam pipeline pengembangannya, hal ini dapat memperkuat posisinya sebagai infrastruktur utama Web3, sekaligus meningkatkan daya saing terhadap jaringan layer-1 lain.

    Tantangan Keamanan Tetap Jadi Fokus

    Meski optimistis, Vitalik tetap menekankan bahwa keamanan tidak boleh dikompromikan.

    Blockchain adalah sistem keuangan terbuka yang mengelola miliaran dolar aset digital, sehingga kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

    Penggunaan AI untuk membuat lebih banyak skenario uji (stress test), simulasi serangan, dan verifikasi formal dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko tersebut.

    Pendekatan ini juga sejalan dengan tren global di industri teknologi, di mana AI tidak hanya digunakan untuk produktivitas, tetapi juga untuk meningkatkan keamanan sistem.

    Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

    Pernyataan Vitalik Buterin tentang “vibe coding” menegaskan bahwa AI akan memainkan peran sentral dalam masa depan pengembangan blockchain.

    Meski kode AI saat ini belum sempurna, potensi percepatan roadmap Ethereum sangat nyata.

    Dengan strategi yang tepat untuk menggabungkan percepatan pengembangan dan penguatan keamanan, Ethereum berpeluang menghadirkan inovasi lebih cepat dari ekspektasi pasar.

    Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa integrasi AI dalam blockchain bukan lagi sekadar wacana, melainkan bagian dari transformasi fundamental yang sedang berlangsung.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vitalik Buterin Perkenalkan EIP-8141, Siap Ubah UX Ethereum

    Pendiri Ethereum Vitalik Buterin kembali mengguncang ekosistem kripto dengan proposal terbaru bertajuk EIP-8141.

    Proposal ini disebut-sebut sebagai langkah besar menuju implementasi account abstraction penuh di jaringan Ethereum.

    Melalui konsep baru bernama “Frame Transactions”, dompet kripto tak lagi sekadar alat penyimpanan private key, melainkan dapat berfungsi sebagai program yang mampu melakukan batching atau penggabungan beberapa transaksi sekaligus dalam satu eksekusi.

    Langkah ini dinilai sebagai revolusi pengalaman pengguna (user experience/UX) terbesar dalam sejarah Ethereum.

    Baca Juga: Vitalik Usul Fitur Baru untuk Amankan Wallet Ethereum

    Apa Itu EIP-8141 dan Frame Transactions?

    EIP-8141 merupakan pengembangan lanjutan dari visi account abstraction, yaitu konsep yang memisahkan logika akun dari mekanisme bawaan jaringan.

    Dalam model tradisional Ethereum, akun pengguna (Externally Owned Account/EOA) bergantung pada private key dan wajib membayar gas fee menggunakan ETH.

    Melalui proposal ini, dompet dapat diprogram layaknya smart contract.

    Artinya, pengguna bisa mengatur logika transaksi sesuai kebutuhan—mulai dari limit spending, otorisasi multi-tanda tangan, hingga batching beberapa aksi dalam satu klik.

    Menurut laporan BeInCrypto, konsep “Frame Transactions” memungkinkan serangkaian aksi, seperti swap token, staking, dan transfer, dilakukan sekaligus tanpa perlu menandatangani setiap transaksi secara terpisah.

    Hal ini berpotensi memangkas kompleksitas interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Bayar Gas Tak Harus Pakai ETH

    Salah satu fitur paling menarik dari EIP-8141 adalah dukungan terhadap mekanisme “paymaster contracts”. Dengan fitur ini, pengguna dapat membayar biaya gas menggunakan token selain ETH.

    Tim Research Tokocrypto menilai pembaruan ini sebagai langkah revolusioner bagi adopsi ritel.

    “Ini perombakan UX terbesar Ethereum. Dengan ‘paymaster’ contracts, user bisa bayar gas pake token lain. Ethereum mau hapus kerumitan private key & gas fee ETH buat retail,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Jika diterapkan secara luas, mekanisme ini akan menghilangkan salah satu hambatan terbesar bagi pengguna baru: kebutuhan memiliki ETH hanya untuk membayar biaya transaksi.

    Dampak bagi Adopsi dan Ekosistem DeFi

    Account abstraction penuh dapat menjadi katalis besar bagi pertumbuhan ekosistem Ethereum, khususnya sektor DeFi, NFT, dan Web3 secara umum.

    Selama ini, kompleksitas pengelolaan private key dan gas fee menjadi tantangan utama adopsi massal. Banyak pengguna awam kesulitan memahami konsep seed phrase, signing transaction, hingga manajemen gas.

    Dengan dompet yang lebih fleksibel dan programable, Ethereum berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih mendekati aplikasi Web2, di mana pengguna cukup berinteraksi tanpa perlu memahami detail teknis di balik layar.

    Selain itu, batching transaksi juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya dan waktu eksekusi, terutama di jaringan layer-2 yang sudah mengadopsi solusi skalabilitas.

    Persaingan Blockchain dan Strategi Ethereum

    Langkah ini juga mencerminkan strategi Ethereum untuk tetap kompetitif di tengah persaingan ketat dengan jaringan layer-1 lain yang menawarkan UX lebih sederhana.

    Beberapa blockchain alternatif telah lama mengusung kemudahan transaksi tanpa kompleksitas gas seperti di Ethereum.

    Dengan EIP-8141, Ethereum menunjukkan komitmennya untuk berevolusi tanpa mengorbankan desentralisasi dan keamanan.

    Jika proposal ini diimplementasikan, Ethereum dapat memperkuat posisinya sebagai infrastruktur utama Web3 yang ramah pengguna sekaligus tetap modular dan fleksibel.

    Tantangan Implementasi

    Meski menjanjikan, implementasi account abstraction penuh bukan tanpa tantangan. Perubahan mendasar pada struktur akun membutuhkan pengujian keamanan ketat agar tidak membuka celah eksploitasi baru.

    Selain itu, integrasi dengan wallet provider, bursa, serta protokol DeFi juga memerlukan adaptasi bertahap.

    Namun, dengan rekam jejak Ethereum dalam melakukan upgrade besar seperti The Merge dan pembaruan skalabilitas lainnya, komunitas optimistis bahwa transisi ini dapat berjalan mulus.

    Baca Juga: ETH Naik ke $2.092, Vitalik Tegaskan L2 Bukan Sekadar Solusi Scaling

    Outlook Jangka Panjang

    EIP-8141 berpotensi menjadi tonggak sejarah dalam evolusi Ethereum.

    Dengan menghadirkan fleksibilitas dompet, pembayaran gas lintas token, dan batching transaksi, Ethereum semakin mendekati visi sebagai platform global untuk aplikasi terdesentralisasi yang mudah digunakan.

    Jika berhasil diimplementasikan, upgrade ini bisa membuka gelombang adopsi baru, terutama dari pengguna ritel yang sebelumnya terhambat kompleksitas teknis.

    Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini patut dipantau sebagai indikator arah inovasi Ethereum dalam mempertahankan dominasinya di dunia blockchain.






    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vitalik Usul Fitur Baru untuk Amankan Wallet Ethereum

    Pendiri Ethereum Vitalik Buterin kembali mendorong inovasi keamanan di ekosistem Ethereum dengan mengusulkan fitur baru bernama transaction demo atau simulasi transaksi sebelum pengguna menyetujui operasi on-chain.

    Menurut laporan Coincu, proposal ini dirancang untuk menghadirkan transparansi yang lebih baik dalam proses penandatanganan transaksi, sekaligus mengurangi risiko serangan wallet-draining dan kesalahan akibat blind signing.

    Dalam model yang diusulkan, sistem akan berbasis intent-based architecture, di mana dompet kripto menampilkan konsekuensi transaksi dalam format yang mudah dipahami manusia (human-readable).

    Artinya, sebelum status blockchain berubah, pengguna dapat melihat secara jelas perpindahan token, estimasi biaya gas, perubahan saldo akhir, hingga potensi interaksi dengan smart contract tertentu.

    Langkah ini dinilai sebagai evolusi penting dalam penguatan keamanan dan pengalaman pengguna (UX) di Ethereum, yang selama ini kerap menjadi target eksploitasi akibat kurangnya transparansi pada data transaksi mentah (calldata).

    Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

    Mengatasi Masalah Blind Signing

    Salah satu celah terbesar dalam keamanan kripto saat ini adalah praktik blind signing, di mana pengguna menandatangani transaksi tanpa benar-benar memahami detail perintah yang terkandung dalam kode.

    Banyak kasus peretasan terjadi karena pengguna hanya melihat permintaan “Approve” atau “Sign” tanpa mengetahui bahwa mereka sebenarnya memberikan izin akses penuh terhadap aset mereka.

    Melalui fitur simulasi ini, wallet akan menjalankan pratinjau dampak transaksi sebelum benar-benar dieksekusi di jaringan.

    Jika terdapat perpindahan token dalam jumlah besar atau izin akses yang mencurigakan, pengguna dapat langsung membatalkan proses tersebut.

    Pendekatan ini berpotensi menjadi lapisan pertahanan tambahan terhadap berbagai serangan phishing dan eksploitasi smart contract yang semakin canggih.

    Menuju Account Abstraction dan Standar Baru Industri

    Menurut Tim Research Tokocrypto, proposal ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi evolusi Ethereum.

    “Proposal ini adalah langkah krusial menuju Account Abstraction dan keamanan UX yang lebih baik di Ethereum. Dengan membuat transaksi menjadi transparan secara visual sebelum dieksekusi, Ethereum mencoba menghilangkan celah fraud yang selama ini mengeksploitasi ketidaktahuan pengguna saat blind signing. Jika diadopsi secara luas, ini akan menaikkan standar keamanan wallet secara industri,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Konsep Account Abstraction sendiri bertujuan menyederhanakan interaksi pengguna dengan blockchain, memungkinkan fitur seperti multi-signature fleksibel, pemulihan akun sosial, hingga otomatisasi pembayaran.

    Fitur simulasi transaksi ini dapat menjadi fondasi penting untuk mendukung transisi tersebut.

    Jika berhasil diimplementasikan secara luas oleh pengembang wallet dan penyedia infrastruktur, Ethereum dapat memimpin standar keamanan baru di industri kripto global.

    Dampak terhadap Ekosistem dan Adopsi

    Peningkatan keamanan UX memiliki dampak langsung terhadap adopsi massal.

    Salah satu hambatan utama masuknya pengguna baru ke dunia kripto adalah kompleksitas teknis dan risiko kehilangan dana akibat kesalahan operasional.

    Dengan sistem pratinjau yang intuitif, pengguna pemula dapat memahami secara jelas apa yang akan terjadi sebelum menekan tombol “Confirm”.

    Ini tidak hanya mengurangi risiko finansial, tetapi juga membangun kepercayaan terhadap teknologi blockchain.

    Selain itu, bagi institusi dan pelaku keuangan tradisional yang mempertimbangkan integrasi blockchain, fitur keamanan tambahan semacam ini dapat menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.

    Tantangan Implementasi

    Meski menjanjikan, implementasi fitur simulasi transaksi juga menghadapi tantangan teknis.

    Wallet harus mampu menjalankan simulasi secara akurat terhadap berbagai skenario smart contract yang kompleks.

    Selain itu, integrasi lintas protokol dan kompatibilitas dengan berbagai Layer 2 juga perlu diperhatikan.

    Namun, dengan komunitas pengembang Ethereum yang besar dan aktif, peluang realisasi fitur ini dinilai cukup kuat dalam jangka menengah.

    Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

    Usulan transaction demo dari Vitalik Buterin mencerminkan fokus Ethereum pada keamanan dan peningkatan pengalaman pengguna.

    Di tengah meningkatnya kasus eksploitasi dan phishing, langkah ini berpotensi menjadi game changer dalam perlindungan aset digital.

    Jika diadopsi luas oleh wallet dan protokol DeFi, fitur ini bukan hanya memperkuat keamanan Ethereum, tetapi juga menetapkan standar baru industri kripto secara global.

    Dengan inovasi berkelanjutan di sisi teknis dan UX, Ethereum semakin menunjukkan komitmennya untuk menjadi infrastruktur blockchain yang aman, transparan, dan siap untuk adopsi massal.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

    Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, dilaporkan menjual jutaan dolar ETH di tengah pelemahan harga yang tajam. Langkah ini terjadi saat ETH turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan diperdagangkan di bawah level psikologis US$2.000.

    Data on-chain menunjukkan aksi jual tersebut berlangsung ketika sejumlah indikator teknikal justru mengisyaratkan kondisi oversold.

    Tarik 3.500 ETH dari Aave, Sebagian Langsung Dijual

    Berdasarkan laporan Lookonchain pada 22 Februari, Buterin menarik 3.500 ETH dari protokol DeFi Aave, dengan nilai sekitar US$6,95 juta. Dalam hitungan jam setelah penarikan, ia menjual 571 ETH senilai sekitar US$1,13 juta.

    Dilaporkan BeInCrypto, aksi ini menambah daftar penjualan sebelumnya. Sejak 2 Februari, Buterin telah menjual lebih dari 7.380 ETH dengan nilai sekitar US$15,5 juta, pada harga rata-rata US$2.100.

    Jika digabungkan dengan transaksi terbaru, lebih dari setengah cadangan ETH yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung Ethereum Foundation telah dilikuidasi dalam waktu kurang dari satu bulan.

    Baca juga: Ethereum Tertekan, Risiko Turun ke US$1.385 Menguat

    Kontras dengan Pernyataan “Mild Austerity”

    Pada 30 Januari, Buterin menyatakan Ethereum Foundation memasuki fase “mild austerity” untuk mendukung tujuan jangka panjang organisasi. Ia menarik 16.384 ETH dengan rencana mendistribusikannya secara strategis dalam beberapa tahun ke depan.

    Namun, eksekusi penjualan yang relatif cepat memicu perhatian pelaku pasar. Aksi likuidasi oleh figur kunci proyek di tengah koreksi tajam sering dianggap sebagai sinyal negatif, terlepas dari alasan administratif yang disampaikan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, aksi likuidasi 50% cadangan “austerity” oleh sang pendiri di tengah kondisi MVRV yang sudah sangat oversold (-14,3%) memberikan tekanan psikologis ganda bagi investor ritel.

    “Meskipun alasan operasional sering digunakan sebagai dalih, pasar cenderung melihatnya sebagai langkah mitigasi risiko dari orang dalam. Hal ini menciptakan level resistensi baru pada ,100, di mana setiap upaya rebound kemungkinan akan digunakan whale untuk keluar dari posisi,” jelasnya.

    ETH Turun 30%, Indikator Tunjukkan Oversold

    Harga ETH telah turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan kini berada sedikit di bawah US$2.000. Tekanan jual tambahan dari penjualan besar memperkuat sentimen bearish di pasar.

    Meski demikian, sejumlah analis on-chain menilai ETH kini berada dalam kondisi undervalued secara teknikal.

    Data Santiment menunjukkan rasio 30-day Market Value to Realized Value (MVRV) ETH berada di defisit sekitar 14,3%. MVRV mengukur selisih antara kapitalisasi pasar dan nilai realisasi untuk memperkirakan rata-rata profitabilitas holder.

    Angka negatif menunjukkan sebagian besar investor berada dalam posisi rugi. Secara historis, kondisi ini sering muncul pada fase jenuh jual (oversold).

    Sebagai perbandingan, Bitcoin saat ini menunjukkan undervaluation sekitar 6,9%, Chainlink 5,1%, XRP 4,1%, dan Cardano 2%. Berdasarkan metrik tersebut, ETH tercatat sebagai aset dengan diskon terdalam di antara kripto utama dalam 30 hari terakhir.

    Dengan tekanan jual dari pendiri proyek dan sinyal teknikal oversold yang muncul bersamaan, pergerakan ETH dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap dua kekuatan yang saling bertolak belakang ini.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETH Naik ke $2.092, Vitalik Tegaskan L2 Bukan Sekadar Solusi Scaling

    Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menyampaikan pandangan terbaru mengenai arah pengembangan Layer-2 (L2) di ekosistem Ethereum. Vitalik menilai bahwa visi awal L2 sebagai “branded shards” atau pecahan Ethereum dengan identitas masing-masing sudah tidak lagi relevan, terutama karena Layer-1 (L1) Ethereum kini semakin berkembang dan terus meningkatkan kapasitas skalabilitasnya.

    Menurut Vitalik, peningkatan skala pada Ethereum L1 membuat fungsi utama L2 sebagai solusi skalabilitas menjadi kurang tepat jika hanya berfokus pada mempercepat transaksi atau menekan biaya. Ia menegaskan bahwa L2 harus mulai memikirkan peran yang lebih besar dan menghadirkan nilai tambah yang tidak bisa diberikan langsung oleh jaringan utama Ethereum.

    Vitalik Dorong L2 Fokus ke “Value Add”, Bukan Sekadar Skalabilitas

    Dalam pernyataannya, Vitalik mengusulkan agar proyek-proyek L2 ke depan lebih menekankan pada fitur atau keunggulan unik di luar sekadar scaling. Ia menilai L2 seharusnya memiliki diferensiasi yang jelas, seperti inovasi pada sistem keamanan, privasi, pengalaman pengguna, atau fitur khusus yang tidak tersedia di jaringan utama.

    Selain itu, Vitalik juga menekankan pentingnya interoperabilitas maksimum dengan Ethereum. Artinya, L2 perlu memastikan integrasi yang kuat dan koneksi yang seamless dengan ekosistem Ethereum agar pengguna dapat berpindah jaringan dengan mudah tanpa hambatan.

    Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa arah ekosistem L2 Ethereum bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan, seiring Ethereum L1 semakin mampu menangani kebutuhan skalabilitas secara langsung.

    Baca juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

    Harga Ethereum Menguat ke $2.092, Meski Tren Jangka Panjang Masih Melemah

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di tengah kabar tersebut, harga Ethereum (ETH) tercatat berada di kisaran $2.092,72 atau menguat sekitar 1,3%. Data pasar menunjukkan kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di level $251,98 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $40,80 miliar.

    Meski mengalami kenaikan harian, ETH masih mencatat koreksi tajam dalam beberapa periode terakhir. Dalam 30 hari terakhir, harga ETH turun sekitar 32,81%, kemudian melemah 37,27% dalam 60 hari, dan anjlok hingga 41,52% dalam 90 hari terakhir. ETH juga tercatat bergerak dalam rentang harian antara $1.995,92 hingga $2.115,82.

    Pernyataan Vitalik terkait perubahan arah L2 ini muncul di tengah situasi pasar yang masih fluktuatif. Namun, wacana tersebut memperkuat spekulasi bahwa Ethereum akan terus mendorong evolusi ekosistemnya, bukan hanya lewat scaling L1, tetapi juga dengan mengubah peran L2 agar lebih inovatif dan saling terhubung secara maksimal.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, perubahan narasi ini menuntut L2 untuk berinovasi lebih dari sekadar transaksi murah. L2 yang sukses ke depan adalah yang memiliki spesialisasi (Privacy/RWA), bukan sekadar fork generik.

    Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Diramal Anjlok Makin Dalam, Ini Pemicunya


    Jakarta

    Aset kripto kompak melemah hingga perdagangan siang hari ini, Selasa (24/2/2026). Koreksi tajam yang terjadi pada sejumlah token utama kripto bahkan disebut masih berpeluang berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah.

    Dikutip dari data perdagangan Coinmarketcap pukul 13.00 WIB, pergerakan harga Bitcoin (BTC) melemah 3,02% sepanjang 24 jam terakhir ke level US$ 63.056 atau sekitar Rp 1,06 miliar (asumsi kurs Rp 16.837). Harga BTC turun dari US$ 66.451 atau sekitar Rp 1,11 miliar pada perdagangan pagi tadi.

    Sementara Ether (ETH), tercatat melemah 2,28% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.824 atau sekitar Rp 30,71 juta. Secara kumulatif pada perdagangan seminggu terakhir, ETH bergerak melemah 7,76% dari harga US$ 1.973 atau sekitar Rp 33,22 juta.


    CEO Triv, Gabriel Rey, menjelaskan harga BTC masih berpotensi terkoreksi. Menurutnya, level support harga BTC saat ini berada di US$ 59.000 atau sekitar Rp 993,2 juta untuk memastikan ruang untuk kembali menguat. Namun jika level tersebut tembus lebih rendah, ruang koreksi harga BTC disebut mencapai US$ 53.000 atau sekitar Rp 892,14 juta.

    “Support terkuat harusnya ada di angka sekitar US$ 59.900 atau sekitar US$ 60.000, itu kita harusnya akan melihat bounce. Kalau memang itu sampai tembus, berarti kita akan melihat angka US$ 53.000. Tapi saya yakin harusnya US$ 60.000 tidak akan back down,” ungkap Gabriel kepada detikcom, Selasa (24/2/2026).

    Gabriel menjelaskan, melemahnya pasar kripto secara umum dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Di samping itu, pengumuman tarif baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga turut mempengaruhi pergerakan pasar kripto.

    Sejalan dengan hal tersebut, terang Gabriel, banyak investor kripto yang menarik dananya dari sejumlah token utama. Hal tersebut juga tercermin dari menguatnya harga emas beberapa hari terakhir. Sementara itu, BlackRock juga tercatat melepas porsi di ETH usai pendiri token tersebut, Vitalik Buterin, melakukan jual bersih jutaan dolar dari harga US$ 3.000 hingga saat ini.

    “Jadi memang investor mulai menjual Bitcoin-nya, dan kita melihat juga emas mengalami kenaikan. Jadi kita melihat bahwa investor lebih shifting ke aset yang dirasa lebih aman dalam ketidakpastian makroekonomi ini,” jelasnya.

    Dihubungi terpisah Co-founder Cryptowatch, Christopher Tahir, menjelaskan pelemahan pasar kripto terjadi imbas banyaknya ketidakpastian global yang memaksa pelaku pasar cenderung menghindari risiko atau risk off. Kemudian dominasi dari investor awam pada pasar kripto juga menjadi sentimen aksi jual bersih pada sejumlah token utama.

    “Dengan dominasi dari investor awam (mainstream) di pasar crypto saat ini, tentunya ini akan memberikan ketidakpastian untuk mereka, yang membuat mereka akan cenderung terdesak menjual posisi mereka,” jelasnya.

    Christopher menambahkan, kekhawatiran pelaku pasar kripto juga meningkat menyusul ancaman quantum computing. Imbas kombinasi sentimen tersebut, pasar kripto disebut masih akan terkoreksi dalam jangka pendek hingga menengah.

    “Dalam waktu dekat ini, peluang harga untuk memulai kembali akan cenderung lebih kecil. Menurut saya, dalam waktu jangka pendek hingga menengah, bursa crypto secara keseluruhan akan cenderung terkonsolidasi,” jelasnya.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bitcoin Diramal Makin Anjlok Gara-gara Trump


    Jakarta

    Aset kripto kompak tertekan pada perdagangan beberapa hari terakhir. Pelemahan pasar kripto ini disinyalir terjadi imbas ketidakpastian geopolitik dan pengumuman tarif impor yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Pelemahan terbesar terjadi pada token Bitcoin (BTC). Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 19.18 WIB, pergerakan harga BTC melemah 4,5% sepanjang 24 jam terakhir ke level US$ 63.225 atau sekitar Rp 1,06 miliar (asumsi kurs Rp 16.833). Harga BTC turun dari US$ 66.359 atau sekitar Rp 1,11 miliar pada perdagangan pagi tadi.

    Sementara Ether (ETH), tercatat melemah 4,72% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.825 atau sekitar Rp 30,72 juta. Secara kumulatif pada perdagangan seminggu terakhir, ETH bergerak melemah 7,37% dari harga US$ 1.966 atau sekitar Rp 33,09 juta.


    CEO Triv, Gabriel Rey, menjelaskan harga BTC masih berpotensi terkoreksi. Menurutnya, level support harga BTC saat ini berada di US$ 59.000 atau sekitar Rp 993,2 juta untuk memastikan ruang untuk kembali menguat. Namun jika level tersebut tembus lebih rendah, ruang koreksi harga BTC disebut mencapai US$ 53.000 atau sekitar Rp 892,14 juta.

    “Support terkuat harusnya ada di angka sekitar US$ 59.900 atau sekitar US$ 60.000, itu kita harusnya akan melihat bounce. Kalau memang itu sampai tembus, berarti kita akan melihat angka US$ 53.000. Tapi saya yakin harusnya US$ 60.000 tidak akan back down,” ungkap Gabriel kepada detikcom, Selasa (24/2/2026).

    Gabriel menjelaskan, melemahnya pasar kripto secara umum dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Di samping itu, pengumuman tarif baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga turut mempengaruhi pergerakan pasar kripto.

    Sejalan dengan hal tersebut, terang Gabriel, banyak investor kripto yang menarik dananya dari sejumlah token utama. Hal tersebut juga tercermin dari menguatnya harga emas beberapa hari terakhir. Sementara itu, BlackRock juga tercatat melepas porsi di ETH usai pendiri token tersebut, Vitalik Buterin, melakukan jual bersih jutaan dolar dari harga US$ 3.000 hingga saat ini.

    “Jadi memang investor mulai menjual Bitcoin-nya, dan kita melihat juga emas mengalami kenaikan. Jadi kita melihat bahwa investor lebih shifting ke aset yang dirasa lebih aman dalam ketidakpastian makroekonomi ini,” jelasnya.

    Dihubungi terpisah Co-founder Cryptowatch, Christopher Tahir, menjelaskan pelemahan pasar kripto terjadi imbas banyaknya ketidakpastian global yang memaksa pelaku pasar cenderung menghindari risiko atau risk off. Kemudian dominasi dari investor awam pada pasar kripto juga menjadi sentimen aksi jual bersih pada sejumlah token utama.

    “Dengan dominasi dari investor awam (mainstream) di pasar crypto saat ini, tentunya ini akan memberikan ketidakpastian untuk mereka, yang membuat mereka akan cenderung terdesak menjual posisi mereka,” jelasnya.

    Christopher menambahkan, kekhawatiran pelaku pasar kripto juga meningkat menyusul ancaman quantum computing. Imbas kombinasi sentimen tersebut, pasar kripto disebut masih akan terkoreksi dalam jangka pendek hingga menengah.

    “Dalam waktu dekat ini, peluang harga untuk memulai kembali akan cenderung lebih kecil. Menurut saya, dalam waktu jangka pendek hingga menengah, bursa crypto secara keseluruhan akan cenderung terkonsolidasi,” jelasnya.

    Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

    (ahi/hns)



    Sumber : finance.detik.com